Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

program acara Kian secara langsung Roja TV seluran Tilawah Alquran dan kajian Islam kajian Islam Il TV danadi suungguhnya Allah menutup pintubat bagi orang yang berbuat bidah bagiahib bidah bagi ahli bidah kata nabi sampai ia betul-betul meninggalkan bidahnya kajian Islam ilmiah di TV dan Radi bmillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhutainuhuagfiruhubillah Minu anfusina [Musik] wtiina la ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanuttaqulah haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhannasbakumulladzi khalaqokum Min Nafsi Wahidah wakalaq minha zaujaha wabata minhuma rijalan Katsir waisaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham uhahuaii was para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan kembali materi hadis dari kitab alarbain nawawiyah buah karya Al Imam annawawi rahimahullahu taala sekarang kita sampai kepada hadis yang keetu hadis dari sahabat Abu ruqayahim Bin dari radhiallahu taala anh kita baca terlebih dahulu hadis yang ketuuh ini alhadisus Sabi hadis yang keetu an Abi ruqayyata Tamim Ibni ausin addari radhiallahu taala anh Anan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam qinun nasihahna liillahiitabih musl watihim rawahu muslim artinya dari sahabat Abu ruqayyah Tamim Bin Aus addari Semoga Allah meridainya bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda agama itu adalah adalah nasihat Kemudian kami bertanya untuk siapa wahai Rasul jawab nabi yang pertama untuk Allah yang kedua untuk kitabnya yang ketiga untuk rasulnya yang keempat untuk Pemimpin kaum muslimin dan yang kelima Yang Terakhir untuk umat Islam hadis riwayat Muslim para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala berkaitan dengan hadis yang mulia ini hadis ini termasuk dari jawamiul Kalim nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu hadis yang singkat padat banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya ini di antara hadis yang merupakan jawamiul Kalim Di mana nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam diberikan kekhususan oleh Allah subhanahu wa taala untuk berbicara di hadapan para sahabat dengan pembicaraan yang singkat padat seluruh para sahabat paham apa yang disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan banyak sekali mengandung pelajaran-pelajaran yang berharga para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lihat di sini tentang keterangan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita addinun nasihah agama itu adalah nasihat Berkaitan dengan keterangan nabi bahwa agama itu adalah nasihat maka pembatasan di sini adalah bermakna maknawi alhasr almaknawi yaitu berkaitan dengan agama itu adalah nasihat kata nabi ini merupakan pembatasan secara maknawi yang kalau kita lihat kepada hakikatnya bahwa agama itu mencakup akidah agama itu mencakup fikih agama itu mencakup muamalah agama itu mencakup dakwah agama itu mencakup akhlak dan lain sebagainya maka di sini nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan addinun nasihah ini sebagai pembatasan secara maknawi yakni tentang pentingnya nasihat pentingnya nasihat dalam agama kita ini para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita dengarkan keterangan dari Syekh Abdul Musin Abbad hafidahullahu taala dalam kitabnya Fathul qawi matin beliau hafidahullahu taala mengatakan kepada kitau sabda Nabi yang mulia agama itu adalah nasihat kalimat ini merupakan kalimat yang jamiah yang mengumpulkan seluruh kebaikan yang menunjukkan tentang pentingnya nasihat dalam agama ini waaha asasu dan bahwa nasihat tersebut adalah asas dan tiang dari agama ini W tahtaha Ma Jaa Fi haditi Jibril Min tafsirir rasuli Sallallahu Alaihi Wasallam alislama Wal imana Wal ihsana dan masuk dalam hadis yang mulia ini yaitu hadis Jibril di mana nabi yang mulia sallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada umat ini tentang Islam iman dan ihsan Oleh sebab itu beliau menamakan tentang tiga pembahasan tadi tentang Islam iman dan ihsan sebagai agama sebagaimana yang tercakup dalam hadis nabi yang mulia sahu Alaihi wasam nabi mengatakan yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kepada kalian jadi Nabi Sallallahu alhi wasallam menyebut seluruh pertanyaan-pertanyaan Malaikat Jibril baik pertanyaan tentang Islam pertanyaan tentang iman pertanyaan tentang Ihsan maka itu semua mencakup addin mencakup tentang agama Islam itu sendiri Sallallahu Alaihi Wasallam dan yang mirip dengan hadis ini juga adalah yakni sabda Nabi yang mulia alhajju Arfah haji itu adalah Arafah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Wik Hai yang demikian itu karena Arafah yakni wukuf di Padang Arafah merupakan rukun yang paling mulia dalam ibadah haji ha apabila seorang tidak mengerjakan wukuf di pada Arafah maka tidak ada Haji baginya Nah inilah berkaitan dengan kedudukan nasihat dalam agama sebuah kedudukan yang sangat mulia sekali maka nabi yang mulia tegaskan addinun nasihah agama itu adalah nasihat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana tadi berkaitan dengan wukuf di Padang Arafah yang merupakan Rukun ibadah haji yang paling mulia Nabi menegaskan alhaju Arafah bahwa haji itu adalah Arafah baik para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kita dengarkan kembali di sini keterangan lebih lanjut dari beliau hafidahullah ja Fi mustakji Abi awanah an Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam k kitab mustakhraj Abi awanah bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang hadisnya ini tentang sabdanya ini sampai tiga kali addinun nasihah addinun nasihah addinun nasihah agama itu adalah nasihat agama adalah nasihat agama adalah nasihat yang sampai tiga kali nabi mengulang hal ini yakni berkaitan dengan pentingnya tentang nasihat pentingnya nasihat dalam kedudukan agama ini maka nabi sampai mengulang tiga kali wah fiahih muslim biduni takrar adapun dalam riwayat Imam muslim nabi tidak mengulangi tiga kali yakni nabi hanya mengatakan sekali saja addinun nasihah walamma samiahabatu hadil inayata Wal ihtimama bin nasihah ketika para sahabat mendengar tentang Sabda ini berkaitan dengan perhatian dan ya perhatian yang besar tentang nasihat ini waah Wa alzilah Alimah dan memiliki kedudukan yang sangat Agung iniu maka mereka bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yakni saking e utamanya Mulianya nasihat dalam kedudukan agama ini bahkan nabi ya dalam riwayat riwayat yang lain mengulang tiga kali adinun nasihah Sampai Tiga Kali maka para sahabat menjadi yakni penasaran dibuatnya istilahnya sehingga mereka bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam qu Liman Ya Rasulullah mereka berkata untuk siapa wahai Rasulullah untuk Siapakah nasihat tersebut wahai nabi maka nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan lima yakni peruntukan nasihat tersebut di sini dikatakan faajabahum bilamsilkurah fil hadit maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan lima hal tadi yaitu untuk Allah untuk kitabnya untuk rasulnya untuk para pemimpin kaum muslimin dan yang terakhir untuk umat Islam secara umum waqad ja jamaatin Min ahlil Ilmi tafsiruil khams dan telah terdapat dari kalangan para ulama mengenai penjelasan lima peruntukan has tersebut W ahsik majaan Abi Amr Bin asah Fi kitabihitiahih muslim Minal ikhlali wtii Minal isqti was dan termasuk yang paling bagus dalam menjelaskan hadis ini ada dari Abu Amr Bin asalah dalam kitabnya yang berjudul sianatu Sahih Muslim Minal ikhlali wal galat wa himayatihi Minal isqati wasqat di sini akan kita lihat keterangan dari e beliau rahimahullah taala yang menerangkan tentang masalah hadis keetuuh ini addinun nasihah agama adalah nasihat qa ia berkata ahuatan nasihat adalah sebuah kata yang mencakup hal-hal kebaikan di dalamnya Di mana orang yang memberikan nasat menginginkan kebaikan bagi orang yang dinasihati baik itu secara iradah yakni secara hati secara niat dan secara fi’il yakni perbuatan artinya Pihak yang memberikan nasihat menginginkan kebaikan bagi pihak yang dinasihati dan itu datang dari hati yang memberikan nasihat yakni hatinya tulus hatinya ikhlas memberikan nasihat hatinya Ya baiklah untuk memberikan nasihat dan keinginan pula untuk yakni memberikan eh kebaikan-kebaikan lainnya bagi orang yang dinasihati fasihatu lillahi tabaraka wa taala yang pertama kita akan Jelaskan di sini kita akan dengarkan keterangan Apa maksud tentang nasihat yang pertama yaitu untuk Allah subhanahu wa taala ya mungkin ee tentunya para jemaah atau di antara kaum muslimin bertanya-tanya yakni kok nasihat untuk Allah subhanahu wa taala nasihat untuk rabbul alamin Apa maksud dari nasihat untuk Allah subhanahu wa taala dikatakan di sini fasihatu lillahi Tabarak wa taala tauhiduhu yang pertama adalah mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dengan sebenarbar tauhid ini makna nasihat untuk Allah yaitu mentauhidkan Allah subhanahu wa taala yang tentunya sebelumnya beriman kepada Allah subhanahu wa taala beriman kepada Allah subhanahu wa taala dengan cara mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dengan sebenar-benar Tauhid wafuhu bisifatil Kamali Wal Jalali juma dan mensifati Allah subhanahu wa taala dengan sifat-sifat yang sempurna dan dan mengandung kemuliaan bagi Allah subhanahu wa taala artinya dari tauhid uluhiah tauhid ibadah maka kita wajib mengikhlaskan semua bentuk ibadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala I hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada engkaah kami minta pertolan dan ayat yang lain Allah berfirman ah kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas Nah inilah berkaitan dengan ee yakni dakwah para nabi dakwah para rasul alaihialatu wasalam terfokus dengan Tauhid atau pada Tauhid uluhiyah tauhid ibadah mulai Rasul yang pertama Nuh alaih salam sampai rasul yang terakhir nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memfokuskan dakwahnya pada tauhid Al ibadah Tauhid uluhiyah mengikhlaskan semua bentuk ibadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana nabi bersabda kepada kaumnya dahulu ya kaumi qulu La ilahaillallah tuflihu wahai kaumku Ucapkanlah oleh kalian kalimat tauhid Lailahaillallah Pasti kalian beruntung kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian juga yang kedua tentang tauhid asma was sifat tauhid asma was sifat Nah inilah berkaitan dengan yakni nasihat kepada Allah subhanahu wa taala mengimani seluruh nama-nama dan sifat-sifat bagi Allah subhanahu wa taala yang mulia dan tentunya kita menginginkan atau memahami nama-nama dan sifat-sifat ini sesuai dengan apa yang dipahami oleh rasulam dan apa pula yang dipahami oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain tidak menyimpang dari apa yang dipahami oleh para sahabat radiallahuala anhum Ajan dan mensucikan Allah subhanahu wa taala dari sifat sifat kekurangan dari sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah subhanahu wa taala dan ini banyak sekali kita jumpai dalam Alquran Karim misalnya dalam ayat kursi misalnya di mana Allah Subhanahu Wa taala membersihkan dirinya mensucikan dirinya dari sifat ya ngantuk ataupun Tidur la takuduhu sinatu wala naum kata allah allah tidaklah dihinggapi rasa ngantuk dan tidak pula tidur kata Allah subhanahu wa taala dan juga di antaranya Allah subhanahu wa taala mensucikan dirinya dari memiliki anak dari memiliki anak lamalid Ahad Nah inilah berkaitan dengan firman Allah subhanahu wa taala di mana Allah subhanahu wa taala mensucikan dirinya dari berbagai macam kekurangan-kekurangan dari berbagai macam kelemahan-kelemahan maka tidak ada yang sama bagi Allah Tidak ada yang sama ya dari makhlukNya kepada Allah Subhanahu Wa taalaisun wahuul birir para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kemudian waajanubu watajanubu maasih dan menjauhi maksiat nah ini bagian dari nasihat untuk Allah subhanahu wa taala yakni apabila seorang hamba berusaha menjauhi perbuatan dosa dan maksiat menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak baik menurut pandangan agama maka ini bagian dari annasihatu lillah nasihat untuk Allah subhanahu wa taala kemudian perlu kita pahami dari hadis yang dahulu telah kita bahas berkaitan dengan setiap penguasa atau setiap Raja itu memiliki him memiliki tanah larangan k nabi dan bahwa larangan atau batasan larangan Allah adalah perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala kemudian yang berikutnya lagi kitaarkan DII dan kita berusaha untuk menegakkan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala yni mengerjakan kewajiban-kewajiban agama maka Inilah yang dikatakan oleh para ulama bagian dari definisi Islam bahwa islam itu adalah ya islamal Islam itu adalah Berserah diri kepada Allah dengan Tauhid tunduk dan patuh kepada Allah dengan mengerjakan kewajiban agama serta berlepas diri dari perbuatan Syirik dan pelakunya di sini dikatakan oleh ulama kita ini yakniq mengerjakan kewajiban-kewajiban agama mengerjakan kewajiban-kewajiban agama ya seluruh kewajiban agama dari thabul Ilmi belajar ilmu agama ya kemudian sebelumnya tentunya mengikhlaskan semua amal ibadah karena Allah subhanahu wa taala kemudian lagi yang berikutnya Birul Walidain berbakti kepada kedua orang tua dan perbuatan-perbuatan baik lainnya yang dianjurkan oleh agama dan jelas ini merupakan bentuk ket ketaatan kita kepada Allah subhanahu wa taala kemudian dikatakan selanjutnya dan mencintai Allah dengan cara mengikhlaskan semua bentuk ibadah semua bentuk ibadah hanya karena Allah hanya untuk Allah subhanahu wa taala mencintai juga Karena Allah mencintai saudara kita mencintai sama kaum muslimin karena Allah subhanahu wa taala Jadi bukan karena unsur duniawi bukan karena unsur materi bukan karena unsur yakni kepentingan duniawi bukan lillahi taala karena Allah subhanahu wa taala dan benci juga Karena Allah subhanahu wa taala kemudian W dan memerangi orang-orang yang kufur kepada Allah subhanahu wa taala dari tentunya kafir Harbi orang kafir yang pantas untuk perangi karena tidak seluruh orang kafir itu dalam satu level satu keadaan hanya kafir Harbi ini orang kafir yang memerangi kaum muslimin yang patut kita perangi ya inilah berkaitan dengan ya ungkapan tadi kemudian W dalika wadda ilalik ya Wal Hatu alaih yakni eh berkorban ya karena Allah subhanahu wa taala dan melakukan apa saja karena Allah subhanahu wa taala dan Ya berdoa juga ya yakni ee karena Allah subhanahu wa taala jadi melakukan kebaikankebaikan melakukan amal-amal Saleh semuanya karena Allah subhanahu wa taala dan inilah tujuan penciptaan jin dan manusia sebagaimana Allah menegaskan dalam surah azzariyat ayat 56 ya dalam surah azzariyat ayat 56 ya Ee yang jelas ini merupakan tuju utama dari penciptaan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dan Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaku yakni maknanya dalam mengikhlaskan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala maka ini semua ya keterangan tentang anasihatuillahi nasihat untuk Allah subhanahu wa taala para jemah yang dimul Allah sub taala kita masuk kepada yang kedua sekarang annasihatu likitabih nasihat untuk kitabnya untuk al-qur’an alkim Apa maknanya di sini makna nasihat untuk al-qur’an adalah pertama Al imanu bihi mengimani atau beriman bahwa al-qur’an ya adalah kalamullah Firman Allah subhanahu wa taala yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah sampaikan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian watzimuhu dan memuliakan al-quran alkarim nah ini penting penting bagi kita untuk memahami wajib kita untuk memuliakan al-qur’an alkarim kita ambil contoh misalnya ada beberapa buku yang berada di atas meja kita misalnya lalu ada juga Mushaf al-qur’an Al Karim maka mushaf ini tidak boleh diletakkan yang paling bawah atau yang di tengah-tengah misalnya maka dalam rangka kita memuliakan al-qur’an tersebut memuliakan mushaf al-qur’an kita Letakkan yang paling atas kita Letakkan yang paling atas dalam rangka memuliakan al-qur’an alkarim ini sebagai contoh saja sebagai contoh dalam rangka memuliakan al-qur’an alkarim watanziihuhu dan mensucikan al-quran Al Karim yakni jangan sampai al-qur’an ini dihinakan dirobek-robek dan lain sebagainya berserakan di mana-mana ya lembar-lembar Dari al-qur’an maka kita kumpulkan kita kumpulkan ya jangan sampai dihinakan ya firman Allah subhanahu wa taala tersebut waawatu haqq tilawatih dan benar-benar membacanya jadi maksud dari haqqo tilawatih sebenar-benarnya bacaan maknanya yang pertama adalah yakni membacanya dengan baik ya qiraatuhu Membaca al-quran dengan sebaik-baik bacaan ya Kemudian yang kedua adalah tadaburuhu mentadaburkan isi dari al-qur’an ini makna haqq tilawatih dan yang ketiga adalah mengamalkan isinya mengamalkan apa yang terkandung dalam ayat-ayat al-qur’an nah ini makna dari waawatu haqq tilawatih dan mentilawahkan al-quran dengan sebenar-benar tilawah yaitu membacanya dengan sebenar dengan sebaik-baik bacaan yang kedua mentadaburinya dan yang ketiga adalah mengamalkan Apa yang tergantung di dalamnya kemudian yang berikutnya lagi Wal wukfu Ma awamir wawah dan kita berjalan di atas perintah-perintah Alquran dan larangan-larangan Alqur’an alkim nah ini berkaitan dengan yakni kita mentaati Apa yang diperintahkan dalam al-qur’an dan apa pula yang dilarang dalam al-qur’an tentunya ini ya berasal dari orang yang beriman orang yang memiliki keimanan yang baik maka dia akan paham dan mengerti tentang perintah-perintah agama dan larangan-larangan dalam al-quran alkarim kemudian yang berikutnya lagi wafahumumi dan memahami ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya nah tentunya bisa kita lihat bahwa berkaitan dengan Ulumul Quran ini banyak sekali ya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan al-quran ini banyak sekali hendaknya kita bisa mempelajarinya dan memahaminya dengan baik waalii watadaburu ayatih dan mentadaburkan ayat-ayat al-qur’an waddau ilaih dan berdoa ya Yakni dengan apa yang terkandung di dalamnya bisa kita lihat di dalam al-quran itu banyak sekali doa-doa dari orang orang Sal doa-doa yang bisa kita manfaatkan ya doa-doa dari ee kalangan e yakni para nabi ya para rasul ya Sebagai contoh yakni Apa yang dibaca oleh Nabi Yunus alaihi salam ketika berada dalam perut ikan alhud Beliau mengatakan dalam firman Allah subhanahu wa taala laaha an atau misalnya lagi anara doa-doa yang lain yang bisa kita lihat dalam al-qur’an yang kita bisa baca ya yakni untuk berdoa kepada rabbul alamin berdoa kepada Allah subhanahu wa taala maka doa yang terbaik ya doa yang terbaik pertama yang terdapat dalam Alquran Al Karim yang kedua yang berasal dari lisan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini dua ini adalah sebaik-baik doa yang bisa kita tiru yang bisa kita baca dalam kehidupan upan kita memohon memanjatkan yakni permintaan kita kepada Allah subhanahu wa taala apapun yang kita minta apapun yang kita inginkan maka ada doanya dalam al-quran dan juga dalam doa-doa nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para jmaah yang dimulan Allah subhanahu wa taala Selanjutnya lagi dikatakan di sini wab wabbu tahrifil galin Wil mulhidin ya dan menjaga al-qur’an memelihara al-qur’an ya menjaga al-qur’an dari berbagai macam penyimpangan dari berbagai macam penyimpangan-penyimpangan dari orang-orang yang memang tidak suka kepada Islam dan kaum muslimin maka mereka senantiasa yakni ee berbicara tentang al-qur’an dengan pembicaraan yang tidak layak pembicaraan yang tidak benar menebarkan berbagai macam syubhat kepada umat Islam berkaitan dengan al-qur’an alkarim nah di antaranya misalnya di zaman dahulu ada firkah yang menyimpang dari Manhaj para sahabat dari akidah para sahabat yaitu di antaranya adalah ee keyakinan atau iktikad atau akidah muktazilah kaum rasionalis Di mana mereka meyakini bahwa al-qur’an adalah makhluk bukan kalam Ilahi bukan firman Allah subhanahu wa taala maka ketahuilah ini sebuah penyimpangan ini suatu kesalahan yakni in ee kemungkaran yang bisa kita katakan seperti itu dan telah dibantah oleh para ulama telah dijelaskan oleh para ulama berkaitan dengan syubhat mereka sekali lagi mengatakan bahwa al-qur’an adalah makhluk dan bukan firman Allah subhanahu wa taala baik para jemaah yang dimurkan Allah subhanahu wa taala ini semua berkaitan dengan anasihatu likitabih nasat untuk Alquran alkim kemudian yang ketiga kita masuk di sini jelasan tentangasahallahu Alaihi Wasallam nasihat yang ketiga adalah untuk Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dikatakan di siniahu Alaihi was Adapun nasat untuk rasulnya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah seperti yang di mendekati keterangan yang di atas yang pertama dikatakan Iman Kepada beliau Sallallahu Alaihi Wasallam mengimani beliau Sallallahu Alaihi Wasallam barang siapa tidak beriman kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun ia beriman kepada seluruh para nabi seluruh para rasul ini maknanya Apa maknanya adalah berarti dia mengingkari seluruh para nabi seluruh para rasul alaihialatu wasalam dikarenakan pengingkaran kepada nabi kita kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang berikutnya lagi wabima Ja Bih dan beriman dengan apa-apa yang dibawa oleh Beliau Sallallahu Alaihi Wasallam jadi kita mengimani seluruh apa yang Nabi jelaskan dalam agama ini apa yang Nabi terangkan dalam agama ini ya berdasarkan hadis-hadis beliau yang sahih selama hadis-hadis beliau sahih maka kita imani kita terima dan tidak boleh ditolak tidak boleh yakni dikritisi karena apa yang datang dari Allah datang dari Rasul kebenarannya adalah bersifat mutlak bersifat mutlak dan kita berkewajiban untuk taat kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang berikutnya lagi adalahiruilu dan memuliakan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam namun ingat memuliakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak boleh secara berlebihan tidak boleh berlebih-lebihan sebagaimana nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan dalam hadis yang mulia apa kata nabi kita Muhammad sallallahu alaii wasallam la tatuni Kama Nar ibna Maryam innama Ana Abdullah warasul janganlah kalian melampaui batas dalam memuji diri sebagaimana orang-orang Nasrani mereka telah melampaui batas dalam memuliakan Isa putra Maryam Aku ini adalah hamba Allah dan utusan Allah subhanahu wa taala jadi kedudukan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam adalah sebagai hamba Allah dan Rasul Allah subhanahu wa taala yakni utusan Allah subhanahu wa taala di mana Kalau dikatakan sebagai hamba Allah tidak boleh kedudukan beliau di tingkatkan menjadi yakni alilah sembahan begitu jelas tetap diri beliau sebagai hamba Allah hamba Allah bukan sebagai yang lainnya dan yang kedua diri beliau adalah sebagai Rasul utusan Allah nah ini dalam rangka kita memuliakan beliau memuliakan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam dikarenakan sebagai utusannya rabbul alamin utusannya Allah subhanahu wa taala baik para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala yang berikutnya lagi adalah watuk berpegang teguh dengan cara ketaatan atau berbuat taat kepadanya taat kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam taat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini menunjukkan tentang cinta seorang kepada nabinya cinta seorang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana Allah Nyatakan dalam Alquran Qul inuntumhibbunallahattabiunuhumullahfirakumunubakum wallah gurahim Katakanlah W Muhammad kepada manusia Seandainya kalian mengkel mencintai Allah maka Ikutilah aku Ikutilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam niscaya Allah akan mencintai dan akan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah Maha Penyayang lagi maha pengampun inilah berkaitan dengan hakikat dari kecintaan seorang kepada nabinya adalah itba ikuti beliau mencontoh beliau dalam agama dan tidak berbuat bidah-bidah dalam agama ini ini hakikat dari cinta seorang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak hanya di lisan mengatakan cinta-cinta kepada nabi namun tidak ada yakni realisasinya dalam kehidupan sehari-hari tidak ada bukti dalam kehidupan sehariti dalam kehidupan sehari-hari kalau kita lihat kebanyakan umat Islam baru secara lisan betul baru secara lisan mereka mengakui cinta kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam namun perlu ditingkatkan kembali bahwa cinta kepada nabi itu adalah dengan cara mempelajari sunah beliau itiba kepada sunah beliau mempraktikkan sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari Nah inilah bukti tentang cinta seorang kepada nabinya ituit nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang berikutnya lagi adalah ya dan memusuhi orang-orang yang dimusuhi oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seperti contoh nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam membenci orang-orang munafikin membenci orang-orang kafirin orang-orang musyrikin ya orang-orang yang menyimpang dari agama ini W mualat Man W waa dan mencintai atau loyal terhadap orang-orang yang dicintai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu di antaranya adalah mencintai para sahabat beliau mencintai keluarga beliau mencintai ya keturunan beliau dan seterusnya yang dicintai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang berikutnya lagi watalluqu biakhlaqih dan berakhlak dengan akhlak beliau yakni berusaha kita untuk meniru mencontoh akhlak nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dikarenakan Beliau mengatakan dalam hadis hanya saja aku diutus untuk menyempurnakan akhlak kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam menjamin siapa saja dari para hambanya ini dari umatnya ini yang akhlaknya Mulia akan bersama beliau nanti di surga seperti ini nabi menggambarkan saking dekatnya hubungan nabi dengan umatnya yang memiliki akhlak yang mulia akhlak karimah dan ketika Aisyah ditanya tentang Bagaimanakah akhlak nabi Aisyah menjawab singkat padat Kana khuluquhu al-quran adalah akhlak nabi itu adalah al-quran yni al-qur’an yang berjalan di muka bumi artinya apa bahwa seluruh kebaikan yang ada dalam al-qur’an sudah dipraktikkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kembalikannya apa saja yakni berbagai macam keburukan-keburukan kejelekan-kejelekan yang dijelaskan dalam alquran maka nabi telah berlepas diri darinya Nah inilah Berkaitan dengan keterangan dari Aisyah Alquran bahwa akhlak nabi itu adalah Alquran alkim para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala yang berikutnya lagi adalah watad beradab dengan adab-adab beliau mencintai keluarga beliau sahabat-sahabat beliau ridwanullahi alaihim ajmain nah ini merupakan tanda cinta kita Kepada beliau tanda cinta kita kepada nabi yang mulia sallu wasallam mencintai keluarga beliau mencintai sahabat-sahabat beliau radhiallahu taala anhum ajmain Oleh sebab itu nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam melarang kita untuk mencela salah seorang sahabat nabi [Tertawa] k kata nabi yang mulia jangan kalian menghina sahabatku jangan kalian menghina mencci maki sahabatku demi zat yang diriku berada di tangannya jika ada di anara kalian berinak em sebesar gunung uhud maka tidak dapat menandingi infak salah seorang sahabatku walaupun sahabatku itu berinfak satu mud atau setengahnya satu mud adalah dua telapak tangan orang dewasa itu makna dari satu mod ya ahah inilah keutamaan dari para sahabat dan peringatan keras dari nabi untuk tidak mencela menghina sahabat nabi Karena pada dasarnya orang yang menghina sahabat Nabi orang yang menjelek-jelekkan sahabat nabi orang yang mengolok-olok sahabat nabi pada dasarnya ingin membatalkan ajaran agama Islam ingin menghancurkan ajaran agama Islam karena pada dasarnya Seluruh ajaran Islam dibawa dan disebarkan oleh para sahabat nabi setelah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam waradhiallah taala anhum ajmain maka hukumnya adalah haram mencela menghina sahabat nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam siapun yang menghina sahabat nabi mencela sahabat nabi akan mendapat laknat dari Allah dari para malaikat dan dari umat Islam seluruhnya akan dilaknat oleh seluruh umat Islam maka ini merupakan ganjaran dan balasan yang setimpal balasan yang setimpal bagi siapa saja yang berani mencela dan menghina sahabat-sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam allahuala anhum AJ Nah inilah berkaitan dengan makna annasihatu lirasulihi Sallallahu Alaihi Wasallam nasihat untuk rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala yang keempat berkaitan dengan nasihat yang keempat anasihatuimtil muslimin nasihat untuk para pemimpin umat Islam a yaitu para pemimpin mereka para khalifah mereka atau para pemimpin kaum muslimin yang pertamaalah ya yaitu membantu mereka ya dan taat kepada mereka taat kepada mereka tentunya taat dalam hal-hal yang adaetatan kepada e makhluk dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wa taala perlu diingat ketaatan kepada makhluk adalah muqayad y terikat terikat pada apa terikat pada hal-hal yang Makruf saja yang baik-baik saja ya maka kita lihat dalam ayat Alquran Karim di mana Allah subhanahu wa taala berfirman waulil Amri mum Wahai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah taatlah kepada Rasul dan ulil amri Di Antara Kalian yakni ulil amri adalah ulama dan umaranya ulama dan penguasanya Nah di sini bisa kita lihat perbedaan antara taat kepada Allah dan Rasul kemudian taat kepada Ulil Amri taat kepada Allah dan Rasul menggunakan kata ati’u ati’u taatlah kalian kepada Allah taatlah kalian kepada rasul Adapun taat kepada Ulil Amri tidak ada kata atiu di situ e langsung disebutkan wa ulil amri minkum dan ulil amri di antara kalian ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada mereka adalah terbatas yaitu hanya pada hal-hal yang Makruf hal-hal yang baik-baik saja Menurut pandangan agama para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala ini makna yang pertama dari nasihat untuk para pemimpin kaum muslimin yang kedua waanbihuhum wakiruhum birifqin wutfin dan mengingatkan mereka dengan cara yang lemah lembut ah tentu yang dapat memberikan nasihat kepada pemerintahan kepada penguasa adalah ulama Kenapa ulama Mengapa ulama karena level mereka kedudukan mereka adalah sama Adapun rakyat biasa seperti kita jauh level kita di bawah ulama jauh pula di bawah penguasa maka tidak boleh ada di antara rakyat misalnya yang memberikan nasihat kepada yakni penguasa ya apalagi di atas mimbar misalnya atau demo ke jalan-jalan ee menjolek-jolikkan pemerintah ee memperolak-olak pemerintah misalnya maka maka ini tidak dibenarkan ini bukan akhlak seorang muslim bukan akhlak yang mencerminkan akhlak seorang muslim ini jelas jauh dari akhlak seorang muslim nah Lihatlah oleh para jemaah berkaitan dengan masalah ini ya bahwa nasihat yang kedua di sini adalah memberikan nasihat kepada mereka dengan cara yang lemah lembut yaitu sekali lagi dari kalangan ulama Ulam lah yang memberikan nasihat empat mata dengan si penguasa ya diterima Alhamdulillah tidak diterima itu urusan dia dengan Allah nanti di negeri akhirat kemudian wjabatuluj alaihim dan tidak boleh ya keluar dari ketaatan terhadap pemerintah tidak boleh keluar dari ketaatan kita terhadap pemerintah tidak boleh yni misalnya sampai sampai-sampai mengangkat senjata misalnya ya tidak dibenarkan ya melakukan demonstrasi saja melakukan mudaharat demonstrasi saja Ini bukan dari Islam demonstrasi bisa kita lihat sejarah perdana tentang demonstrasi isu tentang demonstrasi itu adalah datang dari kalangan munafikin orang-orang munafik dan kalangan fasqah orang-orang fasik di mana pada masa khalifah yang mulia khalifah Utsman bin Affan radhiallahu taala an rumah beliau rumah khalifah ketika itu diemo di ung dan didemo oleh para demonstran yang jumlah mereka ada yang mengatakan 2000 bahkan ada yang lebih dari itu yang mengatakan seperti itu ya ada yang mengatakan Lebih dari itu yakni sampai 6.000 para demonstran yang mengepung rumah khalifah ketika itu dan ini tidak benar ini adalah perbuatan yang tidak benar melanggar syariat melanggar al-quran melanggar hadis nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam jadi sekali lagi tidak dibenarkan untuk keluar an terhadap pemintah kemudian yang berikutnya lagiendak kebaikan untuk pemerintah mendoakan kebaikan untuk untuk mereka Kenapa karena kebaikan pemerintah kebaikan rak juga apabila penguasaik maka rakyat pun akanikillah dengan izin Allah subhanahu wa taala jadi mendoakan keik untuk mkahatlah ama terahuama terahu dan juga sekarang ini dari kalangan ahlusunah Wal Jamaah senantiasa mereka mendoakan para pemimpinnya mendoakan para pemimpinnya agar mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang lurus pemimpin-pemimpin yang adil pemimpin-pemimpin yang bijak dan seterusnya ya yang akan memberikan kebaikan bagi negeri yang akan memberikan bagi rakyatnya Dan inilah yang kita harapkan bagi negeri kita yang tercinta ini agar pemimpin kita siapapun pemimpin kita tersebut sebu yni agar diberi hidayah Taufik oleh Allah subhanahu wa taala Hidayah Taufik oleh Allah subhanahu wa taala dan agar dapat memberikan kebaikan pula untuk negeri tercinta ini kemudian para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala kemudian yang berikutnya lagi yang terakhir sekarang berkaitan dengan nasihat yang kelima Yang Terakhir wihatu litil muslimin nasihat untuk keumuman umat Islam untuk seluruh umat Islam w yakni selain dari para penguasanya selain dari para penguasa yakni rakyat biasa umat Islam secara umum Apa maksud dari nasihat untuk mereka yang pertamasumim membimbing mereka kepada kebaikan-kebaikan mengarahkan mereka kepada kebaikan-kebaikan kepada kemaslahatan-kemaslahatan hal-hal yang membuat mereka menjadi Le baik mengajarkan urusan dunia dan agama mereka ya memberikan pencerahan kepada masyarakat memberikan kebaikan-kebaikan kepada masyarakat apa yang EE perlu diberikan ya menerangkan tentang misalnya akidah kepada mereka menerangkan tentang fikih kepada mereka menerangkan cara bermuamalah kepada mereka dan seterusnya dan seterusnya nah ini untuk urusan atau kebaikan urusan dunia dan akhirat mereka atau agama mereka kemudian yang berikutnya lagi menutup aib mereka tidak boleh dibuka tidak boleh diperlihatkan aib kaum muslimin tidak boleh diperlihatkan aib mereka harus ditutup aib mereka ya Dan ini berkaitan dengan adab yang sangat mulia sekali akhlak karimah di mana kita yang mengetahui aib saudara kita hendaknya kita dapat menutup aib saudara tersebut Jangan dibuka tidak boleh disebar-sebarkan aib saudara kita waliadubillah maka ini bagian dari alkabair termasuk dari dosa besar termasuk dari dosa besar wasadimusrumim dan ya membantu mereka apa yang menjadi kebutuhan mereka kita bantu sesuai dengan yakni kemampuan diri kita kita bantu ya kita membiasakan diri mengucapkan kepada sesama kita ya orang-orang yang hidup di lingkungan kita Masyarakat ayul Khidmah Apa yang bisa saya bantu kira-kira seperti itu maka ini merupakan adab yang mulia sekali akhlak karimah dan menolong mereka dari musuh-musuh mereka ya menolong kaum muslimin dari musuh-musuh mereka ya kalau ya tentunya kita dekat jarak kita dengan umat Islam yang Tengah tertindas Tengah terzalimi maka kita wajib menolong mereka tapi kalau Jar kita sudah jauh sekali seperti apa yang terjadi di belahan dunia seperti di Palestina dan yang lainnya kita minimal mendoakan kebaikan untuk mereka membantu dengan harta kita mendoakan mereka agar mereka sabar mereka tabah mereka kuat menghadapi cobaan dan ujian ini dan tentunya agar mereka semua diberikan kebaikan-kebaikan oleh Allah Subhanahu al Nah inilah yang bisa kita lakukan mendoakan Mereka semua Kemudian yang berikutnya lagi membela mereka ya membela kaum muslimin dan menjauhi kecurangan terhadap kaum muslimin dan hasad terhadap mereka dengki kepada umat Islam tidak boleh tidak dibenarkan nah ini yang perlu kita pahami di sini tidak benar kita melakukan yakni perbuatan iri atau dengki atau hasad kecuali dua hal kecuali pada dua hal yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebut dalam hadis La hasada illa fitnataini tidak ada hasad yang terpuji kecuali pada dua hal saja yang pertama apa rajulun atahullahu Ilman kita iri kepada seorang yang Allah berikan kepadanya ilmu agama yang dengan ilmu tersebut ya orang ini bisa memberikan manfaat bagi bagi kaum muslimin bagi masyarakatnya bisa memberikan pencerahan kepada mereka Nah kita iri ingin seperti orang tersebut dan yang kedua warulunahu maan yakni Iri kepada orang yang diberi harta oleh Allah yang dengan harta tersebut orang ini bisa melakukan kebaikan-kebaikan apa saja bisa membangun masjid membangun Madrasah membantu fuqara Wal masakin orang-orang miskin orang-orang fakir membantu untuk membantu anak-anak yatim dan seterusnya dan seterusnya maka inilah berkaitan dengan iri yang terpuji ingin seperti orang itu ingin seperti orang tersebut banyak melakukan kebaikan-kebaikan dengan harta benda kemudian yang berikutnya lagi wauhib lahum ma yuhib linafsihi dan mencintai mereka ya atau menginginkan kebaikan untuk mereka sebagaimana kebaikan itu ada pada diri kita nah ini sesuai dengan bunyi hadis yang mulia di mana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda la Yu ahadukum Hatta yuhibuhibir tidaklah sempurna kata nabi tidaklah sempurna iman Di Antara Kalian hingga dirinya mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana Ia menginginkan kebaikan itu untuk dirinya nah ini ya nabi Nyatakan tidak sempurna iman Di Antara Kalian hingga Ia menginginkan kebaikan ya untuk saudaranya sebagaimana kebaikan itu ada pada dirinya ah inilah yang harus ada pada diri kita sebagai contoh kita ingin ya agar masyarakat semuanya bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang telah kita pelajari bahwa kita ee wajib bertauhid kepada Allah kita pun ingin agar masyarakat juga bertauhid kepada Allah tidak berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala kita ingin agar masyarakat kita ini ittiba kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana kita berusaha untuk itiba kepada nabi mencontoh sunah Nabi yang mulia dalam kehidupan beragama dan tidak berbuat bidah-bidah dalam agama ini kita ingin misalnya ya di antara kaum muslimin banyak berbuat kebaikan sebagaimana kita juga berusaha berbuat kebaikan-kebaikan melakukan amalamal Saleh dalam kehidupan di dunia ini Nah inilah tentang wujud dari hadis nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam lah sempa Iman di anara kalian hingga ia mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaim kebaikan itu adainya kemudian yang berikutnya lagi keikannya kita meng keb saudara-saudara kita tidak kita inginkan keburukan ada pada umat Islam sebagaimana kita pun tidak ingin keburukan itu ada pada diri kita nah ini kebalikan dari yang sebelumnya W syabahaalik dan lain sebagainya nah ini bagian dari annasihatu liamatil muslimin nasihat untuk keumuman umat Islam dan inilah akhir dari penjelasan hadis yang mulia hadis ya Tamim ad-ari radhiallahu taala anh kemudian Sebelum kita akhiri ee majelis ilmu kita ini kita sebutkan beberapa faedah atau pelajaran penting yang dibawakan oleh penulis di sini hafidahullahu taala mimma yustafadu Minal hadis apa yang dapat diambil dari hadis ini yang pertama adalah bayanu idami Sin nasihah waimi manzilatiha minaddin penjelasan tentang Mulianya nasihat ini dan Agungnya kedudukan nasihat dalam agama kita ini ya ini yang pertama Jadi kalau berkaitan dengan nasihatah inilah yang kita inginkan dan bahkan di antara hak seorang muslim atau muslim lainnya Jika ia minta nasihat maka nashatilah maka nashatilah kata nabiahu Alaihi wasam kemudian pelajaran yang kedua yang berhargaal yakni penjelasan tentang untuk siapa nasihat tersebut diberikan ini sudah kita Jelaskan ada lima ee yakni peruntukan nasihat tersebut untuk Allah untuk kitabnya untuk rasulnya untuk para pemimpin kaum muslimin dan untuk umat Islam kemudian yang ketiga alh alihahs alkuril hadit yakni bersungguh-sungguh untuk memberikan nasihat ya yang atau sebagaimana yang tercantum dalam hadis lima peruntukan nasihat tersebut kemudian yang keempatahatiti umali takunihah keinginan besar dari para sahabat nabi untuk mengetahui kebaikan-kebaikan agama Islam ini dengan cara Mereka bertanya kepada nabi tentang yakni untuk siapa diperuntukkan bagi siapa nasihat tersebutah Ini pertanyaan dari sahabat dan nabi Jawab ya dengan jelas tegas gamblang sekali kemudian yang terakhir yang kelima untuk menutup kajian ilmiah kita pada sore hari ini anadina yutlqu alalal likuni Shallallahu Alaihi wasallamihan bahwa agama dapat dimutlakkan kepada amal sebagaimana sabda Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam tadi di mana beliau menamakan nasat itu dengan penamaan agama addinun nasihah agama itu adalah nasihat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi sekali lagi inilah berkaitan dengan pembahasan kita pada sore hari ini dari hadis yang keet7juh hadis ruqayyah ya Tamim Bin Aus addari radhiallahu taala anh Semoga Allah meridainya mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini bermanfaat bagi diri kita dan semoga apa yang dipahami ini bisa kita amalkan dalam kehidupan kita Semoga kita semua mendapat pahala besar dari Allah subhanahu wa taala sampai di sini kajian kita mudah-mudahan sekali lagi bermanfaat kita akhiri dengan doa Pur majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka atubu ilaik alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama r t dan Radi ro ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini inilah jalan Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam dan para sahabat progres pembangunan masjid Jami albkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah Jah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkahengs masih terbukabank 56 [Musik] 3131009 cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau whatsApp ke08211345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala amin jazumullahir

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *