Ustadz Mahfudz Umri, Lc. | ENSIKLOPEDI LARANGAN

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilmiah di TV dan radio kalian sebaik-baiknyaat ah yang diturunkan atau dikeluarkan oleh Allah Taala untuk manusia tugasnya saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja radio rja Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah pendengar dan pemirsa TV di man anda berada [Musik] akan bag and pemirsa TV lagi kami hadirkan untuk Anda program acaraaras TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam wabarakatuh inalhamdalillah nahmaduhuastainuhu wasastagfiruh waubillahiu anfusinaiatiina Man yahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah Ashadu allaahaillallah wahdahu syarikah wau m ya ayuhina amanqulah haqqqi W illa Wa Antum muslimun Amma Badu asq had kitabullah Wir had had Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam Umu muhda wa muhtin bidah wa bidatinlah waar para jemaah sekalian dirahmati Allah dan juga para pemirsa dan pendengar ra Semoga Allah senantiasa menjaga kita terutama menjaga Allah yaitu bagaimana kita mengagungkan syiar-syiar Allah Bagaimana kita menyikapi firman Allah dan juga menyikapi sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ada kisah yang disampaikan oleh adzahabi dalam siar Aamin nubala bahwa ketika Abu muawiyah membacakan hadis nabi ya dari Almas dari Abi Saleh yang di Bukhari dibaca hadis tersebut oleh Abu muayyah depan Harun Arrasyid ya Amirul Mukminin Harun Arrasyid ya ketika dibacakan bahwa berjumpa Nabi Adam dengan Nabi Musa lalu Paman dari Harun Arrasyid bertanya di mana mereka berdua berjumpa wahai Abu muawiyah seketika Harun Arrasyid timbul kecemburuan langsung mengatakan Apakah engkau ya akan membantah hadis nabi ya artinya Apa artinya bertanya di mana berjumpanya kemudian setelah itu beliau sebagai Amir mukminin di tangan saya ada pedang sampai segitunya ketika hadis ditentang Nah setelah itu yang ada di situ sekitar Amir Harun arrasid untuk memintakan Maaf tolong diberi uzur Maaf ya akhirnya di penjara dan bersumpah tidak akan aku Keluarkan sampai dia sampikan Apa alasannya ternyata alasannya cuma sekedarad ya spontanitas ya kata asabuni akhirnya dikeluarkan sampai bersumpah tidak akan tidak akan aku keluarkan dari penjara sampai dia menyampaikan Apa alasannya sehingga seakan-akan menentang hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam katauni begitulah seharusnya ya di dalam mengag kan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka di sini perlu adanya sikap ya dan sikap itulah ada dalam hati dalam hati para jemaah sekalian dengan demikian seandainya kita belum mampu di dalam menjalankan apa yang diperintah atau yang dilarang Apa yang dianjurkan atau belum bisa meninggalkan apa yang dimakruhkan maka hendaklah kita tidak boleh dalam hati ada sikap meremehkan melecehkan dan lain sebagainya inilah sikap maka ini perlu kita tumbuh kembangkan di dalam hati kita dan itu tentu saja sesuatu yang mulia ya karena disampaikan oleh Allah taalaahwal barang siapa mengagungkan Syar Allah maka itu termasuk ketakwaan hati ya lebih-lebih di dalam hidup dan kehidupan yang memang ujiannya kita akui sangat banyak sangat besar ya yang seperti yang kita bahas tentang masih dalam pembahasan malu dan aurat wanita ya yang kita kembangkan dari pembahasan hadis Jabir bin Abdillah yang Dir Ibnu Majah dan juga hadis Aisyah yang Dir oleham muslim yaitu hadis ya manana y billahumil akhirililatahuil Hamam Barang siapa beriman pada Allah dan hari akhir jangan bawa danemasukkan istri-istrinya ke tempat pemandian umum Nah tentu itu ada ilillah apa yaitu aurat kehormatan ya lantas Bagaimana dengan aurat wanita sebagai sebuah kehormatan di mana Eh yang menjadiah paling akhir adalah sebagai sadanariah untuk perbuatan yang namanya azzina karena mata bisa berzina lisan juga bisa berzina dan tangan juga bisa berzina sebagaimana hadis Abi Hurairah ala Anhu yang di Imam Bukhari nabi bersabda inallah adamina Ya zinalin an winal lisan almantiq W lisan almanti Allah Taala menetapkan pada anak Adam bagian dari zina ya zina mata adalah memandang zina lisan adalah berbicara wfsuah Al sementara hati ini berangan-angan ya berkeinginan itu zinanya dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya hadis sahiham Bukhari dan unuk itu akhir ya bahkan untuk melihat saja di situ juga disuruh menundukkan pandangan mata ya katakan kepada orang-orang beriman laki-laki agar mereka menundukkan sebagian dari pandangannya dan menjaga kehormatannya nah pembicaraan kita masih terkait dengan aurat Wan yang semua itu yaitu tindakan preventif agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang namanya azzina yang di mana Itu dosa besar ya Sehingga di dalam ayat tersebut ee di sini adalah surat Annur bisa nanti dilihat ayat 30 dan 31 itu semua terkait dengan masalah Bagaimana Allah rabbil alamin memiliki kecemburuan kata Ibnu Katsir ya kepada kita semua sebagai suami ya seperti dalam surat Annur ayat 31 ya Di mana Allah Taala berfirman ya katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar mereka menundukkan sebagian dari pandangannya dan menjaga kehormatannya yaitu kemaluannya dan janganlah mereka para wanita menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dan hendaklah menggunakan jilbabnya kerudungnya sampai ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka ya atau kepada ayah-ayah mereka atau kepada ayah-ayah dari suami-suami mereka mertua atau kepada anak-anak mereka ya anak-anak laki mereka atau anak laki-laki dari suami mereka atau kepada saudara laki-laki dari mereka mereka di sini adalah para wanita beriman ya atau kepada anak laki-laki dari saudara mereka saudara laki-laki mereka atau anak laki-laki dari saudara perempuan mereka atau para perempuan sama-sama perempuan kaum muslimat mukminat yaalakat aanuhun atau budak-budak mereka dan dan juga orang-orang yang tidak memiliki hasrat dari laki-laki atau anak-anak kecil ya yang memang mereka tidak melihat pada aurat wanita dari ayat ini sebagaimana subtema pembahasan kita ya adalah menunjukkan siapa mahram pertama ya yang dibolehkan ditunjukkan perhiasan dan yang dimaksud dengan perhiasan di sini adalah sebagaimana disebut oleh para ulama ya di antaranya oleh albagawi ya yang dimaksud adalah perhiasan di sini adalah mawadi azzinah tempat di apa ee diletakkannya perhiasan Ya seperti asiwar atau asuwar gelang di tangan ya ilmom atau khalkkal khalkkal itu adalah gelang yang ada di kaki ya atau Al alqur itu anting yang ada di telinga atau alqiladah yaitu apa kalung yang ada di leher berarti leher telinga tentu saja kalau leher telinga kelihatan berarti kepala dan rambut juga kelihatan kemudian pergelangan tangan berarti juga tangannya dan juga pergelangan kaki berarti juga kakinya begit juga dengan leher karena kalung ada di situ berarti itu yang boleh ditampakkan kepada siapa kepada mahramnya kalau kita berbicara batasan aurat bagi laki-lakiah antara anara pusar dan perut Eh ada pusar dan lutut begitu pula aurat perempuan jumhur ulama mengatakan adalah antara pusar dan lutut paha aurah ya alfid Aur antara laki-laki satu dengan yang lain Pah adalah aurat nah itu nah sekarang ini bagi perempuan aurat wanita maka aurat wanita bagi bapak yang bagi bapaknya mertuanya suaminya ya dan juga tidak disebut di sini Paman karena Paman juga mahram ya karena Paman sejajar dengan bapak maka juga Paman Ya baik Paman dari ayah atau Paman dari ibu itu adalah mahram maka di sini dijelaskan e batasan aurat ya Tapi tetap kembali kepada jumhur batasan aurat antara puser dan lutut ahah dan Sehingga dalam keadaan tertentu tentu itu diperbolehkan allahuam B tapi kalau melihat ayat di sini jangan menampakkan perhiasannya disebutkan zikru asohibhi Al makan ya disebutkan penempatnya yang menempati tapi yang dimaksud tempatnya sehingga jangan menampakkan Janganlah mereka menampakkan perhiasannya yaitu jangan menampakkan tempat perhiasan Karena itu adalah aurah kecuali bagi suami apa tadi kalau anting di telinga ya berarti telinganya Kalau kalung di leher juga menipu lehernya berarti kepala juga di sini ya gelang di tangan kholkol gelang di kaki Nah itu para jemaah ya ini batasan-batasan meskipun jumhur mengatakan tetap kembali kepada puser J seandainya apa dalam posondisi tertentu melihat itu ya ya kalau suami jelas boleh semua ya Samami boleh semua Kemudian Justru malah kepada anak-anak suami karena itu hubungannya agak jauh sehingga di situ ee terbuka lebih kuat tentang apa fitnahnya ya Sehingga tetap harus dijaga dari anak suami ya ini para jemaah anak suami maksudnya apa kepada ibunya ibunya Apa istri suami yang lain ya dan tentu saja pada zaman di mana ujian sangat besar ya terjadi yang namanya inses ya inses namanya ya Iya dan itu terjadi itu tidak sedikit ya tidak sedikit Oleh karena itu tetap ini Masyaallah ayat jug menjelaskan kepada kita ya jangan wanita itu menampakkan perhiasannya apa perhiasan sini tempat diletakkannya perhiasan ya tempat diletakkannya per perhiasan itu tadi kalau anting di telinga Kalau kalung di leher ya Kalau gelang di tangan gelang kaki di pergelangan kaki itu yang boleh untuk siapa untuk mahram Siapa suami nah suami tentu saja semuanya Enggak ada masalah tapi di sini ya dijelaskan batasan di sini para ulama menjelaskan batasan-batasan aurat kita lihat bagaimana alhafiz kir beliau memberikan penjelasan h amallahiminat wirun minhuwajih ibadiilmininisa jahiliah wiil musrikati Wu nuzul ayahaktil ibnuan apa kata Ibnu Katsir ini adalah perintah dari Allah ya karena Allah berfirman ya Katakanlah ini perintah kepada wanita beriman agar mereka ini perintah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan merekaarangan apa kata beliau ini perintah dari Allah untuk wanita-wanita beriman dan ini adalah bentuk giroh Ya girohnya Allah kepada siapa kepada para suami para jemaah ya kepada para suami jadi Allah cemburu kepada istri-istri kita agar Jangan sembarangan di dalam hadis nabi bersabda Ya Muhammad Muhammad muslim dari Aisyah radhiallahu taala anha wahai umat Muhammad demi Allah tidak ada seorang pun yang lebih cemburu dibandingkan dengan Allah cemburu apa hambanya berzina ya atau budak perempuan berzina wahai umat Muhammad demi Allah Seandainya kalian tahu apa yang aku tahu maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis ya Para jemah sekalian dirahmati Allah alhafiz Ibnu Katsir mengatakan di sini ini adalah perintah Allah kepada kaum wanita yang beriman dan juga merupakan giratun minhu kecemburuan Allah kecemburuan dari Allah untuk siapa lizwajihin bagi suami-suami para wanita yang beriman ibadiil mukminin ya jadi cemburu dan Allah cemburu para jemaah ya n Bi cemburu adalah kemarahan dibarengi dengan kemarahan ya dan juga agar membedakan dengan sifat wanita wanita jahiliah dan perbuatan-perbuatan wanita musyrikun musyrikat dan ini sebab nuzul ayat ini sebab turun ayat ini sebagaimana disebutle muqatil binyan Jabir Abdah an asma bint muridati mahillin Laha Fi Bani haritah bahwa Jabir Abdullah mengisahkan tentang asma binti Murti dia berada di satu tempat di Bani haritah ya kemudian para wanita masuk tanpa menggunakan penutup aurat yang benar sehingga nampak dari kaki mereka Al khalakil khal yaitu gelang-gelang kakinya ya dan juga nampak dada-dada mereka Jadi enggak pakai penutup aurat yang seharusnya bagi wanita beriman sehingga Allah turunkan ayat ini para jemah yaendaklah mereka itu menutup ya denganimar mereka yaitu dengan kudung mereka sampai ke dada-dada mereka lalu disampaikan jangan mereka menampakkan perhiasan mereka Maksudnya apa perhiasan tempatnya perhiasan kalau perhiasan gelang nih enggak apa-apa Ini anting ini gelang ini kalung tapi ketika anting diletakkan di mana di telinga itu aurat gelang di mana di pergelangan tangan aurat ya kemudian apa namanya Talung leher dan seterusnya itu ya disebut Alwi dalam tafsirnya kemudian turunlah Ayat tersebut ya as ketika melihat wanita seperti itu asma mengatakan ya betapa buruknya ini kemudian turun ayat tersebut yau ya yaitu apa yang Allah haramkan kepada wanita melihat kepada yang bukan suamisaminya ya Jadi bukan suaminya melihat batasan-batasan aurat tersebut jumhur ulama mengatakan ya kebanyakan dari ulama kebanyakan dari ulama mengatakan atau banyak ulama ya Kir banyak berarti banyak juga yang tidak ya tidak boleh wanita melihat laki-laki ajnabi baik dengan syahwat maupun dengan tidak syahwat Aslan kata beliau itu hukum asalnya ya sebagaimana ee apa namanya di bawaah hadis meskipun di sini diperdebatkan tentang derajatnya ketika Abdullah Ibnu maktum ya Datang ya kemudian di situ ada Maimunah ya kemudian nabi menyuruh agar menutup ya dengan hijab Bungah dia buta Ya Rasul tapi kalian tidak buta Ya Ummu Salamah dan Maimunah kedua istri beliau artinya apa melihat bukan mahramnya baik laki kepada wanita atau sebaliknya wanita kepada laki-laki itu ada batasannya pertama batasan pandangan yang kedua batasan aurat ya Sebagian ulama mengatakan ya pada ayat sebelumnyamin Yamin AB katakanlah kepada eh orang beriman laki-laki yau agar mereka menundukkan Min absihim ada mengatakan Min di sini sebagian pandangannya ada yang mengatakan sebagai takkid sebagai penekan ya yaitu pandangan mereka menjaga dan menjaga kehormatan maksudnya Sebagai sebagian itu sebagian boleh seperti dalam mengobati enggak mungkin orang menundukkan pandangan ya tapi harus orang jual beli harus sesuai dengan apa sesuai dengan kebutuhannya dan yang pasti di sini adalah mata juga berzina innallahaatab adamina ya bahwa Allah telah menetapkan pada manusia anak Adam ini bagiannya dari zina ya pasti akan terjadi itu ya zinanya mata adalah melihat memandang ya perah eh Ali bin AB Thalib dan juga alabbas ketika ada wanita datang maka nabi memalingkan pandangan bagimuang pertama dan tidak bukan pandangan yang berikutnya ya dan jangan disiasati pertama tapi melotot sama berarti di sini Ibnu kir tadi mengatakan baik pandangan dengan syahwat atau pandangan bukan dengan syahwat tetap harus dijaga di situ ya makanya ini kita kembangkan dari pembahasan tidak boleh membawa ististri kita tempat pembandian umum sebab itu berhubungan dengan apa yaitu berhubungan dengan masalah kehormatan jadi Allah Taala cemburu Ternyata kita sendiri suaminya enggak enggak cemburu Allah Taala cemburu ketika membiarkan istrinya tidak menutup auratnya ya Oleh karena itu di sini dilarang mereka menampakkan perhiasannya kecuali pada suaminya kepada bapaknya kepada mertuanya kepada anak laki-lakinya kepada pamannya kepada anak dari suaminya dan juga kepada wanita-wanita yang sama atau anak laki-laki dari saudara perempuan anak laki-laki dari saudara laki-laki keponakannya itu boleh ya para jemaah dirahmati Allah ya Nah ini menjadi harus menjadi peratan kita nah terkadang kepada sepupu dianggap saudara ya akhirnya semuanya boleh jabatan tangan cipika-cipiki itu ya kemudian juga enggak pakai jilbab itu tidak boleh karena sepupu bukan bukan mahram yang mahram ibunya Kalau memang itu saudara dari ibunya atau saudara dari bapaknya atau bapaknya sepupu kalau dia saudara Ibu atau saudara dari bapaknya alias Paman kalau dari bapak namanya am kalau dari ibu namanya KH ya perempuan Amah dari Bapak Dari Ibu khah ya Sehingga kedudukannya sama dengan ibu makanya di sini Bapak tak disebut karena disebut karena sama dengan bapak ada seorang sahabat ya rasul aku terjatuh kepada dosa besar ditanya Umin kamu punya ibu tidakak khah kamu punya Bibi Iya berbaktilah pada Bibimu kalau di sini adalah saudara perempuan ibu itu keduduknya s dengan siapa dengan ayah eh dengan ibunya sendiri Nah ya mahram sampai sama bapak juga sama paman ee sama dengan bapak kita yaitu sebagai mahram makanya di sini Meskipun tidak disebut Paman karena apa di situ sudah diwakili dengan bapak dalam surah Annur tadi ayat 31 ya Nah maka di sini Antum boleh tulis ya mahram satu suami dua Ayah Tiga Paman dari ayah empat Paman dari ibu ini untuk wanita ya Nah untuk wanita atau bapak suami mertua dan juga anak laki-laki anaknya laki-laki ya dari suami yang mana saja mungkin cerai atau meninggal atau juga anak dari suami anaknya suami ya atau saudara laki-lakinya Ikhwan dan juga anak dari saudara laki-laki dan anak laki-laki dari saudara perempuan keponakan ya keponakan dari saudara laki-laki keponakan dari saudara perempuan atau sesama wanita ya ini atau Buddha Buddha ingat hadis hadis salim salim itu sudah balik ya hadis Abi hudzaifah J Salim ya hadis imam muslim ya jadi dia budak dia sudah balik 15 tahun lebih umurnya suka masuk ke dalam rumah yang tidak mungkin dihindarkan akhirnya apa disuruh menyusu kepada istrinya Abi hudzaifah l Bagaimana kan kelihatan aurat bukan mahram nabi nyuruh hadis ah Ibnu taimiyyah menjelaskan kalau kasusnya seperti Salim boleh seperti itu allahuam Ba ini budak atau ababiinulil irbah minijal ya orang-orang tua yang sudah tidak punya gejola syahwat lagi atau anak-anak kecil nah ini ya itu yang boleh ditampakkan tapi itu bukan mahram lagi ya kalau mahram tadi Ya maksudnya bukan mahram ya suatu saat ya bisa kawin sama anak kecil sudah gede tapi auratnya boleh ditampakkan ya s ada anak kecil masuk rumahnya Enggak pakai jilbab ya boleh a masuk tifli anak kecil ya bukan anaknya anak tetangga misalkan ya boleh-boleh saja anak kecil ya tapi bukan bukan mahram yang mahram tadi satu suami dua Bapak ayahnya ketiga mertua keempat anak laki-lakinya kelima anak laki-laki suami enam saudara laki-lakinya tujuh anak laki-laki dari saudara laki-laki keponakan delapan anak laki-laki dari saudara perempuan keponakan Nah itu itu atau Pak wanita itu mahram ya itu mahram para jamaah nah ini adalah ee bahram di mana batasan aurat tadi boleh kelihatan tempatnya anting telinga tempatnya kalung leher dan dada tapi mahram di sini jumhur memberikan pandangan yaitu apa tetap antara pusar dan lutut sehingga k kelihatan Maaf bagian dadanya bagi Siapa bapaknya mamannya semuanya itu boleh cuman masalahnya juga ulama menjelaskan Itu kembali kepada tingkatan-tingkatan kemungkinan terjadinya fitnah dan sekarang sudah bisa disaksi sendiri dan dibuktikan sendiri bahwa Terjadilah apa yang sudah terjadi bahkan nauzubillah minzalik saudara dengan saudara anak dengan ibu bapak dengan anak nauzubillahialik ya Oleh karena itu hati-hati Dan jangan dengarkan pandangan-pandangan orang mengatasnakan psikologi untuk mengetahui anatomi tubuh anaknya diajak mandi bareng laki-laki dengan ibunya atau dengan saudara perempuan naudubillah jangan ya itu tidak benar tidak benar ya Nah ini para jemaah untuk menjaga kehormatan bahkan Allah itu cemburu cemburunya Allah kepada istri kita lebih daripada cemburunya kita Karena nabi menjelaskan Sallallahu Alaihi Wasallam ya Um muhammadallahah bukh dari Aisy radhiallahu taala anha dan juga imam muslim wahai umat Muhammad tidak ada seorang lebih cemburu dibandingkan dengan Allah ketika melihat orang berzina hambanya berzina atau budak laki atau budak perempuan berzina tentu bukan hanya budak tentu saja siapapun di sini makanya Ibnu Katsir mengatakan ini perintah Allah Taala untuk wanita beriman dan juga cemburunya Allah ya kepada suami mereka para orang beriman ketika menampakkan auratnya nah ini para dirahmati Allah ini mungkin datang paman kita ya tentu bukan mahram bagi istri kita paman kita bukan mahram dengan istri kita enggak ada disebut di sini tapi ya salaman kalau cerai boleh enggak kawin sama pamannya boleh kalau sama bapaknya enggak boleh untuk selamanya baik Insyaallah kita lanjutkan setelah isya istilah azan ya Aan dulu wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi Wasallam simak radio RJ Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio r Bogor

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *