Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

progres pembangunan masjid Jami albkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131 009 cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 082112345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu Wa taal amin simak radio roj Bogor 100.1 FM dan radio roj Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah Asalamualaikum warahmatullah warakat alhamdulillahibabbil alamin wasatu wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabiahumhsanin Il yaumiddin Amma bad memerhati Roja di mana pun anda berada jazakumullahu Khairan Barakallah fikum Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya di kesempatan siang hari ini masih bersama kami di saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam TV juga radio Roja kita memuji sa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan P kita semuanya selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti di kesempatan siang hari ini Alhamdulillah kami telah tersambungkan bersama guru kita Ustaz Ahmad Zainuddin Lc dari Banjarmasin Kalimantan Selatan untuk melanjutkan pembahasan ee Fathul Majid syarhu Kitab Tauhid dan selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan falatafadal maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim inalhamdulillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh wa naudubillahi Min Syuri anfusina wasiati Amalina Man yahdihillahu Fala mudillalah waman yudlil Fala hadialah asadu Alla ilahaillallah wahdahuarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul yainaahantum musl Yaum inahanaumq yainaanqulah waan sadakumakumfirakumunubakum willahaasulahuqanimitabah Muhammad Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam Um m wa mtin bidah waa bidatinalah waa doalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari rabu siang 17 Rabiul akhir 1440 5 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid syarhu kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh alallamah Abdurrahman Bin Hasan alusikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ali Wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat k dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa Allahumma inna nasaluka Ilman naianqiban waalan mutqala allahum amin ahibbati fillahillahakum kaum muslimin para pemirsa Roja TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin di mana pun berada pada kesempatan kali ini kita masih membicarakan ee kitab Fathul Majid syarhu Kitab Tauhid dan kita masih di dalam Bab yang ke-28 yaitu bab majaa Fi tayur bab tentang merasa bernasib sial ketika melihat sesuatu atau mendengar sesuatu dan pada pertemuan sebelumnya kita sudah Ee sampai kepada pembicaraan dalil yang pertama yaitu ada in yang artinya ketahuilah sesungguhnya kesialan mereka itu di sisi allah subhanahu wa taala akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya yang sayaai kar Allah kan apa yang disebutkan oleh penulis yaitu penulis berkata wau taalairukum maakum alayah alna [Musik] wallahuamukumakumin maakumialikum wfrikumum w kemudian Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala menyebutkan di dalam Kitab Tauhid bab yang ke-28 dalil yang kedua tentang eh contoh dari perbuatan kesyirikan adalah t yaitu surat Yasin ayat 36 yang berbunyi mereka berkata kesialan kalian bersama kalian apakah jika diingatkan kepada kalian Tetapi kalian malah orang-orang yang melampaui batas penulis Kitab Tauhid filat Syekh Abdurahman Bin Hasan Al mengatakan ayat ini maknanya wallahuam adalah bagian kalian dan apa saja yang kalian rasakan dari keburukan yang bersama kalian ini disebabkan karena perbuatan dan kekufuran kalian dan juga penyelisihan kalian terhadap orang-orang yang memberikan nasihat kepada kalian bukan disebabkan karena kita atau bukan disebabkan karena sebab kita akan tetapi disebabkan karena sikap berlebih-lebihan kalian dan juga permusuhan kalian ul maka orang yang berbuat kezaliman melampaui batas dia akan merasakan keialan yang dia dapatkan maka apa saja yang dia dapatkan dari keburukan sebabnya adalah karena yang keburukan tersebut yang mendatangkan keburukan yang dia dapatkan ya keburukan tersebut yang mendatangkan ee penyelisihan terhadap diri walika biqillahi waqadarihi wa hikmatihi WH demikian itu adalah dikar karena ee takdir Allah dan hikmahnya serta sikap keadilan Allah subhanahu wa taala Kama qala taala sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala yang artinya Apakah kami menjadikan orang-orang Islam seperti orang-orang yang penuh dengan dosa Bagaimana kalian menghukuminya surat alqalam ayat 35 S 36ah ini salah satu Mak dariya disebabkan karena ulah tangan kalian sendiri tidak mungkin orang yang bermaksiat kemudian mendapatkan kesialan Tidak mungkin orang yang EE beragama Islam kemudian mendapatkan keburukan ya ini adalah hitungan yang tidak benarum in artinya dan bisa juga maknanya adalah kesialan kalian bersama kalian maksudnya kesialan kalian akan kembali kepada kalian maka sikap yang terjadi pada kalian inial kembali kesialannya kepada kalian Jadi maksudnya kalau ada orang merasa berasib sial maka dia sendiri akan mendapatkan kesialan tersebut nah akibat perasaan merasa bernasib sial tadi itu yang jadi masalah ya beda dengan makna yang pertama kalau makna yang pertama adalah ee kesialan yang kalian dapatkan disebabkan karena ulah tangan kalian sendiri Adapun makna yang kedua adalah ee kesialan kalian itu akan kembali kepada kalian kalian merasa bernasib sial maka itu akan kembali kepada kalian sendiri akibat perasaan bernasib sial ini adalah termasuk daripada Sisi di dalam ucapan dan misal daripada ini juga adalah Sabda Rasul Sallallahu alhi wasam jika Ahlul kitab mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah waaikum ini disbutkan Imam rahimahah ak jika diingatkan kepada Ya karena kami me mengingatkan kalian dan memerintahkan kalian untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala makanya kalian balas dengan yang seperti ini ya kalian Balas yang dengan yang seperti ini nah ini para ikhw yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tiib eh Antum akan tetapi Kalian adalah orang-orang yang melampaui batas Imam Binus mengatakan Apakah jika kalian jika kami mengingatkan kalian tentang Allah maka kalian merasa bernasib sial terhadap kami artinya aneh ada orang yang diingatkan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala malah menuduh orang yang bertauhid tersebut akhirnya dia ee apa merasa mendatangkan kesialan misalkan ya ada orang mengajak kita untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala berdoa hanya kepada Allah tidak memakai perantara tidak ee berdoa kepada orang yang sudah mati beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala maka yang didakwahi tersebut menuduh orang yang mendakwahi kepada tauhid tersebut bahwa kalian mendatang kesiaran ini kan aneh nah kemudian dalil yang e jadi dalil yang kedua ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala di maknanya adalah menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa taala mengabarkan kebiasaan orang-orang yang mendustakan para rasul yaitu menganggap musibah dan keburukan berasal dari para rasul nah ini menunjukkan contoh perbuatan kesyirikan yaitu tatayur karena meyakini sesuatu menjadi sebab atas keburukan atau kesialan seseorang ee Ini adalah kesyirikan ya ini adalah kesyirikan di dalam ayat disebutkan bahwa kaum para rasul menganggap kesialan yang mereka dapatkan penyebabnya adalah karena para rasul alaihiatu wasalam nah ini sangat buruk sekali ya Ya sangat buruk sekali di orang-orang ahl kitab mereka menganggap bahwa para rasulah yang mendatangkan kesialan Masyaallah nauzubillah ya bab kemudian yang ketiga dalil yang dibawakan oleh penulis penulis berkata Abi hairadhallahu anu Rasulullah eh ya Eh penulis kemudian mengatakan uah rasullahuhi was yang artinya eh hubungan dua ayat tadi yaitu surah Yasin ayat 36 dan surat Alf ayat 131 eh terhadap ee apa namanya terhadap ee bab adalah bahwa sikap tatayur merasa bernasib sial dengan melihat atau mendengar sesuatu adalah termasuk perbuatan kaum jahiliah dan orang-orang musyrik dan Allah subhanahu wa taala telah mencela mereka dan memurkai mereka dan Allah subhanahu wa taala dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ee eh telah melarang untuk bersikap tayur dan memberitahukan bahwa itu adalah kesirikan NB kemudian setelah itu penulis membawakan dalil yang ketiga abiahu rasullahahu Alaihi was w aku AKL w yang artinya dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu bahwa rasulullahi Sallallahu Alaihi wa al Ali wasallam bersabda tidak ada Adwa tiarah HAM dan Safar hadis riwayat Bukhari dan Muslim dan dalam salah satu riwayat Muslim disebut kan tambahan tidak ada Nau dan Gul tidak ada Nau dan kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikaniat kepada kita di dunia dan di akhirat kita baca syarahnya abwa yang artinya Abu saadat berkata kan tadi di dalam hadis Ada kata-katawa apa itu Adwa Adwa adalah nama dari yaitu memberikan pengaruh buruk seperti dakw maka dikatakan artinya dia dipengaruhi buruk dengan penyakit ya penyakit tersebut ben-benar memberikan pengaruh buruk jadi kalau orang terkena penyakit sebagaimana orang lain terkena penyakit maka itu disebut dengan Adwa aalir yang artinya berkata selain beliau yang arti Adwa adalah sebuah kata darida yaitu memberikan pengaruh buruk ya kepada orang lain memberikan pengaruh buruk kepada orang lain nah jadi ada dua makna situ la Adwa tidak ada eh terkena penyakit sebagaimana orang lain terkena penyakit yang kedua tidak ada penyakit yang menularar kepada orang lain dan yang pertama lebih kuat kata penulis bahwa tidak ada memberi seseorang terkena penyakit sebagaimana orang lain terkena penyakit ini dan di dalam riwayat Imam musl AB Abul alak n di dalam riwayat Muslim bahwa Abu Hurairah pernah meriwayatkan hadis la Adwa dan meriwayatkan dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan ucapan la yuridu mumrid mumrid ala musih orang yang sakit tidak boleh dicampur dengan orang yang sehat kemudian Abu Hurairah radhiallahu Anhu mencukupkan Dengan hadis tidak boleh orang sakit didatangkan kepada orang yang sedang sehat Kemudian beliau menahan dan tidak eh meriwayatkan hadis yang tadiwa tidak ada penyakit yang Menar dengan sendirinya maka coba kata penulis kitabjid silakan dicek ini kemudian para sahabat nabiadah an berkata Wahai Abu Hurairah engkau kami dengar meriwayatkan hadis tadi maka Abu Hurairah menolak untuk mengakuinya nah iniu rahimahullah yang meriwayatkan dari Abu Hurairah mengatakan Aku tidak mengetahui apakah Abu Hurairah lupa dengan hadisnya atau ee menghapus salah satu dari perkataan yang lain dari dua perkataan yang lain Jadi maksudnya gini kalau la Adwa tidak ada penyakit menular dengan sendirinya oke itu adalah riwayat pertama sedangkan di sini Abu Hurairah radhiallahu Anhu juga meriwayatkan bahwa tidak didatangkan orang yang sakit atas orang yang sehat maksudnya tidak dicampur Padahal tadi di awal la Adwa tidak ada penyakit yang Menar dengan serinya otomatis Boleh dong dicampur antara orang yang sehat dengan orang yang sakit Nah makanya disebutkan di sini Abu Hurairah radhiallahu Anhu Apakah beliau lupa terhadap riwayat tersebut atau bagaimana wq eh ruya haditun lawa j waq raan hadwa j IB abdahik Abdillah yang artinya adalah dan telah meriwayatkan hadis tidak ada penyakit menular dengan sendirinya ini sekelompok dari para sahabat nabi Anas bin Malik bin Abdillah Said bin Yazid Abdullah bin Umar dan selain mereka dan di dalam beberapa riwayat hadis ini disebutkan dan larilah dari orang yang terengar penyakit lepra sebagaimana engkau lari dari besi ini juga seakan bertentangan dengan kata tidak ada penyakit menular dengan sendirinya ya jadi pertentangannya harus paham ya ada hadis yang berbunyi tidak ada penyakit Menar dengan sendirinya ada hadis yang berbunyi orang sakit tidak boleh digabung dengan orang yang sehat e hendaklah seseorang lari dari orang yang terkena penyakit menular sebagaimana engkau lari dari dari singa dan para ulama berbeda pendapat akan hal tersebut ajab dan yang paling baik menjawab akan dua riwayat ini adalah apa yang diucapkan oleh Imam albaihaq kemudian diikuti diikuti oleh Imam Ibnu salah diikuti oleh Imam Ibnu qayim kemudian Ibnu Rajab Ibnu Muflih dan selain mereka ah bahwa ucapan lawa tidak ada penyakit Menar dengan sendirinya ini berdasarkan apa yang diyakini oleh kaum jahiliah bahwa eh penggandingan perbuatan kepada selain Allah subhanahu wa taala artinya penakit itu tidak menular dengan sendirinya karena kaum jahiliah meyakini seperti itu dan bahwa perkara-perkara ini akan akan eh nular dengan dengan tabiatnya bahkan akan tetapi Allah subhanahu wa taala telah menjadikan dengan kehendaknya dan eh percampuran orang sehat dengan orang sakit sebagai sebab terjadinya hal tersebutah oleh sebab itulah disebutkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam larilah dari orang yang kena penyakit Le per yang menular sebagaimana engkau lari dari sing Rasul su wasam juga berkataai dan rasul Sallallahu alaih wasallam juga bersabda orang yang sakit tidak boleh digabung dengan orang yang sehat dan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda di dalam penyakit taun Barang siapa yang mendengarnya di sebuah ee tempat maka dia tidakum alai dia tidak di depan ya dan itu semua adalah takdir Allah subhanahu wa taala maksudnya kalau orang terkena apa ee orang mendengar penyakit taun maka dia hendaklah di sebuah daerah yang tidak di depan sehingga tidak cepat terkena penyakit ta [Musik] nah baik Wali ahmadatirmidziah was ah yang artinyaiam ahmaddahar bahwa penyak tidak ada sesuatu yang men beliauucapkan itu seb byak tiga kali Lalu ada seorang a’rabi orang badui dari pedalaman Arab berkata Wahai Rasulullah sesungguhnya ada penyakit kulit ya yang terletak pada ee unta atau badan unta maka dia akan membuat gatal py ee kulit tersebut Lalu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda lalu siapakah yang memberikan rasa gatal di pertamanya maksudnya tidak ada penyakit yang benar dengan sendirinya dan tidak ada merasa bernasib Seal dengan sesuatu tidak ada burung hantu yang mendatangkan kesialan tidak ada yang bulan Safar yang mendatangkan kah Allah subhanahu wa taala telah menciptakan setiap manusia dan Allah telah menuliskan kehidupannya musibah-musibah yang did dapatkan dan rezekinyaakbar Shallallahu Alaihi wasallamika Kahu biqillah waqadar maka nabi Muhammad sallallahu Ali wasam memberitahukan bahwa semuanya ini terjadi dengan takdir Allah Wal Abdu mamurun bitiq asbabar Ana fiqibihi dan hamba diperintahkan untuk mencari sebab-sebab keburukan jikalau di dalam Allah Subhan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan bahwa itu semua adalah seluruhnya dengan takdir Allah subhanahu wa taala dan seorang hamba diperintahkan untuk mengerjakan Sebab Mencari sebab-sebab yang Syari dan menjauhi sebab-sebab yang yang buruk ini jika kalau seandainya dalam keadaan Kelap nyaman Kelap apa kelapangan dan seterusnya maka sebagaimana Ia diperintahkan untuk tidak me jerumuskan dirinya ke dalam air dan ke dalam api maka dari apa yang sudah menjadi kebiasaan hal tersebut adalah yubkiir yaitu merusak atau membahayakan demikian pula eh menjauhi menjauhi digandingkannya orang yang sakit seperti orang kena lepraun dan masuk ke dalam eh penyakitun ke dalam daerah yang terdapat penyakit Ash maka ini seluruhnya adalah sebab-sebab untuk kehancuran maka Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha ee pencipta terhadap sebab-sebab dan yang menciptakan e musabati ya yang menciptakan sebab-sebab itu terjadi tidak ada pencipta selain Allah Subhanahu Wa tidak ada yang berkuasa selain Allah Subhanahu Wa taal tawuahah KH yang artinya Adapun jika e rasa tawakal itu kuat terhadap Allah subhanahu wa taala dan beriman terhadap takdir-takdir Allah subhanahu wa taala maka kuatlah jiwa atas apa yang dia hadapi dari perkara-perkara tersebut sebagai bentuk penyandaran diri kepada Allah sebagai bentuk pengharapan dari Allah Ee tidak terjadi keburukan maka dalam keadaan seperti ini Bolehkah melakukannya secara langsung apabila ee terutama lagi jika maslahatnya secara umum atau baik nah ee maksudnya adalah orang yang bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala maka dia bersandar diri kepada Allah subhanahu wa taala ya obat-obat hanya sampingan untuk ee memudahkan dia bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala abu wasill Ahmah oleh sebab itulah hadis yang diriwayatkan o Imam Abu Daud dan imammidzi bahwa Nabi Muhammad wasallam mengambil ee mengambil dengan tangan orang yang kena penyakit Lena dan memasukkannya bersamanya dalam sebuah tempat kemudian Rasul ee kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Qul bismillah Makanlah dengan bismillah diqatan Billah dan EE Bersandar kepada Allah wawakal dan bertawakal kepadanyaahub Abi waqas Abi muslim ibajab rahimahahah dan yang semisal dengan itu adalah apa yang diriwayatkan ole apa yang diriwayatkan dari Khalid bin Walid bahwa beliau Makan ee makan e apa racun ya dan juga termasuk di dalamnya adalah berjalannya Saad bin Abi waqqas dan Abai muslim alkhaulani di atas ee di atas lautan ya sebagaimana dikatakan oleh alhafiz Ibnu Rajab alhambali jadi para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dalil yang ketiga ini adalah bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan keyakinan Adwa tiarah hama Safar dan Nau serta Gul tidak ada dalam agama Islam hubungan dalil dengan bab ee perbuatan ini menunjukkan kepada perbuatan kesyirikan yaitu tatayur karena meyakini sesuatu yang menjadi sebab atas keburukan atau kesialan sesuatu di dalam hadis ditiadakan keyakinan tiarah atau yang sejenisnya karena menyebabkan kepada kesyirikan asar yaitu meyakini sesuatu menjadi sebab dalam mengatur mencipta dan berkuasa selain Allah subhanahu wa taala nah eh di sini kemudian kita ingin Jelaskan Adwa itu adalah penjangkit atau penularan penyakit ya dan maksud sabda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di sini adalah ee menolak anggapan ketika masih hidup di zaman jahiliah bahwa penyakit menular penyakit berjangkit dengan sendirinya tanpa kehendak dan takdir Allah subhanahu wa taala anggapan inilah yang ditolak oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bukan keberadaan penjangkitan atau penularannya ya itu ingat baik-baik ya sebab dalam riwayat yang lain setelah hadis ini disebutkan dan menjauhlah dari orang yang terkena penyakit kusta Le sebagaimana kamu menjauh dari singa hadis riwayat bukhi ini menunjukkan bahwa penjangkitan dan penularan penyakit dengan sendirinya tidak ada tetapi semuanya atas kehendak dan takdir Allah Subu Wa Ta Nam Sebai Insan muslim di samping iman kepada takdir tersebut haruslah berusaha melakukan tindakan preventif yaitu pencegahan sebelum terjadi penularan sebagaimana usahanya menjauh dari terkaman singa inilah hakikat iman kepada takdir Allah subhanahu wa taala itu Adwa ya kemudian hamah burung hantu orang-orang jahiliah merasa bernasib al dengan melihat burung hantu Apabila ada burung hantu hinggap di atas rumah salah seorang di antara mereka Maka Ia merasa bernasib sial bahwa burung hantu itu membawa berita kematian tentang dirinya sendiri atau salah satu anggota keluarganya dan maksud sabda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam e adalah untuk menolak anggapan yang tidak benar ini yaituam bagi seorang muslim anggapan seperti ini tidak boleh ada karena semuanya adalah datang dari Allah dan sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa taala ee nah kemudian Safar Safar adalah bulan kedua dalam tahun Hijriah yaitu bulan sesudah Muharam orang-orang jahiliah beranggapan bahwa bulan ini membawa nasib sial atau tidak menguntungkan yang demikian yang demikian dinyatakan tidak ada oleh Rasul sallallahuaih wasam artinya tidak boleh ada yaah kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dan termasuk dalam anggapan seperti ini merasa bahwa hari Rabu mendatangkan sial dan lain-lain hal ini termasuk jenis tiarah dilarang dalam Islam Nah itu dulu yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini wallahualam dan mohon maaf kepada pihak Raja saya belum bisa menerima pertanyaan jadi kita cukupkan saja wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas kesempatan dan bimbingan yang telah disampaikan pada kesempatan siang hari ini semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya Dan demikianlah kajian yang kami hadirkan untuk edisi siang hari ini bersama Ustaz Ahmad Zainuddin Elsi hafidahullahu taala Terima kasih atas kebersamaannya kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumma W biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *