simak radio rjabogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu agfirubu ilaihiubillahiu anfusina wasiatialina Man yahdihillahu Fala mudillalah W yudlilhu Fala hadalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahuarikalah ya auhina amqulaha haqqa tuqatih W tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasttaqubakumadzi khalaqum Min nafsin Wahidah wa ah bihi Wal Arham innallahaanaikumqiba ya ayyuhadina amanqulah waulu quulan sadidalakum q asq had kitabullahi Azza waalla wakhairal hadyi hadyu nabiina Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam wasaral umur muhdatatuha waulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah waaalatin finar Amma ba’du akhwati fillah maasyiral muslimat rahimani warahimakunallahu ajmain jemaah sekalian yang semak kita rahmati oleh Allah subhanahu wa taala kita bersyukur kepada Allah Jalla jalaluhu yang kembali mempertemukan kita di kesempatan sore hari ini di hari yang ke-18 dari bulan Rabiul akhir di tahun 1445 Hijriah kita berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah subhanahu wa taala dalam rangka bertqarub kepadanya dengan sebuah amal ibadah yang sangat Agung yang sangat mulia di sisi allah subhanahu wa taala sebuah amal ibadah yang biznillahi Azza Wa Jalla akan memudahkan langkah kaki seorang Hamba untuk berjalan di atas jalan-jalan kebaik serta memudahkan langkah kaki seorang Hamba di hari kiamat nanti untuk berjalan menuju surga Allah subhanahu wa taala itulah ibadah yang bernama thabul Ilmi Syari yang diwajibkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam atas orang-orang yang yang beriman akhwati fillah di kesempatan sore hari ini kita melanjutkan kembali pembahasan rutin kita di dalam membahas kitab mauidatun Nisa buah karya fadilatus Syekh Prof Dr Abdur razq bin Abdil Muhsin Al Abbad albadrahu ala dan kita masih melanjutkan pembahasan pelajaran yang kesembilan tentang nikmat pakaian serta fitnah yang terdapat di dalamnya dan kita masih melanjutkan tentang makna firman Allah subhanahu wa taala di surah ala’raf ayat yang ke ke26 Allah subhanahu wa taala berfirman ya bani Adama qad anzalna alaikum libasan yuwari sauatikum warisya walibasut Taqwa dalalika Khair dzalika Min ayatillahi la’allahum yadzakarun yang artinya wahai anak cucu Adam Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi aurat kamu dan untuk perhiasan bagi kamu tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik bagimu demikianlah sebagian tanda tanda kekuasaan Allah mudah-mudahan mereka ingat kata fadilatus Syekh Abdur razzaq hafidahullahu taala wahuna dzakarallahu Jalla waala anikmata ala ibadihi blibasaini pada ayat tersebut Allah subhanahu wa taala menyebutkan di antara kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya nya adalah nikmat dua macam pakaian pakaian yang pertama libasul batin bittqwa itu pakaian batin seorang hamba berupa ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala berupa nikmat Hidayah nikmat petunjuk wahuaamir ma w mau dan pakaian takwa ini akan senantiasa bersama seorang hamba tidak pernah usang ya tidak pernah rusak selama si hamba tersebut berusaha untuk menjaganya wahua jamalun lilqbi waruh dan pakaian takwa libasul batin pakaian batin adalah ya bentuk keindahan sesuatu yang memperindah kalbu dan ruh seorang hamba itu pakaian yang pertama yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamb-nya libasul batin pakaian batin ya yang berfungsi untuk memperindah hati dan ruh seorang hamba jenis pakaian yang kedua yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya adalah libasir pakaian ya yang bersifat Zahir yang bersifat lahiriahak fungsi menutup aurat lahiriah seorang anak manusia dan juga berfungsi untuk memperindah fisik seorang hamba ya Jadi ada dua macam pakaian yang Allah berikan kepada kepada kita yang pertama pakaian ketakwaan berupa iman dan takwa kepada Allah subhanahu wa taala maka pakaian takwa itulah yang memperindah batin seorang hamba memperindah ya hati dan ruh seorang hamba Adapun pakaian yang kedua pakaian yang bersifat lahiriah yang berfungsi untuk menutup aurat kita sekaligus sebagai sesuatu yang memperindah ya fisik atau lahiriah seorang seorang anak manusiaq kata Syekh Abdur Razak kalau seandainya seorang manusia dia menanggalkan pakaian lahiriahnya ya melepaskan pakaian lahiriahnya maka akan tampak auratnya kalau seseorang dia menanggalkan pakaiannya secara keseluruhan maka akan tampak auratnya maka dalam perkara ini terdapat dalil bahwasanya menyingkap aurat adalah termasuk perkara yang besar bukan perkara yang ringan dan menyingkap aurat di hadapan khalaya ya di hadapan manusia termasuk perkara yang sifatnya dibenci oleh tabiat-tabiat yang yang masih lurus ya perkara yang tidak disukai oleh seseorang yang tabiatnya masih masih Salim tabiatnya masih lurus walalika sumiatatan liahu yuis oleh karenanya aurat itu dikatakan ah dari kata su karena orang yang tabiatnya lurus merasa tidak nyaman ya Kalau seandainya auratnya tersingkap di hadapan di hadapan manusia ya kita masih ingat kisah seorang sahabiah yang berkulit hitam ya yang terkena penyakit ya Ayan di mana beliau meminta kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk didoakan ya agar dijaga auratnya kalaupun seandainya harus kambuh penyakitnya tapi minta kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah menjaga auratku tidak menyingkap auratku ini menunjukkan bahwasanya menjaga aurat menutup aurat adalah Fitrah tabiat ya seseorang yang masih lurus fitrahnya maka wanita-wanita muslimah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk menjaga aurat-aurat merekaahu inisa karena tersingkapnya aurat yang menyebabkan pemiliknya merasa tidak nyaman ya orang yang fitrahnya lurus merasa tidak nyaman tatkala tersingkap auratnya wabasul batin wuqwa ulaluliz W fadiihah waq Fi anwail fasadi warilah Adapun pakaian batin berupa ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka dengan tidak adanya pakaian batin tersebut maka tersingkaplah aurat batin seorang hamba ya tatkala pakaian ketakwaan di dalam hati seorang hamba ya tidak ada maka seseorang akan mendapatkan kehinaan akan tergelincir dalam berbagai macam kerusakan dan perkara-perkara yang hina way tatkala pakaian takwa itu hilang ya ketakwaan seorang hamba di dalam batinnya hilang ya dia tanggalkan maka hilanglah rasa malu hilanglah rasa takut hilanglah sifat muraqabah merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa taala hilanglah kemuliaan seorang seorang wanita ya u wa taala oleh karenanya pada ayat di atas Allah subhanahu wa taala menekankanwair bahwasanya di antara dua macam nikmat pakaian yang Allah berikan kepada seorang hamba berupa pakaian lahiriah dan pakaian batin yang lebih baik adalah pakaian batin yang lebih utama adalah pakaian ketakwa kepada Allah subhanahu wa taala Allah mengatakan dan pakaian ketakwaan itulah yang lebih baik bagi seorang seorang hamba Kenapa pakaian takwa lebih baik daripada sebatas pakaian-pakaian lahiriah kata penulis karena ya kebaikan batin seorang hamba kebaikan hati seorang hamba akan melahirkan kebaikan lahiriah seseorang ya baiknya hati baiknya kalbu ketakwaan hati kita itulah yang akan melahirkan kebaikan lahiriah seseorang sebagaimana rusaknya hati ya rusaknya batin akan melahirkan rusaknya lahiriah seseorang sebagaimana sabda nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ala Wa Inna Fil jasadi mudghatan Shahat shahal jasadu kulluhu wa idza fasadat fasadal jasadu kulluhu ala wahial qbu kata nabi yang mulia ketahuilah bahwasanya di dalam jasad seseorang terdapat segumpal daging kalau seandainya segumpal daging tersebut Saleh baik maka baiklah seluruh tubuhnya sebaliknya kalau seandainya segumpal daging tersebut rusak maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya ala wahialbu ketahuilah segumpal daging yang menjadi parameter kebaik dan keburukan ya tubuh seseorang itulah kalbunya itulah hatinya dan ketakwaan itu letaknya di mana Di dalam hati seseorang sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam attqwa Hauna attqwa Hauna attqwa Hauna kata nabi yang mulia takwa itu tempatnya di sini dibu seseorang di hati seseorang ya oleh karena anya orang-orang beriman ya kaum muslimin dan kaum muslimat hendaknya berusaha untuk ya senantiasa memperhatikan batinnya memperhatikan pakaian ketakwaannya karena ya kebaikan batin-batin kita kebaikan hati-hati kita itulah yang akan menjadi penentu ya kebaikan lahiriah seorang seorang hamba seseorang yang hatinya baik Maka insyaallah lannya baik seseorang yang hatinya baik Insyaallah ya pandangan matanya baik seseorang yang hatinya baik Insyaallah langkah kakinya ya demikian pula tangannya akan berjalan di atas jalan-jalan kebaikan sebaliknya ya rusaknya lahiriah kita rusaknya lisan rusaknya pandangan mata kita rusaknya langkah kaki kita ke tempat-tempat maksiat menunjukkan ya betapa lemahnya kualitas iman dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa taala kata penulis faidazdanatil qulubu bitqwa zanatil abdanu wasuhatil a’alu watajammalatil jawarihu Bil hismati walaf wasitri Wal Haya Wal muraqabah lillahi tabaraka wa taala kalau seandainya hati-hati kita dihiasi dengan ketakwaan ya kalau seandainya kita menghiasi hati-hati kita batin-batin kita dengan pakaian takwa dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala maka secara otomatis ya anggota badan kita akan berhias dengan amal-amal kebaikan ya Secara otomatis yakni seseorang terbimbing di atas amal-amal Saleh Kalau hatinya baik Insyaallah jawarihnya ikut baik Insyaallah ya amalannya ikut ikut baik watajammalatil jawarihu Bil hismati walaf wasitri Wal Haya Wal murqillahi taala seseorang yang hatinya baik Maka insyaallah jawarihnya ya akan dihiasi dengan yakni sifat kemuliaan menjaga kehormatan ya rasa malu yang baik serta senantiasa diawasi oleh Allah subhanahu wa taala memiliki sifat muraqabatullahi Azza waalla yang mana muraqabatullah adalah tingkatan agama yang paling tinggi di dalam agama kita seseorang senantiasa ya merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa taala ucapannya amal perbuatannya itulah martabatul Ihsan yang dikatakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wasallamudahaka Fa ihs orang yang Muhsin orang yang berbuat Ihsan adalah engkau beribadah seolah-olah engkau melihat Allah subhanahu wa taala kalau seandainya kau tidak bisa melihat Allah maka pahami Bahwasanya Allah subhanahu wa taala senantiasa melihat Mengawasi apa yang kamu lakukan waqwaal kata penulis sebaliknya kalau seandainya pakaian ketakwaan ditanggalkan dilepaskan dari hati-hati manusia ya maka secara otomatis jawarihnya anggota badannya ya akan terperosok akan tergelincir ya kepada berbagai macam kehinaan ya kepada berbagai macam perkara-perkara yang hina yang rendah yang dilarang oleh Allah Subhanahu subhanahu wa taala maka ya poin yang paling penting untuk kita perhatikan ya dalam masalah pakaian hendaknya seorang muslim seorang muslimah ya memperhatikan kebaikan rohnya kebaikan hatinya hendaknya kita minta Hidayah kepada Allah subhanahu wa taala agar dibimbing di atas jalan yang lurus Setelah itu kita minta diistikamahkan ya hati kita di atas jalan-jalan kebaikan ya baca perbanyak doa yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma ya muqalliballubit qbi alik Allahumma ya musifal qulubifbi alati minta keistikamahan di atas nikmat iman dan nikmat Islam dan minta keistikamahan di atas amal-amal Saleh amal-amal ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala secara khusus khusus di ya zaman kita sekarang zaman yang penuh dengan ya berbagai macam perkara yang memalingkan seorang hamba dari agama Allah subhanahu wa taala maka alangkah ya pentingnya alangkah wajibnya bagi orang-orang beriman untuk senantiasa Istianah minta pertolongan dikuatkan di atas jalan-jalan kebaikan kepada rabbul alamin kepada Allah subhanahu wa taala kemudian kata penulis tma initan adawatuhu Lil Insani Fi libasihi qadimatun Jiddan wa kaiduhu lahu fihi qadimun kemudian harus kita pahami sesungguhnya ya permusuhan setan terhadap manusia terhadap anak Adam itu sudah terjadi semenjak dahulu kala adawatus sitan permusuhan setan terhadap manusia dalam masalah pakaian itu sudah terjadi sejak dahulu kala ya tipu muslihat setan tipu daya setan juga demikian setan berusaha memalingkan ya anak Adam dalam masalah pakaian dari petunjuk allah subhanahu wa taala Allah perintahkan kita menutup aurat maka setan berusaha bagaimana caranya agar anak Adam menanggalkan apa pakaian-pakaian mereka setan berusaha ya agar anak Adam menampakkan aurat-aurat mereka dan ini ya sudah terjadi di sejak dahulu kalaakididan liujahu libasihi waliaksifa auratahu waliujardahu Min Hai Wa hismatihi harus kita pahami bersama ayatuhal muslimat bahwasan setan senantiasa ya melakukan tipu budaya yang sangat besar agar manusia itu menanggalkan pakaian-pakaian mereka agar manusia menyingkap aurat-aurat mereka setan berusaha bagaimana anak Adam ini ya meninggalkan rasa malu mereka ya meninggalkan kehormatan mereka meninggalkan kemuliaan mereka Bagaimana caranya agar anak Adam itu menampakkan aurat-auratnya maka setan berusaha untuk memperindah ya sesuatu yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala ya menyingkap aurat dianggap sebagai pakaian modern pakaian kekinian menutup aurat dianggap sebagai apa keterbelakangan ya orang-orang ya zaman dulu orang-orang yangolot itu masih menutup auratnya ya sedangkan ya orang-orang yang modern orang-orang yang ya mengikuti perkembangan zaman itulah orang-orang yang ya memakai pakaian seadanya bebas dalam berpakaian ini di antara makar-makar setan di antara tipu daya setan secara khusus kepada kaum muslimat ya agar mereka bisa menyingkap aurat-aurat mereka menghilangkan Atau meninggalkan rasa-rasa malu mereka Wali muanah oleh karenanya Allah subhanahu wa taala setelah menyebutkan dua nikmat Di Atas pakaian batin dan pakaian lahiriah setelah menyebutkan dua macam nikmat tersebut Allah subhanahu wa taala ya mikan ingatan kepada anak Adam memberikan ya tanbih memberikan kepada peringatan kepada kepada manusia kepada keturunan ya Adam alaih salam di ayat yang ke-27 dari surah al’raf Allah subhanahu wa taala berfirman ya bani Adama inum in kata Allah subahu wa ta setelah menjelaskan dua macam kenikmatan ya nikmat pakaian pakaian batin dan pakaian Zahir pakaian lahiriah Allah subhanahu wa taala berkata Wahai anak cucu Adam janganlah sampai kamu tertipu Oleh setan sebagaimana halnya setan telah mengeluarkan Ibu Bapakmu dari surga sebagaimana setan telah Ipu ya Adam dan Hawa sehingga mengeluarkan keduanya dari surga Allah subhanahu wa taala dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya lihat ya yang membuat tipu daya sehingga kedua orang tua kita Terusir dari surga Allah subhanahu wa taala sehingga kedua orang tua kita ya menampakkan aurat-aurat mereka siapa setan ya jadi permusuhan setan terhadap anak Adam itu Sudah dimulai ya dari nenek moyang mereka Nabi Adam dan Hawa sebagaimana setan ya telah memperdaya keduanya sehingga keduanya tersingkap auratnya maka setan juga akan berupaya dengan keras bagaimana agar anak keturunan Adam dan Hawa mereka juga menanggalkan pakaian-pakaian mereka sehingga tampak aurat-aurat mereka kata Allah subhanahu wa taala sesungguhnya dia yakni setan dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka ya sesungguhnya SY setan dan bala tentaranya bisa melihat kita ya dari tempat yang kita tidak bisa melihat mereka Inna ja’altin auliina Yun Sesungguhnya kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman ya oleh karenanya Allah subhanahu wa taala melarang orang-orang beriman bertasyabbuh dengan orang-orang kufar ya Qudwah kita di dalam dalam beragama adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya kudwah orang-orang beriman Qudwah kaum mukminat di dalam berpakaian adalah para sahabiat yang Mereka dididik oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana cara berpakaian yang yang benar maka kemuliaan seorang wanita muslimah ada bersama ittibaus sunah ya bukan ya pada tasyabuh dengan wanita-wanita yang kafirat cukup bagi kita tatkala kita mencari kemuliaan dengan berpegang teguh kepada petunjuk allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kata Syekh Abdur rq fahar subhanahuri minalimih maka pada ayat di atas Allah subhanahu wa taala memberikan peringatan kepada keturunan Adam alaihalam ya dari tipu daya setan dari perbuatan setan Jangan sampai kita terjatuh ke dalam budaya mereka sebagaimana setan telah memperdaya kedua orang tua kita dengan menghiasi kemaksiatan ya seolah-olah terlihat indah di pandangan mata manusia ya mendorong manusia mendorong anak cucu Adam untuk melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala dan menjerumuskan mereka kepada kesalahan itu ya himmahnya setan ya ituu kerjaannya setan usahanya setan yang mereka senantiasa berupaya untuk menjatuhkan manusia kepada perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala wa Akbar Subhanahu dan di ayat di atas juga Allah subhanahu wa taala mengabarkan bahwasanya musuh kita tersebut ya dia bisa melihat kita dari sisi di mana kita tidak bisa melihat mereka atau melihat setan ya setan bisa melihat kita ya sedangkan kita tidak bisa melihat melihat setan ala Malik bin Dinar Malik bin Dinar pernah berkata Inna aduwan yaraka wala tarohu illa asallah ya musuh yang dia bisa melihat engkau Sedangkan engkau tidak bisa melihatnya maka sungguh sangat berat tipu dayanya ya musuh yang dia bisa melihat kita sedangkan kita tidak bisa melihat dia ini perkara yang perkara yang berat bukan perkara yang ringan ya untuk selamat dari tipu daya musuh semacam itu ya perkara yang yang berat illa Man asallah kecuali seorang hamba yang memang dijaga dan dipelihara oleh Allah subhanahu wa taala maka akhwati fillah tidak ada makhraj tidak ada jalan keluar Agar kita selamat dari tipu daya setan dari tipu daya iblis dan bala antaranya yang mereka bisa melihat kita sedangkan kita tidak bisa melihat mereka tidak ada makhraj tidak ada jalan keluar dari tipu daya mereka kecuali dengan berlindung kepada rabbul alamin minta perlindungan minta ismah minta penjagaan kepada Allah Subhanahu subhanahu wa taala karena ya hanya dengan cara itulah kita bisa selamat dari tipu daya setan tidak ada cara yang yang lain ya maka hendaknya kita senantiasa Istianah istiadah minta pertolongan kepada allah minta perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala dari berbagai macam makar dan tipu daya setan yang berusaha menjerumuskan anak Adam ke dalam ya perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala kata penulis [Musik] wasah [Musik] Wati IDR ktirin minhun kata Syekh Abdur razq kalau seandainya setan ya dengan tipu dayanya dengan makarmakarnya dengan waswaswwasnya setan mampu mengeluarkan ya kedua orang tua kita dari surga Allah subhanahu wa taala kalau seandainya Adam dan Hawa ya masih bisa terperangkap ke dalam makar-makar setan maka anak cucu Adam lebih utama ya untuk bisa terkena makar-makar setan kalau seandainya Nabi Adam saja yang masih bisa tergoda dengan rayuan-rayuan setan dengan tipu daya-tipu daya setan dengan waswas dan makar setan Apalagi kita manusia biasa ya apalagi kita yang ya Manusia Biasa maka lebih utama untuk bisa termakan rayuan setan terkena jebakan setan secara khusus kata Syekh kaum wanita ya secara khusus kaum wanita wanita-wanita muslimat kalau seandainya Hawa bisa terkena rayuan setan bujukan setan apalagi ya wanita-wanita muslimat yang yang lainnya ya karena kelemahan mereka ya dan seringkiali karena kurangnya ilmu yang mereka yang mereka miliki menyebabkan mereka mudah ya terkena jebakan dan rayuan-rayuan setan maka hendaknya ya wanita-wanita muslimat senantiasa minta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala untuk dijaga dari tipu daya dan makar-makar setan W subhahulyi Inna jaal Auli lillina Yun kata Syekh Abdul razq ya maka pada ayat di atas Allah subhanahu wa taala ya Ingatkan anak cucu Adam agar senantiasa berlindung senantiasa menjaga diri dari makar-makar setan dari was-was waswas setan yang paling utama adalah minta penjagaan kepada Allah subhanahu wa taala dan Allah menutup ya ayat di atas al-a’raf yang ke-27 Allah tutup dengan firman-nya sesungguhnya ya kami menjadikan setan-setan itu sebagai pemimpinpemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman ya artinya setan menguasai orang-orang yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala Adapun orang-orang beriman yang mereka beriman dan bertakwa dengan sebenar-benar keimanan dan ketakwaan kepada Allah Allah maka setan tidak bisa ya mempengaruhi mereka setan tidak bisa memperdaya mereka karena mereka adalah orang-orang yang dijaga oleh Allah subhanahu wa taala Kenapa karena mereka adalah orang-orang yang menjaga Allah subhanahu wa taala dengan keimanan mereka dengan ketakwaan mereka ya seorang hamba yang berusaha beriman dan bertakwa kepada Allah maka Allah akan jaga dia dari budaya setan maka syarat mutlak cara yang paling wajib yang harus kita usahakan agar kita selamat dari makar-makar setan hendaknya ya orang-orang beriman kaum muslimin dan kaum muslimat senantiasa berusaha menjaga batasan-batasan Allah subhanahu wa taala karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada anak pamannya kepada Abdullah Bin radhiallahu taala anhuma kata nabi yang mulia ihfadillaha yahfadka ihfadillaha tajidhu tujahaka kata nabi yang mulia jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu jagalah Allah niscaya engkau dapatkan Allah di hadapanmu senantiasa menolong seorang hamba di atas jalan-jalan kebaikan ya maka syarat mutlak agar kita dijaga oleh Allah subhanahu wa taala adalah dengan menjaga ya batasan-batasan Allah subhanahu wa taala menjaga perintah dan larangan-larangan Allah subhanahu wa taala ya karena setan tidak akan mampu ya menjerumuskan seseorang yang telah diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala di atas jalan kebaikan setan hanya mampu yang menjerumuskan orang-orang yang lalai dari ya ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala Adapun seorang hamba yang senantiasa berusaha bertakwa kepada Allah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah subhanahu wa taala maka setan tidak akan mampu ya menjerumuskan dia ke dalam perkara yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala karena si hambat tersebut Ya sudah dijaga oleh Allah Subhanahu subhanahu wa taala amal mminunai ya Adapun orang-orang beriman maka setan tidak memiliki kekuasaan atas mereka ya setan tidak memiliki kekuasaan atas atas mereka setan tidak mampu menjerumuskan mereka kepada jalan-jalan yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana firman Allah tabaraka wa taala di surah annahl ayat yang ke-100 Allah subhanahu wa taala berfirman innama suluhu Alina yatawallahu walladinaun pengaruh setan itu itu hanya berlaku terhadap orang-orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah subhanahu wa taala pengaruh setan ya hanya berlaku bagi orang-orang yang memang menjadikan setan sebagai imamnya orang-orang yang meninggalkan petunjuk allah kemudian mengikuti hawa nafsunya mengikuti langkah-langkah setan pengaruh setan hanya berlaku bagi orang-orang yang mempersekutukan Allah subhanahu wa taala Adapun orang-orang beriman ahli tauhid yang berusaha berjalan di atas ketakwaan kepada Allah yang berusaha istikamah di atas petunjuk al-qur’an dan Sunah maka setan sama sekali tidak memiliki Sultan ya tidak memiliki pengaruh untuk menjerumuskan dia kepada jalan-jalan yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala Enggak sanggup setan menjerumuskan seorang hamba yang dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dengan penjagaannya walih biqadriil Imani F Insan yakunu nuf ilaihi kata Syekh Abdur rq oleh karenanya harus kita camkan bersama harus kita pahami bersama bahwasanya pengaruh setan di dalam menggelincirkan seorang hamba itu sesuai dengan kadar keimanannya kepada Allah subhanahu wa taala ya besar kecilnya pengaruh setan menjerumuskan seorang hamba kepada jalan-jalan kehinaan itu ya Sesuai dengan kadar iman dan takwanya kepada Allah subhanahu wa taala semakin kuat iman dan takwa seorang hamba semakin sulit setan ya memperdaya seorang hamba kepada jalan-jalan keburukan sebaliknya semakin lemah keimanan seorang hamba semakin lemah ketakwaan seorang hamba maka semakin mudah bagi setan untuk mengarahkan dia kepada jalan-jalan kehinaan ya wutatun qiahu F hadidi wi hamilati wi siddatil Fasad dan makar setan itu sifatnya tadaruj sifatnya bertahap ya setan di dalam menjerumuskan manusia kepada jalan-jalan kemaksiatan itu sifatnya bertahap sedikit demi sedikit ya setan membawa seseorang ya mengajak seseorang kepada jalan-jalan kehinaan kepada jalan-jalan kebinasaan ya setan menarik sedikit demi sedikit ya memberikan waswas sedikit demi sedikit setahap demi setahap ya Sampai akhirnya si hamba tersebut keluar dari ya petunjuk allah subhanahu wa taala dan jatuh dalam [Tepuk tangan] per kata Syekh ya tipu daya setan terhadap wanita di mana setan memanfaatkan kelemahan ya pada wanita lemahnya akal dan agama pada wanita untuk menjerumuskan wanita untuk menyeret wanita tersebut ya kepada berbagai macam penyimpangan berbagai macam ya kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala secara khusus yang terkait dalam masalah berpakaian tatkala setan ingin ya membuka menyingkap aurat seorang wanita muslimah maka setan membisikkan ya waswasnya mengajak wanita tersebut sedikit demi sedikit ya Sampai akhirnya dia tampakkan secara terang-terangan ya aurat tersebut dan jatuh ke dalam perangkap syek ya Sampai akhirnya sebagian wanitalim dia keluar rumahnyaondis buka ya aurat menampakkan aurat pada ya Ee kepalanya pada lehernya ya pada lengannya pada betisnya ya bahkan lebih dari itu ya sebagian wanita muslimat ya terjatuh ke dalam perangkap-perangkap setan ya Di mana mereka membuka aurat-aurat mereka di hadapan khalayak ya menanggalkan pakaian keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah subhanahu wa taala kemudian kata penulis tmma Innallaha tabaraka wa taala khataba Bani Adama khitaban akhar Fi had siyaq lahu ta’alluqun billibasi faqala subhanah kemudian Ya Allah subhanahu wa taala juga berbicara kepada anak Adam yang masih berkaitan dengan masalah pakaian Allah subhanahu wa taala ya berbicara kepada anak Adam yang masih ada kaitannya dengan nikmat pakaian yang Allah berikan kepada mereka Allah sebutkan di dalam surah al-a’raf ayat yang ke-31 dan 32 Allah subhanahu wa taala berfirman ya bani Adama khudu zinatakuma kulli masjidin waulu wasrobu wala tusrifu innahu la yuhibbul musrifin kata Allah subhanahu wa taala wahai anak cucu Adam pakailah pakaian kamu yang bagus setiap memasuki masjid nah ini di antara adab ya di antara adab yang Allah ajarkan kepada orang-orang beriman tatkala Mereka pergi ke masjid ya tempat-tempat ibadah untuk beribadah kepada Allah untuk bertaqarub kepada Allah kata Allah ambil ya pakaian yang bagus khudu zinatakuma kulli masjid pakailah pakaian kamu yang bagus setiap memasuki masjid ya makan dan minumlah tapi jangan berlebihan silakan makan silakan minum tapi jangan israf jangan berlebihan innahu la yuhibbul musrifin Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala ya tidak mencintai orang-orang yang yang berbuat israf Allah subhanahu wa taala tidak mencintai orang-orang yang yang melampaui batasan maka pada ayat di atas akhwati fillah terdapat pelajaran yang sangat besar bagi orang-orang beriman ya yaitu tatkala kita mendatangi Masjid tempat di mana kita hendak beribadah kepada Allah tempat tatkala kita bertqarub kepada Allah hendaknya kita membawa pakaian terbaik kita pakai pakaian terbaik yang kita miliki tatkala kita ya ke rumah-rumah Allah subhanahu wa taala tatkala kita ingin menghadap Allah subhanahu wa taala secara khusus tatkala kita ingin mengerjakan salat l waktu atau menghadiri majelis-majelis ilmu di rumah-rumah Allah subhanahu wa taala ya sebagian kita zalim ya Terkadang kita tidak menggunakan pakaian ya yang bagus yang indah Pan terbaik yang kita miliki kecuali tatkala kita menghadap makhluk ya baru pakai pakaian yang bagus Kapan kita pakai pakaian terbaik kita ya kalau mau kondangan pakai pakaian yang paling bagus ya kalau mau ke pasar ya kalau mau apa jalan-jalan ke mall pakai pakaian terbagus ya Giliran mau ke masjid ya pakai pakaian seadanya ya pakaian lecek enggak disetrika ya natural apa adanya Padahal di antara adab yang Allah ajarkan kepada orang-orang beriman tatkala hendak pergi ke masjid kata Allah subhanahu wa taala khinatakum ya pakai pakai yang terbaik kalian tatkara kita hendap menghadap rabbul alamin menghadap Allah subhanahu wa taala yang memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita maka kita lebih layak untuk Ya hadir menghadap Allah Allah dengan kondisi terbaik yang bisa kita bisa kita usahakan ya kemudian di ayat yang berikutnya pada ayat yang ke-32 Allah subhanahu wa taala berfirman Qul Man harinatallahti ak liibadii watibati Min rizq Qul Hiya lilladina amanu fil hayatid Dunya KH yaumalqam [Musik] kata Allah subhanahu wa taala Katakanlah wahai Muhammad Siapa yang lancang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hambanya dari rezeki yang baik-baik Katakanlah semua itu untuk orang-orang beriman dalam kehidupan dunia dan khusus untuk mereka saja pada hari kiamat ya demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang yang mengetahui kata Syekh Abdul razq hafahullahu taala faakbar Subhanahu anahu ak [Musik] as [Musik] i kata penulis maka pada ayat di atas Allah subhanahu wa taala mengabarkan bahwasanya dialah Allah yang telah mengeluarkan untuk hamba-hambanya perhiasan azzina berupa berbagai macam jenis pakaian ya demikian pula rezeki baik apa yang mereka makan apa yang mereka minum ya dengan berbagai macam berbagai ya jenis makanan dan minuman yang mereka makan waamiu hadil Asya Al aslu fihal ibahatu Wal Hil segala macam jenis pakaian segala macam jenis makanan dan minuman itu hukum asalnya mubah dan hukum asalnya halal boleh kita ya pakai pakaian dari jenis Apun ya boleh kita makan dan minum ya dari berbagai macam jenis makanan dan minuman ya kecuali ya apa yang datang keterangannya dari syariat akan keharamannya ya maka dalam masalah pakaian dalam masalah makanan dan minuman itu hukum asalnya halal hukum asalnya mubah tidak boleh kita mengharamkan jenis pakaian tertentu kecuali memang datang keterangan dalilnya tidak boleh kita mengharamkan makanan dan minuman tertentu ya kecuali memang datang keterangan dalilnya Kalau tidak ada dalil yang mengharamkan maka kembalikan kepada hukum asal yaitu Al aslu Asya Al ibahah hukum asal perkara-perkara duniawi itu hukumnya mubah tidak boleh kita mengharamkan sesuatu dari perkara-perkara duniawiah kecuali yang memang datang keterangan haramnya dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kata penulis [Musik] waisahadinilinin dan tidak ada hak bagi seseorang untuk mengharamkan ya sesuatu dari pakaian makan dan minuman kecuali dengan dalil yang tegas tidak boleh kita mengatakan ah ini pakaian ini haram makanan ini haram minuman ini haram kecuali dengan membawakan dalil dari syariat keterangan al-qur’an ataupun sunah yang sifatnya sarih yang sifatnya tegas wala Subhan oleh karenanya Ya Allah subhanahu wa taala menegaskan di awal ayat 32 dari surat ala’raf Qul Man Har zinatallah allati ak liibadii Katakanlah wahai Muhammad Siapakah yang lancang berani mengharamkan ya perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hambanya siapa yang berani mengharamkan pakaian berani mengharamkan makanan dan minuman tanpa ada keterangan dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi wasallamzi ydim Al tahrimi maamallahu Alal Ibad wadziud Alaihi Ma wasahullah maknanya kata Syekh Abdur razq Siapa yang lancang berani mengharamkan sesuatu yang Allah berikan kepada hamb-nya siapa yang lancang ya menyempitkan sesuatu yang diluaskan oleh Allah subhanahu wa taala dalam masalah makanan dalam masalah Minuman itu sifatnya luas dalam masalah pakaian sifatnya luas maka sesuatu yang dilapangkan oleh Allah jangan kita persempit manusia ya Enggak boleh kita mempersempit manusia dalam perkara yang dilapangkan oleh Allah subhanahu wa taala maka orang yang mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah subhanahu wa taala baik berupa pakaian berupa makanan berupa minuman berarti dia telah menyempitkan sesuatu yang dilapangkan oleh Allah Subhanahu subhanahu wa taala imih waillaasairulti halalun kata Syekh Abdul roazq oleh karenanya hukum asal ya Adah kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat baik berupa makanan berupa minuman berupa cara berpakaian ya cara pergi ke satu tempat yakni cara berbicara dan beberapa perbuatan-perbuatan yang sifatnya Adah kebiasaan ya maka hukum asalnya adalah halal hukum asalnya adalah mubah tidak ada yang dihukumi haram kecuali apa yang diharamkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam Mas masalah Adah kebiasaan ya cara berpakaian cara makan dan minum ya jenis makanan jenis minuman ya perkara-perkara duniawiah itu hukum asalnya mubah hukum asalnya halal tidak ada yang dihukumi haram kecuali yang memang diharamkan oleh Allah dan rasulnya ya Ima dengan Nas Syari yang tegas atau masuk dalam keumuman Nas tersebut atau dengan iias yang sahih Kalau tidak ada Dalil yang menunjukkan keharamannya maka kembalikan kepada kaidah asal bahwasanya hukum Asal perkara-perkara duniawiah itu hukum asalnya adalah halal hukum asal ada kebiasaan manusia itu hukum asalnya adalah halal sebagaimana ditunjukkan oleh ayat yang ya kita sebutkan sebelumnya demikian pula firman Allah subhanahu wa taala yang Allah sebutkan di surat Albaqarah ayat 29 Allah subhanahu wa taala berfirman Allah subhanahu wa taala yang telah menciptakan bagi kamu segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini ayat di antara asas yang dibangun di atasnya kaidah yang sangat besar bahwasanya Al aslu Fil Asya Al ibahah di antara kaidah fikih yang besar ya bahwasanya hukum asal perkara perkara duniawiah itu mubah ya dan kaidah ini dibangun di atas dalil-dalil yang sangat banyak di antaranya ya firman Allah subhanahu wa taala di surat Albaqarah ayat 29 dialah Allah subhanahu wa taala yang telah menciptakan untukmu Segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ya maka tidak boleh kita mengharamkan sesuatu yang Allah Cipta untuk kita kecuali yang memang datang keterangannya ya datang keterangan haramnya dari Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi wasallamusus dan dalil-dalil yang lain yang sangat banyak yang menjelaskan kaidah di atasahu Jalla waala Amar ibadahubas Wam maka Allah subhanahu wa taala memerintahkan hamba-hambanya untuk berpakaian untuk menutup aurat-aurat mereka dan Allah tidak mentakyin tidak menentukan ya jenis pakaian tertentu yang hendaknya mereka pakai tidak ada ya Tapi dikembalikan kepada ad dikembalikan kepada kebiasaan masyarakat yang berlaku di tempat di mana dia tinggal wa Innamal Amru Falika ya Tapi masalah berpakaian ini dikembalikan kepada adat kebiasaan masyarakat di mana kita tinggal ya karena syariat tidak ya menentukan jenis pakaian tertentu yang harus kita pakai ya Tapi dikembalikan kepada adat istiadat yang berlaku di tempat di mana kita kita tinggal ya asbasil ibahatu maka hukum asal ya pakaian itu hukum asalnya mubah kamaqa nabiuna alaihiatu wasalam sebagaimana disabdakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Abdullah bin Amr Bin alash yang dikeluarkan oleh Al Imam albukhari secara muallq di dalam sahihnya Al Imam Ahmad di dalam musnadnya dan yang lain Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Was is Wil kata nabi yang mulia Makanlah kalian minumlah kalian dan pakailah pakaian ya yang kalian mau dan bersedekahlah il dengan tanpa berlebihan dan tanpa menyombongkan diri silakan makan makanan Apun silakan minum minuman Apun ya dengan syarat bukan untuk kesombongan ya bukan untuk israf ataupun berlebih-lebihan demikian pula pakaian silakan Kalian pakai pakaian yang kalian inginkan ya dengan yakni bersifat pertengahan tidak berlebihan dalam masalah pakaian ya dan juga bukan karena ya kesombongan karena kita ingin menyombongkan ya dengan pakaian yang kita pakai di hadapan manusia ya kalau seseorang memakai pakaian dengan maksud kesombongan maka tidak dibenarkan di dalam agama kita qa Ibnu Abbas berkata Abdullah bin Abbas mengomentari hadis di atas kata beliau unilatun kata Abdullah bin Abbas silakan kamu makan makanan yang kamu inginkan silakan kamu pakai pakaian yang kamu inginkan selama kamu mampu selamat dari dua perkara yang pertama sifat berlebih-lebihan dalam masalah makanan dan minuman Mas salah berpakaian ya dan juga selamat dari sifat kesombongan ya maka hukum asal pakaian itu ya mubah pakaian apaun yang kita pakai Ya selama bukan untuk menyombongkan diri selama tidak berlebih-lebihan dalam masalah berpakaian ya maka hukum asalnya mubah diperbolehkan di dalam agama kitaak akan tetapi syariat ya Secara umum secara global datang dengan ya syarat-syarat pakaian-pakaian yang Syari ya Meskipun secara takyin tidak menentukan jenis pakaian tertentu tapi ada kaidah-kaidah umum yang dituntunkan oleh Syariat Yang terkait dengan pakaian seorang muslim dan seorang seorang muslimah Fah Insani saadatahu wa hismatahu waalahahu fi dunyahu wa ukhrahu di mana yakni dawabit atau syarat-syarat tersebut akan mengantarkan ya seorang hamba kepada Jalan kebahagiaan kepada Jalan kemuliaan Ya baik di dunia ataupun di akhiratnya walih yajibu ala kulli muslimin an yataqayada Fi libasihi babitiarti wayudil Islam waqad basa Ahlul Ilmi Fi muallfatinidatin lahqq lahul fadilatu waliuahul Kamal maka kewajiban ya seorang muslim kewajiban setiap muslimah adalah berusaha untuk berjalan ya di atas dawabit Syariah di atas aturan-aturan syariat dalam masalah berpakaian dan hal-hal semacam ini ya aturan-aturan berpakaian ya diatur atau dijelaskan oleh para ulama dalam tulisan-tulisan mereka ya agar seseorang mendapatkan Fadilah mendapatkan keutamaan ya dalam masalah berpakaian meskipun Islam tidak menjelaskan secara Takin pakaian-pakaian tertentu yang harus dia kenakan tapi Islam sudah menjelaskan ya kaidah-kaidah umum dalam berpakaian seperti menggunakan pakaian yang menutup aurat itu sifatnya umum yang menggunakan pakaian yang tidak yakni ketat membentuk Apa bagian tubuh ataukuk tubuh seorang Wan menggunakan pakaian ya yang tidak tipis ya yang tembus pandang ya sehingga seseorang berpakaian tapi telanjang ini kaidah-kaidah umum dijelaskan dalam agama kita ya Adapun jenisnya Seperti apa Bahannya seperti apa maka Ya sifatnya mubah tidak boleh kita mengharamkan sesuatu ya selama tidak datang keterangannya dari al-qur’anul Karim ataupun sunah rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam selama pakaian tersebut yang memenuhi standar syariat ya tidak ketat kemudian tidak ya tipis ya menutup aurat secara keseluruhan maka pakaian dari jenis apapun dari bahan apapun hukum asalnya boleh untuk kita gunakan ya dengan model apapun hukum asalnya boleh apa kita gunakan selama tidak ada keterangan dalil yang menunjukkan keharamannya maka akhwati fillahakallah ya Poin dari ee pelajaran yang kesemb ini hendaknya wanita-wanita muslimat berusaha untuk menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya ya Dan kita berusaha untuk berjalan di atas kaidah-kaidah syariat dalam masalah berpakaian karena kaidah-kaidah itu itulah yang Insyaallah ya akan memberikan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan seorang seorang hamba wallahuam ini yang bisa kita bahas di kesempatan Saleh hari ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semuanya apa-apa yang hak semata-mata Taufik dari Allah subhanahu wa taala yang salah dan kurang karena kesalahan dan kekurangan ilmu yang saya miliki wabillahi Taufik wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa alihi wasohbihi ajmain hanakallahma wihamda asadu alla ilaha illa Anta astagfirukaubu ilaik alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh progres pembangunan masjid Jami albkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke [Musik] 08211345756a Allah menjad wakaf and jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala amin jazakumullahir
Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | Mau’izhatun Nisa’
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply