radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah alhamdulillahiabbil alaminatu wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin waa alihi wasohbihi ajmain Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh al rahmatanilamin muslimin muslimat rahimani warahimakumullah kita berhenti pada kaidah yang keempat bahwa akal manusia terbatas dan apa yang dilakukan oleh Allah tabaraka wa taala Terkadang manusia tidak sampai akal ya untuk bisa mengetahui semua hikmah dibalik apa yang Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal Jalal lakukan maka hadirkan bahwa Allah pasti berbuat yang adil dan Allah pasti tidak akan menzalimi dan jangan paksakan bahwa apa yang Allah lakukan harus bisa Anda pahami dengan akal Anda yang terbatas kadang manusia kalau tidak sesuai dengan logikanya dia tolak dia terima dengan akalnya baru dia terima kalau sesuai dengan akalnya bukan dan bukan ini cara beragama yang benar cara beragama yang benar ikuti asal Anda yakin itu adalah perintah Allah asal anda tahu bahwa itu benar-benar datang dari Rasulullah patuh dan taat walau Ada apa dibalik semua itu sebagiannya anda tidak tahu ini beragama yang benar sampai di mana ilmu Manusia W utitum Minal Ilmi illa qolila kalian tidak diberikan ilmu Kecuali sedikit sebatas ilmu itu sebatas itu ilmu itulah logika manusia maka Bagaimana mungkin hal yang dilakukan oleh Allah rabbul Izzati Wal jalalah wahua bikulli Sain Alim bisa harus bisa Anda pahami dengan logika anda maka ini terlalu memaksakan sehingga akhirnya Kalau ini yang dilakukan kufur manusia akan terserat kepada kekufuran kalau dia terlalu mengedepankan logikanya maka sadari bahwa akalm Memiliki keterbatasan akal memiliki kelemahan akal manusia atau akal anda memiliki kelemahan dan bagaimana mungkin akal yang lemah itu dituntut untuk harus tahu kenapa Allah berbuat apa dibalik semua itu kenapa itu keputusannya Kenapa itu yang ditakdirkan Nam poin yang kelima Allah memiliki hujah yang kuat kepada para hamba dan dipastikan hamba tidak pernah memiliki hujah kepada Allah di dalam al-qur’an surah alan’am ayat yang ke-149 Allah tabaraka wa taala berfirman Qul falillahil hujjatul balighah Katakanlah bahwa Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal jalalah benar-benar memiliki hujah yang sempurna walauyaa l hadakum ajmain kalau seandainya dia ingin dia berikan semua kalian Hidayah falauyaaadakum ajmain akan tetapi hikmatullah takbah ada orang yang tidak pantas dapat Hidayah maka Allah jauhkan daripadanya Hidayah ada orang yang pantas dapat Hidayah maka Allah berikan kepadanya Hidayah dan Allah memiliki hujah yang pasti akan sampai kepada hamb-nya dan hamba tidak akan bisa berbuat apa-apa ketika hujah itu disampaikan kepadanya karenanya di akhirat semua penduduk neraka mengaku mereka yang berbuat zalim semua penuk neraka mengaku mereka yang celaka itu mereka mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat celaka yang Allah katakan di dalam yang Allah takdirkan di dalam catatan takdirnya firman Allah di dalam Alqur’an surat al-anbiya ayat yang ke106 qubanaabat Al mereka berkata Wahai Rabb kami kami yang celaka sifat kami itu memang kami orang yang celaka waunna umanin kami orang ketika hidup dulu kami orang sesat Kapan setelah ditegakkan kepada mereka hujah Allah sampaikan kalian demikian kalian begini telah diberikan teguran telah begini telah diberikan kesempatan kalian seperti ini dan ketika semuanya telah diterangkan dengan jelas di Yaumil hisab penduduk neraka akan mengatakan memang kami orang yang celaka kami orang sesat di dunia petantang-petenteng dia Kenapa kami sesat Kenapa kami dikatakan celaka Kenapa kami dikatakan kafir di akhirat setelah ditugakkan ha ditegakkan Allah hujah kepadanya Allah Terangkan kepadanya Kenapa dan mengapa dia baru kemudian mengakui gabatun memang kesesatan itu kami ada di kami sifat kami tipikal kami di dalam diri kami letaknya gabat alwatuna wnain kami orang yang sesat pengakuan penurut neraka Allah sampaikan kepada kita di dalam al-qur’an maka siapun yang Allah jauhkan daripadanya Hidayah di akhirat akan Allah sampaikan kepadanya hujah Kenapa dia dipilih menjadi orang yang sesat Kenapa Allah tabaraka wa taala tak memberikan Hidayah kepadanya dan hujah Allah itu akan sampai kepada para hamba dan hamba tidak akan pernah memiliki hujah untuk menyalahkan Allah dalam apapun yang Allah tabaraka wa taala perbuat subhanahu wa taala di dalam surah alanbiya Allah juga mengatakan wum nafat minabibbik lquulunna ya wailana Inna kunimin ketika mereka ditimpa oleh azab Allah ketika azab itu diberikan kepada mereka pendudukpenuk neraka mereka akan berkata apa ya wailana innaim Aduh Celakanya kita kita ini benar-benar orang orang zalim jadi penduduk neraka orang-orang yang Allah jauhkan dari Hidayah Allah di akhirat ngaku kita ini enggak pantas dapat Hidayah Kenapa Allah tegakkan dipertontonkan kepada mereka Kenapa dan mengapa ditegakkan hujah Allah kepadanya di dunia dia bisa bersilat lidah Kenapa begini Kenapa begitu Bukankah begini Bukankah begitu kenapa Allah takdirkan seperti ini kenapa Namun siapa yang bisa berhadapan dengan hujah Allah di akhirat orang-orang yang beriman telah Allah beritahu dan kita mengimaninya ketika Allah pilih keadilan ketika Allah pilih keadilan dan Allah tidak pernah salah dalam pilihannya sebagaimana Allah tidak pernah salah dalam keputusannya kaidah berikutnya yang ke yang keenam tidak [Musik] memberikan sebuah kemuliaan sebuah Anugerah kepada orang yang tidak pantas mendapatkannya bukanlah kezaliman ini ada kaitannya dengan kaidah yang kedua namun lebih detail ketika tidak diberikan itu kepada orang yang tidak pantas menerimanya itu bukanlah apa kezaliman kita halangi Dia memberi mendapatkan sesuatu kebaikan dari diri kita karena menurut kita dia tidak pantas dapatkan itu maka itu bukanlah kezaliman kata para ulama kezaliman baru dikatakan zalim kalau kita halangi dia dari hak yang dia pantas menerimanya itu baru zalim tapi kalau tidak diberikan kepadanya karena dia tidak pantas menerimanya maka itu bukanlah kezaliman namun dia adalah orang pantas menerimanya orang yang memang berhak untuk mendapatkan itu kemudian kita halangi dia dari sesuatu yang harus dia terima itu adalah zalim semisal semisal Antum punya perusahaan Antum lakukan seleksi dan Antum iklankan Siapa yang terbaik akan diterima jadi karyawan kemudian terjadilah seleksi itu dan ada seseorang yang memang dia yang terbaik berarti Antum wajib memberikan apa yang menjadi haknya dia ketika antum halangi dia untuk mendapatkan itu Antum zalim karena dia berhak mendapatkannya lalu Antum berikan kepada orang lain zalim namun ketika Antum mengatakan bahwa kami ingin ada 10 orang yang akan terima menjadi karyawan silakan mendaftar siapapun yang kami pilih kami pilih kita berikan pemberian itu dan kita halangi sebagian orang Apakah orang yang tidak kita terima di perusahaan itu kita zalimi dia tidak kita zalimi karena bukan suatu yang wajib untuk dia dapatkan Namun apabila sudah ada pernyataan manakala yang terbaik dalam seleksi ini akan kita jadikan karyawan 1 2 dan 3 sampai 10 yang terbaik kemudian ada orang yang sudah mendapatkan itu berarti dia telah mendapat dia harus mendapatkan haknya ketika Antum halangi dia untuk mendapatkan haknya Antum berbuat Antum berbuat zalim Ini sekedar logika bahwa kapan seseorang dikatakan zalim bayangkan kalau seandainya orang itu tidak pantas diterima yang tadi datang orang yang mendaftar orang-orang yang pantas diterima namun Antum butuh 10 yang daftar 300 ketika Antum terima 10 Apakah Antum menzalimi 290 orang jawabannya tidak karena Antum tidak memberikan kepada any apa sesuatu yang keutamaan atau kebaikan Antum bukan karena kewajiban UNT untuk Antum berikan kepadanya bayangkan kalau dia orang yang tidak pantas diterima lalu Antum tidak terima zalim dari mana Namun apabila dia adalah orang yang berhak untuk mendapatkan itu kewajiban untuk diberikan itu kepadanya lalu dihalangi dia untuk mendapatkan itu disebut apa zalim dan orang-orang yang dijauhkan Allah dari hidayah karena dia tidak pantas mendapatkan hidayah itu maka tidak ada kezaliman dari Allah rabbul Izzati Wal jalalah ketika tidak memberikan hidayah itu ke kepadanya rabbul Izzati Wal jalalah kaidah berikutnya yang ketujuh Allah tidak boleh ditanya Kenapa dia berbuat Allah tidak boleh ditanya kenapa itu yang dia lakukan dan itu Allah tegaskan di dalam al-qur’an surat al-anbiya ayat 23 la Allah tidak ditanya kenapa dia berbuat wahum yus’alun dan mereka yang ditanya kenapa berbuat jadikan ini kaidah penting dalam masalah Hidayah dan tidak Hidayah Hidayah dan kesesatan Kenapa Fulan mendapatkan hidayah Kenapa Fulan tidak diberikan Hidayah jadikan kaidah penting jangan tanya Allah Allah tidak boleh ditanya kenapa dia berbuat karena seluruh yang diperbuat oleh Allah benar seluruh yang diperbuat oleh Allah adil seluruh yang diperbuat oleh Allah tidak ada menzalimi sehingga tidak perlu ditanya dan tidak boleh bertanya Maka kalau seandainya kita bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang seperti itu kita melakukan kesalahan Allah sudah larang lalu kita lakukan dan ini banyak terjadi kepada orang-orang yang yang tadi kita katakan men terlalu mengedepankan logika semua harus disesuaikan dengan logika tanpa sesuai dengan logika dia tidak terima sampai akhirnya apa yang diperbuat oleh Allah pun dia pertanyakan hadir kaidah yang keedelapan kata para ulama berkaitan dengan dengan kaidah yang ketujuh yaitu seorang hamba harus menjaga adab kepada Allah seorang hamba harus menjaga adab kepada kepada Allah dan bertanya kepada Allah kenapa Allah berbuat suul adab tidak beradab seorang hamba kepada rabnya siapa Allah Rabb Yang Maha Adil siapa Allah Rabb Yang Maha berilmu sehingga semuanya Allah tahu siapa Allah Rabb yang tidak akan pernah menzalimi siapa Allah penguasa langit dan bumi siapa Allah pemilik segala-galanya siapa Allah Allah tabaraka wa taala yang telah memberikan kepada anda seluruh nikmat yang anda yang yang Anda rasakan Ada apa anda menuntut Allah untuk menjawab Kenapa dia berbuat seperti itu siapa dirimu siapa Engkau Oleh karena itu pertanyaan tentang takdir Allah kenapa Allah berbuat bagian daripada sikap tidak beradabnya makhluk kepada Allah sang Khali kalau bertanya itu sifatnya adalah siapa tahu orang yang ditanya tahu hikmahnya dari bab ilmu beda tetapi yang yang ini adalah pertanyaan yang sifatnya protes Kenapa Allah menghalang Hidayah dari Abu Thalib seolah-olah dia tidak diterima dia tidak terima Abu Thalib wafat di atas di atas kesyirikan di atas agama Quraisy padahal Lihat perjuangan Abu Thalib lihat Bagaimana Abu Thalib membela Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lihat Bagaimana sampai ada yang menyatakan kami tidak beriman kepada kami tidak akan memiliki agama yang di dalamnya ada keyakinan paman nabi yang telah membela nabi masuk neraka dan musuh nabi yang telah memusuhi nabi yaitu abu masuk surga ada yang sampai menyatakan itu masyaral muslimin PAM nabi yang telah membela dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masuk apa masuk neraka sementara musuh yang memusuhi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertahun-tahun menyakiti Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu Abu Sufyan masuk surga karena akhir daripada kehidupan Abu Sufyan beriman dan wafat di atas keiman dan bertemu Rasul berarti sahabat sampai ada yang menyatakan kami tidak beriman P kami tidak memiliki agama yang di dalam agama itu ada keyakinan Paman Rasul masuk neraka yaitu Abu Thalib dan musuh Rasul masuk surga ini suul adab buruknya adab seorang hamba kepada rabbnya yang telah memutuskan siapa yang akan diberikan Hidayah Siapa yang dihalangi dari Hidayah muslimin masasyar muslimat rahimani warahimakumullah untuk mendekatkan pemahaman untuk mendekatkan pemahaman soal soal suul adab Ana akan memberikan kepada Antum logika berikut ini bayangkan Antum Antum ini adalah claning service di sebuah perusahaan yang memiliki 50.000 karyawan kira-kira sudah besar perusahaannya sudah besar 50.000 besar atau tidak kira-kiralah besar ya berarti direkturnya ee komisarisnya bukan orang sembarangan orang yang luar biasa dalam berbisnis luar biasa dalam kebijaksanaan luar biasa di dalam manajemen luar biasa dalam pengaturan karyawan suatu saat para direktur para komisaris rapat membuat keputusan lalu dikeluarkanlah keputusan itu Diumumkan kepada karyawan begitu mereka sampai Antum tanya kenapa itu yang diputuskan Pak Antum siapa cleaning service kira-kira berhak enggak nanya komisaris Kenapa itu yang diputuskan ah kayaknya enggak benar keputusan bapak ini Pak menurut saya sih keliru pertanyaannya ente siapa hah hanya k service di sebuah perusahaan sadari siapa diri Anda ingin bertanya kepada komisaris perusahaan ingin bertanya kepada direktur perusahaan dan protes teradap kebijaksanaan yang mereka buat dibuat kebijaksanaan datang setengah jam dari waktu yang telah yang telah disepakati sebelumnya kemudian dibuat kebijaksanaan datangnya harus setengah jam Setelah itu lalu kemudian protes Saya tidak setuju ini zalim segala macam dan tidak mau terima keputusan itu atau balik Anda adalah direkturnya Lalu setelah anda membuat membuat kebijaksanaan itu setelah rapat bersama adaa kita manusia rapat ya kan Allah tidak perlu rapat intinya adalah adalah sebuah kebijaksanaan peraturan perusahaan tiba-tiba Antum keluar dari ruang rapat setelah Pengumuman itu ditanya oleh dengan servis dan diprotes oleh K servis gerangan Antum apakan Kin servis ini kalau ini saja dianggap kurang ajar kepada atasan maka ketahuilah seorang hamba yang protes terhadap ketentuan Allah tabaraka wa taala dia lebih hina daripada kalian servis di perusahaan ini dan Allah lebih mulia daripada manusia-manusia yang kita sebut sebagai Direktur dan komisaris perusahaan itu bagaimana mungkin kita sebagai orang yang sangat hina protes terap ketentuan Allah tabaraka wa taala yang Maha segala-galanya maha adil Maha Benar Maha jujur Maha bijaksana Maha berilmu maha pengasih maha penyayang lalu kemudian logika kita yang kerdil logika kita yang sedikit logika kita yang lemah ilmu kita yang tipis kemudian tidak mau menerima keputusan Allah dan protes terhadap ketentuan-ketentuan Allah rbul Izzati jalalah ini adalah suul adab maka hendaklah seorang hamba menjaga adabnya kepada Allah rabbul Izzati Wal jalalah ini dia maasyaral muslimin maasyaral muslimat saudara-saudariku Apan kaidah tentang Hidayah dan tidak Hidayah Alhidayah Wal idlal Allah memberikan Hidayah kepada hambaNya Allah tidak tidak memberikan Hidayah kepada hamb-nya atau Allah menyesatkan hamba-nya mudah-mudahan an kaidah ini kita bisa pahami dan menjawab beraneka ragam pertanyaan di logika banyak orang yang sering ditanyakan kepada kita tentang Kenapa dan mengapa sebagaimana yang tadi kita janjikan bahwa di akhir bahasan ini kita akan sampaikan beberapa poin yang akan menghalangi Hidayah sebab-sebab Kenapa Allah menghalangi Hidayah dari seseorang namun kita sampaikan secara secara global pertama memang jiwanya sombong jiwanya angkuh dan takabur dan orang yang di hatinya ada kesombongan Allah tidak akan berikan Hidayah kepadanya contoh teratas adalah iblis aba wastakbar dia tidak mau patuh dan taat dan Dia sombong kesombongan menghalangi Hidayah menjadi penghalang apa Pintu Hidayah itu yang terjadi kepada Firaun anuina waanaidun Apakah kita akan beriman kepada dua manusia seperti kita dan kaumnya orang yang kita gunakan sebagai budak-budak kita itu yang terjadi kepada banyak orang Quraisy ketika ketika mereka membandingkan diri mereka dengan diri Nabi Muhammad ayyuna khairum maqaman wa ahsanu Nadiya Siapa di antara kita yang lebih baik posisinya Siapa di antara kita yang lebih banyak pengikutnya kesombongan ini menghalangi apa Hidayah berikutnya yang banyak menghalangi Hidayah adalah ikut orang tua ikut tetua-tetua begini kami temukan dari orang tua kami sudah kami ikut orang tua saja begini kami diajarkan dulu kami sudah kami sesuai dengan agama itu saja kami enggak mau yang aneh-aneh kami amalkan yang kami terima dulu dari orang tua kami saja ketaatan kepada orang tua wajib kepatuhan kepada orang tua wajib Tapi tidak boleh melanggar ketaatan kepada Allah dan rasulnya ketaatan kepada orang tua wajib namun di bawah ketaatan kepada Allah dan rasulnya Namun apabila ketaatan kepada Allah dan rasul-nya dikalahkan oleh ketaatan kepada orang tua di sini penutup Pintu Hidayah rasa bakti kita kepada orang tua kita tidak harus membuat kita menutup pintu dari kebenaran yang Allah sampaikan kepada kita walau kebenaran tersebut tidak sampai kepada orang tua kita di akhirat pertanggungjawaban masing-masing orang tua kita mempertanggungjawabkan dia dan agamanya dan ketaatannya kita pun mempertanggungjawabkan diri kita agama kita dan ketaatan kita di hadapan Allah bahkan kita bertemu dengan orang tua kita lari dari orang tua kita di akhirat enggak peduli maka banyak sekali orang-orang yang diserat oleh iblis tidak mau menerima hidayah karena tidak mau berbeda dari orang tuanya dan contoh yang paling akurat untuk ini adalah Abu Thalib sehingga Allah takdirkan di akhir hayatnya ia menyatakan Apa yang membuat dia tidak mau mengikuti Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu dia tidak mau berbeda dengan agama ayahnya Abdul Muthalib hal yang sama dinyatakan oleh sebagian kufar Quraisy yang wafat di atas kekafiran ketika membantah dakwah nabi S wasallam Mereka bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Anta Khairun am Abdul Muthalib wahai Muhammad lebih mulia mana engkau atau kakekmu Abdul Muthalib mana yang lebih mulia dirimu atau kakekmu Abdul Muthalib kalau Rasul ketika itu menyatakan saya lebih mulia dari Abdul Muthalib Geger kota Makkah karena kota Makkah sudah luar biasa mengagungkan memuliakan siapa kakek nabi kita tercinta Sallallahu Ali wasallam Abdul Muthalib tapi apakah itu syarat kebenaran belum tentu sehingga ketika ingin membantah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka membantah dengan menyebut agama kakek Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kalau engkau merasa dirimu tidak lebih baik daripada Abdul Muthalib dan itu yang mereka inginkan maka ketahuilah bahwa Abdul Muthalib mengibadati apa yang kami ibadati maka jangan paksa di dalam beragama harus ikut orang tua orang tua letakkan dalam timbangan syariat benar yang diajarkan ikuti ada yang salah yang pernah beliau ajarkan tinggalkan dan orang tua kita adalah orang tua manusia kadang benar kadang salah dan ketika kita ketahui kesalahan yang diajarkan kepada kita lalu kita tidak mengikuti itu bukan berarti itu kedurhakaan anak merasa durhaka kalau dia beragama tidak seperti dengan agama yang diajarkan oleh orang tuanya ini batil ini batil Kebenaran bukan apa yang di bukanlah takarannya apa yang diajarkan oleh orang tua kebenaran takarannya AD al-quran dan dan hadis dan semuanya ditimbang dengan al-quran dan hadis nabi kita Nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam ketika memang berbeda maka ketaatan kita kepada Allah dan rasulnya di atas ketaatan kepada kepada orang tua namun ini adalah sesuatu yang banyak menghalangi orang dari Hidayah waqilabiu Ma anzalallah qu balabiu Ma Alfa Alaihi abaana ketika dikatakan kepada mereka Ikutilah apa yang telah Allah turunkan mereka mengatakan nak nak nak cukup bagi kami mengikuti apa yang sudah kami dapatkan dari orang tua-orang tua kami ini ada dari zaman Nabi Nuh sampai zaman nabi kita tercinta Muhammad sallallahu alaihi wasallam sampai zaman sekarang betapa banyak orang sudah sampai kepadanya ilmu yang hak tahu dia ini benar apa yang mereka lakukan salah namun tidak mau meninggalkannya karena tidak mau menyelisihi siapa orang tuanya dan yang anehnya adalah orang tua sekarang kalau dalam urusan dunia dia suruh anaknya lebih baik dari dia tapi dalam masalah agama wajib patuh kepada dia dari sisi lain kita lihat kalau tadi dari sisi anak sekarang kita lihat dari sisi Siapa orang tua dalam urusan dunia dia ingin anaknya lebih hebat daripada dia Kenapa hal yang sama tidak diterapkan kepada agama anakku dalam agama engkau usahakan lebih baik daripada ayahmu Kenapa tidak dalam urusan dunia dia suruh mendorong anaknya harus lebih baik daripada dia soal agama kamu tidak boleh lebih baik daripada saya kamu harus patuh saya apa yang saya katakan ikuti kok bisa begitu pahamlah kita ini tipu daya setan lnatullahi alaih di antara penghalang Hidayah berikutnya adalah cinta kekuasaan dan tidak ingin kehilangan kekuasaan itu ini juga yang terjadi kepada Firaun yang Allah Katakan Sebenarnya dia tahu bahwa dakwah Nabi Musa benar dia salah tapi tidak mau mengikutinya karena ingin berbuat zalim dan berbuat ingin tetap tinggi di permukaan bumi ingin tetap berkuasa di permukaan bumi dan ini juga yang menghalangi banyak orang-orang Quraisy terutama pemuka-pemuka suku dari orang Quraisy kalau kita beriman kepada Muhammad berarti kita menjadi pengikut Muhammad sementara siapa Muhammad Memang mereka tahu Nabi imad orang jujur Budi pekertinya luar biasa pamri suka membantu orang yang sabar tahu tapi secara kepemimpinan enggak ada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi Muhammad bagaikan orang-orang kota Makkah lainnya beliau tidak punya kepemimpinan sementara ini adalah pemimpin-pemimpin Walid Bin mughirah ayahnya Khalid bin Walid radhiallahu Anhu wa Ardha utbah bin rabiah Umayyah Bin khalaf dan yang lainnya dan yang lainnya Abu Jahal Abul Hakam Amar bin Hisyam pemimpin-pemimpin Makkah sementara Nabi Muhammad bukan pemimpin Sallallahu Alaihi Wasallam siapa Muhammad kalau kita beriman kepada Muhammad berarti kita menjadi pengikut siapa pengikut Muhammad dia yang akan jadi pemimpin dan kita ngekor dengan kepemimpinan G enggak mau kita di antara penghalang Hidayah adalah adat dan kebiasaan di tengah masyarakat di antara pengalang Hidayah adal adat dan kebiasaan di tengah masyarakat orang tidak mau menyelisihi kebiasaan yang ada di tengah masyarakatnya Walaupun dia tahu kebiasaan itu apa salah sehingga adat dan kebiasaan di tengah masyarakat sebuah rutinitas yang Dakan di tengah masyarakat yang dia adalah kesalahan tidak mau ditinggalkan orang karena dia tidak mau berbeda dengan masyarakatnya dia ingin seperti masyarakat yang ada dia tidak mau dianggap orang kamu sudah beda sekarang kamu enggak seperti kita lagi maasyaral muslimin maasyaral muslimat ketika Allah Tabarak wa taala telah menyampaikan kepada kita yang hak ambil hak itu dan gigit dengan gigi taring pegang erat-erat dan terima konsekuensinya walaupun akhirnya harus berbeda dengan kebiasaan di tengah masyarakat betapa seringnya Ustaz saya sudah tahu itu enggak boleh tapi saya enggak bisa saya enggak bisa Ustaz kenapa ya Ya gitulah tahulah Antum jawabannya Nanti kalau saya dikatakan orang begini dikatakan masyarakat saya begini dan kebetulan Ustaz saya RW pula di ini enggak mungkinlah Pak RW enggak melakukan saya tahu itu salah Ustaz lihat Masyaallah Masyaallah muslimin Masyaallah muslimat Allah sudah datangkan yang hak kita tidak terima karena masyarakat masyarakat ini membawa anda ke surga taat kepada Allah dan rasulnya akan membawa kita ke surga insyaallahu taala bukan masyarakat sebuah kaidah yang Ana dengar dari langsung dari lisan Syekh yang sudah meninggal eh rahimahullah rahmatan wasiah Syekh alahidan shh alahidan ketika beliau datang ke masjid Nabawi dan memberikan tausiah di Masjid Nabawi dan ditanyakan tentang orang yang mengikuti sunah berbeda dengan masyarakatnya beliau menyebutkan sebuah kaidah yang luar biasa Ana Dengar langsung dari lisan beliau dan Ana hafalkan ketika itu dan Ana pahami ketika itu Ana sampaikan sekarang kepada Antum dan pernah Ana sampaikan di beberapa forum sebelumnya kata beliau demi Allah kita tidak ingin berbeda dengan masyarakat selagi apa yang kita amalkan bisa tidak berbeda dengan masyarakat itu yang akan kita lakukan asal di atas sunah akan tetapi kalau harus berpegang teguh dengan Sunah konsekuensinya berbeda kita terima namun itu bukan tuntutan dan tujuan dan ini anak-anak Ana ketika beliau sampaikan itu masuk ke dalam hati menancap di dalam hati dan ingat sampai sekarang sekarang berbeda dengan masyarakat bukan tujuan enggak ada perintah agama berbeda dengan masyarakat itu enggak ada Tunjukkan bahwa anda beda dengan masyarakat itu enggak ada itu hanya konsekuensi kebenaran hati kita tidak ingin berbeda namun kalau itu adalah tuntutan kebenaran yang kita ketahui karena kita terima namun itu bukanlah tujuan dan di sebagian kaum muslimin yang mutasyaddid ia merasa bahwa menunjukkan diri berbeda dengan masyarakat adalah tuntutan syariat dan itu Manhaj orang yang kuat sehingga asal berbeda dengan masyarakat mereka pertontonkan yang penting beda dengan masyarakat wallahu taala alam jadi di antara penghalang Hidayah apa tadi mengikuti kebiasaan di tengah masyarakat banyak sekali orang sudah tahu yang hak tahu itu batil namun tidak bisa meninggalkan yang batil itu di antara penghalang kebenaran adalah cinta Harta dan Cinta kedudukan kemuliaan di tengah masyarakat di antara penghalang Hidayah adalah maksiat yang kita kita lakukan dilakukan oleh seorang hamba itu bisa menutup Hidayah membuat Allah tabaraka wa taala menjauhkan Hidayah Dari Dirinya kubihim mau yaksibun ayat ini berbicara tentang dosa-dosa yang telah menutupi hati sehingga hati berkarat Hidayah enggak bisa masuk Allah jauhkan darinya Hidayah ini maasyiral muslimin maasyir muslimat yang bisa kita sampaikan secara materi pada kesempatan yang berbahagia ini dan bahagian yang terakhir yaitu penutup Pintu Hidayah kita sampaikan secara global sebagai syarat memenuhi pengumuman akan judul Namun kita mengira merasa mempertimbangkan bahwa kaidah-kaidah tadi lebih penting untuk kita sampaikan mungkin akan lebih besar manfaatnya untuk antum-antum di dibanding kita berbicara tentang penghalang-penghalang Hidayah wallahu taala Alam ini secara materi dan beberapa waktu ke depan kita menjawab beberapa pertanyaan yang Allah mudahkan kita untuk menjawabnya Dan kita punya ilmu untuk menjawabnya dan kita berusaha menjawab pertanyaan yang sesuai dengan materi kalau tidak sesuai dengan materi kita kesampingkan dulu pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan disebut kebohongan apakah termasuk kebohongan juga Ketika seseorang menyampaikan kebenaran namun dia tidak melakukannya Apakah di termasuk dusta juga sampaikan nasihat kepada orang ajarkan orang sebuah kebenaran ajarkan orang Kebaikan dia sendiri tidak tidak melakukannya Apakah itu bahagian daripada dusta dan tercela jawabannya adalah tergantung kebenaran yang dia ajarkan tergantung hukum sesuatu yang sedang dia ajak orang lain kepada hukum itu kalau hukum yang dia dakwahkan yang dia ajarkan yang ia ajak orang untuk melakukannya adalah wajib dan haram dan dia melanggar maka ini adalah kehinaan dan ini adalah suatu perbuatan yang tercela namun kalau yang dia ajak kepada manusia adalah kebenaran namun hukumnya tidak wajib hukumnya juga juga tidak haram semisal dia mengajak orang untuk rajin membaca al-qur’an semisal dia mengajak orang untuk rajin berpuasa sunat semisal dia mengajak orang untuk Rajin bertahajud rajin berinfak infak-infak yang sifatnya tidak wajib kebenaran atau tidak bahagia daripada syariat Allah atau tidak apa hukumnya tidak wajib amalan-amalan apa mustahabbat amalan-amalan sunat iya aja orang untuk rajin salat Tahajud dan dia tahu bahwa dirinya tidak rajin Tahajud apakah ini kehinaan Apakah ini adalah kenistaan jawabannya tidak kenapa Karena Allah tidak pernah murka hamba yang tidak melakukan ibadah sunat Allah tidak pernah marah kepada hamba yang tidak melakukan ibadah apa sunat dan ilmu harus disampaikan kita tidak mengatakan ini yang terbaik yang terbaik itu adalah yang mengajak pun melakukan itu yang terbaik itu yang sesuai dengan hal yang seharusnya terjadi namun sekira dia mengajak namun dia tidak melakukan namun yang diajak adalah ibadah sunat maka ini tidak tercela dalam agama kita namun kalau yang dia sampaikan adalah suatu yang wajib Lalu dia tidak kerjakan atau dia menyampaikan ini harus dihindari karena hukumnya haram dia melakukannya ini perbuatan tercela dan akan menjerumuskan manusia kepada kepada kehinaan karena mengajak manusia kepada kebaikan dan tidak melakukannya adapun yang sifatnya mustahabbat maka Sunan yang sifatnya adalah nawafil maka yang Afdal yang terbaik dia mengajak dan dia juga apa mengamalkan namun sekiranya kita tahu dia tidak mengamalkannya dan terlihat Dia sedang mengajak di mimbar mengajak di podium kita tahu dia tidak mengamalkannya Apakah ini aib bagi dirinya jawabannya tidak dia mengajak kepada yang mustahabbat hal-hal yang sifatnya tidak wajib terlihat bersemangat sehingga boleh jadi dengan dengan khotbahnya yang berapi-api orang kemudian rajin tahajud eh dianya tidur terus Apakah ini celaan bagi dirinya jawabannya tidak walaupun kita kemudian tahu nah semangat doang Ustaz ini dia pun pemalas salat tahajud misalnya itu tidak celaan bagi dirinya enam Saya sudah berusaha untuk bertaubattaubatan Nasuha namun saya masih sering dihantui oleh dosa-dosa yang pernah saya lakukan di masa lalu mohon nasihatnya Ustaz Terkadang saya terkesan berprasangka bahwa saya akan disiksa walau sudah bertaubat di mana Di dalam Alquran Allah mengatakan kalau kalian at tetap kami siksa Tolong tunjukkan Kalau antum bertemu ayatnya panggil saya siap datang penggal leher cari di dalam al-qur’an Anda yang bertaubat Anda yang bertobat tapi kalau ingin kami azab kami azab cari di dalam al-quran Kalau bertemu telepon 08 sekians-sekian nanti tanya tanya panitia siapapun baik Antum yang ada di majelis ini atau siapun mendengarnya siapapun yang mendengar sampai hari kiamat sampai saya wafat bertemu ayat di dalam al-qur’an kalau kalian toubat tetap akan kami azab dengan dosa-dosa itu mana ayatnya yang ada kalau kalian bertaubat kami akan ampuni dosa-dosa kalian kami akan masukkan Kal kalian ke dalam surga betul Atau tidak ada apa angka anda tidak percaya dengan janji-janji Allah ada apa anda suudan dengan Allah maka terlihat di sini ini permainan iblis orang yang bertaubat menjalani Taubat dia harus berhusnudan kepada rabbnya Kenapa karena Allah tidak pernah ingkar janji dan tidak ada di dalam al-qur’an Allah berbicara bahwa Allah orang yang bertaubat akan kami azab itu enggak ada yang ada adalah yang bertobat akan kami ampuni dosa-dosa dan kesalahannya akan kami masukkan dia ke dalam surga yang bertaubat akan kami jadikan amal-amal keburukannya adalah kebaikan Al gofurul Wadud Allah yang maha pengampun dan maha pengasih kenapa digabung antara nama gfur dengan nama pengasih karena orang yang diampuni akan dikasihi paham kenapa Allah kaitkan Allah dekatkan ada Allah tempelkan nama gfur dengan nama Wadud di dalam al-qur’anul Karim pengampun dan pengasih Ada apa kok ditempel dibuat ber berdekatan dibuat ber berdampingan karena yang diampuni pasti dikasihi Antum sekarang yang diampuni diazab mana kaidahnya Di dalam syariat berarti Antum tidak percaya kepada ayat-ayat Allah yang menjanjikan ampunan ya ibadialladzina asrofu Ala anfusihim la taqnatu Mir rahmatillah innallah yagfirzunuba Jamian innahu hual gofururahim lihat gfur dikaitkan ditempel dengan nama arrahim pengasih dan penyayang katakan kepada hamba-hambaku yang telah melampaui batas terlalu banyak berbuat dosa dan kesalahan laahmatillah Jangan putus asa Dari rahmat Allah Innallaha yagfirunuba Jamian Allah mengampun dosa semuanya maka yang harus Antum lahirkan adalah keyakinan akan janji-janji Allah dan berhusnu kepada Allah Allah akan lakukan itu soal Ingat dosa masa lalu itu tetap harus terjadi kenapa Karena Allah tabaraka wa taala ingin kita ingat dosa kita agar kita rajin beribadah kepadanya menghapus dosa-dosa masa lalu Ustaz Bagaimana caranya untuk bisa saya melupakan kesalahan saya masa lalu enggak bisa enggak bisa dosa masa lalu kita kita ingin tidak ingat enggak bisa karena Allah menginginkan kita mengingatnya supaya mendorong kita lebih banyak lagi bertauat dan minta ampun kepada Allah subhanahu wa taala sifat manusia sudah ingat dosa masa lalu masih susah bertaubat bayangkan kalau dia tidak ingat dosa masa lalunya Apa yang akan terjadi kita yang yang masih ingat dosa masa lalu kita masih sulit untuk bertaubat kalau tau pun bertaubat terkadang jatuh lagi kepada maksiat yang sama bayangkan kalau seandainya nya Setelah bertobat Allah buat Antum lupa dosa masa lalu antum apa yang ak terjadi maka Ingat Dosa hikmah yang di dalamnya penuh dengan kebaikan untuk Antum yang ingat dosa itu maka setiap Ingat Dosa istigfar setiap Ingat Dosa minta ampun kepada Allah setiap Ingat Dosa lakukan istigfar sehingga iblis malas ngingatkan Antum dosa Kenapa setiap diingatkan Antum istigfar kepada Allah setiap diingatkan Antum berzikir setiap diingatkan Antum beribadah kepada Allah malas iblis ngingatkan malas setan ngingatkan Antum tapi kalau dia Ingatkan Antum untuk membuat Antum menjadi orang yang loyo lemas lunglai letoi nah iblis mau itu dan membuat orang yang frustasi hilang semangat hidup hilang percaya kepada janji-janji Allah tapi kalau ingat dosa memupuk ketaatan iblis enggak mau ngingatkan dan malah tentaranya dan itu yang benar Ingat Dosa terbagi dua efeknya positif syariat efeknya negatif tipu daya iblis maka lihat ketika anda ingat dosa-dosa anda masa lalu apa yang akan terjadi pada dirimu negatif berarti terjemak terjebak ke dalam permainan iblis ingat dosa yang salah yang terjadi positif saya semakin semangat beribadah karena saya telah melalui masa lalu dengan hal yang buruk Saya ingin lakukan yang baik Allah menjanjikan Innal hasanatiibiat kebaikan akan menghapus keburukan berarti positif ingat dosanya wallahu taala Aa waam dan tantangan tadi berlaku baik kepada Antum yang bertanya atau kepada yang yang lainnya Antum dapat firman Allah di dalam Alqur’an yang bertobat tetap Allah Azab Panggil Ana untuk penggal kepala demi Allah benar ini ini ini tantangan yang serius ini karena Ana yakin enggak ada di dalam al-qur’an Kenapa itu yang Antum yakini saya sudah bertaubat Ustaz tapi saya yakin diazab yakin dari mana ini mirip dengan dengan masalah takdir masalah Hidayah ya kalau saya saudara adalah orang yang sudah beriman beramal saleh sudah maksimal ketaatan Apa mungkin saya tetap masuk neraka Ustaz nah ini mirip dengan ini nih ini adik adik adik kakak soalnya mirip saya sudah rajin ibadah Ustaz sudah rajin berlakukan ketaatan sudah rajin meninggalkan maksiat kalau dalam catatan takdir saya penduduk neraka apa mungkin saya tetap masuk neraka walau sudah rajin beribadah Ustaz ini ditanyakan orang coba cari di dalam al-qur’an innalladina amanu wailu jaham cari di dalam Alquran orang yang beriman dan beramal saleh rajin beriman Saleh kami akan masuk dia ke dalam neraka coba cari di dalam Alquran bertemu Panggil Ana penggal kepala seluruh ayat di dalam Alquran in kami akan masukkan dia ke dalam bahkan diantara ayat itu Allah katakan inialah janji Allah benar-benar janji intinya kok Antum ragu sih Allah yang berjanji dan Allah katakan sebenar-benar janji Lalu Allah katakan waman asdaqu minallahiqila Siapa yang lebih jujur berbicara daripada Allah maka keraguan Itu tipu daya iblis wallahu taala alam bawab maka timbulkan janji Allah adalah suatu u hal yang pasti Allah tunaikan Allah tidak akan pernah ingkar ingkar janji Ustaz Saya ingin bertanya keka kenapa ketika saya berdoa ada bisikan bahwa doa Saya tidak akan terkabul atau ada perasaan tidak yakin pada doa saya itu inilah Dia larangan Rasul di dalam hadis dan inilah perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk agar kita berdoa sambil hati kita Insyaallah ini diterima ud’ullah Wa Antum muqinuna Bil ijabah berdoalah kepada Allah dengan hati yang memiliki keyakinan akan dikabulkan oleh Allah ini yang Antum langgar Sesungguhnya Allah Tabarak wa taa tidak akan melihat doa dari hati yang lalai Ini antum terjadi seorang yang berdoa kepada Allah rabbul Izzati Wal jalalah dia pasti mendapatkan kebaikan pasti kebaikan itu salah satu di antara tiga satu doanya dikabulkan Kalau doanya tidak dikabulkan dua dijauhkan dari dia mudarat dan marah bahaya selevel doanya tidak juga yang kedua yang ketiga Allah jadikan doa itu tambahan pahala di akhirat maka seorang yang berdoa kepada Allah tidak akan pernah sia-sia namun permasalahannya kita sering memaksa Allah harus terima harus kabulkan doa kita kesalahan manusia di situ sekali lagi beradablah kepada Allah bagian daripada adab kepada Allah Tabarak wa taala di dalam doa Jangan Paksa Allah harus mengkabulkan doa kita menurut kita yang kita minta kepada Allah kebaikan untuk kita itu menurut kita Apakah itu yang akan terjadi kalau Allah kabulkan belum tentu maka biarkan Allah yang memilih kemaslahatan yang menurut kita adalah maslahat boleh jadi mudarat minta Allah melapangkan rezeki apa iya kalau Allah lapangkan rezeki kita tetap Istiqamah boleh jadi ketika kita minta kelapangan rezeki kepada allah allah subhanahu wa taala tidak mengabulkan karena Allah tahu kalau Anda orang seperti Anda ini diilpangan Rezeki itu entah apa yang akan terjadi Anda mulai lalai mulai jauh dari agama jauh dari syariat jauh berteman dengan orang-orang jahat Safar ke negeri-negeri yang tidak pantas Safar seorang muslim kepadanya berkumpul bersama orang-orang yang berbuat maksiat maka biarkan Allah memilih yang terbaik untuk untuk dirimu meminta silakan tapi biarkan Allah yang memilih soal dikabulkan tidak dikabulkan karena Allah lebih tahu siapa kita dibanding kita mengetahui siapa kita nah Bagaimana cara mengajak anak untuk kembali kepada Hidayah sunah sementara anak sudah sangat jauh melangkah dan tidak mau mendengar mendengarkan nasihat orang tua kalau yang Atum minta Bagaimana caranya supaya anak itu ikut saya mengatakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun tidak punya tahu tidak tahu caranya bagaimana cara mengajak anak agar anak itu kembali kalau yang ditanyakan Bagaimana caranya untuk menyampaikan kepada anak setelah ini disampaikan anak itu pasti ikut kalau itu yang Antum tanya jawaban Ana Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun tidak tahu caranya karena kalau nabi tahu cara menyampaikan sesuatu yang membuat orang langsung ikut Ana yakin Abu Thalib dapat Hidayah Rasul akan menyampaikan dengan cara yang luar biasa yang setelah itu Abu Thalib akan akan ikut Ana yakin anak Nabi Nuh dapat Hidayah Ana yakin ayahnya Nabi Ibrahim dapat Hidayah kalau mereka tahu cara menyampaikan Setelah disampaian orang langsung ikut patuh dan taat kepadanya namun cara itu tidak ada Allah berfirman innaka la tahdi Man ahbab wakinallaha yahdiasya engkau tidak akan bisa memberikan Hidayah kepada orang yang engkau cintai Kenapa Nabi hanya berdakwah menyampaikan dengan lemah lembut dengan akhlakul karimah soal Apakah orang itu terima tidak terima di tangan Allah tak ada yang menasihati orang lebih hebat daripada nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pertanyaannya Apakah seluruh orang yang didakwahi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mendapat Hidayah jawabannya tidak yang dapat dapat yang tidak tidak jadi bukan kemahiran menasihati Oleh karena itu jangan pernah tanya kepada siapun cara menasihati anak supaya anak patuh dan taat karena tidak ada kalau Allah mengatakan kepada para nabi dan para rasul in Alaika illal balag Tugas anda hanya menyampaikan apalagi kepada kita kalau para nabi dan para rasul mengatakan in Alaina illal balag tugas kami hanya menyampaikan maka Apalagi kita Tugas kita hanya menyampaikan soal dapat Hidayah tidak dapat Hidayah di tangan Allah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian gencar menasihati pamannya Abu Thalib dapat Hidayah atau tidak tidak dapat Hidayah sementara Salman Alfarisi masuk agama Islam tanpa satu kalimat pun dari nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam mendakwahi Salman Alfarisi Imam Ibnu qayyim mengatakan dalam kitab beliau seolah-olah Allah mengatakan kepada rasulnya engkau inginkan untukmu Abu Thalib aku inginkan untukmu Mus Salman Alfarisi biarkan Allah yang memilih Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pergi ke Thaif setelah wafatnya Abu Thalib dan ingin mendakwahi suku-suku ketua-ketua suku yang ada di Thaif Bani tsqif ternyata mereka tidak menerimanya bahkan menghinakan nabi kita Sallallahu alaii wasallam dengan suatu yang kita ketahui bersama setelah itu budak masuk Islam setelah Nabi berdarah-darah istirahat seorang budak masuk Islam seolah-olah Allah mengatakan kepada nabinya tercinta kamu inginkan pemuka-pemuka Bani tsqif aku inginkan untuk m buudak ini maasyar muslimin maasyar muslimat rahimani warahimakumullah maka kita tidak pernah punya kuasa untuk masuk ke dalam hati seseorang melakukan perubahan pada hati itu itu enggak ada kuasa kita di sana yang bisa masuk ke dalam hati seseorang melakukan perubahan pada orang itu hanya Allah subhanahu wa taala maka nasihati terus nasihati terus nasihati terus dan doakan doakan nasihati doakan nasihati doakan jangan putus-putus sampai kapan sampai terakhir sampai titik terakhir dia meninggal atau kita meninggal lihat nasihat Nabi Nuh sampai pertemuan terakhir dengan anaknya dan pernah terjadi dalam kehidupan kita ini seorang anak yang baru menyesal tidak mau kembali kepada agama setelah kedua orang tuanya yang rajin menasihatinya meninggal dunia dan itu tentunya tidak kita inginkan untuk untuk anak kita kita berharap Allah berikan kepadanya Hidayah sementara kita masih hidup tapi dalam kehidupan kita yang yang yang yang tidak panjang ini dalam pengalaman hidup yang tidak panjang ini ada seorang anak yang baru kemudian menyesal dan kembali kepada sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setelah kedua orang tuanya meninggal dunia baru timbul penyesalan timbul kesedihan timbul Saya tidak dulu tidak mau patuh kepada orang tua saya orang tua rajin mengajak tapi saya rajin membangkang ala kulihal dapat Hidayah anaknya walaupun orang tuanya tidak menyaksikan Anaknya dapat Hidayah Setelah orang tuanya meninggal ayahnya sudah tiada Ibunya sudah tiada yang rajin menasihatinya untuk kembali kepada sunah Nabi tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam intinya nasihati terus boleh jadi boleh jadi dan boleh jadi Semoga di di di saat kita hidup dan Kalau setelah kita wafat wafat dalam kondisi melihat anak kita tidak dapat Hidayah mudah-mudahan setelah wafat dia baru dapat Hidayah seperti yang terjadi yang pernah datang yang perah menyampaikan kepada kita dia baru kemudian Taubat daripada amalan-amalan yang tidak sesuai dengan sunah setelah kedua orang tuanya yang rajin menasihatinya meninggal dunia intinya dapat hidayah anak itu selamat dia ketika dia menghadap rabbnya tabaraka wa taala kalauau toah pun tidak kewajiban kita sebagai orang tua kita lakukan dan di akhirat kita tidak dituntut oleh Allah karena kita melalaikan nasihat kepada kepada anak ini ada pertanyaan mengenai kaidah yang kelima Apakah benar tadi dalilnya surah al-anbiya ayat 6 ayat 106 ayat 106 pas Ana ngomong 100 Antum lagi lalai kali setelah Allah tegakkan hujah penduduk-penduduk neraka menyatakan bahwa memang kami orang yang celaka itu kami orang yang sesat dalam ayat lain kami zalim terhadap diri kami diakui tentang kami yang celaka dan kami orang sesat surah al-anbiya ayat Surah almukminun salah berarti surah al-anbiya surah almukminun ayat yang ke-106 surah almukminun maasyar muslimin salah ngomong yang alanbiya yang qolu ya wailana Inna kunna doalimin ayat ayat 14 dari surah al-anbiya Kami adalah orang-orang zalim surah al-ambiah ayat yang ke yang ke-14 ini masih berkaitan dengan mata sudah di atas 40 tahun adapun yang ini mereka berkata Wahai RAB Kami memang Kami adalah orang yang celaka Win Kami adalah orang yang sesat itu surah almukminun ayat yang ke-106 jazakumullahu kir angkanya Antum salah suratnya Ana yang salah dan kebenaran mutlak milik Allah subh subhahu wa taala sampai di sini pertemuan kita pada kesempatan yang berbahagia ini semoga Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal Jalal menjadikan kita hamba-hambanya yang taat kepada ke kepada Allah dan rasulnya dan patuh kepada kebenaran yang telah sampai kepadanya dan tidak sombong untuk menolak kebenaran itu karena kesombongan yang paling sombong adalah ketika datang kepada kita Alhaq lalu kita tolak alasan Apun alasan keluarga alasan jabatan alasan di tengah masyarakat dan yang lainnya kita tolak kebenaran itu adalah kesombongan yang sebenarnya hakikat sombong yang paling sombong adalah kebenaran Allah datangkan lalu kita tolak kebenaran itu Semoga kita menjadi hamba-hamba yang mencari kebenaran itu dan mengamalkan kapanpun kita temukan dan menerimanya amin ya rabbal alamin semoga Allah tabaraka wa taala wafatkan kita semua di atas Husnul Khatimah dan semoga Allah Tabarak wa taala yang telah menyatukan jasad kita di majelis ini semoga Allah Satukan jasad kita di majelis-majelis di surga subhanakallahumma wabihamdika asadua ilahailla Anta astagfiruka waubualhamdulillahibabbil alamin asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalikumsam Roja TV demikian pemirsa TV Roja di Manap pun anda berada kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cilangsi Bogor semoga yang kami hadirkan dapat memberikan manfaat wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Maududi Abdullah, Lc. – 8 Kaidah dalam Masalah Hidayah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply