3.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menebar cahaya sunah Roja TV asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pemirsa TV Roja di manapun anda berada Anda masih bersama kami saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam TV rja yang kami Pancar luaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi Bogor dan Ik Islam sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung dari masjid albarkah kami yang bertugas mengucapkan selamat mengikuti Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam cek cek Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhuagfirillah ti yahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Sallallahu Alaihi wa ala alihi wa ashabih waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin wasallama tasliman k ya ayyuhadina amanutaqulaha haqq tuqati W tamutunna illa wa Anum muslimun ya ayyuhanasqubakum wuma rijan waaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham Innallaha kaana alaikum roqiba ya ayyuhalladzina amanuttaqulah Wa quulu quullan sadida yuslih lakum a’malakum waagfirlakum dunubakum q ammau Fa asqal had kitabullah wiral had hadyu Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam umuri muhda Fa [Musik] Muh waalatin finar maasyiral muslimin maasiral muslimat ikhwani wa akhwati fiddin rahimani warahimakumullah merupakan nikmat Allah tabaraka wa taala yang sangat besar kepada seorang hamba manakala Allah tabar wa taala memberikan kepadanya hidayah untuk menerima Islam sebagai agama dan ketaatan untuk dia pelajari berilmu tentangnya dan dia amalkan dan ini indikasi bahwa Allah mencintai seorang hamba Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda udillahuhiir yufaqihu fiddin Barang siapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan maka Allah tabaraka wa taala akan Jadikan Dia orang yang paham dan mengerti agama paham dan mengerti agama tidak hanya secara ilmu akan tetapi juga amal karena ilmu tanpa amal bukan hanya sekedar tidak berguna dan tidak bermanfaat akan tapi dia adalah bencana dan petaka kepada orang yang berilmu dan tidak mengamalkan ilmunya maka di saat Allah tabaraka wa taala gerakkan kita hati kita untuk belajar agama Allah Tabarak taala dan untuk mengamalkan agama yang Allah tabaraka wa taala telah berikan kepada kita tersebut ilmunya maka ini adalah nikmat besar yang Allah tabaraka wa taala berikan kepada seorang hamba indikasi Allah menginginkan kebaikan terhadap hamba itu sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang sahih yang telah kita bacakan yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullahu rahmatan wasiah selawat dan salam kepada nabi kita tercinta Rasul kita yang mulia suri tauladan kita Nabi Muhammad bin Abdillah Sallallahu Alaihi Wasallam Semoga kita benar-benar menjadikan beliau sebagai suri tauladan di tengah banyaknya orang yang menyatakan secara lisan dari umat Islam bahwa suri tauladan mereka adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam namun ketika disampaikan kepada mereka ini yang Rasul ajarkan ini yang Rasul perintahkan ini yang Rasul amalkan bukan suatu hal yang berat bagi mereka untuk mengatakan memang yang kami amalkan tak sesuai dengan apa yang diamalkan Rasul akan tetapi izinkan dan Biarkan kami tetap melakukannya amat teramat banyak orang yang Seca lisan tegas mengatakan suri tauladan kami Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi giliran disampaikan kepada mereka ada yang salah dalam amal ada yang keliru dalam ilmu yang benar seperti ini dari nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam apa yang mereka menyatakan sebagai suri tauladan tak diamalkan Harusnya kalau kita mengatakan Rasulullah adalah suri tauladan maka benar-benar menjadikan beliau sebagai suri tauladan jadikan beliau sebagai teladan yang dengannya kita mengikuti kita menyesuaikan amal kita dengan apa yang beliau perintahkan Sallallahu Alaihi Wasallam menyuaikan menyesuaikan amal kita dengan apa yang beliau amalkan shawatu Rabbi wasalamu alaih karena itu perintah dari nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam untuk beragama seperti beragamanya beliau dan kaum yang hidup bersama beliau yaitu para sahabat ridwanullahi alaihim ajmaain maka benar-benarlah praktikkan Nyatakan apa yang kita sudah ikrarkan dengan lisan di dalam amal karena ketika apa yang kita katakan dengan lisan tidak sama dengan apa yang kita amalkan yang akan Allah nilai adalah apa yang kita amalkan bukan apa yang kita Nyatakan ketika pernyataan dengan kenyataan berbeda yang Allah akan nilai kenyataan bukan pernyataan karena pernyataan adalah ungkapan lisan yang bisa saja dusta dan sepakat penduduk bumi dari timur sampai barat dari utara sampai Selatan tak peduli muslim atau bukan muslim pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan bohong Kapan suatu pernyataan dikatakan dusta manakala Apa yang dinyatakan tidak sesuai dengan kenyataan naudubillah tma naudubillah minzalik apabila kita justru menjadi orang-orang yang berbohong dan berdusta dalam agama di saat kita menjadikan secara pernyataan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah suri tauladan giliran diajarkan kepada kita ini yang diajarkan Rasul kita tercinta Ini yang diamalkan Rasul kita tercinta kita tidak mau menjadikan beliau sebagai suri tauladan naudubillah smma naudubillahi minzalik ikhwani wa akhwati fiddin rahimani warahimakumullah sebagaimana yang tadi telah disampaikan bahwa materi kita-kita ganti dari yang awalnya adalah penghalang-penghalang Hidayah kita ganti menjadi an kaidah an kaidah dalam masalah hidayah karena Ana melihat ini lebih cocok untuk kita bicarakan dibanding tema yang sebelumnya walaupun di bagian akhir nanti kita sampaikan apa yang disampaikan oleh para ahli ilmu tentang hal-hal yang bisa menghalangi Hidayah namun secara ringkas bahasan kita lebih kepada bab ilmiah tentang Hidayah ada delan kaidah disampaikan oleh para ahli ilmu kita dapatkan dari para ulama delapan kaidah berhubungan dengan masalah Hidayah sebelum masuk ke dalam an kaidah ini sebuah keyakinan yang Allah Nyatakan di dalam al-qur’an sebuah akidah yang kita tidak boleh ragu di dalamnya bahwa Hidayah di tangan Allah Allah berikan kepada orang yang ia inginkan dan Allah jauhkan dari orang yang ia pilih ini banyak ayat di dalam al-qur’an Yahdi Man Yasya waudillu May Yasya Allah memberikan Hidayah kepada orang-orang yang ia inginkan dan Allah tabaraka wa taala memberikan kesesatan kepada orang yang Allah inginkan wakinallah habaikumul imahuiubikum wikumulfuq Hum dalam surah alhujurat Allahlah yang telah memberikan kecintaan kepada kalian terhadap iman dan menghiasi iman itu di dalam hati kalian dan Allah tabaraka wa taala juga yang telah memberikan kebencian kepada kalian terhadap kekufuran kefasikan dan kemaksiatan kalau itu terjadi ulaika humur rasyidun merekalah orang-orang yang berjalan di atas jalan petunjuk yang benar merekalah orang-orang yang dapat Hidayah lihat Allah yang menumbuhkan kecintaan terhadap Iman menghiasi nya di dalam hati Allah yang memberikan kebencian terhadap maksiat terhadap kekufuran terhadap kefasikan dan kemaksiatan bahkan semua kita tahu siapa-siapa di antara manusia yang berjalan di atas jalan Hidayah dan menutup hayatnya di atas jalan Hidayah dan siapa di antara manusia yang tidak berjalan di atas jalan Hidayah dan wafat di atas jalan kesesatan itu sudah Allah tulis di dalam rahim seorang wanita sebelum kita dilahirkan bahkan Jauh sebelum itu Allah telah menuliskannya di laahul Mahfud sebagai bukti bahwa Allah tabaraka wa taala yang telah memberikan Hidayah kepada orang yang diinginkan Allah dan menjauhkannya dari orang yang diinginkan Allah dalam hal ini banyak sekali pertanyaan manusia banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada kita dan mayoritas pertanyaan itu logika manusia mudah-mudahan delapan kaidah berikut ini yang akan kita sampaikan ini mampu menjawab itu semua dan kita berharap setelah kita mendengarkan delapan kaidah yang disampaikan oleh para ulama yang kita nukilkan kepada Antum Pada kesempatan kali ini menjawab pertanyaan itu Kenapa Si Fulan diberikan Hidayah dan wafat di atas Hidayah Kenapa Si Fulan tidak diberikan Hidayah dan wafat di atas kesesatan bahkan telah turun firman Allah tabaraka wa taala menyatakan Fulan di dalam neraka Fulan wafat di atas kekufuran walau dia masih hidup di permukaan bumi maasyiral muslimin maasyiral muslimat kaidah yang pertama Hidayah bahagian Dar daripada takdir dan takdir Terbagi Dua ada yang bisa diketahui dan ada yang tidak ini kaidah pertama ketika seseorang diberikan oleh Allah Hidayah atau seseorang dihalangi oleh Allah dari Hidayah diberikan Hidayah terhalang dari Hidayah takdir Allah subhanahu wa taala rabbul Izzati Wal jalalah dan takdir Allah tabaraka wa taala terbagi dua sesuatu yang bisa kita ketahui dan sesuatu yang tidak bisa kita ketahui Hidayah bagian daripada takdir itu oleh karena itu ada hal-hal yang bisa kita ketahui ada yang tidak ketika Allah tabaraka wa taala mentakdirkan Abu Jahal mentakdirkan Firaun mentakdirkan Qarun penduduk neraka Allah tidak berikan kepada mereka Hidayah Allah beritahu kepada kita sebab-sebabnya sehingga dengannya kita mengetahui Kenapa Allah tabaraka wa taala tidak memberikan Hidayah kepada mereka ketika Allah tabaraka wa taala rabbul Izzati Wal Jalal memberikan Hidayah kepada para sahabat kita tahu sebahagian sejarahnya Bagaimana Abu Bakar Bagaimana Salman Alfarisi Bagaimana Bilal bin Rabah mempertahankan agamanya namun Apakah biografi seluruh manusia kita ketahui jawabannya tidak ketika dia adalah bahagian daripada takdir Allah rabbul Izzati Wal jalalah ketahui bahwa takdir Allah itu ada yang kita ketahui Kenapa Mengapa kesombongan iblis yang membuat Allah tutup Pintu Hidayah dari iblis laknatullahi alaih Allah beritahu kepada kita pahami ini sebagai kaidah penting di dalam masalah Hidayah yaitu Allah Ketika memberikan Hidayah kepada seseorang kita tahu sebagian sebabnya dan sebagian lain kita tidak tahu dan hal-hal yang tidak diketahui daripada takdir Allah tabaraka wa taala tidak diperintahkan kita untuk mencari-cari kenapa mengapa kenapa mengapa kenapa mengapa Allah tahu siapa dia dan Allah tabaraka wa taala tahu apakah dia orang yang berhak mendapatkan hidayah atau tidak mendapatkan hidayah kembalikan kepada Allah rabbul Izzati Wal jalalah terkadang kita heran maasyaral muslimin maasyaral muslimat ada orang yang wafat di atas kekufuran menurut kita sebaik-baik manusia secara sifat secara muamalah secara bertetangga secara bersahabat secara bertransaksi secara bermuamalah sebaik-baik manusia lisannya terjaga Budi pekertinya terjaga tidak menyakiti membantu orang lain tapi kenapa Allah tabaraka wa taala tidak berikan Hidayah kepadanya takdir Allah bahagian daripada yang tidak kita ketahui di tengah orang Quraisy dahulu kala ada orang bernama Abdullah bin jad’an atau jud’an secara akhlak secara budi pekerti secara kedermawanan manusia yang luar biasa wafat di atas kekufuran Aisyah sampai bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis rway imam muslim Ya Rasulullah Abdullah bin jad’an mauhu finar Ya Rasulullah Abdullah bin jad’an Kenapa masuk neraka orang yang terkenal dengan biografi yang yang bersinar kebaikan dari dirinya wafat Allah takdir di atas di atas kekufuran sehingga bertanya Aisyah radhiallahu Taala anha kepada nabi kita tercinta Sallallahu Alaihi Wasallam dan tempat bertanya yang benar karena nabi bisa dapat apa Wahyu tapi Al bertanyanya ke ustaz zaman sekarang Ustaz mana yang dapat Wahyu kecuali kalau dia punya anak namanya Wahyu stop pertanyaan ini tapi kalau ditanyakan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bisa saja bisa Rasulullah mendapatkan Wahyu dan menjawab S sesuai dengan Wahyu Kenapa itu takdir Allah bahagian daripada rahasia Allah tabaraka wa taala yang bisa saja Allah beritahu kepada nabinya dan dijawab oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan Wahyu yang telah Allah wahyukan kepadanya linahu lam yaqul yauman rbfirli dambi Yauma tabatu ibadak karena dia seumur hidupnya nak pernah meminta kepada Allah wahai rabku Ampuni dosaku pada saat engkau membangkit kan hamba-hambamu dia orang yang tidak beriman dengan akhirat dia orang yang tidak pernah beriman dengan adanya hari akhirat dia adalah orang-orang yang kufur terhadap hari akhirat telah disampaikan kepadanya Berarti ada hari akhirat akan tapi dia tidak mengimaninya Dan ini yang membuat Allah menutup Hidayah dari Dari Dirinya diketahui namun Apakah semua orang yang tidak mendapatkan hidayah kita ketahui sebabnya tidak maka yang kita ketahui daripada sebab-sebab Hidayah dari nas-nas yang ada dari kisah yang ada kita jadikan bagian daripada takdir yang diketahui yang lainnya bahagian daripada yang tidak diketahui dan yang tidak diketahui tak perlu untuk kita cari-cari kenapa mengapa kenapa mengapa kenapa mengapa akhi fiddin ketika menurut kita orang itu baik Allah wafatkan di atas kekufuran dan kesyirikan sehingga menjadi penduduk neraka berarti ilmu kita dengan ilmu Allah tentang dia beda paham apa sulit memahaminya Ana rasa tidak sulit menurut kita ini orang baik loh harusnya orang seperti ini gampang dapat dapat Hidayah bahkan sebagian kita mengatakan soal akhlak soal kedermawanan soal berbagi soal kepedulian soal sosial jauh mengalahkan orang Islam misalnya logika kita mengatakan harusnya orang seperti ini gampang dapat Hidayah Kenapa wafat di atas kekufuran syaratnya harus wafat di atas kekufuran kalau masih hidup Ada kemungkinan mendapatkan hidayah kita tidak berbicara namun kalau sudah maktum Alaihi Bil kufur ditutup usianya di atas kekufuran tahulah kita dia tidak dapat Hidayah sehingga kita bertanya orang seperti ini kenapa rumusnya maasyir muslimin rahimani warahimakumullah Berarti ilmu kita tentang orang itu berbeda dengan ilmunya Allah tentang dia kira-kira kalau ilmu kita berbeda dengan ilmu Allah yang salah ilmu siapa apa Wahai orang-orang yang berpikir Jawablah dengan pikiran anda dengan logika berpikir Anda yang cerdas ilmu Saya tentang Dia berbeda dengan ilmu Allah tentang dia yang salah ilmu siapa maka tudinglah diri kita jangan tuding ilmunya Allah apa yang kita tahu dari dirinya sesuatu yang dia pertontonkan kepada kita Apa yang dia lakukan di di balik kita tanpa sepengetahuan kita sesuatu yang dia pertontonkan kepada Allah tabaraka wa taala dan Allah tahu siapa dirinya subhanahu wa taala rabbul Izzati Wal jalalah Maka jangan masuk kaidah yang berikutnya jangan mengira bahwa Allah menzalimi dirinya jangan mengira bahwa Allah menzalimi mereka kaidah yang kedua Allah itu maha adil dan tidak pernah menzalimi siapapun Di Dalam Hadis Qudsi riwayat Imam muslim Allah telah Nyatakan ya ibadi inni Har wahai hamba-hambaku aku telah haramkan kezaliman untuk diriku Allah telah mengharamkan kezaliman untuk dirinya waa’altuhu bainakum muharaman falaalamu aku juga telah menjadikan kezaliman itu haram untuk kalian lakukan sesama kalian Fala talamu Maka jangan kalian saling menzalimi tak ada siapapun yang bisa mewajibkan kepada Allah kecuali dirinya sendiri maka Allah telah mengharamkan untuk dirinya kezaliman dan di dalam al-qur’an sering kita temukan W rabbuka bidamin Lil Abid rabmu tidak pernah menzalimi hamba-hamba bahkan di dalam al-qur’an surah Kahfi kita membaca firman Allah tabaraka wa taala di ayat yang ke-2 yang ayat yang 49 wala yadlimubuka Ahada wala yadlimu rabbuka Ahada rabmu tidak pernah menzalimi siapun maasyaral muslimin maasyaral muslimat Allah tak pernah berbuat zalim Allah selalu berbuat adil maka Hidayah yang diberikan atau Hidayah Yang dihalangi larikan kepada kaidah Allah Maha Adil maka tidak akan ada orang yang dihalangi dari hidayah itu dizalimi oleh Allah rabbul Izzati Wal jalalah tidak ada seluruh penduduk neraka Allah katakan wamnahum kami tidak pernah menzalimi mereka wakinu anfusahum ylimun mereka yang menzalimi diri mereka sendiri di akhirat ada dua ada rahmat dan kasih sayang Allah untuk penduduk neraka ada keadilan Allah yang Allah tetapkan untuk penduduk neraka maka siapapun yang Allah halangi dari hidayah karena dia pantas untuk mendapatkan itu dan siapapun yang Allah tabaraka wa taala berikan kepadanya Hidayah Dia adalah orang yang pantas untuk mendapatkan itu dan Allah letakkan segala sesuatunya dengan penuh keadilan dan Allah tidak menzalimi siapapun terhadap penuduk neraka di akhirat Allah Katakan Ya I terhadap kita yang ada terhadap ganjaran-ganjaran akhirat Allah katakan ya ibadi innama Hiya amalukum apa yang kalian temukan di akhirat Ini amal kalian uhakumum aku simpankan untuk kalian aku catatkan untuk kalian amal kalian itu kemudian saya kembalikan kepada kalian amal kalian itu orang yang telah dilarang diberitahu kepada dia bahwa ini adalah sesuatu yang terlarang diberitahu kepadanya bahwa ini mengundang murka Allah diberitahu kepadanya bahwa ini akan menjerumuskan Anda ke dalam neraka Allah dia tidak mau berhenti tetap dia lanjutkan ditegur sekali dua kali tiga kali di saat ditegur dia Taubat menurut dia i toubat padahal tidak tobat bukan seperti itu tobat adalah dengan keikhlasan bukan karena kesakitan dua hal yang berbeda tbat karena ikhlas atau tbat karena sakit kalau tobat karena ikhlas bertahan insyaallahu taala dan ini tobat yang diinginkan Allah rabbul Izzati Wal jalalah Oleh karena itu ikhlas dijadikan para ulama Salah satu syarat di antara syaratnya Taubat tapi orang tbat karena sakit itu sampai habis sakitnya saja habisnya sakit habis tobatnya itu bukan Taubat itu hanya menderita sakit dan berkeinginan untuk kembali kepada kebenaran di saat sakin sakit sedang dirasakan seandainya hilang sakitnya kembali lagi itu bukan tbat hati-hati yang karena sesuatu penderitaan kemudian dia menyatakan toubat karena penderitaan itu dia tidak toubat dia hanya sedang Jera sesaat dan termasuk orang-orang kufar di akhirat yang menyatakan kepada Allah tabaraka wa taala kembalikan kami ke dunia kami jadi orang Saleh Allah katakan walau ruddu laadu sekiranya mereka dikembalikan ke dunia mereka akan kembali berbuat maksiat kenapa ketika di akhirat sakitnya dapat minta kembali ke dunia untuk jadi orang Saleh kalau sudah kembali kepada dunia kepada orang saleh dan kemudian kembali kepada kehidupan dunia rasa sakit hilang kembali kepada maksiat orang yang telah ditegur sekali dua kali tiga kali empat kali Li Entah berapa kali ditegur oleh Allah tabaraka wa taala ketika ditegur dia seolah-olah ingin Taubat seolah-olah ingin kembali Hilang Rasa sakitnya dia kembali kepada maksiatnya lihat apa yang Allah lakukan kepada Firaun laknatullahi alai dan kaumnya ditegur dengan ini ditegur dengan itu ditegur dengan belalang ditegur dengan kutu ditegur dengan darah ditegur dengan beraneka ragam teguran ketika ditegur datang kepada Nabi Musa udu rabbak Mintalah kepada rabbmu kalau diangkat oleh rabmu penyakit ini masalah ini kondisi ini kami akan beriman kepadamu dan ikut kepadamu Gan diangkat oleh Allah kembali lagi kepada perbuatan maksiat ala kullial Saya ingin Kita ingin mengatakan bahwa orang yang akhirnya Allah Tabarak tutup darinya Pintu Hidayah Allah tidak menzalimi dirinya Karena Allah tidak pernah berbuat zalim ini yang disebut oleh para ulama tentang orang-orang yang dapat Hidayah dia orang yang pantas dapat Hidayah di dalam dirinya ada kebaikan yang kebaikan itu mentakdir menjadikan Allah mentakdirkan Hidayah untuknya begitu juga sebaliknya ada orang-orang yang tidak pantas hidayah itu ada pada dirinya karena dia memiliki keburukan-keburukan yang membuat hidayah itu jauh dari dirinya dan Allah maha tahu siapa dia dan Allah perlakukan dia dengan keadilan Allah rabbul Izzati Wal jalalah yang tidak adil itu kalau orang seperti Abu Bakar dimasukkan neraka dan orang seperti Abu Jahal dimasukkan Surga itu yang tidak adil itu yang tidak adil orang semesal Abu Jahal tak pantas masuk surga Allah tabaraka wa taala rabbal Izzati Wal jalalah sehingga ketika dia diletakkan oleh Allah di neraka memang di situ tempat yang cocok untuk dirinya bukan kesalahan Allah namun keadilan Allah namun apa keadilan Allah masyiral muslimin keadilan di mana-mana adalah kebaikan walaupun akibat daripada keadilan itu adalah Anda harus dipenjara seumur hidup banyak orang di permukaan bumi ini ketika keadilan diterapkan sehingga membuat pelaku kriminal harus dipenjara harus dibunuh tak ada yang protes bahkan acungkan jempol Masyaallah hakimnya adil luar biasa giliran Allah menerapkan keadilan Kenapa banyak orang yang protes ini salah satu di antara poin manusia dalam rumus dunia benar Tapi dikembalikan kepada agama salah di dunia ini enggak ada yang protes ada adanya adanya penjara dipenjara orang Diapain Diapain dipenjara dihukum disebabkan apa perbuatan dia membunuh mutilasi merampok membegal masukkan penjara enggak ada orang yang protes Kenapa dizalimi orang di penjara enggak ada bahkan semua orang setuju para penjahat itu para pelaku kriminal itu pantasnya di penjara tidakak pantas berada di di kehidupan bebas manusia Lalu kenapa Ilat yang sama adanya neraka membuat mereka protes Pahamilah bahwa ketika keadilan itu ditegak sehingga membuat pelaku kriminal akan dipenjara walau seumur hidup menendegakkan Keadilan adalah kebaikan dan RAB yang kita ibadati adalah RAB Yang Maha maha adil subhanahu wa taala di dalam al-qur’an Allah mengatakan wala tuzlamuna fatila wala tulamuna fatila kalian tidak akan dizalimi Allah walau sebesar Fatil Fatil Kalau antum melihat biji kurma semua kita pasti pernah melihat biji kurma lihat di biji kurma itu ada titik ada titik di bagian tengahnya itu Fatil titik di tengah biji kurma itu disebut apa Fatil dalam ayat lain wlama naqir kalian tidak dizalimi walau walau sebesar Nair naqir garis di tengah biji kurma biji kurma itu akan bergaris di tengah-tengahnya itu naqir sebesar titik yang ada di biji kurma itu kalian tidak akan pernah dizalimi sebesar garis sehalus garis yang ada di tengah-tengah biji kurma itu kalian tidak akan pernah dizalimi Allah subhanahu wa taala seperti itu Allah mengatakan kepada kita bahwa Allah tidak menzalimi siapapun termasuk orang yang akan Allah halangi darinya apa Hidayah kaidah yang ke tiga ketika Allah memberikan Hidayah dan ketika Allah menghalangi Hidayah dari seseorang penuh dengan hikmah Allah Maha bijaksana Allah Hakim nama Allah tabaraka wa taala adalah Hakim penuh hikmah penuh kebijaksanaan semua yang ia kerjakan penuh dengan kebijaksanaan itu dan pasti ketika Allah memberikan Hidayah ada hikmah-hikmah kenapa Allah berikan itu kepadanya dan pasti Ketika seseorang dihalangi dari Hidayah ada hikmah-hikmah kenapa Allah tidak berikan itu kepadanya itu pasti karena seluruh yang dilakukan oleh Rabb kita dilakukan dengan penuh hikmah puluhan ayat di dalam al-qur’an Allah mengatakan Innallaha kaana Aliman hakima wallahu Aliman hakima Allah itu maha tahu dan Allah tabaraka wa taala Maha bijaksana dan salah satu makna daripada Hikmah itu adalah Allah Letakkan sesuatu pada tempatnya yang benar Allah Letakkan sesuatu pada tempatnya yang yang benar sehingga yang pantas dapat Hidayah Allah akan berikan hidayah itu kepadanya yang tidak pantas dapat Hidayah Allah jauhkan Hidayah itu dari dirinya Kenapa Allah Maha bijaksana Allah Maha Hakim Allah letakkan segala sesuatu pada tempatnya yang benar dan dalam bab ini para ulama mengatakan apabila kita tidak tahu Hikmah apa di balik semua itu yang harus kita yakini ada hikmahnya Namun kita tidak tahu ada hikmahnya namun apa Namun kita tidak tahu seluruh yang Allah lakukan penuh hikmah dan bukanlah syarat bahwa kita tahu Hikmah itu dari Allah rabbul Izzati Wal jalalah tak ada amalan Allah tabaraka wa taala yang berbuat tanpa hikmah Oh mentang-mentang Allah itu maha berbuat apa pun yang dia inginkan Lalu ia berbuat semana-mana tanpa ada perhitungan Hikmah di dalamnya tidak ada kena Kenapa karena Hakim Hikmah itu adalah nama Allah dan sifat Allah sehingga apapun yang ia perbuat akan penuh dengan hikmah karena Allah tabaraka wa taala Hakim rabbul Izzati Wal jalalah tahu atau tidak tahunya kita pasti Allah melakukannya penuh dengan dengan hikmah apapun yang Allah takdirkan apapun yang Allah yang yang Allah Tentukan apapun yang Allah putuskan penuh dengan hikmah sebagian kita tahu sebagian kita tidak sebagian kita tahu hikmahnya sebagian kita tidak tahu hikmahnya nya dan apa yang tidak kita ketahui hikmahnya wajib kita yakini ada hikmahnya namun saya tidak tahu sampai sekarang apa hikmahnya dan tidak dituntut untuk mencari-cari tahu hal yang tidak kita ketahui memaksakan diri untuk harus tahu hikmah Allah takak dituntut untuk itu kaidah berikutnya pahami sadari bahwa akal kita terbatas Pahami Dan sadari bahwa akal kita terbatas sehingga keterbatasan akal kita menuntut kita tidak akan tahu semua hikmah Allah Kenapa begini Kenapa begitu Terkadang manusia memaksakan diri harus tahu harus dijawab Kenapa begini Kenapa demikian Kenapa begitu Kenapa demikian mencari secara taanud secara berlebihan secara Gulu tentang hikmah yang ada di balik semua ketentuan-ketentuan allah rabbul Izzati Wal jalalah dan ini adalah perbuatan yang tercela manusia mengira mereka bisa paham segala-galanya dengan akalnya padahal akal itu terbatas Allah menciptakan manusia penuh dengan keterbatasan kemampuan mendengar terbatas kemampuan melihat terbatas kemampuan berilmu terbatas otomatis akal juga apa terbatas Ada apa logika kita harus mengetahui seluruh yang diinginkan dan diperbuat oleh Allah rabbul Izat Ada apa Kenapa kita harus paksakan akal kita harus tahu semua hikmahnya maka hadirkan bahwa akal kita ini terbatas sehingga Berhentilah dalam hal-hal yang menjadi batasan-batasan akal dan ketika kita tidak tahu sadari bahwa inilah saya sebagai seorang manusia yang penuh dengan segala keterbatasan termasuk akal saya untuk memahami segala sesatu terbatas maka ketika Allah sembunyikan jangan dicari-cari jangan di diwajibkan harus tahu masuk waktu Kayaknya baru berapa Insyaallah empat lagi setelah kita melaksanakan salat Isya berjamaah biidnillahi Azza waalla shallallallahu wasallam wabaraka wa Anam ala abdihi wa rasulihi Muhammad ikhwat Al Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar Allahu Akbar
Ustadz Maududi Abdullah, Lc. – 8 Kaidah dalam Masalah Hidayah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply