Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 08211345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahu Kir simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi wan Walah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wasasul Badu saudara Kesiman dan siakidah para pemerhati raja di mana pun anda berada Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga muliakan dan m berkahi kita semua Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan sejarah-sejarah ee faedah-faedah sejarah Islam disampaikan oleh alustaz Dr Ali Musri semjan Putra hafidahullahu taala eh selama beberapa pekan kedullah kami tidak bisa menghadirkan secara langsung dan hari ini Alhamdulillah kembali kami hadirkan ke kaca anda dan ke ruang near Anda secara langsung dari pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini setelah ee materi seperti biasa kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pemesan kita baik melalui Layanan Telepon ataupun melalui layanan pesan Whatsapp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alustaz kami persilakanad Maskur bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasatu wasalamu rasulillah ill Billah pemisa dan pendengar ro TV danadi Roja dimuliakan Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah puji syukur kepada Allah subhanahu wa taala di kesempatan yang mulia ini di pagi Jumat hari yang penuh berkah ini sebaik-baik hari dalam satu minggu sebenarnya dikabarkan oleh rasul dalam hadisnya yang sahih semoga waktu-waktu yang kita luangkan untuk menuntut ilmu senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah subhanahu wa taala dan juga segala urusan hidup kita pemira dirahmati Allah subhanahu wa taala tak lupa pula di hari yang berkah ini kita dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk memperbanyak berselawat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallamemtivasi umatnya Barang siapa yang berselawat Kepada beliau Allah subhanahu wa taala akan balasi 10 kali lipat dari selawatnya tersebut dan orang-orang yang senantiasa banyak dan suka menggun mengisi waktu-waktu dengan bersalat kepada rasul sahu Alaihi Wasallam Dia adalah orang yang kan berhak mendapatkan syafaat dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma shalli wasallim ala Nabina Muhammadin waa alihi AJ pemira yang dirahmati Allah subhanahu wa taala masih seputar pembahasan kita tentang yaitu tuduhan-tuduhan ya dusta terhadap Syekh Syekh Islam Ibnu Taimiyah ya yaitu tuduhan-tuduhan yang dibuat oleh orang-orang pembenci dakwah sunah dakwah yang menyeru kepada tauhid mereka menyerang para ulama-ulama yang telah menjelaskan pembahasan akidah pembahasan sunah dengan sangat jelas dalam kitab-kitab mereka Maka untuk membuat orang tidak suka dan lari dari kitab-kitab yang telah diwariskan oleh para ulama tersebut Mereka mencoba membuat bermacam tuduhan tentang ulama-ulama yang telah menghabiskan waktu dan umurnya untuk menegakkan agama Allah dengan hujah yang sangat kuat dan terang di antara nasyal Islam Taimiyah yang sedang kita bahas yaitu berbagai tuduhan terhadap beliau ya dengan penuh kedustaan semima pada pertemuan yang lalu kita telah membahas di antaranya tuduh bahwa dia ya Eh pada tuduhan yang ke-16 dalam pembahasan kitab ini dituduh beliau mengkafirkan Ibnu Abbas dan empat imam yang mazhab yang masyhur dibuat oleh orang yang menuduhkan ini hujahnya Di dalam kitab tidak satatul mustaqim dan ini telah kita bahas dan kita bantah dan seang siapa yang membuka satu lembar dua lembar dari kitab SY taiah akan tahu Bagaimana pandangan beliau terhadap para sahabat nabi dan tidak sedikit pesan dan EE penjelasan beliau tentang kemuliaan para sahabat nabi apalagi di antara sahabat-sahabat yang terkenal dengan ilmunya seperti I Abbas R Anhu bahkan beliau sangat tegas dalam kitab beliau seperti akidah tahawiyah pandangan beliau terhadap sahabat nabi radhiallahu anhum ajmain yaitu Bahwa sukuajum berdiam menahan lisan daripada membicarakan perselisihan terjadi di antara sahabat di akhir masa eh pemerintahan ee Ali Bin Abi Thalib atau di akhir masa pemerintahan utman bin Affan dan kemudian juga di masa pemintan khalifah Ali Bin Abi Thalib Rahimah eh radah anhum ajmain jadi ini sebuah tuduhan-tuduhan yang senantiasa dibuat oleh para apaan dusta untuk supaya ee apa namanya orang-orang yang terpengaruh dengan tuduhan-tuduhan tersebut tidak mengambil faedah dan ilmu dari apa yang dijelaskan oleh dalam kitab-kitabnya Syekh Islam Tiah sangat ya apa namanya ee besar sekali jasanya dalam menjelaskan akidah ahlus sunah jamaah dalam tulisan beliau dan menjelaskan berbagai argumentasi-argumentasi yang dipakai oleh ulama Salaf dalam menegakkan akidah Mereka kemudian di samping itu beliau juga mengkritik paham-paham yang menisi pemahaman Salafus Saleh atau hal-hal yang merusak akidah dan juga pemahaman teradap agama yang mulia ini di arah tuduhan yang ke-17 ya Ee setelah kita menjawab tuduan terhadap yang ke-16 itu ee tentang bahwa Ibnu Taimiyah dituduh sebagai orang yang mengkafirkan Ibnu Abbas ataupun mengkafirkan ee empat imam mazhab ini sudah kita jawab sebelumnya dengan sangat jelas di mana Ibnu Taimiyah dalam banyak sekali setiap lembaran-lembaran beliau jelaskan dalam kitab beliau pasti beliau menukil perkataan para sahabat ataupun pendapat para imam-imam mazhab dan tidak ada satupun kalimat-kalimat yang beliau eh ungkapkan yang menjurus kepada sedikit merendahkan para sahabatun para ulama-ulama bahkan beliau mencoba menulis Bu kitab untuk membelah kehormat para ulama-ulama yang mungkin kadang-kadang terdapat dalam salah satu istihad-istihat mereka hal yang lebih e apa namanya hal-hal yang tidak sesuai dengan sunah rasul wasam maka beliau menjelaskan alasan-alasan para ulama tersebut dan kita wajib tetap menghormati para ulama tersebut sebenarnya beliau kupas dalam kitab Belu mengangkat celaan dari para ulama-ulama umat ini ya Dar para ulama ulama yang Alim dan tidak sedikit beliau di dalam kitab-kitab beliau yang mencintai para sahabat sering sekali beliau bahas apalagi bila kita baca kitab beliau terhadap bantahan terhadap orang-orang Syiah rafidah terutama kitab beliau minhaj sunah nabawiah di sana beliau Bagaimana memela kehormatan para sahabat nabi radhiallahu anhum ajmain Ya bagi para ee penuntut ilmu yang Junior sekalipun akan mengetahui tentang kedustaan yang dinisbahkan pada S Islam tersebut kemudian tuuduhan yang ke-17 adalah ini yang juga tersebar ke mana mana dan disebarkan oleh berbagai kalangan ee yaitu yang membenci dakwah islam tamiah ya membuat opini-opini yang memprovokasi untuk membenci orang-orang yang mencoba menjelaskan pendapatat dan juga itihad ataupun mengambil faedah dari kitab-kitab SY Islamiyah yaitu mengatakan inahu yukirukif nah ini tuunya n masyhur sekali ya Di mana mereka mengatakan ee bahwa menyebut bahwa orang-orang Salafi atau mereka sebut juga dengan penamaan Wahabi suka mengkafirkan ya karena mereka terinspirasi menurut mereka dari Ibnu taimiyyah ataupun Dar Muhammad Wahab ya untuk jawaban tentang Syekh Muhammad Wahab kita juga punya kajian rutin tentang hal ini setiap malam Rabu Selasa sore selasa malam membahas tentang tuduhan-tuduhan negatif terhadap Syekh Muhammad Wahab dan kajian kita atau pembahasan kita pak pada setiap pagi Jumat ini kita bahas tentang tuduhan-tuduhan menjawab tuduhan terhadap SY Islam taiyah di antara tuduhan itu adalah mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya ini tuduhan yang sangat sering dibawakan oleh orang-orang ya padahal kalau dia membaca ya pembahasan-pembahasan dijelaskan Syiah sungguh Syiah adalah orang yang sangat antipati terap orang-orang yang bermudah-mudah dalam mengucapkan kalimat kafir kepada orang yang berbeda pendapat dengannya bab di antara yang menuduh beliau ini adalah Ramadan Buti Ya Ramadan Buti yang terkenal seorang ulama e yang disebut dengan berpaham Syiah rafidah dan juga berpaham ee Ikhwanul Muslimin ya dia ini mengarang kitab yang judulnya ada yaitu di dalam kitabnya menuduh bahas Islam taiah mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya yaitu ee ya dalam kitabnya asalafiyah ya punya Kitab An Nam asalafiah nah dia menuduhiah di situ adalah mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya ya maka Buti ini berkataadiah perkataan dari Ramadan Buti ini mengatakan bahwa in itu mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannyaakif Ya alijtihadiah hanya karena hal yang remeh-temeh sekalipun dalam urusan istihadiah gitu Ada nama wakif itu pada hal yang sangat rendah sekali dalam urusan istihadiah gitu karena Urusan yang sangat urusan sangat kecil istilah kita dia mengkafirkan orang Ber pendapat ini Sal tuduan dan ini tuduan-tuduan ini Ya tidak jauh dari apa yang dituduhkan oleh kelompok-kelompok yang lain ya terhadap syimiah ini baik dari kelompok syiah rafidah ataupun dari firqah-firqah yang Ahlul kalam ataupun firqah-firqah mutasawifah ya Banyak sekali mereka menuduh tuduhan-tuduhan yang begitu dusta terhadapah nah dan sebelumnya kita sudah menjelaskan Bagaimana penjelasan Manhaj orang yang berbat dengan beliau diantaranya Beliau mengatakan dalam kitabtohnya tidak boleh bagi seorang pun mengkafirkan siapun dari Kang kaum salah dan keliru sampai ditegakkan atasnya hujah dan dijelaskan kepadanya tentang almahajah itu adalah huah juga artinya daldalil Syari jadi tidak mudah dan tidak boleh ya kata beliau mungkin kalimat-kalimat ini didengar oleh orang-orang yang selama ini suka menyebarkan fitnah terhadah bel menegaskan dalam kitab beliau majmu pwa jilid 12 halaman 466 beliau menegaskan tidak boleh seorang pun mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin k beliau Ya walaupun dia tersalah dan keliru sampai dijelaskan kepadanya tentang huah dan diterangkan kep dalil-dalil yang Nyatakan kekeliran kesalahannya ada satu hal di sini yang perlu dijelaskan sedikit ahah jamaah ahl sunah jamaah tidaklah bermudah-mudah untuk menghukum seseorang yang kafir namun Kenapa timbul ungkapan-ungkapan tuduhan-tuduhan kepada para ulama-ulama sepertiah dan juga Muhammad Wahab dia suka mengkafirkan orang-orang yang membaca kitab Belu ini orang-orang yang tidak memahami ilmunya masih belum sampai kepada pembahasan-pembahasan yang lebih detail dalam masalah takbir tersebut dan kita tidak akan mendapatkan penjelasan-penjelasan yang detail dengan hal ini melebih daripada kitab-kitab tulis ulama Ahlus sunah Wal Jamaah atau ulama-ulama yangucap sebagai Wahabi oleh mereka atau ulama-ulama Salafiah ya ulama-ulama Salafiah begitu banyak menjelaskan masalah ini pertama dawabit takfir itu adalah ini perlu sedikit kita bahas karena ini dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam banyak penjelasan beliau ya dan juga beliau membantah orang-orang orang Syiah Rafid mengkafir para sahabat dan juga Ahlul kalam dalamitu ee dalam kitab manhajus nawiah dan juga dalam kitab ee eh ta anq wqal juga tentang kafir orang kalamul kalam ter orang-orang ahlus sunah Wal Jamaah di antaraabit yang penting diketahui adalah pertama harus persoalan yang dikafirkan itu jelas ada dalilnya dari al-quran sunah menyatakan suatu keyakinan suatu perkataan suatu perban itu adalah kafir itu yang pertama Ya jelas dihukum oleh dalil yang tegas jelas ya bukan ee apa Nam apa penafsiran-penafsiran tetapi jelas dalilnya tegas mengkafirkan sebuah ungkapan sebuah keyakinan sebuah perbuatan bahwa perbuatan itu adalah merupakan kafir dalam dalil tersebut nah kemudian kalau ada terdapat kalimat-kalimat kufur terhadap sebuah keyakinan perbuatan perkataan dabit yang keduanya adalah harus dibedakan Apakah maksud kufur dalam Nas itu kufrun Akbar au kufrun asghar karena tidak setiap kalimat kufur atau kalimat kafir dalam dalil Syari itu dimaksud adalah kafir yang mengeluarkan seseorang dari Islam Nah itu perlu kita ketahui karena ada kalimat-kalimat kufur di dalam al-qur’an sunah tetapi bermaksud bukan untuk menyatakan kekufuran yang dalam istilah kufur Akbar istilah para ulama itu kufur yang membuat seorang itu keluar dari agama Islam seperti ungkapan-ungkapan yang dicontohkan para ulama adalah ee firman Allah subh dalam dalam ehnya dalam Alquran karimahir Barang siapa yang tidak men maka dia kafir Ibnu Abbas dan murid-murid Ibnu Abbas Mujahid at semua mengatakan kufr kufr kufur yang bukanlah kufur yang ya kufrunun kufrin itu kufur yang bukan kekufuran yang mengeluarkan seorang dari Islam itu maksudnya jadi kadang-kadang kalimat kufur tidak dimaksud adalah kufur keluar dari Islam maka tidak selimat kata-kata kafir dalam nasnas Syari itu dimaksud keluar dari Islam dan juga seseorang eh apaanya dalam sunah-sunah Rasul S was juga banyak contohnya seperti Rasul wasam menyebutkan dalam hadisnya la janganlah ya kalian setelah aku meninggal nanti kembali menjadi kafir kata ras wasam ya yaitu sebagaian kalian memunggal leher yang lainnya ini bukan berarti perb tidak dosa besar tapi apakah terjadinya pereperanganara sem kaum muslimin atau itu kafir perlakunya Allah subh ta menjel Sura kelompok terjadi pertempuranang mereka Dikan keduanya ijma ulama bahwa seorang muslim bila membunuh orang muslim yang lain selama tidak menghalalkan ya perbuatan tersebut Tapi dosanya dosa besar makanya dia diqisos seseorang yang sengaja membunuh seorang-orang lain dia diqisos dan dia diselenggarakan penyelenggaraan mayatnya seperti seorang muslim dia dimandikan dikapani disalatkan dikuburan muslimin nah ini kufur dalam hadis tersebut bukan kufur yang mengeluarkan seorang dari Islam maksud demikian pula dalam Sabda lain Rasul ada dua hal di tengah umatku ini melakukan hal-hal yang kufur yaah Maksudnya apa yaitu seperti kataqin anwa yaitu meminta hujan dengan melalui bintang-bintang dan mencelah keturunan orang lain nah ini juga perkara-perkara yang ya Eh digunakan kalimat kufur untuk sebuah maksiat yang besar ya karena hal-hal yang serupa hanya ilak oleh orang kafir tapi pelakunya jika muslim tidak langsung dikafirkan dan tidaklah keluar dari Islam ya sebagana tadi kita sebutkan Sabda Rasulullah Ya dua hal di tengah umatku mereka lakukan itu adalah merukan kekufuran danih banyak contohttoh ya waktu yang tidak mungkinkan kita ringkas contoh-contohnya peng yang ketiga yang pertama tadi adalah ada dalil menyatakan suatu sikap keyakinan perbuatan itu adalah kufur yang kedua jika terdapat kalimat kufur dalam sebah dalil Syari harusbedakan yang dimaksud itu kufur Akbar atau kufuran asghar kufuran Akbar adalah kufur yang mengeluarkan dari keislaman sedang kufur asghar adalah tidak mengeluarkan dari keislaman baik itu perbedaannya antara k yang ketiga adalah yang harus diketahui adalah dibedakan antara takfir mutlak dengan takfir muayyan nah yang ketiga harus dibedakan itu harus membedakan ya takfir mutlak dan takfir maian kalimat kufur mutlak Apa maksudnya adalah mengkafirkan perbuatan sikap bukan pelakunya Nah itu dibedakan harus dibedakan ya seseorang bisa jatuh kepada kekufuran tapi pelakunya tidak kafir maka Fa Amr kufri kata ulama ya kafirb failu kafiran tidak setiap orang jatuh kepada suatu perbuatan yang kufur dia langsung kafir nah jadi ada takfir mutlak takir takfir mutlakanya Barang siapa mengatakan ini adalah kafir Barang siapa melakukan ini adalah kafir itu kafir mutlak kafir pengkafiran terhadap sebuah perobatan tapi pelakunya tidak dikafirkan ya Dan ini banyak sekali contohnya ya dalam hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ataupun apa namanya dalam kenyataan sejarah eh bukti dalam kehidupan ulama contoh hal ini umpamanya dicontohkan ulama umpamanya ya seseorang yau kepada amrung kufri tapi pelakunya tidak kafir seseorang seben hadis Bukhari yang berwasiat kepada anak cucunya ya keluarganya Jika Aku Mati nanti ya kalau aku meninggal nanti bakar Aku kemudian sebarkan debu-debu yang itu ke laut dan ke daratan di udara itu kata beliau kata orang kalau Allah mampu nanti menghidupkan aku aku akan diazab dengan azab yang tidak seorang pun mengalami azab seperti itu dari kalangan makhluk ini jadi orang ini disebutkan para ulama ragu tentang kudrat Allah dan juga meragukan tentang Hari Berbangkit ulama sepakat orang yang Syak ragu tentang Hari Berbangkit ru tentangud Allah adalah kufur tapi dalam hadis tersebut ketika Allah subhanahu wa taala membangkit orang tersebut menyuruhkan daratan ee tanah untuk mengumpulkan debu-debu tulang-tulangnya kemudian demikian pula ee lautan akhirnya orang itu berdiri di hadapan Allah ditanya ya Apa yang membuatmu melakukan hal itu makhafatuka Ya Rabb aku takut kepadamu ya Allah dan akhirnya dia tidak diazab ya dan tidak dikafirkan demikian pula ee di antara hal umpamanya Rasulullah S wasam mencontohkan membedakan antara Takin ya eh apa namanya antara takyin dengan eh eh mutlak itu adalah ketika rasulah wasallam melaknat orang yang meminum khamar orang yang membawanya orang menjualnya orang yang menuangkannya orang yang meminumnya orang yang membelikannya dan seterusnya ada 10 dilaknat dalam khamar itu Nah itu laknat umum tapi laknat muayan personal Ketika ada seorang sahabat namanya Abdullah di mulq himar dia sering minum khamar di masa r wasam dan kemudian sering juga diberikan hukuman maka pada suatu kali Setelah begitu seringnya dia dihukum ada seorang sahabat yang melaknatnyaah Semoga Allah melaknatnya betapa seringnya dia diberi hukuman kegara minum khamar ini apa kata ras Jangan engkau laknat dia sedangkan dalam hadis yang lain ras melaknat peminum khamar Tapi kenapa di sini dilarang karena dijelaskan iniin Takin laknat itu gak boleh ya cuma dengan takfir juga demikian Nah kalau kita lihat juga perkataan ulama masalah ini contoh ketika ulama kita ahlus sunah semuanya ba Imam Syafi’i Imam Ahmad ketika muncul perkataan muktazilah mengatakan al-quran itu makhluk ulama-ulama ah sunah mengatakan manqal Quran makhluk fua kafir orang mengatakan Quran itu makhluk adalah kafir itu hukum umum Tetapi apakah ulama-ulama mengkafirkan personalponalnya tidak makanya seperti Makmun sebagai khalifah yang sa itu dan mendoktrinkan paham itu kepada para ulama bahkan ada yang disiksa ada yang dibunuh untuk memaksa para ulama meyakini doktrin itu ya Imam Ahmad tidak mengkafirkan Makmun pad dia memaksa orang bukan hanya sekedar meyakini hal itu ya tapi Imam Ahmad tidak mengkafirkan Makmun baru salat di belakangnya dan akan mendoakan dan seterusnya nah ini menunjukkan bahwa beda antara takfir mutlak takfir Ma ini juga sama dengan hukumnya disebutkan setiap berzina adalah di neraka orang makan riba adalah Di neraka itu hukum umum jika ada seorang tetangga kita dia bekerja di tempat oh yang berbau riba maka kita tidak mengatakan ini ahlun Nar ini enggak itu takbir muay itu hukum muayyan namanya hukum muayyan itu berbeda hukum mutlak nah banyak orang-orang tidak paham dan penjelasan-penjelasan ini akan tidak akan didapatkan kecuali dalam kitab-kitab yang mereka tulis sebagai ulama Wahabi ya kan n sangat dirinci pembahasan ini oleh para ulama jadi banyak sekali dalil-dalil dibahas oleh para ulama tentang hal ini beda antara takfir Muktar Tir muayyan ya hukum mutlak dan hukum muayyan itu beda ya seseorang pencuri tempatnya di neraka Siapa yang mengatakan pencuri tidak di neraka kalau disebut surga Pasti orang senang mencri dong pasti semua kita e orang jelas dalilnya itu setiap pencuri di neraka tapi kalau ada seseorang mencuri di antara keluarga kita atau tetangga kita Apakah kita ahli neraka sudah pasti dia menjadi ahli neraka tidak kan Nah ini bedakan antara hukum mutlak dan hukum muayyan hukum personalnya tapi perbuatannya dihukum dosa dihukum kufur Iya pelakunya belum tentu yang keempat syaratnya adalah dawabitnya adalah dawab takfir itu adalah adanya sempurna syarat surut takfir dan mawani takfir syarat-syarat seorang dikafirkan Kapan sorang dikafirkan Kapan apabila syaratnya lengkap dan Maw itu adalah syarat-syarat kemwani hal-hal yang menghambat di sini ada l atau EMP disebut para ulama yang pertama adalah akal seseorang mengakukan perbuatan yang kufur itu bisa dikafirkan dia yang pertama syarnya dia berakal Kalau dia orang gila ya tidak bisa dikafirkan walaupun diaak perbuatan-perbuatan yang kufur menginjak-injak al-qur’an Panya mencela allahanya dia gila dan tidak kafir atau belum balig dia balig cara yang kedua balig Orangnya sudah balig tapi kalau anak-anak melakukan hal-hal yang sifatnya ya kalau dilakukan orang dewasa adalah merupakan perbuatan yang kafir kalau anak-anak melakukan tidak kena belum balik Nah karena Rasulullah menyebutkan dalam hadisnya ruiti eamasah ramasah ada tiga orang yang di amalannya tidak dicatat yaitu orang tidur sampai bangun anak-anak sampai balik dan orang gila sampai sembuh gilanya nah ini ya syarat-syaratnya yang itu harus ya balig dan berakal kemudian apagi alikhtiar ya Dia berbuat itu adalah tidak dipaksaya terpaksa Kalau dipaksa dia tidak kafir seb di masa Rasul wasam Amar bin Yasir dipaksa oleh orang kafir Quraisy untuk dan mencela Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia terpaksa melakukan maka seseorang kalau di dipaksa maka dia tidak kafir ya yang keempat adalah G muawil dia tidak mentakwil ya lawannya adalah takwil Manya takwil yaitu perkara-perkara yang bisa yang secara bahasa atau dalam dibolehkan mentakwil dan kemudian takwilnya salah itu pelakunya tidak dikafirkan seperti ulama-ulama asyairah yang mentakwil ayat-ayatus sifat tidak ada ulama satuun yang mengkafirkan orang-orang asyairah gak ada tapi ada takbir mutlak namanya orang mengingkari sifat-sifat Allah dia adalah kafir Nah itu takbir mutlak tapi muaynya enggak asyair tidak pernah dikafirkan oleh para ulama seorang pun Ya nah tapi Adapun kapan Lama orang mengingkari mengatakan al-quran itu makhluk atau mengingkari sifat Ulu dan seterusnya adakap ulama seperti itu namanya takfir mutlak bukan takfir mu nah ini yang yang yang apa yang ke berapa yang keempat ya syaratnya setelah yang kelima yang kelima daabitnya ya daabitnya adalah kalau syaratnya tadi kita sebutkan berakal balig kemudian eh ikhtiaram iqr kemudian Adam takwil ya dia tidak mentawil dan Tabik yang keerakhir adalah yang berhak untuk membahas yang menilai menyatakan seseorang itu keluar dari Islam atau tidaknya yang membahas masalah itu adalah ulama atau qadi yaitu penegak hukum karena seseorang bila dihukum seorang keluar dari Islam itu persoalannya bukan hal yang mudah banyak rentetan turunan hukumnya nanti jika dia meninggal tidak diwarisi dan istrinya langsung secara mutlak dia pas pas pernikahnya ya sudah Ee tidak sah lagi pernikahannya kemudian nanti dia tidak dikubur perkuburan muslimin dan bahkan kalau seorang hukum murtad di dalam Islam itu hukum murtad Islam Islam dia pilihannya dua Ima kembali kepada Islam atau dia di hukum dibunuh nah ini ini berbeda J tidak Hal mudah itu jadi ada syarat-syarat dan yang berhak menentukan itu menghukum itu membuktikan segala bukti-buktinya itu keterang-keterangan yang dia lakukan membawa kepada kekufuran itu itu dibahas penelitian secara hukum ya di di di betul-betul di di di apa di apa Nam istilahnya diperiksa dan dibuktikan dengan dan dengan segala pembuktian dan datanya dengan syarat-syarat yang telah kita sebutkan tadi dan yang berhak melakukannya bukan orang-orang awam bukan pula para ustaz-ustaz ya tetapi ada ulama Kibar ulama besar ulama yang begitu mutawadi dan War ya orang yang War orang ulama yang betul-betul ya dan juga mendapatkan apa namanya eh wewenang dari negara jadi Tidak sembarangan orang yang berhak mengkafirkan orang lain itu karena ada hadis yang sangat tegas menuduk orang lain kafir itu kafir Jadi kalau seseorang berkata kafir wahai kafir kepada orang lain kafir itu salah seorang keduanya kata ras telah membawa kalimat itu nah jika tidak yang menuduh yang dituduh tidak seperti yang dituduhkan maka kalimat itu kembali kepada yang menuduh si penuduh yang kena hukumnya penuduh yang kena pengkafiran itu bukan ya maka dalam hadis lain juga takfir musl R was itu sama dosanya seperti membunuhnya banyak sekali hadis-hadis yang menegaskan hal-hal seperti ini jadi tidak mudah masalah takbir tersebut ini sedikit kita bahas ya penjelasan ini agar kaum muslimin memahami juga tidak mudah untuk seseorang menghukum orang lain secara personal itu kafir ya ini menunjukkan bahwa ada kode etiknya dan kita katakan pembahasan kada etik ini tidak akan didapatkan kecuali melalui kitab-kitab ulama Salaf ya dan kalau kitakitab Ahlul kalam banyak sekali dalam kitab mereka takfir-takfir bahkan apa lawan-lawan Diah ini banyak yang mengkafirkan dia ya mengkafirkan ibah sendiri ya maka oleh sebab itu dibantah oleh apa namanya oleh ulama eh dalam kitabnya itu radul wafir ya Eh untuk membantah orang-orang yang menuduh Inu itu kafir ini sebetulnya Lawan Mereka yang lawan Ibnu Taimiyah yang sering mereka lawan-lawan ibu yang sering mengkafirkan Ibnu Taimiyah bab ini kita Jelaskan sedikit tentang hal Bagaimana Manhaj takfir atau takfir dalam pemahaman ahl sunahal jamaah berkata Ibnu taimiah lagi nahnu apa kataah menjelaskan dalam kitabnya banjuetawa kami tidak atau kita tidak boleh mengkafirkan seorang dari kaum muslimin atau kami kita tidak mengkafirkan seorang Pum muslimin Bil karena kesalahan Nah di sini di openulis mengatakan Apa tanggapan Buti terhadap ee ungkapan ini ya atau orang-orang yang menuduh dengan tuduh yang sama ya kalau demikian mana mereka yang dikafir Ibnu Taimiyah sebukkan Siapa yang dikafir Ibnu Taimiyah Sebutkan nama mereka ya jika mereka benar-benar mengatakan untum itu adalah mengkafirkan ee suka mengkafirkan berkata rahullah ini perkataah yang tadi dituduh oleh ini bahwa mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan dia apa para ulama orang berilmuah yang berpegang teguh dengan Sunah mereka tidak pernah mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka atau berbeda pendapat mereka gak perah perah mengkafirkan orang yang menis mereka sekalipun lawannya orang yang berbeda pendapat dengan mereka mengkafirkan mereka k orang ahl sunah orang berilmu tidak mengkafirkan siapun ya dari orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka sekalipun orang-orang tersebut ya yang pendapat mengkafirkan Mere kena karena kafir pengkafiran itu menukum seorang kafir itu ad hukum Syari tidak boleh seseorang membalas ya dengan hal yang sama Jadi maksudnya begini orang mengkafirkan kita lalu kita kafirkan pula sebagai bentuk balas dendam gak boleh itu tidak boleh dalam hal ini ya sama seperti seseorang umpamanya berzina dengan keluarga dia lalu dia Balas pula ingin berzina Dar keluarga orang tersebut ini enggak boleh ya jadi memang ada ayat ya memb Seperti apa yangak kepada kalian tetapi itu tidak setiap perbuatan sang kepada jug atas dia berdusta atasnya wahli atau berzina keluarganya harahala Kenapa karena berbohong berzina itu haram karena hak Allah subhanahu wa taala ya Wika takfir haullah demikian pula pengkafiran seseorang itu hak Allah yafarahasul tidak boleh dikafirkan kecuali orang yang dikafirkan oleh Allah dan rasulnya daniau berkata k lagi dalam kesatan Bukan setiap orang yang salah itu kafir Ya salahnya jel rasah menyebutkanorang ulamaor berh mencari kebenaran jawanahukar maka Jika dia tersalah Dia mendapat pahala S kata beliau terutama dalam masalah-masalah yang sangat apa namanya hal-hal yang sangat dalam ya sangat pelit yang sangat susah Yang pembahasan-pembahasan yang detail pembahasan yang begitu detail yang di manahasanyak seali perbedaanbedaan Um Bim tadi mengatakan bahwa dia mengkafirkan orang yang berbeda dalam masalah yang sangat ringan sekali dalam masalah itihad katanya ini jelas menyebutkan ya menjelaskan di sini ya tidaklah setiap orang yang keliru orang yang salah dikafirkan ya apalagi kata bel apalagi F masq masalah-masalah yang sifatnya sangat detail hal-hal yang detail Umah di mana dalam membahas masalah itu t perbedaan-perbedaan di kalang umat ini Coba lihat Bagaimana ya menjelaskanap bahwa orang berilmu orangeg dengan Sunah tidak mengkafirkan siapun yang berbeda pendapat dengan mereka ya ketika dia menjelaskan tidak Bole mengkafirkan siapa pun ke orangfirah itu andiken berohirkan orang ber adalah Ya silakan orang-orang yang selama ini berpegang dengan Manhaj takfiri yang mereka bermudah-mudah dalam mengkafirkan orang berbeda pendapat dalam Q akidahsfiah yaitu mudah-mudah mengkafirkan orang-orang berbeda pendapat masalah akidah dengan alasan berpegang kepada Manhaj filsafat banyak sekarang mereka memegang mengatakan kami adal Mazhab Syafi’i tapi mereka pegang dengan ilmu filsafat sedangkan Imam Syafi’i saja mencelak ilmu kalam ya Silakan baca kitab Imam Gazali ilamul awam ilmil Kalam Di sana banyak sekali ungkapankap para ulama-ulama mulai dari Abu Hanifah Imam Malik Imam Syafi’i Imam Ahmad dan para ulama-ulama lainnya mencela ilmu kalam lalu mereka kelar-kelar ini akidah kami berpunya sanad kepada para ulama-ulama yang mana disanadkan Enggak ada ulama-ulama dahulu yang berpegang kepada ilmu kalam baca kitab Imam alghazali yang mereka juga mengatakan mengikuti Imam Gazali Silakan baca kitab Imam Gazali IJ kalam demikian pula orang-orang yang menisbahkan paham-paham Sufi kepada Imam Syafi’i dengan eh kepada Imam Ghazali yang berpegang kepada takwil batin zikirzikir meneb ada zikir batin segala macam baca kitab Imam Ghazali fbainiah baca kitabali itu finiah orang-orang yang ment menafsirkan nusus dengan hawa nafsunya baca kitab gazaliah kemudian ya dan beliau menjelaskan ahah ahah tidak mengkafirkan orang-orang berijtihad lalu salah itihadnya lalu Beliau menyebkan seb Belu mengikuti Manhaj DII Di anara sahabat bel katakan di mana sahabat send tidak mengkafirkan khawarij mafirutman padahal orang-orang khawarij mengkafirkan para sahabat seperti mengkafirkan Utsman mengkafirkan Ali mengkafirkan muawiyah mengkafir Musa alasari mengkafir Amru As ya Sahabat tidak membalas Ali b Thalib juga tidak mengkafirkan mereka Padahal mereka mengkafirkan Ali Bin Abi Thalib ini manhaj salaf inilah Manhaj yang dipegang oleh orang-orang yang dituduh sebagai Wahabi atau ya yang mereka adalah orang-orang Salafiah orang-orang Salafi Yang benar-benar berpegang pada manhaj salaf pada ulama yang mana ulama kita tidak mengajarkan kita untuk bermudah-mudah dalam mengkafirkan orang-orang yang keliru at salah maka dicontohkan Bagaimana Sahabat tidak mengkafirkan khawarij sedangkan orang-orang khawar mengkafirkan sebagian para sahabat mengkafirkan Utsman mengkafirkan Ali ya dan orang-orang yang berloyal kepada utman Ali dikafirkan khawarij dan bahkan orang khawarij menghalalkan darah-darah sahabat berperang Ali Bin Abi Thalib dan para sahabat di perang nahrawan dan Bahkan mereka menghalalkan darah kaum muslimin dan orang B pendapat mereka namun sahabat para sahabat rasulah wasam tidaknah mengfirkan mereka Al Manhaj takfiri manhajtadaun bahwa Manhaj takfiri Manhaj yang mudah-mudah mengkafirkan adalah Manhaj mubtada ya atau mubtadi Manhaj orang-orang ahli bidah manhaj-manhaj yang Bidi ya Manhaj menyalai manhaj salaf ya bahwa pelaku-pelakunya yang sukafir adalah para ahli bid orangiku ulamaikuti sahabat perah menyebutkan dalam kapannya saya Sesungguhnya aku orang yang sat besaliang ya orang yang sangat melarang Nah itu bahasa kitanya yaitu bahwa dinisbahkan orang tertentu kepada kekufuran beliau sangat saya Sesungguhnya Aku adalah orang yang paling sangat apa namanya melarang menisbahkan seseorang tertentu kepada kekufuranin atau kepasikans dan kemaksiatan bahkan murid beliau Imam zahabi menukil dari Ibnu Taimiyah atau bicara tentang syh Islam Taimiyah apa kata Imam zahabi W shuna ini ibnuimiah ini adalah awakirami di akhir-akhir kehidupannya Dia berkata anukir ah Umah ini pungkilan dari Imam zahabi Saya tidak mengkafirkan seorang pun dari kalangan umat ini ya maka Apakah setelah jelasnya beragai ungkapan-ungkapan ini ya masih ada orang menuduh bahwa Ibnu Taimiyah mengkafirkan orang yang berbeda dengan dia tapi yang membuat tuduhan-tuduhan ituah berdasarkan hasad yang ada dalam hati seorang tersebut ya untuk menyebarkan tuduhan-tuduhan kedustaan seperti ini terhadap kepribadian Syekh Islam Ibnu taimiyyah yang telah ya Di mana SY ini adalah ulama yang apa namanya eh berilmu jika jauh lebih tinggi daripada berbagai ulama-ulama yang ada di masanya ya seulama yang sangat diakui ilmunya baik oleh lawan maupun kawan ya kita kalau baca bidaya nihaya ataupun biografiah di dalam eh syarala ataupun kit-kit menulis tang biografi beliau ya bahwa beliau begitu banyak sekali dipuji oleh lawan-lawan tentang keilmuannya ya kemudian yang membuat mereka membenci yaal karena ininkenal Ca Kekua dih ya sampai harus membuat kedustaan-kedustaan kezaliman dan pergai macam bentuk tuduhan palsu jadi beliau menyebutkan Kenapa orang-orang di masa juga banyak yang menuduh adalah sebumnya merekaas H zuhur ya seingga mereka menuduh dengan tuduhan-tuduhan yang penuh kedustaan dan orang-orang sekarang juga demikian ya mereka mencelah ibnuimiyah ya dan juga mencelah orang-orang yang mengambil ilmu dari kitab-kitab Ibnu Taimiyah dan orang mencintai Ibnu Taimiyah dan itu betapa banyaknya kata penulis dalam kitab ini yaitu menyembantah tentang berbagai tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala tuduhan yang ke-18 adalah beliau dituduh orang yang melangkai ijmak menyalahi ijmaak nah lalu di sini seperti al-akhnaii salah seorang yang mengkafirkan Ibnu Taimiyah adalah akhnaai ini mengakkan bahwa Ibnu taiyah itu kafir karena dia melangkai menyalahi ijma yang dimaksud ijma itu adalah salah setuduan yang sangat keras dibuat oleh orang-orang benci adalah ketika sytimiah merojihkan pembahasan masalah talak Selasa ya tiga talak tiga dihitung satu karena ini ada perbedaan ulama dalam hal ini di masa Umar Bin Khattab talak tiga itu dijatuhkan tiga oleh Umar Bin Khattab karena sebagai takzir sebagai peringatan orang-orang yang bermudah-mudah mengucapkan talak tiga Nah sehingga di masa Umar Bin Khattab itu talak tiga memang jatuh tiga Tetapi sebelum itu di masa rasula Abu bakariddiq dan juga berapa tahun di awal kekuasaan Umar B Khattab beliau talak tiga itu dalam satu hal ya kamu talak tiga itu jatuhnya satu itu itu maksudnya nah ini yang disebutkan pembahasan ini dan jelas ada perbedaan luas oleh para ulama dengan hal ini tetapi alakhn mengatakan di sini bahwa itu sudah ijmak bahwa talak tiga jatuhnya tiga Nah orang merajikan talak tiga itu satu itu adalah telah melangkah Iim dan orang menyal Iim kafir Nah itu di cara dia mengkafirkanah yaitu mengatakan jadi dikatakan orang pendapat ini betapa seringnya menyalahi ijma nah dalam masalah-masalah menyalahi ijmaak yaungah dan dia wafatawa Dan fatwa-fatwanya Abah dia telah membolehkan apa yang diharamkan Allah daripada masalah AB ini adalah kehormatan ya artinya ketika ibnuia itu memboleh bahwa orang yang mengatakan talak tiga berarti hitungnya satu ya dalam satu waktu maksudnya Ya tapi kalau ulama berbeda Tempat Berbeda waktu Nah itu beda lagi pendapat ulama yang rajinya adalah kalau berbeda tempat dan berbeda waktu ulama menghitungnya tetap tiga ya tapi kalau sekaligus dalam satu waktu dia katakan kamu Sal tig nah ini yang Jadi pembahas sebenarnya nah ini jelas sebenarnya orang-orang yang baru belajar fikih tahu ada perbedaan ulama di situ tapi di sini dia mengatakan sudah ijma itu dan Berarti dia ini tidak mengetahui makna ijma ya Di mana ijma itu yang disebabkan P ini adalah mengatakan telah menyelisih ijma sedangkan Jim itu menurut orang ahli usul fikih adalah mengatakan yaituah umati Muhammad sepakatnya semua ahli ijtihad ulama ahli ijtihad di kalangan umat Muhammad setelah wafatnya Rasul wasallam us di satu Masa dari masa-masa dari salah satu waktu dari satu masa Al umur dalam satu masalah ya dalam satu masalah agama tentunya yang tidak ada dalil Nas qat’i di dalamnya Nah itu definisi ijma nah Maka kalau ditanya Tunjukkan masalah-masalah yang di situ adalah sepakat semua Ah ihad ya berijma lalu i menyelisihinya di man masalahnya merekaatakan yau Mere jawab Man ibah menahid katakan yaitu Ibnu Taimiyah mengembalikan talak tiga menjadi satu ya tadi yang dimaksud talak tiga tadi apa sesorang mengungkapkan kamu saya talak tiga maka di masa Rasul was masa Abu Bakar dan berapa tahun di awal kekasan Umar itu dihitung satu tapi di masa Umar karena sering orang melakukan itu diberi takzir hukuman bahwa memang jatuh tiga dihukum jatuhkan tiga oleh di masa Umar Bin Khattab nah mereka mengatakan bahwa ijma telah terjadi bahwa tiga dengan lafaz yang satu ya adalah tiga ya Jadi kamu saya talak tiga itu kan satu lafaz dia hitung tiga kata mereka itu sudah ijma di masa Umar Bin Khattab demikian pula ini yang di H Haitami sebenarnya di pendapatnya Imam Haitami ya dan juga dalam antara orang yang sependapat dengan itu juga Abdullah alhabasyi di bahs rawiah ya dan dia tidak makukan penelitian dan juga tidak melakukan pembahasan terlebih dahulu Abdullah habasyi ini adalah seorang eh pimpinan aliran habasyiah di Libanon dan dia juga banyak mencelah dan sekarang kita buktikan Benarkah itu suatu ijma Bah talak tig dalam satu lafaz itu dihitung k Nah kita lihat di sini pendapat para ulama terutama ulama Syafii berkata imam nawawi dalam Syar Sahih Muslim beliau mengatak kata Imam nawielah ber pendat tentang seorang yang mengatakan kepada istrinya kamu sayaak t dan kebanyakan ulama Salaf walaf ulama yang setelah Salaf t ini dapat jumhur fuqaha ataupun fuaha yang empat mengatakan dia jatuh talak ttig tapi Imam Nawi ulama Jelaskan Sin berbeda bukan ijma nah berkata pula taus mengatakanir dan juga Sebagian ulama ahliahiriah merekaendapat tidaklah jatuh Tan satu dan juga riwayat ini dari hajjaj Bin araah jadi ada perbedaan ulama-ulama di sini w muhammadn Ishaq juga demikian dan juga walur ha bahkan Haj Ar mengatakan tidak jatuh satuun dan ini juga perkata Ibnu muqatil dari kalang mazhab Hanafiah dan juga riwayat dari Muhammad Ibnu Ishaq jadi ini menunjukkan adanya perbedaan di situ nah sementara orang-orang yang ingin fitnah Ibnu Taimiyah mengatakan itu sudah ijma dan orang yang ijmaak kafir nah ini cara mereka dalam mengambil kesimpulan hukum nah jika kita melihat penjelasan imam nawawi ini jelas mengatakan ikhtalafal ulama berbeda pada ulama kalau seandainya adalah ijma tentu mu mengatakan tidak akan mengatakan ikhtalafal ulama pasti mu mengatakan ittafaqal ulama ajmaal ulama t begitu ibaratnya maka hal seperti ini diketahui oleh orang yang paling rendah sekalipun ilmunya tentang manhajqa ya orang yang belajar awal-awal belajar sudah paham ibar tersebutf ulama itu orang yang baru belajar fikih saja ya maca karang-karang ulama paham masalah seperti itu habasi yang tadi pimpinan jemah habasah yang di dia mengatakan diaakuini tidak ada seorang dari ahlihad ahus sunah perbedaan dalam masalah ini dia katakan ini ada perbedaan Kal ulama Aca inilah bentuk orang yang tahawur ittinya orang-orang yang yaitu ee tahawur itu ngaur bahasa kitanya dalam menjelaskan suatu masalah J ada perbedaan dia mengatakan tidak ada lam yasbut anadin tidak ada di ya di apa namanya diriwayatkan dari seorang pun daripada ahli itihad ahli Sunah perbedaan dalam hal ini berkata Ibnu Hajar asqalani dalam kitabnya Fathul Bari Nah kita sebut kali Ibnu Hajar juga Menjelaskan hal yang sama manq majmatan waqat Wahidah manqa pendapat orang yang yaitu beliau menyebutkan di sini di antara ulama Orang yang berpendapat apabila talak tiga terkumpul sekaligus itu jatuhnya satu ini adalah pendapatnya Muhammad Ishaq shahibul maghazi kata Ibnu Hajar asqalani Berarti ada perbedaan di situ dan juga dalam Fatul Bari yang lain beliau menukil abdahman Bin dan zubairah ini pendapat yang sama juga diukilkan dari Ali Bin Abi Thalib Dar Inu Masud dari sahabat nabi Abdurahman bir dan juga pendapat ulama-ulama di negeri kordova ya dan juga di nurkkan pendapat oleh Ibnu mzir Dar Ibnu Abbas A dan thus dan Amru Dinar ini pendapat ulama ber ini ini untuk membuktikan bahwa tadi tuduhannya ibnutimah telah menjal ijma dalam masalah ini ya nah ini di antara mereka mengkafirkan Ibnu Taimiyah mengalaskan Bah Ibnu taimiah telah melanggar ijmak kensus para ulama lalu mereka menyebutkan masalah ijmak yang disalahinya itu adalah tentang talak tiga sekaligus dianggap satu baik kemudian maka di sini Ibnu Hajar ya meng ab I itu Ibnu Hajar sangat heran dengan seorang ulama namanya ibnutin dia memastikan bahwa itu adalah jatuh Sal 33 tidak ada perbedaan dalamnya ya lalu mengatakan yang berbeda itu tentang hukum haramnya ya sedangkan ada perbedaan ulama dalam ini maka Ibnu Hajar mengherankan orang-orang yang mengatakan adanya ijma dan menafikanilaf dalam masalah tersebut nah kemudian juga di antara pendapat demikian juga menukil jimak juga taqiuddin asubq mengatakan ijmatul Umah Ala nuf talaq albid’i ya bahwa ulama telah ijmaak tentang berlakunya talak bidah inilah bentuk-bentuk orang-orang yang terburu-buru dalam mengklaim sebuah ijmak dalam satu masalah Pak yangah bahwa telah menyalahi I DII hanya Dita pendapat orang yang mengatakan orang lain telah meny apabila dia memang tahu apa itu dan apa itu perbedaan ulama dalam masalmasah yang dia sendiri tidak tahu mazhab yang ke mana dia menisbahkan dirinya bagaimana dia akan mengetahui tentang ijm kaum muslimin kemudi masalahnya kataiau adalah banyak orang-orang menulis sebuah masalah ketika dia tidak menemukan Ada pendapat yang berbeda langsung mengklaim bahwa masalah itu ada ijma seharusnya dia mengatakan masalah-masalah itu adalah mengatakan saya tidak menemukan ada p yang berbed maka dia kembalikan ilmunya kepada dia saya belum menemukan Ada pendapat yang lain tidak bisa menafikan bahwa tidak ada perbedaan di sini memang dia sudah meneliti semua kkitab pendapat bel maka oleh sebab itu Imam Ahmad ah dia menyebkan ketikaiau tidak mendapat perbeda kami tidakah ada perbed diamp pered aku tidak tahu adayebu [Tertawa] masalesu ulama Ini tah di atasnya ya Kecu hal itu engau dapatkan dari seorangorang Alim ya dan dikak di seb aimah jadi berhujah dengan ijmak dengan makna tidak adanya ilmu tentang orang berbeda pendapat dalam hal tertentu itu Itulah cara ulamaanyaebkan jadiilfan mereka tidak mengatakan ajma langsung tapi mereka mengatakan saya tidak tahu Ada pendapat yang lain kita tah khilaf dalam masalah ini Sal saya belum menemukan khilaf dalam masalah ini Tapi mereka tidak mengatakan langsung ini ijma yang sudah pasti bab maka Apabila mereka menimbulkan pendapat lain karena mereka sangat mudah ya sangat mudah Dengan mengatakan itu perkataan yang bukan Ima demikian pula ibnuimi ulama-ulama banyak orang-orang menisbahkan Dir bermazhab Syafii tapi mereka tidak memahami mazhab Syafi itu sendiri orang-orang yang melakukan pembahasan tentang masalah akan menimukkan masalah-masalah yang satu itu ya ada orang menukil IJ tapi Dar lain menukilkan tidak I itu banyak dalam masalah-masalah fikih ya maka oleh sebab itu ada ulama-ulama yang mencoba mengumpulkan ijma-ijmaah sebuah kitab seperti Ibnu Munzir ya dalam kitab ijma dan seterusnya maka oleh sebab itu seseorang yang akan berfatwa akan berpendapat jangan tergesa-gesa mengklaim suatu ijma kecuali memang dia menukil saja dari ulama-ulama yang menyebutkan bahwa situ ada ijma adab-adab para ulama kita dalam suatu masalah-masalah yang belum ditemukan perbedaan pendapat oleh beliau beliau mengatakan Saya tidak tahu Ada pendapat yang lain dalam masalah ini jadi tidak mengatakan ini sudah ijmak para ulama atasnya untuk berhati-hati mana tahu ada pendapat yang berbeda dengan hal itu Dan Dia belum mengetahui pendapat tersebut inilah hal-hal yang dapat kita Jawab ya sudah kita Jelaskan di sini ya bantah-bantahan mereka mengatakan bahwa ilutemia melangkai ijmak menyalai ijmak dan ini suatu hal yang apa namanya ee dituduhkan kepada Ibnu Taimiyah dan itu sebetulnya ee tuduhan-tuduhan untuk menjatuhkan kehormatan beliau ya di hadapan kaum muslimin baik contoh-contoh lain di sini banyak sebenarnya ya bahwa masalah-masalah itihad yang berbeda pendapat para ahli fikih dalamnya kadang-kadang dua pendapat kadang banyak dan ada di sini yang perlu kita diskusikan adalah pendapat Abdullah habasyi ini bahwa bisakah dia membuktikan bahwa ijma Umar karena dia mengatakan telah ijma di masa Umar jadi katanya sukuti dia mengatakan in Al Umar bahwa Ali diam terhadap perbuatan Umar yang mengatakan bahwa talak sekaligus dan tiga itu jatuh tiga maka di sini Ali secara jelas tidak menyatakan menerima pendapat Umar dan juga tidak menolak hanya diam dalam istilah lain ulamaagi ijma itu ada ijma sukuti ya Ada IJ sukuti yaitu ijma tidak ada yang membantah pendapat itu apakahkuti ini bisa dikafirkan seseorang dengan hasil ijma itu atau tidak nah ini yang jadi diskusi juga disebutkan di sini bahwa Imam Har mengatakan kitabnya burhannya ahli usul ber pendapat dalam ini kalauutiam Imam Har mengatakan bahwa mazhab Syafii mengatakan hal itu tidak ijma kalau ijma sekuti ya kemudianu mengatakan yang dipilih adalah Kalau pendapat yang kuat bel pilih Ada pendapat imam Syafi’i kemudian juga disebutkan orang yang diam tidak Dis katakan Dia sependapat Nah demikian pula menyebutkan bahwa ijma sukuti tidak bisa dijadikan hujjah sebagai ijma itu maksudnya W Mukhtar itulah yang pendapat yang kuat demikian pulaarfiatkan dari Imam Malik dan seterusnya inti di sini ingin dijelaskan adalah sebetulnya para sahabat berbeda pendapat dalam masalah di masa Umar itu sendiri ya antaranya para sahabat juga berbeda kemudian juga Umar sendiri pun tidak pernah apa namanya mengumpulkan para sahabat-sahabat yang ahli itihad Kenapa Umar saat itu diterima oleh para sahabat karena dia sebagai Hakim maka dalam istilah ulama fikih juga ya hukmul hakimil y khilaf kalau h p pendapat-pendapat ber fuqaha Maka kalau pemerintah mengambil salah satatu pendapat itu pendapat yang resmi di negara tersebut umpamanya talak tiga ini apa yang disahkan di negara kita yang dipakai dalam hukum pengadilan agama itu ya itu maksudnya Karena di masa Umar dia sebagai khalifah maka pendapatnya adalah yfsul khilaf yang memutuskan perbedaan pendapat di situ adalah berkata Ibnu Abbas menjelaskan di sini bahwa di masa Rasul S wasam tahun di masaalifan Umar itu tak t dihitung S nah ini menunjukkan tidakanya IJ sebelumnya yauar Berk su manusia telah terburu-uruuusan yang di mana merekaiki waktu untuk berpikir itu maka kita akan apa namanya akan putuskan sesuai apa yang mereka katakan makaar melakan apa apa yang dikatakan oleh orang mentalak istrinya tiga langsung tiga Ar mlakukan apa yang mereka katakan ini adalah bagian dari bentuk peringatan yang dibuat oleh seorang pemerintah seorang Hakim saat itu yang dipendapat oleh Amirin Umar Khattab untuk sebagai apa namanya hukuman bagi orang-orang yang bermudah-mudah dalam menjatuhkan talak tig seb juga di masa Umar Bin Khattab yaitu hukuman bagi orang yang minum khar itu tidak cukup dicambuk saja tapi juga dicambuk bahkan dibotak kepalanya kemudian di disuruh pindah dari negerinya diusir dari negerinya ya kemudian Karena itulah sebagian para ulama mengatakan mengembalikan talak tiga yang sekaligus tadi kepada talak satusatu itu ijma qadim sudah ada ijma sebelumnya gitu qbla fatwa Umar sebelum berfatwanya Umar Bin Khattab itulah penjelasan sekilas tentang masalah tersebut ketika Ibnu taimiyyah tuduhannya dia anti mazhab atau tuduhan dia menyelai mazhab ulama atau dia menyelai ijma sudah kita lihatkan dan bahkan beliau sendiri secara itihad furuiah Imam apa Imam adalah mazhab alhambali wallahuam Barakallah fikum itu yang dapat kita bahas Semoga apa yang telah kita Jelaskan dapat membantah tuduhan-tuduhan selama ini diarahkan kepada Ibnu taimiah dan orang-orang yang mengikuti Manhaj beliau dalam menjelaskan ilmu dan barakallahu fikum kembali kepada akhemadu kita untuk memandu pertanyaan yang masuk Nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukuran jazah kir atas jawabanusad masih dalam pembahasan bantahan tuduhan yang ditujukan kepada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah begitu banyak dan begitu keji tuduhan yang dilontarkan Kepada beliau dan mudah-mudahan ini menjadi wawasan dan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan selanjutnya kami persilakan untuk Anda yang ingin bertanya baik melalui layanan pesan Whatsapp silakan bisa mengirimkannya di nomor 0819896543 atau anda bisa menghubungi kami secara langsung di Line telepon di 0218236543 pertanyaan yang pertama Ustaz ada pertanyaan di layanan pesan Whatsapp asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh eh ya Ustaz perbedaan ulama yang dimaksud sebenarnya antar ulama mana ya perbedaan yang dimaksud Apakah permasalahan antara hadis sesama hadis sahih tapi beda sanad atau bagaimana Ustaz apakah antara mazhab satu dengan e mazhab yang lainnya ee termasuk perbedaan ulama yang dimaksud ee tersebut yang telah dijelaskan tadi Ustaz jaz iran baik ee ulama berbeda pendapat dalam masalah-masalah yang dalil-dalilnya umum atau masalah-masalahnya dalil-dalilnya yang ya diistimbat dari dalil-dalil yang umum itu yang kita katakan tadi atau istiad ee terhadap masalah-masalah mustajadah masalah-masalah kontemporer Nah itu ulama mencarikan masalah itu rujukannya dalam dalil Syari maka akan berbeda pendapat mereka Sesuai dengan ee apa namanya ke dalam ilmu mereka dan juga hadis-hadis Dar dalil sampai kepada mereka tapi bukan berarti Apakah ulama itu berbeda dalam semua masalah Tidak hanya ada masalah-masalah yang sifatnya Eh furuiah istihadiah furuiah itu maksudnya adalah cabang-cabang yang ujung-ujung dari masalah-masalah tersebut seperti umpamanya ee salat tidak ada perbedaan ulama itu tentang kewajibannya atau salat subuh dua rakaat enggak ada beda pendapat di situ ya Cuman mereka berbeda pendapat nanti awal waktu subuh itu kapan masuknya terakhirnya Kapan POnya Lebih afdalnya kapan Abu Hanifah mengatakan bahwa Afdal waktu subuh itu ada filalas ya sudah bayang-bayang masih terlihat sudah terlihat e apa namanya eh mengetahui siapa yang tidak terlalu gelap itu kenapat demikian pula ikhtilaf dalam dalam duduk tawaru atau iftiras di akhir ee t terakhir kalau dia ee salat yang satu kali duduk saja seperti salat fajarnya salat subuh ya itu kan beda pendapat ulama ada yang mengatakan iftiras Afdal ada yang mengatakan Imam Syafi’i ada tawarukah itu perbedaan-perbedaan di ujung masalah hal-hal yang memang dalil-dalilnya umum sehingga terjadi perbedaan perulama maka ada mazhab yang empat yang masyhur itu ada yang dua orang sependapat dan dua orangendapat ada yang tiga orang sependapat ada satu orang beda-beda situ ketika tiga orang sependapat disebutlah pendapat jumhur fuqaha Ya beda antara jumhur fuqaha dan jumhur Jur Salaf kalau jumhur Salaf adalah pendapatnya kebanyak para sahabat tabiin dan tabiin kalau jumhur fuqaha itu kembalinya secara umum adalah itu pendapat para jumhur fukaha ahli fikih terutama mazhab yang empat yaitu mazhab Abu Hanifah Malik Imam Syafi’i dan Imam Ahmad baik maka perbedaan-perbedaan itu dijelaskan sebab-sebabnya oleh para ulama di antaranya Syiah dalam kitab Belu eh Raul malamam Itu menjelaskan mengangkat celaan dari para ulama-ulama yang senior umah-amaah yang mulia begitu beliau menyebutkan kadang-kadang hadis itu yang sampai kepada seorang ulama sanadnya lemah topiknya sama tapi pada ee ulama lain sampai kepadanya riwayat hadis yang sahih dalam masalah itu maka akhirnya ulama yang hanya mengetahui hadis daradi lemah dia tidak berpendapat dengan kandungan hadis nelain yang ulama yang yang sampai kepada sahih Dia memegang Dengan hadis tersebut J itu di antara hal contohnya ya atau ada perbedaan di antara sebuah konteks hadis yaeda antara Apakah hadis ini mansuh memasukkan hadis lain atau tidak itu berbeda lagi pendapat dalam ya masalah-masalah tersebut karena tidak ada eh fakta menunjukkan bahwa hadis yang satu lebih dahulu Dar hadis yang lainnyaah itu banyak sebetulnya masalah-masalah sebab-sebabnya yang ada perbedaan tersebut dan juga ketika memahami suatu konteks masalah seperti ya jadi di sini berbeda penafsiran Al tafsir ada menafsirkan adalah menyentuh wanita yang bukan mahram membatalkan wudu nah sementara ada ulama mengatakan Tafsir Ibnu Abbas ulama itu Bukan Maksudnya menyentuh secara fisik tapi menyentuh dalam artian jimak bergaul suami istri nah itu yang itu perbedaan-perbedaan dalam dari sisi bahas dan itu perbedaan-perbedaan itu di dalam masalah itihadiah cuman para ulama baik yang sebelum ulama-ulama setelah ulama-ulama tersebut melakukan penelitian juga melakukan pengkajian-pengkajian Kenapa berpendapat Ini apa hujahnya Apa jawaban terhadap dalil yang a oh b Sur diperbandingkan Lalu setelah dia memperbanding pendapat-pendapat itu hujah-hujah masih masasing dari situ di ber kesimpulan bahwa pendapat e lebih benar atau B lebih benar atau a lebih rajih lebih kuat dan seterusnya itu metode adalah bukan berarti ya dalam masalah-masalah perbedaan pendapat tersebut diambil siapa saja gak mereka tetap mencari pat yang lebih kuat ya Jangankan urusan agama dalam urusan dunia saja orang pasti mencari ee sesuatu yang lebih berkualitas yang lebih baik apalagi dalam agama itu konsep ulama dalam berbedaan pendapat nah dalam perbedaan pendapat itu dalam pendapat tersebut tidak boleh mencela pendapat yang lain tidak boleh menghina mendiskusikan boleh mengkritik boleh beda antara menghina menecehkan dengan mengkritik dia akan kritik kendapat Ini lemah alasnya begini begini Itu mengkritik namanya secara ilmiah tidak masalah dan itulah kehidupan dalam membahas ilmu ya kalau kita buka kita-kit pikir banyak sekali pembahasan seperti itu mulai dari kitab Thaharah di kitab Thaharah ini mulai dari kitab wudu ya dalam kitab wudu mulai dari Siwak dannya ada perbedaan ada mengatakan bersiwak sebelum berwuduk adalah wajib ada mengatakan sunah muakkadah dan seterusnya nah tetapi para ulama tersebut saling menghormati yang lainnya tidak saling mencela jadi yang dilarang dalam agama itu ad tafaruk berpecah belah bukan berbeda pendapat karena berbeda pendapat itu sudah manusiawi dan itu Takdir kauni memang ada perbedaan-perbedaan dalam tingkat ilmu pemahaman kecerdasan seterusnya yang dilarang itu adalah saling menjatuhkan saling menghina saling menyesatkan itu yang tidak boleh nah khilaf itu dalam agama terbagi berapa bagian ada khilaf tanawu khilaf tanawu itu artinya bervariasi saja tidak bertentangan yang kedua ikhtilaf yang bertentangan ya perbedaan yang bertentangan nah perbedaan bertentangan ini terbagi kepada dua bagian jika dalam masalah-masalah usuludin pokok-pokok agama itu yang dimazmum kalau masalah Fur OD masalah-masalah cabang agama itu adalah boleh tetapi tidak boleh taasub dengan pendapat tertentu atau mencela pendapat yang lain itu adab-adab khilaf itu dibahas oleh para ulama kita wallahu n Baik terima kasih banyak jazakah khhair atas jawaban Ustaz dan selanjutnya mungkin kami berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya secara langsung di lainan telepon silakan Jika ada yang ingin ditanyakan Kami tunggu di 02182365436 Halo Nah mungkin sambil menunggu kami ajukan kembali Ustaz pertanyaan di lainan pesan singkat atau pesan Whatsapp n ada pertanyaan mengenai ijtihad Apakah setiap seorang muslim yang dia mengetahui walaupun sedikit dari ilmu agama ini dia boleh berijtihad dalam suatu perkara di mana di suatu waktu dia tidak menemukan ee media untuk bertanya di satu tempat di satu permasalahan yang dia darurat untuk melakukannya Ustaz Mohon penjelasan dan jawabannya ulama membagi yang istihad itu orang yang itu yang pertama Dulu orang yang punya ilmu bukan orang awam kalau orang awam adalah ittiba dia mengikuti pendapat ulama yang dia tahu dalilnya ya Ada lagi taklid namanya taklid adti pendapat ulama tanpa mengetahui hujah hujahnya Ya itu namanya taklid ada itiba adalah mengetahui pendapat ulama dengan mengetahui dalil-dalilnya mendengar penjelasannya tahu dalilnya sehingga dia pilih pendapat tersebut kemudian mustahid mustahid ini ini juga bertingkat-tingkat ada mustahid mutlak itu mustahid yang dia menguasai berbagai bidang Ilmu Tafsir hadis fikih akidah sampai masalah Tarikh bahasa segala macam ist mutlak menguasai tingkat keilmuan yang tinggi dalam segalah bidang keilmuan Islam ada lagi musttahid fil mazhab muayyan ahli itihad dalam mazhab tertentu dia ahlitihad dalam mazhab Maliki itutihab dalam mazhab Hambali Nah itu juga mustahid juga ada lagi mustahid mas mu Dia ahli istihad dalam masalah tertentu saja dia itihad dalam masalah muamalah saja dalam masalah munakahat saja dalam masalah jinayat sajaah ada hukum pidana ada hukum pidata ada hukum muamalahah dia Diang bidang ini karena pakar situ nah itu ijtihad dibilang bidang ilmu tertentu ada itihad dalam konteks ijtihad dalam mazhab tertentu dalam mazhab itu pun ada perbedaan-perbedaan papat di Karangan ulama mazhab maka dia berijtihad menggali dalil-dalilnya dan merujikan salah satu pendapat dari ulamaab tersebut Kalau mustah mutlak dia adalah mengkaji dalil-dalil yang sendirinya dan juga mendiskusi pendapatpendapat ulama-ulama yang ada dari berbagai mazhab nah atau itihad dalam tadi kita Sebutkan topik tertentu saja kalau dia punya ilmu dalam masalah tertentu dia tahu Dal pendapat dia boleh beris dan boleh taklid atauabi itu dalam kondisi walaupun ditihad disebut para ulama Jika waktu tidak memungkinkan dia untuk membahas maka dia cukup bertanya jug memilih pendapat salah satu ulama Walaupun dia seorangorang pakar tapi ketika dia bertanya ini dia tidak sempat membahas masalah itu dalilnya lebih detail dan seterusnya maka dia boleh memegang pendapat salah satu ulama yang lebih dia terima pendapatnya sesuai dengan dalil-dalil yang dia ketahui tentang pendapat tersebut demikian jadi seseorang dalam urusan dunia ya Bisa saja beristiat dalam sebatas ilmunya boleh dia berijtihad ya dalam sebatas ilmu yang dia miliki dalam ketentuan yang tentu dalam ruang lingkup terbatas juga sesuai dengan ilmu yang dimilikinya bisa saja diishat wallahuamwab Nam Terima kasih banyak syuran atas jawaban Al Ustaz Nam ada pertanyaan kembali mungkin sambil menunggu untuk Anda yang ingin bertanya di lain telepon untuk rekan kami yang berada di ee ruang telepon jika sudah ada yang masuk silakan langsung diangkat untuk bertanya kepada Al Ustaz yang selanjutnya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya dengan bapak siapa di mana ini dengan Pak Mul di Medan Ustaz silakan Pak Mul izin bertanya Ustaz mengenai ee syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Kenapa tidak dapat tambahan nama syaikhul Islam Nah itu ada Ustaz baik apa maksudnya sikhul Islam itu Ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan ustazamualikum Meli gelar beliau sebagai SY Islam bukan beliau menamakan diri beliau adalah para ulama yang hidup masa beliau dan juga orang-orang yang telah melihat ketinggian dalam ilmu beliau yang bergar syh Islamiyah eh yang bergar Syekh Islam itu bukan hanya Ibnu Taimiyah banyak sebelum beliau juga digalari SY Islam dan juga setelah beliau juga ada dielari SY Islam di mana ulama ulama ini kadang-kadang diberi gelar oleh para ulama-ulama yang yang dalam ilmunya juga ya an penghargaan begitu Sebutkan dia hujjatul Islam ya asadus sunahiul bid mereka membuat semacam pujian-pujian kepada para ulama-ulama yang menghabiskan waktunya di dalam menggali ilmu agama ini Maka kalau kita baca biografi-biografi yang ditulis oleh para ulama baik itu tabqat syafi’iah baik tqat hanabilah ataupun kitab tajum lainnya kitab-kitab geografi para ulama siar alam nubala dan kitab-kitab lainnya itu mereka di awalnya akan menyebutkan kelar akademisinya Kalau sekarang almuhadis alfqih almar almufassir Nah itu hujah alhuutkan shul islamah itu gelar-gelar penyebutan untuk tingkat keilmuan para ulama yang diberi oleh para ulama sendiri jberi beliau gelarikian ulama-ulama yang hidup masa beliau dan ulama-ulama beliau yang melihat itu luasnya ilmu beliau ya kita baca biografi beliau itu banyak sekali ulama yang mengagumi bahkan dari orang-orang yang berapat beliau pun mengagumi keilmuan beliau ya dalam masalah Hadis masalah tafsir masalah akidah dan seterusnya sehingga kedalaman ilmu beliau itu karena beliau menguasai berbagai bidang ilmu jika orang-orang mencoba menggali membaca kitab-kitab beliau akan terlihat di sana beliau begitu Bukan hanya dari segi ilmu keislaman saja Beliau juga fakar dalam ilmu-ilmu membantai ilmu filsafat ilmu Mantik Ya seperti dalam kitab Al mantiqin assfadiah ya Banyak sekali Bu murtad ya kkit Bel berdkusi di sana dengan orang-orang filsafat dan juga dalam ilmumu filsafat ahl kalam dalam kitabal dan banyak sekali kitab-kitab beliau membahas seperti itu kalau kita membaca bahkan sebagian orang-orang Al mantiupaya membaca kitab bel baru Paham istilah-istilah Mantik tersebut demikian sebagian orangsf mengatakan baru dia paham istilah-istilah filsafat Setelah dia membaca kitabah itu memang beliau di dalam kehidup beliau di dalam biografi beliau kita baca semenjak kecil beliau adalah seseorang yang begitu cerdas dan pernah diuji oleh orang-orang ya Ee tentang hafalan beliau kecerdasan beliau ya dalam suatu kisah ada seseorang datang ke apa namanya ke damaskus bertemu beliau ya mencari beliau mana yang anak-anak katanya Ibnu Taimiyah yang kuat hafalan lu dites oleh dia disebutkan hadis ini sebuskanen itu tanya sanadnya dan dia jawab Cum para ulama-ulama ya jadi ee dalam ilmu ilmu mereka adalah memang ilmu-ilmu yang begitu Ee muasal yang begitu punya Pondasi yang kuat sehingga ee begitu luas ilmu cakupan ilmu beliau dalam tafsir dalam hadis dalam perkataan para sahabat para tabiin dengan hal itu mereka mampu menggali berbagai hukum-hukum yang ada dalam Alqur’an dan Sunah sehingga beliau menjelaskan berbagai masalah-masalah bukan hanya khusus dalam masalah pembahasan tertentu baik Hadis baik fikih baik akidah sejarah dan seterusnya nah keluasan ilmu itu membuat para ulama-ulama diberi gelar-gelar oleh para ulama-ulama juga tentunya ya bukan seperti sekarang ini banyak orang mendapat gelar hanya karena dibeli oleh media ya Atau mungkin dibeli gelar itu ya seperti seorang lagi menjamur yang dokter Kausa ataupun Profesor kadang-kadang dihadiahkan semacam beliau ini adalah dinilai oleh para ulama-ulama melihat kepakaran beliau dalam ilmu fikih usul fikih dan seb kaid Fik dan seterusnya maka di itu beliau digelari hujjatul Islam termasuk ulama-ulama sebelumnya ada yang digelari hujjatul Islam juga ya bukan hanya beliau yang pertama digelari hujjatul Islam demikian wallahuam bawab namah Baik terima kasih banyak syukran jazhair atas jawaban Ustaz dan satu pertanyaan terakhir Ustaz kami ajukan di linan pesan Whatsapp kembali n ee begitu Dahsyat Ustaz eh tuduhan yang dituduhkan kepada syaikhul Islam dari muliau Dar mulai beliau masih hidup dan sekarang hingga sampai sekarang ee apakah bagaimanakah atau Seperti apakah pengaruh besar dakwah yang beliau dakwahkan syaikhul Islam in taimiyyah sehingga tuduhan yang begitu banyak yang ditujukan kepada beliau Ustaz mohon penjelasannya Afan kayaknya sinyal kurang kurang bagus pertanyaannya kurang saya tangkap Nam n satu pertanyaan misi di di apa Nah satu pertanyaan terakhir Ustaz kami ajukan di layanan pesan Whatsapp begitu dahsyatnya tuduhan yang dituduhkan kepada syaikhul Islam ini di mana di di masa beliau hidup dan hingga sekarang beliau sudah tidak ada pun masih saja ada tuduhan tuduhan yang ditujukan kepada beliau sebenarnya sebesar Apa pengaruh dakwah beliau e kepada Islam sehingga tuduhannya begitu Dahsyat Ustaz mohon jawaban dan penjelasannya baik ee karena memang ya di masaiah atau sebelum masa beliau banyak sekali syubhat-syubhat aliran aliran paham-paham dan beliau mengkaji segala pemaham-pemahaman itu dan beliau kter Belu bantah ya dengan tulisan-tulisan yang cukup dahsyat luar biasa ya seperti membantah orang syi ARF itu Belu Karang kitab delan jilid namanya minhaj sunah Nabawiyah dan juga dalam kitab yang sama juga sekaligus mendiskusikan Pak paham orang muktazilah karena orang Syiah ya di apa namanya sebelumnya mereka berpaham dekat ka musyabihah kemudian di akhirnya mereka pindah ke mazhab muktazilah Belu kantter di situ hujah-hujah orang-orang yang hulu dalam Ali Bin Abi Thalib syubah-syubhat mereka dan demikian pula beliau beranjak lagi kepada Ahlul kalam beliau diskusikan berbagai pandangan-pandangan mereka dalam kitab-kitab yang beliau tulis tapi yang kita sebutkan tadi Ar almantiqin kemudian buatul murtad ar aljahmiyah Kemudian assafariah Kemudian juga kitab yang tulis dalam kitab yang berjilid-jilid itu 98 jilid juga Dar taarud tadi bantan mempertentangkan antara akal dan nakal antara orang mempertentangkan antara akal dengan Wahyu Belu tulis beliau urai satu persatu subat-subat argumentasi mereka demikian dalam masalah fikih sehingga fatawa bel yang berjilid 30 jilid itu fatawa pertanyaan-pertanyaan diajukkan Kepada beliau ya dan begitu pula ee masalah-masalah Mas lain fikih akidah sehingga belum meluas sekali ilmunya pembahasan-pembahasan beliau yang sangat detail yang sangat objektif dalam menilai suatu pendapat mengumulkan dalil-dalil dan seterusnya itu yang membuat orang suka membaca kitab bel jadi dengan argumentasi-argumentasi yang sangat jelas dan kuat ya Sehingga kitab beliau ini masyhur di mana-mana beliau mengurai satu persatu perbedaan-perbedaan pendapat di mana inti perbedaannya apa sebenarnya yang ada perbedaan di situ jadi kadang-kadang kita membaca kitab beliau itu kadang seakan kita melalang buana di dalam pikiran ulama-ulama gitu ya seakan- akan kita melihat sekelompok ulama sedang berdiskusi itu ditampilkan dalam bentuk tulisan o Islam ya kadang-kadang beliau dalam suatu masalah membahas beliau Jelaskan dulu masalah yang lain karena akan berkaitan dengan masalah ini keluar Dar topik itu beliau bahas panjang lebar baru kembali lagi ke topik awal dan itu bagi orang-orang yang tidak terbiasa membaca kitab beliau kadang-kadang agak sulit mengambil kesimpulan pulan nah nah ini sebetulnya sehingga ee banyak sekali ulama-ulama yang mengambil faedah dari kitab beliau yang sangat eh beliau dalam pikiran sangat moderat sekali tidak taasub tidak fanatik t sangat moderat dalam berpikir ya bijaksana dalam membuat sebuah e apa pendapat-pendapat menerangkan sebuah pendapat ini membuat orang suka membaca dan kemudian keluasan ilmu beliau kita baca satu masalah belia Kara masalah pendapat dari sahabat dari tabiin dari perkara fuqaha dari mazhab malikiyah Hanafiah hambaliyah Belu kupas lalu Beliau bandingkan dalil-dalilnya ini di sini orang membuat apa namanya sangat senang membaca kitab bel Sehingga dalam kab-kitab bel tadi dari situ jadi memang ada masalah-masalah sebelumnya kontemporer eh masalah-masalah kontemporer juga bisa beliau kita kaji melalui kitab beliau itu ada jawaban-jawaban di situ sehingga membuat kitab beliau masih ee apa namanya langgeng masih layak dan sangat apa namanya istilahnya ee Asri ya masih cocok pada zaman ini dan mengupas masalah-masalah yang hari-hari ini kadang-kadang kita anggap masalah yang baru sebetulnya sudah ada pembahasan-pembahasan para ulama ini membuat para ulama banyak mengambil faedah dari kitab-kitab beliau Nah itu membuat dan beliau termasuk orang yang memperbaharui tentang akidatus Salaf Itu masalahnya ya ketika banyaknya aliran-aliran dan beliau mendiskusikan baik di Kal kalam demikan juga pendapat-pendapat dan tasawuf Beliau juga menjelaskan Ya seperti dalam kitab beliau majuwa jilid 11 itu banyak sekali beliau kupas di sana khusus masalah tasawuf dan juga Sufi di situ nah ini yang membuat orang senang dengan KK beliau sehingga banyak sekali orang beristiarah dalam kitab beliau membuat beliau masyhur dan ketika itu tentu pasti banyak pihak-pihak yang merasa terkritik merasa disalahkan istilah orang ya ya mungkin ya memang salah atau memang adalah diskusi-diskusi ilmiah yang ada di situ sehingga banyak orang merasa disakiti Itu menurut mereka gitu ya mereka merasa disakiti padahal beliau hanya menjelaskan masalah-masalah ilmiah sebenarnya yang telah kita ambil faedah-faedah dari sebagian kitab beliau itu yang membuat banyak orang-orang yang tidak suka dengan beliauad karena beliau menerangkan ya dalam berbagai kelompok itu yang harus diluruskan itu maksud tapi sangat objek dalam menyelasikan suatu masalah apalagi seorang yang membaca kitab beliau ya Ee namanya baik itu yang perbedaan-perbedaan pendapat beliau tidak menukil suatu perkataan kecuali dari orang yang mazhab sebenarnya dari kitab asli atau perkataan ulama itu sendiri beliau tidak berandai-andai tidak mengyimpulkan dalam pendapat Sendiri J memang adab ahlusunah Wal Jamaah ketika menukil perkataan sebuah aliran tidak disebutkan ee ini katanya begini tidak belum mengukilkan sendiri ini perkataannya di sini di kitab ini ketika menukil tentang orang Syiah Rafid itu memang otentik dari kitab mereka tidak dituduh-tuduhkan tanpa alasan bukan ada emosional di dalamembantah nah ini di sini orang sangat senang dengan kitab belia itu kemud orang senang karena objektif dan amanah dalam menukil perkataan-perkataan jadi ini yang menyebabkan banyak orang eh apa namanya eh tidak senang dan serius banyak juga orang senang begitu dalam kit-kitab bel Barakallah fikum wallahuamawab nah Baik terima kasih banyak Ustaz dan pertanyaan tadi merupakan pertanyaan penutup di kesempatan ee pagi menjelang siang ini Ustaz mungkin ada kesimpulan yang dapat disampaikan untuk para pemerhati Roja sekalian namam silakan Ustaz baik di studio chaleni maupun studio dari eh CS insya yang telah membantu tersiarnya acara kajian kita pagi ini Semoga semua selalu mendapatkan keberkahan dari Allah Baik pemirsa maupun para tim yang telah bekerja kita diberikan kemudahan selalu untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapat dan kita selalu dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dari segala bentuk fitnah dan keburukan demikian Terima kasih mohon maaf juga ada kekurangan kesalahan penyampai materi ini subhanakam wasalamualikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh demikianamah sekalian kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan faedah-fedah sejarah Islam masih lanjutan mengenai bantahan yang dituduhkan kepada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh Al Ustaz Dr Ali Musri semjan Putter hafidahullahu taala Semoga Allah menjaga beliau beserta keluarga berkahi ilmu yang disampaikan dan memberkahi pula pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini Demikian kami Indu diri mudah-mudahan di kesempatan Jumat yang akan datang kita bisa melanjutkan ee pembahasan ini insyaallah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *