Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

albarkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke [Musik] 082112345756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala amin ar dan pemirsa TV di Manun Anda beradaah Kami akan hadirkan [Musik] keay bagi anda pemirsa TV yang lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kagianah secara langsung Roja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di TV dan radio Kenapa kita harus membahas akidah para imam ahlius sunahti Wal Jamaah terutama Imam para imam yang merupakan ya rujukan dalam perkara akidah begitu juga dalam perkara ibadah kita mengenal mazhab ya Imam Abu Hanifah Imam Malik Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin hambal rahimahullah saksik kam kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil anbiya wal mursalin lam perhati R di manapun Anda bisa menyimak siaran kami kami ucapkan terima kasih barakahikum jazakumahir atas kebersan Antum semuanya khususnya di kesempatan Jumat pagi yang mubarakah ini di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam tva Radi kitaemjiuk kepada allahik karunia yang telah Allah limpahkan pada kita semuanya Sehingga dalam keadaan sehat walafiat tak kurang satu apapun kita dapat duduk kembali untuk menyimak bimbingan dan pelajaran yang akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidallahu taala langsung dari studio Mini Sekolah Tinggi dirosah Islamiyah Imam Syafi’i Jember selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti dan Insyaallah sesaat lagi kita akan menyimak lanjutan bimbingan dan pelajaran dari Manhaj Imam Malik Fi isbatil akidah bersama Ustaz Dr Muhammad Nur Hisan Ma hafidullahu taala selanjutnya para Ustaz kami persilakan falyatafadal maskuran ya Ustaz Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wasallallahu wasallam Al baahullahu rahmatanilamin nabiina Muhammadin waa alihi wasbihi ajahumanin Allah FL W ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar di mana saja Antum berada Semoga senantiasa dalam keadaan sehat walafiat dilindungi oleh Allah mendapatkan kemudahan serta pertolongan di dalam berubudiah kepadanya allahum amin alhamdulillah puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Allah subhanahu wa taala yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk mempersiapkan amal ibadah sebagai bekal menuju Allah subhanahu wa taala termasuk dalam hal ini thibul Ilmi menuntut ilmu yang merupakan sumber kebaikan yang merupakan faktor utama kebahagiaan dunia dan akhirat selawat dan salam untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Allahumma Shi ala Muhammadin waa Ali Muhammad ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa rahimakumullah Masih bersama pembahasan tentang akidah Imam Malik rahimahullah pembahasan kita pada kali ini akan membahas tentang sebagian perkara-perkara yang wajib Kita waspadai dalam rangka menjaga kemurnian tauhid dan akidah kita sebagaimana nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sungguh sangat perhatian terhadap tauhid sangat perhatian terhadap akidah sehingga beliau Sallallahu Alaihi Wasallam menutupi segala cela menutupi segala sarana yang akan menjerumuskan ke dalam perbuatan Syirik besar dan kecilnya karena demikian itu akan merusak akidah atau mengurangi kesempurnaan tauhid seorang hamba Oleh karena itu di antara pembahasan yang berkaitan dengan Akidah Imam Malik rahimahullah pembahasan tentang hukum Rukyah dan juga tamimah ya Imam Malik rahimahullah telah menjelaskan pembahasan yang berkaitan dengan Rukyah dan juga at-tamimah hukum rukyah Apakah diperbolehkan begitu juga taliquut tamimah menggantungkan tamimah sesuatu yangjadikan sebagai sarana untuk menolak mara bahaya ya atau untuk menghilangkan penyakit dan yang sejenisnya dan ini dikenal dengan ar-ruqyah dan juga at-tamimah nah arruqyah yaitu bacaan dan ucapan disertai ee dengan harapan bahwa yang demikian itu menjadi wasilah untuk pengobatan jadi menjadi at sebagai usaha pengobatan ada yang mengatakan ini alternatif ya saya sesungguhnya tidak setuju itu dikatakan sebagai alternatif kenama rukiah adalah ucapan bacaan yang diambil dari al-qur’an dan hadis doa-doa yang dengan doa-doa tersebut seseorang mengobati dirinya atau mengobati orang lain yang dia meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari Allah subhanahu wa taala sesungguhnya yang paling utama dan yang pertama yang harus dilakukan seseorang bila merasa sakit atau mendapatkan saudaranya sakit atau anaknya atau keluarganya maka yang pertama yang harus dilakukan dia berdoa kepada Allah subhanahu wa taala itu pilihan utama ya mengobati dirinya Jangan dijadikan Hal ini sebagai alternatif kedua sesungguhnya masing-masing dari kita Sebelum mendatangi atau pergi berkonsultasi kepada para ahli kepada dokter maka hendaklah yang pertama kita lakukan ati diri sendiri secara mandiri mengobati diri kita yaitu dengan membaca ayat-ayat al-qur’an kemudian memohon kepada Allah untuk kesembuhan penyakit kita begitu juga doa-doa yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian setelah itu Ya kita berkonsultasi kepada ahlinya Kenapa demikian karena sesungguhnya Allah subhanahu wa taala yang hanya menyembuhkan ya dokter atau berbagai sarana atau sebab yang kita lakukan untuk kesembuhan itu hanyalah usaha kita kesembuhan itu di tangan Allah subhanahu wa taala maka dalam hal ini perlu kita mengetahui hukum Rukyah dan juga yang berkaitan dengan tamimah tadi telah dijelaskan bahwa rukiah dan ini hal yang sudah sangat ya familiar dikalangan kaum muslimin maksudnya adalah bacaan kemudian setelah itu diiringi dengan ya tiupan yang ringan atau yang sedikit diiringi dengan tiupan kemudian ya yang demikian itu bertujuan untuk kesembuhan dan yang biasa dilakukan adalah dari ayat-ayat al-qur’an atau doa-doa yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Apa hukum dari rukyah tersebut ya hukumnya diperbolehkan hukumnya diperbolehkan karena terdapat hadis-hadis yang menjelaskan perkara tersebut dengan catatan atau syarat yang akan disebutkan secara hukum asal diperbolehkan Bila seseorang ya merasa sakit maka dia merukyah dirinya ya memegang tempat yang sakit sembari membaca ayat al-qur’an ayat-at pilihan seperti al-fatihah almuawidat qulhuallahu ahad dan yang lainnya atau merukyah orang lain maka secara hukum asal diperbolehkan Karena tujuan ya menginginkan kesembuhan dari Allah subhanahu wa taala di antara dalil yang menjelaskan hukum tersebut hadis Auf bin Malik ya radhiallahu Anhu Q kunna narqi fil jahiliahna Ya Rasulullah kfa fiikaqidu Al ruqokum Fala ba biruqa Ma lam Yakun fihi syirk rawahu muslim Auf Ibnu Malik radhiallahu Anhu mengatakan dahulu di zaman jahiliah kami melakukan rukyah Kemudian kami bertanya kepada rasul wasam Bagaimana pendapatmu tentang hal itu ya Rasulullah maka nabi mengatakan Perlihatkan kepadaku rukyah-rukyah yang kalian lakukan kemudian nabi S wasam memberikan ya catatan ada masalah ya melakukan rukyah selama tidak terdapat di dalamnya praktik kesyirikan atau kesyirikan ini hadis riwayatkan imam muslim jadi dahulu kebiasaan orang-orang jahiliyah sebelum datang Islam mereka juga membaca bacaan-bacaan yang bertujuan untuk kesembuhan maka para sahabat bertanya pada nabi Bagaimana tentang praktik yang demikian itu Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan la baasa biruqam Yakun fihi syirk tidak ada masalah artinya diperbolehkan melakukan rukiah selama tidak terdapat di dalamnya kesyirikan wa Anas BN Malik radhiallahu Anhu qal Rakas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Fir ruqah Minal Aini Wal Huma w namlah rawahu muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan dispensasi tentang rukyah Minal Aini itu dari Alin yaitu pandangan mata yang menyebabkan ya seseorang menimbulkan petaka sakit dan yang sejenisnya Wal Huma Wal Huma yaitu racun artinya dari ya sengatan hewan-hewan yang berbisa W namlah yaitu penyakit yang mengeluarkan yang ada pada badan seseorang yang mengeluarkan nanah namah jadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya memberikan atau memperbolehkan rakhasa untuk melakukan rukyah terhadap e jenis penyakit yang disebutkan tadi sebagaimana yang kita Maklumi bahwa pandangan mata itu sangat ya bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit ya Bahkan kebanyakan penyebab kematian umat Nabi Muhammad disebabkan pandangan mata Oleh karena itu ini yang dinamakan dengan Ain ya maka diperbolehkan untuk merukyah dari penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata tersebut Wal Huma yaitu sengatan hewan yang berbisa kemudian wanamlah yaitu penyakit yang menyebabkan seseorang atau ya bentuk penyakit tersebut ya nana yang keluar dari ee penakit tersebut maka yang demikian itu ya boleh untuk melakukan rukyah kemudian di antara hadis yang menjelaskan diperbolehkan rukyah Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan sebagai diriwayatkan Jabir bin Abdillah radhiallahu anhq Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Man akual rawah muslim Barang siapa yang bisa membantu saudaranya ya maka hendaklah dia lakukan dan Tidak diragukan bahwa seorang yang bisa membantu saudaranya untuk merukyah dirinya dan itu bermanfaat maka hal yang di dianjurkan untuk dilakukan Rawa muslim dalam hadis lain Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan an Aisyah radhiallahu anha qat Kana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam aka Minna insanun masahahu biyaminih tumma qal adhibil ba’sa rbanas wasfi antasyafi La syifaan illa syifauk Syifa syifaan la yughadiru saqama rawahul Bukhari wa muslim Aisyah menjelaskan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Apabila salah seorang dari kami yaitu merasa sakit maka beliau masahamini mengusap dengan tangan kanannya tempat yang sakit tersebut sembari berdoa adhibil babanas Ya rabbanas Tuhan sekalian manusia adhibil B hilangkanlah penyakit ya Wasi anti berikanlah kesembuhan sesungguhnya Hanya engkau yang bisa menyembuhkan La siifaan illa Syifa tidak ada kesembuhan kecali kesembuhan yang Engkau berikan kesembuhan yang tidak meninggalkan ya sedikit pun ya penyakit artinya kesembuhan yang tidak lagi tersisa ya Di dalamnya rasa sakit atau penyakit hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim Nah dari hadis yang kita jelaskan tadi kita mendapatkan satu kesimpulan bahwa membaca bacaan seperti al-qur’an atau hadis-hadis yang di dalamnya terdapat doa memohon kesembuhan ya dari Allah subhanahu wa taala yang demikian itu hal yang disyariatkan ini salah satu bentuk usaha kita ya untuk sembuh untuk memberikan pertolongan P orang lain Oleh karena itu para ulama menjelaskan syarat diperbolehkan rukyah atau mungkin bisa diistilahkanukyah Syariah rukiah yang diperbolehkan n Jelaskan oleh para ulama ada tiga syarat yang pertama bahwa yang melakukan hal itu ya meyakini bahwa itu hanya sebagai sebab saja tidaklah ya berpengaruh dengan sendirinya akan tetapi pengaruh dari bacaan-bacaan tersebut atau efek dari bacaan-bacaan tersebut manfaatnya semua kembali kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala yang ya menjadikan rukyah tersebut sebagai sebab kesembuhan maka catatan yang pertama tidak meyakini bahwa ya rukyah tersebut yang dengan sendirinya menyembuhkan Kenapa demikian karena sesungguhnya segala sesuatu hanyalah bermanfaat dengan izin Allah subhanahu wa taala maka Bila seorang meyakini bahwa rukyah itulah yang menyembuhkan maka ini jelas telah menyelisihi keyakinan atau akidah bahwa Allah subhanahu wa taala hanya satu-satunya zat yang bisa menyembuhkan tib maka itu tergantung atau terjat terjatuh kepada perbuatan Syirik keyakinan Syirik ya karena kita wajib meyakini bahwa Allah subhanahu wa taala yang hanya bisa menyembuhkan tiik ini yang pertama yang kedua bacaan-bacaan tersebut tidak menyelisihi ya apa yang terdapat di dalam syariat Islam berupa bacaan-bacaan yang tadi telah dijelaskan al-quran dan Ya hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bila dalam bacaan-bacaan tersebut terdapat ungkapan-ungkapan yang mungkin menyelisihi syariat baik ungkapan-ungkapan atau ucapan-ucapan yang mengandung permohonan ya kepada Jin kepada setan atau roh-roh orang saleh dan yang sejenisnya maka yang demikian itu perbuatan yang haram karena juga ya termasuk ke dalam perbuatan Syirik karena Sebagaimana telah dimaklumi Ya berdoa hanya kepada Allah memohon kesembuhan hanya kepada Allah nah ini syarat yang kedua ya Syarat yang ketiga bacaan-bacaan dalam rukyah tersebut harus jelas dan dimengerti maknanya ya bukan dengan bacaan-bacaan yang tidak dipahami nah seperti yang dilakukan sebagian para penyihir bacaan-bacaan enggak jelas maknanya yang dikenal dalam istilah akidah attalasim ya mantra-mantra yang dibaca yang tidak jelas maknanya dan seringki bahkan mengandung ya penyebutan nama-nama jin setan dan yang lainnya maka ini tiga syarat diperbolehkan rukyah yang pertama Ya tidak meyakini bahwa rukyah tersebut itu lah yang dengan sendirinya menyembuhkan tapi yang menyembuhkan hanya Allah subhanahu wa taala itu sebagai sebab saja yang kedua ya tidak menyelisihi syariat tidak menyelisihi Syariat bacaan-bacaan Yang jelas ya terdapat dalam al-qur’an atau hadis-hadis nabi sallallahu alaihi wasallam dan yang ketiga ya bacaan yang digunakan dalam rukyah tersebut dipahami maknanya ya dipahami bukan dengan bacaan-bacaan atau mantra-manantra yang mengandung ucapan-ucapan yang tidak jelas dan tidak dipahami nah ini tiga syarat ya diperbolehkannya rukyah atau yang dikenal denganrukyah asyariah Nah Imam Malik rahimahullah ditanya tentang arruqyah ya Beliau mengatakan ya ditanya tentang rukyah Apakah seseorang boleh merukyah atau minta diukah maka beliau menjawab tidak ada masalah dikanan Yang ucapan-ucapan dan kalimat-kalimat yang baik ini menjelaskan P kita bahwa bila rukyah tersebut mengandung perkataan-perkataan atau ungkapan-ungkapan yang menyelisihi syariat ya maka ini tidak diperbolehkan nah ini rukyah yang disyariatkan rukiah yang disyariatkan adapunukyah yang dilarang ya setiap rukiah yang tidak terpenuhi syarat ya tiga syarat yang telah dijelaskan tadi n maka jelas hal demikian itu hal perkan diharamkan seperti meyakini bahwa ya bacaan-bacaan tersebutlah yang dengan sendirinya menyembuhkan ini jelas perbuatan Syirik karena kita wajib meyakini bahwa yang menyembuhkan hanya oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Syafi Nam La syifaan illa syifauk engkaulah Allah yang Maha menyembuhkan dan tidak ada kesembuhan kecuali hanya kesembuhan yang Engkau berikan kemudian ya rukyah yang dilarang adalah rukyah yang mengandung bacaan-bacaan atau mantra-mantra yang mengandung kesyirikan atau memohon pertolongan atau istigghatah dengan selain Allah baik jin setan atau roh-roh halus ya makhluk halus atau roh-ruh para Aulia yang diyakini namah semua hal itu adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan kemudian ya rukyah yang menggunakan kalimat kalimat yang tidak jelas maknanya nah yang tidak dimengerti apa maksudnya nya Nah ya demikian itu adalah perbuatan yang dilarang ini yang berkaitan dengan masalah rukiah Kemudian yang kedua tentang masalah tamimah tamimah yaitu sesuatu yang digantungkan yang hukum asalnya atau praktik tamimah ini di zaman jahiliah itu biasanya mereka gunakan biasanya mereka gunakan ya digantungkan di leher anak kecil dengan tujuan sebagai penangkal ya dari penyakit marah bahaya dan yang sejenisnya Nah jadi sesuatu yang baik dalam bentuk ya ketulisan ditulis ya Atau mungkin sebentuk gantungan-gantungan yang di sana ada bacaan-bacaan ya atau yang digantung dalam bentuk mungkin tulang belulang atau potongan kayu atau potongan kulit atau mungkin potongan Ya sebagian kertas atau kain namam yang di sana diyakini atau ada tulisan-tulisan di sana kemudian diyakini ya setelah dibaca dengan bacaan-bacaannya itu ya ada mantra-mantranya kemudian setelah itu ya digantungkan baik itu di leher anak atau di rumah atau di mobil atau ya tempat-tempat yang lain semua hal itu ya adalah dikatakan at-tamimah ya dahulu zaman jahiliah mereka meyakini bahwa apabila tamima tersebut digantungkan di leher seorang anak maka dia akan Selamat ya dari berbagai marahaya dan juga e pandangan mata Ya akan bisa ya menimbulkan penyakit Nam iniah keyakinan iniah keyakinan kaum jahiliah nah begitu datang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang membawa kepada yang mengajak manusia kepada tauhid ya yang menyebarkan tauhid mengajak untuk mengikhlaskan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala dan melepaskan diri dari segala bentuk keterkaitan kepada selain Allah ya dan membersihkan akidah-akidah jahiliah tersebut maka Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan hukum taklik tamimah tersebut ya yang demikian itu adalah perbuatan yang diharamkan ya perbuatan yang diharamkan karena termasuk ke dalam perbuatan Syirik nah para ulama dalam hal ini menjelaskan ada dua kemungkinan ya Bila yang melakukan hal itu menggantungkan tamima tersebut meyakini bahwa tamima yang digantungkan itulah yang menyembuhkan itulah yang bisa menolak mara bahaya it yang akan bisa menghilangkan penyakit atau berbagai ya Ee hal yang menimpa diri seseorang maka ini adalah lah Syirik besar ya Akan tetapi bila meyakini itu sebagai wasilah saja sebagai media saja sebagai sebab tapi yang menolak Mar bahaya tersebut adalah Allah ini termasuk dalam perbuatan Syirik kecil jadi dari kedua kondisi tersebut tetap dilarang dan diharamkan oleh agama Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan ya dari Abdullah Bin Masud radhiallahu Anhu qu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam inqun rawahu Abu daakim sesungguhnya ry dan tamimahwalah adalah perbuatan Syirik tadi telah dijelaskan dimaksud rukyah yang dihukumi sebagai perbuatan Syirik adalah rukah yang terlarang yang di dalamnya terdapat bacaan-bacaan atau mantra-mantra yang tidak bersumberkan ya al-qur’an dan juga tidak dimengerti maknanya itu yang rukyah yang dilarang yang termasuk perbuatan Syirik watamaim tadi telah Jelaskan masuk tamimahesatu yang digantungkan ya dilhar anak di mobil atau ya di rumah di depan pintu dan seterusnya namam maka semua hal itulah perbuatan syirk watiwalah ini bentuk dari jenis sihir yang membuat seseorang atau Seorang Istri mencintai suami dan atau suami mencintai istrinya atau seorang yang tidak saling mengenal ya laki dan wanita sehingga terjadi ya Ee kecintaan satu pada yang lain disebabkan perbuatan ya Ee sihir tersebut itu dinamakan attiwalah Nam Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan syirkun ini perbuatan Syirik dan Syirik adalah perbuatan yang diharamkan tadi juga telah dijelaskan ya jika dalam praktik tamima tersebut dengan keyakinan bahwa tamima itu sendiri yang menyembuhkan yang menolak Mar bahaya dan yang akan menghilangkan ya maka ini termasuk perbuatan Syirik besar tapi sekedar menggantungkan dan keyakinan sebagai sebab saja ya itu termasuk perbuatan syirk alasghar Syirik kecil dalam kedua kondisi tersebut tetap diharamkan Nam kemudian hadis Abdullah bin uaim radhiallahu Anhu beliau menjelaskan Ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man taaqaan ukilaai Barang siapa yang menggantungkan atau bergantung kepada sesuatu ya atau menggantungkan sesuatu wukilaai dia akan diserahkan kepada suesatu tersebutwahu Ahmad wa timidzi Wal Hakim maksudnya Barang siapa yang mengambil tamimah kemudian menggantungkan di lehernya di leher anaknya atau di Mobilnya di rumahnya dan dengan keyakinan bahwa yang demikian itu akan menjauhkan dirinya dari marab bahaya akan menolak mara bahaya ya akan bisa menghilangkan berbagai kesulitan atau bahaya yang menimpa dirinya maka wukila ilaihi dia akan diserahkan kepada suatu tersebut Kenapa demikian ya karena dia tidak memohon pertolongan kepada Allah Karena dia tidak meminta kepada Allah ya maka Allah serahkan seorang kepada yang demikian itu dan kita mengetahui bila Allah subhanahu wa taala menyerahkan seorang pada sesuatu selain Allah subhanahu wa taala maka dia akan binasa apa yang di hararapkan dari praktik tamimah tersebut atau suatu yang dia Gantungkan dengan harapan itu akan mendatangkan kebaikan baginya maka sama sekali tidak akan terlaksana ya dia bergantung kepada yang tidak bisa mendatangkan kebaikan dan menolak kemudaratan maka akan binasa ya Oleh karena itu ini Tentunya Ancaman bagi mereka yang menggantungkan sesuatu atau yang melakukan praktik-praktik tamimah kemudian menggantungkan harapannya kepada suatu tersebut semua hal ini maas muslimin para pemirsa dan para pendengar rahimakumullah mengajarkan pada kita bahwa hakikat dari tauhid tauhid yang wajib kita imani dan kita yakini yaitu menggantungkan segala harapan kita kepada Allah subhanahu wa taala bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala jangan sampai terbesit di hati kita ada ketergantungan ya kepada selain Allah jangan sampai hati kita berpaling kepada saelain Allah ya karena demikian itu akan merusak akidah kita atau mengurangi kesempurnaannya nah tauhid yang kita pelajari yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu wasallam maksudnya adalah betul-betul mengikhlaskan ibadah kita dan lahir batin kita hidup dan mati kita lillah bahwa meyakini semua kebaikan datang dari Allah semua kemudaratan hanya ditolak oleh Allah Ya semua dengan izin Allah subhanahu wa taala maka hendaklah kita bergantung kepada Allah dan melakukan sebab-sebab yang disyariatkan ya dan yang dijelaskan oleh agama bahwa yang yang demikian itu merupakan sebab yang mendatangkan kebaikan dengan izin Allah subhanahu wa taala Adapun tamimah menggantungkan sesuatu kemudian disertai dengan tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan ya di sana ada mantra- manteranya maka yang demikian itu bukanlah sebab yang diperbolehkan ya tidak terdapat dalam syariat membolehkannya dan juga tidak terbukti secara medis ya kesehatan juga bermanfaat dan juga Allah tidak mentakdirkan yang demikian itu sebagai sebab untuk penyembuhan maka Untuk apa dilakukan maka tatkala seorang ya menggantungkan hal itu pada dirinya anaknya atau di rumahnya atau di mobilnya dengan keyakinan itulah sebagai sebab mendatangkan kebaikan maka dia telah bergantung P suatu selain Allah maka Allah serahkan dia kepadaatu tersebut sehingga apa yang terjadi celaka dia binasaukila ilaihi nukila ilaihi maka tidak akan ditolong oleh Allah subhanahu wa taala dia tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan apa yang diharapkan tapi akan semakin bertambah lemah bertambah hina dia terjerumuskan perbuatan Syirik naubillahalik kemudian dalam hadis lain an uqbah Ibni Amir radahaihi was u Ahmad Hakim ya Barang siapa yang bergantung ya menggantungkan kemudian bergantung kepada tamimah falaamallahulah Allah tidak akan menyempurnakan ya apa yang dia niatkan tersebut artin ini mendoakan Rasul mendoakan ya mendoakan kejelekan bagi pelakunya dia berharap dengan menggantungkan tamimah terlaksana ya apa yang diinginkan tapi Allah pala atamallahulah Allah tidak akan menyempurnakan hal itu ya Allah tidak akan memberikan apa yang menjadi keinginan dan niatnya dari menggantungkan tamimah tersebut ini didoakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam doakan apa bukan kebaikan kejelekan seorang melakukan sesuatu ingin mendapatkan manfaat tapi tatkala yang dilakukan tamimah menggantungkan tamimah bukan sebab yang yang disyariatkan ya bukan sebab yang disyariatkan dan dia berharap dari menggantungkan sesuatu tersebut bisa menolak Mar bahaya menyelamatkan dirinya makanya demikian itu tidak akan terlaksana begitu juga juga W taq Watan ya menggantungkan menggantungkan atau menggantungkan kepada sesuatu menggantungkan sesuatu dan menggantungkan harapannya wadaah itu sesuatu yang dia berharap bila dilakukan atau menggantungkan atau memakainya menggunakannya itu dia mendapatkan ketenangan rohah kebaikan tapi apa yang terjadi Allah tidak akan memberikan hal itu kepadanya ya tidak akan ter laksana apa yang diinginkan tidak akan teralisasi apa yang di diharapkan Fala Wada allahulah Allah tidak akan memberikan hal itu tidak Allah berikan ketenangan itu dia berharap dengan melakukan demikian itu mendapatkan ketenangan kebaikan ya kesembuhan tapi Allah membalas dengan sebaliknya Fa Wada allahulah ya tidak akan Allah berikan hal itu kepadanya ini juga doa kejelekan bagi orang yang melakukan demikian itu menunjukkan k kita bahwa ini perbuatan diharamkan ya perbuatan yang diharamkan nah ikhwat Al Iman para rahimakumullah jadi mempelajari tauhid tujuannya adalah bagaimana kita jiwa raga kita lahir batin kita hanya bergantung kepada Allah tiada di hati sedikit pun ketergantungan kepada makhluk itulah hakikat tauhid yang sesungguhnya kita meyakini bahwa segala sesuatu hanya dengan izin Allah Allah yang hanya bisa memberikan manfaat Allah yang bisa menolak mudarat Allah yang bisa mendatangkan kebaikan mendatangkan ketenangan maka hendaklah hati kita senantiasa ya bergantung kepada Allah Yang Maha Kuasa apapun yang kita hadapi dalam hidup dan yang kita rasakan dalam hidup ini berbagai kesulitan ya penyakit dan yang sejenisnya maka kita yakin bahwa allah subhanahu wa taala yang hanya bisa menyembuhkan Allah yang hanya bisa menolak hal itu dari diri kita jika demikian tawakal alallah memohon kepada Allah jangan melakukan berbagai praktik-praktik kesyirikan ya atau memohon kepada sayain Allah bergantung kepada selain Allah semua hal itu makhluk lemah tidak akan bisa memberikan kebaikan kepada manusia sedikit pun ya ini keyakinan yang wajib diimani ya yang wajib kita Tanamkan dalam diri kita ya tanpa ada keraguan sedikit pun itulah hakikat tauhid bukankah kita telah mengatakan senantiasa berikrar termasuk di antara ya alfaz ya atau kalimat dalam doa istiftah Inna shati wausuki wa mahyaya waamati lillahi rabbil alamin la syarikalah sesungguhnya salatku kemudian pengorbananku ya penyembelihanku hidup dan matiku lillah Naam ini keyakinan yang wajib ditanamkan dalam diri setiap muslim Nam agar dalam hidup ini mereka hanya bergantung kepada Allah memohon kepada Allah meminta kepada Allah meyakini bahwa seluruh kebaikan datang dari Allah seluruh kemudaratan hanya Allah yang bisa menolaknya Ya semua dengan izin Allah subhanahu wa taala Bukan Dengan melakukan ya sebab-sebab ya ya yang Ti tiada Ee tidak terbukti secara medis bermanfaat dan juga secara takdir tidak mentakdirkannya dan secara syariat Mang tidak ada perintahnya nah berbeda kalau kita berubat ya meang diperintahkan untuk berubat maka kita datang ke spesialis ya Sesuai dengan penyakit kita kemudian nanti diberikan resep ya dan terbukti ada manfaatnya Tapi tentu juga yang menyembuhkan Allah subhanahu wa taala ya dengan bimbingan dokter kita mengikuti petunjuk-petunjuk Dokter tadi dan diperintahkan Kenapa tadaw BN Adam berubatlahintah diperintahkan untuk berubat kemudian secara takdir Allah mentakdirkan bahwa itu telah melalui proses uji coba ternyata ya bermanfaat terbukti obat ini untuk penyakit ini dan seterusnya Allah takdirkan ada kesembuhan disebabkan obat tersebut kemudian ya yang demikian itu ya sebagai wasilah yang bermanfaat Nah maka ini diperbolehkan Adapun tamimah ya menggantungkan sesuatu dan keyakinan Itul yang menorak marab bahaya yang akan menghilangkan penyakit maka Ini semua tidak terbukti secara medis dan juga tidak jadikan Sebab di dalam agama dan tidak ada perintah dalam syariat untuk melakukan hal itu bahkan terdapat larangan ya dalam hadis lain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda manqimatan FAQ asr Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka sungguh telah berbuat kesyirikan tadi kita Jelaskan kesyirikan di sini ya Ya mengandung dua pengertian yang pertama kesyirikan bisa berarti kesyirikan yang besar dan kesyirikan yang besar mengeluarkan dari Islam syirkan Akbar bila dia meyakini bahwa sesuatu yang digantungkan tersebut tamima itu dengan sendirinya mendatangkan kebaikan dan menolak kemudaratan ya atau yang sejenisnya mungkin mengikatkan benang atau tali atau memakai cincin ya atau gelang dan yang sejenisnya ya bila meyakini yang demikian itu satu-satunya atau dengan sendirinya mendatangkan kebaikan menghilangkan penyakit dan menyembuhkan maka ini keyakinan yang Syirik keyakinan yang Syirik dan itu syirkun Akbar jadi kesyirikan itu dari sisi keyakinan dan juga perbuatan bila itu berkaan berkaitan dengan Sisi keyakinan maka ini berkaitan dengan Syirik dalam rububiah Allah subhanahu wa taala tapi bila hal demikian itu berkaitan dengan praktik ya suatu eh perbuatan maka ini berkaitan dengan Syirik uluhiyah jadi keyakinan dia bahwa tamima itu mendatangkan manfaat ini Syirik dalam rububiah karena tiada yang bisa mendatangkan manfaat kecuali Allah subhanahu wa taala tapi bila dia mempraktikkan melakukan ya praktik menggantungkan tamimah yang dilandasi keyakinan yang pertama tadi maka ini jelas perbuatan Syirik yang berkaitan dengan uluhiah rahimakumullah Oleh karena itu ya hendaklah kita dalam hidup ini untuk senantiasa mengospeksi kita akidah kita iman kita Sudahkah tauhid itu bersemi Sudahkah tauhid itu tertanam dalam diri kita ya dan telah suci dari berbagai ya nuda-nuda kesyirikan besar dan kecilnya ini harus dipastikan nah bagaimana keyakinan kita kepada Allah bila kita menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini Ke mana kita mengadu ke mana harapan pertama yang kita tujukan jika kita masih di hati kita meyakini ya dokter dengan segalanya dengan segala keahliannya lupa kita kepada Allah ini keyakinan kita bermasalah atau meyakini inilah obat yang sangat bermanfaat lupa kita pada Allah Bah kemanfaatan itu hanya dengan izin Allah itu bermasalah ya tidak membatalkan tauhid kita tapi mengurangi kesempurnaan Kenapa karena kita ya hati kita berpaling ada sedikit ya berpaling dari Allah sehingga meyakini obat yang bermanfaat dokter yang bisa menyembuhkan nah ini hal yang sangat berbahaya oleh karena itu konsekuensi dari kita mengucapkan Lailahaillallah bahwa tiada di hati kita kecuali hanya keyakinan bahwa segala kebaikan hanya datang dari Allah dan segala kemudaratan berbagai penyakit yang lainnya hanya bisa diangkat disembuhkan oleh Allah subhanahu wa taala itulah hakikat tauhid kemudian Mungkin ada yang ya mempermasalahkan Bagaimana kalau ini digantungkan tersebut berupa ayat-ayat al-qur’an atau zikir-zikir ya yang terdapat e dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya sering kita juga melihat kadang ayat-ayat kursi ditulis di lembaran atau k Bentuk kartu k digantungkan di mobil dan yang sejenisnya ya Apakah atau di rumah misalnya dengan catatan atau dengan harapan bahwa ini mendangkan mendatangkan keberkahan ya dan yang lainnya atau untuk kesembuhan ya al-qur’an tib dalam hal ini ada terdapat ya perbedaan di kalangan para ulama ada yang membolehkan dan yang tidak membolehkan Tapi kalau kita Perhatikan dengan cermat ya bahwa menggantungkan al-qur’an ya menggantungkan al-qur’an untuk kesembuhan untuk pengobatan maka yang sahih dari kedua pendapat para ulama tersebut adalah tidak diperbolehkan tidak diperbolehkan dengan alasan yang pertama Ya melihat hadis-hadis atau larangan secara umum untuk menggantungkan Ya tamimah apapun yang digantungkan dengan tujuan demikian itu ini termasuk dalam ya larangan hadis tersebut wala Mukil umum tidak ada yang mengkhususkan keumuman larangan tersebut jadi apapun yang digantungkan baik itu ya bacaan bacaan saya al-quran atau al-qur’an ya maka ini mencakup ke dalam larangan secara umum ini yang pertama yang kedua sadanzariah menutup cela terjerumusnya ke dalam hal yang diharamkan ya karena bila diperbolehkan demikian itu maka akan menimbulkan atau menggiring sebagian untuk melakukan ya menggunakan ya menggantungkan selain al-qur’an ya menggantungkan sayah al-qur’an untuk dengan harapannya untuk tamima dan yang sejenisnya itu maka untuk menutupi agar tidak ya terjadi praktik-praktik yang demikian itu maka yang demik itu diharamkan kemudian juga untuk menjaga kemuliaan al-qur’an k apabila digantungkan ya di leher misalnya anak atau di tempat lain ya besar kemungkinan ya demikian itu akan menyebabkan atau suatu hal yang akan melecehkan ayat-ayat tersebut ya Dan kita wajib mengagungkan al-qur’an memuliakan al-qur’an maka tidak menutup kemungkinan bila yang demikian itu ya akan menimbulkan ya penghinaan terhadap al-qur’an pelecehan terhadap al-quran terlebih lagi apa apabila digantungkan di leher seorang anak misalnya untuk kesembuhan atau seorang dia masuk ke toilet dan yang sejenisnya tempat-tempat yang kotor sementara situ ada bacaacaan al-qur’an ya di tamimah tersebut di maka dalam hal ini atau dia ya Ee qadail Hajah dan yang sejenisnya maka yang demikian itu untuk menutupi agar tidak terjerumus dalam praktik-praktik yang melecehkan al-qur’an ya Ee merendahkan al-qur’an maka ini dilarang kemudian yang keempat bahwa menggunakan al-qur’an untuk sebagai media pengobatan dengan cara seperti itu yang jelas ya tidak dilakuan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya yang benar ya yang benar dalam hal ini adalah bagaimana al-qur’an tersebut ya dibaca ya dirukyah menjadikan sebagai rukyah diadikan sebagai rukyah nah dibacakan kepada yang sakit tersebut bukan digantungkan itu yang benar ya dalam ya pengobatan atau dalam rukyah dengan menggunakan ee ayat-ayat al-qur’an bukan digantungkan sebagaimana yang dijelaskan tadi maka berdasarkan empat alasan tersebut menggantungkan ayat-ayat al-qur’an sebagai media kesembuhan untuk pengobatan yaitu juga hal yang tidak diperbolehkan nah Oleh karena itu maasy muslimin rahimakumullah jika kita ya merasakan sesuatu mungkin sakit dan yang sejenisnya maka rukiahlah diri sendiri ya kemudian bentengi diri kita juga dari segala mara bahaya dengan membaca zikir di pagi dan di petang hari bila kita ya Ee bila Bila seseorang Timpa sakit atau yang sejenisnya maka dia memohon kepada Allah kesembuhan lakukan yang pertama sekali langkah awal yang dilakukan adalah merukyah diri sendiri tempat yang sakit tadi ya dipegang diusap kemudian sembari membacakan al-fatihah dan ayat-ayat al-qur’an yang lainnya memohon kepada Allah subhanahu wa taala kemudian setelah itu berkonsultasi kepada ya ahli dalam penyakit tersebut ini harus dilakukan ya ini yang harus dilakukan oleh seseorang yang EE mendapatkan atau dalam kondisi yang seperti itu ya itu yang bisa disampaikan mudah-mudahan ya bermanfaat Adapun ya Imam Malik rahimahullah ya ee atau sebelum ditutup diakhiri Imam Malik rahimahullah sebagaijelaskan tadi ya dalam hal ini juga memperbolehkan merukyah dengan syarat yaitu kalimat-kalimat yang baik ya kata beliau Imam Malik rahimahullah la baika bilamib ya tidak ada masalah merukiah seorang merukyah atau minta dirukyah tapi dengan catatan dengan syarat kalam thayib perkataan yang baik yaik juga dikatakan Kepada beliau ayuktabu Lil mahmumi Alquran Apakah dituliskan bagi yang sakit itu al-quran tidak ada masalah ya ada masalah seorang merukah ya dengan perkataan yang baik kemudian Ibnu Wahab [Musik] mengatakan ditanya tentang media besi kemudian garam ikatan tikat meny Wahab seolah-olah ya aluqad yaitu bukhul tersebut indahu fidalika dalam praktik demikian itu a’amu karahiah lebih ya dibenci beliau Wafi riwayatin qal lam yakunika Min amrinasi qadim sebagai riwayat disebutkan yang demikian itu praktik yang demikian itu tidaklah yang ada di ee dalam kondisi atau tidaklah ada dalam praktik ee manusia sebelumnya yaitu para ulama sebelumnya intinya tadi telah dijelaskan bahwa dalam masalah menggantungkan ayat-ayat al-quran jadikan sebagai tamimah atau digantungkan sebagaimana ya praktik tamimah yang dilakukan di zaman-zaman jahiliah maka itu tidak diperbolehkan dengan alasan ya yang telah disebutkan tadi karena masuk ke dalam keumuman larangan Kemudian untuk menutupi cela dari terjadinya hal yang terlarang kemudian juga is dengan al-qur’an bungan dan cara seperti itu tapi dibacakan n dengan merukyah mengusap tempat yang sakit tadi Nah demikian para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah mudah-mudahan bermanfaat ya wasallallahu Nabina Muhammad wa alihi wasohbihi wasallim walhamdulillahiabbil alamin Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas pelajaran dan bimbingan yang telah disampaikan di kesempatan kali ini semoga Allah memberikan Taufik untuk memberikan kemudahan bisa memahami dan mengamalkan ilmu tersebut dalam aktivitas ibadah kita selanjutnya bagi Anda yang bertanya seputar pembahasan ini di 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 silakan untuk telepon yang pertama kami berikan kesempatan Halo Asalamualaikum Pak ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Bapak ini pak Iskandar di Kalimantan Timur Pak ustaz Iya mau tanya misalnya kalau kita Pak ustaz minum air zamzam supaya menyembuhkan penyakit Pak ustaz eah Bagaimana itu Pak ustaz kita minum air zamzam supaya disembuhkan oleh Allah Gimana itu Pak ustaz Tolong dijelaskan Pak ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Iya Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya terima kasih kepada bapak Iskandar ya atas pertanyaannya barakallahu Fik jadi bagaimana dengan meminum air Zamzam Ya untuk kesembuhan jawabannya ya tidak ada masalah diperbolehkan karena telah terdapat dalam hadis yang menjelaskan tentang keberkahan air Zamzam Ya keberkahan air Zamzam nabi Sallahu alaii wasallam mengatakan a Zamzam lima suribalah ya air zamzam itu bermanfaat untuk ya suatu yang kita niatkan dalam meminumnya dan terbukti ya para sahabat telah melakukan hal itu dan para ulama maka mereka begitu minum zam-zam para ulama ya itu mereka memohon kepada Allah untuk ya kekuatan dalam hafalan hadis untuk mendapatkan ilmu kesembuhan bahkan Imam Ibnu qayyim sendiri begitu beliau datang ke Makkah ya tidak ada di sana makanan minuman Yang ya yang sangat atau yang beliau konsumsi kecuali dengan banyak minum Zamzam dan itu terbukti bermanfaat karena Rasul telah mengatakan bahwa ada keberkahan dalam Zamzam tersebut maka tidak ada masalah ya dengan keyakinan bahwa Allah Subhanahu taala yang mendatangkan keberkahan itu tapi medianya dengan air zamzam tadi karena Allah memberikan keberkahan di air zamzam tersebut Nam maka intinya tidak ada masalah dan tidak termasuk ke dalam ya Apa yang dibahas tadi Nah demikian wallahuam tib Ustaz Barakallah fikum Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya untuk yang bertanya khususnya dan kita semua yang menyimak Pada kesempatan kali ini selanjutnya kam berikan kesempatan kembali silakan Masih dilayan telepon halo ya Halo Iya dengan siapa Bapak di mana pakisma Di silakan bapakanyaamaikum Pak bertanya mau nanya ini Pak ustaz e berkenaan dengan puasa Ramadan puasa wajib misalnya kalau kita berpuasa dari tanggal 1 Ramadan sampai tanggal 25 terus dengan keadaan baik ya dengan menjaga semua yang dilarangnya terus ketika kita tanggal 25 itu kita bermaksiat atau e yang membatalkan pahala puasa yang saya tanyakan apakah puasa puasa yang kita lakukan dari tanggal 1 sampai tanggal 25 itu batal enggak Pak ustaz pahalanya maksudnya pak cuma hari itu aja Iya gitu pahalanya oh oh gu iya iya silakan Ustaz ya Ya terima kasih kepada bapak yang bertanya Barakallah Fik atas pertanyaannya seorang yang berpuasa dari awal sampai tanggal 25 seperti disampaikan tadi bahwa dia berpuasa ya menjaga puasanya menjaga puasanya kemudian setelah tanggal 25 dia ya tidak menjaga puasa artinya ya berbuat maksiat dan dosa Tidak diragukan bahwa perbuatan maksiat dan dosa ya akan mempengaruhi ya puasa seseorang bila yang dilakukan ya setelah tanggal 25 tersebut hal-hal yang mungkin membatalkan puasa jelas ya ini jelas batal puasanya di wajib mengqadanya Adapun masalah pahala ya seorang yang berpuasa hanya dari menahan dari makan dan minum saja tapi tidak menahan dirinya dari maksiat dan dosa yang lainnya maka ini yang ya tidak ada pahalanya bagi dia dia hanya merasakan capek lapar Haus ya dahaga Adapun pahalanya ya tidak didapatkan tapi secara hukum gugur kewajibannya dia berpuasa tapi pahalanya tidak didapatkan nabi mengatakan Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan dusta n perkataan dan perbuatan maka tidak ada butuhnya bagi Allah subhanahu wa taala dia menahan Atau meninggalkan makanan minumannya Arya Allah tidak akanemberikan pahala kepadanya Kar sesgnya Pua tersebut yaitu bukan ee sekedar menahan dari makan dan minum tapi menahan did semua yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala seperti itu Nah Jadi intinya ya dari tanggal 25 ke atas tersebut jika dia melakukan Demikian maka jelas pahalanya ya pahala doa pahala dari puasa pada hari tersebut maka tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala n wallahuam baik Ustaz Terima kasih atas Jawabannya untuk yang bertanya khususnya dan kita semuanya selanjutnya bagi Anda yang bertanya Vi telepon kami harapkan pertanyaan anda bersesuaian dengan apa yang telah Ustaz sampaikan di kesempatan pagi hari ini silakan kamiunggu kembali halo halo silakan e belum diangkat silakan Halo di 0218236543 bagi Anda yang ingin bertanya via telepon untuk pesan singkat di 0819896 haloo Iya dengan siapa Di manawal di Makassar e Bapak Mohon maaf Bapak cukup mendengarkan via telepon ee volume televisinya dikecilkan dulu Pak supaya bisa kita tanggap pertanyaannya nanti ustazilkan duluak Iya Pak Iya sudah silakan Ini saya mau tanya Pak I kalau kita umpamanya sakit baru kita pergi berobat ke dukung terus dia minta umpamanya eh syaramanya hewang atau ayam apakah ini termasuk Syirik Baik terima kasih Bapak kami ulangi Ustaz apabila kita sakit kita terus ke pergi ke dukun terus terus dia mensyaratkan untuk e menyediakan ayam atau menyembulih ayam dan lain sebagainya Apakah ini termasuk Syirik silakan Ustaz Iya terima kasih kepada bapak yang bertanya di Makassar ya barakallahu Fik pertama yang harus kita pahami bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah memerintah ak kita untuk berubat ya tadawau ya bna Adam Ma anzalallahu Min Dain illa anzala maahud Dawa alimaika manimu Wa jahilika man jahil jadi berubatlah wahai manusia tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali juga menurunkan Obatnya ada yang mengetahui ada yang tidak mengetahui obat tersebut dan sebagaimana yang kita Maklumi ya seorang yang sakit maka yang mengetahui obatnya sesuai dengan spesialis masing-masing yaitu dokter yang mempelajari hal itu setelah dengan terbukti dengan ya praktik ya terbukti Bah bisa diberikan Dia ee resepnya ya maka bila kita sakit datanglah ke para dokter yang mengetahui penyakit tersebut dan sebagai jelaskan tadi sebelum kita datang hendaklah kita mengobati diri sendiri al-qur’an diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala sebagai Syifa ya dan doa merupakan senjata seorang mukmin untuk mendapatkan kebaikan maka Rasul mengajarkan kita ya memohon kepada Allah memohon kepada Allah ini harus dilakukan ya bila kita betul-betul ya pandai menggunakan al-qur’an sebagai ya sebab pengobatan atau sebagai ya media pengobatan kita membacanya kemudian memohon kepada Allah keberkahan dari al-qur’an tersebut bermanfaat bagi kita dengan izin Allah merukyah diri kita baca Alfatihah maka itu tentu akan bermanfaat tapi banyak di antara kita yang tidak ya pandai melakukan pengobatan mungkin Karena jarang baca al-qur’an kemudian juga tidak memahami atau masih memiliki keraguan ini harus dilakukan Adapun mendatangi dukun yang tidak diperbolehkan ya tidak diperbolehkan berubat datang ke dukun atau orang pintar dan yang sejenisnya karena biasanya dukun-dukun tersebut pasti menggunakan media yang dia berkomunikasi dengan qarinnya atau jin atau setan dan praktik-praktik sihir tersebut atau bacaan-bacaan yang enggak jelas ya dia baca Enggak jelas apalagi tadi diminta Apa kaitannya pengobatan dengan ayam m yang di mau diobati ayam toh enggak ada kaitannya maka secara dunia medis juga enggak masuk akal enggak nyambung yang diobati sakit mana ayam yang diminta Apa kaitannya atau disembelih ayam untuk apa atau diambil darahnya misalnya enggak ada kaitannya secara medis enggak ada secara enggak ada dan tidak ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa taala ya demikian itu boleh jadi dia menggunakan ayam tersebut sebagai media untuk di disuguhkan diberikan kepada mungkin setan atau mungkin qarinnya jinnya meminta ini medianya harus inilah ayam inilah Ya ayam jago yang ayam jantan ya dan seterusnya maka ini jelas hal yang terlarang ya mendatangi para Dukun itu diharamkan ya mendatangi para dukun parmalan atau datang dukun tersebut Bertanya kepadanya maka tidak diterima salatnya arelama 4 malam kemud Muhammad ya Barang siapa yang mendatangi para dukun kemudan membenarkan apa yang disampaikannya telah kufur p apa yang diturunkan P Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam karena dalam Alquran ya tidak ada yang mengetahui yang GC Allah Subhanahu Wa taalaah ya tidak ada mengetahui perkara yang gaib langit dan bumi kecuali Allah subhanahu wa taala maka tidak dibenarkan mendatangkan para datang pada para dukun tersebut apalagi membawa syarat-syarat yang disebutkan tadi ini semua praktik-praktik ya Yang Terlarang nah praktik-pti yang terlarang bila dengan ayam tersebut misalnya sebagai media untuk ya mendekatkan diri dia meminta kepada atau itu permintaan dari jinnya jelas perbuatan Syirik nah perbuatan Syirik Adapun seorang yang mendatangkan hal itu jelas perbuatan diharamkan karena mendatangi para dukun para norma dan juga yang sejenisnya atau yang semisalnya adalah perbuatan diharamkan di dalam agama Islam ini Nah demikian wallahuam baik Ustaz kita akan beralih ke pesan singkat yang telah masuk kami eh bacakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz dari hamba Allah di Banyuwangi yang bertanya rukiah secara Syari diperbolehkan tapi kalau saya tidak keliru pada hadis nabi semisal kita minta rukiah tidak termasuk 70.000 golongan yang masuk surga tanpa hisab Bagaimana kita menyikapi hadis ini dan mengkompromikan dibolehkan orang untuk dirukiah silakan Ustaz Nah ya terima kasih kepada saudara yang bertanya di baju wangi barakallahu Fik pertama ya tidak ada pertentangan di antara hadis tersebut hadis yang telah kita bacakan tadi ya merukiah sebagai dijelaskan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya boleh seorang merukyah Manal Barang siapa ingin ya atau yang bisa memberikan manfaat kepada saudaranya silakan jadi boleh seorang merukyah dan boleh juga minta diukyah sebagaimana kata Imam Malik rahimahullah boleh ya kemudian Bagaimana dengan hadis yang mengatakan akan Jannah tanpa dihisab dan tanpa diazab kemudian disebutkan sifat mereka mereka tidakun mereka tidak ya meminta diukyah Wun dan tidak menggunakan pengobatan dengan media besi panas ya alkai kemudian prk yang EE berkaitan dengan ya sikap pesimisme atau optimisme dengan melihat mengkaitkan dengan benda-benda yang dia lihat terutama terbangnya burung ke kanan dan ke kiri tatayur namanya jadi bila burung terbang kanan Dia memiliki ya persepsi yang positif kemudian kalau ke kiri berarti negatif ya atau yang sejenisnya nah wa yatawakalun dan merekanya bertawakal kepada Allah subhanah ini intinya karena tingkat tawakal mereka kepada Allah subhanahu wa taala sampai pada tingkat yang tertinggi sehingga dia tidak butuh kepada selain Allah diukyah pun ya tak butuh rukah orang lain Allah yang menyembuhkan dia sungguh telah bertawakal kepada Allah nah jadi ini tingkat betul-betul ya tingkat e apa namanya itu penerapan terhadap tauhid baik secara keyakinan dan Amaliah dan amalan sungguh telah sampai kepada tingkat yang tertinggi maka balasannya dia masuk surga tanpa dihisab tanpa diazab bukan berarti tidak boleh seorang meminta di rukyah boleh tapi jelas orang yang tidak meminta di rukyah lebih utama ya berdasarkan hadis tersebut jadi tidak ada pertentangan ya dalam hadis tersebut bukan hadis itu melarang merukyah atau seorang melarang untuk minta dirukyah tapi di sini adalah dari sisi keutamaannya jadi seorang yang betul-betul tauhidnya murni tauhidnya dan juga betul-betul yang telah tingkat tawakalnya kepada Allah subhanahu wa taala dan itulah sesungguhnya ya E manfaat utama dari kita bertauhid meyakini bahwa segala sesuatu ya di dengan izin Allah di tangan Allah maka dia tidak butuh pada manusia untuk apa Saya minta rukyah dari manusia sementara Allah yang menyembuhkan maka tawakalnya betitu tinggi kepada Allah ada orang tidak sampai pada tingkat se seperti itu maka dia butuh kepada mungkin ya orang lain bisa merukyah dia nah Jadi intinya tidak ada pertentangan di antara hadis tersebut ya hadis tentang masalah rukyah itu memperbolehkan dan hadis tentang masalah 70.000 yang masuk surga tanpa dihisab dan diazab di antaranya tidak l yastarquun itu menjelaskan keutamaan orang yang tidak meminta diukyah n wallahuam ya mungkin itu yang bisa disampaikan dijawab Pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat wasallallahu was Nabina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallim walhamdulillahi rabbil alamin wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakumullahu Khairan terima kasih kepada Ustaz Dr Muhammad Nur Ihsan Ma hafidahullahu taala dan rekan-rekan kami yang ada di studium ini sekolah tinggi dirasa Islamiyah Imam Syafi’i Jembar yang telah meluangkan waktunya untuk terciptanya at terlaksananya kajian ilmiah dari pembahasan Manhaj Imam Malik fibatil akidah ini semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufik rahmat dan kesehatan untuk kita semuanya Islam pemerhati rja di manapun Anda berada kami ucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda menyimak dari awal hingga akhir pelajaran ini kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan kajian ilmiah di edisi pagi hari ini kami yang bertugas m pamit undur diri subhanakallahumamdika laahaa Anta astagfiraubuik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *