asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wawala saudaraku seiman dan seakidah sahabat Roja di mana pun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran tilawah al-quran dan kajian Islam dan Insyaallah di kesempatan pagi hari ini kembali kita akan sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya kembali kita akan mengkaji kitab Riyadus shihin dengan dibimbing oleh Ustaz Mubarok Bim LC MH hafidahullahu taala saudaraku iman dan seakidah kami ajak anda untuk menyimak kajian ini dan mengambil manfaat dari ilmu yang Insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz dan untuk di kesempatan kali ini kami mohon maaf tidak kami buka untuk tanya jawab terlebih dahulu Baiklah saudaraku seimanan sakidah untuk selanjutnya kita akan sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Ustaz Mubarok B Mualim LC MHI haf kepada Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdalillahi nahmaduhuuhuagfiruh willahah Abah ahuhammahuaihi was maasir muslimin para pemirsa dan para pendengar radio dan televisi ra di mana pun anda berada Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita kembali bertemu dalam kajian kitab Riyadus shihin Min kalami sayidil mursalin Sallallahu Alaihi W wasallam yang ditulis oleh Al Imam Abu Zakaria Yahya Bin syarof annawawi rahimahullah taala rahmatan wasiah dan pembahasan kita Insyaallah Masih pada bab tentang hal-hal yang dibolehkan ya berkaitan dengan gibah dan sudah dijelaskan pada pertemuan yang lalu ya poin-poin yang dinukil atau yang ditulis oleh Al Imam annawawi rahimahullah taala tentang ee dibolehkannya gibah pada poin-poin tersebut kemudian Insyaallah hadis yang akan kita bahas pada kesempatan yang baik ini adalah ee lanjutan dari ee pembahasan sebelumnya itu masih pada hadis Aisyah radhiallahu anha qat Beliau berkata qa Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda maunu fulanan wa fulanan yifani Minan aku tidak mengira kata beliau bahwa Fulan dan Fulan kedua orang ini mengerti tentang agama kami ya sedikitp hadis riwayat Imam albukhari e kata annawawi binad bin Saad salah seorang periwayat hadis ini berkatain bahwa dua orang yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis ini adalah dua orang dari golongan kaum munafikin Nah kita melihat di sini ya bahwa Rasul alaihiatu wasalam menyebutkan ya maunu fulanan Wa fulanan yaani Minan aku tidak mengira bahwa Si Fulan Dan Si Fulan ini dua orang ini Mengerti sedikitp dari agama kami jadi beliau membicarakan tentang mereka mengingatkan kepada umat tentang dua orang dari golongan munafikin ini ya ya ini menunjukkan bahwa ada hal-hal yang memang dibolehkan untuk seorang menyebutkannya ya termasuk orang yang Pendusta Bagaimana dalam hadis dalam periwayat-periwayat hadis termasuk di zaman sekarang kalau ada orang Pendusta berbohong ya untuk membela dirinya ya ini pun harus dijelaskan Jelaskan kepada umat terutama kepada mereka yang dirugikan harus dijelaskan bahwa ini Pendusta bahwa ini berbohong ya untuk mengalabui umat mengalabui ee manusia nah ini juga harus di diingatkan ee Ini satu contoh ee di antara hal-hal yang dibolehkan ee berkaitan dengan ribah ee dari hadis ini kita bisa mengambil beberapa pelajaran ee bahwa nabi alaihiatu wasalam ya disebutkan oleh para ulama beliau tidak setiap atau tidak semua orang munafikin diketahui oleh Beliau Sallallahu Alaihi Wasallam ya karena beliau menyebutkan dalam dalam hadis ini dengan ya dengan kata beliau maulan waulanan ya saya eh tidak mengira ya bahwa atau saya menduga bahwa dua orang ini Si Fulan Dan Si Fulan yang disebutkan tadi ini aku aku kira bahwa mereka tidak betuletul Betul tidak memahami agama Allah agama kita jadi beliau ee menegaskan namun dengan cara yaitu Don ya bahwa dua orang ini menurut beliau beliau menduga dua orang ini tidak paham tentang agama Allah sedikitp ya Nah ini menjelaskan bahwa e an nabi alaihiatu wasalam ya tidak semua orang-orang munafikin ya yang ada di kota Madinah ketika itu diketahui oleh Beliau Alaihi salatu Wasalam kemudian juga hadis ini menjelaskan bahwa ada sebagian dan yang dibolehkan karena e memang disebutkan dalam ee hadis-hadis nabiam juga dalam al-quranul Karim tentang larangan kita berprasangka buruk ya karena sebagian prasangka itu adalah tidak benar Nah ini menunjukkan bahwa sebagian prasangka itu ada yang yang benar ya Jadi ini menjelaskan bahwa sebagian dari prasangka itu atau seorang berprasangka kepada seorang ini hal yang yang dibolehkan ya apalagi ada gejala-gejalanya Ada fenomena-fenomenanya Ya ada isyarat-isyarat ke sana maka kita boleh saja berprasangka kepada orang tersebut ya walaupun tidak memasti memastikan nanti realita yang akan m memastikannya Nah kita melihat di sini bahwa nabi alaihiatu wasalam ketika menyebutkan hadis ini beliau ini dalam rangka mengingatkan kepada kaum muslimin tentang dua orang tersebut ya beliau dalam rangka mengingatkan kepada kaum muslimin dari bahaya dua orang ini kata beliau kelihatannya ya aku mengira bahwa dua orang ini tidak paham sedikit pun dari dari agama kita dari agama Allah subhanahu wa taala ee kemudian hadis ini juga menjelaskan dibolehkannya seorang membuka ya tentang keadaan orang yang diketahui bahwa orang ini munafik ya bahwa orang ini munafik bahwa orang ini Pendusta bahwa orang ini adalah Kadzab itu di dibolehkan apalagi jika kita memiliki bukti-bukti kita memiliki data-data memiliki bukti-bukti bahwa orang ini Pendusta orang ini munafik maka dibolehkan kita mengingatkan manusia dari bahaya orang munafik tersebut ya ini hal yang bukan bicara seenaknya ya bukan bicara dengan ee omong kosong tetapi ada datanya ada buktinya maka kita dibolehkan ya untuk membuka tentang kemunafikan seseorang atau kedustaan seseorang kemudian adapun yang dilarang adalah yaitu Adan asu asayi yaitu berprasangka buruk kepada seorang Nah itu tidak dibenarkan ya seorang ee dia berprasangka buruk kepada sesorang tanpa data tanpa bukti ya maka ini tidak dibenarkan oleh oleh agama Allah tapi kalau kita punya data kita punya bukti-bukti bahwa orang ini Pendusta orang ini munafik ya maka itu dibolehkan ya untuk mengingatkan manusia akan bahaya orangor ini dan ini penting ya Dan ini penting karena kalau tidak dibongkar maka akan berbahaya ya jadi korbanlah kaum kaum muslimin orang-orang yang mempercayainya orang-orang yang memberikan kepercayaan kepadanya ini yang nanti akan dirugi dirugikan ya Oleh karena itu sudah merupakan ee hal yang bahkan bisa jadi wajib untuk membuka yakni kedustaan kemunafikan seseorang dan ini tidak di tidak masuk bagian yang yang dilarang ya E atau termasuk gibah yang di yang dibolehkan dalam rangka menjelaskan tentang kemunafikan seseorang atau kedustaan seseorang apalagi Sekali lagi saya katakan kita memiliki misalnya Data mempunyai saksi-saksi ya maka kita boleh membongkar tentang kedustaan dan eh kemunafikan orang tersebut jadi yang dilarang adalah prasangka yang yang buruk nah ini tidak dibolehkan karena ini termasuk merusak kehormatan seseorang kemudian Fatim binti Qais kata Al imam nawawi rahimahullah dari Fatimah binti Qais radhiallahu anha qat kata Fatimah binti qaisit Nabi Shallallahu Alaihi wasu pernah Aku datangi aku menemui Nabi Sallallahu Ali wasallamu aku berkata Kepada beliau in abal jahmi Wa muawiani kata wanita ini kepada nabi alaihiu wasalam bahwasanya Abu Abul jaham dan muawiyah itu meminang aku kata wanita ini kepada nabi alaihiatu wasalam dan wanita ini ketika datang kepada beliau yaitu Fatimah binti Qais ketika datang kepada Nabi Alaihi salatu Wasalam tujuan beliau adalah untuk apa untuk meminta n nasihat untuk meminta nasihat ya karena ada dua orang yang minta kepada aku ya yang pertama minta adalah Abu aljaham ya kemudian juga yang kedua adalah muawiyah ya Ee faqala Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallama maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian dan menasihati Fatimah binti Qais Amma muawiyah laahu Adapun muawiyah kata nabi Alaihi Wasalam Adapun muawiyah Dia seorang yang suluk seorang miskin seorang fakir ya yang dia tidak punya harta wama Abul jahmi F ASI Adapun Abu jaham Dia adalah orang yang tidak pernah e tidak meletakkan eh tongkatnya ya di pundaknya hadis ini Mut dalamu riwayat ya dalam satu redaksi dalam riwayat Imam muslim kata nabi Ali was Adun AB jahamalah seorang yang selalu memukul jadi memukul istri-istrinya ini peringatan dari an nabi alaihiatu wasalam nah di dalam hadis ini kita melihat ya dan menyaksikan bahwa Fatimah binti Qais radhiallahu anha datang kepada Nabi Alaihi salatu Wasalam dia ingin meminta nasihat dari beliau karena ada dua orang yang meminang beliau Nah mungkin ada yang bertanya apa boleh seorang wanita dipinang oleh dua orang secara sekaligus tentu jawabannya tidak benar tidak dibenarkan artinya begini bahwa apabila seorang wanita sedang dipinang atau dilihat oleh seseorang dia ingin menikahi wanita itu ya maka Ee tidak dibenarkan orang lain melihat wanita itu dulu sebelum dia berikan keputusan kepada yang melihat pertama kali orang pertama melihat wanita ini ya kemudian ya apa putusannya dia harus putuskan mau atau tidak kalau dia mau menerima lelaki itu maka tentu tidak boleh ada orang lain yang yang melihatnya atau Minangnya atau melihatnya Nah di sini wallahuam kita melihat di sini disebutkan dua orang ya Abul jaham dan muawiyah wallahu taala alam kelihatannya dalam hadis ini bahwa mereka tidak saling mengetahui ya artinya muawiyah tidak mengetahui bahwa Fatimah binti Qais sedang dipinang oleh Abu jaham atau sebaliknya Abu jaham tidak mengetahui bahwa wanita ini ini ee Fatimah binti Qais sedang dipinang oleh Mu muawiyah ya dan ketika itu mungkin dalam waktu yang tidak tidak jauh dalam jarak yang yang dekat ya Sehingga ee wanita ini sebelum m ee memberikan ee memberikan jawaban kepada yang pertama atau yang pertama yang yang meminangnya ya ternyata sudah ada lagi orang kedua yang meminangnya sehingga beliau mendatangi nabi Al Alaihi salatu Wasalam dan menginformasikan tentang hal tersebut ya bahwa ada dua orang yang melihat aku meminang aku ya Nah ee kemudian an nabi Alaihi salatu Wasalam mengarahkan kepada Fatimah binti Qais radhiallahu anha tentang dua orang ini ya karena ini dalam hal meminta Nas nasihat maka nabi alaihiatu wasalam menyebutkan sifat dari dua dua orang ini adapun yang pertama muawiyah dia seorang fakir seorang yang tidak punya apa-apa ya tidak punya hartau sedangkan Abul Jahan seorang yang tidak pernah meletakkan ya kayu tongkat rotan di pundaknya ya Kemudian ditafsirkan oleh riwayat Imam Muslim bahwa dia seorang laki-laki atau seorang suami yang sering memukul istri-istrinya nah ini artinya nasihat dari an naab alaihiatu wasalam dan beliau menyebutkan sifat mereka dan ini tidak dikategorikan sebagai gibah karena dalam rangka menasihati ya sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh Al imam annawawi rahimahullah yang telah kami bahas pada pertemuan yang yang lalu Salah satu hal yang dibolehkan menyebutkan tentang seseorang tatkala ada orang yang meminta nasihat pada kita dan kita tahu tentang orang tersebut ya sebagaimana yang saya contohkan waktu itu ya Ada seorang anak perempuannya dipinang oleh seseorang maka si Ayah wanita ini dia tidak tahu betul tentang yang meminangnya yang meminang anaknya putrinya maka dia bertanya kepada seseorang yang tahu tentang yang meminang tersebut ya Jika dia mengetahui misalnya bahwa yang meminang itu seorang laki-laki yang kurang baik Misalnya meninggalkan salat atau dia misalnya peminum minum khamer atau dia pemakai obat-obat terlarang maka dia wajib memberitahukan kepada orang yang meminta nasihat tadi ya agar jangan menerima karena orang ini misalnya meninggalkan salat Li waktu orang ini misalnya peminum atau pemakai ya obat-obat terlarang harus diberitahukan ini dalam rangka Nas nasihat ya apalagi orang yang yang EE bertanya betul-betul teman baik kita misalnya dia ingin pendapat kita atau masukan dari kita ya Dan kita tahu tentang laki-laki yang meminang anak perempuannya ada hal-hal yang ada catatan-catatan ya maka kita boleh mengingatkan orang yang meminta nasihat itu supaya jangan menerima ee lelaki tersebut sebagai menantunya Jangan karena ini juga akan berdampak pada pada rumah tangganya nah ini contoh nasihat dalam hal berkaitan dengan ee ee hal yang dibolehkan dalam gibah tetapi sebagaimana saya katakan tadi ya bahwa ya bahwa semua itu ada ada pada batasnya ini dalam pertemuan yang lalu kita tidak boleh menambahi sesuatu kecuali yang kita tahu saja tentang orang yang EE misalnya dalam contoh tadi orang yang meminang anak tersebut anak perempuan itu kita hanya menyebut apa yang kita ketahui jangan memfitnah jangan menambahi yang tidak dikerjakan oleh oleh anak laki-laki tersebut ya ini tidak dibenarkan jadi sebatas itu nasat yang penuh kejujuran benar-benar karena Allah subhanahu wa taala nah hadis ini tentu menjelaskan kepada kita tentang bolehnya seorang laki seseorang mendengar perkataan wanita yang bukan mahramnya apalagi dalam hal berkaitan dengan pertanyaan ya sebagaimana Fatimah binti Qais datang kepada Nabi alaihiatu wasalam dan beliau bukan mahramnya ya dia bertanya ini menunjukkan bolehnya mendengar suara seorang wanita yang bukan mahram kita ya jika hal itu untuk bertanya misalnya dia meminta fatwa dan yang lainnya ini hal yang dibolehkan kemudian disebutkan di sini bolehnya ee seorang ee berkhitbah pada khitbah orang yang sebagai orang kedua kalau diketahui bahwa orang pertama itu di ditolak ya ini sebagaimana saya jelaskan tadi jika ada seorang laki-laki berkhidbah kepada seorang wanita ya meminang seorang wanita pada dasarnya dalam keadaan menunggu menunggu jawaban itu tidak boleh ada yang meminang atau laki-laki yang lain yang meminang selama itu belum ada ke kejelasan tetapi kalau sudah ada kejelasan ya bahwa si wanita itu menolak pinangan yang pertama maka boleh orang kedua masuk meminang tapi kalau belum tahu e belum ada jawaban maka tidak di tidak dibenarkan tidak dibenarkan bagi orang kedua untuk meminang ee wanita tersebut selama masih dalam proses dengan pinangan yang pertama proses misalnya tunggu jawaban Si wan wanita ini mau atau tidak kalau dia sudah mengatakan dia tidak mau laki-laki yang meminang yang pertama tadi baru kemudian orang kedua boleh meminangnya atau misalnya orang kedua tidak tahu bahwa si wanita ini sedang dipinang oleh orang pertama dia tidak tahu ya tidak mendapatkan informasi sehingga dia pun meminang jadi eh pinangan yang kedua itu harus sudah jelas penolakan terhadap pinangan yang yang pertama Ya kalau sudah ditolak maka boleh yang kedua ya orang kedua masuk ya meminang wanita itu atau mungkin dia tidak tahu ya kalau dia dia tahu ya segera dia itu harus mengundurkan diri sampai terjadi proses Apa jawaban wanita itu kepada orang yang meminangnya ya kalau dia menerima berarti selesai ya orang kedua tadi tidak boleh meminang lagi tapi kalau dia menolak si wanita itu menolak dari pinangan orang pertama maka boleh orang kedua meminang orang pertama ee meminang wanita tersebut kemudian dibolehkan juga di sini disebutkan ya menyebutkan aib ya orang yang yang tidak ada ya ini yang disebut gibaah ini tapi dalam hal untuk menasihati ya untuk menasihati ya maka dia tidak menjadi Giba yang haram karena orang ini minta nasihat pada kita dan kita tahu Fulan begini dan begitu maka jangan kita maka kita boleh memberikan nasihat kepada orang yang meminta nasihat kepada kita ya Jadi ini hal yang yang dibolehkan kemudian Ee kita dianjurkan kalau ada orang yang memang tidak mengetahui sesuatu untuk kita membimbing dan mengarah kan mereka kepada kemaslahatan yang yang yang kepada suatu kemaslahatan ya jangan sampai kita biarkan ya jangan sampai kita membiarkan maka kita dianjurkan mengarahkan kepada yang terbaik kalau ada orang minta nasehat pada kita minta pandangan minta arahan ya maka kita Arahkan kepada yang yang terbaik dan ini Termasuk amal keba kebaikan kemudian hadis ini juga menjel Jelaskan kepada kita tentang Ee Kita harus menerima nasihat orang yang menasihati kita ketika kita meminta nasihat dari orang itu dan orang itu mengarahkan kita kepada yang terbaik maka kita harus mendengar ya apa yang dinasihatinya kita mendengarkannya dan kita menerima ya kita menerima nasihat orang tersebut karena kita meminta masih darinya kemudian ee dari hadis ini juga kita melihat bahwa dalam hal pernikahan ini ya seorang berhak untuk dia menolak pinangan seseorang yang orang itu fakir ya orang itu tidak punya harta ya jadi dia berhak untuk menolak ya dia berhak untuk menolak Bagaimana alasan yang diberikan oleh Nabi Al atu wasalam kepada Fatimah binti Qais bahwa muawiyah seorang yang miskin seorang fakir takak punya harta kamu Mau gak kamu bisa bertahan atau tidak ya maka di sini para ulama menyimpulkan ya bahwa kalau misalnya ada orang yang baik ya dia berakhlak kemudian dia juga punya cukup harta nah ini lebih diutamakan ya daripada orang yang EE walaupun baik ya tapi misalnya dia Fakir maka dahulukan yang baik dan dia mempunyai Har harta kemudian juga disebutkan di sini oleh para ulama bahwa kita ya dianjurkan apalagi Wali dari seorang anak wanita ya jangan sampai dia menikahkan anaknya anak perempuannya dengan laki-laki yang sering main main tangan yang sering memukul istrinya ya ya ini jangan maka dari itu di sini perlu ketelitian kalau ada orang meminta atau meminang anak kita kita harus cari informasi Bagaimana tentang sifat orang yang meminang Itu dari sisi ibadahnya akidahnya akhlaknya perangainya ya ini dalam rangka untuk kebaikan anak perempuan kita dan rumah tangga dan rumah tangganya ya Maka jangan seorang menikahkan anak perempuannya dengan seorang laki-laki yang banyak menggunakan tangan terhadap istri terhadap istrinya ya Ini juga diseb di antara pelajaran diambil dari Dar dari hadis ini ee kemudian di sini juga memberikan pelajaran kepada kita ee tentang ya memberikan pelajaran kepada kita tentang ee adanya atau adanya e alkufu dalam menikah ya kesetaraan ya itu lebih lebih utama walaupun kufu yang sebenarnya adalah agama itu yang paling tinggi adalah AG agama ya alkafaah kufu itu adalah agama namun ada juga sisi lain yang bisa menjadi pertimb pertimbangan kemudian hadis yang berikutnya kata Imam annawawi rahimahullah taala waan Zaid bin Arqam radhiallahu Anhu Q dari Zaid bin Arqam radhiallahu anh Beliau berkata khajna Ma Rasulullah Sallahu alaih wasallamfarin ya khajna Ma rasulillah Sallahu Alaihi Wasallam Fi safarin as pernah kami pernah pada suatu saat kami keluar bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah perjalanan yang mana pada saat itu ya betul-betul terjadi kesulitan ya terjadi kesulitan ya dalam di saat perjalanan tersebut jadi perjalanan perjalanan tersebut diadakan di waktu yang EE dalam keadaan sulit ya dalam keadaan sulit faqala Abdullah IBN Ubay maka Abdullah bin Ubay bin salul pimpinan kaum munafikin itu berkata la tunfi Al rasulillah ya jangan kalian menginfakkan harta kalian kepada orang-orang yang tinggal bersama Rasulullah Ya Hatta yanfadu sampai mereka meninggalkan beliau ya waqal lalu Abdullah berkata lain Rana Ilal madinati kalau kita ini kembali ke Kota Madinah LJ Minal maka orang yang lebih mulia akan mengeluarkan dari kota Madinah ini orang yang lebih hina ya yang dimaksud dengan lebih mulia itu dirinya Ya Abdullah bin Ubay bin salul ya seorang munafikin Pimpinan munafikin dan yang dimaksud dengan al-azal yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kata Zaid bin Arqam karena beliau yang mendengar ucapan Abdullah bin Ubay bin salul tersebut faitu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam setelah mendengar ucapan Abdullah bin Ubai bin salul maka aku mendatangi aku menemui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam faakbualika maka aku Memberitahukan apa yang beliau dengar dari Abdullah bin Ubay bin salul itu sampaikan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam faarsala Il Abdillah bin Ubay ya fararsala yakni an nabi Alaihi Wasalam mengutus ya kepada Abdullah bin Ubay bin salulahu Ma faal lalu Abdullah bin Ubay bin salul ini bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa dia tidak melakukan hal itu dia tidak mengucapkan kalimat tersebut yaid Rasulullah sahu Wasallam ya orang-orang kemudian mengatakan bahwa Zaid bin Arqam telah berbuat kedustaan kebohongan kepada nabi alaihiatu wasalamwaq nafsuiddatun maka kata Zaid bin Arqam yakni terdapat pada diriku kesempitan karena orang-orang banyak yang yakni mengatakan aku ini berbohong kepada rasul wasallam tentang ucapan dari Abdullah bin Ubay bin salul ya maka aku sangat berat dalam diriku dari ucapan-ucapan mereka itu bahwa aku Zaid bin Arqam berdusta terhadap Rasulullah S wasallamtazahi sampai turun firman Allah subhanahu wa taala yang membenarkan apa yang aku ucapkan ya ak m ya ini dalam Sebutkan dalam alquranul Karim ya kemudianum anab wasallam kemudian para sahabat tadi dipanggil oleh Nabi Sallallahu alaih wasallam yaastagfirum ya agar beliau nabi wasam ee memohon pada Allah Taala ampunan untuk merekausahum ya maka mereka pun kemudian ee tunduk ya berpaling dari ee apa namanya dari Rasul Alaihi Wasallam jadi sebagian dari kaum munafikin nah hadis ini menjelaskan kepada kita ee bahwa seorang pemimpin seperti nabi alaihiatalam ya atau seorang pemimpin itu boleh meninggalkan memberi sanksi kepada suatu seorang tokoh di satu masyarakat ya karena melihat mafsadat dan maslahat makanya nabi alaihiatu wasalam tidak memberi sanksi kepada Abdullah bin UB Bin atas perbuatannya karena beliau mempunyai pengikut ya karena beliau mempunyai pengikut ya Sehingga beliau Nabi Sallallahu alaih wasallam menjaga ya kondisi tersebut ya Bahkan ee beliau mengetahui tentang kemunafikan Abdullah bin Ubay bin salul namun beliau tidak membunuh mereka orang munafikin karena khawatir Nanti orang-orang mengatakan bahwa Muhammad membunuh teman-temannya sendiri nah ini maka dari itu Rasul su Ali wasallam tidak membunuh orang-orang munafikin yang ada di kota Madinah ketika itu dalam rangka menjaga kemaslahatan kemaslahatan yang lebih besar ya kemaslahatan yang lebih besar karena nanti orang-orang yang ada di di ee atau musuh-musuh Islam orang-orang yang tidak senang kepada Islam akan mengatakan bahwa Muhammad membunuh temannya sendiri ya karena mereka tidak mau tahu ya dan mereka tidak tahu bahwa ini orang munafik sebetulnya Oleh karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menahan diri dari membunuh ee orang munafikin karena ada kemaslahatan di situ ya demikian pula di sini dalam kisah ini bahwa nabi alaihiatu wasalam itu tidak memberi sanksi kepada Abdullah bin Ubay bin salul dalam ucapannya tadi ya karena mengingat ya kemaslahatan ya dia Abdullah bin Ubay bin salul mempunyai banyak pengikut punya banyak pengikut dan bisa Mudah terpengaruh mereka terprovokasi oleh Apa yang dilakukan terhadap Abdullah bin Ubay bin salul maka wasallam menahan diri dan tidak memberi sanksi kepada Abdullah bin Ubay Bin salul jadi hal yang dibolehkan artinya tindakan seorang pemimpin seperti hal ini ini hal yang di dibolehkan kemudian juga hadis ini atau kisah ini menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang munafikin pada hakikatnya Mereka ingin dan berupaya untuk memerangi Islam ya dan memerangi kaum muslimin itu pada hakikatnya ya orang-orang munafikin jadi kita harus waspada dan berhati-hati e tentang ee tindakan eh orang-orang munafikin yang menyusup masuk dalam barisan kaum kaum muslimin mereka berbahaya mereka tidak menghendaki kebaikan bagi umat Islam yang mereka hendaki adalah kehancuran bagi umat Islam keburukan menimpa kaum muslimin itu yang mereka inginkan ya dari golongan kaum munafikin sejak dahulu mulai zaman rasul Wasallam ya ketika munculnya orang-orang munafikin di kota Madinah sampai hari ini ya tidak ada orang munafikin yang menginginkan kebaikan bagi kaum muslimin kemudian juga bahwa seorang terkadang diuji oleh Allah subhanahu wa taala seperti Zaid bin Arqam ya yang dia diuji oleh Allah Taala dengan ujian yang disebutkan Nabi Isa ini bahwa dia ditud berdusta terhadap Nabi Sallallahu Ali wasallam dan beliau mendapatkan tekanan ketika tinggal bersama kaum muslimin di sana di kota Madinah tapi kemudian Allah memberikan kita tidak boleh khawatir kita harus yakin Yakin pada Allah Taala bahwa Sesudah kesulitan pasti akan datang kemudah kemudahan ya ini harus kita yakini dan percaya pada Allah Taala seor Mukmin harus siqoh Billah harus yaq Billah harus yakin betul kepada Allah subhanahu wa taala tidak boleh kita ragu kalau kita mendapatkan kesulitan pasti Sesudah kesulitan itu akan ada kemudah kemudahan ya jangan khawatir karena Allah menguji hamba-hambanya dan apa yang Allah kehendaki untuk mengangkat derajat mereka untuk mengampuni dosa Mereka Zaid bin Arqam menyampaikan berita ini kepada nabi Sallahu alaih wasallam bahwa Abdullah bin Ubay bin salul mengatakan begini dan begitu dan dia adalah seorang munafik ya jadi boleh kita ini tidak termasuk gibah ini tidak termasuk gibah ketika menyampaikan berita tentang apa yang dilakukan oleh orang munafik ya orang-orang yang benci kepada Islam kita laporkan kepada pemimpin atau kepada pihak keamanan atau orang yang punya wewenang ini bukan termasuk gibah kemudian hadis yang berikutnya wa Ais Radiallahu anhaat dari Aisyah Ummul mukminin dari Abu Sufyan beliau itu pernah datang kepada Nabi Alaihi Wasalam Kemudian beliau menyampaikan ya sang istri ini menyampaikan kepada nabi Alaihi Wasalam tentang suaminya Abes ya Abu Sufyan ini seorang yang pelit yaak W dia kalau memberikan duit ya berikan ap belanjaanlah ibaratnya kita sekarang ini itu beliau memberikan Tidak cukup tidak mencukupi untuk aku dan untuk anakkuu kecuali kalau aku ambil lagi ya Dari dari hartanya Wu yam sedang dia tidak mengetahui ini Hindun kadang-kadang mengambil ya dari e uang Abu Sufyan dan Abu Sufyan tidak mengetahui ketika dia mengambilnya maka ketika ee hinun bertanya kepada nabi alaihiat wasalam dan melaporkan tentang suaminya dan apa yang dia lakukan Q maka kata nabi alaihiatu wasalam khudzi yakfiki waaladiki Bil Maruf Ambillah ya yang mencukupi untuk dirimu dan untuk anakmu ya ambil seperlunya ya sesuai hajatmu untuk mencukupi kamu dan anakmu hadis ini muttaf alai dikeluar Imam Bukhari dan imam muslim nah di dalam hadis ini juga satu contoh tentang orang yang meminta fatwa kepada nabi alaihiatu Wasalam yaitu Hindun ya Binti udbah ya dia datang adalah istri dari Abu Sufyan radhiallahu Anhu dia menyampaikan kepada nabi Alaihi salatu Wasalam Bah bahwa Abu Sufyan ini orang yang pelit orangnya bakhil kalau dia memberikan apa duit itu tidak mencukupi untuk diriku dan anakku maka aku mengambil dari hartanya tanpa atas pengetahuannya ini apa ini boleh apa tidak ya Rasulullah karena suamiku pelit maka aku ambil yang mencukupi untuk diriku dan dan anakku dari harta Abu Sufyan tanpa sepengetahuannya maka wasam kemudian mengatakan khziakfiki silakan boleh kamu mengambil yang mencukupimu dan mencukupi anakmu tetapi ambil dengan Makruf ambil seperlunya jangan berlebih jangan berlebihan ambil se seperlunya dan tidak Jangan ber berlebihan itu maksudnya hadis ini muttafun alaih diriwayat oleh Imam Bukhari dan imam muslim nah ee dalam hadis ini yaitu di antara pelajaran yang diambil adalah bolehnya ya seorang menyebut Tentang Seseorang yang lain dalam rangka meminta fatwa ya dalam rangka meminta fatwa atau seorang menyebut tentang kebaikan seseorang Ya itu bukan gibah namanya Si Fulan Masyaallah orang yang baik orang yang ini ini ini itu dibolehkan atau dia ingin meminta fatwa kepada orang yang alim seperti dalam hadis ini Hindun menyebutkan bahwa suaminya Abu Sufyan itu orang yang pelit ya rajulun syahih orang yang sangat pelit ya jadi itu di dibolehkan kemudian hal kedua yang diambil dari dari hadis ini bahwa seorang yang didatangi untuk dimintai fatwa ya seorang Alim misalnya itu boleh mendengar ya pengaduan orang yang datang mengadu kepadanya Meskipun orang yang diadukan itu tidak tidak ada tidak hadir di tempat tersebut seperti dalam kisah ini ketika hind datang mengadu kepada nabi wasallam perihal suaminya itu suaminya tidak tidak ada di situ ya suami dalam keadaan gaib sang sedang tidak ada di tempat itu J dan ini banyak kejadian misalnya ada beberapa wanita atau istri atau mungkin suami yang datang kepada sebagian Ustaz ya mereka mengadu tentang suami mereka ya atau suami mengadu tentang istrinya nah ini ee hal yang dibolehkan selama itu untuk misalnya meminta fatwa meminta arahan meminta nasihat ya maka ini boleh ya boleh seorang mendengar ya boleh Ustaz itu mendengar keluhan pengaduan seorang istri atau seorang wanita ya dan dia membicarakan tentang suaminya dan suaminya tidak ada di situ karena yang datang hanya istrinya itu hal yang diboleh dibolehkan ya namun ketika kita akan menghukumi dan ini tentu sering terjadi ya Dan saya mengalaminya eh seorang yang didatangi dan dimintai pengaduan atau diadu tentang sesuatu itu jangan serta-merta juga mempercayai apa yang disampaikan oleh orang yang mengadu ya apalagi kita hidup di zaman yang banyak kebohongannya banyak kepentingannya banyak orang mau menang sendiri ya banyak istri mau menang sendiri atau suami mau menang sendiri sehingga dia menjelek-jelekkan istrinya atau ee istri menjelek-jelkan suaminya nah dalam kondisi seperti ini alangkah baiknya kita tidak hanya mendengar dari satu pihak ya kalau istri mengadu kepada kita ya alangkah baiknya kita pun pada ee kondisi pada saat yang lain kita memanggil yang laki-laki yang suaminya ya tanpa ada istrinya kemudian kita bertanya ya Apa benar kamu begini dan begitu Nah nanti dia akan menyampaikan atau misalnya memanggil dua dua-duanya ya memanggil dua-duanya k kemudian mendengarkan dari keduanya ya Jadi tidak hanya kita dengar dari Sep sepihak karena banyak kejadian banyak berbohong ada yang tidak mau kalah mauya menang sendiri ya Sehingga di sini pentingnya kita dudukkan permasalahan dan mendengar dari kedua belah pihak baru kemudian kita Arahkan mereka ya baru kita Arahkan Mereka kemudian hadis ini juga memberikan pelajaran kepada kita ya tentang ee kewajiban untuk memberi nafkah yang mencukupi istri dan anak ini ini kewajiban suami ya kepala rumah tangga mempunyai kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya termasuk pembantu ya kalau kita punya pembantu ya dia juga kita berikan ya upah kepada pembantu tersebut ini atau nafkah karena ini menjadi kewajiban orang yang EE kepala rumah rumah tangga itu ya kemudian di anara pelajaran yang diambil dari dari dari hadis ini bolehnya seorang yang ditanyai sesuatu ya dan yang datang hanya satu orang pihak yang yang yang diadu itu tidak datang ya boleh kita memberikan putusan karena dalam kisah ini yang datang itu hanya Hindun hanya istri kepada rasul wasam kemudian Rasul wasam memutuskan putusan ini ya tanpa ada suaminya tanpa ada suaminya ya u kata nabi sah wasam kepada Hindun ambillah yang mencukupi kamu dan mencukupi anakmu ambil yang Makruf ya ambil yang cara yang baik seperlunya jangan berlebihak ya jadi seorang boleh memberikan fatwa walaupun pihak yang satunya tidak tidak ada ini dibolehkan ya tetapi kita harus betul-betul menanya anyyakan kepada orang yang datang tersebut tentang apa yang dia sampaikan Apa betul itu apakah itu benar atau tidak benar ya jika itu benar maka kita boleh memutuskan sesuatu jadi kalau kita Yakin betul bahwa apa yang disampaikan oleh orang ini Karena orang ini jujur ya tentang misalnya tentang suaminya atau tentang istrinya maka kita boleh mengambil memberikan fatwa ya tanpa harus mendengar dari pihak yang yang kedua yang tidak yang tidak hadir di saat itu kemudian Ee tidak bolehnya seorang mensifati orang lain dengan yang berlebihan makanya saya selalu mengatakan Kalaupun kita memberitahukan pada seseorang bahwa Fulan ini begini ya maka tidak boleh berlebihan Jangan mengada-ngada tentang orang ini sebutkan apa adanya jangan yang berlebihan Jangan sampai memfitnah terhadap orang tersebut ya makanya kita melihat di sini dalam hadis ini bahwa Hindun itu hanya berbicara tentang Abu Sufyan satu hal saja ya mungkin hindung tahu beberapa aib yang lain tapi beliau tidak membicara Kanya ya Hindun hanya mengatakan bahwa Abu Sufyan seorang yang pelit ya dia kalau berikan ya Uang belanja itu tidak cukup untuk aku dan anakku makanya aku mengambil sebagian dari hartanya dan dia tidak tahu itu laporan dari Hindun kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah nah jadi yang disebutkan di sini hanya apa yang yang ada pada pada riba dan ini termasuk dalam hal ini yang kita baca sekarang giiba yang di dibolehkan kemudian hadis ini juga menjelaskan pada kita tentang kewajiban orang tua untuk membiai anaknya J orang tua tidak hanya wajib membiai istrinya tapi juga anak-anaknya sesuai dengan kebutuhan mereka Sesuai dengan kebutuhan mereka nafkah kita kepada anak kita yang duduk di SD misalnya masih SD tidak sama dengan nafkah kita kepada anak kita yang duduk di di bangku kuliah tentu beda ya masing-masing Sesuai dengan kebutuh kebutuhannya dan itulah keadilan ya bukan disama ratakan tapi sesuai keb kebutuhan ya dan tentu berbeda antara anak yang sekolah di SD dan-anak yang kuliah yang di bangku kuliah ya nafkahnya berbeda kebutuhannya nya berbeda ya jadi harus sesuai dengan kebutuh-kebutuhan masing-masing ee kemudian apabila seorang suami tidak memberi nafkah kepada seorang istri ya maka dia e dibolehkan dia untuk me melaporkan dan meminta haknya ya suami tidak m beri nafkah ya apalagi kadang-kadang sekarang ini ada suami yang pergi menghilang meninggalkan istri dan anak-anaknya tanpa memberi nafkah anak ini dipelihara oleh istrinya Nah ini salah satu bentuk ke kezaliman ya satu Salah satu bentuk kezaliman ya dan jangan sampai terjadi ya kadang-kadang ada suami-suami yang tidak bertanggung jawab mereka meninggalkan istri mereka anak mereka tanpa memberikan bekal terus men menghilang Ya nanti kalau sekian tahun baru muncul ya padahal yang sudah memberi nafkah itu sudah mengeluarkan Harta Ya istrinya dan jadi payahnya dia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya maka perbuatan ini Adah dosa besar bagi suami suami yang demikian dosa baginya karena tidak punya terasa tanggung jawab kemudian juga seorang istri boleh mengambil dari harta suami jika memang tidak mencukupi ya Ee biaya yang diberikan oleh suami kepadanya tidak mencukupi untuk keperluan dia dan anak-anaknya maka istri boleh mengambil tanpa sepengetahuan suami mengambil dari harta suaminya untuk untuk berbelanja bagi untuk anak-anaknya dan untuk dirinya tetapi secukupnya tidak boleh berlebih lebihan kemudian juga di sini disebutkan oleh para ulama tentang bolehnya Seorang Istri keluar dari rumahnya pergi ke satu tempat ya Misalnya pergi ke seorang Alim untuk meminta fatwa tantas seizin suaminya apalagi kalau dia tahu bahwa suaminya bakal izinkan Jika dia akan keluar ya maka itu tidak mengapa lama keluarnya itu untuk hal yang bermanfaat ada kemaslahatannya maka ini dibolehkan sebagaimana dalam kisah ini Hindun ketika keluar dari rumahnya tanpapengetahuan Abu sufan ya dan dia datang kepada ras wasam untuk mengadu tentang permasalahannya kaum muslimin muslimat rahimahimumullah kemudi Insyaallah kita akan melanjutkan sedikit karena memang hari ini tidak ada pertanyaan Bab tahrimin Namimah W naqlul kalamas jtil ifsad bab berikutnya yang ditulis oleh Al Imam annawawi rahimahullah berkaitan dengan lisan ya berkaitan dengan benda yang tidak bertulang ini ya yang setiap orang memilikinya ya babu tahrimin Namimah bab tentang diharamkannya anamimah Namimah itu mengadu domba ya dijelaskan dalam bab ini W Nam itu adalahl menukil perkataan dari di antara manusia dia menukil perkataan dari B dinukil disampaikan kepada si C atau dari C kepada X dari X kepada y ya tujuannya apa untuk mengaduu antara mereka untung pu domba di antara mereka ini hal yang diharamkan bab Tahrim Tahrim jadi bab diharamkannya mengadu domba ya di antara bentuk dari adu domba adalah ya tadi itu menukil pembicaraan menyampaikan pembicaraan dari a kepada B B ke c c ke D atau yang lainnya untuk merusak hubungan mereka ya untuk mengadu domba di antara mereka ya ini hal yang di haramkan oleh agama Allah subhanahu wa taala karena setiap orang apa yang dibicarakannya itu akan dicatat oleh para malaikat ada yang mengawasi mereka Allah Taala berfirman ya tidaklah seorang melafazkan suatu itu perkataan melainkan ya ada malaikat yang mengawasinya ya ada malaikat yang mengawasi Apa yang dibicarakan oleh orang yang mengucapkan satu kalimat itu ya ini artinya supaya kita berhati berhati-hati ya agar kita berhati-hati kemudian Sebutkan dalam surah Nun ya surah alqalam HAM B ya itu sifat yang buruk adal orang yang bisanya hanya mencela kemudian dia berpindah-pindah dari seorang ke orang yang lain hanya untuk menyampaikan ee perkataan mereka di antara mereka dan untuk mengadu mengadu domba di antara mereka ini sifat yang tercela dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala Adapun hadis yang dibawakan oleh Al Imam annawawi rahimahullah kata beliau rahimahullah wa hudaifata radhiallahu Anhu Q dari hudzaifah hudzaifah Ibnu Yaman radhiallahu anh Beliau berkata qala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laulul jannahamun tidak akan masuk surga ya atau tidak masuk surga seorang yang namam ya seorang yang ee tukang madu domba dalam satu riwayat yang lain redaksi yang lain diriwayatkan imam muslim kata nabi Alaihi wasamun artinyaun ya tidakan masuk surga orang yang selaluadu domba menukil pembicaraan ya dari satu ke yang lainnya dengan tujuan untuk merusak hubungan mereka dan perbuatan ini perbuatan yang tercela ya jangan bangga orang yang mempunyai sifat ini naudubillah dari sifat seperti ini menukil-nukil pembicaraan ya untuk mengadu domba di antara kaum muslimin di antara dua orang yang saling mencintai karena Allah ya dihancurkan oleh perbuatan si namam ini si pengadu domba tersebut maka hati-hati waspada terhadap para tukang fitnah ya yang dia ingin memancing di air keruh dan dia memecahkan persaudaraan mereka dia berharap mendapatkan ke keuntungan nauzubillah apalagi kalau itu keuntungan duniawi ya mengorbankan akhiratnya hanya untuk Dun dunia naudubillah minalika ee di sini disebutkan tentang arahan dari hadis ini bwa tidak masuk surga orang yang EE mengadu domba ya ini supaya kita ini berhati-hati dan mewaspadai setiap orang yang datang kepada kita ya kadang-kadang bermuka manis ya tapi lisannya berbahaya waspada kepada orang-orang seperti ini ya Dia mungkin memancing pada kita pembicaraan ah nanti apa yang kita sampaikan itu disampaikan kepada orang lain ya untuk dia mengadu domba antara kita dengan orang orang lain ini para tukang tukang fitnah para pengadu pengadu domba maka waspadailah hati-hatilah apalagi orang yang kita kadang-kadang tidak mengenal dia secara dekat ya ternyata orang ini pengadu domba nah ini kita harus lebih waspada jangankan orang seperti itu orang yang kita tahu betul orang yang jujur itu pun kita tetap berhati berhati-hati tetap was waspada apalagi orang yang tidak jelas ya tukang fitnah ya bermuka Masyaallah ya bermuka manis ketika akan mendapatkan informasi dari kita ternyata setelah dapat informasi itu dilemparkan kepada orang yang dia ingin kita ee mengadu domba antara kita dan orang tersebut ya maka lebih baik lebih banyak diam lebih baik Apabila ada orang datang P kita kita tidak tahu betul orang ini siapa dia bertanya tentang hal-hal yang mencurigakan kita ya maka kita harus waspada kita harus banyak diam ya tidak usah melayani orang seperti itu karena ini berbahaya kemudian ee disebutkan dalam dalam hadis ini tentang orang yang dia menghalalkan Namimah berb berbahaya Ya Allah mau bisa mengharamkan dia surga karena dia menghalalkan apa yang Allah haram yang Allah haramkan kepadanya Adapun kalau dia tidak menghalalkan dia hanya menukil saja pembicaraan itu ya Ee dengan tujuan mengadu domba tapi dia tetap mengetahui bahwa itu adalah perbuatan dia yang jelek maka Insyaallah orang ini dibawa kehendak Allah kalau Allah menghendaki dia dimaafkan diampuni kalau dia dimasukkan surga kalau Allah menghendaki dia diazab ya dia diazab karena perbuatan namimahnya kemudian juga hadis ini memberikan pelajaran kepada kita untuk kita ini benci kepada para namam para tukang fitnah para pembawa berita untuk mengadu domba di antara kaum muslimin Ya kita harus tidak boleh mencintai orang seperti itu kita harus benci kepada orang itu dan sifat tersebut dan Allah benci kepada orang-orang yang berbuat demikian kemudian hadis yang berikutnya an Ibni Abbas radhiallahu anhumaq dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma Beliau berkata Anna Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam marqraqini pernah suatu ketika rasuli wasallam melewati dua kubur ada dua kuburan ada dua kuburan beliau melintasi melewati kuburan tersebut ketika melewati kuburan itu Beliau berkata beliau bersabda bahwa dua orang penghuni dua kubur ini ya dua-duanya diazab oleh Allah Taala dan mereka ini Diab oleh Allah dalam kuburan mereka bukan karena suu yang bes ya itu besar ya Adapun salah seorang dari dua orang ini yang diazab oleh Allah dalam kuburnya dia ketika di dunia orang ini kerjaannya adalah Namimah menukil pembicaraan dari seorang ke orang yang lain untuk merusak hubungan mereka untuk mengadu domba di antara mereka ini pekerjaannya dia ketika di dunia yang satunya ak adapun yang satunya lagi ya di kuburan yang satunya dia Adah orang yang eh kalau buang air kecil dia tidak mencuci dengan bersih ya orang yang ketika kencing tidak istinja tidak membersihkan ya tapi dia biarkan air kencingnya ya nempel di kemaluannya atau di pakaiannya ya jadi buang air tidak istinja buang air kecil itu sebab dari dia di diazab hadis ini muttafun alai dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim yang diambil dari hadis ini yang pertama bahwa an nabi alaihiatu wasalam seorang yang tidak mengetahui yang gaib kecuali apa yang Allah sampaikan kepada beliau yang yang Allah informasikan Kepada beliau contohnya masalah azab kubur ini beliau tidak mengetahui dengan sendirinya ya Tapi beliau diinformasikan oleh Allah Taala diperdengarkan oleh Allah Taala bahwa dua orang ini diazab dalam dalam kubur mereka ya bukan beliau ee mengetahui semua apa yang dilakukan oleh yang terjadi pada kuburan kuburan Manusia tidak ya tapi informasi dari Allah Taala memberitahukan ya bahwa dua orang itu di diazab di kuburan yang beliau melewati kubur tersebut ini yang pertama supaya kita tidak ya kita tidak mengira ya atau meyakini bahwa nabi sahu alaii wasallam itu mengetahui yang gaib beliau tidak mengetahui yang gaib kecuali apa yang Allah informasikan Kepada beliau ya Sallallahu Alaihi Wasallam Kemudian yang kedua bahwa azab kubur itu memang ada ya Kita yakin dan kita beriman adanya azab kubur ya Di kubur ada Saya pernah Jelaskan ada tiga hal fitnatul qobri atu pertanyaan dua malaikat kepada orang yang meninggal setelah dia dikubur Setelah dia dimakamkan dua malaikat datang mungkar dan Nakir bertanya kepada orang itu man rbuka Siapa Tuhanmu ya W dinuka Apa agamamu waman nabiuka siapa nabimu ini namanya fitnatul qabar Nah jadi pertanyaan dua malaikat kepada orang yang meninggal ini fitnatul qabr Kemudian yang kedua tergantung dari pertanyaan tadi ini bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan ini ya mereka akan mendapatkan nikmat kubur nikmat kubur dalam kubur ada kenikmatan Allah berikan kepada yang Allah kehendaki yang memang mereka tidak diazab kemudian yang ketiga ada azab azab kubur azab kubur bagi yang berhak mendapatkan azab kubur bagi yang berhak mendapatkan azab jadi kita beriman adanya azab kubur kemudian yang ketiga bahwa azab kubur itu ada sebabnya ya yaitu perbuatan dosa seorang manusia seorang hamba di antara dosa-dosa yang di yang yang dengan sebabnya seorang diazab dalam kuburnya adalah annamimah mengadu domba di antara manusia itu yang pertama yang kedua adalah buang air dan tidak membersihkan dengan bersih ya seorang kencing apalagi buang air besar tapi dia tidak membersihkannya ya ini termasuk salah satu sebab diazab dalam dalam kubur ya Ini pelajaran-pelajaran penting yang diambil dari hadis ini nah ini menunjukkan pula bahwa kita tidak boleh meremehkan masalah Namimah ini termasuk perbuatan yang dengannya seorang diazab dalam kuburnya makanya kata Nabi Al wasam dalam hadis ini bahwa azab itu betul suatu yang ya besar dan perbuatan-perbuatan dosa itu Jangan dianggap remeh mengadu domba seorang saudaranya ini termasuk dosa yang besar maka kita sebagai seorang muslim harus tetap waspada ya jangan meremehkan hal-hal yang dianggap kecil dan sampai kita meremehkan menggampangkan ya dosa-dosa yang kita anggap itu ke kecil ya nauzubillah bisa jadi seorang diazab karena yang dianggap kecil itu tadi Padahal di sisi Allah itu besar ya jangan sampai seorang menggampangkan meremehkan perbuatan dosa baik kaum muslimin rahimani warahimakumullah ee demikian kajian kita pada kesempatan yang baik ini dan Insyaallah kita melanjutkan pada pertemuan yang akan datang ya dan Insyaallah hari ini sebagaimana diumumkan tadi tidak ada tanya jawab karena beliau ada satu hal yang menghalangi beliau untuk bersama kita sehingga tidak ada ee pertanyaan dan jawaban ya Insyaallah kita bisa lanjutkan pada kesempatan yang akan datang dengan seizin Allah subhanahu wa taala demikian dapat sampaikan pada kesempatan yang baik ini kami haturkan jazakumullah kir kepada semuanya ya Apabila ada kesalahan kekurangan saya mohon maaf ya Dan kami selalu merujuk kepada yang benar ya kita tidak boleh tetap berdiam pada kesalahan kalau kita salah kita keliru Ayo segera tinggalkan kesalahan itu tinggalkan kekeliruan tersebut menuju kepada yang benar demikian semoga bermanaat amik
Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply