Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

menyebar cahaya sunah simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roger Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa alihi wasahbihi Wan Walah wa’d ikhwat Al Islam pemerhati Roja di manapun Anda berada Barakallah fikum jazakumullahu Khairan Terima kasih atas kesediaan Antum semuanya Masih bersama kami di saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam khususnya di kesempatan siang hari ini guna menyimak bimbingan dan pelajaran yang Insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad Zainuddin Lc hafidahu taala dari studio Mini beliau di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan bagi Anda yang nanti ingin bertanya seputar pembahasan kitab Fathul Majid saru kitabut tauhid ini silakan di 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan fatafadal maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh wa naudubillahi minururi anfusina wasiatialina man yahdihillahu Fala mudillalah waman yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanuaqulah haqqqatihi W tamutunna illa wa Anum muslimun ya ayyuhanasbakumadzi khalaqum Min nafsin Wahidah walaq minha zaujaha w minhuma rijalan watqulahzi Tun BII Wal Arham inallahaikumq ya ayuhina amanquah waan [Musik] sadakumakumfirakumakumahahuq wa Ahsanul had had Muhammadin Sallallahu Alaihi wa ali wasallam wasaral umuri muhdatatuha waa muhdatin bidah waa bidatinalah walalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur kada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu siang 1 Jumadil Ula 1440 5 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk kembali duduk bersama mengkaji kitab Fathul Majid syarhu Kitab Tauhid selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang Ulia kita berdoa Allahumma ah masih kita di dalam Bab yang ke-28 tentang hukum bersikap merasa ber sikaendeng hat sesuatu pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai kepada dalil yang ketiga abiadallahu rasullahahu Alaihi was w abuahahu menuturkan bahwa rasulullahi Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam bersabda tidak ada Adwa tidak ada tiarah tidak ada hamah dan tidak ada Safar hadis riwayat Bukhari dan Muslim dan di dalam salah satu riwayat Muslim disebutkan tambahan lafal dan tidak ada Nau serta ghaul baik kita lanjutkan pembacaan kitabnya pada halaman 4 30ahahu [Musik] n tiat jahili [Musik] Wu ketika Rasulullah sallahuaihi wasam bersabda tidak ada tiarah tidak ada piarah Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala berkata dapat di mungkinkan bahwa Sabda tersebut menjadi peniadaan atau larangan maksudnya adalah jangan kalian melakukan sikap tiarah akan tetapi Sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam Hadis yaitu tidak ada Adwa penyakit menular dengan sendirinya tidak ada Safar bulan Safar yang mendatangkan kesialan tidak ada hama bulan burung hantu yang mendatangkan kesialan ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dalam hadis ini adalah peniadaan dan dan membatalkan perkara-perkara ini yang ada di masa jahiliah yang mereka senantiasa lakukan dan peniadaan di dalam hal ini lebih dalam pelarangannya daripada larangan karena peniadaan menunjukkan kepada batalnya hal tersebut dan tidak memberikan pengaruhnya kepada hal tersebut dan larangan sesungguhnya menunjukkan kepada tertahannya dari hal tersebut jadi ketika Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak ada tiarah nah ini Imam qayyim menjelaskan ada yang berpendapat bahwa tidak ada tiarah itu berarti maksudnya adalah tidak ada seorang yang melakukan perbuatan tiarah yaitu peniadaan ada yang dimaksudkan bahwa tidak ada tiarah maksudnya adalah tidak ada ee terlarang melakukan tiarah terlarang melakukan tiarah nah dan ee peniadaan lebih dalam pelarangannya daripada daripada pelarangan makanya yang dimaksud ini laarah tidak adaarah maksudnya yaitu ditiadakan sikap bertiarah Keyakinan tiarah itu tidak ada dalam agama Islam begitu ya kemudian penulis mengatakanallahu ahu alaihi wasam alam [Musik] h [Musik] was AH artinya di dalam hadis riwayat Imam muslim dari muawiyah bin al-hakam radhiallahu Anhu bahwa Beliau berkata kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di antara dari kita ada orang-orang yang merasa bernasib sial ketika melihat atau mendengar sesuatu wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda itu adalah sesuatu yang salah seorang dari kalian mendapatinya di dalam dirinya maka janganlah perasaan itu menghalanginya untuk ee menghalangi kalian [Musik] untuk mengerjakan hajat-hajat kalian maka di dalam hadis ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa merasa bernasib sialnya dan Malangnya karena merasa karena sikap tiarah tadi sesungguhnya itu adalah dari dirinya dan dari keyakinannya bukan di dalam apa yang dianggap sial tadi maka rasa takutnya dan pensyirikannya dialah atau ialah yang membuat ia merasa bernasib sial dan menahan dari apa yang sudah direncanakan ketika ia melihatnya atau mendengarnya Jadi maksudnya maksud dari perkataan ini adalah penulis ingin mengatakan kepada kita bahwa ee perasaan yang ada di dalam kalbu itu yang merusak ee akidah seseorang ketika dia merasa bernasib sial itulah yang menjadikan dia merasa bernasib sial dengan apa yang dia lihat atau apa yang dia dengar ya bukan pada barang yang dia lihat jadi perasaannya yang membuat diaa bernasib sial bukan pada yang dia dengar atau pada yang dia lihat maka nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada umatnya perkara ini dan menjelaskan bagi umatnya kerusakan bersikaparah agar umatnya mengetahui bahwa Allah subhanahu wa taala tidak menjadikan bagi mereka tanda ya atas kesialan dan tidak juga menjadikan di dalamnya bukti ya dan tidak menegakkan untuknya sebab atas apa yang mereka takuti itu atas atau atau yang mereka khawatir kan itu agar hati mereka tenang dan jiwa mereka tenang selalu mentauhidkan Allah subhanahu wa taala yang mana Allah subhanahu wa taala mengutus dengannya para rasulnya yaitu dengan tauhid dan menurunkan kitab-kitabnya untuk tauhid dan menciptakan langit dan bumi untuk tauhid memakmurkan surga dan neraka disebabkan karena tauhid maka Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memutuskan hubungan kesyirikan ataupun ee potongan daging kesyirikan dari hati mereka agar tidak tersisa potongan daging kesyirikan tersebut dan mereka tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Penghuni Surga sama sekali nah begitu ya Jadi maksudnya di sini adalah bahwa nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menjelaskan di dalam hadis ini tentang Bur buruknya bersikap tiarah tujuannya apa agar mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dan tujuannya adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ingin mengajarkan bahwa barang-barang sesuatu yang kalian anggap mendatangkan kesialan tersebut Allah tidak menjadikan di dalamnya tanda kesialan bukti kesialan dan tidak juga Allah meletakkan menegakkan sebab atas apa yang ditakutkan tadi atas apa yang dianggap sial tadi Allah tidak menegakkan sebab itu tujuannya untuk apa agar hati tenang agar jiwa selalu mentauhidkan Allah subhanahu wa taala yang dengan Tauhid Allah menurunkan para rasul kitab-kitab Suci menciptakan langit dan bumi memakmurkan surga dan neraka Ini semua karena tauhid makanya Rasul sallallahuaii wasallam memutuskan sarana yang menghantarkan kepada kesyirikan di anaranya adalah tidak boleh ada perasaan merasa bernasib Sian itu maksudnya maka siapa yang berpegang teguh dengan tali tauhid yang H dan berpegang teguh dengan talinya yang kuat dan bersandar hanya kepada Allah maka dia memutuskan hubungan tiarah hubungannya dengan Tiar sebelum tetapnya Dan Dia bersegera ee untuk menghilangkan besit besit kesyirikan di dalam kalbu sebelum tetapnya kesyirikan tersebut di dalam kalbu ni para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Q ikrimah berkata ikrimah julusan Abbas radhallah anh Kita pernah duduk bersama Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma sahabat nabi ahli tafsir ulamanya para sahabat kemudian ada seekor burung dia eh mengeluarkan suara kirhair maka ada orang dari yang hadir mengatakan Oh baik ini baik ini bertanda buruk kemudian Abdullah bin Abbas berkata lahair wala Syar enggak tidak ada Kebaikan tidak juga ada keburukan maksudnya kebaikan kan bukan karena burung keemburukan juga bukan karena burungar alai maka Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma bersegera mengingkari Pemuda tersebutar agar tidak meyakini agar ia tidak meyakini pengaruhnya tersebut dalam kebaikan atau keburukan ib taus bin kaisan rahimahullah seorang tabii beliau keluar bersama sahabatnya dalam Safar Lalu setelah itu ada gurab gagak mengeluarkan suara lalu orang tersebut berkata yang menjadi temannya ta Khair semoga mendatangkan kebaikan maka kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala lalu taus berkata ee kebaikan apa dari gagak tersebut maksudnya kebaikan bukan karena gagak keburukan bukan karena gagak ya jangan engkau temani aku langsung dijauhi oleh taus bin Kaisar rahimahullahu taala bab kemudian waqat ahadisahu Alaihi was asumu Fiat fil marah waddabbah waddar waahw had artinya dan telah terdapat hadis-hadis sebagian orang mengira bahwa ini menunjukkan kepada bolehnya merasa bernasib sial seperti Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam riwayat Bukhari dan Muslim beliau bersabda kesialan pada tiga perkara pada seorang perempuan pada hewan tunggangan dan pada rumah dan semisalnyaah ini ini bagaimana ini menyikapi hadis ini dijelaskan siniah was pengabaran rasah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa kesialan pada tiga perkara tadi bukan di dalamnya penetapan merasa beras sial sebagaimana yang ditiadakan perasaan tersebut oleh Allah Subhanahu Wa taalaah akan tetapi maksudnya adalah Allah subhanahu wa taala terkadang menciptakan dari tiga perkara tersebut perempuan ee hewan tunggangan dan tempat tinggal Terkadang Allah subhanahu wa taala mencipta darinya orang-orang yang mendatangkan kesialan bagi siapa yang mendekat dengannya dan hidup bersamanyaah di situ mu tetapi orang yang eh baikbaik yang penuh dengan berkah tidak mendapatkan bagi siapa yang mendekatinya keburukan atau kesialan ini persis seperti Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kedua orang tua anak yang penuh dengan berkah ya Allah subhanahu wa taala memperlihatkan kepada keduanya kebaikan di hadapan wajahnya dan memberikan kepada kuanya anak yang Bur yanguh Perlihatkan kepada keduanya atau di hadapan keduanya keburukan Nah itu maksud daripada hadis ini Demikian pula apa yang diberikan kepada seorang hamba dari kekuasaan dan yang semisalnya maka demikian pula rumah istri hewan tunggangan Jadi maksudnya sekali lagi hadis bahwa Jalan pada tiga yaitu perempuan hewan tunggangan dan tempat tinggal maksudnya adalah ee Terkadang Allah subhanahu wa taala menjadikan kesialan pada tiga perkara ini tapi terkadang yang lain Allah subhanahu wa taala menjadikan pada tiga ini bagi siapa yang mendekat dengannya kemudian ee tinggal bersamanya tetap akan mendapatkan kebaikan Nah itu maksudnya bukan berarti perempuan pasti sial ee hewan tunggangan pasti sial kalau zaman sekarang bukan hanya hewan tunggangan tetapi juga ee Apa alat transportasi ya kemudian rumah pasti sial tidak tetapi terkadang ada kesialan yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala dengan pada tiga perkara tersebut bagi siapa yang dekat dengannya bergaul dengannya hidup dengannya itu maksudnyab para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kemudian penulis berkata wallahu subhanahuir ul Alum Allah Subhanahu Wa taalaip kebaikan keburukan ketinggian derajat dan endahan derajat maka Allah subhanahu wa taala menciptakan sebagian dari perkara-perkara tadi ketinggian yang penuh dengan berkah dan Allah subhanahu wa taala menjadikan kebahagiaan bagi siapa yang mendekati tiga perkara tadi dan memberikan keenyamanan keberkahan untuknya bagi siapa yang dekat dengan tiga perkara tadi rumah dan ist dan Terkadang Allah subhanahu wa taala menciptakan sebagian dari tiga perkara tadi kerendahan bagi siapa yang mendekatinya dan tinggal [Musik] bersamanya itu dengan takdir Allah subhu ta k Allah subhanahu wa taala menciptakan seluruh sebab-sebab dengan ee ikatannya ya dengan sebab ee dengan hal-hal yang mendatangkan sebab yang bertentangan dan bermacam-macam jadi ada sebab yang Allah subhanahu wa taala ciptakan yang dengannya dia mendapatkan ee kebaikan dengannya dia mendapatkan keburukan ya Tergantung sebabnya tadi sebagaimana Allah telah menciptakan Min dan selainnya dari ruhruh yang baik dan seseorang akan mendapatkan katan bagi siapa yang dari manus dan Allah subhanahu wa taala menciptakan kebalikan darinya dan menjadikan sebab untuk sebagian orang yang mendekatinya mendapatkan keburukan dan perbedaan antara dua perkara ini bisaasa dengan panca indra demikian pula di dalam rumah perkara rumah e istri kemudian hewan tunggangan atau alat transportasi la maka ini adalah sesuatu dan sedangkan merasa bernasib sial yangirik adalah sesuatu yang lain J sekali lagijel annya tentang bahwa keburukan ada pada tiga kesialan ada pada tiga yang pertama yaitu ee seseorang mempunyai istri seseorang mempunyai hewan tunggangan atau kendaraan dan seseorang memiliki rumah Nah ini maksud dari hadis ini ini adalah bahwa Allah subhanahu wa taala terkadang menciptakan keburukan bagi siapa yang bersentuhan dengan tiga perkara ini terkadang menciptakan kebaikan juga jadi beda dengan merasa bernasib sial yang kita bicarakan sekarang itu maksudnya W Mimih ro alhamahirun Min thiril kaahu y HAM dengan tidak memberikan khas ee tasdid pada mim Wal hamah ya tanpa tasdid w hammah bukan Wal hamah gitu bacanya dan menurut alfar bahwa alhamah adalah burung dari burung-burung malam yaitu seperti burung hantu qala Ibnul a’rabi Kanu yatasyaamuna biha idza waqa’at ala Baiti ahadihim Imam Ibnul a’rabi berkata orang-orang dahulu merasa bernasib sial dengan burung hantu tersebut jika ee apa di ee singgah atau hinggap pada rumah salah seorang dari mereka dan ia berkata na Nafsi ahadan ahlial kalau seorang dari mereka berkata Eh aku mendapatkan keburukan atau salah seorang dari keluargaku mendapatkan keburukan karena rumahnya disinggahi oleh burung hantu maka datang hadis meniadakan perasaan tersebut dan membatalkan keyakinan [Musik] tersebut yang artinya eh tidak ada Safar fnya pakai fathah Safar Abu Ubaidah alqasim bin Sallam eh di dalam Kitab garibul Hadis meriwayatkan dari rubbah bahwa rbah berkata Dia adalah ular yang ada di dalam perut berarti cacing ya yang EE me apa menyakiti manusia ataupun hewan-hewan dan dialah yang memberikan ee apa ee ee penyakit koreng ataupun ee gatal ya menurut orang Arab Nah ini salah satu penafsiran dari Safar jadi dia adalah cacing yang ada di dalam perut yang bisa memberikan rasa sakit kepada hewan atau manusia dan dia adalah yang memberikan eh penyakit koreng yang menular menurut keyakinan orang arabban IB Imam Ahmad Jar dan berdasarkan penjelasan ini maka yang dimaksud dari hadis ini adalah meniadakan apa yang mereka yakini dari penyakit menular dengan sendirinya dan termasuk yang mengatakan seperti ini dari para ulama adalah Sufyan bin uyainah Imam Ahmad Imam Bukhari dan Imam Ibnu jarir at thaabari waq akiahar wyu limaana ahl jahiliahalunahuii wuh dan dan menurut pendapat yang lain bahwa yang dimaksud dengan tidak ada Safar maksudnya adalah tidak ada bulan Safar bulan sar yang mendatangkan kesiaran dan peniadaan di sini adalah karena kaum jahiliah mereka melakukannya ee menganggap bahwa Apabila ada hajat di bulan Safar maka diakhirkan makanya mereka menghalalkan bulan Muharram dan mengharamkan bulan Safar sebagai gantinya ya dan ini adalah pendapat Imam Malik rahimahullahu taala warawa Abu dauda an Muhammad Ibni rasidin Am Man samiahu yaakul Inna ahl jahiliah yatasyaamuna bfar waakuluna innahu syahrun masum faabt Nabi Shallallahu Alaihi wasallamik Abu Daud meriwayatkan dari Muhammad bin Rasyid dari orang yang dia dengar berkata bahwa kaum jahiliah mereka merasa bernasib sial dengan Safar dengan bulan Safar dan mereka mengatakan dia adalah bulan sial maka Nabi Muhammad wasam membatalkan keyakinan tersebutab dan mungk pendapat inilah yangbih bahwa merasa bernasib sial dengan bulan Safar dan dia adalah jenisarah yang terlarang demikian pula merasa bernasal dengan salah satu dari hari yaitu seperti hari rabuahal dan kaum jahiliah merasa bernasib siap dengan ee apa ya merasa bernasib sial dengan bulan Syawal untuk menikah di dalamnya secara khusus ini ini kebiasaan kaum jahiliah ya kebiasaan kaum jahiliah nah nah itu para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tentang hadis yang berbunyi W tidak ada Awa penyakit menular dengan sedirinyaarah merasa bernasib sial saaat melihat sesuatu atau mendengar sesuatu dan tidak ada HAM e burung hantu yang mendatangkan kesalan dan tidak ada bulan Safar yang mendatangkan kesialan kira-kira itu dulu karena waktu tidak cukup kita masuk kepada sesi pertanyaan wallahuam Ti Ustaz Barakallah fikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran telah disampaikan di kesempatan siang hari ini Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita menambahkan ilmu berkaitan dengan apa yang telah dijelaskan Ustaz di kesempatan kali ini silakan bagi Ana memperdalam seputar pembahasan kali ini kami tunggu di layanan Telepon 02182365 43 dengan menyebutkan nama anda dan dari mana anda berasal juga Anda bisa kirimkan Mel pesan singkat di 0819896543 kami akan coba memberikan kesempatan yang pertama untuk menelepon silakan Halo silakan sebum tersambungkan kami akan bacakan dari hamba Allah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz ketika ada kakek-kakek kita yang di masa kecil kita memberikan semacam kalung atau gelang gunanya adalah untuk memberikan keberuntungan dan keselamatan bagi kita nah nah Apakah setelah kita mengetahui boleh kita bakar atau kita buang begitu saja mengingat hal ini adalah warisan atau budaya yang diturunkan oleh orang tua atau Kakek kita silakan Ustaz bismillahhamdulillah wasatu wasalam ala rasulillah waa alihi Wai Adapun cung dan at gelang yang diberikan oleh kakai kita maka asal hukumnya dia mubah tidak terlarang untuk memakainya tetapi jika kalung tersebut berupa jimat maka ini tidak diperbolehkan untuk dipakai karena Rasul sallallahuaihi wasam Siapa yang Gantungkan tamimah jimat maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan asar syiriknya adalah Syirik asar dan bisa naik menjadi Syirik Akbar apabila dia meyakini bahwa kalung tersebutlah yang membuat ee apa membuat keberuntungan menahan kesialan atau yangarnya wallahuam jadi tugas kita adalah untuk ee menghancurkan apabila itu adalah jimat menghancurkan memusnahkan apabila itu adalah jimat wallahuamikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas jawaban nasihatnya berikutnya kami angkat telepon yang pertama silakan Halo t yang pertama silakan Halo ya dengan siapa Di mana ini Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silakan pertanyaannya asamualikum waalikumsam warahmatullah wabarakatuh dikecilkan dulu Ibu volume televisinya I iya iya sehingga tidak berulang-ulang suaranya silakan I Halo asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Eh kalau makmum imamnya tidak berumah tangga Udah usia tua maksudnya gitu tapi belum pernah berumah tangga gak itu bagaimana hukumnya sah atau tidak jadi makmumnya imam itu aja eh kita bermakmum kepada imam yang belum berumah tangga gitu maksudnya Ibu iya Oh iya Iya eh makmumnya Sah enggak gitu salat berjamaahnya baik Ustaz mohon maaf asamualikum Waalaikumsalam mohon e diberikan jawaban Ustaz silakan Adapun Imam belum berumah tangga kemudian makmumnya ikut Imam tersebut di dalam salat maka tidak ada larangan di dalam hal tersebut wallahuam Pertanyaan selanjutnya kami bacakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz Bagaimana hukum kita ee mengikuti pasar-pasar yang memang diadakan khusus di hari-hari tertentu Apakah itu termasuk tiaro atau tidak seperti misalnya dalam kalender Jawa Pasar Pon pasar Legi dan Pasar Kamis Kliwon dan sebagainya Apakah hal tersebut termasuk tiarah atau bukan silakan bismillah eh sependek pengetahuan saya bahwa pasar-pasar tersebut pada hari-hari tertentu bukan karena merasa hari tertentu itu adalah sesuatu yang mendatangkan kesialan tetapi karena memang itu hari berpasar Jika memang seperti itu maka tidak mengapa ya dan keyakinan merasa bernasib sial atau merasa bernasib beruntung dengan suatu hari tertentu tanpa ada dalil maka ini adalah Zarah tapi saya melihat sependek pengetahuan itu tidak seperti itu keyakinannya wallahuamannya semoga bermanfaat untuk yang bertanya khususnya dan kita semuanya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan di 0218236543 halo halo silakan Halo asalamualaikum waikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ibu dengan siapa Di mana dengan Umah di Bandung silakan Ibu pertanyaannya ya silakan haloblehkan apak juga dibolehkan e mohon diulang ibu mohon maaf tidak terdengar suaranya sekarang terdengar Iya sudah silakan Bu Halo Ibu suara ibu putus-putus mohon maaf saya ingin bertanya apakah yang dimaksud dengan taaul dan apakah apakah ada Ta yang tidak diperbohkan iya iya baik bisa dipahami silakan Az Waalikumsalam warahmatull wakatuhmillahill yang saya cintai karena Allah subhanahu wa taala taul adalah termasuk daripada sunah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan rasul Sallallahu Alaihi wasamersabda Fau Ash yakni Al kalimatal Hasanah tidak ada penyakit pular dengan sendirinya tidak ada merasa bernasib sial saat melihat atau mendengar sesuatu dan aku merasa suka dengan alf’lus shh yaitu keyakinan positif ucapan yang baik di dalam riwayat Bukhari yang lain Abu Hurairah radhiallahu Anhu bercerita kan nabiu Sallallahu Alaihi Wasallam yibunilul Hasan wakr adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ee menyukai sikap optimis yang baik dan membenci merasa bernasib sial Nah sekarang Apa bedanya antara merasa bernasib sial dengan merasa bernasib Mujur gitu ya Apa bedanya antara merasa bernasib sial dengan merasa bernasib Mujur para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala merasa bernasib sial adalah sesuatu perasaan yang datang di dalam kalbu merasa kesialan dengan sesuatu yang dia lihat atau yang dia dengar akhirnya dengan kesialan dengan perasaan tersebut dia tidak jadi mengerjakan apa yang dia sudah rencanakan dia tidak jadi mengerjakan apa yang sudah dia ingin lakukan Nah itu disebut dengan merasa bernasipsal Adapun merasa optimis berpikiran baik maka ini tidak tercela maka ini tidak tercela ya lihat penjelasan dari Imam IB Saleh adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyukai nama yang baik dan sikap optimis yang baikahah Dan Allah telah menjadikan di dalam fitrahnya manusia kecintaan terhadap ucapan yang baik dan perasaan optimis yang baik sebagaimana Allah telah menjadikan di tengah-tengah manusia kesukaan terhadap kabar gembira kemudian pemandangan yang indah ya kadang seseorang melewati air yang bersih dan dia senang dengan air bers tersebut dan dia tidak meminumnya nah kemudian Imam Al berkata yang artinya dan perbedaan antara sikap merasa e optimis dengan sikap merasa bernasib sial bahwa sikap Optimis adalah dia dari Jalan berbaik sangka kepada Allah sedangkan merasa bernasib sial ini dari Jalan Bersandar kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa taala Nah itu maksudnya ya wallahuam cukup kiranya ini yang bisa saya sampaikan semoga yang disampaikan bermanfaat wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas kesediaan Ustaz untuk kembali hadir menyampaikan pembahasan yang bermanfaat dari pembahasan Fathul Majid syarhu kitabi tauhid semoga pertemuan kita yang singkat ini dapat membuahkan ilmu yang bermanfaat dan ilmu tersebut bisa kita amalkan dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala dan mengikuti sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kami ucapkan terima kasih kepada pemerhati rojja di mana pun anda berada kami mohon maaf apabila ada kekurangan atau kekil dalam kami menghadirkan program acara ini kami mohon pamit undur diri subhanakallahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *