Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Khutbah Jum’at

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh waubillahi minuri anfusina wiatiinaahdiillahu Fala m haduahallah wahdahu syarikah wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh qallahu taala Fi kitabihin Karim ya ayyuhalladzina amanuaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun waqala taala ya ayyuhanas ittaqu rabbakumulladzi khalaqokum Min nafsin Wahidah walaq minha zaujaha waabat minhuma rijalan Katsir waisaa at Islam kita hidup di dunia adalah mempunyai tujuan yang agung tujuan itu adalah untuk beribadah kepada Allah rabbul kita hiup di Dun pernah selama-lamanya setiap manusia pasti akan merasakan kematian Allah berfirman Kullu nafsinqatul maut setiap jiwa pasti merasakan kematian maka Allah memerintahkan kita untuk beramal saleh sebagai bekal kita menuju kematian karena itu seagung-agungnya perbekalan menuju kematian Allah berfirman watawadu fainirad Taqwa berbekallah karena sesungguhnya perbekalan menuju kematian itu adalah ketakwaan kepada Allah dan hakikat Takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya Allah subhanahu wa taala memasukkan seseorang ke dalam surga karena amalnya Allah berfirman udkhulul Jannah Bima kuntum taalun masuklah kalian ke dalam surga disebabkan oleh amalan kalian Namun bukan satu-satunya sebab masuk surga akan tetapi yang terbesar adalah rahmat Allah Azza waalla umat Al Islam setiap kita harus senantiasa semangat dalam beramal saleh karena amal saleh memiliki barokah dan memiliki akhal Islam pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan amal saleh bagaikan nutrisi untuk hati kita dan keimanan kita siapun yang ingin is di atas jalan yang lurus di atas jalan Allah subhanahu wa taala Hendaklah ia beramal saleh siapapunnya akal Islam yang mendapatkan rahmat Allah subhanahu wa taala Hendaklah ia beramal saleh siapun orang-orang yang ingin dibukakan pintu-pintu rezeki oleh Allah subhanahu wa taala baik di dunia maupun di akhirat Hendaklah ia beramal saleh maka siapaun ya akhwal Islam yang menginginkan kemuliaan maka tiada lain adalah dengan beramal saleh namun di sana ya akhwal Islam amal saleh memiliki penyakit-penyakit yang menyebabkan amal tersebut ditolak oleh Allah subhanahu wa taala di antara penyakit beramal saleh yang paling besar adalah beramal tanpa ilmu seseorang beramal tanpa mengetahui dalil dari Allah dan rasulnya seseorang beramal hanya sebatas perkira semata bahwa itu sebuah Kebaikan tidak ada keterangan dari Allah dan rasulnya maka orang seperti ini orang yang merugi ya akhal Islam Allah berfirman Qul hal unabbiukum Bil aksarinaala alladinauhum fyatid Dunya wahum yahsabun anahum yuhsina katakan Maukah aku beritahu kepada kalian tentang orang yang paling merugi amalnya yaitu orang-orang yang tersesat jalannya dalam kehidupan dunia ini sementara ia mengira ia telah berbuat kebaikan sebaik-baiknya karena ia hanya berdasarkan perkiraan saja hanya sebatas menduga-duga saja Dia kira itu adalah amal yang bisa mendekatkan dirinya kepada Allah ternyata malah menjauhkan ia dari Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu ya akhal Islam agama kita tidak berdasarkan dugaan Rasul kita yang mulia alaihiatu wasalam bersabda jauhi oleh kalian dugadaan karena sesungguhnya menduga-duga itu adalah sedusta-dusta perkataan Allah Taala juga berfirman mereka hanyalah mengikuti dugaan semata Allah berfirman Dan sesungguhnya dugaan itu tidak menegakkan kebenaran sama sekali sekali kita beragama bukan sebatas dugaan dan perkiraan tapi harus jelas keterangannya dari Allah dan rasulnya maka siapun yang beramal tanpa ilmu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala siapun yang ingin beramal saleh wajib dia menuntut ilmu tentang amal tersebut apa apakah ada dalilnya dari Allah dan rasulnya atau tidak karena Allah ingin diibadahi sesuai dengan apa yang Allah cintai dan Rid bukan sesuai dengan selera-selera kita Oleh karena itu Al Imam Ibnu qayim menyebutkan di antara kesalahan dalam beramal seseorang beramal sesuai dengan kepuasan dirinya saja bukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah bukan sesuai dengan keridaan Allah subhanahu wa taala maka ini penyakit yang pertama akal Islam seseorang beramal tanpa ilmu penyakit yang kedua Islam seseorang beramal akan tetapi dengan semangat yang luar biasa sehingga kemudian Ia berlebih-lebihan yang berakibat akhirnya ia mudah futur dalam amal tersebut oleh karena itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memperingatkan kita dari sikap Gulu Rasulullah bersabda iyakum Wal Gulu fainal Gulu ahlakaana qoblakum jauhi oleh kalian sikap gulu berlebih-lebihan karena sesungguhnya sikap gulau telah membinasakan orang-orang sebelum kalian ketika Rasulullah masuk ke dalam masjid Rasulullah mendapatkan tali yang terikat di antara dua tiang kemudian Rasulullah bertanya tali apa ini maka sebagian sahabat menjawab ia adalah tali milik salah seorang istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam apabila ia salat malam dan ia telah lelah ia salat sambil bergelantungan di tali tersebut maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda h h cabut cabut tali iniukum hendaklah seseorang salat sesuai dengan semangatnya na ahukum Apabila seseorang dari kalian telah mengantuk Hendaklah ia tidur kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam umat Al Islam di antara penyakit beramal ya akal Islam itu kita meremehkan karena malasnya kita kita kita mempunyai penyakit malas dalam beramal saleh terkadang sebagian orang saking malasnya dia mencukupkan jangan yang wajib-wajib saja yang wajib pun ia sia-siakan yang sunah ia tinggalkan hanya dengan dalalih katanya itu sunah bukan wajib yang makruh malah ia lakukan katanya itu hanya makruh tidak haram sehingga akhirnya ahal Islam Ia kehilangan banyak sekali pahala di sisi allah subhanahu wa taala padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengingkari sahabat yang meninggalkan salat sunah tahiyat masjid ketika Rasulullah khotbah Jumat ada seorang sahabat masuk masjid langsung ia duduk lalu Rasulullah menegurnya dan berkata Asita rakatain Apakah kamu sudah salat dua rakaat Dia berkata belum Ha Rasulullah maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda k farka Bangkitlah kamu dan salatlah kamu dua rakaat watajawaz fihima dan ringankan salatmu Al Imam al-qurtubi beristimbat dari hadis ini ini menunjukkan bolehnya mengingkari orang yang meninggalkan ibadah ibadah-ibadah sunah yang bersifat muakadah yang sangat ditekankan sekali ahal Islam ini menunjukkan tercela seorang muslim meninggalkan dan membiasakan diri meninggalkan perkara-perkara yang sifatnya sunah yang sangat ditekankan ya akhal Islam maka ya akal Islam jangan kita malas buang kemalasan dalam beramal saleh kemalasan membuktikan bukti cinta kita itu sangat lemah kepada Allah subhanahu wa taala karena cinta itu menimbulkan semangat ya akhal Islam Ketika kita mencintai sesuatu kita akan semangat untuk meraihnya ketika kita cinta kepada Allah seharusnya kita semangat untuk bertaqaru kepadanya watagfirullah Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah nabiina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wa man Walah wa Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh umatal Islam di antara penyakit beramal saleh seseorang mengharapkan pujian manusia sehingga ia Ria tidak mengharapkan 100% pahala dari Allah subhanahu wa taala dan keridaannya sehingga Allah batalkan amalnya bahkan di hari kiamat Allah akan mengusir orang-orang yang Ria Allah menyuruh mereka mencari pahala dari orang-orang yang mereka harapkan pujiannya Allah berfirman kepada orang-orang yang hari [Tepuk tangan] kiun ja pergi Kalian kepada orang-orang yang kalian harapkan pujiannya waktu di dunia lihat oleh kalian apakah mereka bisa memberikan pahala kepada kalian wallahi ya akal Islam Ria lebih berat daripada mencuri lebih berat daripada berzina merampuk dan membunuh ya akhal Islam karena hakikatnya adalah Syirik akal Islam walaupun Syirik kecil akan tetapi ia lebih berat daripada dosa-dosa besar di antara di antara penyakit beramal saleh ya ahal Islam seseorang selamat dari riaay tapi setelah beramal dia ujub dan sombong dengan dengan amalannya ia merasa dirinya lebih baik daripada orang lain setelah ia salat tahajud ia merasa lebih baik daripada orang yang tidak tahajud barangkali orang yang tidak tahajud menyesal setelah itu sehingga ia lebih baik daripada orang yang tahajud kata Ibnu qayyim orang yang tidak tahajud kemudian menyesali itu lebih baik daripada orang yang tahajud setelah tahajud ia ujub dan sombong karena amalnya tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala F umatal Islam di antara penyakit amal senantiasa mengulur-ngulur mengundur-ngundur waktu seseorang berkata nanti nanti dan nanti ya Subhanallah padahal ajal tidak pernah mengenal kata nanti alanri berkata oleh kalian mengundur-ngundur amal mengatakan nanti dan nanti karena engkau sedang berada di hari ini bukan di hari esok belum tentu hari esok menjelang belum tentu hari esok datang angali ajal datang kepada kita Sebelum kita beramal makanya Abdullah bin Umar berkata asbahtail Wa kalau kamu berada di waktu pagi Jangan menunggu-nunggu waktu sore dan kalau kamu berada di waktu sore jangan menunggu-nunggu waktu pagi inilah ya akhal Islam di antara penyakit-penyakit beramal maka kewajiban kita berusaha ya akhal Islam membersihkan amal kita dari penyakit-penyakitnya kita berharap agar amal kita diterima oleh Allah Azza waalla Abdullah bin Umar berkata wallah kalau aku mengetahui ada satu salatku yang diterima oleh Allah itu lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya Allahumma Shi ala muhammad wa ala ali Muhammad Kama Shita ala Ibrahim waa Ali Ibrahim innaka majik muhamm Muhammad Allah in Anam un umrullahi Akbar kajian Islam ilmiah di TV dan

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *