akan hadirkan ke layar kac [Musik] anda jazakumullahuir bagi anda para pemirsa Roja TV danat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian in secara langsung Roja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam kajian Islam ilmiah di rja TV dan radio rja Ketika seseorang sudah mengenal sunah dan mengetahui bahwasanya ilmu ini adalah agama yang kelak kita akan bertemu dengan Allah maka tentunya seseorang berhati-hati jangan sampai dia salah dalam mengambil ilmu saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahamd mu asadu Alla ilahaillallah wahdahu syarikah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul la nabi ba ba ikwat Islam wakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan ketiga yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah yang akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdullah ro m hafidahullah dari Pandeglang Banten di di kesempatan ini masih melanjutkan dari pembahasan kitab situ Duror Min usuli ahlil arar karya Syekh Abdul Malik Ramadani hafidahullah namat islamzakumullah dan Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Masykur Ustaz Nam Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah rabbil alamin wa Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasahbihi watabiina lahum biihsanin Ila yaumiddin wasallama tasliman katsiran Amma ba’d Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala senantiasa memuji Allah subhanahu wa taala atas atas seluruh nikmat dan juga karunia yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada kita semuanya tentunya termasuk di antara nikmat tersebut adalah nikmat Islam nikmat Hidayah nikmat kesehatan nikmat waktu luang keamanan yang dengannya seseorang bisa beribadah kepada Allah yang merupakan tugas dan juga kewajiban seorang manusia di dunia ini selawat dan salam Semoga senantiasa Allah subhanahu wa taala limpahkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai akhir zaman para pemirsa roj TV yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala setelah pada du pertemuan sebelumnya kita membahas mukadimah dari kitab situd durar Min usuli ahlil arar yang ditulis oleh Syekh Abdul Malik Ramadani aljazairi hafidahullah maka pada pertemuan yang ketiga ini Insyaallah kita akan masuk pada mutiara yang pertama Pondasi yang pertama dari enam Pondasi yang telah disebutkan secara global oleh Beliau hafidahullah di dalam mukadimah Sar Min usuli ahlil arar enam mutiara dari pondasi-pondasi pokok-pokok yang dimiliki oleh Ahlul arar yaitu ahlus sunah maka beliau menyebutkan mutiara yang pertama atau Pondasi yang pertama adalah mengikhlaskan agama untuk Allah Beliau mengatakan Al aslul awalu Pondasi yang pertama adalah ikhlasud Din lillah mengikhlaskan agama untuk Allah ikhlasud dinini lillahi Hua asluddini waqbuhuladzi taduru Alaihi rahah mengikhlaskan agama untuk Allah dan maksudnya adalah mengikhlaskan ibadah untuk Allah dimaksud dengan addin di sini adalah ibadah karena memang inti dari agama Islam agama ini adalah tauhid mengisakan Allah subhanahu wa taala di dalam ibadah maka ini adalah asluddin adalah pondasi agama ini asal artinya adalah yang pokok yang merupakan yang paling penting pondasi agama Islam yang demikian menyeluruh lengkap ternyata dia memiliki pondasi Dia memiliki asas dan fondasi agama Islam adalah mengikhlaskan agama untuk Allah subhanahu wa taala dan dia adalah poros yang melingkar di sekitarnya rohahu yang dimaksud dengan Raha adalah sesuatu yang digunakan untuk menghancurkan atau menggiling zaman dahulu seorang ketika dia ingin menghancurkan misalnya melembutkan ee padi atau gandum dan seterusnya mereka akan meletakkan di ee di porosnya kemudian nanti ada diputar ya diputar mungkin didorong oleh manusia atau dengan menggunakan misalnya ee hewan misalnya intinya di sana ada porosnya maka mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah ini adalah pondasi agama dan dia adalah porosnya yang selainnya ini berputar di atas atau sekitar poros tersebut wahua tauhidadzi arsalallahuasul dan ibadah kepada Allah inilah tauhid yang Allah subhanahu wa taala mengutus dengannya para rasul para Utusan baik Nabi Nuh alaih salam yang merupakan Rasul yang pertama dan juga rasul-rasul setelahnya para nabi Allah subhanahu wa taala mengutus mereka dengan misi tauhid menyampaikan kepada manusia tauhid mendakwahi mereka untuk bertauhid wa anzala bihil kutuba dan Allah subhanahu wa taala menurunkan kitab-kitabnya baik yang kita ketahui namanya maupun yang tidak kita ketahui namanya adalah intinya juga tauhid wa ilaihi daalbiya alaihatu wasalam waaihi jahadu kepada tauhid inilah para nabi mereka berdakwah dan di atas tauhid inilah mereka berjihad dan dengan Tauhid inilah mereka diperintahkan wabihi umiru w tauhidka memerintahkan kita lihat di sini beliau menyebutkan beberapa yang menunjukkan tentang kedudukan tauhid di dalam agama islam dia adalah pondasi agama dia adalah poros agama dia adalah yang dibawa oleh para rasul dan itu adalah isi dari kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah dan ini adalah dakwah para nabi dengan sebab inilah mereka berjihad dan mereka memerintahkan orang yang mereka dakwai dengan Tauhid mendorong mereka untuk bertauhid sehingga tidak heran karena melihat kedudukan yang banyak yang dimiliki oleh tauhid di dalam agama ini Apabila menulis hafidahullah menjadikan tauhid merupakan Pondasi yang pertama ini adalah pondasi yang utama dan yang pertama yang dimiliki oleh ahlusunah Wal Jamaah tauhid kepada Allah kemudian setelahnya beliau mendatangkan dalil-dalil Q Allahu Taala Allah subhanahu wa taala berfirman wa fa’budillaha mukhlisan lahuddin ala lillahidul khis makaendaklah engkau menyembah kepada Allah muklisahudin dalam keadaan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah mengikhlaskan mentauhidkan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah yaitu hanya kepada Allah saja seseorang beribadah dan inilah tauhid maka ini adalah perintah Allah subhanahu wa taala untuk bertauhid menyerahkan ibadah hanya kepada Allah ala lillahul khis ketah ah bahwasanya milih Allah saja agama yang murni Al lillah hanya untuk Allah tidak boleh menyerahkan agama menyerahkan ibadah ini kepada selain Allah subhanahu wa taala waqala dan Allah subhanahu wa taala mengatakan w umiru illullahaak Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada allah tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dalam keadaan mengikhlaskan agama untuknya karena ini adalah inti dari agama Islam agama para nabi dan juga para rasul Hunafa dalam keadaan mereka condong ituu condong dari kesyirikan menuju tauhidak dan mereka mendirikan salat dan juga membayar zakat yang pertama disebutkan adalah beribadah kepada Allah mengikhlaskan agama hanya untuk Allah subhanahu wa taalaahuaihi was dan Allah subhanahu wa taala berkata kepada nabinya Sallallahu Alaihi wasallamillahahuun Katakanlah hanya kepada Allah aku menyembah dalam keadaan mengikhlaskan Agamaku untuknya mengikhlaskan ibadahku hanya untuknya saja fauduun silakan kalian menyembah apa yang kalian inginkan selain Allah subhanahu wa taala dan perintah di sini adalah untuk ancaman ancaman kepada setiap orang yang menyembah kepada selain Allah ancaman dengan siksaan ancaman dengan jahanam silakan kalian menyembah apa yang kalian dari apa yang kalian inginkan dari sesembahan-sesembahan selain Allah waqala dan Allah subhanahu wa taala mengatakan Qul Inna shati wausuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin katakanlah sesungguhnya salatku sembelihanku hidupku dan juga matiku adalah untuk Allahu rabbul alamin la syarikal tidak ada sekutu baginya sembelihanku untuk Allah salatku untuk Allah dan itu adalah bagian dari ibadah tidak ada sekutu bagi Allah yang berhak untuk di ibadahi selain Allah hanya Allah saja dan dengan yang demikian aku diperintahkan aku diperintahkan untuk bertauhid muslimin dan aku adalah termasuk orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah subhanahu wa taala bersegera menyerahkan diri maka ayat-ayat ini menunjukkan tentang keutamaan tauhid dan juga kedudukan tauhid di dalam agama iniid as maka tauhid ini mengisakkan Allah di dalam ibadah ini merupakan kedudukannya seperti pondasi dari sebuah bangunan Jadi kalau bangunan itu memiliki berbagai bagian ada atap ada tiang ada tembok ada pondasi maka tauhid di dalam agama ini itu seperti pondasi dari sebuah bangunan beliau mendatangkan ucapan Ibnul qayyim di sini Q IBN qayim rahimahullah Man As Barang siapa yang ketika membangun ingin memiliki bangunan yang tinggi ingin membangun rumah dua tingkat misalnya atauembikin gedung Li Tingkat atau 100 tingkat maka faalaihi bitai asas W ihkami Kalau memang dia rencananya ingin memiliki bangunan yang tinggi maka kewajiban dia adalah memperkuat pondasinya memperkokoh pondasinya wasiddatinai bihi dan dia harus benar-benar memperhatikan pondasi tersebut dia harus mikir Dia membangun sebuah rumah satu tingkat dengan membuat rumah dua tingkati ini harus dia bedakan pondasinya kalau dia memang melihat tanahnya sempit kemudian dia ingin rumah yang ee lebih luas maka dia ingin membangun rumah yang bertingkat maka dia harus perkokoh pondasinya yang semula mungkin berapa meter kalau mau tingkat berarti harus berapa meter karena nanti dia yang akan menahan bangunan tersebut kalau tiga tingkat harus di perhitungkan lagi 20 tingkat harus di perhitungkan lagi semakin tinggi bangunan yang akan dia bangun maka dia harus memiliki perhatian yang besar terhadap pondasinya kira-kira kuat enggak pondasi seperti ini kalau dia menginginkan bangunan setinggi 50 tingkat Misalnya ini suatu yang Makruf ya seorang yang tahu tentang ilmu e desain atau bangun-membangun mereka akan memikirkan yang demikian ya berapa Pondasi yang harus mereka tancapkan bahannya apa maka tingginya sebuah bangun itu sesuai dengan kadar kuatnya pondasi tersebut dan kokohnya pondasi tersebut kalau misalnya seorang sudah terlanjur mengangun pondasi ya rencananya Memang dari awal ingin satu tingkat dia buat pondasi cukup untuk satu tingkat ternyata di tengah jalan di dia ingin dua tingkat misalnya maka tidak bisa kemudian dia memaksa membangun di atas fondasi tersebut dua tingkat ini akan membahayakan dia bisa membangun sesuai dengan kadar pondasinya tapi kalau dari awal misalnya dia sudah mempersiapkan Pondasi yang kuat ini bisa lima tingkat tapi ternyata dia hanya bisa bangun satu tingkat cukup karena dia memang mempersiapkan untuk membangun lima tingkat ternyata yang dia bangun hanya satu atau dua tingkat jadi sesuai dengan kekuatan pondasi tersebut seseorang bisa membangun sebuah bangunan nah beliau inginkan di sini kalau kita ingin memiliki agama yang kokoh ingin melihat orang-orang Yang berpegang teguh dengan Sunah berpegang teguh dengan agama Islam ini dengan baik ya harus kita perkuat pondasinya kita perkokoh pondasinya kita perhatikan pondasinya karena tauhid ini adalah seperti pondasi bagi sebuah bangunan falalu wadajatu bunyan maka amalan itu adalah bangunan amalan akan baik kalau bangun kalau pondasinya baik Kalau tauhidnya baik sebagaimana bangunan akan baik Kalau pondasinya baik wadajat demikian pula derajat derajat kedudukan di surga ini adalah bangunan kalau kita menginginkan derajat yang tinggi dalam surga maka kita harus memperbaiki dan memperkuat pondasinya yaitu tauhid wa as iman dan pondasinya adalah iman dan di antara iman adalah iman kepada Allah dan di antara iman kepada Allah adalah bertauhid ini penjelasan yang jelas dan gamblang dari Ibnu qayyim menunjukkan Bagaimana peranan tauhid di dalam agama ini dan bahwasanya dia seperti pondasi untuk sebuah bangunan falarifu himmatuhu tashihul asasi Wu maka orang yang paham orang yang pengalaman yang menjadi pikiran dia ketika dia membangun sebuah bangunan adalah bagaimana dia memperbaiki pondasi bagaimana dia memperkokoh pondasi tersebut diperhatikan bahannya bentuknya Bagaimana berapa keteembalannya karena dia tahu karena ini yang nanti jadi jadi ee pondasi bangunan tergantung pondasinya meskipun bangunannya terbuat dari bahan yang mahal tapi kalau pondasinya mudah roboh itu akan sebentar lagi akan romboh maka mereka sangat memperhatikan pondasi w ahir asas Adapun orang yang jahil orang yang tidak tahu tentang ilmu bangunan maka dia akan membangun dan membangun tetapi tanpa memperhatikan fundasinya ya yang diperhatikan adalah amalannya yang diperhatikan adalah gimana orang suka bersedekah bagaimana orang salat akan tetapi dia tidak memperhatikan pondasi dari semuanya ini maka sebentar lagi bangunan yang dia bangun akan jatuh tidak lama sebentar lagi bangunan tersebut akan jatuh tidak lama dia berdiri dinikmati sebentar datang ee angin atau banjir atau bahkan tidak ada apa-apa tahu-tahu dia sudah jatuh tergesa-gesa ingin melihat bangunan yang berdiri tanpa dia memperhatikan pondasinya Q ta Allah subhahu wa taala mengatakan Apakah orang yang membangun pondasi untuk bangunannya di atas ketemuaan dari Allah dan keridaan artinya dia ketika membangun masjidnya berdasarkan takwa kepada Allah takut kepada Allah ingin men carari Rida Allah Khairun itu lebih baik daripada orang yang membangun bangunannya membangun masjidnya berada di atas ala Syafa juru finhar berada di tepi jurang yang sebentar lagi akan roboh dia bangun bayangkan seorang membangunbangunan di tepi jurang yang sangat-sangat lemah dia bangun bangunan di situ dia bikin pondasi kemudian dia bangunbangunan dia bangun itu di tepi jurang Maka sangat mudahnya tanah tersebut hancur dan masuk ke dalam jurang ketika dia masuk ke dalam jurang akhirnya bangunan yang di atas tepi jurang tersebut itu pun juga ikut hancur bersama jurangnya maka jatuhlah semuanya ke dalam neraka jahanam ini adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang munafikin karena di saat itu di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang Islam mereka membangun masjid karena Allah takwa kepada Allah subhanahu wa taala mengharap Rida dari Allah dan orang-orang munafikun mereka pun ikut membangun masjid yang lain tapi bukan karena takwa tujuannya bukan karena mengharap Rida dari Allah subhanahu wa taala dia ingin menjadikan masjid buatan mereka sebagai markas untuk menghancurkan Islam maka tentunya berbeda antara orang yang membangun masjid atas dasar takwa dengan orang yang membangun masjid dengan tujuan untuk memusuhi Allah dan juga rasulnya untuk sebagai pusat menghancurkan agama agama Islam klu berkata Mualif aku berkata yaitu Syekh Abdul Malik Ramadani ayat ini berbicara atau turun di dalam perkara orang-orang munafik di mana mereka membangun masjid untuk salat di dalamnyajid akan tetapi ketika mereka melakukan amalan yang besar yang utama ini sedangkan hati mereka dalam keadaan kosong dari keikhlasan bukan mengharap pahala dari Allah bukan mengharapkan wajah Allah keridaan Allah kosong dari keikhlasan maka yang demikian tidak akan memberi manfaat kepada mereka sedikitp Allah subhanahu wa taala tidak akan memberikan pahala kepada mereka bal inim jahanam akan tetapi bangunan tersebut akan jatuh bersama mereka di dalam neraka jahanam mereka akan masuk ke dalam neraka karena mereka orang-orang munafikun menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran Kama fil Ayah sebagaimana dalam ayat di atas ini menunjukkan bagaimana ketika pondasinya salah tidak ada tauhid tidak ada keikhlasan Allah subhanahu wa taala tidak akan menerima amalan tersebut meskipun dia membangun masjid membangun rumah di antara rumah-rumah Allah subhanahu wa taala tapi ketika hatinya kosong dari keikhlasan kosong dari tauhid akhirnya apa Allah subhanahu wa taala tidak menerima bahkan itu menjadi sebab masuknya mereka ke dalam jahanam ini menunjukkan tentang pentingnya tauhid dan ketika seorang beramal hendaklah didasari oleh tauhid dan juga keikhlasanma qala rahimahullah Kemudian beliau rahimahullah mengatakan kan yau Ibnul qayyim wadal asasu Amran dan pondasi ini adalah dua perkara itu pondasi di dalam beramal saleh yang dimaksud dengan pondasi tersebut adalah dua perkara alawalu yang pertama adalah sihatul marifati Billah wa amrihi wa asmai wa sifatihi kebenaran di dalam mengenal Allah dan juga perintahnya dan nama dan juga sifatnya jadi pondasinya harus sahih mengenalnya dia kenalnya dia kepada Allah subhanahu wa taala harus benar sesuai dengan yang Allah inginkan jangan sampai seseorang mengenal Allah dengan pengenalan yang salah pondasinya adalah harus shhah harus sahih makrifatullah dia harus benar demikian pula mengenal mengenal tentang perintah-perintah Allah subhanahu wa taala dan mengenal nama dan juga sifat Allah subhanahu wa taala ini adalah pondasi sehingga seseorang memperbaiki pondasinya dia harus mempelajari tentang Allah dia harus mengenal Allah dengan nama-namanya dan juga sifat-sifatnya mempelajari akidah watani tajridul inqadiahuasuli duniwah Kemudian yang kedua adalah seseorang menjadikan Tulus Dalam melaksanakan apa yang men menj perintah Allah dan juga Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bukan yang lain J yang pertama adalah pengenalan kita makrifah kita kepada Allah harus benar kemudian yang kedua keinginan yang kuat untuk benar-benar tulus melaksanakan perintah Allah dan juga rasulnya Sallallahu Alaihi [Musik] Wasallam kalau sampai dua ini ada di dalam diri seseorang ilmunya benar dan dia adalah orang yang bersemangat untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah dan rasulnya maka ini Insyaallah menjadi e modal besar bagi seseorang untuk bisa membangun bangunan iman dan juga amal saleh karena pondasinya sudah benar maka inialondasi yang paling kuat yang seorang hamba Dia membangun membangun bangunannya di atas pondasi tersebut dan sesuai dengan kekuatan pondasi tersebut maka akan meninggi sebuah bangunan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh orang yang membangunnya ah engkau memperkuat pondasi dan jagalah kekuatanah dan senantiasa senantiasa engkau menjaga jalau memang kita sudah tahu bahwasanya bangunan itu sesuai dengan kekuatan pondasinya dan amalan seseorang sesuai dengan kekuatan pondasi imannya maka hendaklah kita perkuat pondasi Iman ini kemudian jagalah kekuatan kita jangan sampai turun jadi pondasi diperkuat kekuatan kita jaga dan hendaklah kita waspada Jangan sampai ada yang merusak dari luar Jangan sampai ada yang mengganggu dari luar kekuatan kita jaga dan jangan sampai ada yang mengganggu dari ini penjelasan beliau tentang permisalan yang pertama bahwasanya tauhid itu seperti pondasi dari sebuah bangunan sehingga kalau kita ingin masyarakat yang luar biasa dikenal dengan berpegang teguhnya mereka dengan agama baik di dalam ibadah maupun muamarahnya maka hendaklah kita memperhatikan masalah tauhid ini dan tauhid ini kedudukannya seperti akar dari sebuah pohon ini permisalan yang kedua yang Insyaallah menjadikan kita semakin paham kedudukan tauhid di dalam agama ini kalau tadi benda mati ini benda hidup yaitu pohon kedudukan tauhid di dalam agama ini seperti akar di dalam pohon atau pada suatu pada sebuah pohon Q Ibnul qayyim rahimahullah berkata Ibnu qayyim rahimahullah tahtawani saajaratil ikhlas ya ketika beliau membahas sebuah pembahasan dengan judul pohon keikhlasan lihat ucapan beliau beliau mengatakan as at syajarah tahun 12 bulan itu adalah seperti pohon wasyuhuru furua dan bulan adalah cabangnya Wal ayyamusuha dan hari-hari adalah ranting-rantingnya di pohon besar Dia memiliki cabang kemudian cabang memiliki ranting wasaatu aurquha kemudian jam-jam ini adalah daun-daunnya Wal anfasuaruha dan nafas oksigen yang keluar dari pohon tersebut adalah hasilnya maka Barang siapa yang naasnya di dalam ketaatan kehidupan dia untuk ketaatan kepada Allah maka buah-buahan dari pohon tersebut akan baik nya adalah untuk kemaksiatan kepada Allah maka buahnya adalah atau hasilnya adalah handal ini adalah permisalan yang dijelaskan oleh Ibnu qayyim rahimahullah ketika beliau menjelaskan tentang pohon keikhlasan innama yakunu jadadu yaumal Ma yaumal maad sesungguhnya panennya kan dia akan berbuah panennya Kapan panennya adalah ketika di hari almaad yaitu hari kiamatainal jadadi yatabayanu hari Min mriha ketika panen maka akan jelas nanti mana buah yang manis dan mana buah yang pahit ini adalah terjadi di hari kiamat dia akan mendapatkan pahala atau mendapatkan siksa ee siksaan ya mendapatkan surga atau mendapatkan neraka itu adalah panen dari apa yang dia lakukan di dunia walikhluhidujarun ikhlas dan juga tauhid ini adalah pohon di dalam hati dan Cab dan buah adalah amalan maka buahnya adalah hasilnyaalah kehidupan yang nyaman kehidupan yang bahagia di dunia dan nikmatan yang seterusnya di akhirat ini adalah hasil dari iman yang benar amalan W Jana laatun wamnuhid iklun sebagaimana hasil atau ee buah dari surga ini tidak terputus dan juga tidak terlarang seseorang apa yang dia kehendaki tidak terputus artin selamanya maka sesungguhnya buah dari tauhid dan juga keikhlasan di dunia seperti itu juga Ketika seseorang bertauhid maka kebaikan yang muncul dari dirinya itu girhairu matuah tidak akan terputus terus melahirkan buah-buah yang indah kesabaran syukur sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sungguh-sungguh dalam beribadah akan terus menghasilkanunik di dunia demikian jugaajarunun Adapun sebik nya itu kesyirikan kebohongan RI maka ini adalah pohon di dalam hati buahnya di dunia adalah rasa takut jadi kesyirikan mendatangkan rasa takut Adapun tauhid maka mendatangkan rasa aman bohong ini juga termasuk cabang kekufuran cabang kekufuran adalah kemaksiatan maka dia akan mendatangkan algham mendatangkan kesedihan mendatangkan keresahan berbeda dengan kejujuran demikian pula Riya ini juga mendatangkan berbagai kejelekan termasuk di antaranya adalah rasa takut rasa cemas W kesempitan dada wulmatulb demikian pula gelapnya hati manusia akz dan buahnya di akhirat adalah buah zaakum Iya Dan Azab yang seterusnya tidak ada hentinya Wah Sur Ibrahim dan Allah subhanahu wa taala telah menyebutkan dua pohon ini di dalam surat Ibrahim jadi ada di sana pohon keikhlas tauhid dan di sana ada pohon kesyirikan pohon RI dan Allah subhanahu wa taala telah menyebutkan dua pohon ini di dalam surat Ibrahim ya Apa yang dimaksud dengan di dalam Surah Ibrahim Nah di sini Syekh hafidahullahu taala menjelaskan klu aku berkata yduallahi Azza wall yang dimaksud adah firman Allah alamahu [Tepuk tangan] matalanimatanibatanajha Apakah engkau tidak melihat Bagaimana Allah subhanahu wa taala membuat sebuah permisalan kalimat yang baik itu seperti pohon yang baik yang dimaksud adalah kalimat tauhid Lailahaillallah itu seperti pohon yang baik yang aslabitun pokoknya itu kokoh akarnya kokoh wa fama dan cabangnya ini di atas itu menjulang ke atas karena dia kokoh maka dia punya kesempatan untuk berkembang dan berkembang karena dia kokohuasa dia mencari makanan akhirnya pohon tersebut memberikan buahnya menghasilkan buahnya setiap waktu dengan izin Allah subhanahu wa taala Allah subhahu wa taala membuat permisalan untuk manusia semoga mereka mau ingat semoga mereka bisa memahami semoga mereka mau kembali sadar tentang pentingnya mereka mempelajari tauhid memperhatikan tauhid wimtin khahajar khah sebaliknya permisalan sebuah kalimat yang jelek kalimat syir itu seperti pohon yang jelek yang dia bisa diambil dari atas tanah kita ngambil daunnya saja dicabut dengan satu tangan lepas dia jatuh dia itu adalah permisalan kalimat Syirik sangat lemahnya dia berbeda dengan kalimatuhid dia tidak bisa stabil kena hujan dia hancur hangus ee ee hanyut ketika dia terkena angin demikian pula dia juga roboh dia tidak kuat itu adalah permisalan kalimat Syirik yang mengokohkan seseorang adalah kalimat tauhid maka Allah subhanahu wa taala menguatkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh yaitu ucapan lailahaillallahti Dunya di dalam kehidupan dunia ini Wa akhir kemudian juga di akhirat Allah subhanahu wa taala akan menguatkan orang-orang yang beriman dengan Lailahaillallah sehingga seorang ketika dalam keadaan apapun dalam keadaan susah dalam keadaan senang dan keadaan dua keadaan tersebut bisa menjadikan seseorang menyimpang dari jalan Allah dan dia mengingat tauhid mengingat Lailahaillallah tidak ada sesembah yang berat disembah kecuali Allah maka insah ini akan menjadi sebab seseorang istikamah tidak melenceng ketika dia mendapatkan nikmat dan tidak futur tidak lemah ketika dia mendapatkan musibah wafil akhirah demikian pula di akhirat wullahuimina walahu Yasya maka Allah subhanahu wa taala menyesatkan orang yang zalim dan Allah subhanahu wa taala melakukan apa yang dia kehendaki orang yang zalim yang mereka tidak mengatakan Lailahaillallah Allah subh telah menyesatkan Siapa yang dikehendaki di sini ada dalil yang jelas bahwasanya perbaikan itu dimulai dengan tauh juga diakhiri dengan tauh konsentrasi ketika mengawali atau di antara yang awal dan juga di antara yang akhir di antara awal dan akhir konsentrasi tentang masalah tauhid nah ini yang bisa kita ambil kesimpulan dari penjelasan di atas bagaimana tauhid ini adalah seperti akar bagi pohon dan dia adalah sebagai pondasi bagi bangunan ini cukup menjadikan seorang muslim memperhatikan tentang masalah tauhid ya pohon akan baik akan berkembang ke atas akan memiliki daun yang rimbun sehingga dia bisa ee menghasilkan buah-buahan yang yang yang kita inginkan adalah ketika dia memiliki akar yang kuat para pemirsa yang dimulak oleh Allah subhanahu wa taala Nah di sini Syekh ingin menjelaskan kepada kita pondasi sesuatu yang paling penting di dalam agama ini yaitu mengikhlaskan agama mengikhlaskan ibadahya untuk Allah subhanahu wa taala Insyaallah nanti akan kembali beliau Jelaskan setelahnya tentang pentingnya tauhid dan juga dakwah kepada tauhid ini yang dengannya Insyaallah seseorang semakin sadar bahwasanya ketika dia belajar maka dia harus mengawali belajarnya dengan Tauhid ketika dia berdakwah maka hendaklah dia Mengawali dakwahnya dengan tauhid ini yang di ingin disampaikan oleh Beliau hafizahullah dan Insyaallah kita lanjutkan pada kesempatan yang akan datang semoga bermanfaat dan mohon maaf ee belum bisa membuka tanya jawab Pada kesempatan kali ini tapi Insyaallah nanti kalau eh waktunya Eh pas dan ada kelonggaran Insyaallah kita buka tanya jawab untuk para pemirsa sekalian demikian yang bisa kita sampaikan jazakumullah Khairan atas perhatian antumahu muhammi ikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr Abdullah Roy hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadi ikhwat Islam wzakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab situ Duror Min usuli ahli arar karya Syekh Abdul Malik Ramadan aljaziri hafidahullah Semoga apa yang telah kita simak dan dengarkan bersama dalam pembahasan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah dapat kita ambil Ibrah atau pelajaran yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh allahum Amin namat islamzakumullah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. – Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply