Senin, 7 Jumadil Awal 1445 H / 20 November 2023 M
menyebar cahaya sunah bismillah salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah uahaallah wuna muhammadan abduhuasul la nabi ba ikhwat islamakumullah para pemerhati raja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr musyafaat darini hafahullah dalam pembahasan dari kitabahih fikih di sunah fikih ibadah dan kajian ini disiarkan langsung dari stdi Imam Syafi’i Jember Nam ikhwat Islam wazakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bertanya di Line telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz Nam Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu waastain’inuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati aalina May yahdihillahu Fala mudhillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah wa Asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh shallallahu alaihi wa ala alihi wasahbih waman tabiahum biihsanin Ila yaumi liqoih para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat khususnya para pemirsa ra TV dan para pendengar radio rja yang semoga dimuliakan dan dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa taala yang terus memberikan nikmat-nikmatnya kepada kita semuanya sehingga kita bisa terus melakukan amal-amal kebaikan di sisa-sisa umur kita mudah-mudahan kita menjadi hamba-hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga nikmat ini terus allaha untuk kita Dan mudah-mudahan Allah subhahu wa ta tersebut memberikan kepada kita nikmat-nikmat yang lainnya amin amin ya rabbal alamin tidak lupa selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh istri beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salat duha dan hukum yang berkaitan dengannya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah salat duha adalah salat yang dilakukan di waktu DHA ya salat sunah yang dilakukan di waktu duha dan waktu duha menurut para ahli fikih adalah waktu antara meningginya Matahari setelah terbit hingga sebelum tergelincirnya matahari ya hingga tergelincirnya matahari waktu antara meningginya Matahari setelah terbitnya hingga tergelincirnya matahari dari Tengah ee langit kalau kita Permudah waktu duhha adalah waktu yang kira-kira 1/4at jam Setelah matahari terbit hingga masuknya waktu Zuhur inilah waktu duuhha ada salat sunah yang dianjurkan untuk dilakukan di waktu DHA ini salat tersebut dinamakan salat duha dan ada banyak hadis yang menunjukkan keutamaan salat duha ini di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Dzar radhiallahu anu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda yusbihu ala kulli shama yusbihu ala kulli sulama Min ahadikum shodqah ketika masuk waktu subuh atau ketika masuk waktu pagi setiap sendi-sendi yang ada pada jasad manusia itu ada kewajiban untuk bersedekah jadi setiap sendi itu harus disedekahi tasbihatinqah maka setiap tasbih itu berpahala sedekah W begitu pula Hamdalah setiap pujian kepada Allah subhanahu wa taala itu juga bernilai sedekah W tahlil begitu pula setiap ucapan tahlil atau bacaan Lailahaillallah maka itu bernilai sedekah takbir juga bernilai sedekah wa amrun Bil marufiodqah memerintahkan atau mengajak kepada kebaikan adalah sedekah wahyunil munkariodqah begitu pula sebaliknya melarang dari kemungkaran adalah sedekah wjziu minika rakatani dan cukup untuk menutup kewajiban atau keharusan sedekah yang diwajibkan kepada semua sendi dalam jasad manusia dua rakaat yang dilakukan di waktu duha dengan salat dua saja kita sudah menutup kewajiban kita untuk mensedekahi semua sendi dalam badan kita ini ini menunjukkan keutamaan salat duha Tayib hadis yang lain yang semakna Dengan hadis ini adalah hadis dari sahabat buraidah radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda pada diri manusia itu ada 360 sendi dan seorang manusia diwajibkan untuk mensedekai semua sendinyaersebut yang berumah 160 sendi ketika mendengar penjelasan ini para sahabat merasa keberatan mereka mengatakananilladzi yutiqu Ya Rasulullah wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kalau Kenyataannya memang seperti itu siapa yang mampu melakukannya mensedekahi 360 sendi dalam badannya maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan anakamatu fil masjidi yadfanuha Aai yunahi thq faam yaqdirakatuha tujziu Anhu sedekah itu bisa berupa amalan menguburkan ludah ya menguburkan nakhamah ya nakhamah itu ee ludah yang ada ee campuran ee kayak air ingus ya itulah nakhamah ya dulu karena masjid itu beralaskan tanah banyak orang yang atau sebagian orang masih meludah di dalam masjid sebagian orang masih meludah di dalam masjid sehingga eh kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengubur ludah ini di dalam masjid ya dengan menutupinya dengan tanah yang lain itu adalah bentuk dari sedekah kemudian perbuatan menjauhkan gangguan dari jalan itu juga merupakan sedekah Kemudian beliau mengatakan faillam yaqdir kalau seseorang tidak mampu melakukan amalan-amalan yang semisal itu maka silakan dia melakukan dua rakaat salat duha yang bisa menutup iban dia untuk mensedekahi semua sendi dalam tubuhnya yang berjumlah 360 [Musik] sendi ada seorang ulama besar yang bernama asyaukani beliau mengomentari dua hadis ini Dengan mengatakan Wal haditani yadani Alha wiibari Maha dua hadis tersebut yaitu hadis dari sahabat Abu Dzar dan dari sahabat buraidah radhiallahu anhuma yang menjelaskan tentang salat duha ini dua hadis tersebut menunjukkan betapa Agungnya dan betapa besarnya keutamaan salat duha dan bahwa salat duha itu sangat ditekankan di dalam syariat Wana rakataiha tujzianitin shodqah dan dua rakaatnya itu cukup untuk atau sebanding dengan sedekah sebanyak 360 kali Wana kadalik fahua hqiun Bil muadabati Wal mudawamah ibadah yang seperti itu maka sangat penting untuk dilakukan terus-menerus dilakukan secara konue karena keutamaannya yang sangat sangat besar salat dua rakaat di waktu duha itu bisa mencukupi sedekah sebanyak 360 kali para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah di antara keutamaan salat duha bahwa salat duha ini termasuk salatnya orang-orang Yang awwabin orang-orang yang selalu kembali kepada Allah subhanahu wa taala dari sahabat Zaid IBN Arqam Beliau mengatakan kharajan nabiu Sallallahu Alaihi Wasallam ala ahli Quba wahum yusuna suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam keluar menuju ke tempat masyarakat di Kuba ya di daerah kuba yang ada Mas masid qubanya wahuma ketika itu masyarakat Quba sedang salat duha maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan shatul awwabina hina tmudul fisal salatnya atau salatul awwabin salatnya orang-orang Yang banyak kembali kepada Allah itu ketika matahari sangat terik sekali ketika matahari sangat terik sekali yaitu waktu mendekati masuknya salat zuhur ya waktu mendekati masuknya salat zuhur sebenarnya alfisal itu artinya unta yang masih kecil unta yang masih kanak-kanak sedangkan tarmudu itu artinya panasnya pasir panasnya pasir jadi di negara yang di eh apa negara yang daerahnya banyak pasirnya ketika pasirnya menjadi panas maka yang pertama kali merasakan panas itu anak-anak unta ini karena kaki-kaki mereka itu masih ee masih lunak sehingga ketika panas itu ee dirasakan oleh anak-anak unta ini maka anak-anak unta ini mulai ee mencari tempat yang lebih ee dingin sehingga kaki mereka tidak merasakan panas yang yang sangat atau panas yang tinggi itu salat duha itu atau salatul awwabin yaitu salat duha itu sebaiknya di waktu itu di waktu ketika mata matahari ee di awal-awal panasnya di awal-awal panasnya itu matahari ketika yang mendekati waktu salat zuhur itulah waktu yang paling Afdal untuk salat duha berdasarkan hadis ini dan di dalam hadis ini disebutkan bahwa salat duha itu salatul awwabin salatnya orang-orang Yang banyak kembali kepada Allah subhanahu wa taala I memang kenyataannya Demikian Ya jarang orang yang bisa salat duha kecuali orang-orang yang benar-benar memperhatikan salatnya orang-orang yang benar-benar memperhatikan Salatnya ya dia ingat Allah subhanahu wa taala mereka itulah orang-orang yang bisa melakukan salat duha secara kontinu dan memang kalau kita lihat ya antara salat subuh sampai salat zuhur itu jaraknya panjang ya jaraknya panjang dan manusia beraktivitas di antara itu ya tidak seperti antara salat Isya dengan salat subuh jaraknya panjang tapi kebanyakan orang tidur beda dengan antara salat subuh dengan salat zuhur jaraknya panjang dan manusia beraktivitas maka ketika ada orang-orang yang memperhatikan salat duhanya ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang banyak kembali kepada Allah subhanahu wa taala dia tetap memperhatikan salat ketika dia sibuk dengan urusan-urusan manusia makanya sangat pantas salat duha disebut sebagai salatul awwabin salatnya orang-orang Yang banyak kembali kepada Allah subhanahu wa taala bab keutamaan yang lain dari salat duha adalah sebagaimana disebutkan oleh sahabat Abu Darda dan sahabat Abu Dzar radhiallahu anhuma dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Allah subhanahu wa taala berfirman ini Hadis Qudsi ya IB IBN Adam wahai anak Adam Ir rak nahar salatlah engkau di awal pagi dengan beberapa rakaat akik Akir maka aku akan cukupkan atau aku akan berikan kecukupan untukmu di akhir hari salatlah di awal hari beberapa rakaat maka aku akan berikan kecukupan untukmu di akhir harinya ini menunjukkan ya bahwa salat duha termasuk di antara keutamaannya adalah mendatangkan rezeki mendatangkan rezeki karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis qudsinya mengatakan Demikian Ya ini Hadis Qudsi Ya Allah subhanahu wa taala berfirman demikian wahai anak Adam salatlah di awal hari dengan beberapa rakaat aku akan berikan engkau kecukupan di akhir harimu tiib dan sebaiknya para jemaah sekalian rahim warahimakumullah setelah kita salat duha kita membaca wirid ya rabbigfirli warham innaka Anta alazizur rahim innaka Antal gfurur rahim allahummafirli warham innaka Antal gofurur rahim dengan Dibaca sampai 100 kali ya bisa allahummagfirli allahummagfirli warham innaka Antal gfurur rahim atau rabbigfirli warham innaka Antal gofurur rahim Dibaca sampai 100 kali dan ini termasuk di antara ee bacaan yang disunahkan untuk dibaca setelah salat duha ketika kita membaca istigfar yang sampai 100 kali tersebut tentunya Allah subhanahu wa taala akan memudahkan rezeki kita karena di antara keutamaan istigfar adalah memudahkan rezeki seseorang faqulagfiru rbakum innahu Kana gffaro yursilisamaa alaikum midraro waumdidkum biamwali wa Banin waaj’alakum jannati waaj’alakum Anhar ya ini termasuk di antara Dalil yang menunjukkan bahwa membaca istigfar itu bisa memudahkan rezeki seseorang dan doa rabbfirli warham innaka Antal gofurur rahim itu termasuk ya dalam Bab istigfar tib apa hukum salat duha para ulama berbeda pendapat tentang hukum salat duha ini ada banyak pendapat namun pendapat yang paling masyhur di dalam masalah ini ada tiga pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini ada tiga pendapat yang pertama adalah pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa salat duha itu disunahkan setiap hari disunahkan setiap pagi hari ya Dan ini secara mutlak tidak ada batasan dia dianjurkan Dan dianjurkan untuk dirutinkan ini pendapat mayoritas ulama pendapat yang kedua adalah pendapat yang mengatakan bahwa salat duha itu disunahkan tapi tidak disunahkan untuk dilakukan terus-menerus tidak disunahkan untuk dikontinyukan jadi sering dilakukan tapi ada kadang-kadang ditinggalkan ini pendapat dari para ulama dalam mazhab Hambali Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala mengemukakan pendapat lain setelah beliau menyebutkan banyak pendapat beliau menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa salat duha itu tidaklah disunahkan kecuali karena sebab-sebab khusus karena ada sebab-sebab tertentu Jadi bukan dilakukan tanpa sebab ya ini pendapat yang ketiga dan ini berbeda dengan pendapat yang pertama pendapat yang pertama walaupun tidak ada sebab masih dianjurkan tapi jangan sampai dikontinukan jadi kadang-kadang dilakukan kadang-kadang di kjakan kalau yang pendapatnya Ibnu qayyim salat tidaklah disyariatkan kecuali apabila ada sebab-sebab tertentu Ibnu Taimiyah yakni syekhnya Ibnu qayyim mengemukakan pendapat lain ini pendapat yang keempat tapi sebenarnya bukan pendapat yang masyhur ya pendapat yang keempat ini mengatakan bahwa salat duha itu disunahkan bagi orang yang tidak terbiasa salat malam Adapun orang yang sudah terbiasa salat malam maka tidak dianjurkan melakukan salat duha BB Apa dalil dari pendapat-pendapat ini pendapat yang pertama pendapat jumhurul ulama pendapat mayoritas ulama dalilnya banyak di antaranya dalil keutamaan yang kita sampaikan tadi bahwa setiap hari sendi-sendi dari manusia ini sendi-sendi yang ada di tubuh manusia itu wajib disedekahi dan jumlahnya persendian itu sampai 360 dan kalau kita ingin ya melakukan ibadah yang bisa menutup kewajiban ini secara praktis secara mudah dan dalam waktu yang singkat kita bisa salat duha sebanyak dua rakaat kita bisa salat duha sebanyak dua rakaat itu cukup sebagai kewajiban atau sebagai penutup atau penggugur kewajiban untuk menyedekahi 360 sendti kita ini menunjukkan bahwa salat duha itu dianjurkan setiap hari karena berkaitan dengan kewajiban yang di bebankan kepada manusia setiap hari karena kewajibannya setiap hari maka salat duha juga disyariatkannya setiap hari Berarti ktinue kemudian salat duha juga disebut salat awwabin salatnya orang-orang Yang banyak kembali kepada Allah Subhan wa taala dan ini menunjukkan ya bahwa salat duha dianjurkannya juga secara kontinu setiap hari kemudian para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah secara garis besar salat duha itu sunah bahkan sunah muakkadah maka ber laku Sabda nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ahabbul amaliallahi adwamuha wainqal amalan yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala adalah amalan yang paling dikontinukan amalan yang paling dirutinkan walaupun amalan tersebut sedikit salat duha masuk dalam hadis ini karena salat duha adalah amalan ibadah bahkan ini adalah ibadah yang sangat dianjurkan ada juga hadis tentang wasiat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat Abu Hurairah begitu pula kepada sahabat Abu Darda begitu pula kepada sahabat Abu Dzar wasiat tentang salat duha setiap hari ya warakata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mewasiatkan kepada tiga sahabat ini sahabat Abu Hurairah sahabat Abu Dzar dan sahabat AB Abu Darda untuk melakukan salat duha dua rakaat dan wasiat yang diberikan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada sebagian sahabat pada asalnya berlaku umum untuk sahabat yang lainnya bahkan untuk kaum muslimin secara umum ini pada asalnya kalau kita mengatakan bahwa wasiat Itu khusus untuk para sahabat tadi maka ini membutuhkan dalil Ini Membutuhkan dalil pada asalnya wasiat untuk sebagian sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu berlaku umum untuk semua sahabat nabi bahkan berlaku umum untuk semua kaum muslimin karena apa Karena pada asalnya hukum syariat itu umum untuk semua umat manusia ketika ada Dalil yang menunjukkan bahwa ini khusus untuk orang tertentu baru kita katakan syariat ini bukan untuk umum syariat ini khusus untuk person-person tertentu ketika tidak ada Dalil yang menunjukkan hal tersebut but maka kita harus mengatakan bahwa syariat tersebut umum untuk semua kaum muslimin para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah apa yang menjadi dalil untuk pendapat yang kedua Kenapa ulama-ulama dalam mazhab Hambali mengatakan bahwa salat duha itu tidak dianjurkan untuk dirutinkan ya sekali-kali salat ya sekali-kali tidak tidak salat Kenapa demikian [Tepuk tangan] karena ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beberapa kali tidak salat duha ada hadis-hadis yang menunjukkan hal ini di antaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat Anas IBN Malik yaitu tentang kisah salatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di rumahnya utban IBN Malik kemudian ada Fulan IBN jarud mengatakan kepada sahabat Anas akan nabiu shallallallahu Alaihi Wasallam yusallid duuha Apakah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu salat duha Ini pertanyaan dari Fulan IBN aljarud pertanyaannya diajukan kepada sahabat Anas Apakah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika itu ya ketika ee di rumahnya utban IBN Malik melakukan salat duha maka sahabat Anas IBN Malik mengatakan maituhu Sha giralikal Yaum aku tidak melihat beliau salat di selain hari itu aku tidak tidak melihat beliau salat di selain hari itu pertanyaannya tentang salat duha maka jawaban sahabat Anas IBN Malik ini juga berkaitan dengan salat duha seakan-akan sahabat Anas IBN Malik ini mengatakan Aku tidak pernah melihat beliau salat duha kecuali hari itu kecuali hari di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkunjung di rumah utban IBN Malik ini menunjukkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak salat duha kecuali di hari itu kalau kita gabungkan ini dengan hadis-hadis yang lain maka kita akan mengatakan Oh berarti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kadang salat duha kadang pun tidak tib ada juga hadis dari sahabat eh dari ibunda Aisyah radhiallahu anha Beliau mengatakan Ma roitu rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam sabbaha subhatad duuha wa inni la usabbihuha aku tidak pernah ini ibunda Aisyah radhiallahu anha tidak pernah aku melihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam salat duha tapi aku melakukan salat duha tidak pernah aku melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat duha tapi aku melakukannya ini perkataan siapa ibunda Aisyah radhiallahu anha Makanya karena hadis-hadis yang seperti ini para ulama dalam mazhab Hambali mengatakan salat duha itu tidak dianjurkan untuk dirutinkan Ya silakan salat duha tapi jangan dirutinkan tib sekarang kita beralih ke pendapat yang ketiga Kenapa Ibnul qayyim rahimahullahu taala mengatakan bahwa salat duha itu tidaklah disyariatkan kecuali karena sebab-sebab tertentu beliau berdalil dengan hadis-hadis yang menyebutkan bahwa salat duhanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu karena sebab-sebab tertentu seperti misalnya apa yang ditunjukkan oleh hadis Ummu Hani radhiallahu anha Beliau mengatakan an Nabi Shallallahu Alaihi wasallamakala baitaha Yauma Fathi Makkah bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu memasuki rumahnya ketika hari pembebasan kota Makkah fagtasala wasaamani rakaatin subhat duuha maka akhirnya beliau mandi kemudian salat 8apan rakaat yaitu salat duha falam Ar shatan qad akhaa minha maka aku tidak pernah melihat salat yang lebih ringan daripada salat tersebut ghaira annahu yutimmur ruku wasujud hanya saja beliau tetap menyempurnakan ruku dan sujudnya jadi beliau salat 8 rakaat tapi ringan Ibnu qayyim rahimahullah ketika menyebutkan hadis ini beliau mengatakan ini salat duha tapi Karena sebab apa sebab pembebasan kota Makkah beliau melakukan salat duha ini karena pembebasan kota Makkah Alhamdulillah kota Makkah bisa dibuka bisa dan dibebaskan dari tangan-tangan kaum musyrikin maka beliau salat duha tib tentang salatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di rumahnya sahabat utban IBN Malik Kenapa karena ya beliau diperintahkan untuk salat di rumahnya dan EE akhirnya beliau salat dua itu jadi beliau salat di situ dan ketepatan di waktu duha bukan karena salat duha disyariatkan tanpa sebab tiib ada juga hadis dari ibunda Aisyah radhiallahu anha ketika ditanya oleh Abdullah IBN syaqiq rahimahullah Abdullah IBN syaqiq pernah bertanya kepada ibunda Aisyah radhiallahu anha akan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yusha Apakah dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam salat duha maka ibunda Aisyah radhiallahu anha menjawab La illa ayaji minbihi tidak beliau dahulu tidak salat DHA kecuali apabila apabila beliau datang dari safarnya apabila beliau baru datang dari Safar ya biasanya beliau mampir di masjid salat duha kemudian baru pulang tayb Ini juga dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena dari Safar bukan karena tanpa sebab inilah Mengapa Ibnu qayyim rahimahullah berpendapat bahwa ee salat duha tidaklah disyariatkan kecuali ketika ada sebab khususnya karena hadis beberapa hadis ya menyebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat duhanya itu karena ada sebab-sebab tertentu tib Adapun pendapat syekhul Islam Ibnu qayyim rahimahullahu taala wallahu taalaam Ana tidak tahu dalil yang EE beliau jadi Jikan sebagai dasar tapi yang jelas beliau ya mengatakan Demikian Ya bahwa salat duha itu dianjurkan bagi orang yang tidak terbiasa salat malam ya mungkin saja karena Ee tidak ada salat malamnya akhirnya sebagai gantinya salat duhanya mungkin saja seperti itu tapi ee dalil dari Nas Saya tidak tahu ya secara spesifik ya tiik mana dari empat pendapat ini yang lebih kuat wallahu taala alam Ana lebih menguatkan pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan bahwa salat duha itu di sunahkan sunahnya sunah muakadah dan Sunah juga untuk dirutinkan karena dalil-dalil mereka mka lebih berbobot lebih banyak Adapun keadaan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak salat di sebagian hari maka itu tidak menunjukkan bahwa salat duha tidak disunahkan untuk dilakukan setiap hari karena bisa jadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak melakukannya karena kesibukan atau karena alasan-alasan yang lainnya tapi yang jelas Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam sudah menyampaikan Penjelasan bahwa salat duha itu bisa dilakukan setiap hari Kenapa demikian karena beliau mengaitkan salat duha dengan sesuatu yang terjadi setiap hari jadi ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meninggalkannya di beberapa hari itu tidak menunjukkan bahwa salat duha itu tidak disunahkan untuk dilakukan setiap hari karena ada hadis I ada hadis yang berupa ucapan dari beliau yang menunjukkan bahwa salat duha itu disunahkan untuk dilakukan setiap hari para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah Kapan waktu salat duha waktu salat duha sebagaimana tadi disampaikan adalah setelah meningginya matahari ya jadi matahari terbit belum waktu duha kita tunggu sampai matahari meninggi meninggi ya Ee kalau orang dahulu Ya gampang ya meninggi sampai tingginya tongkat meninggi sampai seperti tingginya tongkat Kalau orang sekarang mereka memperkirakan dengan ee menit jadi banyak ulama yang mengatakan ya sekitar 1/4 jam Setelah terbitnya matahari setelah seper4at jam ee setelah ter setelah ter bitnya matahari jadi orang dulu kalau menit di apa kalau membatasi menit sulit karena dulu Memang ya belum ada jam makanya untuk membatasi menit sulit akhirnya mereka pakai batasan-batasan yang mereka bisa melihatnya secara kasat mata setinggi tongkat Kalau orang sekarang ya kalau dikatakan setinggi tongkat kurang begitu jelas malah makanya orang sekarang beralih ke ee batasan menit karena mudah ya untuk orang sekarang lebih mudah membatasinya dengan dengan menit inilah awal waktu salat duha seperempat jam Setelah terbitnya matahari dan waktu duha Ya terus ee bisa dilakukan atau salat dua bisa dilakukan dari waktu ini sampai ee matahari berada di tengah-tengah langit sampai matahari berada di tengah-tengah langit ketika matahari sudah di tengah-tengah langit ya maka itu adalah waktu larangan salat ya Jadi kita ketika melihat matahari di tengah-tengah langit kita tidak boleh salat sunah kemudian ketika matahari tergelincir ketika itulah masuk waktu salat zuhur jadi berakhirnya waktu salat duha itu ya sampai matahari berada di pertengahan Langit Itu tiib ini waktu salat duha dari awal sampai akhir kapan waktu yang paling Afdal untuk salat duha ini tadi juga sudah saya sampaikan sebagaimana hadis nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan dari sahabat Zaid IBN arq ul aatul aabin F salat duha itu ketika ya anak unta itu merasakan panas di kakinya ya ketika matahari sangat terik ya di awal-awal teriknya Matahari itulah waktu salat duha yang paling Afdal kalau misalnya ya Misalnya masudnya waktu Zuhur itu jam 11.30 maka dimulainya waktu yang paling Afdal untuk salat duha adalah sekitar 1u jam 1 jam Sebelum masuknya waktu zuhur ya ketika itulah Matahari sedang panas-panasnya tapi bukan berarti ya kita harus salat duha di waktu itu bukan berarti kita harus salat duha di waktu itu karena bisa jadi kita tidak bisa atau kalau kita undur-undur malah nanti kebablasan Lupa maka salatlah ee salat duha ini di waktu kita mudah melakukannya kalau misalnya kita mudah melakukannya di awal waktu lakukanlah di awal waktu kalau misalnya kita mudahnya waktunya melakukan di tengah waktu karena mungkin itu waktu istirahat kerja kita lakukanlah di tengah waktu dan kalau kita mudahnya melakukannya Di Akhir Waktu maka lakukanlah di akhir waktu dan itulah waktu yang paling Afdal tib yang berikutnya Berapa rakaat paling minimal untuk salat duha jawabannya rakaat yang paling minimal untuk salat duha adalah dua rakaat karena tidak mungkin lagi satu rakaat karena tidak adanya ya salat Witir di siang hari dan kalau jumlahnya satu namanya salat Witir bukan ya salat duha salat duha batasan minimalnya dua rakaat ya ee tadi juga disebutkan wasiat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk sahabat Abu Hurairah untuk sahabat Abu Darda dan Abu Dzar ya ini disebutkan warakatid duuha dan salat dua rakaat di waktu duha dua rakaat itu paling minimal tib Adakah batasan yang paling banyak untuk salat duha ada tiga pendapat di sini Ada pendapat yang mengatakan bahwa batasan maksimal salat duha itu 8 rakaat dan dalilnya adalah hadis Ummu Hani yang ketika Fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah Rasulullah Sallallahu Ali wasam masuk rumahnya kemudian mandi kemudian salat 8an rakaat dengan sifat yang ringan tapi rukuk dan sujudnya tetap disempurnakan beliau di sini salat duha 8 rakaat pendapat yang kedua pendapat yang mengatakan bahwa salat duha itu maksimalnya 12 rakaat hanya saja hadis yang dijadikan sebagai sandaran hadisnya lemah ya dari sahabat Anas radhiallahu Anhu dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Man shalla aduha asrata rakah banallahu lahu qasran fil Jannah Barang siapa yang salat duha 12 rakaat maka Allah subhanahu wa taala akan bangunkan baginya ee istana di surga Allah akan bangunkan baginya istana di surga ya di sini ada angka 12 rakaat hanya saja hadis ini hadis yang lemah pendapat yang ketiga adalah pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada batasan khusus untuk rakaat salat duha tidak ada batasan khusus untuk rakaat salat duha Bisa dua bisa empat bisa lima eh bisa enam ya lima tidak bisa karena Witir ya bisa 6 bisa 8 bisa 10 bisa 12 bisa 14 bisa 16 tidak ada batasan maksimal tertentu untuk salat duha Ya ya dalilnya apa dalilnya adalah hadis dari ibunda Aisyah radhiallahu anha Beliau pernah ditanya oleh seseorang namanya muadah ya ini seorang ee perempuan bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi was eh bertanya kepada ibunda Aisyah radhiallahu anha akana nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Yusa Apakah dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan salat duha maka ibunda Aisyah radhiallahu anha mengatakan Naam Arba rakaatin wazidu Masyaallah Iya dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam salat duha sebanyak empat rakaat dan beliau bisa menambah ya dengan rakaat-rakaat yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala beliau bisa menambah rakaat e dengan rakaat-rakaat yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala Maksudnya di sini ya bebas beliau kadang-kadang lebih dari itu dan tidak ada batasannya tiib bagaimana dengan batasan-batasan tadi misalnya hadisnya Ummu Hani sahih 8 rakaat maka kita katakan mungkin saja ketika itu Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam menginginkan jumlah 8an rakaat itu bukan berarti tidak boleh kita memberikan tambahan ini seperti pembahasan tentang salat malam ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memilih 11 rakaat atau 13 rakaat bukan berarti kita tidak boleh menambahnya bukan berarti kita tidak boleh menambahnya karena ini salat sunah jadi salat sunah itu lebih longgar daripada salat wajib wallahu taalaam Ana melihat pendapat yang ketiga ini lebih kuat karena tadi IB Aisyah radhiallahu anha mengatakan widu Masyaallah jadi beliau bisa menambah atau melakukan salat duha lebih dari empat rakaat terserah Allah subhanahu wa taala menunjukkan tidak ada batasan untuk rakaat terbanyak dari salat duha demikian para jemaah sekalian rahimahimakumullah pembahasan kita tentang salat duha mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin wasallallahu wasallama Waka ala Nabina Muhammadin waa alihibihi tabiahumsan Nam jazakahuir Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan salat duha dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya namwakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung diilan telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0818 9543 baik pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat di chat WhatsApp dari Pak Ian di Bogor asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz jam berapa akhir dari salat duha itu apakah boleh menggabungkan salat isyrq dan salat duha dalam satu niat dan apakah Kalau digabungkan kita bisa langsung mendapatkan dua keutamaan yaitu salat syuruk dan duha dan bagaimana dengan wanita atau istri yang ada di rumah Apakah kalau salat syuruknya tetap sah di rumah ataukah tidak Dan apakah harus e di masjid melakukannya mohon penjelasannya Ustaz jazakallahu Khairan Nam tiik para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah tadi sudah disampaikan bahwa waktu salat duha Ya itu ee seper4at jam Setelah terbitnya matahari sampai matahari benar-benar ya di tengah langit ya TB Bagaimana kalau salat duha dilakukan di waktu salat isyrak kita katakan boleh salat duha dilakukan di waktu salat isyrak bahkan banyak ulama yang mengatakan bahwa salat isyrq itu salat duha yang disegerakan ya salat isyrak itu salat duha yang disegerakan sehingga salat isyrak dan salat duha itu sebenarnya salat yang sama menurut para ulama ini ya Ee di antara yang menyampaikan hal ini ya Sal ee bahwa salat isyrak itu salat duha yang disegerakan adalah Syekh bin bas ya seingat saya Syekh bin bas menyampaikan hal ini wallahu taala Aam Adapun ee tentang ee salat isyrak bagi wanita wallahu taala alam kalau kita melihat hadis nabi sallallahu su alaihi wasallam dan Ee Kita hasankan hadisnya sebagaimana dihasankan oleh Syekh Albani rahimahullah maka hadis tersebut menjelaskan tentang salat isyrak yang di ee sambung dengan ee amalan ibadah yang lain ya seperti ya kalau hadis nya kan Barang siapa yang salat subuh secara berjamaah kemudian dia berzikir kepada Allah subhanahu wa taala ya sampai ee terbitnya matahari Kemudian salat dua rakaat jadi ini ada rangkaiannya keutamaan salat isyrak itu ada rangkaiannya dan rangkaiannya adalah salat subuh secara berjamaah dan salat subuh secara berjamaah itu biasanya di di masjid id yang dimaksud di dalam hadis-hadis salat subuh secara berjamaah itu adalah di masjid Karena itulah kebiasaan ya di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga ee hadis ini berkaitan dengan salat subuh secara berjamaah kemudian berzikir ya Atau melakukan ketaatan yang lainnya sampai ya matahari meninggi Kemudian dia salat israk Adapun wanita di rumah ya maka ee tidak bisa melakukan yang demikian salat subuh secara berjamaah kemudian ee ee berzikir kemudian salat syuruk ya anda melihat salat syuruk ini khusus untuk mereka yang salat subuh secara berjamaah di Masjid kemudian melakukan ketaatan setelahnya kemudian setelah itu dia salat syuruk ya keutama ya untuk mereka kalau ee misalnya jemaah perempuan salat Subuh di masjid kemudian berzikir kemudian salat syuruk ketika waktu salat syuruk datang yang mendapatkan keutamaan itu kalau di rumah wallahu taala alam ya Ana tidak melihat ya yang di rumah bisa mendapatkan keutamaan tersebut karena ya hadisnya mengaitkan keutamaan itu dengan salat subuh berjamaah dan biasanya salat subuh berjamaah itu yang dimaksud adalah di masjid-masjid demikian wallahu taala alam karena waktu yang sempit saya akhiri eh kajian kita sampai di sini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin Shallallahu wasallama wabaraka Ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi waman tabiahum biihsanin yaumiddinhanakallahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla alamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr musyafaarini hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan ikhwat Islam wazakumullah demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab sahih fikih sunah fikih ibadah berkaitan dengan salat duha dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita ambil pelajaran yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika ahaa Anta astagfiraubuik Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Leave a Reply