Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Kamis, 10 Jumadil Awal 1445 H / 23 November 2023 M

bagi anda para pemirsa Roja TV yangar lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kagian iniah secara langsung Roja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam kajian Islam ilah di TV dan Radi nya Allah menut pintuat bagi orang yang berbuat bidahagiagi ahliid k samp betulbetul meninggalkan bnya bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdulillah nahmaduhu waastaininuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati Amalina May yahdihillah Fala mudhillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah uahaillallah wahdahuikahadu Anna muhammadan abduhu ya auhinaahq Wun illaantum muslimun [Musik] yaakumum wahah yaahq was Um muhda waa muhdatin bidah wa blalah waulla dolalatin finar para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Hari ini adalah hari Kamis tanggal 9 Jumadil Ula 1445 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 23 November 2023 masehi kita lanjutkan kembali materi hadis Arbain nawawiyah yang sekarang sampai kepada hadis yang ke-elan hadis dari sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu taala anhuma para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita dengarkan terlebih dahulu hadis yang ke-el an Ibni Umar radhiallahu taala Rasulullah sahu alaihi wasallam Umir an uqtilas Hatta yashadu Alla ilahaillallah Wana muhammadan Rasulullah [Musik] wimak bukhi wa muslim arti dari hadis yang keedel ini dari sahabat Abdullah bin Umar Semoga Allah meridai keduanya bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda aku telah diperintah untuk mangi manusia bersaksi bahwa tidak ada ilah tidak ada sembahan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah kemudian mereka mendirikan salat menunaikan zakat Apabila mereka melakukan hal yang demikian maka tercegahlah mereka dari diriku yakni darah mereka dan harta mereka kecuali dengan hak agama Islam dan hisab mereka kelak diserahkan kepada Allah Taala hadis riwayat Bukhari dan Muslim para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala hadis yang mulia ini adalah hadis yang sangat diagungkan oleh para ulama yang sangat dimuliakan oleh para ulama karena hadis ini mengandung Sekian banyak pelajaran-pelajaran berharga yang nanti kita akan Jelaskan di akhir penjelasan dari hadis yang mulia ini dari kitab Fathul qawi yang ditulis oleh Syekh Abdul Muhsin Abbad hafidahullahu taala para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita dengarkan keterangan dari Syekh Abdul Musin Abbad hafidahullahu taala dalam kitabnya fahul qawi beliau hafidahullahu taala mengatakan kepada kitau berkaitan dengan sabda Nabi umirtu aku telah diperintah alamiru lirasulillah Sallallahu alhi wasallam huallah liahu lairahu waqahabi umirna B nuhirahi lahum Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari Sabda Nabi umirtu Aku telah diperintah maka yang memerintah nabi adalah adalah Allah subhanahu wa taala yang memerintah rasulnya adalah Allah subhanahu wa taala karena tidak ada lagi yang memerintah bagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selain dari Allah subhanahu wa taala Adapun jika para sahabat berkata kami telah diperintah beg begini dan begitu atau kami telah dilarang begini dan begitu maka ketahuilah bahwa pihak yang memerintah dan yang melarang bagi mereka hanyalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam n tentunya ini bagian yang berkaitan dengan masalah agama yang memerintah para sahabat yang melarang para sahabat adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam inilah berkaitan dengan penjelasan nabi tadi atau Sabda nabi tadi Umir aku telah diperintah jadi posisi Nabi Sallallahu alhi wasallam sebagai utusan Allah maka Allahlah yang telah mengutusnya maka Allahlah yang memberikan perintah kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Syekh di sini mengatakan kepada kita lma tui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam abuak ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah wafat kemudian digantikan posisi beliau untuk memimpin umat Islam oleh Abu Bakar assiddiq radhiallahuala an Semoga Allah meridainya dan Terjadilah di masa beliau yakni golongan orang-orang Arab yang murtad dan juga ada juga golongan orang-orang yang tidak mau lagi mengeluarkan zakat Nah inilah di antara masalah atau problem dalam negeri yang terjadi setelah nabi wafat Sallallahu Alaihi Wasallam dan Abu Bakar assiddiq menjadi khalifah ketika itu ada di antara mereka dari bangsa Arab yang murtad nah ketahuilah bagi mereka bagi orang-orang yang murtad ini Tentunya adalah orang-orang yang berdomisili jauh uh dari negeri Madinah yakni jauh dari negeri Madinah dan Mekah dan mereka adalah orang-orang yang lemah agamanya lemah imannya sehingga mudah bagi mereka untuk keluar dari agama Islam ketika itu kaum murtadin orang-orang yang murtad di masa itu dan yang kedua adalah manizakah golongan orang-orang yang tidak mau bayar zakat yakni mereka beranggapan meyakini atau berkeyakinan bahwa zakat dikeluarkan semasa nabi hidup begitu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah wafat maka mereka berkeyakinan tidak ada lagi zakat tidak ada lagi zakat bagi mereka inilah keyakinan mereka Dan inilah golongan yang juga dia yang akan diperangi oleh Abu Bakar assiddiq beserta kaum muslimin para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kemudian kita dengarkan di sini azama abu bakrin Radiallahu taala maka Abu Bakar asiddiq ketika itu berazm bertekad kuat untuk memerangi mereka ya Dikarenakan mereka tidak mau bayar zakat yakni ee menolak menentang kewajiban zakat dan golongan orang-orang yang murtad tadi binaan ala Anna Min Haq syahadati ada azzakah hal yang seperti ini didasari oleh hak dua kalimat syahadat yaitu menunaikan zakat arti ketika seorang sudah menyatakan diri masuk agama Islam mengucapkan dua kalimat syahadat maka yang berkaitan dengan hak harta itu adalah zakat hak dari harta adalah dikeluarkan zakatnya ah yang saat itu di masa itu ya yakni yang ada di benak Abu Bakar asiddiq ketika itu adalah hadis yang tidak memuat tentang pendirian salat dan penunaian zakat ya artinya ada hadis yang memang tidak memuat lafaz wauqimus Shah W zakah ya sampai mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat jadi sekedar ee mengucapkan dua kalimat syahadat sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa ada kalimat mereka menunaikan salat dan mengeluarkan zakat Nah inilah yang terlintas ketika itu dibenak Abu Bakar Siddiq radhiallahu ta ya sebuah hadis yang tidak ada kalimat Wim W zakah kemudian yang berikutnya lagi adalah Kama Fi hadal hadis ya sebagaimana di hadis Ibnu Umar ini jadi kalau hadis Ibnu Umar jelas dalam hadis Ibnu Umar di dalamnya memuat kalimat wqimus SH W zakah adapun dalam riwayat yang lain Dan inilah riwayat yang ketika itu ada di kepala Abu bakariddiq sebagai khalifah tanpa kalimat Wim wakahu Umar radhiallahu taala an falik maka Umar pun ketika itu berdiskusi dengan Abu Bakar asiddiq radhiallahu taala anh yakni Umar ketika itu bertanya dan semacam yakni menolak dari apa yang dipahami oleh Abu Bakar assiddiq ketika itu itu waatil munadarah bainahuma Fi haditi Abi Hurairah Fi shahihi muslim Adapun diskusi dan debat yang ada ketika itu yakni diskusi antara Abu Bakar Siddiq dengan Umar Khattab yaitu yang berkaitan dengan hadis Abu Hurairah dalam Sahih Muslim yang pada hadis Abu Hurairah ini tidak ada penyebutan kalimat wauqimus Shah w zakah qal dikatakan di sini dalam riwayat ini ketika nabiahuhi was telah wafat dan diganti posisi nabi oleh Abu bakariddiq memimpin umat Islam dan terjadi kekufuran di anara bangsa Arab y murtad dari agama Islam Mak kepadaatnya iddiq radiallaha anqq rasulullahallahu Alaihi wasam umirtu an uqtilta yaqu la ilahaillallahanq la ilahaillallah FAQ minni maahu wa nafsahu illa bihaq waabuhumallahi taala jadi Umar Khattab berdiskusi dengan Abu Bakar Siddiq Beliau radhiallahuala mengatakan kepada Abu Bakar Siddiq wahai khalifah Bagaimana engkau dapat memerangi mereka Bagaimana engkau akan memerangi orang-orang yang murtad dan juga akan memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat sedangkan rasulullahahu alaii wasam telah bersabda aku diperintah oleh Allah untuk memerangi manusia sampai mereka berucap yakni ucapan kalimat tauhid lailahaillallahanqala Lailahaillallah maka Barang siapa berucap Lailahaillallah faqad as minni maahu wa nafsahu illa bihaqihi waabuhumallahi taala yakni Barang siapa mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah maka telah terjagalah ya harta-hartanya jiwanya atau dirinya dari diriku kecuali dengan hak agama Islam ini dan hisabnya kelak diserahkan kepada Allah Taala ah Lihatlah dalam riwayat Abu Hurairah Abu Hurairah ini tidak mencantumkan yakni pendirian salat dan penunaian zakat jadi hanya sekedar mengucapkan kalimat Lailahaillallah saja kemudian kita dengarkan apa pandangan dari Abu Bakar assiddiq radhiallahuala an mengenai hadis yang mulia ini beliau radiallahua an mengatakan wallahiak demi Allah aku akan perangi orang-orang yang telah memisahkan antara salat dan zakat akat ituaknya mkau diaman nabi masih hidup mereka menunikan zakat Wun walaupun dengan seutas tali mereka tidak menunaikannya sungguh aku akan perangi mereka sungguh aku akan perangi mereka Nah inilah berkaitan dengan pandangan Abu Bakar assiddiq ya tentang hadis Abu Hurairah tadi yaitu dengan kalimat kecuali dengan haknya hak agama Islam itu sendiri maka beliau ya kiaskan hal ini bahwa zakat merupakan hak dari harta yang wajib ditunaikan hak dari harta yang wajib ditunaikan atau dikeluarkan nah sehingga beliau berpendirian kuat untuk memerangi orang-orang yang memang sengaja ketika itu tidak mau mengeluarkan harta zakat mereka yang pada masa Rasul masih hidup mereka yakni mengeluarkannya namun begitu nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam wafat mereka enggan mereka tidak mau mengeluarkan zakat mereka Nah inilah yang dipahami oleh Abu Bakar Siddiq dari hadis Abu Hurairah illa bihaqqih kecuali dengan haknya hak dari harta itu sendiri kemudian dikatakan di sini faqala Umar Khattab berkata Umar Al Khattab radhiallahu taala an Semoga Allah meridainya fawallahi maka demi Allah Ma Hua illa an roitullah Azza wall qad sarahaadra Abi bakrin lilqital faofu annahul Haq kata Umar Khattab demi Allah yakni apa yang saya lihat dari pendirian Abu Bakar maka Allah subhanahu wa taala telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka-mereka itu yni memerangi dua golongan yang tadi telah disebutkan golongan yang pertama orang-orang yang murtad keluar dari agama Islam ketika itu dan yang kedua orang-orang yang menolak menunaikan zakat tidak mau mengeluarkan harta zakat Mere maka saya mengetahui bahwa Abu Bakar assiddiq adalah benar Nah inilah berkaitan dengan khalifah pertama umat Islam Abu Bakar asiddiq radhiallahu taala anh yang pemahamannya Masyaallah yang pengetahuannya Masyaallah terhadap hadis nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dan seluruh para sahabat mengakui keutamaan dan keilmuan Abu Bakar asiddiq radhiallahu taala anh kemudian Allah subhanahu wa taala yakni memberikan Taufik kepada Umar Al Khattab dan sahabat-sahabat yang lain untuk untuk membenarkan ee keyakinan dan pendirian dan sikap Abu Bakar assiddiq ini yang akhirnya mereka mengetahui bahwa Abu Bakar assiddiq berada di atas jalan yang benar di atas keyakinan yang benar radhiallahu taala anhum ajmain para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala inilah yang berkaitan dengan diskusi antara dua sahabat yang mulia Abu Bakar dan Umar radhiallahu taala an radallaha anhuma Semoga Allah meridai keduanya para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala dibawakan di sini oleh Mualif oleh penulis hafidahullah tentang keterangan dari alhafiz dalam kitabnya Alf [Musik] Fath sebagian orang menganggap atau meragukan tentang kesahihan diskusi tersebut atau peristiwa tersebut dikarenakan hadis ini berada pada Ibnu Umar yakni dikarenakan hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar yakni anak dari Umar Khattab itu Abdullah seandainya hadis ini diketahui oleh Umar Al Khattab ya Seandainya hadis ini hadis yang diriwayatkan oleh sang anak ini yakni Abdullah diketahui oleh Umar Al Khattab maka Ayahanda dari Ibnu Umar y Umar Al Khattab tidak akan mungkin ya tidak akan mungkin yakni mengkritik Abu Bakar assiddiq di dalam memerangi golongan orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat walauu yifunahu lamaana Abu bakrin yukiru umardli alaiiu wasalam umirtu anuqtilta Lailahaillallah dan seandainya apabila seluruh para sahabat ketika itu mengetahui hal yang seperti ini maka dipastikan juga bahwa Abu Bakar assiddiq ya dipastikan juga Abu Bakar assiddiq tentu akan sejalan dengan Umar Khattab di dalam menarik dalil atau menarik yakni hukum dari dalil tersebut karena nabi yang mulia sallallahuam telah mengatakan dalam hadis ini aku telah diperintah oleh Allah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan kalimat tauhid laahaillallah kemudian berpindah dari mengambil hukum dari dalil ini kepada iias ini kepada analogi ya kepada analogi yaitu ketika ia mengatakanak Sungguh saya akan memerangi orang-orang yang telah memisahkan antara salat dengan zakat dikarenakan zakat ini merupakan yakni yang bersanding dengan salat yang disebutkan dalam Alquran alkarimah kita dengarkan di sini ya ini artinya bahwa sebagian orang memandang bahwa apa yang terjadi tentang diskusi antara Umar Al Khattab dengan Abu Bakar assiddiq ini diragukan kesahihan riwayatnya Kenapa demikian dikarenakan hadis Ibnu Umar itu jelas Abdullah bin umarlah yang meriwayatkan hadis ini sehingga Bagaimana mungkin sang ayah itu Umar Khattab tidak mengetahui hadis yang dibawakan oleh anaknya itu itu Abdullah nah ee seandainya Umar ya jelas-jelas mengetahui tentang hadis Abdullah ini ya anak ini ya sang anak tentunya tentulah Umar Al Khattab tidak akan mengkritik Abu Bakar assiddiq radhiallahu taala anhah inilah berkaitan dengan apa yang telah terjadi bahwa sebagian orang yakni meragukan tentang riwayat tersebut kemudian di sini ada jawaban dari Syekh Abdul Musin Abbad hafahullah W jawabu jawaban atas hal demikian adalah anahu dalam kejadian seperti itu ya dalam kejadian seperti itu di zaman Abu Bakar Siddiq maka boleh jadi Abu Bakar assiddiq dan juga Umar Al Khattab tidak ingat Dengan hadis Ibnu Umar ya boleh jadi mereka berdua tidak ingat Dengan hadis Abdullah bin Umar di mana hadis Abdullah bin Umar menyebutkan tentang salat dan zakat ya menyebutkan salat dan zakat artinya yang mereka ingat ketika itu hanyalah hadis Abu Hurairah yang di dalamnya tidak ee memuat yakni mendirikan salat dan menunaikan zakat kemudian dikatakan di sini walauana mustahdiran lahuqahamilu Alla Yakun Mun almkur Seandainya ya mereka ingat Dengan hadis ini yakni hadis Abdullah bin Umar maka tentu tidak ada diskusi antara Abu Bakar asiddiq dan Umar Khattab di masanya itu waamtaniu ayakunaakaru lah ba’ ya walam yastadil Abu bakrin fiqitali manak bilqiasi fqat ya artinya tidak mungkin yang seperti ini ada yang mengkritik dan juga tidak mungkin juga Abu Bakar Siddiq akan menggunakan iias ya menggunakan iias dikarenakan jelas dalam hadis Ibnu Umar telah disebutkan tentang salat dan zakat tersebut walam yastadillu Abu bakrin Fi qitali maniizzaka bilqiasi faqat bal akhadahu aid Min quihi alaihiatu wasalam fil hadiadzi rawahu Illa bihaqqil Islam nah artinya ya Abu Bakar asiddiq juga akan mengambil yakni keterangan dalam hadis Ibnu Umar dengan kalimat ya illa bihaqil Islam melainkan dengan hak agama Islam artinya ketika seorang meninggalkan ya zakat yakni tidak mau mengeluarkan zakat maka ya itulah yang berkaitan dengan hak agama Islam yang dainya hak dari agama Islam di antara hak agama Islam itu adalah dalam hal harta mengenai harta yaitu dikeluarkan zakatnya qala Abu bakrin wazzakatu haqqul Islam maka berkata Abu Bakar bahwa zakat merupakan hak dari agama Islam juga walam yanfarid Ibni Umar Bil hadiil mkur namun perlu diketahui bahwa sebenarnya Ibnu Umar tidaklah sendirian dalam meriwayatkan hadis yang di dalamnya ada penyebutan wqimus W zakah yakni mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat bal rawahu Abu Hurairah Aidan biziadati shati wazzakati Fih namun juga ada riwayat dari sahabat Abu Hurairah yang lain yang menyebutkan di dalamnya tentang pendirian salat dan penunaian zakat insah sebagaimana pembicara ini nanti akan diulang lagi dalam kitab zakat ya yang akan ya dijelaskan nanti dan dalam kisah ini antara Abu Bakar dan Umar ini ya bisa diambil pelajaran yang sangat berharga di sini kabirahabah hadis yang mulia ini atau kisah yang mulia ini menunjukkan bahwa boleh jadi di antara pembesar-pembesar para sahabat ya lupa dari hadis yang seperti ini ya lupa dari hadis yang seperti ini yakni mereka tidak ingat Dengan hadis seperti ini dalam keadaan seperti itu yaaiha ahaduhum dan di antara mereka di antara sahabat yang lainlah yang mengingatkan kepada para pembesar sahabat mengenai hadis Ibnu Umar ini walih la yultafatu Ilal Ar walau qat Ma wujuditin tukalifuha Oleh sebab itu tidak boleh seorang menoleh dan melihat kepada pandangan-pandangan akal manusia setelah adanya dalil yang sahih ya yang menyelisihinya Ah ini pelajaran berharga yang kedua dari kisah menarik tadi sekali lagi pelajaran yang pertama yang menarik tersebut adalah bahwa tidak menutup kemungkinan ada di antara pembesar para sahabat yang tidak ingat Dengan hadis Ibnu Umar tersebut ini yang pertama artinya hal yang wajar hal yang wajar saja ya di antara mereka mungkin dalam keadaan seperti itu tidak ingat Dengan hadis Ibnu Umar justru yang mereka ingat adalah hadis had Abu Hurairah yang di dalam hadis Abu Hurairah tidak ada penyebutan yakni pendirian salat dan penunaian zakat kemudian pelajaran yang kedua yang berharga juga adalah bahwa tidak dibenarkan kita mengarah kepada pandangan-pandangan akal manusia jika sudah ada dalil yang sahih ya jika sudah ada dalil yang yang sahih dan inilah yakni termasuk dari Manhaj Salaf Manhaj Salafus shh Di mana para sahabat berada di atas Manhaj yang benar Manhaj nabi yang mereka ikuti Manhaj mereka yang telah diridai oleh Allah dan rasulnya maka selamatlah para sahabat dalam beragama ini kita ambil contoh dari keterangan sahabat yang mulia Ibnu Abbas radhiallahu taala anh apa kata beliau dalam sebuah riwayat yang sahih IB IBN Abbas radhiallahu taala anhuma mengatakan yanzikum hijar minamalu qallahu waq Rasul waultum Q Abu bakrin wa Umar berkata sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas Semoga Allah meridai keduanya ia mengatakan hampir-hampir saja kalian ditimpa azab atau hukuman oleh Allah dari langit berupa hujan batu dari langit yang menimpa kalian yaitu ketika aku berdalil dengan firman Allah dan hadis nabi namun kalian berdalil dengan pendapat Abu Bakar dan Umar ya kalian berdalil dengan Apa pendapat Abu Bakar dan Umar lihat dari sini beliau radhiallahu taala anhuma eh yakni mengatakan pendapat Abu Bakar dan Umar yang pada dasarnya tidak mungkin yakni Abu Bakar dan menyelisihi al-qur’an dan hadis namun diambil di sini untuk dinyatakan dalam ucapannya tersebut karena beliau ingin menjelaskan bahwa apabila sudah ada dalil dari al-quran dan hadis yang sahih Maka itulah yang diambil itulah yang menjadi dasar dalam beragama pijakan dalam beragama sumber dalam beragama Adapun pendapat-pendapat manusia disingkirkan karena telah ada dalil dari al-qur’an dan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi sahabat Ibnu Abbas memberikan ancaman di sini yakni peringatan keras kepada siapa saja yang berani ee mempertentangkan ya Yang yang berani mempertentangkan antara pendapat manusia dengan dalil dari al-qur’an dan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang sahih jadi beliau sampai mengatakan hampir-hampir saja kalian diberi hukuman atau azab oleh Allah dari langit berupa hujan batu dari langit yang akan menimpa kalian ya berkaitan dengan hujan batu dari langit ini ini bukanlah perkara yang mustahil yang kita lihat dalam sejarah kehidupan manusia di mana Allah subhanahu wa taala pernah menimpakan kaum Nabi Luth ya dengan batu-batu gunung di masa itu yang menimpa mereka dan Negeri Mereka kemudian yang kedua batu-batu dari langit sebagai azab Allah kepada pasukan gajah pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah di masa dahulu itu Nah inilah berkaitan dengan yakni apa yang dikatakan oleh sahabat Ibnu Abbas adalah suatu hal yang tidak mustahil terjadi bagi Allah Mudah saja itu ya bagi siapa saja yang telah mendapatkan dalil dari al-qur’an ataupun dari hadis Maka itulah yang dipegang tidak melihat kembali kepada yakni fatwa misalnya tidak melihat lagi kepada pandangan manusia apalagi pendapat dari akal manusia yang jelas-jelas berseberangan dengan al-qur’an dan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam baik para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala dan ini jelas bagi kita berkaitan dengan Manhaj para sahabat seperti itu Dan ini juga di bisa kita lihat dari dari perkataan para ulama kita terdahulu dari alaimmah ya almahib para ulama yang terkenal dengan mazhab mereka di masanya seperti Imam assyafi’i misalnya beliau rahimahullah telah mengatakan kepada kita ahal hadit fahua mazhabi apabila sudah ada hadis yang sahih itulah pendapatku atau dalam ungkapan beliau yang lain apabila sudah ada hadis yang sahih namun kalian melihat aku tidak mengambilnya ketahuilah bahwa aku ini sudah gila bahwa aku sudah gila kata Imam asyafi’i rahimahullah taala atau kita lihat perkataan dari Imam Malik rahimahullahu taala Imam Negeri Madinah di mana Beliau rahimahullahala mengatakan kepada kita bisa benar bisa salah bisa diambil bisa ditolak kecuali pendapatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam atau ungkapan yang bagus sekali dari Imam Ahmad bin hambal apa kata beliau la tuqallidni wala syafi’ian wala malikian wala tauriah jangan kalian taklid buta kepada diriku jangan taklid buta kepada Imam Syafi’i Imam Malik Imam Sufyan atauri namun Ambillah dalil dari mana mereka mengambilnya Nah inilah cara kita beragama inilah Manhaj beragama ini Manhaj Salafus shh yang dipahami oleh para ulama kita terdahulu hendaknya kita ee melihat dan melihat kepada Dalil dan bukan kepada pandangan-pandangan manusia para jemah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kita lihat di sini [Musik] kembaliu alaiha ahaduhum Wali laultfatu Ilal ar dan jangan pula kita mengatakan Bagaimana mungkin ulama Fulan ulama a tidak mengetahui dalilnya tidak mengetahui dalilnya misalnya inilah berkaitan dengan ungkapan-ungkapan sebagian orang barangkali Se lagi kita kali kepada Manhaj yang Ben Manhaj sah Yaitu mengambil dalil dari sumbernya yang benar al-quran dan hadis nabi yang sahih Dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain baik para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala kita kembali kepada perkataan dari Syekh Abdul Musin di sini hafidahullahu taala Beliau mengatakan yustna Min umumi muqalan bimauk hadit ada golongan-golongan manusia yang dikecualikan dari hadis Ibnu Umar tadi ya Tadi dikatakan dalam hadis Ibnu Umar nabi mengatakan atau nabi bersabda saya diperintah oleh Allah untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah tidak ada sembahan yang berah disembah dengan benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah kemudian mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat dan seterusnya Nah inilah keterangan dari hadis Ibnu Umar namun ada di sini dikatakan golongan-golongan manusia yang dikecualikan dari hadis Ibnu Umar tadi siapa mereka di antaranya adalah Ahlul kitabi dafau Al jizata lidilalatil Qurani whairuhum dafailik k Fi had buraidah Bin alhusaib ih muslim di antara golongan manusia yang dikecualikan adalah ahli kitab ahli kitab Di mana mereka memberikan atau menunaikan upeti atau membayar upeti kepada Pemimpin kaum muslimin maka mereka dipersilakkan berada pada agamanya yakni mereka tidak diperangi mereka berada pada agamanya keyakinannya bebas beribadah sesuai dengan keyakinan agamanya nya dan wajib mereka dihormati karena mereka telah menunaikan ee Fidyah ee menunaikan jizah itu upeti yang diberikan kepada Pemimpin kaum muslimin dan selain dari mereka dengan petunjuk sunah atas yang demikian sebagaimana yang tertera dalam hadis buraidah bin al-husaib yang panjang dalam Sahih Muslim wa awaluhu dan kita lihat ya di antara redaksinya Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam u di mana di awal ini berbunyi bahwa rasulah was apabila yakni menunjuk seorang menjadi panglima perang atau pasukan ya makaiau akan berikan wasusus kepadal komandan perangnya ini untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala dan berlaku baik dengan para prajuritnya dengan para prajuritnya ya hadis ini panjang dan inilah berkaitan dengan hadis buraidah tadi ya yang di dalamnya menjelaskan tentang pengecualian orang-orang yang tidak diperangi oleh Rasulullah sall Wasallam seperti ahli kitab Di mana mereka telah memberikan Jiz atau peti tanda mereka tunduk dengan aturan dan peraturan yang dibuat oleh Pemimpin kaum muslimin dan mereka wajib dihormati dimuliakan kemudian para jemaah yang dimulian Allah subhanahu wa taala kita kembali di sini keterangan Islami asyahadatan cukup dalam masuk kepada agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadatuk dan inilah ya kewajiban pertama yang wajib ditunaikan oleh orang yang terbebani untuk menjalankan agama ini dan tidak boleh kita menoh kepada orang-orang ahli kalam atau orang-orang filsafat ya orang-orang filsafat Di mana mereka berkeyakinan yang lain seup dengan melihat sa dar kalimat tersebut atau tujuan saja ya yang ada di hati mereka Maka berkata Al Imam IB menjelaskan had ini di dalam hadis ini tercakup yakni pendapat para ulama muhaqikin dan mayoritas para ulama Salaf dan khalaf bahwa apabila seorang telah meyakini agama Islam dengan keyakinan yang mantap yang tidak dapat diragukan lagi maka itu telah cukup baginya dan tidak ada kewajiban untuk mengetahui dalil para ahli kalam atau orang-orang yang terimbas dengan filsafat ya dalam hal ini Nah inilah Berkaitan dengan keterangan dari Al imamqilid cukup ketika seorang tertarik dengan agama Islam kemudian bertekad masuk agama Islam cukup mengucapkan dua kalimah syahadat ya cukup dengan mengucapkan dua kalimah syahadat dan apa yang diyakini oleh orang-orang mutakalimin tadi ahli kalam atau yang terimbas dengan filsafat ini sangatlah menyulitkan pada dasarnya dalam prakknya sangatlah menyulitkan kemudian kita lihat di sini dalam memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat ya ini Tentunya bagi mereka yang betul-betul tidak ingin mengeluarkan zakat serta memerangi umat Islam memerangi kaum muslimin yang hendak yakni mengambil zakat dari mereka ya artinya inilah golongan yang wajib diperangi Adapun jika mereka tidak memerangi ya tidak memerangi e maka diambil zakat dari orang-orang itu dengan cara paksa dengan cara paksa jadi inilah berkaitan dengan yakni memerangi kelompok orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dikarenakan juga mereka yakni menghalang-halangi ya petugas zakat misalnya atau ee ingin bahkan memerangi petugas zakat misalnya atau di antara orang-orang yang diamanahkan oleh negara untuk menarik zakat ya dari para ini maka tentunya merekalah yang wajib diperangi Adapun jika mereka tidak memerangi maka tidak diperangileat Islam dan diil secara paksa di ini ter dan hisab mereka nanti di akhirat diserahkan kepada Allah taal maknal keisam dan ia mengucapkan dua Kalim syahadat maka terjagalah darah dan Hara betul-betul dia secara lahir dan batin dia mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ikhlas menjalankan agama dengan ikhlas maka inilah yang bermanfaat baginya nanti di akhirat di hadapan Allah subhahu wa ta a apa yang adaara mereka menyelisi lahirah mitunik dari orang-orang yang berada di dasar nerakalong kelak akan berada di akhirat di dasar neraka waliadubillah Nah inilah berkaitan dengan yakni sebagian orang-orang yang menampakkan keislaman menyembunyikan kekufuran menyembunyikan kebencian kepada Islam dan kaum muslimin sebagaimana orang-orang munafik di zaman Nabi di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka mereka atau urusan mereka nanti di akhirat diserahkan kepada Allah subhanahu wa taala Adapun kehidupan mereka di dunia nabi yang mulia ee bermuamalah dengan mereka sebagaimana muamalah nabi dengan para sahabat karena mereka pada dasarnya ee yakni nampak keislaman mereka walaupun secara pura-pura ya Secara pura-pura namun diberlakukan oleh Nabi sebagaimana nabi memperlakukan para sahabat lainnya Nah inilah berkaitan dengan yakni wabum ala para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala setelah kita mendapatkan keterangan-keterangan dari Syekh Abdul musid Abbad tentang hadis Ibnu Umar tadi beliau terakhir di sini membawakan sejumlah pelajaran-pelajaran berharga yang pertama beliau katakan kepada kita alamru Bil muqatah wasti Wak yakni perintah memerangi orang-orang itu adalah sampai mereka mengucapkan syahadat nah sebenarnya inilah tujuan ya tujuan yang diinginkan oleh Rasulullah sahu Al wasallam yaitu mereka masuk agama Islam masuk kepada agama Islam Jadi bukanlah perang ee sebagai tujuan agama yang mulia ini atau jihad ya berperang melawan orang-orang kafir bukanlah sebagai tujuan dari agama yang mulia ini tujuan dari agama yang mulia ini adalah agar mereka-mereka itu masuk agama Islam yakni bertauhid kepada Allah beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala meninggalkan perbuatan-perbuatan Syirik mereka menuju tauhid menjadi orang-orang yang merdeka dengan beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala jadi yang jelasah tujuannya adalah agar mereka masuk kepada agama tauhid agama Islam Adapun perang sebagai wasilah saja sebagai wasilah saja dan bukan sebagai Gayah bukan sebagai tujuan artinya ketika mereka tidak mau masuk agama Islam maka ada pilihan yang kedua yaitu mereka bayar jiziah atau upeti ah jika mereka tunduk kepada penguasa kaum muslimin dan mereka membayar opeti maka mereka dibebaskan dengan keyakinan agamanya menjalankan agamanya dengan bebas dan tidak boleh dianiaya dizalimi dan mereka wajib dihormati Nah inilah berkaitan dengan kebaikan yang bagus sekali yang ada pada agama yang mulia ini Kemudian yang kedua dikatakan di sini itlaukahu asah yaitu pengucapan dua kalimat syahadat dimasukkan dalam perbuatan begitu dimasukkan dalam kategori perbuatan sebagaimana nabi mengatakan setelah Nabi menjelaskan tentang eh orang-orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat nabi katakan Fa faalik jika mereka melakukan yang demikian ya selain dari salat dan zakat tentunya ya sebelumnya mereka mengucapkan dua kalimat syahadat lalu nabi katakan Apabila mereka melakukan seperti itu ya Jadi ucapan dua kalimat syahadat masuk dalam kategori perbuatan ya masuk dalam kategori apa perbuatan sebagaimana nabi mengatakan tadi faidza fa’aluik Apabila mereka melakukan yang seperti itu kemudian pelajaran yang ketigabatul hisabi Al yaumalqiamah adanya Hisab amal-amal nanti di negeri akhirat ini harus diyakini oleh setiap muslim bahwa apa yang kita kerjakan di dunia ini nanti akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala di akhirat kelak kemudian yang keempatanaakadah orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat dapat diperangi sampai mereka betul-betul menunaikan zakat kembali kemudian yang kelima siapun Yang menampakkan keislamannya maka diterima diterima dan berkaitan dengan hatinya diserahkan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian yang keen at Yang bergandengan ya seiring ya tidak bisa dipisah-pisahkan ya dua kalimah syahadat kalimat syahadat yang pertama asadu Alla ilahaillallah dan kalimat syahadat yang kedua wa asadu anna muhammadar rasulullah nah ini seiring ini tidak dapat dipisah-pisahkan kemudian yang ketuj yakni besarnya atau Agungnya masalah salat dan zakat ban salat merupakan hak dari fisik kita wakatu hal Ma sedangkan zakat adalah hak dari harta inilah tujuh pelajaran penting yang dibawakan di sini oleh Syekh rahimahullah hafidahullahu taala dan dapat kita tambahkan dari pelajaran-pelajaran penting yang kita ambil dari keterangan Syekh Walid asuidan hafidahullahu taala yaitu yang yang pertama kata beliau umumu risalati nabi wasallam linasi Kafah yakni umumnya Risalah Nabi untuk seluruh manusia arti bahwa apa yang Nabi bawa ee dari agama Islam ini ini untuk seluruh manusia sebagaimana nabi mengatakan tadi yaitu eh umirtu An uqotilas aku diperintah oleh Allah untuk memerangi manusia yakni baik dari kalangan Arabnya non Arabnya Siapapun dia yang berkulit putih berkulit hitam dan seterusnya dan seterusnya seluruh golongan manusia eh tercakup dalam eh dakwah nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana Allah berfirman W arsalaka illa rahmatilamin Dan tidaklah e kami mengutus engkau wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta dan dalam hadis nabi mengatakan dan aku diutus oleh Allah kepada seluruh manusia kepada seluruh manusia yakni bukan hanya kepada bangsa Arab saja namun kepada non Arab orang-orang di luar sana semua akan mendapatkan dakwah yang mulia ini dakwah agama Islam dan mereka berkewajiban masuk kepada agama Islam ini Kemudian yang kedua bisa kita lihat di siniah Isam itu sebar dengan dakwah dan inilah tujuan ya dari dakwah itu agar umat manusia bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Taala bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana nabi katakan dalam hadis yang mulia laayahdiallahu Bika rjulan wahidanir laka Min humurin naamna sungguh dengan sebab dakwahmu Allah berikan Hidayah kepada seorang maka yang demikian maka demikian itu jauh lebih baik bagi dirimu daripada ontak merah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam arti bahwa dakwah kepada tauhid untuk seluruh manusia agar mereka masuk kepada Islam ini agar mereka bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala maka inilah yang diinginkan dari dakwahnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun berperang ya atau jihad memerangi orang-orang kafir Harbi ini sebagai ee yakni tahapan yang terakhir dari tahapan-tahapan yang Nabi Jelaskan kepada komandan perang ya Ketika Nabi mengutus para komandan perang ini maka tahapan yang terakhir bagi mereka adalah memerangi orang-orang yang memang wajib untuk diperangi dan tentu tentunya tidak semua ya tidak semua orang-orang kafir itu diperangi seperti kafir zimmi ya kafir ee mustakan atau kafir muahad ya hanya kafir Harbi yang memang wajib untuk diperangi dan pantas untuk diperangi mereka kemudian yang ketiga ya tentang terjaganya harta dan darah manusia ketika masuk kepada agama Islam kepada masuk ketika masuk kepada agama agama Islam ini Nah ini bisa kita lihat dari hadis Usamah bin Zaid ketika dalam ee suasana perang begitu Lalu ada musuh yang terdesak oleh pedangnya Usamah dan dan tiba-tiba si musuh ini mengucapkan dua kalimat syahadat kemudian Usamah bin Zaid ini tetap menebaskan pedangnya kepada orang tersebut sehingga dia mati dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika mendengar peristiwa ini nabi marah kepada Usama nabi katakan asqtabah Apakah engkau telah buka dadanya ya bahwa ia adalah berpura-pura Misalnya ketika mengucapkan dua kalimat syahadat secara tiba-tiba Apakah ia dalam keadaan berpura-pura tentu tidak Artinya bahwa kita terima ya yakni secara Zahir saja secara secara lahiriah saja adapun batinnya kita serahkan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian yang keempat yakni keyakinan seorang tentang rububiyah Allah subhanahu wa taala tidaklah cukup tidaklah cukup maka Lihatlah banyak di antara orang-orang nonmuslim mereka pun meyakini tentang rububiyah Allah sifat-sifat ketuhanan Allah subhanahu wa taala yang pada dasarnya mereka wajib untuk meng Imani Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah dengan cara mereka masuk kepada agama Islam mengucapkan dua kalimat syahadat kemudian yang kelima yaitu wajibnya memerangi kelompok-kelompok ya yang sengaja meninggalkan kewajiban-kewajiban agama contoh nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umat ini untuk memerangi kaum khawarij di mana kaum khawarij ini telah keluar dari ketaatan terhadap pemerintah yang sah dan nabi menganjurkan kepada umat Islam pemerintahan kaum muslimin untuk memerangi mereka di mana pun mereka berada kapanpun untuk diperangi kaum khawarij karena pemahaman mereka sangatlah berbahaya sekali dan mereka telah meninggalkan ee di antara kewajiban beragama yaitu ketaatan terhadap pemerintah yang sah kemudian yang berikutnya lagi berkaitan dengan disyariatkannya memerangi kafir Harbi itu orang-orang kafir yang memang pantas untuk diperangi karena mereka jelas-jelas menentang umat Islam atau mereka menjajah kaum muslimin misalnya maka mereka wajib untuk diperangi ya kemudian yang berikutnya lagi yang ketujuh yaitu Bahwa diadakannya perang atas seizin pemerintahan atas seizin penguasa atau pemerintah tidak boleh individu atau kelompok atau golongan manusia angkat senjata untuk perang misalnya tanpa izin dari pemerintah begitu kemudian yang berikutnya lagi yakni kritikan atas keyakinan orang-orang filsafat bahwa cukup dengan melihat kepada kalimat Lailahaillallah ya atau ada semacam keyakinan di hati saja sudah cukup ya untuk masuk kepada agama Islam dan tidak boleh diperangi dan ini jelas tidak benar ini keyakinan yang menyimpang yang benar adalah annut byyahadati mengucapkan dengan lisan dua kalimat syahadat tanda seorang itu masuk agama Islam kemudian yang kesemb illa bihaqil Islam yaitu dengan hak agama Islam contoh ya Ada juga orang-orang yang sudah ya dikatakan muslim misalnya atau beragama Islam kemudian ee dibenarkan untuk dibunuh misalnya ya seperti dalam hadis nabi yang mulia laah muslim ill tidaklah halal tidaklah dibenarkan tidaklah dibolehkan menumpahkan darah seorang muslim kecuali ada salah satu dari tiga perkara di antaranya yaitu zina muhsan ya orang yang telah menikah ya Sah kemudian dia zina maka hukuman bagi dia dalam agama ini adalah dirajam yakni ditimpuki sampai mati Lihatlah kedudukannya dia sebagai Muslim kedudukannya sebagai orang Islam namun Hakim atau pemerintah yang telah ya menjatuhkan hukuman mati kepadanya karena dia berzina dan sebelumnya telah menikah secara sah maka ini adalah dibenarkan seperti ini ditumpahkan darahnya dikarenakan ya nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan hal ini dalam hadis yang mulia tadi kemudian yang ke-10 tentang kehormatan darah seorang muslim kehormatan darah seorang muslim di mana nabi yang mulia menegaskan dalam hadis KL muslim Alal muslim haramun Dam setiap muslim atau muslim yang lainnya adalah haram Apanya yang pertama darahnya yang kedua hartanya dan yang ketiga kehormatannya yakni tidak boleh ya ditumpahkan dengan kesengajaan dan tanpa sebab yang dibenarkan oleh agama maka pada dasarnya darah seorang muslim itu ya terhormat Pada dasarnya maka apa yang kita lihat di zaman sekarang inilah keadaannya inilah realita umat Islam yang sedang lemah lemah segalagalanya Semoga Allah subhanahu wa taala mengembalikan umat Islam kepada kejayaannya semula kemuliaannya sebagaimana kemuliaan di masa dahulu atau lebih dari itu Semoga Allah subhanahu wa taala berikan kebaikan-kebaikan kepada kaum muslimin Amin ya ya rabbal alamin kemudian yang terakhir para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala yang terakhir dari ee pelajaran penting yang bisa kita lihat dari hadis ini yang dibawakan oleh Syekh Walid assuidan hafidahullah ya sebelum kita tutup eh majelis kita di sore hari ini yaitu nahkumu bwahir waallaharir kita menghukumi manusia secara lahiriahnya saja adapun batinnya kita serahkan kepada Allah Azza waalla nah ini lah berkaitan dengan yakni ee pelajaran-pelajaran berharga Jadi apa yang bisa kita lihat dari ee hadis yang keedelan hadis Ibnu Umar Semoga apa yang kita kaji ini bermanfaat bagi diri kita bisa kita pahami bisa kita amalkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan Hidayah Taufik kepada hati kita untuk berada di atas tauhid dan sunah Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam Semoga Allah subhanahu wa taala wafatkan diri kita di atas tauhid dan sunah Nabi yang mulia S wasallam amin ya rabbal alamin kita akhiri majelis ilmu ini dengan doa putup majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama t dan radio rja ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini inilah jalan rasullahahuaii [Musik] was [Musik] perkataan Allah menaga peruan kedu diselenggarakan pada hari Ahad 12 Jumadil Aal 1445 hijah atau 26 November 2023 pukul 00 1130 Waktu Indonesia Barat bertempat di Masjid albkah Jalan alterna Cibubur Kecamatan Cilengsi Kabupaten Bogor Jawa Barat tak ada satuun cabang dari cabang-cabang kebaikan di dalam Islam melainkan para sahabat bersegera mengerjakan acara ini terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat progres pembangunan masjid Jami albkah hingga Agustus 2023 saat ini masjid albarkah sedang melakukan perbaikan pada masjid lama untuk meningkatkan kenyamanan beribadah para jemaah kesempatan amal jariah pembangunan masjid Jami albarkah Cilengsi masih terbuka lebar Salurkan sedekah jariah anda melalui bank syariah Indonesia [Musik] 7563131009 Cabang Cibubur atas nama pembangunan masjid albarkah Yayasan cahaya sunah kode bank 451 informasi dan konfirmasi transfer SMS atau Whatsapp ke 082112345 756 Semoga Allah Taala menjadikan wakaf anda sebagai amal jariah dan sekaligus dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala Amin jazakumullahu Khair

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *