Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Rabu, 16 Jumadal Ula1445 H / 29 November 2023 M

93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah uahaillallah wahdahuarikahaduna muhammadan abduhuul W nabi Islam Barakallah fikum jazakumullahuir Terima kasih atas kehadiran Antum semuanya khususnya di kesempatan siang hari ini guna menyimak dan mengikuti pelajaran serta bimbingan bersama Ustaz Ahmad Zainudin hafullahu taala dari kediaman beliau di Banjarmasin Kalimantan Satan untuk melanjutkan ee kajian ilmiah yang rutin diselenggarakan Setiap Rabu siang pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat Fathul Majid syarhu kitabut Tahid dan selanjutnya kita akan mengikuti dan menyimak bersama bimbingan serta pelajaran bersama beliau kepada Ustaz kami persilakan fatafadol maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim inalhamdalillah nahmaduhutainuhuagfirillahi anusinaahillahu Fala mah had asuaahaillallah wahdahu u muhamm Abdu ya ainaahq W illaantum muslimun ya auhakumzium nafs wahah wq minaha w inallahanaum ya auhina amanqulah Wa quan sadaakumakumfirakumunakumahaasahuqan had kitabah wa Ahsanul Hadi hadyu Muhammadin Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam wasaral umuri muhdatatuha waulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah waulla doalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari rabu 15 Jumadil Ula 1445 Hijriah kita duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid Syarah kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan alus syikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kel dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang ia kita berdoa Allahumma inaluka amalan mutaqala Allahumma Amin ahibbati fillah afanillah waakum para pemirsa Roja TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada pada kesempatan kali ini kita membahas tema masih di dalam Bab yang ke-28 yaitu bab majaa yaitu bab tentang merasa bernasib sial merasa bernasib sial ahibati fillahanillahakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai kepada dalil yang ketiga yaitu an Abi hurairat radhiallahu Anhu Anna rasulullahi Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam qa la Adwa waar wala hamata walaofar akjahu Zada muslimun wala Naa wala ga artinya dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu rasulullahi Sallallahu Alaihi Wai wasallam bersabda tidak ada Adwa tidak ada tiarah tidak ada HAM dan tidak ada Safar hadis riwayat albukhari dan Muslim dan dalam salah satu riwayat Imam muslim ditambahkan dengan lafaz dan tidak ada naul serta Nau serta tidak ada ghaul kita lanjutkan pembacaan kitab kita yaitu pada halaman 433 pada halaman 433 ahibbati fillah afanillah wayakum kaum muslimin para pemirsa Roja TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin di mana pun berada penulis Fadilah Syekh Abdurrahman Bin Hasan alusikh rahimahullahu taala berkata quluhu wala Nau anauu wahidul anwai wastil kalamu Alaihi Fi babihi insyaallahu taala yang artinya dan tidak ada Na dan na adalah bentuk tunggal dari alanwa dan akan ada pembicaraan terhadap ini di dalam babnya dengan izin Allah subhanahu wa taala kemudian Wal Gul Hua bidam Ismun waamuhu agwal wa ghailan wahual muradu Huna yang artinya dan tidak ada Gul dan dibacanya dengan cara memberikan harakat damah pada huruf gain Gul dia adalah sebuah nama dan dalam bentuk jamaknya agwal atau ghailan dan yang dimaksud di sini sebagaimana yang sudah kita yang akan dijelaskan Q abu Alul wahidul Gilan wahua jinsun Minal jinni wastin Gul adalah bentuk tunggal dari ghailan dan ia adalah jenis dari jin atau setantilati orang-orang Arab beranggapan bahwa Gul di padang pasir mengintai manusiaunan Sallallahu Alaihi wasam yang artinya Gul ini adalah Jin yang bisa merubah bentuk di dalam berbagai macam bentuk dan menyesatkan manusia dari jalan menyesatkan manusia dari jalan mereka dan juga bisa membinasakan mereka Maka Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ikan dan mengingkari akan hal ini artinya tidak ada Gul yang memberikan keburukan tanpa izin Allah subhanahu wa taala kemudian penulis berkata faainqila Ma makna anfi waqq Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tiladiru Bil Jika ada yang bertanya apa makna dari peniadaan dalam hadis tadi La Gul tidak ada jin yang bisa menyesatkan Jalan kemudian padahal Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda jika ada jin yang menyesatkan seseorang dari Jalan maka hendaklah dia bersegera mengumandangkan azan Nah ini salah satu cara agar selamat dari jin yang menyesatkan jalan tetapi hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan hadisnya ee dilemahkan oleh alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah di dalam kitab eh takhrij alazkar yang ditulis oleh Imam annawawi kemudian juga dilemahkan oleh Imam al-albani rahimahullahu taala karena di dalam hadis ini terdapat seorang Rawi yang bernama Adi bin Al fadl beliau seorang Rawi yang matruk ditinggal hadisnya karena dituduh berdusta dalam meriwayatkan hadis Rasul Sallallahu Alaihi wa ali wasallam nah yang jelas ada yang bertanya seperti itu kalau ada yang bertanya seperti itu bagaimana gitu ya Ee padahal kan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menafikan ee keberadaan Jin yang menyesatkan jalan tapi di dalam hadis yang lain bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menetapkan adanya ghailan yaitu Jin yang menyesatkan nah ini bagaimana jawabannya adalah ujuika daahu dijawab bahwa hal itu di Aal kemudian Allah subhanahu wa taala menghilangkannya dari hamba-hambanya artin di awal-awal seperti itu kemudian dirubah ak sah Jin sah lahumil yang artinya eh kita jawab Apabila ada yang bertanya tentang Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam meniadakan Jin yang me ganggu manusia menyesatkan manusia tetapi di sana ada riwayat bahwa ada memang keberadaan Jin tersebut nah bagaimana menjawabnya jawabannya adalah bahwa hal tersebut adalah di awal-awal kemudian Allah subhanahu wa taala hilangkan keyakinan tersebut atau jawaban yang kedua adalah dengan cara menjawab bahwa yang dimaksud tidak ada Gul yaitu keberadaan bukan keberadaan Gul Jin yang menyesatkan manusia tetap dia ada akan tetapi yang dimaksud adalah apa yang diyakini oleh orang Arab bahwa Jin tersebut bisa mengganggu menyesatkan manusia dengan sendirinya t subhanahu wa taala nah ini yang dimaksud atau jawaban yang ketiga yaitu maknanya adalah Bah seseorang dari Gul dari jin-jin tersebut yang menyesatkan tidak bisa menyesatkan seorang pun jika seseorang tersebut berzikir kepada Allah subhanahu wa taala dan bertawakal kepadanya dan ini ini dikuatkan dengan hadis yang berbunyi tidak ada ghaul akan tetapi assa’ali saharatul Jin assa’ali saya tidak tahu apa itu assahali adalah tukang sihirnya para Jin yaitu maksudnya akan tetapi Jin mensihir mereka sehingga merekakan pikiran Nah itu jawaban kalau ada yang beranya Sallallahu Alaihi Wasallam meniadakan Gul eh Jin yang menyesatkan manusia maksudnya adalah Jin tersebut tidak bisa menyesatkan kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala itu para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tib kemudian penulis berkata wamu Al had iranikrillah wahuamd bhaamah dan termasuk dalam jawaban ini adalah hadis yang berbunyi jika ada jin yang menyesatkan manusia maka bersegeralah kalian mengumandangkan azan maksudnya adalah ee lawan gangguan jin tadi keburukan Jin tadi Dengan menyebut nama Allah subhanahu wa taala nah ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak menginginkan dengan kata-kata tidak ada Gul itu bukan berarti tidak ada sama sekali akan tetapi e tidak ada yang mengganggu dengan cara menyesatkan manusia dari bangsa jin kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala n ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala wamu hadis Ubai eh hadis Abi Ayyub radhiallahu anhu tamr Fi sahwah makanatil Gul tajiu fatud yang artinya aku memiliki kurma di dalam sebuah tempat kemudian ada jin yang mengambilnya datang dan mengambilnya nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ini yang dimaksudkan oleh oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa tidak ada jin yang bisa memberikan pengaruh buruk dengan sendirinya kepada manusia tanpa izin Allah subhanahu wa taala nah kemudian penulis membawakan dalil yang keempat saya bacakan dalilnya Jadi sebelum dalil yang keempat kita kembali menegaskan bahwa makna dalil yang ketiga tadi bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan keyakinan Adwa penyakit menular dengan sendirinya tiarah merasa bernasib sial karena sesuatu yang didengar atau yang dilihat H burung hantu yang dianggap mendatangkan kesialan Safar bulan yang mendatangkan kesial yang dianggap mendatangkan kesialan dan na serta Gul Gul adalah Jin yang mengganggu menyesatkan manusia dari jalan Allah yang benar Nah ini tidak bisa memberikan pengaruh keburukan dengan sendirinya ituama Islam Adapun hubungan dalil dengan bab bahwa menunjukkan perbuatan Syirik yaitu perbuatan t karena meyakini sesuatu menjadi sebab atas keburukan atau kesal had ditiadakan keyakinan atau sejenis dengannya karena menyebabkan kepada kes yaitu meyakini sesuatu menjadi sebab mengatur cipta dan berkuasa selain Allah subhanahu wa taala nah eh jadi hubungan babnya seperti itu ya hubungan babnya seperti itu kita baca sekarang dalil yang keemp wa Anas radhiallahu Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi wasamwa W dua Imam meriwayatkan pula dari Anas radhiallahu an ia berkata telah bersabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada Adwa Danar tetapi faal menyenangkan diriku para sahabat bertanya apakah itu beliau menjawab yaitu kalimat yang baik yaitu ucapan-ucapan yang baik kita pelajari dalil ini kembali kepada Kitab kitauma An Anas eh dan aku suka dengan alflu aku suka dengan alf’lu abuadat Abu saadat berkata mahmuzun F yang artinya wibunilu eh eh aku suka dengan Alfu Abu saadat rahimahullah berkata alf’lu adalah kata mahmus di dalam ilmu musaraf mahmuz yaitu kata yang ada Hamzah di atas alifnya dan dia di tengah-tengah mahmuz Alin dan dia adalah sesuatu yang bisa menggembirakan atau bisa memburukkan sedangkan tiarah adalah tidak terjadi kecuali atas sesuatu yang memburukkan dan kadang-kadang bisa juga dipakai untuk sesuatu yang menggembirakan yqal tafaltu B wafawal alahq walqb ada orang mengatakan tafaaltu ya aku merasa eh senang merasa bahagia G ya ahiaar yang artinya ee dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyukai alfa’lu Karena manusia jika bercita-cita mendapatkan kebaikan dari Allah subhanahu wa taala dan berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala dalam setiap ke adaan atau setiap sebab Yang Lemah atau kuat maka dia adalah kebaikan maka ia adalah kebaikan baik kemudian para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa [Tepuk tangan] taala waah dan apabila mereka memutuskan angan-angan mereka harapan mereka dari Allah Subhanahu taala Itu adalah sebuah keburukan jadi di sini penulis [Musik] inginceritakan kepada kita atau menjelaskan kepada kita kenapa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyukai sikap yang optimis karena jika dia memiliki sikap optimis maka dia berharap kepada Allah subhanahu wa taala dan dia berharap janji allah subhanahu wa taala walaupun yang diharapkan itu ee kemungkinannya kecil terjadi Tetapi dia tetap berharap kepada Allah subhanahu wa taala atau bahkan kalau seandainya kemungkinannya besar malah tambah lebih berharap kebaikan lagi dari Allah subhanahu wa taala Nah diilah kenapa merasa alf’lu optimis suka berkata-kata baik itu disukai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam begitu ya kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala sedangkan kalau seandainya dia merasa bernasib siang maka dia akhirnya memutuskan harapan dan dari Allah subhanahu wa taala dan itu yang terjadi nanti keburukan Nah ya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tib kita lanjut wa amarah faainna fiha suudni Billahi wa tawaququul bala nah ini bedanya Adapun merasa bernasib sial maka di dalamnya adalah terdapat buruk sangka kepada allah subhanahu wa taala dan merasa selalu terjadi bala Nah itu bedanya merasa bernasib sial dengan merasa bernasib baik wat tafaul un Mar Mera berabil ada sakit lalu dia mendengar orang lain berkata Wahai orang yang selamat atau kalau ada orang yang sedang hilang sesuatu lalu dia ada mendengar orang lain berkata Wahai yang mendapatkan sesuatu maka dia menyangka dia akan baik sembuh dari penyakitnya dan mend dapatkan apa yang dia cari W had ya rasulahimatibah artinya dan termasuk dari perkara ini adalah hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau ditanya apa itu alf’alu merasa apa berpikiran baik maka Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab alimat ucapan yang baikuaii was Artinya apa itu Al makaiaujaucan yang hadis ini nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa ucapan yang baik beliau sangat sukai ini menunjukkan bahwa ucapan yang baik bukan termasuk daripada sikap tiarah merasa bernasib sial yang terlarang darinya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala namah kemudian penulis membawakan perkataan Imam Ibnu qayyim aljusi jadi kalau saya boleh ringkas adalah bahwa alf’lu dan perbedaannya dengan ee atiarah merasa bernasib sial dengan merasa bernasib ee baik maka jawabannya adalah merasa bernasib sial memutuskan harapan kebaikan dari Allah subhanahu wa taala sedangkan merasa bernasib baik mendatangkan baik sangka kepada allah subhanahu wa taala lihat perkataan Imam alattabi rahimahullah perbedaan antara alu Danar merasa bernasib baik dan tiarah merasa bernasib sialal H billahiala yang namanya alfum merasa bernasib baik ini datang dari berbaik sangka kepada allah Subhanahu Wa taalaah Inama Hua Minal Alwa sedangkan merasa bernasib sial sesungguhnya itu hanyalah sebatas ee Bersandar kepada sesuatu selain Allah subhanahu wa taala nah ini perbedaan yang sangat mencolok dengan antara attiarah dengan alflu alhaf Ibnu Hajar alasqalani rahimahullah berkata dalam kitab bel fathuliahu Alaihi wasam adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam beliau senang dengan Al Kenapa demikian karena yang namanya merasa bernasib sial itu adalah berburuk sangka kepada allah bhairi saabin muhq tanpa ada sebab yang benar-benar pasti wata H BII sedangkan tafaul adalah berbaik sangka kepada allah subhanahu wa taala walunillah dan orang beriman diperintahkan untuk berbaik sangka kepada allah subhanahu wa taala dalam setiap keadaan itu bedanya sekali lagi Al merasa bernasib baik dengan merasa bernasib si penulis berkataah Berk bukanlah merasa senang dengan sesuatu dan cinta terhadap sesuatu itu termasuk dari kesyirikan balika [Musik] ibanatuntah bahkan yang demikian itu adalah ibanah penjelasan dari mutabiahiah konsekuensi dari tabiat manusia dan ini termasuk Konsekuensi apa namanya konsekuensi dari fitrah manusia yang e condong kepada apa yang sesuai dengannya dan yang cocok dengannya sebagaimana yang dikatakan kepada yang diberitakan oleh Nabi Muhammad su wasam bahwa dicintakan Kepada beliau dari perkara dunia perempuan dan e minyak wangi W dan Nabi Muhammad su wasam menyukai manisan dan madu beliau menyukai suara yang bagus saat membaca al-qur’an dan mengumandangkan azan dan beliau memperdengar beliau mendengarkannya wuhibbu maali Al akhlq wa makarimam dan beliau mencintai maalial akhlak akhlak-akhlak yang tinggi dan kepribadian-kepribadian yang mulia wabil jumlah yuhibbu kulla kamalin wairin W Yu ilaih dan ringkasannya adalah bahwa beliau menyukai setiap kesempurnaan kebaikan dan apa saja yang menghantarkan kepadanya apa saja yang menghantarkan kepadanya wallah Subhanahu Q jaaiin Al Bil ismil hasan wa mahabbatihi Wili nufusihimaih dan Allah subhanahu wa taala telah menjadikan di dalam garaizin Nas menjadikan di dalam sifat-sifat manusia suka mendengar nama yang baik menyukainya dan condong diri kepada kepadanya w dunqsan akhir eh waqsan F imaniqifatir baik eh ringkasannya bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyukai setiap kesempurnaan dan kebaikan dan apa si menghantarkan kepadanya Allah Subhanahu taala telah menjadikan dalam tabiat-tabiat manusia ee kesukaan mendengarkan perkataan yang baik mencintai perkataan yang baik dan kecondongan diri kepadanya dan Allah subhanahu wa taala juga menjadikan di dalamnya dalam dirinya senang nyaman gembira dengan nama-nama yang mendatangkan keberuntungan keselamatan kelulusan dan juga ucapan-ucapan yang baik maka jika diketuk ee langit-langit Ini e pada pendengaran-pendengarannya maka ee seseorang akan merasa senang hatinya akan merasa lapang dan kalbunya akan kuat tetapi jika mendengar kebalikannya maka dia akan merasa sempit merasa sedihan hal itu dan memberikan kepadanya ee rasa takut rasa merasa bernasib sial kemudian juga ketidaknyamanan keterguncangan apa yang ia sudah dapati maka ini mewariskan untuknya bahaya di dunia dan kekurangan di dalam iman dan mengerjakan kesyirikan Nah kira-kira itu dulu yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini atau satu lagiul wa inamaana yibuhulasum Billahi taala birabin m dan adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyukai alf’lu sikap merasa bernasib baik karena yang namanya atasyaum sikap merasa bernasib buruk adalah bentuk dari buruk sangka kepada allah tanpa sebab yang pastihi sedangkan merasa bernasib baik adalah berbaik sangka kepada allahalmunah orang beriman diperintahkan untuk berbaik sangka kepada allah Allah subhanahu wa taala dalam setiap keadaan Nah itu dulu yang bisa saya sampaikan kepada para ikhwah yang berada di raja TV dan EE karena waktu juga kita belum bisa untuk mengambil ee pertanyaan dan sebagai penutup Saya ingin meringkas ee poin yang keempat atau dalil yang yang keempat adalah menjelaskan bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ee meniadakan keyakinan ada Adwa ada tiarah di dalam agama Islam penyakit menular dengan sendirinya merasa berniasipsial dengan melihat sesuatu atau mendengar sesuatu ini ditiadakan dalam agama Islam dan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sangat menyukai sikap fa’al yaitu sikap optimis merasa baik kata-kata yang baik dan seterusnya dan Dalil yang keempat Ini hubungannya dengan bab menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu perbuatan tathayyur karena meyakini sesuatu menjadi sebab atas keburukan atau kesialan seseorang tanpa Allah subhanahu wa taala ini yang bisa disampaikan Mas Ari dan juga seluruh para pemirsa Roja TV para pendengar radio Roja semoga yang disampaikan bermanfaat wasallah Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuham warahmatullahi wabarakatuh barakallahu fikum jazakallahu Kiran Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan pelajaran bermanfaat di kesempatan siang hari ini semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufik rahmat dan kesehatan untuk Ustaz sekeluarga ikat Islam demikianlah kajian kitab Fathul Majid sarhu kitabi tauhid ini kami yang bertugas mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini kami akhiri subhanakallahumma bihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *