Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Senin, 21 Jumadal Ula 1445 H / 4 Desember 2023 M

bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bihsanin yaumiddin Amma badwat Islam wazakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz alathari almaidani mafidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waainuhuagfiruh wubillah Minu anfusinaiatialina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun wa ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan juga muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam at keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang yang berbahagia ini kita kembali akan [Musik] membahas yang kita angkat dari buku talbiz iblis tulisan IBN jauzi pada kes atan siang ini kita akan lanjutkan pembahasannya masih berbicara tentang klaim dari kaum Sufi bahwa mereka memiliki ilmu yang langsung dari Allah subhanahu wa taala tanpa perantara seperti yang banyak diriwayatkan dari ee para tokoh-tokohnya juga diriwayatkan bahwa ada salah seorang dari penganut Sufi menghadiri majelis Abu Yazid ini salah seorang tokoh dari tokoh-tokoh mereka orang-orang saat itu ramai membicarakan Si Fulan bertemu Si Fulan berguru kepadanya mencatat banyak ilmu darinya Dan juga Si Fulan lainnya bertemu dengan Si Fulan lalu meriwayatkan darinya kemudian Abu Yazid ini berkata mereka adalah orang-orang Malang mereka mengambil ilmu dari orang yang sudah mati dari orang yang sudah mati sementara kami mengambil ilmu dari Yang Maha hidup dan tidak pernah dan tidak akan mati maksudnya mereka mengambil ilmu ini langsung dari Allah subhanahu wa taala bukan dari perantara orang mati yaitu dari Fulan dari Fulan maksudnya adalah ee apa yang biasa dilakukan oleh para ulama-ulama hadis yang meriwayatkan ilmu itu dari ee Fulan dan Fulan ya dari ee orang-orang yang datang sebelum mereka Nah demikian yaitu melalui riwayat sementara kaum Sufi ini mereka merasa tidak perlu ya kepada riwayat-riwayat itu langsung kepada Allah subhanahu wa taala dari Allah subhanahu wa taala ya tidak perlu dari Si Fulan dari Si Fulan ya itu jalur yang panjang mereka langsung kepada Allah subhanahu wa taala menerima ilmu dari Allah subhanahu wa taala ini artinya mereka nerima Wahyu tapi mereka tidak mengklaim itu Wahyu mereka tidak mengatakan ini apa yang mereka dapat itu Wahyu tapi mereka sebut itu Ilham seperti yang mereka angkat dari ee firman Allah subhanahu wa taala dalam surah alkahfiit perkataan Nabi Khidir kepada Musa alaih salam W faaltuhu an Amri dan apa yang aku lakukan ini bukan menurut kemauanku sendiri yaitu ini adalah Ilham dari Allah subhanahu wa wa taala Jadi mereka mengklaim ilmu yang mereka dapatkan langsung dari Allah itu adalah Ilham bukan Wahyu kalau kalauau mereka sebut Wahyu maka itu adalah ee diberikan kepada para Nabi artinya mereka mengklaim diri mereka adalah nabi tapi mereka mengatakan ini adalah Ilham dan ya apa yang dipahami oleh Abu Yazid pada kisah ini menunjukkan bahwa ya dia tidak memahami ilmu karena jika dia punya ilmu tentunya dia tahu bahwa Ilham tidak akan menafikan dan tidak akan bertentangan dengan ilmu dengan Wahyu yang memang sudah Allah turunkan kepada nabya ya Nah memang dahulu ya dahulu ya Allah subhanahu wa taala telah mengilhamkan ya sesuatu terhadap seseorang Ya seperti Ilham yang Allah berikan kepada ibunya Musa kepada ee orang-orang yang sebelum kita ya bukan Wahyu tapi Ilham ya contohnya adalah Ilham yang Allah berikan kepada ee ibunya Musa ya Nah seperti juga sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi mengatakan Inna Umami muhaddtin sungguh di antara umat-umat terdahulu ada orang-orang yang diberi Ilham ya dapat Ilham dari Allah subhanahu wa taala dari Allah ya bukan dari setan dan apabila dia ada di antara umatku maka umarlah orangnya W yakuni umati Jika ada itu di tengah-tengah umatku maka kriteria dia orang yang pantas mendapatkan Ilham adalah Umar kata nabi ya adalah Umar kalau ada dan tidak ada ya Ilham Allah turunkan setelah Allah menurunkan al-qur’an wahyu terakhir kepada nabi terakhir yaitu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka Ilham tidak lagi Allah turunkan setelah Allah menurunkan al-qur’an karena al-qur’an tidak akan berubah sampai akhir zaman ya karena tidak akan ada lagi nabi yang akan turun setelah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada lagi nabi yang diutus kepada umat manusia ya setelah diutusnya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka nabi mengatakan kalau ada maka orang itu adalah seperti Umar ya Nah pertanyaannya Siapa orang yang seperti seperti Umar hari ini Adakah orang yang seperti Umar sehingga ia berhak atau pantas patut untuk dapat Ilham dari Allah subhanahu wa taala kita tahu bagaimana Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu Bagaimana komitmennya terhadap sunah-sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana kecintaannya kepada Allah dan rasulnya Bagaimana komitmen dan istikamah beliau Memegang teguh ya alwahyain Quran dan Sunah ya Nah tentunya sangat jauh ya keadaan kita sekarang ataupun dahulu dengan keadaan Umar Bin Khattab ya orang kedua setelah Abu Bakar di tengah-tengah umat ini ya maka itu kalau ada kalau ada in Yakun kata nabi jika ada dan pada kenyataannya tidak ada ya tidak ada yang dapat Ilham setelah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menerima wahyu dari Allah subhanahu wa taala Nah demikian jadi Ilham yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah Ilham yang baik ya bukan dari setan bukan Bisikan Setan Ya hanya saja pada saat seseorang diberikan Ilham dan mendapatinya Ilham itu berseberangan dengan ilmu maka dia tidak boleh mengamalkan Ilham itu sebab kalau seperti itu itu bukan Ilham namanya ya memang disebut juga Ilham tapi dari setan bukan dari Allah subhanahu wa taala Lalu bagaimana dia bisa menimbang bagaimana dia bisa mengidentifikasi bahwa Ilham yang dia terima itu adalah dari Allah bukan dari setan tentunya dia perlu alat ukur dia perlu pembanding dia perlu ee alat untuk mendeteksi Apakah itu Ilham dari Allah atau dari setan maka dia perlu ilmu untuk mengukurnya nya Dengan apa kita bisa mengukurnya Apakah bisa dengan logika Apakah bisa dengan perasaan jawabnya tentu tidak bisa ya kita hanya bisa mengukurnya dengan ilmu Nah demikian maka kalau itu ternyata dari setan itu adalah was-was namanya yang harus kita singkirkan Kita buang jauh-jauh ya Nah demikian wallahuam bawab bukan dari Allah subhanahu wa taala ya nah Demikian maka tidak ada lagi manusia hari ini yang menerima Ilham ini pendapat dari para ulama di antaranya Ibnu Hajar berdasarkan hadis ini ya bahwa kalau ada di tengah umatku ini menunjukkan bahwa itu tidak ada dulu ada ya fil Umami almuhaddasin ya dulu ada orang-orang yang dapat Ilham dari Allah subhanahu wa taala ya Tapi sekarang sudah tidak ada lagi karena Allah telah mencukupkan bagi kita Al wahyain ya Wahyu yang Allah turunkan kepada nabya al-quran dan as-unah ada di ada ada bersama kita ya Nah demikian kita tidak perlu kepada ya Ilham seperti umat-umat terdahulu ya Nah demikian Ya Allah subhanahu wa taala juga telah menyatakan itu di dalam dalam al-qur’an ya ya Ee bahwa umat ini telah dicukupkan dengan ee al-qur’an dan hadis ya al-qur’an dan hadis jadi tidak perlu ya kepada yang lainnya ya tidak perlu kepada yang lainnya Nah demikian dan berkaitan dengan tindakan nabi Khadir ini umat terdahulu ya ya dan menurut pendapat yang sahih ya Ini juga pendapatnya Ibnu jauzi ya bahwa berkaitan dengan tindakan nabi Khadir terhadap perahu ya ia belum bolongi perahu milik e orang-orang miskin ya kemudian anak kecil yang beliau bunuh dan tembok yang beliau dirikan pendapat yang kuat menegaskan bahwa Khidir ini adalah seorang nabi dan itu yang paling sahih ya bahwa beliau Bukan Orang Biasa Bukan juga Wali Ya sebagaimana pendapat segelintir orang ya bahwa ia Wali dari situ mereka mengambil dapat bahwa bisa saja Wali itu lebih tinggi kedudukannya dari nabi lalu mereka berdalil dengan kisah ini bahwa di sini Nabi Musa diperintahkan untuk belajar kepada menuntut ilmu kepada nabi Khadir atau Nabi Khidir Ya nah tapi yang menurut pendapat yang paling rajih yang paling kuat adalah bahwa Khidir itu bukan seorang wali dia bukan sekedar seorang wali Dia adalah seorang nabi yang dapat Wahyu dari Allah subhanahu wa taala dan dan Seorang nabi tidak ada yang memungkini bisa mengetahui akibat yang terjadi berdasarkan Wahyu yaitu para nabi ini dapat Wahyu dan mungkin dibukakan kepada mereka beberapa perkara-perkara gaib Ya seperti nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang Nabi khabarkan Kepada beliau tentang perkara-perkara masa depan ya Ee nabi ee dapat apa ya dapat Wahyu dari Allah subhanahu wa taala misalnya beberapa orang yang Nabi pastikan masuk surga ya ada yang Nabi pastikan masuk surga bahkan tanpa hisab seperti ukasah ya m nabi dapat Wahyu dari Allah bahwa ukasyah termasuk orang yang masuk surga tanpa hisab dan itu kan perkara gaib yang akan datang ya tapi para nabi dan rasul tahu ya pak para nabi dan rasul itu dapat mengetahuinya berdasarkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala Jadi apa yang dilakukan oleh Nabi Khadir ya sampai membunuh seorang bocah ya E itu karena beliau tahu apa yang akan terjadi berdasarkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala maka ee ya tidak bisa kita jadikan ya ya ini sebagai dalil bahwa seseorang bisa dapat ee Wahyu ee Ilham tentang perkara-perkara yang akan datang ya bentuk Ilham dulu bukan seperti itu ya bentuk Ilham dulu adalah eh e kita katakan bimbingan kepada hal yang baik tidak bukan tentang berita-berita masa depan enggak Ilham seperti itu sifatnya yaitu bimbingan kepada yang baik Apa yang sebaiknya dilakukan itu Ilham itu juga ter jadi pada umat-umat terdahulu diberikan kepada umat-umat terdahulu seperti Ilham yang Allah berikan kepada Nabi Musa kepada ibunya ibunya Musa untuk melakukan apa yang terbaik bagi Musa agar selamat dari kekejaman Firaun saat itu ya bukan berita tentang perkara yang akan datang itu Wahyu bukan Ilham Jadi apa yang diterima oleh EE yang mengaku Wali bahwa mereka dapat Ilham tentang ber perkara-perkara masa depan ya tentang perkara gaib itu ya itu nyata bohongnya itu bisa dipastikan 100% bahkan 1000% bohong ya karena Ilham bukan seperti itu sifatnya Ilham bukanlah ya tentang sesuatu yang akan datang ya berita yang akan datang karena itu perkara gaib tidak akan Allah berikan kecuali kepada seorang nabi ya wallahuam bissawab Nah demikian jadi Ilham memang tidak sama dengan ilmu namun Ilham termasuk buah ilmu dan ketakwaan mungkin sekarang Ilham sudah masuk ke dalam bahasa kita ya ya e kita katakan ee bisikan malaikat ya bisa disebut juga Ilham tapi bukan dari Allah seperti umat terdahulu Ya beda umat terdahulu itu dapat Ilham dari Allah subhanahu wa taala ya bukan dari para malaikat tapi langsung dari Allah subhanahu wa taala itu umat terdahulu yang Nabi katakan kalau ada Jadi sekarang sudah enggak ada tapi kalau ilham itu maksudnya adalah bisikan para malaikat ya karena kita punya dua bitonah ada bitanatul Khair ada bitonatus Syar ya setiap orang itu didampingi oleh dua bitonah bitonah itu adalah pendamping ada dua pendamping pengiring kita ada pengiring yang baik Itulah Malaikat ada pengiring yang buruk jahat itulah dia setan ya iblis dan bala tentaranya nah kalaulah Ilham itu adalah bisikan malaikat itulah yang kita ee dapatkan yang kita rasakan hari-hari ya kita kadang-kadang dapat bisikan yang baik ya Dan kita tahu itu ya Ee anjuran kepada yang baik ya Ee kalau ilh bermakna itu ya ya itu masih ada sampai hari ini ya karena malaikat terus mendendampingi kita tapi kalau yang dimaksud dengan Ilham di sinialah Ilham dari Allah maka itu sudah tidak ada lagi kalaupun ada kata nabi setelah Nabi diutus orang yang pantas untuk menerimanya itu adalah Umar orang sekelas Umar gitu ya Nah tentunya enggak ada hari ini orang sekelas Umar ya mendekati aja tidak maka ee orang-orang yang mengklaim sekarang ini mendapatkan Ilham dari Allah itu bisa dipastikan dia adalah pembohong ya Nah mungkin dia termasuk Dajal kecil tapi kalau ilham yang dimaksud di sini adalah bisikan malaikat ya karena Ilham ini sudah jadi bahasa kita Bahasa Indonesia juga Ilham ya maka itu ya setiap orang tentu mendapatkannya bahkan setiap hari ya dia dapat bisikan-bisikan yang baik dari para malaikat sebagai penyeimbang dari bisikan bisikan buruk dari setan Karena nabi juga mengatakan bahwa setiap orang itu ada dua bitanah ada dua bitanah yang menyertainya mendampinginya ya bitanatul Khair waitanatus Syar wallahuam bisawab nah ee dan Ilham memang tidak sama dengan ilmu ya Ilham termasuk buah dari ilmu dan ketakwaan sehingga orang yang berilmu dan bertakwa akan diberi Taufik untuk berbuat kebaikan dan dia diberi Ilham agar menegakkan kebenaran ya karena ilmu juga perlu penguat ya ya ilmu itu tempatnya di hati ya hati itu perlu dikuatkan untuk bisa mengeksekusi ilmu itulah yang disebut Taufik ya kadang-kadang orang tahu tapi tidak mau ya Nah proses ilmu itu ya menjadi suatu amal itu perlu ya salah satu yang EE membantunya adalah dia dapat Ilham ya untuk betul-betul mau melakukannya ya Nah demikian agar tahu itu ee berubah menjadi mau yaitu dia mau melakukannya dan dia melakukannya dan dia melakukan ilmu itu Nah itulah Ilham ya agar orang itu dapat menegakkan ilmunya ya nah jadi Ilham itu adalah buah dari ilmu dan ketakwaan Adapun kalau orang yang diberi Ilham meninggalkan ilmu ya kalau ada yang mengakui saya ini dapat Ilham tapi dia enggak mengamalkan ilmu dia tidak bahkan tidak menuntut ilmu Bahkan dia meninggalkan ilmu lalu mengatakan bahwa dirinya hanya berpegang pada Ilham serta lintasan-lintasan yang ada di dalam pikirannya maka ini sama sekali tidak benar ya karena tanpa ilmu yang dinukil tentu kita tidak akan dapat membedakan bisikan yang muncul itu ini dari mana ini dari malaikat atau dari setan dengan apa Dia menimbangnya dengan apa Dia mengukurnya bagaimana dia bisa membedakannya ya Nah demikian wallahuam bissawab ya jadi ee ee kita katakan ee seorang itu ya enggak bisa Bersandar kepada bisikan hatinya saja maka dia harus belajar ya Secara ee real dia harus menuntut ilmu supaya supaya dia tahu mana yang baik dan mana yang buruk setelah dia tahu mana yang baik dan mana yang buruk dia juga perlu Ilham agar dia diberi kekuatan hati untuk mengamalkannya Taufik itulah dia ya Ilham yang Allah hujamkan ke dalam hati para hamba Jadi kalau tanpa hati yang kosong ilmu bagaimana dia dapat Ilham apa yang mau dia tegakkan apa yang mau dia amalkan sementara Dia tidak punya ilmu ini kan mustahil lalu dia mengatakan saya adalah orang yang dapat Ilham tapi dia tidak punya ilmu sementara ya Ilham itu adalah faktor yang e untuk menegakkan ilmu itu faktor yang diperlukan untuk menegakkan ilmu lalu tanpa ilmu Lalu bagaimana dia mengklaim dia dapat Ilham Ilham apa yang dia dapat ya dengan meninggalkan ilmu bisa dipastikan kan itu bukan Ilham dari malaikat itu pasti waswas dari setan sebagaimana yang dikatakan oleh eh Ibnu jauzi di sini ya bahwa tipu daya iblis pertama kepada anak Adam itu adalah menjauhkannya ee dari ilmu bagaimana dia supaya meninggalkan ilmu tersebut wallahuam bissawab dan perlu diketahui bahwa ilmu yang diperoleh melalui Ilham yang dibenamkan dalam hati Masih memerlukan ilmu yang dinukil melalui perantara seorang guru Ya seperti halnya ilmu logika senantiasa memerlukan ilmu syariat ya dan ilmu logia itu laksana nutrisi sementara ilmu syariat itu seperti obat sehingga satu sama lainnya tidak ee apa namanya saling ee apa namama membutuhkan ya Nah demikian ya satu sama lainnya wallahuam bisawab ya sebagaimana ya kita juga perlu Wahyu kita juga perlu akal ya Nah demikian maka ada kaidah annaqlus shih la yaridu alqlus shh annaqlus Shahih ya annaqlus Shahih la yaridu Al aqlus shih artinya ya E ilmu annaql ya ilmu yang sahih itu tidak akan bertentangan dengan akal yang sareh akal yang sehat ya logika yang sehat Nah keduanya saling mendukung satu sama lain ya jadi tidak bisa berdiri sendiri kalaulah akal sehat tidak bisa berdiri sendiri tanpa ilmu yang sahih Lalu bagaimana dengan lintasan pikiran atau lintasan yang ada di dalam hati yang itu belum mungkin mungkin belum bisa dikategorikan kan sebagai akal sehat atau logika yang sehat ya Nah perlu pembuktian logika lagi untuk membenarkannya ya Nah wallahuam bisawab tib Adapun perkataan Abu Yazid tadi ya bahwa mereka Ahlul hadis itu mengambil ilmu dari orang yang sudah mati dari orang yang sudah mati maksudnya dari Fulan dari Fulan addasana Fulan an Fulan mereka mengambil ilmu dari orang-orang yang sudah mati di mana Si Fulan di mana Si Fulan sudah enggak ada lagi ya karena kalau kita buka sekarang sanad hadis Ya semua Peri itu kan sudah mati ya Yang yang yang tinggal adalah catatan mereka ya bagaimana mereka dulu itu yang tercatat Di dalam buku-buku jarah dan takdil dari perawi-perawi yang menukil hadis-hadis Nabi kepada kita ya bahwa Si Fulan begini Si Fulan begini Dan Si Fulan Si Fulan Dan Si Fulan ini semuanya sudah mati mendahului kita maka ini yang disindir oleh Abu Yazid ya salah seorang tokoh sufi Dengan mengatakan mereka mengambil ilmu dari orang-orang yang sudah mati sementara kami mengambil ilmu dari Yang Maha hidup dan tidak akan pernah mati ya maka ee ungkapan seperti ini adalah ungkapan dari orang-orang yang sebenarnya tidak memahami kandungan kata-kata tersebut ya Eh Allah subhanahu wa taala ya memang alh la yamut yang akan hidup dan tidak mati masalahnya bukan dari dari mana siapa ya ilmu yang mereka nisbatkan itu mereka nisbatkan ilmu itu kepada Allah dan orang Ahlul hadis ya juga menisbatkan ilmu itu kepada Allah tapi mereka menukilnya dari Si Fulan dari Si Fulan ya jalurnya ya Sehingga sampai itu kepada nabi dan nabi menyampaikan itu berdasarkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala ya sementara mereka mengatakan ini ilmu langsung dari Allah yang Maha hidup Ya memang Allah Maha hidup manusia mati tapi dari siapa ya kita menukil ilmu itu ya Apakah dia dapat Wahyu dari Allah subhanahu wa taala kalau dia dapat Wahyu dari Allah itu artinya dia mengaku dirinya sebagai nabi kalau itu Ilham maka kita katakan tadi Ilham sudah enggak enggak diturunkan Allah lagi setelah diturunkannya al-qur’an kalau ilham yang dia maksud itu adalah bisikan-bisikan yang dia dapatkan dari malaikat semua orang mendapatkannya Apa bedanya dia dengan orang lain ya dan itu juga tidak menjadi ukuran hingga dia timbang itu dengan ilmu yang syari ataupun ilmu yang dia pelajari ilmu yang dia miliki jadi kata-kata ini enggak bermanfaat sebenarnya enggak berguna enggak enggak tidak ya kita katakan menetapkan apa-apa justru ketika dia Sindir ahli hadis mengambil ilmu dari orang yang sudah mati ini menunjukkan itulah jalur jalur ilmu tersebut sementara jalur jalur ilmunya enggak jelas dia dia klaim langsung dari Allah di pun bingung apa benar itu dari Allah atau tidak bagaimana dia pastikan itu dari Allah bagaimana kalau semua orang mengatakan bahwa saya dapat bisikan dari Allah semua orang bisa mengklaim seperti itu nantinya ya Nah demikian wallahualam bisawab tib jadi ini ee lebih menunjukkan kepada ketidak pahamannya tentang kandungan dari kata-kata yang diucapkannya sendiri sebenarnya nya dan seolah-olah ini hebat ya Luar biasa Wah Orang ini dapat ilmu langsung dari Allah Ya gimana caranya dapat langsung ilmu dari Allah ya Nah demikian wallahuam bisawab Abu hafaz Bin syahin mengatakan sebagian Sufi ada yang menilai sibuk dengan ilmu sebagai pengangguran mereka berkata ilmu kami peroleh tanpa perantara padahal para sufi generasi pendahulu generasi pertama ya itu ada juga yang termasuk tokoh-tokoh di bidang al-qur’an hadis fikih tafsir namun sufi yang datang belakangan mereka katakan itu adalah suatu hal yang sia-sia anfaedah istilahnya ya Dan mereka mengofkan diri mereka dari menuntut ilmu sementara ee ya sufi-sufi generasi pertama di antara mereka ada juga yang EE tokoh di bidang Quran fikih hadis Tafsir dan lain-lain wallahualam berarti ini ada pergeseran ya yang terjadi di tengah-tengah mereka sendiri ya Nah wallahuam bis kita tidak tahu dari mana itu ya pemahaman-pemahaman ini menginfiltrasi ke dalam tubuh mereka ya kepada ajaran Sufi ini Nah demikian Abu Hamid at-thusi mengatakan ketahuilah bahwa kaum Sufi sangat tertarik kepada ilmu-ilmu yang bersifat ilahiyah mereka mengklaim ini namanya ilmu Laduni ya ilmu-ilmu yang menurut klaim mereka diperoleh atau datang langsung dari Allah bukan ilmu-ilmu yang diperoleh melalui belajar menuntut ilmu mencari riwayat pergi mencari hadis ya berguru kepada Fulan dan Fulan bagi mereka itu jalan yang panjang jalan yang melelahkan maka mereka ingin jalan pintas Mereka ingin shortcutnya langsung kepada Allah subhanahu wa taala sayangnya mereka bukan Nabi Ya hanya nabi yang para nabi dan rasul yang yang yang mendapatkan ya kita katakan hal semacam itu Yaitu dapat langsung dari Allah subhanahu wa taala enggak perlu belajar ya para nabi itu enggak perlu belajar dia para nabi dan rasul maka nabi nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak tahu tulis baca dan memang beliau tidak pernah belajar untuk mendapatkan itu semua beliau tidak bisa membaca tidak bisa menulis juga ya Nah itu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam karena ilmu beliau langsung dari Allah subhanahu wa taala berupa Wahyu Enggak semua orang ya dapat Ee kita katakan ee keutamaan menjadi hamba Allah seperti itu ya menjadi seorang nabi dan rasul sepanjang sejarah manusia dari Adam sampai manusia terakhir akhir itu cuma 124.000 orang yang dapat ee Wahyu dari Allah subhanahu wa taala ilmu langsung dari langit enggak perlu belajar ya tidak melalui proses-proses belajar menelaah enggak Selain itu mereka perlu belajar ya mereka perlu belajar untuk mendapatkan ilmu ya untuk bisa memahami apa yang Allah inginkan dari mereka nah dan mereka bergantung kepada 124.000 orang ini yang Allah pilih menjadi nabi dan rasul Nah setelah nabi terakhir maka semua bergantung kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada jalan menuju Allah selain Jalan beliau karena ini adalah ee wahyu terakhir yang Allah turunkan kepada manusia yang Allah tidak akan turunkan lagi Wahyu setelah nabi kita diutus ya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Nah demikian oleh Karena itulah para sufi tidak mau belajar atau tidak semangat belajar ya tidak semangat dalam menuntut ilmu mengkaji para kitab para ulama ya mereka bahkan menegaskan cara beragama yang benar adalah ee dengan cara mendahulukan mujahadah ya tazkiatun Nufus enggak perlu belajar ini adalah suatu konsep yang salah Sebenarnya ya mereka kira mereka para nabi dan rasul ya yang melakukan proses mujahadah kemudian dapat Ilham ee dapat Wahyu gitu ya Wahyu enggak turun lagi ya seiring dengan ayat terakhir yang Allah turunkan kepada nabinya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Allah tidak akan menurunkan wahyu lagi karena al-qur’an cukup menjadi hujah di antara Allah dan makhlukNya hamba-hambanya yaitu manusia ya lalu mereka ingin seperti itu ya meniru para nabi dan rasul ya Bukankah mereka tahu bahwa nabi itu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi terakhir khatamun nabiyin tidak ada lagi nabi setelah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Bukankah mereka Baca ayat itu ya dan EE orang yang bisa ya melakukan konsep seperti itu yaitu dengan mujahadah kemudian dapat Wahyu dari Allah itu para nabi dan rasul kita enggak ya kita perlu mujahadah Tapi itu bukan jalan untuk dapat ilmu ya kita perlu mujahadah perlu tapi itu bukan Jalan cara untuk mendapatkan ilmu mendapatkan ilmu Ya belajar itu kata nabi ya Nah Innamal ilmu bit ta’alum sesungguhnya ilmu hanya dapat diperoleh dengan taalum dengan menuntut ilmu ya Nah demikian mujahadah membersihkan diri itu faktor pendukung kita untuk memudahkan mendapatkan dan memahami ilmu bukan cara mendapatkan ilmu nah ini yang kacau dan ya kita katakan ee tercampur Baur pada benak mereka sehingga mereka tidak bisa membedakan antara ee faktor yang membuat mereka mendapatkan ilmu dengan faktor pendukung agar ilmu itu mudah untuk kita dapatkan dan kita pahami Nah jadi penuntut ilmu perlu mujahadah perlu ya tapi mujahadah itu bukan cara untuk dapat ilmu dapat ilmu Ya belajar enggak belajar ya enggak dapat ya Nah demikian Mungkinkah orang di e orang itu tidur bermimpi kemudian bangun berilmu enggak enggak ada manusia yang lahir berilmu ya eah demikian para sahabat menuntut ilmu Abu Hurairah Ibnu Abbas dan sahabat-sahabat lainnya mereka duduk hadir di majelis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mendengarkan ilmu bahkan nabi berkata kepada merekaitabah ikatlah ilmu itu dengan menulisnya kalau hanya dengan mujahadah ya maka nabi enggak perlu menyuruh mereka untuk menulis ilmu untuk menghafal ilmu seperti nabi mendoakan Abu Hurairah mendoakan Ibnu Abbas ya yang bersusah paya menyertai nabi untuk bisa merekam ilmu mengingat ilmu tentunya tidak ada hadis yang berbunyiq aha tentu enggak ada hadis seperti itu ya tentu enggak akan ada hadisuridillahu bhair yufqihu fiddin ya Nah demikian jadi itu menunjukkan bahwa memang perlu bersusah payah untuk mencari ilmu mendapatkan ilmu bukan modal bermujahadah ya jadi berproses jadi Wali menurut mereka ini ya kemudian tiba-tiba jadi tahu segalanya begitu seperti seorang sekarang ini ya ya yang mirip-mirip juga begitu ya tanpa proses belajar tiba-tiba jadi Mufti aja dia Ya bicara sana sini tentang agama belajar aja tidak pernah ya lalu dengan ee mungkin merasa Wah saya sudah sampai kepada tahapan ini tahapan itu ya ee atau dia sudah merasa seperti wali kadang-kadang juga gayanya seperti wali penampilannya kayak wali begitu ya ya lalu dengan itu mereka menasbihkan diri sebagai seorang wali orang Saleh kemudian merasa berilmu lalu bicara tentang agama tanpa ilmu nah ini yang sangat berbahaya Sebenarnya ya ini yang dikhawatirkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya para Ruai bidah yang berbicara tanpa ilmu tentang agama wallahuam bawab Nah demikian Jadi mereka mendahulukan mereka mendahulukan mujah ada ya cara yang mereka pilihah mendahulukan mujahadah dengan yaitu dengan menghapus sifat-sifat yang tercela memutus segala jenis hubungan dengan ya manusia dan mereka merasa mereka telah fokus menghadap kepada Allah dengan sepenuh jiwa Bahkan kadang-kadang mereka melakukan itu dengan tidak mempedulikan keluarga harta anak menyempi di tempat terpencil ya terus-menerus beribadah ya Nah dan lain-lain sebagainya ee berzikir tanpa henti ya memutus habl minannas karena merasa itu tidak perlu untuk mencapai proses mujahadah yang tinggi nah tiba-tiba keluar dari itu keluar dari tempat itu dari tempat dia apa namanya mengucilkan diri atau memencil itu tiba-tiba mereka bisa berbicara tentang agama semua tahu apa yang ditanya kepada mereka mereka jawab seperti itu ini Tentunya adalah ya kita katakan Ya makanya Ibnu jazi membicarakan di sini ini termasuk talbis iblis ya Nah demikian ya Nah bukan dengan cara seperti itu ilmu didapat ya wallahuam bissawab kalau demikian adanya maka ee orang-orang Ini mengaku lebih canggih daripada Imam Bukhari Muslim bahkan imam yang empat Abu Hanifah Malik Syafi’i Imam Ahmad yang dari kecil bersusah payah untuk menimba ilmu menghafal ilmu berguru kepada Imam at Thabari berguru dengan ribuan guru yaah Al Imam Bukhari imam muslim mengembara untuk mencari ilmu mencari hadis tentunya apa yang mereka lakukan itu adalah suatu hal yang ya sia-sia sebenarnya ya boleh kita katakan kan mereka ini orang yang sudah buang-buang waktu seharusnya mereka enggak melakukan seperti itu cukup dengan mujahadah ya mengurung diri di tempat terpencil ya mencapai tingkat mujahadah tertinggi menurut mereka ya menurut versi kaum Sufi ini l tiba-tiba sudah jadi ulama hadis sudah tiba-tiba keluar dari situ sudah jadi Mufti Ya sudah jadi Ee kita katakan ulama ya Nah tidak seperti itu jalan yang di ditempuh para ulama-ulama kita terdahulu ya kalau kita lihat perjuangan mereka menuntut ilmu itu luar biasa ada yang menahan lapar untuk menuntut ilmu untuk hadir di majelis ilmu ya Nah bukan untuk mengurung diri di tempat ribat atau tempat-tempat suluk Istilahnya ya wallahuam bawab Nah demikian paraamarhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah mudah-mudahan pada pertemuan yang akan datang kita bisa lanjutkan lagi ya bincang-bincang kita berkaitan dengan buku talbiz iblis tulisan Ibnu jauzi ini subhanakallah W biihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas penjelasan dari kitab talbis iblis berkaitan dengan penjelasan ilmu batin kaum Sufi Nam ikhwat islamzakumullah Semoga apa telah kita simak dengarkan bersama dapat kita pahami dengan baik dan benar dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kilfan Terima kasih atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta asagf asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *