Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Rabu, 23 Jumadal Ula 1445 H / 6 Desember 2023 M

100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa al di Manun anda berada jazakumullahu Khairan Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya khususnya di kesempatan siang hari ini dapat kembali bersama kami guna menyimak bimbingan dan pelajaran bersama Ustaz Ahmad Zainuddin alssi hafidahullahu taala untuk melanjutkan pembahasan kitab Fathul Majid syarhu kitabit tauhid dari studio Mini kediaman beliau di Banjarmasin Kalimantan Selatan Alhamdulillah kita telah terhubung bersama beliau kita langsung saja menyimak dan mendengarkan paparan dan penjelasan tentang kajian ini kepada Ustaz kami persilakan fatafadal maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim innalhamdulillah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh Wa naudubillahi minuri anfusina wasiatialina man yahdihillahu Fala mudillalah waman yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanuttaqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasttaqu rabbakumulladzi khalaqakum Min nafsin Wahidah Wa khalaq minha zaujaha w minhuma rijalan [Tepuk tangan] inahikumq ya [Tepuk tangan] auhinaahumumah had kitabullah wa Ahsanul had had Muhammadin Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam umuri muhdatata waa muhdatin bidah waa bidatinalah waaalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur P Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari selas hari Rabu 23 jumadtil Ula 1445 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid Syarah kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan alusyaikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam P keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat Kelang dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang kita berdoa Allah in Allah aminum muslimin yang saya cintai karena Allah para pemirsa para pendengar radio R yang Semoga selalu diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala Pada kesempatan kali ini kita masih membicarakan babu Ma Jaa Fi atathayur bab tentang bersikap merasa ee bab tentang merasa bersikap sial bab merasa bernasib Sial ya dan pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai kepada halaman 440 ya Halaman 440 dan EE bab Ma Jaa Fi tayyur ini adalah bab yang ke-28 kita baca dalil yang dibawakan oleh penulis pada pertemuan ini yaitua muifu Kitab Tauhid fadilat Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab annajdi rahimahullahu taala Wali ahmada Min hadisi Ibni am radiallahuha ul Allahumma Lair Ir W thir wahair ini adalah dalil yang ke tu yang dibawakan oleh penulis yang artinya Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa ali wasallam bersabda Barang siapa yang mengurungkan hajatnya karena tiarah maka dia telah berbuat Syirik para sahabat bertanya Lalu apakah sebagai tebusannya beliau menjawab supaya dia mengucapkan Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dari engkau tidak ada kesialan kecuali kesialan dari Engkau Dan Tiada sembahan yang hak selain Engkau kita baca penjelasan di dalam kitab Fathul Majid syarhu kitab attauhid penulis rahimahullahu taala berkataal haditu rawahu ahmadani an abdillahin Amr IB Wi isadi Ibnu lahi wqiahijuq hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam atarani dari Abdullah bin Amr Ibin as radhiallahu anhuma dan di dalam sanadnya terdapat Ibnu lahyah dan juga baqiyah Ibnu maklad dan seluruh perawinya adalah rawi-rawi yang terpercaya dan hadis ini disahihkan oleh Imam al-albani rahimahullahu taalau had IB am ee disebutkan bahwa di dalam hadis ini adalah hadis dari Ibnu Amr Ibnu Amr Hua Abdullah Ibnu Amr Ibni al-ash Ibni wail assahmi Abu Muhammad Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Amr Bin as bin wail assahmi ee kuniahnya yaitu Abu Muhammad waqila Abu Abdurrahman waqila Abu Abdurrahman ahadus sabiqinal mukirina minahabah beliau adalah sahabat nabi yang termasuk sahabat nabi yang pertama-tama masuk dalam agama Islam dan banyak meriwayatkan hadis rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi Wasallam wa ahadul abadilah alfuqaha dan beliau adalah salah seorang dari ahli fikih yang masih muda yang berasal dari kalangan para sahabat nabi radhiallahu anhum yang bernama Abdullah di depannya yang bernama Abdullah di depannya dan e sahabat nabi yang disebut dengan al-abadilah al-arbaah empat sahabat nabi ahli fikih yang banyak meriwayatkan hadis beliau adalah Abdullah bin bin Amr Ibin Ash radhiallahu anhuma Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma Abdullah bin Zubair radhiallahu anhu Hum nah mata Fi dilhijah layal hurah Alal asah B thaf beliau meninggal di bulan Zulhijah pada malam terjadinya eh peperangan alhurah yaitu antara pasukan Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu dengan kaum pemberontak menurut pendapat yang lebih sahih di kota kudian maq eh Barang siapa yang gara-gara tiarah Barang siapa yang mengurungkan hajatnya karena tiarah merasa bernasib sial maka ia telah melakukan kesyirikan maksudnya kata penulis yang demikian itu adalah karena merasa bernasib sial dengan sesuatu yang dilihat atau yang didengar maka jika sesuatu tersebut mengurungkannya dari hajat yang sudah dia tekadkan seperti ingin bersafar atau yang semisalnya maka hal tersebut menahannya dari apa yang ia inginkan dan dari apa yang ia sudah usahakan karena Apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar merasa bernasib sial dengan hal tersebut sungguh ia telah masuk ke dalam kesyirikan sebagaimana yang sudah dijelaskanam yukl tawakulu alallahalam yuklis tawakulahu alall biltifatihi siwahu orang tersebut belum memurnikan tawakalnya bersandar hatinya kepada Allah subhanahu wa taala dengan menoleh kepada selain Allah subhanahu wa taala fakunu lyaitani minhu nasib maka setan memiliki bagian dari hal tersebut artinya dia Bersandar kepada setan di dalam ee di dalam kalbunya dia Bersandar kepada setan di dalam kalbunya Nah ini yang membuat dia disebut oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang mengurungkan niatnya karena Tiar merasa bernasib sial dengan apa yang dilihat apa yang didengar maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan Kenapa karena ia tidak menyandarkan tawakalnya kepada Allah subhanahu wa taala semata tetapi ada sesuatu yang dia ee bersandar kalbunya dan itu adalah dari setan di sini masuk kesyirikan ke dalam dirinya Nam quuhu fama kaaratualik Ila akhir disebutkan di dalam hadis lalu para sahabat bertanya apa tebusan akan perbuatan tersebut apabila memang tidak jadi dia lakukan hajatnya karena merasa bernasib sial kalau sudah terjadi apa yang harus kita lakukan sebagai penebus dosanya almutadamini liltimadiallahi wahd ammawah yang artinya kafaratnya adalah mengucapkan Allahumma la Khair illa Khair W thiriruk wala ilaha gir Ya Allah tidak ada kebaikan Apun kecuali kebaikan darimu Dan tidak ada kesialan Apun kecuali berasal darimu Dan tidak ada Tuhan yang berhak diibadai selain Engkau apabila orang mengucapkan itu dan dia berpaling dari apa yang menancap di dalam kalbunya dan dia tidak mengikuti apa yang ada dalam kalbunya maka Allah subhanahu wa taala akan menghapuskan darinya apa yang ada di di dalam kalbunya tersebut secara ee secara permulaan Kenapa karena hilang dari kalbunya dengan doa ini yang mengandung Bersandar kepada Allah subhanahu wa taala semata dan berpaling dari selain Allah subhanahu wa taala Dia ee hilang dari kalbunya perasaan [Musik] tersebut waamana al haditu anar la Man karaha W Fi hadis ini mengandung bahwa perasaan bernasib sial tidak membahayakan bagi siapa yang membencinya dan EE ia meneruskan dari apa yang sudah dia niat niah Adapun Siapa yang tidak memurnikan tawakalnya kepada Allah dan mengikuti setan di dalam hal tersebut maka Terkadang ia diberikan hukuman dengan terperosoknya dia dari apa yang sudah dia takuti Karena dia sudah berpaling dari kewajiban beriman kepada Allah subhanahu wa taala karena dia berpaling dari kewajiban beriman kepada Allah subhanahu wa taala danyak bahwa segala kebaikan seluruhnya di tangan Allah subhahu wa ta Allah yangendkan keikb UNT H kehendnya keingan Allah menolak keburukan satu-satunya dengan kekuasaannya dengan sifat lembutnya dan sifat baiknya maka tidak ada kebaikan Apun kecuali dari Allah subhanahu wa ta dan dialah Allah subhanahu wa taala yang menghilangkan atau menahan keburukan dari hamb apa saja yang menimpa seorang hamba dari keburukan keburukan maka itu disebabkan karena dosanyaalagaimana firman Allah subhanahu wa taala apa saja yang menimpamu dari kebaikan maka itu adalah dari Allah dan apa saja yang menimpamu dari keburukan maka itu dari dirimu sendiri surah Annisa ayat 79 ini adalah dalil yang keetuj yang dibawakan oleh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab anajdi rahimahullahu taala di dalam Bab yang ke-28 ini dan Sekali lagi saya katakan penjelasan terhadap dalil ini bahwa makna dalil ini adalah rasulullahi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan Siapa yang mengurungkan hajatnya atau kepentingannya karena tiarah maka dia telah berbuat Syirik Kemudian beliau memberikan doa penebus dari perasaan seperti itu bagi si Siapa yang mempunyai perasaan seperti itu adapun hubungan dalil dengan bab bahwa dalil ini menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu merasa bernasib sial karena meyakini sesuatu menjadi sebab atas keburukan atau kesialan seseorang Di Dalam Hadis disebutkan dengan jelas bahwa yang tidak men yang tidak jadi atau mengurungkan hajatnya yang sudah diniatkan disebabkan karena merasa bernasib sial berarti dia telah berbuat Syirik nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tib kemudian penulis membawakan dalil yang ke-elapan Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala membawakan dalil yang kel abasallah artinya Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan pula hadis dari Alfad bin abbasah sesungguhnya tiarah itu ialah yang menjadikan kamu terus melangkah atau mengurungkan niat dari keperluanmu kita baca penjelas dalam kitab Fathul Majid syarhu kitab attauhid penulis ee fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan alus syikh rahimahullahu taala berkataal haditualal Imam Ahmad Min hadil Fadli Ibni abbasin radhiallahu anhumqal hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat dari alfadl bin Abbas radhiallahu anhuma Beliau berkata aku pernah keluar bersama rasulahui was pada suatu Har bihi was IB Abu daudasahahu Alaihi was hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari alfadl bin Abbas beliau bercerita aku pernah keluar bersama Rasul Sallallahu Alaihi wasam Pada suatu hari fabarahaabiyun ee kemudian ada ee Zabi Serigala Dia ee apa namanya duduk lalu ia miring kiri lalu aku peluk ya rasah lalu dia mati gitu lalu aku berkata Wahai Rasulullah Rasulullah aku merasa bernasib qala inarah Ma amdaka aaka sesungguhnya tiarah itu yang membuat engkau melaksanakan apa yang sudah engkau niatkan atau mengurungkan apa yang kau ee niatkan tetapi di dalam sanadnya ini [Musik] ee di dalam sanadnya ini terjadi e terputus sanadnya antara maslamah yang meriwayatkan hadis ini dengan alfadal ya tidak ada penyambung antara maslam dengan Alfad jadi sanatnya terputus kemudian Yahya bbin main berkata alfadl di terbunuh pada hari alyarmu sedangkan selain Yahya IBN main mengatakan dibunuh pada hari marajus suffffat tahun 13 Hijriah dan beliau waktu itu berumur 22 tahun Imam Abu Daud berkata dibunuh di kota damaskus dan dia memakai baju perang dari Rasulullah Sallallahu Alaihi wa al alihi Wasallam nah kemudian penulis mengatakan sesungguhnyaarah itu adalah yang membuat engkau jadi melaksanakan apa yangau sudah rencanakan atau mengurungkan engkau dari yangau sudah atanar yang terlarang anahmilul Insan Alia arahu wnau minali Fi bahwa tiarah itu adalah sesuatu yang membuat manusia ee mengerjakan apa yang sudah dia inginkan dan tiarah juga menahan dari mengerjakan apa yang sudah dia inginkan disebabkan karena merasa bernasib sial tadi waaluh nabiahu Alaihi was Adapun alfaal itu sikap optimis yang dicukai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka di dalamnya terdapat semacam kegembiraan maka ini menggembirakan seorang hamba tidak Bersandar kepada berbeda dengan yang akibat ini seseor terkadang mengakan apa yang diaakan atau mengurungkan apa yang sudah dia niatkan maka tiarah ini ada semacam tersandarnya kalbu di dalam tersandarnya kalbu di dalam tiarah tersebut merasa bernasib sial tersebut maka kata penulis Pahamilah perbedaannya jadi di sini penulis ingin menjelaskan apa bedanya alf’lu yang disukai oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan arah alf’lu adalah berhusnudan kepada Allah subhanahu wa taala berbaik sangka kepada allah merasa optimis dengan apa yang sudah di ee niatkan atau apa yang sudah yang dia dengar ya kemudian kan sedangkan altiarah adalah merasa bernasib sial baik itu untuk sesuatu yang dia kerjakan atau sesuatu yang dia tinggalkan merasa bernasib sialah itu perbedaannya antara eh tiarah dengan alf’lu jadi sekali lagi penjelasan dalil ini bahwa dalil ini menjelaskan bahwa anak Paman Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam alfadal bin alabbas alabbas adalah paman Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam anak paman nabi yaitu alfadal menegaskan tatayur adalah yang menjadikan seseorang terus melanjutkan atau mengurungkan niatnya gara-gara tatayur merasa bernasib dengan sesuatu yang dilihat atau yang dia dengar dan dan hubungan dalil ini dengan bab menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu perbuatan tatayyur karena meyakini sesuatu yang menjadi sebab kebaikan atau keburukan seseorang ya sebab kebaikan atau keburukan seseorang dan tadi sudah kita katakan bahwa perbedaan antara tatayur dengan alfa’al alfa’al ada semacam ee perasaan berbaik sangka kepada allah subhanahu wa taala sedangkanarah Adalah perasaan merasa bernasib sial dengan sesuatu yang dilihat atau yang didengar meskipun dia ee mengerja menganggap bahwa sesuatu ini baik-baik saja tapi di dalam dirinya ada semacam perasaan merasa bernasib Sial ya Nah ini namanya tiarah itu bedanya antara alfa’al yaitu ee sikap optimis yang di dalamnya terdapat berbaik sangka kepada allah subhanahu wa taala dengan attiarah merasa bernasib sial merasa bernasib sial ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala walhamdulillah selesai pembicaraan tentang ee bab yang kedua 29 kira-kira ini yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini apa yang baiknya dari Allah subhanahu wa taala dan apa yang buruk itu dari kami pribadiah Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin karena ada kesulitan komunikasi kami dengan pihak studio raja yaitu suara dari studio rja belum sampai ke kami maka mungkin pertemuan kali ini ini belum bisa kita adakan tanya jawab saya kembalikan acara kepada studio Roja dan saya cukupkan kajian ini wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas kesempatan dan keluangan waktu yang Ustaz berikan untuk menyampaikan pelajaran dan bimbingan yang bermanfaat dari pembahasan kitab Fathul Majid saru Kitab Tauhid semoga pertemuan kita yang singkat ini dapat memberikan dampak yang bermanfaat dampak positif bagi kehidupan kita sehari-hari khususnya dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumma W biihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *