Jum’at, 25 Jumadal Ula 1445 H / 8 Desember 2023 M
di antaranya mengenal manqib makrifat manqibih mengenal kedudukan mereka tingkatan ilmu mereka Maka sehingga kita juga dapat meniru sebagian dari adab-adab mereka dalam menuntut ilmu maupun dalam beribadah dan juga mendapat ilmu dari eh sejarah ya yang mereka torehkan ya keindahan dari perjalanan hidup mereka dari sisi keikhlasan dalam beribadah saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja radio bor 100.1 FM radio Majalengka 93.1 FM dan radio rja Bandung 104.3m Pa Roja TV di Manun Anda beradaah Kami akan hadirkan ke layar [Musik] Andir bagi anda para pemirsa Roja TV yangat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian iniah secara langsung Roja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waamanwalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikaalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu waasul Amma ba’du ikhwaat Islam azakumullah para pemerhati raja di manaun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari Jumat setelah beberapa pertemuan kita tidak bisa menghadirkan kajian di pagi ini ini dari pembahasan faedah-faedah secarah Islam tidak secara tidak langsung namun Alhamdulillah pada kesempatan pagi ini Al Ustaz ee berkesempatan mulungan waktunya untuk kita semua untuk memberikan faedah-faedah masih dari pembahasan ee pembelaan ee tuduhan terhadap syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala dan akan disampaikan seperti biasa oleh Al Ustaz Dr Ali Musri semjan Putra hafidahullahu taala dari Pekanbaru Riau dan EE setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya baik melalui layanan yang telepon ataupun Anda bisa mengirimkannya melalui layanan WhatsApp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alustaz kami persilakan F tafadal Maskur bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah La haula wala quata illa Billah para pemirsa dan pendengar ro TV dan radio roja yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah pujian syukur kepada Allah subhanahu wa taala di pagi hari ini kita dimudahkan Allah subhanahu wa taala untuk melanjutkan pembahasan kita yaitu tentang menjawab tuduhan-tuduhan negatif terhadap SY Islam Ibnu Taimiyah sebagai bentuk kecintaan kita kepada ahl ilm membela kehormatan para ulama karena membela keumatan ulama para hakikatnya ad membela ilmu yang telah mereka wariskan kepada kita selawat dan salam Bu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjadikan kita selalu istikamah di atas sunah beliau dalam mempelajari mengamalkannya dan mendakwahkannya pemira yang dirahmati Allah subhanahu wa taala dan juga Para pendengar kita akan lanjutkan tuduhan-tuduhan atau fitnah-fitnah para penentang dakwah Salafiah pentang dakwah ahl sunah Wal Jamaah terhadap para ulama-ulama mereka di anara tu mereka ad terhadap syamiyah yang menyatakan bahwa SY mengatakan Allah itu bertempat di suatu jihah Jadi mereka Ahlul kalam membuat fitnah bahwa Ibnu Taimiyah itu berkeyakinan Allahu fi jihallah fi jihatin Allah berada di sisi makhluk Allah berada di dalam makhluk watahayuz mereka mengatakanutahayizun bahwa Allah dikungkung oleh makhlukNya Jadi mereka menggunakan istilah di salah satu istilah yang biasa ditemukan dalam ungkapan para ulama kalam itu dalam mengingkari ulullah sebetulnya pembahasan ini adalah berkenaan dengan masalah penetapan Allah subhanahu wa taala memiliki sifatul Ulu Allah itu maha tinggi di atas semua makhlukNya namun orang Ahlul kalam mengingkari sifatul Ulu dan mengingkari istiwanya Allah subhanahu wa taala atas makhlukNya lalu mereka mengatakan di antara syuhad mereka adalah kalau kita mengatakan Allah itu fil Ulu berarti Allah itu berad para Ji pada arah berada pada arah tertentu kata mereka Kalau menetokkan arah bagi Allah bagi mereka adalah hal itu menyerupakan Allah pada makhluk karena makhluklah yang memiliki arah kata mereka itu di antara syubhat mereka dalam mencari sifat Ulu bagi Allah subhanahu wa taala ya ini yang ingin kita bahas nah salah satu argumentasi atau pola orang Ahlul bidah para pengingkar sifat-sifat Allah subhanahu wa taala dari Karang Ahlul kalam ini adalah menggunakan lafaz-lafaz yang abigu lafaz-lafaz yang mujmalah dalam istilah para ulama ya lafaz-lafaz memiliki ee multi tafsir multi makna sehingga mereka berbolak-balik ketika menafsirkan kalimat tersebut di mana tujuan mereka adalah agar supaya orang awam tidak mengerti maksud dan tujuan mereka dan dapat menjadikan orang awam tersama atas kebenaran itu tujuan mereka jadi tujuan mereka adalah untuk menyamarkan kebatilan mereka Maka mereka menggunakan istilah-istilah yang tidak terdapat dalam Alqur’an dan Sunah disebut dalam istilah para ulama adalah alalfaz almujmalah yaitu lafaz-lafaz istilah-istilah yang ambigu ya Jadi bisa ditafsirkan ke atas ke bawah kiri kanan begitu maksudnya lebih ringkasnya adalah salah satu syubat mereka adalah menggunakan itu istilahistilah yang multi tafsir Kenapa demikian karena akan membingungkan orang-orang yang memahaminya itu tujuan mereka sebab dalam istilah-istilah mujmalah itu itu Alfad mutadaah lafaz-lafaz yang tidak terdapat dalam Alquran dan Sunah Makanya kalau kita ingin menerangkan suatu pembahasan akidah ataupun istilah-istilah Syari mesti berpatokan kepada istilah yang digunakan oleh Allah subhanahu wa taala dalam Alqur’an Ma rasulullaham dalam sunahnya untuk Apa tujuannya agar kita tidak terperangkap ya tidak terjebak dengan istilah-istilah Ahlul kalam istilah-istilah filsafat yang bila kita ee memahaminya akan jatuh kepada pemaham-pemahaman yang menyimpang dan keliru dalam menafsirkan sebuah pembahasan Jadi mereka sengaja membawakan istilah-istilah itu untuk membela ke batil yang mereka yakini hakikatnya mereka itu adalah menafikan Allah itu tidak bersifat Ulu itu sifat Maha Tinggi dari makhlukNya tapi mereka menggunakan istilah bukan Ul tapi mereka menggunakan istilah Ji Allah Allah tidak berada pada arah tertentu kata mereka Nah kenapa karena arah itu adalah makhluk kata mereka kalau kita mengatakan Allah pada satu arah berarti Allah pada makhluk Nah itulah syubhat mereka dan mereka tidak berani mengunakan kata-kata Ulu Kenapa karena kata-kata Ulu terdapat di al-qur’an maupun dalam sunah sehingga kalau mereka mengingkari Allah bifat ya Lail Ulu Allah tidak Maha tinggi di atas makhlukNya maka mereka akan langsung terkantter bagi kaum muslimin yang memahami al-qur’an sunah nampak sekali bahwa mereka pernyataan mereka itu adalah bertentangan dengan al-qur’an dan dan Sunah nah di situ mereka menggunakan lafaz-lafaz yang abigu tersebut nah dan secara umum ya orang Ar Al bidah biasanya juga menggunakan lafaz-lafaz ini untuk menutup apa kebatilan yang mereka pegang ya mazab paham-paham yang menyimpang mazhab-mazhab yang menyelisihi manhajus Salaf mereka menggunakan hal ini untuk menutup kebatilan mereka pakai sehingga kadang-kadang ketika mereka melakukan suatu pemahaman memahami suatu masalah atau membela suatu bidah mereka pemikiran mereka pemikiran yang menyimpang ini ataupun Amaliah bidah amal-amalan bidah mereka mereka akan gunakan istilah-istilah yang yang dapat menipu ya masyarakat awam nah sehingga bila diingkari seakan-akan orang-orang yang membantah mereka adalah berada pada pihak yang salah karena orang awam tertipu dengan istilah-istilah mereka tersebut maka mereka mengatakan Allah nah sedangkan kalau kita mengatakan Allah yang dipahami oleh para ulama Salaf mulai dari sahabat para tabiin tabiin dan para ulama-ulama yang berjalan di atas majelis Salaf mereka mengatakan Allah itu filulu ya Allah itu maha tinggi di atas semua makhlukNya karena ribuan ayat yang menembahas tentang bahwa Allah itu filulu ya di antaranya sabikal sucikanlah nama tuhanmu yang Maha Tinggi kita ketika sujud Subhana rabbiyal Aa Maha Suci Rabb yang Maha Tinggi ama Apakah engkau tidak beriman dengan zat yang berada di langit maksud di filulu ya kemudian tujuan mereka tadi kita katakan adalah untuk menafikan sifat Ulu ini mereka memindahkan sifat itu dalam istilah Jih atau tahayyuz lalu mereka menuduh para ulama ulama Ahlus sunahal jamaah bahwa mengatakan ibnuimiah itu atau mereka mengatakan ulamanya menetap sifat Ulu bagi Allah menuduh bahwa mereka mengatakan Allah tu Fi nah ini mereka Padahal kalau kita buka kita kitab islamah tidak satuun Beliau mengatakan Allah fil Ji tapi mereka menuduh mengatakan Allah Ji kata-kata Jiha atau tahayuz atau mutahay ini Allah dikungkung oleh makhluk karena mereka mengatakan kalau Allah J berarti Allah satu Ji arah makhluk kata mereka berarti Allah berada dalam makhlukah ini tuduhan mereka kepada SY Islam taiyahb ini penjelasan istilah jihad dan tahayuz ini dulu ya karena kita Jelaskan dulu Kenapa mereka menggunakan istilah Ji kenapa tidak menggunakan sifat k kata Ulu atau istiwa kena tidak berani mereka mengunakan itu kalau itu yang mereka ingkari mereka akan diketahui oleh orang-orang awam bahwa mereka adalah orang menyisi al-qur’an dan Sunah maka mereka memindahkan istilah dengan istilah jihad dan tahayuz nah dan kalau kita melacak berbagai syubhat atau argumentasi para pelaku kesesatan dalam agama ini itulah senjata mereka karena ibarat yaitu ular berkepala belut istilah syubhat mereka itu jadi kalau kita tolak secara total ada benarnya kalau kita benarkan secara total ada salahnya jadi apa namanya membingungkan Nah maka dari itu ulama-ulama ahlusunah mengingkari Alfat mujmalah tidak membolehkan menggunakan kalimat-kalimat yang membingungkan ya kalimat-kalimat yang tidak terdapat dalam Alquran dan Sunah bila digunakan untuk menyatakan suatu istilah akan menimbulkan keraguan dan pada seakhirnya akan menimbulkan perselisihan dan perpecahan itulah kita berdebat dengan sebuah istilah yang hakikatnya istilah itu tidak ditetapkan ataupun dinafikan dalam al-quran dan Sunah bab maka mereka ketika menetapkan telah menuduh Sur taiah bahwa mengatakan Allah fil Jiha mereka akan katakan orang mengatakan Allah fil Jiha adalah kafir Nah itu kata mereka orang mengatakan Allah pada para makluk adalah kafir atau di sebag mereka mengatakan adalah yaitu pelaku kesesatan atau bidah Nah kita coba lihat Bagaimana pertama istilah ini tadi kita katakan adalah senjatanya Ahlul Kalam secara keseluruhan Ahlul kalam yang menggunakan istilah Ji dalam mengingkari sifat Ulu bagi Allah itu sifat Allah itu maha tinggi di atas makhlukNya maka dari itulah datang celaan dan pengingkaran dari para ulama-ulama terhadap ilmu kalam ya dan gimana telah pernah juga kita sampaikan riwayat dan perkataan-perkataan itu dikumpulkan oleh Imam al-ghazali dalam kitab beliau ul Aam kalam boleh dilihat di sana ya sebagai referensi ungkapan-ungkapan para ulama ya yang mengingkari ilmu kalam Kenapa mereka mengingkari karena ilmu kalam telah menimbulkan banyak penyimpangan dan juga telah menimbulkan banyak perpecahan di kalangan umat Islam sehingga mereka sesama kalam pun tidak pernah sepakat untuk menkan suatu kebenaran mulai dari jahmiah orang muktazilah klabiah asyair maturiah yang semua mereka ini disebut dengan Ahlul Kalam dan mereka bertingkat-tingkat di dalam hal penetapan dan pengingkaran sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Nah kita coba melihat perkataan para ulama yang mencelah ilmu kalam tersebut karena banyak juga orang menuduh ya bahwa ee orang yang mengingkari kalam itu adalah orang-orang yang apa namanya Ee tidak mengikuti pendapat para ulama yang telah mengembangkan ilmu kalam dan sebagainya bahkan dituduh dengan tuduhan yang bermacam-macam ya dengan berbagai hinaan ya disebut sebagai kelompok Wahabi dan segala macamnya nah ini kita lihat sebenarnya siapa yang benar-benarti para ulama dari masa ke masa di antara Abu Hanifah yang beliau wafat pada tahun 1500 Hijriah eh Afan 1000 Afan 150 Hijriah bukan 1000 150 Hijriah yaitu pada abad pertengahan kedu Hijriah 1000 Ehan 150 Hijriah itu yang beliau wafat pada tahun 150 Hijriah ya ada orang bertanya kepada beliau saahuilun Ma ahamsam ya bagaimana pendapatmu hai imam tentang sesuatu yang ahdas ahdasanasu yang telah di buat oleh manusia Minal kalami yaitu tentang pembicaraan ya fil walsam itu pendapat-pendapat yang dibuat oleh manusia tentang a’rad a’rad ini adalah sifat-sifat aljisam jisim tubuh yang ini mereka gunakan dalam mengingkari sifat-sifat Allah tentunya karena salah satu argumentasi syubhatnya orang Ahul kalam dalam mengkari sifat Allah adalah Al kata mereka alkalam sifat e sifat-sifat Allah itu Arun Jadi mereka katakan asam Wal bar walam mereka Ar atau mereka menyebutkannya Allah alyadu ya E kemudian itu ajsam kata mereka J mereka menggunakan istilahjsam nah Bagaimana Pak pendapatmu hai imam tentang pembicara manusia tentang hal ini yaitu istilah-istilah yang dibuat oleh orang Ahlul kalam faqala Imam Abu Hanifah maqalatul falasifah itu adalah pendapat-pendapat filsafat perkataan-perkataan filsafat alik bilar Salaf hendaklah engkau pegang Teguh arar ar itu adalah perkataan para sahabat watatus Salaf dan jalannya para ulama Salaf jadi itu nasihat para imam di antara Imam Abu Hanifah ya kita di sini tidak membahas ya tentang dalil-dalil dari al-qur’an dan sunah serta perkataan para sahabat tentang wajibnya termasuk manhaj salaf wajibnya berjalan berpegang teguh dengan manhaj salaf tapi Imam Hanifah Mengatakan hati-hati kata beliau maqalat falasifah itu adalah pendapat-pendapat ahli filsafat yang harusau pegang adalah hendaklah engkau ya ikuti arar maksud adalah perkataan para sahabat para ulama para tabiin dan para tabiinat Salaf dan jalannya para ulama Salaf waaha bidah hati-hatilah engkau segala hal yang baru yang baru maksudnya Urusan Agama pembahasan dalam urusan agama bukan segala hal baru ya secara mutlak tapi adalah sesuai yang ditanya oleh si penanya dan jug jawab Pemilu bertanya tentang hal-hal yang istilah-istilah baru yang dikembangkan yang dibuat oleh orang-orang ahl kalam lalu dijawab oleh Imam e Abu Hanifah itu adalah istilah-istilahnya orang filsafat ya Alaika itu perintah ya yang mengerti bahasa Arab ya hendaklah engkau pegang teguh sear dalam hadis maka hendaklah kalian pegang erat sunahku k hendaklah engkau berjalan ya mengikuti manhaj salaf pegang perkataan para ulama ya para sahabat bilasar ya arar definisinya bisa dimaksud hadis karena asar lebih umum seperti khabar juga Ya kadang-kadang Asar yutl Al hadlwahabah asar itu lebih umum pengertinya bisa dimaksud hadis atau perkataan para sahabat dan para tabiin salf dan pegang aratah jalannya para ulama Salaf kata beliau dan hati-hatilahut segala yang baru dalam perkara agama yaaha bidatun suesungguhnya itu adalah bidah jadi Imam Abu Hanifah mengatakan ilmu kalam itu adalah bidah ya bukan kata-kata e kelompok-kelompok yang disebut Wahabi oleh sebagian orang berkata pula Imam Malik yang wafat pada tahun 179 Hijriah ya 179 Hijriah berkata Imam malikahaii kalau kita setiap datang seseorang kepada kita lebih pintar berdebat dari yang lainnya kita tinggalkan apa yang kita berada di atasnya hari ini sungguhah selalu kita akan mencari mencari agama kata nah kemudian juga Imam Syafii Imam Syafii ada dua ungkapan yang wafat pada tahun 204 hij apa k sungguh seseorang bila diuji dengan segala apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala selain Syirik kepada Allah Ya itu lebih baik daripada dia mempelajari atau melihat ilmu kalam mendalami ilmu kalam ini celaan Imam Syafi’i kata beliau melihat bahwa mempelajari mukalam adalah suatu ya perbuatan dosa yang setelah Syirik maka belum mengatakan berbagai hal seseorang yang diuji Allah melakukan jatuh ke dalam hal-hal yangarang subhahu wa taala Selain kesyirikan itu lebih baik daripada dia mempelajari ilmu Kalam atau ya melihat ilmu kalam maksudnya mendalami ilmu kalam UN mempelajarinya berkata pula Imam syaii lagi ya hukumanku terhadap orang yang orang ah kalam ini orang ah kalam mka itu dihukum dengan dicambuk dengan pelepah KMA lalu dinaikkan di atasta lu mereka dibawa keliling kampung dan kabilahkabilah ya masyarakat laluiakkan kepada mereka itu atas mereka lalu dijelaskan bahwa mereka dipermalukan dan menerakkan mereka Adah ini balasan perbuatan orang meninggalkan Alquran dan Sunah t tapi dia lebih memilih mempelajari ilmu Kalam berkata pula Imam Ahmad yang wafat pada tahun 241 hijriahibamin AB tidak akan pernah beruntung orang-orang peraja ilmu kalam itu selama-lamanya W ah hampirhampir engkau tidak akan melihat setiap seorang pun yang belajar ilmu kalam kecuali kau melihat pada hatinya adanya kesesatan tib kemudian juga beliau mengatakan Imam Ahmad mengatakan ulamaul kalam zanadiqah ya ulama-ulama kalam itu adalah zindik ini pendapatnya para ulama bukan pendapat kata siapa-siapa ya bukan papat orang-orang Wahabi yang disebut oleh sebagian orang tapi ini pendapatnya para ulama aimmatul arbaah para empat imam mazhab semua mereka ijmak bersepakat bahwa melarang orang untuk mempelajari ilmu kalamb itu tadi yang kita Jelaskan bahwa istilah-istilah yang dipakai oleh ahl Kalam Di dalam mengingkari sifat-sifat Allah yaitu antaranya alam Berikut kita jelaskan pula Apa alasan ulama Salaf melarang memakai ya Eh lafaz-lafaz mujmalah yang dipakai oleh orang kalam tersebut pertama alasan adalah karena kalimat tadi mengandung makna yang benar dan makna yang salah jadi ada dua sisi di situ karena itulah menyebabkan terjadinya kebingungan keraguan ya dalam memahamitil fitnah menimbulkan perselisihan dan fitnah pepecahahan berbeda dengan lafaz-lafaz yang terdapat dalam Quran dan Sunah yang membuat orang menadi saling bersatu saling memahami ya maka hleh sebab ituelaskan ya yaanyak ulama Salaf ulama-ulama melarang cara mutlak menggunakan tempatelisan itu dengan Na atau is Kenapa bukan karena tidak ada kebenaran tetapi adalah kurang tapi adalah menyebab karena lafaz-lafaz istilah itu mujmalah masab membingungkan yang yang terkandung dalam maknanya ada makna yang benar ada makna yang yang batil maka jika ditetapkan tentu akan Mel kita menetapkan yang batil diingkari maka kita akan menjadi menolak kebenaran jadi ada seperti yang kita sebutkan itu adalah contoh Seperti apa ular berkepala belut mau diambil ada sisi haramnya mau dibuang ada sisi halalnya ditinggalkan ada sisi halalnya nah itu yang membuat bingung kebingungan itu disebut alfaz mujmalah kemudian juga alasan para ulama Salaf adalah karena lafaz-lafaz itu nanti akan menyebabkan terjadinya ya takb ktir rasul yaitu mengingkari dari hal-hal yang dijelaskan yang dibawa Rasul was ituu akan diketahui orang-oreti was dan juga maksud dari orang-orang membuat laffaztadaan tersebut karena yang ketigaak ada semacamit itu maksudnya adalah batasan yang jelas ya masing-masing menafsirkan dengan versinya sendiri-sendiri berbeda dengan lafaz Rasul wasallam maksudnya diketahui ya dan oleh semua tanpa terjadinya perselisihan dalam menafsirkan bab Oleh sebab itu kelompok yang pertama sekali menggunakan lafaz-lafaz mujmalah itu dikenal adalah orang-orang Ahlul kalam seperti jahiah muktazilah ya dan juga orang musyabihah dari kalangan rafidah bab kemudian alasan lain adalah lafaz-lafaz mujmalah tadi lafaz-lafaz ambigu itu ya tadi kita katakan Ya anwa mukhtalif ijmal mengandung ungkapan-ungkapan yang EE plural yang bisa menafsirkan ke apa namanya itu ditafsirkan dengan berbagai versi yang sehingga masing-masing orang akan memahami sesuai versinya yang pada akhirnya menimbulkan saling debat usir ya karena ada kalimat kalimat yang musyarak kadang ada kalimat-kalimat yang tawatuk ya istilah-istilah tadi mengandung ada kesamaannya dan ada perbedaannya yang pada akhirnya ya menimbulkan perselisihan dan perdebatan yang tanpa ada ujungnya kemudian di antara alasan ulama adalah banyak orang menganggap ketika orang bicara dengan lafaz-lafaz mujmalah tadi lafaz-lafaz yang multitafsir itu mereka mengira bahwa mereka telah membela Islam dengan cara itu ya karena Ahlul kalam menggunakan lafaz-lafaz itu dasar awalnya adalah untuk membantah orang-orang filsafat ya orang-orang diul Islam Yahudi Nasrani nah orang-orang e ateis pada akhirnya mereka menggunakan lafaz-lafaz itu dengan untuk pendekatan pemahaman yang pada akhirnya justru menimbulkan mereka terjemur ke dalam penyimpangan yang lainnya ya maka kata beliau dan mereka meyakini cara itulah untuk menetap cara mengenal dan rasulnya ya yang dari perbuatan itu menimbulkan banyaknya timbul perbuatan yang salah dan kesesatan tib sekarang kita lihat ya Ee juga ini di antara alasan para ulama adalah tadi ini adalah metode orang-ul kalam untuk memasukkan syubhat mereka ke tengah kaum muslimin tib sebetulnya banyak alasan-alasan yang dijelaskan para ulama tentang hal ini ya kemudian di antaranya adalah dijelaskan oleh para ulamaah berbeda kondisinya ya mencukupkan istilah-istilah al-quran dan Sunah ya lafaz-lafaz Syari atau bolehnya Kapan dibolehkan menggunakan lafaz mujmalah itu dikecualikan Sebagian ulama mengecualikan ketika mukhatabatul khusum ketika kita berbicara dengan orang yang menggunakan istilah itu untuk mengcounternya nah ini diantaranya jika seseorang dalam rangka seorang yang kita berdebat berbantahan maka jika dia memungkinkan untukapatkan ya berpegang dengan Alquran sunah maka dia harus mengatakan Aku tidak menjawab syubhatmu kecuali dengan apa yang terdapat Alquran dan Sunah tapi kalau Bila seseorang dalam rangka ini dalam rangkadebat kalauangka seseorang mendakwahi orang lain menjelaskan ya maka dia juga harus menjelaskan sesuai dengan apa istilah-istilah yang terdapat al-qur’an dan Sunah Tetapi bila dalamka menjawab syubhat ya kalau tadi kan dalam rangka membantah dibantah dengan dalil al-quran dan Sunah mendakwahi didakwahi dengan istilah-istilahat al-quran dan Sunah tapi ketika menjawab syubhat nah tentu ketika menjawab syubhat maka maka dia butuh untuk mengurai syubhat-syubhatnya itu untuk menjelas kebatilannya maka perlu kadang-kadang yang menggunakan istilah itu untuk mengurai syubhatnya nah ini kondisi Kapan dibolehkan oleh para ulama untuk apa namanya menggunakan kalimat-kalimat seperti itu karena mungkin dapati dalam tulisantulan para ulama sebagian juga menggunakan hal itu dalam rangka mengkantor dalam mengurai syubhatnya baik maka oleh sebab itu Bolehkah kita Muamal menggunakan sebuah istilah ya menggunakan istilah orang yang sedang kita lawan bicara itu dengan istilah Mereka bicara kepada mereka maka diberikan syarat oleh yang pertama adalahtuk menjelaskan hal itu dan maksud maknanya adalah benar ya maka agar dia paham umpamanya istilah-istilahnya ya maka c umpamanya masyarakat tahunya istilah salat itu sembahyang atau nama penyebutan istilah-istilah poanya kita tidak mungkin menggunakan langsung istilah Syari kepada mereka mereka sulit untuk menangkapnya maka kita menafsirkan istilah mereka Sesuai dengan istilah Syari karena itu dijelaskan para ulama bab kemudian istilah ini banyak dalil-dalil melarang itu menyerupai istilah-istilah Ahul batil itu sebenarnya Allah subhanahu wa taala W wurna Allah melarang orang-orang berislam orang-orang Mukmin menyumai ungkapan orang-orang Yahudi yang ketika memanggil rasulam Raina ya dan tujuan mereka adalah untuk menghina dan mencela Rasul sahuh wasallam maka walaupun makna itu artinya Ar tunggu kami dan lihat kami juga artinya adalah hinaan dan celaan Jadi dua punya makna dua Nah orang-orang Islam tentu menggunakan makna yang benar yang sesuai dengan kedudukan Rasul wasam tapi Allah melarang Kenapa karena lafaz yang sama digunakan oleh orang Yahudi untuk menghina rasulull itu di anara dalil Ulama di mana Allah melarang orang-orang Islam untuk mengang su lafaz-lafaz yangiliki makna batil ya karena dua pun dua makna di dalam bahasa orang Yahudi menggunakan untuk makna yang menghina sedangkan orang muslim menggunakan makna yang intinya anzirna atau unzur tunggulah kami tetapi al-qur’an melarang hal itu kenapa agar tidak serupanya lafaz-lafaz kalimat yang akan menimbulkan ya Ee keraguan ataupun menyerupaii ungkapan-ungkapan orang Ahlul kitab dalam menghina ee dalam melecehkan kedudukan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka bila ada orang menggunakan kalimat-kalimat alfaz mujmalah itu seperti jihuz alhad semacam itu istilahutakalimin maka kita meminta penafsir mereka lebih dulu apa yang kam maksud dengan Jih kalau mereka mengatakan Ji itu adalah Jiha yang di situ ada makhluk Nah kalau kamu mengatakan Allah meng Allah J arti Allah tidak berada pada makhluk maknanya Benar Allah tidak berada pada makhluk tetapi ya tidak fil Jiha tapi gunakan Allah fil Ulu nah tapi kalau kamu maksud Ji jihatul Ulu Allah Laisa Ul ya tidak berada pada timpat Yang Maha tinggi di atas makhlukNya maka hal ini jelas ber al-quran maka oleh sebab itu di antara Manhaj para ulama dalam kalimat atau Alfat mujmalah itu adalah diistifsal di ditanyakan maksudnya jika maksudnya benar diluba rapatnya S lafaz Syari tapi bila maksudnya salah maka ditukar lafaz dan juga maknanya diluruskan Nah berikut kita akan bantah tuduhan orang mengatakan SY itu yang mengatakan Allah itu berada di Jiha atau F Jiha itu maksudnya di arah makhluk maka beliau menguraikan di sini makna tahayyuz ya dan juga makna Jiha maka beliau menyebutkan di sini MA Al J imamari yaitu orang yang berpindah dari satu arah ke arah yang lain itu maksud penggunaanf J dalam bahasa Arab nah Adapun orang mutakalimin dalam mereka menjadikan lafahab lebih merubah maknanya kepada makna yang sesuai dengan konsep pemikiran mereka menyalahi maksud dan tujuan yang disebutkan di dalam bahasa Arab Nah maka kata-kata Jiha itu basa wijha dan juga makna wajah ya arah itu ditutkan oleh dalam penggunaan bahasa Arab itu ada dua arah yang berada di hadapan kita kiri kanan muka belakang itu arah tapi juga ada arah istilahnya adalah Ji ketakan ini arah Ka’bah artinya ini adalah Sisi Ka’bah tapi kalau kita katakan belok ke arah kanan Belok ke arah kiri Nah itu artinya adalah jihadu mutawajjih itu dari arah kita yang melihat Nah kalau dari arah yang kita lihat kita Arahkan wajahmu ke Ka’bah itu arah Ka’bah tapi dari sisi Ka’bah e posisi Ka’bah berada pada arahnya yang tertentu nah ini disebutkan oleh para ulama bahwa kata-kata Jiha itu ada dari sisi kita yang memandang ada dari sisi kita dari sisi posisi yang kita pandang itu istilah dalam istilahnya orang-orang bahasa Arab maka beliau menjelaskan sungguh manusia telah berbeda pendapat tentang jihad itu dalam empat bagian yaah maasidah pertama kelompok pertama makna Jih dan haiz Ini mengandung makna yang benar dan makna yang salah nah maka oleh sebab itu ketika mereka mengetahui ada makna yang salah makna yang benar dalam kata-kata tadi ya mereka diminta tidak maka mereka tidak menetapkannya dan tidak menafikannya kenapa karena jika dinafikan menafikan yang hak jika ditetapkan akan tetap menetapkan yang batil karena dua Sisinya punya makna Sisi batil makna Sisi yang benar Nah itu kelompok kedua adalah memaknai adalah Ji itu makhluk Jadi maksudnya Apa perbedaan antara Allah dengan makhlukNya yitillah mereka menyatakan Allah itu maha tinggi di atas makhlukNya tetapi mereka tidak menggunakan sifat Jiha kalimat istilah Jiha itu ya Dan ini yang dipakai oleh orang-orang ahl kalam tadi kelompok ketia mereka mengatakan bahwa Allah itu berada satu jihad artinya Allah berada pada makhluk nah ini yang dinafikan oleh para ulama yang menafikan jihad dari Allah karena maksud orang Ahlul kalam adalah bahwa menafikan Allah tidak berada pada makhluk karena Allah pada makhluk berarti Allah bercampur dengan makhluk Dan Allah berarti berada pada tempat-tempat yang kotor dan seterusnya nah ini yang mereka ingkari Nah kalau maknanya jihti Allah tidak berada pada makhluk itu benar tetapi kalau maksudnya maknanya Allah tidak berada di tempat yang tinggi nah Maha Tinggi atas makhlukNya ini adalah makna yang salah nah itu ditafsir oleh para ulama dalam hal ini maka syham menyebutkan Jiz ya lalu syh Islam menyebutkan kata-kata Jiha yang dipakai itu yajudq alqamam kata-kata Jiha ini memiliki dua kondisi dua maksudnya jihadul makhluk yang dijihad di situ penuh dengan makhluk adalah jihadul makhluk Adapun jihadul Ulu makhluk jihad yang Maha Tinggi dan jihadul Khali jadi ada jihadul makhluk adaul KH jihad di mana adanya Allah tidak ada makhluk di sana disebut jihatul adamiah oleh para ulama Nah maka jihad wujudiah adalah wujud seluruh dakhil alam yaitu seperti matahari bulan bintang batu pohon nah itu wujudiah nah baik yang di bawah atau di atas makhluk itu wujudiah langit seterusnya dan Jiha adami adalah Ji yang di mana tidak ada makhluk di sana adalah yaitu jihad di atas segala alam tidak ada lagi makhluk di sana itu hanya Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi laam maujud girallah Tidak ada yang lebih tinggi dari semua alam ini kecuali Allah subhanahu wa taala nah itu yang diingkari oleh orang-orang Ahlul kalam sehingga ketika mereka menggunakan kata-kata Jiha orang awam memahami maksud yang memang benar bahwa Allah tidak pada makhluk tapi orang ahl kalam Sebenarnya bukan itu yang maksud Mereka ingin menafikan Allah itu tidak berada pada tempat yang Maha Tinggi Nah maka Beliau mengatakan diketanyakan kepada orang yang menafikan Jiha apakah yang kalimatud itu jihaun maujud makhluk Apakah Jiha makhluk posisi makhluk arah makhluk ya maka Allah subhanahu wa taala tidak berada dalam makhluk jika kalian maksud tu Jiha warul alam yang di luar alam ya falaba allahqal alam maka Tidak diragukan Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya makhluat terpisah dari makhlukNya ataupun ada orang mengatakan Allah tuh Jiha di di arah tertentu apa yangemaksud Arah di situ jika maksudnya Allah berada di arah Maha tingginya Allah tidak ada di sana makhluk ya maka itu adalah hal yang ditetapkan dalam Alquran dan Sunah maka ini adalah perkataan yang benar tetapi kalau dikatakan Allah berada dalam makhluk seai perkataan orang diha maka itu adalah perkataan yang batil nah ini sebetarnya perincian-perincian yang dijelaskan para ulama tetapi orang Ahlul kalam menggunakan kalimat tadi Jiha itu sebenarnya kita katakan untuk mengingkari Allah itu maha tinggi di atas semua makhlukNya dan Hal inilah yang yang dibantah oleh eh Imam Ahmad dalam awal kitab beliau firat aljahmiyah Imam Ahmad memberikan analogi kepada orang-orang yang mengkari Allah itu mahti tinggi Dengan mengatakan ya bertanya dengan pertanyaan Apakah ketika Allah menciptakan makhluk Allah ciptakan makhluk itu lebih tinggi dari Allah atau lebih rendah dari Allah maka jawabannya pasti lebih rendah ya di awalnya Beliau mengatakan ketika Allah menciptakan makhluk Apakah Allah ciptakan makhluk itu di dalam zatnya atau di luar zatnya satu jawabnya di luar zatnya tidak ada makhluk dalam zat Allah ba ketika Allah telah menyptakan makhluk di luar zatnya ya Apakah Allah masuk ke dalam makhluk tersebut tidak Allah tidak masuk ke dalam makhluk tersebut karena tidak ada apa namanya tidak mungkin makhluk itu lebih besar dari zat Allah baik lalu kalau begitu berarti Allah tidak berada dalam zat makhluk juga tidak ada makhluk dalam zat Allah nah lalu Beliau berikan analogi berikutnya adalah kalau begitu Allah ketika Allah tidak menciptakan makhluk dalam zatnya dan juga makhluk tidak juga masuk ke dalam zat makhluk Apakah Allah ketika Menciptakan makhluk itu lebih tinggi dari Allah atau lebih rendah ya sifat yang paling sempurna adalah sifat yang paling tinggi dan Allah memiliki sifat yang Maha Sempurna berarti Allah menciptakan makhluk jauh lebih rendah daripada zat Allah subhanahu wa taala itu logika yang digunakan oleh Imam Ahmad ketika membanta orang-orang jahmiah yang mengatakan baik Allah itu tidak di atas tidak di bawah tidak di mana-mana ataupun orang mengatakan Allah itu berada di semua tempat dengan zatnya itu bantahan Imam Ahmad ketika mendiskusikan pandangan orang-orang Ahlul kalam yang mengingkari pendapat mereka mengatakan Allah tidak di luar alam tidak di dalam alam nah ini pendapat yang lebih bingung lagi Allah tidak di luar alam Allah tidak di dalam alam jelas Allah itu di luar alam Allah di luar makhlukNya pasti ya atau pendapat mengatakan Allah itu berada dengan zatnya di mana-mana ini melazimkan Allah berada pada tempat-tempat yang kotor ya Dan Allah bercampur bau di makhluk ini ini juga pendapat yang yang batil itulah berapa penjelasan tentang pandangan jawaban dari syubhat mengatakan SY Islam mengatakan Allah itu berada apa namanya pada Ji makhluk Dan ini selalu dipakai oleh orang-orang Al Kalam ketika eh Mereka ingin mengingkari sifat Allah yang Maha Tinggi dalil-dalil Allah yang Maha Tinggi ya banyak sekaliimal ya Ee di mana Allah mengangkat amal-amal Saleh Ya kalimat-kalimat baik kepadanya dan juga malaikat ya Ee naik kepada Allah subhanahu wa taala melaporkan amalan hamba-hambanyaap pagi Senin dan Kamis kata Rasul wasam banyak sekali dalil-dalil tang ini ketika ras bertanya juga alqurama tidakah kalian beriman bersama ya dengan zat yang berada di atas tempat yang maha tinggiama semam dan ribuan dalil-dalil dari Alquran sunah rasulullahall wasallam ya eh eh Zainab berbangga di atas istri Nabi lain-lainnya Ah ya yang menikah kalian adalah orang-orang tua kalian wali-wali kalian samawatun aku dinikahkan oleh Allah dari atas langit yang tujuh lapis jadi Allah Maha tinggi di atas sem makluk dan lebih jelas lagi tentang dalil Isra mikrajnya Rasul wasam ketika mikrajnya Rasul wasam itu naik ke langit yang tujuh sampai ke situl muntaha dan seterus ya di situl muntaha di situlah Rasulullah S Al wasallam ya menerima perintah salat dari Allah subhanahu wa taala nah ini sebetulnya kalau kita menyebutkan maha wulunya allah sangat banyak Quran sunah tetapi kita pembahasan kita adalah tentang anggapan orang yang menuduh S yang mengatakan Allah bercampur dengan makhluk adalah suatu pendapat atau Allah berada pada jihatul makhluk berada dalam pihak dalam sisi posisi makhluk itu adalah pendapat yang keliru dan itu sudah beliau bantah apa yang bahwa pertama dibantah dari sisi Penggunaan istilah jihha yang kedua adalah bagaimana penafsiran Jiha itu yang mereka pahami ya jika kalian maksud Allah itu Fi jihatil makhluk berada dalam makhluk itu salah ya maka yang ketiga adalah dalam menggunakan istilah Syari harus agar tidak menimbulkan keambiguan dan perselisihan ya pemahaman yang yang multi tafsir maka di dalam menjelasikan masalah-masalah agama utamanya para ulama Salaf adalah menggunakan istilah-istilah Syari Barakallah fikum wallahuamab itu saja yang dapat kita bahas dalam menjawab tuduhan tersebut ya maka telah mengurai syubhat tersebut dalam banyak tulisan beliau sebenarnya bagi yang ingin menjawab lebih panjang ya kita hanya seedar menjawab syubhat ini bahwa itu adalah sebuah tuduan bohong kepadanya dan beliau telah menjelaskan juga rincian tentang kata-kata Jiha yang dituduhkan oleh orang kalam bahwa beliau berpendapat Allah itu itu berada pada Jih atau arah makhluk demikian silakan kepada akh madu kita untuk eh menyampaikan jika ada pertanyaan nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukran jazakullah Khair Barakallah Fik kepada Ustaz yang sudah memberikan materi di kesempatan pagi hari ini dari pembahasan faedah-faedah Sejarah Islam masih dari lanjutan pembahasan bantahan tuduhan e kepada sikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimah Allahu Taala dan selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi anda para pemerhati Rodja sekalian yang ingin bertanya anda bisa menghubungi kami secara langsung di l telepon ya di 0218236543 atau Anda bisa mengirimkannya di nomor layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 Mungkin kesempatan pertama kami akan berikan di layanan Telepon silakan bagi Anda yang yang ingin bertanya langsung ya Sekali lagi di Nomor 02182365436 kami tunggu silakan Iya kepada yang terkoneksi ya Ee kami ajukan terlebih dahulu Ustaz pertanyaan di layanan pesan Whatsapp asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz begitu begitu dalam dan begitu besarnya nama sikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala baik di kalangan kawan maupun di kalangan lawan Apakah ada ulama sekaliber syaikhul Islam tersebut di zaman ini Ustaz yang ee keilmuannya eh sangat luas seperti beliau Ustaz mohon e penjelasannya ehah salah seorang dari para ulama yang Allah berkahi ilmunya ya begitu kenapa beliau banyak terkenal karena memang sebenarnya di masa Salaf Masalah pembahasan-pembahasan ini tidak ada di masa Imam Syafi’i sudah mulai ada tentang istilah-istilah ilmu kalam tersebut dan juga di masa Imam ahifah sudah ada tetapi belum terlalu menyebar sehingga para ulama di masa itu hanya menjawab secara ee Global saja seperti mencela ilmu kalam yang telah kita sebutkan dalam pembahasan kita tapi tidak membahas syubhat-syubhat lebih rinci saat itu walaupun Ahlul kalam sudah mulai muncul bahkan di masa Imam Ahmad di mana muktazilah ya sampai melakukan ee semacam apa namanya itu doktrin eh kepada para ulama mengatakan al-qur’an itu sudah makhluk dan termasuk Imam itu apa Imam Ahmad termasuk yang menjadi korban dalam hal itu nah dan itulah yang dibantau oleh para ulama ulama sebelumnya mereka kaidahq Quran kafir Malang siapa mengatakan al-qur’an itu makhluk adalah kafir tapi itu adalah ee hukum ee mutlak secara Global ya tidak hukum hukum tidak hukum maayan di mana Imam Muhammad sendiri tidak mengkafirkan khalifatul makmum yang men mempromosikan atau yang memaksakan pendapat tersebut nah ini sebenarnya sudah mulai di masa aimah tetapi di masa beliau karena ee begitu banyaknya bermacam kelompok-kelompok sehingga banyak sekali beliau yang menjawab syubat-syubhat dari ber kelompok sehingga itu yang Mu lebih masyhur sebetulnya bukan berarti beliau satu-satunya para ulama cuman yang lebih banyak membahas dari sisi syubah-yubahat inian terbaik orang syiah rafidah orang-orang di mana beliau menulis Kitab yang begitu besar ya minhaj Sun Nabawiyah kemudian juga e Dar taaru bantan kepada orang-orang e Ahlul kalam R Al mantiqin dan banyak sekali tulis-tulisan beliau sehingga beliau menjadi apa namanya rujukan di dalam menjawab syubhat-syubhat tersebut sehingga beliau terkenal sekali dalam mengkantar bagai paham-paham yang menyimpang Dar al-qur’an dan nah dan untuk zaman sekarang masih ada wallahuam tapi Lail Umah minir umat ini tidak pernah Kehilangan dari kebaikan sebenar Rasulullah Sallallahu Sebutkan laalq akan senantiasa ada sekol Umu ini berada atas golongan yang benar ya di jalan yang benar tidak akan pernah hilang kebenaran Tengah umat ini tetapi sekali bar beliau ilmu beliau allahuam kita tahu ya yang penting ulama-ulama kita Alhamdulillah ya mereka memiliki ilmu-ilmu yang Masyaallah ya tetapi sampai sekali barar bel wallahuam tentu kita tidak bisa menafikan ataupun kita apa namanya mengatakan tidak atau Iya kan karena itu ilmunya adalah Allah yang tahu di mana kita itu juga tidak mengetahui di mana saja posisi ulama sekarang bagaimana ilmunya kita juga tidak memeriksa ketinggian ilmu mereka tetapi yang jelas umat ini tidak pernah kehilangan ulama yang dapat menegakkan kebenaran sampai akhir zaman barakallahu fikum wallahuam bawab nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukranzah Khair atas jaoban Ustaz demikian dan selanjutnya kami berikan kesempatan kembali di Lin telepon silakan mungkin sudah ada yang terhubung halo halo Nam Asalamualaikum Bapak dengan siapa Di mana Waalaikumsalam ini dari hamba Allah dari Sumatera Barat ini Pak silakan Bapak ini saya menanya tentang ilmu kalam ini Pak n jadi ilmu kalam ini ilmu contohnya yang ada di masyarakat sekarang ini kayak mana itu Pak yang ilmu kalam itu he supaya kita bisa terhindar ya dari kesesatan ilm sup kita terhindar dari yang ilmu-ilmu yang ilmu kalam ini Pak saya enggak tahu enggak enggak ngerti sayaang apa ilmu kalam Apa contoh apa pintunya di dalam masyarakat kita sekarang ini gitu Pak Baik Oh gitu Pak ustaz Ya baik Iya terima kasih banyak itu aja Pak kalau kalau tema lain boleh ini Pak ustaz Iya sebelakkan coba dicoba tentang salat Jumat ini Pak heeh jadi di tempat saya ini salat Jumatnya pakai bahasa Arab itu khotbahnya he tidak ada bahasa Indonesianya gak ada bahasa Indonesianya Bagaimana itu Pak baik cukup ya Jadi yang dibacanya ituitu aja terus hari ini Jumat ini itu juga Jumat besok itu itu aja terus dibaca tapi tapi sebelumnya ada ceramah ya Pak Enggak ada oh sebelum Tapi sebelum Jumatnya sebelum acara acara acara ee khotbah Jumatnya ada ada ceramahnya seperti itu ada sebelum acara khotbah Jumat setelah azan kemudiannya bahasa Arab kemudian baru katibnya naik mimbar kemudian baru gitu ya baikbaik i terima kasih banyak bapak yang berada di Sumatera Barat jazakah kir Barakallah Fik Iya Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Nam silakan Ustaz eh bentuk ilmu kalam tah masyarakat ini karena kalau dipelajari secara ilmu ada di di perguruan tinggi atau di pondok-pondok pesantren itu kita belajar ya dulu-dulu Ada istilahnya ilmu Mantik itu ee berdasar itu landasan dari pembukaan untuk belajar ilmu kalam kemudian ilmu kalam ini berbentuknya dalambentuk pembahasan ilmu akidah dan itu orang-orang menyampaikan ilmu kalam itu ada di dalam pembahasan-pembahasan mereka ketika menafsirkan ayat-ayat yang berkenaan dengan ayat sifat-sifat Allah subhanahu wa taala maka mereka akan mentakwil kata kata ehanya arahmahawa Allah beristiwa di atas Aras mereka akan mengatakan kan nanti penafsirannya adalah alistila Allah menguasai arasy Bukan beristiwa tapi istila danah mereka tafsirkan demikian dan Imam albaihaqi dalam kitab beliau altikad beliau menjelaskan ya yang pertama mentakwil kata-kata istiwa dengan istilah itu adalah orang-orang muktazilah ya kata Imam albaihaqi Jadi mereka mempraktikkan itu dalam bentuk ilmu penafsiran ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat Allah subhanahu wa taala atau juga berkenaan dengan ilmu makrifatillah Bagaimana mengenal Allah jadi di antara praktik-praktik ilmunya ada di sebagian perguruan tinggi itu adalah ketika mereka belajar ilmu ee kalam ini atau akidah filsafat dalam istilah mereka itu mereka dalam mendoktrin pertama sekali para peserta didiknya untuk menanggalkan keimanan mereka seakan-akan kalian sekarang mencari kebenaran mencari Tuhan maka mereka akan mencoba mogikakan dalil-dalil tentang adanya wujud Tuhan Nah itu bentuk-bentuk ilmu kalam dalam proses-proses mereka dan ilmu kalam juga terdapat dalam ilmu-ilmu tasawuf seperti makrifatullah mereka akan mengenal dulu nanti asal muasal kejadian makhluk Jadi mereka akan menyeukkan asal ada Ain kraaji Ain macam-macam dia istilahnya saya sudah lupa ya karena pernah saya sempat juga mendengar-dengar pembahasan itu ya mereka mengatakan asal dari makhluk ini ada empat angin air api ya ya mereka tafsirkan demikian ya Ee tanah ya itu mereka tafsirkan nanti maka mereka sampai nanti dalam pembahasan mereka e wujud yang pertama itu adalah nur Muhammad lalu mereka akan membahas nanti dalam istilah mereka itu ee cari-carian antara Tuhan dengan Muhammad jadi bagi-bagi yang di kampung-kampung bisa mendengar cerita-cerita ini dari guru-guru biasanya ya lalu ketika Allah ee Muhammad mengaku Tuhan Allah juga mengaku Tuhan ini cerita anyya mereka begitu kan Lalu ltinya Allah masuk ke dalam diri Muhammad lalu Muhammad tidak dapat mencari Tuhan di situlah Muhammad mengakui bahwa dirinya bukanlah Tuhan nah gitu Tuh itu banyak persoses-proses itu nanti dalam ilmu-ilmu ee makrifatullah yang mereka gunakan itu secara umumnya ya kalau di DII dalam pengkajian ilmiahnya nanti bisa dari mulai dari ilmu mantiknya di mereka pakai ya wujud itu ada yang mungkin ada yang mustahil ada yang wajib Nah itu mereka pahas di s itu nanti dari Hawan natik dari pemula-pemula itu ada mereka gunakan istilah-istilah itu lalu digiring nanti ee kaidah-kaidah itu dalam menafsirkan ee apa namanya ayat-ayat berkenaan dengan Ketuhanan ayat-ayat uluhiyah rububiyah dan ayat asma sifat baik Adapun masalah salat eh secara salat fatwa Syekh Muhammadin ja seorang berkhotbah sementara masyarakatnya tidak memahami tidak bahasanya tidak demikian salatnya tetap sah ya disahkan oleh Beliau tetapi memang faedah dan tujuan dari khotbah tadi tidak tercapai itu yang pertama kalau kita lihat khotbahnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu berbeda-beda dari Jumat ke jumat yang lain bukan ituit saja Kemudian yang terpenting di antara alasan mereka memakai khutbah bahasa Arab adalah karena Rasulullah khotbahnya berbahasa Arab betul khutbah Rasulullah berbahasa Arab karena beliau berdakwah di tengah kaumnya berbahasa Arab ya makanya ulama-ulama membahas dengan hal itu apa yang boleh dalam tidak boleh dalam berbahasa kaumnya atau yang wajib dalam berbahasa Arab di antara ulama menyebutkan adalah pembacaan ayat tetap menggunakan bahasa Arab diterjemahkan ketika berkhutbah jadi sebaiknya memang tidak demikian Supaya umat mendapatkan penjelasan agama setiap hari Jumat ya hukum-hukum karena rasulull su Alaihi Wasallam ketika berkhutbah Jumat menjelaskan hukum-hukum berkenaan baik yang iktikad keyakinan maupun ibadat Muamalat dan seterusnya ya tidak satu saja dan inilah sel sebab itu suatu kekeliruan bila khotbah itu satu saja semenjak sekian tahun puluhan tahun yang yang lalu sampai hari ini satu itu aja diulang-ulang kalau ada orang yang paham berbahasa Arab tentu sudah mengatakan ya Bahkan ustaz-ustaz banyak yang paham bahasa Arab kalau hadis dan khotbah itu mengatakan khotbah kok ini ini saja ya Nah tentu Perlu diperbaiki dan perlu mungkin diajak berembuk didiskusikan hal tersebut Apakah inti dari khutbah itu bahasa Arabnya bahasanya yang penting atau kandungannya atau nasihatnya ya maka inti dari khutbah itu adalah nasihat yang terkandung dalam khutbah bukan bahasa Arab yang perlu dicontoh kalau begitu karena rasulah berbahasa Arab kalau begitu kita juga bar harus berbahasa Arab demikian karena salat betul wajib tidak boleh dirubah dengan bahasa Indonesia tapi kalau khutbah itu berbeda ya Dengan apa Dengan salat tentunya ya ini di antaranya hal-hal yang dijelaskan tapi dibahas oleh para ulama fuqaha Bah di antara negatifnya di situ adalah umat tidak mendapatkan pencaraan ajaran islam kemudan khotbahnya itu itu saja sejak selama Ya tentu hal ini perlu Perlu diperbaiki dan perlu dipahami oleh para ee tuanku ya para tokoh agama agar ee momen khutbah jumat itu adalah momen untuk menjelaskan hukum-hukum Islam ya pemahaman Islam wallahuam bawab nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak seurzel khir atas jawaban Ustaz demikian untuk bapak yang berada di Sumatera Barat dan selanjutnya kami ajukan kembali pertanyaan di layanan pesan Whatsapp Ustaz ada dua pertanyaan Senada di antaranya ya dari bapak tidak sebutkan namanya dan penanya yang lainnya Nam ya Ustaz ee Bagaimana mengenai ee guru dari syaikhul Islam Ibnu Taimiyah karena ada yang menuduhkan Kepada beliau bahwa beliau tidak mempilih guru dan bagaimana pula beliau beragama ee mengenai masalah mazhab Ustaz Apakah ee di masa Beliau juga ee tersebar ee pembahasan atau permasalahan mengenai mazhab yang pada saat ini ee sedang booming Ustaz mengenai permasalahan mazhab baik sia orang yang tidak cukup membaca biografi beliau ribuan ya guru-guru beliau banyak sekali guru-guru beliau tidak terhitung banyaknya bahkan Ibnu Katsir menyebutkan dalam ee Ibnu Rajab juga menyebutkan dalam tabaqat hanabillah ya lihatnya kitab-kitabang kitab tabaqat hanabillah bahwa Imam Ibnu Taimiyah Muhamad Ibnu Taimiyah ini adalah bermazhab Hambali bukan beliau anti maazhab bel berab Hali Apa makna bermazhab Ustaz Apa dimaksud bermazhab yang dimaduk oleh para ulama bermadab itu adalah yaitu tqatul istimbat di dalam menentukan hukum ya istimbatul hukum dari dalil-dalil yang umum makanya tidak semua ulama mazhab itu berbeda setiap bidang tidak hanya dalam ijtihad istimbat hukum-hukum furuiah hukum-hukum cabang ya bukan asal maka tidak ada ulama mazhab berbeda pendapat tentang rakaat salat subuh rakaat salat zur Enggak cuma mereka bereda nanti di bagian-bagian persoalan-persoalan yang lebih rinci yang di situ dalilnya umum dan tidak terdapat dalil yang terlalu konteks dalam pembahasannya jadi tikatul istimbad dan maka contoh dalam ilmu usul fikih itu kalau mazhab Imam Ahmad beliau mendulukan yaitu lebih memilih hadis daif jika tidak ada dalil maka beliau lebih memilih hadis daif umpamanya atau Imam Malik umpamanya lebih mendahulukan setelah al-qur’an dan Sunah adalah amal ah Madinah yaitu tentang bagaimana pendapat ulama dan amalan ahl Madinah Kenapa karena mereka adalah orang yang langsung melihat Rasul S alai wasallam secara turunmenurun dari sahabat tabiin dan seterusnya nah dan EE ada lagi ee Imam Syafi’i berbeda pula ya ya maka itu di antaranya antara akwal sahabi mereka menululkan pem al-qur’an sunah akwal sahabi nah terketika awal sahabi mereka sepakat menendululukan ijma sahabat kemudian kalau sahabat berbeda pendapat mana yang didahulukan nah ini yang didahulu yang berbeda-beda para ulama tadi ada memilih lebih hadis dif seperti Imam Ahmad sebelama difnya yang Jabir daifnya tidak terlalu tidak hadis maudu Ya beda ya kemudian ee Imam ee Imam ee ya Ee Malikiah Imam Malik lebih mendahulukan ammal Al ini contoh-contoh bagaimana istimbat dari hukum ya ulama tidak ada yang mencela memiliki mazhab tertentu yang diingkari nah perlu dipahami perbedaan pendapat Bukan masalah bermazhab bukan masalah bermazhabnya masalah yang diingkari adalah fanatik mazhab beda antara bermazhab dengan fanatik mazhab fanatik mazhab tidak ada seorang ulama yang yang merekomendasikan Bahkan para ulama mazhab sendiri Imam Syafi’i Imam ahmadamanya atau Imam Malik Im sepakat semua mereka itu adalah mereka mengatakan jika kalian mendapati pendapatku menyisi sunah rasul wasallam maka ambil sunah rasul wasallam bahkan Imam Syafi’i sajai ya kalau kalian mendapati satu perkataan pendapatku menyelisi sunah rasul hadis yang sahih lemparkan pendapat ke belakang itu pendapatnya Imam Syafi’i tidak ada seorang pun ulama dari mazhab itu mengatakan kalau kamu tidak megegang mazhabku kamu sesat kamu keluar dari K ahah Semua mazhab yang empat ini sepakat itulah mazhab ahlus sunah baik dia bermazhab Hanafi bermazhab Maliki Mazhab Syafi’i ataupun e Hambali itu mazhab ahlusunah semuanya jadi perlu dibedakan perbeda yang dikomentari yang dipermasalahkan F mazhab taas buta fanatik buta itu yang engak boleh bermazhab tidak bermasalah kalau ibnuah sendiri bermazhab mazhab Hambali Muhammad Wahab juga bermazhab mazhab Hambali juga dari dulu para ulama-ulama kita setelah imam yang empat itu ya Mereka banyak memiliki mazhab walaupun sebagai mereka ada mazhabnya mazhab Alul had namanya ya tetapi secara umum kaum muslimin secara Imam mazhab dengan salah satu mazhab tersebut nah yang jadi yang jadi permasalah adalah adanya orang memahami kalau kamu bermazhab Hambali tidak boleh mengambil pendapat ulama-ulama syafi’iah Kalau kamu bermazhab syafi’iah tidak boleh mengambil pendapat-pendapat malikiyah nah ini dari mananya hal itu karena semua Alama ini wajib kita muliakan kita ambil pendapatnya yang lebih kuat sesuai dengan dalil-dalil maka tugas kita dalam belajar para ulama itu adalah meneliti pendapat-pendapat ulama pendapat a ini apa hu huah dalilnya mana pendapatnya lebih kuat karena sasing mereka berbeda-beda kekuatan hujah dan Dalil mereka Dar di situlah poinnya menuntut ilmu ya maka ulama ya memilihkan sesuai kapasitas ilmu mereka mana pendapat yang lebih kuat itu yang wajib kita ambil ya Jangan karena saya bermazhab Syafi’i saya hanya terima Mazhab Syafi’i saja siapa mengatakan demikian yang diharamkan adalah talfik ah talfik mazhab beda lagi itu talfik mazhab itu adalah mencari pendapat-pendapat yang gampang-gampang seap mazhab itu beda ya antara kalau memilih pendapat antar mazhab memilih pendapat yang kuat yang lebih berdalil itu enggak masalah yang dicela adalah talfik itu adalah memilih pendapatpendapat yang ringan-ringan itu yang enggak boleh contoh dalam pernikahan Imam Abu Hanifah tidak mensyaratkan atau apa namanya eh saksi umpamanya atau walimah tidak tidak mewajibkan lima tuh ada pendapat puk tidak meajibkan lima atau tidak mewajibkan Sasi tapi salah satu mereka mewajibkan yang mewajibkan lima mereka tidak mengharuskan saksi mewajibkan saksi mereka tidak mewajibkan walimah tapi jangan diambil Oh ini pendapat ini tidak mengharuskan Wali l diambil pendapatnya tapi ada pendapat ini juga tidak mengharuskan walimah lalu diambil juga pendapatnya jadi tidak saksi tidak Wali tidak walimah Anda bukan begitu ya tetapi ya itu dicelah itu sepakat para ulama makanya Ibrahim ataimi dan juga ee ulama yang lain menyebutkan Barang siapa yang mengikuti pendapat-pendapat yang gampang-gampang yang mudah-mudah saja jadi orang zindik dia orang yang tujuannya dalam mencari mazhab-mazhab pendapat-pendapat yang ringan yang mudah-mudah sungguh dia telah mengumpulkan semua keburukan nah itu yang dicel jadi harusahami bermhab tidak ada ulama yang mencel yang dielal masuk dan tidak mengapa mengambil apa namanya pendapat ulama mazhab lain walau kita bermazhab tertentu dalam stimbat hukum tidak masalah ya yang diharamkan adalah talfik mazhab Apa maksud talfik mazhab adalah mengambil pendapat-pendapat yang ringan-ringan yang mudah-mudah yang gampang-gampang bukan berdasarkan dalil tapi karena kegampangannya wallahuam baawab Iya n baik alhamdulillah Terima kasih banyak atas jawaban oleh Ustaz selanjutnya mungkin satu pertanyaan terakhir kami berikan kesempatan di Lal telofon mungkin bagi Anda yang ingin mencoba ee bertanya di 021 silakan kami tunggu ya di 021 823 6543 Nam silakan ya belum ada yang terkoneksi Ustaz n eh ya Mungkin pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir Ustaz karena pertanyaan yang masuk Eh kebanyakan masalah fikih yang mungkin nanti bisa ditanyakan di sesi yang lainnya Ya mungkin ada iktitam Ustaz untuk para pemerhati ronja sekalian sebagai penutup e di kesempatan ee kajian pagi menjelang siang ini nah silakan Ustaz Alhamdulillah Terima kasih para pemisa dan pendengar semua kita sudah sampai pada akhir waktu yang tersedia untuk kajian kita pagi ini kembali seesai Sean singkat pesan singkat kita adalah kembali kita jangan melupakan di hari yang penuh berkah ini untuk bermunajat dan memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah secepatnya membebaskan saudara-saudara kita dizalimin di Palestina dan memberikan solusi yang terbaik bagi mereka dan Allah mengembalikan mereka ke dalam kondisi aman tentram menjaga mereka dan jangan pernah kita berhenti untuk memberikan pertolongan suai kemampuan kita yang mampu dengan harta berikan dengan harta di doa dengan doa dan kepada para para pemimpin kaum muslimin kita memohon Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kekuatan mereka untuk menjadikan solusi terbaik bagi saudara-saudara kita di sana demikian Terima kasih mohon maaf atas segala kekurangan wahhak wasalamikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhucapkan sekali lagi Ust jaak atas waktu yang telah diluangkan ilmu yang telah disampaikan untuk kita semua dari pembahasan faedah-faedah Sejarah Islam lanjutan masih dalam pembahasan e sanggahan atau pembelaan ee tuduhan yang dituduhkan kepada syaikhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala Semoga kita semakin kenal dengan beliau ulama besar kita syaikhul Islam ya beliau dijuluki sebagai syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di masanya dan hingga sekarang dan mudah-mudahan kita bisa mengambil ilmu dan faedah-faedah dari karya-karya beliau demikian kami diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Leave a Reply