Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube


Rabu, 1 Jumadal Akhir 1445 H / 14 Desember 2023 M

3.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menebar cahaya sunaham Para pendengar dan pemirsa Roja TV di Manap pun anda berada Insyaallah kami akan hadirkan ke layar kaca [Musik] Anda jaakumullahir bagi anda para pemirsa Roja TV yangar lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ini secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ikhwat Al Islam Azani Allahu ayakum alhamdulillahbilaminamdib MUI wasatu wasalamil mursalin waa alihi wa asihi ajmain wabiahum biihsan yaumilqiamah Amma Badu ikhwat Islam allahakum para pemerhati rja para pendengar rja di mana pun Antum berada di kesempatan pagi hari ini yang Semoga Allah memberikan kepada kita semuanya keberkahan di pagi hari ini Insyaallah allahum amin Insyaallah islamuakum pada kesempatan hari ini kembali akan kami hadirkan satu kajian ilmiah dalam pembahasan Kitab fawaidul Fawaid buah karya dari syikul Islam Abu Abdillah Muhammad bin Abi bakrin Ibnu qayim aljziah rullahu taala dan sebagaimana biasanya Islam allahakum kaji akan disampaikan dan dipaparkan secara mendalam bersama guru kita alustfad abdullahl taala dan alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di studio Roja Kendari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah yang akan kita simak Bersama ini kami informasikan kepada Antum semuanya bagi Antum yang ingin bertanya setelah materi disampaikan oleh Beliau bisa bertanya secara langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan melalu chat wa di 0819896543 satu kajian pembahasan yang sangat menarik yang tentun tidak akan kita lewatkan dan kita akan simak bersama di kesempatan pagi hari ini untuk itu kepada Ustaz kami persilakan Barakallah fikum alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamd ahaillallah wahdahuarikalah waadu Anna muhammadan abduhuul allahiallim Wik na Muhammadin wa ali Wai Alhamdulillah musliminhw ak fidin rahimakumullah kaum muslimin ikhwat Al Islam para pemerhati para pemeriksa dan pendengar setia roak TV dan radio Roja di mana pun Antum berada Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya di kesempatan kali ini kita mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala yang senantiasa memudahkan kebaikan bagi kita semua dan dan termasuk di antaranya kebaikan besar yang Allah mudahkan bagi kita adalah kemudahan untuk mengadakan kembali majelis ilmu secara online di pagi menjelang siang hari ini di dalam pembahasan lanjutan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab alfawaid karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayim jazi rahimahullahu taala kita masih melanjutkan pembahasan di pertemuan yang lalu tentang sebuah doa yang agung yang diajar oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam sebuah hadis yang sahih doa untuk menghilangkan kesedihan kegundahan dan kegelisahan dan ini termasuk doa yang sangat Agung kandungannya yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dimulai dengan memuji Allah subhanahu wa taala merendahkan diri ya dan mengakui penghambaan diri kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata tidak ada sekutu baginya di pertemuan kita yang lalu terakhir kita membahas tentang makna Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di awal-awal doa ini Madin Fiya hukmuka adlun Fiya qadauka berlaku dan berlangsung pada diriku hukum-hukummu ya Allah dan selalu adil pada diriku ketentuan takdir yang engkau Tentukan bagiku Nah maka semua yang Allah subhanahu wa taala takdirkan bagi hambanya itu adalah dengan keadilannya karena Allah subhanahu wa taala memiliki sifat adil yakni Dia berbuat menempatkan segala sesatu selalu tepat pada tempatnya karena Allah subhanahu wa taala memiliki hikmah yang sempurna di anara namanya Yang Maha indah adalah alhakim yaitu lalu menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya bab di sini Imam Ibnu qayyim rahimullah taala di sela-sela pembahasan ini beliau ingin mengingatkan tentang keagungan dan kemuliaan kebenaran akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam memahami takdir Allah subhanahu wa taala dalam mengkompromikan hal-hal yang ditunjukkan di dalam dalil-dalil yang sahih dari ayatayat Alqur’an maupun hadis-hadis yang dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam makanya akan dibawakan di sini beberapa pernyataan dari kelompok-kelompok yang menyimpang dari akidah ahlusunah Wal Jamaah ketika mereka membahas tentang alqadar takdir Allah subhanahu wa taala kita baca keterangan Ibnu qayim rahimahullah taala dalam kitab ini Beliau berkata aiir kalau ada yang bertanya perbuatan maksiat menurut kalian ahlusunah Wal Jamaah kan terjadi dengan takdir dan ketentuan Allah maka Bagaimana segi atau sudut pandang keadilan dan dalam masalah ketentuan Allah menakdirkan terjadinya perbuat perbuatan maksiat ini ya karena sesungguhnya keadilan dalam hal Allah subhanahu wa taala memberikan hukuman atau azab bagi pelaku maksiat ini tidak nampak dari sisi mana keadilannya kita ketahui ahlusunah Wal Jamaah menetapkan segala sesuatu yang terjadi termasuk perbuatan hamba mengamalkan ketaatan atau tidak Itu semua dengan takdir Allah subhanahu wa taala dengan kehendaknya Allah subhanahu wa taala berfirmanillahirimumam bagi siapa saja di anara kamu yang ingin istiamah menempuh jalan yang lurus dan tidaklah kamu menghendaki sesuatu kecuali sesuai dengan kehendak Allah subhanahu wa taala dan banyak dalil-dalil yang menyebutkan masalah ini termasuk apa yang diperbuat oleh hamba cuman kita yakini di sini bahwa Allah subhanahu wa taala ketika menakdirkan segala sesuatu Allah subhanahu wa taala telah menjelaskan kepada manusia dengan lengkap tentang sebab-sebab yang akan membawa kepada rahmat dan karuni perbuatan-perbuatan baik yang akan mengantarkan manusia kepada surga kepada takdir yang baik sebagaimana Allah Jelaskan juga sebiknya keburukan-keburukan dan larangan melakukan perbuatan maksiat karena itu merupakan jalan yang akan membawa kepada kebinasaan makanya Allah subhanahu wa taala menurunkan kitab-kitab suci yang menjelaskan semua ini dan mengutus para rasul Alaihi salatu Wasalam sehingga tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk berdalil dengan takdir Allah karena Allah telah Jelaskan semua dan takdir tidak ketahui satu kecuali setelah setelah terjadinya bab kah maka dijawab pertanyaan seperti ini pertanyaan ini ya ada nilainya ya Ini pertanyaan yang ada nilainya yang Oleh karena itu ya Ada kelompok yaitu orang-orang jabriah yang menyangka bahwasanya keadilan itu semua ada pada apa yang Allah takdirkan sedangkan kezaliman ini mustahil ada pada zatnya mereka berkata karena kezaliman itu adalahu mulkil ya berbuat pada sesuatu yang bukan miliknya yang merupakan milik orang lain sedangkan Allah subhanahu wa taala miliknyaalah segala sesuatu maka tidak ada satupun perbuatan Allah pada makhlukNya kecuali keadilan ya ini mereka-mereka adalah orang-orang yang menganggap bahwa perbuatan maksiat yang dilakukan oleh hamba ini juga menurut mereka berarti keadilan dan kebaikan tidak boleh dicela ya karena ini adalah dengan perbuatan Allah Padahal kita tahu Allah subhanahu wa taala membedakan antara sesuatu yang Allah subhanahu wa taala kehendaki dengan kehendaknya yang bersifat kauniah berarti ini kehendak yang berlaku untuk semua makhluk ada yang Allah benci Allah ada yang Allah cintai sedangkan kehendak Allah yang berupa kehendak Syariah Syah maka inilah hal-hal yang Allah cintai ada yang Allah Terangkan seperti tauhid amal-amal ketaatan bertobat kepada Allah mengamalkan ketaatan selalu Melakukan kebaikan ini Allah cintai dan ada hal-hal yang Allah benci yang Allah beritakan di dalam syariatnya seperti berbuat kafir berbuat kefasikan kemunafikan kezaliman berbuat maksiat apalagi perbuatanirik dan seterusnya inialah hal-hal yang Allah benci jadi seperti perkataan mereka ini akan menggugurkan syariat akan menganggap semua sama antara perbuatan taat dan maksiat semuanya adalah keadilan ini jelas tidak benar ini jelas tidak sesuai dengan apa yang Allah subhanahu wa taala beritakan dalam agamanya sehingga pemahaman ini pemahaman yang tersesat ada juga yang berkata kelompok lain yang mereka iniompok mereka punya versi lain lagi ya mereka mengatakan bahkan yang namanya adil itu ya Allah tidak mengazab segala sesuatu yang telah Allah takdirkan dan tentukan yakni orang berbuat maksiat tidak boleh diazab orang yang melakukan kekufuran orang yang melakukan kefasikan tidak ada azabnya ya itulah adil katanya waq maka ketika dikatakan bahwasanya pantas ditimpakan azab orang yang melakukan perbuatan dosa ditimpakan hukuman dari Allah atas perbuatan dosa maka dengan ini diketahui bahwasanya dosa itu terjadi bukan dengan takdir dan ketentuan Allah ini mereka yang mengingkari takdir Allah mereka yang mengatakan perbuatan yang dilakukan oleh manusia bukan dengan takdir Allah ya fakunul adlu jazauhu alanbi bilubati Wami bilubati Wami imma Fid Dunya wa imma fil akhirah maka berarti Keadilan adalah ketika Allah subhanahu wa taala membalas perbuatan dosa dengan hukuman atau siksaan dan celaan di dunia atau di akhirat tapi mereka mengatakan berarti perbuatan dosa yang dilakukan oleh hamba bukan dengan takdir dan ketentuan Allah ini jelas pemahaman yang sangat rusak ya berarti dia mengatakan di alam semesta ini ada yang terjadi tanpa kehendak Allah subhanahu wa taala tanpa ketentuan takdir dari Allah subhanahu wa taala padahal jelas sekali di hadis-hadis yang sahih bahkan ayat-ayat Alqur’an sub Taf segala sesuatu kami cipt dengan takdir Rasul muslda Allah subhahu wa taa telah menuluskan ketentu takdir semu Maknya sebel dia menciptakan langitlangit dan Bui tahun hadis sahih riwayat Imam muslim Nah jadi ini juga pemahaman yang sangat rusak bahkan ini pemahaman yang kufur karena mengingkari kemahakuasaan Allah subhanahu wa taala menakdirkan segala sesuatu termasuk perbuatan yang dilakukan oleh hambanya tib wasulail jamu bainal Adli waainal Qadar ini permasalahannya mereka-mereka ini tidak mampu memahami dengan benar bagaimana mengkompromikan antara menetapkan keadilan Allah dan menetapkan takdirnya ini akibat dari apa ya jelas ini adalah karena Allah subhanahu wa taala tidak memberi Taufik kepada mereka kemudian sebab terbesarnya adalah karena tidak belajar akidah ahlusunah wal jamaah Kalau belajar akidah yang benar para ulama ahlusunah Wal Jamaah akan menjelaskan bagaimana mengkompromikan hal ini contoh tadi seperti menetapkan iradah syariah dan iradahum dua-duanya Allah miliki ayat Alquran kadang-kadang menyebutkan yang ini kadang-kadang menyebutkan yang itu ya maka jika kita memahami dengan benar tidak akan ada permasalahan tidak akan ada pertentangan dalam hal ini Alhamdulillah jelas masalah-masalah akidah ini telah dijelaskan dengan rinci dan panjang lebar oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah sehingga orang-orang yang mengkaji kitab kita mereka akan memahaminya dengan dengan mudah n sehingga mereka ini menyangka karena mereka tidak bisa mengkompromikan antara Bagaimana menetapkan keadilan Allah dan menetapkan ketentuan takdir Allah atas segala sesuatu sehingga mereka menyangka bahwaang Siapa yang menetapkan takdir Allah berarti tidak mungkinaginya apa ini mengatakan keadilan Allah sebagaimana orang yang mengatakan tentang keadilan Allah tidak mungkin baginya untuk menetapkan takdir Allah subhanahu wa taala atas segala sesuatu padahal ini hanya pemikiran rusak mereka saja ahlunah Wal Jamaah menjelaskan dan menetapkan kedua-duanya tidak ada pertentangan dan Allah subhanahu wa taala mahasa atas segala sesuatu makanya Imam Ahmad bin rahullah taa mengatakan tentang takdir takdir itu adalah sifat Allah alquudrah Maha Kuasa atas segala sesuatu tidak ada yang Allah subhanahu wa taala tidak m lakukan kata para ulamayaahuya lamakun apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi dan apa yang Allah tidak kehendaki maka tidak mungkin akan tidak mungkin akan terjadi ar sebagaimana susah bagi mereka mereka merasa tidak mampu untuk mengkompromikan antara menetapkan tauhid Allah subhanahu wa taala mahaunggal maha esa dalam segala sesuatu dalam semua nama-nama dan sifat-sifatnya dan menetapkan sifatsifat Allah sehingga mereka menyangka tidak mungkin bagi mereka menetapkan tauhid kecuali dengan mengingkari sifat-sifat Allah sehingga jadilah tauhid menurut mereka adalah menolak sifat-sifat Allah sedangkan keadilan bagi mereka adalah mengingkari takdir ahlusunah Wal Jamaah kaidahnya jelas dalam masalah ini ya mensucikan Allah tanpa menolak sifat-sifat Allah dan menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk selesai sudah permasalahan Alhamdulillah yabatun bilailanun bilatil menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan dengan makhluk dan mensucikan Allah subhanahu wa taala dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya Allah subhanahu wa taala yang menetapkan sendiri dalam Alquran di dalam beberapa ayat Alquran diantaranya firman Allah subhanahu wa taala di ayat yang kita kenal Allah subhanahu wa taala tidak ada satuun yang serupa dengannya tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat jadi Allah menetapkan bahwa dia punya sifat-sifat kesempurnaan tapi sifat-sifatnya tidak sama dengan makhluk karena sifat-sifat makhluk pasti penuh dengan kekurangan terbatas dan lemah sesuai dengan kelemahan makhluk Adapun Allah subhanahu wa taala sifat-sifatnya pasti Maha Tinggi Maha Mulia Maha Sempurna maha besar dan Maha Agung sesuai dengan kemahatinggian kemahabesaran dan kemaha agungan Allah subhanahu wa taala Nah jadi mereka menyangka kalau menetapkan sifat berarti kita menetapkan Allah subhanahu wa taala itu lebih dari satu ini jelas keliru Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan di antara sifatnya adalah al-ahadiyah karena Allah subhanahu wa taala adalah al-ahad maha esa Maha tunggal Adapun sifat-sifat kesempurnaan semakin banyak justru semakin menunjukkan kesempurnaan zat Allah subhanahu wa taala yang maha esa ya kata para ulama kalau manusia saja kita menetapkan dengan sifat yang lebih dari satu tidak menunjukkan orang itu lebih dari satu kalau kita katakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah seorang rasul assadiq yang jujur alamin yang terpercaya yang amanah beliau adalah ala khulinim memiliki Akhlak Yang Mulia syja pemberani kemudian paling lembut akhlaknya Bil Mukmin rfurahim terhadap orang-orang yang beriman penyantun dan penyayang sifat-sifat yang banyak ini apakah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam lebih dari satu tidak semakin banyak sifat pujian justru semakin menunjukkan keutamaan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam ini bisa berlaku pada makhluk apalagi Allah subhanahu wa taala yang memiliki sifat-sifat ketinggian dan kemuliaan dialah yang berfirman tentang dirinyaahul dan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang Maha yang Maha Tinggi nahb kata beliau selanjutnya ahlus sunah Adapun keyakinan akidah ahlus sunah dalam hal ini inilah keyakinan yang benar yang tidak mempertentangkan penjelasan yang disebutkan di dalam ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada sikap ekstrem atau sikap berlebih-lebihan atau sikap meremehkan yang ada akidah ahlusunah Wal Jamaah selalu di tengah-tengah selalu bersifat moderat ya mengkompromikan dan menetapkan sesuai dengan penetapan Allah subhanahu wa taala dan rasulnya apalagi yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala ya Imam Ahmad bin hal rahimahullah taala mengatakan La yusahu illa Bima wasofa bihi nafsahu W wasofahu bihi rasulu Sallallahu Alaihi Wasallam had tidak boleh kita mensifati Allah kecuali dengan sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya sendiri dan juga yang ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak tak boleh kita melewati Alquran dan Sunah kita tetapkan apa adanya tapi kita yakini sifat-sifat ini tidak sama dengan sifat yang ada pada makhluk oleh karena itulah syikhul Islam ibnuimiah rahimahullah taala dalam kitab alqidatul wasah sewaktu menyebutkan kaidah dalam menetapkan sifat-sifat Allah selalu kita menafikan empat perkara ketika ada sifat yang Allah sebutkan bagi dirinya dalam ayat-ayat Alquran atau disebutkan oleh Rasulullah su wasallam dalam had-hadis yang sahih maka wajib kita menetapkan bagi Allah tapi dengan menafikan empat perkara pertama apa Bila tamsil tanpa menyerupakannya dengan makhluk karena sifat makhluk sesuai dengan kelemahan dan kekurangan makhluk Adapun sifat-sifat Allah subhanahu wa taala sesuai dengan kemahatinggian dan kemahaagungan kemahabesaran Allah subhanahu wa taala yang kedua bila takyif tidak boleh kita membagaimanakan karena ini tidak pernah dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak pernah ditanyakan oleh para sahabat kita wajib menetapkan sesuai dengan maknanya yang ditunjukkan dalam bahasa Arab Adapun keadaan yang sebenarnya Cuma Allah yang mengetahuinya maka tidak perlu kita membahas atau menanyakannya yang ketiga wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya seperti orang yang mengartikan istiwa diartikan istaula menguasai Arsy ini jelas batil tidak dibenarkan di dalam bahasa Arab lagi pula akan mengandung kelaziman-kelaziman konsekuensi-konsekuensi yang rusak Allah subhanahu wa taala istawa Alal Arsy yang ini disebutkan di dalam banyak ayat al-qur’an istiwa maknanya kata para ulama Salaf ya sebagaimana yang dinukil di antaranya imam azzahabi yang ini disepakati oleh para ulama ahlusunah wal jamaah dari kalangan sahabat tabiin dan seterusnya istiwa artinya adalah alulu Wal irtifa Allah Maha tinggi di atas arsynya sesuai dengan keagungan dan kebesarannya jadi Arsy adalah makhluk Allah yang paling tinggi yang paling besar dan Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi dan maha besar di atas arusnya baik yang keempat wala tatil tanpa kita menolak sifat tersebut kita harus pertama tidak boleh menyelewengkan kandungan maknanya sesuai yang diterangkan oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah sesuai dengan kandungan makna yang ditunjukkan di dalam bahasa Arab kemudian yang keempat tidak boleh kita menolak sifat-sifat yang ditetapkan di dalam Alquran dan had-hadis yang sahih tersebut n Adapun ahl sunah kata beliau maka mereka menetapkan kedua hal tersebut ya kezaliman menurut istilah ahlusunah wal jamaah yang merupakan lawan dari keadilan menurut ahlusunah Wal Jamaah zalim itu artinya adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya dan ini tidak mungkin Allah subhanahu wa taala lakukan demikian Kenapa Allah punya nama al-hakim memiliki hukum dan hikmah yang sempurna dengan hikmahnya berarti Allah selalu menempatkan semua pada tempatnya ketika Allah menakdirkan orang melakukan perbuatan maksiat itu dengan keadilan dan hikmahnya dan tentu Allah subhanahu wa taala maha mengetahui bahwa hamba ini memang pantasnya seperti itu ya ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an tentang peristiwa sewaktu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendakwahi pamannya Abu Thalib yang kita tahu pamannya ini sangat mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan mengakui kemuliaan akhlak beliau tapi ketika menjelang meninggal dunia diajak mengucapkan kalimat Lailahaillallah ternyata dia enggan ketika itu turun firman Allah subhanahu wa taala iniamannya ini enggak tetap dalam kekafirannya turun firman Allah subhanahu wa taala inakah ahakahah W Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah tidak bisa memberikan Hidayah kepada orang yang kamu inginkan tapi Allah dialah yang memberikan Hidayah kepada siapa yang dikehendaki dan dia lebih tahu tentang Siapa Yang Pantas mendapatkan hidayah tersebut jadi Allah maha tahu ini yang pantas ini yang tidak pantas karena dia memiliki ilmu yang sempurna tidak seperti manusia yang tidak mengetahui hal ini makanya hikmah Allah kadang-kadang kita ketahui kadang-kadang tidak tapi kita Yakin Allah selalu menempatkan semua perbuatannya selalu dengan hikmah yang sempurna Yaitu selalu ditempatkan sesuai dengan tempat yang pantas baginya nah contoh misalnya kezaliman meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya misalnya Allah mengazab orang yang selalu taat dan tidak pernah berbuat dosa ini tidak benar tidak mungkin Allah lakukan Allah subhanahu wa taala dalam hadissi berfirman yaiway imamk had wahai hamba-hambu Sesungguhnya aku mengharamkanag diriku dan aku im itu haram bagi kalian maka janganlah kalian saling menzalimi Maksudnya apa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu Seandainya dia ingin mengazab semua makhlukNya Allah Maha mampu Siapa yang bisa mencegahnya tapi Allah menjadikan kezaliman ini haram bagi dirinya maka Allah tidak mungkin menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya karena sempurnanya sifat-sifat Allah maka perbuatan Allah tidak perlu ditanyakan karena tidak mungkin ada yang salah tidak mungkin ada yang tidak pada tempatnya Allah subhanahu wa taala berfirman lausalumaalu wahum yusalun Allah tidak ditanyakan tentang perbuatannya sedangkan mereka manusia merekalah yang ditanyakan tentang perbuatannya Karena manusia sifat-sifatnya tidak sempurna nah w q naahallahu nafsahu Anhu fiiri maudin Min kitabihi perkara ini ya yakni mengazab orang yang taat yang tidak punya dosa Allah sucikan dari dirinya dalam beberapa ayat dalam Alquran dan Allah sama sekali tidak menghendaki berbuat zalim bagi semua makhluk di alam semesta tidak ada wahua subhanahuqu ya maka Allah subhanahu wa taala meskipun dia menyesatkan Siapa yang dikehendakinya dan menakdirkan terjadinya perbuatan maksiat dan kezaliman bagi orang yang dikehendakinya ini semua adalah murni karena keadilan dalam hal ini karena Allah subhanahu wa taala meletakkan kesatan tersebut atau orang-orang yang Allah berpaling darinya di tempatnya yang sesuai dengan tempatnya yang tepat tersebut ya Kenapa kita yakin ini Adil karena Allah memang Maha Adil Kita yakin tidak ada kekurangan pada sifat-sifatnya kalau manusia meletakkan sesuatu bisa jadi tidak adil dia itu pun ya kalau seorang manusia yang melakukannya adalah Misalnya seorang yang ahli ada seorang yang ahli memutuskan sesuatu kita sebagai manusia kita anggap dia ahli maka meskipun kadang-kadang kita tidak paham kita terima contoh saya SEC sederhana kalau kita pergi berobat kepada seorang dokter yang ahli direkomendasikan obat tertentu Kita mungkin tidak paham obat tersebut Tapi karena dokter Kita percaya kita terima kita bayar bahkan dengan harga yang mahal ya padahal kita tahu namanya dokter manusia biasa bisa salah ini kenapa kita bisa terima penetapan seperti ini Padahal kita belum memahaminya dengan dengan jelas karena keterbatasan ilmu kita sementara untuk Allah subhanahu wa taala yang tidak mungkin ada salah dalam sifat-sifat keadilan dalam hikmahnya kemudian kita pertanyakan jelas ini tidak pantas ya untuk urusan manusia saja karena kita katakan Dia ahli orang yang membidangi hal tersebut kita gampang menerima tapi untuk Allah subhanahu wa taala justru kita memprotesnya ini jelas merupakan tipu daya setan naubillahalik bagaimana lagi jika Dik ya bagaimana bagaimana tidak Ini semua adalah keadilan Allah padahal termasuk nama-nama Allah yang Maha indah adalah aladlu sebagian dari para ulama memang menetapkan aladlu termasuk nama Allah Contohnya seperti yang diterangkan oleh Imam Abu Abdillah alqurtubi dia mengambil dalil dengan firman Allah subhanahu wa taala sempurnalah kalimat-kalimat rabmu dalam kebenaran dan keadilannya ya kata beliau inat kalimatu fahuallu kalau kalimat-kalimat Allah itu selalu adil berarti Allah Maha berarti Allah adalah aladlu yakni Allah adalah Maha Adil diantara namanya adalah Maha Adil tentu saja Sebagian ulama tidak menetapkannya ya karena membutuhkan dalil yang lebih jelas tapi Ibnu qayim di sini mengatakan beliau termasuk yang menetapkan di antara nama-nama Allah yang Maha indah adalah aladlu yang artinya semua perbuatannya semua hukum-hukumnya adalah kebenaran semua adalah Sadat lurus benar dan semua adalah hak tidak ada yang salah padanya itu maknanya keadilan ya dan karena Allah sempurna sifat-sifat ini tidak perlu ditanyakan tadi sudah kita katakan manusia saja kita serahkan kita tidak banyak bertanya karena dia kita anggap ahli padahal mungkin salah harusnya bisa kita bertanya Allah subhanahu wa taala lebih pantas untuk kita tidak tanyakan karena dia sempurna keadilannya sempurna kebenarannya dalam semua perbuatannya ya dalam semua ucapannya dan perbuatannya dan ketentuan di Allahu wa taelah menjelaskan Jalan Kebenaran telahusas menurunkan kitabitab tidak yang uk mereka jelas penjelasan mereka gamblang supaya tidak ada lagi alasan bagi manusia di hadapan Allah setelah diutusnya para Rasul alaiiu wasalam Kenapa mereka telah menjelaskan ini jalan yang membawa kepada kebaikan Ikuti jalan ini inilah jalan yang menyimpang membawa kepada kebinasaan jangan ikuti jalan ini nah orang-orang yang durhaka Kenapa dia ikuti jalan tersebut harusnya dia mengikuti jalan jalan kebaikan meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala berakidah dengan benar kemudian mengikuti jalan kebaikan maka dia akan selamat dengan izin Allah subhanahu wa taala nah wa aaha Allah telah menurunkan kitab-kitab waahalal dan menghilangkan sebab-sebab ya alasan-alasan Wana Min asbabil hidayti watati Bil asmai Wal AB dan Allah subhanahu wa taala menguatkan sebab-sebab manusia mendapatkan hidayah ya mengamalkan ketaatan dengan pendengaran yang sempurna penglihatan yang sempurna dan akal karena Allah berikan akal bahkan Allah jadikan fitrah manusia cenderung menerima kebenaran ini adalah Fitrah yang Allah jadikan manusia di atasnya itulahit Allah yuhend kepada kebenaran yang Allah jadikan fitrah manusia di atasnya tidak ada perubahan pada ciptaan Allah ini Subhanallah ini semua sebab-sebab yang Allah kuatkan untuk manusia mudah mendapatkan hidayah dan ketaatan dan Allah dan ini ini adalah keadilannya Allah berikan hati pendengaran dan penglihatan bagi manusia ya orang yang menggunakan akalnya dia akan mengikuti kebenaran menggunakan pendengarannya mendengarkan nasihat dari Alquran dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melihat tanda-tanda kekuasaan Allah hatinya akan menerima kebenaran inilah keadilannya dan Allah memberikan Taufik kepada siapa yang dikehendakinya dengan Allah berikan perhatian lebih sebab-sebab kebaikan baginya wafsiu Wu dan Allah menghendaki Dari Dirinya untuk menolong hamba tersebut dan memberikan Taufik kepadanyalu maka inilah karunia keistimewaan yang Allah berikan kepada hamba ini jadi tidak lepas dari aladlu waladlu ya ketentuan takdir Allah ketika Allah berikan kepada hamba taufiknya itu adalah karunia dan kemuliaan darinya ketika Allah menghendaki Selain itu maka itu adalah keadilan dan hikmahnya maka tidak pernah lepas ketentuan takdir Allah ketentuan takdir Allah dari alfadlu warahmah keutamaan karunia dan rahmatnya juga tidak pernah lepas dari aladlu Wal hikmah keadilan dan hikmah Allah subhanahu wa taala Wisa biahlinufikihi wadli dan Allah subhanahu wa taala palingkan dari Taufik orang-orang yang memang bukan ahlinya untuk mendapatkan Taufik dan karunia dari Allah dan Allah biarkan dia dikuasai hleh nafsunya dan Allah subhanahu wa taala tidak menghendaki bagi hamba ini tidak menghendaki dariinya untuk memberikan Taufik kepada hamba ini maka Allah memutuskan dari hamba ini karunianya tetapi Allah subhanahu wa taala tidak meluputkannya dari Keadilan keadilan darinya maka Subhanallah ahlusunah Wal Jamaah menetapkan hal ini maka ini menunjukkan kebenaran akidah ahlusunah Wal Jamaah karena selalu berada di pertengahan dari dua kelompok yang ekstrem atau berlebih-lebihan dan bersifat kurang menyikapi segala ketentuan dalam syariat Allah subhanahu wa taala dan ternyataaan setanang berkisar pada dua hal ini di dalam kitabah perataan seor ulama salf yang mengatak Allah memerintahkan satu perintah kepada manusia kecuali setan memiliki dua cara untuk malingkan manusia dari perintah itu pertama Manusia digoda untuk bersikap berlebih-lebihan dan melampai batas atau digoda untuk bersikap kurang dan meremehkannya dan setan tidak peduli dengan cara mana saja yang berhasil dari dua godaan tersebut yang jelas memalingkan manusia dari jalan Allah subhanahu wa taala yang lurus dan berada di pertengahan Alhamdulillah ya ini penjelasan yang menyebutkan tentang akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam memahami hal ini dengan benar Insyaallah akan ada penjelasan lanjutkan lagi kita akan lanjutkan Insyaallah di pertemuan berikutnya untuk kajian kita di kesempatan pagi menjelang siang ini cukup sampai di sini semoga bermanfaat dan menjadi sebab kita semakin kuat berpegang teguh dengan agama Allah subhanahu wa taala semakin semangat mempelajari Islam dari ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan pemahaman para ulama ahlusunah Wal Jamaah para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan para imam ahlusunah yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan Barakallah fikum Cukup sampai di sini saya persilakan untuk kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab Insyaallah Sallallahu wasallam wabarak ala Nab Muhammad wa alibii AJM walhamdulillahiabbil alamin Nam Ustaz jazakumullah kir wakallah fikum Ustaz atas materi yang telah Antum sampaikan di kesempatan pagi hari ini satu materi yang sangat penuh dengan faedah bagi kita semuanya untuk memahami tentang takdir di antara pemahaman-pemahaman yang ada di kalangan kaum muslimin yang berlebihan dan juga yang meremehkan Adapun ahlusunah memahami dengan baik dan benar dalam masalah takdir ini namama Azani Allahu wyakum untuk selanjutnya kami buukka sesi interaktif soal jawab dan bagi Anda semuanya yang ingin bertanya secara langsung Anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 ataupun Anda D bertanya Mai chat wa di 0819896543 Nah untuk pertama kita akan angkat dayi telepon dan kami informasikan juga kepada anda yang bertanya mulai telepon untuk mematikan terlebih dahulu suara televisinya ataupun radionya agar kami bisa menyimak dengan baik sehingga tidak terganggu dengan suara yang feedback tap kita angkat pertama daya telepon silakan Ya silakan baik terputus Kami tunggu kembali bagi Anda yang ingin bertanya kami persilakan untuk Anda yang bertanya tentang masalah takdir ini karena memang perkara ini sangat penting untuk kita pahami dan kita perdalam dari sesi soal jawab mudah-mudahan kita bisa memahami lebih baik lagi Insyaallah dan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubung kami di 0218236543 ataupun Anda dapattanya chat wa di 0819 8965436 kita angkat dari telepon kembali silakan baik terputus dan bagi Anda yang ingin bertanya melalui telepon kami ingin kami informasikan kembali Anda dapat bertanya secara langsung mulai telepon dengan memperhatikan ya yaitu mengecilkan mengecilkan suara teleponnya dan atau mohon maaf mengecilkan volume suara televisinya ataupun radionya agar kami bisa mendengar dan menyimak dengan baik Nam sudah ada teleponnya masuk silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ust Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan Pak di ak di Medan silakan pak ee mengenai takdir 50.000 tahunakan langit dan bumi sudah tertulis takdir kita Ustaz kemudian di malam ladar itu ada takdir Ustaz yang disampaikan Allah jadi Apakah takdir yang disampaikan tahun lagi kepada kita akan mengalami takdir tersebut tidak bertentangan dengan takdir yang sudah di ee tulis di laum mahfuz 50.000 tahun sebelum diciptakan langit dan bumi oleh Allah subhanahu wa taala Apakah tidak bertentangan itu takdirnya tidak berselisih takdir tersebut Ustaz Baik terima kasih Bapak atas terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih si Pak Mul dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan Ustaz Iya Barakallah fikum pertanyaan saya baik dari Pak Mul tadi ya Ee ketentuan takdir tersebut tidak ada yang bertentangan karena semua allah subhanahu wa taala yang telah Tuliskan kemudian Allah subhanahu wa taala ee tetapkan pada masing-masing makhlukNya sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim ketika penciptaan makhluk ya setelah Allah subhanahu wa taala Tuliskan tiupkan padanya ruh yaud diuk berikan sesuai dengan ketentuan takdirnya ya tentang ajalnya tentang dituliskan ajalnya rezekinyaakah diamas orang-orang yangbahagia atauak ya nya semua ditetapkan bagi setiap ee orang yang telah ditiupkan padanya roh yang sejak dia berada di dalam kandungan ibunya ini tidak ada bertentangan dengan ketentuan takdir yang dituliskan oleh Allah subhanahu wa taala di dalam lauhil mahfuz Karena itu adalah asal dan segala sesuatu tentu nanti dijadikan berlaku bagi makhluk sesuai dengan ketentuan yang telah Allah subhanahu wa taala tetapkan di di lauhil mahfuz tersebut nah barakallahah Fik Nam Ustaz tfikq Barakallah jazakumullah Khair atas jawaban Antum sampaikan Ustaz demikian jawaban Pak Mul dan kepada penanya kembali kami buka sesi interaktif dan untuk Antum yang ingin bertanya secara langsung di 0218236543 ataupun Antum dapat kirimkan chat W di 0819 8965436 sudah ada yang masuk ya silakan Halo asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana samaity Di Band Baik mohon maaf coba dikecilkan terlebih dahulu salah televisinya ataupun radionya agar kami dapat menyimak dengan baik karena sangat terganggu Oke Ust I silakan saya mau nanya Ustaz he Apakah benar Allah tidak berbentuk dan Apakah benar Allah memiliki tangan Ustaz mohon penjelasannya Ya baik terima kasih banyak dengan siapa tadi mohon maaf kurang jelas Tadi Iya terima kasih ba baik Apakah benar Allah tidak Berbentuk apakah benar Allah memiliki tangan Ustaz I baik sudah sudah kami tangkap Baik terima kasih banyak atas pertanyaannya Iya segitu aja terima kasih asalamaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan Ustaz ya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik dari bapak yang ada di Bandung tadi Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memudahkan Taufik kebaikan bagi beliau rahmatnya dan juga bagi kita semua ini pak ee perlu kita Jelaskan di sini bahwa ketika kita membicarakan tentang Allah subhanahu wa taala tidak boleh kita membahas lebih daripada apa yang Allah tetapkan bagi dirinya ya karena Allah ini maha Mulia Maha Tinggi kita harus beradab ada ayat yang disebutkan di dalam surat ala’raf yang ini diterangkan oleh Ibnu qayyim maknanya ketika orang bicara tentang Allah tanpa ilmu Mungkin ada orang yang sekarang hanya menebak-nebak Apakah begini ini tidak boleh kita ikut tebakan-tebakan seperti ini ya karena Allah ini Maha Tinggi dan maha Mulia kita hanya menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya apalagi tadi kita sebutkan firman Allah Subhanahu Wa taalaah dan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang Maha Tinggi ayat yang saya sebutkan tadi agar kita bisa lebih hati-hati nantinya adalah Firman Allah subhanahu wa taala surah Katakanlah wahai Rasulullah kepada semua manusia sesunguhnya hanyalah mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji yang nampak yakni yang terlihat dilakukan oleh anggota badan maupun yang ba yang tersembunyi dalam hati kemudian perbuatan dosa lagi di atasnya Wal bag menganiaya tanpa alasan yang yang yang benar di atasnya lagi Wa Billahi di atasnya lagi kamu lakukan perbuatan Syirik yang Allah tidak turunkan keterangan tentangnya dan di atas lagi perbuatan Syirik waahiam kamu berkata tentang Allah dengan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya termasuk menebak-nebak sifat Allah ya Adapun kalau misalnya Allah menyebutkan bagi dirinya contoh tadi yang ditanyakan sifat tangan Allah menyebutkan di dalam beberapa ayat al-qur’an di anaranya firman Allah Subhanahu Wa taalaah Yasya bahkan kedua tangan Allah terbentang Allah berinfak yakni memberikan rezeki kepada makhlukNya sesuai dengan kehendaknya ini Allah sebutkan bagi dirinya dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam beberapa hadis yang sahih di antaranya dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah su wasam bersabda kedua tangan Allah adalah kanan ini jangan kita bayangkan seperti yang ada pada makhluk ingat kita bicara tentang Allah kita pakai kaidah yang Allah tetapkan bagi dirinya Allah subhanahu wa taala berfirman tidak ada satuun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat jadi jangan kita bayangkan yang ada pada makhluk sementara yang ada pada makhluk saja untuk sifat seperti ini bisa berbeda-beda ya Coba sekarang kita bayangkan yang ada pada makhluk ya yang ada pada makhluk tentu kita bisa bayangkan bisa berbeda-beda contoh kita katakan Saya kaki misalnya kaki makhluk kan berbeda-beda ya kaki manusia tidak sama dengan kaki kambing misalnya kaki ayam kaki gajah berbeda padahal disebut kaki semua kalau makhluk saja bisa berbeda-beda ya maka ini Allah subhanahu wa taala yang menyebutkan dirinya maka tidak boleh kita bayangkan seperti yang ada pada makhluk inilah sebabnya orang-orang yang menolak sifat kaya tangan ini mengatakan Allah tidak mungkin punya tangan berarti sama seperti makhluk kita jawab Siapa yang mengatakan ketika kita menyebutkan sifat berarti menyamakan contoh tadi kita mengatakan manusia punya kaki gajah punya kaki apakah kita samakan manusia dengan gajah jawabannya tidak sama dengan sifat maknawi ya kalau kita mengatakan misalnya orang itu lembut kemudian ada kain atau karpet yang lembut yang halus Apakah berarti kita menyamakan jawabannya tidak lembut untuk manusia itu artinya orang yang tidak suka marah orangnya bicaranya kalem dan seterusnya Adapun lembut untuk kain atau karpet atau sesuatu yang benda mati beda lagi pengertiannya artinya sifat itu diartikan sesuai dengan kepada siapa dinisbatkan sifat tersebut tidak boleh kita mengarkan seap menetapkan sifat berarti menyerupakan menyerupakan dengan makhluk karena Allah subhanahu wa taala yang menetapkan sendiri sifat-sifat seperti ini juga ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka wajib kita menetapkannya dengan kita yakini sifat-sifat ini tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk karena sifat-sifat Allah sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah subhanahu wa taala maka tidak boleh kita melampai batas Oh berarti kalau ada Allah punya tangan berarti begini berarti begini tidak boleh ini semua kita harus karena kita hanya menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya dan ditetapkan oleh rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam nah kemudian yang satu lagi apakah Allah punya bentuk ya kalau yang dimaksud dengan bentuk di sini adalah asurah ya maka itu disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih cuman jangan kita pikirkan seperti ada yang pada makhluk Rasulullah Su wasam pernah menyebutkan di dalam hadis yangahih F ahs aku melihat rabku dalam surah ya kita Terjemahkan dalam bahasa kita sebaik-baik bentuknya ini tentu kata para ulama adalah ruky Manami ya I mimpi ya bukan dalam keadaan sadar menurut pendapat yang terkuat dalam masalah ini artinya ada hadis-hadis yang menyebutkan seperti ini setiap ada dalilnya kita harus kita harus menetapkannya tapi tidak boleh kita melampaui dari hadis tersebut berarti seperti ini berarti seperti ini tidak diperbolehkan kita hanya menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya dan ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam Alquran dan Sunah dengan tadi kita menafikan empat perkara tidak boleh kita menyerupakan dengan sifat yang ada pada makhluk yang kedua tidak boleh kita membagaimanakannya kita yakini ada keadaan yang sebenarnya tapi Allah yang Maha mengetahuinya yang ketiga tidak boleh kita ee wengkan kandungan maknanya seperti yang ditunjukkan dalam bahasa Arab kita wajib menetapkannya dan yang keempat tidak boleh kita menolak atau mengingkari sifat-sifat tersebut Nam Barakallah Fik namam Ustaz tfiq Barakallah jazakumullah Kiran wabarakallah fikum Ustaz atas jamant sampaikan Ustaz dan kita akan angkat satu pertanyaan terakhir di kesempatan pagi hari ini dari penanya kita melalui chat WL saya di 0819896543 Ustaz mohon dijelaskan ada dua pertanyaan yang semakna Ustaz ya kami angkat Ustaz mohon Jelaskan apakah doa bisa merubah takdir dan apakah takdir Bisa diubah Ustaz silakan Ustaz Iya Barakallah fikum ee pertanyaan sangat baik sekali Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi Antum yang bertanya dan jug juga bagi kita semua jawabannya takdir Allah tidak akan bisa berubah selama-lamanya apa yang Allah tetapkan tidak akan berubah dan itulah yang akan terjadi sampai di di di hari kiamat ya Segala sesuatu terjadi dengan ketentuan Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman dalam Alquran yamhullahu Ma Yasya wbit waahu Umul kitab Allah menetapkan apa yang dikehendakinya dan Allah menghapus apa yang di kehendakinya dan menetapkannya dan di sisinya ada kitab induk yaitu Alul mahfuz ya kata para ulama ketika menafsirkan ayat ini Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendakinya yaitu yang ada di Catatan para malaikat sedangkan yang ada di lauhil mahfuz di sisi Allah tidak akan berubah selama-lamanya tidak akan berubah selama-lamanyab sekarang pertanyaan tadi Apakah doa bisa merubah takdir ada hadis yang Nyatakan e Hasan oleh sebagian dari para ulama yang bunyinya laaruddul Q illa a tidaklah menolak takdir Allah subhanahu wa taala kecuali doa Apa maknanya hadis ini ini diterangkan oleh para ulama seperti oleh Imam Ibnu Qayyum rahimahullah taala maknanya tidaklah bisa menolak takdir Allah kecuali doa Maksudnya di sini doa bukan berarti merubah takdir Ya tapi ini adalah anjuran untuk kita berdoa karena takdir itu kita tidak ketahui meskipun sudah lengkap sebab-sebabnya yakni ketika orang ditimpa satu keadaan sebab-sebab seperti ini terkumpul padanya biasanya akibatnya seperti ini ternyata ketika orang berdoa dengan sungguh-sungguh Allah subhanahu wa taala berikan perubahan pada orang tersebut Padahal dia tidak menyangka sebelumnya padahal orang menyangka takdirnya orang ini adalah seperti ini tapi dengan izin Allah ketika dia berdoa ternyata Allah subhanahu wa taala takdirkan dia tidak seperti yang disangka orang tersebut yakni contoh sederhana saja orang yang sakit parah sudah berobat ke sana ke mari berbagai macam pengobatan dia tempuh dari yang tradisional sampai dokter ahli semua didatangi ya divonis dia bahwa umurnya tidak akan bertahan lama lagi beberapa hari lagi atau beapa bulan lagi dia akan wafat mati ya ini secara perhitungan takdir orang secara perhitungan manusia ketika manusia kan selalu menghukumi dengan hukum sebab akibat biasanya orang yang sebabnya seperti ini akan mati sekarang kita belum tahu takdir Allah saat ini ya tapi orang ini kemudian berdoa dengan sungguh-sungguh dia melakukan kebaikan-kebaikan kemudian dia berdoa bertawasul dengan amal saleh yang dilakukannya minta sungguh-sungguh kepada Allah agar diberikan kesembuhan ternyata Allah menakdirkan dia sembuh ya doa di sini tidak merubah takdir tapi doa di sini merubah apa yang dihukumi oleh manusia bahwa orang ini kemungkinan takdirnya dia akan mati ternyata Allah subhanahu wa taala menjadikan dengan sebab doa keadaan tersebut ya berubah dan ini semua telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa taala garisnya orang ini nanti dia akan mengalami sakit keras kemudian dia bersungguh-sungguh berdoa maka Allah merubah keadaan n ya ini kita ketahui setelah terjadinya terjadinya takdir tersebut ternyata dia sembuh di akhirnya tentu dengan e dengan sebab pertolongan dari allah subhanahu wa taala itu maknanya Jadi bukan doa ini merubah takdir karena takdir Allah subhanahu wa taala tidak akan berubah selama-lamanya n Barakallah fikb karena ini merupakan pertanyaan yang terakhir maka ini mengakhiri perjumpaan kita di kesempatan pagi menjelang siang hari ini Insyaallah akan ada kelanjutan kajian kita di kesempatan berikutnya Barakallah fikum mohon maaf atas SEG yang salah dan kurang kita akhiri sampai di sini Shallallahu wasallam wabarak Al Nab Muhammad wa alihibihiahum yaumidin walhamdulillahbil alamin subhanakallah wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wubu wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Kami mengucapkan terima kasih jazakumullah Kiran wakallah fikum kepada Ustaz alfadil Abdullah Taslim Ma hafirullahu taala atas waktu yang telah beliau berikan dan juga materi yang telah beliau paparkan untuk kita semuanya serta jawaban-jawaban yang telah beliau berikan untuk kita semuanya di kesempatan pagi hari ini semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau dan keluarga beliau di sana Dan juga semoga Allah subhanahu wa taala terus menambahkan keilmuan bagi beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah allahum Amin tak lupa pula kami ucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami di Kendari kruroja Kendari serta kruroja calengsi dengan kerj samamanya dan juga pertolongan dari allah subhanahu wa taala acara ini dapat berjalan dengan lancar kami ucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah fikum untuk semua rekan-rekan kami dan juga kami ucapkan terima kasih banyak untuk Anda semuanya para pemerhati rja pendengar dan pemirsa Roja di mana pun Antum berada atas kebersamaan anda dari awal kajian hingga akhir kajian ini kami ucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khairan wabarakallah fikum nantikan kembali khat islamzan Allah wakum kajian pembahasan Kitab fawaidul Fawaid yang akan disampaikan oleh Beliau pada hari setiap hari Kamis pada pukul 800 waktu iniia kuranga barat untuk kita simak pembahasan kelanjutan dari kitab tersebut dari khot Islam azan Ya Allah wyakum semoga apa yang telah kita simak bersama ini Allah mudahkan bagi kita untuk mengamalkannya nya akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya untuk tetap menjaga kesehatan barakallahu fikum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Radi ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini Inil Jal rasullahaii [Musik] was

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *