dan kajian [Musik] Islam simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah ikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahamin ikhwat Islam pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Barakallah fikum jazakumullahu Khairan Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya khususnya di kesempatan Jumat pagi hari ini untuk bersama kami menyimak bimbingan dan pelajaran Insyaallah sesaat lagi akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr Muhamad Nur Ehan Ma hafidahullahu taala dari pembahasan kitab Manhaj Imam Malik Fi isbatil akidah kami hadirkan kajian ini langsung dari studio Mini Sekolah Tinggi dirasah Islamiyah Imam Syafi’i Jember dan tak lupa kita senantiasa memuji Seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat ini sehingga kita dalam keadaan sehat walafiat tak kurang satu apapun kita dapat kembali untuk mengikuti pelajaran yang akan kami hadirkan sesaat lagi selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pikutnya hingga akhir zaman nanti dan tak lupa kami Ingatkan untuk Anda yang bertanya seputar pembahasan silakan di sesi kedua nanti anda bisa bertanya via telepon 0218236543 atau pesan singkat di 081 9896543 langsung saja kita menyimak bimbingan dan pelajaran bersama beliau kepada Ustaz kami persilakan faliatafadal maskuran ya Ustaz waa alihi wasohbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin Amma ba ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar yang Semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Azza waalla mendapatkan kemudahan bimbingan serta pertolongan di dalam menjalani liku-liku kehidupan ini dalam rangka berubudiah kepada Allah Azza waalla allahum amin Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah tabaraka wa taala yang masih memberikan kepada kita berbagai kenikmatan terutama nikmat Islam nikmat Iman nikmat sunah yang dengan nikmat tersebut kita dimuliakan oleh Allah Azza waalla dan dengan nikmat tersebut kita akan bahagia dengan nikmat tersebut kita akan selamat dunia dan akhirat Alhamdulillah awalan wa akhir wahiran wa batin selawat dan salam untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma sholli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad Ikhwatul Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa rahimakumullah kembali kita melanjutkan pembahasan tentang akidah ahli sunahti wal jamaah yang dalam hal ini kita mengkaji akidah yang diyakini oleh Imam Malik rahimahullahu taala yang merupakan salah seorang dari ulama ahli sunahti Wal Jamaah gurunya Imam Syafi’i rahimahumullah Jamian pada kesempatan yang mulia ini kita akan mempelajari Bagaimana sikap Imam Malik rahimahullahu Taala kepada orang-orang yang mengada-ngada dalam agama kepada orang-orang yang atau kelompok yang membuat bidah yang mengada-ngada dalam agama yang menyelisihi al-qur’an dan Sunah baik dalam perkara akidah atau perkara ibadah dan perkara-perkara agama yang lainnya yang dikenal dengan Ahlul bidah Wal Ahwa ahli Al bidah Wal Ahwa orang-orang yang mengikuti bidah mengada-ngada bidah dan mengikuti hawa nafsu para pemisa rahimakumullah dan juga Para pendengar ini merupakan pembahasan yang sangat penting sekali dan tidak bisa dipisahkan dari pembahasan tentang akidah tidak bisa dipisahkan dari pembahasan tentang sunah bila kita diperintahkan untuk mengikuti akidah yang benar mempelajari akidah ahli sunahti Wal Jamaah maka konsekuensinya adalah kita harus mengenal akidah-akidah yang sesat akidah-akidah yang batil yang bertentangan dengan Akidah yang sahihah akidah yang benar tersebut begitu juga tatkala kita mempelajari sunah Nabi Alaihi shalatu Wasalam dan perintah untuk mengikuti sunah beliau berpegang teguh dengan Sunah beliau itu pedoman hidupnya dalam segala aspek dan Lini kehidupan Maka sebagai konsekuensinya adalah kita harus mengenal hal-hal yang bidah yang bertentangan dengan Sunah begitu juga berlepas diri dari para pelakun nya karena mengikuti sunah tidaklah sempurna kecuali bila meninggalkan bidah dan berlepas Dir dari para pelakunya serta memperingatkan umat dari bidah serta Bahaya atau kesesatan orang-orang yang berbuat bidah Tentu yang dimaksud bidah dalam hal ini adalah dalam perkara agama bukan dalam perkara urus ya dunia dan Imam Malik rahimahullah Imam Ahli Sunah Wal Jamaah beliau sangat mencintai Rasul mencintai sunahnya ya Dan mengajak kepada berpegang teguh dengan al-qur’an dan Sunah maka Tidak diragukan bahwa beliau adalah orang yang sangat membenci bidah dan sangat tegas dan dalam hal ini Sehingga dalam banyak kesempatan beliau menyatakan sikap menyampaikan pendapat tentang ya para pelaku bidah baik dalam perkara akidah atau dalam perkara ibadah kembali kita sampaikan bahwa agama Islam agama yang telah sempurna agama yang tidak lagi ada peluang untuk ditambah dan dikurangi kewajiban kita kaum muslimin adalah mempelajari agama Islam yang benar dan disertai dengan mengetahui dalil-dalilnya kemudian mewaspadai perkara-perkara yang menyelisihi agama Islam yang dikenal dengan perkara bidah atau di sisi lain dikel dengan perkara-perkara yang berkaitan dengan kemaksiatan semua hal itu kita pelajari kita ketahui untuk menyelamatkan diri agar kita tidak terjerumus ke dalam kesesatan dan kebatilan tersebut betapa banyak yang hanya mencukupkan diri dengan mengenal kebenaran tapi tidak mau mengetahui kebatilan sehingga dia terjerumus ke dalam kebatilan disadari atau tidak Dan ini perkara yang sangat penting sekali di dalam kita pelajar agama ini ada dua kewajiban atau dua pengetahuan yang harus kita pelajari yang pertama adalah mengenal kebenaran beserta dalil-dalilnya Kemudian yang kedua adalah mengenal kebatilan agar dihindari dan agar kita bisa memberikan peringatan kepada yang lain memperingatkan yang lain dari perkara-perkara bidah atau hal-hal yang menyelisih agama ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan di dalam belajar ilmu agama dan inilah yang dijelaskan oleh hudzaifah Ibnu Yaman radhiallahu Anhu beliau menjelaskan dahulu para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada nabi tentang Alhaq tentang Khair tentang kebaikan Tapi beliau wuntu asu Sementara saya bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tentang kejelekan tentang kejahatan tentang kebatilan Saya khawatir kejelekan kebatilan kejahatan tersebut menimpa diriku maka ikhwat Iman para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah tujuan kita mengenal kekufuran mengenal kesyirikan mengenal bidah dan kemaksiatan Agar kita selamat dari kesesatan dan kebatilan tersebut dan di waktu yang sama agar kita bisa memperingatkan yang lain dari bahaya kesesatan dan kebatilan itu makanya terdapat dalam al-qur’an ya perintah untuk mengikuti kebenaran dan juga larangan dari mengikuti kebatilan Allah subhanahu wa taala menjelaskan wa Anna hadati mustaqiman fattabiu W tattabiusulfarq bikumili kata Allah inilah jalanku yang lurus maka Ikutilah yaitu kebenaran Quran dan Sunah ya Jalannya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wiul jangan ikuti jalan-jalan yang lain yaitu asyubuhat was syahawat perkara-perkara bidah dan perkara perkara kemaksiatan ikhwat Al Iman para pemirah rahimakumullah maka dari sini kita mendapatkan bagaimana para ulama Ahli Sunah yang klasik Salafus saleh dan yang hidup di zaman sekarang ini baik yang telah meninggal atau yang masih hidup sampai detik ini sampai saat ini mereka sungguh ulama-ulama yang tegas ya terhadap perkara bidah dan para pelakunya maka ini bagian dari nasihah lil mukminin memberikan nasihat kepada agama ini kepada kaum Mukmin memperingatkan mereka dari perkara-perkara yang akan merusak akidah atau mengurangi kesempurnaannya yang merusak loyalitas mereka kepada sunah atau yang mengurangi kesempurnaannya yang akan mencopot keimanan mereka atau Mengurangi keimanan mereka Maka ahlus sunahti Wal Jamaah selalu memperingatkan umat ini dari bahaya mengikut uti bidah atau mengada-ngada dalam agama atau mengikuti pemikiran-pemikiran ideologi-ideologi yang ideologi-ideologi yang sesat serta memperingatkan mereka dari terjerumus ke dalam perbuatan syahwat atau dosa dan maksiat ikhwat Iman para rahimakumullah maka kita akan melihat ya Bagaimana sikap Imam Malik terhadap sekte-sekte ahli bidah Tentu yang dimaksud bidah adalah perkara-perkara yang muncul yang berkaitan dengan Akidah dengan ibadah yang menyelisihi al-qur’an dan sunah serta ijmak artinya tidak ada landasannya sama sekali di dalam al-qur’an di dalam sunah dan ijmak tentunya ijm Salafus salh ijmnya para sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan bayak Nam ikhwat Al Im para rahimakumullah karena perkara bidah perkara yang tercela sebagaimana kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam k bidatin dolalah setiap bid itulah kesesatan maka tidak ada di dalam pemahaman ahli sunahti Wal Jamaah di dalam akidah di dalam agama yang mulia ini ya yang sesuai dengan tenttunan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu istilah bidah Hasanah ada bidah yang baik karena semuanya tercela Imam Malik rahimahullah ya ditanya tentang sekte Al khawarij tentang khawarij dan sekte khawarij adalah mereka yang pertama sekali keluar menentang pemerintahan atau Khilafah di zaman Ali Bin Abi Thalib Kendati benih-benihnya telah ada sebelumnya ya karena sesungguhnya yang membunuh Utsman radhiallahu Anhu adalah mereka yang bergabung dengan pasukan Ali kemudian setelah itu dalam perjalanan ya di dalam semasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib tatkalah mereka tidak setuju ya adanya perdamaian antara ya pasukan muawiyah dan Ali Bin Abi Thalib ya maka mereka tidak setuju karena menggunakan atau menjadikan manusia sebagai Hakim yang memutuskan perkara tersebut sementara hukum itu milik Allah maka mereka keluar memisahkan diri dari pasukan Ali bahkan mengkafirkan Ali Bin Abi Thalib mengkafirkan orang-orang yang merestui ya perdamaian tersebut kemudian menghalalkan darah mereka dan mereka membuat kerusakan sehingga diperangi oleh Ali Bin Abi Thalib ya mereka keluar dan ya berpindah kepada satu tempat pergi pada suatu tempat dinamakan dengan harura ya harura sehingga mereka dinisbatkan kepada ya tempat tersebut dikenal dengan al-haruriyah kaum khawarij pemikiran mereka adalah setiap atau pelaku dosa besar itu kafir Jadi siapa yang berbuat dosa besar maka dia telah kafir bila telah kafir halal darahnya maka mereka menghalalkan darah orang-orang yang menyelisihi mereka dan pelaku dosa besar nah dan ini merupakan bidah yang pertama muncul di tengah kaum muslimin dalam perkara akidah dan dari bidah kaum khawar ini muncul kelompok-kelompok yang setiap saat Sampai detik ini sampai saat ini yang selalu berusaha untuk kudeta untuk memberontak P para penguasa-penguasa yang menurut mereka yang diklaim oleh mereka penguasa yang zalim atau mungkin terbukti zalim atau mereka juga memunis penguasa tersebut sebagai penguasa yang kafir maka tidak wajib ketaatan bagi mereka mereka adalah kafir kemudian mereka perangi kemudian apa yang terjadi muncullah berbagai aksi-aksi terorisme atau pemikiran-pemikiran radikal pemikiran-pemikiran yang EE yang menghalalkan ya Yang ghulu yang ekstrem yang radikal sehingga melakukan berbagai aksi-aksi yang merusak ya berbagai ya kejahatan yang mereka lakukan mengatas namakan Islam dan mengatas namakan Jihad melawan penguasa yang zalim atau yang menurut mereka orang-orang yang kafir ini dari sini munculnya pemikiran kaum khawarij bukan dari ahli sunnati Wal Jamaah nah Oleh karena itu Imam Malik rahimahullah mengetahui ya Siapa mereka dan kebatilan pemikiran mereka bahkan nabi alaihiatu wasalam telah ya memberikan memberikan informasi akan muncul dari umat ini yaunun minaddin kamahmu miniah mereka akan keluar ya memisahkan dia dari agama yamrukun mininamrukusahmu Minah sebagaimana anak pan tersebut ya keluar atau tembus ya menusuk hewan buruan sehingga tembus ke bagian yang sebelahnya jadi dan begitu cepat yakrujuna ya begitu cepat mereka meninggalkan sunah bahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan lain adraktuhum laqtulannahum qatlain ya jika aku menjumpai mereka sungguh aku akan memerangi mereka nah di riwayat lain di lainjelaskan di riwayat yang lain dijelaskan bahwa ya Hum syarul khaliqah merekalah makhluk yang paling jelek dalam riwayat lain disebutkan Hum kilabunar anjing-anjing neraka waliyadubillah ya mereka berpenampilan ahli ibadah sehingga para sahabat ya sebagaimana dijelaskan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tahqiruna shatakum shatihim wasamakumamihim yamrun minaddin Kama yamrukahm Riah nah yaqraun Al Quran wala yujawizu hanajirum n mereka adalah orang-orang ahli ibadah orang yang membaca Alqur’an sehingga para sahabat seb kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tahirunatakum k akan merasa mindir ya melihat ibadah mereka begitu juga melihat puasa mereka ahli ibadah dan mereka membaca al-quran tapi pemahaman al-qur’an tidak melewati kerongkongan mereka Artinya mereka hanya membaca dengan lisan tapi pemahaman terhadap al-qur’an dan makna yang terkandung dalam al-qur’an tidak masuk ke dalam pikiran dan hati mereka ikhwat Al Iman para pemisa rahimakumullah maka Imam Malik rahimahullah mengetahui ya Siapa Mereka sesungguhnya oleh karenanya sikap beliau sangat tegas ya Beliau mengatakan Ya qala Malik rahimahullah alibadiah ibadiah adalah salah satu Sekter Sekter khawarij ya al-ibadiyah Wal haruriyah haruriyah kam khawarij yang ya Eh memisahkan di dari pasukan Ali Bin Abi Thalib kemudian mereka pergi ke tempat namanya harura ya harura Ee di sana mereka berkumpul ya di sana mereka berkumpul kemudian ya menggalang kekuatan pernah didatangi oleh ya Ibnu Abbas kemudian berdialog dengan mereka dan menyingkap membanta syuh-syubuhan mereka dan dengan izin Allah banyak yang kembali atau meninggalkan pemikiran-pemikiran khawarij tersebut tapi masih ada yang tersisa ya maka setelah terbukti mereka melakukan berbagai kerusakan membunuh ya menumpahkan darah maka Ali Bin Abi Thalib ya kepada Allah membulatkan tekad dan juga Azam untuk memerangi mereka maka diperangi oleh Ali Bin Abi Thalib ya di nahrawan Nam Jadi mereka adalah Ahlul bidah memiliki pemikiran bahwa pelaku dosa yang berbuat zalim adalah kafir Jika dia telah kafir maka halal darahnya maka boleh dibunuh boleh diperangi kata Imam Malik alibadiyah Wal haruri wa Ahlul Ahwa wa Ahlul Ahwa yaitu semua ahli bidah karena ahli bidah lah Ahlul Ahwa yang mengikuti hawa nafsu karena tiada lain ya alasan mereka mengikuti bidah kecuali karena mengikuti hawa nafsu hawa hawa nafsu maka dinamakan Ahlul bidah Wal Ahwa maka semua yang menyelisihi Rasulullah sahh Wasallam ya yang tidak menerima ajaran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka tiada lain kecuali mereka mengikuti hawa nafsu faillam yastajibu lak fa’lam annaabiuna ahwaahum jika mereka tidak menerima apa yang kau bawa wahai Muhammad apa yang kkau sampaikan maka sesungguhnya yang menyebabkan mereka tidak menerima hal itu adalah karena mereka mengikuti hawa nafsu kata Imam malikum mereka semuanya Menurut pendapat saya menurut saya kata Imam maliku mereka itu meminta bertaubat ya meninggalkan pemikiran-pemikiran yang batil tersebut ya ahlwaitu khawarij ya Yang tadi pemikirannya mengkafirkan pelaku dosa besar kemudian mengkafirkan ya para penguasa men mereka yang zalim ya kemudian melakukan berbagai aksi-aksi teror nah merusak menghalalkan darah orang-orang yang menyelisihi mereka itulah pemikiran khawarij itulah sumber dari pemikiran terorisme radikalisme ya ekstremisme itulah asal muasal itulah sumber dari pemikiran mereka ya bukan Ahli Sunah bukan yang mengajak P dakwah salam bukan yang mengajak P ya tauhid bukan yang mengajak umat untuk meninggalkan bidah ya jadi sumber pemikiran kaum terorisme ya sikap radikal ekstrem ekstremisme radikalisme Nam dan terorisme adalah dari pemikiran kaum khawarij ib kata Imam Malik arahumu saya berpendapat mereka itu diminta bertauatainabu jika mereka bertauat ya diterima udah diterima tobat mereka dibiarkan karena telah bertaubat wa jika tidak mereka diperangi dibunuhtil ya diperangi tapi tentunya yang melakukan hal itu adalah penguasa sebagaimana Ali Bin Abi Thalib memerangi mereka diminta bertaubat ini landasan ya Imam Malik rahimahullah makanya Ibnu Abbas datang pada mereka menanyakan apa permasalahan yang kalian e terhadap atau perkara yang kalian permasalahkan terhadap Ali Bin Abi thb Mere menyebutkan satu persatu dari syubuhatnya kemudian dibant t BN Abbas Jelaskan ya maka banyak yang bertobat kembali meninggalkan pendapat-pendapat yang demikian itu nah tapi masih ada yang tersisa maka tatkala sebagian dari mereka tidak mau mengikuti maka Ali Bin Abi Thalib ya dengan pertolongan Allah dan para pasukan yang tetap bersamanya memerangai kaum ya khawarij ituu di daerah annahrawan nah ini yang menjadi dalil ya pendapat Imam Malik rahimahullahu taala karena mereka bila dibiarkan akan merusak ya merusak agama dan merusak juga negara waqala bin qasim qala Malik fil haruriyah wama asbahahum annahum yuktalun lam yatubu Al imamu Adlan qukaahum Inu imamin wahumunaah Q menjelaskan Ya Malik Imam Malik ya mengatakan berpendapat tentang haruriah kaum khawar dan sekte-sekte yang menyerupai mereka ya sepemikiran dengan mereka itu diperangi jika mereka tidak bertauat ya apabila Imam pemimpin tersebut yang adil Ar menentang ya memberontak terhadap imam yang adil wahum yuridunaqitalah Mereka ingin membunuh memerangi Imam tersebut pemimpin tersebut wunaum alai dan mengajak kepada pemahaman akidah ya mereka duu Il jamaah mereka mereka di e kaum khawarij diajak ya diajak untuk kembali kepada jemaah yaitu kembali mentaati pemimpin ya berjemaah bersama kaum muslimin tidak mengisahkan dirii jemaah kaum muslimin wasunah dan diajak untuk mengikuti sunah ya jika mereka enggan untuk melakukan hal itu qutilu mereka diperangi dan sebagaimana yang dijelaskan tadi bahwa yang memerangi adalah penguasa maka bila suatu kelompok yang selalu menterol penguasa bahkan sampai mengkafirkan kemudian melakukan berbagai menyebarkan syubuhat-syubuhat kemudian mengajak ya umat atau kaum muslimin untuk menentang para penguasa sehingga sampai menghalalkan darah mereka dan mereka melakukan berbagai aksi-aksi akan merusak ya merusak negara ya akan menghilangkan ya stabilitas akan menyebarkan rasa takut dan merusak di permukaan bumi ini maka tugas penguasa untuk mengajak mereka kembali kepada Alhaq telah diperingatkan diajak tetap mereka menentang juga maka para penguasa ya berhak untuk memerangi mereka untuk ya membendung kejahatan dan kerusakan yang akan terjadi disebabkan ya sikap ya pemberontak mereka tersebut dari sikap memberontak tersebut Nah maka Imam Malik rahimahullah menjelaskan mereka itu yang diperangi karena mereka akan merusak di permukaan bumi ini Ismail Bin Ishak ya alqadi Ismail bin Ishaq menjelaskan maksud perkataan Imam Malik RAA malikun qat khawarij waahl Qadar Malik berpendapat yaitu untuk membunuh kaum khawarij yaitu memerangi mereka wa ahlil Qadar yaitu qadariah qadariah yaitu sekte yang mengingkari takdir dan dalam hal ini di zaman beliau dan juga zaman Imam Syafi’i ya dan seb sebelumnya muncul sekte yang mengingkari takdir bahwa apa yang terjadi ini menurut mereka tidak berlandaskan takdir ya ketentuan Allah Azza waalla mereka mengingkari tidak ada yang ditulis di lauhil Mahfud ya mereka mengingkari penulisan takdir la mahfuz dan juga mengingkari ilmu Allah yang meliputi ya segala sesuatu kemudian yang demik itu ditulis di lauhil mahfuz mereka ingkari hal itu kata Imam Syafi’i Siapa yang mengingkari ya ilmu Allah yang Maha luas dan mengingkari penulisan takdir lebih mahfuz maka dia telah kafir maka Imam Malik rahimahullah Ahlul Qadar diperangi ya khawarij begitu juga Kenapa Min ajlil Fasad adakhil fidin disebabkan karena kerusakan yang muncul dalam agama disebabkan oleh bidah mereka karena bila dibiarkan maka mereka akan merusak akidah akan merusak agama akan merusak keyakinan Ya sementara menjaga agama merupakan salah satu lima ya pilar utama dari maqasid Syariah yaitu menjaga addin I kata Ismail Bin Ishak wahua Min Babil Fasad fil ARD yang demikian itu ya karena ditinjau dari ya kerusakan yang muncul di di permukaan bumi nadum bidunadiqiibil muslimin alalihim dan kerusakan mereka tidaklah lebih ya kecil lebih ringan dari kerusakan yang dilakukan oleh para perampok ya dan muharibin yang memerangi kaum muslimin ala amwalihim yang merampuk harta mereka nah tidakada penjahat perampok yang merampok harta nah dan ada khawarij maka bila dibandingkan kerusakan yang dimunculkan atau yang disebabkan oleh pemikiran kaum khawarij dan aksi-aksi teror yang mereka lakukan jelas lebih besar karena berkaitan dengan Din pemikiran akidah n sementara pelaku ya yang merampuk harta ya dan ya merampas harta kaum muslimin maka kerusakannya dari sisi dunia dari sisi harta bukan dari sisi akidah dan pemahaman karena sesungguhnya perkara bidah lebih berbahaya daripada kemaksiatan karena bidah merusak pemikiran merusak agama merusak akidah n dan pelakunya merasa berada di atas kebenaran sementara pelaku maksiat dosa ini berkaitan dengan ya urusan yang mungkin dalam urusan dunia harta kemudian juga perkara maksiat ya seorang melakukannya ya dia mengetahui bahwa itu sesuatu yang terlarang tapi dia lakukan nah berbeda dengan pelaku bidah maka Sebagian ulama salam mengatakan bidah itu lebih disenangi oleh iblis daripada maksiat Oleh karena itu karena mereka adalah merusak agama kaum khawarij merusak akidah merusak pemahaman fawajab balikal maka wajib mereka diperangi ya illa anahu yaro istitabatahum akanapi ya Imam Malik berpendapat istitabah itu mereka diminta bertaubat ya ya mudah-mudahan mereka itu kembali kepada kebenaran jika mereka terus-menerus ya melakukan ya yang demikian itu yaitu terus dalam perkara bidah ya tidak mau bertobattil mereka diperangi terhadap kerusakan yang mereka lakukan la Alal kufur bukan ya karena kekufuran mereka Nah jadi mereka diperangi karena kerusakan yang muncul dari sikap mereka pemikiran mereka pemahaman mereka bukan disebabkan kekufuran mereka nah ini menjelaskan kepada kita bahwa bidah itu hal yang sangat berbahaya ya bahkan bidah tersebut sesungguhnya adalah pos yang akan mengantarkan kepada kekufuran ya pintu yang akan membawa atau menjerumuskan atau yang membuka kepada kekufuran ikhiman para rahimakumullah waq Asab bin Abdul azizik rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam manqirq ah ah Q Ara harahuaar Q Adri Ma Imam Malik ditanya tentang sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang mengatakan kepada saudaranya Hai si kafir ya maka sungguh dia telah ya memikul dosa ya dosanya n jika yang demikian itu ya di katakan kepada seorang yang muslim ya mengklaim atau menghukuminya mempenisnya sebagai kafir ya kafir maka orang tersebut sungguh telah memikul dosa atau melakukan kejahatan yang besar dan akan ya mendapatkan atau melakukan dosa yang sangat besar Nah maka Imam Malik mengatakan aralika fil haruriah saya berpendapat ya yang demikian itu ya terdapat pada kaum haruriyah kaum khawarij yang mengatakan kepada saudaranya ya kafir itu perkataan orang-orang khawarij yang mereka mengkafirkan kaum muslimin maka mereka akan menyebutnya memanggilnya dengan wahai si kafir ya ib maka beliau ditanyaultu ya Ashab bin Abdul Aziz bertanya atarum kuaran balika kufar apakah engkau berpendapat bahwa dengan demikian mereka itu kafir ya qri kata Imam Malik Saya tidak tahu ya Apa ini Apa jawabannya atau apa ini artinya Imam Malik ya sini tidak mengkafirkan mereka tapi Imam Malik menjelaskan bahwa mereka itu diminta bertauat jika tidak diperangi karena bila dibiarkan mereka akan merusak akidah dan secara otomatis mereka akan melakukan berbagai ya kerusakan dikatakan atau ditanyakan kepada imamik Bagaimana pendapatmu tentang ya kaumarij ya yang terbunuh ya apakah mereka disalatkan tidak yaik Imam Malik mengatakan tent ya tidak disatkan ya jenazah mereka juga ikuti jenazah mereka W dan tidak dikunjungi ya yang sakit di kalangan mereka Fa qutilu Apabila mereka qutilu dibunuh terbunuhalika ahus alaihim maka yang demikian itu lebih pantas untuk tidak disalatkan Nah apa yang dikatakan Imam Malik ini sebagai bentuk zajar yaitu peringatan atau untuk ya meninggalkan ee akidah sebagai ya Eh peringatan agar kaum mukminin tidak ee tertipu dengan Akidah mereka Dengan pemahaman mereka jadi min bab alhajar Min BAB azzajar Jadi hal ini dalam konteks yaitu memboikot Ahlul bidah sehingga jika mereka meninggal terutama ya orang yang berilmu ya dari Kelang Ahli Sunah maka tidak menyalatkan karena bila disalatkan masyarakat akan menilai lah tidak ada masalah seseorang Si Fulan orang yang alim orang yang baikmu juga menyalatkan berarti dia baik Nah maka dalam rangka untuk menutup ya terjadinya fitnah di Kelang kaum muslimin agar tidak tertipu dengan akidah dan pemahaman mereka Maka dalam rangka dalam konteks memboikot mereka Maka sampai ya mereka tidak disalatkan dan Ee tidak dikunjungi yang sakit di kalangan mereka nah ini pendapat Imam Malik jadi alasannya adalah bukan disebabkan mereka ya kafir tapi sebagai ya Ee sikap yang tegas sebagai bentuk untuk peringatan Bai kaum mukminin jangan sampai ya tertipu jangan sampai terkontaminasi dengan pemikiran pemikiran mereka Maka diperingatkan ya ole Imam Malik sampai-sampai mereka tidak disalatkan n ya bukan berarti ya kalau ada yang menyolatkan tilan tidak tapi kaum mukminin ya yang mengetahui bahwa mereka adalah kaum kharij Ahlul bidah maka dalam rangka ya sikap ya membaikot mereka memperingatkan umat dari bidah-bidah mereka maka orang-orang terutama yang berilmu ya tidak ikut menyalatkan mereka ya agar menjadi pelajaran bagi yang lain waq maahadiqu Belu ditanya juga tentang salat ya salat di belakang ibadiah kaumhawarah juga ya eh ahli bidah wasiliah faqal uhib Saya tidak menyukai hal itu yailukna ya tinggal berdomisili bersama mereka di tempat mereka qala tquikau ilai ya meninggalkan hal itu lebih aku senangi ini menjelaskan kepada kita bahwa Imam Malik rahimahullah ingin memperingatkan kaum mukminin tentang bahaya ya ahl bidah sampai-sampai ya Ahli Sunah ulama Ahli Sunah menjelaskan hukum salat di belakang ahli bidah ya bila bidah tersebut bidah yang dilakukan bidah yang mengeluarkan dari Islam menyebabkan seorang itu kufur maka tentu salat orang yang kafir tidak diterima maka tidak sah bermakmum di belakangnya tapi bila bidahnya bidah tidak sampai kepada mukafirah tidak sampai mengkafirkan mengeluarkan dari Islam maka salatnya sah bermakmum di belakangnya sah tapi Kara dalam rangka memboikot ahlil bidah ya memperingatkan umat dari kebatilan dan kesesatan mereka Maka dilarang salat di belakangnya ya ini sebagai bentuk ya azzajru ya itu dalam bentuk ya warning peringatan ya agar kaum muslimin tidak tertipu dan terbedaya dan ya terkontaminasi dengan pemikiran pemilikan Ahlul bidah tersebut makanya Imam Malik mengatakan la uhibbu Saya tidak menyukai salat belakang mereka ya dan juga tinggal bersama mereka ya atau berdomisili berdomisili di tempat yang didominasi oleh mereka ya Kenapa demikian karena sangat dikhawatirkan orang yang tinggal bersama mereka akan terkontaminasi akan terfitnah dengan syubhat-syubhat dan pemikiran-pemikiran yang sesat tersebut kemudian Imam Malik juga ya mengatakan an Ibni Wahab an Malik suati khfa ahlil bidah ya beliau ditanya tentang salat di belakang ahli bidah alqadariyah wirihim sekte qadariyah sekte qadariyah Adah sekte yang mengingkari takdir ada dua kelompok yang pertama lebih ekstrem ya pemikirannya mengingkari ilmu Allah dan penulisan takdir dan kelompok ini dijelaskan oleh Imam Syafi’i Barang siapa yang mengingkari ilmu Allah maka dia telah kufur nih kelompok yang pertama yang pertama muncul ya di zaman ya Ee generasi terakhir para sahabat tiib ada sekta yang kedua dari qadariyah yang itu yang mendominasi pemikiran qadariyah sekarang ini yang diikuti oleh kaum muktazilah bahwa mereka mengingkari tentang ya penciptaan Allah terhadap perbuatan manusia artinya yang demikian itu tidak dikehendaki oleh Allah manusia menciptakan perbuatan mereka sementara ya Ee mereka sendiri cptakan oleh Allah Adapun perbuatan manusia yang manusia menciptakan dengan sendirinya mereka ya memisahkan keumuman ciptaan Allah ya dari perbuatan manusia ini jelas kebatilan maka mereka di kan qadariah Nah dan yang lainnya tib jadi ditanya Imam Malik tentang salat di belakang ya ahlul bidah beliau menjawab la arusall saya berpendapat jangan salat di belakangnya Nah apakah salat tidak sah ya sebagai yang kita jelaskan tadi jika pelaku bidah itu bidah yang kufur ya tidak sah salat di belakangnya karena orang yang pelaku bidah yang sampai mengeluarkan dari Islam ya sampai dia murtad maka yang demikian itu tentu tidak sah salatnya tapi sebagaiman kita Jelaskan bagaimana kalau dia salat ya Sah salatnya di belakang ahli bidah yang tidak sampai kepada kekufuran tapi dalam rangka ya meninggalkan bidah dan memboikot mereka ya memberikan pelajaran dan warning kepada kaum mukminin maka tentunya meninggalkan salat di belakang mereka adalah yang utama ya warawa Ibnu Wahab an Malik Man Sha khalfa ahlil bid fadata Alaihi ya Imam Malik mengatakan Barang siapa yang salat di belakang ahli bidah maka tidak perlu diulang lagi ini menjelaskan pada kita pada hukum asalnya salatnya sah ya Sah salatnya Tapi tentu kurang utama ya wq Ibnu wahabikah far ya Imam Malik ditanya Bagaimana pendapatmu ya jika salat di belakang mereka salatardu salat waj maka eh beliau menjawab Saya tidak ya menyukai bahwa hal itu semuanya terjadi Nin Bagaimana jika yang demikian itu ya terjadi setelah bertahun-tahun Jadi intinya Imam Malik tidak mengatakan bahwa salatnya itu batilah tapi dikatakan tadi La yuhibbu ini menjelaskan bahwa salat di barangkang mereka sah ya tapi jelas Kurang keutamaannya kurang keutamaannya karena tentunya kita berusaha salat dibakang Ahli Sunah Nam karena salat di belakang imam yang dia ahli bidah secara otomatis adalah rekomendasi bag baginya nah tapi bila meninggalkan salat di belakang mereka Maka ini peringatan warning tahdir ya Bagi yang lain bahwa Kenapa ditinggalkan ya salat di belakangnya karena dia adalah pelaku bidah yang wajib di waspadai sampai dia bertaubat dari bidah tersebut nah ini yang dimaksud oleh Imam Malik rahimahullahu taala Oleh karena itu ee hendaklah kita waspada apalagi di zaman sekarang ini banyak hal-hal yang e menyelisihi sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dikemas dengan kekemasan Islam ya dinisbatkan pada Islam Tapi pada dasarnya Islam yang diajarkan oleh Nabi Islam yang disampaikan oleh Nabi dan diwariskan oleh Beliau kepada para sahabat kemudian sahabat mewariskan kepada generasi setelah mereka sampai detik ini ya sungguh yang itu yang demikian itu bertentangan ya dengan apa yang diada-adakan oleh Ahlul bidah Wal Ahwa Nam Semoga Allah Azza waalla menyelamatkan kita ya dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian wallahuam Barakallah fikum jazakallahu Khairan Ustaz Terima kasih atas pelajaran dan bimbingan yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya selanjutnya bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan kali ini silakan Kami tunggu pertanyaannya di layanan Telepon 0218236543 Sebutkan nama Anda Dari anda berasal 1896543 Kami coba angkat telepon yang pertama Halo Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Bapak Dengan siapa ini di mana Iskandar di depokosa silakan Bapak iskandarar pertanyaannya Iya e ada pertanyaan begini Pak ustaz kalauak salah ee ada hadis mengatakan bahwa keutamaan itu salat di saf pertama ya keutamaan tinggi dibanding dengan lain belakangnya kemudian kita juga disunahkan atau diutamakan salat sunah di rumah ya Nah pertimbangannya Gimana Pak ustaz ya k Umpama gini khususnya Kia su ya kalau kita salah sunah di rumah biar nanti saf pertamanya di masjid tapi kalau kita cepat-cepat ke masjid dapat di saat pertama tapi kita enggak salat sunah lagi di rumah pertimbuannya Seperti apa B antara dua ee tadi iya kegiatan itu baik Mak kasih Pak ustaz S heran asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz diberikan nasihat dan bimbingannya Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh ya Ya terima kasih kepada bapak yang bertanya Barakallah Fik atas pertanyaannya jadi ee Bagaimana mengkompromikan ya Antara dua hadis tersebut dari satu sisi kita diperintahkan untuk ya Eh bergegas datang ke masjid agar bisa mendapatkan saf yang pertama karena khairufuf Rijal awaluha saf yang terbaik bagi kaum lelaki adalah saf yang pertama yang terbaik nah kemudian Bagaimana dengan hadis yang lain yang memerintakan bahwa salat yang utama bagi seseorang ya ee tentu yang melaksanakan salat sunah atau rawatib tersebut itu lebih utama di rumah Nam sebenarnya tidak ada yang bertentangan ya pertama Ya tentu Tidak diragukan maksud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya bahwa menjelaskan bahwa salat ya rawatib atau salat-salat sunah salat-salat sunah ya itu diutamakan di rumah agar pertama rumah juga dimakmurkan dengan ibadah yang kedua Sebagai juga ya eh eh Sisi tarbiah dan taklim ya pendidikan edukasi pendidikan bagi keluarga dan anak-anak jadi anak-anak melihat ya oh Abinya salat ya dan mengikuti ya anak-anak yang ya tentu yang belum balik ya yang balik tentu akan ke masjid bersama Abinya melihat mereka Nam begitu juga ya melakukan ibadah-ibadah yang lain maka dalam hal ini bagi ya seorang yang melihat bahwa jika dia melaksanakan salat seperti salat dua rakaat sebelum subuh misalnya ya begitu dia salat dua rakaat sebelum subuh di rumah kemudian ternyata ya sampai ke masjid masih bisa mendapatkan soat pertama itu yang lebih utama ya jika tidak maka ya tentu berusaha untuk datang ke masjid bergegas datang ke masjid dan mendapatkan nasab yang pertama akan lebih utama jadi karena sesungguhnya salat-salat yang lain selain di rawatib atau salat sunah sebelum salat-salat tersebut ya bisa juga terlaksana di rumah seperti salat duha dan salat-salat yang yang lainnya Nam maka dalam hal ini wallahuam tentu lebih utama bagi dia untuk bergegas ya datang ke masjid Nah bisa duduk di masjid kemudian bisa mendapatkan saf pertama Naam ee Semoga Allah Azza waalla selalu memberikan Taufik dan pertolongan kepada kita untuk meraih keutamaan-keutamaan yang dijanjikan oleh Allah dan rasulnya n demikian wallahuam tiib Ustaz Barakallah fikum Terima kasih atas solusi dan nasihat yang bermanfaat yang telah disampaikan untuk bapak iskander yang bertanya tadi Semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya dan Allah mudahkan kita untuk mengerjakan amalan ketaatan Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali masih di linan telepon 021 8236543 silakan Halo atau Anda bisa juga melalui pesan singkat di 081 9896543 Kami tunggu telepon yang Selanjutnya silakan Halo belum bersambung kami bacakan dari pesan singkat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Abdullah di Jakarta yang bertanya Ustaz bagaimana kita memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak kita di mana kita menyekolahkan mereka di sekolahan umum dan ketika mendapatkan cara-cara beribadahnya salatnya kemudian bacaan-bacaannya Terkadang ada tambahan-tambahan yang tidak sesuai sunah Nah ini kan nanti ada ujiannya ketika anak saya melakukan yang sunah Nah malah disalahkan di dalam hal ujian tersebut mohon petunjuk dan arahannya silakan Ustaz ya Ya terima kasih kepada Bapak Abdullah ya di Jakarta atas pertanyaannya barakallahu Fik ee bagaimana kita ya memberikan arahan kepada anak-anak yang belajar di sekolah umum kemudian dalam praktik atau keilmuan disampaikan tentang salat ya dan yang lainnya ternyata ya bertentangan dengan apa yang terdapat dalam hadis atau dalam sunah atau eh sifat salat Nabi alaihiatu wasalam atau yang lainnya maka dalam hal ini ya karena anak kita ini adalah anak yang belajar dan Insyaallah mereka bisa membaca bisa juga dan mulai bisa diberi pengertian dan pemahaman maka perlu ditanamkan terus ditanamkan Karti mereka mendapatkan di sekolah ya inilah salah satu dari ee mungkin sisi negatifnya Nah ya bahwa ya diajarkan tata cara salat atau mungkin ibadah-ibadah yang ada tambahan-tambahannya ini juga menjelaskan pada kita akan bahaya ya Ee kita semua Masti tatkala kita ingin menyolahkan anak kita betul tempat-tempat yang jauh dari berbagai penyimpangan-penyimpangan ya Secara umum adalah sesuai dengan ahli Sunah Wal Jamaah n Lalu bila kita mendapatkan I berikan sampaikan kepada anak kita karena mereka adalah orang yang belajar Perlihatkan hadisnya disuruh dia membaca hadisnya n jika ya di sekolah didapatkan jawaban yang ee apa namanya itu pertanyaan tentang masalah yang dia sampaikan maka saya melihat tatkala anak kita mampu memberikan jawaban ya Sesuai dengan dalilnya Kendati bertentangan dengan apa yang disampaikan di sekolah Ana yakin seorang guru yang cerdas yang bijak dia akan tidak akan menolak tidak akan menyalahkan hal itu berarti di sini anak ini belajar ya paham dia bahkan boleh jadi hati bagi tambahan ilmu bagi gurunya tatkala dia koreksi nilainya ya pertanyaannya Masyaallah dengan dalil maka di sini tanggung jawab orang tua juga iya meang itu ada penyimpang sampaikan kepada anak kita enggak begini Sayang ini dari nabi Ini hadisnya n jadi ini penting ya Sehingga ya Ee kalaupun ya disebabkan ya Dan seperti itu mungkin ee guru yang mungkin ya sedikit agak apa ya ee kaku dalam menyampaikan ilmu sehingga apa yang disampaikan itulah yang dianggap sebagai kebenaran yang mutlak nah ini guru yang seperti ini perlu ya belajar lagi bagaimana menyikap karena masalah ilmiah ya jangan sampai mendoktrin tentang sesuatu yang itu hanya dari satu sisi diyakin sebagai kebenaran sementara sisi lain masih banyak pendapat-pendapat yang lain maka dalam hal ini Ya sampaikan kepada anak kita seperti itu ya kalaupun mungkin dikurangi nilai gak ada masalah ya at tujuan utamanya ya dia bisa belajar bisa mendapatkan ilmu setelah itu juga Insyaallah dapat ijazah selesai bisa sebagai dokumentasi Nah jadi masalah ilmu ini hal yang sangat penting jadi perlu ya arahan yang baik dari seorang ayah ya atau seorang ibu kepada anaknya dan tatkala dia menyampaikan ini adalah hal yang bertentangan dengan hadis yang sahih maka sampaikan p anak kita ini ini dalilnya nya dari nabi Ini hadisnya Nah maka diharapkan anak tersebut begitu menjawab pertanyaan bisa mengutarakan demikian itu Dan saya merasa itu adalah hal ee yang positif ya Bahkan itu merupakan bukti sebagai anak yang cerdas na paham dan bisa memila ya mana yang benar jawabannya mana yang lebih sahih n demikian wallahuam baik Ustaz Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan Halo belum disambungkan oh halo dengan siapa Di mana ini dari Tasikmalaya H dari tasikmaya silakan Ibu Ustaz mau bertanya Kalau yang melaksanakan tawasulan kepada orang Saleh yang sudah meninggal terus melaksanakan Maulid Nabi dan banyaklah yang lain-ainnya itu termasuk bidah Apa karena di daerah saya kebiasaan majelis-majelis melaksanakan itu lalu yang yang berjamaah imamnya yang suka melaksanakan begitu coba Terangkan Ustaz segitu aja Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh mohon bimbingan dan nasihatnya Ustaz silakan FB ya terima kasih kepada Ibu hamba Allah di tasikelayu ya barakallahu Fik atas pertanyaannya ee yang pertama semangat yang harus selalu kita bangun dalam beragama dan juga ibadah ini adalah kesungguhan untuk meneladani Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan semangat dalam ibadah untuk selalu mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan ya langsung beribadah kepada Allah tanpa ada perantara-perantara nah begitu yang diajarkan oleh Allah dan juga diperintahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam perkaitan dengan masalah tawasul ya ada dua ayat dalam al-qur’an yang menjelaskan kita untuk ya mencari wasilah ya mencari wasilah yalladina amanut taqulah wabtag ilaihil wasilah Wahai orang-orang yang beriman ya bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah kepada Allah Nam ayat yang kedua walladina yaduna yabtagunabihimul wasilahum aqr mereka yang mengibadati ya itu orang-orang saleh ya ternyata orang Saleh tersebut ya yabtagunabihul wasil mencari wasilah mendekatkan Dir mereka kepada Allah wasilah nah dan perlu kita pahami para sahabat nabi Alaihi salatu Wasalam tatkala mendengar Ayat tersebut ya dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mereka memahami wasilah sebagaimana yang dipahami Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maksud wasilah tersebut adalah ya Melakukan amal-amal kebaikan ya ketaatan baik ya Ee keimanan mereka atau amal saleh mereka namam sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah itu wasilah yang dipahami oleh para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nah itu yang dipahami oleh para sahabat para tabiin dan atbaut tabiin nah Termasuk amal saleh yang berdoa Nah Bu juga mereka memahami berdoa meminta berdoa kepada orang yang Saleh yang masih hidup seperti mereka datang pada nabi atau salah seorang datang pada nabi alaihialatu wasalam di waktu terjadi ya kemarau kekeringan maka seorang datang pada nabi nabi dalam keadaan berkhutbah maka beliau meminta kepada nabi agar nabi meminta hujan nabi mengangkat tangannya ya memohon kepada Allah allahum Agis allahum Agis ya Allah turunkan hujan kepada kami seketika itu Allah mengabulkan doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak lama setelah itu turun hujan Nah dan setelah Nabi meninggal terjadi juga kemaru di zaman Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu Beliau juga melakukan Istisqa minta hujan salat minta hujan beliau tidak pergi ke kuburan nabi meminta kepada nabi kepada Allah diturunkan hujan lewatan perantara nabi tidak mereka memahami hal italah hal yang terlarang maka beliau pergi kepada Abbas paman nabi alaihialatu wasalam ya Ya Allah dahulu Kami di waktu kemarau di zaman rasul atau nabi ya masih hidup kami meminta Istisqa berdoa meminta agar Rasul berdoa maka diturunkan hujan sekarang kami meminta ya kepada paman nabi kami untuk berdoa maka berikan hujan kepada kami ya Allah maka kata e Umar kepada Abbas kum ya Abbas fadu berdirilah wahai Abbas Ayo berdoa nah begitu seterusnya jadi tidak pernah tidak terdapat di zaman sahabat tabiin atba tabiin mereka memahami makna wasilah dalam kedua Ayat tersebut Mereka pergi meminta ya perantara kepada orang-orang yang telah mati orang-orang Saleh oleh atau para wali tidak tidak didapatkan ini pemahaman yang lain menyimpang yang muncul di belakangan termasuk pemahamananang bidah yang memahami wasilah itu wasilah dengan kedudukannya orang saleh ya makanya semua ahli tafsir dalam menafsirkan kedua Ayat tersebut mereka mengatakan sepakat sebagai kata Imam Ibnu Katsir bahwa maksud wasilah itulah attqaruballah mendekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal Saleh baik yang wajib atau yang sunah itu wasilah jadi iman kita tatkala kita berdoa Kita bertawasul dengan nama-nama Allah ya rabbana innana amanna Ya Allah kami beriman ini tawasul kita ini bertawasul dengan iman kita kemudian kita berdoa fagfirlana n begitu kemudian amal saleh ya segala ketaatan amal S yang kita lakukan jadikan wasilah mendekat diri pada Allah Seperti kisah tiga orang dari ee umat terdahulu mereka keluar untuk satu perjalanan kemudian turun hujan mereka mampir berteduh masuk ke dalam sebuah gua kemudian tertutup gua tersebut gak bisa mereka keluar maka masing-masing mengatakan bahwa kita tidak akan bisa keluar dan selamat kecuali dengan pertolongan Allah maka ingatlah apa saja amalan yang paling mulia yang terbaik yang pernah dilakukan ya penuh keikhlasan maka memohonlah kepada Allah tawasul dengan amalan tersebut ada yang mengatakan tentang Birul Walidain kebaktian dia kepada orang tuanya baktinya kepada orang tuanya kemud mengatakan ya kejujurannya menjaga amanah dan gaji ya pegawainya di estasikan kemudian setelah itu diserahkan kepadanya Kemudian yang kedua seorang yang ingin berbuat zina ya tapi diingatkan dia tinggalkan ya karena Allah Azza waalla Ya Allah seandainya kami lakukan hal itu semua karenau ya Allah Bukakanlah pintu gua terbuka pintu gua nah kemudian tawasul Dengan nama Allah Walillah as Husna yaillah asmanauhuhauhuha kita di Min Makanya berdoa Kita melihat bagaimana ya Ee terdapat nama-nama Allah kita Puji Allah kita sanjung Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatnya setelah itu baru kita berdoa Alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim Maliki yaumiddin iyaka na’budu iyaka nastain ini semua puji-pujian bagi Allah pengakuan tentang ibadah kepada Allah setelah itu kita berdoa ihdiniratal mustaqim Ya Allah tunjuki kami kepada jalan yang lurus Ini pelajaran bagi kita ya maka begitu kita ingin mohon keampunan ya Rahman ya Rahim ya gfur ya tawabfirli watub alaiya inak Anta tawaburrahim nah ini tawasul yang diperbolehkan Adapun tawasul dengan orang yang telah mati penghuni kubur para wali Ini semua adalah perkara-perkara yang telah menyelisihi sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ada dua kondisi ya dan tentu berbeda secara hukum bila Bila seseorang memohon kepada Allah bila memohon kepada Allah lihat dia memohon kepada Allah tapi dengan perantara kedudukan Wali kedudukan Nabi ya Jah manzilah ini dihukumi sebagai bidah yang haram ya karena tidak pernah dilakukan Sahabat tidak pernah dilakukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seperti itu ya muncul ini baru muncul di kalanganangan mutaakhirin tak kala muncul banyak praktik-praktik pengkultusan kepada orang-orang Saleh muncul berbagai tarekat-tarekat Sufiah ya muncul yang pemujian terhadap kuburan dan penghuni kubur ya pengkultusan Nam muncul hal yang seperti itu ya kemudian bila dia meminta kepada penghuni kubur orang yang telah mati tersebut ba itu nabi atau orang Saleh atau wali siapapun bila Dia meminta agar yang telah mati itu menyampaikan mengangkat hajatnya kebutuhannya kepada Allah maka ini adalah Syirik syirkun Akbar karena doa adalah ibadah tidak boleh meminta kepada Wali kepada nabi kepada Jibril kepada siapapun ya untuk disampaikan hajat kita ya Allah sampaikan hajat saya dengan perantara nabi perantara orang Saleh ini termasuk perbuatan bidah yang muharamah masuk ke dalam kategori perbuatan Syirik kecil aknya akan bisa menjerumuskan ke dalam Syirik besar bila dia meminta langsung ya Rasulullah sampaikan hajatku ya Rasulullah berikan keberkahan kesyafaat kepadaku ini dia telah meminta kepada nabi meminta kepada Sain Allah Apa hukumnya adalah syirkun Akbar Syirik besar waal masajidillahah ah Masjid itu milik Allah maka jangan ya beribadah menyeruh berdoa ya mengibadati ya seorang pun menjadi sekutu bagi Allah n wudullah w ibadatilah Allah jangan berbuat Syirik ada ibadah Ya berdoa meminta siapapun kepada Jibril kepada nabi kepada orang Saleh kepada siapun ya perbuatan Syirik Allah melarang hal itu Allah mengatakan unajunakum berdoalah kepadaku aku kabulkan jadi ini yang harus diperhatikan maka berdoalah langsung engak perlu ada perantara-perantara ya Allah mengajarkan memintakan kita untuk berdoa secara langsung Rasul begitu juga Rasul berdoa tidak pernah ada perantara ya Antar dengan orang e mungkin kedudukan keburukan orang-orang Saleh atau tidak Sahabat juga tidak pernah berdoa seperti itu para tabiin tidak pernah berdoa juga dengan perantara kalaupun mereka Berdoa adalah perantara yang masih hidup sebagaimana para sahabat meminta kepada nabi berdoa tatkala Rasul masih hidup tatkala beliau telah meninggal mereka tidak datang kepada kuburan nabi ya nabi sampaikan hajat ya m Mintalah kepada Allah agar kami diberi hujan tidak zaman Umar begitu juga ya beliau meminta kepada pamannya yaitu Abbas untuk berdoa ini menjelaskan kepada kita bahwa maksud wasilah dalam Hayat yang dijelaskan tadi adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan amal saleh dan tidak pernah sahabat nabi kaum Salafus Saleh memahami wasilah yaitu berdoa memohon kepada ya atau berdoa dengan perantara orang Saleh yang telah meninggal tidak pernah jadi ini pemahaman yang bidah yang harus [Musik] waspadai Adapun pertanyaan kedua tadi ya Ee tidak diraukan bahwa kelahiran Nabi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah ya nikmat yang besar Mulia tapi yang lebih nikmat yang lebih mulia dari itu Sem adalah diutusnya beliau sebagai nabi dan rasul ya karena kalau hanya seedar kelahiran tapi kelahiran tidak membawa dalam artian suatu misi dakwah yang besar maka banyak orang yang lahir tapi ya tidak tidak juga ya menjadi suatu hal yang bersejarah tapi nabi jelas kelahiran beliau tapi yang lebih utama dari itu semua begitu beliau lahir sampai umur 40 tahun beliau diangkat menjadi nabi dan rasul di situlah ya kebaikan ya menyebar di permukaan bumi tatkala turun Wahyu maka tidak diraukan kita semua Cinta Nabi tapi kecintaan bukan di ya dibuktikan dengan hal yang seperti itu oleh karena itu nabi tidak pernah e nabi tidak pernah melakuk Ukan yang memperingati hari kelahirannya Abu Bakar dan Umar Utsman Ali Bin Abi dan yang lain tidak pernah tidak seorang pun para sahabat pernah melakukan hal itu para tabiin tidak pernah juga para atbaut tabiin tidak pernah juga Imam Syafi’i Imam Ahmad Malik Abu Hanifah Imam Bukhari muslimnya Abu Daud Tirmidzi Nasa Ibnu Majah enggak pernah juga lalu Siapa yang melakukan n engak pernah mereka melakukan hal itu lalu Siapa yang mau kita ikuti Jujur saja ya permasalan bukan sekang ini oh ini sebuah tradisi ini sebuah sudah terbiasa masyarakat permasalahan yang sekarang apakah itu ibadah atau tidak ya Apa itu ibadah atau tidak kalau itu bukan ibadah kenapa seorang bisa mempersiapkan diri dengan berbagai bacaan dengan berbagai ya ee ritual-ritual atau mungkin berbagai ya Ee rangkaian acara yang itu mustahil dilakukan kalau tidak ingin mendapatkan pahala n jika itu satu ibadah ya harus ada landasannya gitu Oleh karena itu ya kaum muslimin ya bukti cinta kepada nabi itu adalah dengan serius mengikuti sunah beliau ajarannya itu dilakukan sahabat Abu Bakar dan Umar Para sahabat Orang yang lebih cinta kepada nabi yang sangat bergembira dengan ya diutusnya nabi tapi bagaimana mereka melempiiskan kegembiraan membuktikan kecintaan adalah dengan ittiba sebagaimana kata Allah meang Allah menuntun mereka seperti itu Qul inuntum tuhibbunallah fattabiuni yuhbibumullah wfirakum dunubumahuahim Ya jika kalian mencintai katakan Muhammad jika kalian mencintai Allah Ikuti saya yaitu Rasulullah Itulah bukti cinta Nah maka Allah akan mencintai kalian jadi Ikutilah Rasulullah jangan ikuti orang-orang di zaman belakangan ini Adapun salat di belakang berkata i Mang Kalau mang suatu bidah tidak sampai kepada eh kepada perbuatan kufur ya secara hukum secara hukum asalnya salat sah di belakangnya tapi kurang utama tapi bila bila ternyata kesyirikan dilakukan kesyirikan yang mengeluarkan dari Islam ema kepada nabi meminta kepada Wali meminta kepada jin setan yang lainnya kemudian jadi imam jangan salat di belakangnya karena dia telah berbuat kesyirikan kesyirikan yang besar dia harus bertobat dari hal itu n dan kesyirikan yang besar adalah kekufuran waliyazubillah kekufuran sehingga Bila seorang mati dalam keadaan Syirik besar minta kepada Jin kepada setan kepada Wali kepada nabi kepada Jibril perbuatan Syirik Nam bila mati dalam keadaan seperti itu dia diharamkan masuk surga ya waliyadubillah maka ini perlu diwaspadai Nah demikian wallahuam baik Ustaz Barakallah fikum mungkin itu yang EE bisa disampaikan pada kesempatan kali ini itulah pertanyaan yang bisa dijawab mudah-mudahan di lain waktu bisa kita lanjutkan lagi mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangannya semoga bermanfaat Semoga kita senantiasa dalam keadaan Istiqamah di atas agama ini teruslah di atas sunah jangan ikuti jangan menyerupai orang-orang non Islam ya tidak perlu kita ikut ya meramaikan berbagai tradisi atau mungkin ee kebiasaan-kebiasaan mereka berpegang teguhlah dengan agama yang mulia ini karena dengan berpegang teguh dengan agama tersebut kita akan Mulia tapi bila tatkala kita mengekor kepada orang-or dimurkai ole Allah kita akan hina ya kita akan celaka waliyadubillah maka jangan ikut-ikutan jangan menyerupai kaum-kaum yang telah dimurkai oleh Allah atau yang telah disesatkan oleh Allah berpegang teguda dengan Sunah ya dan pelajarilah Sunah amalkan ya laksanakan dan sebar disebarkan dan sabar dalam yang menjalankan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Demikian Ya subhanakallah wabihamdik asaduaahailla Anta astagfiruka wauubuaiam alualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan jazakumullahu Khairan Barakallah fikum kepada Ustaz dan rekan-rekan kami yang ada di sekolah tinggi dirasah Islamiah Imam Syafii Jembar yang telah turut memberikan kesempatan bagi kita semuanya untuk menyimak dan mengikuti bimbingan serta pelajaran bersama Ustaz Dr Muhammad n Ihsan Ma hafidullahu taala Semoga Allah subhahu wa taala senantiasa melimpahkan Taufik rahmat dan kesehatan untuk kita semuanya dan dimudahkan kembali untuk dapat mengambil ilmu dari Ustaz di Jumat pagi yang akan datang ikhwat Al Islam pemerhati ruja di manaun anda berada Terima kasih atas kebersamaannya kami mohon maaf apabila kekurangan dalam kami menghadirkan program acara ini kami akhiri subhanakallahumma W biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakat k
Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply