wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman Walah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu waasul Amma ba’du ikhat islamzakumullah para pemirsa dan pendengar ra di manapun Anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancarluaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radio roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalikumalam warah innalhamdalillah nahmaduhu [Musik] waastainuhu ahillahu Fala mahl F Hadah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh ya ayuhadina amanutaqulaha haqq tuqatih w tamutunantuml [Musik] wuma rijalan watlahzii Arham inallahaanaikumqba ya auhina amanah ammauqal had kitabullah Wir had hadyu Muhammadin Shallallahu Alaihi Wa alihi wasallam Um muhda wa muhda bidah Wa bidtin w Fin W Alhamdulillah maasyiral muslimin maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati roak TV dan radio roa serta ikhwah maupun akhwat yang hadir di masjid albkah almasjidul Mubarak Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat mat dan karuniaanya alhamdulillah dengan taufiknya kita dimudahkan kembali bertemu di malam hari ini di masjid yang mulia ini di dalam kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat kitab Minhajul firqotin najiah Wat thifatil mansuroh jalan atau metode beragama golongan yang selamat dan selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala Kitab yang ditulis oleh ass Syekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullahu taala Alhamdulillah kita masih di dalam pembahasan mengenai masalah makna kalimat Lailahaillallah yang maknanya adalah la ma’buda bihaqqin illallah atau la mabuda haqqun illallah tidak ada sembahan yang benar tidak ada yang pantas disembah yang diserahkan kepadanya semua jenis ibadah kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata sampai di sini kita di poin yang keempat dalam pembahasan ini rabian yang keempat as Syekh rahimahullahu taala berkata Baki Rasul sahu Alaihi wasallami makaranasar aman yadul arqilan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menetap di Makkah selama 13 tahun senantiasa beliau mengajak orang-orang Arab mengajak penduduk Makkah untuk mengucapkan untuk mempersaksikan ya beliau mengajak mereka dengan mengatakan Lailahaillallah Ucapkanlah kalimat Lailahaillallah karena ini menjadi sebab keberuntungan dunia dan akhirat faqu tapi mereka malah mengatakanahan wah harus menyembah sembahan yang satu saja kami belum pernah mendengarkan ajakan seperti ini sebelumnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajak mereka untuk menyembah hanya kepada Allah karena inilah makna tauhid tapi karena mereka terbiasa memiliki banyak sembahan-sembahan selain Allah maka mereka merasa asing dengan seruan ini sebagaimana yang juga disebutkan di dalam al-qur’an di surah Shad Allah subhanahu wa taala menyebutkan ucapan mereka ajaalal alata ilahan Wahida innaaiun ujab Apakah dia ingin menjadikan sembahan-sembahan kita yang banyak menjadi satu sembahan saja sesungguhnya ini adalah sungguh ini merupakan sesuatu yang sangat mengherankan yakni mereka adalah orang yang paham bahasa Arab sehingga mereka ketika diajak ini menanggapi seperti itu karena mereka menolak Mereka menolak untuk menjadikan Allah subhanahu wa taala sembahan satu-satunya Padahal mereka semua mempersaksikan allah subhanahu wa taala adalah pencipta satu-satunya pengatur alam semesta satu-satunya pelindung satu-satunya pemberi rezeki satu-satunya yang maha kuasa menghidupkan dan mematikan satu-satunya tapi konsekuensi dari pengakuan terhadap rububiyah ini mereka tidak praktikkan tidak praktikkan di dalam mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dalam uluhiyahnya dalam memberikan peribadatan beribadah dan hanya menyembah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata n karena orang Arab itu paham makna kalimat ini waallahi mereka Paham maknanya bahwa orang yang mengucapkan kalimat ini berarti dia tidak boleh menyeru kepada selain Allah dia tidak boleh meminta-minta kepada selain Allah dalam perkara-perkara yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk fatarakuha walam yaakuluha maka mereka meninggalkan menolak seruan dakwah ini mereka tidak mau mengucapkan kalimat Lailahaillallah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan ini selama 13 tahun ya menunjukkan dakwah tauhid bukanlah dakwah yang bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat karena untuk benar-benar membersihkan hati manusia dari kesyirikan agar dia tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata agar dia tidak bergantung kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata meminta pertolongan Meminta perlindungan dan semua ibadah lahir maupun batin hanya diserahkan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata ini tentu membutuhkan waktu agar bisa menanamkannya dengan kuat ke dalam hati kaum muslimin dan inilah yang kemudian dirasakan oleh para sahabat Radiallahu taala anhum AJM setelah akidah mereka kuat pertolongan dari allah subhanahu wa taala dekat dengan mereka dan kemudahan-kemudahan untuk istiamah di atas agama ini Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi mereai Allah subhanahu wa taala di dalam Alquran tentang tanggapan orang-orang Arab yang diserukan kepada kepada mereka kalimat Lailahaillallah ini di dalam surat assat ayat ke-36 innahumu qil lahum La ilahaillallahu yastakbirun bal ja bilhaqqiq mursalin sesungguhnya mereka orang-orang musyrik ini orang-orang yang menolak seruan dakwah ini mereka jika dikatakan atau diajak kepada mereka diserukan kepada mereka Ucapkanlah Lailahaillallah mereka malah menyombongkan diri Mereka menolak nya dan mereka mengatakan Apakah kami harus meninggalkan sembahan-sembahan selain Allah karena mengikuti ucapan seorang penyair yang gila ini bal ja ab bilhaq ya sungguh Sebenarnya dia datang membawa kebenaran wasqal mursalin dan membenarkan dakwah atau seruan dakwah para nabi-nabi sebelum beliau alaihatu Wasalam salam jadi inilah tanggapan orang-orang musyrik ketika diserukan kepada mereka untuk hanya menyembah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata menunjukkan ini merupakan kebiasaan mereka ya sejak di zaman jahiliah mereka selalu menyembah kepada selain Allah subhanahu wa taala Antum semua tentu masih ingat hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim kisah tentang perang Hunain ketika Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersama beberapa orang sahabat yang baru masuk Islam melewati pohon yang dimiliki oleh orang-orang musyrik digunakan untuk menggantung senjata mereka agar senjatanya menjadi kuat dan hebat digunakan di dalam pertempuran yakni mencari berkat kah dari pohon tersebut yang mereka namakan datatu anw ya pohon yang memiliki tempat untuk menggantungkan senjata di situ ketika melihat ini sebagian dari sahabat yang baru masuk Islam yakni baru-baru meninggalkan masa kesyirikan mereka mereka berkata kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana ya Rasulullah ijalana datata anwatin lahum du anwat wahai Rasulullah Buatkanlah untuk kami pohon untuk menggantungkan seperti itu sebagaimana mereka memiliki pohon untuk menggantungkan senjata seperti itu ya jadi Mereka sudah terbiasa melakukan hal yang seperti itu ketika hal-hal seperti ini diserukan hanya ditujukan kepada Allah mereka mengingkarinya Inna haiun ujab ini sesuatu yang mengherankan maka mendengar ini tentu Rasulullah sahu alaihi wasam mengingkari Beliau mengatakan Allahu Akbar dalam riwayat lain Subhanallah maha suci Allah Allah Maha bes is ucapan yang kalian ucapkan ini sama dengan ucapan Bani Israil kepada Nabi Musa alaiiu wasam sembahan lain selain Allah sebagaimana mereka orang-orang musyrik memiliki banyak sembahan-sembahan selain Allah subhanahu wa taala Ini semua adalah bentuk pengingkaran mereka terhadap seruan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa taala semata-mata yaitu inilah yang merupakan makna dari kalimat kalimat Lailahaillallah ya Oleh karena itu mereka adalah orang-orang yang memahami makna kalimat ini sehingga mereka sehingga mereka menolaknya tiib waqala Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian di dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda manqala la ilahaillallah wa kafaro Bima yubbadu Min dunillah haruma mauhu wa damuhu Barang siapa yang mengucapkan kalimat Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah dan dia mengkufuri mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah maka haram untuk ditumpahkan darahnya dan haram untuk dirampas hartanya yakni dia terjaga dia adalah sebagai orang muslim yang terjaga harta dan darahnya jemaah sekalian rahimakumullah kita ketahui kalimat Lailahaillallah Allah kalimat tauhid mengandung penafian dan penetapan annafyi Wal isbat inilah dua rukun kalimat Lailahaillallah yakni menafikan segala sesuatu yang disembah dengan benar selain Allah subhanahu wa taala kemudian menetapkan itu hanya milik Allah subhanahu wa taala semata-mata dengan cara penetapan seperti ini maka ini benar-benar khususkan ya benar-benar penetapan memurnikan penetapan ibadah hanya untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata ini lebih tinggi dalam hal menetapkan ibadah kepada Allah semata-mata dibandingkan misalnya orang hanya mengatakan Allahu ilahun atau Allahu ilahul Haq Allah adalah sembahan yang benar ya karena penetapan seperti ini tidak menafikan ada sembahan lain selain Allah tapi kalau dikatakan dengan annafy Wal isbat tidak ada sembahan yang benar selain Allah berarti dinafikan segala sesuatu yang pantas disembah kemudian menetapkannya hanya untuk Allah subhanahu wa taala semata Matata itulah makna firman Allah subhanahu wa taala dalam al-qur’an di surat albaqarahay yakfur bituti waukmin Billahi faqod istamsaka Bil urwatil wutqo maka Barang siapa yang mengingkari sembahan segala sesuatu yang disembah selain Allah kemudian dia menetapkan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala saja maka berarti dia telah berpegang teguh dengan buhul tali yang kuat yaitu kalimat Lailahaillallah contohnya kata para ulama seperti orang mengatakan ya Misalnya seorang mengatakan zaidun fil masjid Zaid berada di dalam masjid benar kita mengatakan dia dalam masjid tapi tidak menutup kemungkinan ada orang lain di dalam masjid mungkin ada Ahmad ada Muhammad ada Abdullah ada Abdurrahman dalam masjid Bukan hanya dia dalam masjid ya tapi kalau tidak kalau kita mengatakan Laisa ahadun fil masjidi illa Zaid tidak ada seorang pun di masjid kecuali Zaid maka berarti berarti kita mengkhususkan hanya Zaid yang ada di dalam masjid inilah bentuk kalimat yang didahulukan dengan penafian kemudian menetapkan benar-benar mengkhususkan hal tersebut untuk orang yang disebutkan setelah setelah penafian dan Penetapan tersebut oleh karena itu ini menunjukkan kalimat Lailahaillallah sekali lagi makna kalimat ini dipahami oleh orang-orang Arab sehingga mereka-mereka yang menolak dakwah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam terang-terangan menolaknya sebagaimana yang disebutkan di dalam di dalam ayat ini tib diterangkan di sini oleh Syekh tentang makna hadis tadi wanal hadii annaal byisyahadati [Musik] yastalzimu an ibillah maka makna hadis ini bahwa orang yang melafazkan kalimat syahadat maka konsekuensinya dia harus mengkufuri dan mengingkari semua bentuk peribadatan kepada sel Allah subhahu wa ta ya peribadatan kepada selain Allah subhanahu wa taala harus diingkarinya karena ini tidak sesuai dengan makna tauhid dan ini merupakan pelanggaran yang sangat besar terhadap hak Allah subhanahu wa taala kita tahu kesyirikan adalah sebab yang menjadikan Allah subhanahu wa taala berlepas diri dari hambanya Bagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam hadissi riwayat Imam muslim am Aku adalah zat yang paling tidak butuh kepada kesyirikan maka Barang siapa yang mengamalkan satu amalan yang dia menyekutukan aku berbuat Syirik di dalamnya maka aku akan tinggalkan dia dengan perbuatan Syirik yang dilakukannya dalam riwayat lain faana atabarhu maka aku berlepas diri dari dari hamba tersebut ya Jadi ini konsekuensinya makanya harus ada pengingkaran terhadap segala sesuatu yang disembah selain Allah subhanahu wa taala inilah Sebabnya kenapa para ulama sewaktu menyebutkan misalnya makna Islam alistislamu lillahi Bita tauhid menundukkan diri kepada Allah subhanahu wa taala dengan mentauhidkannya Wal inqiyadu lahu bitah yang kedua tunduk kepada Allah subhanahu wa taala mentaatinya dengan mengamalkan ketaatan kepadanya dan yang ketiga apau minir wa ahlii dan berlepas diri dari perbuatan Syirik serta orang-orang yang melakukannya jadi harus ada baroah ada pengingkaran ya Oleh karena itu Allah subhanahu wa taala ketika menyebutkan di dalam Alquran sifat-sifatnya ibadahman hamba hamba Allah yang bertakwa di antaranya adalah disebutkan dalam surat alfurqan apa walladzina la yashhadunzur mereka adalah orang-orang yang tidak menyaksikan tidak ikut serta dalam perayaanperayaan orang-orang musyrik mereka tidak akan mungkin ikut serta di dalam perayaan-perayaan yang mengandung kekufuran menghadirinya termasuk mengucapkan selamat karena itu mengandung sesuatu yang sangat bertentangan dengan tauhid yang tauhid ini merupakan syarat seseorang dikatakan masuk ke dalam Islam Ya karena harus ada pengingkaran harus ada sikap baroah berlepas diri dari perbuatan perbuatan Syirik tersebut Kil amwati wiri seperti berdoa kepada orang-orang yang sudah mati dan kepada selain mereka yakni berdoa kepada selain Allah subhanahu wa taala ibu ba Muslima biim waukhalifuna maknaha bfwalihim waaiimirillah dan sungguh sangat mengherankan ada sebagian dari kaum muslimin yang mengucapkan kalimat ini dengan lisan mereka tapi menyelisihi kandungan maknanya dengan perbuatan mereka dan dengan doa mereka yang mereka tujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala ini karena apa Karena kejahilan tentang makna tauhid Itulah sebabnya Kenapa tauhid disyaratkan ketika kita mengucapkan mengucapkannya kita harus paham kandungan maknanyaamahallah ketahuilah bahwasanya tidak ada bahan yang benar selain Allah subhanahu wa taala maka ilmu tentang makna kalimat ini ilmu tentang konsekuensinya hal-hal yang bisa membatalkannya ini perkara termasuk perkara yang paling wajib untuk diketahui oleh setiap kaum muslimin oleh setiap muslim agar dia tidak melakukan hal-hal yang menjadi sebab batalnya syahadat tersebut naudubillah minzalik di dalam hadis yang sahih yang lain yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Man mata wahua y’lamu annahu la ilahaillallah dakhalal Jannah Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan dia mengetahui makna kalimat Lailahaillallah yang benar maka dia akan masuk ke dalam ke dalam surga ini menunjukkan wajibnya kita mengetahui memahami makna dari kalimat Lailahaillallah agar bermanfaat untuk menjadikan sebab kita selamat dari api neraka tib berikutnya khamisan yang kelima lailahaillallahu asasut tauhidi Wal Islami wa manhajun kamilun Lil hayati kalimat Lailahaillallah adalah Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah tidak ada yang pantas untuk diibadahi dengan semua bentuk ibadah Ya baik itu salat menyembelih-sembelihan puasa kemudian mencintai takut dan berharap tidak ada yang pantas untuk diibadahi selain Allah tidak ada sembahan yang benar selain Allah ini adalah asas tauhid landasan tauhid dan landasan Islam itu sendiri Sekaligus merupakan manhajun kamilun Lil hayati merupakan metode yang sempurna untuk kehidupan manusia ya seseorang yang membangun agamanya di atas tauhid kehidupannya akan selalu dekat dengan pertolongan Allah subhanahu wa taala Itulah sebabnya Kenapa para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam seruan dakwah mereka sama mengajak manusia kembali kepada tauhid yaudullahaakum Min ilahin girir wahai kaumku sembahlah kalian kepada Allah semata-mata karena tidak ada sembahan lain bagi kalian selain Allah subhanahu wa taala ya orang yang selalu menjadikan landasan agamanya nya landasan kehidupannya Lailahaillallah maka hidupnya selalu terbimbing dengan petunjuk selalu dalam keadaan aman bahkan tidak ada kebaikan kecuali dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala pernah saya nukilkan pernyataan Imam Ibnu Qayyum rahimahullah taala dalam kitab Atul lafan bahkan judul Satu pembahasan di dalam kitab ini layilqbi [Musik] ah tidak ada kehidupan bagi hati yni hati mati semua keburukan kalau hati sudah menjadi buruk Mati berarti semua anggota badan tidak ada manfaat kehidupannya kata kata Imam Ibnu qayyim tidak ada kehidupan bagi hati tidak ada Kebaikan tidak ada kesenangan tidak ada kegembiraan tidak ada ketenangan kecuali sampai hati ini menetapkan Allah subhanahu wa taala sembahannya satu-satunya Allah subhanahu wa taala pencipta satu-satunya sembahan satu-satunya puncak dari segala tujuannya dan zat yang paling dicintainya melebihi dari segala sesuatu yang ada di dunia ini maka ini adalah Manhaj kehidupan sempurna ya kehidupan kita akan menjadi indah kalau kita selalu beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata makanya sudah pernah juga kita isyaratkan kita Jelaskan Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala dalam kitab yang lain dalam kitab alab kalimi thayib menyebutkan satu kaidah bahwa semua permasalahan yang kita alami dalam hidup kita ujung-ujungnya kembali kepada permasalahan Syirik tidak mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dengan sebenarnya yakni musibah yang menimpa kita kemudian kita diperbudak oleh makhluk ditundukkan kesialan muncul ketidak beruntungan dan semuanya ya di dalam Kitab alwabilib rahimahullah taala Beliau mengatakan Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala mengatakan wqqallahu q lauru w yudfa ala Anna ahabbaan siwallahiba bihi W budda wanu Alaihi wanu alaihiman Lahu waman ARD girahu bisakatihi asatahu Alaihi Wa budda sungguh Allah subhanahu wa taala telah menetapkan satu ketentuan yang tidak bisa ditolak dan tidak bisa dihindari bahwa barang siapa yang mencintai selain Allah mencintai makhluk selain Allah bukan karena Allah maka udziba bihi maka akan dijadikan azab atau musibah yang menimpa hamba ini dari arah makhluk yang dicintainya tersebut Barang siapa yang Takut berlebihan kepada selain Allah maka sesuatu itu akan dijadikan menundukkan menguasai dirinya memperbudak dirinya Barang siapa yang mendahulukan sesuatu melebihi dari kecintaan kepada Allah maka itu akan menjadi kesialan bagi dirinya ya dan barang siapa yang mencari keridaan makhluk dengan kemurkaan Allah maka Allah subhanahu wa taala akan menjadikan makhluk itu justru murka kepadanya dan ini pasti terjadinya jadi tidak ada yang lebih agung daripada menegakkan tauhid dan tidak ada yang lebih banyak manfaatnya dalam membawa segala bentuk kebaikan kebahagiaan bagi manusia melebihi daripada daripada penegakan tauhid Maha Benar Allah subhanahu wa taala yang yang berfirman di dalam Alqur’an alladzina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezaliman merekalah orang-orang yang yakni kesyirikan merekalah orang-orang yang selalu mendapatkan keamanan kedamaian ketentraman dalam hidupnya dan mereka selalu mendapatkan petunjuk allah subhanahu wa taala Oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah perbaiki tauhid semua kebaikan Allah akan mudahkan bagi kita semua keburukan-keburukan kesulitan-kesulitan allah subhanahu wa taala akan jauhkan dari dari kehidupan kita nah watahaqqqu bujihi kulli anwail ibadati lillah yang tauhid ini kita wujudkan atau akan terwujud dengan mengarahkan menujukan semua bentuk ibadah hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata Wika muslimillah yang demikian itu jika seorang muslim hanya tunduk kepada Allah wahahu hanya berdoa kepada Allah dan dia hanya semata-mata berhukum menyerahkan hukum kepada syariat Allah bukan kepada selainnya inilah Tauhid Dalam kehidupan manusia dari sini kita mengetahui jemah sekalian rahimakumullah ya seruan para nabi dan para rasul alaihimatu wasalam yang mengajak manusia kepada tauhid ini adalah wujud dari sempurnanya rahmat Allah karena Allah subhanahu wa taala yang Allah wajibkan pertama kali bagi manusia adalah Apa sebab untuk memperbaiki landasan hidup mereka supaya dekat dengan kebahagiaan dekat dengan pertolongan Allah supaya manusia mengetahui tempat mereka mengarahkan Segala kelemahan dan kekurangan diri mereka ya makanya seruan dakwah para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam selalu dibangun di atas tauhid sampai-sampai sebagian dari para ulama Salaf menyebutkan ya tauhid ini landasan kehidupan dan juga Landasan atau kalimat utama yang Allah akan tanyakan kepada semua manusia pada hari kiamat nanti landasan utama kehidupan kemudian ketika manusia mati dengan mengucap kalimat tauhid Lailahaillallah itu menjadi keselamatan mereka di akhirat inti pertanyaan ketika manusia nanti dihadapkan kepada Allah subhanahu wa taala adalah juga kalimat tauhid kata Sebagian ulama Salaf kalimat akirun dua kalimat yang Allah subhanahu wa taala akan tanyakan kepada semua manusia yang paling pertama hidup di dunia sampai paling terakhir pertama apa ammau yabudun apa yang mereka sembah di dunia ini tauhidnya karena inilah kalimat yang menjadi sebab tegaknya kehidupan tegaknya alam semesta beserta isinya Dan yang kedua Bim ajabul mursalin bagaimana mereka menjawab seruan para nabi dan para rasul alaihatu wasalam oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah menjadikan hidup dan mati kita untuk tauhid ini adalah sebab yang menjadikan kita benar-benar bahagia di dunia dan di akhirat Makanya jangan pernah bosan mempelajari tauhid ulang-ulang terus pelajaran tauhid yang paling penting masukkan pemahaman tauhid hakikatnya di dalam hati kita kita harus ingat kesyirikan yang paling banyak di bantah di dalam al-qur’an adalah kesyirikan yang berhubungan dengan masalah apa berdoa atau menjadikan perantara dalam berdoa kepada selain Allah subhanahu wa taala berarti manusia paling banyak permasalahannya adalah dalam hal meminta hajat dan kebutuhan Inilah dalam kehidupan kita hajat dan kebutuhan itu selalu ada seiring dengan kelemahan dan kekurangan diri kita maka orang yang mengenal tauhid yang senantiasa meyakinkan di dalam hatinya bahwa tempat meminta tempat bersandar tempat kita menghadapkan hati kita dengan segala hajat dan kebutuhan kita hanyalah Allah subhanahu wa taala dialah orang yang paling tenang hidupnya orang yang paling damai hidupnya orang yang paling bahagia hidupnya sebagaimana dari penjelasan yang tadi kita nukilkan dari ucapan Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala yang keenam qala Ibnu Rajab Al Imam Ibnu Rajab alhambali rahimahullah taala berkata alilahu hualladzi yutau wala Yuso haibatan lahu wa ijlalan Wa mahabbatan w khaufan waajaan Wa tawakulan Alaihi wa sualan minhu wa duaan lahu perhatikan alilah makna alilah yakni alma’bud ya yang disembah alilah termasuk di antara nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah kita tahu dia adalah zat yang di ati dan tidak didurhakai yakni kita mengamalkan perintahnya menjauhi larangannya dengan apa Haibah dengan rasa takut dengan pengagungan dengan kecintaan dengan ketakutan dan pengharapan kepadanya dengan bertawakal menyandarkan hati kepada allahelalu hanya kepadaNya jadi Ikwan akw rahimumullah kaum muslimin pemerhati ro TV dan radio ro di mana pun Antum berada juga ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albkahfakumullah kita perhatikan karena ini kunci kebahagiaan hidup kita yang sesungguhnya inilah sebab yang akan menghilangkan semua permasalahan permasalahan dalam HID kita yang menjauhkan dari kebaikan jadiah itu dikat ah ketika ditaati perintahnya dijauhi larangan-larangannya yaitu dengan rasa takut dengan pengagungan dengan ketundukan dengan kecintaan rasa takut dan pengharapan kepadanya disertai dengan tawakal selalu menyandarkan hati kepadanya selalu meminta dan hanya berdoa kepadanya berarti tidak akan dikatakan ibadah orang yang hanya beribadah kepada Allah tapi tidak ada pengagungan tidak ada kecintaan Kenapa karena dia tidak mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah karena dia tidak mengetahui makna kemahakuasaan Allah atas segala sesuatu bahwa dia Maha Kuat Maha Tinggi maha perkasa yang dengan itu hatinya selalu berlindung kepada Allah bersandar kepadanya ketika dia tidak kenal ini maka tidak akan terwujud dalam dirinya penghambaan diri yang sejati kepada Allah sehingga makna alilah itu sebenarnya dekat dengan makna Allah dan tentu makna Allah subhanahu wa taala lebih sempurna karena ini merupakan nama Allah subhanahu wa taala yang paling Agung ya dalam Tafsir At thaabari rahimahullah taala Imam Ibnu sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma menyebutkan makna Allah nama Allah adalah Dul uluhiyati zat yang memiliki hak untuk diibadahi dan disembah oleh semua makhlukNya ya jadi Allah subhanahu wa taala dinamakan Allah karena dialah yang memiliki hak untuk disembah dan diibadahi oleh semua makhlukNya dan arti penyembahan dan penghambaan diri seperti yang disebutkan di dalam makna ini kita beribadah kepada Allah menjalankan perintahnya menjauhi larangannya dengan rasa takut dengan ketundukan dengan rasa cinta berharap kepada Allah dengan tawakal ya dengan selalu meminta dan hanya berdoa kepadanya semata-mata wa yasluhu H kulluhu illa lillahi Azza waall dan semua ini tidak pantas diserahkan kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa taala semata-mataan as makliil Um allatiya Min khilahi kan maka Barang siapa yang menyekutukan Allah dengan makhluk Barang siapa yang menyertakan makhluk dalam sesuatu dari perkara-perkara yang merupakan ibadah yang agung ini yang semuanya merupakan kekhususan dari makna alilah maka berarti itu jelas-jelas merupakan sebab yang merusak keikhlasannya ketika dia mengucapkan kalimat Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar selain Allah subhanahu wa taala karena tidak dikatakan sembahan kalau tidak diibadahi tidak dilaksanakan perintahnya tidak ditinggalkan angnya belum cukup itu harus disertai dengan pengagungan disertai dengan ketundukan cinta takut berharap disertai dengan tawakal Rida dan semuanya ini makna Ilah yang benar sehingga di sini Kita sudah Terangkan berkali-kali tidak akan mungkin kita bisa melaksanakan Tauhid uluhiyah dengan benar kalau kita tidak mengenal kesempurnaan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala makanya ketika jenis tauhid ini sangat berkaitan erat dan tidak akan bisa dipisah misalkan Satu dari yang lainnya ya tiga macam Tauhid yang ditetapkan oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah nah Wana fihi Min ubudiyatil makhluki bihasabi Ma fihi Min dalika maka pada diri hamba ini ada penghambaan diri kepada makhluk sesuai dengan adanya hal tersebut pada diri hamba tersebut ya pada diri hamba ini yakni Ketika semakin besar dia menyertakan makhluk dalam perkara-perkara tadi maka berarti semakin besar pula penghambaan dirinya kepada makhluk berarti semakin menjauhkan dia dari makna tauhid yang sesungguhnya makna dari kalimat Lailahaillallah yang sesungguhnya yaitu tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata tib safian yang ketujuh Inna kalimata la ilahaillallah tanfau qilaha lamquha bisyirkin sesungguhnya kalimat Lailahaillallah akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkannya Jika dia tidak membatalkannya dengan melakukan perbuatan Syirik ya kecuali kalau dia segera bertobat tentu saja Danu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya yakni dia bertobat dia bersyahadat kembali maka akan bermanfaat bagi dia bahkan akan kembali semua kebaikan kebaikan yangilakannya yang ini sama dengan wudu ya serupa dengan wudu yang ketika terjadi hadas pembatal wudu maka wudunya akan batal seketika makanya penting sekali untuk kita menjaga hal-hal yang menyebabkan batalnya kalimat syahadat yang telah kita ucapkan supaya tidak menjadi sebab kerugian bagi kita di dunia dan di akhirat nanti qa Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam sebuah hadis yang Hasan atau sahih dari sahabat yang mulia Muad Bin Jabal radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda manana akhiru kalami la ilahaillallah dakholal Jannah Barang siapa yang di akhir ucapannya mengucapkan kalimat Lailahaillallah maka dia akan masuk ke dalam surga hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud juga Imam Ahmad dan ini lafaz dalam Sunan Abi Daud dan dinyatakan sahih oleh Syekh Albani rahimahullah taala dalam sahih Sunan Abi Daud tentu sebagian dari para ulama mengatakan Barang siapa yang mengucapkan Lailahaillallah ada sebagian yang mengatakan disertai dengan kalimat syahadat Muhammad Rasulullah kedua-duanya karena ini dua kalimat syahadat ya Ada juga yang mengatakan cukup Lailahaillallah tapi ada juga yang mengatakan mengucapkan dua kalimat syahadat sekaligus Lailahaillallah Lailahaillallah dan Muhammadur Rasulullah nah ini adalah akhir ucapan seseorang yang tentu saja yang bisa mengucapkannya adalah orang yang mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala untuk bisa menutup hidupnya dengan kebaikan seperti ini dan Rasulullah Sallahu wasallam bersabda inamalu bilhatim Sesungguhnya amal tergantung dari penutupnya itu hadis sahih riwayat Imam Bukhari makanya orang yang bisa mengucapkan kalimat ini di akhir hidupnya disebutkan oleh para ulama Dia adalah orang yang memang selama hidupnya memberikan perhatian memahami dan mengamalkan konsekuensi dari kalimat kalimat tauhid ini sehingga dia yang akan dimudahkan untuk mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala bisa menutup hidupnya dengan mengucapkan mengucapkan kalimat tauhid ini kalimat ikhlas ini yang Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita untuk termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala sehingga menutup hidup kita dengan mengucapkan mengucapkan dua kalimat syahadat ini nah Barakallah fikum kita cukupkan sampai di sini dan kita akan teruskan nanti Insyaallah setelah selesai salat Isya Barakallah fikum atau kita ee kumanakan Azan dulu begitu ya baru kita tanya jawab baru kemudian kita jadikan salat Isya yang terakhir Insyaallah iya silakan k Azan dulu i Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar Ashadu Alla ilahaillallah [Musik] Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah Ashadu anna muhammadar rasulullah Hayya alah Hayya alasah Hayya Alal Falah Hayya Alal [Musik] Fah Allahu akbar Allahu akbar Lailahaillallah Allahumma salli ala muhammad wa ala ali Muhammad Iya Barakallah fikum ada pertanyaan yang masuk di sini Asalamualaikum Waalaikumsalam Ustaz kelalaian yang disebabkan banyaknya waktu dengan handphone atau media sosial Apakah ini termasuk diperbudak oleh makhluk Iya bisa jadi termasuk kalau sampai berlebihan sampai melalaikan waktu apalagi menjadikan orang itu lebih memperturutkan mendahulukan hal ini dibandingkan hal-hal yang mendatangkan keridaan Allah Subhanahu wa taala ini bisa jadi diperbudak kan sudah pernah kita sebutkan juga Allah ee Allah dan rasulnya ketika menyebutkan perbuatan-perbuatan Syirik yang mungkin tidak diperhitungkan oleh sebagian orang Contohnya seperti hawa nafsu yang disebutkan di dalam al-qur’an dijadikan sebagai sembahan selain Allah afarita Man itakza ilahahu hawahu waahullahu ala ILM ya bagaimana pandanganmu tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya dan Allah subhanahu wa taala menyesatkan menyesatkannya di atas ilmu hawa nafsu menjadi sembahan berarti ini Syirik memperturutkan hawa nafsu bisa menjadikan seseorang terjerumus ke dalam perbuatan Syirik kalau itu memang sampai dia menjadikan hawa nafsu itu sebagai sesuatu yang diutamakannya sebagai sesuatu yang didahulukannya sampai melebihi hal-hal yang berkaitan dengan keridaan dan kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala demikian pula ketika Rasulullah Sallallahu alaii wasallam bersabda tentang harta di dalam hadis sahih riwayat Imam Al buukhari dan Muslim ta Isa abdud Dinar ta Isa abdud dirham ta Isa Abdul khamilah Celakalah seorang yang menjadi hamba atau budak dari emas budak dari perak yakni budak dari harta budak dari perhiasan maka hal-hal yang seperti ini bisa menjadi menjadi sebab kesyirikan makanya orang yang lemah tauhidnya lemah kecintaannya kepada Allah lemah rasa takutnya lemah pengharapannya lemah ketundukannya kepada Allah ya dengan mudah setan akan menjerumuskan dia ke dalam dosa-dosa yang bahkan sampai kepada tingkat kesyirikan karena itu menjadi resiko dari kelemahan iman yang ada di hatinya Oleh karena itu orang yang imannya lemah memang sangat-sangat berbahaya karena setan akan menjerumuskannya dan setan tidak Rida kecuali menjerumuskan hamba itu untuk terjerumus ke dalam perbuatan perbuatan Syirik supaya keadaannya ya jauh dari Allah subhanahu wa taala bahkan lepas dari dari keislamannya naubillahik n Apakah istri wajib taat kepada suami dalam masalah khilafiah Ya tentu ini harus dirinci ada masalah-masalah khilafiah artinya masalah perbedaan pendapat di kalangan para ulama dan tentu maksudnya khilafiah di sini khilafiah yang muktabarah I kan yang memang ada dalilnya perbedaan pendapat yang diperhitungkan di kalangan para ulama ahlusunah Wal Jamaah ya tentu ini tidak satu macam ada rinciannya contoh misalnya dalam salah khilafiah ada yang mengatakan hukumnya wajib ada yang mengatakan hukumnya sekedar anjuran ternyata istrinya sesuai dengan ilmu yang dia miliki dia pelajari dia berkesimpulan ini wajib contoh misalnya sederhananya masalah hukum cadar ya kita ketahui khilaf di kalangan para ulama ahlusunah Wal Jamaah berkisar antara Apakah ini anjuran keutamaan atau wajib ternyata istrinya mempelajarinya dan meyakini itu adalah wajib suaminya mengatakan tidak tentu dalam hal ini tidak boleh taat kepada suami karena itu maksiat kepada Allah laahadiniah inatu fil Maruf kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis sahih tidak ada ketaatan kepada seorang pun dalam maksiat kepada Allah Karena taat itu hanya dalam kebaikan saja ya Jadi kalau sampai seperti ini keadaannya tidak boleh kita mentaati mentaati suami kalau dalam perkara-perkara lain yang tidak sampai seperti itu keadaannya ya Misalnya perkara-perkara yang bersifat anjuran istrinya ingin melaksanakan salat sunah misalnya suaminya melarang tapi menyuruh dulu untuk melayani kebutuhannya maka istrinya wajib untuk taat apalagi perkara-perkara yang mubah apalagi misalnya suaminya melarang istrinya untuk keluar dalam satu keperluan karena suaminya masih membutuhkannya masib wajib dia taat kalau tidak sampai pada hukum meninggalkan perkara yang diwajibkan di dalam di dalam agama nah jika tidak mengucapkan syahadat di akhir hayat dikarenakan sebab meninggal ketika tidur atau kecelakaan namun kehidupannya selalu dihiasi dengan Tauhid apakah masuk kategori hadis yang disebutkan Iya tidak mesti harus mengucapkan kalimat ini artinya ini salah satu di antara ciri tanda kematian yang baik tapi kan ada ciri ciri yang lain seperti yang diterangkan oleh Syekh Albani rahimahullah taala ciri-ciri orang yang meninggal dengan Husnul Khatimah ya yang disebutkan di dalam beberapa hadis yang sahih ini tanda-tanda yang seperti ini tidak hanya terbatas pada satu tanda saja Misalnya orang yang meninggal di hari Jumat atau meninggal dengan ada keringat di dahinya itu disebutkan di dalam hadis yang sahih diriwayatkan di dalam Sunan Annas Sai dinyatakan sahih oleh SY Albani rahimahullah taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda mautul Mukmin biarqil jabin meninggalnya orang yang beriman dengan keringat di dahinya tentu saja yang seperti ini adalah tanda tapi tidak boleh kita pastikan juga ya kita hanya berharap kita mengatakan ini ciri-ciri kebaikan semoga dia mendapatkan Husnul Khatimah sesuai dengan apa yang disebutkan di dalam hadis yang sahih tapi tidak bisa kita memastikannya karena yang maha mengetahui hatinya cuma Allah subhanahu wa taala semata-mata maka yang disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih orang yang meninggal dunia dalam keadaan beribadah Misalnya ini termasuk ini termasuk tanda-tandah orang yang meninggal di atas kebaikan ya dan hadis-hadis yang lainnya yang menyebutkan tentang ciri-ciri orang yang meninggal dunia dengan dengan kebaikan Nah ayah saya rahimahullah jarang salat ketika hidup namun terkait sesembahan ia yakin Allah rabnya Lalu bagaimana keadaannya di akhirat nanti Masyaallah tidak ada yang mengetahui selain Allah subhanahu wa taala ya mudah-mudahan dia tidak mengingkari kewajiban salat ya dan mudah-mudahan yang ditinggalkannya tidak semua salat secara keseluruhan ya yang Semoga Allah subhanahu wa taala merahmatinya dan mengampuni dosa-dosanya selama dia masih meyakini Allah subhanahu wa taala sembahannya semata-mata meskipun kita ketahui ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang hukum orang yang meninggalkan salat itu pun juga tentu saja ya tidak yang dihukumi sebagai yang kufur itu juga Apakah ya dia meninggalkan salat secara keseluruhan atau mungkin satu salat di antara salat lima waktu itu tentu saja ee ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam menilai orang yang seperti itu keadaannya n barakallahu fikum masih ada yang lain silakan tiib kalau tidak ada pertanyaan lain maka mudah-mudahan apa yang kita bahas dan kita kaji di kesempatan malam hari ini menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita menjadikan kita semakin semangat untukel ari tauhid mengkajinya dan mengulanginya kembali Supaya tauhid ini benar-benar menjadi sebab keselamatan dan kebaikan kita di dunia dan di akhirat nanti semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita senantiasa istiamah di atasnya sampai di akhir hayat kita Barakallah fikum mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita cukupkan sampai di sini Shallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad waa alihibihiinhamdulillahbilaminhanakam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ro tviki Islam azakumullah para pemisa dan pendengar Roja di mana pun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancarlaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply