Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Serial Fiqih Doa dan Dzikir No : 186

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

menyebar cahaya sunah 0811 2823344 baik segera kita mulai kajian ini silakan Ustaz Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastainu ala umurid Dunya waddin wasallallahu ala nabiina wa Sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain Amma ba’d kita panjatkan puja dan puji syukur keehadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini pada hari Senin tanggal 12 jumadaniah 1445 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember 2023 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah Jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin sen pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa gedung Buluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah subhanahu wa taala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla Allah amin sawat dan salam semoga Tiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak ibu-ibu para hadirin dan hadirat serta para pendengar juga pemirsa rahimani warahimakumullah kembali kita membahas tentang fikih pendidikan anak kali ini memasuki serial nomor 186 mengangkat tema berlaku adil kepada anak kepada siapa Bu kepada anak Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan dalam segala hal rakyat harus bersikap adil kepada pada penguasa penguasa harus bersikap adil kepada rakyat suami harus bersikap adil kepada istri istri harus bersikap adil kepada suami atasan harus bersikap adil kepada bawahan bawahan harus bersikap adil kepada atasan termasuk orang tua harus bersikap adil kepada siapa kepada anak-anaknya dan hal ini adalah salah satu prinsip dasar di dalam kita beragama seorang bapak seorang ibu harus berlaku adil kepada anak-anaknya laki-laki maupun perempuan yang ganteng maupun yang ndak ganteng sing ayu apa sing ora ayu harus bersikap adil yang cerdas ataupun yang kurang cerdas yang sempurna fisiknya ataupun yang tidak sempurna fisik yang BP maupun yang maupun yang rakil semua anak harus disikapi dengan sikap yang adil tidak boleh orang tua itu bersikap berat se belelah nek anake sing Sugih teka Masyaallah gole nyambut Jan begitu sing teka sing sing kere ya ora gagawa apa-apa arep pirang Dina neng kene ngentong-ngentongi ngentong-ngentongi beras begitu anaknya yang kaya yang datang bawa macammcam disambut dengan sambutan yang hangat itu adil atau tidak tidak adil ketika anaknya yang berprestasi ranking satu di mana-mana dibangga-banggakan k anakku sing pintar dewek Ini anakku yang membanggakan Begitu datang anak yang prestasinya biasa biasa aja enggak pernah dianggap enggak pernah dibanggakan adil atau tidak tidak Padahal di dalam agama kita orang tua wajib Bersikap Adil bukan sunah bersikap adil itu hukumnya bukan noo sunah tapi nopo wajib berarti kalau bersikap adil kepada anak itu hukumnya wajib kalau ditinggalkan berarti dosa atau tidak dosa jadi orang tua yang tidak bersikap adil kepada anak-anaknya dia berdosa Kenapa berdosa karena dia meninggal kan sebuah amalan yang hukumnya wajib seperti orang enggak Salat zuhur dosa gak dosa beda kalau orang enggak salat duha dosa Gak kenapa karena salat duha sunah Kenapa meninggalkan salat zuhur dosa karena salat zuhur wajib adil itu wajib atau sunah wajib ketika ada orang tua bersikap tidak adil berarti dia telah meninggalkan kewajiban dan orang yang meninggalkan kewajiban dia berdosa adil dalam apa Ustaz adil dalam pemberian materi pemberian apao materi materi siapa Bu duit apalagi tanah apalagi rumah itu materi ya sesuatu yang sifatnya fisik baju ya kendaraan rumah tanah sawah pekarangan itu namanya materi adil itu dalam hal yang sifatnya materi dan dalam hal yang sifatnya non materi jadi ada materi ada nopo non materi materi tadi sudah kita kasih contoh apa tadi Bu Contohnya materi uang tawf mobil ya kemudi kemudian rumah itu materi yang non Materi apa yang non materi adalah ekspresi kasih sayang kenopo ekspresi kasih sayang jadi kasih sayang itu aslinya tempatnya di dalam hati kasih sayang tempatnya di mana Bu di hati tapi ekspresinya ungkapannya itu diungkapkan dengan lisan dengan apao lisan dan diungkapkan dengan perbuatan nah sesuatu yang sifatnya ada dalam hati susah untuk menyamaatakan itu susah tapi ketika sudah diekspresikan sudah diungkapkan dalam bentuk kata-kata atau dalam bentuk sikap maka harus adil contoh mengekspresikan Kasih sayang dengan kata-kata contohnya apa Ustaz ya kalimat Le aku sayang banget sama kamu ini namanya ekspresi mengungkapkan Kasih sayang dengan kata-kata ketika jenengan mengatakan itu kepada anak nomor satu maka jenengan perlu mengatakan itu kepada anak nomor du nomor nomor EMP gak adil kalau jenengan nya mengatakan Le aku sayang banget sama kamu tapi sama kamu enggak kepada anak nomor du dua ini gak boleh ekspresi kasih sayang harus ada itu dengan kata-kata termasuk ekspresi Kasih sayang dengan kata-kata adalah sambutan yang hangat ketika anak kita datang Asalamualaikum Waalaikumsalam alhamdulillah ibu kangen banget sama ini namanya ekspresi kasih sayang ketika Ini diucapkan kepada anak nomor satu maka hendaklah ucapkan itu kepada anak nomor dua nomor nomor tig nomor empat jangan kita ucapkan itu kepada anak nomor satu begitu anak nomor nomor dua datang ungkapan sambutannya Enggak seperti itu malah kadang-kadang sebaliknya mengene maning i Bu n wingi mengene kan baru kemarin ke sini sekarang sudah ke sini lagi gak boleh seperti itu Jadi kalau kita ingin mengungkapkan kasih sayang kita maka ungkapkan kasih sayang itu secara adil kepada semua anak kita ini adalah ekspresi dengan lisan ekspresi dengan perbuatan Apa itu pelukan nopo pelukan usapan tangan di kepala ciuman kita kepada kening anak kita ya ciuman kita kepada pipi anak kita ini adalah ungkapan kasih sayang nanti kita akan Jelaskan bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sangat teliti ketika ada orang tua yang mengekspresikan kasih sayangnya kepada salah satu anaknya dan tidak mengekspresikan kasih sayang itu kepada anak yang lain langsung ditegur oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saat itu juga baik kita bahas dari yang sifatnya materi terlebih dahulu baru nanti kita bahas yang sifatnya non materi yang sifatnya materi contohnya adalah sebuah kejadian di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dituturkan oleh pelakunya sendiri yang mengalami kejadian itu yaitu seorang sahabat yang bernama numan bin Basyir Sinten annman bin Basyir radhiallahu anhuma beliau bercerita saalat Abi eh saalat Ummi Abi ba’al mauhibati Min maihiumma badalahu fawahabahali kata numan Pada suatu hari Ibuku ibunya siapa n’man Pada suatu hari Ibuku minta kepada bapakku minta kepada bapakku supaya aku dikasih harta supaya aku dikasih harta Siapa yang minta Bu ibunya ibunya nukman minta kepada Siapa bapaknya nukman supaya ngasih harta kepada nukman maka Kemudian Bapak itu pun mengabulkan permintaan si Ibu si bapak ngasih nukman harta eh ternyata begitu dikasih apa kata ibunya la ARD Hatta tidan nabi shallallallahu Alaihi Wasallam aku enggak rela Sampai engkau menjadikan Nabi Sallallahu Alaihi was wasallam saksi atas pemberian harta ini Jadi Ibunya setelah minta supaya anaknya dikasih harta dan dikasih sama bapaknya ibunya ngomong Saya enggak akan rela n’man ini dapat harta ini sampai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjadi saksi alias kamu laporkan pemberian ini kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini saking hati-hatinya si Ibu akhirnya Basyir bapaknya n’man menggandeng tangannya n’man yang saat itu masih kecil masih kecil dan ini menunjukkan bahwa bersikap adil kepada anak itu sejak anak kecil jadi bukan hanya ketika anak sudah besar tapi ketika anak kecil pun kita harus bersikap adil diajaklah n’man oleh ayahnya ke Nabi Sallallahu alaihi wasallam begitu sampai di hadapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Basyir ayahnya numan berkata Ya Rasulullah ibunya ini minta supaya saya memberi harta kepada si nukman dan saya beri apa yang diminta oleh ibunya ini tapi ibunya ini enggak rela Sampai engkau menjadi saksi atas apa yang aku berikan kepada anakku ini maka Apa pertanyaan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Alaka waladun Siwa wahai Basyir Apakah kamu punya anak selain n’man ini jadi kamu ini punya anak berapa selain nman maka kata dia Naam Iya saya punya anak selain anakku yang ini jadi nukman ini punya siapa kakak-kakak yang lain dan ternyata kakak-kakak yang lainnya ini dikasih atau tidak gak dikasih maka begitu mendengar jawaban dari Nabi Sallallahu jawaban dari ayahnya numan yaitu Basyir maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung bersabda la tirni Al jaur jangan pernah menjadikan aku saksi atas perbuatan zalim hadis riwayat Bukhari dan Muslim berarti Apa yang dilakukan oleh Basyir memberi nukman harta dan tidak memberi anak-anaknya yang lain harta itu perbuatan apao zalim perbuatan zalim Jadi kalau jenengan ih anak nomor satu rumah maka seharusnya anda mengasih anak nomor dua rumah jenengan ngasih anak nomor satu tanah maka kasih anak nomor dua tanah jenengan membelikan kendaraan kepada anak nomor satu maka hendaklah jenengan membelikan kendaraan untuk anak nomor dua di dalam riwayat yang lain disebutkan Apakah semua anakmu kamu beri dengan pemberian seperti ini jadi nman dikasih sama kamu harta ini apakah kakakkakaknya nman kamu kasih tidak wahai Rasul maka nabi wasersda takutlah engkau kepada Allah dan bersikap Adillah kepada seluruh anak-anakmu begitu mendapatkan teguran keras dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung pemberian itu dikembalikan oleh n’man kepada ayahnya Karena itu adalah perbuatan ini hadis riwayat Bukhari di dalam hadis riwayat Muslim dikatakan wahai Basir ayahnya kamu pengin gak semua anakmu berbakti kepadam anak nomor S berbakti nomor du berbakti nomor t berbakti nomor berbakti kamu penginak semua anakmu berbakti kepadamuentuah ras kalauakitu kamuakasih sebagan yang lain dan tidak ngasih kepada sebagian yang lain kalau kita pengin anak-anak kita semuanya berbakti kepada kita maka kita harus berbuat adil kepada semua anak-anak kita jadi kalau misalnya kita cuma ngasih kepada anak yang pertama yang kedua yang ketiga yang keempat enggak dikasih kemudian anak kedua ketiga keempat enggak berbakti Ya itu kan gara-gara perbuatanmu sendiri Kenapa yang dikasih cuma anak nomor satu saja kalau kamu pengin anak nomor satu nomor dua nomor 3 nomor at semuanya berbakti kepadamu maka anak nomor satu nomor dua nomor nomor empat semuanya harus kamu kasih gak boleh kamu ngasih nomor satu nomor dua enggak dikasih atau sebaliknya anak nomor satu enggak dikasih anak nomor dua dikasih gak boleh semuanya harus dikasih Ustaz anak nomor satu kuliah anak nomor empat masih PAUD sangune pada sangune pada Hah beda adil gak Hah adil apa gak Bu loh kok adil adil itu ngdak harus sama sesuai dengan kebutuhan jadi yang dilarang oleh Nabi Sallallahu Al wasallam adalah si A dikasih si B enggak dikasih si A dikasih si B enggak dikasih itu yang enggak boleh tapi kalau si A dikasih sesuai dengan kebutuhannya si B dikasih sesuai dengan kebutuhannya maka gak apa-apa contohnya tadi si A kuliah berangkat kuliah sangune pinten bu beten jenengan fokus pada kuliah kalau berangkat kuliah dikasih sangu berapa berapa 20 20 cukup bu ya nggo Madang Awan ya Masa 20 ya Ya mungkin 50 ya mungkin ya kalau anak PAUD dikasih berapa berapa 5.000 wis akeh k r.000 ya antara r50.000 dengan 5.000 adil adil Kenapa karena sesuai kebu kebutuhan tapi kalau jenengan ngasih anak nomor satu rumah maka nomor dua juga harus dikasih rumah nomor tiga juga harus dikasih rumah nomor empat juga harus dikasih rumah itu namanya a adik walaupun rumahnya mungkin antara anak laki-laki dengan anak perempuan bisa berbeda itu gak masalah sesuai dengan kebu kebutuhan Ustaz kalau ngasih anak laki-laki sama perempuan itu disama ratakan atau seperti aturan waris Iya Jadi kalau aturan waris Bagaimana laki-laki catahnya dua kali lipat anak perempuan itu kalau warisnya misalnya anak laki-laki dapat 100 ubin berarti anak perempuan dapat berapa 50 ubin itu kalau warisan kalau masih hidup hibah kalau masih hidup namanya noo hibah Apakah itu aturannya seperti warisan Jeng sepi para ulama berbeda pendapat mayoritas ulama mayoritas ulama yaitu dari ulama Hanafiah kemudian ulama malikiyah dan Syafi’iyah mayoritas ulama mereka mengatakan sama nopo sama berarti laki-laki dikasih satu perempuan dikasih satu laki-laki dikasih dua perempuan dikasih dua laki-laki dikasih 100 ubin perempuan dikasih 100 ubin itu kalau hibah menurut ulama hanabilah harus seperti warisan harus seperti nopo warisan hibah harus seperti warisan sehingga kalau anak laki-laki dikasih dua maka anak perempuan dikasih setengah kalau anak laki-l dikasih dua berarti anak perempuan dikasih anak laki-laki dikasih 100 ubin maka anak perempuan dikasih 50 ubin ya masing-masing pendapat ini dalilnya kuat tapi yang jelas gak boleh yang yang satu dikasih yang satu enggak dikasih itu gak boleh kalau ngasih berarti harus harus semuanya ya anak laki-laki dikasih anak perempuan juga dikasih ya ini adalah yang sifatnya Ma materi sekarang kita pindah yang sifatnya non materi yang sifatnya non materi tadi kita sudah kasih contoh ya ekspresi nopo kasih sayang Baik itu dengan ucapan Baik itu dengan perbuatan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dituturkan oleh Imam Ibnu Abi Dunya dalam kitab annafaqat Alal ial Diceritakan bahwa suatu hari ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya tahu-tahu ada bayi laki-laki berangkang datang unuk unuk unuk unuk unuk unuk nyari siapa nyari bapaknya ketemu ketemu bapaknya begitu Ketemu Bapaknya sama bapaknya bayi laki-laki itu langsung diusap kepalanya sebagai ekspresi kasih sayang kemudian dipangku di paha kanan dipangku di mana paha kanan berarti yang masih kosong paha apa kiri enggak lama kemudian datang anak perempuan anaknya siapa anaknya siapa anak bapak itu anak bapak untuk untuk untuk untuk nyari Siapa bapaknya begitu Ketemu Bapaknya sama bapaknya diusap kepalanya Terus disuruh duduk di atas lantai disuruh duduk di atas noo lantai Apa bedanya anak pertama di pangku anak kedua disuruh duduk di atas lantai dan itu dilihat oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka apa yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam fahalla ala fakidikan ukhra Kenapa tidak kamu pangku anakmu di paha satunya paha mana kiri kan paha Yang kiri masih kosong maka Nabi Sallallahu alai maka pria tersebut bapak itu langsung menaikkan anak perempuannya dari lantai dipangku di paha sebelah kirinya paha sebelah kanan Mangku siapa anak laki-laki paha sebelah kiri Mangku anak perempuan begitu si bapak melakukan itu nabi sallallui Wasallam bersabda searang baru kamu bersikap adil Berarti tadi sudah adil atau belum belum jadi kalau punya anak dua pahanya ada dua maka yang satu dipaha sebelah kanan yang satu dipaha sebelah kiri kecuali kalau pahanya cuma satu kalau pahanya dua anaknya dua ya dua-duanya dipangku gak ada kalau misalnya yang satunya ditaruh di lantai yang satunya di pangku nek anaknya telu Bu nek anake ituelu digendong nek anake papat ya nek anaknya papat berarti sudah gede-gede masa dipangku gedeedegede ya jadi anak-anak tersebut dalam ekspresi kasih saya kita harus adil bahkan Pak para ulama kita mengatakan sampai ciuman orang tua kepada anaknya anak mencium orang tuanya eh orang tua mencium anaknya harus adil Jadi kalau datang anak pertama dicium maka anak kedua juga dicium Kalau anak pertama datang diusap kepalanya maka anak kedua datang diusap kepalanya gak boleh kita dalam ekspresi kasih sayang bersikap tidak adil karena sejatinya ketika orang tua bersikap tidak adil kepada anak-anaknya maka yang akan timbul adalah pertikaian kecemburuan antara satu anak dengan anak yang tahu kisahnya Nabi Yusuf Hah Kenapa saudara-saudaranya Nabi Yusuf sampai tega untuk membuang Nabi Yusuf karena mereka ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayahnya maka sikap yang tidak adil dari orang tua kepada anaknya itu bisa mengakibatkan kecemburuan antara anak dengan anak yang lain sehingga ketika ada anak tidak akur dengan dengan kakaknya dengan adiknya seharusnya pertama kali orang tua INT eksi bisa jadi ketidakakuran antara anak-anak tersebut pemicunya adalah orang tuanya sendiri yang tidak bersikap adil kepada anak-anaknya yang disayang cuma yang ganteng Tok yang disayang cuma yang kulitnya putih tok sing kulite Ireng ora disayang padahal Ireng ya kayak ramane yang disayang cuma yang Yang ranking satu tok Yang ranking dua ranking atau ranking lima enggak disayang yang disayang cuma yang kaya Tok yang miskin enggak disayang ini adalah sikap-sikap zalim yang disayang cuma anak laki-laki tok yang perempuan enggak di enggak disayang inilah sikap zalim yang harus dihindari oleh setiap orang tua kita ulangi sikap adil orang tua kepada anak-anak hukumnya apa wajib kalau ditinggalkan berarti dosa sikap adil dalam materi atau non materi Hah dalam yang sifatnya materi maupun yang sifatnya non materi ini yang bisa kita pelajari pada hari ini sisa berapa menit 3 menit Hah 30 menit Masyaallah berarti gasik banget kita mulainya silakan kalau ada pertanyaan silakan Baik terima kasih Ustaz J Pul atas materi yang disampaikan kami bacakan pertanyaan yang telah masuk asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi Ustaz Apakah kalau kita punya anak tunggal juga bisa berbuat kurang adil kepada anak tersebut Ustaz jazakullahen atas Jawabannya Apakah kalau anak kita cuma satu kita bisa bersikap tidak adil bisa contohnya contohnya ketika anak kita datang pengin cerita sama kita pengin ber bercengkerama sama kita kita malah sibuk main HP itu adalah sikap tidak adil Main HP sama siapa sama teman wa sama teman grup Kenapa kita bisa begitu perhatian sama teman grup kemudian kita tidak perhatian sama anak kita itu adalah sikap yang tidak adil maka hati-hati walaupun anak satu itu bisa saja orang tua terjerumus kepada sikap yang tidak adil yaitu ketika dia tidak menunaikan perhatiannya kepada anak yang satu itu dengan maksimal lebih perhatian kepada teman-temannya di dunia maya maupun di dunia nyata ketika teman-temannya pada datang disambut dengan sambutan yang begitu hangat ketika anaknya datang enggak disambut dengan sambutan hangat disambut dengan sambutan yang dingin-dingin aja itu adalah salah satu bentuk sikap tidak adil kepada anak maka perhatikan bukan hanya yang anaknya banyak yang harus bersikap adil termasuk yang anaknya satu pun juga harus bersikap adil silakan Baik terima kasih jawabannya pertanyaan berikutnya Ustaz orang tua saya munyai kios dan pekarangan kamiersaudara kakak saya sudah diberi sat kios danekarangan akan tap saiat ini saya dan adik-adik diberi kios danekarangan sebennya sayaghapkan atau muhkannya tapi saya tak kalau orang tuailai tidak adil yang harus saya lakan yang harus dilakukan si Kakak ini yang sudah dapat ngomong sama siapa sama orang tuanya si kakak yang sudah dapat ngomong sama orang tuanya karena ketika anda yang belum dapat yang ngomong itu kesannya Kayak apa Kayak nuntut ya padahal gak apa-apa boleh-boleh saja cuman dari sisi psikologi khawatirnya itu akan menyinggung perasaan orang tua maka anda bertiga nomor dua nomor 3 nomor at silakan ngomong sama si kakak yang nomor satu yang sudah dapat Kak coba ngomong sama bapak ibu siapa tahu bapak ibu belum tahu bahwa yang namanya memberi sifat yang sifatnya materi itu harus semuanya dikasih kalau satu dikasih kios maka yang lain juga dikasih kios dan memang ada empat kios berarti pas sesuai dengan jumlah Anaknya ya maka bisa jadi si bapak atau si ibu itu belum tahu ya bisa jadi si bapak atau si ibu itu belum tahu bahwa memberi sesuatu yang sifatnya materi harus bersikap adil semuanya harus dikasih kalau belum tahu maka silakan si Kakak ini ngomong kepada ibu dan bapaknya Iya dengan cara yang baik tentunya Baik terima kasih Ustaz jazakullah Khairan pertanyaan berikutnya Ustaz Saya punya empat anak anak yang ketiga sudah mempunyai rumah yang tiga anak sudah mempunyai rumah tinggal satu yang paling kecil belum mempunyai rumah boleh atau tidak rumah yang kami tempati nanti diberikan kepada anak yang terakhir yang belum mempunyai rumah Ustaz atau bagaimana sebaiknya rumahnya siapa ee orang tuanya nomor satu nomor dua itu dapat rumah ee anaknya empat tiga anak sudah punya rumah nah punya rumah ini karena dikasih atau karena bangun sendiri enggak disebutkan kan tidak disebutkan kalau misalnya nomor satu nomor du nomor itu sudah punya rumah dan rumah itu dikasih sama siapa sama orang tuanya Berarti yang belum punya rumah anak nomor empat anak nomor empat ini berhak dia untuk mendapatkan rumah yang ditinggali oleh orang tuanya karena nomor satu nomor dua nomor sudah punya rumah yang dikasih sama orang tuanya tapi kalau nomor sat nomor dua nomor 3 itu punya rumah karena bangun sendiri ya begitu orang tua meninggal dunia maka rumah yang ditinggali sama orang tua adalah warisan kalau warisan berarti dibagi sesuai dengan hukum agama ya dibagi sesuai dengan hukum agama kalau semuanya laki-laki berarti jatahnya satu satu satu satu kalau ada yang perempuan berarti catahnya perempuan berapa separuh ya setelah dibagi setelah dibagi sesuai dengan aturan agama kok kemudian kakak-kakaknya pengin memberikan jatahnya kepada si adik yang belum punya rumah boleh boleh tapi setelah dibagi setelah nopo dibagi jadi jangan sebelum dibagi sudah dikasihkan kepada anak jangan dibagi dulu sesuai dengan aturan agama Kenapa demikian karena menaati perintah Allah yang memerintahkan agar warisan itu di bagi sesuai dengan aturan yang sudah digariskan oleh Allah Ya tapi kan wis ikhlas belum tentu kalau duit sudah dipegang belum tentu Ya beda cerita antara duit belum dipegang dengan duit sudah dipegang begitu duit belum dipegang ikhlas ikhlas begitu duit dipegang Wah kayak neman-neman Nah itu baru ikhlas Beneran kalau ngasih ya Jadi kalau duit sudah ditangan kok dia tetap mau ngasih kepada adiknya berarti itu menunjukkan betul-betul ketul ulusan dan keikhlasan dari si Kakak kepada adik ya maka di situ akan diuji betul Apakah dia ikhlas atau tidak baik baik terima kasih jazakullahiran pertanyaan berikutnya Ustaz Jika waktu pemberian kepada anak-anak berbeda karena anaknya banyak ee diberikan secara bergiliran kemudian di lain waktu Salah satu anak yang belum mendapat bagian ternyata Alhamdulillah mendapat rezeki lain diberi oleh EE oleh kakeknya atau pamannya sedangkan saudara lainnya tidak mendapatkan Kemudian kami sebagai orang tua memutuskan untuk tidak memberikan giliran Bagian untuk anak yang tadi yang telah dibeli oleh kakeknya untuk menjaga perasaan anak-anak lain Ustaz Apakah kami sudah berlaku adil harus sesuai dengan Rida dari anak yang tidak dikasih harus sesuai dengan keridaan siapa anak anak yang enggak dikasih karena anak itu dikasih sama pamannya bukan sama siapa bukan sama orang tuanya yang wajib memberikan nafkah Siapa orang tua bukan Paman jadi dia dapat rezeki Alhamdulillah dari pamannya sedangkan orang tua tetap punya kewajiban untuk adil memberikan kepada anak tersebut apa yang dia berikan kepada saudara-saudaranya kecuali kalau anak itu Rida sudah ibu Sudah Bapak saya enggak usah dikasih untuk menjaga perasaan kakak-kakak saya alhamdulillah saya sudah dapat dari Paman saya dari kakek saya kalau itu yang terjadi maka gak apa-apa Berarti si anak itu telah mengikhlaskan apanya jatahnya kalau anak sudah mengikhlaskan jatahnya maka silakan gak apa-apa gak Anda kasih Tapi kalau anak enggak Pokoknya saya juga pengin dapat dari Bu ya kalau seperti itu ya dikasih di tetap dikasih agar bersikap adil kepada semua anak-anak ya terima kasih Ustaz jazakumullahiran pertanyaan berikutnya ee Ustaz semisal Kami mempunyai dua orang anak anak yang pertama tinggal bersama dengan orang tua setiap hari membantu segala sesuatu untuk keperluan orang tuanya Tetapi dia tidak mampu memberikan ee materi uang kepada orang tua kemudian ee anak yang kedua tinggal jauh dari orang tua ee datang hanya sat bulan sekali tetapi ketika datang memberikan materi kepada orang tuanya Ustaz Apakah ini sudah dikatakan sebagai ee berbakti Ustaz mohon penjelasannya sudah sesuai dengan kemampuannya masing-masing anak yang pertama berbakti dengan tenaganya anak yang kedua berbakti dengan dengan hartanya ya anak yang pertama bisa tinggal dekat dengan orang tuanya anak yang kedua tidak bisa tinggal dekat dengan orang tuanya tapi bisa memberikan materi untuk orang tuanya sama-sama berbakti sama-sama berbakti dan hendaknya anda sebagai orang tua tidak membanding [Musik] bandingkan kepada anak yang enggak pernah ngasih uang tapi selalu berbakti kepada secara fisik kepada orang tuanya gak boleh anda katakan mbok kamu itu kayak si anu berikan perabotan berikan bulanan ya belum tentu yang memberikan materi atau harta itu kuat untuk berbakti dengan apanya dengan fisiknya belum tentu memberikan Sebulan sekali dengan setiap harinya nyanding berat mana setiap hari nyanding ya Dan saya nasihatkan kepada anak-anak yang ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk mendampingi orang tua lakukan itu secara ikhlas bukan untuk mengharapkan warisan lebih banyak dari orang tua lakukan itu secara nopo ikhlas Jadi seandainya kok ditakdirkan sama Allah ternyata begitu orang tua meninggal dunia Anda yang setiap hari merawat orang tua mendapatkan jatah warisan yang biasa-biasa saja enggak berlebihan Maka jangan mengungkit-ngungkit baktimu kepada orang tuamu eman-eman la tubtiluodqah jangan kalian gagalkan pahala sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit kebaikan kalian jadi jangan sampai pahala Anda berbakti kepada orang tua terhapus gara-gara mengungkit-ungkit niatkan itu karena Allah Azza waalla lillahi taala saya berbakti kepada P orang tua saya merawat orang tua saya murni karena Allah nyuruh seperti itu maka saya jalankan bukan karena mengharapkan apa tadi warisan yang lebih banyak ada lagi sus Baik terima kasih Ustaz jazakumullahiran pertanyaan berikutnya Afan Ustaz Saya mempunyai tiga orang anak dan ada salah satu anak yang merasa bahwa orang tuanya pilih kasih Padahal kami selaku orang tua sudah berusaha untuk adil Bagaimana cara mengatasi hal ini Ustaz cara mengatasinya adalah tanya kepada anak tersebut tanya kepada anak tersebut Apa yang dimaksud dengan pilih kasih yang di tuduhkan dalam tanda kutip oleh anak tadi orang tua sudah merasa adil itu kan perasaan orang tua perasaan orang tua bisa benar atau bisa salah bisa benar bisa salah tahunya itu benar atau salah didiskusikan didiskusikan kepada anak yang menganggap orang tuanya pilih kasih tanya nak apa sikap Bapak sikap ibu yang kamu anggap itu tidak adil suruh menceritakan setelah anak cerita kemudian bapaknya tetap merasa itu enggak pilih kasih anak mengatakan itu pilih kasih berarti terjadi perbedaan pen pendapat kalau terjadi perbedaan pendapat seperti itu maka hendaklah kembali kepada ahli ilmu kembali kepada u ulama konsultasikan kepada ulama konsultasikan kepada Ustaz datang Bapaknya datang anaknya kepada seorang Ustaz yang dia percaya kepada ulama yang dia percaya sampaikan masalahnya Ustaz ini anak saya mengatakan saya enggak adil menurut saya saya sudah adil kata anak saya sikap tidak adil saya seperti ini menurut saya itu adalah adil nanti ustaznya yang akan memberikan penilaian Oh enggak Bapak memang sudah adil atau sebaliknya Oh enggak Bapak memang belum adil Bapak pilih kasih nah begitu Sudah datang kepada Ustaz kepada ulama kemudian ulama Itu sudah memberikan penilaian maka hendaklah kedua pelah pihak meneerima menerima nasihat menerima keputusan penilaian dari Ustaz tersebut masing-masing memperbaiki diri kalau ternyata memang orang tuanya yang belum adil dia berusaha untuk adil kalau orang tuanya sudah adil maka hendaknya anak ini tidak lagi menuduh orang tuanya pilih kasih itu yang B dilakukan I Baik terima kasih jasullahiron pertanyaan berikutnya Ustaz Bagaimana cara menyikapi bila ada mertua yang bersikap tidak adil kepada anaknya yakni suami dan juga kepada cucunya sebagai menantunya kadang saya merasa sakit hati dengan perlakuan mertua yang membandingkan anaknya dengan dan cucunya dengan anak yang lain Ustaz mohon jawabannya jawabannya Kalau Anda pengin hidup secara ideal hendaklah Anda tinggal beda rumah dengan mertua tidak numpang di rumah mertua karena tinggal bersama mertua itu harus siap mental harus siap ment memang ada mertua yang ideal yang baik itu ada yang bisa membawa diri yang bisa ngomong ibarat seperti orang tua sendiri ada tapi yang enggak seperti itu juga banyak ya yang enggak seperti itu juga banyak Maka kalau jenengan jadi mertua jadilah mertua yang baik untuk meminimalisir benturan-benturan seperti itu maka seyogyanya anda setelah menikah tinggal di rumah yang berbeda supaya Anda bisa membangun rumah tangga dengan maksimal sesuai dengan apa yang Anda inginkan berdasarkan ilmu Syari yang anda dapatkan di pengajian itu idealnya sekarang kalau kondisinya enggak ideal ter Nata mau ngontrak duitnya ddak ada apalagi mau beli rumah akhirnya terpaksa tinggal di perumahan mertua Indah Apa yang mesti dilakukan sabar itu jadi modalnya noo Bu sabar nah itu yang bisa anda lakukan Iya tapi kan wis usah ng tapi I ada ee sebuah akhlak mulia di dalam agama kita bahasa Arabnya adalah tagful nopo tagful tagful itu kalau diterjemahkan kira-kira ya lupakan dan maafkan noo lupakan dan maafkan kata Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah 9/10 akhlak mulia ada dalam taghaful berapa 9/1 akhlak mulia itu ada dalam taghaful apa taghaful tadi Lupa bakan maafan jadi orang itu bisa berakhlak mulia kalau dia gampang melupakan dan memaafkan berapa tadi Ilan berarti sisanya berapa se/0 Jadi kalau jenengan itu enggak punya taghaful jenengan itu cuma punya akhlak mulia sep0 dan taghaful ini manjur banget untuk membangun rumah tangga yang harmonis Bu Bapaknya pernah berbuat salah hah sering ketika Bapak jenengan berbuat salah apa yang jenengan lakukan ngomei bapaknya enggak mau terima dimarahi sama istrinya Walaupun dia salah apa yang dilakukan Bapak mengungkit kesalahan Siapa istri loh Kamu kan juga pernah kayak gini Kapan setahun yang lalu ya weh kesalahan setahun yang lalu masih di ingat Sal lah yang benar lupakan Ma Maafkan Jadi kalau misalnya salah satu dari pasangan berbuat salah langsung minta maaf dan yang dimintai Maaf langsung melupakan dan memaafkan ya wis pak pada-pada itu kan langsung selesai langsung selesai tapi kalau misalnya kita pakai cara tadi mengungkit-ungkit enggak akan selesai-selesai bapaknya mengatakan loh Ibu kan pernah berbuat kayak gini setahun yang lalu ibunya enggak mau kalah loh 10 tahun yang lalu Bapak juga pernah akhirnya enggak akan selesai-selesai tapi kalau kita pakai tag buul lupakan Maafkan langsung selesai begitu pula menantu kepada siapa mertua kalau jenengan ditakdirkan punya mertua yang seperti itu omongan mertua membanding-bandingkan antara anake jenengan dengan anak dari anak yang lain dari cucu yang lain maka sudah lupakan Maafkan enggak usah diambil a ati ya carane bocah Siki aja ba baber aja baber lupakan Maafkan lupakan Maafkan lupakan Maafkan memang enggak gampang Bu memang enggak gampang akan tetapi dengan latihan Insyaallah akan menjadi gampang dan dengan pertolongan dari allah subhanahu wa taala ini yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semuanya terima kasih atas perhatiannya m atas segala kurangannya kita akhiri dengan doa kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdika asadu allaah alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *