i was penerjemah anasin yang kedu adalah menerapkan kitab Allah yaitu Alquran dan Sunah rasullahhi was di seluruh penjuru Indonesia buah manis keimanan Insyaallah hari Sabtu 6 Januari 2024 pukul 8.30 sampai dengan 11.30 waktu Indonesia bagian Barat tempat di UTC convention Hotel Semarang Jalan kilut Raya Nomor 2 Sampangan kota Semarang informasi 081223456426 atau di 085799942323 Akhbar ini diselenggarakan oleh simak radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio rja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah hamd kib mubaruhun asadu Alla ilahaillallah wuu muhamm abu selamzakumullah para pemerhati Roja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan al-athari almaidani Ma fidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini pembahasan berkaitan dengan talbis iblis Tibu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai e kitab en ikhwat islamzakumullah Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz falatafadol Masykur Ustaz Nam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu wa nastagfiruh wa naudubillah Min syururi anfusina wasiati Amalina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah asadu allaahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun Amma ba’du para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad sallallahu alaih wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan siapa saja yang meniti sunah beliau sampai hari kemudian para pemerhatir roaja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang yang berbahagia ini kita kembali ee bertemu di dalam kajian yang rutin kita adakan di setiap siang Senin siang ini yaitu mengangkat pembahasan dari buku talbis iblis tulisan IBN jauzi pada kesempatan siang ini kita akan lanjutkan pokok-pokok bahasannya yaitu talbis iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai ee buku ataupun kitab ya kitab ini adalah alat ilmu ya senjata penuntut ilmu itu adalah buku Ya seperti yang EE dikatakan oleh Imam Ahmad ketika di tanya Sampai kapan kamu menuntut ilmu Beliau mengatakan almihbaro Ilal maqbarah bahwa alat-alat tulis ini akan dibawa sampai ke makbarah ke e ke pemakaman yaitu sampai mati artinya itulah ya ke senjata para penuntut ilmu yaitu mereka menuntut ilmu dengan bersenjatakan alat tulis ya pena dan buku mereka mencatat ilmu nabi mengatakan qidu Alma Bil kitabah ikatlah ilmu itu dengan penulisanitu dengan menulisnya maka ini adalah eh tradisi turuntemurun ya dari para Salaf kepada kaum khalaf yaitu mereka menulis ilmu dalam buku-buku mereka mencatat ilmu itu di dalam kitab-kitab mereka mengumpulkan ilmu di dalam buku-buku mereka mereka sehingga kalau kita lihat literasi Islam itu sangat komplit ya dari berbagai disiplin ilmu membicarakan berbagai aspek kehidupan manusia semuanya tertuang di dalam catatan yang akan menjadi bukti sejarah ya Bagi generasi-generasi yang akan datang sesudah kita itulah ilmu yang diwariskan oleh kaum Salaf kepada kaum khalaf kepada generasi dari dari generasi terdahulu kepada generasi yang akan datang dengan Itulah salah satu cara Allah subhanahu wa taala menjaga ilmu selain ya menyimpan ilmu itu di dalam dada-dada manusia Allah juga menjaga ilmu itu dengan ee penulisanpenulisan ya Ee Kita tahu bahwa hadis juga ditulis kemudian dikumpulkan demikian juga juga al-quran ya ditulis di pelepah-pelepah kurma ya di kulit-kulit kambing Ya kemudian dikumpulkan menjadi satu mushaf pada masa Utsman Ibnu Affan ya demikian pula hadis dikumpulkan penulisannya pada masa Umar bin Abdul Aziz ya Sehingga ee itu menjadi suatu yang baku hari ini ya buku-buku ya sebagai ee Khazanah literasi Islam ya dan ini adalah kekayaan kaum muslimin ya ini adalah kebanggaan kaum muslimin yang tidak dimiliki oleh mungkin ee umat-umat yang lain atau agama-agama yang lain maka para Salaf dahulu sangat memuliakan buku ya sebagaimana mereka memuliakan ilmu dan ahli ilmu mereka juga sangat memuliakan buku kitab ya karena ia adalah alat ilmu ya dia adalah alat ilmu dan Kitab yang paling Agung tentunya kitabullah kita katakan kitab yang paling sempurna ya kemudian kitab-kitab hadis seperti Bukhari Muslim dan lain-lainnya ya kitab Bukhari dan Muslim yang dikatakan asul kutub bada kitabillah ya kitab yang paling sahih setelah kitabullah dan itu gelar tertinggi bagi sebuah buku dikatakan buku itu adalah buku yang paling sahih setelah kitabullah kitabullah tentunya Lail batil minadai w min khfihanzil min hakimin Hamid tidak ada kebatilan dari depan dari belakang dari sisi mana pun diturunkan dari Allah yang Maha ya bijaksana lagi maha terpuji ya Nah demikian itulah tradisi kaum muslimin ya mereka ya menghargai kitab ya sebagaimana mereka menghargai ilmu bahkan dulu para Salaf seperti Ibnu qayim hanya mewariskan buku kepada keluarganya keluarga yang ditinggalkannya Iya beliau tidak mewariskan apa-apa ya beliau hanya mewariskan buku-buku kepada ahli warisnya ya Jadi ini adalah ee kekayaan ya Ee kaum muslimin ya nah jadi kita lihat ya Ee perpustakaan ya atau Maktabah ketika kita masuk itu dipenuhi dengan buku-buku ya itu adalah Ee kita katakan catatan-catatan sejarah ya catatan-catatan tentang Islam ya bagaimana nabi mengamalkan Islam bagaimana para sahabat mengamalkan Islam ya jadi Ee tidak menghargai kitab sama dengan tidak menghargai ilmu ya tidak menghargai kitab sama dengan tidak menghargai ilmu yang mana hari ini kita lihat kaum muslimin ya menyepelikan kitab bahkan mungkin dianggap suatu yang Enggak penting mungkin lebih penting herbal lagi mungkin ya mungkin gitu ya daripada kitab ya Karena manusia lebih fokus kepada kesehatan jasmani daripada kesehatan rohani ya mereka lebih Ee kita katakan Ya lebih fokus lebih peduli terhadap kesehatan Jasman daripada kesehatan rohani mereka sehingga kalau sudah urusannya dengan kitab itu asumsinya atau mindsetnya itu harus gratis jangan beli kalau bisa gratis ya Dan kalau enggak punya pun enggak jadi masalah tapi benda-benda yang lain ya apalagi berkaitan dengan hobi itu wajib dimiliki itu dan membelinya itu enggak pakai kira-kira enggak pakai hitung-hitung ya berapa harta yang punya dikeluarkan itu untuk itu begitulah hari ini kaum muslimin menghargai kitab ya Sehingga ya mungkin e anakak apalagi generasi-generasi muda ya ya kita lihat ya banyak toko-toko buku Islami ya terutama tokooh-toko buku Salaf itu yang masuk ke dalam toko itu hanyalah manusia-manusia yang umur 50 tahun ke atas 50 tahun ke bawah enggak masuk toko buku mungkin masuk kafe mungkin masuk ee apa Mall pusat perbelanjaan restoran ya atau tempat-tempat Pelesiran dan lain-lainnya seperti itu ya Nah itu itu kita katakan kenyataan yang kita lihat hari ini ya bagaimana kaum muslimin hari ini menghargai kitab ya sangat ya mungkin sangat memprihatinkan juga ya maka dari itu ee para Salaf dahulu ya menyontohkan kepada kita bagaimana ya mereka itu sangat menghargai buku karena di buku-buku Itulah ilmu-ilmu itu tersimpan yang akan diwariskan kepada generasi-generasi yang akan datang ya nah harta yang kita miliki mungkin hancur ya kalau kita beli apapun apalagi majalah atau koran mungkin ya satu pekan ke depan itu sudah enggak ada nilainya enggak ada yang baca juga karena sudah basi istilahnya tapi buku agama itu Insyaallah enggak ada basinya bahkan mungkin e sampai hari kiamat kalau itu bisa bertahan sampai hari kiamat itu tetap berguna begitu ya adapun yang lainnya mungkin ya nasibnya jadi ya mungkin bungkus cabai bungkus bawang begitu Ya nah tapi buku-buku agama ini akan terus ya kita katakan ee dibutuhkan oleh kaum muslimin ya Nah apalagi sekarang ini kajian-kajian ya kadang-kadang mereka tidak pegang buku gitu yaak datang duduk dengar diam kadang-kadang datang juga hanya untuk ee refreshing ya atau untuk ketemuan Dengan teman-temannya begitulah dia ya Nah datang tanpa ee alat tulis tanpa buku gitu ya ya pulang enggak dapat apa-apa juga enggak ada yang dicatat dan enggak ada yang bisa dimurajaahkan di rumah kan begitu Nah itulah kondisi majelis-majelis ilmu hari ini maka kadang-kadang kita juga ingin memperkenalkan buku kepada kaum muslimin ya dengan mengadakan acara-acara seperti bedah buku tapi itu aja ada banyak juga yang sinis ya Nah ya usaha kita untuk memperkenalkan buku saja kepada kaum muslimin itu masih ada juga yang sinis itu ya yang berkomentar miringlah inilah itulah begitulah dia padahal ya untuk memfamiliarkan ya supaya kaum muslimin itu akrab dan enggak asing dengan buku itu sekarang ini susah ya mereka pandang sebelah mata itu ya buku bukan menjadi Ee kita katakan barang yang e utama untuk dimiliki ya ya apalagi harus mengeluarkan uang karenanya ya kadang-kadang gratis saja mereka memandang sebelah mata ya biasanya itu buku-buku itu dibagikan ada yang berderma dengan hartanya ya kemudian dia beli buku kemudian dibagi-bagikan begitulah Tapi kesadaran tiap-tiap individu susah payah dan ya mungkin enggak bisa diharapkan begitulah kenyataannya ya pandangan kaum muslimin ataupun para penuntut ilmu yang mengaku penuntut ilmu hari ini pandangan mereka terhadap kitab itu yang kita lihat di lapangan ya karena kita bersentuhan dengan hal seperti ini ya Nah kita khawatir jangan-jangan kita ini juga enggak jauh beda dengan kaum Sufi ya Yang Ya begitulah pandangan mereka tentang Al tentang kitab ya tentang buku ya iblis telah memperdaya mereka sehingga mereka berusaha untuk ya memandang sebelah mata yang namanya kitab karena iblis tahu ini adalah alat ilmu ini ya Nah dari dulu kalau ingin dikatakan orang yang pintar ya rajinlah membaca ya Nah maka dikatakan ya Membaca itu adalah jendela ilmu ya Ee bagi yang suka baca maka dia dikatakan kutu buku itu identik dengan orang yang pintar cerdas karena dia rajin membaca Ya rajin membaca akrab dengan buku ya Bahkan di beberapa negara itu bayi-bayi itu sudah diperkenalkan dengan buku supaya mereka akrab dengan buku ya bukan dengan gadget gitu ya n kalau kaum muslimin hari ini banyak ya kita katakan bayi sudah sejak bayi itu ya yang diperkenalkan kepadanya itu gadget gitu ya bukan buku gitu wallahuam bisawab hingga miris juga kita mengetahui hakikat atau kenyataan bahwa negara-negara Islam termasuk negara-negara yang paling rendah minat baca penduduknya kita turut prihatin ya dengan e kita katakan eh hal itu dengan kenyataan itu ya banyak negara-negara Islam justru ya Ee minat baca penduduknya itu sangat rendah termasuk negeri ini esia ya minat baca penduduknya sangat rendah Padahal kita mayoritas muslim muslim tentunya tahu ayat pertama yang turun kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Iqra baca baca apa ya baca ilmu baca buku ya Nah demikian wallahuam baawab ya maka ini yang perlu kita ee ee apa ya kita hidupkan kembali ya Mulai dari rumah ya hendaknya tiap-tiap rumah itu punya taman bacaan perpustakaan mini ya daripada membeli barang-barang yang enggak ada manfaatnya kadang-kadang juga gara-gara membeli barang-barang itu kita justru jadi tengkar sama anak kita alat-alat Entertainment alat-alat hiburan alat-alat permainan yang kadang-kadang ya di luar kebutuhan dan kadang-kadang bazir juga jatuhnya buang-buang uang ya kadang beli barang-barang yang Ya jelas mubazirnya begitu ya kadang-kadang beli ikan harganya sampai ratusan juta beli ee tanaman yang harganya juga sampai puluhan dan bahkan ada yang ratusan juta itu kan semua koleksi hobi yang berlebihan Ya sementara untuk beli buku itu berat kalau bisa gratis itu ya Ya enggak perlu beli kalau buku agama itu karena mindsetnya seperti itu buku agama itu harus gratis jangan sampai beli kalau beli rugi kali kayaknya ya kalau beli buku agama itu rugi sekali kayaknya Kayak mengeluarkan suatu yang sia-sia jadinya tapi kalau mengeluarkan harta yang enggak genah seperti itu ya dia enggak merasa mubazir sama sekali dia enggak merasa rugi sama sekali walaupun barang-barang itu akhirnya jadi sampah ya barang-barang itu akhirnya jadi sampah Ya sementara buku ini enggak akan jadi sampah mungkin kalau kita enggak sempat bacanya ngap ada yang mengatakan seperti ini ngapain Saya beli buku saya juga enggak sempat membacanya ini kan terlalu egois kalau kita enggak sempat membacanya mungkin anak kita mungkin cucu kita mungkin generasi-generasi yang datang jauh setelah kita selama buku itu masih ada masih bisa dibaca Ini bukan koran yang kalau sudah lewat tanggalnya basi karena yang dibaca itu berita ya buku agama bukan koran isinya bukan berita manusia yang hari ini A besok berubah jadi B ya hari ini B besok berubah jadi C engak Enggak ini buku agama yang syarat dengan faedah yang mungkin akan dibutuhkan oleh manusia Sampai Akhir Zaman selama buku itu masih ada masih bisa dibaca ya wallahuam bisawab tib maka kadang-kadang kita mencibir kaum Sufi karena sikap mereka beberapa sikap mereka yang merupakan talbis iblis terhadap mereka tapi ironinya kita kadang-kadang justru jatuh dalam ya sikap dan perbuatan yang sama ya Enggak jauh beda dengan mereka Ya sementara kita cela mereka dengan sikap-sikap mereka itu tapi ternyata kita juga kadang-kadang jatuh dalam perbuatan yang sama ya di sini Ibnu jazi mengatakan sekelompok menyibukkan diri dengan mencatat ilmu namun Iblis kemudian mendatangi dan mengelabui mereka ya Secara licik mengatakan kepada mereka tujuan utama ilmu adalah mengamalkannya ya tujuan utama ilmu adalah mengamalkannya lalu sebagian orang membawakan sebuah ayat ya di dalam surat aljumuah kamalil Himari yahmilu asfaro ya bahwa orang yang mengumpulkan buku itu seperti keledai yang membawa membawa buku orang yang yang tidak mengamalkan ilmunya lalu mengatakan percuma Saya punya buku Kalau seperti keledai yang membawa buku ya J tentunya tidak seperti itu memahaminya ya kalau seperti itu para Salaf tidak akan mengoleksi buku dan itu tidak akan menjadi tradisi yang mereka wariskan kepada generasi-generasi yang datang sesudah mereka ya Nah demikian wallahualam jadi ini satu ee talbis iblis terhadap mereka ya mereka didatangi iblis dan dibisiki ya untuk apa kalian mengoleksi buku Bukankah tujuan ilmu itu adalah mengamalkannya akhirnya mereka memendam kitab-kitab yang telah ditulis itu mereka membuangnya ya dinukilkan juga bahwa Ahmad Ibnu Abul Hawari melempar kitab-kitabnya ke lautan lalu dia berkata sebaik-baik penuntun adalah kalian yaitu kitab-kitab ilmu namun tetap menyibukkan diri dengan penuntun Setibanya di tempat tujuan adalah hal yang mustahil jadi dia menenggelamkan buku-bukunya ya mengatakan ni kalau sudah sampai tujuan ini enggak perlu lagi ini ya ya dia merasa tujuannya hanyalah beramal saja sudah itu aja maka setelah diamalkan buku-buku ini enggak perlu maka dimusnahkan saja ditenggelamkan ke laut ya tentunya pandangan ini pandangan yang sangatsangat egois ya seolah-olah yang perlu beramal dengan ilmu itu dia saja ya buku ini untuk generasi generasi yang akan datang sesudah kita Ia berguna untuk kita dan untuk anak kita anak cucu kita ya Nah demikian Ahmad bin Abul Hawari telah mencari hadis selama 30 tahun setelah sampai itu tujuan dia membawa seluruh kitabnya ke lautan lalua menenggelamkannya Dia berkata Wahai ilmu ini kulakukan bukan untuk mengh atau merendahkan hakmu akan tetapi aku dahulu mencarimu agar kamu menunjkan aku kepada Allah setelah aku mendapat petunjuk Melu per aku memerlukanmu lagi Ya seperti yang kita sebutkan tadi ya sebagian kaum Sufi ini memiliki pandangan seperti itu karena mereka merasa enggak perlu lagi buku-buku ini karena saya sudah sampai tujuan saya sudah mengenal Allah saya sudah beramal saya sudah beribadah ya buku-buku ini enggak perlu lagi maka mereka pun memusnahkannya Ya seperti yang kita sebutkan ini pandangan yang terlalu egois ya ya karena apa yang catat di dalam buku-buku itu ini adalah satu yang sangat diperlukan oleh generasi-generasi yang akan datang ya kalau kita merasa enggak perlu lagi dan itu juga terlalu sombong ya kita enggak memerlukannya lagi Memangnya manusia enggak lupa manusia kan juga lupa maka dia perlu melihat kembali catatannya melihat kembali buku-bukunya ya E murajaah juga perlu Buku apa kita enggak perlu muraja jaah apa kita tidak perlu mengulang-ulang pelajaran Maka kalau kita punya pandangan seperti ini itu terlalu sombong ya seolah-olah kita enggak perlu lagi setelah kita sampai ke tujuan Istilahnya ya diistilahkan oleh mereka ya Saya sudah sampai tujuannya nah ini konyol sebenarnya karena menuntut ilmu itu kan sebenarnya tidak ada istilahnya sampai tujuan ya karena kita berkewajiban menuntut ilmu sampai mati nah Kalaupun kita sudah sampai tujuan Katakanlah Demikian Ya apa yang tercatat Di dalam buku-buku itu mungkin diperlukan oleh generasi-generasi yang akan datang sesudah kita ya mereka juga ingin mendapatkan manfaat dari apa yang tertulis tercatat di buku-buku itu ya Anggaplah kita enggak memerlukannya lagi orang lain memerlukannya apalagi generasi generasi yang akan datang sesudah kita jadi tindakan seperti inilah tindakan yang sangat-sangat keliru ya kita katakan Ya seolah-olah benar Ya ya seolah-olah benar seolah-olah ini suatu yang hebat ya begitulah ya kita katakan sebagian orang ya yang menimbang sesuatu itu ya tidak dengan ee kacamata ilmu ya maka mungkin perkara perkara seperti ini dianggapnya suatu yang luar biasa yang membuat dia berdecak kagum gitu ya Ya seperti Ahmad bin Abul Hawari ini ya dia membuang buku-bukunya ke laautan karena dia merasa enggak perlu lagi buku-buku itu diriwayatkan dari Abu Nasar atusi Dia berkata aku pernah mendengar sekelompok Syekh diai ya mengatakan bahwa Abu Abdillah almri mu isi 50.000 Dinar dari ayahnya dan ini belum terhitung barang serta bangunan itu uang ya 50.000 Dinar dia melepas dan menginfakkan seluruh harta itu kepada orang-orang fakir ya kepada kaum fuqara aku menanyakan perbuatannya itu kepadanya maka ia pun menjawab Aku sebenarnya telah berihram saat aku masih kecil lalu aku pergi ke Makkah seorang diri saat tidak ada lagi harta yang dapat membuatku kembali pulang untuk mengambilnya aku bersungguh-sungguh agar tidak banyak menulis ilmu ternyata mengumpulkan ilmu dan hadis itu adalah kesibukan yang tidak lebih berat bagiku daripada saat Pergi Ke Mekah menumpuh perjalanan serta melepaskan serta melepaskan seluruh hartaku itu ya melepas semua hartaku itu aku berkata seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa ilmu adalah cahaya di sini Ibnu jauzi mengatakan seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa ilmu adalah cahaya dan iblis akan membuat manusia menilai baik memadamkan cahaya itu ibnuzi mengatakan ya bahwa adalah cahaya dan iblis akan membuat manusia menilai baik memandang baik menganggap baik ya semua perbuatan tindakan yang akan memadamkan cahaya itu sehingga iblis benar-benar leluasa untuk menguasai manusia dalam kegelapan tanpa cahaya kan lebih mudah menyesatkan orang ketika dia berada dalam kegelapan gitu enggak bisa melihat apa-apa mudah untuk diarahkan ke mana pun iblis suka ya Nah dan tidak ada kegelapan seperti halnya kegelapan ya jahil ataupun kegelapan kebodohan kegelapan tidak punya ilmu jauh dari ilmu padamnya cahaya ilmu itu adalah kegelapan yang nyata ya gelap hidup tanpa ilmu wallahuam bissawab jadi salah satu cara memadamkan cahaya itu adalah dengan menjauhkan manusia dari buku-buku ilmu kitab-kitab ilmu ya menjauhkan mereka dari kitab-kitab ilmu itu karena kalau mereka Rajin baca buka buku-buku itu mereka akan mengetahui mana yang hak dan mana yang batil ya mereka akan ee terbuka pikir irannya ya untuk mengikuti Hidayah dan ini tidak diinginkan oleh iblis dan pasukannya maka mereka berusaha untuk menjauhkan manusia dari ee cahaya ilmu itu ya salah satunya adalah menjauhkan mereka dari Alkitab ataupun dari buku-buku wallahuam bawab ketika khawatir mereka terbiasa membaca kitab-kitab hingga memungkinkan mereka mengetahui tipu daya iblis melalui dalil-dalil yang mereka baca maka iblis pun mendorong mereka agar mengubur dan merusak kitab-kitab tersebut Ya ada juga sekarang ini orang orang yang anti buku ada ya enggak suka buku dia banyak juga itu ya Nah demikian ya dan ee ya tentunya ya Ee karena tidak terbiasa dengan dengan kitab ya tidak tidak terbiasa membaca membuat orang itu mudah terombang-ambing ya dengan asumsi-asumsinya karena dia enggak pernah baca ya ya sekuat apalah ya hafalan kita begitu ya ketika kita Taklim misalnya mendengarkan sebuah buku dibacakan oleh Syekh ya sekuat apa hafalan kita bisa menghafal apa yang dibacakan Syekh itu dari buku tersebut ya sekuat apa ya mungkin baru dibaca enggak sampai 1 menit ke depan itu kita sudah lupa bagaimana sehari berikutnya Bagaimana sepekan berikutnya Bagaimana sebulan berikutnya sesudahnya ya Hilang Dan itu yang diinginkan oleh iblis manusia tidak merekam ilmu ya Nah maka nabi mengatakan qidul ilm Bil kitabah ikatlah ilmu itu ya ketika ditanya wahai Rasulullah Apa pengikatnya nabi menjawab alkitabah tulisan ya tulisan catatan ya begitu para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah maka iblis Ini memainkan tipu dayanya ya terhadap manusia terutama kaum Sufi Bagaimana iblis mengarahkan mereka untuk ya menjauhkan buku-buku ini ya ya ada yang menguburnya ada yang membuangnya lautan ada yang membakarnya ya ada yang menyimpannya di bawah tanah ada yang memusnahkannya dan macam-macam lagi ya wallahualam dan merasa ee gemuruh dadanya ya ketika buku-buku ini ya di ee populerkan di tengah-tengah manusia ataupun ya di ee ee ee di biasakan ke tengah-tengah manusia ya Nah karena ya tentunya musuh kita ini iblis ini khawatir manusia itu tambah pintar dengan banyak membaca dengan membaca buku-buku ya maka mereka tentunya tidak ingin itu mereka ingin ya kaum muslim ini tetap tetap bodoh tetap jahil ya ya e dan menjauh dari ya buku-buku tersebut wallahuam baawab tib nah kena dikatakan di sini oleh Ibnu jauzi ketika ya khawatir manusia terbiasa membaca buku-buku hingga memungkinkan manusia untuk mengetahui tipu daya iblis ya lewat dalil-dalil yang mereka baca di buku-buku tersebut maka iblis mendorong ya manusia-manusia yang ya jahil ya untuk ya memusnahkan buku-buku tersebut wallahuam ya Nah ini adalah perbuatan buruk lagi terlarang dan mencerminkan kebodohan pelakunya ya Nah kebodohan pelakunya ya penjelasannya sebagai berikut kata beliau bahwa asas dari segala ilmu adalah al-quran dan asunah lalu tatkala diketahui menjaga kedua asas itu sangatlah sulit maka syariat pun memerintahkan agar menulis Mushaf dan menulis hadis ya pada awalnya ini tersimpan dalam dada manusia itu asalnya ya ilmu-ilmu ini baik itu al-qur’an dan hadis itu tersimpan di dalam dada-dada manusia ya Ee untuk satu hikmah ya karena kalau kalaulah ee dari awal itu ter apa ya tersimpan di dalam buku-buku mungkin ketika buku-buku ini musnah hilanglah ya Quran dan Sunah atau hadis nah ketika ya di awal Allah subhanahu wa taala ya memunculkan generasi yang kuat hafalannya luar biasa mereka bisa menghafal kitabullah mereka bahkan bisa menghafal hadis-hadis Rasulullah Ya lalu mereka pun ya apa ya kita katakan e mengumpulkan itu mengoleksi itu di dalam buku-buku mereka hingga menjadi warisan yang sangat berharga yang diwariskan oleh mereka kepada generasi-generasi yang datang sesudah mereka maka kita pun bisa menikmatinya hari ini luar biasa kita bisa tahu Islam dengan begitu detail ya melalui ya kita katakan jasa-jasa para Ee Kita kata penulis-penulis ilmu ini ya tanpa mereka mungkin kita akan merabah-rabah kita enggak tahu ya ya sekuat apa kita dapat ee menghafal hadis-hadis nabi taruklah kitabullah banyak yang hafal tapi hadis-hadis nabi ya berapa banyak yang hafal hadis-hadis nabi ya sedikit ya Nah kebanyakannya itu kita tahu dari mana Dari yang tertulis tercatat di dalam buku-buku hadis wallahuam bawab Nah demikian Nah untuk al-qur’an tiap kali ayat ayat Allah ini diturunkan Rasulullah memanggil sekretaris Wahyu yaitu juru tulis untuk menulis firman-firman Allah itu lalu mereka menulis ayat-ayat Alqur’an di mpah kurma pada bebatuan pada tulang-tulang binatang ya dan kulit-kulitnya ya baru setelah itu al-qur’an disatukan dalam mushaf ya oleh Abu Bakar as-siddiq kemudian ya demi menjaga keotentikannya ya selanjutnya mushaf itu disatukan Abu Bakar disalin kembali oleh Utsman bin Affan ya dan itulah yang baku sampai hari ini mushaf Utsmani ya Nah demikian dan ya tentunya ini untuk menjaga al-qur’an ya memastikan bahwa tidak ada satuun bagian yang hilang darinya ya wallahuam bawab sedangkanunah hadis di awal-awal perkembangan Islam nabi membatasi kaum muslimin supaya menulis Quran saja agar tidak tercampur Baur Dengan hadis nabi mengatakan la taktuual Quran janganlah kalian menulis dariku kecuali al-qur’an namun setelah hadis ini semakin banyak dan nabi nabi pun mengetahui minimnya hafalan para sahabat atas hadis-hadis ini maka nabi pun mengizinkan mereka untuk menulis hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah demikian ya sehingga pada masa Umar bin Abdul Aziz ya ditulislah buku-buku hadis ya buku-buku hadis yang termasuk ya paling ee paling awal adalah buku-buku dalam bentuk muat taat ya yang hari ini dari sekian banyak muat taat kitab muata yang ya kita bertahan sampai hari ini adalah ini yang paling tua adalah muwatha Imam Malik Adapun muat-muat lainnya itu ya enggak diketahui ya Di mana naskah aslinya Ya sudah hilang ya walaupun itu sangat populer di awal-awal penulisan hadis nah kemudian terus berkembang hingga sampai hari ini Ya penulisan-penulisan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Nah demikian tib jadi ini merupakan salah satu yang kita katakan ee keistimewaan dan kelebihan kaum muslimin yaitu mereka adalah umat yang cinta buku dan gemar baca karena mereka selalu berpedoman dengan ilmu dan Dalil dan mereka tidak keluar dari kaidah-kaidah tersebut wallahuam bawab subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubuaikam ikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakahuhair Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Abu Ihan alathari almaidani mafahullah atas penjelasan dari ilmu yang sangat bermanfaat demikian tadiwat islamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipud iblis Semoga apa yang telah kita simak dengarkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua dan Insyaallah kita akan bertemu di Pekan selanjutnya Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply