Ringkasan Dauroh Syar’iyyah ke-8 (Sesi 4 dan 5)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

sat radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin wasatu wasalamu ala sayidil mursalinem TV yang dirahmati Allah subhanahu wa taala pemerhati di mana saja berada Alhamdulillah eh segala puji bagi Allah selawat dan salam Semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau dan segenap sahabatnya dan orang-orang yang meniti sunahnya amin ya rabbal alamin Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini tanggal 27 Jumadil Akhir 1445 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 9 Januari 2024 masehi kembali kita bertemu dalam kajian dan pembahasan ilmiah di dalam ee talkhis dan ringkasan atau ringkasan daurah syariah yang ke-elan yang berlokasi di markas atau pondok pesantren Imam Bukhari Karanganyar Solo Jawa Tengah dan alhamdulillah ee sejumlah besar asatizah bisa mengikuti daurah dan seminar dalam pembahasan dalam pembahasan masalah akidah dan aliktikad atau keyakinan dengan narasumber bersama fadilat Syekh Ibrahim IBN Amir arruhhaili hafidahullahu taala dan Insyaallah kita akan simak ringkasan dari materi pembahasan yang beliau sampaikan di hari kemarin siang dan malam bersama Al Ustaz Ahmad Zainuddin hafidahullahu taala langsung saja kita mulai dan kepada ustazfadal Maskur asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim innalhamdalillah nahmaduhu waastaininuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wa sayiati aalina man yahdihillahu Fala mudhillalah waman yudlil Fala hadiyaalah wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul ya ayyuhadina amanuaqulah haqq tuqatihi W tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasqubakumadzi khqum Min nafs Wahidah walaq minhajaha wuma rijalanahzii Arham [Musik] yaah Wan sadakumakumfirakumunakumahaasahuqan asqal had kitabah had had muhammadinahu Alaihi wa muhdatin bidah waa bidatin dolalah waulla dolalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Selasa 27 Jumadil akhirah 1445 Hijriah bertepatan dengan 9 Januari 2024 kita duduk bersama di dalam sebuah kajian yaitu ringkasan dari addaurah asyariyah saminah kajian Islam intensif yang ke-el yang diadakan oleh maahad Imam Bukhari Karang Anyar Jawa Tengah dan pada urah asyariahaminah kajian Islam intensif yang keedel ini membahas kitab sabilur rasyad Fi takrir masaililqad yang ditulis oleh fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhhaili hafidahullahu taala dan kitab ini adalah kitab yang besar dan pada asyariyahaminah daurah kajian Islam intensif yang keedelan ini kita membahas bab yang kedua di dalam permahasan-perbahasan akidah yaitu tentang atawasul bertawasul Wat tabarru bertabarruk waruqa dan Rukyah watamaim dan tamimah-tamimah wasihr dan sihir Wat tanzim serta ilmu Nujum Wal kahanah perdukunan watathayyur merasa bernasib sial dan Pada kesempatan kali ini kita membahas alfaslutani ringkasan tentang pasal yang kedua yaitu akidat ahli sunnati Fit tabar keyakinan ahlusunah di dalam perihal tabaruk penulis fadilat Syekh Ibrahim bin Amir Rah hafidahullahu taala menyebutkan beberapa poin di dalam pasal ini yang pertama adalah tif tabartiar pengertian tabaruk secara etimologi dan secara terminologiabarabul bar kalum thabulm tabaruk artinya adalah meminta keberkahan sebagaimana taalum meminta ilmu ini arti tabaruk secara etimologi Adapun secara terminologi maka fadilat Syekh menyebutkan istidaul barakah wastijlabuha bibadli asbabin tahsiliha tahsiluha syariyah yang artinya mencari berkah dan me nuntut berkah dengan mengerjakan sebab-sebab yang disyariatkan dalam agama Islam mencari berkah dengan mengerjakan sebab yang disyariatkan itulah yang disebut dengan kemudian poin yang kedua adalahah Penjelasan bahwa keberkahan berasal dari Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran surat alraf ayat 54 amin artinya ketahuilah hanya milik Allah penciptaan dan pengaturan tabarakallah Allah yang selalu penuh dengan berkah rabbul alamin begitu juga di dalam surah almulk ayat 1 tabarakalladzi biyadihi almulk wahua ala kulliin Qadir penuh dengan berkah zat yang di tangannya kerajaan dan dialah Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu maka di dalam ayat-ayat tadi disebutkan kata tabaraka dan ini adalah diambil dari kata Barokah fadilat Syekh Abdurrahman Bin Nasir e ee seorang ahli tafsir assam’ani di dalam tafsir asam’ani mengatakan Wal makna Anna jamial Barakat minhu taala maknanya adalah bahwa seluruh keberkahan berasal dari Allah subhanahu wa taala kemudian poin yang ketiga yaitu penulis menyebutkan keberkahan-keberkahan yang ada pada makhluk jadi Allah subhanahu wa taala memberikan keberkahan pada makhluk Beliau mengatakan poin yang ketiga albarakatu fil makhlukat keberkahan-keberkahan pada makhluk-makhluk dan di antara makhluk-makhluk yang Allah subhanahu wa taala berikan adalah arrasul sallallah alhi wasam nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam fahua Mubarak beliau adalah seorang manusia yang penuh dengan berkah Allah berikan di dalam diri beliau keberkahan kemudian di sini penulis fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir rahhairi hafidahullah menyebutkan banyak contoh dari bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang penuh dengan berkah yaitu di antaranya adalah bahwa makanan yang dikenai oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bertambah banyak dan tidak habis kemudian juga unta yang di elus puting susunya oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga menjadi banyak susunya dan tidak pernah habis makhluk yang kedua adalah para rasul dan para Nabi sebelum Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah berfirman dalam surah assafat ayat 113 wabarakna Alaihi wa ala Ishaq dan kami berikan berkah k Nabi Ibrahim dan kepada nabi Ishak alaih salam begitu juga dalam surat hud ayat 48 qa ya Nuh balamin Minna wakatin wa Umak dikatakan wahai Nuh e bersandarlah dengan selamat dengan keselamatan dari kami dan berkah selalu atasmu dan atas orang-orang yang bersamamu ini semua menunjukkan bahwa para rasul dan para nabi alaihimus salatu wasalam sebelum Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah makhluk-makhluk yang penuh dengan berkah kemudian penulis fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir rahaili menyebutkan tentang amalan-amalan yang di dalamnya terdapat keberkahan jika dikerjakan amalan tersebut yang pertama adalah mengucapkan salam sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam al-qur’anallimu anfusikum tahiyatan minillah mubarakatan thaibah maka ucapkanlah salam atas diri kalian sebagai bentuk penghormatan dari sisi Allah yang penuh dengan berkah dan kebaikan kemudian di dalam buku ini juga penulis menyebutkan tentang tempat-tempat yang penuh dengan berkah yaitu yang pertama adalah Makkah dan almadinah sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim allahumal Madinah Ya Allah jadikanlah di kota Madinah kali lipat dari apa yang telah engkau jadikan di kota Makkah dari berkah-berkah kemudian yang ke selanjutnya adalah tempat yang penuh dengan berkah yaitu negeri Syam Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah alanbiya ayat 71 wajjahuutan Ilal ardati barakna fiha lil alamin dan kami selamatkan ee ia dan Nabi Luth alaih Salam ke daerah yang kami berkahi di dalamnya untuk alam semesta Ubay bin ka’ab radhiallahu Anhu berkata daerah yang penuh dengan berkah di sini maksudnya adalah ardu Syam tanah negeri Syam ini juga pendapat Imam qatadah Imam Abul Aliah Imam Abu Abu eh Imam Abu Jafar Ismail Ibnu jarir Al thaabari dan yang [Musik] lainnya kemudian tempat yang lain juga yang penuh dengan berkah adalah Yaman sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Allahumma barik lana Fi syamina Allahumma barik lana Fi yamanina Ya Allah berkahi untuk kami di dalam daerah Syam kami dan berkahi untuk kami dalam daerah Yaman kami kemudian termasuk hal yang di buat oleh Allah subhanahu wa taala penuh dengan berkah adalah waktu zaman seperti bulan Ramadan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis riwayat Imam Ahmad jaakum Ramadan syahrun Mubarak telah datang kepada kalian bulan Ramadan yang penuh dengan berkah dan di dalam bulan Ramadan juga ada sebuah malam yang penuh dengan berkah yaitu Lailatul Qadar sebagaimana dalam surah adukhan ayat 3 Allah subhanahu wa taala berfirman inna anzalnahu fi lailatin mubarakah Sesungguhnya kami turunkan al-qur’an pada malam yang penuh dengan berkah ahibati fillahanillah wakum para pemirsa raja TV para pendengar radio raja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada kemudian setelah itu penulis menyebutkan poin yang keempat yaitu itu pembagian tabarruk maka tabarruk dibagi menjadi dua yang pertama tabarrukun masyru dan yang kedua tabarrukun mamnu mencari berkah yang disyariatkan dan yang kedua mencari berkah yang dilarang mencari berkah yang disyariatkan memiliki empat syarat yang pertama dalalat yaitu terdapat dalil tentang keberkahan sesuatu yang diambil berkah darinya maka tidak boleh kita mencari berkah dengan sesuatu yang tidak penuh dengan berkah artinya kalau ingin bertabaruk dengan sesuatu maka Lihatlah sesuatu tersebut penuh dengan berkah atau tidak diberikan oleh Allah subhanahu wa taala Kemudian yang kedua syaratnya adalah dalalatul Adillah ala masru tabar bihi Faisa kaatat barakatu yusabarhi yang kedua adalah Dalil yang menunjukkan bahwa disyariatkannya bertabaruk dengan sesuatu tersebut bukan berarti sesuatu penuh dengan berkah kemudian kita boleh bertabaruk dengannya seperti misalkan kota Makkah kota Madinah negeri Syam Negeri Yaman itu adalah daerah-daerah yang penuh dengan berkah akan tetapi tidak disyariatkan untuk bertabaruk dengannya ya kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala contoh misalkan perkataan yang disebutkan oleh fadilat Syekh ee Muhammad bin Ibrahim rahimahullahu taala Ka’bah Ka’bah adalah penuh dengan berkah maka akan tetapi tidak ditabaruki dari Ka’bah dan tidak diusap dari Ka’bah kecuali hanya Hajar Aswad dan rukun yamani kemudian juga mengusap Hajar Aswad dan mengusap rukun Yamani Bukan maksudnya adalah mengambil Barokah dari dua rukun tersebut akan tetapi mencontoh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nah ini ini menunjukkan bahwa poin yang kedua yaitu ada dalil Syari yang menunjukkan bolehnya bertabaruk dengan benda tersebut karena tidak setiap sesuatu yang penuh dengan berkah bisa ditabaruki contoh misalkan perkataan Imam Ibnu utimin apa yang dikerjakan oleh sebagian orang-orang yang tidak mengerti berupa mengusapusapbah as atauusap rukun yamanius hajar Asad dengan niat mencari berkah Dar kita mengusap Hajar Aswad mengusap rukun yamani itu adalah karena kita ingin beribadah kepada Allah bukan karena mencari berkah dari e Hajar Aswad tersebut atau rukun yamani tersebut ini syarat yang kedua syarat yang ketigaabarqarah tabaruk sesuai dengan cara yang disyariatkan dalam agama Islam maka harus mencontoh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam tata cara bertabaruk ee contoh misalkan al-qur’an al-qur’an adalah penuh dengan berkah akan tetapi bukan tabaruk yang sesuai dengan syariat al-qur’an digantung D leher ataupun ditempel di rumah atau digantung di mobil-mobil Ya seperti layaknya jimat maka ini bukan cara yang sesuai dengan syariat untuk bertabaruk dengan al-qur’an meskipun al-qur’an tersebut penuh dengan berkah dan EE mendapatkan keberkahan dari al-qur’an adalah dengan membacanya mentadaburinya mengamalkannya kemudian ee merukyah dengannya menghafalnya membacanya dan seterusnyaah seperti itu Masjidil Haram misalkan dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang penuh dengan berkah akan tetapi bukan bertabaruk dengan sesuai dengan syariat dengan cara mengusap dinding-dinding pagar-pagar ya untuk mendapatkan berkah dari Masjid Nabawi dan Masjidil Haram tetapi untuk mapatkan berkah dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dengan salat dan beribadah di dalamnya kemudian syarat yang keemp adalah mempercayai mempercayai bahwa tabaruk itu berkahnya dari Allah subhanahu wa taala dan bahwanya bertabaruk Itu adalah sebuah usaha untuk mengambil sebab dalam mendapatkan berkah jadi harus yakin ketika kita bertabaruk dengan sesuatu maka kita harus meyakini bahwa keberkahan tersebut berasal dari Allah subhanahu wa taala ya keberkahan tersebut berasal dari Allah subhanahu wa taala dan sudah kita sebutkan tadi ee bahwa keberkahan hanya dari Allah subhanahu wa taala adapun sebab-sebab yang kita kerjakan saat bertabaruk itu hanya sebab untuk mendapatkan berkah tetapi keyakinan kita harus yakin bahwa keberkahan dari Allah subhanahu wa taala kemudian jenis tabaruk yang kedua adalah tabaruk mamnu yaitu tabaruk yang dilarang dan tabaruk yang dilarang ini terbagi menjadi dua yang pertama adalah tabarukun SY tabaruk yang di dalamnya terdapat kesyirikan sepertiarluu bertabaruk dengan makhluk yang diyakini makhluk tersebut memiliki berkah sendiri atau bisa memberikan berkah kepada orang yang bertabaruk dengannya almutabar bihi nabi wasamajar Haj seperti sesuatu yang ditabaruki dengannya dari orang yang disyariatkan untuk ditabaruki seperti Nabi Muhammad sallallahuaih wasam atau yang tidak disyariatkan bertabaruk dengannya seperti kuburan pohon bebatuan dan seterusnya ee Sisi bahwa ini adalah kesyirikan bahwa annal barakah laamlika illallah keberkahan tidak ada yang memilikinya kecuali Allah subhanahu wa taala dan bertabaruk dengan orang yang disyariatkan untuk bertabaruk dengannya daripada makhluk ini adalah hanyaelaksanakan sebab saja tetapi keyakinannya harus meyakini bahwa berkahan dari Allah subhanahu wa taala tidak ada keyakinan bahwa makhluk memiliki keberkahan tersebut ya makaata almutabaru Fi maklinnaamlikal barakahqad jahilahu nan lillah Fa Hua Min KH maka Kapan diyakini bahwa orang yang bertabaruk terhadap dengan makhluk yakini bahwa makhluk tersebut memiliki ee Sekutu dalam keberkahan maka ini berarti sudah mengambil kekhususan yang dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala bahwa berkah itu hanya dari Allah subhanahu wa taala nah ini tabaruk syirki Jadi tabaruk syirki adalah bertabaruk dengan meyakini bahwa makhluk tersebut memiliki berkah atau bertabaruk bahwa makhluk tersebut adalah mendatangkan berkah baik itu makhlukNya orang yang penuh dengan berkah dan disyariatkan untuk ditabaruki atau makhlukNya yang tidak ada dalil menunjukkan bahwa dia penuh dengan berkah dan tidak disyariatkan untuk ditabaruki nah kemudian tabaruk yang dilarang yang kedua adalah tabaruk bid tabaruk yang di dalamnya terdapat perbuatan bidah yaitu tabaruk bimamusabarhi tabaruk dengan sesuatu yang tidak disyariatkan bertabaruk dengannya A tabarukiratin masruah atau bertabaruk dengan cara yang tidak disyariatkan dan ini ada dua macam yang pertama atabaruk Bima lam yusabar bihi bertabaruk dengan sesuatu yang tidak disyariatkan bertabaruk dengannya seperti bertabaruk dengan kelambu ka’bah bertabaruk dengan makam Ibrahim bertabaruk dengan ee kuburan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam atau bertabaruk dengan ee dinding-dinding dan pagar-pagar yang ada di Masjidil Haram masjid Nabawi atau selainnya maka ini adalah tabarru Bidi dan yang kedua adalah tabaru Bima Yus tabar tabar dengan sesuatu yang disyariatkan untuk bertabaruk dengannya tetapi caranya tidak sesuai dengan syariat contoh misalkanabar Quran bertabaruk dengan menggantung Alquran [Musik] AB yaitu bertabaruk dengan Alquran dengan cara Alqurannya digantung dijadikan kalung pada pada tubuh atau ditempelkan di dinding rumah atau digantung pada mobil maka ini al-qur’annya disyariatkan kita untuk bertabaruk dengannya akan tetapi cara bertabaruk dengan al-qur’an yang seperti ini tidak sesuai dengan syariat ini adalah tabaruk yang Bidi bab kemudian poin yang kelima penulis mengatakan suarut tabarrukil masyrur yaitu potret-potret tabaruk yang disyariatkan yang pertama adalah bertabaruk dengan al-qur’an Dengan cara membacanya menghafalnya mempelajarinya mengamalkannya mendengarkannya ya kemudian tabaruk dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa taala zikir sebagaimana disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam surah Arrahman ayat 78 tabarakmbikail Jalali Wal Ikram penuh berkah nama rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan kemudian bertabaruk dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ini jenis ketiga bertabaruk yang disyariatkan potret bertabaruk yang disyariatkan yaitu bertabaruk dengan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan bertabaruk dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu ada tiga macam yang pertama adalah bertabaruk dengan mengimani Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau adalah Rasulullah Kemudian beliau adalah ee ee Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita wajib mempercayai apa yang beliau Kabarkan kita wajib mentaati apa yang beliau perintahkan kita wajib menjauhi apa yang beliau larang dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang dicontohkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian bertabaruk dengan nabi ee Sisi yang kedua adalah dengan tubuh beliau dan seluruh anggota tubuh beliau seperti yang dilakukan oleh para sahabat nabi radhiallahu Anhu misalkan bertabaruk saat beliau masih hidup ya dengan tubuh beliau di antaranya yaitu dengan tangan Beliau kemudian dengan e wudu beliau bekas dari wudu beliau atau dengan tangan Beliau yang paling banyak ya sebagaimana disebutkan dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu Anhu kemudian hadis Anas Aisyah radhiallahu anha kemudian yang ketiga bertabaruk dengan nabi muhamm S wasam dengan bekas-bekas dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah ini dibagi menjadi dua baik saat beliau masih hidup atau saat beliau sudah meninggal saat beliau masih hidup misalkan dengan rambut beliau kemudian dengan e ludah beliau kemudian dengan keringat beliau kemudian apa yang disentuh oleh Beliau ya apa yang disentuh ee oleh Beliau seperti pakaian beliau kemudian juga tempat yang beliau pegang kemudian tempat minum yang beliau minum dengannya kemudian juga bekas wudu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan bekas wudu di sini ada dua macam yaitu sisa dari air wudu beliau atau apa yang mengalir dari anggota tubuh beliau dari air wudu tersebut nah ini adalah bertabaruk dengan bekas-bekas dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam saat beliau masih hidup ya saat beliau masih hidup di sana ada bertabaruk dengan bekas-bekas Rasul S wasam saat beliau sudah meninggal nah para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ini diperbolehkan seperti bertabaruk dengan ee rambut beliau kemudian dengan e sarung beliau dengan tempat minum beliau dengan pedang beliau beliau dengan tongkat beliau dengan cincin beliau ini diperbolehkan ya dan disebutkan di dalam ee kitab sahih Bukhari bahwasanya beliau ee menyebutkan BAB akan hal ini nah akan tetapi para ikhwan yang dirahmati ole Allah dengan lamanya waktu antara zaman kenabian dengan zaman sekarang maka kita tidak bisa meyakini bahwa apa yang merupakan sebab-sebab ataupun bekas-bekas dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam setelah wafat beliau itu adalah benar-benar bekas yang dikenai oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam kita tidak bisa meyakini karena sudah sangat terlalu jauh waktu antara beliau dengan ee bekas-bekas tersebut baik terakhir para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala adalah potret penyimpangan penyimpangan di dalam perkara tabaruk yang pertama adalah bertabaruk dengan tempat-tempat yang Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pernah singgah di sebuah tempat tersebut lewat di sebuah tempat tersebut seperti bertabaruk dengan gunung Tsur Gua Hira ya kemudian eh gunung namirah yang ada di Arafat gunung uhud kemudian gunung rumat kemudian juga peperang angan khandak kemudian tempat peperangan badar dan lain-lainnya nah ini termasuk Penyimpangan di dalam perihal tabaruk tidak boleh bertabaruk dengan tempat-tempat tersebut Kemudian yang kedua adalah bertabaruk dengan kuburan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan mengerjakan beberapa ibadah-ibadah di sisi kuburan beliau seperti salat membaca al-qur’an berzikir atau tawaf di seputar kuburan beliau atau mengusap kuburan beliau dan seterusnya kemudian yang ketiga adalah bertabaruk dengan Masjidil Haram masjid Nabawi atau Masjidil Aqsa dengan cara mengusap atau mencium ee pagar dinding pintu-pintu dari tiga masjid tersebut ya Ini juga tidak diperbolehkan begitu juga mengusap ee dan mencium Ka’bah selain dua rukun rukun Hajar Aswad dan rukun yamani begitu juga termasuk mencium makam Ibrahim Hijr Ismail ya Ini juga termasuk masuk potret tabaruk dari e tabaruk yang menyimpang dalam agama Islam nah k ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kemudian yang keempat adalah bertabaruk dengan orang-orang Saleh dari para ulama ahli ibadah pada badan mereka atau bekas-bekas yang dipakai oleh mereka seperti bertabaruk dengan ludah orang Saleh ludah para ulama rambut orang Saleh rambut para ulama maka ini tidak diperbolehkan Mengapa demikian karena ini adalah kekhususan dimiliki oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam coba perhatikan perkataan alhaf Ibnu rajabar inahadallahu nabiallahuaih was bertabaruk dengan bekas-bekas sesuatu dilakukan oleh para sahabat nabi Radiallahu anhu kepada Rasulullah wasam mereka tidak melakukan kepada sebag dengan sebagian yang la paraabin tidak melakukannya kepada para sahabat Abu Bakar Umar utman Ali kemudian Abdurahman bin aufad saidhah Zubair abuah tidak melakukan itu maka ini tidak dilakukan ini menunjukkan bahwa tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu bertabaruk dengan ee bekas-bekas dan juga badan-badan seseorang maka ini tidak diperbolehkan kecuali bertabaruk dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam ee para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala oleh sebab itulah para sahabat nabi radhiallahu Anhu tidak ada seorang pun dari mereka baik ketika hidup atau setelah wafatnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wasallam atau e bertabaruk dengan para khulafa Rasyidin misalkan atau selain dari mereka tidak ada karena itu kekhususan dari milik Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Nah itulah ringkasan dari pasal yang kedua yaitu bertabaruk pasal akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam perihal bertabaruk ini yang bisa disampaikan wasallallahu Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatull ullahi wabarakatuh kita dan memberikan penambahan ilmu dalam masalah akidah dan keyakinan Allah memberikan Taufik dan hidayah bagi kita memahami dan juga menjaga setiap kita dari perbuatan kesyirikan dan penyimpangan dalam Bab tabaruk demikian kami undur diri dan mohon maaf atas segala kekurangan yang ada kami akhiri dengan kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *