menebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammad uahaillallahna Muhammad abduhu saudaraku seiman dan seakidah para pemerhati raja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin di setiap Selasa pagi ini pembahasan Parenting diambil dari buku Ada apa dengan remaja sebuah buku yang ditulis olehustaz abu CH Al maidani hafidahullah yang membahas khusus mengenai remaja dan alhamdulillah Pada kesempatan ini beliau sampaikan dan seperti biasa kami akan sediakan sesi soal jawab bagi anda para pemerhati Roja sekalian yang ingin bertanya perihal pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini anda bisa mengirimkannya mengirimkan melalui ee layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alustaz kami persilakan n asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudubillah Min syururi anfusina waiati Amalina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhuasul para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah pada kesempatan Pagi ini kita dapat bertemu kembali Masih bersama buku Ada apa dengan remaja Insyaallah Pagi ini kita akan melanjutkan pembahasannya sebelumnya selawat dan salam tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan siapa saja yang mengikuti sunah beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat khususnya Ayah Bunda yang dimuliakan Allah kita sampai pada bab keterampilan berdialog dengan remaja dan pada kesempatan Pagi ini kita sampai pada poin mengasah keterampilan berdialog ya tentunya ini adalah suatu keterampilan ya Tidak Semua orang punya ee keterampilan di dalam berdialog ada yang memang bakat alami ya karena kemampuan verbalnya di atas rata-rata ada yang perlu latihan ya perlu belajar ya Ee biasanya orang-orang yang memang ee kemampuan verbalnya yang kurang atau terbatas jadi dia perlu melatih mengasah keterampilannya di dalam berdialog ya Terutama ketika kita menjadi orang tua ya kita perlu berdialog dengan anak-anak kita terutama anak remaja ya Dia ee sebentar lagi akan menjadi manusia dewasa akalnya pun sudah semakin matang semakin sempurna jadi tidak bisa dengan Ee kita katakan hanya ee e Dia ee percakapan satu arah enggak tapi kita perlu berdialog dengan anak-anak remaja kita dan kita perlu mengasah keterampilan itu untuk mengasah keterampilan berdialog dengan anak remaja ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan di antaranya adalah yang pertama selalu ingat bahwa celaan yang ada di tengah Dialog itu akan membuat pihak lain seolah menjadi tertuduh dan terintimidasi maka akibatnya ia terdorong untuk meninggalkan Dialog itu ya Atau dia melakukan perlawanan ya kemudian kita pun bereaksi dengan perlawanannya ya kita tuding dia melawan ya Sehingga buntulah percakapan dialog itu menjadi buntu maka kadang-kadang kita yang memulai ya perlawanan itu dengan melontarkan celaan-celaan ya kata-kata yang merendahkan maka ini perlu dihindari ya mencela karena seorang mukmin juga bukan orang yang suka mencela ya manusia ada kurangnya tapi kekurangan manusia bukan untuk dicela kewajiban kita adalah menutupi memperbaiki Islah bukan mencela ya nabi bukanlah orang yang suka mencela ya laisal Mukmin ban W laan seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan mengutuk ya nah jadi dihindari ya kata-kata celaan atau kata-kata yang cenderung merendahkan lawan bicara kita walaupun dia adalah anak kita anak remaja kita ya Nah kita mungkin ee sebagai orang tua merasa ada di di atas angin kemudian cenderung mengintimidasi ee lawan bicara kita yang mana Dia adalah anak kita nah siapapun tidak suka terintimidasi ya maka kasih ruang di situ ya jangan dipersempit dengan celaan hindari ya sifat suka mencela karena secara umum juga itu tidak baik itu termasuk akhlak yang ee tercela ya suka mencela ya tadi kita sudah sampaikan bahwa Mukmin bukanlah orang yang suka mencela ya jadi celaan-celaan di sela-sela dialog ini akan ee mengakhiri Dialog itu ya atau akan merusak sehingga kadang-kadang Dialog itu keluar dari jalur biasanya Dialog itu keluar dari jalur ada pihak yang memulai ya ya kadang-kadang orang tua yang memulai mulai dengan mencela mencela Anaknya ya atas kesalahannya atas kekeliruannya yang sudah kesekian kali mungkin ya maka berdialog itu juga perlu sabar karena menahan diri dari hal-hal yang tercela seperti ini seperti suka merendahkan mencela ini perlu kesabaran Ya sabar menghadapi lawan dialog ya kadang-kadang kita suka terpancing ya untuk ee menyerang ofensif lalu Ee kita pun Ya namanya juga menyerang ya ya biasanya dengan celaan tujuannya untuk menjatuhkan ee lawan bicara kita ataupun orang yang kita ajak bicara nah ini yang membuyarkan karena dialog kita ini ee orientasinya adalah nasihat ya bukan untuk memvonis ya bukan untuk menjatuhkan vonis mengejas ya anak yang bersalah enggak tapi tujuan utamanya adalah untuk ee nasihat ya maka e enggak sama antara anasihatu wair nasihat dengan ee kata-kata kalimat yang merendahkan Ya itu bukan nasihat itu adalah Eun ya merendahkan manusia siapun dia masuk anak-anak kita ya memang secara hierarki mereka di bawah kita tapi ketika berdialog kita perlu juga menghormati mereka sebagai lawan bicara kita ya walaupun kedudukan mereka di bawah kita ya tapi bukan artinya orang tua itu mentang-mentang begitu ya semenema atau mendominasi ya Sehingga Ee kita tidak memberikan kesempatan kepada si anak untuk ee mungkin menyampaikan sesuatu yang perlu dia sampaikan ada unek-unek di dalam hatinya mungkin ya Nah karena kita bukanlah orang yang maha tahu ya tahu segalanya enggak kita juga manusia banyak kurangnya maka kita perlu mendengar sebagaimana kita juga perlu bicara ya Nah demikian wallahuam bisawab itu yang pertama ya jadi jangan diela ya Ee Dialog itu dengan celaan-celaan atau kata-kata yang merendahkan atau menghinakan yang kedua e contct i contct ini maksudnya adalah Ee kita ee menghadapi lawan bicara kita misalnya dengan e menatapnya ya Jadi tidak melengos begitu ya kita bicara menghadap dinding diaadap ke mana ya Sehingga kadang-kadang ya pesan itu tidak tersampaikan dengan baik oleh karena itu ya di dalam khotbah Jumat ya makmum itu bukan menghadap dinding ya atau ee menghadap ee yang ke arah yang lain Mereka menghadap ke imam yang sedang berkhutbah menatapnya melihatnya Ya ee sehingga itu lebih ee mudah untuk memahami apa yang dikatakannya apa yang disampaikannya ya karena kita lihat ya di khotbah Jumat misalnya banyak orang yang enggak melihat Khatib yang berbicara dia menghadap ke dinding yang ada di depannya ya Lalu bagaimana dia bisa berkonsentrasi fokus terhadap apa yang disampaikan apa yang dikatakan oleh Khatib jadi perlu I contct itu di dalam berdialog perlu ya ya ee saling menatap itu memberikan satu makna bahwa kita ee serius dalam pembicaraan bahwa kita ingin menyampaikan sesuatu yang harus dipahami ya kalau kita bicara misalnya menghadap ke arah yang lain si anak menghadap ke arah yang lain pula ya kadang-kadang berseberangan lalu ini dialog apa ya ini semi monolog namanya bukan dialog ya jadi e Khatib itu mengorbankan dirinya untuk tidak menghadap kiblat ya demi untuk menghadapi makmum ketika dia berbicara supaya pembicaraannya bisa lebih dimengerti Karena tujuan khotbah ini adalah untuk menyampaikan nasihat ya Jadi ini satu Ee kita katakan metoda ya di dalam berdialog di dalam berbicara yaitu kita menatap menghadap ya kepada lawan bicara kita ya Nah demikian sehingga kita tahu bagaimana reaksinya apa reaksinya ya bagaimana atau kita kadang-kadang mengetahui ya dia kesulitan untuk memahami apa yang kita sampaikan misalnya ada kegelisahan di situ atau ada sesuatu ya Nah kadang-kadang karena kita tidak melihatnya Ya kadang kadang-kadang saling bersahutan itu dia ngomong kita ngomong kena enggak tahu siapa yang bicara siapa yang diam Siapa yang mendengar maka perlu ionte itu di dalam berdialog ya Nah demikian jadi jangan eh lupakan ini ya satu metode ini ini metode yang dipakai nabi nabi kalau berbicara beliau menghadap kepada lawan bicara ya beliau menghadap kepada lawan bicara itu salah satu etika dan adab nabi ketika berbicara ya beliau menghadap kepada lawan bicara nah ini yang perlu kita lakukan juga terhadap ya anak-anak kita ketika kita berdialog dengan mereka ya Nah demikian jadi ini lebih eh apa ya kita katakan lebih membangun eh chemistri antara ya kita dan anak-anak kita ya Sehingga ya dia bisa merasakan kesungguhan kita dan keseriusan kita menyampaikan nasihat bahwa apa yang kita sampaikan itu adalah perkara yang penting ya kita punya ee kepedulian ya ya terhadap ee dirinya ya kalau kita dialog dengan anak kita yang main handphone gitu sambil bicara gitu ya atau sambil ee melihat ee monitor atau buku dan lain sebagainya Ya sementara anak duduk di di tempat yang lain Nah ini kan enggak nyambung nanti ya ya kita juga susah untuk memahami ketika lawan bicara kita tidak menghadap kepada lawan bicaranya ya Nah demikian wallahuam bissawab kemudian sampaikan ungkapan-ungkapan yang lembut ya ketika berdialog ya Karena nabi juga mengatakan makif Fin illa zana tidaklah ada kelembutan itu pada perkara apapun melainkan zanahu pasti akan membuatnya bertambah baik bertambah indah ya bertambah bagus Nah demikian jadi ya perlu ungkapan-ungkapan yang lembut ya ungkapan-ungkapan yang Ee kita katakan ee akrab untuk dia dengar ya untuk Dia ee simak ya Nah demikian wallahuam bisabab termasuk juga di sini ini adalah intonasi karena ketika berbicara di sana ada kata di sana ada volume suara di sana ada intonasi ya Nah itu juga perlu ya kita apa mengatur intonasi bicara kita sehingga ya memang Ee kita ee dapat ee menyampaikan ee kelembutan itu kepadanya dan dia juga merasakan kelembutan karena nasihat yang disampaikan dengan lembut itu cenderung lebih mudah diterima maka dari itu para ulama mengatakan sesungguhnya kebenaran itu berat Maka jangan diperberat dengan cara yang salah ketika menyampaikannya karena kita menyampaikan kebenaran dengan cara yang salah dengan cara yang kasar itu semakin memperberat orang untuk menerima kebenaran itu karena kebenaran itu sendiri sudah berat Ya Allah mengatakan S kami akan menyampaikan kepamu wah m kata-kata yang berat Ya yaitu kebenaran yang Allah turunkan kepada nabinya ini adalah perkara yang berat kebenaran itu berat bukan untuk diamalkan ya tapi untuk diterima ya untuk diterima Karena tidak semua orang menerima kebenaran walaupun kepalanya angguk-angguk begitu ya tapi belum tentu dia mau menerimanya ya wallahuam baawab Maka jangan diperberat lagi dengan cara kita yang salah misalnya kasar sudah Nasir itu berat disampaikan dengan cara yang kasar ya semakin beratlah orang yang mendengarnya untuk menerimanya ya maka nabi mengatakan Ma illana tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan membuatnya bertambah baik bertambah Indah bertambah bagus ya Nah demikian berikut ya adalah menghormati cara berpikir anak remaja kita ya kita harus paham kita berhadapan dengan remaja yang akalnya belum sempurna jadi jangan kita asumsikan dia orang dewasa yang matang akalnya begitu ya kadang-kadang responnya kadang-kadang reaksinya ya Ee di dalam berdialog itu kurang tepat misalnya ya Ya kita harus menghormati itu ya dan E itu juga Jadi PR kita untuk memperbaikinya ya Nah demikian jadi hormati cara berpikirnya Karena tidak semua orang punya cara berpikir yang sama itu yang dilakukan oleh Nabi ya Ketika Nabi berdialog dengan Arab badui nabi menghormati cara berpikir Arab badui yang tentunya enggak sama ya dengan orang-orang yang terpelajar sahabat-sahabat yang terpelajar Ya namanya juga Arab badui Arab badui datang kepada P nabi bertanya ya Rasulullah Kapan hari kiamat ya Arab Badu ini berdialog dengan nabi ya ya nabi belum menanggapinya nabi diam saja ya Nah dia mengulangi lagi ya pertanyaannya tapi nabi belum menjawab nabi terus berbicara hingga selesai nabi bicara nabi bertanya kepada hadirin siapa tadi yang bertanya jadi nabi meresponnya Sebenarnya ya tapi nabi menyempurnakan dulu ee pembicaraan beliau ya Nah kemudian nabi bertanya Siapa tadi yang bertanya tentang hari kiamat maka si Arab badwi ini berkata saya ya Rasulullah saya bertanya tadi Kapan hari kiamat ya Ya tentu Tentu saja Ini satu logika yang keliru ya karena hari kiamat enggak tahu kapan itu terjadi ya sahabat-sahabat tahu ya Nah itu itu adalah perkara yang sangat dasar dalam agama sebenarnya enggak ada yang tahu hari kiamat kecuali Allah subhanahu wa taala tapi Arab Baidu ini ya cara berpikirnya seperti itu ya nabi menghormati ya nabi tidak merendahkannya dengan mengatakan Wah kamu Masa enggak tahu gitu aja enggak tahu ya kemudian merendahkannya begitu ya enggak nabi tidak berbuat seperti itu dan nabi selalu menghormati siapapun yang beliau ajak bicara ya berdialog Nah itu juga perlu kita lakukan terhadap anak-anak kita kita harus mengerti ya kapasitas mereka sebagai anak yang baru gede istilahnya AG ya remaja itu anak baru gede istilahnya akalnya sedang berkembang juga ya lalu nabi berkata kepadanya Bertanya kepadanya apa yang engkau persiapkan untuk hari kiamat ya jadi nabi tidak menjawab tapi nabi justru balik Bertanya kepadanya jadi ada dua arah di situ ya Ya ada ada percakapan dua arah itu itu nabi selalu ya ketika berbicara kepada ee sahabat atau kepada siapapun nabi itu berinteraksi dengan mereka ya berinteraksi dengan pendengar itu perlu juga kadang-kadang kalau kita bicara terus orang lain hanya mendengar terus dia ini membosankan sebenarnya orang-orang akan bosan begitu ya atau letih otak mereka untuk mendengar mendengar itu letih karena perlu mencerna terus mencerna mencerna apa yang didengar dan itu enggak Mudah juga ya apalagi mendengar ilmu jadi perlu interaksi Iya nabi melakukannya ya maka nabi sering melontarkan pertanyaan ya kepada hadirin sering gitu ya kadang-kadang nabi memulainya dengan bertanya an ketika ingin menjelaskan sesuatu ya dan itu sering dilakukan oleh nabi itu salah satu metodologi di dalam berbicara bahkan di dalam nabi mengisi ee menyampaikan ilmu ya beliau kadang-kadang memancing dengan pertanyaan ya pertanyaan yang kadang-kadang jawabannya tidak terduga oleh sahabat begitu ya Sahabat tidak menduga jawabannya itu begitu ya dan itu sering dilakukan oleh Nabi Nah di sini juga Nabi berdialog dengan orang ini supaya dia ikut terlibat di dalam pembicaraan itu artinya nabi menghormati cara berpikirnya Nabi balik Bertanya kepadanya apa yang kamu persiapkan untuk hari kiamat ya nabi tidak menjawab karena enggak ada jawabannya tapi kalau dikatakan Wah itu aku enggak tahu wallahualam selesai selesai pembicaraan ya dan orang itu mungkin merasa Waduh ya Ee pembicaraan saya enggak direspon begitu gitu ya Nah karena memang sebatas itulah dia kita katakan ee kemampuan berpikirnya seorang arabadui ya tapi coba lihat nabi luar biasa bijaksana ini namanya uslubul Hakim di dalam ilmu balagah ya uslubul Hakim ya kadang-kadang E pertanyaan itu enggak harus dijawab ya atau perlu dialihkan kepada perkara yang lain yang ya jauh lebih bermanfaat ya Nah demikian dan itu juga perlu k kita lakukan terhadap anak-anak remaja kita ketika kita berdialog dengan mereka supaya tidak monoton dan tidak membosankan bicara dengan kita begitu ya ada orang tua itu membosankan bicara dengan mereka sehingga si anak ini juga cenderung menghindar enggak mau dia karena paling-paling suruh dengar terus Capek telinganya ya capek telinganya dengar ya kita aja Suruh dengar a capek ya Nah ini kadang-kadang orang tua maunya ngomong terus gitu ya Nah Enggak melibatkan mereka untuk berinteraksi ya Nah itu perlu di dalam ilmu dialog ya sebenarnya memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk ya kita katakan berinteraksi Nah di sini nabi Bertanya kepadanya apa yang kamu persiapkan maka dia ikut ya E Mengikuti alur pembicaraan Nabi dia lupa pertanyaannya ya bahwa pertanyaannya enggak dijawab tapi dia ikut larut dalam karaan dengan Nabi dia menjawab Enggak banyak ya Rasulullah aku hanya saja aku mencintai Allah dan rasulnya maka nabi berkata engkau bersama orang yang engkau cintai pada hari kiamat nanti ya Nah demikian Begitu ya kita katakan metodologi dialog jangan menjadi orang tua yang membosankan bahkan cenderung menjengkilkan dan menyebalkan wallahuam bissawab ya Nah demikian jadi perlu kita menghormati cara berpikir remaja supaya kita dapat menyelami Kenapa dia melakukan ini ya bagaimana alur berpikirnya kan begitu ya Nah demikian Dan ini juga akan meningkatkan kepercayaan dirinya di depan kita ya Nah maka Umar pernah ya merasa kecewa kepada anaknya yaitu Ibnu Umar ya Ketika Nabi melontarkan satu pertanyaan kepada mereka tentang suatu pohon yang perumpamaannya seperti perumpamaan orang-orang yang beriman ya nabi suka melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu di dalam taklim ya Nah dan itu sering juga kita gunakan sebenarnya di dalam taklim-taklim kita dan ini perlu kecerdasan ini ya untuk ya memancing orang ikut terlibat di dalam ya pembicaraan kita ya orang-orang menjawab pohon-pohon yang ada di hutan Ya ini mungkin pohon pohon yang jarang ya pohon yang jarang terlihat mungkin maka mereka menyebutkan pohon-pohon yang ada di hutan ataupun di tempat yang jauh ya mereka tidak mengira bahwa jawabannya ada di depan mata mereka ya Nah mereka menjua pohon ini pohon itu tapi enggak ada yang benar itu enggak ada yang benar ya tidak seperti yang diinginkan oleh Nabi jawabannya gitu ya Nah e kemudian nabi menjawab karena enggak ada menjawab dengan benar Nabi menjawabnya sendiri itu pohon kurma ya daunnya tidak gugur buahnya ya terus menerus menghasilkan faedah bagi manusia ya Nah batangnya kokoh berdiri tidak tumbang ya daunnya tidak gugur karena daun kurma itu pelepah kurma itu dia akan menjuntai ke bawah begitu tidak jatuh begitu ya mengotori enggak Nah itu seperti itulah perumpamaan seorang mukmin nah Ibnu Umar tahu jawabannya Aku tahu jawaban itu Tapi Aku segan gitu ya aku enggak berani berinteraksi di situ karena dia paling beliau paling muda di situ maka setelah majelis itu Ia menceritakan kepada ayahnya ya maka Umar mengatakan Seandainya kamu jawab itu itu lebih aku sukai daripada aku miliki ini dan itu artinya Umar di sini mendorong ya anak-anak remaja untuk ya jangan takut berbicara ya apa ya kita katakan mengeluarkan ya ee apa yang ada di dalam pikirannya boleh jadi ya mereka mengetahui hal-hal yang mungkin terluput dari orang-orang dewasa orang-orang tua begitu ya Nah demikian wallahuam bissawab Nah ini salah satu ya kita katakan metode nabi ya di dalam ee berdialog ya ya mereka tidak mengira ya sahabat-sahabat tidak mengira bahwasanya jawaban itu ada di depan mereka yaitu pohon kurma yang ada banyak di Madinah waktu itu mereka menjawabnya pohon ini pohon itu ke sana kemari jawabannya enggak ada yang tepat begitu ya Nah demikian wallahuam B nah kemudian berikutnya adalah jangan Bur guru menghukum memang remaja itu sudah masuk fase usia yang boleh mendapatkan hukuman Kenapa karena akal mereka sudah matang semakin matang ya Dan mereka bisa memahami sebuah hukuman maka nabi membolehkan memberikan hukuman kepada anak karena enggak Salat di usia 10 tahun ke atas artinya sudah masuk usia remaja ya di bawah itu jangan dihukum karena mereka belum memahami hukuman karena hukuman itu perlu dipahami karena kalau tidak maka di dalam Ee undang-undang Kita juga ya anak di bawah umur belum boleh dapat hukuman memang seperti itu ya dalam Islam juga demikian Sebenarnya ya anak-anak di bawah umur istilahnya 10 tahun ke bawah itu belum layak untuk dapat hukuman ya Nah 10 tahun ke atas ya itu baru ya Ee masuk kepada kategori usia yang ya dia boleh dihukum ya Nah demikian mendapatkan hukuman mereka sudah mengerti tapi bukan ya kita katakan ee apa ya Ee ugal-ugalan memberikan hukuman Enggak karena banyak juga orang tua yang ugal-ugalan memberikan hukuman ya Sehingga terlalu Royal memberikan hukuman sedikit-sedikit hukuman hukumanhukuman Enggak seperti itu juga ya Nah demikian hukuman itu adalah salah satu kita katakan ee tindakan ee yang terakhir ya untuk ya ee apa kita katakan meluruskan suatu yang keliru atau salah ya Nah demikian ya Ee ada peringatan ada sanksi-sanksi ya kita katakan ee moral baru hukuman kan begitu ya Nah seperti dalam eh Quran berkaitan dengan istri pertama faizuhun wah kan begitu ya ada ee langkah pertama nasihat yang kedua ya sanksi ya secara psikologis yaitu dengan Pisah Ranjang baru kemudian hukuman fisik ya itu kalau perlu ya kalau perlu Nah demikian nah ketika berdialog ya ini hindari ya langsung jatuh begitu baru ngomong ya sudah memvonis menjatuhkan hukuman kamu dapat ini kamu ee begini begini begitu ya ya hukuman itu juga harus didasari dengan alasan argumentasi itu perlu ya Nah ini juga masuk dalam Ee kita katakan apa ya Ee metodologi mendidik ya yaitu apa menyampaikan alasan argumentasi Kenapa hukuman itu dijatuhkan ya maka kalaulah tujuan kita ingin memberikan hukuman maka Jang jangan langsung to the point langsung ke hukumannya begitu ya perlu kita dasari dulu ada mukadimahnya kan begitu ya Ee ya begini ini apa namanya satu kesalahan ya dan EE EE ada hukumannya ada sanksinya kenapa sanksi ini dijatuhkan ya Nah sehingga anak itu ketika mendapatkan hukuman itu dia tahu kenapa dia harus dihukum ya tidak tanpa babibu istilahnya tanpa basa-basi ya karena ada juga yang motunya tanpa basa-basi Ya itu salah juga itu enggak benar itu kan begitu ya ya perlu juga berbasa-abasi itu nabi juga berbasaabasi enggak langsung to the point Enggak semua hal-hal yang harus to the point enggak ya itu pemikiran yang salah itu ya kalau kita lihat Bagaimana Nabi berdialog Bagaimana Nabi berinteraksi ya nabi itu kadang-kadang mendahulukannya dengan mukadimah ya pendahuluan enggak langsung to the point kan begitu ya Nah demikian wallahuam bissawab itu artinya kita menghormati lawan bicara kita walaupun ya orang ini akan kita hukum begitu ya kita ingin memberi hukuman Tapi perlu kita kasih prolog dululah ya Kenapa hukuman ini dijatuh kesalahan apa yang dilakukannya ya Nah sehingga orang itu menjalani hukuman itu dengan lapang dada dan itu yang Allah lakukan nanti di hari kiamat Allah akan menginterogasi manusia bertanya dan Menjelaskan alasan kenapa orang itu dapat hukuman ya Sehingga ee orang itu menjalani hukuman ya tidak komplain gitu ya tidak protes maka di akhirat nanti enggak ada orang yang masuk neraka protes Kenapa saya masuk neraka karena Allah akan menjelaskan semua Alasannya itu hukuman rabbul Alamin Ya bisa saja Allah menghukum manusia tanpa memberikan alasan tanpa menghadirkan saksi tanpa menghadirkan bukti Ya udah dihukum aja begitu lemparkan saja ke neraka tanpa harus ya dia tahu kenapa dia dihukum ya tentunya tidak seperti itu juga Allah memperlakukan manusia ya nah dari situ kita belajar bahwa ya Ketika memberikan hukuman kepada anak Kalaupun kita harus memberikan hukuman ya Nah maka coba dahulukan dengan ya prolog ya mukadimah ya Sehingga ya dia bisa memahami betul ya karena apa ya dia harus mendapatkan hukuman itu ya Atau dia betul-betul memahami kesalahannya ya Nah kalau perlu memberikan hukuman Maka jangan terburu-buru ya langsung begitu bicara Oh ya sudah kamu dapat hukuman kamu dihukum gini gitu ya Ah ya orang juga kalau harus menerima tanpa alasan juga berat juga ya ya kita ajaal ya tiba-tiba atasan datang kamu dipecat begitu ya tanpa alasan ya kita juga bingung kan begitu ya kenapa saya dipecat begitu ya ya Kamu kena potong gaji gitu ya wah ya ya kita tahu orang yang dipotong gajinya karena salah gitu ya orang dipecat karena salah tapi kan dia perlu alasan juga kenapa dia apa salahnya kemudian kenapa dia harus dapat hukuman seperti itu kan begitu kenapa enggak hukuman yang lebih ringan Bagaimana kadar kesalahannya supaya dia bisa bel jar di kemudian hari begitu ya wallahuam bissawab Nah demikian karena itu akan membuat anak-anak ee remaja itu atau ee mereka itu merasa terintimidasi dan takut ya Nah kita telah membuatnya takut kita membuatnya terintimidasi manusia pada dasarnya tidak suka diintimidasi ya siapapun dia para jemaah yang dimuliakan Allah maka ya ini perlu kita perhatikan ya wallahuam baawabb Nah e mungkin sampai di sini dulu ya materinya pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan bermanfaat kita masih akan lanjutkan karena eh masih banyak poin-poin berkaitan dengan mengasah keterampilan berdialog dengan e anak remaja subhanam asah antaagfir nah baik alhamdulillah demikian Islam azakumullah para pemerhati rajah di mana pun anda berada materi yang telah disampaikan oleh Al kesempatan pagi hari ini masih melanjutkan dari pembahasan pekan yang lalu yaitu mengasah keterampilan berdialog dengan remaja mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya sekali lagi silakan Anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 081 9896543 n eh yang pertama kami ajukan Ustaz ada pertanyaan dari eh Muhammad Amin di Ogan Ilir Sumatera Selatan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Saya memiliki cucu laki-laki umur 4 tahun eh kurang lebih anak-anak di lingkungan saya lingkungan saya baya dengan cucu saya merupakan anak-anak perempuan semua sehingga cucu saya ini bermain dengan anak-anak perempuan tersebut Apakah cucu saya ini saya larang karena khawatir ee cucu saya ini terpengaruh dengan sifat-sifat perempuan itu dibenarkan Ustaz syukran jazakullah khhair ya ya cucu ya di sini ya cucu ya ini ee Masyaallah Ya walaupuneduli sudah jadi kakek ya tetap iya ya turun turun gunungtilnya he membantu orang tua yaar kadang-kadang orang tua pasangan muda perlu masih e hijau ya masih perlu belajar juga dari orang tua mereka di dalam mendidik anak mungkin ya Nah demikian E tapi enggak Mengapa itu ya nabi juga kadang-kadang juga berinteraksi dengan cucu ya E Hasan dan Hin Husein begitu ya tentunya ee di usia seperti itu ya 4 tahun ya Ya bolehlah mereka masih boleh berbaur begitu ya antara anak laki-laki dan anak perempuan ya di usia seperti itu 4 tahun ya Nah demikian ee hanya saja di sini ya perlu kita mengawalnya he ya Ee Bagaimana ee bentuk interaksi mereka ya ya Apakah maksudnya di sini si anak laki-laki ini mengikuti semua permainan anak perempuan ya enggak juga kan begitu apa tapi mereka ber interaksi dengan anak perempuan di usia seperti itu boleh enggak jawabnya boleh ya karena dia juga harus mengerti di sana ada makhluk yang namanya perempuan kan begitu ya dan juga supaya kita bisa mengajari batas-batasnya nanti ya Nah demikian wallahuam bissawab Nah jadi ya perlu dikawal saja di situ ya Nah kalau ada mengarah kepada hal-hal yang negatif atau enggak baik yaitu di ee bisa di ee E eliminir atau bisa dibatasi kan begitu ya wallahuam baawab Nah demikian Nah ya Baik terima kasih banyak Ustaz atas Jawabannya demikian eh untuk eh yang per yang bertanya yang berada di Ogan Ilir dan selanjutnya ini ada pertanyaan namam dari Ummu Anida di Kuta Waringin ya Ustaz Saya ingin bertanya jika anak perempuan kelas 6 sudah balig tapi dia pemikirannya masih sangat kanak-kanak Ustaz nah bagaimana pengarahannya Ustaz jazakullah Khair Iya Ya ini yang sudah kita pernah kita bahas ya bahwa anak-anak sekarang ini cepat balighnya tapi lambat dewasanya I ini satu fenomena yang terjadi ya akhir ee belakangan ini ya terutama anak-anak zaman sekarang sangat cepat baliknya ini mungkin ee ee ada pengaruhnya dengan tontonan Apa yang dia lihat apa yang dia saksikan nah ini akan mempengaruhi ya kita katakan hormon-hormon seksualnya sehingga cenderung cepat balighnya ya dia sudah mengalami haid di usia-usia seperti itu ya di usia-usia yang ya kita katakan mungkin 10 tahun ya Nah sementara mungkin dulu ya 12 tahun baru mengalami hal itu Dan juga ini berkaitan dengan gizi mungkin ya makanan ya dan pola hidup juga ya Nah demikian karena pola hidup sekarang anak-anak sekarang luar biasa ya kita katakan sibuknya seperti orang dewasa kesibukannya kan begitu ya Nah sehingga ini juga mempengaruhi ya Ee kita katakan ee mempercepat ya usia baligh mereka sementara ini ya E secara akal itu mereka masih ya masih transisi ya masih ada ada Sisi k kanak-kanakannya Sisi bocahnya masih ada gitu ya sementara dia sudah balig ya ini perlu kita bimbing ini anak-anak seperti ini karena kematangan Berpikir itu itu lahir dari ya kita katakan interaksi dengan orang-orang yang ya kita katakan matang akalnya ya mungkin sudah saatnya Dia ee apa ya kita katakan ee punya lingkungan yang lebih dewasa sementara kalau ya kita katakan lingkungannya ya Ba Itu pergaulannya ataupun lingkungan-lingkungan pendidikannya atau lingkungan rumahnya itu masih bocah semua ya ya dia ya masih susah ya untuk untuk keluar dari itu gitu ya nah jadi perlu peran orang tua di sini atau ya dia bisa upgrade ya kita katakan ee dia bisa Ee Kita kataan berinteraksi dengan teman-teman yang mungkin lebih dewasa Nah itu ee perlu peran orang tua di situ ya Nah untuk mengarahkannya dan anak-anak seperti ini itu perlu dilatih Seca ee dengan berdialog ya sering berdialog sehingga dia merasakan eh saya ini sudah dewasa karena pembicaraan orang tua dengan saya sudah berbeda bukan ya kita katakan seperti anak eh seperti orang tua menghadapi bocah begitu ya masih banyak banyak bercandanya kan begitu ya banyak berguraunya ya seperti nabi juga banyak bergurau kalau dengan bocah tapi dengan remaja nabi sudah serius nabi sudah Ee sungguh-sungguh ya Ada Ada apa ya kita katakan ada tujuan dari pembicaraan ya Karena nabi sudah mengajak mereka untuk berlatih berpikir nah orang itu juga harus dilatih berpikir begitu ya Nah untuk mematangkan akal gitu ya Nah demikian walluam bawab sehingga ya sedikit demi sedikit itu bisa terasah kemampuan berpikirnya mengupgrade ya kemampuan berpikir itu enggak Mudah juga ya ya perlu peran orang tua juga dan orang-orang yang ada di sekitarnya gurunya dan lain sebagainya ya wallahuam bawab iya iya baik alhamdulillah Terima kasih banyak atas jawaban Ustaz demikian jazakul Khair dan mudah-mudahan bermanfaat untuk yang bertanya ee dan juga untuk semuanya Selanjutnya kami ajukan ada pertanyaan ee ya Ustaz saya memiliki saya saya memiliki anak gadis berumur 22 tahun dan EE tahun ini dia lulus di dari sekolah liia Ustaz dan dia ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri katanya nah Bagaimana sikap yang terbaik sebagai orang tua Ustaz Apakah kita tetap mengizinkannya karena alasan dia ingin ee terus menuntut ilmu Iya ini bukan anak-anak lagi 22 tahun itu sudah manusia dewasa Sebenarnya ya Ya sudah manusia dewasa dia sudah lepas landas dari masa remajanya ya Ada fase remaja akhir namanya pradewasa itu menjelang 20 18 sampai 20 tahun itu adalah fase pradewasa karena 20 tahun ke atas itu orang sudah sampai kepada usia rusut artinya dia sudah mampu mengelola hidupnya sendiri termasuk keuangan kan begitu gitu ya dia sudah punya mungkin sumber keuangan sendiri dia punya tabungan sendiri dia sudah mengelola hartanya sendiri dia sudah punya Ee kita katakan inventarisasi harta kan begitu ya nah sudah punya kepemilikan juga Karena dia sudah punya KTP gitu ya kalau di sini dia sudah punya misalnya kendaraan atas nama dia dia sudah punya bisa punya tanah atas nama dia juga kan begitu ya artinya ini sudah manusia dewasa Sebenarnya ya Nah demikian kan ya jadi ee makanya kita perlu mengawal ini ya yang kita apa namanya kita bicarakan dalam buku ini mengawal perkembangan anak itu di usia seperti itu kan sebenarnya kita sudah dia sudah berpikir ke arah membangun rumah tangga ya Ini anak gadis ya 22 tahun ya dia sudah berpikir untuk Bagaimana ke depannya Mungkin setelah lulus kuliah gu ya untuk membangun rumah tangga nah masalah hari ini ya terutama akhwat ya para akhwat yang sudah sampai di usia seperti itu itu belum ada keinginan untuk berumah tangga padahal itu adalah masa-masa krusial artinya ada masa fase usia tertentu kalau lewat itu susah dia nanti untuk berpikir membangun rumah tangga mencari pasangan hidup karena gaya hidup manusia hari ini beda dengan zaman dulu ya karena cenderung manusia hari ini dia bisa lebih independen ya karena fasilitas yang ya kita katakan semakin komplit ya semakin komplit ya kehidupan yang semakin Kompleks sehingga mendorong orang itu untuk bisa hidup secara individual maka jangan heran kalau banyak ya kita katakan perempuan-perempuan yang akhirnya jadi perawan tua ya enggak nikah-nikah enggak ada kepikiran apalagi kalau dia sudah merasa dirinya mapan nah ini Jadi persoalan hari ini ya maka orang tua itu harus mempersiapkan Ee kita katakan pondasi berpikirnya Bagaimana anak itu dikasih pondasi berpikir untuk membangun rumah tangga dan itu enggak bisa dadakan ya tiba-tiba kita punya keinginan ya kamu cari jodoh sana yaakak enggak sesimpel itu cari jodoh ya begitu ya Atau kamu cari Ikhwan sana yang mau nikah atau saya carikan Ayah carikan Ibu carikan belum tentu mau juga kan begitu ya Nah demikian jadi enggak bisa ini dadakan dia harus dibangun ya dengan terus ya itu pentingnya membangun interaksi positif dengan anak remaja ya Nah apalagi dia sudah jadi manusia dewasa yang bisa berdiri sendiri dia merasa independen ya Nah demikian wallahuam bissawab Ya seperti ini sebenarnya dia cuma minta izin aja itu Supaya apa berangkat belajar lagi Nah ya sebaiknya di usia-usia seperti itu dia sudah berpikir untuk membangun rumah tangga plus ya sebenarnya enggak perlu di di apa dibenturkan antara berumah tangga dengan belajar ya e ya Bisa aja di keduanya itu dilakoni ya dijalani dijalankan bersama begitu ya nah jadi perlu ee membuat landasan berpikir pada anak-anak remaja terutama remaja akhir ya pradewasa ya untuk ya bagaimana dia membangun rumah apalagi anak perempuan ya ya cenderung mungkin lebih cepat rumah tangga daripada anak lakilaki yang mungkin masih ya mau meraih hal cita-cita ya Dia sedang OTW untuk meraih cita citanya ya mungkin ee dia perlu Merantau dan lain sebagainya Itu anak laki-laki tapi anak perempuan nah ini harus Orang tua harus memberikan pijakan berpikir untuk berumah tangga tapi ini enggak bisa dadakan ya tiba-tiba kita todong dia kamu tahun depan menikah ya Bingung dia atau yang lebih ekstrem lagi kamu besok nikah gitu atau kamu bulan depan nikah ya kamu sudah tua ya susah kalau tiba-tiba ngomong seperti itu kan begitu ya W sementara anak kan sudah punya planning dan lain sebagainya sementara itu enggak masuk dalam planningnya dari awal gitu ya kan repot itu wallahuam baawab dan cenderung kecenderungannya suatu yang dipaksakan itu e kemungkinan potensi gagalnya itu besar ya ya dan itu terjadi ya ya anak-anak yang berumah tangga itu Ya kita katakan dadakan atau karena keterpaksaan atau karena desakan yaitu potensi kegagalannya besar wallahuam bawab saya tidak katakan sudah pasti gagal ya enggak tapi potensi kegagalannya besar tib Nah demikian saja pertemuan kita pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan bermanfaatu had Astagfirullah Li wakumiril muslimin innahu hual gurah nah baik alhamdulillah eh terima kasih banyak syukranz Khair eh Barakallah Fik pada Ustaz yang sudah meluangkan waktunya untuk kita semua dan ilmu yang telah disampaikan jawaban-jawaban yang telah diberikan dari pertanyaan yang masuk di layanan pesan singkat Alhamdulillah tiga pertanyaan telah kita ajukan yang mudah-mudahan ini menjadi wawasan tambahan bagi kita semua ilmu yang bermanfaat yang kita ee bisa lebih ee semangat lagi lebih Allah mudahkan lagi untuk terus mendidik anak-anak kita terkhusus ee bagi orang tua yang sedang mendidik anak-anak remajanya demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan Wasalam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply