dan sesat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kagian ininya secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam kami silakan untuk bisa memasuki ruang utama ee masjid kuba 99 Asmaul Husna Makassar kudnya gimana Sinya Duduk dulu ya atau dipanggil dulu atau langsung duduk baru saya buka oke oke Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastain ala umurid Dunya waddinu wasalamu ala Asril iiya wal mursalin waa alihi wasahbihi waman tabiahum bisan Il yaumiddin Alhamdulillah puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kadirat Allah subhanahu wa taala atas segala limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga pada hari ini hari Ahad 2 Rajab 1445 Hijriah atau bertepatan dengan 14 Januari 2024 kita berkumpul bersama pada hari ini untuk bersama-sama mengikuti tablig akbar dengan tema tauhid sebab keamanan Dunia Akhirat diisi oleh fadilatus Syekh bin Amir aruhili hafahullahu taala selawat dan salam tidak lupa senantiasa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam dan juga kepada keluarga beliau para sahabat dan orang-orang yang senantiasa Memegang teguh sunah beliau sampai dengan hari kiamat kelak jemaah rahimakumullah sebelum kita memasuki tablig akbar pada hari ini terlebih dahulu kita akan mendengarkan sambutan dari ketua penyelenggara tablik Akbar ini untuk itu kepada Al Ustaz Muhammad Lukman Hakim LC sagah Dengan hormat kami silakan asamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] alhamdulillahziq uh [Musik] abahuai yang terhormat syek Ibrahim arili begitu juga yang kami hormati Ustaz Taslim hafidahullah dan juga para asatizah dan para hadirin sekalian sungguh suatu kebahagiaan bagi kita semua dapat berkumpul di rumah Allah yang penuh berkah ini sebagai ketua panitia saya merasa terhormat dapat menyambut Antum sekalian dalam acara ceramah yang Insyaallah akan memberikan pencerahan ketenangan bagi jiwa kitaeramah atauuh yang akan kita hari ini bukan sekedar kata-kata melainkan cahaya petunjuk dari Alquran dan Sunah yang dapat mengarahkan langkah-langkah kita dalam kehidupan sehari-hari Mari kita buka hati dan pikiran serta Terimalah ilmu dengan penuh keikhlasan kami berterima kasih kepada yang sudahus hadir dari berbagai macam daerah informasi yang sampai ke kami yang datang Ada yang dari Kalimantan ada yang Daria ada yang dari B Dar dan sebag pembicara dan juga kepada semua yang telah hadir semoga acara ini menjadi ladang amal yang bermanfaat dan bisa mendekatkan diri kita kepada Allah Azza wall Terima kasih jazakumullahum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh jazakullah Khair kepada Muhammad Lukman Hakim LC SAG hafizahullahu taala KUD selanjutnya adalah acara inti yakni muhadarah tablig akbar dengan tema tauhid sebab keamanan dunia akhirat yang akan disampaikan oleh fadilatus Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir arruhaili hafizahullahu taala yang akan diterjemahkan oleh Al Ustaz Abdullah Taslim Ma hafizahu taala untuk itu kepada Syekh kami persilakan faaihiatafadal Maskur mahjur asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhalamdillah [Musik] nmagfiraiillahi anusinatiinaahdihillahu Fala mudah W ylil Fala hadialah waashaduahaallahu wahdahuikah am Umah hattaakaha ba la baahu ill halik Allahumma salli wasallim wabarik ala abdika rasulika Muhammad waa alihi wasahbihi AJM asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Segala puji bagi Allah kita senantiasa memujinya memohon pertolongan kepadanya dan berlindung kepada Allah subhanahu wa taala memohon ampun atas dosa-dosa kita dan berlindung kepadanya dari keburukan jiwa jiwa kita dan kejelekan amal-amal perbuatan kita Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barang siapa yang disatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepadanya dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada sembahan yang benar selain Allah subhanahu wa taala satu-satunya tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba Allah adalah Rasul utusan Allah yang beliau telah menyampaikan risalah Allah telah menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya dan menasihati umat ini dengan sebaik-baik nasihat sehingga agama ini sampai kepada umat dengan lengkap dan jelas tidak ada seorang pun yang berpaling dari agama ini kecuali dia akan tersesat Ya Allah limpahkanlah selawat dan salam kepada nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa ali Wasallam kepada keluarganya dan semua sahabatnya Amma ba’d fainnallaha tabaraka wa taala khalaq Hadi alaliqah lihikmatinimah waliighayatin kabirah wahya tahqqu ibadatillahi fil ARD Q Allahu Azza w w judun wudunun k Bika Ibnu Abbas Radiallahu anhuma litauhid subhanah wikhlibadah lahu tabaraka wa taala wirk wabaah min min [Musik] kabiriiri biikhl ibillahi Azza w zahiran waulan [Musik] am Adapun selanjutnya Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa taanya tujuan yang sangat besar yaitu untuk mewujudkan peribadatan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata Allah subhanahu wa taala berfirman W khqtul jinna Wal Insa illa liudun Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku semata-mata dan makna agar mereka beribadah kepadaku semata-mata artinya agar mereka mentauhidkanku mengesakan Allah dalam beribadah sebagaimana ini yang dinyatakan oleh sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma dan beberapa dari para ulama ahlut tafsir maka Allah subhanahu wa taala Menciptakan makhluk agar mewujudkan agar mereka mewujudkan tauhid peribadatan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata mengikhlaskan ibadah hanya untuknya Semata menfikan menjauhkan perbuatan Syirik menjauhi perbuatan Syirik serta berlepas diri meninggalkan perbuatan Syirik dalam segala bentuknya dengan beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata lahir dan batin sejak manusia itu dilahirkan sampai mereka meninggal dunia Allah subhanahu wa taala berfman Katakanlah ya Rasulullah sesungguhnya salatku sembelihanku hidup dan matiku hanya untuk Allah subhanahu wa taala RAB semesta alam satu-satunya tidak ada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang yang pertama kali berserah diri kepadanya had aladah masjid Mubarak Ma huduri hasdinim Min ikhwanina almliminina hadaruama had muhadarah maudu had muhadarah huuhidu sababul Amni F Dunya w wisuna sayakunu h maudu jawanib janibw fianiqiatuhid waqsamihi w kaifiati tahqqih Wal mau janibani hu fianiam wqtii asam Wal Jib Hua fi bayani ariauhid fi tahqqi alamni biqsami almkurah kemudian tema kajian atau tema ceramah kita Pada kesempatan kali ini ini di masjid yang penuh berkah ini yang dihadiri oleh sejumlah besar dari kaum muslimin yang mereka bersemangat untuk mendengarkan ceramah ini Tema kita adalah tauhid atauhidu sababul Amni Fid Dunya Wal akhirah tauhid adalah sebab keamanan di dunia dan di akhirat maka Tema kita di kesempatan ceramah kali ini akan membicarakan tentang tiga perkara ya Secara kesimpulan akan membahas tiga per perkara yang pertama penjelasan tentang hakikat tauhid pembagiannya dan bagaimana cara untuk kita mewujudkannya mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari yang kedua penjelasan tentang makna keamanan hakikatnya dan pembagiannya kemudian yang ketiga penjelasan tentang dampak atau pengaruh tauhid dalam mewujudkan keamanan dari semua jenis tauhid yang akan dijelaskan nanti insyaallahuh wahua tauhidullahi tabaraka wa taala Fi afalihi wa asmaii wa sifatihi Wai afali almhlukin Wah ibadah fuhidu yashamilu Al Sal aksam Ladda Adapun hakikat tauhid adalah mentauhidkan atau mengesakan mengkhususkan bagi Allah subhanahu wa taala dalam semua perbuatannya perbuatannya Yang Maha Mulia Maha Sempurna mengkhususkan atau mengesakan Allah di dalam nama-nama dan sifat-sifatnya serta mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam perbuatan makhluk yaitu dalam ibadah yang dilakukan oleh makhluk ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata maka tauhid tauhid kepada Allah subhanahu wa taala meliputi terbagi menjadi tiga bagian yang harus diwujudkan harus direalisasikan oleh makhluk supaya seorang hamba benar-benar dia mewujudkan dengan sempurna tauhid dalam kehidupannya alaal Min anwa tauhid Hua tauhidu arububiyah wahua tauhidullahi tabaraka wa taala bf’alihi wahur Allah azzaaliijumitffij hu hu almjid H am alqujud Wu amat fqik [Tepuk tangan] ifradahalqlimillahi jenis atau macam yang pertama dari tiga macam tauhid tersebut adalah yang pertama tauhid rububiah mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dalam sifat-sifat rububiahnya artinya mentauhidkan mengesakan Allah dalam semua perbuatan atannya yaitu dengan kita mengkhususkan mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatannya yaitu menciptakan dialah pencipta satu-satunya memberikan rezeki satu-satunya dialah yang maha kuasa memberikan atau tidak memberikan dialah yang menghidupkan mematikan dialah yang satu-satunya mengatur semua urusan makhlukNya dialah satu-satunya yang mengurus semua urusan makhlukNya membangkitkan pada hari kiamat dan semua perbuatan-perbuatan yang hanya Allah subhanahu wa taala yang maha kuasa untuk melakukannya maka mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam rububiyahnya yaitu dengan seorang hamba meyakini seorang mukmin meyakini bahwa dalam semua perbuatan ini Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang maha kuasa melakukannya tidak ada sekutu baginyaitabahah Az ya z maakakum falajalillahiantumamun ayatunimitabah a wqakar alulama Hadi Hi aw aibaditibi Al mushaf musf Fah a Amr mushaf ya A nabi Karim Sallallahu Alaihi Wasallam Mina alarabina khullariah Min Yahudi wasara wahairihim Min umamti wuj Ma nabi Karim Sallallahu Alaihi Wasallam haasahum jinallaha ba muhammadan Sallallahu Alaihi Wasallam biariah W biha ala Wal Jin ya auhanasumum jaamibadahkir umum BII umum bitiukum ya aanasakumakumuminaum um Antum wqumadahat khq alamawat khq khah fahu alahibadah linah fakama annahu la sharik lahu Fi rubuti muslimin rahimakumullah ayat-ayat Alquran beberapa ayat Alquran merupakanil yang menunjuk Tentang Jen tauhid ini [Tepuk tangan] [Musik] wahai sekalian manusia sembahlah kalian kepada rabmu yang menciptakanmu dan menciptakan orang-orang sebelummu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa dialah Allah yang menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan juga langit sebagai bangunan untuk menjadi atap bagi bumi ini dan diaun kepadamu air hujan dari langit yang kemudian dengan itu Allah subhanahu wa taala menumbuhkan memberikan rezeki bagimu maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah dalam keadaan kalian mengetahuinya ini adalah ayat yang sangat Agung yang terdapat di dalam Alqur’an di surah Albaqarah para ulama menyebutkan bahwa ayat inilah ayat yang pertama kali terdapat perintah di dalam mushaf Alquran inilah ayat yang di situ terdapat perintah kalimat perintah pertama kali dari Allah subhanahu wa taala yaitu perintah untuk beribadah kepada Allah semata-mataudakum beribadahlah kalian kepada rabmu yang menciptakanmu dan menciptakan orang-orang sebelummu khitab di sini pembicaraan atau perintah dalam ayat ini ditujukan kepada keumuman semua manusia baik kepada orang Arab yang turun kepadanya al-qur’an juga kepada orang-orang selain Arab kepada semua umat manusia yang mereka diwajibkan untuk mengikuti seruan Allah subhanahu wa taala di dalam agama ini ya termasuk meliputi orang-orang Arab orang-orang asing bahkan juga meliputi orang-orang Yahudi orang-orang Nasrani dan umat umat yang lain yang akan terus ada sampai sampai tegaknya hari kiamat sebagaimana ayat ini juga meskipun asalnya ditujukan kepada manusia wahai sekalian manusia tapi juga meliputi kalangan Jin meliputi bangsa jin karena sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengutus Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan syariat beliau ditujukan ke pada jin dan manusia kemudian ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di ayat ini Ya ayyuhanas wahai sekalian manusia ya di sini perintah Allah subhanahu wa taala kalau kita perhatikan perintah Allah di sini ketika memerintahkan kepada kita untuk beribadah kepadanya semata-mata Allah sebutkan kita beribadah kepadanya semata-mata karena dialah yang merupakan R yang menciptakan kitaumum sembahlah kepada rabmu yang menciptakan kamu dan menciptakan orang-orang sebelummu dialah yang menciptakan nenek moyang kita bapak dan ibu kita orang-orang tua kita kakek dan nenek kita sebagaimana dia yang menciptakan langitlit dan bumi menciptakan semua makhluk maka sebagaimana tidak ada yang merupakan tidak ada sekutu bagi Allah subhanahu wa taala dalam penciptaan alam semesta penciptaan semua makhluk penciptaan dan pengaturan alam semesta maka tidak ada sekutu bagi Allah subhanahu wa taala dalam beribadah kepadanya mengikhlaskan agama dan kewajiban untuk berlepas diri dari dari perbuatan Syirik smma Q Allahu tabaraka wa taala fil ayaataniah [Tepuk tangan] faakra minamarati wasamainaa wazal Min maan faak bihi Minarti rizqakumajalillahian wa anumamun Q ulama fiihi falaajalillahi andadai rububi Wik Fi ilahnahum yamahu hu ja wasama Bina wahu anzala Min Maa Ki Yamah H MF Al Wah mfqiama wahu millahiu W hadal SWAT [Musik] khqu ir wahir wallah Az wazahad liannahul Khaliq wala Khaliq Siwa waliannahul Kamil Fi sifatihi Fala n Wah walaahir walaab lahu Min khqih fadat hadayyah ala wujuiduahidah amaallah Amar biibadatii had ibadahahu mustah lahahu all khqahum wall [Musik] khqahumahu naas minha fawajab anfrfr ibadahahu alibadah wuhidis tauhidububiah w tauhidahiah Barakallah fikum kemudian di ayat yang kedua dari ayat ini Allah subhanahu wa taala berfirman alladzi ja’ala lakumul ARD firasya dan dialah Allah yang dialah Allah yang menjadikan bagimu bumi ini sebagai hamparan dan dialah yang menurunkan dari langit hujan yang dengan itu Allah subhanahu wa taala menumbuhkan tumbuh-tumbuhan sebagai rezeki atau makanan bagimu maka janganlah kamu menjadikan sekutu tandingan-tandingan bagi Allah sedangkan kamu mengetahuinya para ulama menjelaskan tentang makna firman Allah subhanahu wa taala di ayat ini ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di akhir ayat ini maka janganlah kamu menjadikan sekutu-sekutu tandingan-tandingan bagi Allah dalam keadaan kamu mengetahuinya di sini penetapan tentang dua maacam tauhid sekaligus tauhid rububiyah dan Tauhid uluhiyah Allah subhanahu wa taala menjadikan penetapan manusia keyakinan mereka tentang rububiyah Allah untuk seharusnya mereka menetapkan tentang uluhiyah Allah karena semua manusia semua makhluk mengetahui Allah subhanahu wa taala yang menjadikan bumi sebagai hamparan menciptakan langit sebagai atap bagi bumi manusia semua mengetahui Bahwasanya Allah subhanahu wa taala dialah yang menurunkan hujan dari langit semua manusia mengetahui Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang melakukan perbuatan ini dialah yang menurunkan hujan dari langit menciptakan langit maka dengan sebab itu tidak diperbolehkan setelah kita menetapkan rububiyah bagi Allah subhanahu wa taala Harusnya kita menetapkan ibadah hanya untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata dan tidak menjadikan tandingan atau sekutu baginya anniddu atau sekutu tandingan di ayat ini maksudnya adalah azzahir saingan atau annadir sesuatu yang diserupakan sekutu bagi Allah subhanahu wa taala maka Allah subhanahu wa taala disucikan dari semua bentuk persekutuan atau adanya tandingan yang disamakan dengannya Allah subhanahu wa taala satu-satunya Maha Pencipta tidak ada pencipta selainnya dan dikarenakan dialah yang maha sempurna dalam sifat-sifatnya maka tidak diperbolehkan untuk menjadikan sekutu bagi Allah subhanahu wa taala dari kalangan makhluk yang penuh dengan kekurangan dalam sifat-sifatnya maka ini semua menunjukkan jelasnya tentang Tauhid yang ada di ayat ini menetapkan dua tauhid yaitu tauhid rububiyah menetapkan Allah subhanahu wa taala yang maha esa dalam perbuatan-perbuatannya yang maha sempurna dan Tauhid uluhiyah yaitu menetapkan Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang pantas untuk disembah dan tidak ada sekutu baginya sebagaimana Allah subhanahu wa taala yang Allah perintahkan di ayat ini untuk beribadah kepadanya semata-mata karena Allah subhanahu wa taala dialah yang pantas untuk disembah sebagaimana dialah satu-satunya yang pciptakan semua yang menciptakan kalian wahai manusia dan menciptakan orang-orang sebelummu dialah juga yang menciptakan langit dan bumi dialah yang juga memiliki sifat-sifat kesempurnaan Maka sekali lagi ayat ini menjelaskan tentang kewajiban kita menetapkan tauhid rububiyah bagi Allah subhanahu wa taala dan juga menetapkan Tauhid uluhiyah hanya beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan juga mengikhlaskan ibadah untuknya semata-mata tidak ada sekutu baginya tauhid Hua tauhid alasma wasifat wahua tauhidullah Fi asmaii wasfabillahi tabaraka wa taala mafsiu rasulu Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] minmaifatah wif w kemudian jenis yang kedua dari jenis tauhid mentauhidkan Allah subhanahu wa taala adalah tauhidul asma was sifat mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam nama-nama dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi yaitu kita mengesakan Allah mengkhususkan bagi Allah subhanahu wa taala nama-namanya yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi sebagaimana yang Allah subhanahu wa taala tetapkan bagi dirinya di dalam ayat-ayat Alquran dan ditetapkan oleh rasulnya nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tanpa kita menolaknya tanpa kita menyelewengkan kandungan maknanya dan tanpa kita menyerupakannya dengan makhluk serta tanpa membagaimanakannya kitabah Yakul Allahu Tabarak wa taala walillahil Asmaul Husna faduhu biha waradina yulhiduna Fi asmaii sayujzauna Ma Kanu yamalun walillahi alasmaul Husna Fal ASM alhusna Asahi Tabarak wa taalati nafsahuami wq wasahu asmaah [Musik] Husna h Allahu azadah walidun Fi as yni wikusmaahun asmaillah fusah Bim BII nafsah Kabah asahri wadah wq sayzun Ma Kanu yamalun waidimadamanamhad Fi asmaillah Azza wajal W Haula almulhidun sayulakuna jazaahum Min Allahi ala as jemaah sekalian rahimakumullah ayat-ayat al-qur’an banyak terdapat di dalamnya Dalil yang menunjukkan tentang Tauhid jenis ini tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala seperti dalam firman Allah subhanahu wa taala [Tepuk tangan] Allah subhanahu wa taala memiliki nama-nama Yang Maha indah maka berdoalah kamu kepada Allah dengan nama-namanya yang maha indah dan Tinggalkanlah Biarkanlah orang-orang yang menyeleang atau menyimpang memahami nama-namanya sungguh mereka akan mendapatkanab yang pedih dari apa yang mereka lakukan Allah subhanahu wa taala berfirman walillahil Asmaul Husna dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah ini adalah nama-nama Allah yang Allah namakan dirinya dengannya dan tidak dinamakan untuk selainnya tidak ada seorang pun yang dinamakan dengan nama-nama ini dari kalangan makhlukNya Allah menyebutkan sifat dari nama ini adalah alhusna artinya balighatun fil husn mencapai puncak dalam kemahaahannya mencapai puncak dalam kemahaahannya sehingga tidak ada satu nama pun dari nama-nama Allah subhanahu wa taala kecuali Maha indah ya dialah nama yang paling indah dialah nama yang paling mulia dialah yang nama yang paling sempurna sehingga tidak ada yang dinamakan dengan nama-nama ini kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata Allah subhanahu wa taala berfirman kemudian maka berdoalah kepada Allah dengan nama-nama ini berdoa kepada Allah di sini maksudnya beribadahlah kepada Allah dengan nama-namanya ya di sini mencakup doa ibadah dan doa permintaan kita diperintahkan meminta kepada Allah dengan nama-namanya dan juga beribadah kepada Allah dengan -am kemudian arti dari firman Allah Subhanahu Wa [Tepuk tangan] tagkan orangorang yang menyah nama-amanyaya bikan mkagalkan mereka dan jangan mengikuti perbuatan Mere menyimpang atau menyeleweng maksudnya [Musik] DII dan sifat-sifatnya Ya seperti misalnya orang-orang yang menamakan nama-nama Allah subhanahu wa taala itu untuk makhluk atau seperti orang-orang Arab jahiliah misalnya mengambil dari nama-nama Allah itu untuk diberikan kepada makhluk seperti ketika turun firman Allah subhanahu wa taala Katakanlah berdoalah kepada Allah dan berdoalah kepada arah maka mereka orang-orang Arab mengatakan kami tidak mengetahui kecuali Rahman alam ya yakni mereka mengangap itu adalah nama untuk makhluk maka mereka menamakan n-nama Allah subhanahu wa taala untuk makhluk yang ini merupakan penyelewengan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifatnya di akhir ayat Allah subhanahu wa taala memberikan ancaman mereka ak mendatkanan yang bes apa yang mereka lakukan ini merupakan ancaman yang sangat besar ancaman yang sangat mengerikan ya Yang ini menunjukkan besarnya azab yang mereka akan dapatkan dari perbuatan mereka menyimpang dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa [Musik] taala katus alifati lillahi Azza waall Kama Q Allahu Azza wall subhanabikabil i wasam al mursalinhamdulillahi rabbil alamin ahlahallahu nafsahu kli Ma wasfahu biifunha wasur Aur bilahbilaminajlim anfatanillahi Azza w bidilin min kitabiahbitillahiarillah Azza kam wahu samiul Basir nubit lillah aladinulillahi Azza wahsan nubitillah wajillahi Azza W Kin wajha [Musik] wakqiatfat nubitillah Azza wbihbih hifin yusabihufatah bfat khq wallah Azza walq Lais Kamli hu muttasif Bam Wal basar walakin Laisa samu makhlukin wis baru kar maklukin yasmau asirra wama yakfa wahua fauqa arsih fauqa sa samawat Yara Al Asya Yara daabibanlah Sauda ala safat saa Fi zulmatil Yara Ma qhar Yara Ma fiulumatil waaraya alqirahti abinaikrat la Nar jizah almukabah malayin marat yaraha rabbulamin Min faui ars fad Al anall Tabarak wa taala Lais Kamli Fi asma wasat w kalikar min tatil hadmaifat Walik bwiilha wabidwa murah Ma akbarana hanahu wa taala sebagaimana dalil-dalil dari al-qur’an menyebutkan tentang penetapan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman subhanabikabil Izzati ammaifun wasam alal mursalin walhamdulillahiabbil alamin Maha Suci rabmu Rabb yang memiliki kemuliaan dari sifat-sifat yang mereka Sebutkan dan keselamatan keselamatan bagi para rasul alaihatu wasalam serta segala puji bagi Allah subhanahu wa taala semesta alam sebagian dari para ulama ketika menafsirkan ayat ini berkata di dalam ayat ini Allah subhanahu wa taala mensucikan dirinya dari semua sifat-sifat yang tidak pantas yang disifati yang disebutkan oleh orang-orang yang orang-orang yang menyimpang kemudian setelah itu Allah subhanahu wa taala mengucapkan keselamatan bagi para rasul karena mereka selamat dalam memahami pembahasan tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang pantas baginya mereka adalah orang-orang yang selamat pemahamannya dalam menetapkan sifat-sifat Allah maka ini menunjukkan bahwa apa yang ditetapkan oleh para rasul alaihiatu wasalam dalam memahami sifat-sifat Allah inilah yang benar sebagaimana yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa taala yang Allah wahyukan kepada kepada mereka maka oleh karena itu tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk menetapkan sifat Allah kecuali dengan dalil dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam misalnya kita menetapkan bagi Allah bahwa dia memiliki Asama pendengaran albashar penglihatan Dia Maha Mendengar Maha Melihat karena Allah subhanahu wa taala menetapkan bagi dirinya dalam al-qur’an tidak ada satun makluk yang seranya dan dia maha mendengar lagi Mah M seb kitaetu wa taangan yang mahaulia Karen allahhahu wa taman di kepada makhlukNya sesuai dengan kehendaknya sebagaimana kita menetapkan sifat alwajah Allah memiliki wajah yang maha Mulia karena Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia maka demikianlah semua sifat-sifat kita menetapkan sifat-sifat bagi Allah subhanahu wa taala sesuai dengan apa yang disebutkan di dalam Dalil al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dan di sini kita harus perhatikan sewaktu kita menetapkan sifat-sifat bagi Allah Tidak boleh kita menyerupakannya dengan makhluk kita harus waspada tidak boleh menyerupakannya dengan sifat-sifat makhluk karena sebagian orang ada yang menetapkan sifat-sifat Allah dan menyamakannya dengan sifat-sifat yang ada pada makhluk ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di ayat tadi Lais kamliiun wahuul bir tidak ada satuun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat Allah subhanahu wa taala menyebutkan bahwa dia maha mendengar lagi maha melihat tapi tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk Allah subhanahu wa taala maha mendengar semua yang diucapkan oleh makhlukNya Maha Mendengar pembicaraan apapun yang disampaikan oleh makhlukNya dan dia tetap Maha tinggi di atas arsynya di atas tujuh lapis langit Maha tinggi di atas semua makhlukNya sebagaimana Allah subhanahu wa taala maha melihat segala sesuatu yang paling samar pun di muka bumi Allah maha melihat seekor semut yang berwarna hitam yang merayap di atas batu hitam di Kegelapan Malam yang sangat hitam Allah subhanahu wa taala melihat segala sesuatu yang paling tersembunyi yang paling kecil yang paling rinci sekalipun dan dia tetap di atas arsnya Maha tinggi di atas semua makhlukNya maka ini semua menunjukkan kepada kita bahwasanya Allah subhanahu wa taala tidak ada satupun yang serupa dengannya dalam semua nama-nama dan sifat-sifatnya sebagaimana juga yang berhubungan dengan masalah kita tidak boleh mentakwilkan sifat-sifat Allah menyelewengkan makna dari sifat-sifatnya tidak sesuai dengan apa yang kan ole Allah subhanahu wa taala di dalam bahasa Arab karena Allah subhanahu wa taala menurunkan ayat Alquran untuk kita pahami agar kita bisa mengambil pelajaran dan kebaikan [Musik] darinya [Musik] wakulahbahal khahalabah rukujudadqah wabh WD kulla takun khah lillah tabaraka wa taala wqadaq adil kirah kitabillahi Azza W minhaullah Azza w ah Alin Ma k Allahu [Musik] Azza [Musik] Wu Allah akbadillahibagubunillah Mina almalaikah W Anas UAS ilahan fahuaag [Musik] amib hu tauhidahl w takibillah a amb Abas ya gulam inimuka kalimat Alta Falah wa [Musik] alalillah waast Billah [Musik] wamu la B katabahahu ib takillah jibadat laajakq wab Mursal w albadah Allah Az as irahuah waliajib muslimin jamq Wai jam nawahi alillahu Barakallah fikum kemudian jenis yang ketiga dari jenis-jenis tauhid adalah tauhidul ibadah mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah kepadanya semata-mata yaitu mengesakan Allah subhanahu wa taala mengikhlaskan bagi Allah subhanahu wa taala semua jenis ibadah yang lahir maupun batin ya baik itu berupa rasa takut pengharapan cinta tawakal kemudian sujud ruku bersedekah menyembelih berdoa dan semua jenis ibadah diikhlaskan diberikan diperuntukkan hanya untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata dan tidak ada sekutu baginya tentu saja dalil-dalil yang menyebutkan hal ini dari ayat-ayat Alquran sangat banyak di anaranya firman Allah subhanahu wa taala yang tadi telah kita [Musik] sebutkan Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar beribadah kepadaku kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata Allah tidak menciptak makhluk kecuali untuk tujuan agar mereka beribadah kepadanya semata-mata bukan hanya untuk sekedar bersenang-senang atau menikmati memakmurkan bumi ini bukan untuk tujuan atau untuk maksud-maksud yang lain tidak lain tujuannya adalah agar manusia beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan mengikhlaskan agama ini hanya untuknya semata-mata Allah subhanahu wa taala mensyariatkan ibadah ini untuk semua makhluk Allah perintahkan bagi semua makhluk untuk beribadah kepadanya semata-mata Allah all subhahu wa taala berfirman di dalamr sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul agar dia menyerukan kepada umatnya hendaknya kalian beribadah kepada Allah semata-mata dan jauhilah segala sesuatu yang disembah selain Allah makaat Allah subahu wa ta bagi mereka untuk beribadah kepadanya semata-mata dan tidak menyembah kepada selain Allah subhanahu wa taala Adapun arti dari thaut thaut itu adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah baik itu malaikat atau orang yang dianggap Saleh atau siapun juga yang disembah oleh manusia maka itu disebut sebagai sebagaiut meskipun tentu saja ada para malaikat atau orang-orang yang Saleh atau para nabi yang disembah tapi mereka tidak Rida tidaklah mereka tercela dalam masalah ini maka tauhid ibadah adalah mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dalam perbuatan makhluk yaitu beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan mengikhlaskan untuknya ibadah semata-mata tidak ada tidak ada sekutu baginya kemudian anak ini ditegaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika bersabda kepada anak paman beliau Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma Rasulullah Sallallahu Ali wasallam bersabda kepadanya Ya gulam inniimuk kalimatin wahai anak kecil Sesungguhnya saya akan mengajarkan beberapa kalimat yang bermanfaat bagimu pertama Jika kamu meminta maka Mintalah kepada Allah semata-mata dan jika kamu memohon pertolongan maka minta pertolonganlah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan ketahuilah bahwa semua umat manusia Meskipun mereka Bersatu padu untuk memberikan kebaikan bagimu Memberikan manfaat bagimu mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan kebaikan atau manfaat yang Allah takdirkan yang Allah mudahkan akan kamu dapatkan dan kalaupun mereka bersatuadu untuk memberikanb bagimu mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan keburukan yang telah Allah tetapkan akan menimpa akan menimpa dirimu maka kalau dengan demikian berarti ibadah itu hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada makhluk maka tidak ada seorang makhluk pun yang berhak mendapatkan ibadah tidak itu malaikat yang dekat dengan Allah tidak Seorang nabi yang diutus tidak juga seorang yang dianggap sebagai wali atau orang yang Saleh ibadah itu hanya untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata tidak ada sekutu baginya dan barang siapa yang memalingkan satu jenis ibadah kepada selain Allah maka berarti dia telah melakukan perbuatan Syirik menyekutukan Allah subhanahu wa taala dan ini akan membatalkan menggugurkan amal-amalnya Allah subhanahu wa taala berfirman kepada Nabi Muhammad dan sungguh telah diwahyukan kepadamu wahai Rasulullah dan kepada nabi-nabi sebelummu bahwa jika kamu melakukan perbuatan Syirik sungguh telah gugur amal-amalmu dan kamu akan termasuk orang-orang yang orang-orang yang merugi maka perbuatan Syirik menggugurkan amal-amal perbuatan manusia menggugurkan amal-amal yang telah dikerjakannya ini menunjukkan bahayanya perbuatan Syirik karena ini bisa menggugurkan menyia-nyiakan amal-amal perbuatan kita maka wajib bagi setiap muslim wajib bagi setiap muslim yang hidup di dunia ini yang hidup di berbagai belahan atau penjuri dunia ini untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata dan menghlaskan ibadahnya hanya untuk Allah serta waspada menjauhi perbuatan Syirik dalam segala macam dan bentuknyaani jawina hu fiani wa alamn hukunb antfi alauf minalb alamin wq ullahi Azza wudu [Musik] ahujau wa khauf Inam w hkun alqb [Musik] qalb waama aqsam [Musik] fainahuqasimtibarat yqasimtibar zamanii Ila AMN dunyawi F hadatunia waila AMN Rawi Fi alat akhirah watabda biqabr wuzakun wakirahummaam yaumqiamah Fi Il mahsyar W [Musik] hisabadkula almukminun aljannahqasim AMN Fid Dunya waa amnin F akhirqasim bibarinawian wa AMN Fikri wahunawi amnun Fikri waa AMN badani wahuam alizi yajiduas Fi amsarihim wai [Musik] buldanihim sam kemudian jemaah sekalian rahimakumullah pembahasan yang kedua dari pembahasan di ceramah kita yaitu tentang makna atau definisi keamanan dan pembagiannya alamnu atau keamanan artinya adalah ketenangan dan ketentraman hati ketenangan dan ketentraman hati serta hilangnya rasa takut atau kekhawatiran di hati kita maka ketika ketakutan atau kekhawatiran itu hilang dari hati kita ketika itulah berarti terwujud keamanan Allah subhanahu wa taala menyebutkan hal ini di dalam al-qur’an di surah al-quraisy falya’buduba hadal bait alladziamahum Min Ju waanahum Min khauf maka hendaknya mereka menyembah Rabb yang menguasai Ka’bah ini yang menguasai Baitullah Ini yang mana Allah subhanahu wa taala dialah yang memberikan makan ketika mereka lapar dan memberikan keamanan bagi mereka ketika mereka takut maka di sini Allah subhanahu wa taala berfirman memberikan keamanan mereka dari ketika mereka takut berarti ayat ini menunjukkan bahwa keberadaan aman itu akan menghilangkan menghilangkan rasa takut sebagaimana ketika ada rasa takut berarti hilang keamanan maka dengan ini jelaslah makna dari keamanan itu adalah ketenangan hati dan ketentramannya serta hilangnya rasa takut dan kekhawatiran di hati kita kemudian pembagian dari keamanan keamanan ini ini bisa kita bagi dari berbagai tinjauan atau sudut pandang yang pertama Iya keamanan dari sisi ditinjau dari segi waktunya atau zamannya terbagi menjadi dua ada keamanan di dunia dan keamanan di akhirat keamanan di dunia dan keamanan di akhirat ya keamanan di akhirat tentu saja termasuk keamanan di dalam di alam barzak di alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat termasuk nanti di Padang myar menghadapi peristiwa-peristiwa di hari kiamat sampai seorang yang beriman masuk ke dalam ke dalam surga dengan rahmat Allah subhanahu wa taala kemudian ditinjau dari segi yang kedua dari segi dari segi makna maknawi atau segi hissi ya terbagi menjadi dua keamanan dalam alfikri keamanan dalam pikiran atau yang disebut dengan keamanan dalam makna ya Secara maknawi yang kedua keamanan secara badan secara anggota tubuh ya atau dinamakan dengan keamanan hissi keamanan yang berupa anggota badan kita ya inilah keamanan yang dirasakan orang-orang yang tinggal di dalam negeri atau lingkungan lingkungan yang aman kemudian yang ketiga ditinjau dari segi keamanan untuk pribadi dan masyarakat ini juga terbagi untuk terbagi dua pertama keamanan untuk pribadi dan yang kedua keamanan untuk masyarakat ma banidqqim waiahad Al musliminillah [Musik] kitabi fiani inahuhidakullahu Azza W alladina amanu [Musik] wamumu aman billahuhidina amanu billahikatiul walum akirir imanah yni tauhidbululm h huirk alakbar k in inirku alakbar hul alakbarir Ma Hu u Tabarak wa taalaumahuhid wahan F Dunya Wal akhirah [Musik] Hun am mair lahimjar Wal majrurad Al hasr wa am lahum Lair Lais Liah syirk lahumul Amin lahumul amnu Fid Dunya fainnahum aminun Fi aahihimuhidillahi Azza w an muslim aminuna Fi Sair ahw Dun aminun yaumalqiamah Yaum Akbar [Musik] yaumaizan ya yaahanamamahah A kalam kalamabbamin waliham hu Matlab k umah kamfak junkar [Musik] ah Az wahtadun Wina bidina aman Al F Dun Wal Amin yaumalqiamah Barakallah fikum kemudian tentang dampak dari tauhid dampak atau pengaruh baik dari tauhid dalam mewujudkan keamanan tentu ini merupakan pengaruh yang sangat Agung pengaruh yang sangat besar yang mana telah disebutkan di dalam banyak dalil di dalam ayat-ayat Alquran yang menyebutkan tentang dampak tauhid ini dalam mewujudkan keamanan dalam kehidupan manusia disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wa taala yang tentu saja firman Allah merupakan sebenar-benar ucapan yang menjel tentang hal ini di antaranya adalah Firman Allah subhanahu wa taala di dalam Alqur’an alladina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan keimanan mereka dengan kezaliman maka merekalah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan di dunia dan di akhirat dan merekalah orang-orang yang selalu mendapatkan petunjuk allah subhanahu wa taala menjelaskan di dalam ayat ini bahwa orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak mencampur adukan keimanan mereka dengan kezaliman merekalah yang akan terwujud pada diri mereka keamanan ya maka keamanan tidak akan terwujud kecuali terhadap orang-orang Yang menegakkan keanan dan menegakkan a jenis tauhid yang sudah kita sudah kita Jelaskan kemudian disebutkan di ayat ini dan mereka tidak mencampuruk iman Mere denganan mencukanan mereka denganan mere itu murni dari kezaliman zalim di sini artinya kezaliman di sini artinya adalah Syirik besar dengan dalil firman Allah subhanahu wa taala di surat Luqman innirkaulmunim sesungguhnya kesyirikan itu adalah benar-benar kezaliman yang sangat besar maka Syirik besar di sinilah yang dimaksud Syirik besar itulah yang dimaksud dengan kezaliman di ayat ini Maka arti ayat ini adalah orang yang beriman dan tidak mencampur adukan keimanan mereka dengan keburukan ini yaitu perbuatan Syirik besar maka janji atau hasil yang Allah berikan kepada mereka dampak yang Allah berikan kepada mereka bahwa Allah subhanahu wa taala mereka akan akan berikan kepada mereka keamanan mereka adalah orang-orang yang selalu mendapatkan keamanan dan selalu mendapatkan petunjuk dari Allah subhanahu wa taala mereka akan mendapatkan petunjuk selalu untuk tetap istikamah di atas Iman di atas tauhid dan di atas kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan maka ayat ini menunjukkan bahwa keamanan itu hanya akan terwujud bagi orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan adukan iman mereka dengan dengan perbuatan syirik keamanan di sini meliputi keamanan di dunia dan di akhirat ya karena Allah subhanahu wa taala tidak mengkhususkan keamanan di sini hanya di dunia saja atau di akhirat saja maka meliputi kedua-duanya di dunia dan di akhirat sebagaimana di sini Allah subhanahu wa taala hanya mengkhususkan bagi mereka-mereka yang memiliki sifat yang disebutkan di ayat ini bahwa merekalah yang mendapatkan keamanan tersebut dan ini tidak akan didapatkan oleh selain oleh selain Mereka kemudian di ayat ini juga Allah subhanahu wa taala berfirman ya menyebutkan tentang keamanan bagi mereka bahwa mereka akan mendapatkan keamanan di dunia dan di akhirat yang mana kita ketahui setiap orang pasti menginginkan keamanan tidak ada satu umat pun kecuali dia menginginkan yang namanya keamanan akan tetapi keamanan itu tidak akan didapatkan hanya sekedar dengan banyaknya jumlah tentara atau kuatnya persenjataan persenjataan yang canggih atau yang kuat atau memiliki misalnya senjata-senjata kimia atau yang lainnya tidak akan terwujud keamanan dengan semua itu kecuali dengan syarat yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan di ayat ini yaitu dalam firman Allah subhanahu wa taala Aika lahumul amnu wahum muhtadun merekalah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan selalu mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa taala Sebutkan di awal ayat ini alladina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin yaitu orang-orang yang beriman yang tidak mencampur adukan keimanan mereka dengan kezaliman ya itu perbuatan Syirik maka mereka akan mendapatkan keamanan yang meliputi keamanan di dunia dan di akhirat nanti Minal Adillah alahqil am Li ahli tauhid ulullahi Azza wall waadallahadina amanu minkum wailus shhatiakliahum F Ardi ahum KH Amna W kafarika faahuina amanu l hadayah Fi Ban Wah wallahu Azza W ahahahinaina am [Musik] ah sahu Alaihi wasumw ma nabiah as wfahum khfa Musa Wun wauma Fira wa wal ibrahimq wal nuhak Wak Sabi WF nabi Sahi wasallam wa asabum Quraisy wa musyriki alarab Mak ahin Hadah kina qbl umamahinaan wumakin lahumahumakin lahumahah [Musik] au [Musik] khah KH Wah khauf amnaummaakar akah limahudunani lari bianituhibillahumma ybi akhirah kafar warajubadil Allah Wam kafaralik faulaik humulfasquun Hadah tadulahu qid hak khauf ba tauhid wujid wujida asirk ba tauhid sayubadilulluah waman kafaraik faulaika humul fasun hadayah ayat fiahuniawi ha am hunwi W khauf Amna yni Fi had alat Dunya n kemudian jemaah sekalian rahimakumullah termasuk dalil-dalil yang lain yang menunjukkan tentang terwujudnya keamanan bagi orang-orang yang bertauhid adalah Firman Allah subhanahu wa taala dalam Alquran di surat annurah ahumih amnafar Allah sungguh telah berjanji menjanjikan bagi orang-orang yang beriman di antara kamu dan beramal saleh apa janji Allah yaitu pertama Allah subhanahu wa taala akan menjadikan mereka sebagai khalifah penguasa pengganti di muka bumi sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai penguasa pengganti di muka bumi dan sungguh yang kedua Allah akan mengokohkan agama ini yang telah Allah ridai bagi mereka dan yang ketiga sungguh-sungguh Allah akan menggantikan rasa takut mereka dengan Keamanan mereka adalah orang-orang yang selalu beribadah kepadaku semata-mata dan tidak menyekutukan aku dengan sesuatu Apun dan sungguh Barang siapa yang kufur setelah itu maka dialah orang-orang yang fasik di ayat ini Allah subhanahu wa taala menyebutkan waallah Allah berjanji Ya Allah subhanahu wa taala memberikan janji dan janji allah subhanahu wa taala pasti benar jinya pas akanepati Siapakah yang lebih benar dibanding ucapannya dibandingkan Allah subhanahu wa taala janji di sini Allah tujukan kepada siapa Allah sebutkan bahwa dia menujukkan janji ini kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang beramal saleh pastinya orang-orang yang beramal dikatakan amalan tidak akan terujud Keu dengan ikhlas mengikhlaskan ibadah untuk Allah tidak melakukan perbuatan Syirik kemudian hanya semata-mata mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa al wasallam setelah itu apa balasan Apa hasil bagi orang yang melakukan ini Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam ayat ini balasan yang pertama adalah Allah subhanahu wa taala akan menjadikan mereka sebagaimana penguasa sebagai penguasa di muka bumi sebagai penguasa di muka bumi sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka menjadi penguasa Allah subhanahu wa taala menyebutkan banyak kisah-kisah di dalam al-qur’an Bagaimana orang-orang Yang menegakkan tauhid mengikuti dakwah para nabi dan para rasul Allah subhanahu wa taala jadikan mereka sebagai penguasa menggantikan umat-umat yang durhaka setelah sebelum mereka Nabi Musa wasam dan Harun alaihalam dijadikan sebagai penguasa setelah binasanya Firaun dan bala tentaranya dan kaumnya Allah subhanahu wa taala menjadikan Nabi Nuh alaihiatu wasalam dan kaumnya sebagai pengganti sebagai penguasa setelah umat mereka yang durhaka demikian pula Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjadi penguasa dan para sahabat radiallahua anhum a menggantikan orang-orang kafir Quraisy yang durhaka maka seperti itulah Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang Allah janjikan di ayat ini ya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala menjadikan orang-orang yang menegakkan tauhid menegakkan iman dan amalan Saleh di ayat ini sebagai penguasa menggantikan umat-umat sebelum mereka kemudian janji yang kedua sungguh Allah akan mengokohkan agama Islam ini yang telah Allah ridai bagi mereka Allah akan menguatkan mereka dalam agamanya Allah akan menolong agama ini menguatkan agama ini menjadikan agama ini kokoh itu yang kedua kemudian yang ketiga wubaddilanahum Min ba’ khaufihim Amna dan sungguhsungguh Allah akan menggantikan bagi mereka rasa takut menjadi keimanan maka ini menunjukkan kepada kita bahwa ketika tauhid itu terwujud ketika tauhid terwujud maka otomatis Allah subhanahu wa taala akan wujudkan keamanan dan hilangkan rasa takut sampai misalnya ada satu tempat yang di situ ada kekacauan pertumpahan darah hal-hal yang menakutkan ketika penduduk atau kaum muslimin yang ada di tempat tersebut kemudian menegakkan tauhid dengan benar kemudian mereka melakukan menegakkan iman dan amal saleh dengan benar maka Allah subhanahu wa taala akan gantikan keadaan itu menjadi menjadi keamanan makna dari menggantikan bagi mereka artinya merubah keadaan mereka dari keadaan takut menjadi keadaan yang aman ini janji yang Allah janjikan keutamaan bagi orang-orang yang mewujudkan tauhid orang-orang yang ahli tauhid kemudian di akhir ayat ini Allah subhanahu wa taala berfirman mereka adalah orang-orang yang selalu menyembah kepadaku semata-mata dan tidak menyekutukan aku dengan sesuatu Apun ini jelas menunjukkan keadaan mereka yang mendapatkan keamanan ini yang digantikan rasa takut mereka dengan keamananalah orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah dan menyekutannya kemudian Allah berfirmanaah maka m orang-orang yang kafir maka jika dilakukan lagi perbuatan buruk perbuatan Syirik maka akan hilang keamanan maka ayat ini menunjukkan kalau keamanan telah Allah subhanahu wa taala berikan tapi kemudian dilakukan lagi perbuatan Syirik perbuatan fasik maka Allah subhanahu wa taala gantikan lagi dengan keadaan takut nauzubillah minzalik Oleh karena itu ayat ini menunjukkan orang-orang Yang menegakkan tauhid merekalah yang akan mendapatkan keamanan di dunia dan di akhirat nantiahuhid ullahi tabaraka wa taala ininaunahu f khaih w z wamumqamim kalimuhid Wali Umar radhiallahu anh Fi tafsir had Ayah lamar qamu tiqin w w htii mustaqim fattabqamuat waliama manqam siratunya wahuislam Wid jawazaatal akhirah Ilal Jannah innalladina qalu rabbun allahahummaqamu Ma gayaru wama badalu fauaifirin la khauf alaihim Min mustqbalm yaqiamah W yahzan Al ma m wqala almfassirin Kama qa Mujahid la khaufai [Musik] maitina amanu Haun wa akhirahamaun Ma akhirahqamai Q Mujahid la khauf alaiim ma w yahzan Aina alaiumqamah walzan wahan na khaufq lum yaumqyamah maut fqabar sual yabitumull fadat hadayaha tahqn liahl tauhidal maut wafilqabr waumalqiamah W hu AMN alukhrawi kamaamunyawi W Lana tahquqqis alamn Fid Dunya Wal AMN fil akhirah bahqqi atuhid Barakallah fikum kemudian termasuk ayat-ayat al-qur’an yang menunjukkan makna terwujudnya keamanan bagi orang-orang yang menegakkan tauhid adalah Firman Allah subhanahu wa taala innalladina qubunallahuumqomu Fala khaufun alaihim W Hum yahzanun sesungguhnya orang-orang yang mengatakan RAB Kami adalah Allah Rabb Kami adalah Allah kemudian mereka istikamah di atas keimanan itu maka tidak ada ketakutan bagi mereka tidak ada sama sekali ketakutan bagi mereka dan mereka juga tidak bersedih hati mereka yang disebutkan di ayat ini innalladzina qolu rabbunallah sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb Kami adalah Allah mereka ini adalah ahlu tauhid orang-orang yang bertauhid karena mereka akan mengucapkan ucapan dengan lisannya bahwa Rabb Kami adalah Allah mengucapkan dengan lidahnya Rabb Kami adalah Allah dan juga mereka mempraktikkan dengan amal-amal perbuatan mereka yaitu mereka hanya beribadah kepada Allah semata-mata kemudianqamu setelah itu mereka istikamah mereka tetap istikamah di atas keimanan tersebut ya yakni Istiqamah di atas ucapan ini yang kata para ulama ini mencakup istikamah dalam semua keadaan mereka yaitu mereka dijadikan istikamah dalam kehidupan di dunia istikamah Nanti ketika mereka melintasi Sirat melintasi jembatan di permukaan neraka jahanam sampai kata sebagian dari para ulama Barang siapa yang istikamah menempuh jalan di atas di dunia ini istikamah di atas jalan yang lurus di dunia ini yaitu istikamah di atas Islam di atas keimanan di atas tauhid maka dia akan dimudahkan untuk istikamah bisa melintasi jalan yang dibentangkan di permukaan neraka jahanam untuk dimudahkan masuk ke dalam surga maka mereka inilah orang-orang yang istiamah artinya orang-orang yang tidak mengganti orang-orang yang tidak ubah orang-orang yang tidak berpaling dari tauhid dan selalu lurus di atasnya Allah subhanahu wa taala berfirman janji keutamaan yang Allah berikan kepada merekaah mereka tidak ada sama sekali ketakutan bagi mereka dan mereka juga tidak bersedih hati sebagian dari ahli tafsir mengatakan tidak ada ketakutan bagi mereka yaitu untuk waktu yang akan datang mereka tidak perlu lagi mengkhawatirkan Apa yang akan terjadi di hadapan mereka termasuk ketika mereka sudah masuk di hari kiamat sudah berada di akhirat mereka tidak perlu mengkhawatirkan tidak perlu takut tentang apapun kemudian W Hum yahzanun dan mereka tidak bersedih hati yaitu terhadap hal-hal yang telah yang telah lalu Ada pendapat lain dari Imam Mujahid rahimahullah taala tidak mereka merasa takut artinya tidak merasa takut dari kematian karena kita tahu banyak orang-orang yang merasa takut dengan kematian kemudian di sini juga menunjukkan kepada kita Allah subhanahu wa taala menyelamatkan mereka dari rasa takut dan kekhawatiran ini meliputi keadaan di dunia dan di akhirat ya keadaan pada hari kiamat nanti kemudian mereka tidak merasa takut dengan apa yang ada di dunia maksudnya ketika ketika menjelang kematiannya mereka tidak perlu takut dengan kematian karena Allah subhanahu wa taala telah memberikan keamanan kepada mereka ada juga sebagian dari para ulama seperti Imam ulama ahlut tafsir yang mengatakan bahwasanya mereka tidak bersedih hati yaitu tidak bersedih hati terhadap anak-anak keturunan yang mereka tinggalkan karena mereka akan dijaga oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana juga imamari menjelaskan dalam tafsirnya mereka tidak akan merasa takut ketika menghadapi kengerian pada hari kiamat nanti maka denganikian berdasarkan ayat ini orang-orang yang bertauhid merekalah orang-orang yang selalu mendapatkan keamanan pada hari kiamat nanti dan juga mendapatkan keamanan ketika mereka menghadapi kematian ya maka ayat ini menyebutkan kepada kita keamanan yang bersifat urusan di akhirat nanti sebagaimana ayat yang lalu menjelaskan tentang keamanan keamanan di dunia oleh karena itu jelas sekali ayat ini menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman dan bertauhid merekalah yang akan mendapatkan jaminan keamanan di dunia dan di akhiratuh AMN Ila AMN Fikri waamn badani alamn Fikri Hua AMN alquul Wid AMN alukul wujudubah W Wal inhirf faahl tauhid tahq lahum am alfikri altiqadi wif mustqimaahadani Fi Abdan J allahuahq alamid suranam Allah Az Wina amanu Wam ybisu imanahum Bul ulaikahum amnu wahum muhtadun qajab Anas limakar allahamtida ulaika lahumn wahum muhtadun l lahum AMN y f abdanim f Dunya Wal akhirah kqadam wahum muhtadun fiqadihim Fa ulikah abdun Wir W mtunikrit lam Tibu SY walam fibihi Za faj Allah Fi hadahimah bahq Amni niahuhidina amanuhidir B AMN alabdan lahumul am Dun Wal Akir ABD ah wahum mtadunikriazw fikriat muslimin Min Aim yurakizu Gar flul muslimin Wika Aidan maah ahl bidub faahuhid laham ah aah Azza Wina jahaduah jahaduimuhid ina Jaha subulana Hidayat Allah liahl tauhidahili Alhaq Wi Alhaq waqi Al Jannah wa muqabil yakah azzaamallahu wihajan minin yusrik Billah Nabi Sallallahu Alaihi wasallamahuillahu Allah Ma H Saab famma zagu jawarihihim absarihim biidihim biqdamihim biaklim haram a allahubah fantfam wj wimaahqquhidam alfikriul Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kitabahum W hikri walam Abdan H maqadillah MQ liahuhid jemaah sekalian rahimakumullah demikian juga terwujudnya tauhid akan menjadi sebab terwujudnya keamanan dengan dua jenis yang sudah kita jelaskan tadi yaitu keamanan dan dalam pemikiran dan keamanan pada anggota badan kita ya keamanan dalam pemikiran yakni keamanan pada akal kita keamanan dalam pemikiran yaitu keamanan pada akal kita yang mana Allah subhanahu wa taala akan melindungi orang yang beriman dari berbagai macam kerancuan dalam memahami agama kesalahpahaman atau penyimpangan dalam memahami agama ini ya sebagaimana kita ketahui ada yang namanya penyimpangan dalam keyakinan dalam pemahami masalah-masalah akidah maka orang-orang yang beriman dijaga oleh Allah subhanahu wa taala mereka tidak akan menyimpang dalam memahami agama tidak akan menyimpang dalam keyakinan atau akidahnya kemudian keamanan dalam anggota badan Yaitu mencakup keamanan pada diri kita pada kehormatan kita dan pada harta kita maka di ayat yang lalu Allah subhanahu wa taala menghimpun antara dua jenis keamanan ini ya sebagaimana di ayat yang telah kita sebutkan Allah subhanahu wa taala berfirman orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kezaliman yaitu kesyirikan maka merekalah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan selalu mendapatkan petunjuk bagi Allah subhanahu wa taala Mungkin ada yang bertanya dengan heran Bagaimana mungkin Allah subhanahu wa taala mengaitkan keimanan mengaitkan keamanan hal yang berhubungan dengan keimanan yang tidak bercampur dengan dengan kesyirikan ya maka ternyata Maksudnya di sini mereka adalah orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Allah subhanahu wa taala yaitu petunjuk dalam hal menjaga menjaga keyakinan mereka supaya tidak terjangkiti Penyimpangan atau syubhat Allah subhanahu wa taala menyebutkan di ayat ini wahumun dan mereka selalu mendapatkan petunjuk Artinya mereka tidak akan ditimpa syubhat kerancuan dalam memahami agama mereka tidak akan menyimpang di dalam hati mereka di dalam keyakinan mereka ini Allah subhanahu wa taala kumpulkan himpunkan di ayat ini bagi orang-orang yang bertauhid bahwa mereka akan mendapatkan keamanan dengan dua jenisnya yaitu keamanan pada pemikiran atau akal mereka juga keamanan pada anggota badan mereka kemudian keamanan yang disebutkan di ayat ini tadi meliputi keamanan anggota badan dan keamanan pada pemikiran kita ketahui saat ini yang namanya upaya untuk merusak pemikiran atau yang dikenal dengan alazwul Fikri perang pemikiran kepada kaum muslimin yang di lakukan oleh musuh-musuh Islam itu dipusatkan kepada masalah penyebaran syubhat menyebarkan pemahaman yang kancuan dalam memahami agama dengan tujuan untuk merusak hati dan keyakinan kaum muslimin sebagaimana juga yang ini dilakukan oleh orang-orang Ahlul bidah sebagaimana juga di anara Dalil yang menunjukkan tentang terwujudnya keamanan bagi ahli tauhid adal firman Allah subhanahu wa taala di dalam Alquran di surankab dan orang-orang yang bersungguh-sungguh bermujahadah di jalan kami maka merekalah yang kami akan berikan hidayah untuk bisa menempuh jalan-jalan kami di jalan kami maksudnya adalah bersungguh-sungguh dalam mewujudkan tauhid beristikamah di atas perintah Allah menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya inilah yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada ahl tauhid karena mereka adalah dengan jaminan ini Allah subhanahu wa taala jadikan untuk ahl tauhid agar mereka selalu istiamah di atas jalan yang benar istiamah di atas jalan yang lurus istiamah di atas jalan kebenaran sampai bertemu Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti sebagaimana kebalikan dari ayat ini Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran surat assfah maka ketika mereka berpaling Allah subhanahu wa taala palingkan hati mereka kita ketahui orang-orang yang menyimpang ada orang-orang yang menyimpang melakukan perbuatan Syirik ada yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang lainnya bahkan ada yang meyakini Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasam dijadikan sekutu sembahan selain Allah subhanahu wa taala Apa yang menyebabkan terjadinya penyimpangan ini ya karena mereka menyimpang pada anggota badannya menyimpang pada tubuh mereka Maka Allah subhanahu wa taala kemudian jadikan menyimpang pada pada hati mereka falammaag azagallahuubahum ketika mereka berpaling maka Allah subhanahu wa taala sekalian memalingkan hati-hati mereka oleh karena itu ini juga menunjukkan kepada kita tentang Tauhid yang mewujudkan keamanan pada diri orang yang beriman dan bertauhid juga ada Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam yang menunjukkan makna ini rasulullahahu Alaihi wasamersabda yang Arya aku meninggalkan bagi kalian wahum muslim satuusaka yang jika kalian berang Teguh dengannya kalian tidak akan tersesat yaitu kitabullah dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini berarti berpegang teguh dengan petunjuk al-quran dan Sunah dalam tauhid dalam iman akan menjadi sebab kita akan diselamatkan dalam kesesatan dari kesesatan yang ini menunjukkan tauhid benar-benar mewujudkan keamanan di dunia dan di akhiratika uhidusqquhidamtibar takqsim wahu amnrad Wa amnjtama w hadim all akrajahan yak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam F muslimuam muslim muslimunis Allah Hadis Muslim ularahqqid famti W tah l Kan jiranuk khum muslimun fant Amin liimaz lanahu yamnahum islamum waimanum minadu yuh nabiallahu Alaihi Wasallam wallahi la yummin wallahi la yummin wallahi la yummin ya rasulallahzi La jaru bawaqahu had akah Bukhari h hadisw w hadani yadula Anna uhid amrad wajtrad Hum aljarul Minal muslimin f f mujtam alislam Wal imanuhid Hum aminunum yakjj juml wqad wa yasud alamn watum al arzak watakura wasrs kat Am Wa wuj khauf farjar minad Wali jarah la takunu fiad Amin wa khad minjar Gar wairti ajilis a Yas [Tepuk tangan] maat awal Wal hadani yadulani ala tahqqiuhidamn biqism Amin al-afrad wa AMN almjtama was saazkur lakum syahidan Hayan wa waqiian ala tahqq tauhidi lilamin kabla q kunna F Madinah waama Yadin muadinasjid naabwi [Tepuk tangan] kahatjariaha almasjid F Mahat zahab Mahat saat at عat malabisث biini la Ar Giri wamu manahidik zaman Min ahl Madinah Wim Zar maaljarajalunat qahalum Lim Ma yunahatjariahqfaladidah aminu Yun kas la [Musik] yواum Amin ma Ju S lakin lat fitan wa sadjtam ad asbahaajir y mahjariqfal shadidah w kaathirah halitahqikid kaninaulak muslimun muidunaamahlamiah arakahahidعلmiahumahab Law kitab laahjid Mak bainamaurqaljama kafir yah kunnaahabna Bilad kuf yinaasakabal maal illa wahar wama yakunar mumtti akirilamaas WF alkafir zilna Fi biladinahamdillah W alaian had shwahid litahqquhid Amad wajuim Nal Tabarak wa taalaitakumanuhidina [Musik] allahu wasallarak ala abdihiasulihi Muhammad waa alihiahbihi AJM kemudian jemaah sekalian rahimakumullah [Tepuk tangan] dalil-dalil yang juga menunjukkan tentang terwujudnya keamanan dengan kita mengamalkan keimanan dan tauhid dengan benar keamanan dari tinjauan Yang tadi kita sudah jelaskan ditinjau dari segi pribadi dan masyarakat adalah sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang agung yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada para Sahabat atadrunal Muslim Apakah kalian mengetahui apa itu Siapakah seorang muslim itu maka mereka mengatakan Allahu wa rasuluhu Aam Allah dan rasulnya lebih tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang muslim itu adalah seseorang yang kaum muslimin merasa aman dari gangguan seorang yang kaum muslimin lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya kemudian Rasulullah Sallallahu alaii wasallam bertanya lagi apakah kalian mengetahui Siapakah orang mukmin maka para sahabat radhiallahu taala anhum menjawab Allah dan rasulnya yang lebih mengetahuinya maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang mukmin itu adalah seseorang yang kaum muslimin merasa aman darinya terhadap jiwa dan harta mereka ya seorang yang merasa aman darinya kaum muslimin dari gangguan terhadap jiwa dan harta mereka Maka hadis ini jelas sekali menunjukkan bahwa tauhid benar-benar mewujudkan keamanan pada diri manusia ya seorang muslim disebutkan di sini adalah seorang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya kemudian orang mukmin yang lebih tinggi lagi tingkatan nya adalah seseorang yang bisa mengamankan orang lain pada jiwa dan harta mereka Maka ini menunjukkan bahwa tauhid dan keimanan benar-benar menjadi sumber keamanan bagi manusia maka oleh karena itu seseorang misalnya yang hidup bertetangga dengan orang-orang muslim semua tetangganya adalah muslim maka dia akan merasakan aman ya karena dia mengetahui tetangganya tidak akan mengganggu dia tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan jiwa dan hartanya Allah subhanahu wa taala e kemudian di sini juga Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sungguhi Allah tidaklah beriman sungguh demi allah tidaklah beriman sungguh demi allah tidaklah beriman yaitu seseorang yang tidak memberikan keamanan bagi tidak memberikan keamanan bagi tetangganya dengan selalu menimpakan gangguan baginya inia ini juga menunjukkan bahwasanya seseorang yang bertauhid ya seseorang yang mengenal keimanan maka dengan sebab itu akan menjadi sebab keamanan dalam hal ini keamanan bagi perorangan maupun tetangganya karena ketika tetangganya itu merasa aman pada diri pribadinya dia merasa aman dengan orang-orang di sekitarnya merasa aman dengan tetangganya maka itu juga nanti akan berdampak pada keamanan bagi masyarakatnya karena kita tahu masyarakat terbentuk dari terbentuk dari perorangan ini juga akan menjadi sebab keamanan nanti dalam bidang-bidang kehidupan yang lainnya karena mereka aman dari tipu daya sehingga yang nanti namanya perniagaan atau perdagangan juga akan bisa berlangsung dengan aman tidak ada penipuan dan tidak ada hal-hal yang buruk terjadi padanya Oleh karena itu sebagian dari para ulama mengatakan attijarah yang namanya perniagaan itu tidak akan mungkin bisa tegakkan dengan benar kecuali di negeri yang aman ya karena kalau keadaan tidak aman maka seorang-orang akan melakukan perbuatan-perbuatan yang akan mengganggu orang lain dalam rangka untuk mencari sebab-sebab kehidupan bagi mereka Maka jelas sekali kedua hadis di atas menunjukkan kepada kita bahwa tauhid benar-benar mewujudkan keamanan bagi pribadi maupun masyarakat kemudian di akhir pembahasan di sini Syekh menyebutkan sebuah kisah yang benar-benar nyata terjadinya yakni bagi orang-orang yang menyaksikan beberapa waktu yang lalu keadaan yang terjadi di dua tanah suci ya ketika azan dikumandangkan yang mana kita ketahui di sekitar masjid banyak terdapat tokoh-tokoh seperti tokoh-tokoh yang menjual barang-barang yang berharga menjual pakaian menjual perhiasan menjual jam dan yang lainnya ya ketika azan dikumandangkan Apa yang dilakukan oleh pedagang di sana mereka tidak perlu menutup rapat-rapat pintu toko mereka cukup dengan dibentangkan sebuah kain kemudian mereka pergi melaksanakan salat dan itu setiap salat l Waktu mereka lakukan kemudian mereka kembali dalam keadaan barang-barangnya aman tidak ada yang kurang ya Ken mereka makan itu k am tidak Mera merasa tidak akan ada yang mengganggu atau mencuri barang-barang mereka ya yang kemudian setelah itu tentu saja ketika para pedagang ini sudah kehilangan keamanan ya mereka akan mengunci rapat-rapat pintu-pintu tokoh-tokoh mereka ketika mereka meninggalkannya maka ini juga jelas sekali merupakan wujud dari keamanan ketika manusia menegakkan tauhid dan keimanan yang benar kepada Allah subhanahu wa taala sampai saat ini hal ini masih bisa kita saksikan seperti yang ada misalnya di Universitas Islam Madinah atau yang ada di pondok-pondok ilmu yang menegakkan tauhid ya bahwasanya Ketika seseorang atau ketika satu lingkungan menegakkan keamanan maka masyarakat yang ada di situ akan merasakan keamanan Adapun di negeri-negeri kafir tentu saja hal-hal yang seperti ini tidak akan terwujud karena orang orang kafir tidak punya sesuatu yang menghalangi mereka untuk kemudian bermudah-mudah dalam mengganggu orang lain atau bahkan membunuhnya tib kemudian ya dengan contoh-contoh ini semua menjadikan kita semakin yakin bahwa allah subhanahu wa taala akan menjadikan keamanan dalam bentuk yang sesungguhnya pada diri orang-orang yang menegakkan keimanan dan tauhid kepada Allah subhanahu wa taala maka dengan penjelasan ini berakhir sudah penyampaian ceramah yang kami sampaikan di kesempatan kali ini semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan kepada kita keteguhan istikamah di atas iman dan di atas tauhid dan semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menganugerahkan kepada kita keamanan dan ketentraman di dunia dan di akhirat semoga selawat dan salam Allah subhanahu wa taala senantiasa limpahkan kepada nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya dan kepada para sahabatnyaallah barakallahikum jaahirah ada pertanyaan di sini kita sering mendengar bahwaahbii was saja didakwahi tapi mereka memiliki keimanan yang kokoh sementara kita yang lahir dalam Islam justru imannya kendor atau atau lemah pertanyaannya Apakah ada yang salah dalam pelajaran kita tentang islamilalahallah Anum ahu Alaihi wasuh [Tepuk tangan] is jawabas hadakas zamanahabahasbab kirahahabah ah wasahah Rasulullah Sallahu Alaihi wasallamasah aminat mustaqiminaai Nabi sahu wasf Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Amin nahnunaf Nabi Sallallahu alhi wasallam aminahabah nazalal Quran alaiamun mata nazranz yamun tafsir quranamadakahabah l ulama Nabi Sallallahu Alaihi wasallamamaah waanttumumahabah aid Fi IB kikaj I hak naq W naq bbab naqmabfahabah kan w ybi sallah alaii wasam akbiranah salatjjid F Yakun haulula Allah azzaina jahaduahbiahi wasamillahakil waj wahu had Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahabah W Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam [Tepuk tangan] inar i Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahah nabi Sallahu Alaihi Wasallam Jawaban dari pertanyaan tadi bahwa tentu saja ya tidak ragu lagi bahwa keadaan manusia di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak seperti keadaan mereka di zaman itu tidak seperti keadaan nabiah wasallam dan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dengan beberapa sebab pertama para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain Imam atau pendidik mereka yang mentarbiah mereka adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sedangkan kita siapa yang mendidik dan mentarbiah kita ya Oleh karena itu para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain Lihatlah ketika mereka salat di belakang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa membaca dalam surat al-fatihah ihdiniratal mustaqim Ya Allah tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus para sahabat yang mengaminkan kemudian setelah membaca Alfatihah mereka mengucapkan Amin doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka aminkan tentu mereka yang paling banyak mendapatkan bagian dari kebaikan doa tersebut oleh karena itu sebagian dari ulama Salaf merasa iri yang bukan tercela ya merasa iri kepada para sahabat karena keutamaan ini karena para sahabat bisa mengaminkan doa yang langsung dibaca oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang tentu itu kita tidak miliki kemudian sebab yang lain para sahabat Radiallahu taa anhum ajmain Alquran turun di masa Mereka kemudian mereka memahami tafsirnya memahami kandungan maknanya demikian pula hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mereka pahami sedangkan manusia di zaman sekarang jauh dari ilmu tersebut ya di samping itu juga mereka yang mengajarkan mereka tentang makna al-qur’an dan hadis adalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang tentu para ulama bagaimanapun juga tidak seperti keadaan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain maka kekurangan yang ada pada diri kita ya tentu akan terjadi ketika dibandingkan kepada para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain tekunnya mereka beribadah tekunnya Mereka melaksanakan amalan-amalan yang wajib kemudian yang sunah kalau kita saat ini bahkan untuk melaksanakan salat berjamaah salat Subuh saja masih dirasakan berat oleh banyak orang ya maka kelemahan dalam ibadah terjadi pada diri kita dan ini meliputi kita semua allah subhanahu wa taala berfirman di ayat yang tadi kita bacakan dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan kami merekalah yang kami akan berikan petunjuk untuk bisa menempuh jalan-jalan kami yang bersungguh-sungguh dalam ibadah adalah mereka sementara kita lemah dalam kesungguhan tersebut kemudian berjihad di jalan Allah subhanahu wa taala mereka juga tegakkan dengan sebaik-baiknya akan tetapi bersamaan dengan semua ituah sekalian rahimakumullah tetap kita punya pengharapan kita punya kebaikan tersisa yang kita harapkan yaitu selama kita mengikuti jalan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan mengikuti jalan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain kita berharap Allah subhanahu wa taala memberikan kebaikan untuk kita kita ingat hadis Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang perpecahan umat di akhir zaman yang umat ini berpecah menjadi 73 golongan hanya hanya satu yang selamat ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya maka Beliau mengatakan humana wa asabi mereka adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku hari ini dan para sahabatku radhiallahu taala anhum ajmaain maka Barang siapa yang mengikuti petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan mengikuti petunjuk para sahabatnya maka diharapkan dia akan bisa mendapatkan kebaikan dan petunjuk dari Allah subhanahu wa taala akan tetapi tidak akan mungkin kita bisa sama seperti mereka ingat dalam hadis yang lain juga yang sahih Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Lau ASI janganlah kalian mencela para sahabatku maka demi Allah yang jiwaku ada di tangannya salah seandainya salah seorang dari kalian berinfak dengan infak sebesar gunung uhud sebesar dengan infakinak emas sebesar gunung uhud Mak maka itu tidak akan mencapai infak satu genggam di anara para sahabat ataupun bahkan setengahnya saja maka ini menunjukkan keutamaan mereka yang tidak mungkin disamai oleh orang-orang yang datang setelah mereahum [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] am ada seorang yang bertanya setelah mengucapkan doa bagi Syekh dia mengatakan saya seorang yang telah banyak Hatiku Tertutup dengan perbuatan dosa dan maksiat sehingga aku selalu melakukan perbuatan dosa dan maksiat tersebut saya sudah berusaha berkali-kali untuk melakukan tobat yang sungguh-sungguh tapi tidak ada artinya maka jadilah diriku selalu menjadi orang yang lemah keinginannya lemah kehendaknya dalam hidupku dan merasakan merasakan kesempitan Padahal aku adalah orang yang masih melaksanakan salat l waktu tetapi tidak ada kekhusyukan pada maka Bagaimana bimbingan yang Engkau berikan untuk keluar dari kegelapan ini ya Syekh jawab ataubah munqasim taubatun minallahi Alal ABD wbatun minaldi lirabaubaniah ti la Tahta tahqa wbatullah W alaihim liatub matubuabu alaiahai had lah SH waha asbab Min asbabhaju ilallahillahan yarzukabdah kir Min musliminah mujad kalimah wamailahar w ahai akbajliminfamillah alai Wali Yakul jahadtu nafsiah akar sah Sahun mininasahidumq allahذajahaj allahaj nadam tahtaja buka tahtajtiar aqatijabahahar kaathrat alqiyam kaathratam kaathrat sadqah Al khauf minisab wnarat yjaub allahahab Fa tab allahqahah tbatullah thatad RAB laqah Fah F Aham wuimin Lus Yas f mustqbal muhadarah [Musik] kamilahaubahaubahim w kair min musliminalunqatajalun Shah wajaluna aanamattiadul Allah qabilahaj aahaj mujahadahahjahadfah wasalullah Azza wajal f h Wak wfibaitutillah wahnu qadjamna alikri wa shukri wa makaratm nasalullahu Al Jami amin amin wa Yahdi qulubana jawaban dari SY di ahami bahwa tbat itu ada dua macam pertama tbat dari Allah subhanahu wa taala yang dilimpahkan kepada hambaNya Allah subhanahu wa taala melimpahkan tobat bagi hambanya yang kedua tbat dari seorang hamba yang bertobat kepada Allah subhanahu wa taala ya sekarang tbat yang dilakukan oleh seorang hamba perbuatan seorang hamba itu tidak akan terwujud kecuali setelah Allah subhanahu wa taala melimpahkan Taufik untuk bertobat kepadanya kecuali Allah subhanahu wa taala memberikan tobat kepadanya Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an tumma Taba alaihim liyatubu kemudian Allah subhanahu wa taala memberikan tobat kepada mereka agar mereka bertobat maka mereka tidak akan bertobat kepada Allah kecuali setelah Allah subhanahu wa taala memberikan Taufik kepada mereka untuk bertobat maka oleh karena itulah dari sini kita mengetahui tobat yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada hambaNya itu ada beberapa sebabnya ya di anara sebabnya yang paling penting adalah kita selalu kembali kepada Allah kita selalu merendahkani tunduk kepada Allah takut kepada Allah selalu benar-benar berharap kepada Allah ya kebanyakan dari kaum muslimin mereka menyangka bahwa bertobat itu hanya tinggal mengucapkan tobat saja Tinggal beristigfar saja Kapan saja dia ingin dia bisa lakukan Padahal kita mengetahui bahwa tobat dari Allah subhanahu wa taala inilah yang menentukan menentukan segala kebaikan tersebut dan ini merupakan kerancuan yang sangat besar yang banyak dipahami oleh sebagian dari kaum muslimin Oleh karena itu sebagian dari ulama Salaf bahkan ada yang mengatakan sungguh aku bermujahadah menundukkan Hawa nafsuku untuk bertobat kepada Allah selama lebih dari 20 tahun ya bayangkan seorang Salaf orang yang Saleh ketika ingin mewujudkan tobat yang sungguh-sungguh maka dia menundukkan hawa nafsunya untuk bertobat selama 20 tahun sementara sebagian orang sekarang menganggap bahwa dia cukup bertobat hari ini Maka besok telah diterima tobatnya padahal tidak ada perjuangan tidak ada kesungguhan dalam tobat yang dilakukannya maka oleh karena itu untuk bertobat untuk mendapatkan tobat dari Allah subhanahu wa taala dibutuhkan kita benar-benar bersungguh-sungguh kembali kepada Allah sungguh-sungguh menyesal sungguh-sungguh memilih waktu-waktu dikabulkannya doa sungguh-sungguh banyak melaksanakan ibadah salat malam banyak menegakkan puasa yang wajib maupun yang sunah harus ada rasa takut pengharapan kepada Allah takut akan perhitungan hari kiamat takut akan azab Allah di neraka nanti dan yang lainnya maka kalau telah terpenuhi syarat ini diharapkan setelah itu Allah subhanahu wa taala akan melimpahkan tobat kepada kepada hambaNya oleh karena itu Syekh juga di sini menganjurkan bahwa nantinya bagi Ikhwan panitia yang akan menyelenggarakan atau mengundang kembali misalnya seorang yang berilmu atau seorang ulama hendaknya membuat kajian yang khusus bertema tentang masalah tobat karena tobat ini penting banyak hal-hal yang perlu dibahas untuk menghilangkan kesalah pahaman dari kaum muslimin dan juga di akhir dari jawaban Syekh ini beliau menyampaikan doa kepada Allah subhanahu wa taala di masjid ini di rumah Allah ini kita berkumpul dalam rangka untuk berzikir kepada Allah mensyukuri nikmatnya dan untuk menuntut ilmu mendengarkan ceramah dan nasihat yang bermanfaat dari beliau Semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan tobat kepada kita semua mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita barakallahikum cukup sampai di sini Insyaallah Semoga apa yang kita bahas bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita Alhamdulillah jemaah rahimakumullah dengan selesainya sesi tanya jawab tadi Ikbal Ikbal Ikbal Ikbal dengan selesainya sesi tanya jawab tadi maka berakhir pulala rangkaian tablig akbar pada hari ini dengan tema tauhid sebab keamanan dunia akhirat yang telah disampaikan oleh fadilatus Syekh Prof Dr [Musik] dan diterjemahkan olehust abdullahl maullahu taala kami ucapkan jazakumullahir wakallahikum kepadaekh dan juga Ustaz at faah-faedah ilmu yang telah disampaikan kepada kita semua bahwa setelah salat zuhur nanti setelah zuhur nanti kita akan melaksanakan salat [Musik] gaib
Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily | Tauhid Sebab Keamanan Dunia Akhirat
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply