Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bilhuda winilqiru Wal musyrikun asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul nabi ba islamakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan sen siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani mafidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis Nam di kesempatan ini kita masih melanjutkan pembahasan berkaitan dengan tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai kitab atau buku Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada alustazad Ust asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu wa nastaininuhu wa nastagfiruh wa naudubillah Min syururi anfusina wa sayiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah waman yudlil Fala hadiyaalah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulah haqqa tuqatih uml para pemerhati rajak kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu masih melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi kita sampai P talbiz iblis terhadap e para sufi berkaitan dengan sikap mereka terhadap kitab yaitu penyalinan dan penulisan ilmu penulis yaitu Ibnu jauzi rahimahullah mengatakan ketahuilah bahwa para sahabat telah menulis perkataan atau sabda-sabda tingkah laku ya dan perbuatan-perbuatan sifat-sifat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan syariat Islam itu dikumpulkan dari ee riwayat para sahabat ya satu dan yang lain nabi mengatakan dalam sebuah hadis yang sahih diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Amar ballighu Anni Sampaikanlah dariku nallahan Sam maqati faah Semoga Allah membuat berseri wajah seseorang yang mendengar perkataanku kemudian dia memahaminya kemudian dia menyampaikannya sebagaimana dia mendengarnya Bagaimana yang dia dengar kedua hadis ini menganjurkan kita untuk menyampaikan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berupa hadis-hadis beliau ya maka para sahabat menulis apa yang dikatakan nabi mencatat apa yang disabdakan nabi dan Bahkan mereka mencatat apa yang mereka saksikan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di samping itu mereka juga menghafal ya mereka merekam dengan hafalan mereka apa yang mereka dengar apa yang mereka saksikan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan menyampaikan hadis sesuai dengan apa yang didengar ya hampir tidak bisa dilakukan kecuali dengan membaca dari tulisan sebab menyampaikannya melalui hafalan terkadang yang lupa karena tidak semua orang memiliki kekuatan hafalan yang sama maka salah satu periwayatan hadis adalah dengan kitabah yaitu periwayatan melalui ee tulisan ya Nah dan itu yang dilakukan oleh para ulama terdahulu para imam mereka menyalin hadis hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Ahmad Ibnu hambal rahimahullah sedang menyampaikan hadis seseorangemta kepadanya diktikanlah hadis itu untuk kami dari hafalanmu Imam Ahmad menjawab tidak dari hafalanku melainkan dari kitab yaitu dari tulisan jadi beliau membacakan apa yang tertulis ya dari catatan-catatan hadis ya Nah demikian Nah itu ya Imam Ahmad ya yang kita kenal ya dengan kekuatan hafalannya ya beliau menghafal ratusan ribu bahkan disebutkan beliau menghafal 1 juta hadis Tapi beliau di dalam periwayatan hadis kadang kala juga bersandar dengan apa yang tertulis ya apa yang ditulis dicatat ya Nah demikian Ali Ibnu madini mengatakan Guruku yaitu Imam Ahmad bin hambal menyuruhku agar menyampaikan hadis melalui kitab yaitu membacakannya dari tulisan yaitu riwayat dengan kitabah dan para sahabat nabi ya telah meriwayatkan sunah lalu sunah itu diterima oleh para tabiin kemudian para ahli hadis menempuh perjalanan jauh ke timur maupun ke barat ya untuk mendengarkan hadis ya dari berbagai sumber ya kemudian ee mereka mensahkan yang sahih dan mendhaifkan yang tidak sahih yaitu memilah mengkodifikasi hadis mana yang sahih dan mana yang tidak sahih mengkritik dan merekomendasikan para perawi-perawi hadis atau yang dikenal dengan sebutan ilmu jarah dan takdil yaitu menimbang para ee periwayat-periwayat hadis ini ya Ee karena diriwayatkan dari orang ke orang dari generasi ke generasi ya maka perlu diketahui keadaan para perawi-perawi hadis ini ya Nah demikian nah itu yang dikenal dengan sebutan ilmu Jarad dan takdil itu salah satu cabang dari ilmu Hadis bahkan ini adalah ilmu yang ya sangat penting untuk menimbang dan menilai ya Ee status sebuah hadis sahih atau tidak sahih ya demikianlah Allah subh subhanahu wa taala menjaga agama ini ya Sehingga terpelihara dari jamahan orang-orang yang mungkin punya niat buruk ataupun tujuan yang buruk terhadap Islam ya terhadap Syariat Yang terakhir ini sehingga tidak ada celah bagi para zindq atau orang-orang yang berusaha untuk merusak syariat ya melakukan ya pemalsuan terhadap hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya ya Nah sehingga para ulama bisa membedakan mana hadis yang sahih dan mana hadis yang tidak sahih dengan kaidah-kaidah ilmu Hadis ya Mulai dari ilmu mustalahnya itu adalah yang paling dasar kemudian ilmu ee diroyahnya kemudian ilmu jarah dan takdilnya ya Sehingga ya Ee Kita bisa menentukan ya status sebuah hadis sahih atau tidak sahih ya Nah demikian jadi ilmu Hadis ada yang riwayatan ada yang dirayatan ada yang mengupas sanad ada juga yang mengupas Matan Ya semua ditimbang dari berbagai sisi ya karena ada hadis yang mungkin Secara sanad dia sahih tapi ternyata e matannya ya ya Sas SZ misalnya ya Nah maka dia tertolak ya dari Matan kadang-kadang kita dapat tahu kekeliruan dari para perawi Nah demikian ya Misalnya ada kata yang terbalik ya Ada susunan kata yang terbalik ya E takhir dan takdim ya Ee dan lain sebagainya ya itu semua tertang tertuang dalam ilmu Hadis ya wallahuam bisawab Dan demikianlah ya Ee itu adalah suatu usaha kerja yang ya kita katakan sangat ee besar ya artinya bagi Islam dan kaum muslimin dalam menjaga kemurnian syariat Islam ya sehingga kita dapat mengenali Islam sebagaimana yang dikenali oleh para pendahulu kita ya generasi-generasi Salaf kita seperti yang dikenali oleh para sahabat dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya kalau tidak ya mungkin kita akan Salah mengerti tentang syariat dan kita tidak akan dapat menerjemahkan syariat ini Ya seperti yang dikehendaki Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ya seperti yang dipahami Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka kita perlu riwayat-riwayat dari ee para sahabat ini yang menggambarkan kepada kita Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menerjemahkan Wahyu yang diturunkan kepada beliau begitulah Islam ini dijaga dari langit ya sehingga tidak mudah untuk dirusak Ya seperti agama-agama terdahulu ya sehingga tidak dapat ditelusuri lagi akarnya ya Ee dan tidak bisa dipastikan lagi keautentikannya wallahuam bawab dan itu adalah kerja yang besar ya ilmu Hadis itu adalah ilmu yang besar ini adalah keistimewaan umat ini yang tidak dimiliki oleh umat-umat yang lain Dan kita kaum muslimin patut berbangga ya karena kita memiliki ilmu Hadis ya karena kita memiliki ulama-ulama hadis yang begitu ya gigih membela hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari berbagai ya tindak pemalsuan ataupun usaha-usaha untuk ya memalsukannya ataupun merusaknya ya Nah demikian ya Lalu ada orang yang melenyapkan semua itu sehingga seluruh keletihan ataupun usaha itu terbuang percuma dan tidak mengetahui hukum Allah ya yang berkaitan dengan ee agama ini yang diturunkan Allah kepada nabinya ya maka itu adalah suu perlakuan yang semena-mena terhadap Syariat tidak ada perlakuan yang semena-ena terhadap Syariat seperti yang dilakukan oleh mereka ini yang berusaha untuk mengubur ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat ini yang sangat penting ini yaitu ilmu Hadis ya maka ketika kaum Sufi ini begitu membenci ilmu Hadis ya kita dapat membaca Ke mana arahnya apa yang mereka inginkan ya Nah ya bisa kita katakan bahwa banyak bidah muncul di dalam agama ini itu disebabkan riwayat-riwayat yang atau pendapat-pendapat yang tidak berdasar kepada hadis atau kepada dalil ya wallahuam bawab Nah dan syariat ya umat-umat sebelum kita itu tidak memiliki sanad yang terhubung hingga nabi mereka Ya semua riwayatnya gelap tidak diketahui dan tidak bisa dipastikan Apakah itu benar-benar dari perkataan orang tersebut ya atau itu adalah perkataan nabi itu ya Nah demikian ini tidak dimiliki Hatta Yahudi dan Nasrani tidak memiliki ilmu ini dan sampai sekarang mereka masih memperdebatkan ya keotentikan naskah kitab suci mereka ya Nah demikian ya tidak usahlah hadis-hadisnya gitu ya kitab sucinya saja masih diperdebatkan tentang keotentikannya ya sementara Islam Allah jaga kitab sucinya jelas tidak berubah satu huruf pun bahkan ya tidak tidak ber apa ya tidak bergeser tidak berubah satu huruf pun dari apa yang telah diturunkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah banyak usaha untuk memalsukan untuk menambah mengurangi tapi gagal ya tidak tidak mampu untuk melakukannya dalam ini kaum Yahudi berusaha banyak ya dalam sejarah disebutkan mereka berusaha untuk menambah atau mengurangi dan itu tidak bisa ya Nah dan yang lebih menajubkan lagi adalah hadis-hadis nabi juga dijaga oleh Allah subhanahu wa taala ya karena yang dimaksud dengan in nahn naalikuun kamilah yang telah menurunkanik yaitu Alquran dan hadis dan kamilah yang akan memeliharanya dan Allah bukan hanya Quran tapi juga hadis sehingga tidak mudah seseorang itu mengatakan nabi berkata nabi berkata Ya menisbatkan suatu kepada nabi tapi enggak jelas ya itu akan ketahuan ya dengan ilmu Hadis yang telah di ee buat oleh para ulama terutama ulama-ulama hadis begitu besar jasa mereka ya maka g sangat buruk ya Siapa saja yang berusaha untuk menihilkan atau ya kita katakan menghapus semua yang telah dibuat oleh para ulama-ulama hadis ini bahkan bisa dikata itu adalah kejahatan terhadap Syariat ya Karena untuk menyusun ilmu sedetail itu ya tentunya tidak bisa dilakukan oleh satu orang ini adalah kerjaar I dari generasi ke generasi para ulama hadis dari generasi ke generasi ya mereka terus menyempurnakan ilmu Hadis ini sehingga ya sampai Pada tahapan ya mereka bisa membedakan antara hadis sahih dan hadis yang tidak sahih ya maka di dalam Islam dikenal ada e kitab yang paling sahih setelah kitabullah yaitu Sahih Bukhari kemudian Sahih Muslim yang memastikan bahwa semua hadis yang dicantumkan di dalam buku mereka tersebut adalah hadis yang sahih ya seolah-olah kita mendengarnya dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari lisan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seolah-olah kita melihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya melihat nabi walaupun kita tidak melihat tapi kita melihat melalui riwayat walaupun tidak ada yang merekam tapi mereka merekamnya melalui riwayat-riwayat ini yang sampai kepada kita itulah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika nabi mengatakan Shu kamaitumuni Usi salatlah kamu sebagaimana kamu lihat aku mengerjakannya tentu tidak semua umat melihat langsung nabi salat Lalu bagaimana kita salat seperti yang diinginkan nabi yaitu seperti nabi melakukannya maka kita pas pasti mengandalkan riwayat tanpa riwayat enggak akan bisa karena kita tidak melihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi kita bisa melihatnya melalui riwayat para sahabat menceritakan kepada kita menggambarkan kepada kita bagaimana salat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga kita salat tidak asal-asalan tidak seper ee semau kita Wah saya mau begini modelnya Saya mau begini caranya ya Karena nabi sallall wasallam ya mengatakan shallu kamaitumuni usoli salatlah kamu sebagaimana kamu lihat aku mengerjakannya artinya salat itu ada ketentuannya ya Mulai dari takbir sampai salam nah para sahabat menggambarkannya kepada kita seolah-olah kita menyaksikan nabi mengerjakan salat banyak riwayat-riwayat berkaitan dengan sifat salat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang sampai kepada kita dengan sanad yang sahih melalui riwayat-riwayat yang sahih yang bisa dipertanggungjawabkan keautentikannya ini adalah nikmat yang besar yang tidak akan ada dalam sejarah umat manusia lagi sampai hari kiamat ya tidak ada agama yang dijaga seperti halnya Islam ya keotentikannya dari sumber aslinya ini adalah bukti ya bahwa ya Islam adalah agama yang Allah pilih sebagai agama penutup untuk umat manusia ya Nah demikian wallahuam bawab maka dikatakan bahwa sanad adalah salah satu ketimewa keistimewaan umat ini ya salah satu keistimewaan umat ini ini diakui ya oleh Muslim dan bahkan non mususlim ya bahwa ya ilmu sanad atau ilmu Hadis adalah keistimewaan umat Islam Keistimewaan Islam terletak pada ilmu ini yang tidak akan mungkin ya Bahkan orang paling pintar sekalipun yang paling tinggi iq-nya enggak akan bisa untuk merancang sebuah ilmu sedetail ilmu Hadis ini ya Dan ini dibangun dari generasi ke generasi bukan karya satu orang tapi Ribuan Orang terlibat di situ ribuan ulama ribuan ahli ilmu terlibat di situ dari generasi ke generasi ya Ini bukan kerja manusia artinya ini bukan dirancang oleh manusia tapi yang merancangnya adalah rabbul alamin Allah subhanahu wa taala melalui hamba-hambanya yang Allah pilih merekalah ahl hadis merekalah ulama-ulama hadis merekalah ya pembela-pembela dan jagapenjaga syariat ini yang Allah pilih ya Nah demikian dan ini diakui baik oleh Muslim maupun nonmuslim Ya seperti yang disebutkan oleh EE Dr Asad rustum Dia adalah seorang penganut agama Nasrani ya ya dalam kitabnya yang berjudul mustalah at-tarikh ya tentang sanad dan urgensi sanad yang mana ya itu tidak ada di dalam agamanya begitu ya ya ya itu tidak ada di dalam agama tersebut gitu hanya ada di dalam agama Islam hanya ada pada umat ini wallahuam bisawab ya maka sungguh sangat buruk ya jahat orang-orang yang berusaha untuk mengubur ilmu Hadis atau menihilkannya atau memandangnya sebelah mata atau menganggapnya tidak penting Lalu bagaimana kita bisa memahami syariat ini jika kita tidak memiliki hadis ya Nah al-qur’an dapat dipahami dengan baik dengan sempurna ketika kita memiliki hadis-hadis nabi yang menerjemahkan apa yang tertuang di dalam al-qur’an tersebut ya Nah demikian ya Ee ini adalah suatu hal yang bisa dikatakan penting ya di dalam agama Islam ya Eh ada seorang e zindq ya yang berusaha untuk memalsu hadis hadis nabi tapi Ketahuan ya maka dia pun dihukum mati ya oleh khalifah dia bernama Abdul Karim Bin Abil auja dia memalsu ribuan hadis ya ketika akan dieksekusi dia mengaku telah memalsu lebih e lebih dari 4.000 hadis dia bolak-balik yang halal jadi haram yang haram jadi halal bisa kita bayangkan ya ya itu sama dengan satu kitab sahih Bukhari ya tanpa pengulangan itu lebih kurang 4.000an hadis satu kitab sahih Bukhari dia buat hadis dia bolak-balik itu ya dia kacau yang halal jadi haram yang haram jadi halal ya yang ada diadakan yang tidak ada diadakan yang ada ditiadakan yang tidak ada diada akan yang halal disebut haram yang haram disebut halal apabila hadis-hadis ini ribuan hadis ini tersebar di tengah-tengah kaum muslimin mungkin Islam yang kita amalkan dan kita pahami sekarang berbeda 180 derajat dengan apa yang diamalkan dan dipahami oleh Nabi dan para sahabat karena kita enggak tahu ya maka ini sangat penting di dalam agama itu ilmu ilmu Hadis ini ilmu sanad ini ya Nah demikian ya jika tidak gimana kita bisa mengetahui dengan benar syariat ini ya bagaimana kita bisa melaksanakan salat misalnya perincian salat tidak disebutkan di dalam al-qur’an belum lagi taharahnya Bagaimana kita bisa menyempurnakan taharah ya bagaimana kita bisa bersuci dari hadas Bagaimana kita tahu apa itu hadas Apa itu najis Apa itu syarat-syarat sah salat ya dan perincian-perincian lainnya di dalam agama enggak akan mungkin agama bisa diamalkan tanpa hadis dan hadis ini ya ya masalahnya adalah Apakah kita bisa memastikan kesahihannya karena beredar banyak hadis ya Nah maka Apa yang dilakukan oleh ulama hadis ini betul-betul suatu hal yang sangat luar biasa ya kita sangat berhutang Budi terhadap mereka atau berhutang jasa terhadap mereka ulama-ulama hadis ini ya yang patut kita jaga ya Ee ilmu tersebut karena ini adalah warisan mereka wallahuam bawab ya sampai hari ini ya banyak ulama ulama yang memang eh kcern fokus di dalam ilmu Hadis sebut saja yang terakhir ya kita kenal Syekh Muhammad nasruddin alalbani ya beliau ee menghidupkan kembali ilmu Hadis yang hampir dan nyaris dilupakan dan ini akan tetap terjaga sampai hari kiamat ya Nah demikian wallahuam bisawab ya sehingga nanti ada seorang yang bertemu Dajal dia Dia berkata kepada Dajal Aku tahu engkau adalah apa yang telah dikabarkan nabi di dalam ini Enggak tahu ya Kapan munculnya Dajal ini pasti di akhir zaman pastinya tapi orang ini mengenali Dajal dari apa yang ia tahu dari hadis nabi mungkin yang dia baca dari hadis-hadis nabi yang dia baca mungkin dalam sahih Bukhari dalam Sahih Muslim sehingga dia mengenali Kamu adalah Dajal seperti yang dikabarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis beliau nah demiki sekian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya Nah diriwayatkan kepada kami dari Ahmad IBN hambal bahwa meski telah berkelana ke belahan timur dan barat untuk mencari hadis ketika ia bertanya kepada putranya ya yaitu Abdullah bin Ahmad bin hambal apa yang kamu tulis dari Si Fulan maka putranya menyampaikan kepadanya bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pergi untuk melaksanakan salat ID pada hari ID melalui satu jalan dan kembali ke rumah melalui jalan yang lain jalan yang berbeda ini hadis ya sahih riwayat Bukhari dari Jabir bin Abdillah ini salah satu sunah ID ya kita pergi dari satu jalan dan pulang dari jalan yang lain ya salah satu hikmahnya adalah untuk menyebarkan syiar Idul Fitri atau Idul Adha ya itu adalah hari besar kaum muslimin maka untuk menyebarkan syiarnya ya salah satu hikmahnya adalah kita diperintahkan dianjurkan untuk melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang ya Nah demikian nah mendengar jawaban itu Imam Ahmad berkata Ya innalillah ada satu sunah rasulullah yang belum sampai kepadaku Ya jadi beliau Baru tahu ya riwayat itu dari Putra beliau yaitu Abdullah bin Ahmad bin hambal ada riwayat tersebut ya yang ya ia dapat dari ee ulama-ulama hadis di belahan bumi yang lainnya di timur atau di barat ya Nah demikian ya bahwa ada hadis yang menjelaskan ya bahwa nabi berangkat dan pulang saat mengerjakan salat iid dari jalan yang berbeda ya beliau menganggap musibah enggak tahu hadis itu musibah maka Beliau berkata innalillah Ya ada satu sunah Nabi yang belum belum sampai kepadaku dan baru aku tahu sekarang begitulah mereka memandang ya ketidaktahuan mereka terhadap hadis itu satu musibah maka mereka berusaha untuk mengumpulkan menyaring Ya hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan itu adalah perbendaharaan yang paling berharga bagi mereka sehingga kita kenal ya kita tahu dalam satu riwayat bahwa ada seorang ulama itu berkelana sampai berbulan-bulan untuk mengejar satu Hadis yang belum belum beliau dengar ya begitu antusias mereka di dalam mengejar ataupun mendapatkan ya riwayat-riwayat Ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Nah demikian jadi Imam Ahmad Mas masih berkata seperti itu meski beliau telah menulis dan mengumpulkan begitu banyak hadis ya lalu Bagaimanakah dengan seorang yang tidak menulis hadis Bagaimana pula dengan orang yang telah menulis hadis kemudian dia membakar menghapus membuang tulisan itu ya nah sudah ditulis dan disodorkan kepadanya dia Justru malah membuangnya ya atau orang yang memang sama sekali tidak menulis hadis tersebut atau mengacuhkannya mengabaikannya ya apabila kitab-kitab hadis dihilangkan atau dikubur ya maka apa yang dapat dijadikan pedoman ya ketika hendak memberi fatwa atau mengetahui bagaimana menyikapi suatu peristiwa ya apakah harus merujuk kepada Si Fulan yang zuhud itu sementara dia enggak tahu apa-apa atau Si Fulan yang Sufi itu atau jangan-jangan justru mengandalkan lintasan-lintasan pikiran semata anggapan asumsi ya atau dugaan-dugaan semata atau perasaan ya Nah demikian Nah maka kita berlindung kepada Allah dari ee kesesatan setelah petunjuknya ya setelah mendapat petunjuk darinya ya wallahuam bisawab Nah demikian ya penuturan dari ee Al Imam Ibnu jauzi ya berkaitan dengan sikap ya ee ee kaum Sufi ini terhadap ya penulisan ilmu ya penulisan ilmu kitab maka ya sampai hari ini ya kita katakan Ya Maktabah atau perpustakaan itu adalah satu nilai plus Ya bagi sebuah lembaga ilmu ya ya mau itu sekolah universitas jamiah apapun namanya ya ya perpustakaan atau ee ya Maktabah ya ya itu adalah satu ee ee kekayaan perbendaharaan bagi mereka atau kekayaan kayaan ilmiah yang dibanggakan bahkan nilai satu lembaga ilmu itu dilihat dari bagaimana mereka menghormati karya-karya tulisan-tulisan para ilmuwan ataupun para ulama ya Nah demikian wallahualam B jadi sangat aneh ya jika ada Lembaga Ilmu mau itu sekolah pesantren ya apalagi apalagi ya kita katakan Universitas ya jamiah tapi enggak punya perpustakaan gitu ya ya dari dulu ya Lembaga Ilmu itu berbangga-bangga dengan apa dengan lengkapnya perpustakaan ya semakin lengkap perpustakaan yang mereka miliki semakin ee tinggi nilai mereka gitu ya semakin membanggakan bagi mereka ee Demikian Ya para ulama-ulama Salaf terdahulu nah tapi kita lihat hari ini ada ya Lembaga Ilmu yang mengaku menisbatkan diri itu kepada ilmu Ya baik itu sekolah pesantren yang enggak punya perpustakaan gitu ya ini jangan-jangan kena virus Sufi wallahualam ya satu Lembaga Ilmu lembaga pendidikan tapi enggak punya perpustakaan itu atau dinilai Enggak penting ya kalau dilihat dari kelengkapan mm sarana olahraga ee ruang makan dapur dan lain sebagainya itu seperti fasilitas hotel bintang lima Ah semua Ee Kita k sarana olahraga lengkap ya dapur ruang makan seperti restoran mewah begitu Gilan ditanya perpustakan enggak ada atau masih dipikirkan ya bahkan mungkin enggak disiapkan ruangannya begitu ya atau ada juga tapi Ala kadarnya gitu seperti rak buku di masjid begitu ya memprihatinkan Sekali Sebenarnya ya kita cuma bisa berkata innalillah aja jika ada lembaga pendidikan enggak fokus enggak peduli terhadap perpustakaan begitu ya tidak memperkenalkan siswanya santrinya untuk membaca buku untuk cinta buku untuk suka membaca gitu karena ketahanan belajar itu itu bisa kita lihat dari ya sejauh mana minatnya untuk membaca ya maka para ulama dahulu itu dikenal dengan ya mereka itu sebagai orang-orang yang memang punya minat baca yang tinggi Para ulama itu ya mereka adalah orang-orang yang punya minat baca yang tinggi sehingga disebutkan ya dalam biografi Syekh Al Albani ya bahwa beliau itu kalau kedatangan tamu karena ya merasa enggak mau terluput dari suatu faedah ilmiah satu mata ke tamu satu mata ke buku gitu yaitu tetap baca buku sambil melayani tamu gitu itu luar luar biasa ya bagaimana minat ya Membaca itu dari situ ya ketahanan menuntut ilmu itu ketahanan belajar itu Muncul itu Tapi bagaimana kalau kita lihat penuntut ilmu hari ini enggak suka buku ya enggak kenal Maktabah karena memang enggak ada di sekolahnya gitu ya ini ya mungkin ada yang salah di sini Ya mungkin ada yang perlu kita rubah di sini wah tapi kalau sarana yang lainnya lengkap itu sebenarnya kita sekarang mau apa gitu ya ngumpulin anak-anak untuk belajar ilmu dengan sekarang mengapai begitu wallahuam bawab ya Nah itu satu hal yang sangat memprihatinkan Sebenarnya wallahuam ya Nah demikian itu saja mungkin yang bisa kita sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini mudah-mudahan bermanfaat akulu I had Astagfirullah Li wakumairil muslimin innahu hual gfururahim Asalamualaikum warahmatullah W Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh n Terima kasih jazakahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani mafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu Ang yang telah diberikan untuk kita semua demikian ikat isamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita dan tentunya kita pun usaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam Rai Hidayah dan petunjuknya allahum Amin Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekilaapan Terima kasih jazakumullahu Khairan waabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh all

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *