Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wamanwalah Ashadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu waasul Amma ba’du saudaraku seiman dan seakidah para pemerhati raja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita dapat bersua kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting yang diambil dari buku yang berjudul Ada apa dengan remaja buku yang disusun adalah Ustaz abuan almaidani hafahullah di kesempatan pagi hari ini akan dibahas oleh Beliau kembali dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan ini silakan bisa mengirimkannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik langsung kita akan simak sama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa nauzubillah Min syururi anfusina wasiatialinaahdihillah Fala mudillalahudlil Fala hadialah asadu allaahaillallah wahdahu u Anna muhammadan abduhuasul ya ayuhina amanu ittaqulah haqq tuqotih wala tamutunna illa wa Anum muslimun W para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat rahimani warahimakumullah Alhamdulillah pada kesempatan Pagi ini kita dapat bertemu kembali Masih bersama buku Ada apa dengan remaja Insyaallah Pak pada Pagi ini kita akan lanjutkan pembicaraannya selawat dan salam sebelumnya tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita masih berbicara tentang ee Bagaimana mengasah keterampilan berdialog dengan anak terutama dengan dan remaja ada beberapa hal yang EE perlu kita perhatikan ya dalam ee berdialog ya dengan ee remaja kemudian kita akan Sudah beberapa poin kita bahas selanjutnya adalah kita akan membicarakan beberapa hal yang harus dihindari karena bisa merusak dialog dengan mereka ya ada hal-hal yang harus kita hindari ya karena ini bisa mengganggu atau bahkan merusak ya suasana dialog dengan mereka dengan anak-anak remaja di antaranya adalah yang pertama berbicara dengan gaya bahasa yang terkesan menggurui dan ingin terus memberi ceramah atau menceramahi ya Ee memang ya tujuan kita adalah memberi nasihat ya memberikan ceramah lah atau ee peringatan atau nasihat ya ya kepada ee anak kita ya kita adalah gurunya tentunya ya kita adalah mentornya cuma gaya bahasa di sini yang jadi ee ee yang harus kita perhatikan ya karena menceramahi enggak harus dengan gaya bahasa ceramah ya gurui enggak harus dengan kata-kata yang terkesan ee menggurui tidak memberikan pelajaran tidak harus dengan cara seperti itu ya Jadi yang perlu kita perhatikan di sini adalah gaya bahasa ya hindari gaya bahasa yang terkesan ya ingin menceramahi menggurui ya Ee seolah-olah dia enggak tahu apa-apa kita yang maha tahu segalanya kan begitu ya Nah ini yang kadang-kadang membuat lawan dialog kita ya cenderung mengabaikan ya ignore dia akan mengabaikan apa yang kita katakan maka Pilihlah kata-kata yang EE bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangannya dia bisa berpikir dengan apa yang kita katakan mengajak dia berpikir ya mengajak ee mereka atau a ini untuk berpikir ikut dalam ee dialog tersebut ya terlibat di dalam dialog tersebut karena kata-kata yang menggurui atau gaya-gaya bahasa yang menggurui ya itu cenderung ya kita katakan monolog ya ya Sehingga ya kita yang ee terus mengambil ee alih pembicaraan itu Ya kita yang terus mengambil alih pembicaraan itu seperti orang ceramah inalhamdillah sampai subhanakallah wabihamdih kan begitu ya Nah dan tidak ada peluang bagi mereka untuk ya Ee mencerna apa yang kita sampaikan maka kadang-kadang diselingi dengan ya kalimat-kalimat yang ber nada istifham atau pertanyaan untuk memancing interestnya perhatiannya kan begitu ya Nah itu diselingi dengan hal-hal seperti itu Jadi tidak monoton tidak membosankan Ya seperti kita mendengarkan ceramah ya kita aja dengar ceramah aja kadang-kadang ngantuk ya ya kalau kita dengar satu arah begitu ya orang ngomong gitu ya ya kita juga ngantuk makanya nabi ya beliau adalah ee guru yang terbaik ya kadang kala beliau melontarkan ee pertanyaan untuk menarik interestes ya perhatian dari pendengar ya nabi sering menggunakan metode itu yaitu dengan melontarkan pertanyaan ya supaya yang mendengar kita juga ikut terlibat di dalam pembicaraan kita ya tidak cenderung satu arah seperti orang menggurui itu nabi ya dan nabi adalah guru Tapi beliau tidak menggurui ya Nah kadang kala beliau memancing sahabat dengan pertanyaan hari apakah ini tahukah kalian hari apa ini ya Di mana ini ya ya itu tahu ya di tanah haram di bulan haram tapi nabi bertanya kepada mereka ya Dan mereka mengira jawabannya yang lain ya ternyata ya ya nabi ingin menjelaskan ya ini adalah di tanah haram di bulan haram kan begitu ya Nah untuk menjelaskan sesuatu yaitu tentang haramnya kehormatan muslim kan begitu Nah demikian ya jadi perlu ee variasi ya di dalam berdial itu jadi tidak ee terkesan monoton kadang kalala perlu kita melontarkan pertanyaan ya orang itu kalau dengar saja ngantuk memang ya kita aja Ya seperti yang saya sebutkan tadi kita dengar ceramah aja ya kalau terus dengar dengar dengar 1 jam pegal juga dengar itu ya akhirnya ngantuk itu atau ya Karena terus mendengar kita enggak bisa menyimpulkan begitu ya maka perlu di e kasih part bagian-bagian ya sehingga e seperti sebuah buku ada bab-babnya begitu ya tidak satu bab sampai tiba-tiba sudah tamat begitu ya Nah pembaca juga bingung itu ya mukadimah tiba-tiba lembar demi lembar dibolak balik eh tiba-tiba sudah Khatimah penutup ya enggak ada dipecah menjadi bab-bab ya Nah itu kan memudahkan sebenarnya untuk e pembaca atau pendengar mengetahui ya apa ulan dari apa yang kita bicarakan Maka kadangkala perlu perlu ya diselingi dengan melontarkan pertanyaan ya Nah atau meminta pendapatnya ya memancing dia untuk terlibat di dalam ee Dialog itu ya jadi ee gaya bas yang ingin terus memberi ceramah atau ber ee menggurui itu akan membuat bosan orang yang mendengarnya ya lebih-lebih anak-anak remaja ya ya ya mereka merasa ya ya kita cuma disuruh untuk dengar dengar dan dengar ya dengar aja begitu ya sehingga mereka tidak merasa perlu terlibat ya di dalam pembicaraan itu dan mereka juga kadang-kadang enggak ngerti sepenting apa seorgan apa pembicaraan itu nah jadi eh ketika kita melontarkan pertanyaan ya kepada audiens atau kepada ar ataupun hadirin itu menunjukkan bahwa ada hal yang perlu mereka ketahui dengan menjawab pertanyaan itu ya biasanya pertanyaan itu untuk hal-hal yang penting bahwa Ada hal penting yang harus mereka e garis atasi yang mereka perlu intibah artinya memberikan perhatian kepada perkara itu ya Nah demikian jadi itu untuk lebih kan orang memahami menyimpulkan apa yang kita sampaikan ya sehingga orang selalu ingat ya ya karena saat dia terlibat di dalam dialog dia akan ingat itu Tapi kalau dia dengar terus ya lupa ya Setelah selesai ya karena otaknya juga enggak dipecah untuk mendengar dan berinteraksi berbicara karena otak kita kita ketikaara dengan mendengar itu beda ya maka perlu ya dielingi dengan pertanyaan melontarkan pertanyaan dan ini metoda yang dipakai nabi kurang fasih Apa nabi ya dalam berbicara Ya kurang fasih apa kurang baligh apa Istilahnya ya dalam bahasa Arab kurang balagah apa nabi kurang orasi apa Nabi dalam berbicara tapi itu juga perlu diselingi dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada para sahabat Tahukah kamu Tahukah kamu gitu ya nabi sering menggunakan metode itu Dan kalau kita lihat di majelis ilmu juga ya seorang pembicara Ustaz atau apapun namanya itu ya perlu menyelingi pembicaraan itu dengan hal-hal yang melibatkan ya audiens ya Nah demikian wallahuam bawab ya sampai ya Oh kalau majelisnya besar gimana Ustaz ya nabi juga pernah di majelis yang sangat besar yaitu di Haji Wada nabi juga ya melontarkan pertanyaan kepada mereka ya nabi juga berinteraksi dengan audiens Nah demikian ya tib nabi berkata kep Al hal bagtu gu Bukankah aku sudah menyampaikannya kepada kalian Gitu ya nabi berinteraksi itu dengan padahal itu ratusan ribu pada waktu itu jadi perlu juga mau majelisnya besar mau majelisnya kecil mau kita bicara dengan satu orang dua orang tiga orang ya perlu ya ketika berdialog itu jangan kita terus ngomong ngomong ngomong ngomong ada orang seperti itu enggak mau dipotong omongannya maunya dia aja yang ngomong terus begitu ya Memangnya efektif kalau dia ngomong terus enggak juga orang juga enggak dengar omongannya begitu ya dia aja yang ya kadang-kadang kegeran seolah-olah ee apa yang dikatakan didengar orang gitu Padahal orang sudah pegal telinganya orang itu sudah pegal telinganya ya Nah demikian jadi kasih ya Kesempatan mereka untuk berinteraksi wallahuam bawab itu yang pertama yang kedua hindari ya Eh redaksi perkataan yang cenderung menyudutkan dan menyalahkan mengkambing hitamkan ya Nah ini tindakan yang memberi seolah-olah kita itu berdiri di hadapannya sebagai Hakim Dan dia sebagai pesakitan tertuduh terdakwa begitu ya di di ruang persidangan ya Nah ini akan mematikan ee kreativitasnya e apa namanya kemampuan berpikirnya ya orang yang duduk di kursi terdakwah itu ya enggak ada yang bisa dia lakukan kecuali membela diri ya Maka kalau kita memposisikan diri sebagai Hakim ya atau ya kita e apa ya berbicara seolah-olah kita ee jaksa penuntut gitu ya maka yang dilakukan oleh si anak adalah membela diri ya dengan apapun kadang-kadang dengan cara yang salah yaitu berbohong yang jelas dia akan membela diri itu fitrah manusia ya ya self defense itu akan muncul begitu ya ya Ee kita katakan kesadaran untuk membela diri itu akan muncul begitu ya kalau kita sebagai Hakim kita bukan Hakim kita pendidik ya Nah demikian berat ya untuk berhadapan dengan orang yang di hadapan kita dia itu ingin mengejas ataupun menghakimi kita apa yang bisa kita lakukan kecuali membela diri begitu ya ya atau ya kita akan menghindarinya kan akan ee enyah dari hadapannya begitu gitu dan ini dialami oleh banyak anak ya ketika B orang tuanya berdiri di depannya sebagai Hakim dia cenderung ingin menghindar ya Ee dia akan mencari celah gimana untuk mengakhiri pembicaraan dan dia lari begitu ya Nah demikian jadi kita ingin memperbaiki Islah ya bukan tahkim di situ tapi Islah melakukan perbaikan kita ingin memberikan nasihat annusah nusuh itu adalah kebaikan yang kita inginkan untuk orang lain yang kita nasihati Al manansuh lahu ya Nah kita Nasih adalah orang yang ingin memberikan kebaikan ya Nah bukan menjatuhkan vonis hukum ya memang enak sih jadi Hakim menghakimi orang itu enak ya karena kita e kita akan Selamat ya dari apa yang menjadi kesalahan kita juga begitu ya ya padahal kesalahan anak mungkin itu juga akibat dari kesalahan orang tua nah ketika anak ini kita hakimi seolah-olah Kita kan enggak salah sama sekali kita loloslah dari kesalahan kita yang salah adalah anak karena anak di sini posisinya sebagai terdakwa gitu di kursi pesakitan gitu ya Nah kita tamat itu dari kesalahan kita ya mungkin ya Apa yang dilakukan oleh anak kesalahan ada kontribusi orang tua juga artinya ada kesalahan orang tua di situ enggak mutlak kesalahan anak pasti ada di situ ya Ya sisi-sisi di mana orang tua salah nah kalau dia berdiri sebagai Hakim ini kan dia lolos dari kesalahannya ya seolah-olah yang salah itu bukan dia karena dia hakimnya begitu ya Nah ini kan enggak fair si anak akan merasakan ketidakadilan gitu ya Kok saya yang disalahkan kayaknya saya dibiarkan aja begitu ya Nah Kayaknya saya enggak dikasih tahu tapi kok saya disalahkan Mungkin dia enggak berani ngomong tapi dalam hatinya mungkin seperti itu kan begitu ya maka jadilah kita pendidik di depannya guru ya Nah guru itu mengambil pelajaran mengoreksi mengambil Ibrah itulah tugas guru kerja guru itu itu pendidik itu itulah dia tugasnya ya dari satu kejadian peristiwa kesalahan anak itu harus dilihat dari semua Sisi ya itulah pendidik namanya ya Jadi kadang-kadang ya ketika kita dialog dengan remaja kita memestikan diri sebagai Hakim ya atau jaksa penuntut umum yang siap menjatuhkan fonis kamu bersalah hukumhukumanmu sekian selesai ket Palu ya si anak akan bengung gitu ya Wah iya besok-besoknya dia akan menjaga jarak dengan orang tua yang tipenya seperti ini Ya seperti yang kita sebutkan ada orang tua yang hanya berdialog berhubungan berinteraksi dengan anaknya kalau mau menjatuhkan hukuman Ya hanya itu saja enggak lebih dari itu ya Sehingga kadang-kadang si anak membaca ini ni Wah kalau Ay si Ayah ini mau bicara pasti mau memberikan hukuman ini enggak ada yang lain ya Ee dan tentunya itu ee akan ee membuat jarak ya antara kita dan EE anak remaja itu ya wallahuam bisawab kemudian yang ketiga adalah ini termasuk yang hal-hal yang harus kita hindari ketika berdialog khususnya dengan remaja ya ya sebenarnya dengan siapa saja tapi terkhusus dengan anak-anak remaja kita yaitu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terlalu banyak dan berkali-kali ya Ya kadang-kadang sudah dijawabnya tapi ditanya lagi ditanya lagi seolah-olah kita enggak percaya kepada jawabannya ya Dan Dan adakanya Dia sudah memberikan jawaban yang sama berkali-kali juga ya Ah ini seperti orang tua yang kekurangan bahan mungkin ya dalam berdialog dengan anak-anaknya dengan anak remajanya ya diulang bertanya diulang lagi pertanyaannya diulang lagi pertanyaannya ya Ee sehingga terkesan orang tua ini enggak percaya sama anaknya atau dengan jawaban anaknya wallahuam bawab dan ini ya seperti duduk di depan investigator ya ya Ee ya kalau orang Lamar kerjaan kan itu ya ditanya ditanya kadang-kadang pertanyaan yang sama berulang-ulang kan gitu ya Nah ini kan dia bukan sedang cari kerja kepada kita dan kita bukan sebagai investigator kan begitu ya maka ee jadilah kita Ayah Bunda yang penuh kasih sayang perhatian kelembutan ya di depannya ketika berdialog dengannya ya Nah demikian Jadi bukan pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan ya yang ya ya memojokkan kan begitu ya atau ya pertanyaan yang sifatnya Tudingan ya atau pertanyaan berulang-ulang ya seolah-olah kita enggak percaya sama jawabannya ya Nah demikian wallahuam bissawab tib jadi ee ee pertanyaan itu juga harus dilihat redaksinya apa ya Nah bukan ya ee pertanyaan yang e menyelidik kan begitu ya seolah-olah sedang meng menginvestigasi sesuatu ya darinya ya dan sejenisnya wallahuam bisawab yang keempat banyak orang tua yang terlalu banyak cerita tentang dirinya ya tentang dirinya ya bercerita tentang pengalaman ya ini salah satu perkara yang perlu juga kita ceritakan kepada anak Iya dia perlu mengambil Ibrah pelajaran dari pengalaman hidup kita tapi ya jangan terlalu mengumbar cerita tentang diri kita ya selalu menceritakan tentang kita tentang diri kita seolah-olah ya Ee kita itu manusia sempurna ya nahah Ini juga ee kesan apa ya meninggikan diri begitu ya ee kurang humble Istilahnya ya maka perlu kita bicara tentang pengalaman kita Iya tapi enggak setiap waktu ya hingga terkesan itu apa ya membanggakan diri begitu ya ya membanggakan diri kita di depannya begitu ya bahwa saya adalah Ayah yang istimewa yang terbaik gitu ya Nah demikian ya Ee ada kalanya nya ya kita itu ee bercerita tentang dirinya tentang diri mereka anak remaja itu ya Artinya kita ini memang perhatian dengannya sehingga kita bisa bercerita tentang dirinya bukan hanya bisa cerita tentang diri kita ya Semua orang bisa Bicaralah tentang dirinya ya tapi enggak Semua orang bisa berbicara tentang orang lain dengan bicaraan yang positif ya Sehingga ini menunjukkan bahwa dia mengenali orang itu misalnya kita berbicara kepada istri k l tentang diri kita terus seolah-olah membangkakan diri kan begitu ya Nah dan ada kesan kita enggak mengenalinya begitu sebentara dia ada hadir di depan kita ya Nah sesekali kita perlu bicara tentang dirinya untuk menjelaskan kepadanya kesan isyarat bahwa saya juga mengenali dirimu Saya kenal dirimu kita bicara tentang dirinya ya tentunya hal-hal yang baik ya bukan ee perbicaraan yang negatif tentunya ya Nah demikian wallahuam bawab jadi beri Dia kesempatan untuk ya berbicara tentang dirinya sendiri dan ya bercerita jugalah tentang dirinya ya Nah demikian kadang-kadang orang itu enggak tahu tentang dirinya hingga diceritakan oleh orang lain karena ada ada ungkapan ya ee bau kita tidak tercium oleh kita sendiri tapi orang lain dapat menciumnya ya Nah demikian maka perlu bicara tentang dirinya kan begitu ya Wah kamu ini Ayah Lihat begini ini bagus ini dilanjutkan ini Sisi positifnya ini baiknya ini e seharusnya begini kan gitu ya jadi kita bicara tentang objeknya itu adalah lah dirinya dan ini lebih menarik baginya ya daripada kita terus-menerus bicara tentang diri kita seolah-olah membanggakan diri makanya kita katakan tadi ya kalau seperti itu ada kesan kurang humble gitu ya kurang rendah diri begitu ya E terlalu bangga dengan diri begitu ya seingga kita selalu bercerita tentang diri kita Ayah ini begini dulu ayah begini ya perlu ada momen-momen ya kita perlu menyampaikan pelajaran ya Ibrah dari pengalaman kita tapi tidak selalu hingga kesannya itu kita meninggikan diri kita sendiri di depannya ya wallahuam b anak itu juga perlu tahu tentang dirinya dari orang lain ya dan itu menarik ya kalau ada orang yang cerita tentang diri kita dalam hal-hal yang positif ya Misalnya ini ada orang berdialog dengan kita lalu dia berbicara tentang diri kita dalam hal-hal Yang Positif itu menarik untuk kita ikuti menarik untuk kita dengarkan Oh iya ya iya ya gitu ya Nah demikian tapi kalau kita bicara dengan seorang Dia berbicara tentang dirinya walaupun dalam hal yang positif ya dia ingin bericara tentang pengalaman-pengalamannya tentang kehebatan-kehebatan prestasi-prestasi yang telah diraihnya ya kita dengar cuma ya sebatas itu kita kurang tertarik ya untuk mendengarkannya lebih lanjut ya udah kamu hebat selesai ya Nah demikian wallahuam baawab Nah jadi seperti itu ya Nah kadang-kadang ya kita lupa ya larut membicarakan tentang diri kita ya wallahuam ya Nah demikian dan nabi banyak bercerita tentang ketika berbicara dengan seseorang nabi berbicara tentang dirinya seperti nabi berbicara kepada pada ee Abu Dzar al-ghifari misalnya nabi berbicara tentang dirinya wahai Abu Dzar kamu ini lemah dalam hal kepemimpinan pengelolaan harta kamu jangan begini bagusnya Begini Begitu dan ini menarik bagi seorang Abu Dzar ya demikian juga Abu Hurairah dan sahabat-sahabat lainnya yang ketika berdialog dengan nabi-nabi berdialog dengannya nabi tidak mulu bercerita tentang dirinya wahai Abu Dzar saya ini begini saya ini begitu enggak ya saya ini pernah Begini saya ini pernah begitu enggak ya Nah ini yang perlu kita ya ketahui ya supaya dialog kita dengan anak-anak remaja kita itu bisa lebih hidup ya dan menarik baginya wallahuam nah kemudian ini yang terakhir ya yaitu Jangan berbicara terburu-buru dialog buru-buru itu seperti misalnya kita bicara ingin segera menyudahi pembicaraan kita kita yang mulai ya kita pula yang mengakhiri kan begitu ya artinya apa ya kita terkesan seolah-olah ee enggak punya waktu untuk berdialog dengannya begitu artinya ya E mungkin lebih lebih terkesan dialog yang ee ee kita katakan terpaksa ya ya atau kebetulan ya nah jadi memang enggak ada persiapan enggak disiapkan ya itu nampai ya orang bicara dialog dengan kita ya dia memang enggak ada niatan dan enggak ada ee apa ya E ee enggak ada ee keinginan untuk berdialog dengan kita ya e dia ingin segera menyudahi dialognya ya atau seken sekenanya saja Dia Dia dialog dengan kita ini menunjukkan dia memang enggak ada niatan untuk dialog dengan kita maka jangan terburu-buru yang terkesan kesannya adalah kita ya Setengah Hati berdialog dengannya ya nah jadi itu perlu waktu yang kita sisihkan untuk berdialog ini Dialog itu perlu waktu karena dia dua arah Bagaimana kalau ee bisa terjadi dua arah kalau kita terburu-buru kita yang yang terjadi adalah kita ngomong terus ketika dia mau bicara kita putus karena kita enggak ada waktu ya kita tinggal aja dia ya nah jadi memang jangan ee sampingan jangan sambilan gitu ya tapi memang betul-betul waktu yang kita sisihkan untuk berdialog dengannya ya Nah demikian wallahualam maka kita perlu mengatur tempatnya misalnya misalnya di atas hidangan biasa manusia berdialog di atas hidangan ya Bahkan perkara-perkara penting negara aja kadang-kadang dibicarakan di meja hidangan itu ya itu urusan negara itu ya urusan gede ya ya ya itu ya itu artinya apa ya artinya ya Dialog itu perlu suasana Dialog itu perlu suasana yang kondusif misalnya ya di meja hidangan sedang makan kan begitu ya atau sedang ee di tempat yang yang enak untuk melihat pemandangan misalnya di halaman belakang atau di halaman depan atau ya Jadi ya Ee memang ada kesan kita memang mengkhususkan waktu untuk berdialog dengan mereka bukan sambilan atau sampingan atau kebetulan ya Nah demikian ya dialog yang lebih C kepada ba acciident gitu karena ya karena kebetulan aja begitu ya Nah para pemerhati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah tib jadi Beri waktu untuk pertemuan-pertemuan yang sifatnya pribadi untuk berdialog dengannya ya Dan ingat ini perlu diingat bahwa tujuan dari Dialog itu adalah untuk membangun hubungan yang positif ya itu tujuannya bukan fokus pada memperbaiki kesalahan ya Nah ee ini perlu ya karena seperti yang kita singung tadi ada sebagian orang tua ya yang baru bicara sama anak kalau ee kalau kalau berkaitan dengan kesalahan ya anak salah baru bicara anak salah baru bicara Jadi kesannya kebicaran itu hanya untuk menyoroti kesalahan ya jadi ini juga ee keliru ya adaakanya Ee pembicaraan kita dengan mereka bukan berkaitan dengan kesalahan tapi semata-mata untuk membangun hubungan ya untuk membangun hubungan ya kadang-kadang kita perlu membicarakan hal-hal yang yang lain ya yang mungkin berkaitan dengan ee sekolahnya atau hobinya atau bakatnya atau hal-hal lain yang itu menarik baginya untuk dibicarakan Tujuannya adalah untuk membangun bonding ya hubungan yang positif ya schemistri dengan anak kita ya dengan anak-anak remaja kita wallahuam baawab nah itu halhal yang perlu kita perhatikan ya berkaitan dengan ee dialog dengan ee para remaja atau anak remaja ya ee ee demikian ya Ee poin yang kita bahas ya Dari kemarin yaitu keterampilan berdialog dengan remaja berikutnya kita akan bahas nanti adalah bab berikutnya adalah keterampilan mendengar mendengarkan menyimak ini juga perlu keterampilan ya karena ada orang yang enggak bisa mendengar gitu ya enggak tahu cara mendengar menyimak yang baik maka ada istilahnya bukan hanya mendengar tapi menyimak atau dalam bahasa Arabnya istima ya fastamiulah Simaklah kalau ada Quran dibacakan maka fastamiulah artinya simak menyimak jadi mendengar saja itu perlu keterampilan apa apa yang kita maksud di sini nanti akan kita bahas pada pertemuan yang akan datang Insyaallah wallahuam bawab ya Nah demikian saja mudah-mudahan bermanfaat astagfirullahakum Muslimin inahu Nam baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukran jazak Khair atas materi yang telah disampaikan oleh Al Ustaz di pagi hari ini yaitu mengenai pembahasan ee keterampilan berdialog dengan anak remaja dan ini sangat menarik sekali yang kita siap bersama mudah-mudahan jadi wawasan yang bermanfaat bagi kita semua baik untuk selanjutnya kami akan buka e kami akan ajukan e pertanyaan di layanan pesan Whatsapp bagi Anda yang ingin bertanya sekali lagi silakan Anda bisa mengirimkannya di nomor layanan Whatsapp ya di nomor 0819896543 baik yang pertama Ustaz n kami ajukan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Bagaimana cara mengasah kepedulian anak remaja terhadap kondisi rumah Ustaz karena terlihat ee itu kurang peduli dengan keadaan rumah yang EE misalkan berantakan ee setidaknya sadar akan tanggung jawab bekas barang-barangnya sendiri seperti merapikan tempat tidurnya mencuci bekas e makannya dan yang lain-lainnya Ustaz nah mohon arahannya Bagaimana cara mengasah hal tersebut ya ini berkaitan dengan kebiasaan ya Ee ada pepat Allah bisa karena biasa ya Ee orang itu bisa melakukannya mudah melakukannya karena dia terbiasa nah dalam hal ini memang perlu dilatih dari kecil ya perlu melatih motoriknya untuk peduli begitu ya peka terhadap apa yang ada di sekitar kadang-kadang ada anak yang enggak peka terhadap sekitar dan enggak peduli terhadap barangnya sendiri apalagi barang orang lain ya Nah ini sebenarnya ya kita katakan PR ya bagi orang tua maka pendidikan akhlak ya itu harus dilakukan secara artinya eh Tahap demi tahap fase demi fase ya sejak dini semenjak anak itu bisa berinteraksi ya artinya muayiz ya Bahkan Kalau bisa sebelum itu sehingga dia terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan rumah ya contohnya ya bagaimana supaya kamarnya Rapi itu adalah ruang asinya ya karena sebagian anak ada yang enggak peduli ya Kamarnya berantakan dan Kang enggak dibiasakan di sini masalahnya adalah bagaimana orang tua membiasakan itu kalau bisa dari kecil karena kalau tidak terbiasa dari kecil sampai dewasa juga akan terbawa-bawa karena itu kebiasaannya karena itu ini berkaitan dengan kerja otak manusia ya kerja otak manusia itu adalah membuat pola dari setiap kegiatan aktivitas yang dia lakukan ya otak membuat polanya semakin sering itu kita lakukan maka semakin semakin kuat pola itu tertanam dalam benak kita sehingga kadang-kadang kita melakukan sesuatu tanpa Mikir Ya enggak ada perintah dari otak ya kita lakukan aja Kenapa karena sudah terpola ya di di otak kita ya Nah maka nabi menyuruh kita untuk melakukan satu itu Dawam terus-menerus supaya terpola nabi mengatakan ahabbul ammaliallahi adwamuha wainqolla amal yang paling baik yang paling disukai Allah adalah amal yang kue terus-menerus walaupun sedikit ya kenapa Karena yang ingin dibentuk adalah pola yang ingin dibangun adalah pola tadi di otak kita sehingga kita terbiasa maka ya itulah pepatah yang kita kenal dari kecil allahah bisa karena biasa sebagian anak ya biasa itu kenapa karena sudah Ee bisa dia melakukan itu Karena dia sudah terbiasa sudah dilatih ya Dan ini perlu ya Ee lingkungan pendidikannya mulai dari rumah sampai sekolah misalnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya tidak membiarkan kan sampah berserakan kalau sudah terbiasa itu dia akan risih lihat sampah itu ya dia tidak mau untuk membuang sampah sembarangan dia akan jaga kebersihan bukan hanya di rumah bukan hanya di kamarnya bukan hanya di rumahnya bahkan di luar ya nah nah sekolah Tinggal mengasah itu sebenarnya maka pendidikan utama itu harus berangkat dari rumah nah sekolah mengasahnya mempertajam itu maka di beberapa negara itu memang dibiasakan kebiasaan-kebiasaan yang sifatnya melatih disiplin sebenarnya muslim ya seorang muslim itu sudah dilatih disiplin dari ibadah-ibadah yang dia lakukan ya Ada salat lima waktu ya dan lain-lain sebagainya ya Ee yang mengasah melatih e seorang muslim itu untuk ya memiliki kedisiplinan di dalam hidupnya ya Nah demikian wallahuam ya Nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak syukran Khair atas jawaban dan arahannya demikian untuk yang bertanya dan selanjutnya kami ajukan kembali pertanyaan di layanan pesan Whatsapp ya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz eh bagaimana cara menasihati Anak yang suka mendengarkan musik Ustaz eh karena mereka ee saat ini sedang Gandung mendengarkan musik Ustaz Padahal mereka sudah tahu dan paham mengenai hal tersebut hukum dalam Islam ee mohon nasihatnya dari Ibu Lina yang berada di Bogor ya ini berkaitan dengan lingkungan Sebenarnya ya Ya mungkin di lingkungan rumahnya itu enggak ada karena orang tuanya sudah paham kan begitu ya Nah ayah Bundanya sudah paham Mungkin dia tidak dapatkan itu virus itu di rumah tapi dia dapatkan itu di di luar ya mungkin pergaulannya ya dari teman-temannya ya sama itu musik rokok ya pacaran ya itu biasanya penyakit-penyakit ini itu dia didapat oleh anak dari dari luar ya ingat kita tidak sendiri mendidik anak ya kita tidak sendiri mendidik anak ada di sana orang-orang yang ikut terlibat tanpa diundang dan memberikan pengaruh yang negatif maka kita perlu ya Awas juga ya terhadap lingkungan dan pergaulan anak-anak ya Mulai dari kecil itu Ya sampai remaja itu ya Sehingga anak yang sudah diwning ya dari kecil agar selektif dalam bergaul dia juga enggak sembarangan bergaul tapi kalau dibebaskan ada ee pandangan sebagian orang tua yang salah biarkan anak itu mencari temannya sendiri ya salah itu ya karena anak itu enggak sepenuhnya tahu cara mencari pergaulan ya cara mencari teman yang baik ya dia enggak tahu ya dia Anggap semua orang yang berbuat baik kepadanya adalah baik padahal belum tentu kan Nah ya Di sini perlu campur tangan orang tua karena masalah-masalah remaja yang banyak ya Di ya dialami oleh para remaja hari ini mulai dari pacaran mendengar musik merokok he ng-fap ya gu ya itu semua dari per pergaulan ya dari lingkungan pergaulannya ya ya mungkin ya Enggak mungkinlah orang tuanya ngajari pacaran kan begitu ya atau ngajari merokok ya enggak ada orang tua mungkin ya Apalagi sudah ngaji kan begitu ya sudah sudah mengerti ya pasti bukan dari rumah itu itu pasti dari lingkungan pergaulannya mungkin juga lingkungan pergaulan di luar sekolah atau bahkan di sekolah karena Enggak semua anak yang masuk sekolah itu sama semua ya Iya Nah macam-macam karena banyak orang tua yang datang ke sekolah membawa anaknya itu seperti Bawa baju kotor ke laundri ya dan ya namanya baju kotor ke laundri ya dilempar aja begitu nah ternyata kotorannya kotoran yang membandel begitu ya akhirnya e baju yang bersih juga akhirnya jadi kotor karena baju kotor Itu ya Enggak Enggak bersih-bersih kan begitu ya Nah ini mempengaruhi artinya apa begitu ter jadi di lingkungan pergaulan yang ada di sekolah kadang-kadang ya Nah sekolah kan juga enggak begitu selektif dalam hal ya Ee menerima murid-muridnya ya Lulus wawancara lulus ujian bisa bayar masuk kan begitu ya Nah bercampur baurlah di situ nah di situ anak itu perlu ya dilatih untuk memilih teman yang baik Bagaimana memilih teman yang baik ya hingga dia ya ya secara Ee kita katakan ee reflek bisa menjauh dari teman-teman yang enggak baik ini kan begitu ya Ah ini enggak baik ini Nah demikian ya dan ya juga orang tua perlu campur tangan misalnya dia e dia dapatkan ya Ee anak ini misalnya bergaul dengan teman-teman yang salah misalnya ya kita dapati Wah ini anak-anak yang suka nongkrong-nongkrong di kafe merokok ngfave kan begitu ya Ah ya dijauhkanlah anak itu dari situ karena kalau tidak ya yang namanya kebiasaan buruk itu lebih cepat menular daripada kebiasaan yang baik ya Nah demikian wallahuam bissawab ya mungkin itu masalahnya ya masalah pacaran masalah ngerokok masalah musik itu biasanya dari lingkungan dan pergaulan anak itu disadari bukan sendiri tadi ya seper dikatakan Masyaallah ya tantangannya pasti dari luar rumah Iya I EE mudah-mudahan bermanfaat jawaban ee dari Al Ustaz untuk para untuk penanya tadi khususnya dan juga umumnya untuk e orang tua kita semua ya Baik untuk selanjutnya kami ajukan kembali yang ketiga ada pertanyaan ya Ustaz Saya memiliki anak perempuan usia 14 tahun dia menjadi anak yang tertutup dan tidak peduli dengan lingkungan sitar Ustaz hanya mau bermain dengan satu atau dua orang saja dan selebihnya dia hanya diam di kamar tahun depan rencana anak saya sekolah ee mondok atau beraslama dan hasil penilaian dari psikolog sepertinya ni orang tua sudah pernah pergi ke psikolog Ustaz meminta agar anak kami tersebut itu mau terbuka dan mau berkomunikasi Ustaz mohon nasihat ya jazakah Kir ya ini banyak faktornya ya I eh usia 14 15 tahun itu puncak remaja ya Puncak remaja ya kita tahu kecenderungan remaja gimana Man ya Dia ee enggak suka ramai-ram itu seperti bocah ya He ada istilahnya Kumpul Bocah bocah senang ramai-rami ya Nah tapi kalau remaja ya seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dia cenderung sedang bingung juga ya baru pertama haid misalnya ya dia cenderung ya menjauh kan begitu ya atau ya punya kecenderungan menutupi diri begitu ya apalagi ini remaja putri jadi itu perlu ee ya kita katakan perhatian ya dari orang tua sebenarnya ya Nah Enggak bisa kita Ah biarin aja dia kan begitu ya Yang penting kan dia enggak buat ulah ya seperti itu banyak orang tua seperti itu akhirnya dia dibiarkan aja begitu ya Nah tidak didekati ya tidak ee melakukan ee pendekatan ya kepada ya remaja putri ini ya Nah ya sehingga orang tua juga enggak tahu apa yang terjadi pada remaja putrinya ya terutama ibu di sini ya yang ngerti seluk beluk wanita ya wanita kan ada mengalami masa haid di mana masa haid itu adalah masa yang yang baru ya di dalam kehidupan seseorang karena dia merasakan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya secara hormonal itu sudah terjadi perobah di situ ya Nah perbedaan ketika dia masih bocah ya suara yang mungkin berubah juga bentuk tubuh juga Berubah kan begitu ya terjadi perubahan-perubahan yang membuat cenderung anak itu menjadi introvert gitu ya atau membatasi diri itu sebenarnya suatu hal yang EE masih dibilang normal kan begitu ya cuma ini akan menjadi parah kalau dia didiamkan Ya sudah mungkin itu kesempatan bagi dia untuk ya menjauh gitu ya ya Nah mungkin orang tua yang kurang melakukan pendekatan di sini ya Ya dibiarkan karena sebagian orang tua prinsipnya ah dia enggak bikin ulah kok Biarkan aja kan gitu ya sementara orang tua enggak tahu apa yang terjadi pada anak ini Puncak usia remaja ya Nah di situ Itu masa-masa yang ya kita katakan orang orang yang punya power itu remaja ya tapi enggak diimbangi dengan kesempurnaan akal ini agak gamang Istilahnya ya itu maka dikatakan masa remaja itu masa labil katanya ya yang diidentikan dengan kelabilan Ya seperti itulah dia ya ya kita kalau terjadi perubahan pada diri kita ya kita juga cenderung apa diam dan menahan diri ya itu terjadi pada umur-umur tertentu ya Misalnya orang orang yang sudah lepas landas itu dari masa dewasanya ke masa senja misalnya sudah mulai tua kan begitu ya dan terasa tuanya begitu dan dia cenderung juga Pak berbeda ya berbeda Enggak seperti waktu masa dewasa yang senang kumpul-kumpul sama temannya heboh dan lain sebagainya kan begitu ya Nah ketika sudah masuk usia-usia tertentu ya Ada terjadi perubahan ya pada diri seorang ya kekuatannya sudah enggak seperti dulu lagi dan orientasi berpikirnya juga sudah berbeda kan begitu ya n wajar kalau ya orang itu memilih untuk menepi istilahnya menepi menyendiri kan gitu ya atau lebih suka sendiri kan begitu ya enggak suka lagi ramei-ramei kumpul-kumpul seperti anak mudaan gitu ya Nah remaja juga seperti itu dia dulu bocah kumpul-kumpul bocah namanya Kumpul Bocah Nah sekarang dia sudah mau beranjak dewasa belum dewasa tapi sudah enggak bocah lagi nah jadi suatu yang wajar juga kalau dia suka diam menyendiri kan gitu ya mungkin dia sedang bertanya ini apa Sedang apa Saya ini ya apa yang terjadi pada diri saya nah di situlah peran orang tua untuk mendekati menjelaskan Nah itu kita bicarakan sebenarnya dalam buku pendidikan seksual untuk anak dan remaja dan dalam dalam Islam artinya orang tua juga harus peka terhadap perubahan-perubahan fisikal ya fisik ya yang terjadi pada anak dan itu juga mempengaruhi batin psikisnya begitu ya Nah ini yang harus dipahami oleh para orang tua ya bahwa anaknya enggak bocah lagi bocah itu beda dengan remaja apalagi ini sudah sudah di usia Puncak remaja kan gitu ya Iya ada kegamangan di situ sebentar lagi dia dewasa lalu apa arti masa remaja Nah ya itu hal-hal yang jadi pertanyaan ya dalam kehidupan seseorang begitu ya Ada masa-masa dia perlu melakukan perenungan introspeksi kan begitu ya Nah demikian wallahuam baawab ya nah jadi jangan di ee dicurigai macammacam dulu ya kadang-kadang itu adalah suatu hal yang normal-normal saja sebenarnya cuma kita yang ngerti ya Kok begini gitu ya padahal Ya wajar aja begitu ya wallahuam bisawab cuma di sini perlu ya kita membimbingnya di situlah perlu kehadiran orang tua ya di samping anak-anaknya ya terutama anak-anak remaja ini lebih penting dan perlu untuk ditempel kesalahan yang sudah kita ulang berkali-kali dalam pelajaran buku ini adalah kesalahan sebagian orang tua atau kebanyakan orang tua adalah dia justru merenggang dan menjaga jarak kepada terhadap anak remajanya dan ini salah sebenarnya justru anak remaja itu perlu ditempel dalam arti kata bukan terus diikuti ke mana pergi enggak ya tapi dipantau terus karena perkembangannya itu sangat sangat cepat ya sangat cepat ya 10 tahun itu masa remaja ya usia 18 ke atas sudah pradewasa ya artinya apa dia sudah sudah siap untuk pisah dari kita punya kehidupan sendiri dan ini berat ya ini berat tidak seberat dari bocah ke remaja ya ya dari bocah ke remaja mungkin enggak berat tapi dari remaja menuju dewasa itu masa yang berat sebenarnya wallahuam B karena dia sudah berhadapan dengan tanggung jawab ya sudah berhadapan dengan tuntutan hidup dan ini berat ya enggak ringan itu maka bantulah ya anak-anak remaja kita untuk melewati masa-masa yang krusial itu wallahuam bawab subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wubuik alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nah baik alhamdulillah eh terima kasih banyak kepada Ustaz jazakallah Khair Barakallah Fik atas waktu yang telah diluangkan dan ilmu yang telah disampaikan di pagi hari ini dari pembahasan ee mengasah dialog dengan anak remaja kita mudah-mudah mudahan Allah berikan kemudahan bagi kita semua ya dan terus berusaha untuk mendidik mereka dan juga jangan lupa untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa taala untuk kebaikan mereka semua dan kami mohon maaf ada beberapa pertanyaan yang belum sempat kami ajukan karena keterbatasan waktu simak Terus kelanjutannya dan mungkin anda bisa memiliki buku tersebut yaitu buku pembahasan Ada apa dengan remaja yang sangat bermanfaat sekali untuk kita baca kita ambil ilmunya Untuk bekal kita mendidik anak-anak remaja kita demikian kami undir diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *