simak radio ruj Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahibbil alamin wasatu wasalamu asilyaursalin wa ali Wai wabidin ikhwat Islam pemerhati rja di mana pun anda berada barakahikum jazakumahir Terima kasih atas kesediaan Antum semuanya untuk meluangkan waktunya bersama kami menyimak beberapa program acara yang kami hadirkan ke layar kaca dan ruang dengar anda dan Insyaallah saat lagi kita akan simak serta ikuti bersama bimbingan dan pelajaran bersama Ustaz Ahmad Zainuddin alsi hafidahullahu taala dari studio Mini kediman beliau dan kita akan melanjutkan dari pembahasan kitab Fathul Majid syarhu kitabi tauhid bagi Anda yang bertanya seputar pembahasan ini nanti silakan di 021 236543 atau pesan singat di 0819896543 selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan ffadal maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim inalhamdulillah nahmaduhuainuhuagfiruh ubillahi anahuaduaahaillallah wahdahuikah waadu Anna Muhammad abduhu ya A ah inahum ah muhammadahu alaihii was waulla bidatin dolalah waa dolalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu Pagi 6 Rajab 1445 Hijriah atau di beberapa tanggal 5 Rajab ya 1440 Hijriah yang bertepatan dengan 17 Januari 2029 2024 kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid Syarah kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab an-najdi rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang Aulia kita berdoa Allahumma inasaluka waqala Allah aminum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat para pemirsa rajja TV dan para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada kita Pada kesempatan kali ini membicarakan baik Pada kesempatan kali ini kita pada ee bab majaaanjim yait halaman 447 ya Halaman 447 babuaanjim bab tentang meramal dengan bintang ya meramal dengan bintang dan ahibati fillahanillah wakum pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas perkataan dari Imam Bukhari rahimahullahu taala yaitu dia membawakan perkataan dari Imam qatada khalaqallahu hadinjuma zinatanama warjumantin waha Imam qatad rahimahullahu taala berkata Allah subhanahu wa taala ee ciptakan bintang-bintang ini untuk tiga faedah yaitu sebagai hiasan di untuk langit sebagai ee alat lempar untuk para setan dan sebagai tanda arah yang diambil petunjuk darinya yang diambil petunjuk darinya nah dan Kemudian beliau mengatakanan taawwala fiha ghairalik aktaa waa nibahu Wafa Ma Ilma lahu bih Siapa yang mentafsiri di dalam perbintangan tersebut selain hal itu maka sungguh dia telah melakukan kesalahan dia telah melakukan kesalahan dan dia menghilangkan bagiannya maksudnya dari pahala yang Allah subhanahu wa taala siakan Dia sia-siakan kemudian dan Dia berbuat tentang sesuatu yang tidak ada ilmu baginya akan hal tersebut nah pada pertemuan sebelumnya kita sudah mempelajari akan hal ini lalu sekarang kita di halaman 447 menulis rahimahullahu taala berkata wuum manilaram ibuu AHM penulis berkata khattabi rahimahullahu taala Amma ilmun Nujum alladzi yudrikuudr musyahadah walabar allw wa jihatulblahu [Musik] amu nah was Minal ufuq asarqi wa ak [Musik] bi Wah an ahli hadaru MTI muddatihi wa maridatihi yang artinya Imam Al khattabi rahimahullahu taala berkata Adapun ilmu Nujum yang diketahui dari Jalan penyaksian yaitu menyaksikan dengan mata kepala dan kabar yang dikenal dengannya azzawal yaitu apa berpindahnya matahari Wami jatulqiblah yaitu dikenal dengannya jihad kiblah maka sesungguhnya ini tidak masuk ke dalam apa yang dilarang dari ilmu Nujum nah ini perkataan Imam alkattabi rahimahullahu taala ketika beliau mengomentari perkataan Imam qatadah tadi yaitu perkataannya berbunyi begini taal ee Imam qatada rahimahullah membenci untuk mempelajari ilmu kedudukan bintang-bintang dan Imam Sufyan IBN uyainah juga tidak memberi keringanan untuk mempelajari di dalamnya ee mempelajari di dalamnya ilmu perbintangan tersebut dan yang menyebutkan akan hal ini adalah ee harb sedangkan Imam Ahmad rahimahullahu taala dan Imam Ishaq bin rahawe memperbolehkan untuk mempelajari ilmu kedudukan-kedudukan bintang berkata Abu Sulaiman alkhattabi rahimahullahu taala Adapun ilmu Nujum yang dengannya diketahui ee pergeseran matahari arah kiblat maka ini tidak masuk ke dalamnya Kenapa demikian karena pengetahuan bayangan tidak lebih daripada mengetahui sesuatu yang menjadi bayangan tersebut selama tidak bertentangan maka matahari setelah terbit ketika berada di atas langit dari arah ufuk timur dan jika bertambah maka matahari akan bergeser dari tengah langit ke arah umuk Barat dan ini ilmu diketahui dengan cara melihat dengan cara melihat bukan sesuatu ramalan akan tetapi memang orang-orang yang ahli perbintangan pada saat ini sudah mengambil alat-alat yang canggih yang dengannya seseorang mengetahui kapan matahari bergeser Kapan matahari ee condong ke barat dengan alat-alat tersebut sudah diketahui jadi tidak perlu harus melihat langsung tetapi dengan alat-alat tersebut sudah diketahui nah ini yang menjadikan bahwa Imam Ahmad dan Imam Ishaq IBN rahawi rahimahumullah Allah memperbolehkan untuk mempelajari ilmu perbintangan wa MA yadallu bihi minjumi Al jtil kiblah Adapun Apa yang dijadikan dalil dari bintang-bintang untuk menunjukkan arah kiblat faaha kawakibu radaha ahlu albrah Minal aimah all sesungguhnya itu adalah bintang-bintang yang diteliti oleh para ahlinya dari para imam yang kita tidak meragukan perhatian mereka terhadap perkara agama dan pengetahuan mereka tentang bintang-bintang tersebut wa sidqihim Fima akbaru bihi anha dan kita tidak juga meragukan keraguan mereka eh apa kejujuran mereka di dalam Apa saja yang mereka beritahukan tentang ee eh perbintangan [Musik] tersebut seperti dia menyaksikannya di depan Ka’bah dan juga menyaksikannya dalam keadaan jauh dari Kabah Adapun maka pengetahuan mereka adalah menenunjukkan dari bintang-bintang tersebut dengan cara almayanah melihat langsung sedangkan pengetahuan kita terhadap arah kiblat tersebut dengan cara menerima kabar dari ahlinya jika mereka bukan orang-orang yang kita ragukan keagamaannya dan juga bukan orang-orang yang kita e anggap remeh di dalam pengetahuan mereka tentang perbintangan tersebut intinya untuk mengetahui arah kiblat dengan bintang maka ini juga bukan sesuatu hal gaib yang tercela akan tetapi memang ada ilmunya yang diketahui oleh para ahlinya maka pada saat itu seseorang tidak meragukannya nah wa Rawa Ibnul Munzir an Mujahidin anahu Kana la Imam IBN Mir meriwayatkan dari Imam Mujahid rahimahullah bahwa beliau tidak menganggap dosa apa-apa jika seseorang belajar tentang ilmu-ilmu kedudukan bulan wa ru Ibrahim diriwayatkan dari Ibrahim Ibin e Ibrahim bin Yazid ini Ibrahim seorang ulama Salaf bahwa Beliau juga tidak meng menganggap apa-apa dari dosa jika seseorang belajar dari ilmu perbintangan untuk mengambil petunjuk arah dengannya qu Rajab Wal maunu Fi taumaisir la Ilir dan yang diizinkan di dalam belajar ilmu perbintangan ini adalah ilmu untuk menunjukkan arah kemudahan untuk menunjukkan arah bukan ilmu untuk memberikan pengaruh berdasarkan melalui bintang tidak ya bukan ilmu pengaruh melalui bintang Nun jika ilmu perbintangan digun untuk memberikan pengaruh bahwa bintanglah yang mengatur bintanglah yang mencipta bintanglah yang berkuasa maka ini haramuir baik itu banyaknya atau sedikit wa ilisiram maahajaitiq Jaiz jumhur Adapun ilmu Taisir ilmu untuk mengambil petunjuk arah dan jarak maka dipelajari sesuai dengan hajat kepadanya agar mengetahui arah mengetahui kiblat mengetahui Jalan maka ini adalah hukumnya boleh menurut jumhur disebutkan tadi bahwa ini adalah perkataan tentang bahwa Sufyan I tidak meringankan tidak membolehkan untuk mempelajari kedudukan bintang begitu juga rahim Ibnu Ismail Abu Muhammad alkirmani alfqih Min jti asabil imami Ahmad yang artinya beliau adalah Al Imam alhafid bin Ismail Abu Muhammad alkirman ahli fikih dari eh ulama-ulama mazhab Imam Ahmad yang merupakan ulama-ulama pembesar Rawa an ahmada WA Ishaq Wa ibnil madini w m wa alkirmani meriwayatkan eh beberapa pendapat dari Imam Ahmad Imam Ishaq rahawe Imam aliini Iin maain dan selainnya walahu kitabul Masail allati su Al imamu Ahmad wau mata dan harb alkirmani rahimahullah memiliki kitab almasa yang di dalamnya Imam Ahmad rahimahullahu taala ditanya tentang berbagai macam pertanyaan dan ahb alkirmani wafat pada tahun 208 waama Ishaq fahua Ibnu Ibrahim Bin makhlab Abu Ayyub alh anisaburi Al Imam almarufbni rahawai Rawa anb Mubarak wa Abi Usamah wainah waqati q ahmadu is Imam muslimu ahmadl AB AHM is yang dimaksud tadi adal Isha bin Ibrahim Bin makl Abu aub alali annaisabuni imam yang dikenal dengan panggilan atau gelar Ibnu rahawi Ishaq bin rahawe beliau meriwayatkan dari Abdullah bin Mubarak Abu Usamah Sufyan Bin uyainah dan yang sejajar satu leting dengan mereka Imam Ahmad rahimahullahu taala berkata ishaak Menurut kami adalah seorang Imam ulama besar dari ulama-ulama besar kaum muslim dan EE Imam Ahmad Imam Bukhari imam muslim Imam Abu Daud dan selain mereka meriwayatkan dari Ishaq IBN rahawe sedangkan Imam Ishaq Ibin rahawe juga beriwayatkan dari Imam Ahmad beliau wafat pada tahun 239 Hijriah beliau wafat pada tahun 239 Hijriah nah kemudian sekarang kita masuk kepada dalil yang ketiga di dalam Bab yang ke-29 ini ya dalil yang ketiga Nam para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala penulis rahimahullahu taala berkata wa Abi Musa radhiallahu Anhu Q Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallamahulri artinya Abu Musa alasari radhiallahu Anhu Beliau berkata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tiga jenis manusia tidak masuk surga yaitu pecandu khamar minuman yang memabukkan orang yang mempernyai sihir dan pemutus hubungan kekeluargaan hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya Inah adalah ini adalah eh dalil yang ketiga yang dibawakan oleh penulis kita baca apa yang dijelaskan oleh penulis penulis berkata hadis ini diriwayatkan juga oleh imamabarani Imam Hakim dan Imam Hakim rahimahullah berkata benar dan ini dikuatkan oleh Imam azzahabi rahimahullah atau disetujui oleh imamzzahabi nahrajri Min furuj Al ah dan eh kesempurnaan dari hadis ini ada tambahannya Siapa yang meninggal dalam keadaan dia kecanduan minuman memabukkan maka niscaya Allah akan meminumkan darinya dari air sungai alghutah sungai alghutah adalah sungai yang mengalir dari kemaluan-kemaluan wanita-wanita yang meninggal dirinya AH artinya penghuni neraka tersiksa atau ee ee bau dari di sungai tersebut menyiksa penghuni neraka menyiksa penghuni neraka nah disebutkan dari Abu Musa al-as’ari Abu Musa Hua Abdullah bin Qais bin sulaim bin Hadar bin Hadar Abu musaas sahabi Jalil Mat nama Abu Musa adalah Abdullah bin Qais bin sulaim bin Hadar al-as’ari dan beliau adalah sahabat nabi yang terkenal wafat pada tahun 50 Hijriah wafat pada tahun 50 hij kemudian tiga orang yang tidak masuk ke dalam surga ini adalah dari dalil-dalil yang merupakan ancaman para ulama Salaf membenci untuk menafsirinya membenci untuk menafsirinya jadi Biarkan saja seperti itu kata mereka W biarkan ia seperti yang sudah diriwayatkan karena Siapa yang menafsirkannya maka dia dikhawatirkan di atas bahaya kena menafsirkan tentang agama Allah tanpa kebenaran nah J Biarkan Saja Ini pendapat para ulama rahimahah Ahsan pendapat yang lebih kuat adalah dikatakan bahwa setiap perbuatan selain kesyirikan dan kekufuran yang mengeluarkan dari Islam maka sesungguhnya I diembalikan kepada Allah subhanahu wa taala jika allah subhanahu wa taala meniksanya maka itu adalah karena akibat dari dosa dan jika allah subhanahu wa taala mengampuninya maka Allah mengampuninya dengan karunia dengan pemaafan dan dengan rahmat Allah subhanahu wa taala nah Alwi artinya adalah orang yang kecanduan meminum minuman yang memabukkanah memutus hubungan rahim yakni alqab Hubungan kekerabatan Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah Muhammad ayat [Musik] 21 Maka apakah jika kalian e berpaling kalian akan merusak di bumi dan memutuskan hubungan-hubungan rahim kalian nah ini sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis kemudian dalam hadis juga yaitu mempercayai sihir secara mutlakanim termasuk daripada sihir adalah ilmu tanjim yaitu ilmu yang ramal dengan bintang ilmu yang meramal dengan perbintang ya inilah ee Sisi yang sesuai dengan hadis untuk ee BAB ya bihir yaitu percaya dengan sihir karena ilmu nujub hampir sama dengan ilmu sihir jika digunakan untuk meramal sesuatu yang tidak ee diketahui kecuali hanya oleh Allah Subhanahu wa taala nah ee kemudian Imam azzahabi rahimahullahu taala berkata di dalam Kitab beliau alkabairi waaliha dan masuk ke dalamnya adalah mempelajari pelajaran kimia dan mempraktiknya dan EE terputusnya seorang dengan istrinya wahabbattii dan kecintaan seorang suami kepada istrinya wa Wu dan kebencian Dia seorang suami dan kebenci ituu kebencian seorang istri dan kebenciannya dan yang semisnya dengan ucapan-ucapan yang tidak dipaham dan kebanyakan dari dosa-dosa besar bahkan seluruhnya Kecuali sedikit sekali mereka tidak mengetahui dari umat ini akan keharamannya dan tidak sampai kepada mereka peringatanan hal ini tidak sampai juga p mereka adalah eh ancaman siksa dalil-dalil tentang ancaman siksa dalam perihal ilmun Nujum n jadi para ikhw mati oleh Allah subhanahu wa taala di dalil yang ke empat ini makna dalilnya adalah menjelaskan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan tiga jenis manusia tidak masuk yaitu pecandu khamar minuman yang memabukkan kedua orang yang sakit orang yang mempercayai sihir yang ketiga pemutus hubungan keluarga Nah itu makna dalil yang keempat tadi hubungan dalil dengan bab bahwa dalil ini menunjukkan contoh perbuatan Syirik asghar yaitu menjadikan bintang sebagai sebab yang memberi pengaruh terjadinya sesuatu di dalam dalil ini disebutkan bahwa seseorang yang percaya kepada sihir termasuk yang diancam tidak masuk neraka dan percaya kepada bintang sejenis dengan keyakinan percaya kepada sihir nah itu yang dimaksud jadi dalam dalil ini disebutkan bahwa seorang percaya kepada si termasuk yang tidak yang dianjam tidak masuk surga dan termasuk yang percaya kepada bintang karena percaya kepada bintang itu sejenis dengan keyakinan percaya kepada sihir nah Alhamdulillah eh selesai kita membaca bab yang ke29 babuanim bab tentang ilmu Nujum nah eh mungkin kalau kita lanjutkan pada bab selanjutnya akan panjang dan lebih baik kita masuk kepada sesi pertanyaan sehingga bab selanjutnya pada tersendiri wallahuam nah silakan Naam Ustaz Barakallah fikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas kesediaannya guna menyampaikan pelajaran dan bimbingan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini Semoga Allah memberikan Taufik dan keberkahan untuk kita bisa memahami pelajar ini dan mengamalkannya dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Selanjutnya kami berikan kesempatan untuk and yang bertanya silakan di 021 0218236543 Sebutkan nama anda dan dari mana anda berasal untuk pesan singkat di 0819896543 silakan bagi penelepon yang pertama kami angkat Halo silakan atau pesan singkat di 0819896543 bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar pembahasan ini silakan Halo masih Kami tunggu pertanyaan anda Baik itu melalui via telepon maupun pesan singkat via telepon kami angkat di 02 18236543 atau sansinga di 0819896543 kami sangat berharap pertanyaan yang anda sampaikan berkesuaian dengan pembahasan yang telah disampaikan Ustaz pada kesempatan pagi hari ini silakan Halo Ya halo tidak tersambungkan kami berikan kesempatan di 0819896543 untuk Anda yang buat tanya via pesan singkat pertanyaan kami akan coba eh sampaikan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari hamba Allah yang bertanya Ustaz Apakah kita tidak boleh menggunakan perbintangan sebagai bentuk ee permainan mencairkan suasana dengan memberikan gambaran-gambaran berkaitan dengan tanggal lahir dan tahun seseorang mohon diberikan pencerahannya silakan Ustaz bismillahhamdulillah was wasam rasulillah seseorang tidak diperbolehkan untuk melakukan penyimpangan akidah walaupun dengan bercanda dan di dalam ilmu perbintangan baik itu zodiak ataupun perbintangan untuk meramal melaluiint bintang yang ada di langit maka ini adalah termasuk daripada hal yang terlarang dan seseorang tidak boleh bermain-main di dalam perihal hal-hal yang terlalang terutama kesyirikan kekufuran karena di dalam kesyirikan dan kekufuran itu terdapat pengolok-olokan terhadap Allah subhanahu wa taala eh Allah berfirmanum dan telah diturunkan di dalam Alquran dalam Alkitab apabila kalian Eh duduk apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah didustakan diolok-olok Maka jangan duduk bersama mereka jika kalian duduk bersama mereka Maka kalian termasuk dari mereka Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengumulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir dalam neraka jahanam seluruhnya wallahuam saya terima kasih atas Jawabannya selanjutnya kam berikan kesempatan kembali bagi Anda yang ingin menghubungi kami via telepon Kami tunggu pertanyaannya di 0218236 6543 Halo silakan Halo atau pesan singkat ee kami buka kembali di 0819896543 untuk Anda yang bertanya via pesan singkat silakan halo mohon maaf Ustaz karena tidak adaon yang masuk pada kesempatan pagi hari ini kita cukupkan sampai di sini perjumpaan kita Mohon maaf sekali lagi dan mohon iktitam dari Ustaz fad ya Ustaz ba bismillahhamdulillah Ali waihi W Amma ba ahibbati fillahillah waakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah sebelum kita tutup kajian kita membaca kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid ada pesan yang penting disampaikan oleh para ulama Salafus Saleh yaitu agar kita senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala untuk diwafatkan di atas keislaman yang benar berdasarkan al-qur’an dan hadis yang dipahami oleh para Salafus salh diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitabnya almin rahimahullah aballahu Allah in Asuka Isam wa muslim dari na rahimahullah pembantunya Abdullah bin Umar radallahu beliau mendengar Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berdoa saat berada di atas bukit Safa beliau berdoa ya Allah Sesungguhnya engkau telah mengucapkan berdoalah kalian kepadaku pasti aku langsung kabulkan untuk kalian dan Sesungguhnya engkau ya Allah tidak mengingkari janji dan Sesungguhnya aku memohon kepada engkau sebagaimana engkau memberi petunjuk kepadaku untuk beragama Islam maka janganlah engkau mencabutnya dariku Sampai engkau wafatkan aku dalam keadaan sebagai seorang muslim terhadap doa ini para ulama rahimahumullah menjelaskan di antaranya alhafiz Ibnu Abdul bar rahimahullah Beliau berkata duau Alla yunzaal islamui Ibrahim alaih salam doa Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma agar tidak dicabut Islam dari beliau ini terdapat mencontohi tauladan dari Nab Ibrahim alaih salam ketika beliau berdoa jauhkanlah aku dan keturunanku dari menyembah berhalaus alaih dan juga mencontoh doa Nabi Yusuf alaih salam yaitu Ya Allah wafatkanlah aku dalam keadaan seorang muslim dan kumpulkanlah aku beserta orang-orang Saleh bi was artinya dan jika engkau menginginkan ke hancuran aku di tengah manusia atau kehancuran manusia seluruhnya maka wafatkanlah aku kepadamu tanpa terkena ketergesaan atau tanpa terkena kehancuran dan tidak ada nikmat yang lebih Afdal dari nikmat Islam dalam Islam amalan-amalan akan menjadi suci Siapa yang mencari agama selainnya maka tidak akan diterima darinya meskipun berinfak emas sebesar bumi amatallahu alaih Wir ahlii Amin semoga Allah subhanahu wa taala mewafatkan kita di atas Islam dan dan semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita sebaik-baik orang muslim Amin itu yang dikatakan oleh alhafiz Ibnu Abdil bar dalam kitab beliau al-istizkar dari riwayat-riwayat ini perkataan-perkataan Salafus Saleh ini kita ambil pelajaran agar senantiasa berharap berdoa kepada Allah untuk diwafatkan di atas Islam dan tidak ada nikmat yang lebih besar bagi seorang muslim adalah kecuali dia diwafatkan dalam keadaan beragama Islam ini yang bisa disampaikan wasallallah Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakallahu Khairan kepada Ustaz yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan pelajaran dan bimbingan berf di kesempatan pagi hari ini semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan keberkahan untuk Ustaz sekeluarga dan kami ucapkan terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya pemerhati Roja di mana pun anda berada kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini Insyaallah kita akan berjumpa kembali di lain kesempatan kami akhiri subhanakallahumma W biihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply