J Lengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah hamdib muarak ahaallah wahuu muhamm Abdu islamakumullah para pemerhati R di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani maahullah dalam pembahasan kajian rutin kitabal iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini pembahasan masih melanjutkan tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai kitab atau buku Nah berikut kita akan simak penjelasan yang bermanfaat ini dan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz ffadol Maskur Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhuuhuagfirillah ahillah Fala mah wudlil Fala hadialah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulah haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun wa ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan juga muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam para pemerhati roa kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu dan masih kita membahas ya buku yang ditulis oleh Ibnul jauzi dengan judul talbis iblis kita sampai pada is iblis tipu daya iblis terhadap orang-orang yang EE memandang rendah dan remeh buku bahkan berusaha untuk melenyapkan dan menghilangkannya kita tahu bahwa buku-buku itu buku-buku agama Maksudnya ya buku-buku yang berisi ee ilmu-ilmu Syari merupakan penjaga agama sekaligus harta kekayaan bagi kaum muslimin ya Sekarang banyak ya manuskrip-manuskrip kuno itu yang tersebar di justru di ee daratan benua Eropa ya karena mereka menilai ini adalah salah satu turas yaitu warisan yang sangat berharga ya Ee menceritakan tentang agama yang Allah turunkan kepada nabi terakhir Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka kewajiban kita adalah menjaga ee kekayaan tersebut Ya nah tapi justru sebagian dari kaum muslimin malah ingin melenyapkan mengubur dan memendam buku-buku tersebut jika ada yang berkata salah satu alasan mereka berusaha untuk melenyapkan dan meminggirkan buku-buku ini adalah menurut mereka buku-buku ini menyibukkan ee mereka dari ibadah ya ada yang mengatakan kitab-kitab ini menyibukkanku sehingga tidak fokus dalam beribadah maka kita dikatakan kepadanya ini Ibnu jazi memberikan bantahan ada tiga tanggapan terhadap perkataan itu ya pertama adalah jika orang tersebut mengerti tentu dia tahu bahwa menyibukkan diri dengan ilmu adalah bagian dari ibadah ya karena nuntut ilmu itu juga ibadah bahkan ibadah yang EE utama ibadah yang terutama karena dia menjadi dasar bagi ibadah-ibadah yang lainnya ya maka tidak mungkin buku-buku ini justru menghalangi kita dari ibadah karena buku-buku ini yang mengantar mengantarkan kita kepada ilmu dan itu adalah alat menuntut ilmu yang enggak bisa dipisahkan dari menuntut ilmu maka pernyataan tersebut sepertinya kontradiktif yaitu antara dia mengatakan buku-buku ini menyibukkannya dari ibadah ya dengan menuntut ilmu itu sendiri merupakan ibadah ya Nah Kecuali mereka beranggapan bahwa menuntut ilmu itu bukan ibadah ya Nah ya tentunya tidak ada yang mengatakan seperti itu bahwa menuntut ilmu itu diperintahkan ya nabi S wasam memerintahkan kita tholabul Ilmi Faridah Al kulli Muslim ya nah dan banyak lagi ee ayat maupun hadis yang memerintahan kita untuk menuntut ilmu dan nabi berdoa ya salah satu doa Nabi adalah rbi Zidni Ilma yaitu doa e yang disebutkan di dalam al-qur’an ya demikian juga Nabi pernah mendoakan seorang sahabat yaitu eh Abdullah bin Abbas Allahumma faqihu fiddin Ya Allah berikanlah dia pemahaman dalam agama artinya itu suatu yang diperintahkan dan itu termasuk ibadah bahkan ibadah yang agung dan Mulia utama ya Nah maka sebenarnya orang tu tidak mengerti apa yang dikatakannya ya Dan salah satu Alat dan sarana wasilah kita menuntut ilmu itu adalah buku itu yang pertama yang kedua kesadaran ya Ee serta hafalan yang dimiliki saat ini tidak akan berlangsung lama ya karena kita akan khilaf lupa ya Ee maka perlu sesuatu itu yang ya apa namanya menjadi catatan hitam di atas putih ya maka buku-buku ini akan menjaganya menjaga agama ini dan salah satu ee perwujudan dari ee apa yang Allah katakan Inna nahnu nazzalna diikro wa inna lahu l hafizun Ya begitulah Allah memelihara agama ini mulai dari hafalan sampai menjadi tulisan sehingga baku sampai hari ini ya Nah demikian ya karena Allah tahu juga kekuatan manusia di dalam menghafal ya makin lama makin berkurang ya para Huffaz makin lama ya makin sedikit maka perlu ya ini di ee cetak ataupun di patenkan dalam bentuk tulisan maka ditulislah buku-buku hadis ya Nah kemudian berkembang hingga kita tahu ya Bagaimana isi perpustakaan sangat banyak ya kita katakan ee khazanah-khazanah ilmiah yang dimiliki oleh kaum muslimin untuk menjelaskan secara detail agama mereka Nah kalau buku-buku ini dilanyap dilenyapkan bagaimana kita bisa merangkai kembali ya apa yang sudah ditulis bertahun-tahun oleh para ulama tentunya akan hilang tersia-siakan dan ini sangat berbahaya yang ketiga Anggap saja kita berada pada puncak kesadaran maupun hafalan maksudnya adalah Adah kita hafal ya kita memiliki daya ingat yang kuat dan nilai itu akan berlangsung selamanya hingga tidak lagi memerlukan buku-buku tadi pertanyaannya adalah Mengapa tidak diberikan saja buku-buku hadis itu kepada orang-orang yang memerlukan ya yang tidak kuat hafalannya ya Nah karena kita tahu bahwa agama Islam makin lama makin berkembang ke seluruh penjuru dunia ya sampai ke kutub utara kutub selatan ke timur dan ke barat ya tentunya manusia tidak sama apalagi Ajam yaitu non Arab mungkin kesulitan untuk menghafal ya ilmu ini maka perlu sesuatu yang tertulis supaya bisa disebarkan ke seluruh penjuru dunia seperti sekarang ini kita tahu mushaf ya al-qur’an itu tersebar ke seluruh penjuru dunia ya tentunya ya ya Ee tidak semua orang bisa pergi ke seluruh penjuru dunia apalagi para hufaz ya qura ya tentunya tidak sebanyak mushaf yang dicetak Lalu bagaimana bisa agar ya Ee bangsa-bangsa dari berbagai negeri ini bisa membaca dan mengetahui isi al-qur’an artinya perlu di sana sesuatu yang tertulis hitam di atas putih ya maka kalaulah mereka beranggapan kami tidak butuh buku-buku ini ya karena kami punya hafalan yang kuat enggak akan hilang sampai hari kiamat maka di sana banyak orang-orang yang perlu itu ya perlu buku-buku ini ya karena mereka mungkin tidak memiliki hafalan yang kuat ya karena mungkin mereka orang-orang Ajam ya yang tidak mudah tentunya mempelajari Syariat Yang ee literasinya semuanya bahasa Arab kitab Suci diturunkan dalam bahasa Arab Nah demikian ya atau Mengapa tidak diwakafkan saja buku-buku itu kenapa harus dimusnahkan ya Nah Sehingga siapa saja bisa memanfaatkannya ya Nah demikian wallahuam bawab almarwazi meriwayatkan dari Imam Ahmad bin hambal bahwa ia pernah ditanya tentang seseorang yang mewasiatkan agar buku-bukunya dikubur kalau dia meninggal wasiatnya seperti itu buku-bukunya ditanam atau dikubur maka Imam Ahmad pun menjawab Aku tidak suka jika ilmu dipendam ee demikian jadi ini wasiat tidak semua wasiat harus dijalankan ya jika tidak benar maka Imam Ahmad memberikan jawaban itu artinya adalah ya enggak usah dijalankan wasiat seperti itu ya ya perkataan beliau Aku tidak suka jika ilmu dipendam ini isyarat wasiat seperti itu jangan di dijalankan Nah karena ilmu itu bukan untuk dipendam ada saja orang-orang yang bisa memanfaatkannya ya demikian juga kalau kita punya buku-buku agama yang bermanfaat ya maka Ya janganlah kita ee simpan di gudang sehingga Ee tidak ada yang bisa tidak ada yang memanfaatkannya ya Nah bisa dipajang di masjid atau di sekolah sehingga banyak orang yang ee apa namanya bisa memanfaatkan ya ya Nah kalau tidak ee ingin diwakafkan maka dipinjamkan ya Misalnya kita kasih stempel buku itu sehingga ya apa namanya ya bisa diketahui siapa pemiliknya hanya kita manfaatkan saja ee kegunaannya ini namanya manihatul anzi ya yaitu tidak mewakafkan atau tidak melepaskan harta itu tapi yang diwakafkan adalah manfaatnya itu juga bagus karena manihatul anzi itu salah satu di antara bentuk sedekah ya untuk ee ee kita katakan infak ya walaupun kita tidak melepaskan Kep pemilikannya ya kita tidak melepaskan kepemilikannya wallahuam bissawab jadi wasiat-wasiat yang e seperti ini ya karena kaidahnya wasiat itu apabila bertentangan dengan syariat atau berisi hal yang tidak baik atau mungkar maka ya Enggak boleh kita ee tunaikan dan laksanakan wasiat tersebut masih dari almarwazi dia juga bercerita aku mendengar Imam Ahmad bin hambal berkata aku tidak memahami alasan dipendamnya buku-buku ya artinya beliau tidak menyetujui tindakan yang mendam ataupun menyimpan atau memusnahkan buku-buku ya Nah demikian karena ada saja nanti orang yang bisa memanfaatkannya kalau kita tidak rasa tidak perlu ataupun tidak bisa memanfaatkannya mungkin di sana ada nanti orang-orang yang datang di ya sesudah kita yang mungkin bisa memanfaatkan buku-buku ee ilmu tersebut ya wallahuam tib Nah demikian ya sikap para ulama ya mereka sangat menghargai buku-buku itu B bahwa ini adalah salah satu Khazanah bahkan kekayaan kaum muslimin ya yang perlu kita jaga ya karena Ee tidak tidak semua agama ya memiliki literasi ataupun ee ya kita katakan ee peninggalan-peninggalan ilmiah yang lengkap seperti yang dimiliki oleh Islam ya Maka kalau kita masuk perpustakaan ya perpustakaan Islam itu penuh dengan buku-buku dari berbagai disiplin ilmu ya bukan hanya dari satu disiplin ilmu yang menyentuh semua sendi kehidupan manusia ya menyentuh semua sendi-sendi kehidupan manusia ya Nah demikian ya ee belum lagi ya kita katakan ilmu-ilmu yang mendukung ya agama Seperti ilmu-ilmu alat ya ya ilmu bahasa ilmu Hadis ilmu fikih Ilmu Tafsir dan lain-lain sebagainya ya maka ee Ini kekayaan yang EE luar biasa ya nah dan itu semua ya terjadi tidak dalam kurun waktu yang pendek ya itu terbangun ya dari generasi ke generasi sehingga ya kita kaum muslimin memiliki kekayaan yang luar biasa berkaitan dengan ee peninggalan ulama-ulama Ee kita wallahuam bissawab tib ya Nah demikian kemudian ee Ibnu jauzi melanjutkan lagi bab ini dengan talwiis iblis atas kaum Sufi e terkait pengingkaran mereka kepada orang yang menyibukkan diri dengan ilmu atau ee menuntut ilmu ya menuntut ilmu atau lebih e khusus lagi yaitu mendalami ilmu karena kalau hanya menuntut ilmu belum tentu sibuk dia dengan ilmu tapi kalau sudah mendalami ilmu ya menekuninya maka ini pasti Dia menghabiskan banyak waktu untuk itu dan kaum Sui mengingkari orang-orang seperti ini ya mengingkari orang-orang seperti ini mungkin mereka tuding ini terlalu berlebihan ya Atau enggak ada manfaatnya ya Nah ini semua adalah talbis iblis terhadap mereka penulis mengatakan ya yaitu Ibnul jauzi berkata karena kalangan Sufi terbagi menjadi dua golongan ya golongan pertama kata beliau adalah orang-orang yang malas menuntut ilmu dan yang kedua yaitu orang-orang yang mengira ilmu sebagai sesuatu yang muncul di dalam jiwa sebagai buah dari ibadah artinya yang kedua ini mereka mengatakan ilmu itu otomatis datang kalau kita rajin ibadah enggak perlu menuntut ilmu rajin ibadah aja ya ini Pandi sendiri Istilahnya ya enggak perlu nuntut ilmu yaitu ee golongan kedua golongan pertama Memang mereka malas menuntut ilmu mereka tidak menuntut ilmu ya Nah demikian yang kedua sebenarnya tidak menuntut ilmu juga tapi dengan alasan yang berbeda alasan mereka kita sibukkan diri aja dengan ibadah ilmu otomatis datang dengan sendirinya begitu ya Nah demikian dan mereka menyebut ilmu ini sebagai ya ilmu seperti ini ya ilmu yang e didapat dari ee ibadah ya dari ketekunan beribadah ini adalah ilmu batin ya Sedangkan ilmu yang dipelajari dengan belajar yang didapatkan dengan belajar kata mereka itu ilmu Zahir maka mereka harus melarang ya menyibukkan diri diri mereka dengan ilmu Zahir ini karena itu kata mereka mubazir mereka langsung naik ke level ilmu batin ya maka mereka merasa tidak perlu menyibukkan diri dengan ilmu karena dengan ibadah mereka bisa naik ke derajat yang lebih tinggi dari sekedar ilmu yang mereka ee yang dituntut dengan belajar ya yaitu ilmu batin ya sementara ilmu yang didapat dengan belajar kan begitu ya belajar dari guru itu adalah ilmu Zahir ya yang derajnya di bawah diriwayatkan dari Jafar alkuldi dia mengatakan Andaikan para sufi meninggalkanku dan aku terus menuntut ilmu Zahir tentu aku dapat menyampaikan semua sanad yang ada di dunia ini kepada kamu sungguh saat masih muda aku sering menemui Abbas aduri dan menulis hadis dari lisannya dalam satu majelis ilmu suatu hari setelah aku keluar dari majelis alabbas Dar dari majelis Abbas aduri aku berpapasan dengan salah seorang sahabatku dari kalangan Sufi dia bertanya apakah yang kamu bawa itu aku lalu memperlihatkan catatanku kepadanya ya catatan ilmu beliau mencatat ya dari Abbas aduri maka dia berkata untuk apa ini apa-apaan ini kamu meninggalkan ilmu khiraq yaitu ilmu batin ilmu firasat ya kemudian beralih lantas mengambil ilmu warq atau ilmu Warik yaitu ilmu kertas yaitu ilmu ilmu Zahir lalu dia merobek kertas catatan milikku itu ya dan ee ya mengoyak-ngoyaknya ya merobeknya kata-katanya itu merasuk ke dalam hatiku sehingga aku pun tidak pernah lagi kembali ke majelis ee Abbas aduri tadi ya Demikian Ya ee ee kita katakan riwayat-riwayat yang dinisbatkan kepada kaum Sufi menunjukkan ketidaksukaan mereka kepada ee ilmu dan menuntut ilmu Nah demikian bagi mereka itu enggak perlu ya bagi kelompok yang kedua tadi itu enggak perlu karena mereka bisa langsung naik ke level ilmu batin dengan ibadah ya Nah demikian ya tentunya ini enggak masuk akal Ya kita bisa tahu ya ilmu-ilmu syariat tanpa belajar cukup dengan ibadah saja itu sama dengan kita ingin rezeki cukup ibadah dan doa saja di masjid otomatis Rezeki itu datang dengan send dirinya tentunya tidak ada orang yang percaya dan bisa membenarkannya ya nah jadi kita perlu mencari rezeki dengan bekerja tentunya ya bukan dengan ibadah di masjid doa di masjid kemudian ee Rezeki itu datang sendiri ya tentunya ya itu ee tidak bisa dibenarkan secara akal sehat ya demikian juga apalagi ilmu ya bisa datang dengan sendirinya bisa tahu dengan sendirinya tanpa belajar cukup dengan ibadah ini ini mungkin kesalahan berpikir ya atau penyimpangan Ee kita katakan berpikir ya bagaimana orang itu bisa dapat ilmu tanpa belajar cukup dengan ibadah lalu Bagaimana ilmu itu bisa sampai ke kepalanya gitu ya dan bisa masuk ke dalam hatinya lalu dia dapat memahaminya kalau dia kalau dia klaim bahwa saya tahu ini dan itu maka pasti itu berasal dari dugaan-dugaannya ya bukan berasal dari ilmu yang dimilikinya karena kepalanya enggak ada isinya tentunya kalau dia enggak belajar gimana dia tahu ya nabi dapat Wahyu nabi tahu karena nabi dapat Wahyu ya dari Allah subhanahu wa taala yang menyampaikan Kepada beliau Malaikat Jibril yaah kalau kita enggak dapat Wahyu ini kita kira mungkin Wahyu ternyata itu adalah wahyu setan setan yang mewahyukan itu ataupun yang meng ee memasukkan itu ke dalam pikiran kita ya para jemaah yang dimuliakan Allah pemarati Raja kaum muslimin dan muslimat yang EE dirahmati Allah subhanahu wa taala aku berkata aku mendengar dari Abu Said al-qindi Dia berkata aku tinggal di tempat perkumpulan mereka yaitu para sufi tapi aku tetap mencari hadis sembunyi-sembunyi ya tanpa diketahui oleh mereka ya I masih berkumpulkumpul-kumpul dengan komunitas itu tapi dia sembunyi-sembunyi menuntut ilmu Hadis ya Nah suatu ketika tintaku jatuh dari lengan artinya Ketahuan ya bahwa dia menuntut ilmu dia bawa alat tulis lalu seorang seseorang seorang dari mereka berseru tutupilah aibmu artinya itu suatu aib ya ketahuan nuntut ilmu dianggap itu adalah suatu aib ya yang harus ditutupi ya Nah demikian diriwayatkan juga dari al-husain bin Ahmad assffar Dia bercerita suatu hari aku membawa alat tulis lalu asyibli berkata kepadaku sembunyikanlah tulisan milikmu itu dariku tulisan Hatiku sudah cukup bagimu ya E tentunya ini kata-kata yang seolah-olah puitis ya ee seolah-olah ee memiliki makna yang dalam ataupun tafsir yang dalam tapi ini perkataan konyol Sebenarnya ya tulisan hati gimana membaca tulisan hati ini kan mengada-ngada sebenarnya ya ya Ee hati itu sendiri berbolak-balik ya Yang yang bisa menulis tulisan yang bisa menulis dalam hati manusia itu ee cuma malaikat yang di perintahkan Allah ya yaitu malaikat hafadah wa inna alikum l hafizin yang mencatat G itu untuk dengan ee untuk kepentingan mencatat amal hamba maka ditulislah apa yang ada di dalam hati ya Nah demikian Walaupun ada yang dihisab ada yang enggak dihisab amal hati itu ya Nah jadi ini satu hal yang enggak mungkin ya mustahil orang itu bisa belajar dari tulisan hati seseorang gitu gimana dia bacanya nya bagaimana bisa membaca hati manusia begitu ya Nah demikian dan ini Tentunya kata-kata seperti ini untuk mengalihkan manusia dari menuntut ilmu yang sebenarnya ya menuntut ilmu dari buku Misalnya membaca mendengar ya Ee guru misalnya menyampaikan ilmu kepada kita ya dan mencatatnya ya wallahuam bisawab Ibnu jauzi mengatakan bentuk penentangan terbesar kepada Allah di antaranya adalah menghalangi manusia dari jalan Allah dan jalan ilahiah dan jalan Allah yang paling jelas adalah ilmu ilmu menuntun menuju Allah subhanahu wa taala menjelaskan hukum dan syariatnya juga apa yang EE berisi ee juga ilmu itu berisi apa yang disukai Allah dan apa yang di memurkainya maka menghalangi manusia untuk menuntut ilmu ya Hatta itu dari buku ya sama dengan memusuhi Allah dan juga syariatnya namun sayangnya mereka yang melarang menuntut ilmu ini tidak menyadari tindakan buruk mereka itu bahwa tindakan mereka itu keliru begitu ya Nah demikian wallahualam Abdullah Abu Abdillah bin khafif berkata sibukkanlah dirimu dengan mempelajari ilmu dan jangan terpedaya oleh para sufi karena dahulu Aku menyembunyikan tintaku di kantong baju tambalanku dan kertas di tali pengikat Celanaku aku menemui seorang Alim sembunyi-sembunyi kemudian terungkap ketahuan dan mereka memusuhiku mereka berkata Kamu tidak akan beruntung ya Kamu tidak akan beruntung tapi Setelah itu mereka justru membutuhkanku mereka justru membutuhkanku mereka butuh kepadaku Ya karena mereka baru menyadari bahwa mereka jahil ya enggak tahu ya maka Allah mengatakanina yaminaamun Katakanlah Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu orang yang belajar dengan orang yang tidak belajar kalaulah sama orang yang belajar dan orang yang tidak belajar ya enggak perlu sekolah Sebenarnya ya enggak perlu sekolah ya menuntut ilmu itu sia-sia kalaulah orang yang tahu dan tidak tahu sama aja dan juga ya kalaulah ya kita katakan menuntut ilmu itu e bisa dilakukan tanpa sekolah tanpa belajar ya ya maka untuk apa Allah subhanahu wa taala mengatakan di dalam al-qur’an fasalu ahlikri inkuntum la talamun tanyakanlah ahli ilmu jika kamu tidak tahu ya enggak usah bertanya kenapa karena setiap orang bisa dapat ilmu bukan dengan belajar dia cukup banyak ibadah dia tahu segalanya ya enggak usah Mufti Kenapa karena setiap orang bisa ibadah dan e bisa tahu segalanya bisa berfatwa ya walaupun dia tidak belajar dia cukup beribadah dan menampilkan diri sebagai ahli ibadah ya pakai sorban yang tinggi pakai jubah yang panjang ya pakai celak yang tebal kan begitu ya Nah dengan tasbih di tangan kemudian dia merasa sudah tahu segalanya begitu ya tanpa perlu belajar begitu nah itu tentunya enggak bisa diterima oleh akal sehat Nah itu yang terjadi kata beliau di sini abu Abdullah Al khafif ya Dulu mereka dia bersama mereka tapi dia sembunyi-sembunyi belajar ketika ketahuan diusir Nah iya dia pun pergi nah kemudian ya Be beberapa waktu setelahnya atau kemudian barulah ya mereka tahu bahwasanya mereka membutuhkan dia ya dengan ilmu yang dimilikinya wallahualam Imam Ahmad bin hambal suatu ketika melihat para penuntut ilmu yang membawa alat tulis lalu dia mengatakan inilah lentera-lentera Islam inilah Dia lentera-lentera Islam ya Nah demikian Imam Ahmad sendiri selalu membawa alat tulis meskipun sudah tua hingga ada seorang yang bertanya kepada beliau sampai kapan Anda membawanya membawa alat tulis itu wahai Abu Abdillah maka Beliau mengatakan alat tulis ini terus dibawa sampai ke liang itu sampai tua beliau tetap mencatat menulis ya ya kita tahu banyak karya-karya yang dihasilkan oleh Imam Ahmad jadi tidak berhenti Nah sebagai penuntut ilmu berhenti menuntut ilmu dan lebih memilih berbisnis mungkin ya Nah dan dan berhenti dari mencatat ilmu ya Nah demikian ya sayang sebagian orang punya potensi di jalan ilmu tapi dia tinggalkan lalu dia memilih yang lain yang lain itu hal-hal yang lain itu banyak yang bisa menanganinya tapi ilmu Enggak semua orang ya punya potensi bakat ya Yang yang yang yang cocok untuk itu enggak semua orang seperti Abdullah bin Abbas Ya enggak semua orang bisa ee merekam ilmu seperti Abu Hurairah ya Ada sahabat ya berm macam-macam profesinya tapi enggak sama kan Abdullah Abdurrahman bin Auf dengan seorang Abdullah bin Abbas ya enggak sama ya Nah demikian jadi enggak semua orang mampu berada di jalur ilmu yang kita sayangkan ada sebagian orang yang punya potensi di jalur ilmu tapi dia tinggalkan dia enggak sibuk lagi dengan alat tulis tapi sekarang mungkin dia sibuk bisnis kan begitu ya wallahuam bawab Nah demikian jadi itu Imamah sampai tua ya membawa alat tulis itu artinya beliau tetap berkiprah di jalur tersebut karena itu adalah ya kita katakan bidangnya yaitu adalah ee bakatnya itu adalah anugerah yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya tidak semua orang diberi Anugerah untuk bisa bertahan di jalur ilmu dan Enggak semua orang juga sama di dalam dalam ketahanan belajar ketahanan menuntut ilmu ada yang enggak tahan memang dan karena bukan bukan bakatnya ya bukan dunianya juga ya bukan jalurnya gitu ya Nah seingga ya mungkin dia enggak cocok di situ tapi ada sebagian orang yang Allah kasih Anugerah ya ketahanan belajar ya di majelis ilmu sendiri Kita tahu ya sebagian orang yang memang punya ketahanan belajar dia betul-betul menuntut ilmu dengan orang-orang yang Ya sekedar formalitas saja datang ke majelis ilmu ya mendinglah Daripada dia enggak datang ke majelis ilmu dia duduk di situ dan dia mendengarkan Kebaikan dia dapat kebaikan juga ya tapi kedudukannya kan enggak sama dengan ee yang benar-benar ya penuntut ilmu begitu ya yang memang punya bakat di dalam ilmu ya maka kepada siapa saja yang Allah anugerahkan bakat di jalur ilmu jangan disia-siakan ya jangan tinggal kan itu ya kemudian karena ya terpesona ataupun ee terpengaruh dengan dunia yang Allah berikan kepada sebagian orang Ya karena ya kadang-kadang enggak bisa digabungkan kita berada di jalur ilmu kemudian kita dapat dunia yang melimpah mungkin ya dunia Mang enggak sempurna ya ada pilihan di situ tapi apa yang kita pilih di jalur ilmu itu sebenarnya kekayaan yang ya melebihi kekayaan yang dikumpulkan oleh mungk semua orang kaya yang ada di muka bumi ini wallahuam baawab sehingga kadang-kadang banyak penuntut ilmu itu yang tergoda begitu ya hingga meninggalkan ilmu dia lebih memilih ya mungkin di yang lainnya kan begitu yang mungkin dalam tanda kutip lebih menghasilkan dunia daripada di jalur ilmu yang mungkin gitu-gitu aja dunianya ya Nah demikian wallahuam baawab ya karena bakat yang Allah berikan itu anugerah sebenarnya karena kalau Mungkin orang yang sibuk dengan dunia itu memang dia enggak bakat ya dan memang bakatnya ngumpuli duit Ya mungkinlah ya ya biarkan saja memang itulah bakat yang Allah berikan kepadanya nah tapi sayangnya para penuntut ilmu diberi bakat untuk ilmu tapi dia sia-siakan ini ya kita katakan sangat rugi tentunya ya wallahuam bisawab maka Beliau mengatakan alat tulis ini akan terus dibawa Sampai k liang lahad kata beliau Nah Imam Muhammad menuturkan terkait sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam la tazalu thifatun Min ummati mansurin laaduruhum Man khahum Hatta takum saah akan selalu ada sekelompok dari umatku yang mendapatkan pertolongan tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang mengabaikan mereka memandang mereka sebelah mata mungkin ya memandang mereka rendahlah ya karena hanya bisa ilmu gitu ya hingga terjadi kiamat hingga kiamat terjadi Imam Ahmad berkata jika mereka bukan para ahli hadis Aku tidak tahu siapa yang dimaksud itu maksudnya itulah dia Ahlul hadis yang EE yang memiliki loyalitas di dalam ilmu ya Yang mana bangunan agama ini ya dibangun ataupun disusun dengan karya-karya mereka agama ini ya dibangun disusun dengan karya-karya mereka ya yang akan bertahan sampai hari kiamat maka merekalah thaifatul mansurah ya yang dimaksud nabi di dalam hadis tersebut ini penafsiran Imam Ahmad ya kalau mereka bukan ahl hadis Aku enggak tahu lagi Siapa mereka yang jelas mereka bukan pebisnis ya Nah demikian itu mereka kata Imam Ahmad di sini adalah mereka adalah Ahlul hadis para penuntut ilmu yang membangun ya menyusun bangunan agama ini ya Nah demikian yang merupakan perwujudan dari firman Allah subhanahu wa taala inahnu naalik dengan itulah Allah menjaga agama ini Nah demikian saja mudah-mudahan di lain kesempatan bisa kita lanjutkan subhanakallah wabihamdik asadua ilahailla Anta astagfiruka alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Nam Terima kasih jazakahuhair Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz abuan alathari almaidani mafahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktuang yang telah diberikan untuk kita semua demikian islamakumah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan penjelasan tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak menghargai kitab atau buku Semoga apa yang telah kita simak dengarkan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika asadua wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply