Ustadz Anas Burhanudin, M.A. – Wasiyat Shughra Ibnu Taimiyyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

radio ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] iniasah [Musik] was di manapun Anda berada Insyaallah kami akan hadirkan ke layar kahir bagi anda para pemirsa Roja TV yang tel lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian iniah secara langsung Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin wasatu wasalamu sayidil mursalin wa alihi wa asihi tabium bianiddin am ba segala puji bagi Allah selawat dan salam Semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarga beliau dan segenap sahabatnya dan orang-orang yang meniti sunahnya pemira R TV dan pemerhati radio ro di mana saja anda berada Alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah bersama Al Ustaz Anas Burhanuddin lfahullahu taala pembahasan dari risalah dan Kitab sikhul Islam yaitu Al wasasiyatus Sugra Alhamdulillah eh telah terhubung bersama kami Ustaz dari stdi Jember dan langsung saja kita mulai pembahasan dan kajian sore hari ini kepada Ustaz kami persilakan falatafadal Maskur Bismillahirrahmanirrahim walhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asofilya mursalin sayidina Muhammadin waa alihi waihi AJM Amma ba kembali kita panjatkan syukur kita kepada Allah subhanahu wa taala atas nikmat Anugerah karunia dan taufiknya sehingga pada kesempatan sore hari ini kita bisa kita kembali bersua dalam rangka mendalami agama Allah subhanahu wa taala melalui sebuah kitab kecil yang bermanfaat yakni kitab Al wasiyah assugra karya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala yang wafat pada tahun 728 Hijriah pada pertemuan sebelumnya telah kita lewati sesi ke-13 dari kajian ini di mana kita mulai membahas jawaban Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala untuk pertanyaan yang keempat apa kitab terbaik dalam Islam yang bisa kita pelajari dan seperti dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya sebelum beliau menjawab pertanyaan ini beliau menyebutkan beberapa kaidah penting bagi penuntut ilmu di antaranya bahwasanya untuk menjawab pertanyaan ini kita tidak bisa menemukan satu jawaban yang sama untuk semua orang Tapi jawabannya bisa berbeda dari orang ke orang dari negeri ke negeri dari satu tempat ke tempat yang lain karena memang kondisi umat Islam dan para penuntut ilmu dan santri tidak sama maka kita harus mempertimbangkan kondisi negara mereka kondisi zaman mereka kondisi tempat mereka belajar sistem pelajaran atau sistem menuntut ilmu yang ada di negeri Mereka berbeda-beda kemudian seorang penuntut ilmu hendaknya meminta tolong kepada Allah subhanahu wa taala untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat baik itu ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yakni ilmu agama ataupun ilmu yang tidak diwariskan oleh Beliau namun beliau menganjurkan umat Islam untuk belajar yakni ilmu duniawi yang bermanfaat seperti teknik kedokteran kemudian perkapalan penerbangan ekonomi keperawatan Kebidanan dan lain sebagainya juga di antara hal pokok yang beliau Jelaskan poin yang ketiga adalah hendaknya seorang penuntut ilmu tidak hanya mempelajari hukum-hukum tapi dia juga mempelajari maqasidus Syariah maqasidus Syariah Apa hikmah di balik syariat ini Apa hikmah di balik syariat itu apa tujuan disyariatkannya hal ini dan hal itu dia hendaknya eh juga memiliki semangat untuk mempelajari hikmah dan maqasid Syariah ini Kemudian pada poin yang keempat beliau menjelaskan bahwasanya seorang penuntut ilmu juga hendaknya berpegang teguh kepada sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam setiap permasalahan jadi hendaknya dia punya dalil dia punya landasan hukum dalam setiap permasalahan yang diajarkan dan landasan hukum ini diambil dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Maka kalau dia mendapati permasalahan yang disepakati itu adalah masalah ijma dan ijmak adalah salah satu dalil juga dia tidak boleh untuk menyelesainya begitu juga kalau ada masalah ikhtilafiah masalah yang diperselisihkan di antara para ulama tapi ada Nas dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam permasalahan itu maka hendaknya dia mengambil pendapat yang didukung oleh Nas atau dalil dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam baik berupa ayat al-qur’an maupun hadis yang sahih misalnya permasalahan annabid almuskir nabid adalah air yang didapat dari campuran kurma ya Jadi ada kurma yang dimasukkan ke dalam satu gelas misalnya maka kemudian Air ini akan berubah menjadi manis tentunya rasanya menjadi manis warnanya menjadi kecoklatan nah ini adalah nabir yang pada hari pertama dia tidak memabukkan tapi ketika lewat beberapa hari dia mulai keluar buih dan mulai memabukkan maka ini disebut sebagai annabid almuskir ya nabit yang memabukkan nah Terata hukum nabit muskir ini tidak disepakat oleh para ulama eh dalam mazhab Hanafi mereka berpendapat Bah nabi muskir tidak apa-apa diminum selagi tidak sampai membuat orang mabuk padahal Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diriwayatkan dari beliau bahwasanya ee setiap yang memabukkan itu adalah khamr ya dan bahwasanya kalau yang sedikit memabukkan kalau kalau banyaknya memabukkan maka Minum sedikit pun juga tidak boleh nah ini termaktub dalam hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang sahih maka meskipun ini adalah ee masalah ikhtilafiah di antara para ulama bukan sesuatu yang disepakati tapi kita menemui ada dalil-dalil yang tegas dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka hendaknya dalam permasalahan seperti ini kita juga mengikuti pendapat yang lebih didukung oleh dalil kemudian jenis yang ketiga adalah permasalahan-permasalahan yang cukup pelik di antara para ulama seperti misalnya permasalahan wajibkah orang yang makmum membaca di belakang imam yang salat dengan dikeraskan kemudian Apa kewajiban seorang yang hamil atau menyusui Jika dia tidak berpuasa kemudian juga permasalahan misalnya apa hukum mmah dan istinsyaak hukum berkumur dan menghirup air saat kita berwudu ya menghirup air ke dalam hidung kemudian kita melepaskannya atau istinsyak ini adalah beberapa contoh yang terjadi perbedaan pendapat yang pelik dalam permasalahan itu dan barangkali tidak ada Nas yang tegas dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Nah untuk permasalahan-permasalahan yang seperti seperti ini beliau menyebutkan bahwasanya hendaknya seorang penuntut ilmu atau seorang Alim ya meminta petunjuk kepada Allah subhanahu wa taala Jadi kalau ada sesuatu yang samar hukumnya dia tidak sampai pada hukum yang meyakinkan saat mempelajarinya maka hendaknya dia jangan lupa Bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang memberikan Taufik dan petunjuk maka ketika kita mempelajari permasalahan-permasalahan seperti ini hendaknya kita minta petunjuk kepada Allah subhanahu wa taala agar bisa mencapai kebenaran agar bisa sampai kepada pendapat yang lebih kuat dalam permasalahan itu karena kita cuma bisa ikhtiar kita cuma bisa melakukan sebab Adapun Taufik dan hidayah maka itu dari Allah subhanahu wa taala dan hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di mana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sering berdoa dalam istiftah qiamulail beliau dengan sebuah doa yang redaksinya adalah Allahumma rba Jibril wa Mikail wa israofilimbi wasyahadah anta tahkumu Bain ibadika Fima Hum fiaktalifun Anta tahkumu Bain ih ya Sekali lagi redaksinya adalah allahummaba Jibril wa Mikail wa israilimaibi wasyahadah anta tahkumuaina ibadika fimu Fi yaktalifun ihdini lima uktulifa Fi minalqnik inaka tahdi tasyaa Mustaqim Ya Allah wahai Tuhannya Jibril Mikail dan Israfil Wahai yang mengetahui hal Ghaib dan yang tidak gaib Wahai yang mengetahui hal yang gaib dan terlihat Engkau menghukumi di antara hamba-hambamu dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan Berilah aku petunjuk dalam permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan ini kepada Alhaq dengan izinmu Sesungguhnya engkau memberikan petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus nah ini adalah doa yang dicontohkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan beliau sering membacanya dalam doa iftitah atau doa istiftah dalam qiyamulail beliau di sini Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bertawasul ya dengan asma dan sifat dengan Asmaul Husna dengan sifat yang Ulya di mana beliau menyebutkan Ya Allah wahai Tuhannya Jibril Mikail dan Israfil engkau yang mengetahui hal gaib dan hal yang bisa disaksikan Engkau menghukumi di antara hamba-hambamu dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan Allah yang akan memberikan hukumnya Siapa yang pendapatnya Benar Siapa yang pendapatnya lebih kuat maka Allah yang akan menghukumi itu maka karena petunjuk dan hidayah dari Allah Allah yang menentukan Allah yang menghukumi beliau meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar diberikan petunjuk dalam permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan ihdinialqik Ya Allah dengan izinmu berikanlah aku petunjuk dalam permasalahan permasalahan yang diperselisihkan innaka tahasya mustaqim sungguh engkau memberikan petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus jadi kita berharap Allah subhanahu wa taala menjadikan kita termasuk orang yang dia kehendaki untuk berada di atas jalan yang lurus dan tentunya redaksi hadis ini mengingatkan kita akan sebuah doa juga yang sudah sering kita ucapkan tapi barangkali karena sering akhirnya kita kurang menghayati kurang meresapi dan hanya menjadi ritual yang terus kita lantunkan tanpa kita hayati makna kandungannya yni sebuah doa yang paling tidak kita membacanya 17 kali kalau kita menjaga salat kita yang wajib minimal 17 kali kita mengucapkan doa ihdinatal mustaqim Ya Allah berikanlah kami petunjuk kepada jalan yang yang lurusatadina anamta alaihim yakni jalan orang-orang yang engkau beri nikmat yakni jalannya umat Islam Jalan Islam girildubi alaihim bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai kata Rasulullah Sallallahu Ali wasallam yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi wadolin dan juga bukan jalan orang-orang yang sesat Dan ini juga ditafsirkan oleh Rasulullah Sallallahu wasallam bahwasanya maksudnya adalah Jalan orang-orang Nasrani jadi kalau kita berdoa dengan doa ini kemudian kita meresapinya maka Insyaallah Allah subhanahu wa taala akan memberikan kita petunjuk dalam permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan terutama permasalahan-permasalahan yang pelik yang kita kadang-kadang merasa kesulitan untuk memilih mana pendapat yang lebih kuat dalam permasalahan tersebut Kemudian beliau menambahkan karena Allah subhanahu wa taala telah berfirman dalam hadis yang diriwayatkan oleh rasulnya dari dia ini Hadis Qudsi yang sudah beberapa kali kita bahas di pertemuan sebelumnya jadi Allah subhanahu wa taala berfirman Dalam Hadis Qudsi yang sahih ini wahai hamba-hambaku setiap orang dari kalian sesat kecuali yang aku berikan petunjuk maka Mintalah petunjuk kepadaku niscaya aku akan memberikan petunjuk kepada kalian jadi dalam hadis ini Allah subhanahu wa taala menjelaskan bahwasanya kita semuanya tersesat kita semuanya salah kita semuanya tidak sampai kepada hak dan hidayah kecuali kalau Allah subhanahu wa taala memberikan petunjuk kepada kita agar bisa sampai kepada al-haq dan hidayah itu maka hendaklah kalian meminta petunjuk kepadaku niscaya aku akan memberikan petunjukan kemudian Allah memerintahkan kepada kita agar banyak meminta petunjuk kepada Allah Azza waall dan janji dia bahwasanya dia akan memberikan petunjuknya kalau kita memintanya darinya maka jangan lupakan bahwasanya kita semuanya adalah e orang yang sesat kecuali kalau Allah Subhanahu Wa Ta taala memberikan petunjuknya kepada kita maka jangan lupa untuk banyak meminta petunjuk kepada Allah subhanahu wa taala dalam doa-doa kita termasuk dalam doa kita dalam salat ya Jadi ini adalah eh empat perkara yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala sebelum menjawab pertanyaan tentang kitab terbaik dalam agama Islam yang bisa dipelajari oleh seorang muslim jadi kitab terbaik jawabannya bisa beda berdasarkan kondisi masyarakat berdasarkan kondisi negara model pembelajaran yang ada di negara itu bisa berbeda mazhab yang berkembang di negara itu juga akan berpengaruh tapi hendaknya seorang penuntut ilmu Tidak melupakan empat nasihat ini ya yang pertama adalah bahwasanya jawabannya berbeda dari orang ke orang Kemudian yang kedua hendaknya seorang penuntut tut ilmu meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat kemudian yang ketiga adalah tidak berhenti pada hukum tapi juga mempelajari maqasidus syariah dan hikmah di balik syariat-syariat Allah subhanahu wa taala dan yang keempat Tidak melupakan untuk berdoa meminta Hidayah dan petunjuk dalam permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan e baru setelah ee mengupas tentang empat nasihat ini Ibnu Taimiyah berpindah kepada pertanyaan intinya ya beliau menjawab dengan mengatakan Adapun jawaban tentang buku dan penulisnya maka sudah didengar dari kami di tengah-tengah ee muzakarah ya di tengah-tengah belajar bersama banyak penjelasan tentang apa saja kitab terbaik dan siapa saja pengarangnya jadi satu hal yang dikenal dari Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala adalah keluasan wawasan beliau beliau sangat menguasai literatur para ulama dari lintas generasi beliau memahami karyanya penulisnya seluk-beluknya bahkan perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah-masalah yang dibahas itu dengan mudah bisa beliau sampaikan di luar kepala beserta dalilnya diskusinya kemudian tarjihnya Masyaallah ini bisa kita temui dalam karya-karya beliau yang sekarang sudah dikumpulkan dalam majmu fatawa Ibnu Taimiyah ya kumpulan fatwa Ibnu Taimiyah tidak semuanya fatwa tapi eh ada juga tulisan berupa eh taklif ya Atau eh sesuatu yang ditulis sengaja oleh ras oleh e Ibnu Taimiyah ya bukan menjawab pertanyaan dan memberikan fatwa Tapi beliau menulis secara khusus kitab itu dan kita bisa Temu itu dalam majmu fatawa Ibnu Taimiyah bahwasanya eh beliau eh adalah orang yang sangat luas wawasannya tentang berbagai literatur para ulama dalam berbagai cabang ilmu dan dari berbagai ulama lintas generasi maka eh beliau mereferensikan kita kepada kitab-kitab tersebut untuk membaca lebih dalam lagi Adapun di wasiah Sura ini maka beliau merekomendasi satu kitab saja maka Beliau mengatakan tidak ada kitab yang pernah ditulis dan beliau mengatakan tidak ada kitab yang pernah ditulis yang lebih baik dan lebih bermanfaat daripada sahih Muhammad bin Ismail al-bukhari yakni kitab sahih yang ditulis oleh Muhammad bin Ismail albukhari jadi yang dikenal di masyarakat kita sebagai sahih albukhari nama beliau adalah Muhammad bin Ismail albukhari dan ini adalah nisbah kepada bukhara negeri bukhara yang sekarang terletak di Uzbekistan dan beliau termasuk ulama abad ke-3 Hijriah dan umat Islam sudah mengenalnya dan mengakui sahih al-bukhari sebagai kitab yang paling sahih di atas muka bumi setelah al-qur’an Jadi kenapa sampai disebut kitab yang paling sahih setelah al-qur’an karena al Imam albukhari membuat syarat yang sangat ketat untuk memasukkan hadis dalam kitab beliau ini nah jadi beliau mensyaratkan syarat yang ketat yang lebih ketat daripada syarat yang diberikan oleh para ulama hadis selain beliau misal kita mengenal ada muslim bin hajaj ya dengan karya beliau Sahih Muslim Ada Sunan Abi Daud ada Sunan at-tirmidzi ada Sunan an-nasai ada Sunan Ibnu Majah ini adalah enam Kitab Hadis yang paling terkenal dan yang syaratnya paling ketat adalah syaratnya Imam albukhari misalnya dibandingkan dengan imam muslim ya ketika meriwayatkan hadis salah satu Rawi misalnya maka di samping mensyaratkan ini harus ee orangnya fqah terpercaya tidak ada cela padanya nah Beliau juga mensyaratkan antara satu Rawi dengan yang lain itu sudah saling ketemu Nah kalau imam muslim itu syaratnya tidak harus ketemu yang penting mereka hidup di satu masa itu sudah cukup Nah kalau Imam albukhari beliau mensyaratkan harus ada keterangan bahwasanya dua Rawi ya dari dua tingkat yang berbeda itu harus pernah bertemu untuk memastikan bahwasanya hadis yang disampaikan dari Rawi yang atas ke Rawi yang bawah itu sahih jadi keduanya sudah pernah bertemu ini salah satu contoh ketatnya syarat Al Imam albukhari dalam sahih albukhari Kemudian beliau juga ya Kemudian beliau juga selalu istikharah ya beliau selalu istikharah dan salat dua rakaat sebelum memasukkan satu hadis dalam karya beliau ini Allahu Akbar Ya sebuah karya ya sebuah literatur yang diikhtiari ya Kalau orang sekarang mengatakan ditirakati sedemikian rupa ya setiap hadis yang mau beliau masukkan beliau salat dua rakaat dulu istikharah dulu kalau beliau sudah mantap baru beliau masukkan ke dalam sahih albukhari ini ini adalah beberapa ikhtiar yang beliau lakukan yang kemudian akhirnya ee membuat beliau ini menjadi kitab yang sangat diakui oleh umat Islam dan akhirnya Ibnu taimiyyah pun merekomendasikan ini sebagai kitab terbaik yang bisa dipelajari oleh seorang muslim dan bisa menjadi koleksi pertamanya dalam perpustakaan pribadinya di rumah sahih albukhari atau sahih karya Muhammad bin Ismail albukhari dan di antara keistimewaan sahih Al Bukhari adalah bahwasanya kitab ini tidak hanya membahas permasalahan-permasalahan fikih saja jadi bab-babnya bukan hanya bab fikih tapi ada lengkap di situ ada bab akidah ada bab akhlak ya Ada bab ee Muamalat ya semuanya ada ya akidah tentang eh asratus saah ya kabar-kabar tentang eh tanda-tanda akhir zaman ya kemudian juga tentang sirah dan peperangan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada dalam kitab ini maka dia disebut sebagai sebagai aljami kitab yang mengumpulkan banyak hal bukan hanya satu bab fikih saja bukan hanya bab-bab fikih saja tapi ee hampir semua bab agama ada dalam sahih albukhari maka di samping sahih dia juga relatif lengkap Maka kalau kita membaca sahih al-bukhari maka kita akan melewati banyak pembahasan dan melewati sebagian besar pembahasan Islam bidnillahi taala tapi kata beliau kitab ini sendiri tidak cukup ya kitab ini tidak cukup bagi seorang muslim apalagi seorang penuntut ilmu karena dia butuh untuk mempelajari hadis-hadis yang lain juga kitab ini juga tidak sempurna ya kitab ini tidak sempurna dan tidak memenuhi semua kebutuhan orang yang ingin menjadi mutabahir dalam ilmu ya orang yang ingin mendalami agama secara khusus dan menjadi lautan dalam ilmu Maka sahih albukhari tidak cukup dia harus mempelajari kitab-kitab hadis yang lain bahkan mempelajari kitab-kitab selain hadis ya kitab-kitab fikih kitab-kitab akidah kitab-kitab Tafsir ya dan dia perlu untuk mempelajari hadis-hadis yang lain juga mempelajari penjelasan para ulama fikih menjelaskan dia juga perlu untuk mendapatkanj an dari para ulama dalam permasalahan-permasalahan yang hanya dikuasai oleh sebagian kecil ulama sajaah jadi sahih Al Bukhari cakupannya luas dia bisa menjadi kitab pertama yang dipelajari oleh seorang muslim setelah al-qur’an tentunya tapi satu kitab ini saja tidak cukup ya seorang muslim apalagi seorang penuntut ilmu butuh juga kitab-kitab hadis yang lain kitab-kitab fikih juga juga kitab-kitab dalam berbagai takhasus atau spesialisasi yang hanya dikuasai oleh Sebagian ulama saja dan umat Islam sudah dicukupi dalam ilmu-ilmu ini sehingga ee mereka tidak perlu khawatir ya mereka sudah tercukupi Ya semua cabang ilmu ini sudah sudah dikaji oleh para ulama dan kalau itu adalah ilmu agama maka semuanya sudah pernah dikaji hanya saja nanti barangkali para ulama mutakhirin para ulama di zaman kita ya di zaman-zaman belakangan e mereka bisa membuat urutan ya atau sistematika yang lebih baik daripada sistematika para ulama terdahulu mungkin bisa lebih dalam pembahasannya karena referensi yang sudah sangat mudah didapatkan pada zaman kita ini Tapi semua ilmu yang diangkat oleh para ulama kontemporer atau ulama abad-abad belakangan itu tidak keluar dari apa yang pernah dijelaskan dan disusun oleh para ulama-ulama terdahulu dan umat Islam ini perkataan ini beliau ucapkan di zaman beliau di abad ke-8 Hijriah Beliau mengatakan bahwasanya umat Islam sudah tercukupi dalam bab ilmu semua cabang ilmu sudah dikhidmah dan dilayani oleh para ulama walhamdulillah ya Kemudian beliau menjelaskan pada paragraf setelahnya maka Barang siapa yang Allah berikan cahaya pada hatinya Allah subhanahu wa taala akan memberikannya hidayah untuk bisa mendapatkan hadis-hadis dan ilmu-ilmu itu ya untuk bisa mendapatkan hadis-hadis ini untuk bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang luas dan banyak ini maka kita membutuhkan cahaya dari Allah subhanahu wa taala kalau Allah sudah pancarkan cahaya di hati seorang muslim maka dia akan mendapatkan ilmu yang banyak maka para ulama terdahulu ya mereka mendapatkan bahwasanya ketika mereka banyak taat kepada Allah Azza wa Jalla ketika mereka banyak beribadah kepada Allah dan sedikit bermaksiat maka ilmu dengan mudah masuk ke hati mereka ilmu begitu mudah mereka raih sebaliknya ketika mereka kadang-kadang jatuh dalam maksiat atau sedang banyak bermaksiat maka ilmu menjadi sulit untuk mereka dapatkan maka di sini Mereka di sini ee Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwasanya untuk bisa mendapatkan ilmu yang banyak maka kita butuh cahaya dari Allah subhanahu wa taala dan kalau kita sudah mendapatkan cahaya dalam hati kita dari Allah subhanahu wa taala maka kita akan dengan mudah mendapatkan hadis-hadis dan ilmu yang diluriskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan sebaliknya Barang siapa yang Allah butakan dia maka banyaknya buku tidak akan menambahnya kecuali semakin bingung dan sesat waladubillah jadi orang yang Allah butakan maka banyaknya buku tidak bermanfaat untuknya banyaknya buku hanya akan menambahkan padanya kebingungan dan kesesatan seperti yang dialami oleh EE sebagian orang yang mempelajari ilmu agama dengan cara yang salah disebutkan dalam surah sebagian mereka bahwasanya mereka menyesal di akhir hayat bahwasanya apa yang mereka pelajari berupa ilmu kalam ya atau ilmunya para filsuf Yunani ini Justru malah menambah mereka bingung membuat mereka hairah mereka merasa bingung merasa ee terheran-heran dan bingung ya mereka Justru malah ee bertambah sesat dengan banyaknya karya yang mereka baca ini ya ini adalah ketika seseorang membutakan hati seseorang maka dia tidak bisa mendapatkan ilmu yang banyak atau kalau dia mendapatkan ilmu yang banyak maka yang terjadi adalah justru kitab-kitab yang banyak itu malah hanya menambah dia semakin bingung dan sesat Nah maka di sini beliau ee mengajarkan kepada kita bahwasanya yang penting itu bukan banyaknya kitab tapi yang penting adalah Apa dampak kitab ini kepada diri kita apakah sebuah kitab menjadikan ilmu kita bermanfaat Apakah sebuah kitab Memberikan ilmu yang bermanfaat untuk kita itu yang lebih penting maka hendaknya kita jangan hanya fokus pada banyaknya kitab banyaknya buku yang kita baca tapi kita lebih fokus pada sebarokah apa ilmu yang kita bisa dapatkan dari kitab itu semanfaat apa ilmu yang bisa kita dapatkan dari kitab itu Karena tanpa petunjuk dari Allah subhanahu wa taala tanpa cahaya darinya maka kita tidak bisa mendapatkan ilmu yang banyak dan kalau kita mendapatkan ilmu yang banyak maka yang terjadi adalah justru kita semakin bingung dan semakin sesat dan beliau melandasi penjelasan beliau ini dengan hadis yang disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan beliau sampaikan kepada Ziyad Bin lubaid al-anshari ya Beliau mengatakan kepada Ziyad bin lubaid al-anshari radhiallahu Anhu a injilal Yahudi n fum wahai Wah Ziyad bin lubaid al-anshari Bukankah Taurat dan Injil itu ada di tangan Yahudi dan nasarani maka Apa gunanya Taurat dan Injil ini bagi mereka tadi di depan sudah kita singgung bahwasanya orang-orang Yahudi digelari oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai almagdubu alaihim orang-orang yang dimurkai Allah subhanahu wa taala yang menggelari mereka dengan almagdub alaihim kemudian penjelasannya dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yakni bahwasanya yang dimaksud dengan almagdub alaihim dalam surah al-fatihah adalah orang-orang Yahudi demikian juga gelar Adin gelar orang-orang yang sesat yang memberikan gelar adalah Allah subhanahu wa taala tapi yang menjelaskan bahwasanya yang dimaksud dengan adolin adalah orang-orang Nasrani adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi orang-orang Yahudi mereka punya Taurat orang-orang Nasrani punya Injil tapi Rasulullah sahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya keberadaan Taurat dan Injil kitab-kitab suci ini pada mereka tidak bermanfaat untuk mereka sebagian pensyarah Al wasasiyah Sugra menjelaskan bahwasanya orang-orang Ahlul kitab Yahudi dan Nasrani mereka tidak bisa mengambil faedah dari Taurat dan Injil karena dua hal yang pertama adalah karena mereka mengubah dua kitab ini jadi Kitab Taurat dan kitab Injil ini sudah diubah Allah subhanahu wa taala tidak menjaganya untuk mereka karena berbeda dengan Quran di mana Allah subhanahu wa taala menjamin bahwasanya al-quran akan dijaga oleh Allah subhanahu wa taala in nahnu naalik wau sungguh kami telah turunkan al-quran dan sungguh kami akan menjaganya ini adalah ikrar dari Allah subhanahu wa taala dijaminkan dalam ayat al-qur’an yang sekarang semua orang juga mengakui ini enggak ada perubahan di situ dari zaman Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam saat diturunkan pertama kali sampai zaman kita 15 abad Kem kemudian tidak ada yang berubah dari al-qur’an bahkan kalau ada upaya-upaya perubahan upaya-upaya pemalsuan maka dengan cepat akan diketahui karena ada ribuan bahkan jutaan penghafal al-qur’an dalam setiap generasi umat Islam yang mereka dengan cepat tahu bahwasanya Oh ini ada perubahan ada tambahan dan lain sebagainya nah ini adalah akidah yang diyakini oleh umat Islam terhadap ee kitab-kitab umat terdahulu yakni Taurat dan Injil sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita tidak asal kelb tidak asal menuduh tapi ini didasarkan pada hadis sahih yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan hadis ini diriwayatkan oleh at-tirmidzi dengan sanad yang sahih jadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya ee mengatakan kepada Ziyad bin lubaid al-anshari radhiallahu Anhu bahwasanya nya Taurat dan Injil ada di tangan orang-orang Yahudi dan Nasrani tapi apa manfaatnya untuk mereka Mereka ternyata justru menjadi orang-orang yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala atau menjadi orang-orang yang sesat sebabnya yang pertama karena mereka mengubah ayat-ayat Taurat dan Injil ini maka ada perbedaan dari satu versi ke versi yang lain ini diketahui oleh ah yang mempelajari tentang kitab-kitab Samawi untuk umat-umat sebelum umat Islam ini kemudian sebab yang kedua dari Kenapa kandungan Taurat dan Injil tidak bermanfaat untuk mereka yang kedua adalah e sebab yang kedua adalah bahwasanya mereka tidak mengamalkan Wahyu yang belum diubah jadi ada sebagian yang sudah diubah Kemudian yang kedua ada yang belum diubah tapi mereka tidak mau mengamalkan apa yang masih belum diubah ini jadi dalam e Taurat atau Injil masih ada penjelasan tentang Tauhid ya penjelasan keesaan Allah subhanahu wa taala Bahwasanya Allah tidak memiliki anak ya tidak beranak dan tidak pula diperanakkan maka ini ada dalam sebagian versi Alkitab tapi yang seperti ini banyak ditinggalkan oleh Ahlul kitab pada zaman kita ya maka sebabnya adalah dua yang pertama karena mereka mengubah kitab suci Mereka kemudian yang kedua apa yang tidak mereka ubah itu tidak mereka amalkan maka ini adalah pelajaran bagi umat Islam ya tidak boleh kita ee jatuh atau tasyabuh dengan orang-orang Ahlul kitab sebelum kita di mana mereka jatuh dalam dua kesalahan yang pertama mengubah kitab suci Mereka kemudian Yang Kedua mereka tidak mengamalkan Wahyu yang belum mereka ubah dalam dalam kitab-kitab terdahulu itu ya Maka kalau kita ingin ee mendapatkan manfaat dan barokah dari ilmu yang kita pelajari hendaknya kita tidak mengubah-ubah kemudian kita fokus pada pengamalan jadi ilmu yang kita pelajari harus berbuah amal ilmu yang kita pelajari Jangan hanya terbatas pada dibaca dan dihafal tapi kita harus lihat sejauh mana kitab itu ilmu yang kita pelajari itu buahkan amalan pada kita Apakah kita menjadi semakin rajin beribadah kepada Allah subhanahu wa taala Sudahkah kita mengamalkan sunah atau ajaran yang baru kita pelajari dari sebuah hadis dalam sahih al-bukhari atau Sahih Muslim atau Sunan Abi Daud atau dalam fikih Syafi’i fikih Hambali dan yang lain kita harus melihat hendaknya kita fokus pada buah yang bisa kita petik dari mempelajari suatu kita Kab nah ini adalah sesuatu yang lebih penting untuk kita perhatikan daripada membahas apa kitab terbaik yang bisa kita pelajari tidak masalah kita mempelajari dan bertanya apa kitab terbaik dan Ibnu Taimiyah mengatakan jawabannya bisa berbeda-beda tapi Kemudian beliau merekomendasikan sahih albukhari nah alangkah baiknya kalau kemudian setelah kita mendengar penjelasan beliau ini kita eh tidak melupakan untuk mengoleksi sahih albukhari dengan terjemahannya dalam perakaan pribadi kita di rumah untuk kemudian kita pelajari ya kita ulang-ulang seperti teladan dari para ulama para ulama itu ketika mereka sudah mengetahui sebuah kitab yang bermanfaat maka mereka terus mengulang-ulang kitab itu bahkan disebutkan dalam eh sirah Sebagian ulama bahwasanya mereka sampai khatam sahih albukhari 700 kali Kenapa karena sudah jelas kitabnya manfaat direkomendasikan oleh para ulama hadisnya sahih semuanya ya sehingga kalau orang dikatakan riwayat albukhari sudah cukup gak enggak usah kita bahas siapa yang mensahihkan karena ada dalam sahih albukhari jadi kita tenang saat membacanya Oh ini hadis ini sahih hadis ini bisa kita amalkan hadis ini bisa kita jadikan landasan hukum jadi kita bisa lebih cepat belajar tidak perlu lagi diganggu dengan pemikiran Oh ini sahih apa tidak jangan-jangan hadis yang m jangan-jangan hadis palsu kalau hadis sahih Bukhari berarti Insyaallah hadis yang sahih secara global bisa disampaikan seperti itu Nah alangkah baiknya kalau setelah mendengar penjelasan ini kemudian kita ee membeli ya atau belanja sahih albukhari beserta terjemahannya ya kalau bisa beserta syarahnya ya yang terbaik adalah Fathul Bari kar Ibnu Hajar Al asqalani rahimahullahu taala maka itu lebih baik tapi paling tidak ada sahih Bukhari di rumah beserta terjemahannya kemudian di akhir paragraf beliau berdoa dengan mengatakan maka kita berdoa kepada Allah yang Maha Agung agar dia memberikan kepada kita rezeki berupa petunjuk dan Taufik Semoga Allah subhanahu wa taala mengilhamkan kita untuk bisa Rasyid ya berlaku dengan dewasa Semoga Allah subhanahu wa taala melindungi kita dari kejahatan diri kita Semoga Allah subhanahu wa taala tidak menyesatkan hati kita setelah Dia memberikan Hidayah kepada hati kita Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita anugerah dari Sisinya berupa Rahmat sesungguhnya dia adalah yang maha Wahab Yang Maha memberikan banyak hal kepada hamba-hambanya walhamdulillahiabbil alamin segala puji bagi Allah Tuhan semesta alamawatua asofil mursalin dan semoga selawat dari Allah subhanahu wa taala terlimpah atas rasul yang paling mulia yaitu Baginda Nabi Muhammad bin Abdillah Shallallahu wasalamuhu alaih ya ini adalah akhir pembahasan kitab Al wasiyahra dan dengan demikian kita sudah menyelesaikan pembahasan kitab alwasiyah Sugra ini dan ini adalah eh sesi Nomor 14 dari kajian kita Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan kajian kitab Al wasasiyah Sugra melalui 14 sesi semoga bermanfaat untuk kita semuanya dan semoga Allah subhanahu wa taala melimpahkan kepada kita Taufik untuk bisa mengamalkan wasiat-wasiat terbaik dalam kitab yang agung ini dan sebagai khulasah ya sebagai kesimpulan di akhir Kajian Al wasasiah shgra kita sampaikan lagi bahwasanya alwasiyah Sugra Ini adalah sebuah kitab yang merupakan jawaban dari Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala untuk seorang murid beliau yang bernama Abul qasim almaghribi rahimahullahu taala juga dan di sini Abul qasim Al magrib bertanya tentang empat pertanyaan yang pertanya yang pertama adalah Apa itu wasiat terbaik dan Ibnu taimiyyah menjawabnya sebagai menjawabnya dengan wasiat takwa ya wasiat untuk bertakwa kepada Allah ini adalah wasiat terbaik yang bisa disampaikan Maka jangan kita bosan-bosan kalau mendengar wasiat dan nasihat untuk bertakwa Karena itu adalah intisari dari ajaran agama Islam nah kemudian yang kedua Apa amalan terbaik setelah amalan-amalan wajib maka Ibnu Taimiyah menjawabnya dengan menjelaskan bahwasanya ini juga bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain tapi pada umumnya para ulama menyebut dua amalan yang pertama adalah zikir yang kedua adalah menuntut ilmu atau tholabul Ilmi kemudian pertanyaan yang ketiga adalah Apa pekerjaan terbaik yang bisa dipilih oleh seorang muslim maka Beliau juga tidak menjawab Langsung bahkan beliau menjelaskan bahwasanya ini juga berbeda dari orang ke orang tapi yang lebih penting adalah memahami empat kaidah dalam bekerja memahami maksud saya tujuh kaidah dan nasihat dalam bekerja ada di antaranyaanya seorang muslim apapun pekerjaannya dia bertawakal kepada Allah husnudan kepada Allah meminta pertolongan sebelum bekerja kemudian istikharah sebelum memilih pekerjaan atau memilih tempat untuk bekerja maksud saya misalnya ketika ee berdagang dia mau berd ang di mana perlu juga istikharah di situ nah kemudian kalau sudah mendapatkan jawaban dari Allah subhanahu wa taala maka hendaknya tidak meninggalkan pekerjaan atau profesi tertentu yang sudah Allah tunjukkan kecuali kalau di sana ada sesuatu yang dilarang secara syariat agamaah kemudian pertanyaan yang terakhir atau yang keempat adalah pertanyaan tentang kitab terbaik yang bisa dimiliki oleh seorang muslim beliau menjelaskan bahwasanya ini bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain berdasarkan perbedaan mazhab perbedaan tempat dia tumbuh dan lain sebagainya kemudian hendaknya eh seorang muslim fokus pada ilmu yang bermanfaat baik yang diwariskan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu ilmu agama ataupun yang tidak diwariskan dari beliau Tapi beliau menganjurkan umat umat Islam untuk mempelajarinya juga yaitu ilmu umum yang bermanfaat kemudian yang ketiga adalah hendaknya kita tidak berhenti pada mempelajari hukum tapi juga mempelajari maqasidus syariah dan hikmah di balik syariat-syariat Allah subhanahu wa taala kemudian nasihat yang keempat adalah hendaknya kita juga meminta petunjuk kepada Allah subhanahu wa taala dalam permasalahan-permasalahan ilmiah yang diperselisihkan di antara para ulama Adapun kitab yang beliau rekomendasikan adalah kitab sahih albukhari Ya baik ini adalah ee kesimpulan dari isi ya Al was karya Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala dan Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan pembahasannya dalam 14 pertemuan di radio dan TV Raja wabillahi Taufik baik alhamdulillah jazakallah kir kami sampaikan P Al Ustaz anashanud telah memberikan penjelasan Syarah dan begitu banyak faedah dari pembahasan alwasiatusra di kesempatan sore hari ini merupakan pembahasan terakhir dalam pembahas risalah yang penuh manfaat ini kita berikan kesempatan bagi para pemirsa dan pendengar anda bisa bertanya di Line telepon 021 8236543 terkait dengan pembahasan yang kita kaji dan kita simak bersama sore hari ini dan pertanyaan via chat WhatsApp di 0819896543 kita akan terima via telepon terlebih dahulu silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ahlan dengan siapa Bapak di mana dengan Rudi di Tangerang Pak Rudi silakan pertanyaannya ya Asalamualaikum Pak ustazumsalam warahmatullahi wabarakatuh yang ingin saya tanyakan begini Pak ustaz apakah jin itu kalau sudah bersyahadat itu pasti bisa dikatakan masuk Islam Pak ustaz dan apakah wasiat dari ibnuimah ini juga bisa berlaku untuk bangsa jin juga Pak ustaz pak jawabannya saya ucap untuk apa Mohon maaf Pak yang kedua untuk bangsa jin Oh baik Iya berlaku juga untuk bangsa jin atau hanya manusiaja gitu baik kita akan simak jawabannya silakan Ustaz asalamualaikum warahmatullahi Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuhaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Iya eh yang pertama perlu kita ketahui bahwasanya Jin adalah makhluk yang hidup di alam ghaib ya makhluk yang hidup di dunia lain yang kita tidak bisa melihat mereka dalam wujud mereka tapi mereka bisa melihat kita Allah subhanahu wa taala memberikan mereka kemampuan untuk merubah wujud juga punya kemampuan hal-hal yang luar biasa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia tapi Salah satu sifat yang disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang jin adalah perkataan beliau yang beliau sampaikan kepada Abu Hurairah ya saat ee seorang Jin mengajari Abu Hurairah untuk membaca ayat kursi Setiap malam Agar zakat yang beliau jaga tidak dicuri oleh bangsa jin ketika itu beliau mengatakan shodqoka wahua kadub dia telah jujur kepadamu wahai Abu Hurairah Padahal dia adalah makhluk yang banyak berbohong nah ini adalah sifat yang disematkan oleh Rasulullah sahu alaii Wasallam kepada bangsa jin jadi eh Mereka banyak berbohong maka salah satu hal yang disampaikan oleh para ulama ketika mereka membahas tentang rukyah tentang eh adanya Jin yang kadang-kadang berbicara adalah kita jangan mudah-mudah untuk percaya dan kadang-kadang sebagian orang begitu mudah percaya dengan bangsa jin ini ya sehingga akhirnya ee ketika dia mengatakan sesuatu kita jadikan itu sebagai sebuah data sebagai sebuah fakta yang dengannya kadang-kadang kita menghakimi orang lain berdasarkan perkataan itu misalnya meyakini bahwasanya Si Fulan yang menyihir Si Fulan ya Si Fulan yang mencuri atau menyembunyikan barang kita yang hilang ini sangat berbahaya kalau kita mempercayainya maka hendaknya ee klaim-klaim dari jin pernyataan-pernyataan dari jin ini tidak dengan mudah kita percaya ya karena Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan shodqoka wahua kub ya dia telah jujur kepadamu kali ini ketika dia mengatakan engkau Baca ayat Kursi agar tidak dicuri zakatmu itu di sini sedang jujur dia silakan diamalkan itu Baca ayat Kursi tiap malam tapi kata Rasulullah wahua Kab tapi ingat bahwasanya dia suka bohong Maka jangan suka dipercaya omongannya e maka ketika ee juga ada bangsa jin yang mengatakan yang mengatakan ee syahadat dan sebagainya kita juga Jangan mudah percaya dahulu ya Nah kalau ee kita bisa punya cara untuk bisa mengetahui syahadat mereka seperti apa kita mau mendengarkan ini adalah pembahasan yang lain yang kita harus ee pastikan dulu gimana kita mengetahui dia bersyahadat dan sebagainya nah dia adalah berada di bangsa Ghaib ya mereka adalah hidup di dunia lain yang kita tidak bisa melihat mereka Maka intinya Ee tidak bermudah-mudah ya kecuali kalau ee ee mungkin ya berdasarkan Wahyu ya kita mengetahui ya dari Rasulullah sahu alaihi wasallam bahwasanya misalnya ee Zin fulani misalnya muslim nah ee Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah salah satu orang yang bisa berbicara kepada mereka dan berdakwah kepada mereka ya maka ee dalam Khazanah sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disebutkan bahwasanya ee ada yang namanya Lailatul Jin ada malam di mana Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ditemukan oleh para sahabat sepanjang malam ya di pagi hari baru mereka mendapati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau sampaikan bahwasanya ee tadi malam beliau berkunjung ke negerinya para Jin maka beliau menyampaikan dakwah beliau kepada mereka dan membacakan al-qur’an kepada mereka ya Adun yang seperti ini maka kita percaya bahwasanya mereka adalah bangsa jin yang muslim yang EE ee mereka ikut dakwahnya Rasulullah Sallahu alaii wasallam menyimak mendengarkan al-qur’an nah yang seperti ini kita bisa percaya karena apa Karena beritanya sampai kepada kita melalui Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan sanad yang sahih Adapun ee jalan-jalan yang kita tidak bisa pastikan Ya hanya kabar burung Ya hanya hanya isu-isu dan semacamnya yang kita tidak bisa percaya ya maka kita harus hati-hati karena hukum dasarnya bangsa jin itu ee lebih banyak berbohong daripada berkata jujur e kemudian Apakah eh wasiat Sugra ini bisa disampaikan kepada para bangsa jin juga ya kita katakan syariat Islam itu berlaku universal apa yang disampaikan oleh Ibnu taimiyyah dalam alfasiahgra ini juga adalah ee berdasarkan al-qur’an dan sunah-sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada hal aneh atau nyelaneh dalam kitab yang ada di hadapan kita ini semuanya ee adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh para ulama Islam dari masa ke masa ini adalah al-haq yang beliau sampaikan ya maka ini juga universal berlaku untuk seluruh umat manusia bahkan kalau ada orang-orang Non mususlim yang mendengar penjelasan kitab ini maka ya kita berharap ini bisa menjadi Jalan hidayah bagi mereka demikian juga kalau ada bangsa-bangsa jin yang kalau ada bangsa jin yang ikut hadir di majelis misalnya sekarang Saya di studio ini ya bisa jadi ada Jin yang hadir mendengarkan Alhamdulillah ya atau kalau di masjid misalnya Ustaz menyampaikan kajian kitab ini kemudian ada jin yang mendengarkannya maka e berarti kitab itu juga relevan untuk didengar oleh para para Jin kalau mereka mendengar ada yang wajib di situ mereka wajib untuk mengamalkannya kalau Mereka mendengarkan dalam kitab ini ada sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala maka wajib bagi mereka untuk meninggalkan perkara tersebut jadi ini semuanya n ee berlaku dan relevan untuk ee seluruh umat manusia bahkan juga untuk seluruh Jin karena memang Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diutus kepadaaqalain diutus kepada bangsa jin dan bangsa manusia maka semua jin dan manusia yang hidup setelah diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mereka wajib untuk mengikuti syariat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam jadi Eh ini Eh secara singkat eh intinya adalah bahwasanya kitab ini dan ilmu-ilmu Islam yang lain juga berlaku universal untuk bangsa jin juga wallahu taala alam nah Az Alhamdulillah jazakumullah Khair atas penjelasan dan jawaban yang disampaikan demikian e pendengaran yang bertanya ee Pak Rudi semoga bermanfaat dan menjadi pencerahan Barakallah Fik baik kita berikan kesempatan berikutnya di lain telepon 0218236543 ya Halo asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah dengan Siapa bapak di mana dengan bapak Devi Ustaz Pak dei di mana dari Tasikmalaya Ustaz Masyaallah silakan Pak Devi pertanyaannya silakan asalamualaikum ustazikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ee mengenai tentang masalah eh perubahan kitab ee Taurat dan Injil Ustaz yang mau saya tanyakan apakah yang merubah kitab ee Taurat dan Injil tersebut di kalangan mereka sendiri atau dari kalangan e kaum muslimin khususnya di ee tahun yang apa di saat itu Ustaz atas jawabannya Terima kasih banyak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Baik Pak Devi Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kita akan simak jawabannya silakan Ustaz Iya baik ya baik ee Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan kepada para sahabat Sabda beliau yang artinya adalah kalau Ahlul kitab menyampaikan kabar kepada kalian Maka jangan kalian percaya tapi Jan jug juga jangan kalian dustakan ID haddasakum Ahlul kitab Fala tukadzibuhum wala tusoddiquhum kalau Ahlul kitab menyampaikan eh sebuah kabar atau sebuah ilmu maka ini wasiat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jangan kalian percaya tapi juga jangan kalian dustakan kenapa kita tidak boleh mempercayainya karena bisa jadi itu sudah diubah yang ada di kitab mereka itu sudah diubah Terus kenapa kita tidak juga boleh untuk mendustakan karena bisa jadi itu adalah bagian yang belum diubah dalam kitab itu nah ini adalah sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi penting bagi kita untuk mempelajari hadis-hadis seperti ini agar kita tidak gamang Oh ternyata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sudah Ee membuat panduan hidup untuk kita ketika mendengar penjelasan mereka mendengar eh omongan mereka maka kita tidak langsung percaya Nah kalau misalnya ada di kitab Mereka kemudian sesuai dengan ee isi kitab kita maka kita baru percaya Oh berarti ini benar ini sama nah afirmasi atau konfirmasi itu dari dari kitab yang jelas haknya yang jelas terjaga yaitu al-quran yang kita imani ya tentunya ini berdasarkan apa yang kita imani sebagai umat Islam adapun yang bertentangan dengan agama kita ya maka ini kita tolak Oh berarti itu bukan bagian dari Islam Itu bukan bagian dari Hak yang harus kita imani atau mungkin dahulu berlaku untuk mereka tapi sudah tidak berlaku untuk kita maka penting bagi kita untuk memahami bahwasanya nabi Muhammad sallallahu alaih wasallam sudah menjelaskan pedoman untuk kita saat kita mendengar kabar atau ilmu dari Ahlul kitab jangan kita langsung mempercayainya tapi juga jangan sampai mendustakannya Nah maka ini berarti menunjukkan bahwasanya pada zaman Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ee Taurat dan Injil itu sudah diubah Siapa yang mengubah ya mereka sendiri Ahlul kitab Nah untuk sekedar Menyebutkan contoh ya satu contoh ya Eh apa yang disepakati oleh konsiliesia ya jadi di kalangan eh Nasrani ya Ada sebuah Konsili ada sebuah konsensus atau pertemuan para ulama mereka pada tahun 325 masehi yang dikenal sebagai konsiliinesia nah konsiliinesia ini adalah Konsili yang meresmikan Nabi Isa alaih salam sebagai anak Tuhan artinya Apa artinya sebelum itu ya sebelum itu umat Nasr ini berada di atas tauhid ahah baru kemudian Salah satu perubahan paling drastis paling mendasar yang mengubah Nasrani dari agama tauhid menjadi agama Pagan atau Syirik adalah ketika mereka meresmikan Nabi Isa alaih salam atau dalam istilah mereka sebagai Yesus Kristus sebagai anak Tuhan Nah ini baru diresmikan B ada konsilinisia tahun 325 Hijriah jadi 3 abad sepeninggalnya Nabi Isa alaih Salam Ini adalah contoh perubahan itu n maka perubahan itu tidak dilakukan oleh umat Islam yang menyerang atau ingin merusak agama dan kitab suci mereka tidak tapi sudah terjadi perubahan itu sudah terjadi bahkan sebelum diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi masih ada eh hal-hal yang tidak bisa mereka ubah ya makanya Ketika Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diutus pertama kali di Makkah beliau masih ketemu dengan orang seperti waraqah bin Naufal yang mereka berada di atas agama tauhid artinya perubahan yang dilakukan pada konsil inesia ini tidak berpengaruh kepada seorang marqah bin Naufal yang beliau tetap bertauhid dan ketika beliau mendengar Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menerima wahyu di Gua Hira Beliau mengatakan ini adalah malaikat yang dahulu turun kepada Nabi Musa alaih alaialam Jadi intinya perubahan itu sudah terjadi sebelum diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka umat Islam tidak punya cawai-cawi dalam perubahan itu tap tapi kita ee menerima fakta-fakta yang disaudorkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis Beliau juga dalam ayat-ayat al-qur’an yang menjelaskan perubahan-perubahan itu ya maka tentunya kita ee lebih percaya dengan ee kitab kita lebih percaya dengan nabi kita dan itu adalah ee sebuah ee keimanan ya sebuah keyakinan yang EE diajarkan oleh Rasulullah sallahuaii Wasallam kepada kita maka inilah keyakinan Islam dan keyakinan kita sebagai umat Islam dalam permasalahan-permasalahan dan penyikapan terhadap Ahlul kitab dan kitab-kitab mereka ini Naam Ustaz Alhamdulillah jazakallah kir atas jawaban dan penjelasannya Barakallah Fik demikian pendengar dan P Radi di Tasikmalaya jazakullah Khair Bapak kita berikan kesempatan selanjutnya masih via telepon ya di 0218236543 kita sapa kembali panyaan berikutnya Halo iya silakan sudah masuk ee baik terputus kita berikan kesempatan kembali 0218236543 silakan baik kami angan Pertanyaan selanjutnya Ustaz dari pasan chats asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ee Ustaz Bagaimanakah ee seseorang yang mengetahui ilmu tentang ee suatu hukum syariat akan tapi dia tidak atau belum mampu untuk menunaikannya melaksanakannya karena berbagai kendala atau hal apakah secara otomatis dapat diserupakan dengan orang-orang yang EE memiliki ilmu tapi tidak mengamalkannya ee bagaikan orang Yahudi Mohon penjelasan jazak Khair baik ee ilmu yang kita dengar baik dalam majelis atau melalui kitab yang kita baca atau melalui postingan di media sosial ya sekarang alhamdulillah pada zaman kita ini ilmu berseliworan kita kadang-kadang sedang ee asyik Santai dapat ilmu baru melalui postingan teman kita di Facebook atau di Instagram atau di YouTube tiktok atau yang lain ini nikmat dari Allah subhanahu wa taala nah eh ketika kita mendapati sebuah ilmu ya maka anjuran dari para ulama adalah Eh kita segera mengamalkan ilmu itu ya dahulu para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ketika mendengar ayat turun ya dengan pengharaman khamar secara mutlak ya setelah sebelumnya turun dilarang saat mendekati waktu salat saja akhirnya Tiba Waktunya Pada tahapan berikutnya turun ayat al-qur’an yang isinya adalah pengharaman khamar secara mutlak jadi khamar tidak lagi boleh untuk dikonsumsi secara mutlak baik mendekati waktu salat maupun ketika waktu salat masih lama maka Apa yang dilakukan oleh para sahabat di kota Madinah pada waktu itu dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiallahu Anhu bahwasanya beliau sedang melayani Abu thhah yang sedang menjamu tamu-tamu beliau dari kalangan sahabat Rasulullah untuk minum nabit ya nabit adalah eh minuman keras yang terbuat dari sari kurma kata Anas bin Malik ketika saya sedang melayani Abu thhah ini datanglah seorang sahabat yang menyampaikan bahwasanya telah turun kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ayat yang mengharamkan khamar secara mutlak maka saat itu juga para sahabat yang hadir di majelisnya Abu thalhah ya ayah tiri Anas bin Malik radhiallahu Anhu ini segera menumpahkan wadah-wadah khamar yang ada pada waktu itu dan disebutkan bahwasanya jalan-jalan kota Madinah banjir karena khamar yang dibuang oleh Penduduk Madinah Allahu akbar ini adalah eh respons dan sikap yang diberikan oleh para sahabat Rasulullah Wasallam ketika mereka mendapatkan ilmu baru dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka demikian pula kita kita hendaknya meneladani mereka itu ya terutama dalam perkara yang wajib atau dalam perkara yang diharamkan Jadi kalau wajib maka kita harus mengerjakan kalau haram maka kita harus tinggalkan Jangan pernah kita jatuh dalam perkara haram itu lagi dan yang wajib jangan ditinggalkan lagi setelah kita tahu ilmunya Nah itu adalah sebuah kewajiban untuk kita yang wajib harus kita kerjakan yang yang haram harus kita segera tinggalkan Nah kalau kita tidak lakukan itu maka berarti kita termasuk orang-orang yang membawa kitab ee tapi seperti seperti himar Ya seperti seperti keledai seperti keledai yang membawa kitab-kitab sudah tahu ilmunya tapi tidak pernah mengamalkannya Adapun kalau ilmu yang kita dapati dan sampai kepada kita adalah amalan yang hukumnya sunah maka ini adalah sesuatu yang ringan pembahasannya Alhamdulillah ya Jadi yang sunah tidak wajib untuk dilakukan maka kalau misalnya kita mendengar suatu sunah tapi kemudian kita tidak kita tidak berdosa atau kita mendengar suatu ilmu tentang sebuah amalan yang makruh tapi kemudian kita tidak bisa meninggalkan amalan makruh itu kita tidak berdosa ya jadi dari sisi dosa atau tidak Kita tidak berdosa Insyaallah juga tidak termasuk perumpamaan keledai yang membawa kitab-kitab tapi hendaknya kita bisa naik ke level selanjutnya setelah kita memulai dari yang dulu yang prioritas dulu yaitu melakukan yang wajib meninggalkan yang haram Nah setelah itu kita belajar naik ke level selanjutnya untuk juga melakukan hal-hal yang sifatnya sunah kemudian juga meninggalkan perkara-perkara yang makruh bahkan yang mubah pun jangan terlalu banyak melakukan hal-hal yang mubah karena kita butuh bekal untuk akhirat kita ya Jadi kita perlu perinci apakah ilmu yang baru sampai kepada kita yang baru kita dapatkan di majelis Itu adalah sebuah amalan yang wajib atau Haram atau makruh atau sunah atau mubah ini harus kita rinci seperti itu tapi secara umum Ee kita dianjurkan untuk segera mengamalkan ilmu yang EE sudah kita dengar dan sampai kepada kita maka diriwayatkan dari Imam Ahmad bin hambbal rahimahullahu taala bahwasanya tidaklah beliau mendengarkan suatu sunah dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kecuali beliau sudah melakukannya meskipun hanya satu kali beliau sudah mengamalkan sunah itu meskipun hanya satu kali Nah jadi eh yang wajib jelas pasti akan beliau lakukan yang haram jelas beliau akan tinggalkan nah kemudian yang sunah atau yang makruh ini maka eh beliau tidaklah mendengar suatu ilmu yang sunah ya kecuali beliau melakukannya meskipun hanya satu kali yang makruh juga beliau segera tinggalkan ya Meskipun hanya satu kali ya nah jadi ini adalah teladan dari Imam Ahmad bin hambal yang merupakan ee penulis salah satu kitab paling besar Dalam Hadis yaitu musnad Imam Ahmad ya Jadi kita ee perlu rinci apa ilmu yang kita dapatkan Apakah itu amalan yang wajib atau sunah atau makruh atau Haram atau mubah dan jawabannya seperti yang sudah kami sampaikan di depan tadi wabillahi Taufik jazakallah kiras jawaban dan penasan yang disampaikan Barakallah Fik demikian pemirsa dan pendengar yang bertanya satu pertanyaan terakhir Ustaz di kesempatan sore hari ini kami ambil kami angkat ee Asalamualaikum warahmatullah dari hamba Allah di Aceh ee batasan batasan aurat wanita ke sesama jemaah wanita setiba dalam kamar yaitu di Makkah yang tidak boleh terlihat saat umrah ketika sudah niat umrah atau mengambil miqat dan EE jemaah umrah atau secara khusus jemaah wanita telah sampai beristirahat di kamar di Makkah Apakah ada B batasan aurat yang tidak diperbolehkan untuk dilihat kepada sesama jemaah wanita yang lainnya jazakah kir baik kita doakan semoga saudara-saudari kita yang sedang umrah dimudahkan urusannya oleh Allah subhanahu wa taala diberikan Taufik untuk beramal sebanyak mungkin di tempat-tempat yang mulia dan pertanyaan ini menunjukkan kepeduluan mereka untuk tidak melanggar aturan syariat Adapun batasan aurat sesama wanita muslimah ya maka ada perbedaan pendapat dalam permasalahan ini namun yang e lebih kuat dan difatwakan oleh sebagian guru kami adalah bahwasanya ini dikembalikan kepada urf atau kebiasaan yang berkembang di suatu masyarakat karena di masyarakat kita orang biasa ketika kumpul sesama wanita muslimah yaitu ee misalnya rambutnya tampak kemudian lehernya tampak kemudian lengan juga ee secara umum sampai sampai siku ini juga biasa tampak ya kaki pun ya sampai betis atau bahkan kadang-kadang sampai sampai ee di bawah lutut juga masih biasa bukan aib ketika mereka kumpul sesama wanita muslimah di suatu suatu tempat ya maka hal-hal yang biasa ditampakkan oleh e wanita muslimah sesama mereka ini eh tidak wajib untuk ditutupi maka eh dengan demikian ya berarti wajah ya kemudian ee kepala dan rambut leher ya kemudian tangan dan kaki maka ini adalah perkara-perkara yang boleh untuk ditampakkan jadi para jemah umur tidak masalah melepas khimar atau jilbab mereka ya mereka melepas baju abaya mereka untuk memakai pakaian yang lebih santai di rumah dengan daster misalnya di di hotel tidak masalah Alhamdulillah ya dan Ee tidak boleh untuk menampakkan anggota badan yang tidak biasa dinampakkan sesama mereka ya Misalnya payudarah atau perut ya atau ee paha apalagi kemaluan yang besar maka ini yang harus ditutupi sesama mereka Ya baik Semoga bisa dipahami dengan baik oleh saudari penanya atas jawaban dan penjelasan yang disampaikan dan Ini pertanyaan kami terakhir di kesempatan sore hari ini sebagai hitam dengan kesimpulan kajian silakan Ustaz Ya baik alhamdulillah pada kesempatan sore hari ini kita sudah menyelesaikan kajian sesi ke-14 yang dengannya kita menyelesaikan penjelasan untuk Kitab Al wasasiyah Sugra karya sikhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala kita berdoa semoga amal saleh ini diterima oleh Allah subhanahu wa taala dan Allah mengampuni dari kita kesalahan saat menyampaikan juga saat ee menghadiri kajian ini rbana taqobbal Minna innaka antul Alim W ala inaka antwwaburahim sebagaimana kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar senantiasa diberikan semangat untuk menuntut ilmu dan bersemangat untuk mengaji kitab-kitab yang lain yang telah ditulis oleh para ulama kita yang luar biasa barakallahu fikum wazakumullahu Khair had wallahu taala Aam wasallahu ala nabiina muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam wa akhiru dawana anilhamdulillahibabbil alamin kami ucapkan jazakallah Khair kepada Ustaz Anas Burhanudin atas faedah ilmu yang bermanfaat dan keluangan waktu yang EE disampaikan di sore hari ini dalam kajian ilmiah kepada para pendengar dan pemira Raj TV dalam pembahasan alwasiyatusra jazakullah Khair wabarakallah Fik demikian pemirsa dan pendengar radio Roja kajian sore hari ini yang merupakan pembahasan dan pertemuan terakhir dari pembahasan alwasiyatus shra semoga 14 pertemuan yang kita simak Ya selama beberapa waktu ee ke belakang memiliki faedah yang sangat bermanfaat dan ilmu yang tentunya dapat memberikan ee bimbingan dan arahan bagi kita di dalam meniti yaitu asunah yang sahihah dan juga mengamalkan syariat Islam sesuai dengan ketentuan al-qur’an dan Sunah kami ucapkan jazakallah Khair dan juga mohon maaf ada beberapa pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada dan semoga yang sedikit ini bermanfaat kita mohon kepada Allah Taufik dan hidayahnya untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari dalam kehidupan kita sehari-hari jazakumullah Khair dan kami akhiri pertemuan sore hari ini dengan kafaratul Majlis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama r t dan radio R ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini rasahi [Musik] was

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *