3 FM menyebar cahaya sunah Asalamualaikum warah matullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waihibihi W Walah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu wasuluh W nabiya ba wa bad Islam memerhati rja di manapun Anda berada selanjutnya kita akan simak dan ikuti bimbingan dan pelajaran bersama Ustaz ahmadainuddin hafullahu taala dari kediaman beliau diumini Kalimantan Selatan Banjarmasin untuk mengikuti pelajaran Fathul Majid saru Kitab Tauhid selanjutnya para Ustaz kami persilakanfad Maskur ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim inalhamdulillahahmuagfir ah asadu allaahaillallah wahdahu syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu ya auhinaah rijan watahzi BII Arham inallahaanaikumqba ya ayuhina amanahakumum firakum dunubakum willahaasulahu faquzanima Amma ba fana asdaqal hadit kitabullah wa Ahsan Hadi hadyu Muhammadin Shallahu Alaihi waa alihi wasallam umuri muhda wa muhdatin bidah waa bidatin dolalah waaalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu Pagi 13 Rajab 1445 Hijriah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid syarhu Kitab Tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan alus syikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifats sifat kita berdoa allahma in nalukaibanqala allahum Amin ahtiillahillahakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah para pemirsa rja TV para pendengar radio Roja dan seluruh kaum muslimin di mana pun berada pada kesempatan kali ini kita membahas bab yang baru yaitu babu Ma jaatisq Bil anwa bab menisbatkan turunnya hujan kepada bintang kemudian Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab annajdi rahimahullahu taala menyebutkan beberapa dalil waahia rizum anakum tukbun yang artinya dan kalian menjadikan rezeki kalian yaitu Bahwa kalian mendustakannya Quran surah al-waqiah ayat 82 tib ahibati fillahanillah wakum yang dimaksud dengan bab ini adalah menjelaskan hukum menisbatkan hujan kepada bintang jadi apa hukum menjelaskan menisbatkan turunnya hujan kepada bintang Adapun bab ini hubungannya dengan tauhid adalah ee perbuatan menisbatkan turunnya hujan kepada bintang menunjukkan perbuatan Syirik yaitu menyandarkan turunnya hujan kepada bintang contoh perbuatan Syirik yaitu menunjuk menurun menyandarkan turunnya hujan kepada bintang dan ahibatiillahahakum menyandarkan turunnya hujan kepada bintang dapat menjadi a Syirik Akbar jika meyakini bintanglah yang menurunkan hujan kemudian b dapat menjadi Syirik asghar Syirik kecil jika meyakini bintang penyebab turunnya hujan meski masih meyakini Allah subhanahu wa taala yang menurunkan hujannya dan menisbatkan datangnya nikmat kepada selain Allah ini termasuk daripada kurang sempurna tauhid nah ini adalah penjelasan dari bab Apa maksud dari bab tersebut dan bagaimana hubungan bab terhadap tauhid Nah kita baca kitab Fathul majid di dalam bab ini waid maksudnya adalah ketika penulis Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah bab menisbatkan turunnya hujan kepada bintang maksudnya ancaman orang yang menurunkan hujan e orang yang menisbatkan turunnya hujan kepada bintang ancamannya apa gitu ya Nah ahibati Fillah jwa dan yang dimaksud di sini bintang yang dimaksud adalah eh atau menisbatkan turunnya hujan kepada bintang maksudnya adalah eh menisbatkan turunnya hujan dan datangnya hujan kepada bintang-bintang jamun wahya manazilal Qamar dan di dalam bahasa Arab bintang adalah Na jamaknya anwa dan dia adalah ketingkatan-tingkatan bintang atau tingkatan-tingkatan yang ada pada ee planet-planet ya yang ada pada planet-planet n abadat wahanun Wa manzilah eh tingkatan-tingkatan planet ada 28 yanzilul Qamar Kullu lailatin manzilatan minha eh di sini memakai bahasa qar ya qar Kalau diartikan berarti bulan ya bulan turun setiap malam satu tingkatan dari 28 tingkatan tadi wuu taala walqamararahu manazil dan di antara yang menunjukkan akan hal ini adalah Allah subhanahu wa taala berfirman Dan Amar kami tetapkan dan bulan ya di sini disebutkan walqamar qadarnahu manazil dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah manzilah yaitu tingkatan-tingkat tingkatan-tingkatan ya dan bulan kami tetapkan manzilahmanzilah maksudnya kedudukankedudukan surat Yasin ayat 39 jatuh di barat setiap 13 malam satu tingkatan bersamaan dengan terbitnya fajarukqilaikal W Minal dan EE terbit yang lainnya kebalikan dari itu pada waktu yang sama dari timur maka selesai seluruhnya dengan selesainya tahun maksudnya habisnya tahun orang-orang Arab ber anggapan bahwa bersamaan dengan turunnya tingkatan dan terbitnya yang menggantinya maka saat itulah terjadi hujanuaiha dan mereka menisbatkan hujan tersebut kepada tingkatan-tingkat dari bulan tadi dan mereka berpendapat kami diturunkan hujan karena terjadi bintang ini dan Bintang iniu Kenapa dinamakan Na Bintang itu karena jika ada yang turun dari tingkatan bintang-bintang tadi maka akan naik ya akan naik dan akan terbit di arah timur jadi tingkatan yang ada di barat turun arah timur naik tingkatan yang ada di barat turun arah timur naik terus seperti itu ya Nah yang jelas penjelasan dari Imam Abu sa’adat rahimahullahu taala ini menjelaskan kepada kita bahwa yang dimaksud dengan bintang-bintang tadi adalah bintang-bintang yang ada pada tingkatan-tingkatan di barat dan di timur apabila tingkatan atau bintang-bintang yang ada tingkatan tersebut turun pada ada tingkatan yang di bawahnya maka yang di barat akan naik yang di timur turun di barat akan naik terus seperti itu Nah ketika pergantian itu turunlah hujan ketika pergantian itu apa turunlah hujan ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala itu keyakinan orang Arab menurut orang Arab seperti itu n kemudian qa waquu ahmahahuaihi a atau Rain AB wahimullah yang artinya ee dan penulis Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab annajdi rahimahullahu taala berkata luhu taala firman Allah subhanahu wa taala dalam surah alwaqiah ayat 82 tadi dan kalian menjadikan rezeki kalian bahwa kalian mendustakan rezeki Allah subhanahu wa taala Imam Ahmad meriwayatkan begitu juga Imam Tirmidzi dan Imam Tirmidzi menghasankannya begitu juga Imam Ibnu jarir Imam Ibnu Abi Hatim kemudianya almaqdisi dalam kitabnya almukhtarah bahwa Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu berkata rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dan kalian menjadikan rezeki kalian menjadikan syukur kalian terhadap nikmat Allah bahwa kalian mendustakannya yaitu dengan mengucapkan kami diberi hujan dengan bintang ini dan ini dengan bintang ini dan ini Dan inilah tafsiran yang paling utama di dalam menafsirkan surah Al alwaqiah ayat 82 tadi dan pendapat ini juga diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib Abdullah bin Abbas dari kalangan sahabat nabi radhiallahu Anhu imamqatad adaha Atha alkurasani dan selain mereka dan ini adalah pendapat kebanyakan para ulama Ahli Tafsir dan ini adalah ee nampak dengannya Sisi pengambilan dalil oleh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah taala dengan ayat ini surat alwaqiah ayat 82 nah eh qala Ibnul qayyim rahimahullah A tajalunaakum min had rizq alladzi bihi hayatukum attakzibu bihi yakni Alquran Imam qayyim rahimahullah menafsiri maksudnya adalah kalian menjadikan bagian kalian dari rezeki ini yang dengannya kalian bisa hidup yaitu mendustakan rezeki ini yaitu mendustakan Alquran sedangkan alhanri berkata kalian menjadikan bagian dan nasib dan jatah kalian dariran bahanend dan Beliau berkata rugilah seorang hamba yang tidak ada bagian dari al-qur’an kecuali hanya mendustakan al-qur’an tersebut dia tidak sudah tidak mendengarnya tidak menghafalnya tidak mempelajarinya ya tidak mengamalkannya maka orang-orang ini benar-benar merugi karena tidak ada bagiannya Dar dalam Alquran kecuali mendustakan kemudiantiillahumahuuasahuaihi was sebelum kita masuk kepada dalil yang kedua maka saya ingin menjelaskan lagi bahwa eh surah alwaqiah ayat2 yang dibawakan oleh di sini Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah maknanya adalah ee menjelaskan bahwa Allah mencela orang-orang musyrik yang tidak Bersyukur atas nikmat Allah subhanahu wa taala yaitu Siapa mereka yang menisbatkan turunnya hujan kepada bintang ya yang menisbatkan turunnya hujan kepada bintang Nah itu itu maksud dari ayat Quran surah alwaqi’ah ayat 82 Allah mencela orang-orang musyrik yang tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat Allah ee dan cara mereka tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat Allah adalah mereka menisbatkan turunnya hujan kepada bintang dua hubungan dalil dengan BAB ya Ee hubungan Quran surah alwaqiah ayat 2 menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu menyandarkan hujan atau turunnya hujan kepada bintang menyandarkan turunnya hujan kepada bintang di dalam ayat disebutkan Allah menamai penisbatan turunnya hujan kepada bintang sebagai kedustaan ya Nah ini menunjukkan bahwa perbuatan menisbatkan turunnya hujan kepada bintang dicela oleh Allah subhanahu wa taala karena dianggap sebagai kedustaan oleh Allah oleh eh apa oleh Allah subhanahu wa taala nah kemudian kita lanjut kepada dalil yang kedua penulis hafidahullahu taala berkata atau rahimahullah an Abi Malik rallahu anu rasullahi Sallahu Alaihi Wasallam am jahiliah Al Bil ahs Q u muslim arti dari hal ini adalah Abu Malik al-asy’ari radhiallahu Anhu menuturkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda empat perkara yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliah tidak ditinggalkan oleh mereka satu membanggakan kebesaran leluhur yang kedua mencela keturunan atau nasab yang ketiga menisbatkan turunnya hujan kepada bintang-bintang ini yang berkaitan dengan tema kita yang keempat terlalu berlebihan meratapi orang yang sudah meninggal lalu Beliau bersabda wanita yang meratapi orang mati apabila belum bertobat sebelum meninggalnya akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikenakan kepadanya pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga serta mantel yang bercampur dengan penyakit Kudus eh penyakit gatal maksud saya hadis riwayat Muslim kemudian kita baca Abu Malik Ismu Al IBN Har abuah abuik Al Abu Malik namanyaal bin harit bin alhit asyani beliau adalah seorang sahabat nabi dan beliau sendirian meriwayatkan dari Abu salam dan di tengah-tengah para sahabat Abu Malik al-asy’ari ada dua selain ini ada dua selain ini NU empat perkara di tengah umatku dari perkara jahiliah mereka tidak akan meninggalkannya maksudnya adalah empat perkara ini akan dilakukan oleh umat ini umat Nabi muhammadaih wasik dengan disertai ui keharaman empat perkara tersebut atau disertai dengan ketidak mengetahui tentang keharaman empat perkara tersebut jahiliah bersamaan itu pula bahwa perbuatan-perbuatan ini adalah perbuatan-perbuatan jahiliah orang-orang jahiliah yang tercela dan sangat diharamkan Wal muradu Bil jahiliah Huna maqblal ba dan yang dimaksud dengan jahiliah adalah sesuatu sebelum ee hari kebangkitan sum balika Jah mereka dinamakan demikian Ahlul jahiliyah karena saking bodohnya mereka ah jahah dan segala apa saja yang menyelisihi rasulullahaii was apa saja yang Diwa rashi was menyelisyaal perkara jahiliah ti Sunan sunah dan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam banyak menyelisihi mereka di dalam perkara-perkara ee di dalam kebanyakan perkara-perkara mereka atau ee yang paling banyak dari perkara-perkara mereka yang demikian itu karena ee yang demikian itu diketahui dengan mentadaburi Quran dan kemudian mengenal sunah waliikhina rahimahullah musifakar Fi Ma Rasul su alaih wasallamagalah dan Syekh kita rahimahullah yaitu Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah memiliki tulisan ringkas disebutkan di dalamnya apa saja yang diselisihi oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah Q sikhul Islam apa Eh wikhina rahimahullah musif la maullahahiliah masalah dan Syekh kami yaitu syikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab annajri rahimahullah ee memiliki tulisan yang ringkas ee disebutkan di dalamnya apa saja yang diselisihi oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ee perkara kaum jahiliah sebanyak sekitar 120 permasalahan ul Islam rahimahullahah l jahiliahi w Jah yang artinya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan bahwa sebagian perkara jahiliah tidak ditinggalkan oleh orang-orang seluruhnya ee ini sebagai bentuk celaan dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bagi siapa yang tidak meninggalkannya bukan berarti boleh mengerjakannya ya Dan ini mengkonsekuensikan bahwa setiap apa saja yang dari perkara jahiliah maka perbuatan dan perbuatan mereka Maka itulah tercela dalam agama Islam oleh EE kalau tidak demikian maka tidak ada ee pencelaan terhadap hal itu ketika diingk di ee gandingkan kemungkaran-kemungkaran ini kepada jahiliah artinya kalau seandainya Tidak Dianggap bahwa perkara kaum jahiliah itu tercela maka tidak akan Rasul sallallahui wasallam menyebutkan bahwa itu adalah perkara yang merupakan perkara jahiliah yang wajib ditinggalkan dan ini perlu diketahui bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyandengkan perkara mereka kepada jahiliah maka ini adalah menunjukkan kepada pencelaan menunjukkan kepada pencelaan w wiala w jahili dan ini seperti firman Allah subhanahu wa taala dan janganlah kalian bertabaruj sebagaimana kaum jahiliah generasi pertama bertabaruk Sebutkan Allah dalam Surah Quran surah alahzab ayat 33 sesungguhnya ini adalah pencelaan terhadap berita tabar yaitu berdandan di hadapan laki-laki yang bukan mahram bagi para perempuan muslimah dan juga pencelaan terhadap keadaan kaum jahiliah pada generasi pertamanya dan menunjukkan mengekuensikan terlarangnya menyerupakan dengan mereka secara umum menyombongkan diri denganabab adalah Maksudnya E menganggap mulia di hadapan manusia disebabkan karena nenek moyang mereka dan inial kebodohan yang besar karena tidak ada kemuliaan kecuali dengan ketakwaan sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala sesungguhnya yang paling mulia bagi Allah bagi kalian di sisi Allah adalah yang paling bertwa nah begitu dalam surat Saba ayat 37 Dan tidaklah harta anak yang mendekatkan kalian kepada kita itu dalam keadaan Zulfah yaitu kecuali orang yang beriman dan beramal saleh maka merekalah mendapatkan jaza merekalah mendapatkan balasan yang setimpaimilu wti Amin dengan apa yang mereka amalkan dan mereka di dalam [Musik] ee apa namanya di dalam surga aman surat Saba ayat 37 ayat ini memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya yang menjadi ukuran adalah bukan ahsab bukan nenek moyang akan tetapi jadi ukuran adalah ketakwaan kemudian Abi Daud Abi wwam inahi jahanamwah artinya Abu Daud meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu secara marfu terangkat sampai kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala telah menghilangkan dari kalian ee keburukan jahiliah Yaitu menyombongkan diri dengan keturunan sesungguhnya bapak-bapak kalian adalah seorang yang beriman dan bertakwa atau sebaliknya seorang yang berdosa dan sengsara manusia adalah anak keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah sungguh orang-orang meninggalkan kesombongannya dengan mengangkat-ngangkat nama bapaknya sesungguhnya itu adalah arang dari arang-arang neraka jahanam dan sungguh itu akan lebih hina ya di sisi allah subhanahu wa taala daripada alj’an yaitu sesuatu alj’an daripada semut yang kecil gitu ya daripada semut yang yang kecil artinya Ee tidak usah menyombongkan diri dengan apa dengan keturunan dengan nenek moyang karena sungguh seseorang jika menyombongkan diri maka dia lebih ringan daripada hanya semut kecil saja di sisi allah subhanahu wa taala nah kemudian yang artinya dan mencela nasab maksudnyaalah terosok ke dalamnya dengan memberikan Nas danendahkaneturunan dan ketika Abu D rallah anu mencela seseorang dengan ibunya Maka Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam bersabda Apakah engkau mencelanya dengan ibunya Sesungguhnya engkau seseorang yang di dalam dirimu ada perkara jahiliah hadis riwayat Bukhari dan ini menunjukkan bahwa mencela nasab keturunan dari perbuatan jahiliah menunjukkan bahwa mencela di dalam nasab termasuk perkara jahiliah dan bahwa seorang muslim terkadang di dalam dirinya terdapat sesuatu dari sifat-sifat yang dinamakan sebagai sifat jahiliah atau sifat Yahudi atau sifat Nasrani akan tetapi ini tidak mengonsekuensikan kekufuran bagi dia dan juga kefasikan berkata sikhul Islam ibnuimiyah rahimahullahju ini yang menjadi pembicaraan kita yaitu menisbatkan turunnya hujan kepada bint yaitu menisbatkan turunnya hujan kepada bintang dan kepada na diud turunnya bintangint sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Ibnu jarir dari Jabir asuai beliau rahimahullahu taala berkata aku telah mendengar Rasulullah su wasam bersabda Aku khawatir atas umatku tiga perkara yang pertama adalah menisbatkan turunnya hujan bintang Kemudian yang kedua adalah rasa takut kepada sultan yang ketiga adalah mendustakan bulan-bulan Apabila ada orang yang berkata kami diturunkan hujan dengan bintang ini atau Nau ini maka ini tidak lebih dari satu ia meyakini bahwa bintang-bintanglah yang memberikan pengaruh dalam turunnya hujan maka ini adalah Syirik Akbar dan kekufuran dan itulah yang diyakini oleh kaum jahiliah sebagaimana keyakinan mereka bahwa berdoa kepada si mayit atau orang yang gaib maka akan mendatangkan bagi mereka nafaan manfaat atau E atau menahan keburukan dari merekaahu atau yanga memberi syafaat dengan doa-doa mereka kepada ahu rasu Nah inilah syirikan yang Allah subhanahu wa taala mengutus rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam untuk melarangnya dan memerangi orang yang e melakukannya sebagaimana dalam surah al-anfal ayat 39 sebagaimana dalam surat al-anfal ayat 39 Allah berfirman dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi kesyirikan fitnah dan sampai ibadah seluruhnya hanya milik Allah subhanahu wa taala fitnah yang dimaksud dalam surah al-anfal ayat 39 adalah kesyirikan nah kemudian penulis mengatakan ee adapun yang mengatakan kami diturunkan hujan karena begini-begini dan Tetapi dia meyakini bahwa memberi pengaruh Allah subhanahu wa taala semata akan tetapi di adakan adat kebiasaan dengan datang dengan adanya hujan ketika turunnya bintang-bintang pendapat yang benar bahwa haram menisbatkan turunnya hujan kepada bintang walaupun dengan jalan majaz kiasan eh telah ditegaskan oleh Imam Ibnu mlih dalam kitabnya alfuru bahwa haram ucapan seseorang mengatakan kami diturunkan hujan karena bintang ini dan bintang itu dan bahkan disb disebutkan di dalam kitab [Musik] Al dengan keharaman meskipun melalui jalan ma hal tersebut apa yang yang terjadi dari perbuatan Allah subhanahu wa taala yang tidak ee sanggup atasnya selainnya diberikan kepada makhluk yang di cptakan dikuasai tidak bisa memberikan manfaat tidak bisa menurukkan mudarat dan tidak ada kuasa untuknya eh dimilikinya atas sesuatu maka ini termasuk daripada Syirik asghar wallahuam Ya intinya kalau Syirik Akbar kalau meyakini bahwa hujan itu turun karena bintang tapi kalau Syirik asar ee adalah meyakini bahwa hujian turun karena sebab bintang yang satu Syirik Akbar karena menjamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara pengurusan bintang yang kedua adalah Syirik asghar yang kedua adalah Syirik asghar Kenapa karena hanya sebatas sebab nahuuah dan termasuk dari perkara yang diharamkan adalah mengangkat suara karena kematian seseorang karena ini termasuk daripada eh mendatangkan kemurkaan ini termasuk daripada perbuatan kemurkaan terhadap takdir Allah subhanahu wa taala yaitu meratapi mayat ya Dan ini bertentangan dengan sabar yang wajib danah termasuk dari dosa besar karena saking beratnya siksanya dan saking beratnya ancamannya seorang na itu seorang wanita yang Merapi Jika dia belum bertobat sebelum meninggalnya di dalam ini terdapat pelajaran bahwabat menghapuskan dosa meskipun dosanya itu besar ya Wai jumlah dan ini termasuk daripada hal yang di eh sepakati secara umum ya waukirukarid dan dosa-dosa bisa juga dihapuskan dengan eh amal-amal baik dan juga musibah-musibah yang dia dapatkan ini bisa menghapuskan dosa waul muslimin ba’um wyaaati waahi Ami Dan yang bisa menghapuskan dosa doa kaum muslimin sebagian mendoakan sebagian yang lain kemudian apa memberi syafaat dengan izin Allah subhanahu wa taala Kemudian pemaafan dari Allah kepada siap yang dikehendaki ya selama tidak melakukan kesyirikan Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala menerima tbatnya seorang hamba selama eh belum mengakukan yardir yardir yang dimaksud di sini adalah nafasnya sudah itu tenggorokan Selama nafas belum ee ditenggorokkan selama matahari belum terbit dari barat selama belum ada kiamat maka pada saat tobatnya diterima oleh Allah subhanahu wa taala eh akan diberikan pada hari kiamat dan ia akan memakai baju dari aspal kemudian baju kurung dari baju yang penuh dengan penyakit kulit yang artinya asirbal adalah jamak dari sarabil sarabil artinya yaitu pakaian gamis seperti itu maksudnya adalah para perempuan-perempuan yang terlalu meratapi kematian orang yang meninggal dari keluarganya mereka akan di dicat dengan ee dengan apa namanya aspal yang sangat panas maka akhirnya seperti ee memakai baju padahal itu aspal bahkan terkadang ee beryalanya api di badan-badan mereka lebih dahsyat dan baunya lebih busuk dan rasa sakitnya sudah hilang n dan rasa sakitnya disebabkan karena penyakit kudis tadi tambah parah Nah itu adalah siksa-siksa yang disediakan bagi orang-orang yang melakukan niah Nah itulah tadi dalil yang kedua dari Abu Malik alasariadallahu makna dari dalil tadi adalah menjelaskan bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan Ada empat perkara yang masih terdapat pada umat Islam dan tidak ditinggalkan Padahal perbuatan jahiliah yang pertama membanggakan kebesaran leluhur yang kedua mencela keturunan yang ketiga menisbatkan turunnya hujan kepada bintang-bintang dan ini yang kita ambil pelajarannya karena berkaitan dengan bab kita dan meratapi orang mati Kemudian beliau Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa Ancaman bagi wanita yang terlalu berlebihan dalam meratapi orang yang sudah meninggal adalah apabila belum bertobat ee Sebelum meninggal akan dibangkitkan pada hari kiamat dan dikenakan kepadanya pakaian yang berluman darah dengan cairan tembaga serta mantel yang bercampur dengan penyakit Gata nah ee Adapun hubungan dalil ini dengan b adalah menunjukkan contoh perbuatan Syirik yaitu menyandarkan turunnya hujan kepada Bintang Di Dalam Hadis disebutkan percaya bahwa turunnya hujan karena sebab sebagai jahili keyakinan jahiliah keyakinan jahiliah dibangun di atas kebodohan dan kesyirikan serta hawa nafsu Nah inilah yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini masih ada tersisa dua dari dalil Semoga kita bisa bahas pada pertemuan Selanjutnya wallahuam silakan Barakallah fikum wazakallahuiran Terima kasih atas pelajaran yang telah disampaikan semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya selanjutnya bagi Anda yang memperdalam seputar pembahasan ini kami berikan kesempatan untuk bertanya langsung via telepon di layanan t 0218236543 Sebutkan nama anda dan dari mana anda berasal Kemudian untuk pesan singkat di 0819896543 silakan untukelon yang pertama kami akan coba angkat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Bapak Dengan siapa ini di mana saya sampaikan pertanyaannya yang pertama saya tanyakan Pak ustaz yaitu yang berhubungan dengan Tauhid juga jika dosa besar kita Apakah dosa C kecil atau dosa besar selain Syirik bila sudah diampuni oleh Allah subhanahu wa taala sudah diwugurkan apakah di akhirat nanti dia memasar at di akhirat diperlihatkan juga dosa besesar kita itu ee Pak ustaz cukup pertanyaan itu saja nah nah itu Iya Iya baik e Iya terima kasih ya kemban ditunggu jawabannya silakan Ustaz bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waaman wala Amma ba’d Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran maka Siapa saja yang berbuat seberat biji sawi atau seberat Zarah dari kebaikan maka ia akan melihatnya dan siapa saja yang berbuat seberat Zarah dari keburukan maka ia akan melihatnya surat azzalzalah ayat 7 sampai 8 maka apa saja yang dilakukan oleh hamba baik dari kebaikan amal saleh atau keburukan maka ia akan mendapatiya di dalam buku catatan amal pada hari kiamat itu pasti dia akan mendapatinya dalam buku catatan amal pada hari kiamat maka siapa yang berdosa kemudian dia bertobat maka dia akan mendapati dalam kitabnya dosanya yang dia lakukan dan tbatnya yang dia lakukan yang menghapus dosa tersebut ya yang menghapus dosa tersebut ini para ikhw yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala eh berkata alhafiz Ibnu Rajab dosa-dosa tidak akan dihapus dari buku catatan buku catatan amal karena tobatnya dan juga karena selainnya akan tetapi dia harus untuk membaca buku catatan amal tersebut Ya Allah berfirman dalam surkahfi ayat 48 diletakkan Alkitab itu buku catatan amal maka orang-orang yang penuh dengan dosa takut terhadap apa yang ada dalamnya dan mereka mengucapkan Celakanya kita kenapa Ada apa dengan kitab ini tidak meninggalkan yang kecil yang besar kecuali tercatat di dalam nya ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dan inilah pendapat yang sahih dari para ulama peneliti dari para ulama peneliti dan EE yang meriwayatkan pendapat ini di antaranya alhan Al bashri seorang tabii kemudian Bilal bin sa’ad addimasqi seorang tabii bahwa apabila seorang hamba berdosa kemudian dia bertobat beristigfar diampuni dosanya akan tetapi tidak dihapuskan dari buku catatan amalnya ya dia harus membacanya Nanti pada hari kiamat kemudian akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa taala wallahuamikum Terima kasih atas Jawabannya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan masih Kami tunggu pertanyaan Anda via telepon secara langsung di [Musik] 0218236543 Halo silakan tersambungkan kami bacakan dari pesan singatan yang telah masuk dari hamba Allah yang bertanya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz Bagaimana hukumnya ya yang saat ini sering kita lihat orang-orang ketika ingin ada hajat atau menginginkan sesuatu yang berkaitan dengan hujan Dia memanggil seseorang yang dianggap bisa mendatangkan hujan atau yang mencegah hujan atau disebut dengan pawang hujan bagaimana dengan fenomena saat ini dan hal ini ee senang sekali atau marak sekali masyarakat membicarakannya silakan Ustaz amdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah waa alihiiillahah kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat Siapa yang meyakini bahwa ada yang mengatur alam semesta termasuk di dalamnya menahan hujan menurunkan hujan selain Allah subhanahu wa taala maka ini adalah kekufuran karena bertentangan dengan ayat al-qur’an Surah Yunus ayat 31 Qul yarzukukum Min Wal ARD Katakanlah siapa yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi Siapakah yang memiliki pendengaran dan penglihatan Siapakah yang sanggupeluarkan yang hidup dari yangelkan yang Dar yang Mak Katakanlah Apakah kalian tidak bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala Maka sekali lagi siapa yang meyakini bahwa ada yang mengatur mencipta berkuasa termasuk di dalamnya menahan hujan menurunkan hujan ee maka ini keyakinan adalah kekufuran karena dia mensyirikkan Allah dengan sesuatu selain Allah dengan Allah dalam perkara rububiah bahkan kekufuran nya lebih kufur dari kebanyakan kaum musyrikin yang mensyirikkan Allah subhanahu wa taala dalam perkara ibadah wallahuam n baik Ustaz Terima kasih atas Jawabannya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan Anda yang ingin masuk secara langsung via telepon bertanya P Ustaz kami berikan kesempatan di 021 8236543 Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh ibu mohon maaf dengan siapa Di mana ini risati di P Mulang silakan Ibu roswati pertanyaannya ehaf Pak ustaz mau bertanya Kalau misalnya ahli maksiat itu kan mendapatkan rezeki haram terus misalnya dosanya sudah diampuni gitu kalau bertobat dosanya sudah diampuni nanti di akhirat itu ee akan tetap bertanggung jawab enggak dengan dosanya reeki haramnya itu tetap dipertanggungjawabkan apa engak Pak Terima kasih alalamikum Waalikumsalam warahmatullah wabarakatuh Terima kasih silakanah wabarakatuh bismillahamdulillah was Saya ingin dulu saya in mengorek dulu apa yang disebkan Ibu pen yangtama orang bermaksiat kemudian dia bekerja Apakah rezekinya haram tidak haram kalau saandinya pekerjaannya halal sedangkan maksiat dia ya maksiat dia dosa tidak ada urusannya dengan rezekinya saya beri contoh Misalkan ada orang bekerja pekerjaannya halal buat ee warung makan atau jualan yang halal kemudian dia bermaksiat seperti tidak memakai jilbab misalkan perempuan sambil jualan warung eh sambil berjualan di warung makannya atau sambil menjual barang-barang yang halal maka hasil penjualannya halal dia berdosa tidak berjilbab karena menutup aurat wajib bagi seorang wanita muslimah tetapi tidak ada urusan dengan hasil dari pekerjaan halalnya kecuali kalau seandainya pekerjaannya haram kalau seandainya pekerjaannya haram Maka hasilnya haram seperti Misalkan ada orang menghutangi orang lain dengan cara riba rentenir maka ini hasil pekerjaannya tersebut adalah haram nah Lalu apakah nanti ee hasil-hasil yang haram tadi ee di dunia dia boleh gunakan tidak tak boleh dia dia harus mengembalikan uang-uang orang yang dia ambil ribanya kemudian dia harus bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dan dia mengambil uang yang dia hutangkan saja tidak boleh ee yang uang orang lain yang uang orang lain tidak boleh ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala nah ee kalau seandainya dia e apa obat dan dia bingung untuk mengembalikannya uang-uang haram ini bagaimana hasil pekerjaan haramnya misalkan Dia ee pelacur misalkan dia bekerja untuk melacur hasil pekerjaannya haram mahrul bagi haram ya hasil upah pelacur haram Lalu apakah nanti hal-hal yang haram ini akan di tang diminta pertanggungjawaban Iya semuanya akan diminta pertwaban yang halal yang haram dimintai pertanggungjawaban ya kemudian Bagaimana caranya saya berbuat dengan yang haram ini maka jawabannya adalah dia Letakkan itu di ee kepentingan kaum muslimin kemudian dia beralih kepada pekerjaan yang halal sehingga bisa menafkahi dirinya menafkahi anak-anaknya mungkin ya wallahuam ikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas eh jawabannya semoga bermanfaat untuk yang bertanya khususnya selanjutnya di 0218236543 masih kami berikan kesempatan kembali silakan pertanyaan Anda disampaikan P Ustaz Halo Halo Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kembali yunaldi daribas tenaga Iya kenapa bapak e tanyakan kalau kita berdoa kepada Allah ya Allah tahanlah hujan atau alihkan ke bukit-bukit atau apakah itu termasukik itu Iya artinya Bapak e misalnya karena ada hajat kemudian ingin hujannya dialihkan ke tempat lain supaya atau alih ke tempat lain ya Allah ya Tuhan ke bukit-bukit lembah-lembah atau apakahik kita berdoa kepada Allah baik baik Bapak Terima kasih atas pertanyaannya silakan Ustaz Bismillah Alhamdulillah wasalatu wasalam ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waaman Walah Amma ba’d eh ahibbati fillahanillah wakum apabila seorang berdoa agar hujannya diberikan ke hutan diberikan ke lembah-lembah Mak ini tidak kesyirikan sebagaimana hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pernah didatangi oleh seseorang agar minta diturunkan hujan lalu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian berdoa ya berdoa agar hujan turun kemudian turunlah hujan setelah turunnya hujan selama sepekan kemudian ternyata terlalu lebat Lalu setelah itu orang tersebut mengeluh lagi wahai Rasulullah harta rusak kemudian ee jalan-jalan terputus karena saking lebatnya hujannya maka berdoalah kepada Allah agar ditahan hujan tersebut Lalu Rasul su wasam berdoa Allah Ya Allah berikan hujan di sekitarkitar kita jangan berikan hujan di atas kita yang memberikan keburukan kepada kita Allah Ya Allah berikanlah hujan kepada gunung-gunung kepada ee lembah-lembah kepada rumah-rumah kepada bebatuan-bebatuan ya kepada pohon-pohon yang baru tumbuh n ini tidak mengapa seperti ini wallahuam Barakallah fikum W jaazakallahu Khairan nampaknya tadi pertanyaan terakhir dan penutup di pertemuan kita karena terbatasnya waktu yang ada mohon Ustaz memberikan iktidam Fadil Ustaz bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waman wala Amma bad apa yang sudah kita pelajari tadi adalah bab yang ke-30 di dalam Kitab Tauhid alladzi Hua haqqulah Al Abid tentang babu majaa filisisqa Bil anwa bab hukum menisbatkan turunnya hujan kepada bintang dan kita sudah jelaskan bahwa hukumnya adalah haram dan perbuatan seperti ini termasuk kesyirikan menyandarkan turunnya hujan kepada bintang kemudian menyandarkan turunnya hujan kepada bintang bisa menyebabkan Syirik Akbar jika meyakini bintang bintang tersebutlah yang menurunkan hujan yang mengatur alam semesta dan bisa menyebabkan Syirik asghar jika meyakini bintang-bintang tersebut adalah penyebab turunnya hujan meski masih meyakini Allah subhanahu wa taala yang menurunkan hujannya kemudian kita belajar surat al-waqi’ah ayat 82 waajaluna rizqum anakum tukadzibun kalian menjadikan rezeki kalian kalian dustakan ini Allah mencela orang-orang yang musyrik yang tidak bersyukur atas nikmat hujan dari Allah subhanahu wa taala dengan menisbatkan turunnya hujan tersebut kepada bintang nah ini namakan mendustakan nikmat Allah subhanahu wa taala kemudian kita sudah membaca tentang hadis Abu Malik al-asjai radhiallahu Anhu bahwa ada empat perkara dari kaum jahiliah yang tidak ditinggalkan oleh umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan salah satu dari empat perkara tersebut adalah menisbatkan turunnya hujan kepada bintang ini menunjukkan bahwa contoh perbuatan Syirik yaitu menyandarkan turunnya hujan kepada Bintang dan Ini adalah keyakinan kaum jahiliyah dan keyakinan kaum jahiliyah dibangun di atas kebodohan kesyirikan serta hawa nafsu Adapun Pesan yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah yaitu Ada timbangan yang paling besar yang seorang bisa menimbang-nimbang tentang dirinya sebagaimana sebuah perkataan disebutkan dalam Kitab alakwi yang ditulis oleh Imam AB Imam alkhatib albagdadi rahimahullah Sufyan bin uah rahimahullah berkata Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam Man akbarai asyaqhi Wai wafqaha fahual Haq W khalf Fah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah timbangan yang paling paling besar terhadapnyalah dihadapkan seluruh perkara-perkara ala khiati w dihadapkan seluruh perkara terhadap akhlak beliau sejarah beliau petunjuk beliau yang sesuai dengan beliau maka itu adalah kebenaran dan yang menyelisihinya maka itu adalah [Musik] kebatilan ini juga yang dikatakan oleh Imam Ibnu qayyim aljauziyah rahimahullah almizanur rajih alladzi ala akhlaq wawali waalii tuzanul akhl wal aqwal wal amal Wal Furqan almubin alladzi biittibiatamayyazu Ahlul Huda Min ahlidal Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah timbangan ukuran yang Sangat kokoh yang di atas akhlaknya ucapannya perbuatannya ditimbang akhlak-akhlak lain ucapan-ucapan lain perbuatan-perbuatan lain dan pembeda yang sangat jelas yang dengan mengikutinya terjadilah perbedaan mana yang mendapat petunjuk dan mana yang di atas kesesatan Maka sekali lagi usahakan senantiasa hidup kita mengikuti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang bisa disampaikan sallah Nabina Muhammad alhamdulillahbilamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakumullahu Khairan Ustaz Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan bimbingan dan pelajaran dari pembahasan kitab Fathul Majid Sar kitabi tauhid Semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya Terima kasih atas kebersamaan anda pemerhati rja di mana pun anda berada kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumma wabhamdika Ashadu Alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply