Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Serial Fiqih Doa dan Dzikir No : 212

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

ahu nabiina wayidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain Amma ba’d kita panjatkan puja dan puji syukur keehadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini tanggal 16 syakban 1445 Hijriah ya atau yang bertepatan dengan tanggal 26 Februari 2024 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah Jalla waala sehingga kita kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di Kompleks pondok pesantren Tunas Ilmu di desa gedung wuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah subhanahu wa taala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla waala Allahumma Amin selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak ibu-ibu dan juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani warahimakumullah kembali kita membahas fikih doa dan zikir serial nomor 212 mengangkat tema Adakah doa saat berwudu jadi ada tiga momen Para pendengar para pemirsa hadirin hadirat sekalian yang kami hormati ada momen sebelum berwudu ada momen ketika berwudu dan ada momen sesudah berwudu ada berapa momen ada tiga satu sebelum yang kedua saat yang ketiga sesudah kalau momen yang pertama yaitu sebelum berwudu sudah kita bahas ya pada serial sebelumnya serial nomor 211 saat itu kita mengkaji bahwa doa dan zikir yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebelum berwudu adalah membaca nopo bismillah hari ini ini kita akan membahas tentang saat berwudu yakni ketika kita menjalankan wudu nyunj mencuci tangan kemudian kumur-kumur ee membasuh muka dan seterusnya ini apa ada bacaannya apa ada doanya dan pada pertemuan yang akan datang Insyaallah kita akan membahas momen yang ketiga yaitu setelah berwudu ya apakah juga ada bacaan khususnya Kenapa ini perlu kita bahas Bapak Ibu yang kami hormati karena ada sebagian kalangan ketika mereka berwudu saat menjalankan ibadah wudu mereka itu punya bacaan khusus ketika membasuh tangan membaca ini ketika ee kumur-kumur membaca ini ketika ee mengusap kepala membaca ini Jadi mereka itu punya bacaan khusus di sini saya kasih contoh kalau kumur-kumur mereka sambil kumur-kumur mereka membaca allahumqini Mini nabiika Kasan laau badahu abadan yang artinya ya Allah berilah aku minum dari Telaga nabimu sallallah alaii wasam satu cangkir sehingga set setelah itu aku tidak akan merasa haus lama-lamanya kemudian ketika memasukkan air ke hidung istinsyaak membaca doa allahummaahmni Ya Allah janganlah engkau haramkan aku dari mencium e wanginya kenikmatanmu dan Surgamu ketika membasuh muka membaca Allahumma bayit wajhi Yaum tabyad wujuh wataswadu wujuh Ya Allah jadikanlah mukaku bersinar di hari ada sebagian muka bersinar dan ada sebagian muka menghitam ketika membasuh kedua tangan membaca Allahumma atini kitabi biyaminiihi Allahumma la tutini kitabi bisyimali Ya Allah berikanlah untukku buku catatan amalanku melalui tangan kanan dan jangan engkau berikan kepadaku buku catatanku memakai tangan kiri ketika mengusap kepala membaca Allahumma Harim S Wari alar Ya Allah haramkanlah eh Rambutku dan kulitku dari api neraka ketika mengusap telinga membaca allahumalni minina y ahsanah Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan nasihat dan mau mengamalkannya dan ketika membasuh kaki membaca Allahumma tabbit qadami alirat Ya Allah jadikanlah kakiku bisa berjalan dengan baik di atas jembatan nanti di hari kiamat ada yang sudah hafal belum saya juga belum cwa banget ya Bu ya alhamdulillahnya alhamdulillahnya doa yang panjang ini ternyata tidak ada landasannya tidak ada dasarnya dari hadis nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam alhamdu lillah S sidang ngapal wis Dawa Ya sudah banyak panjang pula ya jadi ee doa yang tadi kita Contohkan yang dibaca oleh sebagian kalangan ini memang tidak ada hadis sahih yang melandasinya dan yang mengatakan itu bukan saya ya yang mengatakan itu bukan saya tapi yang mengatakan itu adalah para ulama pakar hadis para ulama pakar hadis dan mereka adalah ulama-ulama ahli bukan kaleng-kaleng nah kaleng-kaleng si noo ya enggak sembarangan ya tidak sembarang mereka adalah orang-orang yang menghabiskan umurnya untuk mengkaji meneliti membahas hadis-hadis Rasul sallall Sallahu Alaihi Wasallam sehingga ketika mereka menyampaikan statement menyampaikan sebuah pernyataan maka pernyataannya itu kita anggap Kredibel karena mereka memang punya kompetensi untuk berbicara masalah ini di antara ulama yang menyatakan tersebut adalah Imam Ibnu salah seorang ulama pakar hadis yang wafat pada tahun 643 Hijriah terus juga Imam an-nawawi rahimahullah seorang ulama kenamaan yang sangat Masyur yang wafat pada tahun 676 Hijriah juga Imam Ibnul qayyim rahimahullah yang wafat tahun 751 Hijriah serta alhafiz Ibnu hajar al-asqalani rahimahullah yang wafat pada tahun 852 jadi saya ini cuma membawakan contoh saja sebennya masih banyak ulama yang lain yang menyampaikan hal serupa jadi saya sengaja bawakan nama-nama di atas yang memang mereka sudah dikenal dalam ee dunia keilmuan sebagai orang-orang yang ahli di bidang ini saya contoh kan di sini saya nukilkan ya perkataan alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah Beliau berkata dalam kitab beliau atalisul habir kata beliau ketika mengasih komentar atau mengomentari amalan yang tadi kita Contohkan di atas kata beliau imam nawawi dalam kitab arraudah berkata doa ini tidak ada asal nya maksudnya tidak ada sumbernya dan tidak disebutkan oleh Imam Syafi’i maupun mayoritas ulama jadi mayoritas ulama itu enggak menyebutkan doa tadi di atas dan masih imam nawawi berkata dalam kitab beliau Syarah muhadzab para ulama terdahulu tidak menyebutkannya jadi para ulama yang terdahulu sezaman dengan imam Syafi’i Imam Ahmad Imam Malik Imam Abu Hanifah dan se se se apa namama namanya sezaman dengan mereka enggak ada yang menyebutkan doa itu Imam Ibnu salah mengatakan tidak ada satuun hadis sahih tentang hal ini ini contoh statement yang disen para ulama Imam Ibnu qayyim lebih tegas lagi Beliau mengatakan tidak ada riwayat yang sahih dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau mengucapkan bacaan khusus saat berwudu kecuali Basmalah dan Basmalah itu pun dibacanya Kapan sebelum ya ya sebelum mulai wudu baca Basmalah kata beliau semua hadis yang memuat bacaan zikir khusus ketika melaksanakan wudu adalah dusta dan palsu apa Bu dusta dan palsu bacaan-bacaan itu enggak pernah diucapkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam jadi rasulull Sallallahu alaii wasam enggak pernah baca doa itu bacaan itu enggak pernah diucapkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam jadi Rasul enggak pernah baca doa itu terlebih dahulu adalah Apakah amalan itu ada landasannya atau tidak yang dimaksud dengan landasan di sini adalah dalil dari al-qur’an atau dari hadis nabi kita Muhammad sallallahu was itu yang dimaksud dengan landasan makanya di zaman ini apalagi yang namanya nge-share kpao Bu nge-share berbagi tulisan berbagi konten itu sangat mudah sekali jenengan punya WA Bu punya punya punya grup enggak ikut grup WA enggak ikut dalam sehari berapa wa yang masuk ke jenengan hah bukan buluhan ratusan ratusan dan kadang-kadang Diang dan kadang-kadang ya Ustaz itu ditulis di situ hadis riwayat Bukhari benar enggak ada di dalam Sahih Bukhari jenengan saya kasih contoh ya saya ini pernah dikirimi sama orang sebuah konten yang di situ dimuat ada sebuah hadis lantas ditulis di akhir hadisnya hadis riwayat Bukhari begitu saya baca kok saya merasa merasa aneh iya ya alhamdulillah saya ee belajar ee agak lama hadis e bidang hadis ini saya belajar agak lama ketika S1 kami belajarnya ilmu Hadis Alhamdulillah selama sekitar 4 tahunan Kami belajar ee ilmu Hadis khusus tentang mendalami ilmu Hadis jadi ketika saya membaca hadis ini disebut riwayat Bukhari Kok aneh maksudnya redaksinya ini redaksi yang aneh kayaknya ini enggak ada dalam sahih Bukhari akhirnya betul saya pastikan saya cari di dalam sahih Bukhari ternyata gak ada ternyata hadis tersebut di dalam sahih Bukhari gak ada akhirnya saya penasaran dah di mana ini hadisnya jenengan tahu di mana saya saya temukan hadis itu ternyata hadis itu ada di dalam kumpulan hadis-hadis palsu noo kumpulan hadis-hadis palsu sehingga saya saya temukan itu di dalam kitab-kitabul mauduat yang ditulis oleh Imam Ibnu jauzi rahimahullah Kitab yang ditulis yang kontennya adalah kumpulan hadis-hadis palsu bayangkan ya ada orang nulis hadis palsu kemudian dikasih keterangan hadis riwayat Bukhari ini kan bohong maka ketika kita mendapatkan share-sharean seperti itu ketika ada orang ngirimkan konten kepada kita jangan buru-buru diamalkan tapi sikap yang benar adalah pastikan Kenapa Bu pastikan bahwa itu ada dalilnya ada landasannya Quran surat apa ayat berapa hadis riway siapa sahih atau tidak loh Ustaz saya kan enggak pernah belajar hadis Ustaz buro-boro belajar hadis wong kuliah juga kuliahnya umum jurusannya jurusan apao umum malah banyak di anara kami malah gak kuliah Ustaz loh tahunya Ustaz ini hadisnya sahih apa enggak yo nanya fas’alu ahla Zikri inkuntum la tlamun bertanyalah kepada ulama ketika kalian tidak tahu tanya dan sekarang sarana untuk bertanya itu mudah sekali tinggal ketika ada kiriman seperti itu jenengan bingung mau mengamalkan ragu-ragu ini ada landasannya atau tidak jenengan kirim ulang bukan dikirim ulang di grup dikirim ulang kepada seorang ulama seorang Ustaz seorang ahli ilmu yang jenengan percaya Kirim setelah dikirim kemudian nanya Ustaz ini hadis yang ada di sini ini sahih apa enggak ini amalan yang termuat di sini benar apa enggak ada dalilnya atau enggak ada landasannya atau tidak ada dasarannya ada dasarnya atau tidak cuman syaratnya kalau n ke ulama ke ustaz itu syaratnya apa sabar menanti Kenapa Bu syaratnya sabar menanti karena biasanya ulama Ustaz itu yang nanya banyak apa sedikit yang nanya banyak dan menjawab suatu pertanyaan itu kadang-kadang butuh waktu untuk melakukan penelitian terlebih dahulu sehingga jenengan harus sa sabar Alhamdulillah berarti bacaan-bacaan yang tadi disampaikan di atas itu tidak dicontohkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga perlu diamalkan atau tidak tidak perlu dihafalkan atau tidak kenapa saya bawakan di sini kalau enggak perlu diamalkan enggak perlu dihafal kan kenapa saya bawakan di makalah yang jenengan pegang ini kenapa sebagai bentuk peringatan hati-hati jadi jangan sampai nanti jenengan sampai di rumah kertas ini ditempel di samping tempat wudu I sambil wudu sambil baca apa doa yang ini jangan oh nanti saya enggak dapat Amal jariah Malah dapat dosa jariah jadi saya membawakan doa ini makanya judulnya apa Bu Adakah doa saat berwudu jawabannya tidak makanya Judulnya kan bukan doa saat berwudu bukan kalau jenengan masih ingat pada serial sebelumnya nomor 211 judulnya apa doa sebelum wuduh nah wis genah karena ada doanya nopo bismillah lah kalau saat berwudu karena Doanya itu diamalkan sebagian orang tapi gak ada landasannya Makanya saya kasih con saya kasih judul apa Adakah doa saat berwudu terus tanda noo tanya jawabnya adalah tidak ada ya selain ee enggak ada landasannya doa yang tadi kita sebutkan mengamalkan doa itu ada dampak buruknya ada nopo dampak buruknya Apa dampak buruknya bisa mengakibatkan penggunaan air yang berlebihan noo penggunaan air yang berlebihan kok bisa jenengan itu biasanya wudunya pakai ciduk atau pakai keran keran nah Buka kerannya besar apa kecil besar apa kecil full apa separuh separuh apa sepertiga ketika jenengan buka keran kalau kita enggak baca doa-doa ini yang di atas tadi itu maka wudunya akan lebih cepat selesai betul Iya tapi kalau kita baca doa itu wudunya akan tambah lama kalau wudunya tambah lama Berarti resikonya apa Airnya tambah banyak betul Coba sekarang ya apa Ming apalagi yang belum hafal jadi Sudah buka noo keran buk gede maning sudah buka keran kemudian ketika kumur-kumur karo Neng tulisan ya allahum allahum kini ya apagi mau Min nabiikaan baahu abadan k lancar Ya ini kalau lancar kalau enggak lancar su dan keran tetap apa tetap mengalir ini akan terjadi pemborosan ini Padahal baru membaca ketika kumur-kumur padahal yang ada di hadapan kita ketika memasukkan air ke hidung ada bacaannya ketika membasuh muka ada bacaannya ketika mengusap telinga ada bacaannya mengusap rambut ada bacaannya membasuh muka ada bacaannya kemudian ketika cuci tangan ada bacaannya ketika cuci kaki ada bacaannya maka akan terjadi pemborosan air dan Allah subhanahu wa taala dalam al-qur’an sudah melarang kita untuk berperilaku bo Ros apa kata Allah subhanahu wa taala dalam al-qur’an surah al-an’am surah apa Bu al-an’am ayat 141 janganlah kalian berperilaku boros kenapa innahu la yuhibbul musrifin Sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada orang-orang yang berperilaku boros perhatikan baik-baik Allah subhanahu wa taala berfirman dan jangan berperilaku boros boros dalam apa boros dalam apa dalam segala sesuatu boros dalam segala sesuatu boros dalam air boros dalam makanan boros dalam pakaian boros dalam ee ee membelanjakan Harta Ya semua jenis keborosan di dalam agama kita dilarang kenapa innahu la innahu la yuhibbul musrifin karena Allah itu gak suka dengan orang-orang yang berperilaku boros sudah tahu di rumah itu orang yang makan cuma sedikit sudah tahu di rumah orang yang makan cuma sedikit jumlahnya dua orang atau tiga orang dan sudah tahu bahwa orang yang sedikit ini makannya enggak banyak kok masaknya banyak sehingga malam-malam banyak makanan yang tersisa Mending kalau makanan itu dimanfaatkan untuk ayam untuk bebek untuk apaagi grameh untuk lele masih mending enggak dibuang ke mana Ke tempat sampah ya sayurnya ya nasinya padahal sekarang beras lagi mahal orang lagi kesusahan dapat beras kita malah buang-buang nasi ini boros atau tidak Bu boros orang-orang yang boros seperti ini enggak dicintai sama Allah jenengan pengin enggak dicintai sama Allah pengin enggak dicintai sama Allah pengin Maka jangan boros jangan ng bus jenengan tahu para ulama kita dulu kalau punya apa namanya kertas punya kertas itu mereka itu nulisnya supaya enggak ada yang mubadir itu nulisnya itu dari ujung kertas sebelah sini nih ya balik ujung kertas seb ini sampai bawah rapet enggak ada yang diapain enggak ada yang dikosong coba sekarang saya tanya sama jenengan buku tulis jenengan buku tulisnya jenengan ketika masih sekolah itu satu buku tulis kepakai semuanya gak Hah kepakai semua enggak enggak mungkin dari satu buku tulis yang 4 10 halaman atau bahkan yang 60 halaman itu yang kepakai cuma berapa paling cuma separuh naik kelas apa yang dilakukan beli buku baru lagi buku yang kelas satu yang masih kosong nganggur kosong kertas kosong nganggur dan kita tahu kertas seperti ini ya kertas seperti ini itu untuk bikinnya harus nebang apa harus nebang apa pohon bahannya kertas itu kan apa pohon kayu berarti Berapa banyak penebangan pohon yang terjadi dan setelah itu dibikin kertas dan kertasnya nganggur ini pembarosan atau tidak pemborosan maka Allah Azza waalla melarang kita untuk berperilaku boros secara umum enggak boleh termasuk berperilaku boros ketika berwudu secara khusus Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mewanti-wanti dari perilaku boros dalam menggunakan air wudu dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan isnad hadis ini dinyatakan sahih oleh Syekh Ahmad Syakir kata Abdullah Ibnu Amr radhiallahu anhuma annan Nabi Shallallahu alaihi wasallam marro bis’din wahua yatawad dikisahkan pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lewat lewat di sampingnya ada saat saat salah seorang sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saat ini lagi wudu lagi no Bu wudu begitu nabi sallahuai Wasallam melihat cara wudunya saat maka Nabi Sallallahu alhi wasallam langsung bersabda maarf Ya sa’du wahai sa’ad Kenapa kamu boros boros dalam apa boros dalam apa boros dalam menggunakan air ketika berwudu saat yang belum paham beliau bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasul Apakah boros juga bisa terjadi ketika seorang wudu Jadi selama ini mungkin saat pahamnya boros itu hanya dalam makanan hanya dalam belanja ya mungkin selama ini seperti itu yang dipahami oleh Saad maka Saad bertanya wahai Rasul apakah mungkin terjadi perilaku boros ketika berwudu maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun menjawab Naam Naam apa Bu Iya waain kunta ala nahrin jarin dengarin baik-baik waain kunta ala nahrin jarin sekalipun engkau sedang berwudu di sungai yang mengalir tidak boleh boros bayangkan Bu wudu di sungai berarti airnya melimpah atau tidak melimpah enggak boleh boros Apalagi kita wudunya pakai apa Pakai keran dan rata-rata dari kita keran itu dari PDAM PDAM bayar atau tidak bayar kalau kita wudu di sungai bayar gak andak gratis wong gratis aja enggak boleh boros apalagi bayar atau kalau enggak dari PDAM kita punya sumur betul untuk nyedot airnya pakai apa Sanyo sanyonya pakai listrik listriknya bayar lah wong wudu pakai air yang gratis saja enggak boleh boros apalagi wudu pakai air yang bayar makanya Saya kasihan dengan takmir-takmir masjid yang bayar listriknya besar kenapa Salah satunya karena jemah enek wudu boros Sinten di pada ngacung ayo ya maka mulai hari ini kalau buka keran Bagaimana Bu kalau buat wudu bagaimana buka yang kecil saja Berarti cuma wudu saja Ustaz ya enggak termasuk ketika jenengan nyuci pakai mesin cuci kadang-kadang ngisi air di mesin cuci ditinggal ditinggal ngapa Masak tinggal apa mane dolanan HP tinggal apa maning tinggal turu Astagfirullah tinggal apa turu apa yang terjadi luber Apanya yang luber air contoh boros contoh yang lain ngisi bak mandi ngisi nopo bak mandi dibuka kerannya terus ditinggal pergi apa yang terjadi luber boros lagi Ustaz kan bukanya cuma kecil bukanya cuma noo kecil Iya kecil tapi [Musik] sewengi kita buka kecil tapi semalam sudah berapa ember yang kita buang itu boros dan Allah tidak menyukai orang-orang yang boros maka bisa jadi Bapak Ibu yang kami hormati kita diuji oleh Allah Azza waalla hari ini dengan beras yang mahal dengan susahnya air dan yang lain sebag sebya bisa jadi itulah peringatan dari Allah Azza waalla karena sebelumnya kita berperilaku mudah-mudahan bermanfaat masih sisa sedikit waktu kalau ada pertanyaan silakan Baik terima kasih Ustaz jazakullah materi yang disampaikan kami bacakan pertanyaan pertama asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalamak Ustaz Apakah ada panduan khusus untuk wanita yang sedang haid saat melakukan wudu jazakumullah Khairan Ada apa panduan khusus untuk wanita yang sedang haid untuk berwudu secara khusus saya gak tahu tapi kalau wanita haid berwudu boleh-boleh aja gak masalah ya jadi walaupun kemudian itu tidak membuat ee dirinya Suci total karena kan kalau belum haid itu kan masih dalam keadaan opo masih keadaan hadas hadas itu berarti dalam kondisi yang tidak boleh melakukan salat ya lah kondisi seperti itu kalau mau berwudu ya gak apa-apa boleh-boleh saja mandi juga boleh akan tetapi bukan berarti setelah wudu atau setelah mandi terus dianggap jadi suci kalau masih keluar darah haidnya Jadi kalau panduan khusus Saya tidak tahu tapi boleh-boleh saja gak apa-apa tapi itu tidak membuat dia menjadi apa menjadi Suci iya silakan Terima kasih jazakumullah hairan pertanyaan berikutnya Ustaz apabila ketika wudu tidak membaca Bismillah atau bismillahnya di dalam hati Apakah wudunya sah Ustaz menurut mayoritas ulama wudunya sah ini sudah kita bahas pada pertemuan yang lalu karena hukum membaca basmalah sebelum berwudu itu menurut mayoritas ulama hukumnya sunah bukan wajib bukan apao wajib Seandainya waj

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *