bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahilladzisala rasulahu uh Abah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani mafidahullah dalam pembahasan kajian rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini masih melanjut kan berkaitan dengan penjelasan bagaimana pendapat sufi yang berkaitan dengan ilmu Hadis dan perkara lainnya Nam Berikut kita akan simak penjelasan dari materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Masykur Ustaz Nam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa nauzubillah ahahala mlil Fala hadalah asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu Wa rasuluh Ya ayyuhalladina amanutaqulah haqqa tuqatih Wa tamutunna illa Wa Antum muslimun para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu Masih bersama buku talbiz iblis tulisan Ibnu jauzi pada kesempatan siang ini kita akan melanjutkan pokok-pokok pembahasannya kita sampai pada talbis iblis masih terhadap kaum Sufi berkaitan dengan beberapa hal yang EE menyalahi kaidah-kaidah ahlusunah wal jamaah dan EE cenderung ini adalah pendapat yang aneh ya di antaranya yang sudah kita bahas berkaitan dengan pandangan mereka terhadap ilmu jarah dan takdil bahwa mereka menggolongkan ilmu jarah dan takdil itu sebagai gibah yang diharamkan atau dilarang maka banyak sekali penukilan-penukilan dari mereka yang EE melarang ataupun ee mengharamkan perkara itu atau melarang perkara itu seperti e Abu turab ya ketika dia mendengar Imam Ahmad berbicara tentang jarah dan takdil dan berkata Fulan diif fulanqah lalu dia menimpali Syekh jangan anda menggunjing ulama ya maka Imam Ahmad menoleh ke arahnya dan berkata Ya ini nasihat bukan giah Jadi mereka menganggap bahwa ilmu Jar dan takdil itu adalah perkara gibah yang dilarang ya sehingga tidak boleh dibicarakan Nah demikian tentunya ini hal yang menyalahi ya kaidah-kaidah ilmu Hadis karena eh bisa dikatakan e puncaknya ilmu Hadis itu adalah ilmu jarat dan takdil Karena tujuan kita membahas ilmu Hadis itu adalah untuk bisa bedakan mana hadis yang sahih dan mana hadis yang Daf dan kalau tidak dengan ilmu Jar dan takdil ini dari mana kita bisa menimbang satu hadis itu sahih atau tidak sahih ya Mana hadis yang sahih dan mana hadis yang palsu kita tidak akan tahu keadaan para perawi yang EE membawa hadis-hadis nabi ini atau menisbatkan perkataan-perkataan itu kepada nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau bukan dengan kaidah-kaidah ilmu jaran dan takdil kalaulah ilmu jaran dan takdil ini dilarang atau masuk dalam kategori gibah dan orang-orang tidak berani membicarakannya maka setiap orang akan bebas berkata nabi bersabda nabi berkata dan lain sebagainya dan ini akan menyebabkan kekacauan ya di dalam ee syariat ee Allah ini yaitu dalam syariat Islam ya karena kita tidak tahu mana yang EE bisa dipakai sebagai Dalil dan mana yang tidak sah dipakai sebagai dalil Nah demikian dan ini jelas-jelas ee pendapat ataupun pandangan yang keliru Nah Nah demikian ya nah jadi ilmu jaran dan takdil ini adalah ee bisa dikatakan sebagai pokok dan tulang punggungnya ilmu Hadis ya Ee bisa dikatakan dia adalah muaranya ilmu Hadis ya mustalah hadis hanya pengenalan istilah ya dan EE EE kita katakan pembagian-pembagian hadis ataupun ee pengenalan penggunaan istilah-istilah yang dipakai Ulama di dalam ee ilmu Hadis ya Adapun Jar dan takdil itu sudah sampai kepada tingkatan menimbang suatu hadis melalui kondisi para perawinya Apakah perawi itu sqoh atau tidak sqah Apakah perawi ini bertemu dengan perawi yang di atasnya atau tidak ya Nah ini berkaitan dengan biografi para perawi nah mau tidak mau kita membicarakan mereka ya sehingga kita mengetahui bagaimana kondisi para pembawa hadis-hadis nabi ini ya Ee sebagaimana dikatakan oleh EE Muhammad bin Sirin ya Ibnu Sirin dulu kami tidak bertanya tentang sanad ya tentang isnad tapi ketika muncul bidah ataupun perkara-perkara yang menyimpang di dalam agama ya orang-orang sembarangan menisbatkan perkataan kepada nabi maka kami pun berkata samulana rijalakum coba E Sebutkan kepada kami siapa perawi-perawi hadis kamu supaya bisa ditimbang dan diketahui bagaimana keadaannya Begitu pentingnya ilmu Jarad dan takdil ini di dalam ilmu Hadis ya maka menafikannya atau menghilangkannya sama dengan merubohkan ilmu Hadis ya sama dengan merontokkan ilmu Hadis dan itu pandangan kaum Sufi berkaitan dengan ee ee kita katakan ilmu jarah dan takdil itu ya Nah demikian kemudian berikutnya di antara pandangan-pandangan mereka yang menyimpang ya dari kaidah-kaidah ahlusunah Wal Jamaah adalah menggolongkan doa itu sebagai sesuatu perkara yang menentang takdir ya bahwa bagi orang yang sudah sampai kepada tingkatan makrifat dia enggak perlu berdoa lagi ya dia pasrah kepada takdir Allah subhanahu wa taala tanpa perlu meminta lagi kepada Allah boleh dikatakan mereka berkata terserah Allah ini ini sikap yang diambil oleh sebagian dari mereka ya dan merasa mereka sudah sampai kepada tingkatan yang tertinggi atau ketingkatan makrifat maka enggak perlu doa lagi nah ini kan tentu bertentangan ya dengan perintah Allah Allah mengatakan waqukumun astajakum dan RAB kamu berkata berdoalah kepadaku aku akan kabulkan untukmu kita hamba makhluk perlu berdoa kepada Allah dan Allah adalah Rabb tempat kita memohon segalanya allahus Somad Allah tempat bergantung segala sesuatu maka kita minta kepada Allah Karena kita fakir dan Allah yang Maha kaya ya maka hamba kewajibannya berdoa dan Allah punya hak untuk mengabulkan dan dan tidak mengabulkan doa itu ya Nah demikian tapi dalam pandangan mereka doa itu justru ee bisa diidentikkan dengan sikap menentang takdir menentang keputusan Allah subhanahu wa taala jadi enggak perlu berdoa terserah aja kepada Allah itu itu Sikap mereka dan ini Tentunya bertentangan ya dengan kaidah ahlusunah wal jamaah yang tentunya kita semua tahu ya bahwa doa itu adalah ibadah ya diperintahkan oleh Allah dan rasulnya Ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya memerintahkan itu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ya Bahkan nabi mengatakan Sesungguhnya Allah marah kepada hamba Allah marah kepada hamba yang tidak meminta kepadaNya ya maka kita berdoa kepada Allah Karena kita adalah hamba kita perlu kepada Allah subhanahu wa taala maka kita pun mengangkat tangan kita meminta kepada Allah Allah walaupun kita tahu bahwa Allah subhanahu wa taala telah menuliskan segalanya makaha nabi menyampaikan la yaruddul Qada ill dua tidak ada yang dapat merubah takdir kecuali doa artinya doa salah satu faktor perubah takdir yang yang terbesar bahwa Allah ya menetapkan satu takdir atas seorang hamba itu karena doanya maka banyak-banyaklah kamu berdoa ya e Nabi memerintahkan kita untuk berdoa kepada Allah ya Nah karena tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan oleh seorang muslim kepada Allah seorang hamba kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya atau Allah akan menghindarkannya dari keburukan yang setara dengan doanya atau Allah jadikan ya doanya itu sebagai tabungan pahala baginya di akhirat nanti ya Selama dia tidak berdoa untuk satu yang mengandung dosa atau mengandung unsur memutus ee silaturahim ketika sahabat berkata kepada Nabi Ya Rasulullah nuksir doa kalau begitu kami banyak-banyak kali berdoa maka nabi berkata Allahu aksar apa yang Allah berikan kepadamu lebih banyak daripada apa yang kamu minta maka berdoalah kepada Allah subhanahu wa taala jadi tidak ada ya di masa nabi atau tidak pernah juga diajarkan nabi dan tidak pernah juga Ya dipahami oleh para sahabat enggak ada sahabat yang memahami bahwa doa itu tergolong ya penentangan terhadap takdir Allah subhanahu wa taala ini pendapat yang sangat aneh tentunya ya menyimpang dari kaidah-kaidah agama ya yang sudah kita Maklumi ya bahwa di antara perkara penting di dalam Islam itu adalah doa ya Bahkan aktivitas muslim itu dipenuhi dengan doa ya ya ada yang EE disebut doa mutlak ada yang disebut doa muqayyad seperti doa-doa yang berkaitan dengan aktivitas tertentu atau doa yang mutlak yaitu kita perlu kepada Allah kita minta ya kalaulah doa itu tergolong sikap menentang kepada takdir Allah ya tentunya ya nabi tidak mengajarkan kita untuk berdoa ya nabi akan mengajarkan kepada para sahabat Ya sudah terserah Allah saja kamu jalani saja enggak perlu berdoa enggak perlu capek-capek dan repot-repot berdoa ya terima saja nanti apa yang Allah takdirkan tanpa perlu meminta lagi kepada Allah Terserah Allah itah kira-kira demikian ya sampai hari ini banyak juga orang-orang yang punya sikap seperti itu dia malas berdoa dan merasa tidak perlu berdoa Jangan jangan orang seperti ini ya sudah ketularan pemikiran Sufi wallahuam bawab ya Jadi kita perlu berdoa maka di sini Ibnu jauzi menyebutkan Salah satu hal yang menyimpang dari mereka dan ini adalah talbis iblis terhadap mereka adalah mereka meninggalkan doa ya enggak perlu meminta kepada Allah subhanahu wa taala ya doa yang mereka ee maksud di sini adalah doa masalah karena doa itu ada dua ada doa ibadah ada doa masalah dua-duanya perlu ya kita minta kepada Allah subhanahu wa taala baik itu doa ibadah maupun doa masalah ya kita perlu meminta kepada Allah kita banyak kebutuhan dan keperluan kepada Allah subhanahu wa taala ya Nah demikian yang mereka ingkari di sini ya yang mereka ee nafikan di sini doa masalah ya dinukil dari Abul Abbas bin Atha salah seorang tokoh mereka Dia berkata Siapa yang mengenal Allah ya Siapa yang sudah sampai kepada derajat makrifatullah dia akan menahan diri dari mengadukan segala kebutuhan pribadinya Maksudnya di sini adalah dia tidak akan berdoa lagi dia enggak perlu berdoa lagi sikap yang diambilnya adalah terserah Allah saya enggak perlu capek-capek berdoa lagi saya enggak perlu meminta saya ee pasrah ini pasrah dalam artian yang salah ya saya menyerahkan Segala keputusan kepada Allah saya enggak minta apa-apa kayaknya sikap seperti ini benar ya tapi sebenarnya ini adalah suatu hal yang ee salah Sebenarnya ya Nah ya kita sebagai hamba ya Allah menyuruh kita untuk meminta kepadaNya karena ya Ee Kita harus menunjukkan kebutuhan kita kepada Allah Karena kita Fakir innallah eh Allah mengatakan ya ayuhannas antumul fuqorallah wallahu ghaniul Hamid wahai manusia Kamu itu fakir Artinya kita perlu minta kepada Allah wallahu ghaniul Hamid dan Allah yang Maha kaya lagi maha terpuji ya maka kita yang fakir minta kepada Allah yang Maha kaya itu salah satu hikmah dari doa ya untuk menunjukkan ya kefakiran kita kepada Allah bahwa kita ini enggak punya apa-apa yang sampai kepada kita adalah pemberian Allah yang sebagiannya perlu kita minta bahkan apa yang Allah berikan lebih banyak daripada apa yang kita minta dan doa itu menunjukkan ketundukan ya kerendahan seorang hamba kepada Allah ya maka orang yang tidak berdoa kepada Allah digolongkan orang yang sombong ya inninabirun ibadati jahakin orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa kepadaku artinya dia tidak mau berdoa Allah kategorikan dia sebagai hamba yang sombong karena dia tidak mau berdoa meminta kepada Allah dia akan masuk dalam neraka dalam keadaan hina artinya itu adalah hal yang Ee tidak patut dan tidak layak dilakukan oleh seorang hamba ya itu menunjukkan kesombongan dan orang sombong itu tempatnya adalah neraka surga bukan tempat orang-orang yang menyombongkan diri ya Jadi bagaimana kita menunjukkan membuktikan di hadapan Allah bahwa kita bukan hamba yang sombong ya berdoa Mak kita perlu berdoa muslim perlu berdoa bahkan wajib berdoa ya minta kepada Allah subhanahu wa taala Nah apa katanya di sini Siapa yang mengenal Allah dia akan menahan diri dari dari mengadukan segala kebutuhan pribadinya kepada Allah dia enggak berdoa lagi karena dia tahu bahwa Allah maha mengetahui segala sesuatu artinya dia mengambil sikap Ya terserah Allah dia terima saja diberikan enggak diberikan Ya apapun yang Allah subhanahu wa taala berikan terserah Allah ya memang semua terserah Allah enggak ada yang enggak terserah Allah karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu yang berlaku adalah kehendaknya wama tasyauna illa ayyasya allahah tapi adab kita sebagai hamba adalah memohon kepadanya ya memohon kepada Allah subhanahu wa taala untuk menunjukkan kita ini hamba yang rendah fakir enggak punya apa-apa lemah ya perlu meminta kepada yang Maha Kuat Yang Maha Memiliki segalanya yang maha kaya yang kehendaknya di atas kehendak kita ya walaupun kita akan mengetahui bahwa segala sesuatunya itu ya terpulang kepada Allah subhanahu wa taala karena yang akan terjadi adalah kehendak Allah gimap pun kita menghendakinya ya namun ya ini adab kita kepada rabbul alamin kita perlu memohon kepadanya sebagai bukti kita hamba yang khuduk tunduk tadaruk ya Ee menundukkan diri di hadapan Allah sebagai hamba yang EE lemah yang fakir ya Nah demikian maka orang yang menolak berdoa itu sombong kepada Allah subhanahu wa taala Ibnu jauzi mengatakan anggapan tersebut menutup pintu dari usaha memanjatkan doa ya sikap ataupun pandangan seperti ini yang kelihatannya luar biasa ya sepintas selalu kayaknya Benar ya Ya semua ya terserah Allah gitu ya saya enggak perlu doa lagi sepertinya benar ya tapi apa kata beliau di sini ya sikap seperti ini akan menutup pintu dari ikhtiar yang namanya doa dan ini namanya tidak punya ilmu ini namanya jahil Ya seperti yang sudah kita Jelaskan ee sebelumnya ya Nah demikian jadi kita perlu berdoa kepada Allah ya karena kita ini lemah dan perlu ya kepada karunianya rezekinya ya Nah demikian wallahuam bawab ya Nah demikian ada satu kisah juga yang ini e merupakan satu kekonyolan juga ya Abu Hamid berkata suatu ketika salah seorang Sufi kehilangan anak ya Nah seseorang kemudian memberinya saran Alangkah baiknya apabila engkau berdoa kepada Allah supaya Allah mengembalikan anakmu namun dia menanggapi aku lebih keberatan menentang putusan Allah yang telah ditetapkan bagiku daripada kehilangan anakku artinya dia enggak sudahah enggak perlu berdoa minta anak itu kembali yaitu terserah Allah ya ini kan bertentangan dengan fitrah manusia juga yang dia kan perlu kepada Allah subhanahu wa taala Ya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu kehendaknya di atas kehendak kita maka kita mohon kepada Allah agar Allah misalnya mengembalikan anak tersebut ya Nah kita kehilanganlah misalnya kehilangan sesuatu kita mohon kepada Allah agar Ya Allah Kembalikanlah apa yang hilang dariku itu kepadaku itu Normal itu fitrahnya manusia seperti itu tapi entah bagaimana pikiran ini ada dalam kepala mereka begitu ya dan jelas ini adalah talbis iblis ya sikap menolak berdoa dan menganggap itu adalah satu penentangan terhadap takdir Allah subhanahu wa taala Nah demikian Ibnu jauzi mengatakan Sudah lama aku merasa heran terhadap perilaku Abu Hamid Bagaimana mungkin dia menukil pernyataan-pernyataan seperti ini untuk menganggap baik dan meridai pelakunya ya ya e kisah-kisah seperti ini sering dibawakan oleh kaum Sufi di dalam buku-buku mereka ya tujuannya untuk menjelaskan kehebatan ya keluar biasaan bahwa ini ee enggak Enggak biasanya ya normalnya manusia pasti berdoa Kalau kalau ini enggak perlu berdoa mungkin tingkatannya sudah makrifat Wali Allah enggak perlu doa lagi Terserah kepada Allah subhanahu wa taala menunjukkan kepasaran dan ketawakalan tingkat tinggi ya Nah sepertinya seperti itu ya tapi coba lihat apa yang ya terjadi dari sikap seperti ini ya manusia akan meninggalkan doa ya Nah ini adalah satu hal yang Ee Kita kataan bertentangan dengan syariat bahkan dengan fitrah manusia manusia itu ya fitrahnya berdoa kepada Allah ya maka dalam kondisi-kondisi misalnya Kepepet ya ya banyak kisah-kisah yang disampaikan nabi misalnya contohnya ya tiga orang yang ee apa namanya terkurung di dalam Goa maka mereka memohon kepada Allah Ya berdoa dengan bertawasul melalui amal-amal Saleh yang mereka pernah lakukan ya kalaulah mereka mengikuti pemikiran kaum Sufi ini ya sudah berdiam diri aja di dalam gaa itu enggak perlu meminta apalagi bertawasul dengan dengan amal saleh ya menunggu keputusan Allah takdirnya gimana mau dikeluarkan ya dikeluarkan mau enggak ya enggak tanpa berdoa ya ini kan sikap yang salah ya menafikan ikhtiar yang terbesar Sebenarnya yaitu doa doa itu adalah ikhtiar terbesar terkuat ya yang bisa dilakukan oleh seorang hamba ya di dalam hidupnya selain ya ikhtiar-ikhtiar yang lain kalau ikhtiar doa ini ditinggalkan maka dia kehilangan separuh ikhtiar dan ini memang yang dikehendaki oleh setan ya agar manusia meninggalkan berdoa sehingga dia kehilangan 50% atau separuh dari ikhtiarnya Nah demikian yang selebihnya ikhtiar yang yang selebihnya mungkin ya belum tentu juga dia lakukan itu ya apalagi mereka ya Kalau digabungkan itu ya sama sekali tidak perlu berikhtiar nunggu saja rezeki turun dari langit gitu ya ya maka enggak perluemintta Rezeki itu dan tidak perlu berikhtiar yang lainnya juga misalnya mencari nafkah ya bayangkan ya jika kedua faktor ikhtiar terbesar ini ditinggalkan ya ya itu apa ikhtiar yang namanya doa dan ikhtiar yang Namanya usaha ya karena sebagian Sufi menganggap mencari kehidupan dunia itu melalaikan dari Allah maka mereka tidak mencari nafkah ya kalau digabung dengan sikap ini tidak mencari nafkah tidak berdoa ya karena semuanya satu terserah kepada Allah maka enggak perlu berdoa yang kedua enggak perlu mencari nafkah karena mencari nafkah itu melalaikan dari Allah subhanahu wa taala lalu apalagi yang tersisa ya tidak ada ikhtiar yang tersisa dan ini yang diinginkan oleh iblis terhadap anak anak Adam dia meninggalkan ikhtiar sama sekali maka dia tidak bekerja tidak berusaha dan tidak juga berdoa ya maka lengkaplah Sudah lalu dia merasa bertawakal kepada Allah ini yang disebut oleh para ulama bukan tawakal tapi tawakal ini bukan tawakal ini namanya pura-pura tawakal atau tawakal yang salah ya Nah demikian itu bukan tawakal ya para jemaah itu adalah sikap lemah Sebenarnya ya Kelemahan Di atas kelemahan lemah enggak mau berikhtiar dan Lemah juga enggak mau ber berdoa kepada Allah subhanahu wa taala maka dia mengumpulkan dua kelemahan ya Nah demikian dari satu sisi dia adalah hamba yang malas dari satu sisi lagi dia adalah hamba yang sombong Malas karena enggak mau berikhtiar bekerja berusaha ya sombong karena dia tidak mau berdoa kepada Allah subhanahu wa taala bayangkan seorang hamba mengumpulkan dua sifat yang buruk ini sudah malas sombong lagi ya Lalu apa yang tersisa Nah demikian wallahuam baawab Ya kisah-kisah seperti ini penuh ya di dalam buku-buku mereka Ya Din nukil Ya kisah-kisah seperti ini ya seolah-olah Ini kisah para Wali Ya kalau derajatnya Wali Ya seperti ini begitu enggak perlu lagi berikhtiar enggak perlu lagi berdoa ya yakin bahwa Allah akan memberikan segalanya begitu ya Allah apa memberikan hamba-hambanya walaupun tidak diminta tapi kita kita adab sebagai seorang hamba ya tentunya kita menunjukkan kerendahan kita di hadapan Allah dengan berdoa walaupun kita tahu yang terjadi itu adalah terserah Allah Ya itu kita tahu bahwa yang terjadi itu adalah yang ditetapkan oleh Allah sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa taala bahkan 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi tapi ini adab ya se orangang hamba kepada penciptanya maka dia pun merundukkan diri merendahkan diri di hadapan Allah dan memohon kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah menggolongkan orang yang menolak berdoa itu sebagai orang yang sombong pada hakikatnya ya wallahuam tib kemudian Ibnu jazi mengatakan Bagaimana mungkin dia menukil cerita-cerita seperti ini untuk menganggap baik dan meridai pelakunya Padahal dia tahu bahwasanya doa sama sekali bukanlah cerminan dari penentangan terhadap takdir Allah ya bukan merupakan ya sikap cerminan penentangan terhadap takdir Allah subhanahu wa taala Nah demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya maka Beliau mengatakan Ibnu jauzi mengatakan perhatikanlah kerancuan yang buruk ini ya dan perhatikan pula pernyataan yang mengutarakan ya bahwa hal-hal seperti ini doa ini bertentangan dengan ee kepasrahan dan [Musik] eeanya keridaan terhadap takdir Allah subhanahu wa taala Nah demikian bab di antaranya juga adalah sikap mereka Ya seperti yang dinukil dari Abu Bakar asufi dia menceritakan bahwa aku mendengar asibli ditanya oleh seorang pemuda wahai Abu Bakar Mengapa engkau mengucap Allah bukan Lailahaillallah ya Nah ini juga berkaitan dengan Zikir ya sebagian orang berzikir Allah Allah Allah ada kadang-kadang tinggal hu hu hu ya Ada tinggal haknya ha ha ha ya atau bahkan ada yang cuma menghala nafas saja Tarik nafas Tarik nafas ya tanpa melafalkan kalimat apapun ya Nah demikian maka ada yang bertanya ni seorang pemuda kepada assibli wahai Abu bakarit kuniahnya Mengapa engkau mengucap Allah bukan Lailahaillallah ya maka nabi tidak pernah mengajarkan lafal zikir itu Allah Allah Allah enggak tapi dengan kalimat yang sempurna dan bisa dipahami yaitu Lailahaillallah maka siibli ini menjawab Aku malu menyatakan penetapan setelah ada penafian ya yaitu kenapa harus ada La ilaha ya untuk menetapkan illallah begitu ya Kenapa ada la dan illa di situ ya Jadi dia ingin menghapus itu enggak perlu lagi dan enggak perlu lagi illa ya Ada penetapan ada penafian ya Allah saja begitu ya Nah ini kan tentunya dia enggak mengerti kenapa kalimat tauhid itu Lailahaillallah Kenapa perlu adanya penafian dan penetapan di situ ya karena menyembah Allah itu harus dengan menafikan penyembahan kepada selainnya artinya di sana ada orang yang menyembah Allah dan menyembah yang lain sekaligus maka perlu penafian dan penetapan tapi tidak dalam pandangan mereka ya maka sebagian dari mereka ya zikirnya itu Allah Allah Allah ya Apa artinya allah allah allah apa yang diinginkan di situ kalau Lailahaillallah itu jelas maknanya bahwa kita menetapkan tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah Artinya kita menyembah Allah dan kita menolak menafikan mengingkari penyembahan-penyembahan kepada selain Allah ya Nah demikian itulah yang disebut Syirik yaitu menyembah selain Allah bersama Allah ya Nah demikian itu ee kita katakan kemusyrikan yang dilakukan oleh kaum musyrikin di zaman Nabi dulu ya Nah demikian maka ee si Pemuda tadi menanggapi Aku menginginkan hujah yang lebih kuat daripada itu maka sibli pun mengatakan Aku khawatir disiksa ketika kalimat penafian lailaha itu belum sampai pada kalimat illallah artinya saya takut ngucap lailaha mati begitu ya belum sempat illallah ya ini kan alasan yang mengada-ngada ya Ee nabi mengatakan Man akhiru kalami Lailahaillallah dakalal Jannah yang mengucapkan akhir dari ucapannya Lailahaillallah masuk surga kata nabi ya kalaulah ini membahayakan seseorang tentunya nabi mengatakan enggak perlu lagi La ilaha Nanti keburu mati Allah saja begitu tapi nabi tidak mengatakan seperti itu nabi mengatakan lakinu mautakum Lailahaillallah bisikkanlah orang yang akan mati di antara kamu untuk mengucap Lailahaillallah bukan Allah Allah Allah kalulah kekhawatiran seperti itu beralasan maka nabi seharusnya tidak menyuruh kita mentalkin orang yang mau mati untuk mengucap Lailahaillallah karena nanti ya khawatir kita menalkinnya Lailahaillallah dia ngucap lailaha mati begitu ya namanya pun namanya juga orang sekarat tapi nabi tetap mengatakan lakinu mautakum Lailahaillallah bukan allahallah karena kita dapati juga sebagian orang salah di dalam melakukan talkin dia membimbing orang yang mau mati atau yang yang sekarat itu untuk mengucap Allah Allah Allah ya enggak ada ya riwayat yang seperti itu ya nabi mengatakan Lailahaillallah mengqa Lailahaillallah dakhalal Jannah Man akhiru kalami la ilahaillallah dakhal Jannah lakinu mautakum baailahaillallah ya enggak ada di situ di hadis-hadis itu nabi mengatakan Allah enggak ya walaupun kekhawatiran itu ada tapi itu tidak menjadi sebab ataupun menjadi alasan ya bahwa kita menggugurkan kalimat tauhid ini dan menyingkatnya jadi Allah saja ya wallahuam bawab Nah demikian ya Beberapa hal-hal yang ya kita katakan ee ee aneh dan menyimpang dari mereka ya berkaitan dengan beberapa perkara-perkara agama berikutnya k akan kita lanjutkan lagi ya Ee hal-hal lain yang yang aneh sebenarnya Dan itu tidak sejalan dengan kaidah-kaidah ahlus sunah Wal Jamaah Ya seperti yang ya kita pahami yang dipahami oleh para ee Salaf kita dahulu Nah demikian subhanakallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhumsalam warahmatullahi wabarakatuh Nam Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz AB Ihan alathari almaidani Ma hafidahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu uang yang telah diberikan untuk kita semua demikian khat islamzakah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis Semoga apa yang telah kita simak dengarkan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan kami mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khair wakallikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika asadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply