Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

cahaya sunah kajian Islam ilmah di Roja TV dan radio Roja lailuha kaahariha La yazigu anha ba’di illa [Tepuk tangan] halik sungguh kajian Islam ilmiah di rja TV dan radio Roja Para pendengar dan pemirsa Roja TV di manapun Anda beradaallah Kami akan hadirkan ke layar bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah danat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian Inya secara langsung Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh illimahimumullahti di Manun anda berada kita senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat serta karunia yang telah Allah limpahkan kita semuanya sehingga di kesempatan Kamis pagi hari ini kami dapat menadirkanaraingan aran bersama Ustaz Abdullah Taslim Ma hafidullahu taala dari studio Mini kediaman beliau di kota Kendari selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti dan Pada kesempatan kali ini Alhamdulillah kita dapat bersua kembali bersama Ustaz Abdullah Taslim Ma und melanjutkan pembahasan kitab alfawaid bagi Anda yang bertanya seputar pembahasan silakan di layanan Telepon sesi kedua nanti silakan menghubungi Nomor kami di 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 Semoga Allah memberikan Taufik dan hidayah kepada kita semuanya dalam mengikuti program kajian ini selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan Az warahmatullahi wabarakatuh inalhamdillah nahmaduhuuagfirillah anahahulil fa hadalah waadaahaallah wahdahu la syarikalahuh miiabiahumumin Amma bau Alhamdulillah maasyiral muslimin maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin kaum muslimin ikhwan dan akhwat para pemerhati ro TV dan radio roj di Manap pun Antum berada Barakallah fikum Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karuniaanya di pagi hari ini kita dipertemukan dengan taufiknya di dalam majelis ilmu yang mulia secara online di kajian rutin kita membahas kitab yang sangat bermanfaat kitab alfawaid buah karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayyim jauzi rahimahullahu taala Kitab alfawaid yang menjelaskan tentang faedah-faedah yang dikutip oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam baik Barakallah fikum saat ini kita akan lanjutkan di pembahasan di pasal yang ke-16 ya pembahasan tentang beberapa makna dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang perlu dijelaskan maknanya yang perlu didudukkan maknanya agar tidak disalahpahami apalagi yang berhubungan dengan sifat-sifat kesempurnaan Allah subhanahu wa taala walillahil matsalul ala dan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang Maha Tinggi hendaknya kita pahami agar kita memahami kemahainahan dan kemahatinggian nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Barakallah fikum sehubungan dengan dijelaskan di sini mengenai makna sifat makar makrullahi Azza waalla Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam beberapa ayat al-qur’an di antaranya di surah Ali Imran ayat ke-54 ya azubillah minasyaitanirrajim waakaru waakarallah wallahu Khairul makirin dan mereka melakukan tipu daya dan Allah subhanahu wa taala melakukan tipu daya terhadap mereka yakni membalas tipu daya mereka dan Allah subhanahu wa taala adalah Khairul makirin sebaik-baik pemberi atau pembalas tipu daya Ini pertanyaan yang muncul setelah membaca ayat-ayat seperti ini bagaimana mungkin Allah subhanahu wa taala punya sifat makar padahal Allah yang menyebutkan tentang dirinya di dalam ayat tersebut dan kita tahu akidah ahlusunah Wal Jamaah dalam menetapkan sifat-sifat Allah seperti ini kita wajib untuk menerima dan menetapkan sesuai dengan apa yang ditetapkan di dalam ayat ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan kita meyakini pertama sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat makhluk karena Allah subhanahu wa taala Maha Tinggi dan Maha Sempurna sifat-sifatnya nama-namanya zatnya perbuatannya semua ya beda dengan makhluk yang tentu sifat-sifatnya penuh dengan kelemahan dan kekurangan sebagaimana kelemahan dia sebagai makhluk Allah subhanahu wa taala berfirman auubillahasyaitanirjimis kamiun wahu samul bir tidak ada satuun yang serupa dengannya tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat kemudian tidak boleh kita takyif membagaimanakan sifat Allah karena Allah subhanahu wa taala menjelaskannya tanpa menyebutkan kaifiahnya Kita yakin ada hakikatnya tapi cuma Allah yang mengetahuinya ya kita hanya menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagi dirinya sebagaimana ini merupakan metode para sahabat dalam menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah tanpa menanyakan bagaimananya yang ketiga wtil tidak boleh kita menolak sifat-sifat Allah yang Allah tetapkan bagi dirinya Allah menetapkan maka kita harus terima ini konsekuensi kita membenarkan petunjuk allah dan petunjuk rasulnya kemudian wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya kita meyakini maknanya benar sesuai dengan apa yang Allah turunkan di dalam bahasa Arab ya kita menetapkan sesuai dengan makna tersebut Tapi tadi kita meyakini makna bagi Allah subhanahu wa taala sesuai dengan kebesaran dan keagungannya Adapun makna dari sifat-sifat makhluk sesuai dengan kekurangan sebagai makluk sama dengan sifat Allah seperti ini sifat makar ya mereka melakukan tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka dan Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya ya sama dengan firman Allah di ayat yang lainang memperdaya Allah dan Allah membalas tipu daya mereka ini lagi sifat mukhadaah sifat seperti ini seperti diterangkan oleh para ulama kita harus menetapkan dalam bentuk yang paling sempurna tidak boleh kita menetapkan secara mutlak dengan kita mengatakan Oh Allah itu melakukan tipu daya kepada semua orang tidak hanya kepada hamba-hamba yang pantas mendapatkan balasan dari perbuatannya sendiri Makanya nanti kalau yang berhubungan dengan makar ya tipu daya makar itu Allah sebutkan di dalam ayat-ayat yang berkenaan dengan balasan bagi musuh-musuhnya yang ingin melakukan tipu daya atau Rencana jahat terhadap para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam seperti yang mereka lakukan kepada nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang mereka ingin lakukan kepada Nabi Isa IBN Maryam alaihialatu wasalam dan yang lainnya n nah diterangkan di sini oleh Imam Ibnu qayim rahimahullah taala wasu fahua mujatu liliruli Adapun almakar tipu daya dalam terjemahan bahasa kita almakar artinya tipu daya yang Allah sifatkan bagi dirinya sendiri maka ini adalah mujazatuhu balasan bagi musuh-musuhnya yang ingin melakukan tipu daya terhadap para wali-wali dan para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam jadi seperti penjelasan Syekh Ibnu utimin rahimahullah taala kita menetapkan sifat seperti ini tidak secara mutlak tapi kita katakan ini penetapannya adalah ala wajhil muqobalah sebagai balasan Allah Maha Kuat dan maha perkasa Dia Maha Kuasa melindungi para nabi dan para rasul wali-walinya orang-orang yang beriman maka ketika musuh-musuhnya ingin melakukan tipu daya Allah Maha Kuasa membalas tipu daya mereka Jadi kita menetapkan dalam segi balasan makanya dalam terjemahannya kita Artikan tadiah mereka melakukan tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka dan Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya menunjukkan sifat Allah di sini adalah sifat yang terpuji karena dia memberikan balasan dengan sifat ini bagi orang mendat musuh-musuh yang terlebih dahulu ingin melakukan halersebut maka Allah tip daya mereka yang bur dengan tipu daya alhan yang baik yang sesuai dengan kesempaan sifatsifat Allah subhahu wa taal maka berarti tipu daya dari musuh-musuh Allah adalah yang paling buruk sedangkan yang berasal dari sifat-sifat Allah ini adalah sesuatu yang paling yang paling baik kenapauun karena ini adalah keadilan dan balasan yang pantas bagi perbuatan perbuatan mereka jadi dari sini ya Sesuai dengan penetapan tentang kaidah sifat-sifat Allah kita menetapkan sifat-sifat Allah itu Maha Tinggi maha semp tidak ada kekurangan tidak ada cacat tidak ada keburukan padanya dari semua sudut pandang semua pertimbangan semua tinjauan tidak ada tidak ada sama sekali dengan cara kita menetapkan seperti ini memaknai seperti ini berarti kita menetapkan makna yang terbaik dari sifat Allah subhanahu wa taala sampai pun ketika melakukan almakar atau mah ya maka Allah subhanahu wa taala tempatkan itu dalam bentuk yang terbaik sebagai balasan bagi musuh-musuhnya yang berhak mendapatkan balasan dari Allah subhanahu wa taala ketika mereka sendiri yang ingin melakukan tipu daya kepada para nabi dan para rasul alaihu wasalam sama dengan sifat mah yang tadi saya Sebutkan ya tentang orang-orang munafik ayatnya tadi kita bacakan Inal munfah wum sesungguhnya orang-orang munafik ingin melakukan tipu daya kepada Allah dan Allah membalas tipu daya mereka sifat almukadaah juga seperti itu dari Allah sifat ini sebagai balasan atas musuh-musuhnya yang ingin melakukan tipu daya kepada para Rasul alaihatu wasalam dan orang-orang yang beriman wali-wali Allah subhanahu wa taala Fala ahsana minalati Wal makri maka tidak ada yang lebih baik daripada almukadaah ya Wal makar sifat tipu daya Allah subhanahu wa taala dalam makna yang seperti ini maka di sini Subhanallah ya ahlusunah Wal Jamaah senantiasa menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah apa adanya sesuai dengan makna yang disebutkan di dalam bahasa Arab tetapi dalam sebagian sifat sifat seperti ini ditetapkan dalam bentuk yang terbaik dalam segi yang menunjukkan makna yang indah makna yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna sesuai dengan kemahatinggian nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa taalaillahilalul dan Allah subhanahu wa taala memiliki penyifatan yang Maha Tinggi maka dari sini ya jemaah sekalian rahimakumullah Itulah sebabnya dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah kita senantiasa merujuk kepada penjelasan para ulama ahlusunah Wal Jamaah karena kita harus ingat ini berhubungan dengan kemuliaan Allah subhanahu wa taala yang paling tinggi berhubungan dengan kemahaagungan sifat-sifatnya ya kalau kita benar dalam memahami masalah ini maka niscaya masalah-masalah lain kita akan dimudahkan oleh Allah untuk memahaminya dengan benar karena penyimpangan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala ini adalah penyimpangan yang paling besar sikap lancang yang paling buruk ya naudubillahalik Bahkan Kita pernah mungkin Sebutkan di dalam ayat Alquran saja penyimpangan dalam masalah ini itu disebutkan tingkatannya di atas perbuatan Syirik sebagaimana yang Allah Terangkan di dalam FirmanNya di surah alillahir Katakanlah ya rasulah hanyalahku Allah subhanahu wa taala mengharamkan perbuatan-perbuatan yang yang atupun yang tersembunyi di dalam hati di atasnya lagi perbuatan-perbuatan dosa yang lainnya kemudian di atasnya lagi perbuatan alag melai batas atauimi hak orang lain tanpa alasan yang Ben di atasnya lagi melakukan perbuatan Syirik melakukan perbuatanirik yang Allah tidak turunkan keterangan tentangnya berbuatik menyekutukan Allah denganatu yang Allah turunkan keterangan tangnya Dias dan kamu berkata tentang Allah ya berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah dengan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu pengetahuan tentangnya ini dijelaskan oleh Imam IBN qayim ayat ini menerangkan tentang urutan urutan dosa ya dari segi keburukannya ternyata di atas perbuatan Syirik ada dosa yang buruk lebih buruk lagi yaitu membicarakan tentang Allah membahas tentang Allah tanpa tanpa ilmu agama naubillahalikka karena itu Jangan sampai salah paham memahami masalah yang penting seperti ini ternyata Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala menendudukkan permasalahan ini agar kita benar dalam memahami memahaminya nah tib lanjut kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala wama kaunjuli yamalu biamali ahlil jannati hat yakuna bainahu waainaha illaun fasbi alaihil kitab Adapun ya sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim tentang seorang yang melakukan amalan penghuni surga amalan baik ya dalam masa hidupnya dia melakukan amalan penghuni surga sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dengan surga kecuali tinggal satu Za satu Hasta ya satu lengantar di ujung jari sampai di siku di sini itu Z tapi mendahului dia ketentuan Allah subhanahu wa taala catatan yang dituliskan di dalam takdirnya ya kemudian di akhir hidupnya dia melakukan amalan penghuni neraka dan dia pun masuk ke dalam neraka ini menjadi pertanyaan bagi sebagian orang yang tidak paham Bagaimana mungkin orang yang melakukan amalan penghuni surga tiba-tiba Allah cabut Hidayah dari hamba ini di akhir hidupnya Kenapa Allah tidak kuatkan dia padahal dia melakukan amal kebaikan diterangkan oleh Ibnu qim tentang makna hadis ini ya bahwa mesti ada sebab buruk yang dilakukan oleh orang ini sehingga Allah tidak menetapkan Hidayah P dirinya di saat-saat dia membutuhkannya saatsaat menjelang kematiannya saat-saat terakhir dari hidupnyaia maka maksudnya hadis ini yang mengamalkan amalan penghuni surga ini itu hanya yang berdasarkan yang nampak di mata manusia yang terlihat di hadapan manusia mengarkan sebagaim yang disebutkan Oh Imam ibnuajab di dalam Kitab karena dari riwayat lain yang semakna Dengan hadis ini di dalam sahih bukh disebutkan ahli Nar sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar dia mengamalkan amalan penghuni surga yaabdinas berdasarkan yang terlihat di mata manusia Padahal dia termasuk penghuni neraka berarti di sini amalan tersebut hanya yang terlihat begitu ada yang tersembunyi di dalam batinnya ada keburukan yang tidak terlihat orang hanya melihat yang nampak saja ya tidak mungkin manusia mengetahui apa yang ada dalam batinnya kalau Allah Dia Maha Mengetahui semuanya lahir dan batin jadi ini yang yang nampak di mata manusia walau Kana amalan shihan makbulan Lil jannati Q ahabbahahuahu lam yubtilu alai seandainya itu adalah amal saleh yang diterima di sisi Allah ya menjadi sebab untuk masuk surga pasti Allah telah mencintai dan meridainya maka tidak mungkin Allah akan membatalkan amalan tersebut menggugurkan amalan tersebut yakni kalau seandainya itu benar-benar amal saleh yang tidak ada kerusakan padanya tidak mungkin Allah tidak meneguhkan iman orang ini kita tahu jemah sekalian rahimakumullah Orang yang beramal benar lahir dan batin amalnya sesuai dengan sunah sesuai dengan Alquran dan Sunah hatinya ikhlas dipenuhi rasa takut dan berharap kepada Allah Ca kepada Allah maka pasti amal yang seperti ini Allah akan teguhkan bahkan Allah akan berikan balasan dengan balasan yang sebaik-baiknya Allah jadikan sebagai sebab peneguh imannya Justru dengan amal kebaikan seperti ini Allah akan jauhkan darinya tipu daya setan maka setan tidak ada cara untuk bisa menjerumuskan hamba yang seperti ini keadaannya Ya Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an ketika menyebutkan tentang tipu daya setan kan dikasih diberikan pengecualian illa ibadakaumul mlin ya ketika iblis bersumpah di hadapan Allah dia mengecualikan kecuali hamba-hambamu di antara mereka yang terpilih atau yang mengikhlaskan agamanya orang-orang yang mengikhlaskan agamanya atau dijaga oleh Allah tidak mungkin bisa setan menggodanya maka berarti amalan ini yang disebutkan di dalam hadis ini adalah amal yang ada kerusakannya tapi tidak nampak di mata manusia ya makanya orang yang beramal dengan amal kebaikan lahir dan batin tidak mungkin dia akan mendapatkan yang namanya suul Khatimah ya orang yang mendapatkan suul Khatimah mati di atas keburukan naudubillahalik hanyalah orang-orang yang ada kerusakan pada amalnya Ya baik itu kerusakan pada amal yang nampak maupun yang tersembunyi di dalam di dalam batinnya Imam Abdul Haq alisbili rahimahullah taala mengatakan ketahuilah bahwasanya mati di atas keburukan Semoga Allah menjaga melindungi kita semua dari keburukan ini tidak akan mungkin menimpa orang yang ya istiru benar amalan anggota badannya disertai dengan kebaikan di dalam batinnya atau pada amal-amal hatinya Oleh karena itu ini menjadi motivasi bagi kita untuk selalu mengoreksi keimanan kita mengoreksi keikhlasan kita memperbaiki amal hati kita karena amal-amal yang tersembunyi ini tidak nampak seseorang tertipu dengan apa yang dia sudah lakukan secara Zahir ternyata ada kerusakan dalam batinnya yang itu menjadi penentu atau menjadi sebab naudubillahalik Allah subhanahu wa taala memalingkan hamba ini dari jalan yang lurus apalagi di saat-saat yang sangat menentukan di dalam hidupnya yaitu di saat-saat menjelang kematiannya nah Adapun Sabda Rasulullah su wasam di hadis ini atau dalam laf hadis riwayat Bukhari Muslim ya sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dengan surga kecuali tinggal satu BB kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala yuskilu ala had takwil yuskilu ala had takwili fayuqal Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di sini ya kelihatan agak susah dipahami berdasarkan pengertian Yang tadi kita sebutkan karena dikatakan dia sudahkat dengangatinggal dipisahkan sat saikw satu penyakit yang tersembunyi keburukan yang tersembunyi ada satu kerusakan yang dengan sebab itu Allah mencabut Hidayah darinya di saat-saat penghabisan umurnya sebelum kematiannya fkalatu Watu aluitil Hajah maka sifat buruk yang tersembunyi ini kerusakan yang tersembunyi ini ya keburukan yang tersembunyi dalam batinnya ini mengkhianati dirinya di saat-saat di waktu yang sangat dibutuhkan untuk dia justru harusnya terjaga tapi karena ada sifat buruk ini maka sifat buruk ini yang mengkhianati dirinya maka dia pun kembali kepada konsekuensi dari sifat buruknya yang tersembunyi itu waamilat amalaha kemudian di akhir hidupnya dia mengamalkan amal keburukan sesuai dengan kerusakan yang tersembunyi tadi karena keburukan seperti ini menjadi sebab Allah berpaling darinya menjadi sebab setan semakin kuat menggodanya maka dengan keburukan yang tersembunyi menjadi Sebab Dia bisa melakukan kebaikan e keburukan tersebut amalan penghuni neraka tersebut unya tidakb dan kusak yangersuny itu maka Allah tidak akan mungk memalingkan tidak akan mungkin menc ya maka sungguh Allah subhanahu wa taala akan membawanya dengan kejujuran dalam imannya keikhlasannya ya tidak mungkin akan membawa kepada keburukan tanpa sebab darinya yang menjadikan Allah subhanahu wa taala justru ee menjadi kerusakan atau memalingkannya dari kebaikanahu dan Allah subhanahu wa taala Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri hamba-hambanya lahir dan batin yang itu tentu tidak diketahui Satu Hamba dari hamba yang lain tentang keadaan mereka jadi di sini hamba yang menilai orang ini sebagai orang yang hampir masuk surga tapi Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam batinnya maka dengan sebab keburukan yang tersembunyi ini Allah subhanahu wa taala Jadikan Dia ditimpa keadaan Demikian Ya tentu saja Maksudnya hadis-hadis seperti ini tujuannya agar apa agar kita selalu minta perlindungan kepada Allah agar kita selalu meminta penjagaan dari Allah tidak merasa bangga dengan amal yang kita lakukan karena bisa jadi ada yang tersembunyi kita sendiri tidak mengetahui atau tidak menyadarinya ada hal-hal yang rusak ya dari amal tersebut maka kita berlindung kepada Allah kita selalu minta kepada Allah agar amal-amal kita dibersihkan dari kotoran-kotoran yang merusaknya dijaga keikhlasannya dijaga kebaikan-kebaikannya sampai kemudian mendapatkan balasan pahala yang sempurna di sisi allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti Nah tib selanjutnya kata beliau masih kelanjutan dari pembahasan tentang ayat-ayat atau hadis-hadis yang perlu didudukkan maknanya Adapun tentang keadaan iblis yang Allah ceritakan di dalam Alquran Ya Allah subhanahu wa taala berfirman kepada para malaikat di surbaqarah ayat ke3 Allah berfirman Sesungguhnya aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui wahai para malaikat Allah subhanahu wa taala sungguh mengetahui apa yang ada di hati iblis berupa kekufuran kesombongan atau sifat dengki yang tentu tidak diketahui oleh malaikat karena iblis kelihatan seperti orang yang taat beribadah bersama mereka maka ketika Allah perintahkan mereka untuk semua sujud kepada Adam Allah Maha Mengetahui dengan perintah ini akan terpisah akan jel Siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang menyunyik kekuan ketika Allah perintahkan semuanya untuk sujud maka tampaklah hikat yang ada di hati takut dan selalu tunduk menjalankan perintahnya sehingga mereka bersegera melaksanakan perintah Allah fasajadu mereka sujud semua kecuali iblis illa iblis pada waktu itulah tampak apa yang ada di hati musuh Allah iblis Laknatullah alaih berupa kesombongan tipu daya dan kedengkian kekufuran maka dia enggan menyombongkan dirinya sehingga dia termasuk orang-orang yang kafir ya demikian pula Ketika ayat Alquran menyebutkan waliali Allah takut terhadap makar Allah maka ini makna yang benar ya ini adalah sesuatu yang benararena W Allah orang-orang yang ber tak akan berping dari merekacab dari diri mereka karena dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka manusia tahu bahwa dia ada sering lalainya sering berbuat salah ketika dia beramal pun tidak sempurna karena banyak tidak khusyuknya banyak hal-hal yang menjadikan dia berpaling dari kesempurnaan amal tersebut maka tentu dia takut ya agar dia tidak Bersandar kepada amalnya dia selalu Bersandar kepada rahmat Allah mengharapkan karunianya dan takut akan akan azabnya maka dengan sebab ini dia Apa ini akan menjadikan Dia menuju kecelakaan kebinasaan maka mereka pun takut kepada Allah dari dosa-dosa mereka dan pengharapan mereka adalah dengan rahmat Allah subhanahu wa taala ya kita ingat Rasulullah was mikan jaminan kepada seorang sahabat yang punya siat seperti ini apa kata Rasul waslah berkumpul dua sifat ini selalu takut kepada Allah akan dosa-dosa dan mengharapkan rahmatnya padai seorang hamba kecuali Allah akan berikan apa yang diharapkan hamba ini dan Allah akan am diaa dia dari apa yang intinyaar kitau menyerahkan penyandaran hati kita dan takut kita hanya kepada Allah bukan Bersandar kepada amal yang kita lakukan wa kemudian firman Allah subhanahu wa taala di surat Alf ayat 99 Apakah mereka merasa aman dengan tipu daya Allah inar ini berlaku untuk orang-orang yangjir yang rusak imannya orang-orang kafir ya W sehingga makna ayat ini tidaklah melakukan perbuatan maksiat setelah berbuat maksiat dia merasa aman dengan balasan yang Allah berikan kepadanya berupa makar karena keburukan yang mereka lakukan dengan Allah melakukan tipu daya kepadanya tidaklah merasa aman dari semua ini kecuali orang-orang yang merugi orang-orang yang fasik atau orang-orang yang kafir yakni orang yang berbuat buruk berbuat maksiat setelah itu dia merasa aman ini orang yang tertipu inilah orang yang merasa aman dari makar Allah ya Karena dia sudah melakukan perbuatan yang menyebabkan kemurkaan Allah kemudian dia tidak merasa takut padahal allah subhanahu wa taala Maha Kuat dan maha perkasa Maha Kuasa atas segala sesuatuakum maka seorang maka orang yang takut kepada Allah mereka adalah orang-orang yang mengenal Allah orang yang mengenal Allah takut akan makar Allah tipu daya Allah yaitu dengan Allah mengakhirkan bagi mereka azab dari perbuatan buruk yang mereka lakukan sehingga mereka merasakan Al terpu mereka menyangka Allah tidak akan mengazab mereka hingga Setelah itu mereka justru merasa aman ketika berbuat dosa bahkan senang melakukan dosa-dosa naubillahik maka ketika itu datang azab Allah subhanahu wa taala ketika mereka dalam keadaan merasa aman tersebut ini yang ditakutkan oleh hamba-hamba Allah yang beriman Adapun sudut pandang yang lain yaitu Mereka takut ketika mereka lalai dari Allah lupa untuk berzikir kepada Allah maka Allah subhanahu wa taala berpaling dari mereka karena mereka berpaling dari berzikir dan melaksanakan ketaatan kepadanya Al maka dengan sebab itu mereka akan segera ditimpa bencana dan fitnah maka makna makar Allah DII adal ketika Allah subhanahu wa taala berpaling dari mereka disebabkan karena mereka sendiri berpaling dari mengingatnya itu juga Makna yang disebutkan tentang ayat ini makna yangin atau sudut pandang yang lain Allah Maha Mengetahui dosa-dosa dan kekurangan-kekurangan mereka yang mereka tidak mengetahui itu ada pada diri mereka Maka datanglah tipu daya Allah subhanahu wa taala dari arah yang mereka tidak ketahui arah yang mereka tidak sangka-sangka ya ini juga Makna yang menjadikan orang-orang yang beriman takut tentang makar Allah sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat tadi Wa ak kemudian sudut pandang yang lain Allah akan menimpahkan kepada mereka ujian menimpahkan kepada mereka cobaan yang mereka tidak sanggup bersabar menghadapinya maka dengan itu mereka terfitnah Mak dan ini termasuk tipu daya Allah subhanahu wa taala makanya orang-orang yang beriman selalu takut berlindung dari keburukan ini sehingga Allah subhanahu wa taala menjauhkan mereka dari makarnya ketika Allah berikan cobaan Allah berikan kemampuan mereka untuk menghadapinya ketika mereka berbuat dosa sebagai konsekuensi manusia tidak mungkin lalai dari kesalahan dan kelupaan atau kekurangan Allah berikan Taufik mereka untuk segera bertobat dan kembali kepada Allah subhanahu wa taala inilah hamba-hamba yang beriman yang selalu mendapatkan perlindungan dari Allah subhanahu wa taala dari semua keburukan dan selalu didekatkan dengan sebab-sebab kebaikan baik Barakallah fikum itulah pembahasan yang disampaikan oleh Imam Ibnul qayyim rahimahullah taala sehubungan dengan faedah dari Fal yang ke-16 tadi Semoga kita bisa mengambil manfaat dan pelajaran untuk kebaikan agama kita utamanya untuk selalu menjadikan kita meyakini kesempurnaan sifat-sifat Allah selalu bersangka baik kepada Allah subhanahu wa taala dan berpengharapan baik kepadanya Barakallah fikum semoga bermanfaat kita lanjutkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin Antum ingin sampaikan Barakallah fikum Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain walhamdulillahi rabbil alamin Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat keberkahan dan taufiknya untuk kita bisa mengambil faedah yang bermanfaat dari penjelasan Ustaz tadi selanjutnya bagi Anda yang memperdalam seputar pembahasan ini dan bertanya kami berikan kesempatan beberapa ee pertanyaan yang masuk silakan di 0218236543 via telepon Kemudian untuk pesan singkat di 0819896543 halo halo assualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ibu dengan siapa ini di mana dengan hamba Allah dari Sumbawa silakan pertanyaannya ya begini Pak ustaz eh Apakah saja sebab-sebab yang bisa merusak amal seseorang sehingga akhirnya itu masuk neraka Ustaz tapi tapi tidak diketahui gitu Pak ustaz dan Apakah makna fajir atau fasik itu hanya untuk orang kafir saja atau bagaimana dengan orang muslim pelaku dosa besar kemudian tidak tobat begitu Apakah juga disebut fasik atau fajir demikian Pak ustaz barakallahu fikum wazakumullahuir asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Iya Barakallah fikum pertanyaan yang sangat baik sekali dari ibu yang bertanya tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan rahmat dan Taufik kebaikan bagi beliau dan bagi kita semua ya pertama sebab yang menjadikan amal itu rusak dalam keadaan orang tidak menyadarinya di antaranya adalah tidak ikhlas dalam beramal orang yang beramal kelihatan dia semangat melakukannya tapi ternyata Tujuannya adalah untuk mendapatkan pujian atau Sanjungan atau balasan duniawi ini yang termasuk perusak amal dan ini termasuk yang banyak menimpa manusia Ibnu qayyim rahimahullah taala sewaktu menjelaskan tentang sebab sebab yang merusak amal ini berupa ketidakikhlasan dalam niat beliau ibaratkan seperti Ya alahuu seperti lautan luas yang tidak bertepi dan sedikit orang yang selamat darinya kecuali orang-orang yang tentu dijaga oleh Allah subhanahu wa taala maka oleh karena itu kita berusaha untuk selalu mempelajari tentang sebab-sebab yang menguatkan iman kita selalu ber usaha membaca al-quran dan merenungkan isinya karena al-qur’an mengobati penyakit hati dan termasuk penyakit hati yang paling besar adalah tidak ikhlas dalam beramal baca al-qur’an dan renungkan isinya penyakit hati kita ya disembuhkan dengan sebaik-baik penyembuhan setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala adalah dengan membaca ayat al-qur’an dan merenungkan isinya kemudian kita mengkaji tentang sebab-sebab yang merusak hati kita untuk kita sembuhkan dengan petunjuk allah subhanahu wa taala dan rasulnya dan tentu sebab yang paling utama tidak lain adalah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala karena dialah yang Maha membolak-balikkan hati kita kita minta kepada Allah untuk dijadikan hati kita kuat di atas Iman sebagaimana doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu alhi wasallam misalnya ya muibal Wahai Allah yang Maha membolak-balikkan hati kuatkanlah hatiku di atas agamamu dan doa-doa yang lain ini yang bisa kita usahakan ya jadi ketidakikhlasan kemudian rasa takut yang lemah kepada Allah Pengharapan yang kurang tidak cinta kepada Allah lebih cinta kepada dunia tidak cinta kepada akhirat kemudian tidak Rida Ini semua adalah penyakit-penyakit hati yang harus kita bereskan kita harus hilangkan dengan berdoa meminta pertolongan kepada Allah kemudian mengusahakan sebab-sebab perbaikan Iman sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab-kitab para ulama kita baik itu yang pertama yang kedua fasik dan fajir tadi sudah disebut kan fasik itu ya orang yang imannya rusak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan dosa-dosa besar ya kalau seandainya dia bertobat bersungguh-sungguh kepada Allah maka itu menjadi sebab untuk menghilangkan kerusakan imannya tapi kalau dia terus-menerus di dalam perbuatan buruknya tadi tidak merasa dirinya berbuat salah maka ini tentu akan berbahaya bagi dirinya karena bisa menjadi sebab awalnya nya kerusakan imannya sedikit lama-kelamaan semakin semakin parah itulah bedanya di antaranya orang yang beriman dengan benar dengan orang yang imannya rusak dalam hal misalnya meremehkan dosa Imam Al Hasan albasri rahimahullah taala pernah mengatakan Inal orang yang beriman itu dia bersangka baik kepada Allah berpengharapan baik kepada Allah maka dia melakukan amal yang baik memperbanyak amal-amal Saleh sedangkan orang yang rusak imannya dia bersangka buruk kepada Allah maka dia pun melakukan amal-amal keburukan Oleh karena itu orang yang fasik atau orang yang fajir ya kalau Allah subhanahu wa taala menghendaki kebaikan bagi dirinya maka Allah akan berikan petunjuk baginya untuk bertobat untuk menyadari keburukan-burukan perbuatannya bertobat dan menggantinya dengan kebaikan-ikan tapi ketika tidak menghendaki kebaikan bagi dirinya maka Allah subhanahu wa taala jadikan dia tetap melakukan perbuatan buruk dijauhkan dari taufiknya Oleh karena itu inilah pentingnya seseorang yang selalu bersangka baik kepada Allah berpengharapan baik kepada Allah kemudian selalu bertobat dari perbuatan dosanya beristigfar mengetahui dirinya penuh kelemahan dan kekurangan bahkan Allah menyebutkan di dalam Alquran hamba-hamba Allah yangaj beribadah dan Salu memohon ampun kepada Allah di waktu-waktu dikabulkannya doa di sepertiga malam yang terakhir Allah subhanahu wa taala berfirmanahjaun humagfirun mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di malam hari karena mereka banyak beribadah kepada Allah dan di waktu-waktu sahur Mereka banyak beristigfar memohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala Barakallah Fik jaakallahuir Terima kasih atas Jawabannya Selanjutnya kami berikan satu lagi kesempatan untuk Anda yang menghubungi kami via telepon silakan Halo Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu di mana dari riswati di Pamulang silakan Ibu riswati pertanyaannya eh maaf Pak Ustaz aku mau bertanya tolong eh penjabaran secara luas ayat al-quran yang itu apa namanya wunifun penjabaran secara luasnya Bagaimana Pak ustaz wunifun Terima kasih Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh silakan Ustaz eh ayatnya kurang jelas Tadi dibaca Bu Coba diulang lagi W yunsikun katanya Ustaz penjabaran dari ayat tersebut mohon maaf Ustaz wala wunsikun katanya ayat Apa itu ya ayat itu ayat ke berapa ya kita lewatin saja Ustaz kita cari pertanyaan yang sesuai dengan pembahasan dari Abdullah yang bertanya Asalamualaikum Ustaz sebagian teman-teman kerja atau bergaul kami ada yang tidak mau mengimani bahwasanya ada makar Allah karenaang kurangnya iman dan keawaman mereka sering kita ber bincang dan akhirnya menjadi debat bahwasanya kalau memang Allah itu mempunyai makar banyak kemaksiatan harusnya segera dihukum banyak orang-orang kafir Harusnya bisa dibuat Islam semua Kenapa yang terjadi kita lihat seperti ini kenyataannya nah bagaimana memberikan nasihat dan jawaban bagi orang-orang yang seperti ini Ustaz silakan ya Barakallah fikum peranya sangat baik sekali Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan lipahan rahmat dan keberkahan bagi Antum yang Bert jug bagi kita semua dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan Hidayah kepada mereka mereka yang menolak ayat-ayat Alquran agar diberikan bimbingan kembali kepada jalan yang lurus pertama Allah menetapkan mereka melakukan tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka bagaimana kita mengartikan ayat ini ayat seperti ini bukan satu ayat ya kalau mereka mengatakan Allah tidak melakukan tipu daya berarti menentang ayat ini apakah mereka lebih tahu dibandingkan Allah subhanahu wa taala Adapun kalau mereka belum paham maknanya harusnya dikembalikan kepada kekurangan akal bukan seolah-olah akalnya yang benar ayatnya yang ditolak kan Ini aneh seperti ini kita saat ini ya dalam urusan-urusan dunia kalau kita tidak tahu kita kembalikan kepada ahlinya ada penjelasan yang tidak kita pahami kita cari keterangan Entah di Google atau kita bertanya sama orang yang ahli Bagaimana tentang masalah ini kita mengakui diri kita tidak tahu tapi untuk al-quran Masyaallah kita katakan ini tidak benar Allah tidak mungkin punya sifat ini harusnya begini harusnya begini Kenapa kita lancang dalam memahami agama sementara dalam urusan-urusan dunia kita kita Justru lebih tunduk kepada orang yang kita anggap ahli Allah yang menetapkan Allah maha mengetahui tentang dirinya Adapun makna makar seperti yang tadi kita sebutkan kan jelas tidak seperti yang dipahami oleh orang tersebut ya Kenapa banyak pelaku maksiat orang-orang kafir tidak diberikan hidayah sekalian ya Allah subhanahu wa taala yang menghendaki yang menyebutkan di dalam bananyak aatayat Alquran Allah menyesat Siapa yang dikehendaki dan berikan Hidayah kepada siapa yang dikehendaki inilah ee pilihan atau Taufik dari Allah bagi orang-orang yang beriman kemudian Allah berpaling dari orang-orang kafir tidak memberikan Hidayah sesuai dengan hikmahnya yang Maha Sempurna supaya Allah mengetahui Siapa yang bersyukur Siapa yang tidak bersyukur Siapa yang benar-benar mengikuti petunjuk para rasul dan siapa yang menentang Allah subhanahu wa taala memiliki hikmah yang Maha Sempurna ya sebagaimana adanya pergantian siang dan malam kalau kita berpikir ah kita maunya siang terus supaya terang ternyata kehidupan tidak seperti itu malam terus juga tidak benar maka Allah jadikan pergantian siang dan malam Allah menjadikan ada kadang-kadang orang itu mendapatkan kesenangan ada kadang-kadang orang itu mendapatkan bencana kita berpikir Kenapa orang tidak senang semua saja tidak perlu ada bencana di muka bumi ini maka tentu tidak sesuai dengan hikmah Allah yang semp kalau kesenangan terus nanti kapan orang akan dilatih kesabarannya kapan dia akan disempurnakan kesabarannya yang sabar ini menunjukkan benarnya Iman di hati seorang hamba demikian pula kalau bencana terus ya nanti orang tidak akan teruji sifat syukurnya yang juga merupakan sifat yang mulia yang merupakan sifat-sifat penghuni surga maka yang berhubungan dengan masalah hikmah dari perbuatan Allah subhahu wa taala ketika menciptakan manusia ya orang-orang yang kafir Kenapa mereka tidak mendapatkan hidayah Allah Maha Mengetahui bahwa dia mendapatkan pantas mendapatkan hidayah Allah maha mengetahui orang ini tidak pantas mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran ketika berfirman kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam tentang pamannya Abu Thalib yang tidak mendapatkan hidayah padahal sudah dekat dengan sebab-sebab Hidayah Allah subhanahu wa taala berfirman Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan Hidayah kepada orang yang kamu cintai tapi Allah dialah yangemberikan Hidayah kepada siapa yang dikehendakinya Wahai Rasulullah dan Allah yang maha mengetahui tentang Siapa Yang Pantas mendapatkan hidayah darinya maka orang-orang yang menolak tentang sifat-sifat Allah seperti ini dengan pemikiran akalnya kita katakan Kenapa dalam urusan-urusan dunia anda lebih tunduk lebih mau mengembalikan kepada ahlinya sementara dalam urusan agama yang di sini menyangkut Allah subhanahu wa taala yang maha mengetahui segala sesuatu Anda justru mendahulukan akal ini justru merupakan bukti kerusakan yang ada dalam pikiran orang tersebut ya semoga Allah subhanahu wa taala memberikan Hidayah kepada mereka-mereka ini untuk kembali ke jalan Allah subhanahu wa taala yang lurus nah Barakallah Fik Fik Barakallah Ustaz Terima kasih atas kesediaan untuk menjawab beberapa pertanyaan telah masuk kami mohon maaf karena terbatasnya waktu kita di kesempatan pagi hari ini Ustaz sebelum kami akhiri mohon Ustaz memberikan iktitam fadal ya Ustaz ya Barakallah fikum Alhamdulillah tadi telah kita membahas tentang beberapa faedah yang disampaikan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala dari kitab alfawaid ini tentang bagaimana menudukkan seb menduduk mendudukkan makna sebagian dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah sahu Alaihi Wasallam agar kita bisa memahaminya dengan benar sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan para ulama ahlusunah Wal Jamaah semoga kajian kita di kesempatan pagi hari ini bermanfaat dan menjadi bekal kebaikan untuk dunia dan akhirat kita cukup sampai di sini Barakallah fikum mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Sallallahu wasallam wabak Al Nabina Muhammadin waa alihibihihamdulillahbilamin subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuhahi wabarakatuh jazakallahu Khairan wabarakallah fikum Terima kasih para Ustaz Abdullah Taslim Ma hafidahullahu taala yang pada kesempatan pagi hari ini telah berkenan untuk meluangkan waktunya di tengah-tengah kesibukan beliau di dalam mengajar dan berdakwah untuk bisa kembali melanjutkan pembahasan kitab alfawaid melalui ee media TV Roja dan radio Roja semoga kebersamaan kita diberkahi Allah dan bisa mengambil banyak manfaat serta faedah sebagai bekal kita di dunia dan di akhirat nanti kami yang bertugas mohon pamit undur diri Insyaallah kita akan berjumpa kembali di program acara yang selanjutnya subhanakallahumma bihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh silat radio Rajo Bogor 100.1 FM radio R Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *