Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Syarah Al-Manzhumah Ar-Raiyyah fi As-Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

ah pemerhati R di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan kedua yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disikan guru kita AB pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab syarah almzumah arah Fis sunah oleh Imam Abul qasim Saad bin Ali bin Muhammad bin Al Husin azzanjani asyafi’i dengan Syarah Syekh Abdur roq bin Abdul Muhsin albadar hafidakumullah Nam ikhat Islam wakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan diilan telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di t WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al ustazad Maskur Ustaz jazakumullah kir asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ahahu Fala mlil F hadalah asadu allaahaillallah wahdahu la syarikalah wa asaduuham ya aumum w yaumumumumq bid wa Fin muslimin pemirsa TV ra dan pendengar Radi ra di mana saja berada rahimani warahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab almandzumah arraiah Fi asunah oleh Al Imam azzanjani asyafi’i rahimahullahu taala dengan Syarah atau penjelasan dari fadilatus Syekh Abdur roazq bin Abdul Muhsin Al Abbad albadr hafidahullahu taala namun sebelumnya mohon diperkenankan untuk saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya meninggalnya Al Ustaz al fadil guru kita semuanya Al Ustaz Yazid Bin Abdul Qadir jawwaz rahimahullahu taala Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa merahmati beliau mengampuni dosa-dosa beliau menerima semua amal ibadah beliau dan semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan Kepada beliau kenikmat di alam barzak dan juga di surga kelak dan semoga Allah subhanahu wa taala mengumpulkan kita semuanya dengan beliau bersamaabin dan semoga yang ditinggal diberikan ketabahan dan juga keistikamahan di atas akidah dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi was Malim perlu kiranya untuk kita sekedar firman Allah Adapun tentang nikmat Allah maka Ceritakanlah dan maas Muslimin setelah karunia dan anugerah dari Allah subhanahu wa taala kemudian karena jasa-jasa alustaz alfadil Yazid Bin Abdul Qadir jaaz rahimullah taala pembicara di sini secara pribadi banyak menambah menimbah ilmu dari beliau dari awal kita belajar sunah belajar akidah Salafiah itu dari beliau 30 tahun yang lalu kita awal belajar sunah belajar dakwah Salafiah dari beliau di antaranya ketika beliau datang ke Surabaya beliau selalu menegaskan menekankan tentang masalah akidah dan Manhaj dan di antara kitab pertama yang beliau ajarkan kepada kita dan itu awal kita belajar akidah Salaf yaitu kitab aslusunah waqaduddin oleh Imam Abu Hatim dan Abu zur arziain rahimahumullahu taala sekali lagi setelah karunia dari Allah karena Hidayah dari Allah kemudian jasa-jasa perjuangan beliau yang terus mengajarkan akidah sampai akhirat beliau ini salah satu buah Kita bisa belajar akidah Salaf ya semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan Kepada beliau dan kepada kita semuanya husnal Khatimah dan semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir haat kita nanti muslimin Ikh pem dan pendengar ah kita lanjutkan bait yang k dariumahah asunah oleh Imam azzanjani rahimahullah taala Beliau mengatakan Barang siapa yang menyelisihi wahyu Allah Subu wa taala yang terang berenderak dengan akal pikirannya Maka itulah orang yang rugi yang sengsara Ana ulangi lagi kata Imam azzanjani asyafi’i dalam bait yang k9 dari almzumah ariah barang siapa yang menyelisihi wahyu Alquran dan Sunah Rasul sah wasallam dengan akalnya maka dia adalah orang yang rugi dan orang yang sengsara dan sudah kita sampaikan beberapa Syarah dari Syekh Abdur razq bin Abdul Musin alabbad albadr pada pertemuan yang lalu sampai kepada ucapan alghazali dalam kitab beliau Ihya Ulumuddin yang terakhir Beliau mengatakan tentang celaan ilmu tentang celaan terhadap ilmu alkalam yaitu ilmu yang hanya mengandang akal atau lebih mendahulukan akal daripada Alquran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam alghazali berkata kesimpulannya cara untuk mengetahui kebenaran apalagi yang berkaitan dengan Tauhid asmafat itu tidak mungkin bisa digap dengan ilmu jalan menuju kepada mengenal akidah yang sahihah itu tertutup kalau lewat ilmu alkalam dan ini bukan satu-satunya ucapan yang mencelah ilmu kalam para ulama salf sejak dahulu mulai zaman ya alulafaasyidin Umar Bin Khattab diantaranya Beliau mengatakan jauhkanlah diri kalian dari para penuhan akal Sunan mereka inilah musuh-musuh sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang tidak mau kembali kepada al-quran dan Sunah Tunya Dengan pemahaman Salaf itulah yang dinamakan musuh-musuh sunah rasul sallallahuhi wasam diantaranya alq Mak rahimani warahimakumullah pemeriksa TV raja dan pendengar raja di mana saja berada rahimani warahimakumullah mereka ini sangat amat menyimpang dan jauh dari kebenaran sekali lagi Al khalifatur Rasyid Um Khatab mengatakan jauhkanlah diri kalian dari para penuhan akal karena mereka adalah musuh-musuh sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan Imam yang empat imam Imam Abu Hanifah Imam Malik Imam Syafi’i Imam Ahmad rahimahullah mereka juga semua sepakat mencela ilmu kalam dan ahl kalam Imam Abu Hanifah rahimahullah pernah berkataallah Amr Bin ubaidahu bahwasanya Semoga Allah melaknat Amr Bin ubaid tokohnya ahil kalam tokohnya mtazilah karena dia dialah yang membuka Ilmu kalam kepada manusia dialah kelopor ilmu kalam ini Imam Abu Hanifah keras terhadap ah alkam demikian pula Imam Malik rahimahullah Beliau juga pernah mengatakan yang semakna dengan Imam Abu hanifahanallah Amr Bin ubaid Semoga Allah melaknat Amr Bin ubaid beliau ketika menjelaskan siapa Ahlul bidah maka Beliau mengatakan Ahlul bidah adalah Ahlul kalam yang mereka berbicara tentang tauhid asma was sifat namun tidak mau diam dari apa yang didiamkan oleh para sahabat dan para tab contoh diantara ahl kalam mereka yang suka mentakwilkan sifat Allah subhanahu wa taala misalnya Arrahman alawa Allah istawa di atas ars mereka mengartikannya istaula menguasai padahal tidak ada satuun sahabat rasul yang mentafsirkan istawa dengan istawa inilah Ahlul kalam bahkan sebagai mengatakan ini adalah ajarannya kelompok aljahmiah Mbahnya ilmu ilmu Kal naubillahalik Imam Le kas lagi terhad belia at itu DII denganuas darada DII Dengan iluaha mengatakan J untuk dipukul dengan pelepah kurma dikarak di kampung-kampung di kabilah-kabilahaya diumumkan inilah balasan bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Imam Ahmad juga demikian mengatakan Aham jangan duduk bermajis dengan ahl alam ya ituu tadi yang menuhankan akalnya lebih mendahulukan akal daripada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasalam contoh misalnya orang-orang yang me mengingkari hadis Ahad dalam masalah akidah kalau kata mereka hadisnya Ahad sedikit perawi dalam hadis tersebut atau sedikit periwayatannya bukan sampai derajat Mutawatir tidak bisa dijadikan hujah ini namanya Ahlul kalam ini namanya aus sunat ini namanya ul Isam naubillahik ya bukan yang menyuruh kepada al-quran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi wasam ikhwani fillah wakhwati bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudariku pema dan pendengaraj di man saja berada rahimani warahimakumullah kata alghazali tadi semua jalan kepada makrifatah mengenal Allah itu tertutup kalau lewat ilmu ilmu kalam kemudian kata Syekh dr Abdul Razak bin Abdul Musin Al Abbad wjibahu Ar bayanalidah Fi kitabi Ihya Ulumuddin ba Alal ilm namun yang aneh meskipun beliau tahu jalan menuju makrifatullah mengenal Allah itu tertutup lewat ilmu kalam namun beliau ya dalam kitabnyaumuddin juga banyak membangun ya pembahasan-pembahasannya di atas ilmu kalam naudubillahalik tidak konsisten makanya kata para ulama beliau di akhir hayatnya menyesal kenapa bergulat dengan ilmu alkalam Mengapa dulunya beliau sibuk dengan ilmu kalam tidak kembali kepada sunah rasul sallallahuaih wasallam sampai beliau ketika meninggal dunia sahih Bukhari dalam pelukan beliau Ya seperti yang dinukil oleh Imam Ibnu Abil alhanafi dalam Syarah akidah atawiyah dan juga yang [Musik] lainnyaimudakimin Al Imam azzanjani asyafii rahimahullah taala mengetahui betul Bagaimana bahaya laat ilmu dan bagaimana ilmu kalam bisa mengantarkan mereka kepada kerusakan yang dahsyat ya contohnya kelompok liberal di zaman ini bagaimana ucapan-ucapan kufur mereka terhadap Allah subhanahu wa taala ya Bahkan dahulu ada kelompok ya Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi Islam yang baru masuk Penataran istilahnya sudah apa berucap-ucapan yang sangat amat kufur sangat amat keji kepada Allah subhanahu wa taala mengatakan Tuhan membusuk ya ada pula dari kelompok liberal dulu mengatakan Allahu Akbar itu ya sama dengan kata-kata nauzubillah minzalik anjing Akbar ini adalah hasil daripada ilmu kalam yang sudah diperingatkan oleh para ulama-ulama sejak dahulu Kal makanya imam yang betul-betul Paham bagaimana bahaya Il Beliau mengatakan ucapan yang sangat berharga tadi Itul orang yang RI dan yang sengsara yang sesat menyesatkan kata Syekh kalau seandainya pedoman manusia ya dalam mengenal kebenaran itu hanya pakai akal Apa gunanya Allah mengutus para rasul ya kalau akal itu sudah cukup untuk mengetahui kebenaran untuk bisa mengenal ya tauhid asma wa sifat misalnya kalau hanya sekedar pakai akal untuk apa diutusnya para nabi para para rasul kata beliau lagia wahidum asaduqli Rasulullah oleh karena itulah sebagian para ulama ketika membanta Ahlul kalam para penuh akal mereka para ulama mengatakan konsekuensi mereka yang selalu mendahulukan akal daripada al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mereka mengucapkan syahadatnya itu Ashadu Aku bersaksi anak aqli bahwasanya akalku adalah utusan Allah ini sekali lagi konsekuensi kelaziman mereka ya ngapain mereka mengatakan Ashadu anna Muhammad Rasulullah kalau sunahnya Rasul mereka tolak kalau sunahnya Rasul mereka kalahkan dengan akal mereka itu seperti contohnya tadi yang mengatakan kalau hadisnya Ahad sedikit perawinya misalnya satu perawinya tidak bisa diterima pada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengutus Muad Bin Jabal ke negeri Yaman mengajarkan tauhid mengajarkan akidah sendirian ya maka orang yang mengatakan hadis Ahad itu tidak bisa diterima dalam masalah akidah ini sebetulnya konsekuensinya ya tidak usah mengucapkan Ashadu anna muhammadar rasulullah namun ucapkan Ashadu anli akalku adalah utusan Allah karena akalnya e pemikirannya mengalahkan ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam naubillahialik Rasul mengatakan yzil tabaraka wa taala RAB kita turun ke langit dunia Kalau ada yang mengatakan Oh artinya itu bukan turun namun atau yang artinya bukan turun turun zat Allah namun rahmat Allah ini sama meminteri Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam rasul yang paling fasih mengatakan yzilbuna kok mereka mentakwilkan dengan yang turun adalah Rahmat atau malaikat Allah ini selayaknya mereka mengatakan asadu Anna Rasulullah bukan asadu Anna Muhammad Rasulullah Ya nauzubillahalik k k ulang lagi kalau seandainya tolak ukur kebenaran pedoman hidup beragama itu adalah akal maka apa faedahnya diutusnya para Rasul kalupun mereka mengatakan pedoman dasar kita beragama adalah akal yaun ahamah maka ada pertanyaan yang penting kata beliau untuk mereka ini wahua muq kalau mereka sepakat mengatakan akal yang harus didahulukan daripada al-quran dan Sunah maka pertanyaan berikutnya yang paling penting adalah akal Siapa yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur akal kita atau akal Anda akal dia dan seterusnya ya namanya akal berbeda-beda Ya pemikiran manusia enggak ada yang sama semuanya pasti berbeda-beda lalu akal Siapa yang mau dijadikan sebagai pedoman naillah k itulah sebagai ulama salah pernah berkata seandainya hawa nafsu itu hanya satu Maka itulah kebenaran ya namun gak sama hawa nafsu ya manusia contohnya tadi kelompok-kelompok Ahlul kalam kelompok ada kelompok jahmiah ada kelompok muktazilah ada kelompok al-asyairah almaturidiah beda-beda e hawa nafsu mereka pemikiran mereka akal ak m ya bered-a bermacamm berdebat dengan akal pikirannya kita akan tinggalkan Quran dan Sunah karena dia pintar berdebat ini adalah sesuatu apa kesesatan yang nyata pernah Imam Malik didatangi seseorang yang ingin mengajaknya debat atau berdialog kemudian kam mengkanu aku k orangeb aku maka orang itu Men aku akan mengikuuim kalau ada orang kita yang kalah orang itu mengatakan kita ikuti diaik ya abdahah muhammadhi was kata Imam Malik rahimullah Wahai hamba Allah Allah mengutus Nabi Muhammad wasam dengan satu ajaran yang ada pada Alquran dan Sunah Rasul sallallah dan aku melihatu pindah-pindah dari satu ajaran kepada ajaran yang lainnya nauzubillah Minal ini salah satu ciri Ahlul kalam suka debat Kusir dalam urusan agama yang suka berpindah-pindah ya mincla-minc blintlan ya tidak konsisten di atas satu akidah rahimahullah taala tidaklah yang mengetahui bahaya latin ilmu kalam ini kecuali para salafush yang mereka betul-betul mengutamakan mengagungkan Alquran dan Sunah Rasul Sallahu Alaihi wasamah nabiahu Alaihi was oleh karena itulah para Salafus Saleh menjadikan al-qur’an dan Sunah sebagai pedoman hidup mereka dalam beragama ini ya makanya bedanya ahlusunah yang mengikuti jejak Salaf dengan Ahlul kalam ya dari ahli albidah mereka ya suka plinplan mincla-minc dalam akidah sedangkan ahlus sunah konsisten di atas satu akidah yaitu akidah yang tercantung dalam al-qur’an dan Sunah Dengan pemahaman para asalaf sikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan wumlatiabat Wal istiqrar ahlil hadis wasunahffa ahlil kalam bahwasanya ketetapan ya keteguhan keistikomahan yang ada pada diri Ahlul hadis ahlus sunah itu berlipat-lipat ganda dibandingkan yang ada pada ahli alkalam Kenapa itu tadi karena Ahlul kalam berpegang dengan akalnya ya kemudian kalau ada yang lebih berakal dari dia dia ikut kalau ada yang lebih berakal lagi dia ikut pindah terus nauzubillahialik Adapun ahlusunah hanya berakidah yang sesuai dengan Q Allah waq Rasul waqa asahabah dan itu Sekali lagi Tidak ada kata mincl un sama sekali kita pindah bait yang ke10 dan dalam meninggalkan ajaran ras itual suatuitah makagalkanlah menyelisihi apa yang telah disabdakan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ambillah albrahu Mustofa Yai Shallallahu Alaihi Wasallam Wu poin ke10 ini lebih menekankan lagi ya atau menegaskan lagi poin yang ke kata beliau dalam meninggalkan ajaran Nabi wasam Ya adalahe Imam azzanjani di bait 10 ini seolah-olah mengisyaratkan kepada firman Allah surah Annur ayat ke63 maka berhati-hatilah orang-orang yang menyelisi a Rasul untuk mereka ditimpa suatu fitnah atau azab yang pedih Ahlul fitan adalah Ahlul bid yang suka membuat fitnah itu adalah Ahlul kalam ahlu albid Wal Ahwa yang meninggalkan sunah rasul sahuaih wasallam ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam terutama dalam masalah alqidah mereka Ah fitan ya kataekhina yuk Rasul wasallam yaitu mereka-mereka yang menyelisihi ajaran arasul Sallallahu Alaihi Wasallam Ya seperti tadi Rasul mengatakan yzbuna RAB kita turun mereka mengatakan yang turun adalah malaikatnya rahmatnya ini adalah apa menyelis ajaran Rasul wasam ini yang ya menyebabkan alfitnah atau merekalah Ahlul fitan Imam Ahmad rahimullah Imam Ahmad pernah berkata aku heran terhadap sekelompok orang yang tahu paham tentang masalah sanad hadis mana dan lemahnya hadis ya namun dia lebih condong kepada pendapat Fulan dan alam naubillahik ya auhina amanu laq wahai orang-orang beriman janganlah kalian meninggalkan janganlah kalian mendahulukan ucapan siapun di atas firman Allah dan sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pendapat ataupun pemikiran ataupun akal siapun harus ditimbang dengan Timbangan al-quran dan Sunah Rasul S wasam kalau sesuai diterima kalau tidak sesuai wajib ditinggalkan wajib mendahulukanah waq Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata beliau lagi wallahu taala lalu Imam Ahmad pun membacakan ayat tadi Apakah engkau tahu apa fitnah yang dimaksud di sini alfitnuir kata Imam Ahmad fitnah yang dimaksud di sini adalah kesyirikan kalau orang itu menolak sebagian dari ucapan atau Aar Rasul maka akan ya terjatuh atau tertimpa dalam dirinya a ya kesesatan penyimpangan lalu dia akan binasa Rasul wasamq kalau orang meninggalkan satu acara Rasul saja itu bisa terkena fitnah eh Kena azab yang pedih Bagaimana kalau dia meninggalkan semua Sabda Rasul semua ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nauzubillahalik apalagi yang mengaku sebagai alquraniun pengikut Alquran namun mereka tidak mau mengikuti hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam padahal Alquran sendiri yang mengancam orang-orang tersebut terkena fitnah atau azab yang pedih kemudian Syekh mengatakanu ucapan imam azanj tadi ucapan Imam tinggalkan yang menyelisihi ucapan Rasul maksudnya tinggalkan semua yang menyelisih a Rasul was siapun yang mengucapkannya ah di dunia maya maupun di dunia nyata kalau jelas-jelas itu bertentangan dengan sabda rasul dengan ajaran Rasul maka wajib ditinggalkan siapaap itu ada seorang Alim seorang Ustaz Ya selama ucapannya atau fatwanya ataupun pernyataannya menyelisihi Allah W Rasul maka buang jauh-jauh ucapan ya Selain Q Allah waq rasul tersebut Ibnu Abbas wau in AB bakar waar was Abu Bakar wa Abdah bin Abbas pernah suatu saat berfatwa tentang haji tamatuk dan kewajibannya Lalu ada orang lain mengatakan Abu Bakar wa Umar berpendapat haji ifrad ya maka beliau pun mengatakan hampir turun hujan batu dari langit Aku mengatakan Rasul bersabda kalian mengatakan Abu Bakar wa Umar menyelisihi ucapan Rasul naudubillahizalik ini adalah apa Salah satu bentuk kesesatan Kalau lebih mendahulukan ucapan selain Rasul entah itu ucapan alim atau Ustaz di atas ucapan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini Abu Bakar wa Umar saja pendapat mereka ya Sekali lagi mereka para sahabat yang mulia mereka adalah manusia terbaik itu pun ucapan mereka tidak boleh dipertentangkan didahulukan daripada ucapan Rasul Sallallahu alaii wasallam Apalagi selain selain mereka inilah prinsip ahlusunah Wal Jamaah sebagaimana yang dikatakan oleh para imam yang empat imam Malik mengatakanun rasulaih Wasallam setiap ucapan boleh diambil boleh ditinggalkan kecuali ucapan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Imam Ahmad dan sudah disampaikan tadi peringatan dari Imam Ahmad rahimahullah terhadap orang-orang yang belajar hadis belajar sanad hadis namun lebih mendahulukan pendapat daripada hadis tersebut diktirkan orang-orang itu akan jatuh penyimpangan lalu akan binasa dan ini yang ras telah peringatkan Aku tinggalkan kalian di atas Islam yang putih bersih malamnya seperti siangnya tidaklah yang menyimpang darinya tidakah yang menyilsihiar rasul tersebut kecuali akan binasa naillah k Apan ulama saja atau bahkan sahabat tadi tidak boleh didahulukan dipertentangkan dengan sabda Rasul apalagi ucapan orang-orang yang jahil ya orang-orang yang tidak paham agama Allah subhanahu wa taala a yabl mabl ulika fqi Wal Basir fiillahi Azza waalla ya cuma Sangat disayangkan Banyak kaum muslimin yang lebih condong kepada pemikiran akal pendapat e manusia yang menyelisihiah waasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemud kata syekhahu Milan madabiran mihanutabir Imam Zan mengatakan tadi bacalahu bacalah firman Allah dengan mentadaburi maknanya ya dan betul-betul mempelajarinya dengan baik dan benarir dan Ambillah Ibrah maksudnyaasul wasallam Yaitu mengambil Ibrah dari ajaran Rasul Sallallahu Alaihi was wasam dan jadikanlah Sabda rasul sebagai pelajaran sebagai Ibrah dan itu adalah suatu kecukupan bagim ya sebagaimana dalam ucapan Abdullah Bin Masud radiallah taala anhuiu W ikuti aja Rasul dan jangan berbuat bidah karena kalian sudah Apa dicukupi masalah akidah masalah ibadah masalah akhlak masalah zikir masalah Apun sudah Rasul ajarkan kepada kita semuanya cukup itu ya sampai-sampai Abu Dar radah Anhu pernah berkata karena Rasulullah wasam Rasul S wasam telah meninggal dunia meninggalkan kita semuanya Dan tidaklah seekor burung di udara terbang dengan kedua sayapnya kecuali Rasul telah ajarkan ilmunya kepada kepada kita maka cukuplah apa yang diajarkan rasulallam jangan mengikuti pendapat Fulan dan alam yang sekali lagi menyelisih ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kita lanjutkan baid yang ke-11im rahimahullah Watu huah mminin limanbar dan apa yang telah disepakati oleh para sahabat itu adalah huah dan itulah jalannya orang-orang yang yang beriman Bagi orang-orang yang mau meneliti Imam aanjani rahah ingin mengatakan dalam bait yang ke-1 ini tentang kedudukan IJ para sahabat ya dalil islamah firman Allah dalam Alquran Rasul Sabda Rasul sahih dalam hadis yangahih ya dan yang ketigij dan yanging tinggi ijnya para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Rasul mengatakan umatku tidak akan mungkin bersepakat di atas kesesatan kata beliau Imam azzanjani ingin Menjelaskan kedudukan tentang IJ para sahabat dan semua para sahabat itu hujah wajib diterima dan diamalkan oleh setiap kaum muslimin dan di antara cara mengetahui ijemak para sahabat lihat di antaranya kata ulama kitab-kitab akidah asalaf ya yang mereka menuli akidah dari zaman para sahabat sampai eh zaman mereka makanya Imam harap alk dalam akidah beliau atau dalam kitab beliau tentang akidah yang berjudul asunah ya Beliau mengatakan bahwasanya inilah ajaran para Salaf ya dari kalangan asahabah ya Kemudian beliau mengatakanan KH mazhab Barang siapa yang menyelisihi mazhab ini yaitu Manhaj mazhab akidah Ahli Sunah fahuatadiun maka dialah bidah dia yang menyelisih ajaran Asalam di antaranya tentang Allah ada di atas Arsy ini adalah ijma para sahabat rasul wasallam seperti yang dikatakan oleh Imam alkarmani yang wafat tahun 280 Hijriah ya ini ijemak Salaf dari kalangan sahabat dan tabiin yang dinukil oleh Imam harf alkarmani dalam kitab beliau tentang asunah tentang al-akqidah kemudian kata syekhu setiap ijma sahabat itu hujah dan tidak boleh seorang pun untuk menyelisihinya ini sekali lagi yang wajib dipahami oleh setiap muslimmlimah dan tadi kita sampaikan di antara kiat cara mengetahui ijemak sahabat itu di anaranya kembali kepada kitab-kitab akidah para ulama ahlusunah Wal Jamaah W dan tidak perlu ditoleh digubris lagi orang-orang yang menyelisih Ijem para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya mengatakan Allah tinggi di atas Aras Maka kalau dia mengatakan Allah di mana-mana Allah tidak di ruang tidak di waktu maka tolak buang ucapan ini sejauh-jauhnyaahah atda ijahabah setiap penyelisihan setelah IJ para sahabat itu tidak ada artinya artinya buang saja Yang menyelisih tersebut itu termasuk bentuk penyimpangan Al yang mengantarkan kepada Mar bahayaah kemudian mengatakan jemah ya Barang siapa yang menyelisihijemak sahabat maka dia ahli bidah bukan ahli ahli Sunah itu tadi di antaranya menyelisihi ijmaak sahabat tentang Allah di atas langit Allah di atas ars maka inilah mutadi ya ahl bidah yang menyelisihi ijemak ahlus sunah wamaahu ahlus sunah sepakat mengatakan ijemaknya para sahabat itu hujah yaihid dan di dalamnya ada khulafa rasyidun Abu Bakar Umar Utsman dan dan Ali W dan mereka adalah manusia-manusia terbaik nabi Sallahu Alaihi Wasallam seperti yang sahih dari nabi suaii wasallam sebaik-baik manusia adalah generasiku kata wasam merekalah yang langsung menyaksikan turunnya Alquran Rasul wasam dan mereka menimba ilmu agama dari Rasul secara ya atau yang masih segar dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka kewajiban kaum muslimin rujuk kepada ajaran para sahabat IJ sahabatasulahu Alaihi wasamp tadi penulis imamahah ingin menjelaskan kepada kita tentang kedudukan IJ para sahabatas tidak boleh menyelisihi sahabat Apun alasannya tidak bo kudian Imam Berk di bagianakh itulah jalannya orang-orang yang beriman bagi yang meneliti apa yang telah disepakatle para sahabat itulah jalannya orang-orang yang beriman waj untuk mengikuti menera semu para sahabat rasul wasallam Allah berfirman Jah Barang siapa yang menyelisihi jalannya Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang beriman kami palingkan ke mana dia berpaling dan kami masuk dia ke neraka jahanam dan jahanam sejelek-jelek tempat kembaliallah maka penyelisihan yang mana ya yang lebih besar daripada meninggalkan ijmak para sahabat Radiallahu taala anhum ya Sekali lagi kalau kita mau tahu mana saja ijma sahabat di antaranya lihat kitab-kitab akidah ahlusunah Wal Jamaah seperti syarusunah Imam barbahari syahrusunah Imam almuzani kitab asunah Imam tadi harab alkarmmani dan seterusnya ya itu iemak sahabat terutama dalam masalah al-qidah yang menyelisihi dia sesat menyesatkan dia mubtadiun doun Bismillah kemudian kata Syekh waq Ibnu kir rahimahullah taala Ay Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika berbicara tentang masalah surah an-nisa 115 tadi beliau mengaitkannya dengan masalah ijma rahimahullah mmininuda bahwasanya mengikuti jalannya orang beriman itu merupakan kelaziman mengikuti petunjuknya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam artinya satu paket ya sebagaimana kata Rasul alikumtitil khulafaidin pegang rasunahku dan Sunah para khulafa Rasyidin Ma alai yang selamat yang mengikuti aku dan sahabatku bahwasanya mengikuti jalan mereka itu mengikuti petunjuk rasulahu Alaihi was membawakan ayat Surah Anisa kata imamir wasam bahwasanya Barang siapa mengikuti selain jalannya syariat yang telah diajarkan oleh Rasul wasam maka dia berada di suatu ujung jalan yang berlawanan dengan jalannya Rasul dan jalannya orang-orang yang yang berimanuhammadiah menyelisihi ya syariat itu ada dua bentuk menyelisihi Nas yang terang berenderang Ya seperti misal nya Allah subhanahu wa taala mengatakan W kalau mereka mengatakan Ya Allah tidak punya sifat wajah atau mereka tidak mau menetapkan sifat wajah bagi Allah maka ini menyelis Nas yang terang yang terang bener atau tadi ya kata beliau atau menyelis ijmak para sahabat rasul wasallam IJ sahabat mengatakan Allah di atas Aras Allah di atas langit maka yang men hal ini akah ini menyelisihi IJ para sahabat rasul Sallahu Alaihi wasam dan Tunya dalam bahaya yang sangat [Musik] besar telah disucikan IJ mereka dari kesalahan kata Rasul tadi mungkersepakat di sesat apalagi generasi para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai Buk pemuliaan pengagungan kepada nabi mereka yaitu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah banyak hadis-hadis sahih tentang masalah yang satu ini [Musik] kata Imam IBN kir rahimahullah taala dan kami telah menyampaikan ya hadis-hadis tentang masalah hujiah hujahnya Ijem sahabat dalam kitab hadisul usul namun ada Sebagian ulama yang meyakini akan kemutawatiran maknanya Dan inilah yang dipakai oleh Imam assyafi’i rahimahah dalam berhujah dengan ijmak ya yaitu ayat 115 dari surah an-nisa jadi Annisa 115 dalil tentang hujah dalam ijmak para sahabat ya para generasi umat Islam yang pertama Mak Allah menganam dengan firman orangor itu berp yang Sahat dan masuk jahah k ya kalau orang itu sudah terbiasa menyelisihi jalannya Rasul meskipun sudah tenang-penerang dia menyimpang dari ijemak para sahabat maka kami kata Allah jaik balas dengan apa Allah sesatkan orang tersebut Allah tancapkan dalam Jada atau jiwanya kesesatan tersebut istidrajat sebagai bentuk ya diberi tenggang waktu oleh Allah subhanahu wa taala barangkali dia mau bertobat dan sebagainya tidak langsung dizab oleh Allah subhanahu wa taala taala kata Allah dan Tinggalkanlah orang-orang yang mendustakan ya diriku atau ya tinggalkan aku dan orang-orang yang mendustakan hadis ini aku kami kata Allah akan memberikan tenggang waktu memberikan apa jarak untuk dia bertobat namun kalau tidak bertobat Allah akan apa segera azab inahumidilir berilah tenggang waktu kepada mereka Maka kata Allah ya amilhum ruwaidah namun yang terakhir pasti akan diazab oleh Allah subhanahu wa taala orang kafir dalam kehidupan yang ya istilahnya mewah yang yang luar biasa bergelimangan dengan harta kekayaan namun ingat suatu saat akan diazab oleh Allah demikian pula e Ahlul bid Meskipun mereka ee sekarang mungkin berkuasa dan sebagainya n ingat ini adalah Isra Ya bagi mereka sebagaimana kata rasul dalam hadis yangahih apabila engkau melihat Allah ya memberikan harta yang banyak di dunia ini kepada orang yang berbuat maksiat karena kemaksiatannya ya maka Itulah namanya isid terus diulur oleh Allah subhanahu wa taala diberikan rezeki diberikan kesehatan kudukan namun suatu saat Allah akan apa azab orang tersebut kata P ulama Allah yumhil wala yuhmil Allah tidak pernah melalaikan namun Allah terkadang memberikan tenggang waktu maka berhati-hatilah ya orang-orang yang Allah berikan dunia karena penyimpangan mereka semakin menyimpang semakin berkuasa semakin menyimpang semakin banyak kedudukannya semakin zalim semakin banyak ya pengikutnya semakin banyak hartanya semakin banyak kedudukannya ingat suatu saat azab ya sangat pedih menunggunya naudubillahialik muslimin ikhwani fillah wwati rahimani warahimakumullah ya masih agak panjang pembahasan ya Syarah ke-11 dari almumah funah Insyaallah akan kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang diidnillahi taala wallahu taalaam Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas menyampai materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini ikhwat islamzakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 0819896543 baik untuk pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat di kesempatan ini dari hamba Allah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz izin bertanya apa hukum seseorang ikut-ikutan cek Kodam di media sosial yang sekarang ini sedang viral seseorang yang memiliki khodam dianggap memiliki kemampuan berkomunikasi dengan jin dan qodam juga merupakan pendamping manusia dari kalangan Jin yang bisa membantu manusia Kodam memiliki berbagai macam wujud seperti Koda Macan Putih macan kumbang dan lain sebagainya dan khodam ini juga bisa diperjual belikan Ustaz Mohon nasihatnya terima kasih [Musik] NB yang pertama kalau yang dimaksud dengan apa is Khadam itu adalah dari kalangan Al Jin maka kita sebagai seorang muslim ya Yang tadi kita sampaikan menjadikan al-qur’an dan Sunah atau wahyu Allah subhanahu wa taala sebagai pedoman maka kita katakan yang pertama Allah subhanahu wa taala berfirman tentang aljin innahuarumua waah sesungguhnya dia Jin ya melihat kalian wahai manusia sedangkan kalian tidak bisa melihat aljin ini adalah apa firman Allah yang Allah pencipta manusia dan jin Allah tahu bahwasanya Jin ya Dan Allah mengabarkan Jin adalah makhluk gaib manusia tidak akan mungkin bisa apa melihatnya khususnya dalam bentuk yang aslinya itu yang pertama wajib kita yakini Jin makhluk gaib dan tidak ada yang tahu yang gaib kecuali Allah subhanahu wa taala Katakanlah tidak ada yang tahu yang gaib di langit maupun di bumi kecuali Allah subhanahu wa taala itu yang pertama Kemudian yang kedua bahwasanya para ulama menyampaikan bahwa aljin ya sebagaimana sabda rasulq Wu mereka ini ya suka apa berdusta maka jangankan makluk yang tidak kelihatan yang kasat mata gaib Istilahnya ya manusia saja bisa menipu kita apalagi yang tidak apa kelihatan kemudian hukum alisti minta tolong kepada Alin apalagi sampai ya naubillahalik tunduk kepada Jin sebagaimana para dukun-dukun itu maka ini sebagaimana kata para ulama tentang Sabda Rasul wasam para dukun-dukun itu kafir diantaranya karena mereka meramal yangb karena mereka memakai bantuan Alin naah dan kita ingat orang-orang muskin jahiliah dahu ya Allah dahulu kaum musyrikin jahiliah kalau mau Mat melewati sebuah Lembah mereka kul nuun dulu dengan ya para jin-jin ya artinya minta perlindungan kepada aljin maka itu menambah dosa Mereka apalagi sampai ada istian dengan jin Syirik kepada Allah subhanahu wa taala ya apalagi dalam hal yang tidak mungkin dilakukan oleh mereka Maka sekali lagilimin ya negeri kita dari dulu memang seperti ini ya keadaannya penuh dengan khurafat ya penuh dengan hal-hal yang berbau pbc naudubillahi minzalik ya berbau ya mistik-mistik yang sangat merusak akidah kaum muslimin maka kembalilah kepada akidah al-quran dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tinggalkan hal-hal tersebut naubillahalik Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak masih pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari pakan di Bogor asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Mengapa tidak setiap orang mendapatkan kesempatan untuk merasakan dan menerima ajaran Islam dari semenjak kecil contoh keluarga saya keluarga jauh dari pihak Ayah yang masih nonmuslim apakah ini termasuk masalah kehendak Allah yang bersifat Hidayah ataukah berkaitan dengan diri orang itu sendiri mohon nasihatnya Ustaz syukrun Maaf muslimin ikhwani fillah ww rahmanani warahimakumullah kita wajib meyakini yang pertama semua terjadi dengan kehendak Allah subhanahu wa taala ya Akan tetapi manusia Allah berikan eh kehendak juga untuk apa memilih Mana Hak mana yang yang batilamin tidaklah kalian berkehendak kecuali Allah berkehendak ya dan kata imamwi rahah semua manusia hidup dengan kehendak Allah di anara karunia keutamaan dari Allah dan di antara keadilan Allah dan dalam ungkapan beliau yang sebelumnya Imam mengatakan Allah memberikan Hidayah Allah memberikan keselamatan Allah memberikan penjagaan itu karunia ya dan anugerah dari Allah kemurahan dari Allah subhanahu wa taal dan Allah menyesatkan Allah mencampakkan dan Allah menurunkan siksanya karena keadilan Allah ini manusia antara karunia kemurahan dan keadailan Allah Apa maknanya kalau orang itu mendapatkan hidayah Hidayah tauhid dan Sunah misalnya itu semuanya murni karena Hidayah Taufik dari Allah subhanahu wa taala dan Allah ya maha tahu siapa yang berhak mendapatkan hidayah dan siapa yang berhak untuk disesatkan dan semuanya juga ada hukum sebab akibat Allah berfirman orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari jalan kami akan kami Tunjukkan jalan-jalan kami Allah berikan Hidayah Setelah orang itu apa berjuang ya entah dengan kelapangan dadanya menerima kebenaran atau berusaha cari kebenaran tersebut ya kemudian Allah menyesatkan Siapa yang dia kehendaki dengan keadilannya artinya orang itu gak mungkin disesatkan kecuali orang itu pertama kali sebagai penyebab dia sesat seperti yang Allah firmankan ketika mereka berpaling semakin Allah palingkan Sep dalam ayat Surah [Tepuk tangan] Anisa setelah apa setelah dia menyelisih Rasul Setelah dia menyelisih ijma para sahabat para rasul Sallallahu Alaihi Wasallam naudubillahizalik ini sekali lagi ada ya dua hal ini yang wajib diyakini nikmat itu karunia kemudan dari Allah kalau ada kejelekan itu adalah keadilan dari Allah karena perbuatan manusia ma asaka Min hasanatininallah w asaka mintinin nafsik apa yang menimpa dirimu dari kebaikan itu murni karunia dari Allah dan apa yang menimpa dari kejelekan terhadapmu itu karena sebab ya dosa-dosamu sebab ya tangan-tangan perbuatan wallahu taala Nam syukran W jazakallahu Khairan Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk Panya pakan yang ada di Bogor n masih kami buka kesempatan di lantai 0218236543 bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung ya silakan Halo asalamualaikum wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dengan Ibu siapa di mana dengan Um Zahra di Riau silakan Um Zahra ya terkait dengan seseorang yang EE dalam mencari nafkah e dengan jalan ee tapi akan tetapi dia sangat banyak bersedekah dan menuni anak yatim dan para Du apa Nah Bagaimanakah kedudukan orang seperti ini menurut al-qur’an dan hadis mohon pencerannya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Nam minta tolong di ringkaskan pertanyaan tadi karena ada kelihatan ada terputus tadi atau atau kurang Saya dengar i bagi ee pencari nafkah yang suka berinfak ya ini bagaimana Ustaz apakah EE pada saat dia mencari nafkah infak yang e dia berikan itu apakah EE tidak mengapa ataukah ee Bagaimana Ustaz n kalau misalnya dia mencari nafkah yang halal ya kemudian dia infakkan di jaran Allah ya ada dua bentuk infak yaitu infak yang wajib dan yang mustahab ya dia menafkahi istri dan anak-anaknya itu infak yang wajib maka tentunya dia mendapatkan pahala ya apalagi ketika dia mencari nafkah tersebut dia niatkan untuk melaksanakan yang wajib tadi infak yang wajib tadi mendapatkan pahala yang luar biasa ketika dia mencarinya mendapatkan pahala ketika dia memberikannya kepada anak istrinya itu berpahala kalau niat dari awalnya untuk ibadah kepada Allah subhanahu wa taala kalau dia menginfakkannya ke orang lain fakir miskin misalnya ya selama itu infak harta yang halal dia peroleh maka Insyaallah ya dia dapat pahala dari infaknya tersebut Adapun kalau dia mencari dari cara yang haram kemudian diinfakkan maka Rasul bersabda Allah itu baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik Terima kasih jazakahirakah atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk panyaah yang berada di Ria kita kembali ke pertanyaan melalui pesan singkat di kesempatan ini dariakir S warakatuh Ustaz Bagaimana ada orang yang lebih mengikuti ajaran ulama daripada mengikuti hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam beragama dia berdalil bahwa ulama itu pewaris nabi syukran jazakahir ustik kalau misalnya ada ucapan ulama mengatakan B ya sedangkan Rasul mengatakan a ya berbed antara pendapat ulama dengan sabda Rasul Ya maka seorang muslim yang bijak sebagaimana dalam surat alhujurat ayat pertama tadi laqimuahasul jangan kalian mendahulukan ucapan siapun di atas firman Allah dan sabda Rasul Sallahu Alaihi Wasallam maka sikap yang benar mendahulukan yang a tadi pendapat a yaitu dari Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam meninggalkan yang mengatakan B dari pendapat ulama kalau dikatakan ulamawaris para nabi maka selayaknya ulama enggak mengatakan B sedangkan Rasul mengatakan ah ya Maka kalau ada yang mengaku atau diakui sebagai ulama namun jelas-jelas ucapannya menyelisihi Sabda Rasul Ya maka ini bukan ulama pewaris nabi apalagi dalam masalah yang sudah jelas terang benerang ini contoh ya tadi Rasul mengatakan yzila tabaraka wa taala Allah turun ke langit dunia dan Rasul adalah orang yang paling fasih berbahasa Arab ya kalau dikatakan yang turun adalah rahmat Allah dari mana sedangkan Rasul mengatakanzil jelas-jelas apalagi dalam selanjutan hadisnya Allah berfirmanuni maka kalau ada yang mengatakan ya yang turun adalah rahmat Allah ya kalau ada ulama B mengatakan yang turun ada rahmat Allah sedangkan Rasul mengatakan Allah yang turun maka selayaknya ulama mengatakan sebagaimana kata rasul yang turun adalah Allah subhanahu wa taala ya kalau dia mengatakan kan dia ulama parawaris para nabi maka dikatakan atau dijawab kalau dia betul-betul ulama harus ikut nabi mengatakan yanzilubuna Allah turun ya atau misalnya ada ulama yang kowar-kar mencaci maki pemimpin ya menghina pemimpin maka kita katakan Rasul melarang Rasul mencela orang tersebut lewat Sabda beliau Man akrama sultanallah akramah allahah yang memuliakan pemimpin Allah muliakan maka ikut siapa ikut Rasul atau ikut sang ulama tadi Maka kalau mau dikatakan seperti kata Syekh tadi kalau orang itu lebih mendahulukan pendapat ulama Fulan daripada Sabda Rasul maka sebetulnya konsep ensinya dia mengucapkan asadu Anna Fulan dari ulama itu rasulullah naubillahalik Rasul mengatakan bid setiap bidah sesat kalau ada yang mengatakan ada bidah Hasanah maka ya muslimmlimah yang bijak ikut Sabda Rasul bid kalau ada yang mengatakan kan dia ulama pewaris nabi kalau dia pewaris nabi ikuti Sabda Rasul pegang Sabda tidak mengatakan ada bidah has dalam urusan agama iniahu jazakahir atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai atau penutup silakan UST ahimakumullah wasiat para ulama sejak dahulu sampai ya detik ini dan juga sampai hari kiamat untuk kita Tetap di atas al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya seorang muslim muslimah yang bijak wajib mendahulukan ucapan siapun di atas qallah waqa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini pula yang selalu diwasiatkan oleh ya Ustaz kita guru kita Ustaz alfadil Al Ustaz Yazid bin abdulq jawaz rahimahullah taala rahmatan wasiah untuk kita semuanya senantiasa berpegang dengan al-quran dan Sunah Rasul sallah Alaihi Wasallam Dengan pemahaman para Salafus saleh dan ya beliau punya kitab-kitab yang luar biasa di antaranya mulia dengan Man Salaf yang juga selalu menegaskan Q allahahabah Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam berpegang teguh dengan Allah firman Allah Rasul Sabda Rasul dan pemahaman para salafh sampai akhir hayat kita nanti kurang lebihnya mohon maaf wahirhamdulillahbilamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakahir barakahikum kepada guru kita Abdah ah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu Rang yang telah diberikan untuk kita semua demikianah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab almanzumahah sunah oleh Imam Abul qasim Saad bin Ali bin Muhammad bin Al Husin alzanjani asyafii dengan Syarah Syekh Abdur bin Abdul Min albadullah Semoga apa yang telah kita simakarkan menjadi tambahan ilmu yang at bagi kita dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu kir wakallah fikum atas kebersamaan anda willahfikahhaka Allah wamaua [Musik] Selamat beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *