Maka kalau kita mau menyampaikan hadis pertama kita harus pastikan dulu hadisnya [Musik] apa ilmu had peremuan [Musik] keders Allahu menjagaia ter ini sudah dihus yang tidakh juga kita S [Musik] 0045 barat bertempat di Masjid Jami alah Jalan transogi km9 nomor 756 bor hadis yangih yang bertentangan dengan hadis ini kalau ada Bagaimana cara mengkompromikannya bagi yang ingin hadir silakan langsung datang ke lokasi gratis tanpa ada pendaaran acara ini terbuk untuk umumw dan akhw asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah W Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah Nabina Muhammadin waa alihi wasahbih Wan Walah wa asadu Alla ilahaallah wahdahuarikalah muhammadan abduhu wa rasuluh qallahu taala Fi kitabihil Karim ya ayyuhalladzina amanuttaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun Amma ba’d kita kembali melanjutkan akhal Islam daurah ilmu hadisnya di mana kemarin kita sudah membahas tiga syarat ilmu Hadis ee tiga syarat hadis sahih maaf Di mana syarat hadis sahih ada berapa ya Ada Lima dan sudah kita bahas baru tiga ya Yang pertama apa satu orang sanadnya bersambung Bagaimana cara kita mengetahui sanad itu bersambung ada yang tahu yang bisa jawab dapat hadiah Hah perawiya sor ada yang lain Iya kita tak pengin tahu caranya mengetahui ini selamat dari keterputusan atau bersambung gimana Hah apa lafaznya Ahsan Barakallah Fik yaitu dengan cara melihat apa ini [Musik] Pak Iya Masyaallah dengan cara melihat lafaznya Pak tata cara si perawi menyampaikan Apa hadis dan lafaz dalam menyampaikan hadis itu ada dua macam Siapa yang ingat bukan Ahsan Barakallah Fik ni buat Antum ya ituu lafaz yang sarih yang jelas menunjukkan bersambung dan ada lafaz yang tidak sarih yang tidak jelas menunjukkan apa bersambung lafaz yang SH Contohnya apa Ah betul akhbarana terus haddasana terus ambaana Hah Quri alaiya terus qoru alai Nah itu semua lafaz-lafaz menunjukkan kepada bersambung atupun lafaz yang tidak sih Contohnya apa qa betul apalagi betul nah lafaz yang tidak sih ini dihukumi bersambung Kapan Ahsan Barakallah Fik yang pertama peraunya bukan mudalis terus kemungkinan bertemu kuat ya seperti contohnya satu daerah ya dan yang lainnya nah ini ya lafaz yang tidak sarih dihukumi bersambung kalau memenuhi dua syarat tadi yang pertama tadi perya bukan modalis yang kedua Ada kemungkinan ber bertemu imkaniatul liqa Kalau prya modalis gimana kalauanyaal gimana enggak Kalau kan tadi La syaratnya yang pertama peraunya tidak mudalis yang kedua Apa kemungkinan bisa bertemu Nah kalau perya modalis gimana dihukumi bersambung enggak enggak Kalau perawinya mudalis maka hadis itu cacat Pak hadis itu apa cacat Walaupun memang perawi mudalis itu ada lima tingkatan nanti akan kita bahas khusus pembahasan suatu ketika tentang hadis mudallas dan juga kita akan membahas nanti perawi-perawi yang melakukan tadlis dan tingkatan-tingkatannya ada lima tingkatan yang jelas secara secara umum demikian akhal Islam saudaraku seiman baik ini syarat yang pertama yaitu apa bersambung sanadnya syarat yang kedua apa perawiya adil Ahsan Barakallah Fik Kapan disebut perawi itu adillim fad muslim balikak berakal tidak fasik tidak melakukan Asad Barakallah Fik nih buat Antum Siapa nama Antum Fathur Hah Fathur Fathur Masyaallah jadi disebut perawi itu adil kalau memenuhi lima syarat tadi Pak Muslim balig berakal tidak fasik dan tidak melakukan kharimul murah berarti keluar dari kata fas kata Peru kata Adil Yang pertama apa kafir Iya kan saya ulangi lagi syarat yang kedua perinya adil ya kan disebut adil kalau memenuhi lima syarat muslim balig berakal berarti keluar dari kata muslim apa kafir keluar dari kata balig apa belum balik kelar dari kata balik berarti perahu yang belum balik dan kemarin kita sudah jelaskan Pak perahu yang belum balik itu tidak diterima kalau dia menyampaikan atau disebut dengan ada paham Iya itu balik keluar dari kata berakal apa perawi yang gila orang yang tidak berakal ya peraw yang gila kehilangan akal demikian pula orang yang di majelisnya bobok tidur Kenapa karena saat itu Dia kehilangan apa akal Ya maka tidak diterima kalau dia meriwayatkan dalam hadis yang ia dengar dalam keadaan sedang tidur ya kemudian tidak fasik berarti keluar dari kata fasik apa Pak tidak fasik tidak fasik berarti keluar dikatakan tidak fasik apa fasik apalagi Kadzab Kadzab itu artinya berdusta atas nama rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun sekali maka perawinya disebut dengan Kadzab keluar juga yaitu muttaham Bil kadib yang tertuduh berdusta Kapan tertuduh berdusta kemarin sudah saya jelaskan ada ingat enggak Kapan seorang perawi itu tertuduh berdusta Hah Iya kalau dalam kehidupan sehari-harinya suka ngomong dusta walaupun tidak berdusta atas nama rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ia tertuduh apa berdusta muttahil kadib kemudian keluar dari fasik juga tidak fasik yaitu pelaku bid pelaku bidah namun sudah kita kemarin sudah jelaskan Pak Bah para ulama berbeda pendapat mengenai perawi yang ahli bidah apakah diterima atau tidak Dan sudah kita Sebutkan pendapat yang rajih ada yang tahu perawi yang ahli bidah itu pendapat yang rajih apa kan diterima hadisnya apabila bidahnya bukan mukafirah terus cuma itu doang kurang ada lagi diterima hadisnya bila hak bidahnya bukan mukafirah yang membuat pelakunya kafir dari Islam yang kedua apa tidak menghalalkan dusta Ahsan Barakallah Fik yang ketiga apa fqah terpercaya ya dan jujur Maka kalau terpenuhi syarat ini walaupun dia ahli bidah tetap diterima apa hadisnya kenapa Kenapa ahli bidah yang punya syarat-syarat seperti diterima hadisnya Pak ada yang tahu alasannya kenapa para ulama tetap menerima hadis yang seperti ini ahli bidah Hah Ahsan Barakallah Fik dalam rangka menjaga hadis I dalam rangka melestarikan Apa hadis seperti Imam azzahabi ketika menyebutkan aban bin taglib aban Bin iu waaii bidu aban bin taglib orang Syiah yang ekstrem tapi Syiah zaman dulu beda ya Mas ya karena para ulama zaman dahulu membedakan antara Syiah dengan rafidoh kalau rafidoh itu dikafirkan oleh para ulama itu mereka yang mengkafirkan para sahabat yaitu Syiah imamiah asariah kalau Syiah saja biasanya mereka hanya mengutamakan Ali di atas para sahabat yang lain tapi tidak mengkafirkan Pak Jadi kalau antum dapatkan para perawi dulu perawi Syiah tapi hadisnya diterima itu maksudnya Syiah bukan Syiah rafidah Syiah yang belum dikafirkan oleh para ulama sehingga Jangan dijadikan dalil Jangan dijadikan apa hujah kata Imam Abi aban bin taglib Syiah yang galin ekstrem lakinahuadu tapi dia sangat jujur falana riwayatuhu untuk kita riwayatnya Wa Alaihi bidatuhu dan untuk dia apa bidahnya makanya para ulama menerima periwayatan hadis kaum khawarij seperti Imran bin haan padal Imran bin haan termasuk pentolan khawarij jug Kenapa karena fqah terpercaya bahkan menurut orang khawarij orang yang berdusta kafir Iya nah ini akhal Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullahu Jamian tiib kemudian Syarat yang ketiga apa perawinya dbit Kapan disebut dabit k ahsanta Barakallah Fik yaitu yang sedikit kesalahannya dalam meriwayatkan hadis kalaulah syarat perawi babid itu tidak pernah salah maka tidak akan ada di dunia ini perawi yang fqah Pak Iya makanya disebut dobit itu kalau kesalahan nya sangat sedikit dibandingkan dengan apa benarnya kalau misalnya hadisnya ada 1000 salahnya cuman Li Ya kalau dalam ujian aja ya soalnya 1000 salahnya lima nilainya berapa mas ya nilainya tinggi sekali ya Nah kalau perawi ini hadisnya dari 1000 hadis ternyata cuma salah tiga fqah dia dobit dia Iya maka dari itu ahal Islam kalau kebalikan salahnya lebih banyak daripada apa benarnya ini disebut dalam ilmu Hadis dengan istilah fahisyul galab fahisul galab yaitu yang kesalahannya lebih banyak dari daripada apa benarnya maka yang seperti ini statusnya apa dif iya maka dari itu akhi keluar dari kata-kata dobit yang pertama apa Hah Enggak itu macam-macam dobit Ini belum saya sampaikan sebetulnya ya ya macam-macam dbit ada dua yang pertama dbit apa soder yang kedua dbit apa kitab Apa itu dobit saar dia hafal hadis itu di mana dia bisa menyampaikannya kapan saja Apa syaratnya dia hafal lebih sadar Pak Hah apa hafalnya tidak pernah berubah sampai matinya Asan Barakallah Fik sahih karena ada perawi-perawi di akhir hayatnya berubah hafalannya Pak yang disebut oleh para ulama dengan almukhtalit ya kalau antum baca misalnya kitab-kitab jarah Wat takdil sering ada para ulamaatan tagayar biakhoroh biakhirihi dia berubah hafalannya di akhir hayatnya seperti Aa bin sab Sufyan Bin uyainah dan banyak lagi perawi yang lain yang mereka itu berubah hafalannya di akhir apa hayatnya ada juga berubah hafalannya di waktu tertentu saja ya seperti Maar bin Rasyid alajdi ketika kalau meriwayatkan dibasrah ditolak sama para ulama tapi kalau meriwayatkan hadis dari di selain Basrah fqah dia Masyaallah apalagi kalau dia meriwayatkan diaman sangat fikah sekali ikhwat Islam saudaraku seiman nah ini saudaraku sekalian dobit kitab apa dobit kitab hah apa Ahsan seorang perawi yang betul-betul menjaga buku tulisan hadisnya dari kesalahan-kesalahan dan sudah dimqabalah ditashih dengan kitab aslinya Nah itu namanya dobit kitab artinya kok kitabnya terpercaya Pak makanya ada perawi Hadis kalau meriwayatkan dari hafalnya error tapi kalau dari kitabnya sahih ada kebalikan kalau meriwayatkan dari kitabnya ditolak tapi kalau meriwayatkan dari hafalannya diterima ada lagi perawi yang kalau meriwayatkan dari dua-duanya hafalan dan kitabnya Masyaallah sahih macam-macam perawi itu akhir Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullah Jamian maka dari kata dabit ini keluar ya dari syarat dabit ini keluar yang tadi yaitu perawi yang dif perawi yang apa yang lemah iya dan kelemahan itu banyak Pak Ada sayiul hifad buruk hafalan disebut dengan suul hifad dan sudah kita sebutkan kemarin Kapan seorang perawi itu disebut buruk hafalannya Pak ada ingat enggak Alla yatarah janibuabi AL janibi khi yaitu kesalahan dan kebenarannya sama-sama kuat salah dan benarnya sama-sama kuat maka perawi itu disebut dengan ul Buruk apa hafalan ada lagi yang disebut dengan Pak katratul Aham banyak melakukan kekeliruan Bagaimana yaitu dia suka keliru meriwayatkan hadis yang harusnya marfu jadi maukuf yang itu harusnya maukuf jadi apa marfu apa itu marfu apa itu maukuf marfu itu artinya sampai kepada rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maukuf itu artinya hanya sampai kepada sahabat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam nah sering keliru kalau sekali-kali sih enggak masalah tapi ini sering maka disebut para perawi ini sebagai apa katsirul Aham seperti ini apa Daf ada lagi apa syiddatul gflah sangat lalai Kapan disebut sangat lalai Pak yaitu dia enggak punya kemampuan untuk membedakan periwayatannya yang benar dan yang salah enggak bisa membedakan Pak maka para ulama kemudian dia menganggap dia perawi yang lemah Kenapa karena syadidul gflah sangat lalai karena dia tidak artinya dia tidak menjaga periwayatannya Pak mana periwayatan yang benar mana periwayatan yang salah dia tidak peduli maka perawi ini didhaifkan oleh para ulama nah ini saudaraku Iman rahimani warahimakumullahu Jamian tentunya untuk mengetahui ya Si Fulan ini apa dif apa siqoh apa enggak ini tentu pak dikembalikan dengan cara melihat apa perkataan-perkataan para ulama jarah wat takdil ya dengan cara melihat perkataan-perkataan para ulama jarah dan takdil dan kemarin sudah kita bagi Pak Bah ulama jarah wa takdil tu ada tiga ada tiga tingkatan ada ingat enggak Yang pertama apa mutasyaddid Ahsan Apa itu mutasyaddid betul seorang ulama yang sangat syadid gara-gara satu dan dua kesalahan didhaifkan sama dia contohnya siapa ulamaanya Yahya Bin Said alqattan terus siapa lagi Yahya Bin main siapa lagi annasai betul Abu Hatim arrazi Ahsan Barakallah nanti Insyaallah kita akan belajar khusus Pak ilmunya yaitu ilmu jarah Wa takdil biznillah Ya karena ilmu Hadis ini banyak banget macam-macamnya ya ikhwat Islam saudaraku seiman yang tingkatan yang kedua apa muktadil ulama muktadil Apa itu ulama muktadil ulama yang S dia tidak mudah mendhaifkan tapi juga hati-hati dalam tapi juga hati-hati dalam mensikohkan tingkatan yang ketiga yang apa mutasahil mutasahil apa itu mutasahil yang yang sangat mudah mfikahkan perawi contohnya siapa Ibnu khuzaimah Ibnu khuzaimah terus alhakim al-hakim Ibnu Hibban at-tirmidzi dalam sebagian terkadang tidak boleh Imam at-tirmidzi dimutlakkan ya belia mutasahil enggak boleh hanya sekali-kali aja beliau itu yang menjadi dari tiga tingkatan itu Pak yang selalu kita pegang perkataannya yang mana Pak hah yang muktadil Ahsan contohnya ulama yang muktadilin Siapa Imam Ahmad Imam Bukhari imam muslim Abu Daud nah ini saudaraku seiman rahimani warahimakumullahu Jamian ya itu pelajaran yang sudah kita I ambil secara ringkas pada pertemuan yang kemarin Alhamdulillah Sekarang kita akan membahas syarat yang keempat [Musik] syarat yang keempat syarat yang keempat tidak syad tidak apa syad pada kesempatan ini Insyaallah kita akan membahas Apa itu hasyad ketahuilah akhwat Islam bahwa ada tiga definisi yang disebutkan oleh Imam Ibnu salah tentang Apa itu syad Mas jangan tidur mas iya definisi yang pertama ada tiga definisi yang pertama definisi Imam asyafi’i Apa itu kata beliau kata Imam asyafi’i rahimahullah arwiya asiqah hadisan yukalifu fihi Anas artinya seorang perawi fqah meriwayatkan hadis yang gimana caraghapusnya lupah Eh Oh ini dulu eh kok ya hilang yang ini kan ba balikin Enggak ini bisa lah lagi definisi Imam Syafi’i yaitu seorang perwi fqah meriwayatkan hadis yang menyelisihi periwayatan manusia seorang perawi fqah yang meriwayatkan hadis yang menyelisihi periwayatan manusia manusia yang dimaksud di sini ditafsirkan oleh paraula adalah perawi lain yang lebih fqah atau perawi lain yang lebih banyak jumlahnya dan fqah Iya yang dimaksud dengan manusia di sini ini yaitu perawi lain yang lebih fqah atau yang lebih banyak jumlahnya ini definisi imam assyafi’i rahimahullah dan definisi inilah yang menjadi sandaran para ulama setelahnya I Imam Ibnu Hajar memberikan definisi yang mirip dengan perkataan Imam Syafi’i namun Lebih detail lagi ya tapi saya akan sebutkan dulu tiga definisi tadi ya definisi yang kedua definisi Imam al-hakim yaitu seorang yang fqoh bersendirian dalam meriwayatkan hadis Iya tapi ini definisi kata Imam Nawawi dif ini pendapat yang lemah pendapat yang lemah pendapat yang ketiga ini sudahudah belum nih hah caranya gimana ehh kan Belum pada nulis Udah belum ya Nah sudah padaulis belum nih sudahudah alhamdulillahb ah kita gaptek Pak C definisi alkalili alqazwini yaitu seorang perawi bersendirian baik I fqoh maupun tidak baik ia menyelisihi ataupun tidak ini pun pendapat lemah Nah kemudian ada definisi yang paling bagus yaitu definisinya alhafiz Ibnu Hajar alasqolani rahimahullah saya tambahkan aja ya tapi sebetulnya definisi Ibnu Hajar ini ya mirip dengan definisinya Imam asyafi’i definisi alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani Apa itu yaitu periwayatan perawi yang makbul yang makbul yang menyelisihi perawi yang lebih kuat darinya tah dan pendapat Ibnu Hajar inilah yang paling bagus Pak dalam penefisi in dalam definisi hadis syad Kenapa demikian perhatikan bedanya dengan definisi Imam Syafi’i kalau Imam Syafi’i tadi apa periwayatan per yang fqah ya kan periwayatan per yang fqah yang bersendirian dalam rekan hadis dan menyelisihi periwayatan manusia kata-kata perawi yang fqoh berarti kata-kata fqah ini seakan-akan menunjukkan bahwa hanya fikah saja sementara perawi yang diterima hadisnya itu bukan cuma fikoh Pak tapi berjenjang bertingkat dia ya di bawah fqah ada ada namanya apa saduk yang itu hadisnya Hasan sehingga atas atas definisi Imam assyafi’i berarti kalau perawi itu adalah perawi yang apa soduk atau Hasan paham tidak tidak diterima kesendiriannya apalagi kalau meriwayat bersebarangan Dengan hadis yang perawi periwayatan perawi yang lain tapi perkataan definisi Ibnu Hajar kata-kata makbul ini pak kata makbul ini masuk padanya apa saduk demikian pula fqah paham Tidak sehingga periwayatan perwi yang makbul yang diterima yang menyelisihi perawi yang lebih kuat darinya kalau misalnya ada dua perawi yang satu soduk yang satuqoh ternyata yang soduk ini menyelisihi yang mana yang didahulukan periwayatan yang fiqah atau yang soduk yang fikah karena fikah lebih tinggi daripada apa Suk saduk Iya kalau ada tiga perawi sama-sama soduk semuanya tiga itu kemudian yang satu menyelisihi dua mana yang lebih dahahulukan yang dua apa yang satu yang dua Nah akhat Islam saudaraku seiman seperti itu jadi definisi alhafiz Ibnu Hajar ini sebetulnya Lebih detail dan lebih menyeluruh ya sehingga masuk padanya semua perawi-perawi yang makbul yang diterima periwayatannya baik dia fqah maupun di bawahnya apa fqah karena para ulama apa ketika menilai seorang perawi itu lafaznya sesuai dengan keadaan perawi kalau dia fqah si ulama itu mengatak apa Fulan fqah tapi kalau di bawah fqah mereka mengatakan apa la basa bihi tidak apa-apa Laisa bihi baas Iya tapi si ulama ini tidak mengatakan dia fqah hanya mengatakan apa la engak apa-apa artinya Enggak apa-apa meniwayatkan dari dia bisa diterima tapi tidak sampai kepada derajat apaq maka kata ini satu nih sejajar nih itu nanti pelajarannya dalam ilmu jaril Insyaallah ya Islam saudarakuiman Nah dengan definisi Ibnu Hajar ini masuk padanya itu semua baik yang soduk la baas bihi Lais BII baas demikian pula fqah apalagi lebih tinggi darinya paham tidak paham engak mas ini kayaknya banyak yang bengung untuk lebih paham lagi kita akan kasih contoh ya supaya lebih paham kita akan kasih apa contoh insyaallah cuman Sebelum saya kasih contoh Saya akan menyebutkan syarat-syarat hadis syad biasanya contoh itu belakangan Mas Iya syarat-syarat hadis syat yang pertama adanya penyelisihan yang kedua yang menyelisihi wangi kopi ya yang mesihi perawi yang makbul yang ketiga menyelisihi gimana nih kalau ngpus saja oh ya sip berhasil perawi lain yang lebih kuat atau lebih banyak jumlahnya yang keempat penyelisihan tersebut berupa tambahan lafaz berupa tambahan atau pengurangan baik dalam sanad maupun Matan yang kelima tidak mungkin dipompromikan atas pendapat Sebagian ulama ini pendapat Sebagian ulama Ya seperti Ibnu Hajar Sebagian ulama lagi tidak mensyaratkan ini sebpatas menyelisihi aja tetap Dianggap apa syat syarat yang terakhir yang keenam Hah yang baru kayaknya UD kan ini sip syarat yang keenam syekhnya sama syekhnya atau maksudnya gurunya yang menjadi tempat perselisihan penyelisihan adalah sama syekhnya atau gurunya yang menjadi tempat penyelisihan itu sama Maksudnya gimana gini Antum berempat meriwayatkan dari Ana contoh ya Antum berempat meriwayatkan dari Ana yang bertiga mengatakan Ustaz bilang terjadi kebakaran di hari Senin eh bersendirian yang ini dia bilang Ustaz bilang terjadi kebakaran di hari Selasa semua berempat ini berguru dengan guru yang sama tapi terjadi perbedaan perselisihan paham tidak yang tiga bilang Senin yang satu bilang apa Selasa Selasa semuanya fqoh lagi maka pada waktu itu mana yang didahulukan periwayetan tiga orang atau satu orang a tiga orang paham tidak beda kalau syekhnya berbeda ini bertiga ini bergurnya ke anak yang ini bergurnya itu teradi ini tidak masuk padanya syarat syad disebut syad Itu kalau makhrajnya satu kata para ulama tempat keluarnya apa satu Adapun kalau makhrjnya berbeda maka tidak ya tidak disebut syad nah ini enam syarat disebut hadis apa syad Siapa yang bisa nyebutin satu satu apa penyelisihan adanya penyelisihan betul yang kedua yang menyelisihi adalah perawi yang makbul Asan yang ketigaahnya per yang lebih kuat dia menyelisihinya perahu dia menyelisihi perahu yang lebih kuat atau lebih banyak terus penyelisihan tersebut berupa tambahan atau pengurangan penyelisihan itu berbentuk tambahan atau pengurangan baik dalam sanad maupun Matan terus terus tidak mungkin dikpromikan tidak mungkin dikompromikan atas pendapat Sebagian ulama berarti kalau masih bisa dikompromikan Sebagian ulama mengatakan masih bisa itu sebagai ini ikhtilaf ya yang syarat yang ini diikhtilafkan oleh para ulama Apakah ini syarat-syarat atau bukan contohnya masalah hadis yang hahgak gerak-gerakan ya karena bersendirian padanya seorang perawi namanya Zaidah bin qudamah dalam menyebutkan kata-kata menggerak-gerakkan sementara perawi yang lain yang lebih banyak dan lebih fqah tidak menyebutkan kata-kata menggerakkan mereka hanya menyebutkan isyarat saja nah mereka yang mensyaratkan syarat tadi Apa tadi tidak apa tidak mungkin dikompromikan kata mereka apa ini masih bisa dikompromikan yaitu bahwa setiap orang yang berisyarat eh menggerakkan pasti ber isyarat ya berarti tidak bertabrakkan kata mereka ini mutlak ini muqayyad dan kaidah Ushul fikih mengatakan yang mutlak dibawa kepada apa yang muqayyad mereka yang tidak mensyar aratkan syarat ini mengatakan apa Oh enggak bisa itu tetap hadis syat nah ini sebbennya syarat ini yang kelima ini pak yang menjadi perselisihan yang berakibat banyak hadis-hadis yang menjadi perselisan ulama Apakah ini hadis syad atau dia termasuk ziadatusiqoh nanti akan kita bahas ya setelah ini setelah syad kita akan bahas yaitu ziadatusiqah tambahan perawi yang apa yang fqah Bik akhan Islam saudaraku seiman paham ya syarat-syaratnya ya tiib oke sip Masyaallah Sekarang kita akan membahas syad dilihat dari dari tempatnya ada dua macam syad dilihat dari tempatnya ada dua macam yang pertama syad pada Matan syaz pada Matan hadis contohnya hadis saya berikan contoh ya Aisyah radhiallahu anha berkata Rasulullah Sallallahu alaii wasallam bersabda innallah malaikatu yusalluna ala mayaminfuf contoh hadis Aisyah bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha waalaikatahu yusalluna ala mayamin sufuf Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat kepada saf yang paling yang kanan Iya Innallaha waalaikatahu yusalluna ala mayamin asufufi Sesungguhnya Allah dan Malaikat nya berselawat untuk saf yang kanan dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah HR Abu Daud dan Ibnu Majah sudah masih nulis sudah dibuka halaman baru baik sekarang kita akan lihat sanad hadis tersebut berkata Ibnu Majah haddasana berkata Ibnu Hajah haddasa Utsman Ibnu Abi syaibah Q haddasana sana sana itu maksudnya eh eh hahatain a ratain hadasana muawiyah bin Hisyam Sufyan an Usamah bin Zaid an an Utsman bin Amr an urwah an Aisyah nah Perhatikan Kalau kita perhatikan Pak Utsman bin Abi syaibah meriwayatkan dari siapa muawiyah bin Hisyam meriwayatkan dari Sufyan bin uyainah dari Usamah bin Zaid dari Utsman bin Amar dari arurwah dari Aisyah kalau kita perhatikan perawi-perawi ini fikqah semuanya Pak sanadnya bersambung ya terpenuhi padanya tiga syarat yang pertama sanad bersambung perawinya adil perawinya apa bobit setelah dikumpulkan semua jalan-jalannya ternyata ada masalah dengan Usamah bin Zaid yang meriwayatkan dari Utsman bin Amr di mana perawiperawi yang banyak dari Utsman bin Amr Utsman bin Amr meriwayatkan dengan lafaz Innallaha waaikatahu sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk orang yang menyambung saf demikian lafaznya Jadi selain Usamah bin Zaid meriwayatkan hadis ini dengan lafaz tadi Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat atas orang yang menyambung saf nah Usama bin Zaid bersendirian dia dia meriwayatkan dari dengan lafaz Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk saf yang kanan sehingga para ulama seperti Imam Baihaqi dan yang lainnya menyatakan bahwa periwayatan Usamah ini syad yang benar periwayatan jemaah itu dengan lafaz Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk orang yang menyambung saf makanya Syekh Albani menyatakan hadis ini Daf iya paham Sudah ditulis belum ya hadis ini kita tulis ya sudah biar Antum nulis hadis ini syad karena perawi Selain perawi-perawi lain selain Usama meriwayatkan dengan lafaz Innallaha wa malaikatahu yalluna alalladzina yasiluna asf Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk orang yang menyambung saf Wah baru ngomong kopi udah ada kopi sini sudah sudah tib [Tepuk tangan] sekarang syaz macam yang kedua syad pada sanad perlu diperhatikan akhi syat pada sanad ini terkadang tidak mempengaruhi keabsahan Matan matannya sahih tapi ada sanad yang syad ada sanad yang apa yang syad yang dihukumi sanad itu dif tapi sanad lain sahih tapi tidak mempengaruhi apa matannya matannya tetap sahih Iya sebuah contoh misalnya hadis yang dikatkan ole Imam Tirmidzi dan nasai contoh hadis Ibnu Abbas bahwa nabi Sam bersabda Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda eh maaf hadis Ibnu Abbas eh kok gini eh ah sip hadis berkata ada seorang laki-laki yang meninggal [Musik] B ada seorang laki-laki yang meninggal dan tidak memiliki ahli waris kecuali budak yang sudah ia merdekakan Iya maka nabi memberikan warisan itu kepada budaknya maka nabi memberikan kepada budak Ya baik sudah sudah ya hadis ini Pak terjadi ikhtilaf dalam sanadnya hadis ini kita akan sebutkan sanadnya dulu sanadnya kata Imam Tirmidzi diriwayatkan Sufyan bin dari jalan dari Jalan Sufyan Bin uyainah [Musik] dari Amar bin [Musik] [Tepuk tangan] Dinar dari ausajah dari Abdullah bin Abbas dari Ibnu Abbas baik terjadi perselisihan di [Musik] mana kbedaannya adalah Sufyan bin uyainah diselisihi oleh hammad bin Zaid hammad bin Zaid yang meriwayatkan dari Amr bind langsung ke Rasulullah tanpa menyebutkan apa e ya Dari aajah dari an aajah tanpa ada perkataan Ibnu Abbas tapi langsung dari siapa Rasulullah sehingga Mursal perhatikan Sufyan bin uyain meriatkan dari Amr dari a saajah dari Ibnu Abbas berarti sampai ke Rasulullah hammad bin Zaid dari Amad bin Dinar darjah langsung ke Rasulullah tanpa penyebutan siapa Ibnu Abbas paham Namun ternyata Sufyan bin uyainah tidak bersendirian Sufyan Bin tidak bersendirian dia dimutabaat oleh siapa oleh Ibnu juraij ternyata Sufyan bin uyainah disertai oleh Ibnu juraij juga meriwayatkan dari ya Amr dari Ibnu Abbas sehingga hammad bin Zaid statusnya fiqah tidak F Sufyan bin uyainah fqah juga Ibnu jurad fqah juga Cuma masalahnya hammad bin Zaid meriwayatkan secara Mur Mursal tanpa penyebutan Ibnu Abbas sedangkan Sufyan Bin uyainah dan Ibnu juraid sampai menyebutkan Ibnu Abbas apa kata Abu Hatim yang benar ini ini periwayatan yang syz Tapi sanat berarti mata hadisnya sahih tetap sahih paham tidak hadisnya tetap sahih Pak Ya beda kalau misalnya kalau ini yang benar berarti Mursal kalau Mursal apa dif Nah ini namanya dalam Matan Pak syad dalam apa Matan eh dalam matan dalam sanad syad dalam apa sanad baik kita istirahat du sebentar sampai 10.30 lalu kita akan membahas tentang ziadatusqah biznillah an itu Man usi kan a k ee pengumuman sedikit untuk peserta daurah dari akhwat yang bernama Ibu Erma Yeni ditunggu anaknya di parkir bawah atau di basem sekali lagi untuk peserta daurah akhwat yang bernama Ibu Erma Yeni ditunggu anaknya di pesmen bawah di parkiran mobil demikian Amir [Musik] mukminminin Abi ha KH radiah samitu Rasul allahah Sallallahu Alaihi Wasallam Yakul in in hijratuhu allahasratuas hij Dunya ya lim dari Amirul mminin Abu Umar binallah anua mengatakan aku telah mendengar rasullahuaihi was bersda Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung P niat dan setiap orang hanya mendapatkan balasan dari apa yang diniatkannya Barang siapa berhijrah semata kar Allah danasnya maka hijrahnya itu kepada Allah danasnya Danang siapa berhijrah kenuan Dun yang in per atauenaan yang nikahi maka hijrah sesuai dengan ni hijrahnyautikan Imam u Abdillah Muhammad bin Isma bin Ibrahim bin Al binbah aluk dan AB Hin muslim bin alaj bin muslirisaburi dalam kitabahih keduanya yang merupakan Kitab Hadis yang palingih [Musik] [Musik] ar radallahuhu amaahnu julus rasulillah Sallallahu alaihiallamina rajul ุดadidุซab ุดadidad la ya [Musik] alaiifar yfu Min ุงุญadta jalas Il Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] waqal ya Muhammad akni islamqala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Islam ill muhammedulullahas [Tepuk tangan] ramadanitilajibna yaluus an Billahi veiktih kbiiulihir bilqadaririar Kal sadak tapi kalau syad perawi yang menyelisihi ini perawi yang makbul yang diterima kalau mungkar yang menyelisihi adalah perawi yang dif yang lemah I itu bedanya walaupun kata-kata mungkar itu ada istilah lain dari Sebagian ulama ini Ikhwan Ini dari tadi tidur aja Mas dari awal Mas jangan tidur Mas ikat Islam saudaraku seiman bab kemudian yang diselisih apa Siapa yang diselisihi Pak kan tadi yang menyelisihi adalah perahu yang makbul yang diselisihi Siapa yang diselisihi siapa perawi yang lebih kuat perawi yang lebih apa Kuat atau lebih banyak jumlahnya jumlahnya Nah sekarang kalau misalnya perawi itu sama-sama kuat gimana sama-sama apa Kuat ada perawi dua perawi sama-sama fqoh sama-sama kuat yang satunya member menyelisih yang kedua dengan cara menambah atau mengurangi ya atau menambah sering disebutnya menambah ini nah Pak kalau keadaannya seperti ini kalau sama-sama kuat dan yang satu memberikan apa tambahan maka tambahan ini diterima tambahan ini di apa diterima disebutlah dengan istilah ziadatusiqoh tambahan perawi yang fqoh ini pembahasan kita karena ini sangat erat hukumannya ee berhubungan dengan pembahasan syad karena ternyata tidak setiap penyelisihan itu ditolak ya tidak setiap penyelisihan itu apa ditolak ya Nah kita akan bahas sekarang ziadatusiqah tambahan fikah tambahan per yang diterima ya tambahan perawi yang fikqah diterima dengan syarat tambahan parawiang fiqah diterima dengan syarat yang pertama sama-sama kuat Iya sama-sama apa Kuat ini syaratnya satu aja sebetulnya ya sama-sama kuat saya akan berikan contoh ikhwat Islam saudaraku seiman tambahan perawi yang fikah contoh hadis contoh ziadatus siqah contohnya yaitu hadis biin La nikaha illa Bi waliin terjadi perselisihan pada Abu ishaak I terjadi perselisihan pada Abu Ishaq [Musik] asabi’i terjadi Ila nikah Ila bin Win tahu kan artinya tidak sah nikah kecuali dengan wali ya terjadi perselisihan pada Abu Ishq Abu Ishq asabii Bagaimana perselisihannya syubbah dan Sufyan syubbah dan Sufyan Mar riwayatkan dari Abu Ishaq secara Mursal secara apa Mursal tanpa menyebutkan sahabat sedangkan Israil bin Yunus bin Abi ishaak meriwayatkan dari Abu ishaak secara bersambung secara mausul bersambung mausul itu bersambung sampai rasulullahiai Wasallam Perhatikan Kalau Mursal berarti dif tidak kan secara Mursal Mursal dif tidak Pak dif karena Mursal itu adalah periwayatan tabiin langsung ke Rasulullah Dalam hal ini tabiin namanya Abu Burdah bin Niar Abu Burdah meriwayat kan dari langsung ke Rasulullah Abu Israil bin Yunus bin Abi Ishaq meriatkan dariishq dari Abu Burdah dari Abu Musa al-as’ari dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersambung paham kalau kita perhatikan Israil bin Yunus melawan dua ini syubbah dan Sufyan atauri syubah Antum tahu siapa Amirul Mukminin hadis syubbah bin alhajjaj sangat fqah bahkan Amirul Mukminin fil hadis Sufyan Atri Antum tahu siapa dia Amirul mukminina fil hadis sangat fqoh luar biasa Israil bin Yunus fqoh doang ya tapi para ulama menghukumi apa dalam hal ini periwayatan Israil yang diterima Kenapa karena Israil bin Yunus adalah cucunya abu ishaak dan dia manusia apa perawi yang paling tahu hadis-hadis kakeknya paham tidak sedangkan syubbah dan Sufyan mulazamnya sama Abu Ishak sebentar duduk di majelis Abu Ishak itu enggak lama betul memang secara kefikohan beliau dua Berdua Lebih fqah dari Israil sahih paham tapi ternyata para ulama lebih mendahulukan periwayatan siapa Israil Pak Kenapa karena Israil adalah yang paling paham hadis-hadis kakeknya maka dari situlah Pak kita harus pahami Pak para ulama itu ya ketika menilai seorang guru mereka harus tahu derajat murid-muridnya Pak siapa muridnya yang paling Fah kalau riwayatkan dari guru ini dengan cara seperti itu dia lebih didahulukan daripada yang yang lainnya Abu Ishak asyabi’i fqah Iya dan dia punya banyak murid tapi ternyata muridnya yang paling paham paling menguasai paling paham tentang hadis-hadis IU ishaak siapa Israil bin Yunus bin Abi ishaak maka dia lebih diketepankan daripada periwayatan apa sybah dan Sufyan padahal pak kalau kita melihat sebatas sekilas saja ya harusnya ini kan Yang syad Kan paham tidak harusnya ini dong yang harus didahulukan ini kan Jabal semua ini gunung semua Ini masalahnya ini sybah gunung Sufyan gunung Masyur mereka sangat fikah tapi ternyata para ulama tidak melihat hanya sebatas dari sisi kefikohannya aja rupanya Pak tapi juga Mereka melihat kepada dari sisi apa Hah penguasaannya terhadap perawi seorang syikh Apa hadis seorang syikh makanya ya contoh misalnya kalau zaman sekarang kan orang enggak enggak enggak enggak enggak ini kan tidak membedakan kan pokoknya yang berguru sama Ustaz AB Hakim Wah semua sama padahal enggak enggak enggak sama Pak ada yang mulazamah sama beliau sampai puluhan tahun yang paling paham tentang ful Hakim ada pasti orang sementara yang lain cuma setahun 2 tahun 3 tahun sama halnya dengan para perawi terdahulu ketika yang berguru kepada bu Ishq ini ternyata bertingkat-tingkat maka tingkatan yang paling tinggi itu yang didahulukan paham maka ya periwayatan Israil disebut dengan ziadatu asiqah karena dia memberikan tambahan ya tambahannya apa penyebutan Abu Musa Al Asy’ari sedangkan syubba dan Sufyan tidak menyebutkan apa gara-gara Inilah kemudian terjadi perselisihan pak Abu Hanifah pendapatnya mendhaifkan hadis ini akhirnya pendapatnya Abu Hanifah mengatakan apa tidak perlu Wali pun enggak masalah karena hadisnya apa lemah sedangkan jumhur pendapatnya Apa harus dengan wali hadisnya sahih I paham ya ikhwah Nah ini yang disebut dengan ziadatusqah tambahan perawi yang apa qah contoh lagi tentang hadis Bah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berzikir dengan tangan kanan memang persesendirian padanya seorang perawi daripada perawi-perawi yang lain perawi-perawi yang lain tidak menyebutkan tangan kanan Pak perawi-perawi yang lain hanya menyebutkan tangan saja lalu bersendirian seorang perawi menambahkan kata-kata apa kanan Sebagian ulama mengatakan bahwa kata-kata kanan itu syad berarti boleh zikir pakai tangan kanan pakai tangan kiri terserah tapi Sebagian ulama seperti Syekh Albani dan yang lainnya mengatakan itu tidak syad tapi itu ziadatuiqah kenapa karena dikuatkan oleh hadis-hadis yang lain seperti hadis Aisyah bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lebih menyukai yang kanan dalam apa bersuci dan dalam semua perkara-perkara yang kebaikan sedangkan zikir termasuk perkara yang baik I dan yang lainnya tentu ini permasalahan-masalah yang butuh kepada kekuatan dalam pemahaman ya dan pengetahuan paham ya ikhwah tiib alhamdulillah Sekarang kita akan membahas syarat yang terakhir apa syarat yang terakhir syarat yang kelima tidak terdapat padanya Ilat ingat bukan ulat Ilat walaupun sebetulnya sama-sama Kalau antum lihat buah buah jambu jambu kelutuk biasanya ya kelihatannya bagus banget pak pas dibuka Ih banyak ulatnya hadis pun begitu kelihatannya sahih ini sanadnya bersambung perawinya fikoh semua Pas dibedah semua jalan-jalannya Waduh berilat bedanya itu ulat ini apailat Ilat Iya apa itu Ilat Pak kita akan menyebutkan dulu definisi apa Ilat Ilat adalah penyakit yang tersembunyi dan merusak keabsahan hadis Ilat adalah ya penyakit yang apa tersembunyi dan apa berarti Ilat disyaratkan di situ yang pertama tersembunyi itu ilatun khfiah tersembunyi kalau tampak dengan jelas tidak disebut Ilat Pak Iya yang kedua yaitu bisa merusak keabsahan Apa hadis Adapun kalau Ilat itu tidak berpengaruh kepada keabsahan hadis enggak dianggap Ilat enggak dianggap apa Ilat ya Mas ya jangan tidur terus Mas nanti kalau ditunjuk ngambek ikhwat Islam saudaraku seiman kemudian saudaraku sekalian apa dan bagaimana itu Ilat dan bagaimana cara mengetahui apa adanya Ilat cara mengetahui adanya Ilat adalah dengan mengumpulkan semua jalan-jalan hadis dan matannya nah ini Pak pekerjaan yang paling susah dari menilai hadis itu adalah apa mengumpulkan semua jalan-jalan hadis tersebut dengan cara bagaimana dong cara ngumpulin Gimana Pak membuka semua Kitab Hadis I kira-kira buku ini hadis sini diriwayatkan siapa saja kita harus paham dulu nih berarti kita harus melakukan takrij mengeluarkan hadis dari semua kitab-kitab hadis yang kedua kita harus minta bantuan kitab kutubul Ilal kitab-kitab Ilat hadis seperti Ilal Imam addara qutni karena Imam Adar qutni ini Pak Subhanallah hafalannya Ajib Pak beliau kalau ditanya tentang suatu hadis maka Beliau mengatakan hadis ini diikhtilafkan Fulan meriwayatkan begini-begini secara Maul Fulan meriwayatkan sebnya secara Mursal I itu ada 11 jilid Mas dan beliau menulisnya dengan hafalan ilalar qutni itu luar biasa memang beliau itu Ajib ya demikian pula Ilal Imam Ahmad bin hambal demikian pula kitab-kitab yang berhubungan dengan apa jarah Wat takdil terkadang menyebutkan di situ perselisihannya dan hadisnya dan jalan-jalannya demikian pula kita bisa minta bantuan dengan kitab-kitab takhrij terutama ulama-ulama belakangan Pak seperti kitab-kitabnya alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani ya imam azzailai dan yang lainnya dengan cara seperti itu kita akan mengetahui hadis ini memiliki Ilat atau tidak harus dilakukan itu sebab ini untuk apa memenuhi syarat yang kelima untuk memenuhi syarat yang ke berapa yang kelima ini pak kalau yang memenuhi syarat yang pertama kedua ketiga gampang penuntut ilmu yang pemula bisa semua Iya tapi untuk memenuhi syarat yang keempat dan yang kelima Wah ini membutuhkan kesungguhan waktu Syekh Albani rahimahullah itu kalau mencari hadis Pak sampai beliau itu berjam-jam perlembar beliau cari buku itu kalau zaman dulu kan memang enggak ada Maktabah Syamilah ya zaman sekarang ada Maktabah Syamilah tapi untuk men di Maktabah Syamilah pun hanya untuk memudahkan saja tapi untuk mengetahui jalan-jalannya dan yang lainnya tetap harus merujuki kutubul Ilal harus merujuk kutub takhrij dan yang lainnya ya kalau kita tidak lakukan itu sulit sekali Bapak sekalian tib jadi cara mengetahui adanya Ilat dengan cara apa mengumpulkan semua jalan-jalan hadis dan matannya sehingga dengan cara mengumpulkan itu akan terkumpullah Apakah hadis ini ada perselisihan atau tidak kalau ternyata hadis ini tidak ada perselisihan sama sekali semua meriwayatkannya secara marfu sampai rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam alhamdulillah aman makanya Pak Ilat itu Pak kebanyakan Ilat itu terletak pada penyelisihan ya kebanyakan Ilat itu terletak pada apa penyelisihan gara-gara adanya penyelisihan muncul hadis SY hadis muallal hadis maklub hadis mudraj hadis mutarib itu semua pak hadis-hadis ini muncul gara-gara adanya apa mukhalafah penyelisihan iya saling berselisih murid-murid yang meriwayatkan dari seorang seorang apa Syekh inilah ya akh Islam sulitnya ilmu Hadis itu ya memang begitu Pak Benar kata Imam asyubah Man tholabal hadis aflas Siapa yang mencari ilmu Hadis bangkrut Kenapa karena dia harus pertama ya menghabiskan Uangnya buat beli buku Kalau zaman dulu kan harus buku Pak yang kedua harus menghabiskan waktu-waktunya dalam dalam rangka mencari jalan-jalannya menilai penyelisihan-penyelisihannya ketika terjadi perselisihan kita harus bisa menilai perawi-perawinya dari sisi kefikohannya Siapa yang paling fikah Siapa yang kurang fqah dan kita harus bisa menilai tingkatan-tingkatan murid seorang syikh seperti sudah kita sebutkan tadi Abu ishaak muridnya banyak ternyata perawi yang paling fikqah yang meriwayatkan dari Abu Ishak namanya is Israil maka periwayatan dia lebih didahulukan daripada periwayatan yang yang lainnya syubbah punya murid banyak Siapa yang paling fikah dalam meriwayatkan dari syubbah itu para ulama menyebutkan itu Pak makanya ya apa namanya ilmu Ilat itu termasuk ilmu yang dikatakan oleh para ulama ilmu yang sangat sulit sekali banyak ulama yang salah dalam masalah ini dalam menilai suatu Apa hadis karena dia tertipu Oleh lahiriahnya Iya Yang ternyata hadis itu berilat hadis itu apa berilat baik akhal Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullah Jamian Sekarang kita akan sebutkan jenis-jenis Ilat jenis-jenis apa Ilat atau bisa disebut macam-macam ilatlah Pak Imam al-hakim menyebutkan ada 10 jenis tapi itu bukan untuk membatasi karena ya jenis atau macam Ilat itu banyak sekali iya beliau menyebutkan yang pertama Imam alhakim Imam alhakim menyebutkan ada 10 jenis Ilat tapi bukan untuk membatasi akan tetapi sebagai contoh saja yang pertama kita akan sebutkan dulu ya tanpa memberikan contoh supaya cepat Nanti baru kita akan sebutkan contohnya an yakunanad zohiruhu asalamah sanad hadis suatu hadis terlihat selamat secara lahir lahirnya selamat Namun ternyata dalam sanadnya ada perawi yang tidak mendengar dari gurunya lihat sanad hadis itu secara lahiriah Selamat pak dan disebut secara lahiriah Selamat sudah saya berulang-ulang kali saya sebutkan tadi Kapan Hah hadis yang lahiriahnya selamat itu kalau memenuhi berapa syarat syarat tiga syarat yang pertama perhatikan Yang pertama apa bersambung sanadnya yang kedua apa Hah per perawiya adil yang ketiga apa perawinya dabit kalau perawi adil dan dbit disebut dengan perawi fiqoh kalau dobitnya sempurna Insyaallah nanti kita akan bahas setelah pembahasan hadis sahih kita akan membahas tentang hadis Hasan dan bagaimana Hasan naik kepada derajat Shahih lihairihi dan bagaimana hadis dif bisa naik kepada derajat Hasan Insyaallah Itu pembahasannya khusus tentang hadis Hasan dan pembahasan hadis Hasan itu lebih rumit Pak dibandingkan dengan hadis sahih saudarakuimanahimani warahimakumah perhatikan sanad suatu hadis lahiriannya selamat ternyata dalam sanadnya ada perawi yang tidak mendengar dari gurunya ini biasanya terjadi ketika ada tadlis dan tadlis itu termasuk salah satu Ilat pak ya pak ya mas mas bangun tadlis itu termasuk salah satu apa Ilat dan ilatnya membahayakan Kenapa disebut Ilat karena tadlis itu tersembunyi Ar apa Antum contoh sudah saya pernah Jelaskan kemarin ya kalau antum banyak meriwayatkan dari Ana banyak Antum mengambil hadis dari Ana alhamdulillah lah tapi ada beberapa hadis yang Antum enggak Dengar langsung dari Ana tapi mendengar dari Si Fulan dari anak kebetulan Si Fulan ini apa lemah apa yang terjadi dihapusnya si bulan ini ah ka kan ber berguru sama beliau Sudahlah langsung ajal dari bulan kelihatannya bersih enggak Pak bersih ya ini fqoh tapi setelah dikumpulkan dicari lagi perkataan para ulama Kelihatan baru ilatnya bahwa sebetulnya hadis ini Si Fulan tidak mendengar dari gurunya langsung tapi mendengar dari perawi lain dan perawi itu diif Walah akhirnya apa dicontreng wah ini ya tidak bisa dikatakan sahih tapi apa daif ketahu dari mana tahunya tadi dengan cara merujuk kitab-kitab para ulama pernyataanpenyataan para ulama dan mengumpulkan jalan-jalan hadis sehga dengan cara seperti itulah kita bisa tahu paham ya ikhwah Iya memang yang repot itu perawi modalis Pak karena modalis ini lempar batu sembunyi tangan apalagi kalau tadlisnya tadis taswiah Wah itu lebih mengerikan lagi tapi masalahnya waktunya sudah enggak mengizinkan Insyaallah akan ada daurah yang ketiga ya Pak ya Insyaallah kita akan bahas syarat yang kelima ini pada pertemuan yang akan datang atau mungkin kita akan khususkan nanti di pelajaran hadis almuallal hadis yang ada padanya Il Ilat Baik saya kira cukupkan dulu sampai di sini barangkali ada yang mau nanya fadol ini ada [Tepuk tangan] yang nitip baju akhwat buat kuis buat kuis bingung saya tapi ini ada tiga buku kita kuis saja dulu tiga buku ini Adapun baju akhwat mungkin akan kita kuiskan juga mungkin bapak-bapak buat istrinya kali ya Hah Akak dulu kuis dulu iya kita habiskan k dulu pertanyaan buat Ikhwan sebut kan syarat syad F Iya iakah Masyaallah dobel aja dah nih buat istri ente tapi ya ente punya istri kan kalau jomblo bingung iniir pertanyaan yang kedua Sebutkan definisi Ibnu Hajar tentang hadis syad seorang perawi yang makbul yang menyelisi e pendapat perawi yang Ahsan Barakallah Fik eh dapat ya ini aja deh Antum sudah punya istri kan sudahudah bisah buat istrinya jazakullah Khair Barakallah pertanyaan yang ketiga Sebutkan definisi imam asyafi’i dan apa bedanya dengan Ibnu Hajar F eh definisi Imam Syafi’i ee seorang perawi fqoh meriwayatkan hadis yang menyelisihi periwayatan manusia ee atau perawi lain yang lebih fqoh atau yang lebih banyak jumlahnya ee tadi yang perbedaan bedanya dengan definisi Ibnu Hajar apa kalau Ibnu Hajar ee periwayatan perawi yang makbul yang menyelisihi perawi yang lebih ku apa bedanya makbul dengan fqah kalau makbul itu ee dia detail Ustaz Hah kalau makbul itu dia lebih detail Lebih Detail Maksudnya gimana nih kita pengin tahu pemahaman paham enggak yang Ana sampaikan e ya sudahudah buat Antum nih ambil aja siapa yang bisa membedakan antara definisi Imam Syafi’i dengan Ibnu Hajar F kalau imamyaii ini ambil nih tolong kasihan kasihan Al Imam syafi’ii menyebutkan seorang perawi yang F betul kalau perawi yang makbul Apa bedanya makbul itu ada yang dari ada yang itu bedanya assan jadi mencakup semua perawi yang diterima baik yang fqoh maupun yang di bawahnya assan Barakallah Fik ni ambil e sudahah dapat ini aja deh Antum sudah nikah kan udah kalau akhwat nanya gimana jawabnya ya kemudian pertanyaan berikutnya Sebutkan syarat Ilat barusan tersembunyi terus bisa merusak hadisakahan hadis Ahan Barakallah pertanyaan berikutnya kapan disebut sanad itu lahiriahnya selamat ah Ahsan Barakallah Fik ambil Bagaimana tata cara mengetahui Ilat suatu hadis mengumpulkan semua jalan-jalan hadis dan dan matanya Barakallah Fik Ini buat istri Antum jazakallah Khair tadi disebutkan Pak contoh hadis syad Siapa yang bisa menyebutkan contoh hadis syaz pada matannya la nikaha Bi Wali kenapa synya ya karena yang satu e langsung dari meriwayatkan lebih banyak karena belajar bersama P gurunya sekalus eh hadis pada Matan ya Ustaz yaitu pada hadis Aisyah Rasulullah bersabda Innallaha wa malaikatahuuna mayam minfufi yang sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk saf yang kanan sementara ada hadis yang periwayatnya dari Usamah bin Ziad ya yang hadis ini sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk orang yang menyambung saf jadi syarnya Kenapa ada ini Ustaz adanya adanya ingat loh SY itu syaratnya harus ada peny penyelisihnya dari sisi apa dari mana lafaznya kebanyakan meriwayatkan dengan lafaz Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk orang yang menyambung saf kemudian bersendirian seorang perawi meriwayatkan dengan lafaz Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat untuk saf yang kanan maka para ulama seperti Syekh Albani dan yang lainnya banyak para ulama menghukumi lafaz yang bersendirian itu syad yang mahfuz yang benar adalah yang menyambung saf paham tiib Alhamdulillah enggak apa-apa deh kasih aja ya nih buat istrinya bukan buat Antum buat istri Antum sisa satu tadi barusan saya Sebutkan Pak di antar Apa jenis Ilat adalah yang sanadnya terlihat bagus tapi ternyata ada perawi yang enggak mendengar dalam biasanya dalam masalah apa itu seperti apa bentuknya Hah tadlis Apa itu tadlis apa menyembunyikan apa menyembunyi menikan Rawi yang aslinya berguru karena dia dif Oh dia menyembunyikan menjatuhkan perawi yang lemah ya dan dia perom tersebut meriwayatkan dari guru gurunya gurunya sendiri sama-sama berguru enggak apa-apa sip nih Nasih aja buat istri Antum ya bukan buat Antum sudah nikah belum belum belum ya buat ibunya deh buat ibunya buat ibunya buat ibunya B tib ah Masyaallah jazakallah Khair Barakallah Fik Sekarang kita akan tadi ada mau tanya [Musik] fadal F tadi Ustaz dikatakan e eh saat itu ada tiga sarat tapi di sini ada tambahan yang mengajar apa menjadi empat atau tetap tiga pertemu definisi Iya ana anggap itu yang keempat yang keempat karena sebetulnya antara definisi Imam Syafi’i dan Ibnu Hajar ada sedikit perbedaan walaupun mirip sebetulnya cuman perbedaannya tadi Kalau Imam Syafi’i mengungkapkan dengan kata kqah kalau Ibnu Hajar mengungkapkan dengan kata-kata makbul dan kata makbul ini lebih menyeluruh lebih mencakup dibandingkan kata-kata Apa fqah karena kalau dikatakan fqah berarti yang di bawah fqah enggak masuk ya bagaimana hadis halal yang dibenci oleh Allah adalah talak hadis itu lemah namun ada hadis lain yang sahih dalam Sahih Muslim iya di mana Ras Sabda inallah in iblis wahuitah Sesungguhnya Allah meletakkan singgahsananya di atas air satat yang lain di atas laut lalu iblis mengir ukan-pasukannya maka pasukannya yang paling besar godaannya dialah yang paling dekat kedudukannyaah satu pasukannya berkata aku sudah melakukan ini dan begitu kata IBL kamu belum melakukan apa-apa u aku tidak biarkan sampai aku berhasil menceraikan ia dengan istrinyaqabahu maka dia didekatkan oleh iblis dan berkata nikma Anta kamu sebaik-baik pasukanku sehingga syikh Islam Taimiyah rahimahullah dalam majmu fatawa berhuja Dengan hadis ini ini menunjukkan bahwa pada asalnya pernikahan atau eh perceraian itu hukumnya haram kenapa karena ia di diridai oleh iblis ya Saya dulu pernah mendengar ada kitabur Rijal Apa benar Iya betul kitabur Rijal itu adalah kitab-kitab yang mengupas tentang biografi para perawi Hadis dan para ulama hadis banyak sekali pak iya yang paling banyak menulis tentang masalah ini yaitu imam azzahabi dan Imam alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani namun sebelum mereka kar ini kan imam adzahabi dan Ibnu Hajar kan mutaakhir Pak belakangan Pak Adapun ulama yang terdahulu yang pertama kali menulis Imam Bukhari dalam kitab beliau atarikhul Kabir dan atarikhus shagir Beliau mengatakan aku masukkan dalam kitabku ini lebih dari 10.000 perawi setiap perawi aku paham betul di mana ia lahir Kapan ia meninggal siapa saja guru-gurunya tapi aku ringkas supaya tidak terlalu panjang diringkas jadi 10 jilid mas i kemudian Ibnu Abi Hatim menulis Kitab ilmu aljarhudil itu isinya apa itu tentang perawi-perawi hadis dan perkataan-perkataan para ulama tentang perawi ini dan seringnya beliau bertanya kepada ayahnya itu abu Hatim sering mengatakan saaltu Abi aku bertanya kepada Ayahku tentang perawi ini bagaimana Makanya kalau antum pengin tahu pendapat-pendapat Abu Hatim tentang perawi Hadis Antum harus milih kitab ini aljarhu Wat takdil Iya demikian pula Yahya Bin m’ain punya banyak murid pak dan masing-masing murid Mereka bertanya kepada Yahya Bin Main tentang perawi-perawi hadis seperti misalnya sualat adduri Iya pertanyaan Al Imam aduri kepada Yahya Bin Min Imam Ahmad pun juga ada soalat Imam Ahmad murid-muridnya seperti pertanyaan-pertanyaan Abu Daud kepada Imam Ahmad bin hambal tentang perawi Hadis dan banyak lagi lalu kemudian Imam azzahabi datanglah mengumpulkan kitab-kitab itu beliau menulis Kitab siar a’lam annubala itu tercampur padanya perawi Hadis maupun yang lainnya iya itu 35 jilid 37 Iya Kemudian beliau menulis juga sebelumnya tarikhul Islam itu sampai 40 jilid kemudian Ibnu asakir beliau berbicara tentang sejarah tapi juga menyebutkan tentang biografi perawi ya dengan judul Tarikh damasyq itu 120 panjangnya aja 1 Seteng Pak Iya iya 60 jilid apa pokoknya panjang banget l itu saya lupa kemudian Ibnu Imam azzahabi ya mengkhususkan kitab tentang perawi Hadis namanya mizanul i’tidal Iya demikian pula kitab-kitab yang lainnya Imam Imam adzahabi ini Masyaallah ya punya kitab yang Kemudian beliau ringkas dalam kitab alkasyif itu ringkasan satu jilid saja tapi tebal Ibnu Hajar juga menulis Kitab beliau mentahzib bukunya ya alkamal yang ditulis oleh Imam almaqdisi menulis Kitab alkamal tentang perawi-perawi kutbusittah tentang perawi kutbusittah bahkan kutubut Tia lalu kemudian ditahzib oleh Imam Ibnu Hajar dan diberikan tambahan-tambahan yang banyak menjadi kitab tahzibut tahzib dan ini buku sangat penting sekali dimiliki oleh setiap para penuntut ilmu Hadis Pak l tahzibu tahzib diringkas lagi oleh Imam Ibnu Hajar menjadi takribut tahzib satu jilid I dan kita di para orang yang belajar hadis tidak boleh hanya iktimad ya Bersandar kepada hukum Imam Ibnu Hajar aja makanya kemudian ya para dulu waktu dia di belelajar ilmu Hadis ya Syekh menyuruh coba kamu bikin muqaranah perbandingan antara hukum Imam azzahabi dengan Ibnu Hajar iya Yang jelas ini Pak kutubur Rijal itu kutub kitab yang sangat penting penting untuk kita miliki kalau kita ingin belajar apa hadis Saya hanya akan menjawab yang berhubungan dengan hadis saja ya Pak sesuai dengan daurah kita adapun yang lainnya Saya tidak akan jawab beredar di YouTube bahwa jika ulama mutaqadimin mendhaifkan lalu ulama zaman sekarang mensahihkan maka yang diambil adalah pendapat mutaqadimin apakah benar ini tidak secara mutlak benar Pak karena sudah saya jelaskan juga di sini Kenapa karena ya sudah kita sebutkan bahwa untuk mensahihkan hadis itu kan butuh kepada mencari jalan jalan bisa jadi terkadang ulama mutaqadimin belum sampai kepada suatu Jalan kemudian di ulangan ulama belakangan ya mendapatkan kitab dan jalan yang tidak diketahui oleh sebelumnya makanya kata para ulama berapa banyak ya sesuatu yang ditinggalkan oleh ulama terdahulu untuk dibahas oleh ulama belakangan ya makanya tidak secara mutlak Walaupun memang betul ulama mutaqadimin secara keilmuan dan yang lainnya jauh lebih hebat Pak sahih dibandingkan ulama apa mutaakhirin kalau kita misalnya lebih etimad kepada ulama yang dahulu Ah saya lebih percaya sama mereka silakan aja itu hak anda ya Tapi tetap kita harus melihat Ulama di zaman sekarang kenapa mensahihkan padahal Ulama di zaman dulu misalnya mendaifkan kita lihat kalau hujahnya memang bisa diterima secara ilmu Hadis ya kita terima Apakah ada hadis yang mengatakan tidak boleh tidur Setelah asar saya belum menemukan hadis itu Pak iya bahwa nabi mengatakan tidak boleh tidur Setelah asar yang ada adalah pernyataan Ibnu qayyim Beliau mengatakan bahwa dua waktu tidur yang paling yang paling buruk setelah Subuh dan setelah asar Iya bahkan yang setelah asar itu lebih lebih buruk lagi untuk kesehatan beliau seorang tabib berbicara dengan ya dari sisi Ilmu ketabiban juga tapi kalau melihat praktik Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya Memang mereka setelah Subuh zikir setelah asar pun apa Sibuk berzikir kepada Allah bukan bobo i mereka tidur saat memang butuh seperti Aisyah radhiallahu anha menyebutkan 10 terakhir mereka tidak tidur di malam hari khusus ibadah setelah Subuh mereka tidur karena memang butuh badan kita butuh apa istirahat setelah saya sudah belajar Syarah baikuniah Kitab apa yang saya pelajari setelahnya kitab nukhbatul Fikar dengan syarahnya nuzhatun nadar ya Itu tulisan alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani nukhbatul Fikar itu pak cuma enam halamat tapi ya sudah mencakup seluruh macam ilmu Hadis cuma en halaman nukbatul Fikar itu ya kalau kita Syarah Masyaallah luar biasa dan ini merupakan kehebatan Ibnu Hajar asqolani rahimahullah Iya kalau antum sudah belajar mukhbatul Fikar dan nuzhatun nadar ya bisa naik kepada yang lebih tinggi itu Alfiah al-iraqi Alfiah al-iraqi ini syair-syair yang ditulis oleh alhafiz Ibnu alhafid al-iraqi gurunya Ibnu Hajar itu ada 1000 bait tentang ilmu Hadis disebut dengan Alfiah al-iraqi dan buku ini sudah disyarah oleh Imam assakhawi itu dalam kitab Fathul Mit I dan kemudian bisa juga belajar Alfiah assuyuti Imam Suyuti pun punya apa Alfiah Iya dan Imam Suyuti juga menulis sebuah buku ya tentang ilmu Hadis khusus namanya tadribur Rawi ya tapi memang kalau buat pemula jangan Saya tidak rekomendasi untuk Akak baca buku itu karena bikin bingung Pak karena buku itu menyebutkan ikhtilaf perselisihan-perselisihan para ulama dalam definisi dan yang lainnya maka kita mulai dulu dari yang dasar Bagaimana menyebarkan hadis berdasarkan mimpi ketemu Rasul ketahuilah Pak nabi mengatakan Man roani fil manam faqod roani fainitan la yatamalu Bi Siapa yang melihatku dalam mimpinya sungguh ia telah melihatku karena setan tidak bisa membentuk rupaku maka setiap orang yang mengaku bertemu dengan nabi wajib ditanya coba sifatkan Bagaimana bentuk matanya bentuk hidungnya bentuk tubuhnya bentuk rambutnya ditanya gimana rambutnya keribuk Bukan nabi itu Dajal itu Iya saya melihat nabi ketemu tapi enggak kelihatan wajahnya Enggak bukan nabi itu orang setan ngaku-ngaku dirinya Apa nabi hati-hati yang kedua mimpi itu bukan hujah hadis semua sudah disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam syariat semua disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Sempurna sudah dan sudah tidak butuh lagi Tam tambahan maka mimpi yang di situ disebutkan saya bertanya kepada Rasulullah dan Rasulullah kemudian ternyata tidak sesuai dengan yang Rasulullah sampaikan waktu hidupnya kita pastikan itu bukan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam Iya karena itu malah masalahnya Pak jadi alat ahli bidah untuk apa merusak Islam I hadis dif tidak dapat dijadikan hujah Syariah tapi ada P pengecualian di mana hadis dif bisa dijadikan hujah apa benar Ustaz Bagaimana kriterianya ini kayaknya pembahasannya Nanti Pak ketika membahas tentang hadis dif Kalau antum mau sabar ya nanti Insyaallah kita akan bahas Pak tentang hadis dif dan bagaimana pendapat para ulama boleh tidak mengamalkan hadis dif dan apa syarat-syarat bolehnya mengamalkan hadis dif Itu pembahasannya nanti insyaallah biznillah Apa bedanya takribut tahzib dengan tahzibut tahzib takribut tahzib adalah ringkasan dari tahzibut tahzib namun tetap kita butuh kepada tahzibut tahzib karena di situlah Ibnu Hajar apa mendasarkan pada ringkasannya Berapa banyak Pak hukum Ibnu Hajar diselisihi oleh ulama-ulama belakangan Iya itu itu untuk membantu Pak Apa bedanya sanad hadis sanad al-qur’an dan sanad ilmu sanad hadis adalah sanad yang diriwayatkan oleh seorang ulama hadis seperti Imam Tirmidzi menyebutkan apa sanadnya kepada rasulullahi sahu alaih wasallam di zaman sekarang ada sanad Iya sanad kepada penulis hadis seperti sanad kepada Imam Bukhari sanad kepada Imam Tirmidzi sanad kepada imam muslim Iya tapi yang diperiksa oleh yang harus diperiksa itu yang dari situnya Pak dari kitab-kitab para ulamanya misalnya hadis ini R Tirmidzi maka yang kita periksa yang dari Imam Tirmidzi sampai rasulullahi Adapun sanad kita samp sampai Imam Tirmidzi tidak perlu diperiksa Kenapa karena kitab-kitab para ulama sudah dicetak sudah jelas makanya sanad di zaman sekarang itu kata para ulama hanya untuk melestarikan saja iya sanad al-qur’an sanad al-qur’an adalah yaitu Antum talaqi kepada seorang Syekh Syekh talaqi lagi kepada Syekh berikutnya terus sampai rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam mirip dengan hadis kemudian Syekh Antum itu memberikan ijazah ke Antum Iya bahwa anda mendapatkan ijazah qiraat hafz misalnya dari asim itu setelah Antum bacakan Kepada beliau al-qur’an dari awal sampai akhir itu namanya ijazah qiraah ijazah berbentuk bacaan al-qur’an Adapun ijazah berbentuk hafalan ada lagi iya untuk qiraat kepada seorang Syekh yang memang betul-betul itu adapun sanad ilmu yaitu Antum berguru ke siapa guru Antum punya guru lagi enggak guru Antum punya guru lagi enggak Kalau antum berguru kepada seorang guru guru itu punya guru guru gu guruuru terus berarti Nyambung ke rasulullahi tapi ketika Antum berguru kepada guru gurunya enggak punya guru alis atau tidak berarti Antum engak punya sanad ilmu ya sanad Antum terputus makanya Kenapa para ulama selalu menasihati kalau kamu mau berguru kepada seorang guru lihat Siapa gurunya Iya supaya kita juga punya apa sanad ilmu pakikianamik wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatah Al
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. – Daurah Ilmu Hadits (Pertemuan 2)
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply