Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahm alamdulillaham [Tepuk tangan] wasah memerhati R di Manun anda berada kita memuji Seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat serta karunia yang telah allahmpahkan kepada kita semuanya sehingga di kesempatan Rabu Pagi ini kita dapat bertatap muka kembali berjumpa untuk mengikuti bimbingan serta pelajaran yang Insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad Zainuddin Lc hafidahullahu taala dari kediaman beliau banjarm masin Kalimantan Selatan dari bahasanembahasan kitab Fathul Majid saru kitabi tauhid dan bagi Anda yang nanti di sesi kedua ingin bertanya silakan kami berikan kesempatan silakan di 0218236 643 atau pesan singkat di [Musik] 0819896543 selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan ffadal maskuran asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillahirrahmanirahim inalhamdillah nahmaduhu ahahaallah wahuu muhamm abu ah inahum muhammadinahu alaihii was Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu 17 alm Allah yang suci 1446 Hijriah bertepatan 24 Juli 2024 kita dimudah oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid syarhu kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh alamah Abdurrahman Bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam P keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kel dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa allahma inaluka iahum ee Pada kesempatan kali ini adalah kita membicarakan bab yang ke-34 yaitu penulis mengatakanah makallahi almul khirun di sini terulis rahimahullahu taala membawakan bab yang ke-34 dengan menyebutkan ee pada babnya itu yaitu Sebuah ayat Surah al-a’raf Ayat 99 dan artinya adalah Apakah mereka merasa aman dari siksa Allah yang tidak [Musik] terduga-duga yang merasa aman dari siksa Allah kecuali orang-orang yang merugi ahibbati fillahanillah wakum para ikhwah sekalian yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat ee maksud dari bab ini adalah menjelaskan tentang sikap merasa aman dari siksa Allah dan sikap berputus asa dari rahmat Allah adalah dua sikap yang mengurangi kemurnian tauhid bahkan dapat menghilangkan tauhid itulah maksud dari bab bahwa bab ini Menjelaskan sikap merasa aman dari siksa Allah terperosok ke dalam maksiat bermudah-mudah maksiat ya ya dan sikap berputus asa dari rahmat Allah tidak mau bertobat karena merasa banyak sekali dosanya merasa Allah subhanahu wa taala tidak mengampuni dosanya maka ee sikap merasa aman ini membuat bisa mengurangi kemurnian tauhid bahkan dapat menghilangkan tauhid nah Adapun dalil yang dibawakan yaitu Qur’an surah al-a’raf ayat 99 ee menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa taala bertanya dalam bentuk pengingkaran J pertanyaan Allah di sini adalah bertanya dalam bentuk pengingkaran dan celaan kepada penduduk sebuah negeri apakah mereka merasa aman dari siksa Allah Lalu Allah subhanahu wa taala menegaskan bahwa tidak ada yang merasa aman dari siksa Allah kecuali orang-orang yang merugi kecuali orang-orang yang merugi Nah inilah makna dalil Quran surah alf ayat 99 Adapun hubungan bab atau dalil yang kita baca tadi dan kita pelajari tadi dengan perkara tauhid apa bahwa sikap merasa aman dari siksa Allah atau sikap berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala adalah contoh perbuatan yang dapat mengurangi kesempurnaan tauhid bahkan dapat menghilangkan tauhid dan perbuatan ini haram yaitu merasa aman dari siksa Allah dan merasa ee putus asa Dari rahmat Allah ini dua sikap ini adalah haram hukumnya dan yang dimaksud dengan merasa aman dari siksa Allah adalah menganggap remeh siksa Allah padahal Ia melakukan perbuatan dosa yang mendatangkan siksa Allah subhanahu wa taala bahkan bisa dikatakan merasa aman dari siksa Allah dapat mengakibatkan kemurtadan yaitu ketika tidak ada rasa takut kepada Allah sama sekali atau yaitu maksudnya tidak ada rasa takut kepada Allah sama sekali saat melakukan maksiat ya saat melakukan maksiat ee baik itu maksiatnya dosa besar atau maksiatnya dosa kecil dia tidak takut kepada Allah subhanahu wa taala atas perbuatan tersebut Nah sekarang kita baca di dalam Kitab Fath Majid penulis rahimahullahu taala berkata penulisam Muhammad B Abdul wahabahah bermaksud dengan menyebutkan aat ini adalah memberi peringatan tentang sikap bahwa merasa aman dari siksa Allah dari makar allah termasuk dari dosa yang paling besariuhid dan bahwasanya sikap seperti ini menafikan kesempurnaan tauhid Min rahmatillahiik begitu pula atau sebagaimana berputus asa dari rahmat Allah juga demikian dapat mengurangi kesempurnaan tauhid walikaid nah ini memberikan petunjuk sebenarnya orang beriman itu di dalam hidupnya antara rasa takut dan rasa haram tidak boleh terlalu takut sehingga putus asa Dar rahmat Allah tidak boleh terlalu berharap sehingga meremehkan maksiat Allah subhanahu wa taala sebagaimana yang ditunjuki sikap ini yaitu antara rasa takut kepada siksa Allah dan rasa harap dari rahmat Allah ditunjuki oleh al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi wa al alihi wasallam nah wa arsyada ilaihi salaful Ummah Wal aimmah dan ini ditunjukkan oleh para Salaf dari umat iniitu para sahabat para tabiin para tabi tabiin dan para imam-imam yang mengikuti mereka dengan nah Wal ayah dan makna ayat adalah [Tertawa] dan makna ayat adal bahwa Allah subhanahu wa taala ketika menyebutkan keadaan penduduk sebuah negeri yang mendustakan para rasul was maka Allah menjelaskan bahwa Sebab mereka mendustakan Para Rasul adalah merasa aman dari siksa Allah Subhanahu Wa Ta dan tidak takut kepada siksa Allah Subhanahu Wa taalau Ta sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa taal artinya Apakah mereka merasa aman yang artinyaal Apakah merasa aman penduduk sebuah negeri akan datang kepada mereka siksa kami dalam keadaan di malam hari dan mereka sedang tidur atau apakah merasa aman penduduk sebuah negeri akan datang kepada mereka siksa kami pada pagi hari dalam keadaan mereka sedang bermain Apakah mereka merasa aman dari makar Allah maka tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi Quran surah al’f ayat 96 sampai 98 yang merugi Maksudnya di sini kecuali orang-orang yang binasa ini menunjukkan bahwa merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala dan juga eh merasa aman dari siksa Allah termasuk daripada keharaman am yang artinya yang demikian itu mereka merasa aman am dengan makar Allah ketika Allah subhanahu wa taala memberikan kepada mereka kanik maka mereka tidak berpikir jauh bahwa itu adalah sebuah ee makar siksa dari Allah subhanahu wa taala dan ini pelajaran bagi kita bahwa ee Apabila ada sebagian orang diberikan kelapangan hidup hidup maka itu bukan berarti tanda Allah subhanahu wa taala sedang memuliakannya jika orang tersebut bermaksiat jika orang tersebut bermaksiat jangan-jangan itu adalah salah satu bentuk murka Allah subhanahu wa taala dengan cara Allah memberikan istidraj kepadanya yaituikan nikmat-nikmat tetapi orang tersebut malah membalas nikmat tersebut dengan maksiat maka dikhawatirkan itu adalah orang-orang yang mereka merasa aman dari murka Allah subhanahu wa taala akhirnya bisa-bisa mereka mendapatkan ee apa mendapatkan akhir hidup yang buruk suul Khatimah mendapatkan akhir buruk yang akhir hidup yang yang buruk n baik kita lanjutahu alhan albashri rahimahullahu taala berkata Hasan albriah seorang tabiin Beliau berkata uaskan oleh Allah subhanahu wa taala atasnya rezekiam tapi dia tidak menganggap bahwa itu Allah sedang membuat makar kepadanya maka orang ini tidak paham apa yang sebenarnya terjadi nah ini ya perhatikan baik-baik orang ini sebenarnya tidak paham apa yang sebenarnya terjadi Jadi siapa yang diluaskan rezekinya oleh Allah subhanahu wa taala Maka berhati-hatilah jangan sampai keluasan rezekinya membuat dia akhirnya bermaksiat bermudah-mudah untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala karena menganggap dirinya sedang diberikan oleh Allah subhanahu wa taala kemudahan waat rahimahullah eh Amrullah W akahuah yang artinya eh suatu kaum melakukan kezaliman melampaui batas terhadap perintah-perintah Allah subhanahu wa taala maka ingatlah tidaklah Allah menyiksa suatu kaum sama sekali kecuali saat mereka sedang bersenang-senang sedang mendapatkan nikmat dan sedang keterperdayaan maka janganlah terperdaya dengan apa yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada manusia maksud nya semestinya seseorang ketika dia ee apa namanya diberikan nikmat oleh Allah subhanahu wa taala hendaklah dia gunakan nikmat tersebut untuk ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala hendaklah dia berikan nikmat tersebut untuk ketaatan kepada Allah jangan sampai dia terperdaya wah ini nikmat dari Allah berarti Allah subhanahu wa taala sedang ee senang dengan saya dan seterusnya nah ini tidak akan tetapi berhati-hatilah jangan-jangan ini adalah isdraj dari Allah subhanahu wa taala kemudian yang dirahti H Allah yang artinya dan Di Dalam Hadis disebutkan jika engkau melihat Allah subhanahu wa taala memberikan kepada seorang hamba dari dunia atas maksiat-maksiat yang dia kerjakan apa saja yang disukai oleh hamba tersebut maka ketahuilah itu adalah istidraj maka ketahah itu adalah Apa istira hadis ini memberikan pelajaran kepada kita apabila ada seorang diluaskan dunianya oleh Allah dalam keadaan dia bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala Mak ketahuilah baik baik itu adalah istidraj dari Allah subhanahu wa taala waq Ismail Ibnu RI istidraj artinya diulur-ulur dulu oleh Allah subhanahu wa taala diulur ee dengan diberi nikmat terus diberi nikmat sampai dia merasa aman dengan sik Allah akhirnya dia diwafatkan dalam keadaan suul Khatimah ini namanya istidraj waq ismailnu Rai Minal Amni Man makarallah ehal makrillah iqdi aliamnaah magfirah rawahu IB Abi Ah ini bagus nih eh contohnya disebutkan oleh Ismail bin Abi ra bagaimana orang yang contoh orang yang merasa aman dari siksa Allah termasuk merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala adalah seorang hamba melakukan maksiat dan dia berharap Allah mengampuni dia berangan-angan Allah mengampunin ini termasuk daripada merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala dan ini tidak bertentangan ee dengan kebiasaan seorang muslim kalau melakukan dosa yaitu dia beristigfar dan itu yang diinginkan di dalam syariat Islam tidak bertentangan dengan itu tetapi maksudnya ini adalah saat dia melakukan maksiat dan dia berharap pahala dari Allah eh berharap magfirah ampunan dari Allah subhanahu wa taala tururan kalau dia melakukan maksiat maka dia beristigfar kepada Allah subhanahu wa taala bukan malah berharap atau beranganan magfirah dari Allah subhanahu wa taala kalau ber berarti dia berhenti dari maksatuml yang saya Cai k allahengadiuh Man dan ini adalah tafsir makar di dalam ucapan Sebagian ulama Salaf sahabat para tabiin dan seterusnya yaitu Allah subhanahu wa taala memberikan kepada mereka nikmat-nikmat jika mereka bermaksiat Allah ulur dengan memberi nikmat tersebut kepada mereka kemudian Allah subhanahu wa taala mewafatkan mereka dalam keadaan buruk dan inilah makna makar dan tipuan dan semisalnya dijelaskan oleh Imam IB jarirari dengan maknanya kemudian penulis membawakan dalil yang kedua ya dalil yang kedua yaitu dengan firman Allah subhanahu wa taala tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang sesat surat al-hijr ayat 56 makna dari Quran surat alhijr ayat 56ah menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa taala menceritakan tentang Nabi I alaih salam yang takjub mendapatkan kabar gembira dianugerahi anak yaitu Ishak padahal beliau sudah tuarar 86 tahun beliau tidak berputus asa tetapi merasa takjub dan Allah subhanahu wa taala mengingatkan bahwa tidak ada yang berputus asa rahmat Allah kecuali orang-orang yang sesat hubungan ee Quran surah alhijr ayat 56 dengan apa menunjukkan bahwa contoh perbuatan yang dapat mengurangi kesempurnaan tauhid bahkan dapat menghilangkan tauhid yaitu berputus asa dari rahmat Allah berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala dan yang dimaksud dengan berputus asa dari rahmat Allah adalah ee merasa mustahil mendapatkan ampunan pemaafan dan rahmat ya dari Allah karena dirinya bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala ini namanya putus asa Dari rahmat Allah dan putus asa Dari rahmat Allah dapat mengakibatkan kemurtadan yaitu ketika tidak ada rasa harap kepada Allah sama sekali tidak ada rasa harap kepada Allah subhanahu wa taala sama sama sekali baik para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kita baca apa yang disebutkan olehisul walu yang artinya eh merasa jauh mendapatkan kemudahan dan berputus asa dari kemudahan tersebut merasajauh mendapatkan kemudahan dan berputus asa dari kemudahan tersebut dan ini sikap bertentangan dengan merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala kalau tadi merasa aman dari siksa Allah ini kebalikannya putus asa Dari rahmat Allah subhanahu wa taala dan kedua-duanya adalah dosa besar dan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di dalam sikap merasa e aman dari siksa Allah dan merasa putus asa Dari rahmat Allah adalah meniadakan kesempurnaan tauhid meniakan meniadakan kesempamad AB wahah menyebutkan ayat iniat sebel sebagai peringatan keras bahwa tidak diperbolehkan bagi Siapa yang takut kepada Allah untuk putus asa rahmat Allah ya dia takut akan siksa Allah akhirnya dia taat terusangan sampai putus asa rahmat Allah ya tetap kalau melakukan kesalahan dia beristigfar kepada Allah subhanah an tetapi yang sikap yang paling bagus adalah dia e penuh rasa takut dan penuh rasa Har dia takut akan siksanya dan dia mengerjakan ketaatan kepada Allah dan berharap Rahmat dari Allah subhanahu wa taala sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam surah azzumar ayat 9 yang artinya Apakah seorang yang EE beribadah pada malam hari dalam keadaan sujud berdiri kemudian berakut akan siksa akhirat dan berharap rahmat Allah subhanahu wa taala dalam surah azzumar ayat 9 Nah ayat ini memberikan pelajaran ada ee dua hal ya takut akan siksa di akhirat tetapi juga dia jugaahm Dia juga berharap rahmat Allah subhanahu wa taala dan eh harus ada dua sikap karenanya taat kepada Allah berharap rahmat Allah takut akan siksa Allah eh menjauhi maksiat-maksiat dari Allah yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala nah waqala innalladina amanualladina hajaru wahadu fiilillah ulaarjuna rahmatallah wallahu gfururahim dalam surah Albaqarah ayat 218 Allah subhanahu wa taala menyebutkan sesungguhnya orang-orang yang beriman berhijrah berjihad di jalan Allah subhanahu wa taala merekalah orang-orang yang berharap rahmat Allah dan Allah maha pengampun maha penyayang nah maahahun nah ini penting ini ee sikap harap harap Rahmat tapi tetap bermaksiat tidak mau taat ini adalah tiu daya setan ya sikap berharap Rahmat dari Allah berharap ampunan dari Allah tapi disertai dengan maksiat dan tidak mau taat ini adalah tipu daya dari setan tidak boleh ada perasaan seperti dan sikap yang seperti ini akanjuskanuskan seorang hamba di dalam rasa takut rasa takut disertai dengan sebab-sebab yang menyelamatkan dari kerusakan Ahan na khaufanallahiala WF eh berbeda dengan keadaan orang beriman yang mana mereka mengambil sebab untuk Selamat ya ituu beramal mereka mereka mengerjakan sebab untuk untuk selamat beramal mereka ya khfan minallah takut kepada Allah subhanahu wa taala dan dia eh menjauh dari siksa Allah subhanahu wa taala Kenapa karena berharap ampunan dan berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala itu yang benar ya dia mengerjakan sebab untuk dapat eh ampunan dari Allah subhanahu wa taala dan dia mengerjakan sebab untuk dapat rahmat Allah subhanahu wa taala yaitu meninggalkan maksiat dan mengerjakan ketaatan lulaikah biib Isha qib dan maknanya adalah taala menceritakan ucapan kekasihnya Nabi Ibrahim alaih salam ketika diberitahukan oleh para malaikat bahwasanya beliau mendapatkan anak laki-laki Ishak Allah berfirman dalam surah alhijr ayat 54 ia berkata Apakah kalian memberitahukan kepadaku kabar gembira ee ini padahal sudah menimpaku kelemahan maka Mengapakah kalian bertengkaran Eh Apakah kalian memberikan kabar gembira kepadaku dalam keadaan aku sudah terkena tuarent ee Apakah benar kabar gembira ini kepada nah ini para Ikh dirti oleh Allah subhanahu wa taala Nam kemudiantihi istadau minha karena kebiasaan seorang laki-laki suami jika sudah tua dan umur istrinya juga tua maka ee jauh anggapan untuk dilahirkan anak untuknya tapi Allah subhanahu wa taala Maha Kuasa atas segala sesuatu nah ini menunjukkan Jangan putus asa Kalau belum punya anak yah yangahti Allah Subhanahu Wa taal para malikat Berk kami berikan kabar gembira kepada engkau dengan kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya karena Allah subhahu wa ta menging sesuatu maka beliau maka janganahan termasuk orang-orang yang berputus asa yaitu Maksudnya orang-orang yang putus asa dan rasul sahu Alaihi wasam bersabda tidak ada yang berputus as Allah subhanahu wa taala kecuali orang-orang yang sesat sesungguhnya diketahui dari kuasa Allah dan rahmatnya yang lebih dalam daripada itu Agung Tapi beliau mengucapkan itu dalam bentuk takjub kecuali orang-orang yang sesat sebagian mka menafsiri bahwa yang dimaksud sesat adalah orang yang keliru jalan kebenaran atau kecuali kepada orang-orang kafir Firman allahh tanya Tidak ada yang merasa amanahmat Allah ke orangorang yang kafir3 eh yang pertama adalah Syirik kepada Allah dan yang kedua putusahmat Allah dan yang ketiga merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala dirahti H Allah subhanahu wa taala hadis ini diriwayatkan oleh Imam albazzar Imam Ibnu Abi Hatim dari Jalan syabib IBN bisr dari ikrimah dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anh dan para perawinya adalah terpercaya kecuali syabib Bin bisrqal Main fqah Yahya IBN maain seorang eh dia mengatakan bahwa syabib bin bisr adalah terpercaya baiku dan Imam Abu menganggapin adwi yang lemah Git maksudnya terlu kuat dalam meriwayatkan mengatak hadnya ak apa peninjauan dan yang paling kuat hadisnya adalah hadis yang maukuf tidak sampai kepada rasul sallallahuaih wasam berarti dia adalah hadis yang lemah nillah ak disebutkan bahwa mensyirikkan Allah subhanahu wa taala dia adalah dosa yang paling besar mensirikkan Allah adalah menghancurkan kekuasaan Allah dan merendahkan e hak ibadah milik Allah dan berburuk sangka kepada allah subhanahu wa taala sungguh Imam qim sudah benar perkata dan benar-benar nasat Allah berfirman dalam surah alanam ayat 1 kemudian mereka orang-orang kafiring dari Allah subhanahu wa taala tidak mau menemani Allah tidak mau beribadah hanya kepada allahesnya ang Sur Luman ayat 13 oleh sebab Itul Allah subh wa taala tidak akan mengampuni kecuali dengan bertobat darinya ya dan putus asa Dari rahmat Allah yaitu Dia memutuskan harapan angan-angan dari Allah di dalam apa saja yang dia takutkan dan dia harapkan semuanya burukangka kepada Allah [Musik] dan sikap kebodohan terhadap Allah subhahu wa taal rahmat Allah dan karun dan EE kemuliaannya dan magfirahnya nah baik waam ya quu Wal amnu Min makrillah A min istidrajihiil merasa aman dari siksa Allah yaitu karena ee bentuk dari is dari Allah untuk hamba tersebut Allah subhahu wa taala mengambilnya mengambil apa yang Allah subhahu wa taa berikan dari keimanan kepada hamba kita berlindung kepada Allah subhahu wa ta kebodohan kepada Allah dan kepada eh [Musik] kedudukannya dan keterpercayaan terhadap diri sendiri dan ini membuat dia akhirnya merasa aman dari makar Allah subh ini yang tidak diperbolehkan ya Nah kemudian para ikhwah tidak diingnya patasan dosa Besara adalah termasuk dosa paling besar yang disebutkan dalam al-qur’an dan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nah Jadi intinya para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dalil yang ketiga menjelaskan bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya tentang dosa paling besar beliau menjawab dosa paling besar adalah Syirik berputus asa dari rahmat Allah dan merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala dan hubungan dalil ini dengan BAB menunjukkan bahwa contoh perbuatan yang dapat mengurangi kesempurnaan tauhid bahkan dapat menghilangkan tauhid yaitu berputus asa rahmat Allah dan merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala nah kemudian para ikhwah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa taalau penulis membawakan eh kita lanjutkan dulu dan yang merupakan pengertian definisi dari dosa besar adalah setiap dosa yang ditutup oleh Allah dengan neraka dengan makna atau murka atau siksa ya atau Islam IB rahimahullah dan menambahkan definisi dan kategori dosa besar adalah eh badatiil Iman yaitu dengan menambahkan hadis-hadis yang berkaitan dengan penafian keimanan hadis-hadis yang berkaitan dengan penafian keimananluan bariu Rasul sahui wasallamq Man faal W kemudian penulis Abdurrahman Bin Hasan Al Syekh mengatakan termasuk daripada dosa besar adalah yang disebutkan dalam hadis Rasul suh wasam berlepas diri darinya atau Rasul S wasam mengatan bukan dari kami n nah kemudian penulis membawakan perkataan Abdullah bin Abbas yang artinya eh dosa-dosa besar itu dosa-dosa besar jumlahnya ada 700 dan ini lebih dekat daripada tujuh tetapi Ingat tidak ada dosa besar yang disertai dengan Istigfar dan tidak ada disebut sebagai dosa kecil jika dilakukan terusmenerus n abdullahahu berkata akah Abdullah binadahu berkata dosa paling besar adalah merasa aman dari ee makan Allah dan putus asa Dari rahmat Allah dan putus asa dari e rahmat Allah subhanahuahu Abdul raz diriwayatkan oleh Imam Abdul razzaq Ibnu jarirasanah IB Masud radhiallahu Anhu dan Imam I jarir meriwayatkan dengan sanad-sanad yang sahih dari Abdullah bin eh dalam had disebutkan dosa paling besar adalahirikan Allah yaitu di dalam e kesyirikan dalam kekuasaan dan dalam kekuasaan at dalam beribadah kepada Allah subhahu wa dan iniah bahwa Syirik kepada Allah di dalam kekuasaan dalam beribadah kepada Allah doa besar ini adalah iut dari rahmat Allah dan quut maksudnya adalah putus asa yang paling tinggi putus yang paling berat putus yang paling besar di dalamnya terdapat peringatan bahwa jika takut maka janganlah putus asa ya Janganlah putus asa dan berharaplah kepada rahmat Allah subahu dan Sebagian ulama Salaf para sahabat tabiinabin menganjurkan untuk menguatkan rasa takut apabila dalam keadaan sehat dan menguatkan rasa Har apabila dalam keadaan sakit dan iniah jalannya su abu sulaimanarani dan selainnya I berkataesti ini dipenuhi denganasa takut leh besabil teralu rasa Har maka akan merusakti sesungguhnya eh orang-orang yang takut kepada rabnya dengan keadaan rahasia tidak dikenal orangahf bagi mereka adalah siksa eh bagi mereka adalah ampunan magfir siksa yang besar surat almulk ayat 12 ayat ini memberikan pelajaran lebih mendahulukan rasa takut lebih mendahulukan rasa takut dan pahalanya besar ya suu Har berbolakikendengarendengaranat iniik pelajaran tak Allah dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dalam keadaan hati mereka takut bahwa mereka tidak akan kembali kepada Allah subhanahu wa taala ini takut jadi sebagian ulamaat bahwa harus ada kesamaan antara rasa takut rasa rasa harap baik itu sehat baik itu ee dalam keadaan sakit adapun yang kedua adalah kalau dalam keadaan sehat maka dahulukan rasa sehat rasa ee takut kalau dalam keadaan sakit maka dahulukan rasa ee ee apa Nam rasa haram dan pendapat yang ketiga adalah semestinya seorang hamba selalu lebih untuk takut kepada siksa Allah subhanahu wa taala nah ee kemudian surah azumar atyat 9 Apakah seorang yang beribadah pada malam hari dalam keadaan sujud berdiri berh takut akan sa ak dan berh ayat 9 ini Allah subhanahu wa taala mendahulukan rasa takut ya dibandingkan ayat-ayat yang lain maka rasa takut lebih didahulukan daripada rasa haram itu yang bisa dimaksud Alhamdulillah selesai bab yang ke-34 Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang ada waktu 15 menit untuk bertanya jawab silakan Ust Barakallah fikum jazakallahuir Terima kasih atas uraian dan bahasan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini semoga menjadi tambahan ilmu dan Allah berikan Taufik serta keberkahan untuk kita semuanya bisa mengambil banyak faedah dan manfaat dari pelajaran yang telah disampaikan selanjutnya bagi and memperdalam seputar pembahasan ini kami tunggu pertanyaan Anda via telepon di 0218236543 dan juga kami Ingatkan Anda bisa juga mengirimkan melalui pesan singkat di 081989654 lima silakan kalau Kami tunggu silakan pertanyaan Anda 0218236543 Halo silakan pertanyaan dari hamba Allah yang bertanya mohon izin bertanya Ustaz kita diperintahkan untuk mendoakan ampunan Bagi saudara Muslim kita baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup sejauh mana doa itu bermanfaat bag bagi kita bagi yang kita doakan Apakah seluruh dosa bisa diampuni dengan doa tersebut atau hanya dosa kecil saja atau bagaimana Ustaz jazakumullahu Khairan silakan bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa asabihi w Wal Amma bad eh dosa yang diampuni dengan doa adalah ee apabila seorang yang berdoa kepada Allah subhanahu wa taala untuk saudara muslimnya dalam keadaan gaib dengan ikhlas hanya karena Allah subhanahu wa taala dan dosa tersebut adalah dosa-dosa kecil Adapun dosa besar memurulkan toubat dari para pelakunya wallahuam Terima kasih atas Jawabannya selanjutnya di 0218236543 silakan halo halo dengan siapa Di mana ini Asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak dengan siapa Di mana Bapak Pak saya dialiara I silakan Bapak pertanyaannya firman Allah subhah wa taala itu di surahumar ada ayat inginan ini apaung k ut ini bermakna berputus asa di ayat itu J kita berut subuh ini berarti maknanya itu kan apa namanya Putus Asa di situ jangan berputus asaahat Allah subhahu wa taal Saya kira itu saya meminta penjelasan dari amalikumsalam warahmah Sil Adapun Qunut yang dibaca saat eh salat subuh sebenarnya ituah quut yang dibaca di salat Witir dan tidak ada kaitannya dengan urusan putus asa dan rahmat Allah subh Terima kasih atas Nas dan jawabannya berikut kami bacakan dari pesanat kembali Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuhan izin bertanya Ustaz bagaimana menyikapi suami yang masih merokok dan jika dinasihati Istrinya selalu bilang rokok itu dosa kecil bukan dosa yang besar sedangkan suami tahu bahwa rokok haram Bagaimana Ust yang harusa lakukan untuk nasti suami agar tidak mengabaikan dosa-dosa yang dia dianggap kecil silakan Ustaz bismillah eh rokok Sebagian ulama memakruhkannya Sebagian ulama mengharamkannya dan wallahuam pendapat yang lebih kuat dia haram karena dia termasuk daripada Membunuh diri sendiri dan Allah berfirman Dan Rasul Alaihi wasam bersabda W tidak ada bahaya dan tidak boleh mendatangkan bahaya dan berokok pasif sudah terbukti bahwa dia adalah sangat berbahaya ee kemudian rokok di dalamnya terdapat kemungkaran yaitu melakukan sikap mubadir Inal mubadirintin orang-orang yang mubadir termasuk adalah teman-teman setan maka pendapat yang lebih kuat rokok adalah haram dan terlepas dari dia dosa kecil dosa besar akan tetapi seorang muslim wajib menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dan apabila seseorang merokok misalkan harga rokok Sekarang anggap saja r.000 atau r.000 kalau seandainya dia satu hari satu bungkus Maka kalau dia tidak merokok selama 30 hari maka dia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar di samping dia mubazir membahayakan memberi bahaya kepada diri sendiri membahayakan orang lain kemudian dia adalah eh sikap yang buruk terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain dan kalau seandainya dikatakan dia adalah dosa kecil maka kita katakan tidak boleh tidak ada namanya dosa kecil jika dilakukan dengan terusmenerus dan ini Teruk daripada tipu daya setan kepada orang yang merokok tidak ada manfaat yang diambil dari merokok ya karena diharamkan di dalam agama Islam dan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam diutus oleh Allah subhanahu wa taala untuk yaitu mengharamkan yang buruk-buruk dan termasuk yang buruk-buruk adalah rokok dan ini diakui oleh pabriknya pabriknya mengakui bahwa itu adalah yang beruk wallahuam Ustaz Barakallah Fik Selanjutnya kami bacakan kembali dari pesan singkat Ustaz izin bertanya Bagaimana dengan orang yang terus-menerus melakukan perbuatan-perbuatan maksiat tapi juga terus-menerus memohon ampun kepada Allah misalnya terusmenerus ee melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah tapi dia berargumen kita ibadah terus Nah apakah hal ini bisa menjadi pembenaran atau tidak Ustaz silakan Bismillah Alhamdulillah wasalatu wasalam rasulillah waa alihi wa ashabihi w eh ahbatiillahahakum eh seorang yang bermaksiat dia tidak boleh bersandar dengan maksiatnya dengan ibadah yang dia lakukan Kenapa demikian karena ee dia tidak tahu bahwa ibadah tersebut diterima atau tidak ya ibadah tersebut diterima atau tidak makanya para ulama Salaf Mereka takut ibadah mereka diterima oleh Allah subhanahu wa taala ini termasuk sikap ujub sikap merasa ee bangga dengan sesuatu yang tidak pada tempatnya adalah ketika dia berbangga dengan ibadah yang banyak yang yang dia kerjakan padahal ibadah yang banyak tersebut belum tentu diterima oleh Allah subhanahu wa taala sedangkan dosanya pasti Allah subhanahu wa taala akan meemberikan siksa atasnya Jika dia tidak bertobat kepada Allah subhanahu wa taala dan Allah berfirman ee orang-orang yang berdosa semestinya dia meninggalkan dosanya ya meninggalkan dosanya dengan segera sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam Alqur’an tentang orang-orang yang Bert Sesungguhnya orang yang bertat itu adalah orang-orang yang melakukan keburukan dengan kebodohan dia bertat dengan segera merekalah orang-orang yang diterimat Allah dia terususan bersud dengan saya dengan alasan eh ya inilah saya maksiat terus ibadah jalan juga maksiat terus ibadah terus juga engak Boh seperti itu yang kita dilakukan yang diperintahkan untuk kita taatilah Allah dan taati Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu mengerjakan apa yang perintah dan menjauhi apa yang dilarang kami akan bacakan pertanyaan terakhir dari saudari Lin Assalamualaikum Ustaz suami saya orang yang suka panjang tangan suka mengambil barang orang sudah dinasihati anak istri dan masih banyak lagi dosa-dosa yang dia remehkan karena merasa Ini Dosa kecil Allah maha pengampun Bagaimana menyikapinya Ustaz mohon penjelasannya silakan bmillahhamdulillahatu wasalam rasulillah eh Inilah yang disebut dengan alrillah tidak boleh merasa aman dari siksa Allah subhanahu wa taala dan dan EE e mencuri dosa besar diancam dengan siksa di dunia diancam dengan hukuman hak di dunia dan Siksa di akhir dan harta seorang Muslim suci tidak boleh dengan izinnya kecuali dengan kebenaran jadi banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang nanti di akhirat dia akan dapatkan siksanya kalau seandainak bertobat dari dosa tersebutam dan sebelum saya tutup Saya ingin memberikan sebuah nasihat kepada kaum muslimin tentang hari ee tentang buruknya bahayanya setan bagi manusia sesungguhnya permusuhan setan kepada P manusia sudah mulai dari dahulu dan sudah mulai dari dasarnya dan tipuannya kemudian godaannya benar-benar dilakukan oleh setan oleh sebab itulah hendaknya seorang manusia berhati-hati terhadap godaan setan k setan dengan segala macam dia akan mengganggu manusia dari jalan man dari Jalan mata telinga lisan tangan kaki kemaluan atau dari jalanu dia akan ganggu manusia akan ganggu manusia untuk taat kepada Allah akan ganggu manusia untuk wasiat kepada Allah subhanahu wa taala dan di dalam al-qur’an banyak ayat lebih daripada 150 ayat yang memerintahkan untuk berhati-hati terhadap setan dan menjelaskan makar tipu daya buruknya kejelekannya gangguannya bisikannya terhadap seorang hamba Oleh karena itu para Ikhwan dirahmati Allah subhanahu wa taala hati-hatilah hati-hatilah terhadap bisikan San Allah subhanahu wa taala berfirman in sesungguhnya setanah musuh bagi kalian maka jadikan lah dia sebagai musuh Allah subhanahu wa taala juga berfirman janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan suesungguhnya bagi kalian setan adalah musuh yang nyata semoga ini sampaikan bermanfaat jangan lupa jadikanlah setan sebagai musuh dan jangan pernah lalai dari permusuhan dengan setan wallahuamah Nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabakatuham warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fikum jazakumullahu kir Terima kasih atas bimbingan dan nasihat serta jawaban-jawaban yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini semoga menjadi kebermanfaatan untuk kita semuanya Kami yang bertugas mohon pamit undur diri subhanakallahumihamdika asaduaahaa Anta astagfira wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *