menyebar cahaya sunah kajian Islam ilmah di rja TV dan radio rja bahwa tidak ada yang terjadi di alam jagat raya ini kecuali apa yang Allah kehendaki Allahu azzaalla irad dalam hal iradah infirad itu asa [Musik] satu-satunya yang berkehendak hanyalah Allah Azza wa Jalla saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wasohbihi wawala saudaraku seiman dan seakidah sahabat Roja di mana pun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran tilawah al-quran dan kajian Islam dan sesaat lagi kami sambungkan anda dengan sebuah kajian ilmiah yang kami Pancar luaskan dari Masjid Agung al-ukhuwah Kota Bandung Jawa Barat bersama Ustaz Abu Haidar asundawi hafidahullahu taala dan kembali kita akan mengkaji kitab penuh manfaat ulul saudaraku seiman dan seakidah kita simak kajian ini dan dari studio kami sampaikan selamat menyimak Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasatu wasalama rasulillah hadirin jemaah Masjid Agung alukhwah Bandung yang Allah muliakan para pendengar radio tbiah sunah Bandung pendengar radio Roja di beberapa kota radi-adio lain yang ikut gabung para pemirsa ro TV dan tvtv lain juga para netizen di mana saja anda berada kita kembali berjumpa pertemuan Jumat yang lalu telah menjelaskan beberapa keyakinan orang yang bertolak belakang dengan takdir salah satunya adalah kepercayaan kepada bintang bahwa bintang berpengaruh kepada apa yang terjadi di alam dunia baik turun atau tidaknya hujan termasuk juga peristiwa yang terjadi di muka bumi tiupan angin bahkan harga-harga barang itu banyak yang meyakini dipengaruhi oleh bintang dan itu keyakinan yang bertolak belakang dengan iman kepada takdir dan itu sudah kita Terangkan di pertemuan yang lalu selanjutnya adalah pembicaraan tentang adanya penyakit menular diyakini penyakit menular adalah berpindahnya satu penyakit mungkin bakteri mungkin virus kuman yang berpindah secara alami dari satu jasad ke jasad lain baik orang ataupun binatang atau bahkan dari binatang ke orang atau dari orang ke binatang itu yang kita istilahkan dengan menular dan itu terjadi diyakini terjadi secara alami maka hal ini dibantah oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan Allah juga di dalam al-qur’an sebagaimana dikatakan oleh Mualif amal [Musik] Adwa jas jasad fallahu taala Anhu waasulu Sallallahu Alaihi Wasallam adapunwa Adwa itu penyakit menular diyakini oleh manusia bahwa itu adalah berpindahnya penyakit dari satu jasad ke jasad yang lain secara alami maka ini dibantah oleh Allah dan juga oleh rasulnya Allah berfirman dalam surah at-taubah ayat 51 Qul lusibana illa Ma kataballahu Lana Maulana waallahiwakalil mminun katakan olehmu tidak akan menimpah kita kecuali apa-apa yang telah Allah takdirkan untuk kita dialah pelindung kita dan hanya kepada Allahlah orang-orang Mukmin bertawakal ayat ini menjelaskan yang menimpa kita baik penyakit ataupun peristiwa itu bukan terjadi dengan sendirinya Secara alam tapi Allah yang mentakdirkan Allah yang menetapkan dan Allah telah Tuliskan semua itu mahfuz 50.000 tahun sebelum langit dan bumi ini diciptakan juga dalam al-quran surah atabun ayat yang ke-11 Allah menyatakan nillah Wam y Billahi Yahdi qbah kata Allah tidak ada musibah yang terjadi kecuali dengan izin Allah Siapa yang beriman kepada Allah Allah akan memberikan Hidayah kepada hatinya juga dalam surah al-hadid 22 Allah menyatakan kata Allah tidak ada peristiwa yang terjadi di muka bumi atau yang menimpa diri-diri kalian termasuk penyakit kecuali semua itu sudah tertulis dalam sebuah kitab sebel menciptakan alam jagat raya iniah yir dan hal itu bagi Allah amat sangat mudah karena itulah apa yang Allah tetapkan sebagai takdir baik kematian ataupun penyebab kematian seperti penyakit kalau sudah ditakdirkan tidak bisa ditolak kalau tidak ditakdir tidak akan [Musik] terun semua yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang Allah tidak kehendaki tak mungkin terjadi makanya dalam surah Ali Imran 168 Allah berfirman katakan olehmu tolaklah hindarkan oleh kalian kematian dari diri kalian kalau kalian mampu kalau kalian benar termasuk silakan hindarkan penyakit yang telah Allah takdirkan atas kalian atau musibah yang telah Allah tetapkan akan menimpa kalian kalau mampu tolak silakan dan tak ada seorang pun yang mampu sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dalam salah satu hadis yang sedikit agak panjang tapi salah satu penggalan kalimat dari hadis itu adalah Ma asakaakakaun apa yang telah Allah tetapkan akan menimpa kamu tidak mungkin meleset dari kamu pasti kena dan apa yang tidak ditetapkan menimpa kamu tidak akan mungkin mengenai Kamu itulah ayat-ayat Dan hadis-hadis yang didasarkan kepada keimanan kepada takdir sehing semua yang terjadi di alam jagat raya bukan terjadi dengan sendirinya secara alami Tapi itu semua sudah Allah takdirkan dan Allah takdirkan juga sebab-sebabnya Lalu bagaimana dengan penyakit menular tadi oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Katakan tidak ada penyakit menular Lalu ada sahabat yang memberikan argumentasi yang realistis diambil dari kenyataan tentang adanya penyakit menular dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada penyakit menularu berdirilah seorang Arab bad Dia [Musik] berkata Bagaimana pendapatmu tentang unta di padang pasir unta-unta itu sehat lalu datanglah unta yang kudisan ternyata tertulari jadi aja menyebar semuanya terkena penyakit dalam pemikiran orang Arab badui tadi ada penyakit menular di dalam realita termasuk dalam kehidupan kita ya enggak ada orang yang flu di satu ruangan mungkin seluruh orang di ruangan itu menjadi ikut flu beberapa tahun yang lalu ada covid-19 ada orang yang kena kemudian yang dekat dengan orang bersentuhan atau Hanya Dekat di jarak tertentu tanpa masker terkena juga lu ditulis di mana-mana sampai sekarang Kayaknya masih ada tuh spanduk tulisan waspadai penularan covid-19 masih ada kan di beberapa tempat tertentu itu realita bahwa penyakit menular itu ada termasuk argumentasi orang Arab badui tadi unta yang sakit disatukan dengan unta yang sehat maka yang sehat tertulari menjadi ikut sakit ikut sakitnya unta yang tadinya sehat dianggap tertulari lalu dianggap ada penyakit menular kalau argumentasi ini benar unta yang pertama sakit tertulari oleh apa atau oleh siapa kalau yang kedua dan susah mungkin kita katakan tertulari yang pertama sakit siapa yang menyebabkan unta itu sakit unta yang pertama Allah yang kasih penyakit itu maka yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam balik bertanya kepada orang Arab baru tadianal Aal lalu Siapa yang menulari unta yang pertama kali sakit orang Arab enggak bisa menjawab Siapa yang menulari dia kalau memang penyakit menular yang pertama kali sakit siapa yang menularinya hadis ini sahih riwayat Imam muslim dalam kitab Sahih Muslim selain oleh Imam Bukhari kedua hadis sahihain riwayat Bukhari Muslim dalam dua kitab sahihnya dari Anas bin Malik radiallah bahwa nabi alaihiatu wasalam bersabdawa W Fa kalimat thibah kata nabi alaihiatu wasalam tidak ada penyakit menular tidak ada juga tiarah itu kesialan karena sesuatu rata-rata di dalam kehidupan manusia hampir di setiap negara tiarah ini ada yaitu menimpakan kesialan terhadap sesuatu karena perkara lain seperti Umpama ada suara burung anu Oh ini bakal sial ada burung yang lain lagi Oh ini bakal begini bakal begitu termasuk meyakini adanya keuntungan dari suatu peristiwa kalau datang umpamanya kupu-kupu siama-rama ke rumah diyakini apa akan ada tamu itu termasuk tiarah kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada penyakit menular Tidak ada tiarah yang lebih aku sukai itu faal itu apaanya optimisme kata-kata yang mencerminkan optimisme yang seperti itu lalu para sahabat bertanya apa itu fail beliau menjawab kalimah thaibah kata-kata yang baik yang memberikan optimisme dan motivasi baik kepada kita ini yang kedua yang menyatakan tidak ada penyakit menular ketiga masih dalam sahih Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu berkata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam la Adwa waarah W hamah wfar kata beliau tidak ada empat hal ini nih pertama Adwa penyakit menular kedua tiarah kesialan karena peristiwa tertentu Kadang orang mau pergi pas keluar rumah ada orang ada anak kecil pakai seperah Dek jatuh sampai berdarah dihubungkan Oh ini pertanda sial akhirnyaak jadi pergi Kalau jadi pergi bakal sial kalau bisnis bakal rugi itu tiarah walaupun tidak berkaitan dengan burung dulunya Kenapa di Ar karena dulu meyakini kesialan sesuatu karena burung kalau orang mau pergi lalu di atas ada burung men Di atas rumahnya maka ada yang menyatakan itu pertanda sial enggak jadi atau diusir burung Ke mana dia pergi ke utara atau ke selatan ke barat atau ke timur kalau ke utara atau ke selatanin sial Barat Timur untung itu tiarah tapi lama-lama tiarah menjadi istilah untuk meramalkan kesialan karena sesuatu walaupun tidak berkaitan dengan burung kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada penyakit menular tidak ada tiarah tidak ada hamah tidak ada Safar Ham Ini maknanya HAM itu burung hantu tapi diyakini membawa roh orang mati lalu membawa sial atau akan muncul hantu yang bergentayangan nanti setelah ini kita akan membahas salah satu keyakinan yang bertolak belakang dengan ee takdir adalaharah itu ramalan kes dan Gul Gul itu hantu yang diyakini itu adalah roh orang mati yang gentayangan kita fokus ke sini dulu kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada empat hal tidak ada Adwa tidak ada tiarah tidak ada hamah tidak ada Safar Safar nanti diartikan dengan banyak makna ada yang mengartikan kesialan di bulan Safar ataupun makna lainnya nah hadis tersebut semuanya menjelaskan bahwa penyakit menular itu tidak ada ayat tadi sudah terang semua yang terjadi takdir Allah bukan karena penularan penyakit bukan terjadi secara sendirinya secara alami Terus bagaimana dengan hadis-hadis yang mengisyaratkan adanya penyakit menular seperti hadis dalam sahih Bukhari dan Muslim juga dalam kitab-kitab Sunan dengan sanad yang sahih berkata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ladridun alihin jangan sampai unta yang sakit disatukan dengan unta yang sehat nanti unta yang sehat terkena penyakit ada lagi hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari berkata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Fir Minal majum Fira Minal Asad kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam larilah kamu dari orang yang terkena penyakit kusta seperti kamu lari dari singa J kalau ada orang yang terkena penyakit kusa jangan dekat-dekat menjauh sebagaimana kamu menjauh dari seekor [Musik] singa juga dalam hadis lain masih dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abdur Rahman bin Auf radhiallahu Anhu dia mendengar bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Umai wa waq biardin waantum biha Fala takuju Fir minhu kalau kalian mendengar ada satu wabah taun di satu negeri di satu kota atau di satu desa jangan kamu datang ke desa itu Tapi kalau umpamanya ada wabah di satu Kota dan kamu ada di dalamnya jangan keluar dari kota itu untuk menghindarinya jadi hadis tiga hadis yang barusan pertama tidak boleh menyatukan unta yang sakit dengan unta yang sehat nanti yang sehat jadi sakit kedua perintah untuk menjauhi orang yang terkena penyakit Gusta seperti kita menjauhi singa yang ketiga kalau ada wabah di satu Negeri Jangan datang kalau kita ada di sana jangan keluar lalu tiga-tiganya dipahami agar tidak tertulari kan gitu ya Dan ini mengisyaratkan ada hadis yang menjelaskan adanya penyakit menular hadis-hadis yang tiga tadi sahih hadis yang tadi menyatakan tidak ada penyakit menular apalagi ayat ayat pasti benar hadisnya juga sahih tapi seolah-olah ini bertolak belakang maka kedua-duanya hadis ini sahih bersumber dari Wahyu tidak mungkin bertolak belakang tidak mungkin kontradiktif sumbernya sama kalau ada yang menyatakan kontradiktif otak orang itu yang membenturkan hadis-hadis tadi yang sebenarnya tidak berbenturan kalau ada istilah ngadu-ngadu domba membenturkan dua orang yang artinya bersahabat dibenturkan menjadi bermusuhan ng domba ini hadis sahih hadisih dibenturkan padahal tidak tidak berbenturan tapi hadis ini masing-masing menjelaskan satu aspek yang tidak dijelaskan oleh aspek yang lainnya sehingga saling melengkapi Bagaimana cara memadukan hadis-hadis ini dan hadis-hadis yang secara sepintas bertolakbelak itu banyak seperti bertolak belakang padahal tidak gitu ya Nah Adapun tentang masalah Bagaimana cara memadukan dua hadis tadi yang saya Kemukakan yang saya jelaskan bukan R saya bukan penjelasan saya bukan pendapat saya tapi penjelasan dari kitab berkata memadukan dua hadis tadi dua beberapa hadis yang seperti bertolak belakang menyatakan tidak ada penyakit menular dengan larangan nabi menyatukan unta yang sehat dengan yang sakit dengan perintah untuk menjauhi orang yang terkena penyakit kusta dengan larangan untuk datang ke satu negeri dan seterusnya ada tiga jawaban yang diterangkan oleh para ulama jawaban yang pertama alwajhul Aal adalah anahu Shallahu Alaihi wasam am [Musik] anwa baul jahalah jawaban pertama adalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melarang e melarang memerintahkan untuk menjauhi orang yang terkena penyakit kusta agar dia ini keadaannya tidak sama dengan orang yang pertama kali terkena penyakit jadi Allah telah menetapkan beberapa penyebab orang terkena penyakit adapun yang pertama mungkin karena memakan makanan tertentu yang membuat dia sakit atau jatuh terluka yang membuat dia ya sakit jadi sakitnya yang pertama disebabkan karena sebab-sebab tertentu kedua Allah pun mentakdirkan menetapkan Siapa orang atau binatang yang akan terkena penyakit salah satu ketetapan allahah yang akan terkena penyakit itu adalah orang yang bercampur dengan yang sakit jadi orang yang bercampur dengan yang sakit atau binatang sehat bercampur dengan yang sakit bukan karena penyakit itu berpindah tapi Allah takdirkan Dia terkena penyakit karena sebab dekatnya dengan orang yang berpenyakit tadi Nah ini ketetapan Allah Azza walla yang mentakdirkan sesuatu juga mentakdirkan sebab-sebab terjadinya sesuatu tersebut sehingga yang menjadi penyebab orang kedua ini sakit bukan karena tertulari tapi karena dia melanggar ketetapan Allah untuk tidak dekat-dekat ke yang sakit maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan jauhi kamu jauhi oleh Kamu orang yang terkena penyakit Gusta seperti kamu Men jauhi singa karena apa mendekatinya menjadi penyebab Allah mentakdirkan Dia terkena penyakit tersebut bukan karena penularan perintah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menjauhi orang yang terkena sakit kusta sebagai kasih sayang Allah ee Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kepada umatnya kecintaan beliau kepada umatnya bukan karena menetapkan adanya penyakit menular lalu apa bedanya bedanya kalau penyakit menular seolah-olah penyakit itu yang aktif sendiri berpindah dari satu jasad ke jasad lain baik orang ataupun binatang terjadi secara alami bukan bukan menular tapi begitulah Allah mentakdirkan karena itulah ketika orang Arab badui tadi menyatakan Bagaimana pendapat tentang unta yang sehat didatangi yang sakit kemudian unta itu terkena sakit Nabi Sallallahu Alaihi wasam membantah dengan mengatakanan Aal lalu Siapa yang meni unta yang pertama sakit dia tidak bisa menjawab Ya inilah jawaban yang pertama jadi tidak ada tradiktif antara pernyataan tidak ada penyakit menular dengan keharusan menghindari orang yang terkena penyakit Gusta bukan karena takut tertulari tapi takut nanti orang itu Allah takdirkan terkena penyakit yang sama Karena sebab dekatnya takdir Allah yang berbicara bukan karena perpindahan virus bakteri atau penyakit dari satu jasad ke jasad lain kedua alwajhani an nahyahu Shallallahu Alaihi wasallamaha Minal asbab allati ajrallahu taah akah subhanahu wa taala abqiqillahi [Musik] taalqiabal asbab kedua larangan Rasul Sallallahu wasam untuk bergaul bercampur dengan yang sakit karena ini sudah diisyaratkan di awal bergaul bercampur dengan yang sakit termasuk salah satu di antara sebab orang itu terkena penyakit yang diderita oleh orang yang sakit seperti yang sering saya bilang waktu awal-awal kan takdir tidaklah Allah mentakdirkan sesuatu kecuali Allah mentakdirkan juga sebab-sebab terjadinya sesuatu tadi Kalau Allah mentakdirkan seseorang itu akan punya anak pasti Allah takdirkan orang itu menikah dan Allah takdirkan orang itu menikah dengan pasangan yang tidak mandul Tidak mungkin orang tanpa menikah ditakdirkan punya anak mustahil kalau Allah mentakdirkan seseorang itu lapar Allah halangi dia dari makanan kalau Allah takdirkan seorang itu akan kenyang Allah takdirkan dia makan Allah takdirkan makanan itu datang kepada dia dengan cara-cara yang Allah telah atur dan seterusnya begitu termasuk kalau Allah mau mentakdirkan seseorang itu sakit Allah akan takdirkan dia melakukan atau mengalami sesuatu yang menyebabkan dia sakit mungkin luka mungkin makanan memakan makanan yang beracun atau berpenyakit yang sudah basihah termasuk salah satu penyebab orang itu terkena penyakit adalah bercampur dengan orang yang sakit tertentu lalu dia pun terkena sakit bukan karena berpindahnya penyakit itu dari si sakit kepada yang sehat yang kita sebut menular Bukan tapi karena Allah takdirkan dia sakit karena mendekati sesuatu yang telah Allah takdirkan sebagai penyebab dia sakit seperti itulah ya kadang-kadang ada orang yang bercampur dengan yang sakit tapi tidak terkena penyakit tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Mualif wahq asqahi Allahlah yang menciptakan sebab dengan akibatnya kalau Allah menghendaki sebab dan akibat ini berkaitan tapi kalau Allah menghendaki sebab dan akibat tidak selalu terjadi banyak kasus baik yang namanya mukjizat para Nabi seperti Nabi Ibrahim dibakar tidak panas tidak [Musik] terbakar itu karena sebab-sebab tertentu yang namanya mukjizat dan bisa terjadi kepada manusia kan karena mukjizat tapi karena kehendak Allah dan kekuasaan Allah kita tahu Khalid Bin al-walid radhiallahu Anhu yaemum racun tapi racun itu tidak tidak mengenainya tidak memadaratkannya tidak menyebabkan kematian bahkan sakit sedikit pun padahal menurut logika harusnya kena Allahlah yang menerapkan kekuasaan terhadap seluruh kasus yang terjadi pada diri makhlukNya inilah penjelasan yang kedua ketiga nah ini keterkaitan fisik dengan psikis kita tahu para dokter juga menjelaskan para psikolog psikiater menyatakan penyakit lahir lebih banyak disebabkan oleh kondisi psikis ya orang stres bisa sakit orang yang sakitnya biasa lalu stres bisa tambah parah ini ada kaitan dengan larangan kita datang ke satu negeri yang di sana ada penyakit atau mendekati orang yang punya penyakit dilarang Kenapa alwajhalis ini penjelasan ketiga an Nufus tirika [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] ahl jahiliah yang ketiga jiwa siapun akan menganggap jijik terhadap penyakit usta apalagi yang secara Zahir mengerikan semua orang merasa jijik ketika melihatnya kemudian merasa tidak nyaman ketika bergaul dengan mereka dan sama sekali tidak suka Apalagi bersentuhan atau hanya mencium bau yang ditimbulkan dari penyakit itu lalu ini memberi sugesti lalu droplah down lah kondisi psikisnya mentalnya karena hal tersebut Lalu berpengaruhlah atas izin Allah terhadap jiwanya setelah jiwanya terpengaruh ah pula fisiknya dan ini sebagai salah satu ketetapan takdir dari Allah azzaalla salah satu penyebab orang terkena penyakit selain mungkin makan yang salah selain mungkin karena terluka atau tersandung sampai memar atau terkilir atau Apun termasuk bila stres bila kondisi emosional ini tidak stabil bila ee psikis kita ngedrop ataupun down ataupun ee merasa tertekan Maka itulah ketetapan Allah yang berakibat Dia terkena penyakit tertentu Oleh karena itu di saat orang bergaul dengan orang yang terkena penyakit Lalu ada kekhawatiran dia pun sakit seperti itu lalu droplah kondisi psikisnya akibatnya Dia Allah takdirkan terkena dengan penyakit yang sama itulah yang terjadi la bitiq biatihi bukan karena berpindahnya penyakit menularnya penyakit secara alami bukan oleh karena itulah yang di ingkari oleh Nabi yang dibantah oleh Nabi tentang penyakit menular adalah berpindahnya satu penyakit ke satu penyakit dari satu jasad ke jasad yang lain bukan itu yang terjadi tapi yang terjadi adalah takdir Allah atas orang itu karena melakukan salah satu penyebab yang menyebabkan dia terkena penyakit itu penyebabnya berbeda dengan orang yang pertama kali sakit kalau yang pertama sakitnya penyebabnya mungkin salah makan ya Atau melakukan aktivitas tertentu yang berlebihan sehingga ngetp kemudian sakit atau karena terluka macam-macam penyebab orang pertama sakit orang yang kedua Sakitnya Itu tadi karena dekat Lalu Allah takdirkan sakit bukan karena berpindahnya penyakit dari orang pertama ke orang yang kedua inilah bagaimana para ulama memadukan hadis-hadis sahih yang tadi yang seolah-olah seperti bertolak belakang Tapi sebenarnya tidak bertolak belakang ya inilah penjelasan tentang takdir dan penyakit menular cukup sore ini sampai di sini dan kita masih punya sisa waktu untuk bertanya jawab waallallahu ala nabi kepadaar Abu di studio radio ro Cili dipersilakan untuk pemanduanya jawab dengan pendengar dan pemirsa [Musik] silakan jazakahuir kami sampaikan kepada Ustaz Abu Haidar asundawi hafahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian edisi S hari ini langsung dari kota Bandung Jawa Barat dan undang anda untuk memasuki sesi tanya jawab ini dengan berpartisipasi melalui pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau melalui lain telepon di nomor 0218236543 baik kita angkat pertanyaan pertama melalui pesan Whatsapp dari Ummu Zaza di Bandung mau bertanya Ustaz kita kan tidak boleh menisbatkan kemaksiatan kepada takdir penjelasannya Seperti apa Ustaz Bukankah semua peristiwa yang terjadi di dunia ini sudah ditakdirkan termasuk perbuatan manusia baik dan buruknya syukran Ustaz barakallahu Fik tafadol Ustaz Iya Afwan waika Barakallah kita tidak boleh menjadikan takdir sebagai alasan untuk bermaksiat seperti contoh umpamanya nya seseorang mencuri lalu ditegur Kenapa kau mencuri dia menjawab sudah ditakdirkan saya mencuri sebagaimana itu pernah terjadi zaman Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu seorang pencuri ditangkap lalu akan dipotong tangannya orang itu berhujah ya Amirul Mukminin as wahai am mmin saya akan mencuri karena takdir Allah Allah mentakdirkan saya mencuri apa kata Umar kalau begitu maka kamu pun ditakdirkan dipotong [Musik] tangannya antara kehendak Allah yang kauniah dengan yang Syariah itu sejalan kehendak Allah Syariah pencuri dipotong id lalu itu dilaksanakan sebagai syariat Allah maka itu pun takdir Allah orang itu ditakdirkan akan dipotong ditakdirkan mencuri Lalu kenapa orang itu ditakdirkan mencuri dan tidak boleh dijadikan takdir sebagai hujah karena dia mencuri Iya sudah kita Jelaskan sejak awal seluruh yang terjadi baik yang baik ataupun yang buruk itu takdir termasuk seseorang melakukan maksiat dia bermaksiat itu karena kehendak Allah Bagaimana cara Allah menghendaki orang itu bermaksiat Allah kasih keinginan untuk bermaksiat Allah kasih kemampuan untuk bermaksiat lalu orang itu bermaksiat kenapa orang itu dikasih keinginan untuk bermaksiat sementara yang lain tidak yang la dikasih keinginan untuk ibadah Coba sekarang jam segini jam kita ngumpul di sini karena takdir Allah ngajinya kita ini takdir Allah kenapa bisa terjadi takdir Allah kepada kita dengan takdir yang baiknya ni Allah kasih keinginan kepada kita untuk ngaji Allah kasih Keinginan kita Allah kasih kemampuan untuk ngaji karena ada dua hal tadi keinginan dan kemampuan kita ngaji ke sini takdir Allah takdir Allah sementara di waktu yang sama Mungkin ada orang yang lagi nyopet di waktu sekarang mungkin ada orang yang lagi mabuk di waktu sekarang mungkin ada orang yang sedang melakukan kemaksiatan lain Kenapa mereka nyopet Allah kasih keinginan untuk nyopet dan Allah kasih kemampuan untuk nyopet yang judi begitu yang mabuk begitu yang maksiat begitu semuanya Allah yang kasih timbul Pertanyaan kenapa kalau kita dikasih takdir yang baik keinginan untuk berbuat baik dan kemampuan untuk berbuat baik yang lain dikasih keinginan untuk berbuat buruk dan dikasih kemampuan Ingatlah apa yang Allah kasih ke kita baik yang baik atau yang buruk adalah buah dari amal kita Sebelumnya siapa yang berbuat baik Allah akan kasih balasan yang baik berupa dikasih hidayah untuk melakukan amal saleh berikutnya dan dikasih kemampuan Siapa orang yang melakukan dosa kemaksiatan atau penyimpangan Allah hukum Bagaimana cara menghukumnya dikasih keinginan yang buruk dan dikasih kemampuan untuk melakukan keinginan yang buruknya tersebut itu hukuman dari Allah sering saya jelaskan ayat hadisnya banyak Allah menyatakan katakan olehmu perkataan yang baik perkataan yang itu baca Quran menasihati zikir berdoa dan seterusnya maka Allah akan salehkan amal-amal kamu maksudnya Allah akan beri Taufik hidayah untuk beramal saleh kenapa kita sekarang ngaji di sini ini balasan Allah atas kebaikan kita sebelumnya mungkin kita tadi baca al-qur’an mungkin kita infak dan sodqah mungkin kita Birrul Walidain mungkin kita tersenyum ke orang menolong orang membantu orang semua itu Allah balas dengan kasih dikasih hidayah untuk berbuat baik gimana cara ngasih Hidayah diberi keinginan untuk berbuat baik dan diberi kemampuan untuk melakukan keinginan baik tersebut Adapun orang yang bermaksiat itu hukuman atas dosa dia sebelumnya mungkin dia melalaikan salat Mungkin dia menyakiti orang zalim ke orang pas berapa apaan dengan orang dipelototin pas dia melotot lagi dibentak dipukul zalim Allah hukum dia dengan cara diberikan keinginan yang buruk diberikan ke apa namanya ke kemampuan untuk melakukan keinginan buruk akhirnya Allah takdirkan dia untuk melakukan keburukan itu ayat hadisnya di antara hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim ini sering saya kemukan jauhi oleh kamu berdusta karena dusta bisa menjerumuskan pelakunya kepada fujur fujur itu tadi berbuat dosa dan maksiat termasuk fujur itu berhenti dari ketaatan berhenti dari ibadah berhenti dari amal saleh k seseorang biasanya tahajud terus suatu saat berbuat dosa bisa dicabut hidayah tahajudnya itu pas malam bangun susah sekali berat untuk tahajud akhirnya tidak orang Um biasa baca Quran sehabis salat suatu saat dia berdusta Allah cabut keinginan untuk membaca al-quran seusai salat biasanya membaca al-qur’an tiba-tiba malas atau diberikan kesibukan dunia yang melalaikan dia dari baca al-qur’an Begitulah kalau Allah mentakdirkan orang tertentu untuk maksiat itu pasti karena hukuman kesalahan dia sebelumnya Kalau Allah mentakdirkan seseorang beribadah beramal Sal itu pasti hadiah balasan atas kebaikan dia sebelumnya dan seterusnya nah sering saya Berikan ilustrasi ini bukan menyamakan kalau manusia saja memperlakukan anak buah murid dengan perlakuan yang berbeda guru ada murid yang dikasih nilai 5 ada yang ada yang 10 ada yang naik kelas ada yang tidak ada yang diberi hadiah ada yang dihukum guru itu zalim enggak enggak tapi Apa perbedaan sikap guru ke murid sangat tergantung kepada perilaku dan prestasi si murid tidak berdasarkan kezaliman ya ini ada yang dikasih hadiah karena prestasinya ini ada yang dihukum karena kesalan ini ada yang dikasih nilai 10 karena memang benar semua ini yang dikasih nilai dua karena salah semua itu kalau orang saja begitu apalagi Allah ada hambanya yang dikasih e Hidayah ada yang dikasih keinginan untuk berbuat dosa dan maksiat pasti itu berdasarkan ilmu hikmah dan keadilan Allah orang aja tidak zalim ketika memperlakukan muridnya atau anak buahnya dengan perlakuan yang berbeda karena punya alasan seorang bos di sebuah perusahaan ada karyawannya yang dikasih pangkat dikasih fasilitas gajinya gede ada karyawan di perusahaan yang sama dikurangi gajinya dihukum diambil fasilitas sekadang di sat gitu kan kadang bisa dilaporkan ke polisi untuk dihukum itu karena apa Karena perilaku anak buahnya yang berbeda-beda adil tuh kalau manusia saja memperlakukan orang lain dengan perlakuan yang berbeda karena ada alasan yang bisa dipertanggungjawab apa apagi Allah yang Maha Adil kalau Allah memberikan hukuman kepada orang dengan cara di takdirkan berbuat Syirik berbuat kufur berbuat bidah berbuat maksiat itu pasti karena keadilan Allah Allah siap memiliki argumentasi dan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan demikian juga kalau ada orang yang dikasih Hidayah oleh Allah dikasih keinginan untuk berbuat baik itu pasti juga punya alasan Allah lebih tahu siap Siapa yang layak disesatkan dan siapa yang layak untuk diberi hidayah in Allah lebih tahu siapa yang layak disesatkan Siapa yang layak untuk diberi hidayah guru tahu murid mana yang layak untuk jadi juara sat dua ada lagi yang dikasih no guru lebih tahu siapa murid yang naik kelas siapa yang tidak layak itu guru lebih tahu tentang murid-muridnya ya Bos lebih tahu tentang anak buahnya apalagi Allah terhadap hamba-hambanya Ya wallahuam baawab silakan lagi jazakallahu Khairan Ustaz atas jawaban dan nasihatnya dan untuk berikutnya kita angkat pertanyaan melalui line telepon di 0218236543 kami persilakan Halo asalamualaikum warahmatullahak Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Di mana ibu dengan Umu Zahra di Riau baik silakan Umu ee Ini Ustaz terkait dengan kita telah membuat perjanjian dengan Allah waktu kita di dalam dan dalam perut orang tua kita ibu kita ee semua takdir kita telah ditentukan eh semasa kita di dalam rahim itu nah Bagaimanakah kita memahaminya menurut menurut al-qur’an dan hadis karena di waktu itu kita belum ada akal seperti sekarang ini mohon pencerahannya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh tafadol Ustaz Iya barakallahu Fik ibu yang barusan bertanya iya apa yang Ibu tanyakan sudah pernah kita bahas di awal-awal pembahasan kitab ini bahwa sebelum kita lahir ketika kita berada di dalam rahim ibu kita masing-masing kita ini sudah dimintai persaksian mengakui meyakini Allah sebagai Rabb bagi kita Allah sebagai pencipta kita Allah sebagai satu-satunya yang kelak akan disembah setelah kita lahir nah Allahu Azza Wa Jalla menjelaskan hal ini dalam al-qur’an di antaranya dalam surah al-a’raf 172 waid akzabuka Min Bani adamuhuriimriyatahum wa asadahuma anfus alastubikum qu bala Syahid kata Allah ingat ketika Allah mengambil perjanjian dari semua Bani Adam ketika mereka itu beralam tulang sulbi bapak-bapak mereka masing-masing terus Allah menarik persaksian dari mereka mengambil alastikum Bukankah aku rabmu masing-masing kita menjawab Syahid Iya kami bersaksi cuma kita begitu tuh nah apa kita ingat tidak Kita paham boro-boro ya Jangankan ketika di perut ibu setelah lahir usia 2 tahun ke bawah atau 5 tahun ke bawah si sudah enggak inat lagi apalagi ketika l perut ibu karena Terus bagaimana kita tahu Nah kita tahu Setelah kita lahir kita diingatkan lagi oleh Allah diberiahu ini dalam Quran dulu sebenarnya ketika kamu belum lahir kamu sudah bersaksi Allah sebagai rabmu konsekuensinya setelah lahir aplikasikan ini wujudkan ini buktikan persaksian yang kamu ikrarkan ketika di alam rahim setelah hidup aplikasikan sembahlah Allah satu-satunya makanya di akhir ayat ini Allah Azza waalla menyatakan anqu yaumalqiamati inilin jangan sampai kamu berkata pada hari kiamat Oh kami tidak tahu kami tidak paham karena ketika kami bersaksi dulu Enggak ingat apa-apa kan gitu bahkan akan mengingatkan kan sudah diingatkan lagi ketika kamu lahir nih sebagai konsekuensi keimananmu kepada Kitab kami kepada al-qur’an di Quran dijelaskan Dulu kamu pernah berjanji wujudkan perjanjian ini setelah kamu lahir sembahlah Allah semata-mata Jangan menyembah yang lainnya tuh begitu oleh karena itulah maka karena kita sudah diingat diberitahu kita dulu Sudah berjanji dan peringatan ini penjelasan ini dari alquranim yang kita yakini kebenarannya maka wajib kita meyakini ya dulu kita pernah berjanji Sekaranglah saatnya menunaikan janji itu berupa apa berupa penyembahan hanya kepada Allah Azza waalla dan tidak kepada yang lainnya begitulah caranya kita mengetahui bahwa dulu kita pernah berjanji kita tidak ingat Iya betul kita tidak ingat jangankan ketika masih di dalam perut ibu setahun du tahun juga yang lalu kita berjanji ke orang sekarang sudah tidak ingat lagi maka diingatkan ya maka tak ada alasan bagi kita untuk mengingkarinyaallaham silakan lagi allahiran Ustaz atas penjelasannya dan berikutnya pertanyaan kembali melalui pesan Whatsapp Ustaz dari hamba Allah yang minta disembunyikan atau ditutup namanya Ustaz pertanyaannya Ustaz Saya malu dengan aib saya Ustaz melakukan maksiat dan saya ditakuti dihantui rasa cemas Dan terpikir dan kepikiran tentang penyakit menular Ustaz mohon nasihatnya Ustaz saya cara untuk bertobat karena saya terus ee dicemasi dengan penyakit menular Ustaz tafadol ustazb barakallahu Fik tadi sudah dijelaskan tak ada penyakit menular dalam arti berpindahnya satu penyakit dari satu jasad ke jasad lain secara TII secara alami kreativitas dari si penyakit itu sendiri untuk berpindah tidak ada yang ada adalah takdir Allah atas orang itu kenapa orang itu terkena penyakit salah satunya melanggar peringatan Allah melalui lisan rasulnya apa yang dilanggar dekat dengan orang yang terkena penyakit dilarang dilanggar akibatnya terkena takdir Allah Dia kena penyakit itu yang pertama yang kedua fokuslah untuk bertobat dari dosa dan maksiat tadi bukan karena takut penyakit menularnya penyakit menularnya di dunia Enggak seberapa mungkin ada obat yang menyembuhkan tapi yang jauh lebih harus ditakut itu azab Allah Azza walla atas pelaku dosa dan maksiat azab ini bisa di dunia dan sangat hampir pasti kalau enggak ditobbati di alam barzakh di alam kubur dan pastinya lagi di akhirat di neraka kalau dia tidak tobat itu yang jauh lebih dahsyat dibanding kekhawatiran penyakit menular karena nanti kalau takut bermaksiat hanya karena penyakit ketika ada cara menghindarkan penyakit tersebut sambil tetap bisa bermaksiat dia akan tetap bermaksiat kalau takutnya hanya kepada penyakit menular sebagai contoh Umpama penyebaran aid waliubillah dari mana itu muncul salah satu penyebab yang Allah takdirkan seseorang terkena aid adalah melakukan perzinahan maka orang takut berzina karena takut terkena aid tapi kemudian ada cara untuk menghindarinya menghindari penyakitnya tapi tetap bisa melakukan perzinannya dia bisa tetap berzina ya waliyadubillah Maka jangan takut terhadap penyakit menular yang dihasilkan dari perbuatan maksiatnya itu betul perlu dikhawatirkan tapi yang jauh lebih ditakuti azab Allah Azza waalla maka yang harus dilakukan oleh orang yang bertanya tadi tobat dari perbuatan dosa dan maksiat tersebut mau terkena penyakit itu ataukah tidak tobatnya wajib kalau tobat walaupun tidak terkena penyakit itu dia berhenti dari dosa dan maksiat karena tak takutnya terhadap azab dan murka Allah dunia sampai akhirat maka walaupun bisa terhindar dari penyakit dia tetap hindarkan dari dosa dan maksiat karena takutnya kepada Allah ya bertobatlah bagaimana cara bertobatnya pertama menyesal telah melakukan perbuatan tersebut kedua berhenti jangan menal tapi tetap aja dilakukan kea bertekad tidak mengulang kembali apapun keadaannya keempat cepat-cepat laksanakan tobatnya sebelum nyawa ditenggorokkan sebelum sakarat karena sudah sakarat tobat enggak diterima inallahalat Allah akan menerimabat seorang hamba sebelum dia sakarat kelimanya tetap cepat lakukan sebelum matahari terbit dari barat sekarang masih dari timur Saya tadi tidak memperhatikan tadi Timur Dari Barat Tadi masih dari Timur ya masih terbuka dan yang terakhir yang keenamnya lakukan tobatnya karena ikhlas bukan karena dunia bagaimana Karena ikhlas salah satu karena takut murka dan azab Allah takut karena nerakanya takut karena siksanya selain menginginkan Rida kasih sayang ampunan pahala dari Allah atas tbatnya juga karena takut murka Dan Azab jangan tobat hanya karena takut penyakit nanti kalau penyakitnya Bisa dihindarkan dengan cara tertentu nanti dosanya tetap dilaku bukan amanlah sekarang enggak akan kena tahu caranya kan gitu ya kalau yang ditakuti ada adalah penyakitnya ya Maka jangan takut kepada penyakit yang ditimbulkan dari tapi lebih takutlah kepada murka dan azab Allah yang Allah akan timpakan kepada kita karena dosa dan maksiat yang dilakukannya tadi wallahuam ya terakhir Adar Ya silakan jazakallahu Khairan Ustaz atas penjelasannya dan pertanyaan terakhir kembali kita angkat melalui pesan Whatsapp Ustaz dari Ummu labi di Sukabumi yang ingin bertanya terkait dengan perkataan dan keyakinan sebagian orang yang menyebutkan bahwa manusia zaman dahulu rata-rata umurnya panjang karena makanan yang dimakannya sehat sehingga tubuh Mereka pun sehat Betulkah pernyataan ini Ustaz atau lebih tepatnya karena takdir Ustaz umurnya panjang mohon penjelasannya Ustaz tib barakallahu Fik tentu pertama karena takdir Allah yang kedua takdir itu juga disertai dengan sebab-sebabnya Adapun kalau sebabnya hanya karena makanannya sehat Coba tanya ke ahli gizi ke ahli ke para dokter ahli Kalau orang sekarang dikasih hanya murni makanan sehat bisa enggak mencapai umur 1000 tahun Kya enggak kalau dulu ada yang 1000 tahun I Nabi Nuh 1000 tahun lebih dakwah yang dilakukannya saja itu berapa 950 tahun itu dakwahnya bukan berarti umurnya kan enggak mungkin baru lahir langsung dakwah baru baru baru lahir sudah diangkat Dar nabi setelah lahir gede dulu puluhan mungkin ratusan tahun baru diangkat jadi nabi jadi Rasul dakwahnya 950 tahun itu dakwahnya ribuan tahun zaman dahulu itu pertama kedua bentuk ukuran Fisik zaman bahula dengan zaman sekarang beda Nabi Adam ketika diciptakan tingginya itu setinggi 60 hasta hampir 30 me tingginya Nabi Adam alaihiatu wasalam kalau Nabi Adam sekarang hidup enggak bisa masuk masjid ini enggak bisa masuk di pintu kalau duduk mungkin bisa ya mungkin bisa kalau berdiri enggak bisa ini tinggi atapnya ada 30 me enggak fiknya juga gede bentuk ukuran dan nanti kita Semoga Allah mentakdirkan kita masuk surga ya para ahli surga nanti keadaan ukuran badannya seukuran nabiullah Adam alaihialatu wasalam usianya kira-kira 30 tahun kondisi fisik Adah kondisi fisik orang yang usianya 30 tahun pas perpaduan antara stamina yang masih muda dengan kedewesaan sikap kalau kurang dari itu staminanya gede tapi kurang dewasa kalau ketuaan dewasa tapi sudah menurun 30 itu pas tingginya setinggi 60 hasta itu para ahli surga kita akan setinggi itu kita Semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga ya allahummaalni birahmatika Min ahlil Jannah Amin ini saat mustajab untuk berdoa ya hari Jumat sore Menjelang magrib saat yang sangat dikabulkan allahumalna birahmatika ahl Jannah Ya Allah Jadikan kami semuanya dengan rahmat-mu sebagai ahli surga ya makanya pantas bila umurnya juga panjang ratusan tahun ribuan tahun Adapun setelah itu ukuran manusia mengecil mengil mengecil sampai zaman kita sekarang sebesar ini Keil dibanding Nabi Adam dan tetap akan terus mengecil kata nabi sallallah wasam mungkin berapa puluh ribu ratus tahun tahun yang akan datang bila bila Belum Kiamat mungkin cuma semeter mungkin wallahuam akan tetap mengecil akan terus mengecil ya dari sinilah maka usia panjang orang zaman dulu bukan karena faktor makanan semata-mata tapi juga dipengaruhi oleh banyak hal bukan hanya seandainya orang sekarang dikasih hanya makanan sehat seperti orang dulu tak mungkin mencapai usia ratusan apalagi lebih dari 1000 tahun ya wahuamab Cukup sampai di sini Insyaallah kita lanjut penjelasan di hari Jumat yang akan datang subhanakallahhamah anagfira dulillahabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan jazakallahu Khairan kepada Ustaz Abu Haidar asundawi hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di edisi kajian sore hari ini langsung dari kota Bandung Jawa Barat Dalam pembahasan kitab mukhtasar maarijul kabul dan anda dapat menyimak kembali kajian ini di pekan-pekan mendatang Insyaallah masih di waktu yang sama di hari Jumat sore kurang lebih pukul 16.00 waktu Indonesia bagian barat sampai dengan selesai dan bagi Anda juga dapat menyima kembali kajian kita di kesempatan sore hari ini dan juga ulangan dari kajian-kajian sebelumnya di channel YouTube kami di Roja TV kami mohon maaf atas segala kekurangan Sampai bertemu kembali di lain kesempatan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama radio ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] inilah jalan Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam dan para [Musik] sahabat alhamdulillahbilamin Ahmad subhanahahaallahu wahdahuikahil akbers Hisyam thahiri Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dengan tema pertengahan ahlusunah dalam perkara akidah Alhamdulillah kita mengucapkan Hamdalah dalam rangka Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala penerjemah Ustaz Abu yaalah kurn D LC Semoga Allah senantiasa menjaga beliau Insyaallah akan diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 22 almuharram 1446 Hijriah atau 28 Juli 2024 P 00 bar hingga Ses bertempat dijid informasi hubungi [Musik] 08229800756 acara ini terbuka untuk umum
Ustadz Abu Haidar As-Sundawy | Mukhtashar Ma’arijul Qabul
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply