8236543 via telepon untuk pesan singat di 081 9896543 baiklah kepada Ustaz kami persilakan fatafadal maskuran ya Ustaz nah Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi rabbil alamin wasallallahu wasallam ala Man baahullahu rahmatanilamin nabiina Muhammadin waa alihibihi ajumin allahummaimna q Wu ikhwat Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah Semoga senantiasa dalam lindungan Allah dapatkan berbagai kemudahan dan pertolongan di dalam menjalani hidup ini terutama dalam rangka berubudiah kepada Allah subhanahu wa taala allahum Amin kaum muslimin dan muslimat para pemirsa rahimakumullah kita bersyukur kepada Allah Seraya memuji memuja Allah biasmaiil Husna wafatihil Ula atas berbagai Rahmat karunia yang tiada tidak bisa dihitung banyaknya yang tidak bisa dinilai harganya mudah-mudahan kita semua menjadi hamba yang senantiasa bersyukur kesyukuran yang sesungguhnya dalam artian kita yakini bahwa seluruh nikmat datang dari Allah kemudian lisan kita senantiasa memuji dan memuja Allah kemudian anggota badan kita kita gunakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala kemudian diiringi dengan kecintaan dan ketundukan kepada Allah subhanahu wa taala sang pemberi nikmat selawat dan salam untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma sholli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad Ikhwatul Iman kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah pada kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang tazkiyatun nuuhus Amalul Qulub amalan-amalan hati yang harus menjadi perhatian kita semua dalam hal ini kita merujuk kepada kitab ringkasan dari kitab madarijus salikin karya Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala pembahasan kita maasyir muslimin rahimakumullah masih seputar hikmah dan rahasia yang terkandung di dalam surah Alfatihah yang ini ada kaitannya dengan Amalul Qulub maka pada kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan menyampaikan penjelasan Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala yang seyokynya menjadi perhatian kita semua karena kita semua di setiap saat terutama di waktu salat baik salat wajib salat fardu atau salat sunah selalu mengucapkan atau membaca al-fatihah sungguh sangat banyak hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam surah al-fatihah di antaranya dan yang utama adalah bahwa dalam surah al-fatihah terkandung berbagai makna yang akan menjadikan hati kita semakin tulus dan juga jiwa kita semakin pasrah kepada Allah subhanahu wa taala pada pembahasan yang pernah kita Jelaskan sebelumnya disampaikan bahwa surah al-fatihah merupakan Ya Syifa Nam al-qur’an secara umum adalah Syifa sebagai obat untuk penyakit jiwa dan juga penyakit fisik maka seseorang hendaklah berusaha dan belajar bagaimana dia cerdas pandai menggunakan surah al-fatihah sebagai obat yang biidnillah akan menyembuhkan berbagai penyakit yang dia rasakan terutama yang berkaitan dengan hatinya nya begitu juga dengan fisiknya ikhwat Al Iman para rahimakumullah pada kesempatan yang mulia ini kita secara spesifik akan menjelaskan rahasia yang terkandung dalam firman Allah iyyaka na’budu wa iyaka nastain Mari kita perhatikan dan kita renungi apa yang akan saya sampaikan saya ringkas dari penjelasan Imam Ibnu qayyim rahimahullah kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah tatkala berbicara tentang potongan ayat Surah Alfatihah iyaka na’budu wa iaka nastain beliau menjelaskan bahwa kata beliau bahwa rahasia alalq penciptaan Wal Amr dan perintah perintah yang datang dari Allah walutub ya kitab-kitab yang diturunkan oleh allahar dan syariat yang diturunkan oleh Allah wasawab Wal iqab dan yang berkaitan dengan sawwab pahala Wal iqab ancaman rahasia semua hal itu kembali kepada dua kalimat ini hail kalimat itu kalimat iyaka na’budu wa iyaka nastain iyaka na’bud ini kalimat yang pertama wa iyaka nastain ini yang kedua kemudian kata beliau kedua kalimat tersebut madarul ubudiyah wa tauhid adalah landasan ubudiah penghambaan kepada Allah Wat tauhid Ya pentauhidan Allah subhanahu wa taala maka ubudiah kita kepada Allah dan ketauhidan kita kepada Allah dibangun di atas dua kalimat ini para pemirsa Ikhwatul Iman kaum muslimin rahimakumullah kita memaklumi Allah yang telah menciptakan Allah yang telah menurunkan syariat menurunkan kitab-kitab kepada para nabi sebelumnya Allah telah menentukan pahala dan juga telah ditentukan sanksi semua hal itu rahasia dari semua perkara tersebut sesungguhnya kembali kepada dua kalimat ini berdasarkan dua kalimat tersebut ya kandungan dari kedua kalimat iyaka na’budu wa iyaka nastain Maka itulah landasan pondasi kita dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dan di dalam mentauhidkan Allah subhanahu wa taala beliau akan menjelaskan ya Secara e detail Kenapa kedua kalimat tersebut menjadi landasan ubudiah kita kepada Allah dan pentauhidan kita kepada Allah subhanahu wa taala iak na’bud yang artinya Ya Allah hanya kepada engkau ya Allah kami beribadah iyaka na’bud wayaka nastain dan hanya Ya Allah kepada engkau Kami memohon pertolongan bahwa seluruh perkara yang kita jalani dalam hidup ini bahkan ubudiah yang kita lakukan yang merupakan hikmah penciptaan kita kemudian seluruh hal yang bertalian dengan ubudiah maka masuk ke dalam makna firman Allah ia akan Abud dan seluruh ibadah seluruh ketaatan dan berbagai amalan yang berkaitan dengan ibadah bahkan Seluruh aktivitas kita tidak akan mungkin hal itu bisa terlaksana bisa dilakukan kecuali hanya dengan iyaka nastain dengan memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala sampai kata beliau ya disebutkan bahwa Allah subhanahu wa taala menurunkan 100 kitab dan dan empat kutub ya kitab yang spesial jamaah maaniha jadi makna yang terkandung dalam 100 kitab dan empat kitab yang besar itu Allah kumpulkan makna dari semua kitab tersebut di dalam Taurat di dalam Injil dan dalam dalam al-qur’an kemudian makna yang terkandung di dalam at-taurah dan Injil ya dan al-qur’an Allah subhanahu wa taala kumpulkan Allah Satukan di dalam al-qur’an kitabul Quran al-quranul Karim kemudian seluruh makna al-qur’an jama Allahu fil mufasal Allah kumpulkan Allah Satukan Ya Allah gabungkan di dalam surat-surat mufasal surah-surat mufasal itu adalah dari surah qaf ada yang mengatakan di surah al-hujurat sampai surah Annas ya dan ada yang mufasal yang panjang ada yang menengah ada yang pendek mufasalat ya kemudian wama Mail mufal dan semua makna yang terkandung di dalam surat-surat mufasal tersebut diantumkan oleh Allah subhanahu wa taala Allah gabungkan semua itu filat di dalam surah al-fatihah Mak Alfatihah namakan Ummul Quran kemudian wa maaniil Fatihah makna dari Surah al-fatihah Allah gabungkan Allah kumpulkan Fi iyaka na’budu wa iyaka nastain iyaka na’bud ini mencakup semua makna dari al-qur’anul Karim wa iyaka nastain iyaka na’bud hanya Ya Allah kepada engkau kami beribadah Waka nastain hanya kepada engkau ya Allah kami mohon pertolongan kitab yang diturunkan oleh Allah Syariat Yang yang diperintahkan oleh Allah Allah menciptakan dan memberikan perintah kemudian Allah Tentukan ada balasan dan ancaman semua hal itu untuk apa semua hal itu adalah agar makhluk secara khusus manusia dan jin yang diciptakan oleh Allah agar mereka beribadah kepada Allah Itulah tujuan penciptaan mereka itulah tujuan perintah untuk itulah syariat diturunkan Allah dan kitab diturunkan oleh Allah para rasul diutus oleh Allah subhanahu wa taala maka berdasarkan hal itu Allah Tentukan ada pahala atas ibadah dan barang siapa tidak melaksanakan ibadah ada ancaman dan semua hal itu tidak akan mungkin terlaksana kecuali bila Allah subhanahu wa taala memberikan pertolongan kemudahan bagi hambanya maka dari sini kita memahami urgensi permohonan kita iyaka nastain’in Ya Allah hanya kepada engkau kemohon pertolongan kemudian kalau kita perhatikan iyaka na’budu iyaka nastain ada dua kalimat dua kalimat yang juga mengandung dua bagian bagian yang pertama potongan yang pertama dan potongan yang kedua iaka nastain maka kata Imam Ibnu qayyim ya kedua kalimat tersebut maksumani bainal Abdi wabbih dibagi dua antara Ya Allah dan hambanya isaillahu ya separuh dari kedua kalimat tersebut adalah untuk Allah yaitu iyaka nabudu ibadah kita untuk siapa nam kita beribadah kita beribadah kepada Allah ini Amalan kita dan kita peruntukkan kepada Allah jadi IB ibadah adalah amalan hamba yang diperuntukkan kepada Allah subhanahu wa taala ini bagian Allah spesial untuk Allah hanya Allah semata yang berhak mendapatkan bagian dari ibadah tersebut nisfuha lillah ini yang pertama Ya separuh yang bagian yang pertama kemudian wisfuha Lil Abdi ya dan separuh lagi untuk hamba Apa maksudnya iyaka nastain’in yang artinya Ya Allah hanya kepada engkau kami mohon pertolongan ya Allah pertolongan itu adalah perbuatan Allah pertolongan adalah perbuatan Allah yang diberikan kepada siapa kepada hamba dari Allah untuk hamba ibadah dari hamba untuk Allah Subhanallah maka separuhnya untuk Allah yaitu iyaka na’bud ya allahya kep kami beribadah ya Allah Waka nastain dari Allah Ya Allah iaka nastain Ya Allah kami mohon pertolongan ya Allah maka Allah berikan pertolongan ya untuk hambanya Subhanallah dan ini hal yang harus kita pahami tatkala kita membaca Alfatihah ya tatkala kita melakukan salat mendirikan salat baik salat fardu atau salat sunah pahami makna yang terkandung dalam ayat demi ayat dalam surah al-fatihah tersebut terutama yang menjadi pembahasan kita secara spesifik Pada kesempatan kali ini iyaka na’budu Wa iyaka nastain maka Dalam Hadis Qudsi Allah menjelaskan kalau hamba mengucapkan iyaka nabuduaka nastain had liabdi had liabdi W Abdi mas h baini Wain Abdi H baini Wain Abdi ini antaraku dan hambaku iyaka na’bud ini untuk Allah waaka nastain ini untuk kita dan ibadah yang kita lakukan tidak akan terrealisasi kec dengan Istianah mohon pertolongan kepada Allah Azza waalla kemudian Imam Inu qayim melanjutkan W ibadah kata beliau ibadah itu As ya ini lebih spesifik lagi penjelasannya semakin kita memahami akan kebutuhan kita kepada iyaka nabuduaka nastain alibadah ibadah itu menggabungkan antara dua prinsip dasar dua Prinsip utama Barang siapa yang tidak menggabungkan dalam ibadahnya antara dua prinsip ini maka dia belum dikatakan beribadah yang sempurna kepada Allah Azza wa Jalla ada kekurangan ada kecacatan dalam ibadah dan status dia sebagai hamba Allah yang pertama kata beliau gayatul hubbi ini prinsip yang pertama apa maksud gayatul hubbi ketulusan cinta kepada Allah yang kita ibadahi gatul hub cinta setulus-tulusnya tidak ada lagi cinta yang lebih tulus dari itu cinta yang tulus kepada Allah dan kecintaan yang tulus itu yang akan menjadikan kita atau membuat kita menghambakan diri kepada Allah ya kecintaan yang melahirkan ketundukan sehingga kata beliau poin yang kedua bayatiulli Wal khudui kesempurnaan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Itulah hakikat dari ibadah itulah hakikat dari status kita sebagai abdun lillah ya karena asal Musa dari kalimat ibadah menunjukkan ya makna asal makna dari kalimat ibadah itu menunjukkan kepada ada dua Makna tersebut kepada makna ketundukan I bahkan hakikat ibadah kepada Allah kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala maka orang Arab ya tatkala mengatakan bahwa jalan yang ditempu jalan yang mudah untuk dijalani ya lurus dan mudah untuk dijalani ya Jalannya mulus maka mereka namakan thqun muabbad bahasa Arab thqun muabbad jalannya lurus mulus tidak ada rintangan dan hambatan ya maka dinamakan thqu muabbad mungkin di zaman sekarang ini ya jalan tol yang sering kita lewati dengan mulus dan aman maka bisa namakan th muabbad mudah untuk dijalani ya mudalal ya tidak ada hambatan tidak ada rintangan maka attaabudulul khudu penghambaan itu ubudiah itu hakikatnya tadallul ketundukan kepada Allah ya ketundukan kepada Allah tadalul tunduk ya Wal khudu patuh kepatuhan dan ketundukan kepada Allah subhanahu wa taala jadi ikhwat Al Iman para besar rahimakumullah Sudahkah kita dalam beribadah selama ini menggabungkan antara dua prinsip dasar ini dua landasan utama ibadah kita kepada Allah subhanahu wa taala atau ibadah selama ini hanya gerak-gerik ya fisik kita ya gerak-garik lisan kita tapi ternyata tidak memaknai merenungi menghayati makna ibadah tersebut yang mengandung ketulusan cinta kepada Allah dan ketundukan kepatuhan yang sempurna kepada Allah subhanahu wa taala imamq melanjutkan lam takunidanah Barang siapa yang kau cintai tapi kamu tidak tunduk kepadanya anda tidak tunduk kepadanya Maka Anda bukanlah hambanya ya penghambaan itu menggabungkan antara cinta dan ketundukan kalau hanya mencintai tapi tidak tunduk dia bukanlah hamba sebaliknya waman KH lahu bila mahabbatin lam takun abidallah apabila kamu tunduk pada seseorang tapi kamu tidak mencintainya maka kamu tidak namakan abidanlah hambanyauhiban sampai kamu menjadi Khan muhibban Khan yang mencintai disertaai dengan ketundukan kepatuhan kepadanya Subhanallah kita cinta kepada k Allah Nam seorang mukmin harus cinta kepada Allah jika tidak cinta kepada Allah tidak ada arti keislamannya ya kecintaan kepada Allah ini bukti keimanan kita nah kecintaan yang tulus kecintaan bukan kecintaan yang merupakan instin kita kecintaan yang bermakna taabud ketundukan dan menghambakan diri kepada Allah Ya ini makna al-ubudiyah ini makna kecintaan ya kemudian bila kita telah cinta kepada Allah Sudahkah kita tunduk kepada Allah patuh kepada Allah begitu datang perintah Allah Sudahkah kita laksanakan tanpa ada sedikit pun beban dalam diri kita atau merasakan keberatan untuk melaksanakan perintah tersebut atau kita masih memilah memilih atau merekayasa atau mencari berbagai hilah ya alasan untuk tidak melakukan ya atau Begitu datang perintah kita laksanakan kita mengatakan perkataan orang beriman Ini bukti kitadillah sebagai bukti cinta kepada Allah begitu kita melaksanakan perintah Allah wajib dan yang sunah Sudahkah hal itu dibangun atas cinta kepada Allah hatya sebuah kebiasaan tradisi ikhwat Al Iman rahimakumullah tidak demikian ya Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami hakikat ubudiah kita yang beribadah kepada Allah mulai kita balik sampai saat Sudahkah kita memahami hakikat udiah kita kepada Allah subhanahu wa taala yang itu suungguhnya telah terkandung termaktub ya dalam surat yang kita baca tidak kurang dari 17 kali sehari semalam dan merupakan rukun dari salat kita maka Sudah saatnya kita melakukan mengintroseksi mengevaluasi yang diharapkan membuahkan renungan ayatan terhadap bacaan-bacaan Salat kita Nah dari sini kita ya Bisa menghukumi ya atau mengetahui bagaimana orang-orang yang membaca surah al-fatihah yang hanya ingin ya dalam sebagian kondisi dan keadaan hanya ingin menyelesaikan bacaannya bahkan terlebih lagi sampai dalam kondisi yang hanya membaca al-fatihah dalam satu nafas dan terlebih lagi dan sebagian salat yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin hadahumullah dalam salat tarawih misalnya ya bacaannya begitu cepat lalu apa yang harus bisa dihayati apa yang bisa direnungi dari bacaan tersebut bahkan mungkin tidak sah salat dengan cara seperti itu ya tidak ada tumninahnya maka dari sekarang bacaan-bacaan terutama al-fatihah yang kita baca dalam dalam dalam salat kita ya setiap saat bahkan menjadi teradisi sebagian ya dalam berbagai kesempatan ya mikan doa al-fatihah untuk Si Fulan Alfatihah untuk tapi hanya sekedar bacaan saja tapi tidak memahami renung kandungan dan tidak merenungi hakikat yang terkandu di dalamnya maka tidak ada perubahan yang signifikan dalam hidup kita Dibaca iyaka na’budu iyaka nastain tapi ubudiah kita cinta kita kepada Allah kepasrahan kita ketundukan kita kepada Allah masih sangat lemah belum membuktikan apa yang menjadi ya landasan kehidupan dan ubudiah kita kepada Allah subhanahu wa taala jadi kembali kita sampaikan bahwa ibadah kita dibangun di atas dua prinsip dasar ketulusan cinta kepada Allah dan kesempurnaan ketundukan kepatuhan kepada Allah tunduk tadulillah khudu lillah kita abdun lillah datang perintah Allah laksanakan S kemampuan kita tidak perlu lagi ada rekayasa atau alasan Mencari Alasan saya tidak mampu berbeda halnya tatkala seorang sakit atau ada uzur yang Syari Ya tentu hukumnya berbeda tapi sebagian atau bahkan banyak dari kalangan kita yang masih begitu datang perintah Allah kita merekayasa masih ada rasa dalam hati kita ya rasa keberatan untuk melakukan melaksanakan bahkan sebagian kita memila-mila ini enggak wajib kok Subhanallah Naam tidak melakukan yang sunah tidak berdosa tapi kita katakan Dia merugi perintah Allah ada yang wajib ada yang sunah tapi seorang mukmin abdun lillah yang cinta kepada Allah yang mengikuti Rasulullah dan berusaha mengikuti para Salafus salh para sahabat lihat Bagaimana kehidupan mereka mereka tidak ada memila-mila Oh ya rasul ini wajib sunah k Ya Rasulullah enggak ada seperti itu dari sini kita memahami Bagaimana kepribadian Salafus Saleh Bagaimana kondisi mereka dalam beribadah kepada Allah betul-betul menggabungkan kecintaan setulusnya kepada Allah dan ketundukan dan kepasrahan Sam n ini yang harus menjadi prinsip dasar dalam kehidupan kita sebagai ABD illah Dan ini juga akan membuangkan ya sikap yang mulia dalam hidup kita bersegera untuk ketaatan tatkala Allah memanggil kita Allahu akbar Allahu akbar Bagaimana sikap kita masa abdun lillah n begitu Allahu akbar Allahu akbar kita dipanggil untuk salat kaum lelaki yang masih sibuk misalnya dengan berbagai kegiatan nya dan tugasnya apakah akan ya datang untuk memenuhi panggilan tersebut atau masih sibuk dengan urusan dunia kita dan kesibukan bisnis kita buktikan kita abdun lillah ya dan dalam berbagai hal ya perintah Allah begitu juga larangan dari Allah subhanahu wa taala ikhwat Al Iman kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar rahimakumullah kemudian kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah walistianah alistianahaj asl kemudian Istianah tadi beliau menjelaskan ubudiyah iyaka na’bud maka ibadah tersebut menggabungkan antara dua hal ketulusan cinta kepada Allah dan kepasrahan dan ketundukan kepada Allah subhanahu wa taala I kemudian beliau menjelaskan iyaka nastain iyaka nastain’ Ya Allah hanya kepada engkau kami mohon pertolongan ya Allah juga kata beliauaj aslain perhatikan mungkin hal ini jarang kita dengar mungkin tidak pernah kita dengar pembahasan tentang iyaka na’budu iyaka nastain seperti yang Jelaskan Imam Ibnu qayyim kita ya simpulkan makna dari penjelasan beliau Istianah kita semon pert iak iuak nastain Isti memohon pertolongan kepada Allah kata beliau Taj asl juga menggabungkan antara dua prinsip dasar dua makna utama asqatu Billah mungkin yang lebih tepasqah itu ya betulbetul percaya kepada Allah tanpa ada keraguan sedikit ya yakin kepercayaan kepada Allah tanpa ada keraguan sedikit pun waltimadu Alaihi yang demikian itu akan melahirkan iktimad bergantung kepada allahq Billah percaya kepada Allah segala urusan kita kemaslahatan dunia dan akhirat kita ada di tangan Allah masa depan kita ada di tangan Allah kita hanya berusaha tapi segala hal itu kebaikan kita di tangan Allah kebutuhan hidup kita ya semua di tangan Allah rezeki kita di tangan Allah masa depan yang kita khawatirkan semua di tangan Allah alam semesta ini Allah yang memiliki Allah yang mengatur Allah yang menentukan semua terjadi dengan kehendak Allah Subhanahu Wa taalaqah Ya apapun yang kita hadapi dalam hidup ini kesulitan berbagai ancaman kekhawatiran maka Yakinlah kita memiliki Allah rabbul alaminqah Billah makanya kita ucapkan iyaka nastain Ya Allah hanya kepada engkau ya Allah kami mohon pertolongan kenapa ya Allah kami yakin Ya Allah apapun kesulitan kami hadapi kekhawatir masa depan yang terhadap diri kami bisnis Kami keluarga kami anak kami ya Allah kami Berserah diri kepada engkau ya Allah iyaka nastainiqah Billah enam asiqatu Billah ini yang kurang pada diri kita ya Sehingga sebagian dengan persaingan hidup yang sangat ketat zaman sekarang ini dia meragukan bimbang khawatir bimana masa depan saya ya persaingan bisnis yang luar biasa ya seorang mukmin Billah Naam Allah telah menentukan Allah telah mentakdirkan rezeki kita tidak akan diambil orang lain dan RE rezeki orang lain tidak akan kita ambil masa depan kita tidak juga akan Ya diambil atau dihancurkan oleh orang lain semua telah ditentukan oleh Allah Azza waalla tapi kita harus berusaha Oleh karena itu tatkala Kita yakin dan percaya kepada Allah makaid alaii ya bergantung kepada Allah jangan bergantung pada sayain Allah apalagi orang yang telah mati apalagi penghuni kubur ya apalagi makhluk yang lemah yang tidak bisa mendatangkan yang tidak memiliki sesuatu Apun tatkala kita mengucapkan i ya Allah kepada au kami mohon pertolongan ya Allah Allah aku yakin dan percaya kepadamu ya Allah aku bertawakalnya Kepu bermohon perlindungan dan juga hanya pertolongan bergantung P engkau ya Allah ini makna iak nastain maka enggak perlu kita dalam hidup ini bimbang jalani secara natural Jang Uli takdir jalani memohon kebaikan kepada Allah bimbingan kemudian jalani apa yang terjadi Alhamdulillah apa yang kita harapkan tidak terjadi Alhamdulillah Kenapa itulah takdir Allah subhanahu wa taala kita Yakin kesulitan apapun sakit kekurangan harta berbagai ancaman mungkin kita hadapi Billah pasti ada jalan keluar kita punya ya rabbul alamin yang tidak pernah tidur yang tidak pernah ngantuk mendengar doa kita bahkan mendengar intian hati kita ya melihat kondisi kita maka tidak perlu khawatir dalam menghadapi masa depan tidak perlu khawatir terhadap berbagai bisnis kita tapi Jalani hidup dengan baik ikuti aturan Allah subhanahu wa taala ikuti pengetahuan yang bermanfaati kemaslahatan kemudian tawakal Al Allah bukan berarti kita fqah Billah bergantung kepada Allah tawakal kepada kita tidak berusaha tidak waspada bukan itu maksudnya tapi setelah kita berusaha dan tidak membuat kita lalai dari kewajiban kepada Allah memohon pertolongan kepada Allah dan serahkan kepada Allah subhanahu wa taala ini makna iaka nastain ya Ya Allah hanya kepada engkau Kami memohon pertolongan hamba-mu ya Allah abdun semua kami hamba bagimu Ya Allah ubun-ubun kami di tanganmu Ya Allah keputusanmu berlaku enggak ada yang bisa menolak maka siiqah Billah asiqah Billah ini merupakanar tawakul buah manis dari tawakal kepada Allah kemudian melanjutkan seseorang boleh jadi itu dia yakin dengan orang lain ya tapi dia tidak bergantung kepadanya dalam urusan Diati dia yakin ya percaya kepada seseorang tapi dia tidak bergantung ya l karena dia mungkin ya tidak membutuhkannya dan terkadang seorang bergantung ya kepada seseorang tapi dia tidak percaya ya kepadanya Kenapa liaj karena ada kebutuhan karena ada kebutuhan ada masalah ada kebutuhan saja kena tidak ada orang yang mungkin ya menutupi kebutuhannya k dia tidak yakin kep tapi ka ada hajat dan kebutuhan ya dia bergantung kepadanya kep tapi dia tidak percaya Adapun abdun kita hamba Allah ya kita semua abdun lillah kita Yakin kepada Allah dan kita selalu membutuhkan Allah subhanahu wa taala dan keduanya tidak akan mungkin terpisah tidak akan mungkin bisa dipisahkan dalam kita menjalani hidup ini sebagai status Abdillah setiap saat setiap waktu setiap detik bahkan setiap ya pernapasan yang kita jalani dalam hidup ini ya tidak terlepas dari Istianah Billah mohon pertolongan kepada Allah terlebih lagi tatkala kita memahami apa yang disampaikan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di antara doa yang beliau ucapkan ya memohon Taufik dari Allah subhanahu wa taala setiap pagi beliau mengucapkan begitu setiap sore juga Yayu ya Qayyum birahmatika astag asliliani kah wilni Ya Allah Wil Ya Allah yayyu qayum yang Maha hidup qayum berdiri sendiri dan juga mengatur urusan hambanya birahmatikaag dengan rahmat istighasah dalam menghadapi berbagai kesulitan ancaman ya kemudian asah Perbaiki seluruh urusan hidupku Ya Allah Wi jangan serahkan diriku ya Allah kepada diriku sendiri Kendati Sekejap dalam satu kedipan mata Subhanallah ya Dan ini menjelaskan kepada kita bahwa kita tidak memiliki daya dan upaya La haula W quata illa Billah apa yang kita ucapkan la Haa W quata itu kalimat Istianah tiada ada kecuali dengan Allah dengan pertolongan Allah maka setiap mengucapkan melakukan suatu amalan memulai suatu amalan perbuatan bmillah Bismillah Dengan nama Allah ba DII mengandung makna istian memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala ikhwatiman kemudian kata Imam in qayim rahimahullahawakul kata beliau adalah makna yang mengabungkan antaraqah wtim Allah perintahkan kita bertawakalahwakalmininwakalminuna tawakal kepada Allah dan hakikat tawakal kepada Allah menggabungkan antara fqah dan iktimad yakin sepenuhnya kepada Allah dan bergantung kepadanya itulah hikat tawakal jadi sesungguhnya kalimat Istianah iyaka na’budu iyaka nastainin mengandung makna tawakal kepada Allah subhanahu wa taala itulah hakikat iyakas kata beliau wahua hqiatu iyaka nastain jadi tawakal itu hakikatnya iyaka nastain karena kita yakin dan percaya kepada Allah maka kita bergantung kepada Allah maka terucaplah dari lisan Kita iya tidak ada tempat bergantung tidak ada tempat memohon pertolongan tidak ada tempat kita menyelamatkan diri ya tidak ada tempat kita curhat mengadukan seluruh permasalahan ya tidak ada yang bisa menyelesaikan problematika hidup kita kecuali Allah kita tidak memiliki daya dan upaya maka ia akan hanya bertawakal kepada Allah tapi bukan berarti tawakal Kita tidak berusaha harus berusaha dalam bentuk apa bersungguh-sungguh Inilah makna Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallamuk wastain Billah lihat wastain Billah ihr ini ibadah kita bersungguh-sungguh untuk melakukan segala hal yang bermanfaat untuk diri kita ya dalam usaha urusan dunia dan akhirat kita tapi jangan lupa iaka nastain mohon pertolongan kepada Allah ini Senada dengan makna iaka nauduak nastain begitu juga Rasul memerintahkan wasiatkan kepada abbasah ini doa ibadah ibadahmohon kepada Allah apabila kamu mohon pertolongan mohon pertolongan kepada Allah maka jangan pernah hati kita berpaling dari allahanya sikit keyakin di hati kita ada selain Allah selain Allah dari makhluk-makhluk Allah ini bisa mendatangkan kebaikan piri kita apalagi keyakinan orang-orang mati roh para wali orang-orang Saleh ini bermasalah dengan iyaka nastain bermasa dengan Tauhid kita bersegeralah untuk bertaubat kepada Allah memperbaiki tauhidnya memperbaiki taabudnya ubudiah kepada Allah itu telah bertentangan dengan Tauhid ya iyaka na’budu iyaka nastain kata beliau itu mengandung makna ubudiyah dan tauhid kepada Allah iyaka na’bud hanya ketulusan ibadah kepada Allah berdoa kepada Allah tawakal kepada Allah memohon kepada Allah berharap kepada Allah khusyuknya kepada Allah ya cinta hanya kepada Allah takut hanya kepada Allah Salat kita hanya kepada Allah kita berpuasa dan seluruh ketaatannya kepada Allah bersedekah untuk Allah bernazar untuk Allah penyembelihan untuk Allah semua ibadah kita lahir batin ucapan dan perbuatan lillahibbil alamin itu iak naudu iak nastain inilah ya faktor utama yang membuat kita mampu untuk beribadah itu dengan pertolongan Allah subhanahu wa taala bila kita memahami rahasia maka hati kita akan menjadi tulus di sini kita akan memperbaiki hati Islahul Qulub Tapi selama di hati kita ada keterkaitan dan keyakinan ya kepada selain Allah tidak ada ketulusan cinta dalam hati kepada Allah subhanahu wa taala hati kita bermasalah maka berkurang Kepercayaan dan keyakinan kita kepada Allah maka demikian juga berkurang nilai iyaka nastain kita dan ini hal yang harus kita pahami dalam kita hidup ini tidak akan mungkin kita bisa menjalani seluruh aktivitasnya dalam urusan dunia kita dalam bisnis kita dalam profesi kita masing-masing ya sebagai pemimpin ya sebagai kepala rumah tangga sebagai Mungkin masing-masing dia sebagai dokter bisnisman dan semuanya pengajar para murabbi para Ustaz dan semuanya tidak akan mungkin hal itu terjadi bisa dilaksanakan masing-masing bisa melaksanakan tugasnya menunaikan amanah menjadi ya tanggung jawabnya kecuali iyaka nastain maka dari sini akan muncul ketundukan ya Allah hamba-u yang lemah Ya Allah tidak memiliki d dan upaya maka tunduk kita kepada Allah muncul ketundukan kepada Allah Ya itulah hakikat ubudiah kita kepada Allah Subhanahu waala ibadah disyariatkan oleh Allah ya bermaksud menjadikan kita hamba yang tunduk kepada Allah dalam setiap saat dan waktu itu hakikatnya kita abdun lillah Jangan pernah keluar dari status ubudiah kepada Allah membangkang kepada Allah menentang Allah mengkritisi Allah tidak ada Rid dengan putusan Allah itu adalah hal hal yang telah keluar dari ya lingkaran ubudiah kepada Allah apalagi menghakimi Allah mengkritisi agama Allah mengkritisi aturan syariat ya Subhanallah siapa Anda abdun hamba yang tidak memiliki D upaya yang memiliki dengan segala keterbatasan Nam maka iyaka na’bud kecintaan kepada Allah iyak ketundukan kepada Allah subhanahu wa taala IUD ini ada tauhid uluhiah ini yang tadi disampaikan imamquhid jadi ubudiah dan t berkis di antara di atas dua landasan iak naudu i naud Inilah tauhidul uluhiah penghambaan kepada Allah ketulusan ibadah kepada Allah ini rubah karena Allah tempat kita berlindung tempat memohon pertolongan itulah perbuatan Allah maka kita meyakini Allah yang bisa memberikan pertolongan Kenapa Allah yang menciptakan Allah yang mengatur Allah yang menguasai alam semesta ini maka dia bisa memberikan pertolongan kita Yakin iyakastain berarti kita meyakini Allah yang melakukan yang berbuat di alam semesta ini mengatur hambanya inilah tauhid rububiyah Subhanallah itulah tauhid itulah makna perkata Imam Ibnu qayyim madarul ubudiyati wa tauhid kemudian kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah ya watqdimul ibadtian lihat susunan kalimatnya didahulukan iyaka na’budu dari iyaka nastain kata Imam Ibnu qayyim didahulukan Ibadah dalam penyebutan iyaka na’budu ya dari iyaka nastain di dalam surah Alfatihah ini ini Min babidimil Gat Alal wasal merupakan ya pendahuluan Gayah tujuan dari wasilah Apa maksudnya namam tujuan kita adalah ibadah kepada Allah didahulukan dulu tujuan ubudiah lillah kemudian baru wasilah sarananya ya wasilah untuk mewujudkan ubudiyah maka tujuan kita diciptakan Gayah dan hikmah Kita diciptakan jin dan manusia W khalqtul jinna wbudun tidak kuciptakan jin dan manusia kucilik untuk beribadah kepadaku ini tujuan maka didahulukan tujuan dulu kemudian setelah itu tidak akan mungkin tujuan ini teralisasi kecuali ada wasilahnya faktor yang mendorong atau yang bisa mewujudkan atau yang bisa ya mengantarkan kita sampai kepada tujuan tadi yaitu Istianah Billah ini wasilah kita maka tiada ubudiah tanpa Istianah tanpa Istianah ya tiada ubudiah tanpa Istianah tidak bisa kita melakukan suatu Apun tanpa Pertolongan Allah subhanahu wa taala ibadah itu merupakan tujuan Ya Hamba diciptakan dan Istianah it adalah wasilah ya kepada ibadah ya maka Rasul juga berwasiat kepada Muad ya ya Muad Aku mencintai engkau karena Allah sebagai bukti kecintaan beliau di antaranya beliau memberikan wasiat ya ya Apa itu wasiatnya jangan engkau lupa wahai Muad untuk selalu berdoa di penghujung salatmu allahumni Subhanallah ini semua memperkuat mempertegas pernyataan yang dijelaskan Imam Ibnu qayyim dan apa yang dijelaskan oleh Allah subhanahu wa taala iyaka nabudu iaka nastain ya Allah berilah aku pertolongan untuk berzikir untuk bersyukur ini semua ibadah ini wusni ibadtik dan untuk melakukan ibadah yang terbaik untukmu Ya Allah ya Kemudian beliau menukil perkataan ya guru beliau sikhul islamimiyah rahimahullah apa kata syikam rahimahullahh i shul Islam siapa tidakal sikhul Islam keilmuannya kematangannya dan kejeliannya ya kemampuannya dalam memahami teks-teks al-quran dan perkataan ulama Salaf ya ulama yang Tidak diragukan tidak ada yang membencinya kecan tidak memahami hakikat dari keilmuan dan juga apa yang beliau pahami dan sampaikan pejuang yaib sikhul Isam menjelaskan taamaltu Saya telah memperhatikan berarti dia telah membaca al-quran menghayati merenungi bukan seperti kita hanya baca Alfatihah sampai ingin mengkhatamkan Annas para ulama bukan demikian taamal merenungi taamal tu anfaada Beru renungi doa-doa yang beliau ya ketahui dari doa-doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam anfaud dua Sesungguhnya saya telah merenungi dan menghayati merenungi doa yang paling bermanfaat doa yang paling bermanfaat Faid Hua ternyata doa tersebut ada dalam permohonan ya pertolongan kepada Allah alatihi untuk melakukan hal-hal yang diridai oleh Allah ibadah dan seluruh ketaatan itu doa yang paling bermanfaat kata beliau dan ternyata beliau mendapatkan doa yang bermanfaat tersebut iitu memohon pertolongan kepada Allah untuk melakukan hal-hal yang diridai oleh Allah yang dicintai oleh Allah ternyata doa tersebut ya terdapat di dalam iyaka na’budu dalam Surah al-fatihah dan secara spesifik dalam firman Allah iyaka na’budu w iyaka nastain maka Mari kita bersama-sama untuk merenungi dan menghayati kandungan dari surah al-fatihah mudah-mudahan demikian ibadah kita semakin bermakna dan berbagai kemudahan dalam hidup ini akan kita dapatkan ya dengan pertolongan dan kemudahan dari Allah subhanahu wa taala demikian mudah-mudahan bermanfaat wasallahu Nabina Muhammad wabii wasallimalhamdulillahabbilamin Ust Barakallah fikum wazakallahu Khairan telah meluangkan waktu untuk menyampaikan bimbingan yang bermanfaat kepada kami di kesempatan kali ini dari pembahasan Amalul Qulub mohon maaf tadi kami e salah dalam menyampaikan pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini amalan an hati telah kita simak bersama dari awal hingga akhir ini selanjutnya bagi anda ingin memperdalam materi seputar pembahasan di 0218236543 kami undang Anda via telepon untuk pesan singkatnya di 0819896543 silakan mengirimkan melalui pesan singkat Halo kami angkat pertanyaan pertama via telepon kami bacakan dariusan singkat Barakallah Fik Ustaz izin bertanya kebanyakan para imam salat begitu sudah salam mengatakan Alfatihah kemudian Imam tersebut memimpin doa kemudian sebelum menutup doanya mengatakan Alfatihah Nah apakah ini ada tuntunannya dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam atau para sahabatnya Syukron Ustaz dari Muhammad Amin di Ogan Ilir Sumatera Selatan silakat ya Terima kasih saudara yang bertanya ya Barakallah Fik dan semoga juga Allah memberkahi seluruh para pemirsa dan para pendengar di mana saja berada ya adapun yang ditanya tadi sebagian imamu Saya salat menguca al-fatihah mimpin doa kemudian Alfatihah Li Fulan ini tidak ada tuntunannya Nah maka Sangat disayangkan seorang Imam panutan inamalal Imam imamadikan sebagai panutan diikuti maka wahai para imam Belajarlah salat yang benar belajar tuntunan salat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Anda Imam ya agar salat sesuai dengan tuntunan Rasulullah suruh mengatakan shiatlah sebagaimana melihat saya salat dan para sahabat telah memperhatikan merenungi memperhatikan menghayati Bagaimana salat beliau diriwayatkan kemudian begitu juga zikir-zikir yang selesai salat sudah lengkap enggak perlu ada hal-hal yang baru ditambah-tambah Nam surah al-fatihah surah yang agung ya tapi posisinya bukan setelah salat Alfatihah dibaca di waktu salat rukun setelah zikir setelah salat Assalamualaikum ke kanan Assalamualaikum ke kiri Rasulullah mengucapkan astagfirullah astagfirullah kali kemudianikan diucapkan Ya allaham Allah KUD sebelum Lailahaillallah laahaillallah wahdahuarik ya dibaca Nam yang seperti itu kemudian setelah itu ucapkan subhanallah alhamdulillah pada Allah Allahu akbar atau subhanallah subhanallah kemudian setelah itu walhamdulhamdulill Allahu akbar Allahu akbar masing-masing tigatiga kali dilengkapi dengan la ilahaillallah wahdahu la syarikaalah lahul mulkhamdu wulqir itu yang ada adapun yang disampaikan tadi maka sama sekali tidak ada contoh dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Nah sekarang menjadi pertanyaan kita ini mencontoh siapa silakan mach siapa hanya sebuah tradisi yang kita ya lestarikan tidak bermanfaat dengan cara seperti itu maka Belajarlah agama yang benar Belajarlah tentan cara salat yang benar dan cara zikir yang benar maka anda akan beruntung merugi seseorang yang menyelisihi tuntunan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam rasulah mengatakanila amaluun amalan yang tidak S sunah ditolak l ya merugi umur kita habis kita merasa telah ber beramal tapi ternyata Dias dengan Sunah Rasul Inilah semangat kita yang harus menjadi ya pendorong kita penyemangat kita untuk beribadah yaitu Bagaimana tulus beribadah kepada Allah dan bagaimana kita bisa meneladani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Nam dua hal yang menjadi semangat kita beribadah meningkatkan kualitas ibadah kemudian juga kuantitasnya dan seringki ya kita ini sangat kurang kuantitasnya malas beribadah ya salat pun kadang kita malas ya lalu tingkatkan dua satu hal yang itu harus menjadi ya faktor utama diterimanya ibadah kualitasnya nilainya keikhlasan dan ittiba rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Kati mungkin Amalan kita sederhana Nam yang wajib harus kita sempurnakan dengan baik amal-amalan yang sunah mungkin ya sangat sederhana Amalan kita tapi kesederhanaan dalam melaksanakan Islam t dengan Sunah lebih baik daripada sungguh-sungguh tapi ternyata tidak sesuai dengan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka Sebagian ulama Salaf pernah mengatakan alqtisadu funah kir minalar bidah bersungguh-sungguh kesederhanaan dalam artian melaksanakan ya hal yang mungkin sederhana Amalan kita tapi sesuai dengan sunah lebih baik daripada bersungguh-sungguh banyak tapi ternyata amalannya bidah-bidah enggak ada landasannya maka Ikhwatul Iman kaum muslimin ya hidup kita hanya sekali maka pastikan bahwa yang sekali ini betul-betul menjadi orang yang beruntung bagaimana ikhlaskan ibadah kepada Allah kemudian dalam menjelaskan syariat Islam ini ikuti syariat rasulullaham jangan menambah-nambah agama bukan tradisi bukan kebiasaan bukan warisan para leluh dan nenek moyang kita tuntunan Allah syariat Rasulullah itulah agama Islam ini maka belajar kita kuncinya belajar kuncin belajar dan mendengar buka telinga buka hati singkirkan berbagai persepsi negatif ya ini terkadang datang menyampaikan kebenaran ditudung dengan bermacam-macam inilah itulah ya Subhanallah pada sampaikan qallah qal Rasul tapi Begitulah Ya dalam perjalanan hidup ada orang-orang yang harus yang menjadi pelajaran dan juga yang EE merugi yang merugi adalah orang-orang yang menjadi pelajaran bagi yang lain yang beruntung orang-orang yang bisa mengambil pelajaran dari orang lain Nah demikian wallahuam tib Ustaz Barakallah fikum Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan baik itu via telepon maupun pesan singkat Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak dengan siapa Di mana ini dengan Pak Samsul di Lampung silakan Pak Samsul bertanyaannya iya mungkin agak keluar tema ini Ustaz mau tanya kalau salat salat ee apa namanya istahiyatul masjid pada waktu subuh pada Ee kita datang setelah azan Apakah kita melaksanakan salat tahiyatul masjid dulu baru qbliah subuh atau bagaimana atau niatnya digabung Ustaz itu yang pertama yang kedua Apakah salat Witir itu yang bagus satu rakaat atau tiga rakaat sekaligus Apakah dua-duanya boleh Mohon penjelasan Ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz ya Eh terima kasih kepada Pak Samsul di Lampung ya barakallahu Fik atas pertanyaannya ada dua pertanyaan jadi seorang yang masuk masjid setelah azan subuh Apakah dia tahiyatul masjid dulu atau salat subuh dulu e salat dua rakaat sebelum subuh ya langsung saja salat dua rakaat sebelum subuh dan secara otomatis dia telah ya Ee mencakup tahiyatul masjid jadi langsung salat dua rakaat yang itu adalah bagian dari rawatib qobliah sebelum subuh dan secara otomatis yang demikian itu telah mencakup tahiyatul masjid Kenapa demikian kenapa Rasul menjelaskan Apabila salah seorang ahukumjajta raktin ya Apabila salah seorang kan masuk masjid jangan dia duduk ya sebelum dia salat dua rakaat begitu kita masuk masjid sebelum salat e setelah salat e azan subuh dan masih menunggu iqamah ya maka sebelum kita duduk kita melaksanakan dua rakaat sebelum subuh dan itulah rawatib qabliah sebelum subuh yang kata nabi Khair minad Dunya W fiha lebih baik dari dunia dan seisinya maka secara otomatis itu telah mencakup tahiyatul masjid Kena apa yang sampai ke Rasul telah terpenuhi kita belum duduk ya tidak duduk kecuali setelah salat dua rakaat tadi maka cukup hanya dengan tahi cukup hanya dengan melaksanakan dua rakaat tadi ya dua rakaat tadi kemudian telah mencakup tahatul masjidnya secara otomatis telah mencakup Nam berbeda kalau kita masuk ya sebelum Azan maka masuk ya salat dua rakaat dulu baru duduk sambil menunggu azan nanti begitu azan baru kita salat dua rakaat sebelum subuh n jadi tidak perlu lagi Oh tiat itu masih dulu nanti baru setelah itu baru dua rakaat subuh gak perlu lagi seperti itu karena telah ya Ee terwakili dengan dua rakaat dua rakaat sebelum subuh tadi Nam pertanyaan yang kedua tentang masalah Witir ya Apakah satu rakaat atau tiga rakaat ya dalam hal ini ya permasalahannya tergantung kepada kondisi kita ya karena salat Rasul su Ali wasallam itu ganjil di malam hari Witir di makan seluruh salat Nabi yang jumlahnya 11 rakaat itu namakan seluruhnya secara penamaan itu Witir Kenapa itu ganjil ya salat malam rasul itu secara umum salat malam itu karena jumlahnya ganjil maka namakan Witir maka dalam ini beliau salat dua rakaat kemudian dua rakaat Kemudian istirahat dua rakaat dua rakaat kemudian Witir dan witirnya ya bisa tiga kali satu salam atau tiga tiga rakaat maksudnya tiga rakaat satu salam kemudian atau tiga tiga rakaat dengan dua salam nah yaitu dua rakaat kemudian setelah itu dia salam kemudian di ee akhiri dengan satu rakaat tiga bisa yang ya tiga rakaat setah langsung kemudian tiga rakaat dengan dua salam kemudian bagi seseorang yang mungkin ya ee terlambat bangun hanya tersisa waktu mungkin 10 menit masih bisa dia berwudu sebentar kemudian masih tersisa 5 menit maka dia belum sempat salat Witir maka masih ada waktu salat satu rakaat penting jangan ditinggalkan salat satu rakaat yang singkat ya J waktu tidak bisa membaca dengan panjang cukup baca Ya setelah Alfatihah bacaluallahu Ahad allahad lam yalidam yuladam yak ruku bangkit kemudian sujud ya jika kondisi seperti itu atau juga seorang ya bila salat malam kemudian dia dan membaca panjang kemudian khawatir kata rasulum ya apabila khawatir masuk subuh maka salatlah satu rakaat untuk menutup salat malamnya demikian wallahuam tib Ustaz Barakallah fikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya selanjutnya masih kami berikan kesempatan baik itu via telepon maupun pantingkat silakan Halo Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ibu dengan siapa ini di mana Mohon maaf hamba Allah di Sulawesi silakan Ibu pertanyaannya mau bertanya Apakah yang dimaksud salat awwabin dan kapan waktunya dan Berapa rakaat yang dilakukan Diulangi kembali bu Apakah yang dimaksud salat awwabin dan kapan waktunya Apakah yang dimaksud salat awwabin iya iya Bu dan kapan waktunya dan Berapa rakaat yang dilakukan Baik Terima kasih Bu atas pertanyaannya silakan Ustaz i terima kasih Ibu hamba Allah di Sulawesi ya beliau bertanya tentang salat awwabin ya salat aab itulah di Ananya salat DHA ya salat duha ya waktu salat duha itu dari terbit matahari sampai ya tergelincir ya itu salat awwabin Naam ya minimal dua ya maksimal yang mengatakan ya delapan ada yang mengatakan Lebih tapi intinya salat awwabin itu adalah ya salat adduha salatul duha salatul awwabin Ya Dan ini juga ya diwasiatkan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ee kepada Abu Hurairah dan Abi Dzar jangan sampai meninggalkan salat duha kemudian juga disebutkan di dalam hadis bahwa setiap ee setiap terbit matahari itu bahwa seluruh persandihan yang ada dalam tubuh atau fisik manusia Ini Membutuhkan sedekah dan yang demikian itu terwakili dengan dua rakaat duha jadi itu maksudnya salat awwabin salatukan waktu salat duha eh waktu duha dan waktunya dari terbit matahari sampai tergelincir matahari demikian wallahuam Ust Barakallah fikum Terima kasih atas Jawabannya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silakan Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak dengan siapa mohon maaf dari Pak Hadi Jakarta Pusat Pak silakan Pak Hadi pertanyaannya sayau Saya mau tanya Ustaz iya saya mau tanya Ustaz eh bahwaakan bahwa kalau engak salah ada Ustaz sunah mengatakan bahwa hidup kita ini berada dalam lingkaran takdir Maksudnya apa Ustaz lingkaran takdir di situ Artinya kita kita itu dari takdir yang satu ke takdir yang lain Jadi poinnya itu takdirnya itu dengan apa dengan firman Allah yang mengatakan atau sunah rasul qadarallah W Afal jadi takdir apa takdir yang mana Ustaz karena kita hidup di dalam lingkaran takdir e Terima kasih Ustaz wasalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Ya terima kasih Pak pak had di jakartaustaz ya barakallahik Dan saya sering mengucapkan kalimat yang seperti ini hidup kita diilengkalan takdir Nam itulah kenyataannya TII sekarang lingkaran ya diumpamakan bahwa hidup ini semua Apakah keluar dari takdir Allah subhanahu wa taala jadi ee saya sering menyampaikan penjelasan tentang masalah takdir agar bisa mudah dipahami Ya seperti kita dalam sebuah lingkaran enggak ada seorang pun bisa keluar ya tertutup rapat lingkaran ya itulah hidup kita yang terjadi dalam hidup kitaya perpindahan dari titik takdir ke titik yang lain Adapun kita ingin keluar dari takdir Ke mana kita mau keluar semua telah tertulis diil mahfuz sebelum penciptaan langit dan bumi Ya selama 50.000 tahun telah ditulis dan telah tertulis semuanya termaktub tapi menjadi kita tidak mengetahui apa itu Yang ditakdirkan kecuali setah terjadi maka di sinilah bahwa namam kita tidak bisa keluar di takdir apapun ya yang jelek atau yang baik dan yang jelek tapi yang jelek tentu di sini hanya yang berkaitan dengan diri kita yang menimpa diri kita Adapun dari sisi perbuatan Allah yang telah menentukan segala sesuatu kemudian apabila Allah menghendaki dan itu terjadi tidak terlepas hikmah maka tidak ada yang jelek yang jelek itulah efek dari Allah takdirkan yang menimpa diri kita ada kita mungkin ya masa sakit kita mau sehat selalu sakit kurang menyenangkan tapi ada orang yang sakit pun merasa nikmat dia berbeda ini namanya relatif ya penilaian kita jadi benar lingkaran takti kqnahu biqadar kata Allah Inna khalqnahu biqadar segala sesuatu dengan takdir ya nah kata rasulqadar n segala su dengan takdir jadi itu benar ungkapan yang bahwa kita hidup ini hanya berpindah dari satu titik takdir ke titik yang lain contoh ya kita mungkin ya diuji oleh Allah sakit itu takdir Allah hendak kita sakit tayb bagaimana caranya ya kita pergi ke dokter spesialis yang ya berkaitan dengan sakit kita kita konsultasi berarti kita pergi ke dokter Allah telah mentakdirkan Si Fulan kalau sakit dia pergi ke dokter itu takdir juga sampai di dokter dokter ditakdirkan oleh Allah memberikan resep ya dicek dulu kesehatan kita kemudian kita konsultasi dia menyampaikan ya ini belikan resepnya tib begitu kita Berikan resep nanti dia katakan nanti pergi ke apotek ya kita pergi di sana ngambil obat ya pindah lagi dari titik takdir dokter ambil obat Allah takdirkan 10 ambil obat kemudian sampai di rumah kita minum obat tadi Tayib maka dengan izin Allah kena cocok obatnya dengan penyakit tadi sembuh berarti dari sakit tadi kita berpindah p titik kesembuhan siapa menyembuhkan Allah dengan perantara dokter obat yang resep diberikan tadi tapi jika seandainya dia sakit pergi ke dokter tapi setel Ini obatnya ini pantangannya tapi dia tidak mengindahkan sembuh enggak enggak tetap Sakit Ka dia tadi berpindah ke dokter tapi kembali sakit lagi ke titik awal sakit waktu pandemi ya kita pakai masker tapi pakai masker ada juga yang kena kita berpindah ini tempat berjangkit ini pindah tempat lain yang tidak berjangkit di sana wabah atau pandemi dan yang ada di tempat yang lebih aman jangan pergi ke tempat yang tidak aman itu semua usaha kita kita berada dalam kondisi mungkin ya dengan rezeki yang ya mungkin sangat kurang kemiskinan kita berusaha kita berusaha berusaha Ya berdoa ya Allah bukakan pintu rezeki jadi orang kaya raya dari awalnya titik kemiskinan karena dia usaha usaha tadi juga takdir Allah subhanahu wa taala kita diizinkan untuk bekerja dibuka pintu rezeki oleh Allah kemudian menjadi seorang mungkin ya berapa tahun setelah itu menjadi seorang yang kaya takdir begitu juga dan dasar awal kita adalah suatu kebodohan kejahilan kemudian kita belajar dari kebodohan berpindah pada titik kita belajar terus berproses kita menghafal murajaah bertanya menjadi seorang yang berilmu begitu seterusnya seorang yang awalnya hidup dalam keadaan Fitrah kemudian ternyata menyimpang karena ada lingkungan tapi setelah itu dia mendapatkan hidayah Kenapa dia membuka pendengaran dan hati bisa mendengar nasihat dapat Hidayah dari kesesatan Penda kepada Hidayah maka titik-titik takdir dalam peringkaran takdir tadi itu Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita titik roda takdir ya berputar terus n jadi itu maksudnya itu sangat benar maka semua yang terjadi dengan izin Allah maka begitu terjadi apa yang kita ucapkan masyaallahu kan W lam Yasya lam Yakun ya Masyaallah kan apa yang Allah kehendaki terjadi apa yang tidakkehendaki tidak akan terjadi dan itulah maksud benar tidak ada masaah dengan Ungkapan tersebut Nam dan ini tentu membutuhkan pembahasan yang mungkin lebih dalam lagi tentang masalah takdir agar kita lebih paham dan mantap dalam memahami takdir tapi waktu yang tidak memungkinkan kita untuk melanjutkan mudah-mudahan nilaian waktu bisa dibahas atau dengan pembahasan para Ustaz yang lain Nam tentang masalah keimanan dan takdir ini demikian mudah-mudahan bermanfaat mohon maaf atas segalaekhilafan dan kekurangannya Semoga senantiasa dalam kemudahan dan pertolongan Allah dan bimbingan Allah subhanahu wa taala Allahumma Amin waakhiruwanailhamdulillahbilamin subhanakallahum wabihamdik asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wubu ilai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh jazakallahuir warakallah fikum kepada Ustaz druham San Ma hafidahullahu taala yang telah berkenan meluangkan waktunya di tengah-tengah kesibukan beliau di dalam mengajar dan berdakwah kepada kaum muslimin dan muslimat sehingga kita dapat mengambil faedah dari amalan-amalan hati ini kita jadikan tambahan ilmu untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita k Allah subhanahu wa taala kami mohon maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam kami menghadirkan program acara ini Insyaallah kita akan berjumpa kembali di lain kesempatan subhanakallahumma W biihamdika asadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr Muhammad Nur Ihsan | Amalan hati
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply