menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] alhamdulillahahm illallah wahdahuikah waadu Anna muhammadan abduhuasul ba para pemerhati rja di Manap pun anda berada Semoga Allah subhanahu wa taala memberkahi menjaga dan memuliakan kita semua Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini kita dapat bersua kembali dan kita akan ikuti bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin setiap Selasa pagi ini pembahasan Parenting diambil dari buku dengan judul Ada apa dengan remaja sebuah buku yang disusun oleh Al Ustaz Abu Hisan almaidani hafizullah dan akan disampaikan pada setiap pagi ini oleh penyusian langsung yaitu beliau Al Ustaz Abu Hisan almaidani dalam pembahasan kali ini Insyaallah melanjutkan dari pekan yang lalu yaitu jangan merusak kepribadian anak dan seperti biasa setelah materi yang kami yang Al Ustaz ee berikan kami akan buka sesi tanya jawab bagi Anda yang ingin bertanya melalui pesan Whatsapp silakan bisa mengirimkannya di nomor 0819896 543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Ustaz kami persilakan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu wastainuhu waastagfiruh wa naubillahi minuri anfusina wasiatialinaahdihillah Fala mudillahlilala hadalah asuaah wdahuarikah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulah haqqo tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun wa ba’du para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala atas nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita pagi ini kita dapat bertemu kembali kita masih membahas buku Ada apa dengan remaja pada kesempatan Pagi ini kita melanjutkan poin ee jangan merusak kepribadian anak ada dua poin yang sudah kita bahas yang pertama adalah ee berteriak dalam berkomunikasi atau mengangkat suara tinggi-tinggi yang kedua terlalu banyak memberikan komentar berikutnya kita akan lanjutkan ya poin yang lain berkaitan dengan ee subbab jangan rusak kepribadian anak yang ketiga adalah terlalu banyak memerintah yaitu ee perintah-perintah yang sifatnya duniawi ya itu hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ya kita ee perintahkan anak untuk ee melakukannya sebagian orang tua mungkin karena ee image orang tua itu adalah ya memerintah ya karena dia adalah ee orang tua kepala keluarga pemimpin ya jadi identik dengan memerintah tapi sebenarnya tidak seperti itu juga makna pemimpin ya di kalangan orang-orang Arab ada ungkapan khadimul ee e Imamul kaumi khadimuhum atau eh pemimpin satu kaum adalah ee pelayan mereka yaitu pemimpin itu sebenarnya tugasnya adalah melayani ya bukan e tukang perintah tapi bagi sebagian orang ya makna kepemimpinan itu enggak akan sempurna atau komplit bagi mereka kalau tidak e suka memerintah nah ini sebenarnya tidak baik ya dalam Bab konteks mendidik ya terlalu banyak memerintah tanpa membangun kepercayaan pada anak terlebih dulu ini akan melemahkan kepribadian mereka Sebab Dia akan berpikir bahwa dirinya hanyalah dijadikan alat untuk melaksanakan apa yang menjadi kemauan orang tua apa yang diinginkan orang tua dia merasa dieksploitasi Walaupun dia tidak ee bicara ya mungkin anak itu diam saja apalagi ya orang tuanya ya Ee membubuhinya dengan kadang-kadang ya anak harus taat sama orang tua ya Memang iya anak itu harus taat sama orang tua tapi bukan maknanya juga orang tua bebas mengeksploitasi anak sesukanya ya Nah demikian Ya ada juga sebagian orang tua yang punya pikiran seperti itu itu atau asumsi seperti itu ya pemimpin itu ya nyuruh ya Nah demikian ya jadi ee sebenarnya pemimpin itu bukanlah orang yang Ee kita katakan dilayani malah melayani sebagaimana ee ungkapan orang-orang Arab itu ya Amirul kaum atau Imamul kaumi khimuhum pemimpin Amir Imam satu kaum itu justru adalah khadimnya yang melayani dan ya melakukan apa yang bisa dilakukan untuk apa yang di Siapa yang dipimpinnya atau rakyatnya Nah demikian Selain itu ya sikap seperti ini akan menjadikan anak tersebut memiliki kepribadian yang pasif ya dan itu juga akan menjatuhkan harga dirinya dia seolah-olah orang yang manusia yang tidak memiliki harga diri ya maka ya wajar kalau orang tua itu menyuruh tapi jangan e terlalu berlebih hingga kadang-kadang hal-hal yang tidak perlu kita menyuruhnya juga kita menyuruhnya ya hal-hal sepele kadang-kadang ya kita juga ya memakai privilagee itu sebagai orang tua ya Wah saya harus dilayani ya maka di rumah Ya ya sikapnya terlalu komending apa-apa nyuruh Ya baik itu anak ee maupun istri ya Sehingga ee kadang-kadang dalhnya saya sudah letih untuk mencari nafkah kita tahu ya bagaimana keadaan Nabi di rumah beliau mengerjakan apa yang beliau bisa kerjakan sendiri tanpa harus menyuruh ya Nah demikian nah ini juga akan menjatuhkan ee kehormatan ya Ee orang tua di mata anak ya Nah demikian ya Ee tentunya ya Ee seorang ayah ataupun ibu yang betul-betul menjaga marwahnya di depan anak ini akan tentunya lebih dihormati ya oleh anak tersebut nah ketika kita dapat penghormatan dari anak anak itu respek sama kita maka Apun yang kita katakan kepadanya Mungkin dia akan mudah menerima nasehat misalnya ya kata-kata kita ya ataupun ilmu dakwah yang kita sampaikan kepadanya itu lebih ee berbobot ya di matanya ya Nah di hatinya Kenapa karena dia adalah orang tua yang dihormati ya Nah anak respek kepadanya nah apabila ee sudah jatuh ya Ee respek anak kepada orang tua ya mungkin anak itu pasif saja dia terhadap orang tuanya ya Nah demikian apa yang dikatakan orang tuanya ya mungkin masuk telinga kanan keluar telinga kiri ya dia tidak membantah Mungkin dia tidak mengingkari dia tidak melawan yang lebih parah lagi kalau anak itu mengingkari ataupun melawan Nah ini kan sudah menjadi suatu penyakit pada dirinya ya Nah tentunya kita tidak berharap seperti itu anak melawan atau e ya kita katakan ee menentang ataupun mengingkari ataupun melawan kepada ee kedua orang tuanya tapi kadang-kadang sikap anak seperti itu juga dipicu oleh sikap dan perilaku orang tua maka kadang-kadang masalah pada anak jangan kita langsung tunjuk hidung ke anak Wah kamu gini gitu gini gitu Padahal ya mungkin kita perlu mengintrospeksi diri juga ya Coba lihat Bagaimana cara kita jangan-jangan ya kesalahan itu berasal dari kita ya sikap kita yang mungkin membentuk dia seperti itu ya wallahuam bissawab Nah demikian Nah itu ya Salah satu hal ataupun sikap yang EE akan merusak kepribadian si anak tersebut ya Nah apalagi anak memang sudah bisa disuruh-suruh kalau masih kecil mungkin ya orang tua itu enggak mau nyuruh Anaknya ya karena percuma aja disuruh anak itu enggak ngerti disuruh juga nah ini bisa terjadi ketika anak itu sudah mulai bisa ee membantu orang tuanya ya misalnya ya kita katakan orang anak yang sudah sampai kepada usia ya remaja awal remaja misalnya ya yaitu usia as’yu ya usia as’yu yaitu ee usia di mana anak itu sudah bisa membantu orang tua sudah bisa disuruh Ya sudah bisa diberikan perintah Ya seperti ee anak-anak yang sudah apa namanya melewati usia tamyiz ya yang sudah bisa ya Ee memahami khitab dan bisa menjawab pertanyaan ya danah dia sudah mulai bisa membantu orang tua Nah di situ mungkin ya orang tua berpikir Wah ini bisa dimanfaatkan ini maka hal-hal yang bisa dia lakukan Sebenarnya ya dia tidak lakukan justru dia suruh anak mungkin kita berangkat dari hal-hal yang kecil ya Misalnya mengambil satu bendaah yang bisa kita ambil sendiri kadang-kadang Kita main tunjuk aja aja ambil itu kadang-kadang perintahnya juga kurang sopan ya kita katakan Ya memang ee perintah dari atas ke bawah itu bukan ee permohonan Ya nah tapi ya memang Ya memang perintah begitu ya seperti Allah memerintahkan hamb-nya ya Nah itu kan antara khaliik dan makhluk nah ee hal-hal kecil ya yang kadang-kadang enggak perlulah kita suruh anak itu ya mengambilkan air misalnya Padahal kita bisa orang tua itu bisa melakukannya sendiri dan enggak ada uzur juga bukan orang tua itu sedang sakit atau sudah uzur ya dia sehat walafiat ya Nah badan keker gitu ya tapi hal-hal kecil seperti itu kadang-kadang anak itu ee disuruh Nah itu lumayan ya kalau mendinglah kita katakan kalau menyuruhnya itu dengan ee redaksi yang sopan kadang-kadang ya redaksi perintahnya juga kurang baik ya nah jadi terkesan merendahkan ambil itu misalnya begitu ya nah nah bawa itu Angkat ini itu begitu padahal itu halhal sepele yang orang tua itu bisa melakukannya sendiri enggak perlu dia suruh anak itu karena terlalu banyak memerintah ini akan menjatuhkan ya respek anak ya terhadap orang tua B ya Nah demikian apalagi Enggak semua anak sama senang menjalankan apa yang diperintahkan oleh orang tua Enggak semua anak sama ya Nah ada yang senang-senang aja dia walaupun itu sebenarnya tarbiah yang enggak baik ya Enggak enggak memberikan contoh yang EE baik kepada anak Seharusnya orang tua itu melatih kemandirian pada anak ya dengan menyontohkan yaitu melakukan sendiri apa-apa yang bisa dilakukan sendiri ya Nah demikian sehingga anak itu belajar dari situ begitu dia ya Misalnya halhal kecil lah ya ya Ee kita mulai dari hal-hal kecil lah ya pekerjaan-pekerjaan Ee rumah sehari-hari misalnya ya Nah demikian wallahuam baawab ya hingga dulu ada para sahabat yang EE berbaiat untuk tidak meminta bantuan kepada orang lain hingga ketika cambuknya jatuh dia tidak mau menyuruh orang lain untuk mengambilnya dia ambil sendiri nah begitulah melatih supaya kita bisa ya hidup mandiri ya Nah itu juga harus kita tanamkan kepada anak gimana anak bisa hidup mandiri ya kalau apa-apa dia disuruh sama orang tuanya ya dan orang tua mencontohkan seperti itu ya kemungkinan anak ini meniru perilaku orang tuanya sangat besar ya anak itu juga akan seperti itu ya mungkin kepada orang lain yang lebih tragis lagi kalau dia lakukan itu juga kepada orang tuanya nanti ketika anak itu sudah punya kekuatan ataupun Kuasa ya ya keadaan nanti akan berbalik ya Kitalah yang EE mungkin ee berada di bawahnya ya mungkin Secara ekonomi status dan lain sebagainya Mungkin dia akan perlakukan kita juga seperti itu ya wallahuam bawab Nah demikian jadi melatih kemandirian anak itu ya dengan memberikan contoh kepada si anak ya bahwa sesuatu yang bisa dilakukan sendiri ya dilakukan sendiri ya tidak perlu ya kita nyuruh orang lain ataupun meminta pertolongan orang lain nah itu yang perlu kita bangun pada ee di anak sehingga terbentuklah kepribadian yang baik ya yaitu dia akan tumbuh menjadi sosok yang mandiri ya itu yang dia lihat dari orang tuanya tapi kalau orang tua itu main surah-suruh saja ya mungkin dia akan berpikir satu saat kelak enak juga seperti itu tinggal suruh tinggal perintah kan begitu ya ya kecenderungan manusia seperti itu ya Semua manusia suka yang enak-enak enggak ada yang enggak suka yang enggak enak Yati ketika dia lihat Wah saya memang e sekarang belum punya power karena makhluk yang kecil kerdil ya Kur caci nah Wah kalau sudah gede seperti orang tua saya enak juga itu ya main surah suruh surah suruh seperti itu Nah nanti dia akan lakukan juga itu Nah demikian kalau dia tidak lihat suatu yang lain pada diri orang tuanya itulah yang dilakukan oleh orang tuanya terhadap dirinya ya Nah itu ee buruknya orang tua terlalu suka memerintah ya Nah demikian jadi ee ya Enggak enggak harus jugalah kita mengambil privilj Kita sebagai orang tua yang ya pemimpin yang itu sifatnya itu harus memberikan perintah ya Nah demikian wallahuam baawab nah kemudian berikutnya sikap yang juga akan merusak kepribadian anak adalah suka mengan ya biasanya ancaman itu adalah bentuknya hukuman mengancam dalam bentuk hukuman Awas nanti ee begini Awas nanti begitu nah kadang-kadang ya buruknya ancaman-ancaman ini cuma omdo istilahnya omong doang ya kita memberikan ancaman hukuman kepada anak tapi kita enggak pernah melakukan itu ya berapa banyak ya ancaman-ancaman itu ya ya ya sebenarnya tidak terjadi dan ini akan terbaca oleh anak lama-lama anak akan berani ya bahwa hukuman itu ya cuma omongan saja enggak akan pernah dilakukan anak lama-lama tahu dia Nah akhirnya bagaimana dia tidak takut lagi untuk melanggar aturan ya karena ancaman orang tuanya cuma di mulut saja yaitu Kenapa karena orang tua ini terlalu banyak mengumbar ancaman ya Nah maka dalam Islam hukuman itu bukan tujuan dia adalah wasilah ya Jadi kita memberikan hukuman kepada orang yang bersalah itu bukan tujuannya hukuman tapi itu adalah wasilah sebagai sarana untuk memberikan pelajaran ya supaya ada efek Jera sehingga orang itu berhenti dari kesalahannya itu hukuman ya prinsip hukuman dalam Islam ya bukan tujuan hudud itu bukan tujuan maka ada syarat-syarat yang ketat untuk melaksanakan sebuah hukum hukum hudud ya Nah tidak ya Ee prosesnya kan tidak seperti yang dibayangkan salah hukum salah hukum enggak ada prosesnya juga ya seperti misalnya hukuman kepada pencuri ya Ada syarat-syaratnya ada ketentuannya ya bagaimana hukuman kepada orang yang mencuri hingga harus dipotong tangannya bukan Ya seperti asumsi sebagian orang ketangkap mencuri langsung potong enggak demikian juga misalnya ya orang yang ya berzina misalnya ada ada ketentuannya ee memenuhi ee syarat-syaratnya baru bisa dilakukan hukum hudud itu misalnya ya dipastikan itu terjadi ada empat orang saksi dan lain-lain sebagainya ya dan tidak ada sanggahan dan pengingkaran dari pelakunya ya Nah demikian sehingga ya hukuman itu memang tujuannya untuk memberikan Efek Jera bukan tujuan ya apalagi itu dalam Bab hudud ya itu dalam Bab hudud begitu ketat ya hukuman itu baru bisa dilaksanakan apalagi di dalam Bab pendidikan jangan mengumbar ancaman berupa hukuman biasanya ancaman itu ya berupa hukuman itu ancaman paling tinggi ya ya atau ancaman-ancaman yang ya ya kita katakan tidak ada konsekuensi hukumannya ya ya itu hal yang sia-sia juga sebenarnya karena sifat manusia itu tidak suka diintimidasi dan secara reflek akan muncul self defens-nya yaitu ya kesadaran untuk mempertahankan diri itu sudah naluri manusia ya Nah demikian ketika orang itu terancam dia akan ya Secara ee fitrahnya ya Secara refleks spontan dia akan membangun self defens-nya ya bagaimana cara dia untuk mempertahankan diri dari ancaman itu ya Nah ini sebenarnya ada pada semua makhluk hidup apalagi manu manusia nah di dalam pendidikan ya ini harusnya di dienyahkan maka nabi tidak pernah mengancam anak apalagi anak-anak bocah ya ini sangat merusak kepribadian mereka ya Nah termasuk juga kepada para remaja juga lebih-lebih lagi remaja ya ya ancaman itu bagi mereka tantangan ya mereka punya kekuatan untuk melawan ancaman itu yang bahayanya adal lah pertimbangan akal mereka masih pendek ya Nah ini yang mengerikan sebenarnya bisa saja ancaman itu dia anggap serius dan dia bisa melakukan tindakan atau aksi reaksi dari ancaman itu beda dengan bocah diancam Mungkin dia takutlah dia enggak punya belum punya power gitu di samping akalnya juga masih masih lemah ya Nah demikian jadi ya ya nabi itu tidak pernah ya menggunakan cara-cara seperti ini dalam mendidik ya yaitu berupa ancaman nabi itu mengarahkan nabi itu memberikan bimbingan tuntunan bukan ancaman dan biasanya ancaman itu dilontarkan seorang karena juga dia sudah frustasi ya mungkin sudah kebingungan mau cara apaagi nih saya menghadapi anak saya sudahudah ancam aja dia ya Awas ya ya begini begitu nih banyak orang tua seperti itu itu mengancam anaknya diancam begini diancam begitu ya Nah demikian Ya intinya manusia itu pada dasarnya tidak suka diintimidasi ya termasuk anak-anak kita kita saja kalau diancam orang gimana coba ya maka secara naluri akan muncul ya Ee kesadaran kita ya untuk mempertahankan diri kan Iya kita akan berusaha untuk mempertahankan diri enggak tanpa diminta itu muncul sendiri itu reaksi seperti itu reaksinya seperti itu Nah demikian ya Ee reaksi seperti ini mempertahankan diri kadang kadang ya dia melakukan segala cara untuk mempertahankan diri demikian juga anak ya karena ancaman orang tuanya ya mau enggak mau dia bohonglah karena ada ancaman ini ya ya maka supaya selamat dari ancaman gimana maka dia pilih cara Bohong dia Pilihlah berbohong Ya jadilah Dia anak yang suka bohong lama-lama mungkin sekali dua kali akhirnya Ya karena ya orang tu ini selalu mengancam dan anak itu tahu cara untuk menghindari ancaman itu ya dengan bohong ya maka akhirnya anak itu jadi anak yang suka berbohong Nah ya justru terbentuk dari sikap orang tuanya sendiri yang salah ya Nah demikian jadi pendekatan kepada anak itu memang harus hati-hati ya Nah demikian karena ya Ee sebagaimana kata Ibnu qayyim anak itu tumbuh dari apa yang dibiasakan oleh pendidiknya ini kaidah yang sangat mendasar di dalam pendidikan anak ya ada hal-hal yang kadang-kadang kita enggak sadar itu akan membawa anak itu kepada sesuatu yang negatif ya Nah orang tua merasa sah-sah saja oh mengancam ya kan dia raksasa kan si anak kan e ya manusia yang EE kerdil kecil kan begitu ya Nah Enggak berdaya Nah wallahuam bawab ya Jadi terlalu banyak mengancam dengan berbagai macam bentuk ancaman langsung maupun tidak langsung lembut maupun keras tidak akan membantu anak-anak remaja kita untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapinya ya Nah cara seperti ini juga tidak akan berhasil mengurangi perilaku buruk e anak-anak remaja itu ya berapa banyak anak-anak yang diancam dia enggak takut awal-awal mungkin takut dan akhirnya Bagaimana perilaku perapuk buruk mereka ya hal-hal negatif pada mereka tidak menjadi positif ya yang buruk tidak menjadi baik dengan cara seperti itu apalagi ancaman itu ya lama-lama lembek ya dan ternyata apa cuma sekedar omongan belaka yang membuat anak semakin berani dan tidak takut ya Nah maka Allah sendiri ketika menyuruh Nabi Musa dan Harun untuk mendakwahi Firaun bukan dengan kata-kata ancaman Allah justru menyuruh mereka berdua para nabi ini untuk Ya Nabi Musa dan Harun untuk berbicara dengan kata-kata yang lembutuu yya katakanlah kepada Firaun Bicaralah kepadanya dengan ya kata-kata yang lemah lembut ya mudah-mudahan dia mudah-mudahan dia bisa mengambil peringatan itu dan mudah-mudahan dia takut justru dengan kata-kata yang lemah-lembut itu akan muncul rasa takut ya dengan ancaman ya mungkin takut sesaat dia dia akan tunggu Bagaimana ini selanjutnya ya kalau ternyata aman-aman saja lama-lama dia berani tidak akan muncul rasa takut itu ya Nah demikian tapi kalau dengan kata-kata yang lemah lembut ini Justru orang itu tidak bisa ya menebak ya Ini arahnya ke mana ini ya Sehingga ya dia merasa tersentuh ya dengan kata-kata yang lembut itu sekeras-kerasnya orang kurang keras apa Firaun ya Nah demikian wallahuam bawab Nah itu ee dakwah kepada orang yang mungkin paling kufur ya yang mengaku Tuhan lagi ya bagaimana kita berdakwah kepada anak-anak kita bagaimana kita mendidik mereka ya tentunya ya cara seperti itu lebih ee ee kita perlukan lagi Ya Nah kelembutan itu memang mutlak harus kita lakukan ya di dalam mendidik anak-anak tersebut ya bukan dengan cara-cara yang ya ancaman tadi ya Allah tidak suruh ee Nabi Musa dan Harun untuk mengancam Firaun ya kira-kira Bagaimana jadinya kalau Nabi Musa dan Harun berkomunikasi kepada Firaun dengan redaksi ancaman mengancam Hai Firaun kalau kamu ngaku Tuhan masuk neraka kamu disiksa kamu gimana kalah seperti itu ya tentunya Firaun semacam mendapat tantangan ya nah Nah mungkin dia tidak akan takut itu dengan ancaman seperti itu ya Nah demikian wallahuam bisawab tib ya Ee tentunya ya Ee menanamkan ya kesadaran pada hati seseorang itu kita perlu mengambil hatinya ya bukan membuat hati itu semakin keras ya dan ee semakin jauh dari ee kata-kata kita sebagaimana kata ee Sulaiman bin mihran jangan kamu jangan kamu kira orang yang sudah kamu buat marah mau mendengarkan kata-katamu orang yang sudah kamu buat jengkel mau mendengarkan kata-katamu Nah demikian ya jadi ancaman-ancaman seperti itu kan membuat manusia jengkel ya seperti yang kita sebutkan tadi enggak ada orang yang mau diintimidasi yaitu akan membuat dia jengkel maka apa kata Sulaiman bin mihron tadi jangan kamu kira orang yang sudah kamu buat jengkel sudah buat sudah kamu buat marah dia lalu dia mau mendengarkan kata-katamu ya Nah dia akan menolak ataupun dia akan menutup telinga dia dari kata-kata kita BAB ya Nah demikian ee ee dan juga ya Ee jika nampak perilakunya menjadi baik ini hanya untuk jangka waktu tertentu mungkin karena dia takut terhadap ancaman itu bukan karena kesadaran yang berasal dari hatinya ya mungkin terpaksa ya Nah ketika orang tuanya tidak ada di depannya nah dia kembali lagi ya Nah demikian jadi untuk eh menggugah kesadaran ya bukan dengan ancaman ya nah sekali lagi hukuman ancaman dalam ee hukuman berupa ancaman dalam Islam itu bukan tujuan ya itu hanyalah wasilah ya untuk ya memberikan Efek Jera pada e pelakunya Nah demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kemudian berikutnya ya yang EE keenam ini ya atau yang ke lima adalah suka mengejek ejekan ya yang itu kata-kata yang merendahkan itu mengejek namanya ya ee atau di dalam istilah hadis disebut gamtun Nas merendahkan orang lain ya mungkin orang tua merasa ya saya sebagai orang tua ya wajar kalau saya sombong sama anak begitu ya Nah itu kan kategorinya masuk dalam kategori sombong ya gamtunas itu merendahkan orang lain ya Nah ini juga enggak baik ya di dalam Bab pendidikan mengeja itu merupakan perilaku negatif yang akan menjatuhkan kepercayaan diri anak-anak kita orang lain ya apalagi remaja dan menjadikan mereka orang yang EE lemah lemah secara mental begitu ya orang yang selalu diejek Apalagi anak-anak itu itu sangat sangat buruk akibatnya ya kalau anak-anak kecil itu diejek ya direndahkan begitu ya Nah ini akan jatuhlah kepercayaan dirinya ya akan jatuh kepercayaan dirinya ya dan akan menjadikannya ee yakin bahwa ia tidak mampu menghindarkan diri dari berbagai perilaku-perilaku yang negatif itu ya Nah mungkin kadang-kadang ejikan itu terhadap sesuatu yang eh ya memang kata orang sudah dari sononya dia seperti itu setiap orang ada lebih kurangnya dan kadang-kadang orang tua enggak bisa menerima kurang anak hingga itu dijadikan bahan ejekan ini sangat buruk ini ya Nah si anak juga akan bingung ini misalnya dia punya ASI belajar yang rendah itu dijadikan bahan ejekan apalagi ya ejekan itu bentuknya membandingkan dia dengan orang lain ya itu tambah jatuh dia dia akan merasa Wah saya ini makhluk yang enggak ada guna mungkin saya salah lahir ke dunia ini mungkin seperti itu dalam hatinya ya dan ini akan menjatuhkan kepercayaan dirinya dia akan menjadi orang yang lemah mental ya Nah banyak juga anak anak yang menjadi anak yang introvert ya jauh dari sikap optimis karena selalu diejek ya kalaulah itu ee dilakukan oleh lingkungan lingkungannya di luar ya teman-temannya ini aja enggak baik ya Misalnya di lingkungan sekolah saling ejek-mengejek yang ujung-ujungnya jadi bullying ya itu pembulian itu aja enggak baik apalagi pelakunya orang tuanya atau gurunya Maka jangan mengunderestimate anak-anak karena kekurangan mereka ya Nah setiap orang punya kurang enggak perlu kita jatuhkan dia dengan ejekan mungkin ya orang tua atau guru melakukan itu supaya anak itu ee punya motivasi terangkat motivasinya itu kalau orang yang sudah matang akalnya keliru itu sebagian pengajar an ee guru atau sebagian orang tua melakukan itu terhadap anak-anak Ya baik itu bocah maupun remaja tujuannya apa supaya terangkat ya motivasi mereka saya ejek dia supaya dia terangkat motivasinya menjadi lebih baik gitu Ini keliru kalau kepada orang yang sudah matang dia dia paham ejekan itu maknanya apa mungkin bisa diterima itu tapi kepada anak-anak ya dia enggak ngerti ya dia dia telan bulat-bulat aja ejikan itu dan dia merasa ya saya ini buruk gitu Padahal orang yang mengejek mungkin apalagi orang tua ya mungkin maksudnya bukan merendahkan anak untuk e supaya bagaimana dia itu apalagi memang Tujuan orang tua atau guru itu mengejek untuk merendahkan dan menjatuhkannya atau masuk kategori Buli ya pembulian nah nah ini lebih buruk lagi ini bukan seperti itu cara untuk menaikkan motivasi khususnya kepada bocah dan remaja nabi enggak pernah melakukan cara seperti itu terhadap bocah anak-anak dan remaja ya mengangkat motivasi anak dan remaja bocah dan remaja bukan dengan cara memberikan ejekan itu salah kalau ada yang punya asumsi seperti itu itu keliru besar jangan Samakan anak ini atau remaja itu dengan orang dewasa orang yang masih di awal dewasa aja belum mungkin belum bisa mengerti ejekan yang ditujukan kepadanya ya Nah perlu waktu yang lama itu untuk membuat dia matang berpikir bahwa ejikan orang kepadanya adalah motivasi untuk meningkatkan ya dia kualitas dirinya perlu kematangan Berpikir itu kematang akal Ya Maka jangan lakukan itu kepada bocah dan remaja lebih-lebih lagi bocah ya Ya itu sangat buruk itu itu sama dengan membunuh karakternya itu itu akan membunuh kepribadiannya itu jadilah Dia anak yang lemah mental ya ya merasa enggak bisa ya merasa lemah nah ini akan menghancurkan masa depannya akan sirnalah segala bakat kelebihan yang ada pada dirinya ya Nah demikian wallahuam baawabah Mungkin itu saja ya materinya pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan ya bermanfaat bagi kita semua masih kita berada di BAB ya jangan rusak kepribadian anak Anda ya Nah ada lima poin yang sudah kita bahas yang masih ada beberapa hal yang nanti akan kita lanjutkan lagi ya wallahuam bawab n baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jazakah kir atas materi yang tah disampaikan dari pembahasan Ada apa dengan remaja masih dalam pembahasan mengenai jangan merusak kepribadian anak mudah-mudahan menjadi faedah yang bermanfaat bagi kita semua dan untuk selanjutnya kami akan ajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk di linan pesan Whatsapp dan silakan bagi anda para P ronja sekalian yang ingin bertanya melalui chat di WhatsApp di nomor 0819896543 Nam Ustaz yang pertama ada pertanyaan dari akhwat di Batam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhustaz Bagaimana caranya menasihati anak usia 13 tahun yang suka berbicara kotor dan Masih berat untuk melaksanakan salat hampir setiap hari sudah diberikan nasat tapi belum juga ada perubahan Ustaz jazakallah kir ya 13 tahun itu mas masuk kategori awal remaja ya itu masuk kategori usia awal remaja ya Ee di mana kita harus memahami anak-anak di awal remaja Ya sudah terjadi perubahan pada diri mereka secara fisik ee dia bukan bocah lagi ya eah dia sudah bukan bocah lagi ya akalnya juga sudah semakin matang untuk berpikir dan dia sudah punya kekuatan untuk melakukan apa yang diinginkannya Aras dia sudah punya power ya untuk mengeksekusi apapun yang diinginkannya ini anak remaja ya tentunya ee orang tua punya kewajiban untuk ee membimbing dan mendidik anak ke arah yang baik ya Nah itu semua itu harapan semua orang tua ya Nah kadang-kadang ya sebagian anak itu ya t bukan di atas kawal kawalan orang tua artinya anak itu juga sudah dapat pendidikan di luar ini ya sehingga dia bawa hal-hal itu ke hadapan orang tuanya misalnya cara bicara yang salah ya pertama tentunya orang tua mengintrospeksi Apakah ini berasal dari dirinya kalau dia enggak ada ngajari seperti itu ya kita berprasangka Demikian Ya ini pasti dia bawa dari luar anak itu bicara enggak bisa secara otodidak dia bisa sendiri enggak manusia itu perlu belajar untuk bicara itu yang harus kita pahami ya lalu dari mana Dia belajar ini cara bicara seperti itu kalau tidak diajari orang tuanya ya tentunya dari luarlah maka periksa Maksudnya di sini adalah periksa lingkungan pergaulannya mungkin lingkungan pergaulannya yang salah orang tua juga punya kewajiban untuk ya menyeleksi ya Ee lingkungan dan pergaulan anak-anak mereka karena pengaruhnya besar dari situlah Mungkin dia dapat pendidikan kedua ketiga selain pendidikan orang tuanya dan kadang-kadang itu lebih dominan ya karena intensitas pertemuan dengan lingkungan itu lebih banyak daripada dengan orang tua ya maka muncullah hal-hal Seperti ini cara bicara yang kadang-kadang ya Eng enggak baik ya Nah kata-kata yang tidak ee senonoh dan lain sebagainya Itu yang pertama yang kedua Oh Ustaz lingkungannya kayaknya baik-baik saja ya saya mengontrol lingkungan dan pergaulannya teman-temannya saya tahu enggak ada yang seperti itu Nah periksa tontonannya nah manusia juga belajar dari apa yang dilihat sebagaimana dikatakan banyak hal-hal yang itu adalah tontonan Jadi tuntunan mungkin Kemungkinan dia belajar dari apa yang ditontonnya mungkin anak ini pegang gadget ya ya kita tahulah bagaimanaunia Maya dunia tanpa batas apapun bisa dilihat ya Nah dia buka ya aplikasi-aplikasi video untuk menonton nah dia belajar dari situ dari apa yang ditontonnya maka ini yang perlu kita perhatikan ya ee apa ya awasi ya tontonan anak Iya apalagi ya anak-anak basuta ya bawah 10 tahun yang otaknya itu otak latah itu otak anak meniru melatah maka dikatakan anak itu peniru Ulung ya sangat cepat dia sangat pintar meniru itu otak anak itu Nah mungkin dia dapat itu dari tontonannya yang Jadi tuntunan ya Nah atau dari orang-orang yang ada di rumah itu pendidikan ternyata bersumber ber berpangkal berasal dari rumah ya mungkin kita tidak sendiri di rumah mungkin ada keluarga yang lain ikut bersama kita di rumah ya jadi coba lihat sebab-sebab ini kadang-kadang kalau kita omongin saja nanti kita yang capek kita ngomongin Ternyata apa pendidikan itu pendidikan yang salah seperti itu lebih dominan baik itu dari tontonannya maupun dari lingkungan pergaulannya di luar ya Nah ya kita akan kalah dominan akhirnya Apa anak itu ya tetap seperti itu kita tambah kesal marah-marah akhirnya patah anak itu ya tetap seperti itu orang tuanya kesal jengkel marah-marah ya selesai sudah apa yang bisa diubah enggak ada Nah demikian ya nah jadi itu yang pertama Ya masalah kedua ya anak susah disuruh salat ya suruh sajalah memang harus sabar itu ya hal-hal yang berkaitan dengan rukun Islam itu harus dilatih kepada anak maka Coba periksa kalau orang tua itu baru menyuruh anaknya salat di atas 7 tahun maka dia sudah telat itu ini kesalahan dirinya harusnya ya sebelum itu dia sudah suruh anaknya untuk salat kata nabi muru auladakum Bati Fi Sabin ya Nah jangan udah mau 10 tahun baru disuruh-suruh salat baru dilatih salat ya telat ya Nah itu salat itu dia dia enggak ada rasa untuk mengerjakan salat itu apalagi penanamannya keliru ya untuk melatih anak salat dengan ancaman bukan dengan pendekatan positif Iya maka dia pun enggak suka salat jadinya karena dia salat karena ancaman ya maka Kenapa harus sejak dini anak itu disuruh salat disuruh aja jangan dibuat dia enggak suka salat kalau perlu kalau dia salat kasih apresiasi ya kalau itu terbentuk dalam waktu yang lama ya dia suka salat bagi dia dalam benaknya salat itu enggak merugikan Wah saya salat biasanya salat saya dapat apresiasi lama-lama awalnya mungkin apresiasi dari orang tua ya lama-lama dia sudah ngerti pahala ya dia berharap pahala kan begitu Ya Nah maksudnya apa sudah Ee terbentuk dalam dirinya salat itu menguntungkan begitu ya Nah itu yang perlu ditanamkan kepada anak salat itu menguntungkan nah artinya dia merasa untung kalau salat begitu ya itu kan enggak mudah menanamkan seperti itu ya melatih anak supaya ya mengerjakan salat e karena motivasi itu Nah demikian wallahuam bisawab ya Nah kalau anak itu mau salat karena ancaman ya ketika ancaman itu melemah ya hati-hati inih dengan ancaman pendekatan negatif namanya ketika ancaman itu sudah mulai melemah karena orang tua juga makin n kan makin lemah ya ancamannya nahah di situlah anak seolah-olah dapat peluang ya untuk meninggalkan apa yang yang dia lakukan karena ancaman itu ya Nah demikian wallahuam baawab ya Nah demikian para ee pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah jadi yang memang harus sabarlah mendidik anak itu ya perlu kesabaran Ya perlu ee ya kita katakan ketelatenan Ya dan perlu Ee kita katakan ee apa ya Ee keistikamahan ya Nah sehingga ya apa namanya Ee kita bisa melakukannya ee tanpa merasa ee letih ya atau ee lelah untuk melakukannya ikhlaslah ya karena itu kewajiban kita hasil jangan pikir hasil dulu karena itu dari Allah subhanahu wa taala lakukan apa yang perlu yang wajib dan perlu kita lakukan ya Nah demikian sembari berdoalah karena hasilkan dari Allah subhanahu wa taala maka dibarengi dengan doa karena Allah yang membolak-balikkan hati ya Jangan pernah putus asa mendidik anak gimanap pun keadaan itu keadaannya ya keadaan Si Anak itu Ya enggak semua hal yang EE terjadi itu seperti yang kita inginkan ya ya manusia diuji dengan anak itu bermacam-macam enggak sama jadi jangan banding-bandingkan dengan orang lain juga orang lain lebih sukses dari saya jangan berpandangan seperti itu belum tentu Ya anak orang yang jadi itu mungkin bukan hasil orang tuanya Enggak bukan enggak harus k itu artinya belum tentulah boleh jadi anaknya itu jadi di tangan orang lain bukan di tangan orang tuanya Orang tuanya Enggak ada apa-apa enggak ada peran apa-apa sekalipun sedikit pun ya ini orang tua belum tentu sukses di mata Allah boleh jadi Allah memandangnya gagal ini orang tua Nah jadi enggak bisa kita ukur seperti itu maka saya katakan Ya sering saya saya sampaikan juga ada ada orang tua di sana ya Luar biasa mendidik anaknya kepala di bawah kaki ke atas jungkir balik ya ya artinya apa ya ee ee usaha enggak kurang ya semua cara yang diperintahkan sudah dilakukan ya enggak kurang satu apunlah tapi hasilnya tidak seperti yang dia Harapkan jangan merasa gagal terus lakukan itu itu amal kita hasil kita bukan di tangan manusia innaka tahdi man ahbabta wakinallah Yahdi Yasya hidayah itu Kalaupun dia lurus itu dari Allah subhanahu wa taala ya Dan apa yang sudah kita lakukan itu jadi amal kita jadi jangan merasa Aduh Percuma itu bahaya itu maka berulang kali kita sampaikan Jangan pernah merasa gagal kalau kita betul-betul mendidik anak tapi kita wajib merasa salah kenapa ya mungkin ini karena kesalahan kita Oh saya baru nyuruh anak di usia menyuruh anak salat di usia 9 tahun telat saya ya salah itu minta ampunlah kepada Allah koreksilah kesalahan-kesalahan kita ya Nah teruslah belajar ya karena jadi orang tua juga harus banyak belajar ya Nah dan Jangan terpaku kepada apa yang ada pada orang lain masing-masing kita diuji dengan anak itu dengan berbagai macam ujian ya para orang tua ini harus saling apa ya saling sharing ya saling bertukar pengalaman untuk ya saling membantu satu sama lainnya bukan merasa Ah saya lebih sukses dari dia anak dia Kayak mana itu itu kan sombong seolah-olah ya hidayah anak itu lurus di tangan dia begitu dia yang menentukan Bukan dia Allah subhanahu wa taala mungkin juga dia enggak buat apa-apa ya anak itu lurus mungkin dari gurunya di pondok atau dari temannya di luar begitu ya orang tuanya sebenarnya cuma ngomong aja itu kayak gitu dia enggak buat apa-apa juga enggak mendidik juga ya Nah demikian wallahuam bawab ya Nah demikian saja ya mungkin pertemuan kita pada kesempatan e pagi ini ya mudah-mudahan bermanfaat Lebih dan kurang saya mohon maaf asagfirullah Alhamdulillah Terima kasih banyak ustazahir atas materi yang telah disampaikan dan waktu yang tah dangkan untuk kita semua dan kami mohon maaf hanya satu pertanyaan dan jawaban e cukup panjang di kesempatan pagi hari ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi Anda yang sudah mengirimkan pertanyaan dan Insyaallah mudah-mudahan Ini pertanyaan yang ada kita akan ajukan di kesempatan waktu yang akan eh kita temui lagi demikian E mudah-mudahan menjadi faedah yang bermanfaat bagi kita semua pertemuan kali ini dari pembahasan jangan rusak keibadian anak diambil dari buku ada Padangan remaja bersama Ustaz aban alidani hafizahullahu taala Sampai jumpa kembali di Selasa pakar yang akan datang wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Mau ke mana Az
Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply