rekening bank syariah Indonesia nomor rekening 7561717006 atas nama yayasan cahaya sunah Roja TV cabang Cibubur kode bank 451 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0819896543 dana yang dibutuhkan sebesar Rp6 miliar jazakumullahuhair kepada para muhinin Semoga menjadi amal saleh dan amal J beriman dan iman tidak mungkin lurus tanpa ilmu dan beramal saleh R [Musik] TV Alhamdulillah Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian [Musik] Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah Hamdan Kir [Musik] asadu Alla ilahaillallah wahdahu syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul bau ikhat islamzakumullah para pemerhati rohja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari Selasa seperti biasa kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting mengenai remaja diambil dari buku dengan judul yaitu Ada apa dengan remaja disusun oleh Al Ustaz I Isan alattari hafidahullahu taala dan disampaikan oleh Bu Langsung seperti biasa di kesempatan pagi hari ini dan masih dalam pembahasan bab jangan rusak kepribadian anak ee Insyaallah kita akan simak kembali lanjutannya dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh waudubillahi Min syururi anfusina wasiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ab ya auhina aman itlah haqqq Wal tamutunna illa wa Anum muslimun Amma Badu fainna ahsanal kalami kalamullah Wir Huda Huda rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam B maasyiral muslimin para pemerhati raja rahimani warahimakumullah pertama kita bersyukur P Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi ini Allah subhanahu wa taala memudahkan urusan kita semua masih memberikan keafiatan dan kesehatan kepada kita dan yang lebih besar dari semua itu adalah Allah masih menjaga kita di atas agamanya kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang tidak bisa kita hingga selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan siapa saja yang meniti sunah beliau sampai hari kemudian para pemerhati roa kaum muslimin dan muslimat Azani Allahu wakum Jamian pada kesempatan Pagi ini kita kembali bertemu dan akan melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku Ada apa dengan remaja kita masih berbicara tentang perkara-perkara yang bisa merusak kepribadian anak terutama remaja poin terakhir yang kita bahas adalah hukuman dalam bentuk kekerasan ini sesuat sesuatu yang seharusnya dihindari walaupun ya usia remaja adalah usia yang mana yang mana mereka boleh menerima sanksi ya nabi mengatakan wadribuh Fi asrin dan pukullah mereka karena tidak mengerjakan salat di umur 10 tahun ya 10 tahun ke atas itu masuk usia remaja tapi bukan berarti kita harus melakukan hukuman itu atau memilih opsi hukuman ya apabila opsi-opsi yang lainnya mungkin masih ada ya Nah sanksi juga ada tingkatannya ya tidak langsung kita memberikan sanksi berupa hukuman fisik pukul misalnya ya mungkin sanksi-sanksi lainnya yang lebih ringan ya lebih dulu ya kemudian baru mungkin meningkat dan sampai pada puncak hukuman takzir yaitu pukulan karena lebih dari itu enggak dibolehkan selain hukum hudud ya hukum hudud ada ketentuannya ya cambuk rajam potong tangan pancung itu hukum hudud ya Ada ketentuannya dan ada pihak yang berhak melakukan tanfiznya yaitu eksekusinya hukuman takzir tidak seperti hukuman hudud ya k ee boleh dilakukan oleh siapapun karena Tujuannya adalah untuk takdib pendidikan atau untuk memberikan Efek Jera ya kepada pelakunya maupun kepada yang lain jadi berbeda pendekatannya Oleh karena itu ya Ee opsi pukulan mungkin itu opsi terakhir ya kalau tidak ada opsi-opsi yang di bawahnya atau yang lebih ringan darinya karena kalau kita langsung mengambil opsi yang terberat yaitu pukulan setelah itu apa yang bisa kita lakukan karena lebih dari itu kan enggak dibolehkan kecuali hukum hudud ya Nah masalahnya adalah ketika orang tua langsung mengambil opsi pukul ternyata masalahnya enggak selesai ya maka dia akan menambah satu intensitas pukulan sementara hukuman takzir itu kalau bisa enggak boleh lebih dari 10 dan tidak boleh lebih dari 10 10 kali kemudian juga kekuatan pukulan mungkin kalau dia langsung mengambil opsi hukuman berupa pukulan Dia mungkin merasa ketika anak itu Mengulangi kesalahan lagi dia merasa mungkin kurang kuat hingga Dia ee ee Mungkin dia akan melewati batas dalam memukul ya hingga pukulan itu bisa memberikan dampak yang buruk terhadap si anak Nah maka bukan berarti Ketika Nabi mengatakan wadribuhum Fi asrin kita langsung main pukul enggak ya itu adalah pembolehan ya bahwa sanksi yang boleh diberikan sampai kepada sanksi pukulan ya Nah bukan berarti langsung kita pilih opsi memukul itu itu dalam segala hal ya dalam hal-hal yang ya kita katakan bersifat pelanggaran yang dilakukan oleh anak ya nah nah tentunya kalau pelanggar itu di bawah itu ya Ya mungkin kita enggak perlu ya mengambil opsi memukul ya wallahuam bisawab itu pembahasan terakhir yang kita bicarakan tentang ya hukuman dalam bentuk kekerasan ya kekerasan fisik atau kekerasan verbal maka ini hendaknya dijauhi karena itu bisa merusak anak seperti yang dikatakan siapa yang sering mendapat hukuman maka perilakunya akan menjadi buruk ya Siapa yang sering mendapat hukuman maka perilakunya akan menjadi buruk karena ya tentunya dia akan kebal resisten terhadap hukuman sehingga dia akan memandang remeh peraturan ya aturan dengan mudah dia melanggar peraturan-peraturan atau aturan-aturan karena bagi nya hukuman bukanlah perkara yang menakutkan nah ini Tentunya tidak kita harapkan terjadi pada anak-anak kita karena banyak manusia-manusia ya bukan remaja atau anak-anak saja orang dewasa ya yang tidak takut terhadap hukuman ya dan tidak merasa bersalah melanggar peraturan maka muncullah ungkapan di luar sana peraturan dibuat untuk dilanggar dan itu memang yang terjadi di lapangan ya Peraturan dibuat untuk dilanggar ya karena tidak ada ee perasaan bersalah ya ketika melanggar peraturan-peraturan itu nah ini akibat dari pendekatan yang salah mungkin ya maka dari itu ya Ini hukuman takzir itu bukan tujuan memberikan hukum kepada anak itu bukan tujuan apalagi dijadikan sebagai hobi oleh orang tua merasa kalau enggak berani menghukum anak belum jadi orang tua ya Nah cenderungnya kalau seperti itu orang tua akan mencari cari kesalahan anak demi bisa menghukum begitu ya Nah untuk menunjukkan eh power-nya atau eksistensinya sebagai orang tua maka kerjanya pun mencari-cari kesalahan anak demi bisa memberikan hukuman kepada anak ya ini sudah jadi hobi menghukum anak ini ya sebagian orang tua ada yang seperti itu ya dia enggak tahu bahwa hukuman itu dalam Islam bukan tujuan itu wasilah ya untuk ya menuju hal yang ee lebih baik ya mendapat maslahat yang lebih besar dan memperkecil ya Ee mudarat yang ee lebih Le besar lagi Nah demikian wallahualam bis apalagi ini dalam Bab takzir ya bukan hudud ya Nah demikian kemudian kita lanjutkan ya itu pembahasan kita pada pertemuan yang lalu berikutnya adalah mengekang anak ini juga enggak baik ya apalagi remaja beda dengan ee anak-anak atau bocah ya remaja ya ee perkembangan akalnya sudah sangat pesat sangat dinamis ya sangat cepat ya maka Orang tua harus bisa mengerti ini mengimbanginya Nah ada orang tua yang super protektif ya tidak mudah memberikan kepercayaan kepada anak sehingga cenderung mengekang anak ya Sehingga anak itu ap pun enggak boleh bahkan kadang-kadang perkara yang ee ringan remeh ya dia juga enggak memberikan kepercayaan itu kepada anak maka orang orang tua seperti ini cenderung mengekang jiwa si anak pertama mungkin yang terkekang fisiknya ya jasmaninya lama-lama terkekang semuanya ya pikirannya jiwanya hingga dia menjadi manusia yang kerdil ya manusia yang kerdil enggak ngerti apa-apa ya enggak ngerti melakukan apapun karena tidak pernah diberi kebebasan untuk berkreasi misalnya ya Sehingga enggak kreatif ya pasif dan miskin kreativitas ini mungkin karena terlalu dikekang ya oleh orang tua maka Orang tua harus tahu ya di di di titik mana Dia memberikan kebebasan kepada anak mana poin-poin yang dia enggak boleh memberikan kebebasan terlalu banyak atau lebih kepada anak ya Sehingga anak itu hidup muncul kreativitasnya ya Para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya dan nabi melatih para remaja dengan cara seperti itu sehingga mereka bisa maju menurut bakat mereka masing-masing karena mereka diberi kebebasan untuk berkreasi ya maka nabi menyertakan misalnya Usama bin Zaid dalam peperangan di usia yang muda Walaupun dia buat kesalahan ya dalam suatu ee momen ia membunuh seseorang yang sudah mengucap Lailahaillallah ya tapi nabi tidak setelah itu tidak melarang Usama untuk ikut lagi Ya Nah seperti itu kadang-kadang orang tua ya Ee takut anaknya berbuat salah dan ini enggak mungkin manusia Enggak mungkin enggak buat salah nah ketika rasa takut itu terlalu mendominasi hingga dia cenderung ya mengekang anaknya kamu enggak boleh lagi kamu enggak boleh kamu enggak boleh ini misalnya remaja putra l ya Ya misalnya dia sudah sampai pada umur dia misalnya dia bisa membawa kendaraan karena sudah punya SIM karena sudah punya KTP ya kadang-kadang ini kan untuk keperluannya nanti di masa depan ya dia sekarang menjadi kebutuhan ya Nah ketika tidak dikasih kepercayaan mungkin karena dia melakukan kesalahan dan lain sebagainya sehingga anak ini ya menjelma menjadi manusia yang penakut enggak ada keberanian ya miskin kreativitas ya maka wajar kalau anak seperti ini nanti ya seperti anak yang hanya bisa berada di bawah ketiak orang tuanya ya Nah ya tentunya enggak selamanya orang tuanya bisa menaunginya ya Nah maka ya kita ee harus tahu ya di di Di poin-poin mana kita bisa memberikan kebebasan kepada anak tidak terlalu mengekangnya sehingga dia memiliki insting untuk berkreasi ya punya kreativitas tidak miskin bahkan mati kreativitasnya enggak bisa apa-apa ya Apun enggak bisa dikerjakannya Nah demikian wallahuamab Jadi terlalu over prottif hingga melarangnya untuk melakukan Apun kan hal-hal yang sepele sebenarnya yang ringan ini akan membuat dia kerdil ya jiwanya ya tidak itu tidak mengasah keberaniannya memang semua ada risiko ya tapi Begitulah Ya kita sebagai pendidik Kita juga harus mengerti itu mengerti remaja bahwa dia adalah manusia yang dinamis ya ya rasa penasarannya tinggi ini yang harus dikawal oleh orang tua dan diarahkan ya Nah demikian wallahuam Jadi jangan terlalu over protektif juga ya Sehingga anak itu menjadi kerdil Dan ini juga merupakan e bentuk ya E kekerasan terhadap e anak ya Nah mungkin anak itu akan ikut saja orang tuanya yangtif tadi ya Sehingga ya Dia mungkin merasa nyaman dengan cara orang tua seperti itu tapi ya akibatnya akan kembali kepada dirinya dia enggak ngerti apa-apa ya wallahuam baawab Nah kemudian berikutnya ya pengekangan yang terlalu berlebihan ini akan melahirkan sikap yang lain yang ini juga salah dan tidak baik yaitu memaksa kita tahu kenapa ada ayat yang yang bunyinya la iqrah fiddin tidak ada paksa dalam agama karena juga kewajiban nabi juga bukan memaksa manusia tapi menyampaikan ya kebenaran ataupun menyampaikan risalah kepada umat manusia innama alaikal balag waainal hisab demikian juga kita selaku orang tua itu nabi ya tugasnya kan berat untuk menyampaikan risalah Allah kepada umat manusia namun begitu pun nabi tidak punya hak untuk memaksa manusia karena kita tahu bahwa Hidayah bukan di tangan kita tapi di tangan Allah subhanahu wa taala ya Nah seorang remaja yang selalu dipaksa untuk melakukan kegiatan tertentu atau perbuatan tertentu atau dilarang melakukan hal tertentu ya atau dipaksa minta maaf tanpa menjelaskan sebabnya atau dipaksa memberi pembenaran ini merupakan cara yang keliru ya memaksa anak seperti itu kadang-kadang anak itu dipaksa untuk minta maaf dan si anak bingung ya kenapa dia harus minta maaf ya Nah orang tua meminta itu tanpa penjelasan ya Pokoknya pokoknya dan Pokoknya pokoknya harus begini pokoknya harus begitu ya itu e orang tua yang mungkin lemah ya untuk sampaikan argumentasi kepada anak maka ya ujung-ujungnya keluarlah kata pokoknya itu pokoknya begini pokoknya begitu ini susah ya kita aja kalau orang memperlakukan kita seperti itu kita juga enggak nyaman misalnya atasan kita pokoknya begini pokoknya begitu ya dan enggak mau tahu gitu ya kita aja enggak nyaman G ya kalau diperlakukan seperti itu anak juga sama sebenarnya ya dia perlu penjelasan juga maka ya kewajiban nabi menyampaikan argumentasi bukan memaksa itu kewajiban para nabi dan rasul ya Nah maka ada ayat yang berbunyi la iqraha fiddin ya demikian juga anak ya dia perlu penjelasan ini kita bicara remaja ya kalau anak kecil bocah Mungkin dia belum belum mengerti argumentasi penjelasan dalil keterangan ya ya kalau dia ikut aja itu itu bocah ya anak kecil kanak-kanak tapi yang kita hadapi ini bukan kanak-kanak tapi remaja ya akalnya sudah menuju kesempurnaan walaupun belum sempurna ya dia sudah mulai bisa berpikir membedakan ya memilah-memilih Nah itu akan membuat dia ya merasa gusar ya karena orang Kalau dipaksa terus akan gusar sekali dua kali mungkin Enggak terasa tapi kalau selalu lama-lama anak itu akan gusar ya dan reaksinya mungkin akan negatif ujung-ujungnya orang tua marah ya karena apa yang diinginkannya dari apa yang dipaksakannya kepada anak itu tidak dilakukan Ya sementara si anak Mungkin dia tidak punya kemampuan itu pentingnya orang tua mengetahui ya kemampuan anak sehingga dia tidak memaksa kadang-kadang anak itu dipaksa untuk jadi orang lain maksudnya jadi orang lain di sini adalah hidup seperti hidupnya orang lain letih tentunya ya kalau kita hidup dengan hidup orang lain ya itu berat itu ya Nah karena setiap orang punya kemampuan yang berbeda-beda rezeki yang berbeda-beda Allah mengatakan sesungguhnya usaha Kamu itu berbeda-beda kenapa usaha manusia berbeda-beda karena rezekinya juga enggak sama ya rezekinya juga enggak sama begitulah Allah mengatur rezekinya kepada manusia mengatur karunianya kepada manusia tidak ada yang bisa melakukan itu kecuali pcipta alam semesta rabbul Alamin Ya makanya kita harus menyadari itu kewajiban kita sebagai orang tua adalah mengetahui batas kemampuan anak ya bakat-bakatnya ya kelebihan-kelebihannya ya bukan hanya tahu kekurangan-kekurangannya ya ya Nah demikian ya kadang-kadang Kita sebagai orang tua hanya menyoroti Sisi kekurangan anak karena kita lihat dengan kita bandingkan karena kita melihat anak orang lain atau kita bandingkan dengan anak orang lain kalau seperti itu pasti ya kita merasa anak kita ini banyak kurangnya dan kita tidak mampu untuk melihat kelebihannya ya Nah orang tua yang selalu melihat kekurangan anak ya maka dia tidak akan mengerti kelebihan anak itu di mana Dan ini kan buruk bagi si anak ya dia dia harus dia perlu bimbingan dari orang tua untuk Bagaimana mengasah bakatnya kemampuannya kelebihannya karena masing-masing orang Allah berikan kelebih kelebihan setiap orang enggak ada yang enggak punya kelebihan itulah rezeki yang Allah bagi-bagi kepada hamba-hambanya Nah kalau kita melihat anak kita kurang karena kita tidak bisa melihat kelebihannya Nah ujung-ujungnya kita memaksa anak untuk jadi seperti orang lain ditarget dengan target-target yang berat Ya ya Nah ketika dia tidak mampu ya sebenarnya tidak mampu tapi dia tidak bilang ya Dia tidak mampu karena dia enggak kadang-kadang anak itu kan enggak mau mengecewakan orang tua tapi sebenarnya dia enggak mampu dia enggak mau enggak berani bilang Nah ketika hasilnya tidak seperti yang diharapkan orang tua marah dia ini kan dilematis ya satu sisi Sebenarnya dia enggak mampu mau bilang enggak bisa ya tidak tercapai target dimarahi atau diomeli atau direndahkan sebenarnya ini salah siapa Ya jelas salah pendidiknya orang tua yang tidak mampu membaca kelebihan anak maka maka sebenarnya enggak ada anak yang kurang atau enggak ada prestasinya ya bukan prestasi itu tidak hanya diukur dari nilai akademis ya atau ee target-target yang bisa tercapai enggak nah ini akan mengelirukan dan membuat kita akan mengunderestimate memandang rendah anak kita bahkan mungkin ada orang tua yang menyesal ya dan berkata nyesal aku punya anak sepertimu nah ini ini jatuh betul mental anak itu ya karena dia terlalu sering atauap melihat anak orang lain yang dia pandang prestasinya mentereng Cemerlang ya lalu dia paksa anaknya untuk hidup seperti hidup orang lain ya kita aja enggak bisa hidup seperti hidup orang lain karena manusia kan berbeda-beda satu sama lainnya Bagaimanapun kita berusaha meniru gak bisa kita meniru rezeki orang lain juga ya Nah sesama pedagang walaupun jualannya sama tapi rezekinya tetap berbeda usahanya juga berbeda di sana ada usahanya begitu keras tapi rezekinya ya begitu-gitu aja ya memang begitulah diaum masing-masing orang Sudah ditulis rezekinya di perut ibunya dan itu beda enggak ada rezeki manusia yang sama ya enggak ada rezeki manusia yang sama Hatta si kembar saja rezekinya beda apalagi yang enggak kembar ya Nah pasti berbeda jadi kewajiban kita para orang tua adalah bagaimana kita bisa mengetahui kelebihan-kelebihan yang ada pada anak ya dengan itu enggak ada paksaan ya kalau dia merasa senang misalnya ya karena dia mampu ya enggak dipaksa pun dia dengan dengan senang hati ya melakukannya dan dia enjoy melakukannya enggak merasa tertekan enggak ada di situ unsur paksaan Kenapa karena itu sejalan dengan dirinya karena orang tua bisa melihat kelebihannya nah kewajiban orang tua tentunya ya mengarahkan kepada hal-hal yang positif dari kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh anak ya Nah demikian orang yang punya kemampuan verbal misalnya ya anak yang lebih dominan ya apa namanya motoriknya ya ya Ee macam-macam ya kelebihan-kelebihan yang eh dimiliki oleh setiap anak apalagi ini remaja ya dia on otwnya untuk eh cita-cita ya maka bocah ditanya cita-cita beda jawabannya dengan remaja ya ditanya cita-cita beda juga orang dewasa ketika ditanya cita-cita beda juga orang tua ketika ditanya cita-cita ya jawabannya beda-beda itu ya Nah Karena manusia kan hidup ini kan berpindah ya dari satu titik ke titik berikutnya ya itu kalau kita bicara tentang cita-cita ya Coba tanya sama bocah nak cita-citamu apa ya dia asal aja namanya bocah kan gitu ya Tapi ketika remaja ditanya dia sudah mulai berpikir ya tentang cita-cita itu Karena dia sudah mulai melihat bagaimana jalannya Nah kalau orang dewasa ditanya cita-cita Mungkin dia enggak jawab lagi karena dia sedang on progress on proses tapi kalau orang tua ditanya cita-cita Mungkin dia hanya ee apa ya mengelus dada mungkin menyesal ya mungkin cita-cita itu enggak tercapai kan begitu ya atau tidak seperti yang diharapkan karena waktunya sudah lewat ya Nah demikian waktunya sudah e mungkin habis untuk e yang namanya cita-cita itu ya tinggal mungkin ya menyesal kan begitu ya Dia mungkin eh jawabannya hanya keluhan sebenarnya begitu ya dulu cita-cita saya jadi dokter ini orang tua ya kalau bicaraitanya cita-cita ya contoh itu ya sebenarnya ya begitu Jadi beda-beda ya Nah ketika remaja ditanya tentang cita-cita ya jawabannya itu tentunya lebih mengarah dia karena dia tapi kalau dia juga belum mengerti itu ya ini mungkin ya sesuatu yang perlu ditanyakan ini ya kepada si remaja itu ya wallahuam baawab jadi hindari ya memaksa ee remaja kita atau anak kita ya itu cara yang kurang bijaksana itu ya suka memaksa ya Nah demikian wallahuam bisawab tib ya dan seharusnya orang tua itu ya membantu ya menuntun ya membantu ya bukan memaksa ya Ini pelajaran yang kita bisa petik dari Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk melakukan suatu tugas yaitu menyembelih ya Ismail ya itu Nabi Ibrahim kan enggak langsung memaksa Nabi Ismail untuk melakukan perintah itu ya tapi meminta pandangan ya kepada Ismail Bagaimana ya Fur Ma Taro coba Menurutmu bagaimana kira-kira demikian ya nah jadi enggak ada kesan memaksa begitu walaupun ini perintah dari langit ya dari Allah subhanahu wa taala ya Nah demikian ya wallahuam kadang-kadang orang tua kan takut ya kalau dimintai pertimbangan anaknya Nanti anaknya tidak mengikuti apa yang menjadi keinginannya kan begitu ya ada semacam rasa khawatir begitu ya Nah kalau misalnya Ee tidak dipaksa nanti ee ya tapi memaksa anak ya itu kurang bijaksana aja ya Ada kesan ya Kita terlalu otoriter nantinya dan orang tua yang terlalu sering memaksa ya kesannya di mata anak pasti ini orang tua yang EE otoriter ya E terhadap ee dirinya karena orang tua punya kuasa berhak memaksa ya Nah demikian wallahuam baawab dan tentunya ya ketika anak melakukan sesuatu itu tanpa dipaksa ya itu akan apa namanya hasilnya akan lebih baik bagi si anak itu ketika dia melakukan tugas tanpa paksaan Ya nah tapi untuk mengarahkannya kesadaran memunculkan kesadaran ya ya itu kan tidak mudah juga makanya perlu dibimbing anak itu ya untuk bisa ya apa namanya ya melakukan suesatu itu dengan ee kerelaan hati ya dengan kesenangan hati sehingga apapun yang kita lakukan kata orang ini yang dilakukan dengan kerelaan hati hasilnya akan baik gu tapi yang dilakukan dengan keterpaksaan hasilnya pasti akan buruk ya enggak baik wallahuam bisawab nah kemudian Berikutnya ini merupakan lanjutan dari poin e sebelumnya adalah terlalu banyak menuntut ya tuntutan-tuntutan ya dari orang tua kepada anak ya orang tua yang selalu bicara target ya ditargetin kamu ee ee harus begini begini ya Ee menargetkan sesuatu itu ee wajar belum Ah boleh cuma jangan terlalu banyak menuntut ya tuntutan yang akan membuat orang itu kadang-kadang takut ya takut gagal gitu ya bagaimana kalau tuntutan itu tidak terwujud ya Nah ada rasa khawatir takut pada anak ketika tuntutan orang tua itu tidak bisa diwujudkannya Nah maka silakan pasang tapi jangan terlalu menuntut ini akan membuat orang itu sempit juga seperti kitalah ya dituntut sama atasan untuk e untuk ini itu Ya kita pun takut ya khawatir Nanti atasan kita marah karena tuntutannya tidak terpenuhi ya maka demikian juga kepada anak ya banyak banyaknya tuntutan terhadap remaja terutama terlalu seringnya kita e misalnya menarget dia hal-hal yang berat Ya misalnya itu akan ee membuat dia tersudut ya ataupun merasa takut begitu ya Sehingga kadang-kadang Karena rasa takut itu hasilnya jadi enggak maksimal dia juga takut orang tuanya marah ya dia juga takut orang tuanya kecewa kan begitu ya Nah dan dia juga takut dipandang atau dikatakan anak yang lemah begitu ya padahal Mungkin dia sudah berusaha kuuat tenaga ya maksimal tapi kadang-kadang orang tua kurang mengapresiasi usaha anak ini ini penyakit orang tua yang selalu melakukan pendekatan negatif ya memberikan ejekan ya ejekan itu bukan ya Misalnya kita kata ah kam si pulan aja bisa Itu ejekan ituang Si Fulan bisa anak itu harus bisa juga kan enggak juga ya itu ejekan sebenarnya Ah kamu Ca Si Fulan itu itu ejekan Sebenarnya ya kita bandingkan dia head to head dengan orang lain yang itu bukan dirinya kan begitu ya Nah Dem kamu gitu aja enggak bisa ya kalau enggak bisa memang kalau memang enggak bisa gimana ini orang tua yang hanya bisa mencela mencemooh mengejek tanpa bisa memberikan solusi itu ya kalau seperti itu anak juga akan merasa sempit dia ya dia lihat orang tuanya selalu mengejeknya merendahkannya ini orang tua yang kerap kali atau selalu melakukan pendekatan negatif kepada anak ya Nah Seharusnya kan pendekatan positif ya pendekatan positif Ya misalnya kamu sebenar bisa ya ee apa namanya hingga anak tidak merasa gagal begitu ya Nah dia akan berusaha untuk mencoba dan mencoba lagi tapi kalau seperti itu pendekatan negatif tadi ya sudah dia pun ee merasa dirinya itu apa Nam manusia yang lemah enggak mampu apa-apa dan dia enggak mau mencoba lagi ya e dia enggak mau mencoba lagi karena orang kalau sudah dihina atau direndahkan jatuh mentalnya maka kita orang tua harus membangun mental anak itu bagaimana supaya dia bangkit maka pendekatan positiflah yang harus kita lakukan bukan pendekatan negatif ya wallahuam bawab Nah ini penting ya bagi para orang tua ya supaya ya mengerti kondisi anak ya jangan terlalu banyak menuntut ini dan itu tanpa memberikan bimbingan ya Nah tanpa memberikan bimbingan ada kata-kata yang sebenarnya ini enggak perlu untuk diucapkan tapi banyak orang tua yang mengatakan seperti ini misalnya dia mengatakan ya setelah Apa yang ayah ibu lakukan untukmu apa yang bisa kamu berikan untuk ayah dan ibu atau ucapan Ayah Ayah atau Ibu sangat sibuk dan capek karena mengurusmu ya soal se-olah anak itu kan jadi beban itu ya Ee seolah-olah dia itu ya beban orang tua begitu nah atau dia enggak bisa memberikan apa-apa kepada orang tua ini kata-kata enggak perlu diucapkan oleh atau yang Senada dengan itu yang membuat anak itu jatuh mentalnya ya dan enggak enggak punya kepercayaan diri ya enggak punya kepercayaan diri Nah itu karena tuntutan yang terlalu berlebihan sehingga muncullah kata-kata seperti itu wallahuam bissawab Nah demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah materi kita pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan bermanfaat akuluuli hadza Astagfirullah Li wakumiril muslimin innahu hual gofururahim Nam baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jazakallah Khair Barakallah Fik atas materi yang telah disampaikan di pagi hari ini mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah apa yang telah disampaikan dalam pembahasan masih bab jangan merusak kepribadian anak ee untuk selanjutnya kami akan ajukan beberapa pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan Whatsapp Nam yang pertama Ustaz ada pertanyaan dari IB Lina yang berada di Bogor asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya anak Saya sekolah di SMK yang siswanya terpisah antara ikhwan dan akhwat suatu hari saya mengecek HP anak saya saya mendapati anak saya chatting dengan teman akhwat isi obrolannya mereka tidak senonoh saya langsung ambil tindakan tegas yaitu dengan memblokir kontak akhwat tersebut dan menasihati AG agar segera beristigfar dan bertobat namun Saya khawatir dengan keadaan ini Ustaz Apakah tindakan saya Ini salah e dengan semua tindakan itu Ustaz jazakullah Khair Iya ini salah satu problematika remaja hari ini ya he ya namanya pacaran ya nah Demikian Ya mungkin dia ee dapat itu dari ya apa namanya mengerti hal ini dari lingkungan ya atau dari tontonan ya Ee ya kebanyakan ya dari apa yang dia lihat e dari teman-temannya teman-temannya pacaran dia juga enggak mau kalah dan ikut ikutan pacaran kan begitu ya itu sebab-sebab ya anak itu ya jatuh dalam ee kebiasaan seperti ini ya ya Nah demikian ya mungkin ya ini akan mungkin akan kita bahas pada buku-buku Selanjutnya ya pendidikan seksual kepada anak dan remaja dalam Islam memang itu harus dibangun ya Ee pandangan yang benar terhadap lawan jenis ya bagaimana kedudukannya kadang-kadang anak tidak mengerti hal itu sehingga dia memandang biasa dia berhubungan dengan lawan jenisnya kan begitu ya tanpa mengerti batas-batasnya Nah ini kan ee suatu ya kita katakan kesadaran yang harus dibangun makanya kita tulis buku itu pendidikan seksual untuk anak dan remaja kita masih ingat kata-kata yang sering kita sampaikan pendidikan itu riwayat bagaimana kita mengasas nilai-nilai pendidikan itu dari no0 tahun begitu ya dan terus dikawal begitu dan itu metode pendidikan Nabawi ya sebenarnya ya nabi itu memperhatikan bagaimana Kapan anak itu ee disuruh salat misalnya di Usia berapa kan begitu ya dan itu demikian Karena manusia itu hidupnya ya berpindah ya dari satu titik menuju titik berikutnya demikian juga anak Sebenarnya ya dalam hal ini ya kita harus interospeksi diri dulu Pak para orang tua ya mungkin ini kelalaian kita juga hal itu kita tidak tanamkan dari kecil ya sehingga dia enggak ngerti ya dan enggak tertanam ee dengan baik ya pandangan terhadap lawan jenis ya maka kita istigfarlah kepada Allah bukan terhadap perbuatan anak itu aja ya tapi kepada mungkin kelalaian diri kita ya kelengahan dan kelalaian orang tua atau kita perlu mengandalkan sekolah Nah ini juga kadang-kadang kesalahan para orang tua sehingga kita lupa pendidikan rumah sementara pendidikan Seksual itu minim diajarkan di sekolah saya katakan minim ya karena mungkin dianggap hal yang ya tabu atau mungkin sekolah juga lembaga pendil yang berpandangan Nah itu kan tugas orang tua di di rumah sehingga tidak dapat itu ya dia enggak ada dapat itu di sekolah maupun di rumah sehingga dia enggak ngerti makhluk yang di hadapannya ini siapa Jadi harus bagaimana ya Nah itu kan harus di makanya ada adab-adab Adab istizan Adab menutup aurat dan lain sebagainya kesadaran bahwa ikhtilat itu haram kesadaran bahwa enggak boleh ee berkhalwat dan lain sebagainya ini ini enggak bisa sudah dewasa dia baru kita omongin Wah khwat itu enggak boleh dia bingung nanti kenapa enggak boleh ya katanya sementara dia lihat yang ada di lingkungannya itu kita enggak enggak bisa berharap anak itu dididik melalui lingkungannya ya apalagi hari ini kita tahu sendirilah ya Nah ya harus dari rumah kemudian dibantu dengan lingkungan di sekolah ya Ee kemudian juga kita harapkan lingkungan sekitar tapi lingkungan sekitar kan kita enggak bisa harap berharap banyak tentunya Bahkan sebaliknya nya itu jadi racun nah ketika dia sudah besar baru kita bicara tentang khalwat bicara tentang ikhtilat Kalau tidak dia diberi pondasi dari kecil dia agak bingung untuk mencernanya untuk bisa memahami Kenapa enggak boleh enggak sama ya cara berpikir orang tua dengan remaja ya remaja itu kan ya baru baru menuju kematangan berpikir menuju menuju belum sampai ya Nah demikian ya wallahuam baawab Nah demikian jadi ya ya kadang-kadang orang tua kurang berkaca kepada dirinya ya Ya mungkin ini dosa masa lalu kita kita dulu pacaran juga kan begitu ya ya Nah demikian ya maka ya pelan-pelanlah ya memperbaiki keadaan ya jangan menunjukkan macam bumi mau terbelah langit mau runtuh kan begitu ya walaupun itu serius Iya ya serius masalah serius ya perlu kita tangani dengan baik gitu ya nah wallahuam baawab nah itu saja n Ustaz ya Demikian Ya untuk yang bertanya Alhamdulillah mudah-mudahan dapat diambil faedahnya dan selanjutnya yang kedua Ustaz ada pertanyaan Nam dari penanya yang berada di Cikande ya Ustaz Umur berapakah yang idealnya anak dimasukkan ke pesantren atau dipisah dengan orang tua karena anak e saya berniat untuk memasukkan ke pesantren E dan apakah sama batasan umur yang ideal untuk anak putra dan putri Ustaz Iya ini jawaban enggak bisa eh dengan ya kita katakan satu kondisi ya ya itu kan tergantung ya kalau jawabannya tergantung bagaimana orang tua memberikan pendidikan kepada si anak di rumah ya karena kesiapan anak juga kan bergantung kepada apa yang sudah diberikan oleh orang tua Tapi kalau enggak diberikan apa-apa ini namanya buang anak ya yang apa namanya membuang anak begitu ya mungkin ya dia enggak ngerti apa yang dilakukan apalagi yang dilakukan ini ya sudahah dipondokkan aja begitu ya Nah karena memang ya orang tua di sini tidak melakukan apa-apa begitu Nah cenderungnya ya orang tua yang seperti itu ya Ini anak pasti akan bikin masalah di pondok gitu ya banyak masalah yang muncul di pondok karena anak-anak seperti ini ya Nah ya k karena kita du mengasuh pondok ya jadi ngertilah ya Banyak orang tua yang ya Titip anak aja ke pondok gitu ya I dengan sabrek masalahnya begitu ya Nah lalu itu dibebankan semua kepada Pondok gitu ya ya pondok juga ada batasnya juga ya penuh dengan keterbatasan-keterbatasan yang sangat banyak sekali ya Supaya paham ya bukan tempat yang magic box itu ya dimasukkan tiba-tiba jadi begitu enggak seperti itu karena banyak orang tua yang punya pandangan seperti itu ya sehingga ketika tidak sesuai dengan ekspektasinya ya buru-buru nyalahkan Pondok misalnya tanpa mengerti kondisinya mana begitu ya jadi Pondok itu bukan Magic box gitu ya apa namanya kotak sihir yang keluar jadi gitu ya Enggak enggak seperti itu Nah itu sangat bergantung juga dengan pendidikan orang tua di di rumah kalau enggak anak itu akan jadi masalah aja di pondok dan masalah-masalah Pondok kan rata-rata dari situ dari anak-anak yang memang enggak dipersiapkan oleh orang tuanya ya dari rumah dan cenderung buang sama orang tuanya mungkin UD enggak udah enggak bisa lagi ditangani oleh orang tua sudah nyerah kan gitu ya kalau orang tua nyerah apa Pondok enggak boleh nyerah ya kira-kira log logikanya seperti itulah ya supaya ngerti para orang tua ini jadi masalahnya bukan ee kapan ya usianya itu kan tergantung kepada apa yang sudah dipersiapkan oleh orang tua kalau enggak siap ya jangan juga kalau gitu ya kasihan pondoknya juga gitu ya dilimpahi tugas berat begitu yang ya sejauh apalah pondok-pondok bisa mengerti anak-anak yang dititipkan kepada mereka ya Nah ya tentunya enggak ada yang lebih mengenal anak daripada orang tuanya apalagi ini orang tua main titip-titip aja kan begitu ya dan cenderung diam terhadap masalah anak kadang-kadang masalahnya berat gitu ya masalahnya Serius gitu ya dan orang tua tahu tapi diam-diam aja dilempar kan aja ke situ gitu ya apa namanya mudah-mudahan kalau Mujur selesai masalahnya tapi ya kenyataannya kadang-kadang banyak masalah-masalah anak di rumah enggak selesai juga di pondok Iya bahkan ini bikin masalah di bondok menulari anak-anak yang lain ya Nah demikian wallahuam bawab ini yang harus disadari oleh para orang tua ya Nah demikian bagaimana ni yang memandang Pondok itu ya dan bagaimana dia memandang anaknya sendiri ya Ya ada orang tua yang tega begitu ya dia tahu anaknya penuh dengan masalah dan memang bermasalah ya dia lempar aja ke pondok itu jadi masalah besar di pondok ya muncul kasus-kasus yang macam-macamlah kita katakan Ya nah dari anak-anak seperti ini yang yang paling bersalah di sini orang tua sebenarnya ya enggak bisa ngelak dari ya ya kesalahannya itu kan begitu Ya nah tapi orang tua kan Ya enggak mau salah gitu ya ya Maha Benar orang tua dengan segala tindakannya wallahuam bawab ya jadi jangan bicara kapania Itu kembali kepada orang tua ya idealnya ya kalau masih bocah jangan ya karena dia masih butuh perhatian orang tua kalau sudah sudah masuk usia remaja remaja pun bukan remaja awal mungkin ya karena di awal-awal dia masih butuh bimbingan orang orang tua ya mungkin pertengahan remaja lah remaja tengah atau ee apa namanya Puncak remaja mungkin baru bisa itu pun tergantung kepada kesiapan anak itu dan persiapan yang telah diberikan oleh orang orang tua maka kita mengenal ya Ee tradisi Merantau ya di tengah-tengah masyarakat kita dan ini sebenarnya bukan di Indonesia saja dulu para Salaf juga Merantau ya tapi coba lihat baca biografi para ulama mereka itu Merantau bukan kosongan mereka telah menuntaskan menuntut ilmu di tempat mereka di rumah mereka bahkan kadang-kadang bersama orang tua mereka baru keluar gitu ya Nah dulu juga kita kan seperti itu budaya Merantau itu Nah sudah dikasih isi Istilahnya ya dibekali Istilahnya ya baru dilepas Merantau bukan kosongan Merantau gitu ya sama dengan ngusir anak gu sama dengan buang anak itu lalu anak bisa apa apa Nah ini Cerita Merantau ya Ya seperti Merantau menuntut ilmu idealnya ya anak itu merantau untuk menut Ilu setelah ya Dia ee betul-betul dibekali secara cukup oleh orang tuanya kan begitu ya E atau di tempat dia berada baru dia pergi begitulah dulu para Salaf ya di dalam ee pengembaraan mereka di dalam menuntut ilmu ya kalau kita baca biografi-biografi para ulama yang rata-rata seperti seperti itu ya wallahuam bwab Nah demikian supaya jangan salah kapra dan ya salah menilai di sini ya Nah nanti apa-apa ujung-ujungnya disalahkan pondok aja kan gitu ya Nah ya seperti saya katakan tadi itu bukan eh Kotak Pandora yang dimasukkan apa Jadi gitu ya Enggak enggak seperti itu wallahuam baawab Nah mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita pada kesempatan eh pagi ini ya mudah-mudahan [Musik] bermanfaatagahu gahim alhamdulillah baik terima kasih banyak Ustaz jazakah kir Barakallah Fik atas waktu yang telah diluangkan dan ilmu yang telah disampaikan di pagi hari ini pembahasan mengenai remaja jangan rusak kepribadian anak remaja mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah dari pertemuan ini dan demikianat Islam ullah para pemerhati Roja di mana pun anda berada materi yang telah disampaikan dan juga jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan di layanan pesan Whatsapp dan mohon maaf ee masih ada beberapa pertanyaan yang belum sempat kami ajukan karena keterbatasan waktu demikian dan Insyaallah mudah-mudahan di Selasa yang akan datang kita dapat melanjutkan pembahasan yang penuhmanfaat ini subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh for
Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply