Quran dan kajian Islam [Musik] Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh ah nahmaduhuuhuagfiruh W naudubillahi minuri anfusina wasiatialina Man yahdihillahu Fala [Musik] mudillalah wud asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah ya ayyuhalladzina amanuaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasuttaqu rabbakumulladzi khalaqokum Min nafsin Wahidah wakalaq minha zaujaha waabata minhuma rijalan katstir [Musik] waisaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham inallahaanaikumq ya ayyuhadina amanah Wan sadidakumakumfirlakumunubakumahahu had kitabullahi Azza wall Wir Hadi hadyu nabiina Muhammadin shallallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatatuha waulla muhdatatin bidah waulla bidatin dolalah waulla dolalatin finar Amma ba’du maasyiral muslimat akhwati fillah rahimani warahimakunallahu ajmain para jemaah sekalian akhwati fillah yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala kita mengawali majelis kita di kesempatan sore hari ini dengan Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala atas semua karunia serta kenikmatan yang Allah berikan kepada kita semuanya secara khusus nikmat Hidayah nikmat petunjuk nikmat iman dan nikmat Islam nikmat tauhid dan juga nikmat sunah rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam yang Allah anugerahkan kepada kita semuanya mudah-mudahan dengan Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala Allah melanggang nikmat-nikmat yang telah kita dapatkan dan Allah subhanahu wa taala membuka pintu-pintu kenikmatan yang lain untuk kita semuanya baik nikmat-nikmat duniawiah ataupun nikmat-nikmat diniah selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan secara sempurna kepada kdwah Hasanah orang-orang beriman panutan dan teladan setiap mukmin dan mukminah yaitu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarga beliau Kepada sahabat-sahabat beliau dan kepada setiap umat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam yang senantiasa berupaya untuk istikamah di dalam meniti jalan yang telah dituntunkan oleh rasulillahi Sallallahu alaihi wasallam sampai akhir zaman akhwati Fillah aazzakunallah di kesempatan sore hari ini di penghujung hari yang pertama dari bulan Rabiul Aal di tahun 1446 Hijriah kita melanjutkan kembali rihlah ilmiah kita di dalam mengkaji kitab asrur rakaiz farbitil abna 10 pilar pendidikan anak yang dituntunkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kepada orang-orang beriman buah karya fadilatus Syekh profesor Dr Abdur rq bin Abdul Muhsin alabbad albadr hafidahumallahu tabaraka wa taala di kesempatan kali ini kita masuk pembahasan arrqizah assadisah yakni pilar yang keenam di antara 10 pilar pendidikan anak yang penulis bawakan berkata fadilatus Syekh Abdur razzaq bin Abdul Muhsin alabbad hafidahullahu taala arakizatus sadisatu aladlu bainal abnai pilar yang keenam di antara pilar pendidikan anak adalah bersikap adil terhadap anak-anak yang kita miliki bersikap adil dalam bermuamalah bersikap adil dalam hal pemberian ini di antara pilar pendidikan yang dituntunkan oleh rabbul alamin kepada setiap orang-orang beriman yang diamanahkan anak oleh Allah subhanahu wa taala ya setiap orang tua wajib hukumnya untuk berlaku adil tidak PH kasih terhadap anak-anaknya di dalam bermuamalah dalam pemberian kita kepada mereka kata penulis fataharri aladli bainal abnai Wal budu Anil jauri Wal haifi wzulmi yabaru Min ahammir rakaiz almuathtiroh Fi tarbiyatihim berupaya berlaku adil terhadap anak-anak serta menjauhi perilaku jaur ya kezaliman pilih kasih ya terhadap anak-anak termasuk di antara pilar terpenting yang sangat berpengaruh di dalam keberhasilan pendidikan orang tua terhadap anak-anaknya di antara kunci sukses tarbiah orang tua terhadap anak-anaknya adalah sikap adil orang tua terhadap mereka ya tidak pilih kasih terhadap Ya sebagian anak kemudian berlaku zalim mengurangi hak sebagian yang lainnya itu namanya kezaliman yaal AB kata penulis Sesungguhnya orang tua apabila tidak berlaku adil terhadap anak-anaknya maka akan membuka pintu kerusakan yang sangat besar di antara anak-anak ya perlakuan tidak adil orang tua terhadap anak-anak nya akan membuka pintu adawah permusuhan attahasud saling mendengki watabagud dan saling membenci ini di antara dampak ya negatif dari perlakuan tidak adil orang tua terhadap anak-anaknya akan berdampak secara horizontal ya di dalam muamalah antara anak satu dengan yang lainnya ataupun secara vertikal antara hubungan orang tua dengan anaknya akan rusak ya akan membuka pintu permusuhan antara satu anak dengan anak yang lainnya kalau orang tua enggak adil akan membuka pintu kedengkian ya sebagian anak dengki terhadap anak yang lainnya ya karena sebagian anak merasa di anak kan diperlakukan lebih daripada yang lainnya sedangkan sebagian yang lain dikerdilkan dikecilkan maka akan menimbulkan benih hasad ya di dalam hati anak-anak watabagud dan akan melahirkan perasaan saling membenci satu sama lain sebagian anak benci dengan ya saudaranya atau dengan saudarinya karena dia merasa enggak dipedulikan oleh orang tuanya sedangkan Si Fulan diperhatikan berlebih oleh orang tuanya sebagaimana perlakuan tidak adil orang tua akan melahirkan kebencian seorang anak terhadap orang tuanya ya maka ini dampak negatif ya dampak buruk dari perlakuan tidak adil orang tua terhadap anak-anaknya maka Islam melarang ya orang tua untuk berlaku zalim terhadap anak-anaknya Islam melarang orang tua Berlaku tidak adil di dalam mendidik anak-anaknya Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan setiap orang tua untuk berlaku adil di dalam mentarbiah anak-anak mereka di dalam mendidik anak-anak mereka di dalam membesarkan anak-anak mereka harus adil wafil muqabil Za Haris Alal Adli bainahum Kana dalika Min a’ami asbabi tawadihim Wa mahabbatihim Wa birrihim lahum kondisi yang sebaliknya kata penulis kalau seandainya orang tua bersungguh-sungguh di dalam berlaku adil terhadap anak-anaknya Maka hal itu di antara sebesar-besar sebab yang akan melahirkan rasa cinta kasih sayang di antara anak-anak secara horizontal ataupun secara vertikal ya masing-masing saling menyayangi saling menghormati saling menghargai demikian pula anak akan mencintai orang tuanya ya Ketika sang anak dilakukan dengan adil oleh orang tuanya maka timbul rasa cinta di antara mereka terhadap orang tuanya wirrihim lahum dan akan menjadi sebesar-besar Sebab di kemudian hari mereka akan berupaya untuk berbakti kepada kepada kedua orang tua mereka karena dahulu Mereka dididik dengan dengan adil enggak dipilih kasih di antara di antara mereka Maka mereka saling berupaya untuk membalas perlakuan adil orang tua terhadap mereka beda kasusnya kalau orang tua memperlakukan anaknya secara tidak adil maka yang diperlakukan tidak adil ya akan timbul rasa kecewa di dalam hatinya rasa sakit hati ya Sehingga mungkin di kemudian hari akan muncul yakni perasaan ya benci terhadap orang tuanya sehingga dia tidak akan berupaya untuk berbakti kepada orang tuanya ya karena merasa dizalimi karena merasa tidak diberikan haknya sewaktu dia kecil ya maka ini poin penting yang wajib diperhatikan oleh setiap orang tua kita yang dianugerahi oleh Allah subhanahu wa taala buah hati ya anak-anak dalam kehidupan kita maka jaga muamalah kita bersama mereka perlakukan semuanya dengan adil muamalah kita ya bersama mereka pemberian kita terhadap mereka ya maka hiasi dengan dengan sifat keadilan kata penulis waqad Jaa Fi shahihil Bukhari an numan Ibni basyirin radhiallahu Anhu wa ardah disebutkan di dalam Kitab sahih albukhari sebuah hadis dari Jalan Sahabat yang mulia annman Ibnu Basyir radhiallahu taala Anhu waardah Nu’man bin Basyir berkisah ya Anna abahu nahahu bahwasanya bapaknya nya yakni Basyir suatu ketika pernah menghibahkan tanah sebidang tanah untuk Nu’man menghadiahkan sebidang tanah untuk untuk Nu’man wa Anna walidatahu thaabat Min abihi an yushida rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam ala dalik namun ibunda Nu’man meminta kepada bapaknya Nu’man ini Basyir sebelum ya dia menghadiahkan tanah tersebut hendaknya dia mendatangkan saksi yang minta agar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjadi saksi atas pemberian tersebut falamma Ata rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam qala lahu ketika ya sahabat Basyir ayahnya Nu’man mendatangi rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dan dia ceritakan Ya Rasulullah aku telah menghibahkan menghadiahkan Sepetak tanah untuk Putraku numan ya ya maka nabi bertanya kepada Basyir Aita sairo waladika Mla H wahai Basyir Apakah semua anakmu engkau berikan pemberian yang serupa Apakah semua anak yang kamu miliki diberikan hibah yang sama diberikan hadiah yang sama sebagaimana engkau berikan kepada nman kata B tidak ya Rasulullah iba ini aku khususkan hanya untuk anakku numan yang lain enggak aku berikan ya faqala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda fattaqulah kalau begitu bertakwalah engkau kepada Allah subhanahu wa taala bertakwalah engkau kepada Allah subhanahu wa taala wailu auladikum dan berlaku Adillah terhadap anak-anakmu semuanya jangan pilih kasih yang satu kamu kasih hadiah yang lain enggak dikasih apa-apa jangan kata nabi bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala Ketika engkau memberikan sesuatu kepada sebagian anakmu maka berikan juga kepada yang yang lainnya jangan pilih kasih ini tuntunan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada setiap orang tua karena kalau seandainya nya hanya sebagian anak yang diberikan hadiah tersebut maka akan memantik ya akan memancing rasa hasad kecemburuan ya pada anak-anak yang lain Wai riwayatina muslim dalam riwayat yang dibawakan oleh imam muslim di dalam sahihnya Anna nabi shallallallahu Alaihi wasallama qala Lahu bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada Basyir ayahnya Nu’man ayasurruka any yakunu ilaika fil birri sawaan wahai Basyir Bukankah kamu ingin semua anakmu sama di dalam berbakti kepada engkau bukankah Engkau ingin semua anakmu berbakti kepada dirimu kata Basyir bala tentu wahai Rasulullah aku menghadaki semua anakku kelak mereka berbakti kepadakua kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Fala an kalau begitu Jangan kamu lakukan kalau kamu ingin semua anakmu dalam perbaktian sama ya semua anakmu berbakti kepada dirimu maka engkau juga harus memperlakukan mereka dengan sama jangan pilih kasih jangan anak emaskan sebagian ya jangan menghadiahkan kepada sebagian yang lain enggak dikasih hadiah Jangan nanti akan timbul kecemburuan di antara mereka sebagaimana engkau ingin mereka semua berbakti kepada engkau tanpa terkecuali maka engkau pun harus berlaku adil kepada mereka tanpa terkecuali karena kaidah mengatakan bahwasanya Al jaazau Min jinsil Amal ya apa yang kita dapatkan sesuai dengan jenis amal perbuatan yang kita yang kita lakukan kalau kita ingin anak kita semua berbakti kepada kita tanpa terkecuali maka berlaku Adilah kepada mereka semua tanpa dikecualikan ya kalau orang tua ingin semua anaknya sama dalam hal perbaktian maka samakan mereka Dalam hal pemberian kita jangan ya pilahpilih jangan pilih kasih Wafi riwayatin dalam sebagian riwayat yang lain disebutkan la Ashadu ala jaurin kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Saya tidak ingin bersaksi atas satu kezaliman jadi itu perbuatan zalim Kalau engkau memberikan sebagian anakmu pemberian yang lain tidak dikasih itu namanya kezaliman dan aku tidak mau bersaksi atas ya satu kezalimaniuk dalam riwayat yang lain disebutkan kata Nabi Sallallahu Alaihi was cari saksi yang lain aku gak mau bersaksi Karen Apa yang kamu lakukan ini enggak tepat ya Ketika engkau hanya memberikan hadiah kepada seb anakmu yang lain enggak engkau kasih maka ini satu kezaliman perbuatan jaur perbuatan haif ya yang bertentangan dengan prinsip keadilan aku enggak mau bersaksi dalam perkara ini cari saksi yang lain kata Syekh Abdul razq hafidahullahu taala tahdirun wah hadihi tahdirun wah Hadi alkalimah qahan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tahdidan lahu Syekh Abdur roazak di sini menukilkan perkataan Al Imam Ibnu qayyim rahimahullahu taala di dalam kitabnya ilamul muwaqqi’in an rabbil alamin apa yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ucapkan terhadap sahabat Basyir ketika dia memberikan hadiah kepada sebagian anaknya tanpa sebagian yang lainnya kata Al Imam Ibnul qayyim rahimahullahu taala kalimat yang Nabi Sebutkan di atas merupakan bentuk tahdid yakni ancaman untuk Basir ya agar dia tidak berbuat kezaliman terhadap anak-anaknya ya nabi sebutkan dengan kalimat yang keras ya sebagai bentuk peringatan bagi bagi sahabat Basyir radhiallahu Anhu wa Ardha agar dia tidak berbuat perkara semacam semacam itu agar dia tidak berlaku zalim terhadap anak-anaknya dan ini di antara bentuk kasih sayang Nabi Ya nabi mengucapkan nasihat yang keras ya kalimat yang keras sebagai bentuk peringatan agar dijauhi oleh sahabat Basyir dan juga oleh setiap orang tua yang beriman kepada Allah dan hari akhir waillaanadzi yatibubuhu Minal muslimin an yashada Al Ma Hakam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam binahu jaur ya kalau tidak maka siapa di antara kaum muslimin yang hatinya merasa nyaman dengan sesuatu yang dihukumi oleh Nabi sebagai satu kezaliman Ya tentu hati seorang muslim enggak akan nyaman Ya waahu Lal dan bahwasanya perkara tersebut adalah perkara yang tidak baik waahuiluwallah Perbuatan tersebut bertentangan dengan prinsip ketakwaan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa taala dan bahwasanya perkara tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan ya maka ini di antara peringatan yang keras yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ingatkan dengannya setiap orang tua tahdir atau peringatan tersebut bukan hanya berlaku bagi sahabat Basyir radhiallahu Anhu tapi juga berlaku untuk setiap orang tua ya yang memiliki anak-anak maka diwajibkan untuk berlaku adil terhadap mereka semuanya jangan sampai kita menzalimi hak sebagian anak kita ya dengan melebihkan sebagian yang yang lainnya dalam hal muamalah Dalam hal pemberian enggak boleh wa bir Wat taqat watahajur bainal Ikhwan kemudian kata Syekh Abdul roazq menutup ya pilar yang keenam Ini kata beliau hadis di atas merupakan tahdir peringatan yang sangat jelas dari larangan berbuat zalim di dalam bermuamalah bersama anak-anak enggak boleh ya orang tua berlaku zalim dalam bermuamalah bersama anak-anaknya enggak boleh haram hukumnya karena berlaku adil itu wajib dan lawan dari al-adlu adalah azzulmu sebagaimana orang-orang beriman diperintahkan untuk berlaku adil dan keadilan hukumnya wajib maka orang-orang beriman dilarang dari berbuat kezaliman ya dan penjelasan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya perlakuan tidak adil orang tua terhadap anak-anaknya akan membuka pintu u Wal di kemudian hari ya dan anak itu ingatannya kuat ya yang di lakukan orang tuanya semasa kecil diingat oleh anak-anaknya maka ketidakadilan orang tua dalam bermuamalah akan menjadi sebab kedurhakaan anak di kemudian hari wat taqatu wat tahajur bainal ikhwan dan menjadi sebab ya saling memutus saling yakni memusuhi di antara saudara ya dengan yang yang lainnya akan putus ukhuwah akan putus silaturahim karena ketidakadilan orang tua dalam bermuamalah bersama anak-anaknya ini dua ya dampak besar dari perlakuan tidak adil orang tua terhadap anak-anaknya secara horizontal di antara anak akan mewariskan saling permusuhan satu sama lain saling dengki satu sama lain saling benci satu sama lain sehingga putus tali silaturahim di antara mereka ya secara vertikal hubungan orang tua dengan anak ya maka akan menyebabkan mereka berat mereka enggan untuk berbakti kepada kepada orang tuanya ini yang diingatkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka ingat ya Saudaraku yang Allah muliakan akhwati fillah rahimani warahimakumallahu ajmain ketika kita ingin anak-anak kita kelak berbakti kepada kita semua tanpa terkecuali ketika kita ingin anak-anak kita rukun ya yakni mereka tetap di dalam ukhuwah dalam yakni hubungan yang baik ya di antara mereka Maka tugas orang tua sedini mungkin di dalam mendidik anak-anak mereka wajib untuk mendidik di atas prinsip keadilan ya maka di antara pilar pendidikan anak yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap orang tua adalah pilar yang keenam ini aladlu bainal abna berlaku adil ya di antara e di antara anak-anak kita berlaku adil dalam bermuamalah bersama anak-anak kita enggak boleh kita menampakkan Ya pilih kasih kita di hadapan anak-anak kita Meskipun mungkin ya terkadang dalam hati kita ada kecondongan ya cinta kita lebih kepada sebagian anak kita tapi enggak boleh kita tampakkan cukup di hati kita ya Enggak boleh kita tampakkan yakni perasaan tersebut di hadapan anak-anak kita karena itu akan menyakiti mereka ya akan menyakiti mereka hal ini sama ya yakni sebagaimana yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sabdakan dalam hal istri ketika seorang suami memiliki lebih dari satu istri maka dia wajib berlaku adil Meskipun mungkin dalam hal kecintaan dalam masalah hati sebagian lebih dicintai enggak mungkin dapat disamakan dalam masalah kecintaan karena kita enggak punya perkara tersebut oleh karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis ummil mukminin Aisyah radhiallahu anha wa ardaha dikeluarkan oleh Al Imam Abu Daud di dalam sunannya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma HMI Fima amlik falaalumni Fima tamlik wala amlik kata Aisyah radhiallahu anha wa ardaha Kana rasulullahi Shallallahu Alaihi Wasallam yaqsim fay’dil dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membagi hak istrinya dan nabi berbuat adil ya nabi tidak pernah menzalimi istri-istri beliau kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah ya Allah inilah pembagianku yang aku sanggupi aku berupaya untuk berlaku adil terhadap istri-istriku Ya Allah w maka jangan engkau mencela aku ya dari sisi hati ini kecintaan karena aku enggak punya aku enggak menguasai hatiku ini ya tapi Engkaulah yang menguasai hati-hati hambaMu terkadang sebagian orang tua mungkin ada kecenderungan ya cintanya kepada sebagian anak lebih daripada anak yang lain dan itu Natural itu tabiat ya yang salah yang keliru ketika kita tampakkan hal itu di hadapan anak-anak kita Allah subhanahu wa taala terhadap orang-orang beriman ya sebagaimana berlaku adil diperintahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam sunahnya berlaku adil juga diperintahkan oleh rabbul alamin berlaku adil juga diperintahkan oleh Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an kepada orang-orang beriman Allah subhanahu wa taala berfirman di surah al-maidah ayat yang ke-8 kata Allah subhanahu wa taala ya ayyuhalladina amanu kunu qam lillahi suuhadaq wajriakum allililu kata Allah subhanahu wa taala Wahai orang-orang yang beriman Allah panggil hamba-hambanya yang beriman ya Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah subhanahu wa taala ketika menjadi saksi dengan adil dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil Hatta terhadap orang-orang yang enggak kita sukai enggak boleh kita berlaku zalim ya Hatta terhadap musuh kita enggak boleh kita berlaku zalim tetap berlaku adil kata Allah subhanahu wa taala dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil berlaku Adillah karena adil itu lebih lebih dekat kepada takwa karena keadilan lebih dekat kepada takwa kepada Allah subhanahu wa taala dan bertakwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala Maha teliti Apa yang kamu kerjakan kalau seandainya sama musuh kita diperintahkan berlaku adil oleh Allah subhanahu wa taala apalagi terhadap anak-anak anak kita maka Min babi Aula lebih utama ya seorang muslim seorang muslimah berlaku adil terhadap anak-anaknya wallahuam kemudian arqizah asabiah kita masuk pilar yang ketujuh di antara pilar ar di dalam pendidikan anak yang dituntunkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kata penulis arqizatusatu arifqu warahmah pilar yang ketujuh adalah bersikap lemah lembut dan kasih sayang di dalam mendidik anak-anak kita ya orang tua wajib hukumnya untuk berlaku lemah lembut dan kasih sayang terhadap anak-anaknya wajib bukan perkara sunah tapi wajib berlaku lemah lembut berlaku kasih sayang kepada anak-anak itu hukumnya wajib Wamin rakaizi tarbiyatil abna muatum birahmati Wal Ihsan kata Syekh Abdur razq di antara pilar-pilar pendidikan anak adalah berlaku lemah lembut terhadap mereka berinteraksi dengan mereka dengan rahmat dan penuh Ihsan kebaikan Wal hadaru Minal gild serta Hadar waspada hati-hati ya menjauhi sikap gildah sikap kasar dalam bermuamalah bersama anak-anak kita wal buduiddati wal jafa hendaknya orang tua itu jauh dari sifat keras sifat kasar sifat bengis di dalam mendidik anak-anak mereka ya karena anak kita itu buah hati kita ya anak kita adalah amanah dari Allah subhanahu wa taala dan hukum asal pendidikan adalah pendidikan kasih sayang kelemahlembutan ya maka semaksimal mungkin kita menghindarkan diri kita dari muamalah-muamalah yang kasar terhadap anak-anak kita baik secara ucapan ataupun secara ya amal perbuatan faainan Nabi Shallallahu Alaihi wasallamqal karena sesungguhnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda dalam hadis yang dikeluarkan oleh imam muslim Rasulullah Sallallahu da kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya kelemahlembutan tidaklah diletakkan pada sesuatu kecuali akan memperindah hal itu tidaklah kelemahlembutan diletakkan dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya akan membuatnya tampak indah Dan tidaklah dihilangkan dari sesuatu kelemahlembutan melainkan akan merusaknya ya akan membuatnya tampak jelek sesuatu yang tidak dihiasi dengan kelemah-lembutan maka hilang keindahan darinya sebagaimana sesuatu yang dihiasi dengan kelemahlembutan maka akan tampak indah ya wahmatu warajibda maalimimir maah maka sifat Rahmat sifat kasih sayang sifat kelemah-lembutan wajib kita mulai ya di dalam Kitab berinteraksi bersama anak-anak kita ketika kita ingin menampakkan sifat rahmat dan kasih sayang kelemahlembutan kita maka pihak yang paling berhak dengan kelemahlembutan kita dengan kasih sayang kita adalah anak-anak kita karena mereka memang yang paling utama karena mereka yang paling dekat dengan kita dan kaidah mengatakan bahwasanya Al aqrabu Aula Bil Ma’ruf yang paling dekat dengan seseorang maka dia dialah yang lebih berhak dengan kebaikannya maka yang paling berhak dengan kelemah-lembutan kita yang paling berhak dengan kasih sayang kita adalah anak-anak kita Jangan sampai kita mampu berlemah lembut dengan tetangga kita dengan sahabat kita dengan rekan kerja kita dengan atasan kita di saat yang sama kita berbuat zalim kepada anak anak kita kita berlaku kasar terhadap anak-anak kita nauzubillah ya ini orang yang salah timbangan ya salah kaidah kalau kita mampu berbuat baik terhadap orang-orang di luar rumah kita wallahi kita lebih layak menerapkan kebaikan tersebut di dalam rumah kita ini petunjuk allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka hendaknya orang tua kata penulis mengawali ya muamalahnya bersikap lemah-lembut kasih sayang kepada anak-anaknya sedini mungkin ya ketika anak-anak kita masih kecil ya watamdi waastamirru maahum dan terus kita perlakukan anak kita dengan lemah lembut dengan kasih sayang ya Ya selama mereka masih bersama kita dan terus sampai kita kembali kepada Allah subhanahu wa taala sampai kita meninggal dunia hendaknya orang tua berlaku lemah lembut berlaku kasih sayang kepada anak-anaknya dan ini Fitrah yang lurus yang dimiliki oleh orang tua ya Fitrah yang lurus orang tua itu cinta kepada anaknya orang tua itu sayang lemah-lembut kepada anak-anaknya ya bukan malah kasar bukan malah zalim ya Meskipun kita lihat di zaman sekarang Fitrah ini ya banyak dilencengkan oleh setan dan hawa nafsu sehingga tidak jarang orang tua berlaku kasar kepada anak-anaknya menzalimi anak-anaknya berlaku kasar kepada anak-anaknya memukul anak-anaknya dengan tanpa hak dijadikan anak-anaknya lampiasan ya amarahnya padahal masalahnya di luar yang dijadikan sebagai ya tumpahan amarah anak-anaknya nauzubillah sehingga dia memukul menyakiti anak-anaknya bahkan sebagian nauzubillah membunuh anak-anaknya nah ini bertentangan dengan fitrah yang lurus melenceng jauh dari Fitrah orang tua yang difitrahkan oleh Allah subhanahu wa taala maka orang tua sedini mungkin ketika kita dianugerahkan anak oleh Allah subhanahu wa taala maka pergauli anak-anak kita dengan lemah lembut dengan kasih sayang dengan penuh cintaaha abahah karena kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya kelemahlembutan orang tua terhadap anak-anaknya adalah sebab kedekatan anak terhadap orang tuanya sebab cinta anak kepada orang tuanya ya karena itu tabiat manusia ya ketika kita diperlakukan dengan baik maka kita akan berupaya membalas dengan kebaikan yang serupa ya maka ketika anak diperlakukan dengan penuh kasih sayang ditarbiah dengan penuh kasih sayang dengan kelemahlembutan maka dia tumbuh di atas akhlak tersebut di atas kelemahlembutan tersebut dia ambil dari orang tuanya Bagaimana dahulu orang tuanya sabar Bagaimana dahulu orang tuanya kasih sayang lemah lembut Dijaga ucapannya ketika bermuamalah dengan anak-anaknya ya sehingga dia tumbuh di atas karakter tersebut sehingga sang anak tumbuh di atas akhlak tersebut ya Sehingga kasih sayang orang tua di dalam mendidik anaknya menjadi sebab dekatnya anak kepada orang tuanya menjadi sebab rasa cinta anak terhadap orang tuanya Wil mahabbahih ab ya Ketika sang anak sudah merasa dekat dengan orang tuanya Ketika sang anak ya memiliki rasa cinta kepada orang tuanya sehingga kalau orang tuanya kasih nasihat mudah didengar oleh anak-anaknya ketika orang tua ngasih pengarahan mudah diterima oleh anak-anaknya karena merasa dekat dengan orang tuanya karena merasa cinta dengan orang tuanya sehingga orang tua mengarahkan a anak-anak akan ikut orang tua memberikan masukan memberikan nasihat mudah mereka terima W isjab waum Laha ya ketika seorang anak Ya sudah cinta kepada orang tuanya merasa dekat dengan orang tuanya maka nasihat seberat Apun ya akan mudah diterima oleh oleh sang anak tapi kalau seandainya anak merasa jauh dari orang tuanya enggak diperhatikan karena dilakukan kasar enggak ada rasa Ca dari seorang anak kepada orang tuanya maka orang tua kasih nasihat seringan Apun berat diterima oleh anak-anaknya ya lihat pengaruh kelemahlembutan makanya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kelemahlembutan itu tidaklah diletakkan pada sesuatu melainkan akan memperindah hal itu ya dan ketika kelemahlembutan dicabut dari sesuatu akan membuatnya tampak jelek dan tidak tidak indah ya maka di antara tempat Yang hendaknya kita berlemah lembut dan berkasih sayang adalah dalam rumah tangga kita dalam mendidik anak-anak kita ya kata penulis waqad takartin nusus Min sunatin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Fi bayani hadir rqiz dan sangat banyak nas-nas yang datang dari sunah Rasulullah Sallallahu Al Ahi wasallam yang menjelaskan pilar yang ketujuh ini begitu banyak dalil yang mewajibkan orang tua untuk berlaku lemah lembut kepada anak-anaknya Faan Abi hurairat radhiallahu Anhu an Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam qabalal Hasan IBN Ali radhiallahu anhuma Wal aqra Ibnu habitin radhiallahu anhu jalisunahu di dalam hadis yang dikeluarkan oleh Al imam albukhari dan muslim dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu wa ardah bahwasanya dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mencium kepala al-han bin Ali nabi yang mencium kepala Al Hasan bin Ali cucu beliau Alaihi atu wasalam Ketika Nabi mencium kepala alhan bin Ali ada seorang sahabat yang bernama aqra bin habis duduk ya di samping Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam hadir di samping rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam faqala kemudian Akra bin habis berkata kepada nabi Inan Minal ah Ya Rasulullah aku ini heran sama engkau engkau mencium cucumu mencium anak kecil sedangkan aku sendiri punya 10 anak tapi engak pernah satu pun mereka aku cium ya anak aku ada 10 ya rasulah banyak tapi tidak ada satun di anara mereka yang aku cium ya y aqra bin habis mengira bahwasanya mencium anak kecil itu perkara yang remeh enggak ada manfaatnya enggak ada fadilahnya ya maka ketika dia melihat nabi mencium cucunya alhasan bin Ali dia mengatakan Ya Rasulullah Aku punya 10 anak tapi dari 10 anak tersebut enggak pernah satu pun aku cium kepalanya ya fadoro ilaihi rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam mendengar perkataan aqra bin habis maka nabi memandang Kepada beliau waqala kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man la yarham la yurham Siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi wahai Akra mencium anak kecil itu bagian dari ya ungkapan kasih sayang orang tua terhadap anaknya ya seorang ayah terhadap anaknya seorang kakek terhadap cucunya itu bagian dari ungkapan kasih sayangnya mencium Anaknya ya maka siapa yang menyayangi dia akan disayangi dan siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi bukankah Engkau ingin disayangi oleh anak-anak maka Sayangi Mereka dan di antara bentuk ungkapan sayang orang tua mencium anak-anaknya ya maka ini menunjukkan bahwasanya berlaku lemah lembut berkasih sayang terhadap anak-anak adalah tuntunan agama kita ya dituntunkan oleh oleh Islam dituntunkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jangan sampai kita ya punya 10 anak kemudian kita Acuh Tak Acuh enggak pernah apa dicium enggak pernah disayang enggak pernah diajak main enggak pernah diajak ngobrol ya seolah-olah bukan anak kita ya padahal itu anak kita sendiri maka perlakukan dia dengan penuh kasih sayang dengan kelemah-lembutan ajak dia main ya Wa ummil mukminin Aisyah radhiallahu anha dalil yang lain dalam perkara ini adalah sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Al Imam albukhari di dalam sahihnya dari Jalan Sahabat yang mulia sahabiyah Ummul mukminin Aisyah radhiallahu taala anha wa ardaha alat Beliau berkata Jaa a’raabiyun Ila rasulillahi shallallallahu Alaihi Wasallam kata Aisyah radhiallahu anha suatu ketika datang seorang Arab baduwi menemui rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ketika itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mencium ya kepala cucu beliau kepala cucu beliau maka ketika orang arabadwi melihat nabi mencium ya kepala cucu beliau kepala anak kecil maka dia berkata Apakah kalian ya terbiasa mencium anak-anak kecil kalian kami gak pernah mencium mereka ya Ya kami gak terbiasa mencium anak-anak apa anak-anak kita nabiahu Alaihi wasam maka mendengar ucapan tersebut nabi Sallahu Alaihi wasamersabda wahai Fulan ya aku enggak punya kemampuan ya Kalau seandainya Allah subhanahu wa taala mengambil Rahmat dari dalam hatimu Ya kalau gitu urusan Allah subhanahu wa taala Aku enggak punya kemampuan yakni ketika seorang ayah enggak pernah mencium anaknya sama sekali ya maka dikhawatirkan itu tanda kalau dia enggak punya sifat Rahmat di dalam hatinya ya karena di antara bukti adanya sifat Rahmat orang tua terhadap anak-anaknya adalah kedekatan mereka yang mencium mereka itu di antara tanda kalau di dalam hati orang tua itu masih ada Rahmat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau Demikian maka itu urusan Allah subhanahu wa taala maka di sini nabi mengisyaratkan bahwasanya kedekatan orang tua terhadap anaknya ya kita mencium anak-anak kita itu di antara tanda adanya sifat rahmat dalam dalam hati kita ya Yang mana orang-orang beriman wajib memiliki sifat Rahmat tersebut radhiallahu anha anaha atat Bil Hasan bin Ali radhiallahu anhuma Il Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam waqad futima fawadahu ala shadri fabala ala shadri faashabal baulu izarohu dalam hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dengan sanad yang sahih dari sahabiah Ummu fadhl radhiallahu anha suatu ketika Ummu fadhl membawa al-han bin Ali jadi cucu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadapan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dia gendong kemudian dia bawa ke hadapan Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada saat itu al-han bin Ali sudah disapih oleh oleh orang tuanya Ya sudah di disapi tidak Lagi menyusu kepada kepada ibunya Maka kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meletakkan alhan bin Ali ya di dada beliau dig gendong oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau Letakkan pada ya pada dada beliau digendong oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Al ternyata enggak lama kemudian Al Hasan bin Ali kencing ya ketika digendong oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam faasabal baulu izarohu kemudian ya air kencing Hasan bin Ali ini mengenai Izar ya kain bawahan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya dahulu ya orang-orang dahulu biasa memakai dua kain Kalau kain itu dari pusar ke atas dia kenakan namanya Rida ya kain atasan ya kalau kita sekarang baju atasan itu ya kain untuk menutup Aur apa menutup bagian atas tubuh kita namanya Izar kalau kainnya kita kenakan dari pusar ke bawah itu namanya ee Afan tadi dari pusar ke atas namanya Rida kalau dari dari pusar ke bawah namanya Izar ya orang kita bilang sarung ya Izar maka air kencing al-han bin Ali mengenai izarnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengenai kain sarungnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya qalat kata Ummu fadhl faaktu biyadi ala katifihi Ketika aku melihat alhan bin Ali kencing ya ketika digendong oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Aku langsung mengambil beliau aku langsung ambil alhan bin Ali ya dengan kedua tanganku aku apa ambil ya kedua katifnya kedua pundaknya diambil oleh Ummu fadl maka melihat perbuatan Ummu fadl Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berpesan kata nabi yang mulia alaihiatu Wasalam irfiqi bibni rahimakillah wahai Ummu fadl berlemah lembutlah terhadap cucuku Semoga Allah merahmati engkau yakni jangan ambil dengan dengan kasar jangan ambil dengan ya dengan tergesa-gesa ambil dengan kelemah-lembutan ya ini akhlak yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tanamkan kepada para sahabat di dalam bermuamalah bersama anak-anak kecil ya Ketika Harus menggendong maka gendong dengan kelemahlembutan jangan diambil dengan kasar ya karena dikhawatirkan bisa menyakiti anak tersebut kata penulis radhiallahu anha penulis menutup ya pilar yang ketujuh dengan satu Hadis yang menunjukkan betapa pentingnya kita bersikap lemah lembut kepada anak-anak kita kata Syekh Abdur razq di antara Dalil yang menunjukkan pentingnya memperhatikan sikap lemah lembut dan kasih sayang dalam bermuamalah bersama anak-anak kita bahwasanya kelemahlembutan dan kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya adalah termasuk pintu surga ini termasuk wasilah yang akan mengantarkan orang tua ke surga Allah subhanahu wa taala walqi minaniran dan akan menjadi wasilah membebaskan orang tua dari siksa api neraka Allah subhanahu wa taala ini poin penting ya kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya cinta orang tua terhadap anak-anaknya kelemah-lembutan orang tua terhadap anak-anaknya adalah wasilah yang akan memasukkan orang tua ke dalam surga Allah subhanahu wa taala wasilah yang akan membebaskan orang tua dari siksa api neraka Allah subhanahu wa taala ya maka di antara dalil dalam masalah ini adalah apa yang disebut o Umul Aisyah radallahu di mana Beliau berkata Jak Aisyah menuturkan kisah yang beliau alami di rumah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kata Aisyah suatu ketika datang seorang wanita miskinah seorang ibu ya yang miskin dia datang ke rumah Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersama kedua orang putrinya ya untuk meminta sesuatu yang bisa mereka makan karena mereka tidak memiliki apa-apa di rumahnya ya maka dengan terpaksa sang Ibu keluar dari rumahnya membawa kedua putrinya mendatangi rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk meminta sesuatu di rumah nabi apa yang bisa mereka makan untuk menyambung kehidupan mereka kata Aisyah radhiallahuu anha faamaartin maka aku berikan ya kepada sang wanita tersebut tiga butir kurma tiga butir kurma karena itu yang ada di rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kata Aisyah radhiallahu anha Fa Wah maka tiga kurma yang Aisyah berikan kepada sang Ibu tadi dibagi secara adil satu persatu sang ibu dapat satu butir ya kemudian kedua putrinya masing-masing dapat satu butir ya Ketika sang ibu tiba giliran sang Ibu memakan sebutir kurma bagiannya fastat’amtha ibnataha maka kedua putrinya yakni menahan sang Ibu tersebut mereka minta kembali kurma tersebut karena belum cukup masih merasa kurang dengan satu butir kurma yang mereka makan maka ditahan sang Ibu itu sehingga dia enggak bisa makan ya bagian satu butir kurma yang dia yang yang dia dapatkan fasqr allati turidu an takul bainaha akhirnya sang ibu memilih mengalah ya satu butir kurma bagian dia yang harusnya dia makan enggak jadi dia makan apa yang dia lakukan Dia belah sebutir kurma tersebut menjadi dua bagian kemudian dia berikan masing-masing setengah bagian kepada ya satu putrinya akhirnya masing-masing Putri yang dia bawa makan satu setengah butir kurma kemudian sang Ibu tetap ya tidak makan apa-apa dia rela menahan apa rasa laparnya ya demi mengenyangkan perut kedua anaknya kata Aisyah radhiallahu anha fa’jabani snuha melihat perlakuan sang Ibu tersebut kepada kedua putrinya aku merasa takjub ya dengan kasih sayang sang ibu dengan pengorbanan sang Ibu dia rela menahan rasa laparnya demi membuat ya nyaman kedua anaknya maka aku merasa takjub dengan ya dengan perbuatan sang Ibu tersebutahahu Alaihi Wasallam maka ketika nabi sudah pulang aku ceritakan ya perbuatan sang Ibu tersebut kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana kasih sayangnya Bagaimana perhatiannya Bagaimana pengorbanannya kepada kedua putrinya faqala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha qjaba bihaqja bihal Jannah au aaqaha minanar kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Aisyah ketahuilah sesungguhnya dengan sebab kasih sayang sang Ibu tersebut ya dengan sebab kecintaannya kepada kedua putrinya pengorbanannya kepada kedua putrinya Allah wajibkan baginya surga Allah subhanahu wa taala atau Allah merdekakan dia kelak dari siksa api neraka Allah subhanahu wa taala bayangkan Ya hanya sebatas membagi dua apa dua e apa dua bagian kurma ya diberikan kepada masing-masing kedua putrinya ya dengan sebab tersebut sang ibu di masukkan ke dalam surga Allah subhanahu wa taala atau dibebaskan dari siksa api neraka Allah subhanahu wa taala maka ini menunjukkan Fadilah yang sangat besar keutamaan yang sangat besar ya di dalam berlemah lembut dan kasih sayang kepada anak-anak kita ya karena kasih sayang kita terhadap mereka akan menjadi sebab Insyaallah akan menjadi wasilah bagi kita ya untuk masuk ke dalam surga Allah subhanahu wa taala maka nasihat untuk setiap orang tua yang dianugerahkan anak oleh Allah subhanahu wa taala ya Didik anak-anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang pergauli anak-anak kita dengan kelemah-lembutan ya karena ini di antara pilar yang diajarkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam dalam kita mendidik anakanak kita ya hiasi rumah tangga kita dengan kasih sayang ya dengan penuh rasa cinta secara khusus ya di dalam mendidik anak-anak kita Sabar ya yang namanya anak-anak terkadang membuat kita kesal tapi kita wajib menyabarkan diri kita ya Dan kita ingat besarnya pahala yang Allah janjikan kepada orang-orang yang bersabar kita ingat betapa besarnya cinta Allah kepada orang-orang yang bersabar ya karena anak-anak anak kita adalah amanah yang Allah berikan kepada kepada kita yang kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah subhanahu wa taala maka bergauli anak-anak kita dengan penuh kasih sayang ya Didik mereka besarkan mereka dengan rasa cinta dengan kasih sayang dengan kelemah lembutan ya dengan pendidikan yang baik agar kita yang mendapatkan kebaikan dari anak-anak kita baik di dunia ataupun di akhirat ini terkait dengan pilar yang yang ketujuh Insyaallah kita lanjutkan pilar yang berikutnya di pertemuan yang akan datang wallahu taala alam untuk pertanyaan mohon maaf Kita pending dulu Insyaallah kita berikan kesempatan persoal jawab di pertemuan yang akan datang Insyaallah kita ya Coba sortir pertanya-pertanya sudah masuk karena apa sangat banyak engak mungkin kita jawabersu persatu kita ya jawab Insyaallah di pertemuan yang akan datang mudah-mudahan apa yang kita bahas bermanfaat untuk kita semuanya menjadi ilmu yang bermanfaat yang bisa kita amalkan dalam mendidik anak-anak kita Dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala menganugerahkan kepada kita semua anak-anak yang saleh dan Shah yang menjadi penerus kebaikan kita ketika kita tidak lagi mampu beramal dengan fisik-fisik kita hadza wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa alihi wasohbihi ajmain wa akhiru dawana anilhamdulillahiabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka atubu ilai alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh itu
Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | 10 Pilar dalam Mendidik Anak
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply