Ustadz Abu Haidar As-Sundawy | Mukhtashar Ma’arijul Qabul

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam umnya di rja TV dan radio Roja Allah berfirman dalam surah alqamar 49 Inna k khqahuqarin Sesungguhnya kami telah menciptakan seluruh makhluk dengan takdir takir saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wawala saudaraku seiman dan seakidah sahabat Roja di mana pun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam dan Insyaallah sesaat lagi kami akan sambungkan anda dengan kajian bersama Ustaz kita Al Ustaz Abu Haidar asundawi hafidahullahu taala dan seperti biasa di hari Jumat sore ini kita akan membahas kitab mukhtasar maarijul ababul dan untuk edisi di kesempatan sore hari ini kita akan pancarlaskan siaran ini dari Pondok Pesantren ihyausunah di di tasikmaya Baiklah tanpanya sudah tersambung koneksi kami dari studio kami sampaikan selamat menyimak [Musik] [Musik] Bismillahirahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhum [Musik] a wimumul kitaba Wal hikmah wa minqbl laial mubin wa asadu Alla ilahaillallah almalikul haqqul mubin wa asadu Anna muhammadan abduhu waasul il Amin wasalatu wasalamu ala asrofilya mursalin waa alihi wa ashabihi ajmain waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin WD hadirin jemaah para santri para asatiah Para pengurus maahad ihyausunah Tasikmalaya juga para jemaah sekalian para pendengar radio tarbiah sunah Bandung dan pendengar radio Roja di beberapa kota dan radio-radio lain pemirsa rja TV dan tv-tv lain serta para netizen kita kembali berjumpa di hari Jumat [Musik] sore membahas kitab mukhtasarijulab biasanya di Masjid Agung alukhwah Bandung khusus Jumat sekarang di mias Tasikmalaya mias singkatan dari maahad ihyaad ihy Sun Ah miasah Tasikmalaya Kita Sedang membahas tentang bab iman menurut ahlusunah Wal Jamaah sudah tiga poin yang kita bahas pertama iman itu bisa bertambah Bisa berkurang itu menurut ahlus sunah kedua kadar iman setiap orang berbeda-beda ada yang kuat ada yang sangat kuat ada yang sedang ada yang lemah ada yang sangat-sangat lemah itu juga sudah kita Terangkan dengan dalil-dalilnya dan yang ketiga orang yang fasik maknanya dia Iman suka ibadah tapi juga suka terjermus ke dalam dosa-dosa besar dia suka salat saum Ramadan zakat melakukan banyak ibadah tapi suka melakukan dosa besar juga dia mabuk dia mencuri dia berjudi dia berzina dia berdusta dia bergibah dan dosa-dosa besar lainnya dalam kehidupan nyata orang seperti ini yang terbanyak kalangan kaum muslimin mereka beriman tapi melakukan dosa-dosa besar disebut usatul muwahidin ahli maksiat dari kalangan ahli tauhid atau disebut juga dengan fasik menurut ahlus [Musik] sunah mereka itu muslim yang berdosa besar dosa besarnya tidak mengeluarkan mereka dari keislaman menurut sekta lain seperti khawarij mereka mengatakan orang muslim berdosa besar itu kafir di dunianya dan di akhiratnya kekal di dalam neraka Adapun menurut muktazilah orang muslim yang berdosa besar itu tidak Mukmin tidak kafir tapi di tengah-tengah disebut almanzilah bainal manzilatain satu posisi di antara dua posisi itu di dunia di akhiratnya menurut muktazilah orang muslim yang berdosa besar itu kekal di dalam neraka selama-lamanya Kenapa pada ngobrol kedua pemahaman ini keliru khawarij salah muktazilah Keliru ada lagi kelompok lain yang juga keliru murjiah mereka menyatakan orang muslim yang berdosa blam itu muslim sejati imannya sedikit pun tidak ber kurang dan di akhirat pasti ke surga itu tiga golongan yang keliru Di dalam menilai menentukan status orang muslim yang berdosa besar yang benar adalah pemahaman ahlus sunah wal jamaah yang menyatakan orang muslim yang berdosa besar di dunia mereka tetap muslim dan sebagai Muslim memiliki hak seperti muslim pada umumnya kalau salam wajib dijawab kalau [Musik] dia sakit kita harus menengoknya kalau dia jadi imam kita boleh bermakmum di belakangnya itu kalau dia mati Allah wajib disalatkan [Musik] didakan ampunan Rahmat mungkin kalau tidak diampun dikuburkan di perkuburan kaum muslimin itu di dunia dulu orangnya Adapun di akhirat orang muslim yang berdosa besar itu diserahkan kepada Allah bersih olehk dosa-dosanya diampuni sehingga langsung masuk surgaa dan Dimas atau mungkin kalau tidak diampuni dosa-dosa itu diazab dulu orangnya di dalam neraka sampai lunas dosanya bersih oleh azabnya baru diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga itu pandangan ahlusunah wal jamaah dan itulah yang sesuai dengan keterangan Quran dan hadis yang sahih tiga poin tadi sudah kita Terangkan di pertemuan-pertemuan yang lalu sekarang poin keempat al-asi la yakludu finar wa amruhuallah Nasib orang ahli maksiat di akhirat kalau toh harus ke neraka tidak akan kekal di dalam neraka dan urusannya terserah Allahu Azza Wa Jalla sebuah hadis diterima dari ubadah bin assamit radhiallahu anhu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berkata di sekeliling sekelompok para sahabat kata [Musik] beliauah umahun [Musik] kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berbaiatlah kalian kepadaku untuk pertama kalian tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun kedua kalian jangan mencuri ketiga kalian jangan berzina keempat kalian jangan bunuh anak-anak kalian kelima kalian tidak mengada-adakan buhtan yang kalian ada-adakan di depan baik dengan tangan kalian ataupun dengan kaki kalian keenam kalian tidak bermaksiat dalam hal yang Makruf en poin Siapa di antara kalian yang memenuhi poinaiat ini kalnya tanggungan Allah Siapa yang melanggar Umpama melanggarnya itu dia mencuri atau berzina atau membunuh anak-anak atau mengadakan buhtan atau maksiat Siapa yang melanggar dia dia akan diazab di dunia dikasih musibah penderita kesengsaraan kesedihan kegelisahan penyakit F kafaratah maka itu sebagai kifarat penghapus dosa terhadap pelanggaran tadi karena kata Allah w as ir apa saja musibah yang menimpa diri kalian itu karena dosa-dosa kalian wfuan kir sedangkan Allah mengampuni lebih banyak lagi dosa tidak semua dosa yang kita lakukan oleh Allah dihukum di dunia kebanyakan diampuni berkata Ali Bin Abi Thalib Ma Nazala balaun Illa bidzam walaun illa bbah tidaklah bala turun kecuali karena dosa dan tidaklah Mala terangkat kecuali dengan Taubat jadi kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Siapa di antara kalian yang melanggar Lalu diazab di dunia maka azab itu sebagai kifarat penghapus dosa-dosa dia tapi Siapa orang yang melanggar isi baiatnya Lalu Allah tutupi di dunia tidak diazab tidak diekspos tidak diberitahukan ke orang-orang maka urusannya diserahkan kepada Allah kalau Allah menghendaki Allah akan memaafkannya kalau Allah menghendaki Allah akan mengazabnya hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim ini menyatakan orang yang bermaksiat di kalangan kaum muslimin mungkin diampuni dan tidak diazab ya mungkin diazab tapi kalau t diazab tidak akan selama-lamanya Kenapa diampuni Padahal dia berdosa dia diampuninya itu oleh banyak faktor penghapus dosa tadi ada musibah penderitaan kesengsaraan kesedihan itu menghapus dosa kedua Walaupun dia orang durhaka dia suka berbuat kebaikan suka salat suka saum suka tholabul Ilmi itu menghapus dosa semua kebaikan menghapus dosa Inal Hasti sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu bisa menghapus kesalahan-kesalahan asalawatul khams Wal Jumuah Ilal Jumuah War Ramadan Il Ramadan waiitin Wal Umroh Ilal umroh mukairatun Liman bainahun majbatil kabair salat yang lima waktu Jumat ke Jumat Ramadan ke Ramadan umrah ke umrah menghapus dosa-dosa di antara ibadah tadi Nah termasuk thabul Ilmi seperti ini mengampuni dosa jadi banyak dosa yang terhapus selain dengan tobat dihapus maka mungkin saja orang seperti walaupun banyak dosa karena terampuni oleh banyak faktor penghapus dosa sah maka ke surga langsung mungkin saja kalau masih ada yang tersisa di aab Selain itu ada syafaat syafaat dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam syafaat dari para malaikat syafaat dari sesama manusia itulah ahli maksiat ya ahli maksiat di kalangan ahli tauhid di akhirat ada beberapa tingkat berkata Mualif Nawi Min Aim tafsir Wal hadis wasunah anal us Min ahli tauhid alaqat apabila kalian sudah mengetahui hal tadi ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan oleh ayat-ayat Quran dan hadis-hadis nabi yang sahih dan juga menjadi keyakinan ulama us Saleh di generasi awal dari kalangan sahabat dan tabiin serta imam-imam Ahli Tafsir dan ahli hadis semuanya menyatakan bahwa ahli maksiat di kalangan ahli tauhid terbagi kepada tiga golongan pertama kaumun rajahat hasanatuhum ala sayiatihim faika jann Min A Wah War abada golongan pertama semoga Minimal kita masuk golongan pertama ini [Musik] minimal cukup satu siapa golongan pertama ini kaumun satu kaum yang kebaikannya lebih berat daripada dosanya pahalanya lebih banyak daripada kesalahannya mereka itu masuk surga langsung tanpa disentuh api neraka sama sekali Allah berfirmanmaat [Musik] mawaz itu surah atakatur atau Al Kafirun atakatur Kepu surah apa Maram masa Maryam alqahat Maw fahua [Musik] waatun orang-orang yang berat timbangan pahalanya dosanya ada tapi lebih ringan apa kata Allah Allah menyatakan bahwa fahua fiyatirah dia akan berada dalam kehidupan yang Rida yang senang yang bahagia ini kalau pahalanya lebih berat dari daripada dosanyaat Maw Fa humul muflihun Siapa yang lebih berat timbangan pahala kebaikan mereka itu adalah orang-orang yang bahagia ini ahli maksiat yang pertama maksiatnya ada tapi pahalanya lebih banyak dia langsung ke surga kedua kaumun tasawat hasanatum wasatum watafaatat bihim sayatuhumil Jannah watajawhim hasanatuminar kedua orang yang antara pahala dan dosa itu seimbang sama gitu kesalahan-kesalahannya dosa-dosanya menghalangi dia dari surga tapi pahala ibadahnya menghalangi dia dari neraka mau ke surga banyak kesalahannya mau ke neraka pahala ibadahnya juga banyak jadi seimbang antara pahala dan dosa Di mana nasib orang iniula Ashabul a’ alladziakarallahu anahum yuqofunaainal jannati warar Masyaallah ayuqofuahulil Jannah mereka disebut Ashabul a’f penghuni sebuah bukit sebuah tempat antara surga dan neraka disebut dengan sebutan al-a’raf ada di dalam Quran nama surah al-a’raf surah ke berapa ketujuh kalau keenam Al An’am kedelapannya al-anfal merekalah orang-orang yang Allah sebutkan di dalam al-qur’an selama yang Allah kehendaki antara surga dan neraka tapi tma yanahum fidulil Jannah pada akhirnya mereka pun dimasukkan juga ke dalam surga diizinkan Surga itu ya tempat yang suci orang yang pasih punya kotoran dosa enggak boleh masuk tuh Makanya kalau ada orang musim masih banyak dosanya enggak bisa masuk ke surga dulu harus dibersihkan dulu tuh dosanya oleh apa oleh azab di neraka sampai dosanya habis bersih baru boleh masuk surga atau jangankan surga di akhirat di dunia saja orang mau masuk masjid apalagi untuk salat hujan jalanan berlumpur langsung pergi ke masjid dalam keadaan blepotan dengan lumpur boleh enggak masuk ke masjid enggak boleh kalau maksa berantem dengan Marbot Dengan pengurus DKM ini karpet mahal bersih Ih masuk dalam posisi kotor enggak boleh tuh baru boleh kalau harus dibersihin dulu bersihin dulu keringkan baru boleh masuk kalau mau salat tanpa wudu enggak boleh dengan membawa hadas kecil apalagi hadas besar apalagi ada junub masuk ke masjid enggak enggak boleh itu di dunia apalagi akhirat surga enggak bisa dimasuki oleh orang yang masih membawa dosa dibersihkan dulu tuh ya adapun yang seimbang antara dosa dan pahala di ditempatkan dulu di al’raf antara surga dan neraka sementara beberapa waktu yang Allah kehendaki jangan ada pertanyaan Ustaz Berapa lama dia tertahan di al-araf saya jawab sekarang enggak tahu kenapa enggak tahu Allah juga tidak memberitahukan Nabi Sallallahu alaii wasallam juga tidak mengabarkan hanya makanya para ulama menyebutkan bahwa mereka dibiarkan berdiri di antara surga dan neraka selama beberapa waktu yang Allah kehendaki engak disebutkan kemudian setelah itu baru mereka diizan masuk surga sebagaimana firman Allah dalam 6 sampai 49 kata Allah bahum asal jannahamikum lam wahun jnunikum W Antum Tahzan kata Allah di Alf ada beberapa orang masing-masing saling mengenal melihat ke surga mereka tersenyum melihat ke neraka mereka berlindung kepada Allah takut lalu mereka berseru kepada para ahli surga kata orang di al-arab keselamatan atas kalian Selamat ya sudah masuk surga gitu tuh mereka mah belum masuk surga dan ingin banget sama-sama masuk surga tertahan dulu kenapa tertahan karena dosa-dosanya kenapa engak dimasukkan ke neraka sebab ada kebaikannya banyak seimbanglah tapi akhirnya kata allahuklah kalian ke dalam khikum W Antum tahzanun tidak ada lagi ketakutan atas kalian dan kalian tidak akan lagi berduka cita inilah kelompok kedua orang berdosa kalian tidak akan lagi berduka cita inilah kelompok kedua orang berdosa besar dosanya dengan pahalanya se seimbang nasibnya di akhirat gimana tertahan di al-a’raf tapi akhirnya masuk ke surga ke neraka dulu tidak tidak mau yang masuk Golongan ini Maun yang pertama Katanya tadi yang ditawari pertama mau tawari kedua mau juga mending yang pertama ya atau mending yang di luar ketiga ini yaitu orang yang masuk surga tanpa hisab ya ketiga alalitahunaha ah imahu Ketiga satu kaum yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan waktu di dunianya mereka itu terusmenerus di atas dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji mereka mabuk mereka judi Mereka mencuri mereka korupsi mereka berzina mereka bergibah jahat ke sesama pokoknya mah dosa-dosa itu besar dan terusmenerus tapi punya iman karena itu kadang-kadang mereka salat walaupun belang-belang kadang-kadang kalau Ramadan mereka saum kadang-kadang ikut ngaji kayak begini ini menunjukkan adanya Iman tapi kadar imannya jauh lebih rendah dibanding kadar hawa nafsunya ibadah kebaikan amal salnya lebih sedikit dibanding dosa-dosanya jadi dosanya lebih berat daripada kebaikan-kebaikannya maka mereka akan masuk dulu ke dalam neraka sesuai dengan kadar dosanya wa Amma Man khat mawazin faummuhu hawiah wa adrokama Hiya narun [Musik] hami kata Allahu Azza Wa Jalla anak-anak para santri perhatikan adab kalau ngomong jangan teriak apalagi nanti di di kelas teriakannya melebihi kadar keras teriakan gurunya para ulama ketika menjelaskan adab-adab thibul ilm di hadapan para gurunya berhujah dengan ayat ya ayyuhadina amanu jangan kalian meninggalkan suara di atas suara Nabi ini ada karena nabi Seorang nabi sekaligus guru dari sini adab seorang mukmin di hadapan gurunya tidak boleh bersuara lebih keras daripada suara gurunya jadi jangan teriak walaupun dalam rakka men menjawab disebutnya yang kayak gitu jahrawi se orang Sunda jahrawi maksudnya Jah itu orang yang suka teriak salah satu akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam disebutkan tidak pernah bertak keras di pasar-pasar di pasar itu Orang P keras-keras kan berteriak ya Oh gitu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena adab akhlaknya yang mulia enggak pernah teriak-teriak P di pasar tempatnya orang berteriak tapi belum menjaga adab apalagi di masjid apalagi di kelas paham kan paham I bagus kalau belum disentir kayak gu Wah bisa lebih keras suaranya daripada yang lainnya Nah jadi orang itu yang dosanya lebih besar daripada pahalanya kena dengan ayatar daripada pahalanya kena dengan ayat saudaraku seiman dan seakidah sahabat rja di mana pun anda berada kami sampaikan permohonan maaf ada sedikit kendala teknis sambungan kami dengan kajian bersama Ustaz Abu Haidar Sundawi hafidahullahu taala dari Tasikmalaya dan Insyaallah kita akan coba sambungkan anda kembali silakan Anda dapat menyimak jeda-jeda berikut ini in Alhamdulillah nahmaduagfirahir [Musik] Roja TV saluran tilawah al-quran dan kajian [Musik] Islam Roja tvanem t Alhamdulillah TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam [Musik] Roja [Musik] TV donas pendirian TV digital Mar dukung kehadiran siaran digital terrial tv untuk wiah Jabo databun dan INF dapat transfer MU rekening bank Syarah Indonesia Nom [Musik] rekening56717006 atas nama yayasan cahaya sunah Roja TV cabang Cibubur kode bank 451 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0819896543 dana yang dibutuhkan sebesar Rp miliar jazakumullahu Khairan kepada para musinin Semoga menjadi amal saleh dan amal jariah beriman dan iman tidak mungkin lurus tanpa ilmu dan beramal saleh Roja [Musik] [Musik] tvar sungguh-sungguh dalam berdoa berkata sahabat Abu Dard bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa karena sungguh Siapa yang banyak mengetuk pintu maka ia akan [Musik] dibukakanara Sal saat Tak memiliki amalan penggugur dosa [Musik] berkataulisahasorang hamba telah banyak Melah dan tidakiki amalan yangisaugurkan dosanya maka Allah kepad kesihanar menjengugur dos-anya [Musik] lar doaar permohonan hamba doa dari alquranohon ampunan dan rahmat Allah Rabbi inni auudzubika an as’alaka ma laaisa li bihi Il wailla tagfirli waarhamni Akum Minal khasirin ya rabku Sungguh Aku berlindung kepadmu untuk memohon kepadamu sesuatu yang aku tidak tahu akan hikatnya Jikalau engkau tidak mengampunu dan kep aku yang Sur h a47 [Musik] lembar doa secarik permohonan hamba doa dari Alquran mohon ampunan dan rahmat allahbana [Musik] ya kami kami telah beriman maka ampunilah kami danilah kami Rahmat engauiahmat yangan Sur ayat ke9 perohon mazabnya sampai imam muslim dalam kitab sahihnya memberikan judul bab orang yang kata imam muslim ee akhiruan khorya minanari Min ahlil qiblah orang muslim yang paling akhir keluarnya dari neraka dari kalangan ahl kiblat dan paling akhir masuknya ke dalam surga ya itu orang yang muslim dan tak ada kebaikan sedikit pun selama hidup di dunia kerjanya dosa dosa dosa dosa masuk neraka tuh yang lainnya sudah duluan ke surga karena yang lainnya dosa-dosanya lebih sedikit dari dia dia paling banyak dosanya paling akhir dikeluarkan kan dari api neraka paling akhir dimasukkan ke dalam surga hadis seperti itu banyak dinukil oleh imam muslim dalam kitab sahihnya hadis-hadis itu diingkari oleh siapa oleh khawarij dan [Musik] muktazilah dan yang dijadikan dalil oleh khawarij dan muktazilah yang menyatakan orang muslim berdosa besar itu kekal dalam neraka itu ayat dan hadis yang sahih l ayatnya benar hadisnya benar salah satu contoh hadis yang dijadikan dalil adalah jannahimadul jannahumamadul Jannah mananaibihin enggak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi engak akan masuk surga orang yang ngadu domba enggak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada takabur tuh Ngakan masuk surga maknanya kata mereka kekal dalam neraka selama-lamanya hadisnya benar benar sahih lu apa yang salah pemahaman mereka interpretasi mereka penafsiran mereka terhadap hadis ini para ulama-ulama ahlus sunah menerangkan makna laadul Jannah ini tidak akan masuk surga orang muslim tapi memutuskan silaturahmi kata khawarij berarti memutuskan silatahim itu dosa besar dan menyebabkan pelakunya kekal dalam neraka enggak akan masuk surga selama-lamanya itu kata khawarij itu kata mtazilah hadisnya benar pemahaman yang kel dalilnya benar istidlalnya yang salah kalau apa maksudnya tidak akan masuk surga ada dua penjelasan para ulama maksud pertama ya ke neraka selama-lamanya tidak akan masuk surga kalau orang itu menganggap halal terhadap perbuatan dosa besar yang dilakukannya menghalalkan yang haram ya bisa menyebabkan kufur itu pertama dan makna kedua maksudnya ibtidaan la yadkul jann ibtidan enggak akan langsung ke surga karena dosa-dosa besarnya dia harus masuk dulu ke dalam neraka sampai dosanya habis atau dapat syafaat baru diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga itu penjelasan ulama Ahli Sunah ahli hadis ahli tafsir demi demikian Adapun khawarij dan muktazilah menyatakan ini menjadi dalil kekalnya mereka di dalam neraka Hadis yang menyatakan ada orang diangkat dari neraka dimasukkan ke dalam surga diingkari oleh mereka inilah kelompok pertama yang sesat dan menyesatkan keliru Di dalam menghukumi orang muslim yang berdosa besar kelompok yang kedua adalah kelompok murjiah yang berlebih-lebihan mereka menyangka neraka diharamkan atas orang yang mengatakan Lailahaillallah kan ada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyatakanahaillallah Siapa orang yang mengatakan Lailahaillallah Allah mengharamkan neraka atasnya jadi Siapa saja orang muslim yang telah mengatakan Lailahaillallah itu langsung masuk surga enggak akan ke neraka lu sebesar Apun dosanya itu murjiah oleh karena itu kata murjiah dosa sebesar Apun tidak mempengaruhi Iman walaupun dosa besar seseorang berzina seseorang mabuk seseorang merampok seseorang judi tapi kalau dia muslim keimanannya itu tidak berkurang sedikit pun Apa alasannya logika kata mereka coba orang kafir dia tidak iman kepada Allah tapi melakukan amal saleh kalau orang kafir nonmuslim dia salat dia saum dia haji tiap tahun dia umrah tiap bulan dia infak sodekah menolong orang Apakah mempengaruhi kekafirannya apa tidak tidak tetap kafir tidak jadi iman kan gitu jadi amal saleh tidak mempengaruhi kekafiran sebalik ya amal salah tidak Mengurangi keimanan itu kata siapa kata murjiah mereka mengingkari Iman ini naik turun enggak Iman ini tetap kata murjah mereka bertolak belakang dengan ayat ayat yang menyatakan iman itu bertambah dan berkurang contoh ayat yang menyatakan ada Iman bertambah ada yang bisa memberikan satu ayat contoh iman itu bisa bertambah Ayo santri siapa cung ada yang tahu tapi malu ada yang benar-benar tahu tapi lupa Yang mananya saya kasih awalnya teruskan oleh kalian [Musik] Innamal mminunina ukirallahu wajilat qulubuhum wa tuliat alaihim ayatuhu zadatum imana waa rbihim yatawakalun surah apa alanfal ayat du orang mukmin yang suesungguhnya hanyalah orang mukmin apabila disebut nama Allah bergetar hatinya dan bila dibacakan ayat-ayatnya kepada mereka bertambah keimanan menunjukkan iman itu bisa bertambah kalau mendengar ayat atau dia baca ayat ini pertama ayat kedua Allah berfirmanzi anzal [Musik] ter dialah Allah yang telah menurunkan Sakinah ketentraman jiwa kepada hati orangor Mukmin untuk menambah iman mereka dari iman yang sudah ada sebelumnya tuh Iman bertambah ya bertolak belakang dengan konsep orang-orang iah Oleh karena itu yang dimaksud dengan Allah mengharamkan neraka kepada orang-orang yang mengatakan Lailahaillallah maknanya bukan sekedar mengatakan Lailahaillallah dengan mulut dengan bibir dengan lidah semata-mata tapi dilengkapi dengan dalil-dalil lain sampai para ulama ketika menjelaskan tentang Lailahaillallah yang bisa menyelamatkan dari api neraka yang bisa memasukkan orang ke dalam surga adalah Lailahaillallah yang memenuhi berapa syarat Coba ada syarat lailah berapa berapa dua itu mah rukun ilahaillallah Nafi dan isbat di syarat Lailahaillallah ada berapa tujuh tujuh ilmu yakin sidq dan seterusnya ada tujuh itu ya Adapun ilmu kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam manq la ilahaillallah Man Mat wahua yamuahu laahillallahal Jannah Siapa yang mati dan dia tahu makna Lailahaillallah berilmu berarti ya dia akan masuk surga ini satu Hadis menerangkan satu rukun atau satu syarat Lailahaillallah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan Miftahul Jannah Lailahaillallah kunci masuk surga itu Lailahaillallah sehingga apabila pernah seorang ulama dikatakan alais ahul Jan laah Bukankah kunci surga itu Lailahaillallah Iya tapi kenapa orang mengatakan Lailahaillallah bisa ke neraka dulu apa jawabnya fa’lam Anna likulli miftahin Asnan ketahuilah bahwa setiap kunci harus ada gigi-giginya kunci itu kan ada gigi kunci yang gigi ya gigi enggak ada kunci yang polos gitu ya kalau Gigi kunci yang runcing-runcingnya patah satu bisa masuk bisa bisa cuma enggak bisa buka atau kunci ini masukkan ke pintu yang itu sama ada giginya bisa masuk kadang-kadang enggak bisa pas masuk enggak bisa membuka ya enggak kalau bukan pasangannya apalagi kalau giginya patah satu aja enggak bisa apalagi kalau semua giginya patah semua polos enggak bisa kenapa pas disebut gigi ketawa ada yang copot [Musik] giginya jadi setiap kunci ada gigi siapa kuncinya yang giginya utuh dia bisa buka nah Lailahaillallah sebagai kunci surga ada gigi yang harus terpenuhi yaitu tujuh Siapa orang yang lailaha lailahaillallahnya dilengkapi dengan tujuh syarat ini dia bisa masuk ke dalam surga Siapa yang tidak memenuhi syarat yang tujuh satu saja apalagi tujuh-tujuhannya hanya bicara Lailahaillallah Lailahaillallah tapi dia tidak paham maknanya tidak yakin dengan isinya ya juga atau tidak jujur dalam pengucapannya hanya pura-pura dan tidak mengaplikasikan isi kandungannya ngomong Lailahaillallah ribuan kali beribadah kepada allah minta juga ke kuburan gugur tuh lailahaillallahnya ya Karena itulah maka ucapan illallah yang bisa memasukkan orangnya ke dalam surga atau menghalangi orang tersebut dari Neraka adalah Lailahaillallah yang disertai dengan tujuh persyaratan yang diterangkan oleh para ulama ya Karena itulah terbongkar kekeliruan murjiah jadi murjiah salah Keliru bertolak belakang dengan ayat dan hadis khawarij dan mtazilah juga menyimpang karena bertolak belakang dengan Quran Hadis yang benar adalah ahlus sunah yang menyatakan bahwa orang muslim yang berdosa besar di dunianya dia tetap muslim tapi berdosa besar di akhirnya terdiri dari tiga golongan ada yang langsung masuk surga Siapa mereka ya orang yang pahalanya lebih besar daripada dosanya ada yang di al-a’raf dulu yaitu Siapa yang seimbang tapi akhirnya dia masuk surga ada yang ke neraka dulu yaitu orang yang dosanya lebih berat daripada pahalanya Berapa lama dia di neraka sangat tergantung kepada kadar dosanya ya inilah penjelasan tentang Nasib orang yang berdosa besar di akhirat ya cukup ya sampai di sini waktu yang kita miliki habis sekarang kita masuki sesi tanya jawab tapi setiap Jumat ini dikhususkan pertanya untuk peranya oh pertanyaan dari sini aja katanya mungkin ada gangguan komunikasi dengan eh studio radio Roja kalau ada pertanyaan Silakan ditulis ya Bismillahirrahmanirrahim jazakallah Khair atas ilmunya W jaazakallah Khair izin bertanya Ustaz Bagaimana cara menghisab diri sendiri karena tidak tahu sebanyak Apa dosa yang telah dikerjakan dan bagaimana agar tidak merasa hopeless hopess Apa stopless itu hopess atas dosa-dosa yang telah dikerjakan dan merasa takut untuk masuk neraka ini ada beberapa pertanyaan berarti ya pertama Bagaimana cara menghisab diri cara menghisab diri ada tiga cara menghisab diri ada tiga cara menghisab diri ada tiga saudaraku seiman dan seakidah sahabat Roja di manaun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran tilawah al-quran dan kajian Islam di Roja TV dan qadarullah kami informasikan masih terjadi gangguan teknis antara sambungan kami dengan sesi tanya jawab yang disampaikan oleh Ust AB idar asundawi hafidahullahu taala langsung dari kota tasikmaya kami mohon maaf tidak dapat menayangkan kembali sesi tanya jawab dan semoga kita dimudahkan kembali untuk menuntut ilmu khususnya bersama Ustaz Abu Haidar assundawi hafidahullahu taala di setiap hari Jumat bakda salat asar pukul waktu Indonesia bagian barat sampai dengan selesai kami undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] donasi pendirian rja TV digital Mari dukung kehadiran siaran digital terestrial rja TV untuk wilayah Jabo databank taawun dan infak dapat transfer melalui rekening bank syariah Indonesia nomor rekening [Musik] 7561717006 atas nama yayasan cahaya sunah Roja TV cabang Cibubur kode bank 451 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0819896543 dana yang dibutuhkan sebesar Rp6 miliar jazakumullahuir kepada para musinin Semoga menjadi amal saleh dan amal jariah beriman dan iman tidak mungkin lurus tanpa ilmu dan beramal saleh R TV [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *