Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Syarah Al-Manzhumah Ar-Raiyyah fi As-Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilmiah di R TV dan radio ro atau Ikutilah apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wasam dan mentaati beliau itu menjadikan Allah yang menerunkan itu TV dan radio Roja bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbilamin wihiun wasatu wasalam asilyaursalini isakumullah para pemerhati R di manapun Anda bisa menyimakaran kami Alhamdulillah di kesempatan Sabtu pekan pertama yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kaji ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abdurahman thib hafahullah dari Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab almzumahah funah oleh Syekh azzanjani asyafi’i dengan Syarah Syekh Abdur roak bin Abdul muhin albadarfahullah namat islakumullah dan kajian ini merupakan kumpulan bait-bait syair tentang asunah tentang akidah ahlusunah Wal Jamaah Nam setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan di telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 9896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada alustazkur Ustaz jazahir asalamualaikum warahmatullahi innalhamdalillah nahmaduhuuhuagfiruh naubillahiu anfusina wti yahdiillahu Fala mlu u wa asadu Anna muhammadan abduhuas ya ayuhina amanaqulaha haqqqa Wun illa Wa Antum muslimun ya ayyuhqubakumadziquma wumijan watahzii aram inallahikum ya aahakumakum uhahuaihi wasendeng Sa Di mana saja berada rahimani warahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab almzumah ariah Fi asunah kumpulan bait-bait syair tentang asunah tentang akidah ahlus sunah Wal Jamaah oleh Al Imam azzanjani asyafi’i salah satu ulama mazhab assyafi’i yang meninggal tahun 471 Hijriah rahimahullah taala rahmatan wasiah dan dengan Syarah dari fadilatus Syekh dr Abdul razq bin Abdul Muhsin alabbad albadar hafidullahu taala Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti baik kita sekarang sampai pada bait yang ke-21 Al Imam azzanjani asyafi’i rahimahullah berkataud kata sekali lagi alimam azanjaniyaii yang hidup di abad keelim Hijriah Beliau rahimahullah berkata Jangan engkau menjadi pelaku kebidahan atau ahlil bidah yang engkau menyimpang dari petunjuk atau kebenaran dan engkau membuat hal-hal baru dalam urusan agama dan mengada-adakan hal yang baru dalam urusan agama alias membuat kebidahan itu mengantarkan ke dalam api neraka sakar kita baca Syarah dari Syekh atau Al Imam azzanjani rahimahullah taala sudah kita sampaikan pada pertemuan yang terakhir kalau bait syair dari yang pertama sampai 19 itu semuanya syarahnya dari Syekh Dr Abdur Razak bin Abdul Muhsin alabbad Adapun bait 19 sampai terakhir Kecuali sedikit saja itu dari Al Imam azzanjani langsung ya dari matannya baik syairnya syarahnya itu dari Al Imam azzanjani asyafi’i rahimahullah taala kata Al Imam azzanjani ya mensyarah ucapan bel sendiri tadi poin 21 albidiu Man ahdasa birihi Ulan au f’lan lam Yakun fihi imamun yalzam qulahu namanya albidi pelaku kebidahan ataupun Ahlul bidah adalah orang-orang mengada-adakan yaitu dalam urusan agama biri dengan akalnya sendiri entah itu berupa ucapan ataupun berupa perbuatan yang tidak ada imam yang mencontohkan mengajarkan hal tersebut yang wajib diterima ajarannya Wam balika ayatun qatun W sunun Rasul wasam dan ini yang paling penting yaitu yang tidak ada ajarannya dalilnya dari al-qur’an ataupun dari sunah rasul ataupun dari para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini definisi bidah dan sekaligus definisi pelaku kebidahan kalau kita ingat kembali ucapan imam asyatibi rahimahullah yang beliau melengkapi lagi ucapan Imam azzanjali di sini tentang Apa definisi bidahunun bidah adalah suatu ungkapan tentang jalan yang diada-adakan dalam urusan agama ini poin yang paling penting karena sebagian orang mengatakan masak sedikit-sedikit bidah berarti kalau naik haji naik pesawat saja jangan usah pakai HP kalau dakwah ya Sekali lagi orang-orang tersebut jahil dalam pembahasan definisi bidah bidah itu dalam urusan agama bukan urusan dunia HP pesawat ini semuanya urusan dunia kata para ulama alaslu alasya alibah asal dalam urusan dunia mubah HP eh pesawat mobil teknologi sekarang ini adal urusan mubah enggak ada kaitan dengan urusan agama secara hukum asalnya beda dengan alaslu Fi Al iibadah asal urusan ibadah almanud terlarang dilarang ya sampai ada dalil yang mensyariat kalau tidak ada dalilnya Maka itulah yang namanya albidah dan bidah itu mencakup ucapan dan perbuatan ya kata Imam azzanjani Ulan au fi’lan contoh bidah dalam ucapan misalnya ada orang yang mentakwil Arrahman Al asistawa Allah istawa di atas Aras dia katakan istawa artinya istaula menguasai Ini adalah ucapan yang bidah tidak pernah Rasul para sahabat para tabiin bahkan para imam yang empat atau penulis kitab eh hadis yang enam Imam Bukhari Muslim Tirmidzi Abu Daud nasai Ibnu Majah Tidak ada satu pun yang mentafsirkan mentakwilkan istawa dengan istaula menguasai Allah menguasai ars yang ada dalam ucap mereka para sahabat tabiin dan sebagainya adalah istawa bermakna Ala wartafa Allah tinggi di atas al-arsy ya maka ucapan istaulah dalam mentafsirkan istawah Itu adalah ucapan yang bidah tidak ada ayat yang mendukung hal itu demikian pula hadis demikian pula ucapan sahabat bahkan tadi empat imam mazhab ya demikian pula ucapan mencaci mati Pemimpin kaum muslimin itu termasuk bidah kata para ulama tidak ada ayat hadis ucapan sahabat yang mengajarkan caci Makian terhadap Pemimpin kaum muslimin yang ada malah sebaliknya kata sahabat rasul sah alaih wasallamakum jangan kalian mencaci maki pemin kalian kunfikan pertama pada di seorang manusia kalau dia sudah mencacii musliminek abdk f menyebarlaskan aib Pemimpin kaum muslimin atau menyebutkannya di atas mimbar-mimbar ya Sekali lagi ini contoh bidah dalam ucapan demikian pula bidah dalam masalah perbuatan sangat banyak sekali di zaman rasul S atau di zaman para sahabat rasul Sallallahu alaii wasallam ya di zaman Abdullah Bin Masud radallahala Anhu ada sekelompok orang yang berzikir secara berjamaah ada pemimpinnya ada ketuanya mengatakanil bertahlilah 100 kali bertasbihah 100 kali dan mereka memakai batuanbatuan untuk berzikir maka Abdullah Masud mengatakan hitung kejelekan kalian aku kebaikan kalian yang ikhlas karena Allah yang itiba sunah rasul tidak akan sia-sia W hakum ya umatum ya Um Muhammad alak Celakanya kalian yang berzikir berjama iniumirun para sahabat rasul masih hidup di tengah kalian bajunya Rasul masih belum usang bejananya Rasul masih belum pecah artinya Rasul baru meninggal dunia namun Kenapa kalian sudah berbuat yang baru ini ini rasul tidak mengajarkan para sahabat juga tidak mengajarkan W kemudian Abdullah B Masud mengatakan demi Allah yang jiwaku ada di tangannya inum Muhammad kalian ini cuma ada dua kemungkinan kalian merasa lebih mendapatkan petunjuk dari Nabi Muhammad atau kalian memang sengaja membuka pintu-pintu kesesatan ini contoh bidah yang langsung divonis sesat oleh Abdullah bin Mas’ud Radiallahu taala Anhu ya di zaman beliau masih hidup di zaman para sahabat rasul sahu alaih wasallam demikian pula bidah dalam masalah aliktiqad keyakinan juga banyak sekali ya karena ucapan Imam azzanjani Ulan wa fi’lan ucapan perbuatan itu juga ada perbuatan hati ucapan hati ketika orang itu berkeyakinan bahwasanya wali-wali yang telah mati itu layak untuk diistighasahi diminta-mintai selain Allah ini adalah bidah bahkan plus Syirik kepada Allah subhanahu wa taala ya maka ini bidah adalah hal yang baru dalam urusan agama baik berupa ucapan Dar perbuatan yang lahir maupun yang yang batin yang tidak ada dalilnya dari ayat dari hadis ataupun ya perbuatan pemahaman para asahabah kemudian kata Al Imam azzanjani rahimahullah taalaan taallaqo Barang siapa yang mengikuti jalan orang seperti ini pelaku bidah atauah maka dia akan ya ditimpa kemurkan azab dari Allah subhanahu wa taala sebagaimana allahman aabun Alim maka berhati-hatilah orang yang menyelisihi ajaran Rasul untuk mereka ditimpa fitnah atau azab yang pedih nauzubillahi minalik dan terkadang azab itu berupa semakin disesatkannya dari jalan Allah ya terkadang urusan dunianya lancar tambah tinggi kedudukannya tambah populer di masyarakat tapi semakin ucapannya sesat menyesatkan ketika mereka berpaling semakin Allah palingkan naubillah dan dia akan memikul dosa kebidahannya tersebut dan juga dosa orang-orang yang mengikutinya dalilnya firman Allah mereka akan memikul dosa-dosa mereka dan dosa-dosa orang-orang yang mengikuti mereka sebagaimana Juga sabda Rasul Barang siapa yang menyeru kepada kesesatan di kebidahan maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya maka hati-hati terutama di dunia maya di mesos jangan asal posting jangan asal Nges kalau itu isinya kebidahan kesesatan penyimpangan dari al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu wasallam maka kita akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya nauzubillah atau dan Allah berfirman juga willahaasulahuud khidan fiha walahuab muhin barang siapa memaksiati Allah dan rasulnya dan dia melampaui batasan-batasan Allah Allah masukkan dia ke dalam api neraka kekal selamanya dan baginya azab yang menghinakan ini Ancaman bagi yang menyelisih acar Rasul dengan berbuat kebidahan entah bidah dalam ucapan perbuatan ataupun keyakinan demikian pula Allah berfirman Barang siapa yang taat kepada Rasul maka dia telah taat kepada Allah Danang siapa berpal maka kami tidaklah engkau Nabi Muhammad atas mereka sebagai penjaga mereka atau pengawas mereka kata Syekh A N arti ayat terakhir tadi Annisa 80 kata Allah yang artinya kami akan langsung menangani atas mereka karena mereka tidak mau tunduk kepada perintah kami dan larangan kami itu makna ayatanw Ancaman bagi orang-orang yang berbuat kebidahan yang mereka menyimpang dari ajaran Rasul Sallallahu Alaihi wasam contoh juga dalam masalah zikir banyak zikir yang Rasul ajarkan tapi kenapa kaum muslimin ikut-ikut orang-orang yang mengajarkan zikir-zikir yang tidak pernah diajarkan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya ataupun wirid-wirid ataupun selawat-sawat naubillahalik maka ancamannya kami kata Allah akan menurunkan langsung kepada mereka azab ya karena mereka Wasallam wa Nabi wasam Nabi S wasam bersabda Man ahd hadasan muhdan atau muhdasanahti barang siapa yang berbuat hal-hal yang baru dalam urusan agama atau dia membela ke bidahan ataupun pelaku kebidahan maka baginya laknat Allah laknat para malaikat dan semua manusia ancaman yang sangat dahsyat bagi pelaku kebidahan ataupun bagi ahli albidah maka hati-hatilah orang muslim dari azab ancaman azab dari Allah subhanahu wa taala dengan dia senantiasa itiba mengikuti ajaran Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dia koreksi lagi akidahnya ibadahnya Apakah sesuai dengan Akidah ibadahnya Rasul ataukah tidak Kalau tidak sesuai tinggalkan bertobat kepada Allah dengan tobatan Nasuha dan berpegang teguh dengan sunahnya Rasul alikumunti wastil khulafa arasyidin Mahdi kemudian jugaajiu ba riwayat dalam sebagai riwayat ada tambahanah W Allah tidak menerima dari pelaku kebidahan ahil bidah ibadah yang wajib maupun yang sunah naubillahalik Wi had IRB bin Sariah dalam hadis alirbat bin Sariah Rasul S wasallam bersabda bidah setiap yang baru dalam urusan agama itu bidah dan setiap bidah itu sesat dan setiap kesesatan di neraka hadis riwayat Imam at-tirmidzi Abu Daud Ibnu Majah ya Empat kutub ya kutubus sunah kecuali annasai ya mereka semuanya meriwayatkan hadis alirbad bin ditamb dengan juga riwayat Imam Ahmad dan yang lainnya dan dari sini kita tahu yang mempopulerkan yang banyak menyebut tentang bidah bahaya bidah yang suka membidahkan adalah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Maka sangat memprihatinkan kalau ada orang yang mengaku Pengikut Nabi Muhammad umat Nabi Muhammad mengaku cinta Nabi Muhammad namun alergi dengan istilah bidah ya Bahkan menuduh orang yang suka memperingatkan umat dari bahaya bidah dengan istilah Wahabi radikal dan seterusnya pada rasul Sai wasallam banyak mengingatkan kita tentang bidah dan di sini juga Imam azzanjani ulama dari mazhab asyafii rahimahullah taala ya Maka sekali lagi setiap muslimmlimah yang mengaku cinta Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam harus betul-betul waspada dari segala bentuk kebidahan koreksi lagi ritual ibadah perayaan-perayaan dan sebagainya Apakah itu pernah dirayakan oleh Rasul ataukah tidak Kalau tidak itulah yang namanya Al bidah dan kata Rasul Kullu bidatin dolalah setiap bidah itu sesat kalau ada yang mengatakan ada bidah Hasanah maka kita tanya Mana yang lebih utama mengikuti rasul yang mengatakan dengan yang mengatakan setiap yang mengatakan ada bidah Hasanah sedangkan kita telah mengucapkan asadu Anna Muhammad Rasulullah konsekuensinya mengikuti ajaran Rasul sahu Alaihi was berdasarkan had setiap bidah di neraka itulah dalil kata Imam azzanjani akan ucapanku perbuatan bidah mengantarkan ke dalam neraka sakar W ihu yakar ya Meskipun ahlusunah meyakini hadis ini berlaku umum bukan untuk menunjuk si B si c-nya kita tidak pernah mengatakan paku bid pas di neraka ini urusan GB ya kita serahkan kepada Allah kita hanya menghukumi dunia ini pelaku bidah inialah kebidahan ini adalah sesat namun urusan di akhirat surga atau neraka kita serahkan kepada Allah subhanahu wa taala imamwi rahimullah berkata dalamqidah thawiah kita perah kita tidak boleh menvoni seorang pun dari kaum muslimin masuk surga ataupun masuk neraka ya cuma kita Ingatkan hawas dari bidah ya bidah itu sesat dan tempatnya ancamannya neraka Allah subhanahu wa taala dan ini sekali lagi bukan kita yang mengatakan pertama kali ini adalah Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam waqala Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nabi bersabda juga dalam riwayisahangapaasukkan urusan agama kami apa yang bukan darinya maka dia tertolak kalau mungk redaksi Asya mengalkanu amalan yang tidak sesuai dengan ajaran kami maka tertolak Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami yang tidak kami ajarkan maka tertolak du harisadi saling melengkapi Man ahdasa dan Man Amila Man Amila lebih umum baik yang mempelopoli bidah itu sendiri ataupun yang mengikuti dua-duanya tertolak kata Rasul Sallallahu ahah Ibrahim Ibad IB Ibrahim abdahman Ibis Was is kata imamya rahah merupakan seperempat ahli Islam tentunya dia tambah dengan hadis inalu binat demikian pula hadis Innal halala bayinun wa Inal harama bayinun Ya intinya sekali lagi ini adalah hadis yang mengingatkan kita semuanya untuk senantiasa itiba kepada sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan agar kita menjauh sejauh-jauhnya dari segala bentuk kebidahan baik dalam ucapan perbuatan ataupun keyakinan dan kita wajib meyakini setiap bidah itu sesat tidak ada bidah dalam urusan AG berkata Imam W setiap hal yang baru yang tidak ada Nas di dalam al-qur’an ataupun dari ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka itu tertolak atas pelakunya wuaik dan dia tercela dengan perbuatan bidahnya tersebut mutahamun dipertanyakan tentang keagamaannya jatuh ya keadilannya dengan perbuatannya tersebut dan dia dimurkai oleh Allah dan juga orang-orang yang baik orang-orang naillah kita berlindung kepada Allah jangan sampai kita mendahului Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam maasal muslimin pemirsa TV raja dan pendengar radio Raja Di mana saya berada rahimani warahimakumullah ini sekali lagi peringatan dari Imam azzanjan yang bermazhab Syafi’i agar kita tidak menjadi pelaku bidah atau mengikuti kebidahan dan ini sekaligus menjadi motivasi untuk kita ittiba selalu kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun bahaya bidah sangat banyak ini sudah pernah mungkin kita sampaikan dalam pembahasan-pembahasan yang semisal dengan ini bahwa secara ringkas bidah di antara bahayanya tadi sudah disampaikan oleh Al Imam azzanjani bisa memasukkan orang ke dalam neraka sakor kemudian tertolak ya ibadahnya tersebut kemudian kalau kita tambahkan dia termasuk orang yang merugi yang paling merugi katakan Apakah kami akanan kepada kalian orang yang paling merugi amal ibadahnya yaitu orang yang sesat dalam kehidupan Dunya namun dia merasa telah berbuat sebaikbaiknya pelakunya akan dijauhkan dari petunjuk kemudian pelaku bidah itu akan diusir dari Telaga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pelaku kebidahan dia merasa lebih baik daripada nabi sallallah Alaihi wasam pelaku bidah ini di anara bahaya bidah dia mendudukkan dirinya sejajar dengan Allah sebagai pembuat syari danihillah Apakah mereka punya sekutu-sekutu yang mensyariatkan agama yang tidak pernah diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala demikian pula pelakunya membuka pintu-pintu kesesatan kemudian yang berikutnya di antara bahaya bidah nanti di hari kiamat wajahnya hitam Kelang tabyad wujuh wataswadujuh pada hari kiamat ada wajah yang berseri-seri ada yang hitam kelat kata Abdullah bin Abbas tabaduju Ahli Sunah waaduj ahlil bidah yang berseri-siri wajahnya Ahli Sunah yang hitam kelam wajahnya ahlil bidah kemudian bahaya bidah juga tadi pelakunya akan dilaknat oleh Allah malaikat dan semua manusia nah ini sekali lagi luar biasa bahaya-bahaya kebidahan ya Sekali lagi ini sebagai cambuk agar kaum muslimin menjauh dari segala bentuk kebidahan rahimahullah sekarang bait ke-22 kata Imam azzanjani assyafii rahimahullah wa tajisanal mujadatan Fau Rasulullah saih wasallamajar jangan duduk bersama orang yang suka debat Kusir meskipun sesaat karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam telah melarang dari hal ters ut Ana ulangi bait Yang ke-22 jangan duduk bersama orang yang suka debat Kusir meskipun sesaat karena Rasul sebelumnya telah melarang darinya azanjani rahimahullah Imam azzanjani mensyarah menjelaskan sendiri syair yang beliau ucapkan tadi Beliau berkata Allah telah mensifati dalam kitabnya alquranul Karim orang-orang yang suka debat kusi tersebut dalam banyak ayat ya yang dimaksud dengan almujadil yaitu orang yang menentang qallah waq Rasul misalnya seperti Ya Allah mengatakan Apakah kalian merasa aman dengan zat yang di atas langit al-qur’an hadis rasul banyak menyebut tentang Allah di atas langit ya Arrahman Alal asistawa Allah istawa di atas Aras sudah kita sampaikan tadi Salaf Abdullah bin Abbas atau bin Abi RAB Mujahid atau Mujahid Abul Aliah mentafsirkanwa fa Allah tinggi di atas Arsy namun sebagian orang mengatakan kalau dikatakan Allah di atas Aras Nanti berarti Allah butuh kepada arasy Oh berarti arasnya Allah itu nanti lebih besar daripada Allah ini mujadil mendebat ayat-ayat al-qur’an padahal jelas Arrahman alawa tafsirnya ulamaf juga jelas Allah di atas Aras namun orang-orang tersebut ngeyel ayat-ayat Allah ini sekali lagi yang dimaksud oleh Imam Az jangan duduk bersama orang-orang yang suka berdebat Kusir yaitu mendebat ayat-ayat Allah hadis dengan akalnya ya Misalnya Rasul was mengatakan akan ada pemimpin-pemimpin yang tidak mengikuti sunahku tidak berpegang dengan petunjukku dan akan muncul pemimpin yang berarti setan dalam jasad manusia haifah bertanya Rasulullah apa yang aku perbuat Ya Rasulullah kalau mendapati pemimpin yang seperti tadi tidak berpegang dengan sunahnya Rasul tidak mengikuti hukum Allah hukum Rasul bahkan dan kejam zalim Rasul mengatakan Tasma wti engkau tetap dengar dan taati meskipun dipukul punggungmu dirapasamu ismati namun ada sebagian orang yang menentangnya mendebatnya Dengan mengatakan ya masak pemimpin zalim ditaati masak yang tidak mengikuti hukum Allah Dit naudubillahalik ini adalah apa Sabda Rasul Sallallahu Alaihi wasallam ini yang disebut dengan almujadil mendebat ayat-ayat Allah mendebat hadis-hadis Rasul Sallallahu Alaihi wasam Allah telah mensifati mereka dalam banyak ayat Alquran di anaranya dalam FirmanNya mereka mendebat dengan kebatilan Untuk membatalkan dengan kebatilan tersebut yaakum kata Allah kami siksa azab mereka yaanaq bagaimana ya azab Allah subhanahu wa taala surat Ghafir ayat keelim demikian pula Allah mensifati mereka dengan FirmanNya W nursilul mursalina illa mubasir wairin tidaklah kami mengutus para rasul kecuali untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan dan orang-orang kafir mendebat dengan kebatilan Untuk membatalkan dengannya kebenaran ini sifat-sifat orang-orang kafir tidak mau Sam W kepada perintah Allah perintah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mendebat ayat-ayat Allah mendebat ya ucapan para rasul dan mereka menjadikan ayat-ayat kami dan apa yang mereka peringatkan dengannya sebagai OL Firman Allah Dan kami tetapkan Tentukan bagi kebinasaan Mere waktu yang terentu ini peringatan ancam Allah subhanahu wa taala yang mbat ayat-ayat Allah mendebat hadis wasallam akan diazab oleh Allah subhanahu wa taala naubillahik Allah juga berfirman W dan manusia itu mereka banyak mendebat naubillahalik ya seorang muslim muslimah tugasnya namanya Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah dengan mengesaknya dalam ibadah tunduk patuh kepada perintah Allah itu namanya muslim sejati sesunggnya ucapan orang beriman apabila diseru untuk berhukum dengan Hukum Allah dan rasulnya cukup mengatakan Ya tidak apa ngeyel tidak membantah tidak mendebat ya Adapun orang kafir cirinya mereka mendebat ayat-ayat Allah subhanahu wa taala Allah juga berfirman ya W Ya Allah berfirman tadi dalam surah alkahfi 54 itu dalam rangka mencela orang-orang yang suka mendebat suka menentang ayat-ayat Allah subhanahu wa taala Allah juga berfirman orang-orang yang mbat atyat-ayat Allah tanpa ilmu yang datang kepada Mere sungguh besar kemurkaan dari Allah dan orang-orang yang beriman atas mereka demikianlah kami kunci ya demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong yang sewenang-wenang ya Alas namanya kesombongan menolak kebenaran dan meremehkan merendahkan manusia ya seperti tadi ketikaang ayat-ayat Allah itu di atas Aras Allah tinggi di atas langit namun tetap dia menolaknya membantahnya mendebatnya maka Allah tutup hati mereka dari menerima kebenaran naillah wasid Billah inahuuul bir sesungguhnya orang-orang yang mendebat ayat-ayat Allah tanpa ilmu yang datang kepada mereka tidaklah dalam dada mereka kecuali ada kesombongan ya inilah orang yang sombong yang menentang kebenaran disampaikan kalau Allah ini firman Allah ini Sabda Rasul ini ucapan para asar tetap ya menolaknya dengan akalnya dengan pendapat-pendapat gurunya dan seterusnya naah Allah mensifati orang kafir tidaklah yang mendebat ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir sifat orang kafir mendebat menentang ayat-ayat Allah menentang kebenar makaor ya Apa yang diperintahkan Oh dan sam’na wasqna kami mendengar dan kami membenarkan semua kabar berita dari Allah dan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak mendebat ya Waja Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ala ashabii wahum yatakaruna fil Qadar pernah suatu saat Rasul menjumpai para sahabat beliau dan mereka sedang ber muakarah mempelajari masalah takdir W atau ada riwayat yang mengatakan tentang perbintanganumah Rasul pun marah ketika melihat para sahabat mereka berdebat tentang masalah takdir ataupun masalah perbintangan tadi ya mengingkari apa yang mereka perbuat daribat k tersebut mengak ini di k ini ak Dar apabila disebut tentang masalah takdir maka jaga lisan ya jangan mendebat hadis-had Rasul S wasam misalnya tentang masalah takdir ya Ada kisah pernah Suatu saat seorang ulama ahli hadis ya kalau engak salah muawiyah ee apa Abu muawiyah adarir menyampaikan hadis rasul Sallahu alaii wasallam tentang dialog Nabi Adam dan Nabi Musa ya Haj ada Musa ada Musa ada Musa ya suatu saat atau pada waktu itu ada seseorang yang mengatakan Bagaimana dialog Nabi Musa dan Nabi Adam itu terjadi sedangkan zaman mereka berbeda sangat jauh maka Harun Arasyid yang hadir di Majelis Ulama Har langsung murkah kepada orang yang menentang hadis rasul tersebut dengan kata-kata e Ka bagaimana ini bisa terjadi Dia menentang hadis tersebut dengan akalnya maka seorang muslim muslimah wajib dalam kabar berita yang datang dari Alquran dan Sunah Rasul sahuaii wasallam Sam wasqna dalam masalah perita Sam tidak menentang dengan akal pikirannya ataupun pendapat siapun dari manusia kemudian wa Rasul juga pernah bersabda apabila disebut tentang masalah berbintangan maka jagalah Lan wa apabila disebut tentang para sahabatku faansik maka jaga lisan jangan mencaci maki satuun para sahabat rasul Sallahu Alaihi Wasallam ya di antaranya yang ikut pertikian antara ya Ali dan muawiyah ya atau Ali dan para sahabat yang lainnya faamsiku jaga lisan waq Umar Khattab radall anhuadtil tidaklah orang itu berdebat kusit tidaklah orang itu menentang ya ayat-ayat hadisad wasallam kecuali dengan kebatilan ya tidaklah setelah kebenaran kecuali kebenaran hanya ada pada Q Allah waq Rasul kalau itu dibantah berarti orang itu mendatangkan albatil naudubillahalik makanya ikhw fillah wahahimakumullah dalam kitab akidah banyak disampaikan larangan debat Kusir ya terutama dalam masalah alqidah karena Nas tentang akidah terang beneran tugas seorang muslim ya mengimaninya membenarkannya bukan malah menentang nya makanya Imam Ahmad misalnya dalam kitab Ushul sunah Beliau mengatakan watarquul Bida watarquul khusumati wal jidal wal Mir fidin wajib meninggalkan kebidahan dan meninggalkan debat kusi dalam urusan agama sekali lagi orang muslim itu cirinya ya yastaslim tunduk patuh kepada Q Allah waqala Rasul Sallallahu Alaihi sek mereka tidakah beriman tidak sempurna iman mereka sampai mereka menjadikan engkau Nabi Muhammad sebagai Hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan dan mereka tidak merasa keberatan tentang apa yang engkau putuskan dan mereka Taslim ya ituu tunduk Patuk menyerah ya kepada apa yang diputuskan oleh Allah dan rasulnya Wasallam wa Bilal bin Win berkata Bilal bin Saad dan beliau termasuk salah satu tabiin yang zuhud ya Wa Saad bin haritabiun sedangkan ayahnya bernamaad IBN harit seorang Sahab asulu Alaihi was apabila Allah menghendaki kejelekan terhadap sekelompok manusia Allah tutup rapat-rapat pintu amal namun Allah bukakan bagi mereka pintu debat Kusir naillah sekali lagi ini Ci khas mendebat ayat-ayat Allah mendebat hadis-hadis Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam waqal Said bin jubair rahimahullah taala Fi tafsir taala berkata Said bin jubair tentang firman Allah subhanahu wa taala wuslim wajahuallah wahua muhsinun Barang siapa yang menyerahkan diri menyerahkan wajahnya kepada Allah sedangkan dia dalam keadaan Muhsin baik ini pembahasan ikhlas dan itiba ya menyerahkan wajah kepada Allah menyerahkan diri kepada Allah artinya alikhlas dalam beribadah wahua Musin Dan Dia berbuat baik yaitu dengan mengikuti sunah Rasul Sallallahu wasallamusumat dan mereka ini adalah yang meninggalkan debat Kusir dalam agamanya maka dia telah berpegang teguh yang sangat kuatah kita lanjutkan poin ke23imamzjya rahullah berkataang siapa atau Danang siapa yang menakar dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena lebih mendahulukan akal pikirannya Maka itulah seorang yang tidak punya basar mata hati ya a wiktirkar atauamanbi was Ini Sarah dari Syekh Abdul razq Hafizah taala Barang siapa yang menjadikan akal pikirannya apa yang terlintas dalam benaknya ya itu lebih didahulukan dibandingkan Sabda Rasul daripada kabar berita dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia adalah orang yang tidak punya basar yaitu maahu bar u buta mata hatinya kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah Al kebenaran itu seperti matahari di siang bolong semua mata bisa melihatnya namun hal itu tersembunyi namun matahari yang terang benerang itu tidak nampak bagi orang yang yang buta Allah berfirman inahaal ABS wakintiur bukan mata kepala yang buta namun mata hati mereka yang buta seperti tadi masalah Allah di atas langit Allah istawa di atas Aras dalilnya kata Ibnu qayyim lebih dari 1000 atau mungkin dikatakan ribuan ya ucapan Salaf banyak sekali bahkan Imam dahabi rahimahullah dalam kitab beliau al-ulu ya demikian pula Abdul Ghani almaqdisi punya kitab tentang alulu Imam ya yang lain-lainnya Imam I qayyim rahimahullah juga menyebutkan dalil-dalilnya banyak sekali namun kebenaran yang terbenaran itu masih banyak yang tidak me ya mengikuti eh kebenaran tersebut itulah orang yang buta mata hatinya Allah berfirman ak Barang siapa di dunia ini buta maka dia di akhirat juga buta dan tersesat jalannya naubillahi was nabi wasam Barang siapa mendalukan akalnya daripada sabda Nabi S wasam daripada hadis nabi Sai wasallam maka dia adalah orang yang tidak punya mata hati ad buta mata hatinya Rasul mengatakan setiap bidah sesat kalau ada yang mengatakan ada bidah Hasanah Ini kata alimam azanj rahimullah Bagaimana tidak dikatakan dia buta matanya sedangkan dia lebih mendahulukan akalnya yang sangat ya picik dibandingkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang beliau tidak berkata dari hawa nafsu beliau Nam itu adalah wahyu dari Allah subhanahu wa taalaz ya sekarang baru sarahnya imamzj rahah ahah maka Pan hidup seorang muslimlimahquran danaahi akugkan lama-lamanya Alquran dan Sunah Barang siapa yang telah menerima salah satu darinya Alquran ya dan Sunah Rasul sahu wasallam namun dia membantahnya mentakwilkannya ya yang tidak ditohkan takwil tersebut oleh para Salafus Saleh maka ini menunjukkan akan penyimpangannya kesesatannya dari umat contoh misalnya tadi orang itu meyakini ayat Allah Arrahman Al asawa menerima ayat itu namun dia mentakwilkan istaw dengan istawah meskipun dia menerima ya Nas ayat tersebut namun dia sesat dalam apa Tafsir ya Ayat tersebut sedang sal mentfsirkan di atas orangersebut bahanya dia telah menyimpang dari petunuk dan dia jatuh ke kebingungan maka setiap muslim harus menjauh ya dari orang yang suka menentang ayat-ayat Allah hadis-ad Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menjauh dari ahulwaul bij ya asabu penuhan ak sekaligus membenci orang tersebut ini hukumnya wajib bagi setiap muslim muslimah untuk Albar terhadap orang yang menyimpang dari agama Allah subhanahu wa taala bukan malah mentokohkannya bukan malah memuji-mujinya nauzubillahalik manallah Man Awa Allah melaknat kata Rasul orang yang mendukung pelaku kebidah naubillahalikah Kara dia menyelisihi ajaran Allah Subhanahu Wa taalac kalau orang itu bertobat denganatanas rujuk dari kebenaran ya Karena tidak semua orang apa bisa rujuk kepada kebenaran apalagi yang sudah terkenal apalagi yang jatuh ke dalam penyimpangan dan dia sebarkan di mesos ya banyakeles ya pun jelas kesesatannya ya ini sekali lagi bahaya popularitas yang tidak ya diiringi dengan itibak kepada kebenaran dia menyimpang dari kebenaran dia menentang kebenaran namun tidak mau rujuk kepada kebenaran bahkan membantah orang-orang yang meneruskan penyimpangannya naudubillahalik kata Syekh kalau dia sudah rujuk dengan rujuk yang sahih ya sebagaimana kata para ulama kalau dia menyebarkan kesesatannya di hadapan umum rujuknya klarifikasinya juga di hadapan umum mengakui kesalahannya bertobat dengan tobatan nasuh ya sebagaimana firman Allah orang yang bertobat dan diaik diri dan dia mengklarifikasi tidak cukup hanya dihapus begitu saja kesalahannya di mesos harus dia apa ya menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya ya dan tidak mencaci maki yang meluruskan ataupun membantahnya ya kalau sekarang ini kan Terbalik ya terkadang orang yang membantah dituduk m Fring orang yang membantah dengan ilmu dan dengan bukti yang nyata ya dituduh mencari-cari kesalahan Padahal dia yang salah dia yang menyebarkan kesalahan dan sebagainya Maka sekali lagi hati-hati dengan dai-di syubuhat ya dai-d penyesat umat nikqah subhanahu wa taala Adapun orang yang bersiheras di atas kesesatan di atas penyimpangan tidak mau rujuk eh dari kesalahannya dan dia tidak mau mengklarifikasi ya kesalahannya tersebut ya maka tetap harus apa di benci kita melepasi darinya tidak boleh kita apa yang memuji ataupun tokohkannya maka Barang siapa memujinya mentokoh ya mengustazkannya makaqah dia telah menyelisihi ajaran Allah subhanahu wa taala karena Allah Akir tidaklah engkau mendapati sekelompok orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir mereka mencintai orang-orang yang menentang Allah dan rasulnya meskipun Meskipun orang tua mereka sendiri atau anak mereka sendiri atau saudara mereka sendiri atau Kabat mereka merekalah orang-orang yang Allah catatkan keimanan dalam hati Mere yakni Ya Allah memuji orang-orang yang apa memboikot orang-orang yang menjauh dari orang-orang yang sesat menyesatkan tersebut ini namanya W Wal bar ya kalau kita mencintai orang mukmin yang di atas akidah salhah di atas manjat salah maka sebaliknya kita harus membenci berlepas diri dari yang menyimpan dari akidah asalaf Jangan karena fanatik golongan Jangan karena satu almamat jangan salah karena salah eh satu kantor eh satu yayasan kemudian kita bela mati-matian orang-orang yang jelas ya kesesatannya akidahnya manhajnya nauzubillah Min ini namanya hisbiah hisbiah itu yang mendukung kesalahan orang yang satu kelompok dengannya ini namanya hisah bukan yang membantah yang sesat bukan yang meluruskan kesalahan dikatakan his ini terb naah dan Allah akan mokohkan dengan Dengan apa keyakinannya dan Allah masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya mereka di dalamnya radallahu an Allah Rida kepada mereka dan mereka Rida allahb ini betul-betul hisbullah yang sesungguhnya tentara Allah yaitu yang wala Wal barnya karena Allah Subhanahu cinta dan bencinya karena Allah cinta kepada seseorang karena di atas akidahah di atas Manhaj yang benar di atas tauhid dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan membenci belepas dari yang menyimpan dari tauhid dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ya itulah Hizbullah Bukan hizbu Ya syiahfidah bukan Hizbullah yang ya nauzubillah minik pengikut ya Syiah Rid lnatullah alaihim AJM abullah Al hisbah humun ketahah bahw Allah Itulah yang beruntungall Insyaallah kita akan lanjutkan pada pertemu yang akan datang kurang lehnya mohon maafir Nam jazakahir barakahikum Ust atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan iniakumah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di WhatsApp di nomor 6543 baik pertanyaan pertama kita coba angkat dari pesan singkat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari Pak di Bogor Ustaz bagaimana sejarah asal muasal bidah yang kini semakin berkembang di kalangan umat Islam syukran jazakumahir atas pertanyaannya ini sebetulnya panjang lebar kalau disebutkan secara terperinci awal mula ke bidahan yang pertama kita mendengar Sabda rasul wasap yang Hi setelah akan m perahan yangan itulanpokpok masuk neraka kecuali satu ketika Abdullah bin Mubarak rahimahullah seorang ulama tabiin ya bahas hadis tersebut Beliau mengatakan aslu Aru Ahwa asal muasal nenek moyang 7 dua kelompok yang sesat itu empat syifidah alkhawarij demikian pula kelompok alqadariah dan kelompok almurjiah ini Nenek moyangnya kebidahan ya di anaranya Syiah rafidah bidah-bidah ya zikir-zikir ataupun ritual-ritual yang banyak dilakukan kaum muslimin banyak diai dari mereka dan bahkan tokoh mereka sendiri meyakini ya Bahkan mengikrarkan peringatan Maulid Nabi Sallallahu alaii wasallam itu dari kelompok syiah batinah fatimiah ya bukan dari Imam yang empat bukan dari sahabat bukan dari tabiin ehfidah penyembahan terhadap kuburan keramat eh bidah Syirik ini munculnya dari Syiah rafidah ya kemudian diambil oleh sebagian kaum muslim Meskipun mereka membenci Syiah rafidah Nam ritualnya 111 dengan dengan mereka bahkan e tokoh Syiah sendiri ketika debat dengan mereka mengatakan eh bedanya mereka dengan Syiah rafidah dengan mereka hanya masalah kep pemimpinan eh masalah bidah-bidah ritual perayaan-perayaan sama dengan Syar naudubillahalik kemudian ada khawarid kemudian ada kelompok alqadari ada lagi murjiah dan seterusnya wallahu taalaam Nam Terima kasih jazakallah Khairan wabarakallah fikum Az atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari hamba Allah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Ustaz ada yang mengatakan bahwa pelaku bidah lebih sulit bertauat daripada pelaku maksiat yang terang-terangan melakukan kemaksiatan Apakah perkataan ini benar Ustaz dan Mohon doanya supaya keluarga saya di kampung diberikan Hidayah sunah oleh Allah Taala syukran nah Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita dan kaum Hidayah Taufik dan pertolongannya untuk senantiasa ikhlas dalam beribadah dan itiba mengikuti sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun ucapan bidah itu lebih sulit Orang bertobat darinya daripada maksiat ini betul dari ucapan seorang ulama Salaf yang bernama sufyanri R rahimahahu taala Beliau IBL dan ini termasuk salah satu bahaya bidah yang sudah kita sebutkan beberapa bahayanya tadi diantaranya kata sufan bidah lebih dicintai oleh iblis daripada maksiat Kenapa demikian kata beliau karena orang yang berbuat maksiat itu akan bertobat karena merasa salah beda dengan orang yang berbuat bidah dia enggak merasa salah ya dia merasa Dia berbuat yang baik dia melaksanakan ritual ibadah mendekatkan diri kepada Allah maka inilah sekali lagi bahayanya albidah makanya dahulu Kalau enggak salah Yunus bin ubaid ya seorang ulama salah menasihati putranya wahai anakku lebih baik aku melihatmu keluar dari rumah pelaku maksiat daripada engkau keluar dari rumahnya pelaku pita atauupun pun ahli Al bidah itu tadi karena bidah pelakunya susah bertobat contoh yang sering kita sampaikan kalau pembegal perampok maling ketangkap Itu kelihatan wajah bersalah ya minta maaf ya ketika Mungkin ada orang memukulinya dan seterusnya Namun beda dengan teroris kalau mau Ditangkap atau ditangkap bangga dia dia merasa apa seperti Mujahid fisabilillah dan seterusnya ini bedanya Apa pelaku bidah dan maksiat teroris yang ada itulah pelaku kebidahan itulah Ahlul bidah ya kalau ditangkap mereka malah apa bangga ini adalah perjuangan dan sebagainya Itu adalah bentuk ibadah mereka sampai mereka rela melakukan bom bunuh diri itu pelaku kebidah mereka apa merasa itu sebagai bentuk ibadah bahkan untuk meraih surga Allah subhanahu wa taala namun mereka sekali lagi sesat menyesatkan wallahu taalaam Nam jazakallahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya dari pesan singkat kembali asalamualaikum apa saja batasan-batasan dalam bermuamalah terhadap para pelaku bidah Bolehkah kita menjauhi para tokoh bidah di kalangan mereka syukran Nam baik kata para ulama secara asal muamalah dengan albid itu alhajr Ya menjauh memboikot mereka itu hukum asal kecuali kalau menimbulkan kemadratan bagi kita yang sering kita Contohkan misalnya di kampung ada Pak RT dia to Alil bidah ya sedangkan kita butuh pengurusan ini dan itu butuh tandah tanggnya ini beda lagi maka kita apa berusaha untuk tetap bermualah dengannya dengan cara yang baik dalam urusan dunia namun dalam urusan keagamaan kebidahannya kita tidak mau ikut ya cuma berbicara sopan dengannya gak ada masalah ya namun kalau memang enggak ada istilahnya hubungannya dengan kita ya Misalnya ada orang Ahlul bidah ya mungkin di e wilayah kita yang itu luas sebetulnya dan kita enggak ada pengaruhnya ya kalau kita baik kita enggak bicara dengannya enggak ada pengaruh dengan kita enggak memadratkan kita maka Ya sudah hukum asalnya berlaku menghajat yaitu apa menjauh memboikot tidak ya berbicara dengannya tidak bermajelis ilmu dengannya dan seterusnya itu secara hukum asalnya wallahu taalaam n Nam jazakullahu Khairan Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang penanya Nam ikhwat islamzakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung masih kami buka kesempatan di Lan telepon 0218236543 ya silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan bapak siapa di mana dengan bapak Ino di Sumatera Utara Ustaz iya silakan Pak in Iya Ustaz ee Apakah melaksanakan zikir salat fardu secara berjemaah kemudian dilanjutkan dengan doa berjemaah yang demikian termasuk bidah atau tidak Ustaz mohon penjelasannya asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh silakan Ustaz Iya ini yang kita sampaikan tadi dari riwayat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu Anhu ketika beliau melihat orang yang berzikir berjamaah entah itu selesai salat atau mungkin di luar itu maka beliau ya Sekali lagi yang menghukumi bidah bukan saya namun saya sekedar menukilkan saja ucapan dan hukum dari Abdullah bin Mas’ud seorang sahabat rasul sallallahuaihi wasallam beliau menghukumi itu adalah bidah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam selesai salat zikir masing-masing tidak ada Rasul para sahabat berzikir berjamaah ataupun ditambahi dengan doa berjamaah setelah itu ya kata Abdullah bin masudu ikuti yang sudah ada ajarannya Jangan mengada-ada karena kalian sudah dicukupi atas jawaban yang disampaikan sema bermanfaat untuk penanya Pak Ino di yang ada di Sumatera Utara Medan kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari ibu Inda suryanis wabarakatuh Ustaz Barakallah fikum Ustaz di surat alan’am ayat 116 dikatakan bahwa kita jangan mengikuti Kebanyakan orang karena nanti kita akan tersesat apa ini artinya kita mengikuti yang sedikit siapa sebenarnya Kebanyakan orang itu Ustaz dan Siapa sebenarnya yang sedikit apakah yang banyak ini ditujukan kepada orang-orang kafir atau bisa juga ditujukan kepada umat Islam yang terpecah menjadi 73 golongan secara jumlah masing-masing kan sedikit ya Ustaz mohon penjelasannya jazakahir berfirman mengikuti Kebanyakan orang mereka menyesatkanmu dari jalan Allah taala dan itulah Wak kenyataan yang ada secara umum manusia terbagi antara kafir dan mukmin yang paling banyak sekarang orang kafir jika kita mengikuti mereka kita akan jatuh ke dalam kekafiran Mereka kemudian dalam sekup kaum muslimin tadi Rasul mengatakan umat Islam terpecah menjadi 73 72 yang sesat satu yang selamat kebanyakan sesat itu rasul yang mengatakan 72 final dalam api neraka diancam masuk neraka satu yang selam maka seorang muslim muslimah ketika ya meyakini akan hal ini maka dia akan berusaha mencari yang satu tadi apa yang satu tadi yang selamat kata Rasul yang mengikuti ajaranku dan para sahabat ini yang kita apa terus pelajari apa ajaran rasul tentang akidah Rasul akidah para sahabat rasul Bagaimana ibadahnya Rasul bagaimana akhlaknya Rasul Bagaimana metode dakwah Rasul dan para sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kita berpegang teguh dengannya ya dan Barometer kebenaran sekali lagi Barometer ukuran Kebenaran bukan mayoritas bukan ya gelar yang tinggi bukan retorika yang indah bukan ya orang itu sudah punya follower banyak namun kebenaran alhaqqu kebenaran dari rmu dari al-qur’an dan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mana alaihab yang mengikuti aku dan para sahabatk ini yang kita apa pegang erat meskipun harus kita apa melawan ya mayoritas ya kata ABD Masud ketika mentafsirkan apa itu aljamaah Yang selamat tadi beliau mengatak yang mengikuti kebenaran yang sesuai dengan kebenaran meskipun engau seorang seor yang tunjuk dan tidak mencelakakanmu sedikitnya orang yang berjalan bersamamu kemudian kata beliau wa iaka hati-hati dengan jalan-jalan kesesatan W dan jangan tertipu dengan banyaknya orang yang yang binasa nah Nam Terima kasih jazakallahuhairan Barakallah fikum atas jawaban yang dis sampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari Pak Bobi di Pangandaran asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam Ustaz kitab Apa yang sebaiknya dipelajari bagi pemula Untuk membentengi diri dari akidah filsafat karena umumnya filsafat telah berkembang di kalangan pemuda dengan masuk melalui pembahasan etika atau akhlak mohon nasihat dan bimbingannya Ustaz Syukron n baik kalau kita mau selamat dari kesesatan maka perlu kita pelajari alhak kebenaran ya dan di antara kitab-kitab yang paling bagus dalam masalah Babul akidah seperti misalnya kitab usulus sunah Imam Ahmad syahusunah Imam e almuzani muridnya Imam asyafi’i ini yang ya ulama-ulama terdahulu Kalau mau yang ulama sekarang mungkin pelajari kitab akidah ahlusunah Wal Jamaah Syekh Muhammad binimin demikian pula alakidah asahihah Syekh Abdul Aziz bin Bas rahimahullah dan masih banyak yang lain Insyaallah kalau kita pelajari baik yang terdahulu maupun yang sekarang dari kitab-kitab akidah ulama ahlius sunah itu akan bisa membentang kita menyelamatkan kita dari syubuhat ya filsafat ataupun ilmu kalam ataupun ilmu emati dan yang semisal dengannya wallahu taalaam Nam jazakullahu Khairan penanya pertanyaan berikutnya dari ibu Winarti asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Waalaikumsalam Ustaz Apa benar bolehnya bidah Hasanah itu berdasarkan dalil dari hadis riwayat Muslim yang mengatakan Barang siapa yang mengadakan sebuah jalan yang baik dalam Islam maka ia akan memperoleh pahala ya pahala dan pahala orang yang melaksanakan tanpa dikurangi sedikit pun mohon nasihatnya Ustaz jazakallahu Khairan Nam baik ahlil bidah ya orang yang sesat menyesatkan mereka cirinya kata Rasul suka mencari yang samar-samar mutasyabih sebagaimana dalam firman Allah Adapun orang yang dalam hatinya ada penyimpangan mereka cari-cari mengikuti yang mutas yang sabarsama untuk mereka bisa takwil-takwilkan dan untuk mereka men mendatangkan fitnah Rasul jelas mengatakan setiap bidah sesat Ya terang benerang Sabda Rasul n mereka cari yang samar-samar yang bisa menelegalkan kebidahan mereka menentang Sabda rasul yang terang benar di dalam hadis rasul tadi Manna Islami sunatan hasanat Fu ajruha kata Rasul Barang siapa yang menghidupkan sunah yang baik hadisnya jelas Rasul mengatakan sunah yang sunah Hasanah bukan bidah Hasanah itulah Al bidah mencari yang samar-samaar maka dibant oleh para ulama Ya seperti tadi Sabda Rasul tadi sunah rasul mengatakan Barang siapa yang S menghidupkan sunah yang Hasanah bukan bidah Hasanah cuma mereka tahrif mereka selwengkan dengan kata-kata bidah Hasanah ya apalagi kalau kita ingat kata para ulama sebab urutnya hadis ini yaitu adanya sebagian orang musafir yang butuh bantuan maka Rasul mengatakan Siapa yang mau bersedekah untuk orang ini yang musafir tadi yang dalam keadaan membutuhkan pertolongan maka sebagaian sahabat membawa satu keranjang kurma yang lainnya ikut-ikutan maka Rasul mengatakan Islam sunatan Hasan Barang siapa menghidupkan sunai Hasan yaitu apa sedekah tadi sedekah sudah ada ajarannya dalam Quran dan Sunah Rasul Sallahu alh wasallam itu bukan bidah Hasanah intinya tadi ahlil bidah sebagaimana kata rasulahum apabila engkau melihat orang-orang itu mengikuti yang mutasab yang samar-samar Maka itulah orang-orang yang Allah sebutkan dalam surat Ali Imran tadi yang dalam hatinya ada penyimpanan faharu maka berhati-hatilah maka e jauhilah mereka nah Nam Terima kasih jazakallahu Khairan penanya dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai ikhtitam atau penutup silakan Ustaz Nam ya cukup ya penutup kita sampaikan ucapan Imam Malik rahimahullah taala gurunya Imam asyafi’i rahimahullah taala Beliau mengatakan asunatu sunahnya rasul itu seperti perahunya Nabi Nuh Kapalnya Nabi Nuh Barang siapa yang menaikinya berpegang teguh dengan sunah rasul tersebut maka dia akan selamat namun Barang siapa menyimpang dari sunah rasul berbuat kebidahan mengada-adakan hal yang dalam urusan agama menyimpang dari akidah Rasul menyimpang dari tata cara ibadahnya Rasul maka dia akan tenggelam dan dia akan binasa dan itulah yang Rasul sabdakan Aku tinggalkan kalian di atas Islam yang putih bersih malamnya seperti siangnya tidak menyimpang darinya kecuali akan binasa naillahik kurang lebih mohon maafillam wasalamualaikum warahmatullahi wabak wabarakatuh Terima kasih jazakahir wakallahikum kepada guru kita Ustaz Abdurahman thibah atas ilmu yang sangat bermanfaat demikianah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab alumahah oleh Syekh azanjani asyafii dan Syarah dariek ABD B AB dengarkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua berkaitan dengan akidah dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang telah kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon PAM undur diri mohon maaf atas segala kekilafan Terima kasih jazakumullahuir wakum atas kebersamaan anda willahaufik asadua ilahailla Anta astagfiruka wubuaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh for

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *