Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah (Pengagungan Terhadap Sunnah)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

para pemirsah dan pendengar Roja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan keelayar kaca Anda kajian yang kami pancaluaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah cileengsi atau Komplek Radi roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluranan dan kajian pem t asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumsam bismillahirrahmanirrahimalhamdulillah nahmaduhu wasastainuhu waastagfiruh wa naudubillahi minuri anfusinati manahdihillahu Fala mudillalah waman ylil Fala hadal wa asaduaahaillallah wahdahu u muhamm Abdu ya aahqqi Wun illa wa Anum muslimun ya ayuhakumadzium nafs wahah wq minha [Musik] inahanaikumq ya ayuhinaah waan [Musik] sadakumakumfirakumakumuq itabah Muhammadin shallallallahu Alaihi waa alihi wasallam Um m wa muhdtin bidah waa bidtinalah waaatin Alhamdulillah kita bersyukur P Allah Subhanahu wa taala pada hari ini Sabtu malam Ahad 8 Rabiul akhir 1446 Hijriah bertepatan dengan 12 Oktober 2024 kembali kita duduk bersama di Masjid Jami albarkah dalam sebuah kajian rutin setiap Sabtu malam Ahad membaca kitab takzimus sunah ist yang ditulis oleh fadilat Syekh dr Abdul Qayyum bin Muhammad asuhaibani hafidahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaii Ali wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat Kelang dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang Ulia kita berdoa Allahumma inna nas’aluka Ilman nafi’an waizqan thaiban wa amalan mutaqabbala Allahumma Amin ahibbati fillahakum jemah Masjid Jami albkah yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat masih kita pada pertemuan sebelumnya sampai kepada pasal yaitu sunah pasal tentang sikap para ulama Salaf dari para sahabat para tabiin dan para tabiut tabiin radhiallahu anhum warahimahum dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik terhadap orang yang menentang sunah baik itu penentangan dengan ucapan atau penentangan dengan perbuatan dan Sunah yang dimaksud sekali lagi kita sering mengulang bahwa sunah yang dimaksud adalah Seluruh ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam baik berupa akidah ibadah muamalah atau adab dan akhlak baik baik berupa ucapan ataupun perbuatan baik yang disebutkan di dalam al-qur’an ataupun yang disebutkan dalam hadis-hadis yang sahih itulah sunah rasul Sallallahu Alaihi wa al wasallam kita melanjutkan membaca beberapa riwayat di dalam pasal ini saya bacakan riwayat yang kedua rahimahahu anu nabiahu Alaihi wasam nahham Q Nabi Shallallahu Alaihi wasallamqu la Ar bihi ban wallahi la yudillani wa iyaka sakfun abadan yang artinya disebutkan oleh Abul makhari rahimahullah seorang tabi’i beliau bercerita bahwa ubadah bin samit radhiallahu Anhu sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melarang untuk menukar dua dirham dengan 1 dirham kalau ada orang punya 2 dirham kemudian ditukar dengan 1 dirham dilarang oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dirham adalah perak dan 1 dirham sekitar 1,2975 gram perak dan apabila seseorang ingin menjual 1 dirham maka atau membeli 1 dirham maka dia juga memberikan 1 dirham kalau ingin membeli 2 dirham dia juga memberikan 2 dirham sebagaimana hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam azzahab bidzahab yadan biyadin wazna e mlan bimitlin yang artinya emas dengan emas alfidah Bil fidah perak dengan perak harus dilakukan secara langsung tangan dengan tangan dan semisal semisal di sini adalah timbangannya kalau 1 gram maka 1 gram kalau 1 dirham maka 1 dirham kalau 1 Dinar maka 1 Dinar kalau seandainya seseorang menjual 2 dirham kemudian ee apa membeli 1 dirham dengan 2 dirham maka itu berarti riba itu berarti riba alfadl riba tambahan yang jelas Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melarang membeli 1 dirham dengan 2 dirham misal kita menginginkan satu dirham yang baru kemudian kita mempunyai dirham maka kata si penjual boleh engkau membeli sat dirham ini dengan du dirham yang engkau miliki maka ini adalah riba dan diharamkan dan dilarang oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adahinit radhiallahu Anhu menyebutkan hadis tersebut Lalu ada orang berkata Ma Ar basan aku melihat hal seperti ini tidak mengapa kenapa alasannya Yad dan biyadin asalkan cash tunai langsung tangan dengan tangan selama tangan dengan tangan maka membeli 1 dirham dengan 2 dirham tidak mengapa maka ubadah Ibin somit radhiallahu Anhu berkata Saya sedang mengucapkan Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tetapi engkau mengatakan tidak mengapa hal tersebut demi Allah lihat kerasnya perkataan ubadah bin somit demi Allah tidak ada satu atap pun yang menaungiku dengan engkau selamanya artinya aku tidak mau tinggal bersama engkau selamanya hanya dengan mengatakan la arihi basan aku menganggap itu tidak mengapa padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa wasallam melarangnya ini menunjukkan bahwasanya sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam jika ditentang maka sikap para Salafus Saleh sangat tegas dan dan keras wallahi demi Allah La yilluni wa iakafun abada tidak ada satu atap pun yang menaungiku dan engkau selamanya artinya aku tidak akan ingin tinggal bersama engkau aku tidak akan mau bersamamu begitulah para Salafus Saleh ketika ada sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ditentang bahkan kalau kita lihat riwayat yang ini seorang tersebut mungkin tidak dalam keadaan sedang ingin menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tetapi mungkin dia menganggap hal itu tidak mengapa asalkan yadan biyadin yang membeli 1 dirham memberikan 2 dirham langsung dan yang menjual 1 dirham membelikan memberikan satu dirhamnya secara langsung asalkan begitu boleh saja saya saya lihat tidak mengapa kata orang tersebut mungkin dia tedang sedang tidak ingin menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi ubadah Ibin somit radhiallahu Anhu tidak mau membuka perkara itu yang penting terlihat dari ucapannya terdapat penentangan terhadap sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau mengambil sikap tegas dan keras terhadap orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hal ini jual beli emas dan perak azzahab bzahab Wal fidah bilfidah yadan biyadin mlan bimitlin emas dengan emas perak dengan perak tangan dengan tangan maksudnya secara langsunglan bimlin dan harus semisal antara emas dengan emas tersebut perak dengan perak tersebut kalau seandainya dengan cara seperti itu tidak ada yang mau dibeli emasnya maka ada cara yang ditunjuki oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu menjual emas tersebut kemudian hasil penjualan nya baru dibelikan emas yang baru menjual emas tersebut dengan sesuatu yang lain misalkan mendapatkan uang hasil penjualannya baru dengan uang dibelikan emas tersebut baru tidak terjadi riba pada hal tersebut tapi yang menjadi inti pembicaraan kita adalah mauifus salafil Umah sikap para Salaf Aleh dari umat ini dari para sahabat dari ubadah Iin samit radhiallahu Anhu Bagaimana beliau sangat tegas menentang dan keras bagi orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kisah selanjutnya dan itu riwayat diriwayatkan dalam riwayat Imam Ibnu Majah dalam kitabnya asunan dan disahihkan oleh Imam al-albani rahimahullahu taala kisah selanjutnya Abdillah Mal radhiallahu nah Nabi Shallallahu Alaihi wasallamq in wdillah mal kaan rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam waquul H wallahi la ukallimuka abadan yang artinya dari Abdullah bin mghaffar radhiallahu Anhu sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam beliau meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa al alihi wasallam melarang berburu dengan khadf dengan ketapel melarang berburu dengan khad dengan ketapel Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mempunyai alasan akan hal itu inidan bahwa berburu dengan ketapel tidak menghasilkan hewan buruan wuan dan tidak membunuh musuhin tetapi yang ada adalah dia memicakkan mata dan mematahkan gigi maka ada seorang berkata kepada Abdullah binffal setelah beliau meriwayatkan hadis rasul su wasam tersebut yang intinya dilarang untuk berburu dengan ketapel orang tersebut Cuma bertanya lalu apa masalahnya berburu dengan ketapel apa masalahnyaahnya sekedar bertanya tapi Abdullah bin Ghaffar radhiallahu Anhu mengatakan Aku sedang meriwayatkan hadis kepada engkau dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan engkau berkata demikian wallahi la ukallimuka abadan demi Allah aku tidak akan berbicara denganmu selamanya Aku tidak akan berbicara dengan dan selamanya padahal hanya sekedar bertanya tetapi karena ini urusannya sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Oleh karena itu para ikhwah Mari agungkan sunah dan merasa bangga dengan mengerjakan sunah dan dakwahkan Sunah Jangan malu dengan Sunah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam di zaman yang tersebar kebodohan tetapi sebagian orang merasa pintar dengan agama saya tidak ingin curhat akan tetapi Ini memberitahukan keadaan yang terjadi karena seorang pendakwah tidak boleh curhat curhatnya hanya kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika sudah diusir dari kota Thaif saat beliau berdakwah ke sana Beliau mengatakan Allahumma inni askufa hilati Ya Allah aku mengadu kepada engkau lemahnya kekuatanku beliau diusir sambil dilempari oleh anak kecil dan budak-budak itu sangat menyakitkan hati beliau bahkan disebutkan aku keluar dari taiif dalam keadaan aku bingung bahkan diriwayatkan dalam beberapa riwayat akuak tahu mau ke mana saking sedihnyati beliau saat ditolak di Thaif akan tetapi saya sekarang menceritakan tentang keadaan kaum muslimin ada pertanyaan tentang yang ditujukan kepada saya yaitu tentang Apa hukumnya Apakah kalau membenci syariat poligami ee keluar dari Islam maka jawabannya Iya membenci apa yang Allah subhanahu wa taala halalkan keluar dari Islam Allah berfirman fuakum minis matna nikahi oleh kalian seluruhnya dua perempuan atau tiga atau empat ini menunjukkan kehalalan di dalam syariat Islam berpoligami tetapi yang sangat menyesakkan dada dan ini hasil dari kebodohan ada orang yang menentang Iya saya menci poligami coba dengan kalau kata orang Arab itu dengan lantangnya dia mengatakan seperti itu Tidakkah dia takut akan terhapusnya pahala dari Allah subhanahu wa taala yang demikian itu karena mereka membenci apa yang Allah subhanahu wa taala turunkan maka Allah hapus pahala amal-amal Saleh Mereka terang-terangan menolak ada lagi dengan kalau sudah cacian Makian itu sudah kita sudah biasa itulah fenomena di zaman sekarang Dan itu sebabnya satu para kebodohan kebodohan tentang akidah alahlu dauntilun kebodohan kata Imam rahimahullah dalam dunianya kebodohan adalah penyakit yang mematikan sangat berbahaya maka saya nasihatkan para ikhw yang dirahmati oleh Allah jangan bosan-bosan duduk di majelis ilmu jangan bosan-bosan belajar ilmu agama terutama Fi gbatil Islam terutama di dalam keterasingan Islam di tengah umatnya Belajarlah ilmu agama yang berdasarkan al-qur’an hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dipahami oleh para Salaf Saleh sehingga perkataan dan komentar yang seperti itu tidak akan keluar dari seorang muslim bagai bagaimana dia yatasyajja nafsahu dia dengan lancangnya menentang hukum Allah subhanahu wa taala ya tidak tergambarkan Hal tersebut di zaman dahulu kecuali dari seorang munafik Akbar munafik ikkadi yang lisannya mengaku Islam hatinya kufur tapi kita Maklumi dan saya mengatakan kepada yang memberikan komentar Kalau saya berkata seperti engkau kalau saya berkata seperti engkau saya keluar dari Islam Mungkin dia tidak tahu maka para ikhwan yang dirahmati Oh Allah subhanahu wa taala lihat Bagaimana kalau yang seperti ini saja sangat tegas dan keras para Salafus Saleh terhadap yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan di dalam riwayat seperti yang sudah saya sebutkan tadi dia dalam keadaan tidak menentang wa b’su Apa salahnya yang seperti ini berburu dengan ketapel Apa salahnya dia cuma bertanya tapi Abdullah bin mughaffar radhiallahu Anhu mengatakan wallah la ukimuka abadan demi Allah aku tidak akan berbicara denganmu selamanya dan inilah yang disebut dengan hukum hajr memboikot dan asal hukumnya seorang muslim tidak boleh memboikot saudaranya lebih daripada 3 hari sebagaimana hadis rasul Sallallahu Alaihi wa ali wasallam la yahjuru Al muslimu akhahu fauq seorang muslim tidak boleh memboikot saudaranya lebih daripada 3 hari akan tetapi di dalam hal seperti ini maka para ulama membolehkan coba perhatikan perkataan Imam annawawi Yahya Bin syaraf annawawi rahimahullah abu zakariya di dalam Kitab beliau yang disebutkan oleh penulis di sini dalam kitab alminhaj syarah nawawiahih muslim Beliau mengatakan di dalam riwayat tadi aku tidak mau berbicara denganmu selamanya samai kita selamanya Aku tidak mau tinggal bersamamu selamanya kata Imam Nawawi riwayat riwayat ini adalah terdapat pelajaran yaitu bolehnya menghajar ha Jim ro menghajar ahli bidah dan ahli kefasikan fasik secara bahasa artinya adalah khuruj alfusu alkuruj kefasikan artinya adalah keluar makanya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam membolehkan khamsun Minal fawasi yuqtalna fil haram lima dari hewan fasik yang boleh dibunuh di tanah suci salah satu darii lima tersebut alf’rah yaitu tikus karena dia keluar dari Jalan kebiasaan tikus kadang-kadang jalan dari sini ke sana tidak tidak seperti biasa hewan-hewan yang berjalan akhirnya membuat kerusakan membuat kebakaran gara-gara tikus nah begitulah kefasikan kefasikan arti asalnya adalah keluar dari jalan yang benar kemudian dipakai dalam perbuatan-perbuatan dosa besar pelaku dosa besar fasik makanya para ulama mengatakan hukmu murtaqibil kabirah hukum pelaku dosa besar adalah Mukminun biimani fasiun bikabiratihi pelaku dosa besar adalah dia beriman dengan imannya Tetapi dia fasik dengan dosa besarnya fasik adalah pelaku dosa besar nah Imam annawawi rahimahullah mengatakan di dalam riwayat tadi terdapat kebolehan menghajar memboikot ahli bidah dan ahli kefasikan dan orang-orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam disertai dengan ilmu kalau tidak tahu tidak mengapa Tetapi kalau tahu kemudian dia menentang dengannya Inilah yang disebut dengan kefasikan waahuajuzu hujru Daiman boleh memboikotnya terus-menerus sebagaimana Abdullah bin mughaffal mengatakan wallahiukuk abadan demi Allah aku tidak akan berbicara denganmu selamanya sebagaimana perkataan ubadah binit radhiallahu Anhu yang mengatakan wallahi AB Allah tidak ada atap Yang menaungi kita bersama-sama selamanya boleh menghajar ahli bidah dan kefasikan selamanya amuqamujiun Adapun boleh menghajar memboikot teman saudara Muslim Ean Adapun larangan menghajar memboikot saudara Muslim lebih Le dari 3 hari maka ini adalah hajr boikot karena urusan pribadi urusan perkara dunia maka ini tidak boleh lebih daripada 3 hari kalau urusan dunia urusan pribadi sebelum 3 hari sudah harus bermaafmaafan yang paling terbaik di antara orang yang sedang menghajar satu dengan yang lainnya karena perkara dunia yang memulai salam yang memulai salam wa Ahlul bidahwiahwuhum fahujrum Daiman Adapun pelaku bidah maka memboikotnya terusmenerus bin Malik radhiallahu Anhu wahairih dan hadis ini dikuatkan dengan hadis-hadis yang semisal seperti kejadian ka’ab IBN Malik radhiallahu Anhu dan subhanallah Saya ingin mungkin ada Ustaz yang membahas di sini ee faedah dari kisah ka’ab bin Malik saat diboqat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena tidak ikut perang Tabuk menarik faedahnya menarik salah satu faedah jadi kisah ka’ab bin Malik dengan dua temannya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berjihad kemudian ka’ab bin Malik ingin keluar di akhir Kemudian beliau tunda-tunda tunda tunda sampai akhirnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pulang kembali dan beliau belum berjihad juga dan kaab bin Malik radallahu pernah mengatakan kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ketika orang-orang munafik datang kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian memberikan alasan dan dimaafkan oleh Rasul Sallallahu kaab bin Malik radhiallahu Anhu mengatakan wahai Rasulullah engkau tahu aku orang yang paling bisa Mencari Alasan dan Kalau aku kasih alasan kepada engkau niscaya engkau akan memaafkan akan tetapi Bagaimana hisabku di hadapan Allah subhanahu wa taala inilah kejujuran dari seorang kaab bin Malik radhiallahu Anhu yang akhirnya turun ayat dari tujuh lapisan langit yang membebaskan Kaf bin Malik dari boikot Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan bahwa tobatnya diterima oleh Allah subhanahu wa taala dalam keadaan diboikot seperti itu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan jangan ada yang menyalami kaab IBN Malik jangan ada yang bersalaman dengan kaab Ibin Malik berhubungan dengan kaab bin Malik pernah suatu ketika kaab bin Malik berpapasan dengan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau berikan salam kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam melengos Aku tidak tahu Apakah beliau menjawab salamku atau tidak diboikot oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan setelah sebulan diboikot seluruh penduduk kota Madinah tidak ada yang berhubungan dengannya bahkan temannya yang paling dekat pun tidak mau dalam keadaan sempit bumi bagi beliau Pada waktu itu datang ujian dari Allah subhanahu wa taala Apa itu datang surat dari orang-orang kafir yang mengatakan kami mendengar bahwa engkau wahai kaabir bin Malik sedang dibikot oleh temanmu Mari datang kepada kami berkumpullah dengan kami Engkau akan mendapatkan ketenangan dan pertemanan dalam keadaan seperti itu ada tawaran menarik kalau bukan karena iman maka niscaya ka’abi bin Malik berkumpul dengan orang-orang yang ber orang-orang yang kafir musuh-musuh Allah subhanahu wa taala dibakar oleh kaab bin Malik surah tersebut Subhanallah para ikhwan yang dirahmati Allah kisah kaab bin Malik menarik nah ini contoh bagaimana ada syariat pemboikotan di dalam agama islam tetapi patut diperhatikan para ikhwan yang dirahmati oleh Allah dan ini kita dapatkan dari fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim bin Amir rahaili bahwa kalau urusan memboikot hajar menghajar maka harus dilihat maslahat dari yang dihajar dan harus dilihat juga maslahat yang menghajar ketika Kaf bin Malik radhiallahu Anhu dihajar oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bermanfaat bermanfaat kaab bin Malik merasa bumi serasa sempit bagi mereka kem-mana tidak bisa ngapa-apain tidak ada yang mau menyalaminya tidak ada yang mau berteman dengannya tidak ada yang ma dengannya bumi serasa sempit terhadap mereka Kenapa karena yang memboikot siapa rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun sebagian orang kadang-kadang memboikot pelaku kemaksiatan sedangkan orang ini kedudukannya tidak seperti yang terjadi pada nabi dengan kaab bin Malik maka akhirnya boikotnya tidak manfaat saya beri contoh seorang kakak yang sering juga terlambat salat berjamaah sering juga bahkan mengakhirkan salat kemudian dia boikot adiknya karena adiknya suka pinjol dan judol maka adiknya mengatakan ah bodo amat ente mau boikot saya bersihkan dulu dirimu dari salat salatnya tidak benar Nah maksud saya harus dilihat orang yang memboikot dengan orang yang diboikot tidak boleh sembarangan memboikot dan sebelum terjadi pemboikotan harus dahulu didakwahi didakwahi iqamatul hujjah sampai terjadi kebolehan memboikot itu pun tidak semua orang berhak memboikot seperti misalkan kejadian pernah di Masjidil Haram seorang imam besar di Masjidil Haram tidak mau menyalati jenazah seorang ahli bidah yang sangat di ee muliakan oleh sebagian ahli bidah tidak mau menyelati maka ini adalah perkara yang sangat besar Kenapa karena yang tidak mau menyalati jenazahnya adalah seorang Syekh besar imam besar Nah dari sini kita ambil pelajaran Iya benar ada syariat baqat dan boikot kepada ahli bidah orang-orang fasik itu terusmenerus Iya tetapi harus dilihat siapa yang memboikot dan siapa yang diboikot dan atas apa diboikot tiga poin itu sering dikatakan maslahatul hajr wa maslahatul mahjur wa maslahatu al hij alhajr dilihat maslahatnya si yang menghajr siapa yang memboikot kemudian Siapa yang diboikot kemudian atas dasar apa dia diboikot ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala tib kemudian alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah eh Imam annawawi ulama Islam abad ke-7 Hijriah alhafiz Ibnu Hajar ulama Islam abad ke-10 Hijriah makanya Imam annawawi tidak pernah menukilkan dari al-hafiz Ibnu Hajar Karena beliau lebih tua daripada al-hafiz Ibnu Hajar begitu juga syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah tidak pernah menukilkan dari al-hafiz Ibnu Hajar karena syaikhul Islam I timiyah rahimahullah ulama Islam abad ke-8 Hijriah ya sedangkan beliau ulama Islam abad ke9 atau ke-10 Hijriah al-hafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah dan alhafiz Ibnu Hajar rahimahullahu taala beliau ahli hadis dan beliau imam dan beliau al-hafiz dan apabila orang mengatakan al-hafiz maka selalu tertuju kepada al-hafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullahu taala dan Jangan dengarkan orang-orang yang mengatakan jangan ambil atau jangan baca kitab Fathul Bari yang ditulis oleh alhafiz Ibnu Hajar karena Hafiz Ibnu Hajar terkena ilmu kalam Jangan dengarkan perkataan tersebut Kenapa demikian karena ketergelinciran beliau di dalam perkara nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala sangat sedikit dibandingkan pemikiran-pemikiran dasar beliau terhadap sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam contohnya Ini Beliau berkata dalam kitab Fathul Bari wa had jawujaham dan di dalam hadis kebolehan memboikot Siapa yang menyelisihi sunah dan meninggalkan berbicara dengannya W larangan dan ini hajr boikot seperti ini selamanya seperti ini tidak masuk ke dalam larangan memboikot tidak boleh lebih dari 3 hari faainnahu yataallqu biman hujir nafsihi pemboikot larangan pemboikotan lebih tadi tadi 3 hari itu hanya berkaitan dengan urusan pribadi bukan urusan agama tib kita lanjutkan para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala an Q rahimahullah had Ibnu Sirin rahimahullah rulan nabiahu Alaihi wasah wasahah seorang tab muridnya bin Malik radhiallahu Anhu ahli tafsir beliau meriwayatkan dari seorang Muhammad Ibin Sirin seorang tabii Muhammad Ibnu Sirin Muhammad Ibnu Sirin rahimahullah meriwayatkan hadis kepada seseorang dengan hadis dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu orang tersebut mengatakan qala Fulan k w k oke Saya dengar hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam seperti itu tapi saya dengar Si Fulan mengatakan seperti ini ini seperti ini hanya sekedar itu tetapi ada perbandingan Muhammad Ibnu Sirin rahimahullah meriwayatkan hadis kemudian orang ini mengatakan tapi Si Fulan berkata seperti ini seperti ini membandingkan hadis rasul dengan perkataan Si Fulan maka kata Muhammad Ibnu Sirin rahimahullah uhaditukain nabi shallallallahu Alaihi Wasallam aku riwayatkan kepada engkau hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam watquul lalu engkau mengucapkan qa fulanun k wa engkau bandingkan Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dengan perkataan Si Fulan seperti ini seperti ini Pantaskah kemudian eh Muhammad IBN Sirin mengatakan la ukallimuka abadan aku tidak akan berbicara denganmu selamanya Muhammad IBN Sirin inilah yang mengatakan di dalam Kitab mukadimah Sahih Muslim disebutkan oleh imam muslim Beliau mengatakan sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikan kepada siapa kalian melihat belajar ilmu agama kalian ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala satu riwayat lagi sebelum Azan ya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala riwayat selanjutnya riwayat tadi disebutkan oleh Imam adarim dalam kitabnya almusnad kemudian riwayat selanjutnya disebutkan dalam riwayat Imam muslim dalam sahihnya Abdillah rahimahullah Anna Abdullah IBN Umar radhiallahu anhqu Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallamak laaakumul masajidakum ilaiha faqala bilalun Ibnu Abdullah rahimahullah wallahi abdullahah was Arya Sal bin Abdah cucu dari Umar Bin Khattab Umar Bin Khattab bin Adi bin yaunyai anak namanya AB Abdullah bin Umar Bin Khattab Abdullah ahli hadis Wal mukirina Fi riwayatil hadit yang paling banyak meriwayatkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Abdullah bin Umar salah satunya kemudian termasuk alabadi Al arbaah sahabat nabi yang masih muda yang bernama Abdullah yang ahli fikih di kota Madinah empat yang bernama Abdullah Abdullah bin Umar Abdullah bin Abbas Abdullah bin Amr Abdullah bin Zubair Abdullah bin Umar radhiallahu Anhu meriwayatkan aku telah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda jangan kalian larang istri-istri Kalian pergi ke masjid jika mereka meminta izin kepada kalian hadisnya begitu suami tidak boleh melarang seorang perempuan yang minta izin ke masjid untuk salat berjamaah kemudian datang Bilal bin Abdullah Bilal cucunya dari Umar Bin Khattab anaknya Abdullah bin Umar Bilal bin Abdullah bin Umar Beliau mengatakan demi Allah kami benar-benar akan larang istri-istri kami untuk pergi ke masjid ini pelajaran menarik dari Bilal radiallah rahimahullah Kenapa beliau melarang padahal hadisnya tidak boleh dilarang Bukan karena ingin menentang sebenarnya akan tetapi karena ingin menjaga istrinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya dan ini semesti yang dilakukan oleh para laki-laki kaum muslimin menjaga para istrinya agar tidak nampak di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya bukan malah memperlihatkan istrinya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya dan asal hukum perempuan di keterasingan syariat Islam di tengah kaum muslimin asal hukum perempuan di rumahnya benteng yang paling kokoh bagi perempuan adalah di rumahnya makanya Allah berfirman dalam Alquran dalam surah alahzab Wi Diamlah kalian di dalam rumah-rumah kalian wahai para perempuan kalaupun ada hajat keperluan boleh keluar tapi wababal jahili tidak boleh bertabaruj memperlihatkan kecantikan perhiasan keindahan di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya kalau terpaksa harus keluar asal hukumnya perempuan saya ingat fatwanya Syekh alamah Al Imam baqiyatus Salaf ini sudah mulai Subhanallah beliau Sebelum meninggal sudah dikatakan Imam alim ulama Baqi Salaf fadilat Syekh alamah drh bin Fauzan Bin Abdah Fauzan hafidahullah salah satu kiat agar terlepasnya kaum muslimin dari perzinahan kembalilah kembalikan anak-anak perempuan kaum muslimin ke rumah-rumahnya wallahi para ikhwah di tengah-tengah kita darurat perzinan perzinaan dianggap biasa ya ya maka beliau ketika mengatakan itu demi Allah kami akan larang untuk menjaga istrinya bukan untuk menentang sunah rasul sahu wasam tetapi Abdullah bin Umar mengatakan ukbira rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam aku memberitahukan kepada engkau kepada kepada engkau tentang Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tetapi engkau malah mengatakan demi Allah kami akan larang padahal Rasul Sallallahu alaii wasallam mengatakan jangan dilarang maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Allah subhanahu wa taala bahkan disebutkan dalam riwayat dalam riwayat Imam Ahmad famaamahu Abdullah Hatta Mat Abdullah bin Umar tidak membicarai Bilal sampai meninggal ingat ini Bilal bukan Bilal bin Rabah ya bukan sahabat Bilal bin Abdullah bin Umar anaknya sampai meninggal tidak dibicarai tegas keras terhadap orang-orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan Sekali lagi saya saya beranggapan bahwa Bilal bin Abdullah rahimahullah pada waktu itu tidak ingin menentang beliau hanya ingin menjaga kesucian keluarga perempuannya terutama istrinya dan itulah semestinya yang dilakukan oleh para lelaki di zaman sekarang terutama yang sudah ngaji dakwah sunah sangat benar-benar menjaga istrinya dia Saat sebagian orang sekarang di zaman media sosial yang bercadar-cadar membiarkan istrinya melayang-layang di media sosial wallahuam silakan Azan dulu nanti waktunya habis ikhwatan Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar [Musik] allahu akbar allahu akbar allahu akbar [Musik] ahillallah Ashadu [Musik] allailahaillallah Ashadu anna muhammadar [Musik] rasulullah asadu Anna muhammadarasul [Musik] Hayya Hayya [Musik] alasah hayyaalah Hayya Alal [Musik] Falah Allahu akbar Allahu akbar lailahaillallah [Musik] bab itu yang bisa disampaikan Sebelum saya tutup Saya ingin baca perkataan Imam Nawawi mengomentari riwayat tadi di dalam Kitab beliau alminhaj Syarah Sahih Muslim fiirti Wal muaridah di dalamnya terdapat hukuman tzir itu hukuman terhadap orang yang menentang sunah dan menentang dengan pendapatnya dan Sekali lagi saya katakan kalau saya lihat Bilal bin Abdullah pada waktu itu rahimahullah tidak ingin menentang akan tetapi beliau sebenarnya ingin menjaga ee kesucian keluarga perempuan beliau tetapi bagaimanapun terjadi pertentangan akhirnya makanya Abdullah bin Umar mengatakan ee beliau tidak membicarai Bilal sampai meninggal nah Q haf Ibnu Hajar UK inkari Abdillah wadih alar Al Sunan birihi diambil pelajaran dari pengingkaran Abdullah bin Umar terhadap anaknya Bilal bin Abdullah adalah pemberian sanksi hukuman terhadap orang yang menentang sunah dengan pendapatnya wawaz hujran dan juga terdapat pelajaran bolehnya memberikan hukuman dengan memboikot faqat waqai Riwayati Abi nujais atau Abi najih Min Mujahidin ahmadaamaamahu Abdullah Hatta bahkan telah terdapat riwayat dari Abi najih atau nujaih dari Mujahid diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma tidak berbicara dengan Bilal bin Abdullah sampai meninggal alhafiz Ibnu Hajar mengatakan Wana ah kalau riwayat ini benar maka mungkin salah satu dari keduanya meninggal ketika terjadi cerita ini dalam waktu dekat meninggal ya artinya Abdullah bin umarhah mungkin waktu itu langsung m tidak mau membicarai nya tapi setelah itu meninggal sebagaimana yang dikatakan dan dijelaskan oleh alhafiz Ibnu Hajar al-asqalani wallahuam itu yang bisa disampaikan kita masuk kepada beberapa pertanyaan yang pertama tentang khutbatul Hajah banyak yang saya jumpai sekarang ustaz-ustaz sunah yang memotong khutbatul Hajah ketika ceramah Apakah ini dibolehkan atau bagian dari tidak mengagungkan sunah khutbatul Hajah disyariatkan dalam agama Islam akan tetapi Apakah setiap mau ceramah harus berkhutbatul Hajah jawabannya tidak Dan ini yang dijawab oleh EE lajnah daimah Lil fatwa dan albhut Al ilmiah panitia tetap untuk fatwa dan pembahasan ilmiah dari Kerajaan Arab Saudi bahwa khotbatul Hajah disyariatkan tetapi tidak selalu dibaca dalam setiap khotbah kecuali ketika e akad nikah maka disunahkan untuk membacanya ataupun setiap muhadarah pengajian majelis ilmu maka tidak harus selalu dibaca jadi memotongnya pun tidak mengapa wallahuam Bagaimana hukum memboikot kepada teman yang tidak ingin membayar hutangnya enggak dibayar ente diboikot enggak dibayar mendingan tagih atau kalau seandainya masih banyak duitnya yang menghutangi masih banyak duitnya lebih baik dihalalkan dengan ikhlas dapat pahalanya ya Saya pernah ada orang bercerita Ustaz saya boleh empat mata dengan Ustaz ingin cerita sedikit boleh Boh Kemudian beliau mengatakan begini Ustaz Saya itu punya ada orang berhutang kepada saya Boleh enggak saya menagih Oh boleh Pak tetapi menunggu tidak menagih lebih utama karena Allah berfirman Jika ada yang sulit bayar hutang maka tunggu sampai mudah bayar hutangnya kemudian juga man Barang siapa yang menunggu orang yang sulit bayar hutang maka dia akan mendapatkan kan seperti ini seperti ini dia mendapatkan keutamaan menunggu lebih utama lebih utama daripada itu menghalalkan dijamin diampuni dosanya oleh Allah subhanahu wa taala jamin surga sebagaimana hadis riwayat Bukhari Kana tajirun Bani Israil yudayinunas Faid RAA musiran qani tajawazhu laallahajawazana fajawazallahu an seorang pedagang saudagar kaya dari Bani Israil suka menghutangi orang-orang apabila dia melihat ada orang yang sulit bayar hutang maka dia katakan kepada pegawai-pegawainya sudah Maafkan saja orang tersebut Semoga Allah subhanahu wa taala memaafkan dosa-dosa kita maka Rasul Sallallahu Alaihi Alaihi Wasallam mengomentari Allah pun memaafkan dosa-dosanya masukkannya ke dalam surganya Allah subhanahu wa taala nah begitu Pak saya katakan kepada bapak tersebut tayb Ustaz tapi boleh kan Ustaz Nagi boleh tapi memaafkan lebih utama karena kenapa saya ingin juga dapat pahala saya tahu orang ini orang diluaskan rezekinya jualan bensin di samping jalan maksudnya punya bom bensin 25 biji gitu ya Saya ingin dapat pahala sudah Pak Maafkan saja berapa sih hutangnya 5 juta bapak punya R juta 10 juta bapak punya R juta betul enggak betul ustaz sebentar Ustaz ini hutangnya besar berapa hutangnya saya kan duduknya begini 2 M Ustaz saya perbaiki duduk saya saya bilang kalau begitu Pak saya kalau jadi bapak saya juga berpikir Akhirnya saya katakan kepada bapak tersebut istikharah Pak nanti kita ketemuan lagi suatu saat saya ketemu di rumah makan saya langsung kejar beliau apa takdir Allah untuk bapak maka Beliau mengatakan saya halalkan demi Allah Ustaz biarkan itu saya ambil nanti di akhirat pahalanya Subhanallah ini para ikhwah Jadi kalau boikot Antum nanti enggak dibayar mendingan dihalalkan saja ya wallahuam Dan ini menjadi pelajaran bagi yang sudah ngaji dakwah sunah ya kalau hutang bayar jangan pakai kata kunci Afwan akhi enggak bayar ya jangan sampai dijadikan sebuah momok itu yang kalau orang-orang jenggotan kalau berhutang bisanya cuma Afwan akhi enggak bayar ya Akir kemudian juga harus ada eh namanya almlimuna alautihim ini saya sedikit melebarkan Saya sedikit melebarkan kaum muslimin Sesuai dengan kesepakatan saya sering mendapati beberapa eh di lembaga-lembaga pendidikan terutama pesantren kadang-kadang pesantren ini adalah dianggap lembaga pendidikan yang paling tidak berharga sebagian menganggap begitu Buktinya apa ada sebagian orang melamar jadi Ustaz pengajar atau muhafiz di sebuah lembaga pendidikan pesantren sudah tekan Kontrak 1 tahun akan tetapi kemudian pertengahan tahun tanpa salam tanpa kalam keluar begitu saja ini tidak benar para Ikhwan sedangkan dia tidak berani kalau di pada sekolah-sekolah lainnya yang umum-umum kenapa dalam dalam Pesantren seakan-akan tidak ada marwahnya tidak ada kehormatannya untuk seseorang membatalkan perjanjian kesepakatannya ini tidak benar almlimun ala suruti seorang muslim sesuai dengan kesepakatannya n wallahuam Apakah orang yang hafal al-qur’an misal 10 juz tanpa tahu makna dan sekedar hafal lebih tinggi derajatnya di Surga dari orang yang misal hafal dua juz dengan tahu makna dan mentadaburinya yang paling istimewa dari dua jenis manusia ini yang paling ikhlas yang paling ikhlas Innamal aalu binniat amalan tergantung niatnya karena bisa saja yang menghafal dua juz dan tahu maknanya tetapi tidak mengamalkannya bisa saja yang menghafal 10 juz tidak tahu maknanya tapi dia manut taat terhadap hukum-hukum al-qur’an atau sebaliknya maka yang paling Afdal dari dua orang ini adalah yang paling ikhlas Innamal aalu binniat amalan tergantung dengan niatnya cuma saya ingin mengingatkan perkataan Abdullah bin Mas’ud kemudian juga perkataan eh sepertinya ini perkataan tawarf yaitu perkataan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain Abdullah Bin Masud mengatakan in Allah itu menurunkan Alquran untuk diamalkan Artinya kita baca Quran kemudian kita pelajari lalu kita amalkan sebagai buku pedoman tetapi orang-orang sekarang di zaman mereka terutama di zaman kita menjadikan bacaan al-quran sebagai amalan paham enggak Allah menurunkan al-quran untuk diamalkan tetapi orang-orang sekarang menjadikan bacaan al-quran sebagai amalan makanya ada video menarik dari fadilat Syekh Prof Dr Saad asitri eh salah satu ulama besar di Arab Saudi Beliau mengatakan sebagian orang di zaman sekarang baca Quran karena hanya ingin dapat pahala ya toh bukankah kita semua itu sebagian orang baca Quran Kya hanya ingin dapat pahala sebagaimana hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi akin Alifun harf wamun harf wa mimun harf yang artinya Barang siapa membaca satu huruf dari al-qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala dilipatkan menjadi 10 kali pahala kebaikan orang baca Bismillahirrahmanirrahim 19 huruf berarti 190 pahala kebaikan dan aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf tetapi Alif satu huruf lam satu huruf mim satu huruf berarti orang kalau baca Alif Lam Mim saja dia mendapatkan 30 Hasanah makanya sebagian dari kita membaca al-qur’an untuk dapat pahala itu itu bagus ada yang lebih bagus daripada itu yaitu membacanya untuk bisa mengamalkan hukum yang ada dalam al-qur’an Nah itu para ikhwan yang dirahmati wallahuam jika seorang Muslim masuk neraka kemudian diazab sampai atau sesuai kadar dosanya habis Apakah kemudian dimatikan sebelum akhirnya masuk surga Adapun permasalahan kemudian dimatikan wallahuam Saya tidak tahu belum sampai dalam benak saya ada Dalil yang menunjukkan akan itu yang ada adalah Rasul Sallallahu wasam mengatakan inni la aalamu rajulan akhir khurujan minanar wa akhir dukhulanil Jannah aku sangat mengetahui seseorang yang keluar terakhir dari neraka dan masuk pertama kali dan masuk paling terakhir ke dalam surga keluar dari api neraka dalam keadaan gosong kemudian dia merangkap dan diperintahkan untuk masuk ke dalam Sungai kehidupan Apakah dia dimatikan dulu wallahuam ya Yang jelas Siapa yang bertauhid meskipun dia disiksa dulu di neraka pasti masuk ke dalam nerakanya masuk ke dalam surganya Allah subhanahu wa taala akj minar manq laahaillallah keluarkan dari api neraka Siapa yang mengucapkan Lailahaillallah dan itu dahsyatnya tauhid seorang yang bertauhid tidak akan pernah masuk neraka kalaupun masuk neraka maka dia tidak akan pernah kekal di dalam neraka Dan inilah yang dimaksud oleh Allah subhanahu wa taala dalam Alquran orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezaliman yaitu kesyirikan mereka mendapatkan keamanan dan mereka mendapat petunjuk keamanan para ulama mengatakan ada dua makna keamanan yaitu aman dari masuk neraka dia tidak masuk neraka atau aman dari kekal di dalam nerakanya Allah subhanahu wa taala dia tidak akan pernah kekal allahuam saya sering terhibur dengan ayat-ayat al-qur’an yang menceritakan di dalamnya Bidadari Nah kalau seorang wanita apa hadiah terindah untuk mereka di surga selain melihat wajah Allah subhanahu wa taala yang jelas mereka mendapatkan kenikmatan ya Yang jelas mereka mendapatkan kenikmatan Apakah itu ada bidadara wallahuam nah karena tidak ada riwayat dan rasul Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda laaisa fil jannati azab tidak ada orang jomblo di surga enggak ada maka berbahagialah yang jomblo di dunia di surga enggak akan jomblo ente enggak ada jomblo di surga ya ini para ikhwan yang dirahmati Allah semua di surga kesenangan ada cerita seorang suami sakit keras sebelum meninggal sang suami manggil istrinya Wahai istriku janji kalau saya meninggal tidak akan menikah lagi maka sang istri demi sang suaminya tidak tambah sakit langsung mati maka dia berjanji Iya saya janji padahal berat itu janjinya suami meninggal kemudian masa idah selesai banyak ikhwah-ikhwah dari Raja menawarkan diri kumbang-kumbang banyak menawarkan diri dia ingat janjinya Bagaimana maka jawabannya adalah Menikahlah ya janji tersebut tidak benar Menikahlah lalu Ustaz kata nih yang bertanya Kalau nanti suami saya pertama masuk surga saya dengan suami saya yang kedua masuk surga nanti di akhirat ketemu ketemuan gimana Apakah dia akan mengatakan ah gitu ya jji-janji ya enggak ya semuanya Senang kenapa Karena Allah subhanahu wa taala mengatakan waakirhamdulillahbil alamin ucapan mereka Alhamdulillah Ketemu istri dengan suaminya yang baru Alhamdulillah Subhanallah dan dia tidak akan pernah sendirian ya tidak akan pernah sendirian ini para ikhwan yang dirahmati Allah ini yang bisa disampaikan subhanakallaham Ashadu alla ilaha illa Anta astagfirubuaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam War Roja TV demikianlah Ikhwatul Islam azakumullah para pemisa dan pendengar Roja di mana pun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaruaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua wasalamualaikum mah wabarakatuh Roja [Musik] TV Terima kasih Anda masih bersama Radi ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut [Musik] ini inilah jalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *