Roja tvag Anda pem t asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin wasatu wasalam Al sayidil mursalin wa alihi waihi wabiumumidin ba pemira r TV dan pendengar radio ra yang dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dan pembahasan dari kitab wasaujihat fq taabil bariat bersama Al Ustaz Anas Burhanuddin hafidahullahu taala Ustaz Dr Anas Burhanuddin hafidahallahu taala langsung dari studio Mini stdi Jember walhamdulillah kita telah terkoneksi bersama beliau dan kita berikan kesempatan yang luas bagi para pemissa dan pendengar radio Roja untuk bersoal jawab dalam pembahasan di sore hari ini anda bisa bertanya di Line telepon 0218236543 dan pertanyaan seputar kajian tentunya dan pembahasan Anda bisa sampaikan di 0819896543 baik kita mulai kajian dan pembahasan di sore hari ini kami persilakan ustazad Maskur bismillahirrahmanirrahimill waadu allaahaillallah wahdahu syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuahu alaii para pemirsa dan pendengar yang dirahmati Allah subhahu wa taabadah utama kita ibadah adalah maksud Kenapa kita diciptakan di atas muka bumi ini maka seorang muslim yang sadar akan hakikat ini dia akan menjadikan ibadah sebagai prioritasnya dia akan terus kepikiran dengan ibadah dia terus berusaha agar ibadahnya semakin ikhlas dan semakin sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam maka fikih dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala atau fikih taabud kepada Allah subhanahu wa taala adalah salah satu pembahasan yang penting yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim dan sejak beberapa pekan terakhir kita telah diberikan Taufik oleh Allah subhanahu wa taala walhamdulillah untuk merenungkan beberapa renungan seputar fikih ibadah kepada Allah sub wa taala melalui kitab wasih bar wasiat-wasiat dan arahan seputar fikih beribadah kepada Allah Tuhan semua makhluk karya guru kita fadilatus Syekh Prof Dr Ibrahim bin amiruh hafidahullahu taala dan ini adalah sesi yang kelima pada sesi yang keempat telah kita pelajari Bersama sebuah renungan bahwasanya kita semuanya tidak akan bisa memenuhi hak besar Allah subhanahu wa taala hak Allah subhanahu wa taala atas hamba-hambaanya sangat besar baik itu hak yang terkait dengan ilmu ataupun amal hak yang terkait ilmu adalah bagaimana kita mengenal Allah subhanahu wa taala dengan sesempurna mungkin dan sayangnya ilmu kita tentang Allah subhanahu wa taala sangat terbatas maka kita tidak bisa memberikan hak untuk mengenal Allah sebagaimana mestinya dalam amal juga seperti itu sebaik apapun ibadah dan amalan kita kepada Allah subhanahu wa taala maka itu tidak akan bisa memenuhi hak Allah subhanahu wa taala tapi alhamdulillah saat kita memiliki perasaan seperti itu saat kita berada pada posisi di di mana kita merasa kurang merasa telebor merasa tidak bisa mengenuhi hak besar Allah subhanahu wa taala maka posisi seperti itulah yang diharapkan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga kita semakin merasa menghamba semakin merasa kerdil semakin banyak bersujud kepada Allah untuk meminta ampunan atas keteledoran dan kekurangan kita dalam memenuhi hak Allah subhanahu wa taala sebaliknya kalau sampai kita merasa berjasa kita merasa ibadah kita sudah lebih besar daripada hak Allah subhanahu wa taala maka ini justru adalah posisi yang tidak diharapkan oleh Allah subhanahu wa taala dan akan membawa kita kepada kesombongan dan merasa berjasa kepada Islam atau kepada Allah subhanahu wa taala kali ini dalam sesi yang kelima kita akan mempelajari bersama renungan yang kelima yaitu rendungan tentang Kenapa kita yang mendapatkan hidayah Kenapa Allah subhanahu wa taala memberikan hidayahnya kepada kita apakah karena kita memiliki nasab terhormat atau kita punya kedudukan yang tinggi harta yang banyak ternyata tidak Nanti kita akan jawab ini semuanya dan kita mulai dengan apa yang dijelaskan oleh filat Syekh Ibrahim bin Amir aruhi bahwasanya kalau kita Merenungkan diri kita dan orang-orang di sekitar kita maka kita akan dapati bahwasanya kita ini adalah e minoritas di tengah orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah subhanahu wa taala tentunya tidak dalam konteks negara kita atau provinsi tempat kita tinggal atau Desa tempat kita dilahirkan tapi ini konteksnya adalah untuk seluruh dunia dan lintas zaman nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya keadaan kita di tengah orang-orang kafir adalah seperti rambut putih seekor sapi hitam atau seperti jumlah rambut hitam dari seekor sapi putih jadi jumlah kita sangat sedikit dibandingkan orang-orang kafir di seluruh dunia dan di sepanjang zaman karena kalau kita berbicara tentang seluruh dunia pada zaman ini maka kita akan dapati bahwasanya menurut sensus ya jumlah umat Islam saat ini adalah 2,02 miliar sedangkan jumlah umat manusia semuanya di atas muka bumi adalah 8 08 miliar ini berdasarkan sensus dan perhitungan pada awal 2024 pada bulan Februari 2024 Jadi jumlahnya kurang lebih 25% kalau kita berbicara tentang prentase maka persentasenya adalah 25% umat Islam jumlah mereka mencapai 25% dari total 100% umat manusia di tahun ini atau pada saat ini yang jumlah mereka mencapai miliar Tapi ini kita berbicara tentang jumlah umat Islam di penjuru dunia saat ini tapi kalau kita berbicara dalam konteks yang lebih luas yaitu seluruh dunia semua jagad raya dan yang ditinggali manusia adalah planet bumi sepanjang masa maka gambarannya adalah seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis riwayat Muslim muslimuna fil kuffar illatin baid fiurin Aswad saaiurin abyad tidaklah umat Islam di tengah-tengah orang-orang kafir kecuali seperti beberapa helai kecuali seperti Sehelai rambut putih di tengah-tengah rambut yang dimiliki oleh seekor sapi jantan yang berwarna hitam atau seperti sehalai rambut di tengah rambut hitam yang dimiliki oleh seekor ya Sekali lagi saya coba terjemahkan tidaklah kondisi umat Islam di tengah orang-orang kafir itu kecuali seperti sat hel rambut puh diengah Tengah rambut hitam yang dimiliki oleh seekor sapi jantan berwarna hitam atau seperti sehenai rambut hitam di tengah-tengah rambut putih yang dimiliki oleh seekor sapi jantan putih Nah jadi ini adalah perumpamaan yang dibuat oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jadi bandingannya sangat sedikit sangat kecil Coba kita membayangkan ada seekor sapi betina eh maaf e seekor sapi jantan yang memiliki rambut hitam jadi warna dasarnya adalah hitam binatangnya adalah ee sapi ee binatangnya adalah sapi jantan sapi jantan itu badannya lebih biasanya lebih besar ya lebih gagah lebih luas daripada sapi betina lebih tinggi juga dia maka rambutnya juga seharusnya menjadi lebih banyak daripada sapi betina Nah dengan perbandingan seperti itu kondisi umat Islam atau jumlah populasi umat Islam itu hanya seperti satu rambut putih Sehelai rambut putih di tengahengah banyaknya rambut hitam yang dimiliki oleh seekor unta sebaliknya kondisi dan jumlah populasi umat Islam itu seperti Satu helai rambut hitam di tengah-tengah banyaknya rambut putih yang dimiliki oleh seekor sapi jantan yang berwarna putih Nah jadi perumpamaannya hanya hanya sedikit sekali seekor jantan yang seekor sapi jantan yang besar yang tinggi yang berwarna hitam kemudian dia memiliki sedikit rambut putih atau satu rambut putih saja perumpamaannya seperti itu tapi tentunya seperti yang telah eh kami sampaikan di depan ini konteksnya adalah tentang eh jumlah umat Islam semuanya dibandingkan dengan ee jumlah seluruh penduduk bumi atau dibandingkan dengan orang-orang kafir yang tidak mau memeluk Islam sepanjang zaman jadi konteksnya sangat luas dan tentunya kita sebagai ee seorang muslim ya ketika hadis ini adalah hadis yang sahih kepada kita ya hadis yang sahih dan sampai kepada kita dengan sanad yang sahih maka kewajiban kita adalah mengimani kabar-kabar seperti ini kita beriman ya sebelum kita membuktikannya kita sudah beriman dahulu ya sebelum kita mencari perbandingannya dengan data-data ya dan tentunya tidak mudah untuk mendapatkan data ya kalau di zaman sekarang mungkin ada sensus ya ada data dalam ee 10 tahun terakhir dalam 50 tahun terakhir tapi kalau kita berbicara dengan kalau kita berbicara tentang kondisi penduduk bumi 100 tahun yang lalu tentunya datanya tidak selengkap sekarang bagaimana dengan 200 tahun yang lalu 500 tahun yang lalu Satu abad yang lalu ya atau ee 10 abad yang lalu pada zaman Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam pada zaman Nabi Musa alaih salam pada zaman Nabi Ibrahim dan Eh pada awal sejarah umat manusia maka kita tidak mudah untuk mendapatkan data seperti itu kalaupun ada maka kemungkinan besar itu adalah ee prediksi-prediksi saja yang tidak dipastikan kebenarannya yang tidak bisa dipastikan kebenarannya sedangkan eh kesahihan sabda-sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga kesahihan kandungan al-qur’an ini adalah sesuatu yang mutlak yang harus kita kedepankan di atas logika atau ee data apapun jadi bagi seorang muslim cukup mendengar Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi Sabda tersebut ada dalam hadis-hadis yang sahih atau kalau kita mendengar suatu kabar dalam ayat al-qur’an yang tentunya ayat al-quran adalah Mutawatir semua semua ayatnya Mutawatir maka kita wajib untuk beriman dengan kabar-kabar seperti ini jadi hadis ini termasuk ahadis Akhbar hadis berupa kabar yang menuntut kita untuk beriman kepada apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka kita katakan aku beriman kepada apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Muslim ini yang in adalah bahwasanya kondisi umat Islam dibandingkan umat-umat yang lain yaitu umat-umat yang tidak mau memeluk Islam jumlah umat Islam dibandingkan dengan jumlah orang semuanya di seluruh muka bumi dan di sepanjang zaman itu kondisinya adalah seperti yang disebutkan dalam hadis ini jumlah mereka sangat sedikit perumpamaannya seperti rambut hitam yang dimiliki oleh seekor sapi jantan berwarna hitam atau sebaliknya seperti Sehelai rambut hitam di tengah-tengah banyaknya rambut putih yang dimiliki oleh seekor sapi jantan berwarna putih jadi seperti itu perumpamaannya yang wajib untuk kita imani intiarinya adalah bahwasanya jumlah kita sangat sedikit Nah untuk kemudian ketika kita merenung lebih jauh ternyata jumlah umat Islam sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah orang-orang kafir maka kemudian di situ menimbulkan sebuah pertanyaan Apakah artientasi se ini Apakah arti jumlah yang sangat sedikit ini dibandingkan jumlah yang sangat banyak itu apakah kita pernah merenung untuk kemudian mensyukuri nikmat ini Apakah kita sudah menghormati ya menghormati nikmat dan Anugerah ini sebagaimana mestinya nah ini adalah beberapa pertanyaan yang kemudian menyeruak setelah kita memahami hadis riwayat muslim dari Rasulullah sallallah alhi wasallam di atas jadi muncul dari situ sebuah renungan bahwasanya umat Islam adalah orang-orang yang terpilih umat Islam adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wa taala Di antara sekian juta dan sekian miliar umat manusia juga dari sekian miliar umat dakwahnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam karena sejak diutusnya nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menjadi rasul akhir zaman maka semua orang yang hidup dari zaman itu sampai nanti hari kiamat mereka adalah umat dakwahnya Nabi Muhammad Sallallahu jadi akan ada lebih banyak yang tidak beriman ya kalau kita melihat di zaman kita saja saat ini di abad ke-21 Masehi dan abad ke-15 Hijriah ini maka jumlah umat Islam hanya sekitar 25% dibandingkan jumlah populasi bumi semuanya artinya yang 75% adalah yang kafir yang tidak memeluk Islam belum Nanti kalau kita pilah ya yang menisbatkan diri kepada Islam ini yang benar-benar muslim seberapa nah ini ee Berarti ee masih akan berkurang lagi jumlahnya yang benar-benar muslim ya tidak munafik tidak musyrik tidak menyekutukan Allah subhanahu wa taala tidak jatuh dalam pembatal-pembatal keislaman maka jumlahnya bisa jadi akan ee berkurang banyak lagi maka hal ini menunjukkan kepada kita bahwasanya orang-orang yang masuk Islam yang mau beriman kepada Allah subhanahu wa taala kemudian konsisten juga mengamalkan amal saleh setelah mereka beriman maka mereka jumlahnya adalah ee sangat sedikit dan Alhamdulillah termasuk orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala maka kemudian hendaknya kita bertanya kepada diri kita sendiri kenapa kita yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala untuk bertauhid sementara miliaran orang di luar sana memilih untuk musyrik dan menyekutukan Allah subhanahu wa taala Kenapa Allah subhanahu wa taala memilih anda untuk menjadi seorang muslim yang bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala berpuasa mengerjakan salat Ir khusyuk kepada Allah subhanahu wa taala Kenapa Apakah itu karena kita memiliki nasab yang mulia Apakah itu karena kita memiliki jabatan yang tinggi atau karena anda memiliki otak yang berilian dan kecerdasan yang luar biasa kul Allah bukan itu sebabnya semuanya karena anda tahu bahwasanya anda tidak lebih mulia nasabnya dibandingkan Ayahanda Nabi Ibrahim alaih salam Azar yang memilih untuk kafir dan tidak mengikuti ajaran Putra beliau padah yang menjadi nabi adalah anaknya sendiri anda tidak lebih mulia daripada Nabi Ibrahim Alaihi Salam karena Kebi dan para Nabi adalah nasab yang paling mulia jadi para ulama semuanya sepakat bahwasanya orang yang paling mulia nasabnya adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para nabi yang lain jadi semua nabi itu memiliki nasab yang paling mulia maka kemudian anak keturunan mereka juga mewarisi hal itu demikian juga orang tua mereka juga mendapatkan cpratan dari kemuliaan ini maka secara nasab ya Secara garis keturunan maka seorang Azar Abu Ibrahim alaih salam Dia memiliki nasab yang mulia bahkan termasuk yang paling mulia di atas muka bumi dan kita-kita ini secara umum tidak memiliki nasab yang sebaik dan semulia Ayahanda Nabi Ibrahim Alaihi Salam yaitu Azar juga kalau Kita membandingkannya dengan dua Pan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Abu Thalib dan Abu Lahab maka daerah kita juga tidak Sebiru mereka dan tidak seningrat mereka juga darah nasab kita tidak semulia putra Nabi Nuh alaih salam yang juga memilih untuk kafir ya Abu Lahab Abu Thalib juga memilih untuk kafir bahkan seorang Abu Thalib yang begitu sayang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang sangat membanggakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ikut mungi beliau melindungi dakwah beliau Akhirnya sampai dia wafat ternyata dia lebih mementingkan dunia Hidayah tidak berhasil dia rengkuh dan akhirnya dia mati dalam keadaan kafir dan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa memberikan syafaatnya Kepada beliau kecuali dalam bentuk sedikit meringankan azabnya di akhirat maka jadilah Abu Thalib sebagai orang yang paling ingan azabnya di neraka tapi apakah bisa membawa Abu Thalib keluar dari neraka tidak karena syarat yang menjadi aturan Allah subhanahu wa taala itu iman tidak berhasil diwujudkan oleh Abu Thalib jadi kita tidak lebih mulia daripada Azar ayaha Nabi Ibrahim atau Abu Thalib dan Abu Lahab yang merupakan dua paman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak juga dari putra Nabi Nuh alaiham tapi alhamdulillah kita yang diberikan hidayah untuk memeluk Islam dan mau beriman kepada Allah subhanahu wa taala beliau menambahkan Anda juga tidak lebih besar pengaruhnya tidak lebih besar kuasanya daripada para raja Dunia Para Raja yang memilih untuk kufur kepada Allah subhanahu wa taala mereka yang dahulu pernah memimpin dunia memimpinus pada zaman-zaman mereka seperti Firaun Namrud buktan Nasar ya buktan Nasar adalah eh Raja Babilonia kita mengenal Firaun adalah raja yang ada pada zaman Nabi Musa alaih salam Namrud adalah raja yang berkuasa pada zaman Nabi Ibrahim alaih salam ya bukt adalah rajanya Babilonia yang kalau di sejarah kita di buku sejarah dunia dalam versi Indonesia kita membacanya sebagaibuk zar yatan kemudian juga Abah yang merupakan raja raja Yaman ya pada masa sebelum diutusnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang dahulu pernah berusaha untuk menyerang Ka’bah kemudian Allah subhanahu wa taala binasakan dia Diah di muhasir mendekati kota Makkah Jadi anda tidak lebih berpengaruh dan tidak lebih besar kuasanya daripada para raja ini Firaun buktan Nasar kemudian Abrahah dan anda juga tidak lebih tinggi kedudukannya dibandingkan para pemimpin Arab ya para pemimpin Arab para tokoh-tokoh Arab seperti Abu Jahal Umayyah bin khalaf alwalid bin almah juga Abdullah bin Ubay mereka adalah tokoh-tokoh Arab yang berkuasa menjelang diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Jadi anda tidak lebih mulia daripada orang-orang yang ningrat dari keluarga para nabi anda tidak lebih berkuasa dan berpengaruh dibandingkan para raja dan para tokoh Arab ini kemudian juga Anda tidak lebih cerdas daripada para filsuf pada zaman terdahulu juga para penemu ya para tokoh-tokoh penemuan ilmiah pada zaman kita yang bisa jadi membuat kita dahulu sempat takjub sempat kagum dengan kecerdasan mereka karena Allah memberikan mereka otak yang sangat berilian sangat cerdasak jadi kecerdasan mereka itu terus digaung-gaungkan diingat-ingat dianggap sebagai salah satu yang paling cerdas sepanjang sejarah karena banyaknya penemuan yang mereka lakukan juga bermanfaatnya penemuan-penemuan yang mereka lakukan K mereka ini adalah orang-orang banyak dari mereka ini adalah orang-orang yang utu zakaan walam yau zakaan mereka diberikan kecerdasan tapi mereka tidak diberikan kesucian jiwa mereka diberikan kecerdasan duniawi mereka diberikan ilmu dunia tapi mereka tidak mendapatkan ilmu akhirat dan tidak mendapatkan kebahagiaan akhirat juga ini adalah satu hal yang sangat disayangkanek Ibrahim saat mensyarah kitab ini juga menukil dari ibimah rahimullah taala bahwasanya para filf ya para ahli ilmu dunia ini mereka diberikan kecerdasan beliau mengakui itu dalam urusan dunia mereka sangat cerdas mereka sangat Brilian mereka sangat unggul eh banyak orang-orang yang tidak bisa mencapai prestasi mereka tapi mereka tidak diberikan zakat tidak diberikan Hidayah tidak diberikan kesucian jiwa dan ternyata Justru malah kadang-kadang orang-orang yang lebih lemah orang-orang yang lebih bodoh ya orang-orang yang lebih sederhana yang tidak tahu apa-apa yang lugu justru mereka adalah orang yang disapa dengan Hidayah sebagaimana dikatakan oleh Eh sebagian ahli hikmah alfaiz Alana Alil ajaiz orang yang beruntung adalah orang-orang yang berada di atas agamanya para ajais orang-orang tua di desa-desa di kampung-kampung yang lugu-lugu mereka kelihatan disepelekan mereka miskin mereka tidak memiliki dunia yang banyak mereka bukan orang-orang yang cerdas tapi kalau kita melihat kepada Hidayah kepada akidah kepada akhlak kepada amal kepada iman kepada takwa maka mereka bisa jadi jauh lebih baik daripada orang-orang yang cerdas itu bahkan ibnuiah rahimahullah taala menyebutkan bahwasanya seorang ibnuina atau Afis seorang tokoh keilmuan Islam yang sangat sangat diagungkan dan sangat dihormati semua orang menyebutkan Ibnu Sina Ibnu Sina Ibnu Sina ini disebutkan oleh syaikhul Islam ibnuim bahwasanya dia ini sampai tidak mengetahui beberapa hal dalam ilmu akidah yang sangat mendasar sampai-sampai beliau Sebutkan bahwasanya Ibnu Sina ini sampai mengingkari Bahwasanya Allah adalah pencipta semua makhluk jadi seorang Ibnu Sina ya seorang tokoh penemuan Islam seorang tokoh kedokteran Islam ya mengingkari Bahwasanya Allah subhanahu wa taala adalah pencipta seluruh alam juga disebutkan bahwasanya dia ini meyakini bahwasanya Wahyu itu adalah takhayul ya Wahyu Itu bukan fakta bukan hakikat bukan Ee tidak ada Turunnya wahyu dari Allah subhanahu wa taala melalui Malaikat Jibril nah ini dianggap takhair sesuatu yang jelas yang gambang yang kita sebagai umat yang beriman mengimani ini semuanya ya orang yang paling sederhana yang paling bodoh yang paling awam di antara umat Islam tahu bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang menciptakan seluruh makhluk yang menciptakan jagat raya dan bahwasanya Wahyu adalah sesuatu yang sahih sesuatu yang Hakiki bukan takhayul tapi orang secerdas Ibnu Sina ternyata e tidak diberikan Taufik untuk bisa memiliki keyakinan dan iman yang benah dalam masalah yang mendasar seperti ini sekedar mengimani Bahwasanya Allah subhanahu wa taala adalah pencipta seluruh makhluk atau meyakini bahwasanya Wahyu adalah takayul ternyata Hidayah seperti ini tidak menyapa dia maka tidak mengherankan kalau sampai Ibnu Taimiyah ketika menyebutkan tokoh-tokoh ini beliau mengatakanuakamakaan mereka diberikan kecerdasan tapi mereka tidak diberikan kesucian jiwa Kemudian Anda juga tidak lebih kaya dari tokoh-tokoh konglomerat sepanjang zaman seperti misalnya Qarun pada zaman dahulu juga para miliarder atau para kret di atas muka bumiada zaman kita ini yang kita sering dari waktu ke waktu dari tahun ke tahun ya kita diberikan kabar ya entah Apakah datanya sahih valid ya atau cuma sekedar juga rekaan-rekaan bahwasanya yang paling kaya tahun ini adalah Si Fulan nomor dua adalah Si Fulan 10 besarnya adalah A B C D E F G H I J K seperti itu tapi berita itu selalu muncul ter apakah mereka adalah benar-benar orang paling kaya di atas muka bumi atau Ternyata ada orang-orang yang lebih kaya tapi tidak terdata hartanya maka paling tidak kita mengetahui mereka memang adalah orang yang kaya juga sangat kaya raya tapi untuk menentukan bahwasanya mereka adalah orang yang paling kaya di atas muka bumi atau 10 besar orang paling kaya di atas muka bumi maka tentunya ee sangat debatable dan datanya bisa ee diperdebatkan tapi intinya bahwasanya penulis Kitab ingin sampai kepada satu fakta bahwasanya anda tidak lebih kaya dari mereka itu tapi ternyata Allah subhanahu wa taala yang memilih anda untuk mendapatkan hidayah dan bukan mereka Maka Ini adalah sebuah renungan Yang hendaknya membawa kita semakin Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala dan mereka tadi semua orang yang disebutkan tadi baik mereka yang memiliki nasab yang paling mulia darah keturunan yang paling nengrat yang paling punya kuasa di atas muka bumi yang kekuasaannya paling luas di atas muka bumi atau yang paling cerdas otaknya atau yang paling banyak hartanya mereka ini semuanya atau sebagian besar mereka meninggal di atas kekufuran yang kemudian nasab mereka tidak bermanfaat apa-apa untuk mereka harta mereka tidak bisa menolong mereka kedudukan tinggi mereka tidak bisa menyelamatkan mereka demikian juga akal kecerdasan harta dan kekayaan mereka semuanya tidak bisa menyelamatkan mereka dari siksa neraka yang merupakan indalan bagi mereka yang kufur dan tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala menurut siapa menurut kacamata Islam tentunya kita menyampaikan seperti itu mereka yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman dan tidak meninggal di atas Islam maka mereka adalah orang-orang yang tidak berhak untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan ini adalah sebuah akidah yang diyakini oleh umat Islam semuanya dan juga disepakati oleh para ulama Islam bahwasanya agama yang akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala adalah Islam dan kita tidak ragu untuk mengatakan seperti itu tidak malu kepada agama-agama lain di luar sana karena masing-masing agama juga memiliki klaim seperti itu maka kita tidak malu untuk menyampaikan bahwasanya kita meyakini bahwasanya hanya Islam yang taala sementara agama lain tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala jadi sebabnya bukan darah ningrat kita bukan kerajaan dan kekuasaan kita juga bukan akal dan kecerdasan kita tidak pula harta dan kekayaan kita Lantas apa Nah di sini eh beliau mulai menjawab dengan lebih tegas ya bahwasanya penjelasan tentang sebab ini ternyata juga sudah disampaikan oleh Allah subhanahu wa taala dalam berbagai ayat Alquran diantaranya adalah Firman Allah ahahuimun him jadi Apa sebabnya kalau bukan kekayaan bukan kedudukan tinggi bukan kerajaan dan kekuasaan bukan harta dan kekayaan Lantas apa sebabnyaah di sini Allah subhanahu wa menjelaskan Allah berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 7 sampai ayat ke-8 yang artinya adalah tetapi Allah subhanahu wa taala menjadikan kalian mencintai Iman jadi Allah subhanahu wa taala yang memilih kita untuk mencintai Iman jadi hati kita mencintai Iman Allah jadikan cinta Allah jadikan Iman ini sesuatu yang dicintai oleh hati kita Allah menghiasi keimanan di hati kita sehingga akhirnya kita memilih untuk beriman dan Allah subhanahu wa taala menjadikan kita membenci kufur kefasikan dan maksiat jadi jawaban pertanya adalah jawaban pertama adalah Bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang memilih kita untuk mencintai iman dan sebelum itu Allah subhanahu wa taala menghiasi Iman di hati kita sehingga akhirnya kita cenderung dan jatuh cinta kepada iman dan akhirnya kita mau untuk beriman kepada Allah subhanahu wa taala juga kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan Allah Subhanahu taah menjadikan kekufuran kefasikan dan kemaksiatan ini menjadi sesuatu yang dibenci oleh hati kita jadi kita mencintai Iman karena Allah sudah menghias Iman ini di hati kita kemudian kita membenci kekufran karena Allah sudah membuat kekufuran kefasikan dan maksiat ini sebagai sesuatu yang dibenci oleh hati kita Allah buruk-burukkan tiga perkara ini dalam hati kita sehingga kita tidak menoleh kita tidak tertarik untuk kufur kita tidak tertarik untuk fasik tidak tertarik untuk maksiat Nah itu adanya di hati orang-orang yang beriman kita mengetahui kekufuran kefasikan maksiat itu pasti indah-indah diiring oleh hal-hal yang nikmat yang bisa menai syahwat kita dan itu yang Allah hiaskan pada hati kafir tapi di hati-hati di hati orang-orang yang beriman Allah subhanahu wa taala menghiasi Iman sehingga akhirnya mereka beriman Allah subhanahu wa taala memburukkan kekufuran sehingga akhirnya mereka tidak mau untuk kufurid dan orang-orang seperti itu adalah mereka yang matang ya Rosyid itu artinya matang namun para ahli tafsir menjelaskan bahwasanya dimaksud adalah mereka ini adalah orang-orang yang Sabat dan istiamah di atas keimanan Mereka kemudian setelah ayat yang Keu dari alhujurat Allah subhanahu wa taala berfirman itu semuanya sebagai anugerah dan nikmat dari Allah subhanahu wa taalaallahuimun Hakim Dan Allah Maha Mengetahui lagi maha bijaksana jadi tadi Bagaimana Allah menghiasi iman dalam hati kita sehingga ak kita mau beriman Bagaimana Allah memperburuk Citra kekufuran sehingga akhirnya kita tidak mau untuk masuk dalam kekafiran itu semuanya adalah sebagai anugerah dan nikmat dari Allah subhanahu wa taala jadi Allah yang memberikan anugerahnya kepada kita Allah yang memberikan nikmatnya kepada kita Dan Allah yang memilih hati kita untuk lebih mencintai Iman daripada kekufuran kemusyrikan dalam ayat yang lain di surah aljumah yaitu ayat keed2 sampai keempat Allah subhanahu wa taala menegaskan hal ini Allah berfirman W yang artinya dialah Allah yang telah mengutus di antara orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis seorang rasul dari mereka yang membacakan ayat-ayatnya atas mereka yang dan yang mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah yakni Alquran dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebel itu mereka berada pada kesesatan yang nyata waakumquhim wahual Azizul Hakim Dan juga Allah subhanahu wa taala mengutus beliau kepada orang-orang lain yang tidak mencapai prestasi yang telah dicapai oleh kelompok yang pertama tadi itu dan Allah subhanahu wa taala adalah yang maha perkasa lagi maha bijaksana jadi dalam dua ayat pertama yang kami bacakan ini yaitu ayat keedua dan ketiga dari surat aljumah Allah subhanahu wa taala menjelaskan bahwasanya dia telah mengutus Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di tengah-tengah bangsa Arab yang tidak membaca dan menulis bangsa Arab pada masa itu adalah bangsa yang tidak bisa membaca dan juga tidak bisa menulis maka Allah subhanahu wa taala Wasallam di tengah-tengah Mereka kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk membacakan ayat al-qur’an kepada mereka kemudian mensucikan jiwa mereka dengan dakwah beliau dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah Alkitab adalah al-qur’an dan hikmah adalah sunah Padahal sebelum itu mereka berada pada kesesatan yang nyata jadi sebelum itu mereka berada pada zaman Jahiliyah kemudian Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan dakwah beliau dan membawa mereka dari kegelapan Syirik dan jahiliah menuju kepada Cahaya Islam dan iman jadi orang-orang yang diutus orang-orang yang kepada mereka diutus ini adalah para sahabat mereka yang sempat berjumpa dan melihat adalah para sahabat maka orang yang disebutkan di ayat yang ketiga surat aljumah adalah para tabiin wa akhina minhum lamma yalhaqu bihim dan orang-orang yang lain yaitu generasi setelahnya yang secara kualitas mereka tidak bisa menyamai para sahabat yang sudah mendapatkan anugerah ya Dan mereka menjadi asabiqun Al Awwalun prestasi kaum tabiin ini Tentunya tidak bisa menyamai prestasi para sahabat tapi mereka juga adalah umatnya nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada mereka beliau diutus Meskipun mereka tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi al-quran sampai kepada mereka hadis-hadis sampai kepada mereka kemudian setelah menjelaskan Hidayah yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa taala kepada para sahabat kemudian para tabiin di ayat yang keempat Allah subhanahu wa taala berfirmanlahya im dan Allah Sub dan itu adalah anugerah dari Allah yang dia berikan kepada orang-orang yang dia kehendaki dan Allah subhanahu wa taala memiliki anugerah yang sangat Agung jadi inilah penjelasannya semua tadi Hidayah tadi hidayahnya para sahabat hidayahnya para tabiin Ini sebabnya adalah fadlullah anugerah dari Allah subhanahu wa taala yang diberikan kepada orang-orang yang dia kehendaki Jadi bukan karena kekayaan mereka karena kepintaran mereka atau karena kecerdasan mereka atau karena kekuasaan dan kerajaan mereka tapi mereka diberikan itu semuanya semata-mata karena anugerah dari Allah subhanahu wa taala dan pilihan darinya jadi ayat ke du sampai keempat dari surat aljumah ini menegaskan apa yang di Sebutkan sebelumnya dalam surat al-hujurat ayat ke-7 sampai ayat ke-8 ditegaskan lagi dalam sebuah ayat di surat al-ahzab yaitu al-ahzab ayat ke-43 Allah subhanahu wa taala berfirman hualladzi yusolli alaikum waaikatuhu liukrijakum minulumati Ilan Nur Wana Bil mukminina rahima dialah Allah subhanahu wa taala yang menselawati kalian artinya yang memuji kalian di antara hamba-hambanya di atas sanaik demikian juga para malaikat berselawat atas kalian agar Allah subhanahu wa taala mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya W dan sungguh Allah subhanahu wa taala maha penyayang kepada orang-orang yang beriman jadi sebabnya adalah karena Allah subhanahu wa taala sayang kepada orang-orang yang beriman Allah yang memilih mereka Allah yang meng ahi mereka Maka akhirnya mereka bisa keluar dari kegelapan kemusyrikan dan kekufuran menuju kepada Cahaya Islam dan keimanan ditegaskan lagi oleh firman Allah subhanahu wa taala dalam surat Anur ayat 21ahum ah dan kalau bukan anugerah dari Allah subhanahu wa taala atas Kalian juga rahmatnya kepada kalian maka tidak mungkin ada seorang pun di antara kalian yang bisa Suci untuk selamanya tapi Allah subhanahu wa taala mensucikan orang-orang yang dia kehendaki dan Allah subhanahu wa taala maha mendengar lagi maha mengetahui jadi surat Annur 20 ee Dar jadi surat Annur ayat 21 ini juga kandungannya adalah bahwasanya semua ini ya Hidayah yang kita dapatkan kesucian jiwa kita Ini sebabnya adalah karena fadlullah karena anugerah dari Allah karunia darinya Dan juga karena Rahmat yang diberikannya kepada kita wakinallah Yasya dan akan tetapi Allah subhanahu wa taala mensucikan jiwa orang-orang yang dia kehendaki jadi Anugerah kemudian nikmat ya rahmat dan juga pilihan dari Allah subhanahu wa taala itulah yang membuat kita akhirnya beriman sementara miliaran orang di luar sana tidak mau beriman kepada Allah taala dan satu ayat lagi yang disebutkan oleh eh fadilatus Syekh penulis Kitab Oh sebelum kita berpindah ke ayat yang terakhir ayat yang sebelumnyaitu surat Annur ayat 21 ini konteksnya adalah tentang orang-orang yang dahulu menuduh ibunda Aisyah radhiallahu anha serong ya Atau melakukan ee hal yang tidak pantas kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berupa serong kepada orang lain nah ini adalah eh konteks ayat ini Maka Allah subhanahu wa taala mengatakan kepada Ashabul ifq atau usbatul ifq ya sekelompok orang yang menuduh Aisyah dengan tuduhan yang tidak benar ini Allah mengatakan kepada mereka bahwasanya kalau seandainya bukan karena anugerah Allah rahmatnya dan pilihannya maka tidak akan ada seorang pun di antara kalian yang bisa suci dari dosa tuduhan yang ngawur itu tapi Allah subhanahu wa taala Membuka Pintu Taubat Allah subhanahu wa taala mensucikan kalian Allah subhanahu wa taala memilih kalian untuk bisa mensucikan diri maka akhirnya kalian bisa tbat dan mensucikan diri kepada taala sedangkan ayat yang terakhir yang disebutkan oleh EE fadilatus Syekh penulis Kitab adalah ayat ke-83 dari surah an-nisa walaula fadlullahi alaikum warahmatuhu lattabaumusyaiton illa qolila dan kalau bukan karena fadlullah yaitu anugerah dan karunia dari Allah subhanahu wa taala juga rahmatnya maka niscaya kalian akan mengikuti setan kecuali hanya sedikit dari kalian ayat ini juga menegaskan bahwasanya ketika ada seseorang yang bisa selamat dari tipu daya setan ini adalah Hidayah berarti ini adalah diselamatkan dari sebuah musibah dalam urusan agama kita yaitu jatuh dalam perangkap setan ini musibah Nah kalau sampai ada orang yang selamat dari tipud daya dan kap setan maka itu semuanya terjadi karena anugerah dari Allah dan rahmat-nya Nah jadi 1 2 3 4 5 ya eh lima ayat atau lima rangkaian ayat yang disebutkan oleh penulis kitab ini semuanya menjelaskan kepada kita bahwasanya Hidayah dan petunjuk yang Allah berikan kepada kita iman dan Islam yang bisa kita rasakan sekarang itu sama sekali bukan karena kita pintar atau Berdarah Biru atau memiliki kedudukan yang tinggi atau memiliki ilmu yang banyak atau memiliki harta dan kuasa yang banyak tidak sama sekali tapi itu semuanya semata-mata adalah anugerah dari Allah Rahmat darinya pilihan dari Allah subhanahu wa taala untuk kita semuanya walhamdulillah kemudian setelah menyebutkan lima ayat ini penulis Kitab mengatakan bahwasanya ini semuanya adalah ayat-ayat yang muhkamat ayat-ayat yang maknanya jelas dan gamblang yang mengabarkan kepada kita bahwasanya sebab Hidayah Allah kepada hamba-hambanya yang beriman itu adalah karena rahmat Allah dan anugerahnya kepada kita padahal kita tidak berhak untuk mendapatkannya Jadi bukan karena kita punya jasa bukan karena kita baik bukan karena kita sudah membantu Allah subhanahu wa taala misalnya Tapi beliau menyebutkan bahwasanya semua Hidayah ini Baik Hidayah Irsyad dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya kemudian para ulama setelah beliau sampai para Ustaz para ulama pada zaman kita itu semuanya adalah bagian dan bentuk dari rahmat Allah subhanahu wa taala yang diberikan oleh Allah kepada kita semuanya juga hidayatut Taufik ya Hidayah Taufik berupa terbukanya hati kita untuk menerima dakwah itu menerima dakwah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengimani ayat-ayat yang beliau sampaikan mengimani hadis-hadis yang sahih yang sampai kepada kita yang 14 abad yang lalu sudah disampaikan oleh kemudian melalui sanad yang panjang sampai kepada kita melalui lisan orang tua kita atau guru-guru kita maka itu semuanya adalah ee bagian dari pilihan dan Anugerah serta rahmat Allah subhanahu wa taala Nah maka kalau kita menyadari itu semuanya ya setelah kita tahu bahwasanya Hidayah ini bukan karena kehebatan kita tapi semata-mata karena Allah yang pilih Allah yang menganugerahkan Allah yang menunjukkan rahmatnya kepada kita maka hendaknya kita semakin taala memujinya dalam semua kondisi mensyukuri semua nikmat ini dan Anugerah baik dengan lidah kita dengan hati kita maupun dengan anggota tubuh kita jadi kita syukuri Alhamdulillah Allah subhanahu wa taala yang memilih kita Di antara sekian miliar penduduk bumi sepanjang zaman kita yang diberikan nikmat untuk mau beriman untuk mau memeluk Islam dan mengikuti sunah bukan orang-orang di luar sana yang jumlahnya miliaran yang kita ini sangat sedikit jumlahnya yang tadi disebutkan seperti sehalai rambut putih di antara rambut-rambut hitam yang sangat banyak Jumlahnya ribuan atau jutaan kita sangat kecil tapi Allah maka ini adalah sebuah nikmat yang agung Yang hendaknya kita syukuri dengan lidah kita kita memuji Alhamdulillah atas nikmat Hidayah ini kemudian kita juga bersyukur dengan hati kita ya dan juga tidak lupa dengan anggota tubuh kita dengan semakin banyak beribadah dan beramal saleh serta mentaati Allah taala ya ini adalah eh renungan yang kelima dari rangkaian kitab was waujihatud bariat Semoga bisa menambah iman kita menambah ilmu kita menambah wawasan kita kita juga menginspirasi dan memotivasi kita untuk semakin bersyukur dan semakin baik dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala kita semakin fokus dengan ibadah kita semakin memprioritaskan ibadah dan kita semakin berorientasi kepada akhirat dan berusaha agar menjadikan ibadah kita semakin ikhlas dan semakin sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam baik barangkali ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat illahamah kam sampanendengarikian beberap faedah yang sangat bermanfaat hikmah dari nasihatnasihat yang kesempatan untuk soal jawab untuk memperdalam pembahasan di antara kenikmatan Hidayah dan EE nikmatnya tauhid yang Allah anugerahkan kepada kita silakan di telepon 0218236543 dan pertanyaan via chat WhatsApp kami sampaikan silakan di l telepon 896543 kami angkat pertanyaan via chat WhatsApp terlebih dahulu Ustaz Asalamualaikum warahmatullah Barakallah Fik wa jazakahir atas faah ILM disampaikan ee Ustaz Apakah atau Bagaimanakah menjaga keikhlasan dan tauhid di ee tengah-tengah masyarakat kita yang umumnya masih mengidentifikasikan orang-orang yang melaksanakan tauhid dengan kelompok-kelompok tertentu dan ee lebih banyak bertentangan dengan kebiasaan masyarakat setempat dari ritual-ritual ibadah yang cenderung kepada kebiasaan tradisional dan kesyirikan Bagaimanakah menjaga keistikamahan dan Apakah ada doa khusus dalam bab ini mohon nasihatnya jazakallah Khaira Nah ya baik ya jadi saat kita melihat kepada kondisi umat Islam di sekitar kita termasuk di negara kita maka pertama kita harus bersyukur ya karena kita adalah mayoritas di negara kita sehingga kita bisa mendapati syir-syair Islam dengan bebas kita bisa tampakkan kita bisa menjalankan sebagian besar ajaran agama walhamdulillah dan ini adalah sebuah nikmat yang harus kita syukuri untuk kemudian berusaha Jaga dan rawat ya jangan sampai ee keamanan kemudian kebebasan kita dalam menjalankan syar-syar Islam dan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala ini kemudian nanti ee terganggu dan sampai hilang karena nikmat yang sama pernah dilakukan oleh nikmat yang sama pernah dirasakan oleh penduduk negara lain tapi kemudian nikmat itu terengkut dari mereka Nah kalau kita melihat misalnya apa yang terjadi di banyak negara Arab pada peristiwa yang disebut sebagai Arab spring atau musim semi Arab meskipun itu sama sekali bukan musim semi ya tapi itu adalah eh eh fitnah dan pembantaian yang berlangsung dengan dalam waktu yang sangat panjang bahkan sampai sekarang masih dirasakan akibatnya atau akibat buruknya ya dari sejak tahun 201021 sampai sekarang mereka pernah merasakan kenikmatan tersebut Tapi kemudian nikmat tersebut dicabut oleh Allah sub subahu wa taala maka hendaknya kita merasa bertanggung jawab untuk menjaga nikmat ini kemudian juga ketika melihat fakta bahwasanya masih ada sebagian umat Islam yang ktp-nya Islam ya mereka ee mengaku sudah bersyahadat Lailahaillallah tapi ternyata pada praktiknya ya mereka masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Islam atau dengan Sunah maka ini adalah ee sesuatu yang memprihatinkan dan menjadi tugas kita bersama ya kita di satu sisi bersyukur di sisi lain kita merasa sedih dengan apa yang terjadi tapi kemudian kita hendaknya berusaha untuk ee menasihati ya mereka adalah bagian dari umat Islam ya mereka berhak untuk mendapatkan nasihat dari kita maka kita berusaha untuk ee menyampaikan dakwah ya menyampaikan pesan-pesan kepada mereka memberikan nasihat kepada mereka sehingga nanti kita bisa bersama-sama mereka menikmati Islam ya dan mendalami agama Islam kemudian mengamalkannya dengan lebih sempurna lagi ya karena kita diperintahkan untuk masuk Islam secara Kafah ya ayyuhalladina amanuul fmi Kafah Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kalian masuk ke dalam Islam secara Kafah jadi perintah masuk islam itu bukan hanya sembarangan masuk Islam kemudian sudah enggak cukup tapi kita diperintahkan untuk masuk Islam secara Kafah secara Paripurna kita terima semua ajarannya e kemudian kita pelajari ajaran-ajaran tersebut kemudian kita mengamalkannya Nah kalau sampai ada seorang muslim tapi masih jatuh dalam perkara-perkara kemusyrikan masih jatuh dalam pembatal-pembatal keislaman maka ini fatal ya berarti dia belum masuk Islam secara Kafah tapi tentunya tidak cukup bagi kita untuk mencela ya kita ee hendaknya juga berusaha untuk mendakwahi kemudian juga mendoakan dan merangkul mereka kita ajak untuk belajar lebih dalam ya kita ajak mereka untuk mengamalkan Islam secara lebih Kafah lagi ahah kemudian Bagaimana kiat kita agar bisa istikamah di tengah kondisi yang masih berat ya di tengah kondisi yang sunah itu cukup teras di sebagian masyarakat Nah jadi Ee kita jangan ee mencela konsep sunah dan bidah atau alergi dengan konsep seperti ini karena ini adalah konsep yang Islami dan Nabawi yang Menjelaskan konsep sunah dan bidah ini beliau yang ajarkan maka seorang muslim tidak boleh alergi dengan istilah sunah dan bidah dan para ulama menjelaskan bahwasanya nikmat sunah ya nikmat bisa mempelajari Islam secara lebih khusus dalam arti kita ada kerangka besar Islam ya kemudian di antara umat Islam ini ada ahlusunah ada Ahlul bidah nah ini fakta yang tidak bisa kita mungkiri ya bahkan pada zaman tabiin bidah ini sudah muncul jadi Sudah ada orang-orang yang bahkan dengan bidahnya mereka keluar dari Islam seperti qadariyah mereka itu HID hidupnya di generasi kedua umat Islam di zaman tabiin maka ee Sebagian ulama menyebutkan bahwasanya sunah itu sudah Ee kembali asing ya pada zaman tabiin pada zaman tabiut tabiin ya pada abad ketig Hijriah abad ke4 Hijriah banyak riwayat yang menyebutkan bahwasanya sunah sudah mulai menjadi asing lagi pada masa itu nah bagaimana dengan zaman kita ya Yang berada dengan interval yang berada dalam jarak yang begitu jauh dari zaman kenabian ada 15 abad antara kita dengan abadnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka tentunya tidak mengherankan kalau kita menghadapi kondisi yang tidak mudah kondisi yang berat di mana Ketika seseorang ingin mengamalkan sunah maka dia akan menghadapi risiko-risiko yang berat dan ini sudah diisyaratkan oleh EE Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka hendaknya kita ingat bahwasanya orang yang berpegang teguh pada sunah ya pada akhir zaman itu dia akan termasuk golongan alghuraba badaal islamu goriban was sayaudu goriban Kama bada fatuba Lil ghuraba Islam itu awalnya asing dan dia akan kembali asing di akhir zaman nanti maka beruntunglah mereka orang-orang yang asing ya Jadi kita harus siap dengan kondisi ini maka siap untuk menjadi orang-orang yang guraba yang diejek di sana sini direndahkan di sana sini dibuli di sana sini atau dirundung di sana sini itu wajar dan dalam hadis sahih yang lain nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya orang yang berpegang teguh kepada sunah dan ajaran Islam pada akhir zaman itu seperti orang yang menggenggam Barah api bisa dibayangkan Apa rasanya kita menggenggam Barah api tentunya sangat panas sangat tidak nyaman sangat menyakitkan kita akan lempar ya tapi kita diperintahkan untuk mempertahankan sunah ini bahkan dengan gigi geraham terakhir kita atau annawajit Jadi siap dengan kondisi gurbah ya kondisi asing atau terasing kondisi seperti memegang bara api dan kalau kita sudah tahu kondisi akan seperti itu maka kita akan siap mental berarti apapun yang kita hadapi maka Insyaallah ya kalau bukan karena kesalahan kita ya kalau kita sudah hati-hati kita sudah belajar ilmu kita tidak salah yang kita sampaikan juga sudah benar cara kita juga sudah benar tapi masih dimusuhi ya masih disakiti maka ya barangkali itu adalah bagian dari keterasingan sunah pada akhir zaman ya tapi kita harus siap mental menghadapi itu semuanya e kemudian di antara kiatnya untuk bisa istikamah adalah ee adalah ee melihat kepada sirah generasi awal umat Islam ya kita melihat e sirah generasi awal umat Islam bagaimana mereka dahulu juga disakiti bagaimana mereka dahulu juga diuji ketika berusaha mempertahankan sunah maka dengan membaca sirah mereka kita akan bisa istikamah dan termotivasi untuk bisa meneladani mereka baik dalam mengamalkan sunah maupun dalam menghadapi ujian ketika menegakkan sunah kemudian kat yang ketiga adalah terus belajar ya terus belajar dengan mempelajari kitab-kitab sunah ya dalam arti kitab-kitab akidah yang menjelaskan perbedaan antara akidah ahlusunah dengan Ahlul bidah kemudian juga mempelajari Islam secara ee lebih seksama ya secara lebih mendalam ya untuk semua bagiannya untuk semua aspeknya ya kita berusaha pelajari karena masih banyak ilmu yang belum kita yang belum kita pelajari ya dan semakin kita paham tentang Islam maka kita akan semakin Istiqamah biznillahi taala kemudian kat yang keempat adalah ee mencari teman ya untuk berjalan menuju Allah subhanahu wa taala ya kita perlu teman-teman yang baik yang bisa menyabarkan kita yang bisa memotivasi kita untuk Istiqamah yang juga membawa kita kepada belajar Islam dan mengamalkan Islam secara lebih baik lagi dan yang terakhir yang kelima adalah tentunya berdoa kepada Allah subhanahu wa taala untuk bisa Istiqamah ya dan di antara doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah e ya muqallibal qulubitbi dinik Ya Allah yang membolak-balikkan hati tetapkanlah hatiku di atas agamamu maka disebutkan dalam hadis bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam e banyak mengulang-ulang doa ini maka Insyaallah dengan ee lima kiat di atas ya kalau kita mengamalkannya satu persatu Insyaallah kita akan mendapatkan istikamah kita akan bisa istikamah dan bisa Husnul Khatimah dan tidak meninggal kecuali dalam keadaan Islam dan Sunah amin ya rabbal alamin amin ya rabbal alamin W jaazakallah Khair atas jawaban dan nasihat yang disampaikan semoga bermanfaat Dan ini menjadi jawaban dari sejumlah pertanyaan yang masuk melalui pesan chat WhatsApp dan mohon maaf Ustaz ini merupakan pertanyaan kami terakhir karena sudah mendekati waktu magrib di Jember dan kita berikan kesempatan untuk ikhtitam serta kesimpulan kajian silakan Ustaz Iya baik kesimpulan dari renungan yang kelima adalah bahwasanya kita umat Islam telah dipilih oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendapatkan hidayah dan mau beriman kepada Allah dan rasulnya dan pilihan untuk beriman dan memeluk Islam ini bukan karena kepintaran kita bukan karena harta kita yang banyak bukan karena kekuasaan dan kemuliaan nasab kita tapi semata-mata karena fadlullah ya anugerah dari Allah karunia darinya rahmat dan pilihan dari Allah subhanahu wa taala juga Maka jangan sombong tapi bersyukurlah kepada Allah subhanahu wa taala dan semakin Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala baik dengan hati kita lisan kita maupun anggota tubuh kita barakallahu fikum Ustaz wazakallahir atas kesimpulan dan ikhtitam yang disampaikan menutup kajian kita di sore hari ini Ustaz dalam pembahasan wasaujihatabbil Barat Dalam poin yang kelima Alhamdulillah kita akan lanjutkan kembali Insyaallah di dua pekan yang akan datang Ustaz jazakallah kir wabakallah Fik pemirsa dan pendengar Radi rja demikian pembahasan di sore hari ini semoga bermanfaat yang disampaikan secara langsung Al Ustaz Dr Anas Burhanuddin Ma hafidahullahu taala langsung dari studiio Mini stdi Jember dan alhamdulillah ada satu pertanyaan yang mudah-mudahan mewakili dari sejumlah pertanyaan yang sampai ee ke ee kami dan Insyaallah kita akan Sambung kembali pada pembahasan-pembahasan berikutnya demikian dan kami mohon maaf Ee kita akhiri dengan kajian dengan kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh simat radio roj Bogor 100,1 FM radio Roja Majalengka 93,1 FM radio rja Palu 101,8 FM dan radio rja Bandung 104,3m menyebar cahaya sunah donasi pendirian Roja TV digital Insyaallah Roja TV akan rcana menu televisi digital namun ini sangat membutuhkan dana yang cukup besar sekitar 6 miliar ya sekitar itu ya dan harus segera diselesaikan dalam beberapa bulan saja materi-materi kekeluargaan materi keislaman materi dakwah materi kitabullah sunah Nabi dari televisi ini materi keluarga ceria anak-anak akan dinikmati puluhan juta kaum muslimin yang tinggal di jababek tanpa harus menggunakan parabola hanya dengan Ana uh Dani yang G prtis dan terangau lay and banyak danik manat yang lebihi ambil bagian dari menyebarkan dakwah yang hak dakwah ilmu dakwah atas sesuai dengan pemahaman Salaf yang berdasarkan Alquran dan sunah Rasulullah S wasam yang sahih Mak Ini merupakan kesempatan yang besar Insyaallah buat Antum semuanya kesempatan masih ada di depan kita untuk menanamkan saham mendapatkan mendapatkan Ji Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa orang yang menunjukkan kepada kebaikan sama dengan pelaku kebaikan tersebut taawun dan infak dapat transfer melalui rekening bank syariah Indonesia nomor rekening 7561717006 atas nama yayasan cahaya sunah rja TV cabang Cibubur kode bank 451 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0 896543 dana yang dibutuhkan sebesar R miliar jazakah kepada para Mus Semoga menjadi amal saleh dan amal jariah beriman dan iman tidak mungkin lurus tanpa ilmu dan beramal saleh donasi pendirian ro TV digital тримакаas
Ustadz Dr. Anas Burhanudin, M.A. – Washaya Wa Taujihat Fi Fiqhi at-Ta’abbud Li Rabbi al-Ba…
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply