Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah Nab Muhammadin di man ini anda bisa menyimak siaran kami kita memuji Seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan P kita semuanya sehingga pada kesempatan Rabu Pagi hari ini kita dapat berjumpa kembali di saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam TV dan juga radio Roja selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti senang sekali dapat Kami hadir kembali di kesempatan pagi hari ini guna menghadirkan kajian dan bimbingan ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad Zainuddin ALS hafidullahu taala dari studio Mini kediaman beliau di Banjarmasin Kalimantan Selatan guna menyampaikan lanjutan pembahasan kitab Fathul Majid sarhu kitabi tauhid Seperti apa dan bagaimana kita simak kurang lebih 1 Seteng jam ke depan dan kami Ingatkan untuk Anda yang bertanya seputar pembahasan ini silakan nanti dapat bergabung melalui via telepon di 021 8236543 atau melalui pesan singkat di 0819896543 Baiklah selanjutnya kita akan simak dan ikuti bimbingan dan pelajaran bersama Ustaz Ahmad Zainuddin alsi kepada Ustaz kami persilakan F tafadal maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bismillah ahmanirahim inalhamdalillah nahmaduhuuagfirillahi anahahua had wa asadu allaahaillallah wahdahu syarikalah wa asadu muhamm abduhu ahuai Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu Pagi 19iul akhir 14406 Hijriah tepatan dengan 23 Oktober 2024 kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid syarhu kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh ee Abdurrahman Bin Hasan alus syikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa allahumma inna nasaluka Ilman na allahum aminillahahakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kita di dunia dan di akhirat Pada kesempatan kali ini kita masih di dalam Bab yang ke-30 penulis mengatakanuulama umarahahuahallahuq arunillah bab ke-38 Barang siapa mentaati ulama dan Umara dalam mengharamkan apa yang dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang diharamkan Allah berarti ia telah mempertuhankan mereka Pada kesempatan kali ini kita membahas dalil yang ketiga penulis mengatakanahuaihi was ahah AHM artinya dari sahabat nabi Adi bin Hatim radhiallahu Anhu meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wai wasallam bersabda membaca firman Allah Taala mereka menjadikan orang-orang Alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah surah Annur ayat 63 lalu aku yaitu Adi bin Hatim berkata Kepada beliau sungguh kami tidaklah menyembah mereka beliau bertanya Tidakkah mereka itu mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah lalu kamu pun mengharamkannya dan Tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah lalu kamu pun menghalalkannya aku menjawab iya maka Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wai wasallam bersabda itulah ibadah penyembahan kepada mereka hadis riwayat Imam Ahmad dan at-tirmidzi dengan menyatakan Hasan eh penulis kemudian mengatakan di halaman 563 aharahah di dalam hadis terdapat dalil bahwa mentaati para ulama dan para pendeta di dalam bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala adalah bentuk ibadah untuk mereka kepada selain Allah subhanahu wa taala bentuk ibadah kepada mereka kepada selain Allah kemudian Pis mengatakan wirkil akbar alladzi la yagfiruhu Allah dan termasuk daripada Syirik Akbar yang tidak diampuni oleh Allah subhanahu wa jadi mentaati para ulama ataupun mentaati para ahli ibadah dalam perihal bermaksiat kepada Allah ini sama dengan beribadah kepada para ulama tersebut dan ini termasuk Syirik Akbar yang tidak diampuni oleh Allah Subhanahu Wa taalaahhanahu Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa taala di akhir ayat Dan tidaklah mereka diperintahkan ke sup mereka beribadah kepada Allah Tuhan yang satu tidak ada Ilah yang berhak diibadahi Kecuali Dia Maha Suci Allah dari apa yang mereka syirikkan ayat ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa salah satu makna beribadah adalah taat dan tidak boleh taat kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa taala tidak boleh taat kecuali hanya kepada Allah Subhanahu Wa taalaa wahiaiahu aumum dan permisalan akan hal ini adalah yaitu firman Allah subhanahu wa taala yang artinya Dan janganlah kalian makan dari apa yang tidak disebut nama Allah atasnya sesungguhnya itu adalah benar-benar sebuah kefasikan dan sesungguhnya para setan memberikan bisikan kepada pengikut-pengikut mereka supaya ya mereka me me apa menentang kalian dan jika kalian taat kepada mereka sesungguhnya kalian termasuk orang-orang yang musyrik surat al-an’am ayat 121 ayat ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa jika mentaati para setan ataupun para pembantu-pembantu setan yaitu para ulama dan para ahli ibadah yang mengajak kepada bermaksiat kepada Allah maka itu adalah sebuah kesyirikan w waqitir min maad dan ini telah terjadi di dalamnya kebanyakan dari manusia terhadap yang mereka ikuti karena mereka tidak menganggap dalil jika orang yang diikuti itu menyelisihi dalil wahua dan ini dan perbuatan ini dari hal tersebut adalah kesyirikan nah ini perkara penting bahwa kebanyakan dari manusia terjadi seperti ini mengikuti Orang alim mereka ahli ibadah mereka dengan pengikutan buta mereka tidak peduli Apakah Orang alim ahli ibadah tersebut menyelisihi Allah subhanahu wa taala Apakah Orang alim atau ahli ibadah tersebut menyelisihi Allah subhanahu wa taala atau tidak nah ketika mereka tetap mengikutinya padahal Orang alim atau ahli ibadah tersebut menyelisihi syariat Allah subhanahu wa taala maka ini adalah kesyirikan karena salah satu bentuk orang beriman orang Islam adalah tunduk patuh hanya kepada Allah taala yaitu ketika kita berbicara tentang Islam misalkan salah satu pembicaraan tentang Islam adalah ee alistislamillahi Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa dan tunduk patuh taat kepada Allah subhanahu wa taala semat tunduk patuh taat kepada Allah subhanahu wa taala Semata lalu berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya menenci kesyirikan dan pelakuelakunya nah Apabila ada orang taat pada selain Allah di dalam perihal mentaati e dalam perihal menyelisihi syariat Allah subhanahu wa taala maka ini telah melakukan ketaatan ibadah kepada selain Allah dan ini adalah kesyirikan Akbar dan dari mereka ada yang terlalu berlebih-lebihan dalam hal tersebut dan meyakini bahwa mengambil dalil dalam keadaan demikian yaitu menyelisihi para ulama ataupun para ahli ibadah ini adalah dimakruhkan ini lebih parah ini menunjukkan bahwa ee sebagian orang lebih mendahulukan perkataan para ulama dibandingkan syariat Allah Subhanahu sebagian orang lebih mendahulukan para perkataan para ahli ibadah dibandingkan syariat Allah subhanahu wa fitnah yukr Yuh ini disbutkan dimakruhkan perbuatan seperti itu atau diharamkan artinya lebih didahulukan perkataan para ulama atau para ahli ibadah dibandingkan mengikuti syariat jika bertentangan antara perkataan para ulama dengan syariat Allah subhanahu wa taala k mereka makruh ataukan haram Subhanallah perkataan para ulama lebih didahulukan dibandingkan perkataan atau syariat Allah subhanahuubamaahu saya ulangi akhirnya tersebarlah kerusakan keburukan dengan dalih yang mengatakan bahwa ulama tersebut lebih Alim dari kita dengan dalil lebih Alim dari kita terhadap dalil Wah dan tidak ada yang mengambil dalil kecuali orang-orang ahli itihad kata mereka seperti itu bahkan Terkadang mereka menela dengan mulut-mulut mereka orang-orang yang mengamalkan dalil tidakukan lagi ini termasuk dari keasinganjaran is sebagaimana yang diucapkan oleh Syekh kita di dalam permasalahan-permasalahan ahwal maka berubahlah keadaan-keadaan sampai kepada puncaknya seperti ini ibadatahman Maka menurut Sebagian besar orang beribadah kepada para ulama adalah amalan yang paling afdalunaha wilayah dan mereka menganggap ini adalah sebagai wilayah maksudnya adalah orang tersebut Wali Ya W ibadatul ahbarmq dan beribadah kepada ahli ilmu adalah ilmu dan fikih sampai akhirnya berubah keadaan kepada seorang yang bukan dari orang-orang Saleh diibadahi akhirnya diibadahi dengan makna yang kedua yaitu seorang yang dianggap sebagai orang-orang jahil jadi semakin merusak dia asalnya mengikuti perkataan orang-orang yang benar alim orang-orang yang benar-benar ahli ibadah tapi dalam perihal bermaksiat ya itu menyelisihi syariat Allah subhanahu wa taala menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan sampai kepada beribadah yait taat kepada orang-orang yang bukan Alim kepada orang-orang yang bukan ahli ibadah bahkan kepada orang-orang yang jahil kepada orang-orang yang ahli maksiat jadi kesesatannya semakin merajela semakin meningkat pun mentaati para pemimpin Penguasa dan mengikuti mereka di dalam apa saja yang menyelisihi syariat Allah subhanahu wa taala dan rasulnya maka hal ini telah tersebar begitu masif dari mulai dahulu sekarang dalam banyak pemimpin setelah para Khulafaur Rasyidin dan seterusnya seperti itu orang-orang mentaati para pemimpin para penguasa dalam perihal bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala waqadqala taala faillam yajuakaami ahw dan Allah subhanahu wa taala telah berfirman jika mereka tidak mengikuti engkau ketahuilah mereka mengikuti hawa-hawa nafsu mereka dan tidak ada yang lebih Ses daripada seorang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah subhanahu wa taal sesguhnyanya Allah subhanahu wa taala tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim surat al-qasas ayat 50 wa Ziyad IBN hudair rahimahullahu taala Q Q Umar radhiallahu halifu Ma yahdul Islam dari Ziyad bin hudair rahimahullah Beliau berkata berkata kepadaku Umar Bin Khattab radhiallahu anu Apakah engkau mengetahui apa yang menghancurkan Islam lalu aku berkata tidak la aku tidak tahuul W Mun Quran wukmimah Al rawahu yang menghancurkannya adalah ketergelinciran seorang Alim dan jidalul munafik bil quran pertengkaran seorang munafik dengan al-qur’an maksudnya dia mengingkari al-qur’an kemudian wukmul aimmah almil dan hukum para imam yang tersesat yaitu paraada penguasa yang menyimpang hadis riwayat Imam Adi Isam ketergeliniran seorang Alim lalu diikuti kudan lalu orang-orang munaik mempertentangkan Alquran dan hukum-hukum para penguasa yang menyesatkani minalladina yahduna bilhaq wabihidilun Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita semuanya termasuk orang-orang yang mengambil petunjuk dengan kebenaran dan berbuat adil dengan kebenaran tersebut Nah inilah bab yang ke-38 dan bab yang ke-38 tersebut sekali lagi saya katakan makna dalilnya adalah bahwa sahabat nabi Adi bin Hatim radhiallahu Anhu bertanya kepada rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana ahlu kitab menjadikan orang-orang Alim dan Allah Padahal mereka tidak menyembahnya tidak beribadah tidak ruku tidak sujud ya tidak berdoa kepada mereka kepada orang dan ahli ibadah tersebut Lalu Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa saat ahlu kitab mentaati orang-orang Alim dan orang-orang ahli ibadah dalam rangka mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah dan Allah Maka itulah cara ahlu kitab menjadikan orang alim dan rahib ahli ibadah sebagai tuhan-tuhan selain Allah subhanahu wa taala nah ini makna dalil yang kita barusan baca tadi Adapun hubungan dalil dengan bab adalah menunjukkan contoh perbuatan Syirik Akbar yang merusak tauhid dan mengeluarkan pelakunya dari Islam yaitu mentaati para ulama atau ahli ibadah atau siapapun yang dimuliakan dalam perihal menghalalkan apa yang Allah halal haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan inilah kebiasaan ahlu kitab dan sahabat nabi Adi bin Hatim radhiallahu Anhu adalah sahabat nabi yang masyhur dan wafat pada tahun 62 Hijriah Nah itu kira-kira tentang penjelasan bab yang ke-38 selesai kita membicarakan nya insyaallahu taala pada pertemuan yang akan datang kita masuk kepada bab yang ke-39 silakan Jika ada yang ingin ditanyakan dipersilakan baik silakan Jika ada yang ingin ditanyakan dipersilakan kepada para pemirsa sekalian Ustaz Barakallah fikum jazahir Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran telah disampaikan di kesempatan kali ini semoga menjadi tambahan ilmutuk kita semuanya Selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Anda yang bertanya silakan di 021 36543 atau melalui pesan sing 0819896543 silakan untuk penelepon yang pertama halo halo belum terhubung kami juga berikan kesempatan untuk Anda yang bertanya melalui pesan singkat016543 kami Sang berharap pertanyaan anda sampaikan berkesesuaian dengan pembahasan kali ini Halo Halo asalamualaikum Waalaikumsalam dengan bapak siapa di mana Mohon maaf dari saya dari pemulang silakan pertanyaannya Ini Alhamdulillah ya allahan Apakah orang yang beriman inian oleh Allah ya ayuhina amanu itu orang yang beriman tapi orang ini cuma beragama doangagama Islam to agama Islam enggak memerintahkan apa termasuk orang yang beriman Ustaz Iya intinya Apakah orang yang dia mengakui bahwasanya Islam tapi tidak mengerjakan amalan ketaatan dia termasuk orang beriman atau tidak Gitu ya Pak ya Heeh Iya itu Baik Pak terima kasih atas pertanyaannya silakan Ustaz untuk menjawab pertanyaan Bapak tadi yang menanyakan Apabila seseorang mengerjakan keislaman salat puasa zakat Haji Tetapi dia tidak ee mengerjakan keimanan atau sebaliknya dia mengaku beriman tetapi tidak mengerjakan keislam Apakah dia dinyatakan sebagai seorang beriman atau tidak maka jawabannya adalah para ulama menjelaskan bahwa antara Islam dan iman itu ee tamaa iftarq wataraq ijtama yang artinya kata Islam dan kata Iman apabila berkumpul dalam satu kalimat maka Islam adalah rukun Islam dan iman adalah rukun iman berarti beda isi kalau seandainya dikumpulkan dalam satu e satu kata apabila hanya disebutkan satu saja dari dua kata tersebut Islamnya saja disebutkan atau imannya saja disebutkan maka ee yang dimaksud adalah kedua-duanya yang dimaksud adalah kedua-duanya nah ber arti kalau seandainya ada orang melakukan keislaman saja atau sebaliknya melakukanimanan saja maka ini tidak dinamakan dia beriman atau berislam tapi harus dua-duanya mengerjakan dia harus berislam Ucapkan dua k syahadat mendirikan salat membayar zakat puasa pada bulan Ramadan berhaji kebaikan dan dia harus beriman yang dimiliki dari keimanan secara mendasar yaitu mengimani bahwa Allah satu-satunya yang ee berhak diibadahi menghimani bahwa Allah bahwa Allah subhanahu wa taala memiliki para malaikat kitab-kitab Suci para rasul akan terjadi hari akhir kemudian akan semuanya atas takbir dan kehendak taala nah ini menunjukkan bahwa Apabila ada orang mengerjakan keimanan tanpa keislaman tidak dinamakan beriman apabila seorang mengerjakan keislaman tanpa keimanan tidak dinamakan muslim Jadi jika berkumpul maka rukun Islam Rukun Iman ada orang mengatakan saya orang Islam dan saya beriman berarti dia mengerjakan rukun Islam dan juga mengerjakan Rukun Iman tapi kalau ada orang mengatakan cuma saya orang beriman berarti dia mengerjakan Rukun Iman tapi harus dia juga mengerjakan rukun Islam tidak bisa dia beriman saja tanpa mengjakan rukun Islam nah itu yang disebutkan oleh para ulama Al Islam Wal Iman ifq keislaman dan keimanan jika keduadanya kumpul maka dia beda maknanya Islam adalah Rukun Islam Iman adalah rukun iman tapi jika dia berpisah disebutkan Islam saja misalkan maka berarti di dalam diri seorang muslim ini di samping dia mengerjakan rukun Islam dia juga harus mengerjakan rukun ini Sebaliknya juga begitu Jika dia mengatakan saya orang beriman di samping dia mengerjakan Rukun Iman dia juga mengerjakan rukun Islam kalau seandainya ada orang mengatakan saya beriman kepada Allah tapi enggak Salat maka ini tidak beriman ya ini tidak beriman kepada Allah subhanahu wa taala Kenapa karena tersebut jika mengatakan beriman maka semestinya dia taat kepada Allah subhanahu wa taala dalam hal-hal yang wajib demikian wallahuamum jazakallahu Khairan Terima kasih atas jawaban khususnya untuk penanya dan nasihat untuk kita semuanya di kesempatan pagi hari ini Selanjutnya kami akan bacakan dari saudara kita jaj yang bertanya di Jakarta Ustaz sebagian guru ngaji saya pelaku bidah atau mengerjakan amalan-amalan yang tidak ada sunahnya Apakah yang harus saya lakukan apakah terus mengikuti kajiannya atau meninggalkannya Barakallah fikum Ustaz silakan Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi waashabihi W Amma ba eh belajar ilmu agama Islam tujuannya adalah agar beribadah yang baik dan benar kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam surah Tab dialah Allah yang telah menciptakan kehidupan dan kematian agar supaya Allah menguji kalian Siapa di anara k yang paling baik am Ilu DII tujuannyaah untuk beramal sebagaimana juga had ras was berbun Siapa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala kebaikan niscaya Allah subhanahu wa taala akan pahamkan agama untuknya pemahaman agama yang dimaksud di sini adalah bukan hanya sekedar hafal akan tetapi pemahaman agama yang dimaksud di sini adalah hafal kemudian setelah itu mengamalkan sebagaimana perkataan Imam IBN qayyim rahimahullah Eh ini semuanya adalah jika yang diinginkan yaitu fikih yang mengkonsekuensikan amal fikih yang mengkonsekuensikan amal Adapun hanya sekedar hafal hanya sekedar bisa maka ini tidak dikatakan sebagai seorang yang diinginkan kebaikan oleh Allah subhanahu wa taala wallahub Ust Barakallah fikum Terima kasih atas nasihat dan jawabannya Semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya berikutnya kami bacakan dari hamba Allah yang ber Asalamualaikum Ustaz bagaimana menyikapi fenomena saat ini di mana sebuah instansi pemerintahan yaitu majelis yang resmi mewakili kaum musl memberikan ee logo halal di beberapa minuman yang biasa kita kenal nota ini sebagai minuman keras kita sebagai masyarakat yang tidak tahu bahwasanya ini adalah makanan atau minuman-minuman yang Biasanya kita lihat haram kenapa bisa jadi halal Bagaimana menyik Ustaz silakan bismillahamillah ee sebagai disclaimer dulu saya tidak mengetahui berita ini secara pasti Tetapi kalau seandainya berita ini benar maka langkah seorang muslim adalah yang pertama sikap dia kepada penguasa nasihat dengan nasihat yang baik tersembunyi dan sesudah Dia memberikan nasihat maka tugas dia sebagai rakyat sudah selesai karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Siapa yang ingin memberikan nasihat kepada para penguasa maka janganlah ia memperlihatkannya di hadapan KH hendaklah dia ambil tangannya berduaan Maksudnya di zaman sekarang sangat mudah mungkin ada akun resminya bisa di direct message ataupun Messenger ataupun wa secara pribadi tidak harus pakai surat terbuka di media sosial ya kemudian nasihatkan dengan nasihat yang baik agar diterima kemudian sedangkan sikap kita sebagai seorang muslim menghadapi fenomena seperti ini saja kalau seandainya memang minuman-minuman tersebut adalah memabukkan maka tetap saja haram tetap saja haram Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ber Sabda tentang khamr k musk KH setiap yang memabukkan adalaham haram setiap hak khamar adalah hak seperti itu wallahuam baik Ustaz Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya berikut ini kami sampaikan kembali dari hamba Allah bertanya Ustaz ada kebiasaan di kampung kami yaitu melaksanakan salat namanya salat rabuwkasan Nah setelah melaksanakan salat tersebut biasanya ada tulisan Arab di kertas yang Dicelup ke dalam air minum lalu diminum air tersebut atau air kita tuangkan ke sumur dan ada juga yang tulisan-tulisan tersebut ditempel di pintu-pintu rumah agar terhindar dari bala Nah apakah ini juga termasuk sik karena mengikuti mengikuti anjuran dari para Kiai dan ulama yang ada di kampung saya mohon petunjuknya silakan Ustaz bismillahhamdulillahu wasam ulah mengkhususkan salat pada waktu tertentu tempat tertentu jumlah bilangan tertentu jenis tertentu tata cara tertentu dan sebab tertentu harus ada dalil jika tidak ada dalil maka pengkhususan tersebut adalah perbuatan yang mengada-ngada dalam agama atau bidah pengkhususan salat pada malam Rabu beekasan misalkan atau kamis malam Jumat k misalkan ini harus ada dalil lagi nanti disebutkan keutamaan-keutamaan begini begini begini terselamatkan dari penyakit lancar rezeki bebas hutang dan seterusnya itu harus ada dalil secarausus setiap pengususan harus ada secara khusus kalau seandainya tidak ada dalil secara khusus maka Setiap orang berhak untuk mengkhususkan akhirnya tersebarlah perbuatan kita kemudian Adapun memberikan sesaji kepada ee selain Allah subhanahu wa taala maka ini adalah kesyirikan Akbar Kenapa telah akukan ibadah kepada selain Allah taala nah sesaji adalah bentuk daripada beribadah kepada Allah Eh kepada bentuk daripada ibadah maka tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Allah wallahuam Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya selanjutnya kami berikan kesempatan juga untuk menelepon di 0819896543 silakan Halo asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah dengan siapa Di mana Mohon maaf ini Ibu arani di majalengk silakan pertanyaannya izin bertanya Ustaz eh Bagaimana jika kita sudah mempunyai ee anak yang sudah balik Ustaz sementara anak itu susah sekali untuk diajak salat Ustaz e sudah berbagai e sudah dinasihati Ustaz Tapi tetap saja susah untuk diajak salat Apakah sebagai orang tua Ustaz jika kita sudah menyuruh anak-anak kita salat kalau mereka belum mau salat Apakah kita juga akan tetap berdosa Ustaz Terus yang kedua kami punya anak perempuan Maksudnya anak diri saya itu e apa namanya sampai sekarang dia tidak mau memakai kerudung Ustaz tidak mau memakai kerudung dengan alasan belum siap Apakah sebagai orang tua khususnya Bapak dari anak diri saya itu juga akan berdosa Ustaz walaupun anak itu sudah mempunyai suami Ustaz Apakah kita sebagai orang tua masih telah berhak untuk penasatti terima kasih Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Anak Tiri tadi Ustaz dijelaskan yang perempuan silakan rasulillah waa alihi wa ashabi wwal Amma ba Adapun untuk anak baik itu anak kandung ataupun juga anak diri yang tidak salat maka ketika orang tua kantung atau ketika orang tua tiri sudah menasiati dan berusaha semaksimal mungkin agar anak tersebut salat Padahal dia sudah balig misalkan maka dosa ditanggung oleh sang anak sedangkan orang tua tidak berdosa Kenapa karena sudah di lakukan nasihat Amar Maf nahi mungkar dan tugas oleh orang tua dan anak sudah mendapatkan haknya akan tetapi anaknya tidak ingin taat kepada Allah subhanahu wa taala maka yang berdosa Adalah anaknya Allah berfirman wa artinya dosa tidak ditanggung oleh orang lain dosa hanya ditanggung oleh pelaku dosa tersebut kemudian dan seorang tidak mendapatkan kecuali apa yang dia usahakan seorang tidak mendapatkan kecuali apa yang dia usahakan ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala wallahuam Adapun tentang anak yang perempuan yang tidak pakai jilbab dan sudah b maka orang tua kandung serta orang tua tirinya berkewajiban untuk menasihatinya jika tidak mau sama jawabannya tadi maka selesai tugas orang tua tapi orang tua kandung tentunya wajib untuk mencegah anaknya keluar tanpa tanpa menutup aurat karena dikhawatirkan Jika dia tidak mencegah dia mendapatkan dosa dia mendapatkan dosa wallahuam n Iya Ustaz Barakallah fikum Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya selanjutnya kami akan bacakan pertanyaan dari besesan singkat Alhamdulillah Ustaz saya sudah mengenal sunah 12 tahun yang lalu saya terus menyampaikan atau mengajak mendakwahkan kepada orang tua dan saudara-saudara namun Hidayah juga belum sampai atau belum ee mengenal mereka saya sudah berusaha untuk berdoa dan lain sebagainya yang saya tanyakan apa yang harus saya lakukan jika orang tua atau saudara telah meninggal sementara mereka tetap melakukan apa yang mereka percayai ustazhamdulillah wasah orang tua tugasnya adalah Berdoa apa anak tugasnyaalah berdoa kepada Allah agar sang anak agar orang tua mendapatkan ampunan dari Allah subhanahufirliali wahai RAB kami ampunilah dosa-dosa kami dan kedua orang tua kami Dan seluruh orang-orang beriman pada hari dibangkitkannya hisab eh kemudian e apabila eh sanggup maka sang anak memberikan nasihat kepada orang tua sehingga orang tua berhenti untuk melakukan hal-hal yang maksiat baik itu bertentangan dengan Akidah Islam ataupun tidak mengerjakan Ibadah ataupun bertentangan dengan adab dan akhlak Islam maka sang anak menasha tapi ingat ah di tangan Allah taala tidak bisa seseorang eh memberikan petunjuk kecuali dengan karunia dari Allah inakahakahah Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada siapa yang engau kehendaki agar tapi Allah subhanahu wa taala memberi petunjuk kepada yang dikehendaki maka tugas kita adalah berdoa kepada Allah agar orang tua kita diberi petunjuk Kemudian mendakwahinya Kemudian jika sudah meninggal tugas kita adalah mendoakannya kecuali orang-orang kafir atau musyrik yang benar-benar dia mati di atas kekufuran atau kesyirikan maka tidak boleh kita untuk mendoakan Allah subhanahu wa taala berfirman pant untuk Nabi dan orang-ang berim untuk memakanf kepada Allah subhanahu wa taala meskipun merekaah para kerabat setelah jelas Mere Bah mere jahanam nah pada saat itu tugas dia adalah memperbaiki diri ya Adapun orang tua maka Allah subhanahu wa taala yang berkahan wallahuam Terima kasih atas nasihat dan jawabannya Semoga menjadi tambuan ilmu untuk kita semuanya berikutnya silakan di 0218236543 untuk Anda yangin bertanya via telepon Halo asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana ini dengan Ino di Sumatera Utara silakan Bapak Ino pertanyaannya I baik di kampung saya kan ada kelompok-kelompok yang ketika melaksanakan ibadah e sekian hari ee dalam masa ibadah tersebut kita makan tidak memakan yang bernyawa menghindari makan yang bernyawa ee apakah yang demikian termasuk kesedikan ee kemudian saat salat berjamaah Apakah saya boleh menjadi makmum mereka untuk melaksanakan salat berjemaah Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih atas pertanyaannya silakan Ustaz bismillah whamdulillah wasalatu wasalam Al rasulillah waa alihi wa ashabihi wan Walah Amma bad segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini adalah halal bagi kecuali yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an yaitu eh huadzi khqakum ARD dialah Allah yang telah menciptakan bagi kalian apa saja yang ada di atas muka bumi ini seluruhnya surah Albaqarah ayat 29 Allah subhanahu wa taala juga eh wasakakum Ma Fis samawat W ardhi jam artinya dan Allah subhanahu wa taala menundukkan bagi kalian apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi seluruhnya apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi seluruhnya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kemudian Allah berfirman juga dalam surah Alf ayat ak muhmad Siapakah tidak ada yang mengharamkan perhiasan yang Allah subhahu wa taala telah keluarkan untuk h- dan juga halhal yangik dar dar Mak dunia dan khusus juga di kehidupan akhirat surat ala’raf ayat 32 Oleh sebab itu kita tidak bisa menghitung yang halal berbeda dengan yang haram Oleh karena itu berkaitan dengan pertanyaan tadi tidak diperbolehkan untuk mengharamkan sesuatu yang dihalalkan nah sekarang yang melakukan seperti itu apakah dia dalam tahap pengharaman meyakini keharaman saat dalam proses beribadah tersebut memakan hal-hal yang bernyawa kalau meyakini keharaman tidak boleh kar ini berarti halalkan dan itu berarti perbuatan eh bidah dan bisa naik menjadi Syirik Akbar Kenapa karena tadi yang kita katakan mentaati para ulama dalam perihal menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan seperti itu wahu barakallahikumahir Terima kasih atas jawaban-jawaban yang telah diberikan pada kesempatan kali ini Baik via telepon maupun pesan singkat nampaknya pertanyaan tadi merupakan terakhir di pertemuan kita Sebelum kami akhiri mohon Ust Mik ya Ustaz bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa ashabihi wan eh di zaman sekarang ini yang zaman penuh dengan ujian baik itu ujian syahwat ataupun Tuhan maka salah satu yang harus kita lakukan adalah yaitu hendaknya kita senantiasa ber ilmu kemudian setelahnya beramal berilmu kemudian setelahnya beramal ya karena ilmu dan amal lah yang bisa menjaga seseorang dari syubuhat dan syahwat syubuhat hal-hal yang samar-samar di dalam agama dan syahwat hal-hal yang merupakan keinginan-keinginan dalam diri seorang muslim ataupun seorang manusia yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala berfirmana sesungguhnya manusia benar-benar di dalam kerugian rugi karena kena subuhan dan rugi karena kena syahwat kecuali orang yangan dan iman tidak bisa didapatkanc dengan ilmu dan beramal saleh termasuk dari amal saleh adalah watawhaq Wat taw saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati kesabaran ini semoga bermanfaat Semangatlah menuntut ilmu agama berdasarkan al-qur’an dan hadis yang dipahami oleh para sahabat nabi dan Semangatlah mengamalkannya karena itu ada adalah jalan untuk selamat dari godaan syahwat yang meraja Dela seperti judi online syahwat harta seperti perempuan syahwat wanita dan seperti jabatan-jabatan syahwat jabatan dan juga menyelamatkan ada syubuhat syubhat pemikiran-pemikiran yang menyimpang pemikiran-pemikiran ateis meyakini tidak ada Tuhan ee pemikiran-pemikiran ee liberal membebaskan beragama sesuai dengan kehendaknya sendiri sesuai dengan pemikirannya sendiri tidak berdasarkan dari al-qur’an hadis dan pemahaman para Salafus salh semoga dan juga ee syubhat dari kelompok kelompok yang menyimpang dalam agama Islam kaum khawarij kaum mtazilah kaum sfah dan juga kelompok-kelompok yang kaum murjiah ya itu semua bisa ditanggulangi ketika seorang berilmu dan mengamalkan ilmu dan ilmu yang ditunut maksudnya adalah dari Alquran dan hadis yang dipahami oleh para sahabat nabi radiallah yang disampaikan Nab muhammadhamdulillahbamin wasamik aikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam warahmatullahi wabarakatuh jazakallahu Khairan wabarakallah fikum Ustaz Terima kasih atas kesediaanya untuk menyampaikan pelajaran dan bimbingan di kesempatan pagi hari ini semoga Allah memberkahi dan memberikan Taufik untuk kita semuanya ikhwatil Islam pemerhati rja di mana pun anda berada kami yang bertugas mohon pamit undur diri kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini kami akhiri subhanakallahumma W bihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik asalamualaikum

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *