Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah, M.A. – Muqaddimah Shahih Muslim

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa alihi wasalamu ala rasulillah nabiina Muhammadin waa alihi wa ashaman Walah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu waasul ikhwat islamakumullah para pemerhati raja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan malam hari ini di hari kamis malam Jumat kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang dihadirkan secara rutin dari pembahasan kitab mukadimah Sahih Muslim disampaikan oleh Al Ustaz Dr M Hasan ayatullah hafidahullah taala dari studio Jember Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan mudah-mudahan koneksi lancar e koneksi kami lancar hingga akhir acara nanti dan seperti biasa setelah materi yang akan disampaikan oleh Beliau kami akan buka sesi soal soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya baik melalui layanan dan telepon ataupun Anda bisa mengirimkannya melalui layanan pesan Whatsapp baik langsung saja kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada alustaz kami persilakanfadol Maskur ahir Bismillahirahmanirahim alhamdulillahaminahu was muhammadiina wattaqulahadzi tasaalun bihi W ARH innallahaana alikum raqiba ya ayyuhalladina amanuttaqulaha wau qulan sadidausakum aakumfirakum dunubakum willahaasulahu FAQ fauan am ba kaum muslimin muslimat pemirsa radio ee pemirsa raja TV dan pendengar radio raja di mana pun Antum berada Semoga Allah Azza waalla menjadikan kita sebagai orang-orang yang gigih Istiqamah di atas sunah berpegang teguh dengan ajaran nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga kita betul-betul mendapatkan apa yang kita harapkan bukan hanya sekedar berangan-angan untuk mendapatkan syafaat atau memproklamirkan kecintaan tanpa bukti akan tetapi kita ingin betul-betul menjadi Pengikut Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setia yang menunjukkan ee kesungguhan dalam mempelajari ee ajaran dan sunahnya ikhwah sekalian Ee kita akan mempelajari tentang ee syarat yang disebutkan oleh imam muslim atau beberapa poin yang akan beliau jadikan pedoman dalam menyusun hadis-hadis di dalam sahihnya beliau dalam Mukadimah seperti yang pertemuan sebelumnya menjelaskan tentang Kenapa beliau menyusun kitab itu beliau sebutkan bahwa beliau memberikan jawaban kepada salah satu muridnya kemudian tergerak pula untuk mengetengahkan kepada kaum muslimin hadis hadhadis yang sahih pada saat orang-orang yang justru mengetahui hadis sahih tidak menyebutkan dan menyibukkan kaum muslimin dengan hadis-hadis yang lemah maka beliau ingin menegaskan kepada kaum muslimin pentingnya hadis-hadis itu lalu Beliau ciptakan atau susun buku ini dipersembahkan kepada kaum muslimin lalu Beliau sekarang ingin menjelaskan tentang bagaimana metode yang akan beliau jalani dalam menyusun hadis hadis ini agar kaum muslimin bisa mengerti kenapa hadis ini sahih dan kita tahu bahwasanya para ulama menegaskan bahwa kitab yang paling sahih setelah al-qur’an adalah asahihan sahih Bukhari dan Muslim maka Sekarang kita akan mengenal Kenapa imam muslim rahimahullah sampai mendapatkan kedudukan tersebut dalam kitab beliau karena beliau rupanya disiplin sekali dalam menyebutkan hadis itu yang memang hanya diriwayatkan oleh orang-orang yang terpercaya dari sisi agama dan juga dari sisi kekuatan ilmiah hafalan maupun pengetahuan dan pengalaman mereka dalam riwayat beliau akan menjelaskan tentang orang-orang yang beliau pilih hadisnya siapa saja mereka dan beliau akan Sebutkan dalam Mukadimah ini beliau menyebutkan Eh Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah beliau imam muslim menyebutkan dalam mukadimahnya Inna Insyaallah kemudian kita biznillah akan mulai menyebutkan apa yang engkau minta ini beliau masih Sebutkan untuk muridnya Memang karena muridnya meminta agar menyebutkan hadis hadis yang sahih maka beliau Sebutkan kita akan mulai ini sekarang menyebutkan hadis-hadis yang kamu minta dan menyusun dengan syarat yang aku akan sebutkan Maksudnya aku memilih beberapa kaidah dalam menyusun hadis-hadis dalam buku ini aku akan sebutkan tetapi tidak semua beliau akan memberikan ee isyarat yang bisa dijadikan patokan bahwa aku dalam menyebutkan hadis seperti ini begitu wahua Anna jumal Akbari rasulillahi Shallallahu Alaihi Wasallam pertama kita akan menyebutkan semua hadis-hadis yang disebutkan dengan sanad jadi kalau kita sebut e kita perhatikan Sahih Muslim ini semua isinya bersanad berbeda dengan beberapa buku Ahkam beapa buku yang menjadi kumpulan hadis-hadis halal dan haram yang disusun oleh para ulama mutaakhirin mereka sebagian sengaja untuk menghapuskan sanadnya nah ini bersanad seperti Bulughul Maram kita lihat tidak ada sanadnya kitab almuharar fil hadit karya Ibnu Abdil Hadi Beliau juga tidak Sebutkan sanadnya untuk mudah dipahami dihafalkan dijadikan pegangan Abdul Ghani Al maqdisi dalam umdatul Ahkam juga tidak menyebutkan dengan sanad tetapi intinya Al imam muslim rahimahullah beliau mencari hadis hadis yang ada sanadnya lalu Beliau mengatakan fanaqsima alti aqsam setelah itu semua hadis yang ada sanadnya itu kita akan bagi menjadi tiga bagian watqatin minkr dan kita akan bagi semua yang meriwayatkan itu dengan tiga tingkatan kita usahakan tidak terulang kata imam muslim Ana usahakan hadis-hadis yang ada dalam sahih ini tidak terulang baik sanadnya maupun matannya ini beliau ini berbeda dengan Manhaj Imam Bukhari metode yang ditempuh oleh Imam Bukhari beliau sering kali mengulang hadis-hadis sampai alhafiz Ibnu Hajar dalam Mukadimah Fathul Bari beliau menyebutkan bahwa hadis yang ada dalam sahih Bukhari kalau dihitung tanpa ada pengulangan jumlahnya sekitar 2,700 sekian tetapi karena ada pengulangan maka hadis dalam sahih Bukhari bisa sampai 7,000 sekian jadi pengulangannya itu memang ada maksudnya Imam Bukhari ketika beliau akan membahas satu Hadis beliau akan sebutkan sesuai dengan pembahasan apa dikasih judul di situ hadis yang sama dikasih judul misalkan contohnya hadis yang kita kenal dengan Musi salatahu hadis Musi salatahu orang Yang Salatnya jelek lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam perintahkan orang itu untuk mengulangi lagi salatnya kemudian dia salat lagi ternyata salah lagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam katakan salat lagi Imam Bukhari Sebutkan hadis ini beberapa tempat di antaranya beliau kasih judul tentang makmum membaca surah al-fatihah pada setiap rakaat kemudian keharusan membaca ini keharusan untuk tumakninah dalam ruku dan sujud nah ini beliau jadikan hadis yang sama sebagai dalil untuk beberapa judul yang beliau ingin tegaskan maka para ulama mengatakan fiqhul Bukhari Fi tarajumihi kalau pengin kita melihat Bagaimana pemahaman dan pilihan yang diroihkan Imam Bukhari kita lihat judul-judul dalam buku sahih Bukhari tetapi imam muslim enggak imam muslim ingin Ana usahakan menyebutkan hadis-hadis yang sahih dan bersanad tadi tanpa ada pengulangan sebisa mungkin gak sanad dan juga tidak matannya Tapi beliau kecualikan beliau mengatakan ee ini maksudnya tidak diulang panjang kalau ada beberapa hadis yang diunjang diulang tapi pendek memang ada beberapa beliau mengatakanna kecuali kalau memang ada sebuah hadis ya mau tidak mau dia harus diulang karena memang ada makna yang ditambahkan artinya beberapa Hadis disebutkan secara ringkas ternyata ada hadis dengan sanad yang berbeda rupanya di situ ada tambahan makna maka di situ perlu Ana tambahkan Ana ulangi kata imam muslim rahimahullah beliau bahkan mengulangi hadis itu secara sempurna jadi ada hadis yang sama tetapi ada sanad yang berbeda dengan hadis yang sama tapi ada tambahannya biasanya imam muslim Sebutkan semuanya bukan hanya disebutkan tambahannya tetapi beliau ulangi dari awal dari lafaz hadis itu sampai akhir Berarti ada seorang Syekh yang meriwayatkan hadis dengan tambahan itu dia Sebutkan lebih lengkap dari Rawi sebelumnya begitu atau karena ada sanad yang dia berbeda dengan sanad sebelumnya tetapi sanad itu ada beberapa cacat maka perlu juga disebutkan semuanya diulang diulang sanadnya agar semua bisa dipahami secara lengkap karena ee satu tambahan dalam sebuah hadis bisa jadi dia akan dipahami secara sempurna kalau disebutkan semuanya ini seperti disebutkan oleh Syekh Abdul Karim khudhair memahami redaksi imam muslim ini beliau mengatakan satu potongan hadis meskipun sifatnya tambahan dia akan bisa dipahami Kalau hadis yang pertama dibutkan semuanya maka imam muslim Gunakan cara itu kalau ada satu lafaz tambahan maka beliau ulangi lafaz itu secara sempurna kalau memang itu dibutuhkan ya kemudianadah maka kita harus ulangi yang ada tambahannya itu karena meang kita sebutkan agar bisa dipahami secara sempurn amkan atau kita ingin menyebutkan makna tambahan tadi Dengan hadis pertama tapi yang hadis pertama itu kita singkat hadis ada misalkan hadis yang disebutkan pertama sekian Kemudian pada lafaz berikutnya atau sanad berikutnya ada tambahan lafaznya kata imam muslim rahimahullah kita ingin agar makna tambahan ini dipahami secara sempurna maka kita sebutkan dari awal atau yang awal ini tidak kita Sebutkan semua tapi kita usahakan agar lebih ringkas hadisnya kita sebutkan lagi tapi dengan cara lebih ringkas semaksimal mungkin dan kalau bisa seperti ituak Jum hanya kalau kita mau bahas secara detail meringkas itu tidak gampang lebih baik dan lebih Selamat kalau kita Sebutkan semua dan kita ulangiaiahu insyaallahu taala kalau ada hadis yang Ee tidak perlu diulang dan kalau mengulang manfaatnya tidak banyak maka Insyaallah kita tidak akan lakukan Artinya kita akan mengulang hanya kalau seandainya dibutuhkan ada lafaz tambahan tetapi ternyata butuh diulang tidak kita ulang baik sekarang imam muslim rahimahullah akan menyebutkan Siapa orang-orang yang menurut beliau karakternya bisa dijadikan ahli e apa namanya hadis-hadisnya diterima atau akan disebutkan dalam Sahih Muslim ini beliau memilih beberapa orang yang tingkatan hadis mereka pantas dimasukkan ke dalam Sahih Muslim Beliau mengatakan Beliau mengatakan tadi beliau Sebutkan kita akan bagi tingkatan periwayat menjadi tig kita akan membagi orang-orang yang meriatkan yang dan masat Tingkatan pertama siapa Tingkatan pertama kita akan memilih berusaha berupaya untuk memprioritaskan hadis-hadis yang selamat dari cacat yang tidak ada Penyakitnya yang meriwayatkan tidak bermasalah dan para perawinya adalah ahli Istiqamah dalam agama maupun juga dalam masalah meriwayatkan hadis adalah orang-orang orang mutqin yang hafalannya Kuat Kita akan pilih mereka ya lam yujad Fi riwayatihim ikhtilafun syadid wala taklitun fahis tidak ada dalam riwayat orang-orang yang kita pilih itu yang hafalannya banyak menyelisihi riwayat orang lain maksudnya para ulama yang fqah terpercaya dan hafalannya kuat nah orang-orang yang kita pilih ini riwayat mereka tidak menyelisihi orang-orang yang Imam itu tidak atau hafalan Mereka banyak kecampur-campur k Qi Minal muhadtin Wik Fi hadiim sebagaimana kebiasaan seperti ini banyak di kalangan ahli hadis mereka fqah terpercaya akan tetapi setelah itu hafalannya kecampur hafalnya kecampur dengan yang bukan riwayat mereka atau yang tidak sahih dan terkadang seorang perawi berubah ketika sudah tua maka rupanya hafalannya melemah sehingga dia tadinya diterima akhirnya tidak diterima riwayatnya atau dibagi kalau riwayat ini dia sampaikan ketika dia masih muda diterima hadisnya Tetapi kalau dia sudah tua maka hadisnya sudah tidak diterima lagi ini yang dikenal dengan ikhtilat ya kecampur hafalannya nah kata imam muslim Ana enggak mau meriwayatkan orang-orang yang seperti itu hadis mereka nanti payah tidak bisa di keabsahan Aki ashai bilq kalau kita atau kami Beliau mengatakan Kalau kami sudah selesai dari kelompok orang-orang yang hafalannya kuat agamanya terpercaya Nah ini kan tadi beliau Sebutkan ada tiga tingkatan ini para periwayat Hadis yang akan beliau Sebutkan hadis-hadis mereka dalam Sahih Muslim beliau pilih yang pertama adalah orang-orang yang hafalnya kuat terpercaya agamanya dan hadis-hadis mereka tidak banyak menyelisihi riwayat-riwayat para imam kemudian hafalan mereka tidak tercampur-campur nah ini kita pilih kita akan dahulukan riwayat mereka setelah itu kalau kita sudah Sebutkan hadis-hadis mereka secara penuh secara lengkap baru kita akan tambahkan beberapa riwayat dari orang yang di bawah mereka levelnya yaitu tingkatan kedua tingkatan kedua Siapa itu mereka adalah orang-orang ahli Istiqamah nah mereka Fi asanid bau Wal itqfil muqaddami qblahum mereka sama memiliki kekuatan hafalan agamanya dipercaya juga hanya di bawah tingkatan orang-orang sebelumnya begitu berarti memang mereka hebat juga terpercaya cuman tidak seperti tingkatan sebelumnya hanya saja Meskipun mereka kita katakan mereka di bawah tingkatan orang-orang yang tadi Hanya mereka tetap dikenal dengan ahliidq jujur agamanya bagus stir artinya dari sisi akhlak Kemudian dari Perangai mereka masih dipercaya sekali ya asitr istilahnya dalam bahasa eh mustalah almastur masturun Artinya mereka tidak memiliki aib-aib yang membuat hadis mereka tertolak ya kemudian mereka dikatakan ahli sidq artinya Kemampuan mereka dalam ee menukil hadis masih dipercaya hanya di bawah yang tadi sebelumnya begitu dan hadis-hadis seperti ini biasanya sampai kepada derajat Hasan kemudian eh disebutkan di antara contohnya ka Ibni abiib a Ibni abiib ini disebutkan lagi setelahnya wazid in Abi Ziyad dan lait IBN Abi sulaim waihim dan yang sama dengan mereka Min Hum Akbar ahli hadis yang meriwayatkan seperti mereka iniih contoh tiga dikasih contoh tiga orang-orang yang masih diterima hadisnya mereka ahliidqiri Wal amanah ulama e apa namanya ilmu mereka hebat kemudian agama mereka terpercaya hanya masih di bawah tingkatan orang-orang sebelumnya dikasih contoh tiga yang pertama Atha IBN Abib Kemudian yang kedua Yazid IBN Abi Ziyad alhyimi ini kemudian yang ketiga la IBN Abi sulaim nah mereka bertiga ini alhafiz hajar dalam kitab ee takqribut tahzib buku yang memang ditulis untuk menjelaskan biografi para ulama secara singkat dan ringkas mereka yang meriwayatkan ee hadis-hadis dalam kutubus sittah sahih Bukhari Muslim Sunan Abi Daud Ibnu Majah Tirmidzi an nasai nah ini oleh Imam alhafiz Ibnu Hajar disebutkan dalam satu kitab namanya takqribut tahzib di situ tidak banyak-banyak dan panjang alhafiz Ibnu Hajar mengatakan Fulan Ibnu Fulan alfulani dia termasuk dalam tingkatan ke berapa Apakah dia sahabat Apakah dia tabiin atau tabiut tabiin kemudian setelah itu disebutkan derajatnya Bagaimana apakah dia fiqah mutqin atau dia soduq atau bahkan dia laaisa bihi baas atau mungkar matruk dan seterusnya ya jadi di dalam eh Fathul eh apa takribut tahzib alhafiz IBN hajar membagi semua ulama ahli hadis yang meriwayatkan hadis-hadis tersebut menjadi beberapa tingkatan dari sisi ee tingkatan apa Masa tingkatan zaman otomatis tingkatan zaman akan berpengaruh pada ee kedudukan Hadis mereka pertama beliau kasih tingkatan sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau Sebutkan ada sekitar 12 tingkatan Tingkatan tertinggi adalah sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini sudah tidak perlu Peru ditanya lagi ini fqah atau bukan ini dipercaya atau tidak sudah sahabat semuanya udul beliau sebutkan bahwa semua sahabat terpercaya agamanya dan hadisnya tidak perlu lagi ditanyakan diragukan baik ini tingkatan yang paling tinggi di bawahnya ada eh kibarut tabiin tabiin senior kemudian setelahnya Ada ausatut tabiin tabiin Yang pertengahan kemudian yang di bawahnya ada orang-orang yang anyakan riwayat mereka dari tabiin tetapi mereka juga mendapatkan beberapa sahabat dan mereka masih di bawah tingkatan yang ketiga kemudian berikutnya baru ada tabiin tabiin yang Junior dan tabiin yang Junior ini juga ada tingkatantingkatannya baru setelah itu orang-orang yang meriwayatkan dari mereka yang riwayatnya kebanyakan dari kibarut tabiin kemudian yangbanyakan riwayat mereka dari tabiin tabiin yang Junior Terus tingkatan itu sampai di bawah Yang nomor ke-12 Lalu setelah itu beliau pun membagi eh tingkatan para ulama jarh ta’dil atau kedudukan periwayat dalam hadis itu apakah mereka terpercaya Apakah mereka ee Apa pantas diterima hadisnya atau mereka ditolak hadisnya ya beliau Sebutkan ada yang sampai ee julukannya dirapel q terpercaya terpercaya banget atau hampir samaqatun hafizqatun imamqatun Faqih ya di bawahnya ada yang cuma disebutkan satu saja siiqah gitu atau Hafiz atau di bawahnya ada yang soduq soduk itu artinya terpercaya dia cuman di bawah derajat dan tingkatan yang tadi sehingga hadisnya Hasan ada yang ditambahi lagi soduk tetapi bermasalah hafalannyaodun yahim artinya Dia terkadang lupa atau salah shoduquun yukhti dia Salah atau bahkan shoduqun katstirul Aham salahnya banyak dan seterusnya kemudian ada juga yang sampai kepada derajat muttahamun Bil kadib tertuduh sebagai Pendusta ini k ini repot sudah orang kalau sudah dikasih gelar seperti ini muttaham bilkadib para ulama mengatakan kalau ada seorang periwayat Hadis yang pernah ketemu atau kedapatan dia berdusta maka dia akan diberi gelar ini muttahamun Bil kadib dia tertuduh sebagai seorang Pendusta ini kalau berdusta eh dengan pembicaraan biasa dia akan diberi gelar itu muttaham Bil kadib ya tetapi kalau seandainya dia pernah kedapatan sekali berdusta atas nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan dalam periwayatan hadis langsung dia dikatakan Kadzab sang Pendusta Sejati langsung dan nabi Sallahu alaii wasallam mengatakan Inal KBA albiniri berdusta atas nama aku tidak sama dengan berdusta atas nama selain aku maka ketika ada orang yang pernah berdusta atas nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung dicoret Kadzab hadisnya langsung lemah sekali tidak akan diterima sama sekali sampai para ulama mengatakan orang kayak begini kalau tobat diterima apa gak banyak ahli hadis mengatakan dia diterima Insyaallah tobatnya tapi di sisi Allah tapi kalau kami sudah tidak bakal lagi sudah untuk menerima riwayat orang ini ketat ahli hadis orang-orang yang disiplin tidak ada keteguhan ketegasan dan kedisiplinan yang diterapkan oleh para pemikul syariat daripada ahli hadis ketika mereka berhati-hati untuk mengusung dan memperjuangkan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mereka tegas mengatakan itu ini sudah mungkarul hadis ya munkarul hadis artinya hadisnya ditolak dicampakkan sudah hadisnya lemah sekali dan enggak pantas lagi untuk di Jikan pedoman sama sekali Mungkin satu hadis sahih satu hadis sahih tetapi diriwayatkan melewati beberapa jalur melalui jalur ini sahih melalui jalur ini sahih melalui jalur ini sahih melalui jalur ini ada seorang perawi yang Kadzab tadi maka hadis ini tidak diterima sama sekali tendang sudah hadis ini sahih melalui jalur yang lain tetapi tidak untuk dari jalur ini seperti itu dan ini menunjukkan keteguhan dan eh kedisiplinan ahli hadis agar hadis-hadis yang dinukil dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam betul-betul otentik maka imam muslim rahimahullah beliau ee dalam sahihnya ini beliau Sebutkan beliau memilih orang-orang yang hafalannya kuat hafalannya betul-betul Ee tidak tercampur kemudian orang-orang yang meriwayatkan ahli agama baru setelah itu kalau hadis mereka sudah selesai disebutkan maka imam muslim rahimahullah menambah kekuatan hadis tadi dengan nambahi riwayat dari orang-orang yang di bawah level mereka sedikit ya seperti itu dan memang ada beberapa perawi dalam Sahih Muslim mereka disebutkan oleh imam muslim rahimahullah hadis-hadis mereka karena meriwayatkan hadis yang sama sekalipun mereka tidak sampai dalam tahapan atau ee apa level fqoh terpercaya ya tetapi mereka hadisnya Hasan Kenapa beliau Sebutkan dalam sahih dalam kitab Sahih Muslim padahal itu hadisnya sahih-sahih semua beliau ingin memperkuat hadis yang sahih tadi dengan tambahan jalur yang lain tetapi ini istilahnya namanya asyawahid Wal mutabaat imam muslim rahimahullah ingin menyebutkan rawi-rawi yang di bawah level orang pertama sebagai penguat hadis yang tadi ya riwayat mereka hanya sebagai penguat saja tetapi tidak dijadikan sebagai hadis utama begitu maka yang dicontohkan di sini adalah Atha IBN abiib Yazid IBN Abi Ziyad Yazid IBN Abi Ziyad ini namanya eh Yazid BBN Abi Ziyad al-hasyimi a IBN Abi tsib ini beliau eh disebutkan oleh alhafiz Ibnu Hajar beliau adalah orang yang soduk terpercaya tetapi ee di bawah siiikah dan ditambah lagi beliau ikhtalat ikhtalat itu artinya tercampur hafalannya ya tercampur hafalannya berarti riwayat beliau ini kalau seandainya menyelisihi riwayatnya orang-orang yang terpercaya maka ditunda dulu atau riwayat beliau sebelum tercampur hafalannya diterima tapi setelah riwayatnya kacau maka tidak lagi diterima kemudian tadi disebutkan juga ada Yazid IBN Abi Ziyad alhasyimi ini dikatakan dalam biografinya ketika sudah tua Eh sama berubah hafalannya kemudian dia gampang ditalkin orang jadi wallahuam dulu para ulama ahli hadis ketika mereka membaca buku-buku mereka kemudian ada yang membacakan juga Terkadang ada orang lain yang EE memasukkan Rawi dalam riwayat dia Jadi dia meriwayatkan dari guru-gurunya Tetapi kalau dia tidak hafal maka dia akan gampang ditalkin sama orang Syekh Antum dulu meriwayatkan hadis ini dari Fulan dari Fulan dari Fulan nah di antara riwayat ini dimakud masukin orang lain dia enggak nyadar karena hafalannya sudah melemah Jadi kalau dimasukin oleh satu guru yang bukan dari guru dia dia enggak nyadar ini namanya ikhtilat atau dari guru dia cuman dari guru yang lain dan tidak meriwayatkan hadis ini sehingga karena tingkat hafalan dia yang sudah menurun yang dikatakan dia sudah berubah itu hafalannya maka dia enggak ngerti kalau ada orang yang merubah namanya ini yaakbalut talkqin dia tidak nyadar kalau ada orang mengganti dan dia ngikut aja gitu berbeda dengan para ulama yang hafalannya masih kuat dan memang terpercayaqatun hafidun Imam seperti eh alfadl Ibnu dukain Abu nuaim rahimahullah ini gurunya Yahya BN Min gurunya Imam Ahmad satu saat dites oleh Yahya BN main dalam kisah yang masyhur sekali Yahya BN Min pulang bersama Imam Ahmad dan Ahmad in Mansur arramadi dari guru mereka dia yaitu Abdur rzaq Asani mereka mampir ke rumah alfadli Ibnu dukain sampai sana Yahya Bin Main mengatakan saya akan tes ini guru saya ini yaitu e Abu nuim alfadl Ibnu dukain mau tak tes 40 hadis yang dia riwayatkan tak campur-campur ini di ujung-ujungnya ya kata Imam Ahmad la faainarjul Hafiz enggak perlu ini guru kamu itu kuat hafalannya gak Saya pengin ngetes kata Yahya Bin Main akhirnya hadis itu sudah dirubah Mereka ingin membaca hadis itu kepada fadl Ibnu dukain Al fad IB dukain duduk begini di depannya ada Imam Ahmad di sebelah kanannya ada Ahmad IBN Mansur arramadi kemudian di sebelah kirinya ada Yahya IBN main rahimahumullah Yahya IBN main dengan Imam Ahmad umurnya sekitar sepadan Imam Ahmad meninggal tahun 241 Hijriah Yahya Bin Main meninggal tahun 233 Kalau tidak salah ya sementara Ahmad bin Mansur arramadi paling Junior beliau Aslan beliau Berangkat Ke Yaman bersama dua pendekar Hadis yaitu Imam Ahmad dan Yahya BN main beliau ingin menservis dan melayani mereka sambil belajar hadis ketika sampai di majelis alfadli in tukain mulai bacaan hadis diilakukan maka Yahya BN main membaca 10 hadis pertama masih tenang Ternyata ada yang dirubah Alfad langsung kerasa Hisa Min haditi fadrib alai ini bukan hadisku coret dicoret kemudian baca lagi hadis sampai ke 10 kedua ada yang di bagian akhirnya dirubah maka mulai nyadar lagi ini sih Alfad rahimahullah Beliau mengatakan ini bukan hadisku coret Tapi beliau sudah mulai kerasa ini kayaknya ada yang janggal mulai ketiga kerasa bahwa hadis itu ada lagi yang salah mulai dalam terjemah atau biografi beliau beliau mulai enggak enak itu pandangan mulai putar-putar ini kayaknya sengaja ini ini kayaknya hadis ini sengaja disalah-salahkan artinya beliau nyadar hafalannya kuat ngerti kalau orang yang betul-betul mengambil hadis dari beliau enggak bakal terjadi kesalahan berulang akhirnya Beliau mengatakan Amma hadza ini Ahmad IBN hambal maka dia enggak akan berani ngetes-ngetes aku kayak begini apalagi ini yaitu Ahmad bin Mansur arramadi ini gak bakal Ini mesti Kelakuan si kamu ditendang itu Yahya BN maain ah ditendang sampai jatuh dalam ee beberapa biografi disebutkan Hatta yakir sampai dia itu tersungkur begitu jatuh kemudian marah alfadkain masuk Imam Ahmad mengatakan alamaka Inul Hafid kata Imam Ahmad kepada Yahya BN maain Kan aku sudah bilang dia itu hafal gitu loh Antum Kenapa masih bisa-bisanya menguji gitu kata Yahya BN maain gak apa-apa kemudian ketika fadl Bin dukain keluar dari rumahnya lagi disambut oleh ahah dicium kepalanya Kemudian beliau mengatakan Semoga Allah memberikan balasan yang banyak untuk Antum demi perjuangan Antum kepada kaum muslimin orang seperti antumlah yang pantas memberikan had aku P hanya menguji antumja wahai Guruku Allah tendangan lebih aku Suk darada perjalanan belajar hadis ini ini dulu para ulama seperti itu hafalan mereka kuat sehingga kalau ada riwayat yang salah langsung ingat ini kayaknya ada yang enggak beres ini enggak benar mereka tahu hadis ini salah dan seterusnya karena saking terbiasanya mereka ahli dalam meriwayatkan hadis Nah kalau orang tua atau hafalannya sudah lemah maka ketika ada orang menasukkan hadis dengan sengaja dia enggak ngerti dia enggak ngerti kita bayangkan kalau orang-ang zaman sekarang ini jangankan riwayat atau nyebutkan nama orang nama ulama bahkan hadis yang singkat sudah sahih Matan aja kita enggak hafalkan mungkin kalau kita hidup di zaman para ulama itu kita menjadi orang-orang munkarul hadis semua tetapi Inilah Pilihan Allah aliraqi rahimahullah ketika menyebutkan banyaknya hadis palsu yang dibuat-buat oleh ahli ibadah maka Beliau mengatakan Allah pilih beberapa orang yang pilihan yang ahli dalam hadis disiplin mereka Maka Allah menggunakan mereka untuk menjelaskan kerusakan-kerusakan hadis buatan itu seperti itu baik ini Eh siapa Al imam muslim rahimahullah beliau menyebutkan tentang tiga orang tadi yang dijadikan contoh termasuk lait IBN Abi sulaim ya lab nabi sulaim ini beliau soduk dipercaya agamanya akan tetapi tagayar biakar hafalannya berubah sehingga eh disebutkan dalam biografinya lam yatamayyaz haditahu faturik beliau sampai enggak ngerti ini hadis dia atau bukan ini riwayat benar apa enggak gitu akhirnya ditinggalkan sudah hadisnya nah orang-orang seperti ini ee tidak dicampakkan 100% tetapi otomatis hafalan mereka di bawah derajat nya para riwayat yang kuat-kuat hafalannya begitu imam muslim rahimahullah menyebutkan hadis-hadis mereka Tetapi hanya sebagai penguat dari hadis-hadis orang yang terpercayaq mereka seperti tiga orang tadi yang kita sebutkan AB yaidb Abi Ziyad alhyimi dan juga Bin Abi sulaim Meskipun mereka diketahui dikenal dengan agama yang baik dan juga ilmu mereka yang bagus hanya saja kalau dibandingkan dengan kawan-kawan yang satu tingkatan ternyata mereka ketinggalan kawan-kawan satu tingkatan yang tadi dikenal dengan imam jauh sekali di atas mereka di atas mereka dalam kemampuan ilmiah hafalan dan juga dari agama mereka lebih dipercaya maka yang seperti ini menurut Ahlul ilm ahlil hadis ini merupakan tingkatan tinggi sekali level yang luar biasa otomatis beda dengan orang-orang yang tadi disebutkan Seperti contohnya Atha IBN Abi tsaiib dan lain-lainnya maksudnya mereka ahli ibadah ahli hifz Wal itqan tapi jauh di bawah orang pertama tidakah kamuandingkan orang yang kami sebkan conhnya ya kita lihat kita bandingkan t orang tadiim dan jugaapa namanya kita band dengan kita bandingkan dengan mereka ini pendekar semua mansuramir Sulaiman IBN mihr alas dan juga Ismail bin Abi Khalid ini mereka adalah rawi-rawi yangqah Hafiz imam Kalau dibandingkan dengan yang sebelumnya yaitu a IBN Abi la bin Abi sulaim dan Yazid bin Abi Ziyad alhasyimi jauh banget gitu jauh lahumum engkau akan mendapati bahwa mereka berbeda sekali ya tentu kita ketika mempelajari biografi mereka hadis-hadis mereka kita akan mendapati bahwa mereka ini berbeda dalam tingkatan kekuatan hafalan dan juga periwayatan hadis orang-orang yang mengetahui ahli dalam bidang hadis jelas mereka Paham tidak dirakukan lagi perbedaan antara dua kelompok itu tadi untuk orang-orang sudah mengenal sekali bagaimana kekuatan hafalan mansuramir kemudian Al kemudian Ismail B khid W kenal sekali mereka mereka ngerti Bagaimana kekuatan hafalan t orang tadi mansamir kemudian Sulaiman Mih Isma dan mereka ahl had tidak mendapatkan kekuatan yang Dar tiga orang itu pada tiga orang yang lain yaitu Atha IBN Abi sab Yazid IBN Abi Ziyad alhasyimi dan juga e lait IBN Abi sulaim Wali majro Haula wazanta bainal aqrani kabniunin wa ayubtiani seperti contoh yang disebutkan tadi ini kita sebut nama ya ini kita sebutkan nama orang maksudnya hanya sebagai contoh bahwa ahli hadis itu bertingkat-tingkat tidak semua orang ohli ahli hadis berarti sama tingkatnya enggak kata imam muslim nanti akan beliau Sebutkan kita ingin Sebutkan nama seperti ini agar orang paham ternyata ahli hadis juga bertingkat-tingkat kekuatannya ya Nah Beliau mengatakan seperti contoh tiga banding tiga tadi atau IBN Abib Yazid bin Abi Ziyad dan juga lait bbin Abi sulaim dibandingkan dengan tiga orang yaitu Mansur IBN muamir kemudian Sulaiman IBN mihran al’mas dan juga Ismail bin Abi Khalid 3 Bing 3 enggak sama semuanya ini juga sama kalau kita bandingkan antara murid murid alhan Al bashri dan Muhammad Ibnu Sirin alhan Al bashri seorang tabiin ahli hadis dan fikih ahli ibadah zuhud Wal War ya semuanya sudah Makruf beliau meninggal tahun 110 Hijriah yang satu Muhammad Ibnu Sirin Muhammad Ibnu Sirin juga seorang tabiin beliau ahli hadis terkenal Imam fqah ya Nah ini ternyata punya murid-murid banyak sekarang dijadikan perbandingan siapa murid-murid dari alhan Al Basri dan Muham I Sirin ternyata murid-murid mereka tidak sama semua ada yang banyak mulazamah dekat dan sering mengkaji dan kekuatan hafalan mereka luar biasa ada yang tidak begitu tidak begitu kuat dan tidak begitu sering dalam belajar disebutkan di sini seperti Abdullah bin aun wa aubtiani ya Afwan tadi yang disebutkan adalah Abdullah bin aun Ayub ini nanti ak akan baru disebutkan tentang eh iya muridnya alhan Basri dan Muhammad Ibnu Sirin Abdullah bin aun dan Ayyub asikhtiani Ayyub assikhtiani Ayyub IBN Abi tamimah asikhtiani beliau ini pendekar hadis pendekar hadis sekali Abdullah bin aun juga sama siiqah Hafiz sama dengan Ayyub asikhtiani Ayyub BN Abi Tamim assikhtiani beliau ini dua-duanya adalah murid dari eh alhan Al bashri dan Muhammad Ibnu Sirin dibandingkan dengan dua orang yang lain yaitu Ma IB Abi Jamilah wa As alhumrani ya Auf IBN Abi jamilahqah tetapi tidak sehebat Ayyub IBN Abi tamimah dan tidak sehebat Abdullah bin aun satu lagi as alhumrani disebut oleh hajar diaqatunqih tetapi dalam tingkatan kekuatan tidak sampai seperti Abdullah bin aun dan ayuba orang ini maksudnya Auf IBN Abi Jamilah dan juga AS alhumrani mereka ini pernah belajar berguru kepada alhan Al Basri dan Muhammad in sirinun wa au sebagaimana Abdullah bin aun dan juga eh Ayub asiktiani juga berguru kepada Muhammad Inu Sirin dan Hasan bashri hanya nya perbedaan antara dua orang ini dua orang di sisi kanan dua orang Sisi kiri Auf IBN Abi Jamilah kemudian yang satu adalah eh asat alhumrani dibanding dengan Ayyub IBN Abi Tamim asikti dan Abdullah bin aun beda sekali meskipun dua kelompok ini dua orang ini sama menjadi guru eh menjadi murid dari al-han Al bashri dan juga Muhammad Ibnu Sirin ini juga sama ini belajar kepada dua guru yang sama tetapi rupanya dalam masalah keistimewaan ilmu dan juga kekuatan hafalan mereka berbeda jauh waainanaun wa asu madfuidqin wa amanatina ahlil ilm wakinal Ma wasofna Minal manzil ahlil ilm meskipun Auf Ibnu Abi Jamilah dan juga asat alhumrani Tidak diragukan dari masalah amanah ilmiah kemudian kekuatan dan kepercayaan agamanya n enggak diragukan menurut Ahlul ilm hanya kalau dibandingkan dengan Ayub IBN Abi tamimah assiktiani dan juga eh Abdullah Inu aun memang enggak bandingan wa inalnaulasmiah liakunailumimatan y fahmima Alaihi th ahlil ilmiibi ahlii Fi kata imam muslim Ana sengaja menyebutkan nama-nama mereka agar ini menjadi tolak ukur pedoman dan patokan untuk orang yang memang tidak terlalu paham terhadap ilmu Hadis bahwa memang sebenarnya semua ahli had tidak dalam satu tingkatan Mere berbeda-beda orang yang tingkatannya tinggi Jangan sampai kita salah dalam memposisikan terlalu rendah ini salah artinya dia rendah sebenarnya kita tidak tinggi-tinggikan apa namanya kedudukannya lebih dari yang semestinya mestinya orang proporsional meletakkan semua pada tempatnya orang yang berilmu orang yang miliki e apa namanya level tertentu ya dipaskan pada posisi masing-masing yang aslinya tinggi ya jangan kita terlalu remeh untuk memposisikan orang yang rendah jangan di ee lebih-lebihkan Ini sebenarnya pasaan penting ketika beberapa penuntut ilmu atau para pengikut guru ketika sudah suka sama seseorang mengkultuskan seorang guru maka dia akan angkat tinggi-tinggi dia anggap sebagai orang yang paling hebat gurunya berlebihan dalam memuji berlebihan dalam posisi ketika seorang tidak suka sama seseorang lain maka dia akan runtuhkan seolah-olah orang ini tidak punya kebaikan sama sekali ketika dia sudah puja dan puji gurunya maka seolah-olah gurunya ini tidak punya kesalahan sama sekali ini bahaya sekali dan ini bukan metode yang benar bukan sesuai dengan ahl hadis dan ahlus sunah tidak seperti itu waqukisy radallahu anha anaha qat Amar rasulullahi Shallallahu Alaihi wasall diriwayatkan dari Aisyah ini imam muslim rahimahullah pengin istiad atau eh mengambil eh apa namanya penguat dari Apa kesimpulan beliau ada dalilnya dinukil dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam perintahkan kami untuk memposisikan orang sesuai dengan porsinya sesuai dengan kedudukan yang pantasah meskipun Di Dalam Alquran disebutkan bukan meskipun akan tapi seiring dengan yang disebutkan di dalam Alquran Allah mengatakan setiap ada orang berilmu di atasnya masih ada yang lebih berilmu lagi entah secara umum atau sebagian ilmu dari orang ini lebih dari ilmu orang itu Meskipun orang itu lebih berilmu dari bidang yang lain atau dalam bidang yang lain tetapiis Radiallahu an mengingatkan Nabi kita agar menempatkan orang pada tempatnya tidak berlebihan tapi juga tidak meremehkan seperti itu disebutkan pula faa nahwiakarna Minal wujuhi nuif Akbari rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan metode ini kaidah ini Insyaallah kita akan susun Sahih Muslim sebagaimana yang kamu minta kita akan jadikan sebuah patokan baik hadis yang barusan kita Sebutkan ini disebut oleh Abu Dawud akan tetapi hadis ini tidak sahih ya karena ada seorang perawi yang meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha namanya Maimun IBN Abi syabib beliau tidak bertemu dengan Aisyah sehingga riwayatnya terputus riwayatnya terputus hanya ee apa namanya hadis tadi dijadikan sebagai ee tambahan saja tambahan saja wailla dalam apa yang disebutkan oleh EE imam muslim rahimahullah e sebagai kaidah ini dikenal sekali di antara Ahlul ilmana Hum ahlilaham akumna adapun orang-orang yang dikenal menurut ahli hadis adalah muttahamun mutamun itu sudah tertuduh dia tertuduh bahwa dia meriwayatkan hadis yang palsu orang berdusta atau memang dia melakukan hal yang tidak pantas untuk diterima hadisnya akarhum atau kebanyakan mereka seperti itu ya kebanyakan mereka seperti itu maka kita tidak lagi menyibukkan diri untuk meriwayatkan hadis mereka ke Abdillah IBN miswar ini boleh disebutkan nama-nama contoh orang yang memang tidak perlu digubris riwayat mereka disebutkan ke Abdillah bin miswar Abi Jafar almadaain Abdillah Bin miswar almadaain ini ini termasuk orang yang dicampakkan riwayatnya diif Jiddan atau riwayatnya lemas sekali wa Amr in Khalid wa Abdul quddusyami wa Muhammad Ibnu Said almaslub ya Muhammad BN Said almlub ini juga sama riwayatnya dicampakkan W IBN Ibrahim wa Sulaiman IBN Amr Abi Dawud naq’i wa asbahihim mimuhima biwadil ahadti wa taulidil Akhbar mereka yang kita sebutkan tadi kata imam muslim mereka tertuduh memalsukan hadis jadi hadis palsu itu bukan hanya hadis buatan bukan hanya hadis-hadis yang EE dikarang oleh orang-orang zaman sekarang tidak mesti tetapi hadis-hadis yang dikatakan palsu ketika periwayatnya ada yang levelnya muttaham Bil kadib atau Kadzab dia tertuduh berdusta Atau Dia adalah seorang Pendusta Sejati maka riwayatnya tidak diterima hadis yang mereka riwayatkan bisa dikatakan maudu palsu ya ya jadi hadis palsu itu tidak mesti hadis yang la aslalah tidak ada asal usulnya sama sekali tidak mesti seperti itu tetapi Ketika ada seorang perawi yang memang kapasitasnya seperti itu dari sisi agama jelek dari sisi hafalan juga parah apalagi dia pernah ketahuan berdusta atas nama nabi Sallahu Al wasallam langsung hadis itu menjadi palsu nah ini e ditambah lagi imam muslim rahimahullah mengatakan Wika munkar demikian pula kita juga akan menyampakkan hadis-hadis orang yang kebanyakan riwayatnya mereka mungkar kebanyakan hadis-hadis mereka itu mungkar salah sering salah kita engak mau lagi untuk meriwayatkan hadishadis mereka orang yang banyak salahnya daripada benarnya wa Mad iniidah cara untuk melihat kemungkaran riwayat seseorang ahli had kok dia dikenal mungkar hadisnya kenapaah caranya begini biasanya riwayat orang seperti ini kalau dijejerkan dibandingkan dengan riwayat orang-orang yang dikenal dengan hafalan dan e apa namanya kekuatan riwayat mereka Maka ternyata riwayat orang tadi tidak sama sering menyelisihi mereka ini namanya muqaranah ya Ini namanya membandingkan memang orang bisa dikenal orang ini mungkarul hadis Kenapa karena ternyata riwayat dia sering menyelisihi riwayatnya para imam Kalau ada orang dikenal dia sering menyelisihi para imam-imam yang sudah dikenal riwayatnya maka orang ini tertuduh kok bisa riwayatnya tidak sama dengan mereka begitu Ini kata Al muslim rahimahullah di antara caranya kalau kita pengin tahu ee Apakah riwayat ini mungkar apaau tidak orang ini caranya begitu bandingkan saja riwayat dia dengan riwayatnya para imam Kalau ternyata sama alhamdulillah aman tapi kalau ternyata banyak berbedanya atau hampir tidak pernah sama maka orang ini tertuduh hadisnya mungkar falabu Min hadalikana mahjural had mabuli W mustali kalau ternyata kebanyakan riwayat dia seperti itu tidak sama dengan riwayatnya para imam para Huffaz apalagi sampai menyelisihi sering maka dia menjadi orang yang hadisnya tidak perlu diperhatikan tidak perlu digunakan tidak perlu diterima seperti itu baik imam muslim rahimahullah berarti beliau dalam ee memilah para periwayat Hadis beliau bagi menjadi tiga bagian bagian pertama Ahlul hifzi Wal itqan ya Jadi yang beliau ingin tegaskan dalam Mukadimah Sahih Muslim ini imam muslim ingin mengatakan tingkatan para periwayat Hadis ada tiga yang pertama tingkatan ahl hiq orang yang hafalannya kuat dan agamanya bagus dua orang yang di bawah mereka agamanya bagus hafalannya kuat keilmuan mereka memang Tidak diragukan hanya masih lebih rendah dari orang-orang atasnya imam muslim meriwayatkan dua tingkatan ini hanya yang tingkat kedua ini menguatkan Tingkatan pertama kudian yang berikutnya adalah orang-orang yang muttahamun orang-orang Yang muttahamun ini mereka dicampakkan hadisnya tidak perlu disibukkan diri dari hadis-hadis mereka kata imam muslim rahimahullah ini yang dipahami oleh imam annawawi rahimahullah imam nawawi rahimahullah mengatakan kesimpulannya berarti imam muslim membagi tingkatan para perawi menjadi tiga yang satu hafalannya kuat mutkin yang kedua di bawah mereka sedikit yang ketiga langsung orang-orang yang muttahamun bilb atau orang-orang yang memang hafalannya banyak mungkarnya yang tertuduh yang memalsukan dan semacamnya Dua di antaranya diterima ya yang tiga ditendang tidak diterima hadisnya alqadi Iyad rahimahullah beliau dalam Ikmal eh almullim eh beliau Syarah Sahih Muslim beliau menegaskan sebenarnya riwayat Imam muslim ini tidak dibagi tiga atau tingkatan periwayat menurut imam muslim tidak dibagi tiga Tetapi dibagi empat kata beliau yang pertama yang tadi disebutkan Yang kedua juga sama yang di bawah Tingkatan pertama kemudian yang tadi orang-orang yang muttahamun Wal hadis-hadis yang banyak riwayat mungkarnya nah ini bukan nomor tig Tetapi nomor 4 Nomor tig apa kata alq rahimahullah ada beberapa riwayat yang di bawah levelnya nomor dua berarti memang ada kelemahan mereka ada beberapa kelemahannya hanya saja mereka Eh Apa Masih bisa diterima hadisnya kalau seandainya diperkuat oleh jarur-jalur yang lain nah ini kata alqadad rahimahullah Nah maka dalam beberapa realita dalam Sahih Muslim dikritik juga beberapa riwayatnya kok masih ada orang yang di ditik oleh para imam perawi itu bukan hanya di tingkat satu dan dua tetapi ada tingkat di bawah dua yaitu memang hafalannya masih eh lebih lemah lagi gitu nah dan Syekh Abdul Karim khudir eh hafidahullah Beliau mengatakan pendapat yang diutarakan oleh alqadi Iyad ini al-qadi Iyad sebelum imam nawawi alqadii Iyad ini Kalau tidak salah meninggal tahun 544 imam nawawi meninggal 676 jadi alqadiyat lebih dahulu dari Imam Nawawi dalam eh berkecimung di dunia ilmu Hadis termasuk mensyarah Sahih Muslim alqadadiad rahimahullah memandang bahwa pemahaman dari perkata imam muslim ini eh tbaqatur ruah atau tingkatan para perawi menjadi empat Nah dan ada tingkatan yang memang oleh imam muslim rahimahullah memang disebutkan imam muslim masih menjadikan beberapa Rawi yang agak lemah Bukan di tingkatan dua masih ada tetapi tidak banyak bahkan hampir tidak ada seperti itu wallahuam baawab Jadi ini intinya eh apa namanya eh keseriusan kesungguhan imam muslim dalam menyebutkan metode beliau menyusun hadis dengan memilih orang-orang yang memang seperti itu beliau Sebutkan ee beberapa contoh orang-orang yang memang tidak layak untuk diriwayat diterima hadisnya tadi disebut utkan beliau Sebutkan di antara orang-orang yang memang kebanyakan riwayat Mereka banyak salahnya sudah banyak sekali salahnya enggak perlu di apa namanya diterima hadis mereka karena kalau dibandingkan dengan riwayatnya para imam para Huffaz rupanya riwayat mereka tidak sama nah disebutkan di antaranya Abdullah Ibnu muharrar ini namanya Abdullah IBN Muh Yahya IBN Abi unais W jarah IBN minhal abuluf abad I abdahb dan orang yang sama dengan mereka yang keseringan meriwayatkan hadis-hadis yang mungkar k imam muslim kita gak perlu menyibukkan diri meriwayatkan hadis-hadis mereka karenaidah yang dikenal menurut para ulama ahli hadis dan ahl ilm kalau ada orang yang hadisnya akan diterima biasanya hadis orang Ini kebanyakan sama dengan riwayatnya para aimmah para imam jadi riwayat nya seseorang ini sering k sama dengan riwayatnya para imam dan itu sudah sering sekali menjadi kebiasaan dia satu saat dia menambah sebuah riwayat yang tidak diriwayatkan oleh para imam n ini namanya ziadatus fiqah tambahan orang yang juga fiqah terpercaya Enggak apa-apa biasanya dia sama kok sama imam-imam kok sekarang berbeda gak apa-apa dia sudah terpercaya tambahan dia pun dipercayai tapi masalahnya kalau tidak seperti itu maka ee apa namanya orang tidak dipercaya dia seringkiali menyelisihi riwayat-riwayat para imam Bagaimana tambahannya akan dipercaya pula kemudian disebutkan di sini ahahum fihiahumiru jaizin hadbi Mini wallahuam kalau kita melihat Seperti contohnya Ibnu syihab azzuhri Muhammad Ibnu muslim Ibnu Ubaidillah IBN Abdillah Ibnu syihab azzuhri seorang periwayat Hadis dikenal di zamannya beliau adalah gurunya Imam Malik muridnya banyak yang meriwayatkan dari beliau adalah para imam dan azuhri juga sendiri merupakan seorang Imam fqih hujjah Kemudian beliau memiliki murid yang banyak Miki memiliki murid-murid yang juga ahlu alhifz kekuatan hafalannya kekuatan ilmiahnya ya ternyata hadis-hadis yang diriwayatkan oleh murid-murid itu dari azzuhri seringkali sama di antara mereka sering kali sama di antara mereka kebanyakan murid a meriwayatkan ini murid B juga meriwayatkan murid C juga meriwayatkan artinya kebanyakan hadis yang diriwayatkan dari Zuhri murid-muridnya sama meriwayatkannya kok tahu-tahu ada datang orang yang dia tidak dikenal t-au membawa sebuah hadis katanya dari Zuhri diriwayatkan dari Zuhri Kok tidak diriwayatkan sama murid-murid yang dikenal itu a b c d yang dikenal dari murid-muridnya azzuhri kok tidak ada satuun dari mereka yang Meri riwayatkan kok tahu-tahu ada orang yang asing meriwayatkan dari Zuhri sebuah hadis Ah ini berarti dituduh ini hadis ini ya tidak bisa diterima Ya mestinya orang-orang yang dikenal sebagai muridnya az-zuhri dengan kekuatan hafalan dan seringkiali belajar Kepada beliau meriwayatkan hadis itu kok ternyata enggak tau ada orang meriwayatkan hadis yang tidak berbeda eh tidak sama Padahal orang ini jarang menyamai mereka dalam meriwayatkan hadis langsung hadis itu tidak diterima waqadarahna Min madhabil haditi wa ahlihi ba’ ma yatawajahu bihi man arilal wiq Laha wasanazidu insyaallahu taala syarhan wa idahan fi mawadii Minal kitabiikril Akhbar muallalah a alaihailtiidahu insyaallahu taala dan kami telah menyebutkan tentang kaidahnya Ahlul hadis dalam eh meneliti sebuah riwayat untuk orang yang pengin mengenal menyelami e seni bidang ini kita sudah Sebutkan dan Insyaallah kita akan lebih Sebutkan lagi kata Imam Nawawi eh kata imam muslim rahimahullah pada beberapa tempat dari kitab ini ketika menyebutkan tentang sebuah hadis yang memang ada catatannya beliau akan katakan demikian dan Ini kata beliau untuk orang yang ingin mempelajari hadis kita akan tegaskan kepada mereka kita akan Jelaskan semoga ini menjadi pencerahan dan muatan dari Khazanah keilmiahan kita rupanya hadis ini melalui perjalanan panjang perjuangan yang tidak gampang dan memang betul ilmu ini sebagaimana disebutkan oleh Sebagian ulama laibu Uka Waku ill Ina ilmu Hadis hanya disukai oleh para kesatrianya dan akan dibenci oleh para ee perempuannya atau orang yang feminim dalam mempelajari ilmu Semoga kita termasuk orang-orang yang EE terdorong termotivasi dan semangat untuk mempelajari peninggalan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini kita pelajari semoga bermanfaat wallahuamallahu wasallam Nabina Muhammad ajmhamdulillahbilamin nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jazakahir Barakallah Fik atas materi yang telah disampaikan di kesempatan malam hari ini luar biasa sekali Apa yang telah disampaikan oleh Ustaz dan setelah kita simak bersama Bagaimana keutamaan para ulama hadis terdahulu begitu kuat hafalan mereka dan juga mereka ee berusaha keras untuk mengamalkan apa yang mereka hafalkan tersebut Masyaallah Baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi anda para pemerhati raja sekalian yang ingin bertanya Sekali lagi anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau anda bisa menghubungi kami di Line telepon di 0218236543 Nam satu pertanyaan pertama kami ajukan terlebih dahulu di layanan pesan Whatsapp Ustaz ada pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz tadi di telah diceritakan Bagaimana sebagian dari biografi dan EE keutamaan ulama had ahli ahli hadis di zaman dahulu yang jadi pertanyaan adakah orang yang sekarang pada zaman ini yang levelnya seperti imam-imam terdahulu dalam hal kekuatan hafalan hadis Ustaz Walaupun mungkin saat ini ee di negara saudi saat ini Ustaz Apakah ada mohon jawabannya baik Barakallah fikum eh ketika para ulama menjelaskan sebenarnya jangan di zaman kita Abu Amr Shah beliau meninggal tahun 643 kalau gak salah sekitar 643 berarti abad ke-7 beliau sendiri sudah mengatakan bahwa orang-orang setelah kita maksudnya setelah 500-an berarti dikatakan mutaakhirin atau orang-orang belakangan mereka sudah tidak mampu lagi untuk menguasai sebagaimana orang-orang mutaqadimin seperti sebelum 500-an kekuatan hafalannya dan mereka dulu sampai menguasai hafalan yang luar biasa Contohnya seperti yang disampaikan Abu zurah arrazi ketika beliau berbicara kepada anak Imam Ahmad abuka yahfadu Alfa Alfi hadis ayahmu menghafal 1 juta hadis Imam Bukhari cerita sendiri Beliau mengatakan hafidu Al Mi Alfi haditin Shahih wa mi Alfi haditin girir Shahih aku hafalkan 100,000 hadis sahih 200,000 hadis yang tidak sahih nah hadis segitu Itu semuanya riwayat semua itu sanad apakah mungkin ada orang seperti ini wallahuam Allah mampu untuk menciptakan segalanya tetapi sampai saat ini Eh wallahuam belum ada yang bisa menghafal matan-matan berikut sanadnya se sejauh itu dan eh kemampuan orang-orang belakangan ketika memang para ulama menyebutkan isnutub ini ada sebuah ungkapan dari seorang ahli hadis sanad-sanad ini panjang sudah sanad-sanadnya semakin panjang maka orang-orang hanya akan mampu berpijak pada buku dan tulisan kalau untuk hafalan berat sekali ya maka ee kalau kita katakan akan sama dengan orang-orang sebelumnya sepertinya jauh sekali kalau kita ee menyamakan dengan orang-orang dulu wallahuam jauh sekali selain dunianya berbeda ya dunianya berbeda kemampuan tingkatan tatanan masyarakat sudah sangat berbeda orang-orang dulu menghafal hadis dari kecil Kara memang lingkungannya lingkungan orang Menghafal coba kita bayangkan Abu zur arrazi beliau meninggal sekitaran tahun 200-an sekian ya seperti ee sepupunya yaitu Abu Hatim arrazi meninggal 277 Artinya mereka di zaman itu pada para penghafal hebat Abu zur arrazi juga sama beliau hafalannya kuat sekali hafalannya kuat sekali banyak Imam Bukhari meninggal 256 artinya di abad itu banyak orang menghafal kemudian banyak juga orang yang melakukan penelitian hadis sejauh eh apa namanya perjalanan 1 bulan 2 bulan sampai mereka ada mengatakan ini Kalau tidak salah dari Abu hatimi Abu Hatim mengatakan aku sampai kencing darah dua kali ketika aku belajar hadis Kenapa itu karena beliau sampai mau tidak mau jalan tanpa alas kaki habis itu apa modal belajarnya kemudian buku itu harus dipikul Beliau mengatakan aku harus pikul sendiri aku tidak punya tukang angkat zaman sekarang orang barangkali tidak sampai sejauh itu pengorbanannya lalu hasilnya otomatis akan berpengaruh juga tidak sejauh itu hafalannya kemudian tingkat kemampuannya tapi bukan berarti Apakah berarti orang-orang mutaakhirin atau zaman sekarang ilmu atau penerapan dan metodenya berubah berbeda sama sekali dengan orang-orang mutaqadimin tidak ketika kita akan meneliti sebuah hadis mempelajari dan mengkaji maka cara yang kita terapkan adalah cara yang kita warisi dari para ulama ahli hadis sebelumnya Kalau kita berupaya untuk mencari metode baru ah ini repot jangan-jangan metode ini akan salah Jalan hanya kalau kita bandingkan kemampuan jauh banget jauh banget bisa jadi orang yang dikatakan muttaham Bil kadib zaman dulu jauh lebih hebat dari orang-orang zaman sekarang hafalan kita yang seadanya seperti ini wallahuam bissawab tapi mungkin saja Allah mampu untuk menciptakan itu wallahuam sejauh yang EE Ana pelajari dan Ana pernah ketahui belum ada atau jauh sekali kalau dibandingkan dengan para ulama yang dulu wallahuam B Nam Baik terima kasih banyak Ustaz jazakah kir Barakallah Fik atas Jawabannya demikian dan selanjutnya yang kedua masih kami Ajukan pertanyaan di layanan pesan Whatsapp n ada pertanyaan ya Ustaz Apakah pemeriksaan sanad hadis saat ini masih diadakan dan EE jika tidak Bagaimana dengan kitab-kitab hadis pada zaman ini seperti karya Syekh Albani ee yang sangat terkenal Ustaz Apakah buku tersebut masuk ke dalam pemeriksaan sanad hadis juga mohon jawaban dan penjelasannya Iya pemeriksaan atau penelitian hadis atau pengkajian riwayat bisa dan diteruskan terus-menerus dan ini merupakan kehormatan kaum muslimin ya ini merupakan kehormatan kaum muslimin ketika mereka memiliki sebuah disiplin ilmu mempelajari ini kalau seandainya kaum muslimin tidak mempelajarinya ilmu ini akan hilang ilmu ini akan hilang maka perlu dipelajari tib semua hadis sudah ditegaskan oleh para ulama hadis ini sahih hadis tidak sahih seperti Hafiz BN hajar dalam kitab talkhisul habir ada buku khusus dalam mentakhrij hadis nasbur rayah azzailai takhrij hadis-hadis dalam buku mazhab Han i kemudian ada buku-buku para ulama dulu seperti al-iraqi rahimahullah gurunya Hafiz Ibnu Hajar Beliau juga menulis ee takhrij penelitian hadis-hadis Ihya Ulumuddin Punya Karya alghazali rahimahumullahu Jamian ya tetapi bukan berarti ilmu ini kemudian Ee tidak dipelajari ini ilmu ini sama dengan ilmu-ilmu yang lain ketika kita akan belajar fikih kita akan belajar tafsir ohah para ulama sudah mentafsirkan Kenapa kita harus belajar tafsir lagi toh e buku-buku sudah banyak diterjemahkan Kenapa kita masih belajar bahasa Arab lagi bukan seperti itu kita akan ee yang pertama belajar itu ibadah yang kedua kalau ilmu ini tidak dipelajari maka ilmu ini akan hilang ya ilmuya akan hilang maka kita tetap mempelajarinya dan mungkin sekali seseorang mempelajari kaidah-kaidahnya dan dia terapkan kaidah ahli hadis itu dalam mempelajari hadis hadis di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi Abu Dawud dan nasai kemudian Apakah hadis ini sahih apa tidak dipelajarilah apa namanya sanadnya sanadnya ini seorang Rawi ini dipercaya apa tidak kemudian atasnya lagi Kemudian sananya bersambung apa tidak Apakah ini bertemu dengan ini atau tidak dilihat dari ee tahun meninggalnya setelah selesai baru dicari dalam buku Ilal Apakah sebenarnya hadis ini ee bermasalah dari sisi riwayat atau tidak Nah masih bisa dipelajari dan kaidahnya ada ya asyekh alb rahimahullah seorang muhaddis mujaddid di zaman ini nah beliau menghibahkan waktunya untuk meneliti hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kar banyak silsilah hadis sahihah silsilah hadis diifah irwaul galil eh sahih Sunan e sahih Sunan Abi Daud kemudian ahkamul janaiz asfati Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu semua buku takhrij yang beliau persembahkan untuk kaum muslimin ya kita katakan jaahlim lim Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak kita bisa mempelajari ee penelitian beliau sebagaimana kalau kita sudah mengetahui kaidah dalam Pajaran ilmu Hadis kita bahkan bisa membandingkan apa yang beliau sebutkan dengan amal atau pekerjaan dan penelitian ulama yang la seperti Hafiz IBN hajar Kemudian azzailai Kemudian orang-orang yang hidup di zaman Syekh Albani rahimahullah mana Yang kira-kira lebih ee cocok dengan kaidah kita bisa pelajari itu kita bisa bandingkan juga kalau kita mengerti Bagaimana metode ahli hadis dalam meneliti sanad bisa aja dan Syekh Albani tidak Maksum ini wajar sekali kalau seandainya ee ternyata berbeda dengan penilaian ahli hadis yang lain meneliti hadis ini kan sebagaimana para Ee masyaikh kita mengatakan mabn Al Ijtihad E ini memang ada ijtihadnya nya karena ketika seorang akan mensahihkan hadis atau melemahkan ini akan dibangun dari mereka menghukumi perawi satu perawi tidak semua ulama sama dalam menilai kadang-kadang ada mengatakan iniqah ternyata menurut yang lain tidak nah sehingga dengan perbedaan penilaian inilah akhirnya menghukumi hadis pun akan berbeda dan ini wajar tidak berarti yang satu mensahihkan yang satu melemahkan maka yang melemahkan langsung keluar dari ahlusunah Wal Wal Jamaah tidak seperti itu itu ahli hadis maka Wajar saja kalau terjadi perbedaan dalam kesimpulan menghukumi sebuah hadis yang kedua orang yang mengerti kaidah maka dia akan lebih bisa istifadah dan mengambil pelajaran meskipun sama-sama buku itu sudah ada tetapi berbeda orang yang paham kemudian membaca dan orang yang tidak paham sama sekali lalu membaca maka ilmu ini tetap ee menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan untuk kaum muslimin mempelajari sanad adalah khusus atau ciri khas umat ini sebagaimana disampaikan oleh Abu Hatim arrazi rahimahullah lam Yakun Fi umtin Minal Umam khqallahu Adama wqtina had umanaahfunausul illa Fi hadil Ummah tidak ada umat manaun sejak Allah ciptakan Adam sampai saat ini ee beberapa orang terpercaya yang akan ee memelihara perkataan nabi mereka masing-masing kecuali umat ini yang memelihara perkataan dan sabda Rasul Sallallahu wasallam maka mempelajari metode para ulama adalah sebuah kehormatan Barakallah fikum Fik Barakallah Alhamdulillah jazakir Ustaz atas jawaban dan penjelasannya Baik untuk selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya melalui layanan yang telepon silakan Kami tunggu Silakan anda bisa menghubungi di nomor 081 eh 02182365436 silakan I saya hambak Allah Asalamualaikum Mbak yunaldi Asalamualaikum bak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Bapak yunardi di mana Mohon maaf iya hamba Allah eh yunaldi di lubuasung kotagam Sumatera Barat I silakan Bapak Nama saya sebenarnya harusnya ditambah Muhammad seb yunadi itu k orang Yahudi tapi susah mengubahnya kan Pak n yang ingin saya tanyakan pak ee yang ingin saya tanyakan ee Apakah memang hadis itu ada terbagi enam macam katanya hadis hadis e kusi Hadis Mutawatir hadis sahih hadis Hasan hadis ee eh daif Lemah atau dan hadis ee palsu atau maudu kalau memang benar ee kemudian yang saya tanyakan lagi bagaimana membedakan antara hadis qusi hadis mwati hadis Sahi Dengan hadis an Nah itu sementara dulu asalamualaikum wabarakatuh n silakan ustazikumsalam warahmatullahi wabarakatuh baik ee kalau kita mempelajari mustalah hadis maka pembagian hadis itu bukan hanya enam saja tetapi banyak pembahasannya ya ditinjau dari Apa hadis itu dibagi ditinjau jauh dari ee kedudukan atau level keabsahan keotentikan maka Sebagian ulama membagi dua Sebagian ulama membagi tiga Sebagian ulama mengatakan ada hadis sahih dan yang satunya hadis dif sebagian membagi menjadi tiga bagian ditambah dengan Hasan Hasan di antara dua antara sahih dan ada yang lemah e Sebagian ulama membagi dua aja kalau enggak sahih ya diif tib Hasan di mana Hasan itu ada dua tingkatan kalau dia aslinya lemah tetapi karena banyak jalan jadilah dia Hasan namanya Hasan lihairihi kalau seandainya dia ini mestinya perawinya ini kuat Tetapi lebih rendah dari posisi fqah maka jadilah dia Hasan maka Hasan lizatihi masuk bagian sahih Hasan lihairihi masuk bagian dif tapi intinya itu hanya beberapa pembagian secara istilah yang penting hadis itu kalau sahih yang dihukumi sahih oleh para ulama ahli hadis maka bisa diamalkan kalau seandainya dif apalagi lemah sekali maka tidak bisa diamalkan itu perbedaan ditinjau dari sisi keotentikan riwayat ada hadis kalau ditinjau dari siapa yang mengucapkan Siapa yang mengucapkan maka ini dijadikan sebagai tiga tingkatan pula yang pertama hadis marfu hadis marfu itu kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang mengucapkan kemudian ada istilah maukuf maukuf itu yang meriwayatkan bukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tetapi sahabat kemudian yang ketiga maqtu matu itu artinya adalah ee perkataan yang diucapkan seorang tabiin ya bukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lagi kalau yang diucapkan nabi sahu alaii wasam namanya marfu kalau yang diucapkan sahabat namanya maukuf kalau diucapkan oleh tabiin namanya matu TB Kemudian diruntut dari atau dibagi sesuai dengan ee apa namanya pembagian ya sama masih yang mengucapkan ya hadis marfu tadi itu hadis marfu kalau seandainya menyampaikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka itu dikatakan hadis marfu tapi kalau yang apa namanya yang menyampaikan adalah Allah subhanahu wa taala itulah yang dikenal dengan Hadis Qudsi Hadis Qudsi itu ciri-cirinya ada kata-kata qallahu taala ya qala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam qallahu taala seperti itu Nah kalau ada Allah berfirman tetapi tidak ada dalam al-qur’an Itulah namanya Hadis Qudsi seperti itu apakah mungkin pembagian yang ini berseberangan dengan pembagian ini bukan berseberangan tetapi bersinggungan campur-campur mungkin sekali karena hadis yang marfu yang dinisbatkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terkadang sahih terkadang dif terkadang Hasan Hadis Qudsi terkadang sahih terkadang dif terkadang Hasan seperti itu Nah sehingga pembagian itu tergantung pada ee Sisi mana yang akan dibagi Nah tadi itu intinya seperti itu maka ee kalau seandainya hadis itu sahih bisa diamalkan kalau seandainya tidak sahih ee karena dia apa namanya ee lemah maka dilihat kalau seandainya lemahnya lemah sekali maka tidak bisa diamalkan baik itu marfu maukuf atau maqtu Tetapi kalau seandainya sahih maka bisa diamalkan kemudian termasuk dalam Hadis Qudsi Hadis Qudsi ada yang kuat sekali ya ada yang sahih seperti hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Man walianq faqadantuhu bilb orang yang memusuhi waliku maka dia telah mengumumkan peperangan denganku kata Allah subhanahu wa taala ini Hadis Qudsi dan hadis ini sahih atau Hasan sebagai penilaian para ulama wallahuam bawab Ustaz baik alhamdulillah Terima kasih banyakir atas jawaban Ustaz dan ada satu pertanyaan terakhir Ustaz kami ajukan di layanan pesan Whatsapp ya Ustaz ee Mohon penjelasan Adakah perbedaan hadis yang dikatakan diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dan diriwayatkan oleh muttafaq alaih Apakah hal tersebut sama atau ada perbedaan Ustaz baik wallahuamab sebenarnya kalaupun ada perbedaan tipis sekali kalaupun seandainya ada perbedaan itu tipis sekali tapi hampir sama ya dan bisa kita katakan sama ya jadi memang ada beberapa lafaz yang disebutkan oleh Bukhari dan Muslim tapi ada yang hampir sama gitu hampir sama sehingga kalau sudah betul-betul sama maka memang itu dikatakan muttafaqun alaih dan wallahuam muttafaqu alaih lebih tinggi dari rawahul Bukhari muslim karena ee bukan hanya sekedar diriwayatkan akan tetapi bahkan dari sisi lafaz kemudian ee dari SII periwayatan dan orang-orangnya sama ini sehingga dikatakan muttafaqun alaih Meskipun tidak terlalu prinsip untuk mengetahui hadis ini muttafaq atau rawahul Bukhari wa muslim karena selama hadis itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan diriwayatkan oleh imam muslim maka eh istilah para ulama talaqat al ummah bilqul nah semua umat sudah sepakat untuk menerima hadis yang semacam ini wallahuam iya Alhamdulillah ustazir atas Jawabannya dan satu pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir di pertemuan malam hari ini Ustaz karena waktu sudah mencukupi untuk kita semua dan mungkin ada Ikam yang dapat disampaikan untuk para pemerhati rja sekalian barakallahu fikum ikhwah sekalian kita akan merasa terhormat Pada saat kita dikumpulkan bersama orang-orang yang mempelajari hadis dan semoga kita bisa Istiqamah dan di antara cara untuk senantiasa berpegang dengan Sunah adalah kita mempelajari ilmu agama dan di antara yang terpenting adalah seorang mempelajari ilmu yang menjadi peninggalan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wallahuam bawab shallallallahu wasallam Wak ala abdihiul muhammadbi ajmainhamdulillah nah Alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz Sekali lagi kami ucapkan jazakah kir Barakallah Fik Semoga Allah menjaga Antum beserta keluarga dan memberkahi dari pertemuan kita di kesempatan malam hari ini dan dan juga memberkahi dari apa yang telah disampaikan oleh Al Ustaz Semoga Allah menjaga kesehatan Ustaz untuk bisa memberikan faedah-faedah kembali di kesempatan Kamis yang akan datang Barakallah fikum dan demikianat islamzakumullah para pemberhati rja di manaun anda berada kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung ini bersama Al Ustaz Dr M Hasan ayatullah hafidahullahu taala dari pembahasan mukadimah e hadis e mukadimah Hadis Muslim yang mudah-mudahan bisa kita ambil faedahnya demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan subhanakallahum wabihamdika Ashadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh fore

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *