dengan Allah saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdalillah nahmaduhu wa ahillah Fala mah Fala Hadah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanqulah haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasbakumadzi khaqakum Min nafsin Wahidah wqa wijqulahadzi tasalun bihi Wal Arham inallahanaikumqiba ya auhinaquah Wa quan sadida yusliakumakumfirlakum dunubakum willahasulah faqan ba had kitabullah W had hadyu Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatatuha waulla muhdatatin bidah waulla bir dolalah waulla dolalatin finar para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan kembali materi hadis dari alarbain nawawiyah buah karya Al imam nawawi rahimahullah pada hari ini hari Kamis tanggal 21 Rabiul akhir 1446 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 24 Oktober 2024 masehi kita masuk kepada hadis yang ke16 hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu taala anh Di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ditanya atau diminta oleh salah seorang sahabat untuk memberikan wasiat kita baca terlebih dahulu hadis yang ke-16 alhitu asadis asyar an Abi hurairata radhiallahu taala Anhu Anna rajulan Q Lin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Aini qala ul Bukhari hadis yang ke-16 dari sahabat Abu Hurairah yakni Abdurrahman Bin sakr adddausi radhiallahu taala an Semoga Allah meridainya bahwa salah seorang sahabat berkata kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi was wasallam berikanlah aku wasiat kemudian nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda laagdab janganlah engkau marah farad miraran kemudian sahabat ini terusmenerus meminta wasiat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan nabi hanya mengatakan singkat padat La tagdab Janganlah hadis riwayat Imam Bukhari dalam riwayat yang lain dalam riwayat Imam atthabrani Rasulullah Sallallahu Alaihi mengatakan la tagab wakal Jannah janganlah engkau marah dan bagimu surga Ya janganlah engkau marah dan bagimu surga inilah keterangan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam berkaitan dengan siapa yang meminta wasiat kepada nabi ini di antara ahli ilmu ada yang mengatakan namanya adalah Abu Darda sahabat Abu Darda radhiallahu taala Anhu ada juga yang mengatakan namanya adalah jariah bin qudamah pada dasarnya ini tidaklah penting bagi kita yang penting bagi kita adalah Matan hadis atau isi hadis yang mulia ini di mana nabi yang mulia Sallallahu i wasallam mengatakan kepada kita semua la tagdob janganlah engkau marah para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah sebaik-baik guru bagi umat ini bagi para sahabat beliau Sallallahu Alaihi Wasallam mengetahui keadaan para sahabatnya sahabat a sahabat B sahabat c dan seterusnya Bagaimana karakter mereka Bagaimana sifat mereka itu diketahui oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan nasihat memberikan wasiat kepada sahabat-sahabatnya ini sesuai dengan apa yang ada pada mereka apa yang ada pada mereka Artinya bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan wasiatnya menyampaikan nasihatnya sesuai betul dengan keperluan atau apa yang yakni diperlukan oleh sahabat ini dan Rasulullah sahu alaihi wasallam mengetahui betul tentang sifat mereka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memahami apa yang ada pada diri mereka Maka ketika sahabat ya jariah bin qudama atau Abu Darda datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meminta wasiat maka dan nabi yang mulia paham siapa yang datang kepadanya dan nabi menyampaikan dengan perkataan yang singkat padat La tagdob Jangan engkau marah Artinya bahwa sahabat ini hanya mendapatkan wasiat yang pendek sekali wasiat yang singkat padat namun Lihatlah pada wasiat nabi yang singkat padat Ini mengandung kebaikan-kebaikan dunia dan dan akhirat mengumpulkan seluruh kebaikan dunia dan akhirat nah tentu sudah kita Jelaskan pada kajian kemarin hadis yang ke-15 bahwa ada empat hadis yang atau empat adab utama yang darinya bercabang Adab Adab Islami ah di antaranya ini hadis yang ke-16 di mana Wasallam mengatakan kepada sahabatnya laagdob Jangan engkau marah maka bercabanglah dari adab yang mulia ini ya dari adab yang mulia ini Sekian banyak adab-adab Islami Sekian banyak akhlak Islami Dan inilah tentang eh jawamiul Kalim nabi yakni sabda Nabi yang singkat padat yang terkandung di dalamnya banyak sekali pelajaran pelajaran-pelajaran berharga baik para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita akan ee bacakan terlebih dahulu keterangan dari ee Syekh Abdul Muhsin Abbad hafidahullahu taala dalam kitabnya Fathul qawi matin mengenai hadis yang ke-16 ini beliau rahimahullah atau beliau hafidahullahu taala membawakan keterangan dari alhafiz dalam kitabnya Alfath Fath khi makna laag berkata alhafiz dalam kitabnya Alfath berkata Al Imam Al khattabi makna dari sabda Nabi yang mulia Sallahu alh wasallam janganlah engkau marah ijanib asbabal gi jauhilah sebab sebab marah yakni faktor-faktor yang membuat seorang bisa marah sebab-sebab kemarahan maka jauhilah semuanya itu jangan kita berani masuk kepada sebab-sebab atau faktor-faktor yang membuat kita ini bisa marahsuli F nahyu Adapun marah itu sendiri ya sekali lagi Adapun marah itu sendiri maka yang seperti ini tidak dapat dilarang liahu amruniun karena ini merupakan perkara tabiat manusia artinya apa bahwa sifat marah itu sendiri Memang sudah ada pada diri manusia artinya hal yang manusiawi ketika seorang marah dengan sebab tertentu misalnya ya hal-hal yang diperenankan dia marah misalnya maka ini bagian dari sifat tabiat manusia la yazulu Minal Minal jiballati dan tidak akan hilang dari diri manusia itu sendiri yang memang dilengkapi oleh Allah subhanahu wa taala sifat marah waqala Aidan dan berkata juga waqala Ibnu Tin berkata Ibnu Tin jamaah Sallallahu wasallam Fi ih la tagdab Khair dunia wal akhirah bahwa mengumpulkan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat dalam sabdanya ini la tagdab Jangan engkau marah liannal Gaba liannal Gaba yaulu il taqatu dikarenakan marah itu dapat menyebabkan yakni terputusnya segala sesuatu dan terhalangnya seorang dari sifat lemah lembut warubama alub alai dan boleh jadi akan mengganggu atau akan menganiaya atau berbuat keburukan kepada orang yang dimarahi fantaqisalika minaddin maka berkuranglah ya berkaitan dengan agamanya itu berkuranglah ya tentang agama orang tersebut Nah inilah tentang apa yang diterangkan oleh para ahli ilmu mengenai hadis nabi yang singkat padat La tagdob jangan marah Kemudian beliau hafidahullahu taala menjelaskan kembali di sini kepada kita Allah subhanahu wa taala memuji para hamba yang dapat menahan kemarahannya dan memaafkan manusiabiahu dan nabi telah mengabarkan kepada kita dalam hadisnya Apa itu nabi yang Mul bersabda bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam gulat atau dalam berantem begitu inad namun orang yang kuat orang yang perkasa itu adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika sedang marah ya orang yang dapat menahan jiwanya menahan dirinya ketika sedang marah bukh hadis riwayat Imam Bukhari wau seorang apabila marah hendaknya dia berusaha untuk menahan amarahnya itu menahan kemarahannya itu waastaidza Billahi minasyaitonirjim dan Meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk Kama fil Bukhari sebagaimana hadis dalam Sahih Bukhari Abi Daud atau ketika seorang sedang duduk dia pun marah maka dia berbaring sebagaimana yang terdapat dalam Sunan Abi Daud dari sahabat abuahasahaii was diaraanah Pos berdiri falajlis kata nabi hendaknya dia duduk wa dan jika dalam keadaan duduk tetap masih marah hendaknya dia berbaring W hadun sahih rijalu Rijal muslim hadis ini hadis yang sahih dan para perawinya adalah sesuai dengan syarat imam muslim Nah inilah keterangan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang akan kita lebih perjelas lagi nanti ya pada keterangan berikutnya biznillahi taala kemudian pelajaran-pelajaran berharga yang dijelaskan oleh Syekh Abdul Muhsin hafidahullahu taala dalam hadis yang ke-16 ini yang pertama kata beliau hirsahabah alalhairi litolabi hadahabi Al wasiyata Min Rasul Wasallam keinginan para sahabat dalam kebaikan-kebaikan seperti sahabat ini menginginkan wasiat dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kemudian yang kedua tanian attahziru Min asbabil Gi walari almutarattibati Alaihi yakni peringatan dari sebab-sebab marah yakni sebab-sebab munculnya kemarahan dan yakni Eh nilai atau hasil yang didapat dari marah itu sendirian yang ketiga takrarul wasah binahii Aham wasah yakni Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengulang-ulang wasiatnya yakni mengenai larangan marah itu sendiri menunjukkan tentang pentingnya wasiat tersebut ya tentang pentingnya wasiat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam artinya semua saat-sab nabi seluruh sabda-sabda Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam jika beliau ulang-ulang jika beliau ya mengulangi Sampai Tiga Kali bahkan maka ini menunjukkan tentang pentingnya Sabda tersebut misal ya hadis yang telah kita lewatkan dahulu di mana nabi yang mulia wasam mengatakanin nih addinun nasihah addinun nasihahan agama adalah nasihat agama adalah nasihat agama adalah nasihat kata nabi yakni Sampai Tiga Kali nabi mengulang sabdanya ini maka ini menunjukkan hal yang sangat penting yang datang dari nabi yang mulia Sallallahu Wasallam para jamaah Jah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kita akan mendengarkan keterangan yang kedua dari kitab qawaid wa Fawaid Minal Arbain nawawiyah buah karya Syekh Nadim Muhammad Sultan hafidahullahu taala tentang hadis yang ke-16 ini di mana beliau menjelaskan lebih rinci tentang hadis yang ke-16 ini yakni hadis Abu Hurairah Wasallam mengatakan kepada sahabatnya la Jangan engkau marah janganlah engkau marah berkaitan dengan ee kemarahan para ulama menjelaskan bahwa awaluhu junun wa akhiru namah ya umumnya marah itu awal awalnya adalah ya yakni junun kegilaan atau gila itu sendiri dan akhirnya adalah penyesalan artinya dikatakan awal dari kemaharan itu adalah gila artinya bisa kita lihat bahwa banyak di antara orang yang marah-marah yakni keluar dari lisannya ucapan-ucapan yang tidak layak ucapan-ucapan yang kotor ucapan-ucapan yang membuat orang itu tidak suka dan seterusnya dan seterusnya Bahkan bukan hanya dengan ucapan-ucapan ya tentunya juga dengan perbuatan-perbuatan Apakah perbuatan tangan perbuatan kaki dan lain sebagainya ya Artinya bahwa orang ketika marah bisa melakukan apa saja yang apabila dilihat pintas oleh orang wah ini seperti orang gila seperti orang gila ah inilah berkaitan dengan marah ya EE mengakibatkan keburukan-keburukan mengakibatkan kejelekan-kejelekan bahkan kejahatan sampai dapat membunuh orang misalnya menceraikan ya pasangan hidupnya menceraikan istrinya ya dan lain sebagainya yang dihasilkan dari marah itu sendiri maka untuk dapat nahan marah ini merupakan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat dan jika seorang tidak dapat menahan kemarahannya hingga meluap-luap kemarahannya maka ini adalah kejelekan baik dalam kehidupan dunia sampai kehidupan akhirat para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita akan dengarkan keterangan dari Syekh k Muhammad Sultan mengenai hadis yang ke-16 ini yang pertama tentang kedudukan Hadis ini beliau membawakan perkataan Al Imam aljurdani dikatakan oleh Al Imam aljurdani innaal hadisim Sungguhnya hadis ini adalah hadis yang agung hadis yang mulia wahua Min jawamil Kalim hadis ini tergolong dari jawamiul Kalim nabi yakni sabda Nabi banyak mengandung pelajaran berh dinya kar ini jangauah mengand kebaik-baikan dunia dan Akir perintah dari nabi untuk menjauhi sebab-sebab kemarahan yang ya marah itu sendiri merupakan kumpulan keburukan-keburukan dan yakni menghindar dari kemarahan itu adalah kumpulan kebaikan-kebaikan Nah jadi sekali lagi ketika seorang berusaha untuk menahan amarahnya berusaha untuk ee menekan amarahnya atau apa namanya ee menyampingkan amarahnya Ini menghindari dari amarahnya ini dia Apakah dia diam misalnya berusaha untuk diam sebagaimana contoh ya ketika Rasul wasam marah itu terlihat dari raut wajah Nabi jadi para sahabat sudah dapat mengetahui memahami ketika nabi itu marah yakni terlihat dari raut muka nabi yang merah nabi ya menahan amarahnya dan ini adalah yakni kumpulan dari kebaikan-kebaikan kumpulan dari kebaikan-kebaikan dunia sampai akhirat nah kemudian para jemah yang dimul Allah subhanahu wa taala di sini akan diberikan definisi marah apa itu marah ini sudah menjadi bahasa kita ya ini marah alghadab Yakni dengan makna marah begitu di antara orang ada yang memberikan definisi marah ya yaitu jumratun alqoha asyaitan Fi qbil ins yakni bara api yang dilemparkan oleh setan ke dalam hati manusia nah ini ada yang memberikan definisi ya dengan ya bahwa setan atau setan itu melemparkan bara api ke dalam hati manusia Ah ini makna marah ya Ada juga yang memberikan makna marah yaitu Gayan damilqbi mendidihnya darah yang ada dalam hati sekali lagi mendidihnya darah yang ada dalam dalam hati yaah ini tentang ee yakni definisi marah itu sendiri baik para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala ee di sini dikatakan oleh Syekh Nadim oleh karenanya ras memberikan wasiat kepada sahabatnya ini untuk menjauhi sebabsebab kemarahan dan tidak melakukan hal-hal yang mengand berusaha berjuang untuk menahan marahnya dan mengobatinya Nah inilah ini apa yang dijelaskan oleh para ahli ilmu para ulama kita tentunya sangat jelas sekali tentang ya definisi marah kemudian apa yang diinginkan oleh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya tadi laagab janganlah engkau marah Nah sekarang kita akan beralih kepada gullah marahnya Allah subhanahu wa taala berkaitan dengan Allahu rabbul alamin ee marah yakni sifat marah bagi Allah subhanahu wa taala kita katakan bahwa sifat itu ada pada diri Allah subhanahu wa taala ya sifat yang mulia bagi Allah sifat yang sempurna bagi Allah subhanahu wa taala yang marahnya Allah ini tidak sama dengan marahnya makluk tidak sama dengan marahnya manusia misalnyaulir tidak ada yang sama bagi Allah dan Allah maha mendengar lagi maha melihat ya walam Yakun lahu kufuan Ahad tidak ada yang serupa bagi Allah Tidak ada yang serupa bagi Allah subhanahu wa taala jadi sifat marah yang dimiliki oleh rabbul alamin pertama adalah sifat yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah h wa taala marah yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan Allah subhanahu wa taala Kemudian yang kedua marahnya rabbul alamin tidak sama dengan marahnya makhluk Apakah dari sisi definisi dari sisi ya yakni apa yang berkaitan dengan marah itu sendiri dan pengaruh atau arar atau akibat dari marah itu sendiri tentu tidak sama dengan marahnya makhluk seperti marahnya manusia tentu marahnya manusia ya dari sisi definisi seperti tadi yang telah dijelaskan kemudian ketika manusia itu marah umumnya akan ee terlihat atau akan lahir hal-hal yang buruk Apakah dengan ucapan ataukah perbuatan dan seterusnya dan akibat dari marah itu sendiri juga akan terlihat ya Ee yakni yang dihasilkan dari ee perbuatan manusia dengan Marahnya itu sendiri jadi tidak sama dengan marahnya Allah Subhanahu Wa taalaah kemudian perlu dipahami juga bahwa ketika dikatakan Allah itu marah marah kepada siapa tentunya marah kepada orang-orang musyrikin ya kepada orang-orang kafirin kepada orang-orang yang ya yakni menyalahi aturan syariat ya dari agamanya ini kita contoh tentu berkaitan dengan ee sifat marah bagi Allah subhanahu wa taala misalnya ayat terakhir dari al-fatihah di mana Allah subhanahu wa taala berfirman ghairil magdubi alaihim yakni bukanlah jalan orang-orang yang Allah murkai Allah marahi yaitu orang-orang Yahudi di dikarenakan jadi Mengapa Allah marah kepada orang Yahudi dikarenakan mereka telah mengetahui ilmu namun melupakan ilmu tersebut nah kemudian kita dengarkan di sini ee dalil-dalil lainnya yang dibawakan oleh Syekh Nadim Muhammad Sultan dalam kitabnya ini di antaranya dalam surah Alfath ayat yang ke6 dalam surah Alfath ayat yang keen di mana Allah subhanahu wa taala berfirman wbal munafikina wal munafikat wal musyrikina wal musyrikatillah wasat ini ya marahnya Allah tertuju kepada orang-orang munafik kepada orang-orang musyrikin di mana yang menjadi Syahid dalam ayat yang mulia ini Wahai Allah marah kepada mereka Allah murka kepada mereka dan laknat Allah tertuju kepada mereka dan Allah siapkan bagi mereka neraka jahanam dan neraka jahanam adalah seburuk-buruk tempat kembali nauzubillah minzalik Nah ini bisa kita lihat tentang marahnya rabbul alamin kepada orang-orang munafik kepada orang-orang musyrikin dan pantaslah jika mereka mendapatkan murka Allah subhanahu wa taala kemudian dalam ayat yang lain dalam ayat yang mulia dalam surat almumtahanah ayat 13 Allah subhanahu wa taala berfirman ya ayyuhalladzina amanu la tatawallau Kauman giballahu alaihim yang artinya Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian bersikap loyal terhadap kaum yang Allah murka kepada mereka yang Allah marah kepada mereka kemudian bisa dilihat lagi dalam surah Thaha ayat 81 Ah ini ya di antaranya ya berkaitan dengan dalil-dalil dan dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di mana Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan tentang marahnya rabbul alamin dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan disahihkan oleh Syekh alalbani rahimahullah ala dikatakan di sini oleh Rasulullah innaabbi qadal Yaum qibal Yaum gban lam yagob qoblahu mlahu Wan yagob ba’dahu mlahu Sungguhnya rabku telah marah pada hari ini yang belum pernah marah sebelumnya ya artinya belum pernah marah yang seperti ini dan tidak akan pernah lagi marah ya yang seperti ini kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nah ini tentang marahnya rabbul alamin sekali lagi marah yang sesuai dengan keagungan Allah kemuliaan Allah kesempurnaan Allah subhanahu wa taala dan tidak sama dengan marahnya makhluk dan tidak boleh ditakwil ya tidak boleh ditakwil seperti orang-orang asy’ariah mentakwil sifat gadab atau sifat marah bagi Allah biluqubah ya mereka katakan bahwa Oh marahnya Allah itu maknanya adalah ya hukuman Allah ya hukuman kata mereka hukuman Allah subhanahu wa taala nah ini tidak benar ini tidak benar ini takwil yang menyimpang takwil yang tidak ya disepakati tentunya tidak benar dan yang seperti tidak dibenarkan seorang muslim untuk mentakwid dari sifat-sifat Allah subhanahu wa taala maka kita pahami sebagaimana dipahami hleh para sahabat oleh Rasul dan para sahabatnyaah Jah yang dimul Allah subhah wa taal dikatakan di sini hleh syekhim sifat marah bagi Allah subhanahu taala waa yaulaha waa yaulaha dan tidak boleh takwil sifat tersebut wqfatallah la tusbihuf khqi bahwa sifat marah bagi Allah ini tidaklah sama dengan sifat marah yang dimiliki oleh hamba yang dimiliki oleh manusia karena Allah subhanahu wa taala berfirman apa tidak ada yang sama dengan Allah dan Allah Maha Melihat maha mendengar maha mendengar lagi maha melihat siat marahagi Allah ini ya Sesuai dengan keagungan Allah subhahu wa taala inilah Manhaj ya salaful Umah atau Manhaj para sahabat yang mereka memuji Allah ya dan rasulnya di dalam sifat-sifat Allah subhanahu wa taala fajib muslimlukumik Nai maka wajib bagi seorang muslim untuk mengikuti Manhaj para sahabat ini agar selamat dalam kehidupannya para jamaah yang dimulkan Allah subhanahu wa taala kita kembali kepada marah yang ada pada makhluk marah yang dimiliki oleh manusia dibagi menjadi dua marah dua bagian yang pertama adalah alghadab almazmum marah yang tercela Kemudian yang kedua alghadab almahmud marah yang terpuji apa itu berkaitan dengan marah yang tercela ya marah yang tercela yaitu dikatakan di sini oleh Syekh Nadim dalam kitabnya Hua adduniawi yang bersifat duniawi jadi ketika seorang marah dan Marahnya itu karena yakni kehidupan duniawi semata-mata duniawi maka jelas ini yang tercela yaitu maka marah pada hal yang tidak benar begitu nah kita dengarkan sini keterangan dari beliau huauniawi alladzi minhu nabiuna Shallallahu Ali wasallam fial hadir yakni marah yang tercela adalah marah yang bersifat duniawi yang telah diperingatkan oleh Rasul kita dalam hadis yang mulia ini dan juga dalam hadis had yang lainnya Abi hurairahadah Nabi ada hadis yang kita eh mau dengarkan di sini hadis dari sahabat Abu Hurairah Semoga Allah meridainya bahwa Rasulullah wasam bersabdaad orang yang kuat orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam gulat ya In orang yang kuat orang yang perkasa itu adalah kata Nabi orang yang dapat menahan dirinya saat marahadidtii aladaniah itu orang yang perkasa ya dalam hadis yang mulia ini bukanlah orang yang menang bergulat dengan orang lain dengan kekuatan fisiknya Wakin s namun orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan jiwanya saat dia marah Fala yakruj minhu qulun wala fi’lun illa Bima yuwafiqul Haq wasawab maka tidaklah keluar ucapan atau perbuatan ketika sedang marah kecuali ya yang sesuai dengan kebenaran ya sesuai dengan yang hak atau yang benar wahua maana fihairil haqqi yakni marah yang tercela ini adalah marah pada selain kebenaran J marah dia membela keburukannya membela kejahatan membela karena membela hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Syariat agama begitu walakin ittibaan Li Hawan Nufus namun marah tercela ini karena mengikuti hawa nafsu wziw F ya fumif waj ikhwahu balimat mziah yaitu marah yang dengan marah itu seorang hamba dapat melakukan hal-hal yang berlebihan seperti mencela ya melukai saudaranya ya dengan kata-kata yang Ee tidak baik ya kata-kata yang ya menghinakan misalnya ya Fi BB amw Akin sebagaimana orang ketika saat marah bisa saja dia memukul atau bahkan menghilangkan harta orang lain para jemah yang dimulkan Allah subhanahu wa taala ini berkaitan dengan alghadab almadmum marah yang tercela ya marah yang ter tercela begitu nah sekarang kembalikannya Alul Mahmud marah yang terpuji bagaimana itu wahua makana lillahi walilqi yaitu marah Yang ya Dikarenakan membela kebenaran dan karena Allah subhanahu wa taala jadi marahnya seorang hamba ini dikatakan marahnya terpuji jika membela kebenaran dan Marahnya itu lillahi taala Allah subhanahu wa taala atau mahimah Azza W lebih khusus ketika batas-batas agama Allah ini dilanggar ya batas-batas agama Allah ini dilanggarah wasam sebagaimana contohnya para nabi para rasul saat mereka marah yau mereka arah tentunya dalam rangka membela agama Allah Subhanahu Wa taalaah Jadi kalau diri mereka yang dicela diri mereka yang dihina atau yang diganggu dan seterusnya tentu Mereka yakni tidak ya pedulikanlah ya tidak pedulikan tidak perlu mereka marah namun jika agama Allah yang dihina agama Allah dan syariatnya yang diinjak-injak oleh orang tentunya para nabi para rasul marah mereka membela kebenaran membela karena Allah subhanahu wa taala kemudian Dikatakan lagi di sini Fus mereka tidaklah membalas dendam yang berkaitan dengan hal-hal pribadi ya tadi Kalau dikatakan Seorang nabi misal ya dicela dirinya dihina dirinya ya maka tidak dipedulikan dibiarkan saja tapi kalau yang dicela adalah batas-batas agama Allah yang dihinakan itu adalah syariat Allah subhanahu wa taala ah barulah para nabi Ini para rasul ini marah karenanya kita ambil contoh di sini berkaitan dengan marahnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Jabir radhiallahu taala Anhu an Jabir ah dari sahabat Jabir Semoga Allah meridya ia berkata rasulullahahu Alaihi wasam apabila Rasul marah maka memerahlah kedua matanya dan meninggi suaranya dantah marahannya seolah-olah dia adalah Komandan pasukan Nah lihat di sini keterangan dari sahabat Jabir Dan ini semua diketahui oleh para sahabat tatkala nabi itu marah akan berubah raut muka nabi memerah kedua mata beliau kemudian meninggi suaranya ya dan dikatakan bahwa beliau seolah-olah sebagai koman dan pasukan para jemaah yang dimul Allah subhanahu wa taala kita lihat contoh yang kedua tentang marahnya Nabi Musa alaih salam bagaimana Nabi Musa itu marah tentu ketika beliau melihat Bani Israil berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala menyembah ya berhala selain dari Allah subhanahu wa taala kita lihat tentang marahnya Nabi Musa Musa alaih kisah Nabi Musa bersama kaumnya itu Bani Israil ketika beliau kembali kepada Bani Israil ini setelah beliau mendapatkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala atau menerima wahyu dari Allah Nabi Musa ini kembali kepada Bani Israil dan apa yang dilihatnya bahwa Bani Israil telah menyembah alijl ya patung sapi itu ya telah menyembah patung sapi selain dari Allah subhanahu wa taala apa terjadiagba alaihimban syadidan maka Nabi Musa marah sekali kepada mereka ini marah Nabi Musa kepada Bani Israil waqal alwah allatiat biadih Alal Ardi dan Nabi Musa ketika marah mencampakkan ya Lauh yakni media ya yang tertulis padanya wahyu Allah subhanahu wa taala lalu dicampakkan dilemparkan oleh Nabi Musa ke tanah saking marahnya beliau saking marahnya beliau maka lembaran yang ada atau Lauh ya E media tersebut yang ada di tangan yang ada di tangan Nabi Musa ini dilempar oleh Nabi Musa ke tanah ak harunur kemudian ya lebih dari itu bahwa Nabi Musa ya Ee memegang jenggot Nabi Harun ini Nabi Harun ini Saudara Nabi Musa dan ditarik jenggotnya itu oleh Nabi Musa tanda Nabi Musa marah juga kepada Nabi Harun lantaran Ketika Nabi Musa akan mendapatkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala beberapa lama begitu ya beberapa waktu maka Nabi Musa mengamanahkan mengamanahkan Nabi Harun untuk memimpin Bani Israil Ternyata apa yang dilihat oleh Nabi Musa Ketika pulang dari atau setelah mendapatkan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala itu ternyata yang dilihat adalah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Nabi Musa Bani Israil menyembah berhala menyembah patung anak sapi dan tentunya Nabi Musa juga marah kepada Nabi Harun yang dianggap oleh Nabi Musa tidak dapat menjalankan amanah dari Nabi Musa tersebut Nah kita dengarkan di sini keterangan dari rabbul alamin tentang kejadian ini dalam surat al’f dalam surat al’raf ayat 150 di mana Allah subhanahu wa taala berfirmanma Musa AS Akai Q Um Inal waduulunani Fala tusmit ada W tajalni maalimin yang artinya tatkala Nabi Musa kembali kepada kaumnya yakni Bani Israil dalam keadaan yang sangat marah Seraya Nabi Musa berkata kepada mereka sungguh buruk perbuatan kalian ketika aku tinggalkan kalian yakni kalian telah melakukan perbuatan yang tercela ya terhadap ketentuan Allah subhanahu wa taala yakni Allah subhanahu wa taala tentu mewajibkan kepada mereka untuk beribadah kepada Allah saja mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dan bukan berbuat Syirik maka Keti kea Nabi Musa melihat bahwa Bani Israil telah berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala maka beliau marahnya luar biasa kepada Bani Israil waqal alwah dan beliau melemparkan Lauh yang dipegang itu kemudian ya menjambak rambut dan jenggot yakni Nabi Harun Seraya Ya Nabi Harun berkata kepada Nabi Musa wahai anak ya wahai saudaraku Sungguhnya Bani Israil telah melemahkanku dan mereka hampir saja membunuh diriku maka janganlah engkau kuasakan diriku kepada musuh-musuh tersebut dan janganlah engkau jadikan diriku bersama orang-orang yang zalim Lihatlah para jemaah berkaitan dengan marahnya Nabi Musa Alaihi Salam kepada Bani Israil dan di sini kita lihat ya bagaimana sabarnya beliau menghadapi Bani Israil sabarnya beliau menghadapi Bani Israil nabi yang mulia wasallam mengatakan dalam hadis rahimallahu Musa qad udziya biaksar Min had fasabar Semoga Allah merahmati Nabi Musa sungguh Nabi Musa telah diuji atau telah diganggu lebih banyak dari yang sekarang ini ini gangguan yang Nabi Muhammad wasam terima dan yang para sahabatnya terima dari orang-orang kafir Quraisy itu belum ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan ujian yang Allah berikan kepada Nabi Musa maka dikatakan di sini qad udziya Musa biaksar Min hadza sungguh Nabi Musa telah mendapatkan gangguan jauh lebih banyak dari ini fasabar namun beliau bersabar beliau bersabar di sini kemudian para jemah yang Dikan taala kita dengarkan kembali keterangan dari Syekh Nadim di sini hakagiakunal muslim qwial Iman Li H inilah yang sepatutnya ada pada diri seorang muslim memiliki iman yang kuat dan dia marah karena Allah ketika batas-batas agama Allah itu dilanggar kemudian kita lihat contoh yang yang berikutnya lagi berkaitan dengan marahnya Nabi Yunus Ya Nabi Yunus ya dalam Alquran disebut sebagai zunnun dalam ayat yang mulia dalam surat alanbiya ayat 87 Allah subhanahu wa taala berfirman tentang nabi nabi yang mulia ini Nabi Yunus alaih salam lihat yang menjadi Syahid dalam ayat yang mulia ini adalah ahaunan dan ingatlah tentanganun itu Nabi Yunus ketika ia pergi dalam keadaan marah yakni marah kepada kaumnya marah kepada kaumnya yang ingkar itu ini tentang marahnya para nabi marahnya para rasul yaitu marah terpuji para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala di sini diberikan kesimpulan atau khulasah oleh Syekh Nadim Beliau mengatakan Wal khulasatu Kesimpulannya adalah alghadu Min nufusi Bani Adam Fala yudam wa yumdah illa Min jihatiari wa maqasidih kesimpulannya bahwa marah merupakan sifat yang ada pada diri manusia maka sifat yang ada itu tidaklah tercela dan tidak pula e dipuji kecuali dari sisi pengaruhnya arti kalau seorang marah ya karena Allah membela kebenaran dan pengaruhnya bagus maka ini ya terpuji tapi kalau kebalikannya tentu tercela jadi inilah yang kita lihat dari hal ini Tentunya sifat marah itu memang ada pada masing-masing manusia tinggal ya Apakah Marahnya itu terpuji ataukah Marahnya itu tercela Nah tinggal dilihat ya tinggal dilihat apa ya yang menyebabkan Si Fulan atau si fulanah itu marah baik para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala kita lihat tentang ilajul gadab almazmum ya yakni ee apa kiat-kiat untuk dapat menghindar dari marah yang tercela dari marah yang yang tercela Apa itu yang pertama addua berdoa kepada Allah subhanahu wa taala nah ini penting ini apa di antara doa Nabi perlu para jemah mengetahui apa di antara doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di antara doa nabi yang mulia perhatikan seingat padat nabi berdoa wa asaluka kalimatal haqqi fil Gi warid dan aku memohon kepada engkau ya Allah kata yang hak kata yang benar yang keluar dari Lisan Ini pada saat marah dan pada saat Rida pada saat at marah dan kebalikannya pada saat Rida yakni tidak marah jadi beliau Sallallahu Alaihi Wasallam senantiasa berdoa kepada Allah memohon kepada Allah agar yang keluar dari lisan beliau ini adalah kalimatul Haq kata-kata yang benar kata-kata yang hak ya walaupun dalam keadaan marah dan ini memang kalau yang berkaitan dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya dalam menyampaikan syariat walaupun beliau dalam keadaan marah sekalipun tetap beliau Maksum terpelihara terjaga dari kesalahan dan dosa yakni tidak keluar dari lisan beliau kecuali kata-kata yang hak kata-kata yang benar dan tentunya ya ini bagian dari alghadab AL Mahmud yakni marah yang terpuji Pak para jemaah yang dimulan Allah subhanahu wa taala Jadi yang pertama adalah berdoa dan berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar Allah subhanahu wa taala ya selalu memberikan Hidayah Taufik kepada hati kita agar kemarahan yang ada pada diri kita ini tidak yakni mengarah kepada marah yang tercela begitu Kemudian yang kedua kiat yang kedua mulazamatu zikrillah terus-menerus berzikir kepada Allah subhanahu wa taala berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Taala beristigfar kepada Allah subhanahu wa taala di mana Allah memberikan yakni ee yakni solusi kepada kita apa k kata Allah subhanahu wa taala dalam ayat yang mulia dalam surah arra ayat 28 ala Bik ketahuilah dengan berzikir kepada Allah Ingat kepada Allah hati menjadi tentram yakni bahagia ini kiat yang kedua kemudian kiat yang ketiga kiat yang ketiga adalah attazakur Bima War minibi Fid ingat dengan dalil-dalil yang memotivasi untuk ya menahan amarah atau jauh dari amarah ya jauh dari dari amarah apa di antaranya dalilnya dari sahabat Anas radhiallahu taalaan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada kita manu Barang siapa menahan marahnya sedangkan dia mampu untuk marah pada dasarnyaah Allah akan panggil si hamba ini di hadapan seluruh para hamba di hadapan seluruh para makhluk sampai Allah memilihkannya y baginya Bidadari Surga Masya Allah akan pasangkan dia Allah akan nikahkan dia dengan Bidadari Surga nah ini berkait dengan motivasi dari nabi yang mulia berkaitan dengan orang yang berusaha dalam kehidupan dunia amarahnya atau berusaha untuk menjauh dari sebab-sebab kemarahan itu sendiri kemudian kiat yang keempat kiat yang keempat atta’awuz minasyaiton berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk ya dari gangguan setan yang terkutuk dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dari Sulaiman bin surad dikatakan ada dua orang sahabat di dekat nabi dua sahabat ini bertengkar ya kemudian meninggi suara mereka ya dan terus ya yakni meningkat amarah mereka begitu ya maka nabi yang Mul mengatakan atau bersabda kepada mereka Saya sungguh mengetahui ada kalimat jika diucapkan kalimat tersebut maka akan hilang apa yang ada pada diri kalian yakni kalimat tersebutahillah membacaillah ya dikat bertaawuzlah yakni berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk Mengapa demikian karena di antara sebab munculnya marah itu dari setan jadi setanlah yang melemparkan ya bara api ke dalam hati manusia sehingga muncul kemarahan pada dirinya ya bayangkan dilemparkan bara api ke ee hati si hamba oleh oleh setan ini maka hendaknya kita berlindung kepada rabbul alamin bertaud mengucapkan kalimat auzubillahi minasyaitanirrajim kiat yang kelima kiat yang kelima yakni merubah posisi Ya kalau dalam keadaan marah posisi berdiri maka segera dia duduk kalau dalam keadaan duduk masih marah juga ya berbaring begitu nah ini ya Sesuai dengan hadis nabi dari sahabat Abu Dzar radhiallahu taala anh Di mana nabi yang mulia bersabda idza Giba ahadukum wahua qaim falyajlis Fain dahahabahul Gab wailla falataji apabila Di Antara Kalian marah dalam keadaan berdiri maka duduklah nah ini untuk mengurangi ya mengurangi kemarahan itu sendiri tentu ketika seorang marah dalam posisi berdiri ini bisa melakukan apa saja tapi kalau duduk Ah ini bisa mereda ya bisa meringankan amarah itu sendiri bisa reda amarah itu sendiri dan jika Dalam posisi duduk marah masih marah hendaknya dia berbaring hendaknya dia ber berbaring kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kiat yang keenam kiat yang keenam yakni memberikan hak pada badan untuk istir ahat artinya apa di antara kemarahan-kemaran itu muncul karena apa karena capek letih ya lelah ya E kurang istirahat kurang tidur maka jelas yang seperti ini dapat memunculkan amarah maka perlu diperhatikan oleh ibu-ibu diperhatikan oleh kaum muslimat ketika suami itu pulang ke ah dalam keadaan capek letih lelah dia maka tidak boleh ada sepatah kata pun yang keluar ya kecuali ya hal-hal yang menyenangkan suami dan tentunya dihibur hati suami tersebut dalam keadaan seperti itu ya jangan banyak bicara jangan banyak bicara apalagi tentunya bicara-bicara yang dapat menimbulkan amarah suami dalam keadaan seperti itu sangat mudah sekali suami itu marahnya meledak-ledak dikarenakan tentu dalam keadaan yang ya fisik ya capek lelah letih dan sebagainya hendaknya dibiarkan terlebih dahulu untuk makan dia untuk minum bahkan untuk istirahat sehingga ketika hilang ya apa yang ada padanya tentu akan keluar kata-kata yang baik sifat atau sikap-sikap yang baik pula kepada sang istri baik para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala ini berkaitan dengan ya kiat-kiat agar kita terhindar dari marah yang tercela baik untuk mengakhiri perjumpaan kita pada sore hari ini ee di sini ada kisah menarik dari seorang yang bernama ma’an bin Zaidah ma’an bin Zaidah ini namanya ma’an ya maan bin Zaidah nah ini sebagian ahli ilmu ada yang mengatakan bahwa beliau hidupnya itu di akhir ee kekuasaan dinasti Umayyah kemudian masuk kepada kekuasaan dinasti Abbasiyah ya antara dua periode inilah antara dua dinasti ini beliau ya hidupnya begitu yni berkaitan dengan orang Arab ini yakni orang yang sangat pemberani ya dan sekaligus orang yang sangat penyabar sekali ya dan beliau tidak pernah marah tidak bisa dipancing oleh seorang untuk marah sekalipun Jadi kalau ada orang berniat untuk memancingnya ya agar si maan ini marah enggak akan bisa tidak ada yang pernah berhasil membuat ya si ma’an bin Zaidah ini ya marah dia ma’an bin Zaidah ini seorang Amir seorang Gubernur di masanya Dahulu ketika ada orang Arab badwi ya ketika ada orang Arab Badu ya dia ingin membuat ma’an bin Zaidah ini marah maka tentunya orang-orang ya di sekelilingnya pun menyaksikan sangsilah kepada orang ini enggak mungkin kata mereka Ya enggak mungkin engkau membuat maan bin Zaidah itu marah Nah kalau engkau berhasil Ini kata orang-orang ya Kalau engkau berhasil membuat ma’an bin Zaidah itu marah maka kami akan berikan engkau 100 ekor unta bayangkan ya jumlah yang fantastis ya kalau satu ekor unta harganya R50 juta 100 berarti 5 m ya 5 miliar orang ini akan dapat 5 miliar kalau berhasil membuat ma’an bin Zaidah itu marah baik jadi semakin termotivasi ya semakin termotivasi si Arab badwi ini ya si Arab badwi ini untuk membuat ya ma’an bin Zaidah ini marah ya tentu karena ma’an bin Zaidah memiliki posisi yang tinggi seorang Gubernur dan juga dia memiliki pengawal dan ya terlihat ah kehidupannya Masyaallah maka si Arab badwi ini masuk ya Ee untuk menjumpai maan bin Zaidah ini dengan penampilan apa adanya seperti orang Badu lah begitu ya Bajunya ya tidak dia Perhatikan ya Alas kakinya juga seperti itu dan dan seterusnya maka ini yang kita lihat dari si Arab badwi ya dari si Arab badwi ah pertama ketika Si Arab badui ini menjumpai ma’an bin Zaidah ya ma’an bin Zaidah langsung si Arab badwi ini berkata begini ya atazkur idlihafuka jildusyatin waak Min jildil bair Tidakkah engkau ingat ini kan karena Arab Badu ini jelas yakni orang Arab yang jauh dari peradaban ya jauh dari peradaban sehingga ucapannya itu mungkin kasar ucapannya mungkin tidak berkenan bagi orang lain begitu namun apa yang kita lihat pada ma’an bin Zaidah ketika Arab badwi ini berbicara kepada ma’an bin Zaidah Apakah dia marah Nah kita dengarkan di sini si Arab badwi mengatakan kepada ma’an bin Zaidah ini maan bin Zaidah sekali lagi seorang Gubernur ini posisinya tinggi sekali kedudukannya Mulia sekali berjumpa dengan Arab Badu ya si Arab badui mengatakan kepada ma’an bin Zaidah atkur hauka jildutin wa jildil bair Tidakkah engkau ingat ya ketika selimutmu itu terbuat dari kulit kambing dan sendalmu itu terbuat dari kulit unta nah ini ucapan-ucapan seperti ini mungkin membuat sebagian orang kalau untuk sebagian orang ya ini akan tersinggung ya akan marah begitu namun apa bagi ma’an bin Zaidah beliau hanya mengatakan kepada si Arab badwi azkuruhu wala Ansa Iya saya ingat dan saya tidak akan pernah lupa itu ah kemudian ya Arab badwi mengatakan lagi ya maha suci Allah yang telah memberikan kepadamu kekuasaan yni kerajaan dan yang telah yang telah mengajarkan engkau duduk di atas singgahsana nah jadi ya Arab badwi ini mengatakan kepada maan bin Zaidah bahwa Allah yang telah memberikan kepada kekuasaan ini ya Dan yang telah memberikan kepadamu ya Tahta yang ya Mulia ini ya maka apa kata maan Innallaha yizzuasya waillu Yasya Sungguhnya Allah memuliakan orang atau hamba yang dia kehendaki dan akan menghinakan hamba yang dikehendakinya pula J enggak ada kemarahan sama sekali di sini ya kemudian Dikatakan lagi Mus ya yakni jika aku diberikan ya kehidupan yang panjang begitu ya ya yakni hidup bersama maan Yaya ketika Allah subhahu wa taala memberikan kepad yakni kehidupan yang panjang bersama ya Gubernur maan ya bin Zaidah ya bin Zaidah ya arti di sini ketika Si Arab baduhi ini mengatakan seperti ini ya maka sikapnya maan biasa-biasa saja dia menganggapnya hal yang biasa begini ya dan maan mengatakan asalamu kir ya keselamatan atau kesejahteraan itu jauh lebih baik waisir ya Artinya bahwa ya kalau seorang mendapatkan kebaikan kesejahteraan keselamatan dalam hidupnya maka itu lebih baikah kemudian Dikatakan lagi di sini oleh si arabadwiaralu biladin Anta fiha wauaman alalqir saya akan menuju suatu negeri yang anda hidup di dalamnya ya yang anda hidup di dalamnya ya tidak mengapa jika hari-hari yang dilalui dalam kefakiran artinya tidak apa deh ya enggak mengapa kalau saya dalam keadaan yang fakir yang miskin namun hidup bersamamu ya Apa kata ma’an injawartanaarhaban Bil iqomah wa jawazanaashuban am Jika Engkau Hidup bersama kami maka Selamat datang ya tinggal bersama kami dan jika engkau pergi meninggalkan kami maka Selamat ya dalam perjalanan yakni e maan Ya hanya memberikan yakni doa yang terbaik bagi si Arab badwi ini ya kemudian Nah di sini baru ee Arab badui ee kata yang agak kurang sopan sebenarnya kepada maan ya Di mana si arabadwi mengatakan fajidliab naq bimalinainni qzamtu Alal masir maka bersungguh-sungguhlah engkau wahai Ibnu naqisah ingat nama gubernur ini Ibnu Zaidah ini ma’an bin Zaidah bukan maan Bin qisah begitu namun si Arab badwi ini sengaja menyebutkan ya yakni kata yang terbalik Ya mestinya ma’an bin Zaidah tapi dia mengatakan ma’an bin naqisah naqisah itu artin orang yang kurang begitu ya ya agar e muncul kemarahan dari ya yakni Gubernur maan ini ya bersungguh-sungguhlah engkau wahai anak naqisah ya Yang kurang dengan harta karena sungguh Saya memerlukan dalam Safar saya ah lihat apa yang terjadi yang terjadi di sini ada di luar Nalar si Arab badui yang terjadi adalah apa kata maan kepada prajuritnya kepada pengawalnya kepada sekretarisnya au Alfa Dinar berikanlah kepadanya 1000 dinar ini kan padahal Barusan si Arab badwi ini mencela Sebenarnya dia ingin mencela mencela sang Gubernur tapi apa yang terjadi justru si Gubernur ini maan bin Zaidah memberikan hadiah dinar ya 1000 keping ya Dinar ini uang emas ini ya uang emas ya ini banyak sekali jumlahnya ya Banyak sekali jumlahnya ini kalau diupiahkan sekarang ini 1000 keping Dinar bayangkan 1000 keping Dinar sat dinarnya itu sekian gram lah ya Sekian gram ada yang mengatakan 4 gram lebih gitu ini kali 1000 kali 1000 jadi berapa miliar itu yang diberikan oleh Gubernur kepada Arab badui meringankan Safar orang ini kata Gubernur nah kemudian apa kata si Arab badwi sungguh sedikit yang Engkau berikan itu kepadaku Ya dan aku menginginkan harta yang lebih banyak lagi ini kalau dikatakan seperti ini untuk orang lain mungkin sudah marah ya sudah tersinggung ini tapi apa yang terjadi Ma ini Gubernur maan berkata kepada sekretarisnya atau kepada pengawalnya berikan kepadanya 1000 Dinar yang kedua bayangkan sudah diberi 1000 dinar Ditambah lagi dengan 1000 dinar lagi menjadi 2,000 Dinar ya 2,000 Dinar baik para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala ini sungguh di luar Nalar dari si Arab badwi ini ya kelakuan atau perbuatan dan sikap dari gubernur maan bin Zaidah kemudian Dikatakan lagi yaalullahaabuka bartiir ifq waidunadaahilir jadi akhirnya si Arab badui ini memuji sang Gubernur karena apa yang dilihatnya ini betul-betul di luar Nalar Arab Badu yang sebenarnya dia ingin menghina sang Gubernur agar marah justru yang didapat adalah uang dinar 2,000 Dinar akhirnya yang akhirnya lagi dia memuji sang Gubernur apa kata Sang Arab badwi apa kata Arab badwi ini saya memohon kepada Allah agar Allah memberikan umur panjang kepadamu dan tentu tidak ada yang tidak ada tandingannya kebaikan yang Allah berikan kepadamu ya artinya kebaikan yang Allah berikan kepadamu itu seperti lautan Ya seperti air laut yang banyakah kemudian apa kata Sang Gubernur kepada sekretaris atau kepada pengawalnya Al kita telah memberikan 2,000 Dinar karena orang ini menghina kita Nah sekarang dia memuji kita maka berikanlah untuknya 4,000 Dinar bayangkan 2,000 Karena sebab si Arab badwi menghina gubernur dan 4,000 dengan sebab si Arab badwi memuji gubernur jadi berapa total 6,000 Dinar bayangkan tuh 6,000 Dinar Berapa kilo kalau emas ini emas nih semuanya Berapa kilo itu ya kemudian Dikatakan lagi di sini ya oleh si Arab Badu biabi auhal amirsiantaij wahakmi ya Mus wukbukararqin W baani faaltu Mi bair jaaliik akhirnya si Arab badui ini jujur kepada sang Gubernur singkatnya si Arab badui mengatakan kepada Gubernur wahai Gubernur Sebenarnya saya ini bertujuan datang kepada engkau ini agar membuat dirimu marah karena aku tergiur dengan iming-imingan orang di luar sana dengan 100 ekor unta bayangkan jadi jujur dia mengatakan kepada Gubernur seperti itu itu tujuan dia apa kata Sang gubernur mengapaau berbuat seperti itu tadi lihat ya dia sangat penyabar sekali Gubernur tidak marah dan Gubernur memaafkan perbuatan si Arab baduwi bahkan dikatakan waahu B ba bahkan Gubernur ma’an bin Zaidah memberikan kepadanya 200 ekor unta bayangkan Ya sudah dapat 6000 keping emas Dinar tadi plus dengan 200 ya unta kalau ee di luar sana ya di luar sana dijanjikan dengan 100 ekor unta ini dapat dari Gubernur dua kali lipat 200 ekor unta Nah inilah ya kisah yang menarik bagi kita semua kisah dari ma’an bin Zaidah yang mana kesabaran beliau ya Eh terkenal seantero Jazirah Arab di masa itu Dan inilah ya contoh ee yang kita dengarkan tadi dan sebaik-baik contoh ada pada diri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para sahabat beliau radhiallahu taala anhum ajmain para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Saya kira sampai di sini kajian kita pada sore hari ini berkaitan dengan hadis yang ke-16 Semoga kita dapat memahaminya dan dapat mengamalkannya Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan Hidayah Taufik kepada kita semua untuk berada di atas tauhid di atas sunah Nabi dan di atas Manhaj para sahabat dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita semua Husnul Khatimah amin amin ya rabbal alamin kita akhiri dengan doa perutu majelis subhanakallahumma wabihamdik asadu allaahailla an asagfir alalamualaikum warahmatullah
Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply